Anda di halaman 1dari 16

Masuknya kepala pada pintu atas panggul berada

dalam kondisi sinklitismus, yaitu bila arah sumbu


kepala janin tegak lurus dengan bidang pintu atas
panggul. Dapat juga kepala masuk dalam keadaan
asinklitismus, yaitu arah sumbu janin miring
terhadap bidang pintu atas panggul. Asinklitismus
anterior apabila arah sumbu kepala membuat sudut
lancip ke depan dengan pintu atas panggul.
Asinklitismus posterior apabila sebaliknya. Keadaan
asinklitismus posterior lebih menguntungkan
karena ruangan pelvis posterior lebih luas
dibandingkan daerah anterior.
• His yg sempurna bila terdapat: kontraksi yg simetris,
kontraksi paling kuat atau adanya dominasi di fundus
uteri, sesudah itu terjadi relaksasi
• Otot-otot uterus tidak mengadakan relaksasi sampai
nol, tetapi masih mempunyai tonus, sehingga tekanan
di dalam ruang amnion masih terukur antara 6-12
mmHg.
• Tiap his dimulai sebagai gelombang dari salah satu
sudut dimana tuba masuk ke dalam dinding uterus yg
disebut pacemaker tempat gelombang his berasal.
Gelombang bergerak ke dalam dan ke bawah dengan
kecepatan 2 cm tiap detik sampai ke seluruh uterus.
His paling tinggi di fundus uteri yg lapisan ototnya paling tebal dan puncak kontraksi terjadi
simultan di seluruh bagian uterus. Setelah tiap his, otot-otot corpus uteri menjadi lebih
pendek daripada sebelumnya yang disebut sebagai retraksi. Karena serviks kurang
mengandung otot, serviks tertarik dan terbuka (penipisan dan pembukaan); lebih-lebih jika
ada tekanan oleh bagian janin yang keras, misalnya kepala.

His menyebabkan pembukaan dan penipisan disamping tekanan air ketuban pada permulaan
kala I dan selanjutnya oleh kepala janin yang makin masuk ke rongga panggul dan sebagai
benda keras yang mengadakan tekanan kepada serviks hingga pembukaan menjadi lengkap.
Pada kala II ibu menambah kekuatan uterus yang sudah optimum dengan peningkatan
tekanan intraabdomen akibat ibu melakukan kontraksi diafragma dan otot-otot dinding
abdomen yg akan lebih efisien jika badan ibu berada dalam keadaan fleksi dan glotis tertutup.
Dagu ibu di dadanya, badan dalam keadaan fleksi dan kedua tangan menarik pahanya dekat
pada lutut. Dengan demikian kepala/bokong janin didorong membuka diafragma pelvis dan
vulva, setelah anak lahir, kekuatan his tetap ada untuk pelepasan dan pengeluaran plasenta.
Di tingkat sel, mekanisme kontraksi ada 2, yaitu akut dan kronik. Akut, mengakibatkan
masuknya ion Calsium ke dalam sel yg dimulai dengan depolarisasi membran sel. Meningkatnya
konsentrasi Ca bebas dalam sel memicu satu reaksi berantai yg menyebabkan pembentukan
hubungan antara filamen aktin dan miosin, sehingga sel berkontraksi. Mekanisme kronik,
diakibatkan pengaruh hormon yg memediasi transkripsi gen yg meningkatkan kontraktilitas sel
yaitu CAP (Contraction Associated Protein)
Apa yg menyebabkan uterus mulai berkontraksi sampai saat ini masih belum diketahui dengan
pasti. Diperkirakan adanya sinyal biomolekuler dari janin yg diterima otak ibu akan memulai
kaskade penurunan progesteron dan estrogen, peningkatan prostaglandin dan oksitosin
sehingga terjadi tanda-tanda persalinan.

(Ilmu Kebidanan. Sarwono. Edisi Ketiga)