Anda di halaman 1dari 30

October 27, 2018

Konsep
Kesehatan Masyarakat
Greiny Arisani
1
Pengertian
Kesehatan Masyarakat
WHO (1947); keadaan yang sempurna baik
secara fisik, mental & sosial serta tidak
hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.
Kesehatan
UU No. 36 Tahun 2009 adalah keadaan
sehat, baik secara fisik, mental, spiritual
maupun sosial yang memungkinkan
setiap orang untuk hidup produktif
secara sosial & ekonomis.

Kesehatan, 4 dimensi :
Saling mempengaruhi dalam
 Fisik (Badan)
mewujudkan tingkat kesehatan pada
 Mental (jiwa)
seseorang, kelompok atau
 Spiritual
masyarakat.
 Sosial
2
Lanjutan...
Kesehatan Masyarakat

Winslow (1958) seorang ahli kesehatan masyarakat mendefinisikan


kesehatan masyarakat (public health) adalah ilmu dan seni mencegah
penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan melalui
usaha-usaha pengorganisasian masyarakat untuk:
 Meningkatkan sanitasi lingkungan
 Mengendalikan infeksi menular
 Pendidikan secara individual dalam hal hygiene perorangan
 Mengorganisasikan pelayanan medis dan perawatan untuk tercapainya
diagnosis dini dan terapi pencegahan terhadap penyakit.
 Pengembangan sosial kearah adanya jaminan hidup yang layak dalam
bidang kesehatan.

3
Lanjutan...
• Kesehatan Masyarakat
adalah Ilmu dan seni
memelihara, melindungi, dan
meningkatkan kesehatan
masyarakat melalui usaha-
usaha pengorganisasian
masyarakat.

4
Tujuan Kesehatan Masyarakat

Tujuan Umum Tujuan Khusus


•Meningkatkan derajat •Meningkatkan individu,
kesehatan & kemampuan keluarga, kelompok &
masyarakat secara menyeluruh masyarakat dalam pemahaman
dalam memelihara kesehatan tentang pengertian sehat-sakit.
untuk mencapai derajat •Meningkatkan kemampuan
kesehatan secara mandiri. individu, keluarga kelompok
dan masyarakat dalam
mengatasi masalah kesehatan.
•Tertangani/terlayani kelompok
keluarga rawan, kelompok
khusus dan kasus yang
memerlukan penanganan
tindak lanjut dan pelayanan
kesehatan.

5
Sejarah Kesehatan Masyarakat
Membicarakan kesehatan masyarakat tidak
terlepas dari dua tokoh metologi Yunani, yaitu
ASCLEPIUS dan HIGEIA.

 ASCLEPIUS (aliran I)dikenal melakukan


pengobatan penyakit setelah penyakit
tersebut terjadi pada seseorang
 HIGEIA (Aliran II) lebih menganjurkan kepada
pengikutnya dalam pendekatan masalah
melalui hidup seimbang, menghindari
makanan/minuman beracun, makan makanan
yang bergizi, cukup istirahat dan melakukan
olah raga, HIGEIA lebih menganjurkan
melakukan upaya-upaya alamiah untuk
menyembuhkan penyakit
6
Lanjutan...
Berdasarkan Cerita Mitos Yunani ASCLEPIUS dan HIGEIA,
muncul dua aliran atau pendekatan dalam menangani
masalah kesehatan.

Aliran I : Aliran II :
Cenderung menunggu Cenderung melakukan
terjadinya penyakit. Oleh upaya-upaya pencegahan
karena itu kelompok ini penyakit (preventif) &
dikenal menggunakan meningkatan kesehatan
pendekatan kuratif (promotif) sebelum terjadinya
(pengobatan). penyakit.

7
Perkembangan Kesehatan Masyarakat

Periode
Sebelum Ilmu
Pengetahuan

Periode Ilmu
Pengetahuan

Perkembangan
di Indonesia

8
Periode Sebelum Ilmu Pengetahuan
 Upaya untuk menanggulangi
masalah-masalah kesehatan
dan penyakit telah dilakukan
oleh negara-negara dengan
kebudayaan yang paling luas
yakni pada zaman Babylonia,
Mesir,Yunani dan Roma →
dengan ditemukan dokumen-
dokumen tertulis bahkan
peraturan- peraturan tertulis
tentang pembuangan air
limbah, drainase, pengaturan
air minum, pembuangan
kotoran.

