Anda di halaman 1dari 23

CDS PULPOTOMI

RABIATUL ADAWIYAH
4251181010
OVERVIEW CASE
• Anak laki-laki 5 tahun
• KU : gigi berlubang dibagian kiri bawah belakang bagian
pinggirnya sejak 2 bulan yang lalu. Terasa sakit jika ada
makanan yang terselip
• PS. Tidak ada kebiasaan buruk, menyikat gigi 2 kali sehari saat
mandi oagi dan sebelum tidur.
• Riwayat penyakit : TAK
• IO
- Tahapan gigi sulung
- Erupsi normal
- Karies superficialis dioklusal gigi 55
- Karies media difasial gigi 52
- Karies media di proksimal mesial gigi 51
- Karies media di proksimal mesial gigi 61
- Karies profunda di proksimal mesial gigi 75
- Karies media di proksimal mesial gigi 74
- Semua giginya vital
- Tidak ada mobility
- Tidak ada kelainan di periapikal dan jaringan periodontal
DIAGNOSIS : PULPITIS REVERSIBEL GIGI 52,51,61,74, PULPITIS
IRREVERSIBLE GIGI 75
• Gigi sulung terdiri dari gigi anterior dan gigi posterior, yaitu :
Insisivus central,insisivus lateral,Caninus ,Molar 1, Molar 2.

Fungsi gigi susu pada sulung adalah: Mengunyah makanan,


berbicara, estetika/membentuk wajah, Sebagai penuntun
tumbuhnya gigi tetap
URUTAN TUMBUHNYA GIGI SUSU
• RAHANG ATAS :Insisif Sentral (8-13 bulan),Insisif Lateral (8-13
bulan), Kaninus (16-23 bulan),Molar pertama (13-19 bulan),
Molar kedua (25-33 bulan).
• RAHANG BAWAH : Insisif Sentral (6-10 bulan), Insisif Lateral
(10-16 bulan), Kaninus (16-23 bulan), Molar pertama (13-19
bulan), Molar kedua (23-31 bulan)
PERBEDAAN GIGI SUSU DAN GIGI TETAP
• email gigi susu lebih tipis dibanding gigi tetap.
• warna gigi susu lebih putih dari pada gigi tetap.
• lebar mahkota gigi susu lebih besar dan lebih tinggi dibanding mahkota gigi
susu.
• akar gigi susu lebih panjang dan ramping dibanding mahkota giginya.
• akar gigi susu akan mengalami resorbsi ketika gigi permanen penggantinya
mendorong gigi susu tersebut
• akar gigi geraham susu lebih mekar
• rongga pulpa gigi susu lebih lebar.
• bagian apikal pada saluran akar gigi susu lebih besar.
Cara mengatasi rasa takut
Ada 2 yaitu farmakologi (pemberian anastesi, sedasi dan inhalasi), non farmakologi
(behaviour management)

Behaviour management -> ilmu yang membantu u/ mengerti rasa rakut, kecemasan
dan sikap anak agar didapatkan perawatan gigi yang efektif.

