Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

BAYI NY.S DENGAN BBLR NKB SMK,


HIPERBILIRUBIN

Di buat oleh :
Dayang Ida Hayati
Pardi
Putri Diah Kusuma
Resume
Bayi lahir spotan dengan usia gestasi 31 minggu
(10/5/2017) BBL : 2000gr, Apgar Score 9/7
tampak sesak, retraksi (+), Sp02 : 81 %, Nadi :
173x/menit, 60x/menit, suhu : 36,3 ̊C, sianosis
(-), merintih (-), sisa air ketuban jernih,
terpasang F02 21% C-pep, abdomen supel,
muntah (-), terpasang infus Dex 5 ¼ Ns
15/5/2017
Bayi dirawat didalam inkubator 33 ̊C, dengan
foto therapy bilirubin, sesak (-), sianosis (-), RR
: 47x/menit, Nadi:161 x/menit, suhu : 36.8 ̊C,
napas spontan, menangis kuat, minum ASI (+)
terkadang dimuntahkan, lemak subkutan tipis,
terpasang infus Dex 10% + Ca Glukonas
400cc/24jam
Cek lab (15/5/2017)
• HB : 18.5
• Ht : 49
• Trombosit : 329000
• Lekosit : 7000
• CRP : 0.18
• Albumin : 3.45
• Bilirubin Total : 24.33
• PCT : 0.3
• GDS : 63
WOC BBLR
Analisa Data
NO Data Masalah Keperawatan Etiologi
1 DS : Risiko Tinggi Hipotermi Imature control tubuh
ibu mengatakan anak lahir dengan dan kurangnya lemak
usia gestasi 31 minggu dijaringan subkutan
DO:
RR 47x/mnt HR:160, suhu: 36,8C
BB: 2000 gram
Prematur,
Lemak subkutan tipis
BBL: 2000gram
Menggunakan inkubator dengan
suhu 33ºC
Tidak sianosis
NO Data Masalah Keperawatan Etiologi
2 DS : nutrisi kurang dari Imaturitas saluran
ibu mengatakan anak lahir dengan kebutuhan cerna,
usia gestasi 31 minggu
DO:
Prematur,
tampak sesekali memuntahkan ASI
BBL: 2000gram
BB sekarang ; 2000gram (umur 5
hari)
Albumin : 3,45
GDS : 68
3 DS : Resiko infeksi Defisiensi pertahanan
ibu mengatakan anak lahir dengan tubuh, tindakan
usia gestasi 31 minggu invasif
DO:
Prematur
Suhu 36,8C
Terpasang infus dikaki kiri
Leu :7000,
CRP:0,18
PCT : 0,3
NO Data Masalah Keperawatan Etiologi
4 DS:- Resiko trauma Efek foto terapi
DO:
Kulit nampak jaundice, mata
ikterik
Bilirubin total 24,33
Terpasang foto terapi

5 DS: Gangguan integritas kulit Tipisnya jaringan kulit,


ibu mengatakan anak lahir dengan
usia gestasi 31 minggu
DO:
Jaringan kulit tipis
Menggunakan pampers
Daerah perianal nampak
kemerahan
Diagnosa Keperawatan
• Resiko tinggi hipotermi berhubungan dengan
Imature control tubuh dan kurangnya lemak
dijaringan subkutan.
• nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan
dengan Imaturitas saluran cerna.
• Resiko infeksi berhubungan dengan defisiensi
pertahanan tubuh, tindakan invasif.
• Resiko trauma berhubungan dengan efek foto
terapy
• Gangguan integritas kulit berhubungan dengan
tipisnya jaringan kulit.
Rencana Keperawatan
NO Dx.Kep Intervensi & Rasional
Tujuan
kriteria Hasil

1 Resiko tinggi hipotermi b.d Imature • Observasi tanda-tanda vital


control tubuh dan kurangnya lemak Rasional: perubahan suhu dapat merubah
dijaringan subkutan tanda-tanda vital
Setelah dilakukan asuhan keperawatan •Atur suhu inkubator sesuai kebutuhan,
selama perawatan hipotermi tidak Rasional : mempertahankan suhu normal bayi
terjadi •Hindari bayi dari pengaruh yang dapat
Dengan kriteria : menurunkan suhu tubuh,
suhu tubu 36-37ºC Rasional : mencegah hipotermi
kulit hangat •Monitor tanda-tanda hipotermi
ekstermitas hangat Rasional mengetahui adanya hipotermi
tidak ada sianosis •Ganti pampers setiap 3 jam:
Rasional :mencegah hipotermi
•Ganti pakai setiap basah:
Rasional mencegah hipotermi
NO Dx.Kep Intervensi & Rasional
Tujuan
kriteria Hasil