9
Lanjutan...
 Pada Abad ke-7, Kesehatan
masyarakat makin dirasakan
kepentingannya karena berbagai
penyakit menular makin
menyerang sebagian besar
penduduk dan telah menjadi
epidemi bahkan dibberapa
menjadi endemi misal penyakit
kolera.
 Pada abad ke 14 mulai terjadi
wabah pes di India dan China,
namun upaya pemecahan
masalah kesehatan masyarakat
secara menyuruh belum
dilakukan oleh manusia yang
hidup dalam zamannya.

10
• Mulai abad ke 19 masalah kesehatan
Periode adalah masalah yang kompleks.
Ilmu Pengetahuan
• Pada abad ini mulai ditemukan
berbagai penyebab penyakit dan
vaksin sebagai pencegah penyakit.
Louis Pasteur menemukan vaksin
untuk mencegah penyakit cacar,
Josep Lister menemukan asam karbor
untuk sterilisasi, William Marton
menemukan ether untuk anastesi.
• Pada tahun 1955 pemerintah Amerika
telah membentuk Departemen
Kesehatan yang pertama kali yang
berfungsi untuk menyelenggarakan
pelayanan kesehatan bagi penduduk.

11
Perkembangan di Indonesia
 Sejarah perkembangan masyarakat di
Indonesia dimulai sejak pemerintahan
Belanda pada abad ke 16. Kesehatan
masyarakat di Indonesia pada waktu
itu dimulai dengan adanya upaya
pemberantasan cacar dan kolera
yang sangat ditakuti oleh masyarakat
pada waktu itu.
 Pada tahun 1851 didirikan sekolah
dokter di Jawa untuk pendidikan
dokter pribumi selanjutnya pada tahun
1913 didirikan sekolah dokter di
Surabaya. Kedua sekolah tersebut
mempunyai andil yang sangat besar
dalam menghasilkan tenaga-tenaga
dokter yangmengembangkan
kesehatan masyarakat Indonesia.

12
Lanjutan...

 Pada tahun 1888 didirikan


laboratorium pusat di Bandung
yang mempunyai peranan sangat
penting dalam dalam langkah
menunjang memberantas
penyakit malaria, lepra, cacar
dan malaria bahkan untuk bidang
kesehatan masyarakat yang lain
seperti gizi dan sanitasi.

13
Lanjutan...
 Pada zaman kemerdekaan Indonesia salah satu tonggak
penting perkembangan masyarakat di Indonesia adalah
dengan diperkenalkannya “konsep Bandung” pada tahun 1951
oleh dr. Y. Leimena dan dr Patah, dalam konsep ini mulai
dikenal konsep kuratif dan preventif.
 Tahun 1956, dr. Sulianti Saroso “Proyek Bekasi” sebagai
proyek percontohan sekaligus tempat pelatihan pelayanan
kesehatan terpadu di Indonesia.
 Tahun 1957, dikembangkan 8 wilayah pengembangan
kesehatan masyarakat, sebagai penerapan konsep “Proyek
bekasi”.

14
Lanjutan...
• Tahun 1960 di Jawa Tengah, khususnya
Solo dan Banjarnegara telah tumbuh
kegiatan-kegiatan kesehatan berbasis
masyarakat; dana sehat, pos obat desa,
arisan rumah sehat, jamban sehat dsb →
Kader Kesehatan.
• Tahun 1968, ditetapkan Puskesmas
sebagai sistem pelayanan kesehatan
terpadu (preventif & kuratif) mengacu
pada konsep Bandung & Bekasi → 5
pelayanan dasar (dibentuk Pusling &
Pustu) → Cikal Bakal sistem PKM.
• Tahun 1984, dibentuk Posyandu sebagai
perpanjangan tangan puskesmas → 5
meja.

15
Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat
Disiplin Ilmu
Kesehatan Masyarakat
Penerapan dalam Ruang
Lingkup Kesehatan Masyarakat :
 Pemberantasan penyakit
menular & tidak menular.
 Perbaikan sanitasi lingkungan.
 Epidemiologi.  Perbaikan lingkungan
 Biostatistik/Statistik pemukiman.
Kesehatan.  Pemberantasan vektor.
 Kesehatan Lingkungan.  Pendidikan & penyuluhan
 Pendidikan kesehatan.
 Pelayanan ibu & anak.
Kesehatan/ilmu prilaku.
 Pembinaan gizi masyarakat.
 Administrasi kesehatan  Pengawasan sanitasi tempat
masyarakat. umum.
 Gizi masyarakat.  Pengawasan obat & makanan.
 Kesehatan kerja.  Pembinaan PSM.
16
Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat

Promotif

Preventive

Kuratif

Rehabilitatif

17
Sasaran Kesehatan Masyarakat

Kelompok
Khusus

Keluarga

Individu

18
Individu & Keluarga
• Individu, Apabila individu • Keluarga, apabila
tersebut mempunyai salah satu atau
masalah kesehatan beberapa keluarga
karena ketidakmampuan mempunyai masalah
merawat dirinya sendiri kesehatan maka akan
oleh sesuatu hal & sebab berpengaruh terhadap
→ mempengaruhi anggota & keluarga
anggota keluarga lainnya. lain.