Metode
1. Tell-show-do
memberi tahu, mendemonstrasikan kemudian memperagakan bagian dari
prosedur.
2. Distraksi
Mengarahkan dan mengabaikan perhatian dari tindakan ke lain hal.
3. Positive reinforcement
Reward atau hadiah bila berprilaku kooperatif
4. Modelling
Mencontohkan/ mendemontrasikan bagaimana perilaku yang baik
5.Playful humor
Using fun labels and sugesting us of imagination
Verbal dan nonverbal communication
• Menunjukkan rasa ketertarikan terhadap kesukaan anak
• Memanggil dengan nama panggilan kesayangan
• Berikan informasi kesehatan sebanyak-banyaknya dengan bahasa yang
mudah di pahami orang tua anak
• Berikan intruksi yang jelas
• Berkomunikasi sesuai umur pasien dan sesuai perkembangan fisik maupun
emosional pasien
• Fokus pada hal positif yang dimiliki pasien
• Menyesuaikan adat, budaya setempat.
Teknik pride
1. Praise : memberi pujian/ penguat sosial ini bisa diberi label
atau tidak berlabel.
2. Reflection : mendengarkan anak dan dapat melakukan
pengulangan simple dari beberapa kata dari anak.
3. Inquire : ajukan pertanyaan yang membuat anak bercerita
dan merefleksikan perasaanya pada saat perawatan gigi
4. Describe : memuji anak atas perilaku positif, contoh “hebat
bisa buka mulut lebar”
5. Entuasiasm : memainkan peranan u. melawan imej negatif
dari perawatan gigi. Untuk anak yang lebih kecil, kadang
orang tua harus lebih berperan dibandingkan dental team.
Dental implikasi
• Px mampu bekerja sama dengan baik namun beberapa pasien
akan sedikit sulit u/ dilakukan perawatan
• Mereka biasanya sangat familiar dengan kata-kata terimakasih
• Mengajak mereka u/ turut aktif dalam perawatan gigi seperti
mengendalikan kursi gigi & alat-alat lainnya akan membuat
anak tertarik u/ melakukan perawatan
• Biasanya umur 4-5 tahun sudah berani u/ tidak di temenani
orang tua
• Berikan komentar sederhana mengenai baju yang dipakai/
sepatu yang digunakan akan membuat komunikasi lebih
mudah
• Terdapat juga mainan/ barang lain yang menjadi favorit
mereka sehingga lebih menenangkan pada anak
Untuk membuat anak lebih kooperatif selama perawatan
dapat dilakukan hal-hal berikut :

• Tunjukkan rasa empati dan peduli terhadap perasaan px


ataupun mainan favoritnya
• Gunakan nama panggilan kesayangan di rumah u/
berkomunikasi
• Gunakan instruksi yang jelas, seperti “buka mulutnya, ya”
dibandingkan “apakah kamu membuka mulut sekarang?” dan
beritahu apa yang boleh/ tidak boleh dilakukan.
• Fokus pada hal positif yang dimiliki px dan tidak mengungkit
kelakuqn negatif
• Hindari menyebutkan bahwa anak laki-laki menyukai mobil-
mobilan dan perempuan menyukai boneka, utarakan kesukaan
anak.
Karies multifaktorial : host,agen, substrat, waktu.

• Etiologi : asam laktat


• Faktor resiko :
• Fakdis :

Demineralisasi enamel merupakan kehilangan mineral enamel


karna suasana asam di rongga mulut. Karies utama disebabkan
o/ asam laktat dan asetat yang bercampur melalui dental plak
yang masuk diantara enamel rods sehingga cairan yang berada
distruktur enamel PH nya menjadi turun, menyebabkan
demineralisasi.
Sisa makanan tidak
demineralisasi White spot
dibersihkan

Membentuk dental Ph tidak seimbang


Karies email
plak kritis 5,5

Bakteri menenpel
dipermukaan gigi
Maturasi plak Karies media
(lactobacillus dan
s.mutans)

Aktivitas bakteri :
Memebentuk
intrasel, dan Karies profunda
kolonisasi awal
ekstrasel
Prosedur perawatan pada
kasus :
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan klinis
3. Pemeriksaan penunjang (radiografi)
4. u/ karies media dilakukan restorasi kompomer
5. u/ karies profunda ( pulpitis irreversible) dilakukan
pulpotomi
6. Restorasi akhir
pulpotomi
Merupakan pembuangan pulpa vital dari kamar pulpa kemudian
diikuti oleh penmpatan obat diatas orifis yang akan
menstimulasikan perbaikan atau memumifikasi sisa jaringan
pulpa vital di akar gigi. Pulpotomi disebut juga pengangkatan
sebagian jaringan pulpa.