2 nutrisi kurang dari kebutuhan b.d •Kaji refleks hisap dan menelan
Imaturitas saluran cerna Rasional : menandakan bayi sudah dapat
Setelah dilakukan asuhan keperawatan diberikan asupan nutrisi
selama perawatan nutrisi terpenuhi •Timbang BB setiap hari
Dengan kriteria: Rasional : status nutrisi dapat teridentifikasi
Refleks hisap dan menelan baik •Beri ASI setiap 3 jam
Tidak ada muntah, tidak ada Rasional : sesuai dengan pola mkn bayi, ASI
kembung merupakan nutrisi utama bagi bayi
BAB 3-4 kali x/ hari •Lakukan oral hygine
Turgor elastis Rasional : mencegah terjadinya pertumbuhan
BB naik 15 gram perhari jamur
•Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian
cairan intravena sesuai kebutuhan
Rasional : untuk mempertahankan
keseimbangan cairan dan nutrisi bayi dan
pemeriksaan GDS ( untuk mengetahui status
nutrisi)
•Anjurkan ibu menyusui bayinya
Rasinal agar ana terbiasa menyusu secara
langsung
NO Dx.Kep Intervensi & Rasional
Tujuan
kriteria Hasil

3 Resiko infeksi b.d Defisiensi pertahanan •Observasi tanda-tanda infeksi


tubuh, tindakan invasif Rasional : mengetahui status infeksi
Setelah dilakukan asuhan kepeawatan •Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak
selama perawatan tidak terjadi infeksi dengan bayi
Ditandai dengan: Rasional : meminimalisir penyebab infeksi
Suhu : 36-37ºC •Cegah bayi kontak dengan orang yang
Leukosit, CRP, PCT normal terinfeksi
Tidak ada tanda-tanda infeksi Rasional : meminimalisir penyebab infeksi
•Lakukan tindakan bersih/steril sesuai tindakan
Rasional : meminimalisir penyebab infeksi
•Jaga kebersihan bayi dan lingkungan
Rasional : meminimalisir penyebab infeksi
Catatan Perkembangan
No Tgl dan Implementasi Evaluasi
dx. jam
1 15 mei mengobservasi tanda-tanda vital 15 Mei 2017, jam 20.00 wib
2017, mengatur suhu inkubator sesuai S:-
jam kebutuhan O:
18.00- menghindari bayi dari pengaruh RR 46x/mnt HR:158, suhu: 36,8C
20.00 yang dapat menurunkan suhu Suhu inkubator 33,1ºC
wib tubuh, Tidak ada sianosis
memonitor tanda-tanda Kulit hangat, ekstermitas hangat
hipotermi A : masalah hipotermi tidak terjadi
mengganti pampers setiap 3 jam P: Lanjutkan intervensi
16 mei mengobservasi tanda-tanda vital 16 Mei 2017, jam 20.00 wib
2017, mengatur suhu inkubator sesuai S:-
jam kebutuhan O:
15.00- menghindari bayi dari pengaruh RR 46 x/mnt HR:156, suhu: 36,6C
20.00 yang dapat menurunkan suhu Suhu inkubator 33,1ºC
wib tubuh, Tidak ada sianosis
memonitor tanda-tanda Kulit hangat, ekstermitas hangat
hipotermi A:
mengganti pampers setiap 3 jam masalah hipotermi tidak terjadi
P: Lanjutkan intervensi
No Tgl dan Implementasi Evaluasi
dx. jam
1 17 mei mengobservasi tanda-tanda 17 Mei 2017, jam 20.00 wib
2017, vital S:-
jam mengatur suhu inkubator O:
15.00- sesuai kebutuhan RR 44x/mnt HR:152, suhu: 36,7C . Suhu
20.00 menghindari bayi dari inkubator 33,1ºC, Tidak ada sianosis, kulit
wib pengaruh yang dapat hangat, ekstermitas hangat
menurunkan suhu tubuh, A :masalah hipotermi tidak terjadi
memonitor tanda-tanda P:Lanjutkan intervensi
hipotermi
mengganti pampers setiap 3
jam
2 18 mei mengkaji refleks hisap dan 18 Mei 2017, jam 20.00 wib
2017, menelan S:ibu mengatakan anaknya mau disusui, tidak
jam menimbang BB ada muntah
15.00- Beri ASI setiap 3 jam O:Bayi mampu menghabiskan diit susu (ASI)
20.00 melakukan oral hygine 30cc, tidak ada muntah, reflek hisap dan
wib mengkolaborasi dengan menelan baik, BAB dari pagi sudah 4 kali,
dokter untuk pemberian perut supel, tidak ada kembung, terapi infus
cairan intravena sesuai dihentikan, hasil GDS : 103, BB : 2050 gram
kebutuhan A: masalah nutrisi kurang dari kebutuhan
menganjurkan ibu menyusui teratasi sebagian
bayinya P: lanjutkan intervensi
No Tgl dan Implementasi Evaluasi
dx. jam
2 19 mei mengkaji refleks hisap dan 19 Mei 2017, jam 20.00 wib
2017, menelan S:
jam menimbang BB ibu mengatakan anaknya mau disusui, tidak
15.00- Beri ASI setiap 3 jam ada muntah
20.00 melakukan oral hygine
wib mengkolaborasi dengan O:
dokter untuk pemberian Bayi mampu menghabiskan diit susu (ASI)
cairan intravena sesuai 30cc, tidak ada muntah, reflek hisap dan
kebutuhan menelan baik, BAB dari pagi sudah 5 kali,
menganjurkan ibu menyusui perut supel, tidak ada kembung,GDS : 103, BB
bayinya : 2100 gram
A:
masalah nutrisi kurang dari kebutuhan teratasi
sebagian
P:
lanjutkan intervensi