Anda di halaman 1dari 20

Om Swastiastu

Kelompok 3
Ni Putu Laksmi Gayatri
(1515351004)
Ni Luh Ira Apri Widiyani
Pokok Bahasan

1. Unsur- unsur 2. Tahap-tahap


Standar Pelaksanaan
Pekerjaan Pekerjaan
Lapangan Lapangan
1. Unsur-unsur Standar
Pekerjaan Lapangan
Standar pertama berbunyi:

“Pekerjaan harus direncanakan


sebaik-baiknya dan jika digunakan
asisten harus disupervisi dengan
semestinya.”
Pertimbangan atas standar pekerjaan lapangan pertama
memicu kesadaran bahwa penunjukan auditor
independen secara dini akan memberikan banyak
manfaat bagi auditor maupun klien. Penunjukan secara
dini memungkinkan auditor merencanakan
pekerjaannya sedemikian rupa sehingga pekerjaan
tersebut dapat dilaksanakan dengan cepat dan efisien
serta dapat menentukan seberapa jauh pekerjaan
Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten
tersebut dapat dilaksanakan sebelum tanggal laporan
dalam mencapai
posisi keuangan tujuan audit
(Standar Profesional danPublik,
Akuntan penentuan
SA
apakah tujuan tersebut tercapai. Unsur supervisi
Seksi 310:2011).
adalah memberikan instruksi kepada asisten,
tetap menjaga penyampaian informasi masalah-
masalah penting yang dijumpai dalam audit,
me-review pekerjaan yang dilaksanakan, dan
menyelesaikan perbedaan pendapat di antara
1. Unsur-unsur Standar
Pekerjaan Lapangan
Standar kedua berbunyi:
“Pemahaman memadai atas
pengendalian intern harus diperoleh
untuk merencanakan audit dan
menentukan sifat, saat, dan lingkup
pengujian yang akan dilakukan.”
Dalam perencanaan auditnya, auditor
harus mempertimbangkan sifat, lingkup, dan
saat pekerjaan yang harus dilaksanakan dan
harus membuat suatu program audit secara
tertulis (atau set program audit tertulis) untuk
setiap audit. Program audit harus
menggariskan dengan rinci prosedur audit yang
menurut keyakinan auditor diperlukan untuk
mencapai tujuan audit. Bentuk program audit
dan tingkat kerinciannya sangat bervariasi
sesuai dengan keadaan. Dalam
mengembangkan program audit, auditor harus
diarahkan oleh hasil pertimbangan dan
prosedur perencanaan auditnya. Selama
1. Unsur-unsur Standar
Pekerjaan Lapangan
Standar ketiga
“Bukti berbunyi:
audit kompeten yang cukup
harus diperoleh melalui inspeksi,
pengamatan, permintaan keterangan,
dan konfirmasi sebagai dasar
memadai untuk menyatakan
pendapat atas laporan keuangan
yang diaudit.”
Sebagian besar pekerjaan auditor
independen dalam rangka memberikan
pendapat atas laporan keuangan terdiri dari
usaha untuk mendapatkan dan mengevaluasi
bukti audit. Ukuran keabsahan (validity) bukti
tersebut untuk tujuan audit tergantung pada
pertimbangan auditor independen; dalam hal
ini bukti audit (audit evidence) berbeda dengan
bukti hukum (legal evidence) yang diatur secara
tegas oleh peraturan yang ketat. Bukti audit
sangat bervariasi pengaruhnya terhadap
kesimpulan yang ditarik oleh auditor
independen dalam rangka memberikan
Perencanaan dan Supervisi
 Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi
menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang
diharapkan. Sifat, lingkup, dan saat perencanaan
bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas,
pengalaman mengenai entitas, dan pengetahuan
tentang bisnis entitas. Dalam perencanaan audit,
auditor harus mempertimbangkan, antara lain:
1) Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan
industri yang menjadi tempat entitas tersebut.
2) Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut.
3) Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam
mengolah informasi akuntansi yang signifikan,
termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk
mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan.
Perencanaan dan Supervisi
6) Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan
penyesuaian (adjustment).
7) Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau
pengubahan pengujian audit, seperti risiko kekeliruan
atau kecurangan yang material atau adanya transaksi
antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa.
8) Sifat laporan auditor yang diharapkan akan
diserahkan (sebagai contoh, laporan auditor tentang
laporan keuangan konsolidasian, laporan keuangan
yang diserahkan ke Bapepam, laporan khusus untuk
menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak
perjanjian).
Dalam perencanaan auditnya, auditor harus
Perencanaan dan Supervisi
 Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam
mencapai tujuan audit dan penentuan apakah tujuan
tersebut tercapai. Unsur supervisi adalah memberikan
instruksi kepada asisten, tetap menjaga penyampaian
informasi masalah-masalah penting yang dijumpai dalam
audit, mereview pekerjaan yang dilaksanakan, dan
menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit
kantor akuntan. Luasnya supervisi memadai dalam suatu
keadaan tergantung atas banyak faktor, termasuk
kompleksitas masalah dan kualifikasi orang yang
melaksanakan audit.