Indikasi pulpotomi secara umum :


• Tidak ada kerusakan tulang
• Tidak ada abses
• Tersisa 2/3 akar
• Px kooperatif
• free of radicular pulpitis
Kontraindikasi secara umum
• Px yang tidak kooperatif
• Abses akut
• Penyakit sistemik
• Resorbsi akar internal dan eksternal
• Patologis
• Sakit spontan

Pulpotomi ada 3 yaitu


1. Pulpotomi vital
2. Pulpotomi devital
3. Pulpotomi devital
Pulpotomi vital (amputasi vital)

• Tindakan pengambilan jaringan pulpa bagian koronal yang


mengalami inflamasi dengan melakukan anestesi, kemudian
memberikan medikamen diatas pulpa yang diamputasi agar
pulpa bagian radikular tetap vital. Digunakan pada gigi sulung
dan gigi permanen muda .
• Bahan pada gigi sulung : formokresol atau glutaraldehid
Indikasi :
1. Gigi sulung & gigi tetap muda vital, tidak ada tanda-tanda
gejala peradangan pulpa dalam kamar pulpa
2. Terbukanya pulpa saat ekskavasi jaringan karies/ dentin
lunak pada sat prosedur pulp capping yang kurang hati-hati
3. Didukung lebih dari 2/3 panjang akar
4. Tidak dijumpai rasa sakit spontan, terus- menerus
5. Tidak ada kelainan patologis
Pulpotomi devital/ mumifikasi
• Pengembalian jaringan pulpa yang terdapat dalam kamar
pulpa yang sebelumnya didevitalisasi kemudian dengan pasta
antiseptik jaringan saluran akar ditinggalkan dalam keadaan
septik,
• Bahan yang digunakan : pasta formaldehid.
Indikasi :
1. Gigi sulung dengan pulpa vital yang terbuka karena karies
atau trauma
2. Pada px yang tidak dapat dilakukan anestesi
3. Pada px yang perdarahan abnormal misalnya hemofili
4. Kesulitan dalam menyingkirkan semua jaringan pulpa pada
perawatan pulpektomi terutama pada gigi posterior
Pulpotomi Non vital (mortal)
• Amputasi pulpa bagian mahkota dari gigi yang non vital dan
memberikan medikamen / pasta antiseptik u/ mengawetkan
dan tetap dalam keadaan aseptik
• Tujuan : mempertahankan gigi sulung non vital/ space
maintener
Indikasi pulpotomi devital
1. Gigi sulung dengan pulpa vital yang terbuka karena karies
atau trauma
2. Gigi sulung yang telah mengalami resorpsi lebih dari 1/3
akar tetapi masih di perlukan sebagaim space maintainer
• Gigi sulung yang telah mengalami dentoalveolar kronis
• Gigi sulung patologik karena bases akut, sebelumnya abses
harus di rawat terlebih dahulu.
Pulpektomi vital
1. Anestesi lokal
2. Isolasi dengan rubber dam
3. Buang jaringan karies dan acces saluran pulpa
4. Buang atap kamar pulpa
5. Buang jaringan pulpa dikoronal dengan eksavator besar atau
bur bundar besar low speed
6. Aplikasi formokresol selama 4-5 menit dan cek apakah
perdarahan sudah berhenti
7. Isi dengan bahan pengisi zoe/ MTA
8. Aplikasi base GIC
9. Restorasi akhir berupa SSc aatau bahan restorasi lain
disarankan dilakukan pada kunjungan kedua.
Pelaksanaan SSC
• Kurangi bagian oklusal dengan bur berbentuk korek api/
tapper diamond
• Gunakan bur tapper fissure yang panjang u/ mengurangi area
proksimal didistal dan mesial, pengurangan dilakukan sampai
probe dapat melalui area kontak tersebut.
• Bagian bukal dan lingual tidak harus selalu di preparasi kecuali
dibutuhkan
• Ukur mahkota yang sesuai dan uji coba terlebih dahulu,
sebelum sementing. Pastikan mahkota beradaptasi dengan
baik pada daerah servikal dan tang crimping untuk
memudahkan pengerjaan (servikal dibentuk)
• Sementing ssc menggunakan GIC lutting, tunggu hingga
setting GIC tercapai dengan terlebih dahulu membuang
kelebihan GIC serta oleskan vaseline
• Prognosis : ad bonam
• Komplikasi
- Short term : pain, infeksi (abses, selulitis, kista) tidur
terganggu.
- Long term : OH menurun dental disease sampai dewasa,
mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak, fluorosis
apabila paparan fluoride berlebih.