19
Kelompok Khusus
• Kumpulan individu yang mempunyai
kesamaan jenis kelamin, umur,
permasalahan, kegiatan terorganisasi
yang sangat rawan terhadap masalah
kesehatan.
 Kelompok khusus dengan kebutuhan
kesehatan khusus.
 Kelompok dengan kesehatan khusus
yang memerlukan pengawasan &
bimbingan.
 Kelompok yang mempunyai resiko
terserang penyakit.
 Lembaga sosial, perawatan &
rehabilitasi.

20
October 27, 2018

Prinsip & Faktor Mepengaruhi


Derajat Kesehatan Masyarakat
Greiny Arisani
21
Prinsip-prinsip Kesehatan Masyarakat
• Sasaran pelayanan meliputi individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat
• Dasar utama dalam pelaksanaan perawatan kesehatan
masyarakat adalah menggunakan metode pemecahan
masalah yang dituangkan dalam pelayanan kesehatan.
• Kegiatan utama pelayanan kesehatan adalah di masyarakat
bukan di rumah sakit.
• Peran tenaga kesehatan terpenting adalah sebagai pendidik
(health education) dan agent perubahan (change agent).

22
• Praktik kesehatan masyarakat
Lanjutan...
timbul dari kebutuhan aspirasi,
masalah dan sumber yang
terdapat di masyarakat.
• Praktik kesehatan masyarakat di
pengaruhi perubahan dalam
masyarakat pada umumnya dan
perkembangan masyarakat pada
khususnya.
• Praktik kesehatan masyarakat
adalah bagian dari sistem
kesehatan masyarakat.
• Praktik kesehatan masyarakat
merupakan gambaran dari
seluruh program kesehatan di
masyarakat.

23
Pokok-pokok Kegiatan Kesehatan Masyarakat
• Asuhan langsung kepada individu, • Kerja sama.
kelompok dan masyarakat.
• Advokasi.
• Promosi kesehatan.
• Bimbingan dan pembinaan.
• Konseling dan pemecahan
masalah. • Pelimpahan wewenang/pengembangan
peranan.
• Rujukan.
• Rencana lepas asuhan.
• Asuhan komunity.
• Panutan/role model.
• Penemuan kasus. • Penelitian.
• Penghubung.
• Koordinasi.

24
Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Faktor
Derajat Kesehatan Lingkungan :
Fisik, biologis &
sosial kultural

Status Faktor Prilaku :


Faktor
Sikap & Gaya
Keturunan Kesehatan Hidup

Pelkes : Promotif,
preventif, kuratif &
rehabilitatif
25
Lingkungan (Environment)
• Lingkungan ini, meliputi lingkungan
fisik (baik natural atau buatan
manusia) misalnya; sampah, air,
udara & perumahan dan sosiokultur
(ekonomi, pendidikan, pekerjaan &
lain-lain).
• Pada lingkungan fisik, kesehatan
akan dipengaruhi oleh kualitas
sanitasi lingkungan dimana
manusia itu berada.
• Hal ini dikarenakan banyak
penyakit yang bersumber dari
buruknya kualitas sanitasi
lingkungan.

26
Prilaku (Life Styles)
• Gaya hidup individu atau
masyarakat merupakan faktor
kedua mempengaruhi derajat
kesehatan masyarakat → sehat
& tidak sehatnya lingkungan
tergantung pada prilaku
manusia itu sendiri.

27
Pelayanan Kesehatan (Health Care Services)

• Pelayanan kesehatan
merupakan faktor ketiga
yang mempengaruhi derajat
kesehatan masyarakat →
sangat menentukan dalam
pelayanan pemulihan
kesehatan, pencegahan
terhadap penyakit,
pengobatan & perawatan.

28
Keturunan (Heredity)
• Faktor keturunan/genetik juga
sangat berpengaruh pada derajat
keshatan, karena ada beberapa
penyakit yang diturunkan lewat
genetik atau faktor yang telah ada
pada diri manusia yang dibawa
dari sejak lahir.
• Faktor keturunan sulit diintervensi
dikarenakan hal ini merupakan
bawaan dari lahir.

29
30