 Auditor yang bertanggung jawab akhir mengenai


auditnya dan asistennya harus menyadari prosedur yang
harus diikuti jika terdapat perbedaan pendapat
Pemahaman atas Struktur
Pengendalian Intern
 Struktur pengendalian intern pada
perusahaan klien merupakan faktor penting
dalam suatu audit. Sebagai contoh, apabila
struktur pengendalian intern pada
perusahaan klien dirancang dengan baik dan
direncanakan secara efektif, akan
mengamankan aset klien dan menghasilkan
data dapat yang dipercaya. Sebaliknya,
apabila pengendalian tidak efektif akan
memungkinkan terjadinya penyelewengan
dan penyalahgunaan kekayaan perusahaan
Mendapatkan Bukti Audit
Kompeten yang Cukup
 Tujuan akhir dari standar pekejaan lapangan adalah agar
auditor memperoleh dasar yang layak (reasonable basis)
untuk menyatakan suatu pendapat tentang laporan
keuangan klien. Untuk memenuhi standar ini diperlukan
petimbangan professional, baik dalam menentukan
jumlah (cukup) maupun kualitas (kompeten) bukti yang
diperlukan untuk mendukung pendapat auditor.
 Sebagian besar pekerjaan akuntan publik dalam rangka
memberikan pendapat atas laporan keuangan terdiri dari
usaha untuk mendapatk dan mengevaluasi bukti audit.
Ukuran keabsahan (validitas) bukti tersebut untuk tujuan
audit tergantung pada pertimbangan auditor. Dalam hal
ini bukti audit berbeda dengan bukti hukum yang diatur
secara tegas oleh peraturan yang ketat. Bukti audit
2. Tahap-tahap
Pelaksanaan
Pekerjaan
Lapangan
1. Persiapan Penugasan Audit

Persiapan penugasan audit adalah proses


awal yang dilaksanakan pada proses audit. Dalam
tahap ini dimulai dengan penunjukan tim yang akan
terlibat dalam suatu penugasan oleh Satuan Audit
Internal. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar tim
yang akan melaksanakan tugas di suatu unit
mempunyai payung hukum yang kuat bahwa tim
tersebut melaksanakan audit atas perintah dari
atas dan bukan karena kehendak pribadi.
2. Survey Audit Pendahuluan

Survey pendahuluan merupakan proses


yang bertujuan untuk mendapatkan
pemahaman yang mendalam mengenai risiko
dari suatu unit yang akan diperiksa. Terdapat
dua klasifikasi utama dari teknik-teknik audit
pada tahap survey pendahuluan, yaitu yang
berkaitan dengan langkah-langkah survey
pendahuluan di kantor unit auditor internal (on
desk/ off site audit), dan di lokasi unit yang
3. Pelaksanaan Pengujian

Pada tahap pelaksanaan pengujian ini


auditor perlu mencari bukti yang akan
menguatkan informasi yang diperoleh pada
survey pendahuluan tersebut. Bukti audit yang
cukup, kompeten, relevan dan catatan lainnya.
4. Penyelesaian Penugasan Audit

Penyelesaian penugasan audit ini


merupakan tahapan terakhir dari proses
pekerjaan lapangan. Dalam tahap ini auditor
mematangkan berbagai temuan yang telah
dirangkum selama proses pekerjaan lapangan.
5. Pelaporan Hasil Audit

Laporan hasil audit ini merupakan media


untuk menyampaikan permasalahan serta
temuan berikut dengan rekomendasi yang
terdapat dalam suatu unit kepada manajemen
unit tersebut.
6. Pemantauan Tindak Lanjut

Tindak lanjut dilaksanakan berdasarkan


kesepakatan yang telah disetujui
oleh auditee terkait dengan pelaksanaan
rekomendasi yang telah diberikan.
Om Santhi, Santhi, Santhi, Om