Anda di halaman 1dari 30

Titrasi

potensiometri

Page 1
Ingat !
Potensiometri :
 kondisi arus = 0
 sel galvani
 sistem 2 elektrode
 berdasarkan hukum Nernst

Titrasi potensiometri :
Prinsip :
Perubahan E sbg fungsi volume penitar
Page 2
Titrasi potensiometri
Metode ini
digunakan jika :

perubahan pH < 2 satuan

indikator kimiawi tdk tersedia

perubahan warna sulit diamati


(larutan keruh / warnanya gelap)

larutan terlalu encer


Page 3
Instrumentasi
(manual)

Page 4
Page 5
Elektrode indikator
 Elektrode membran
(titrasi asam-basa, titrasi ion logam
alkali / alkali tanah)

 Elektrode ion logam (Ag, Hg)

 Elektrode ion logam inert


 Elektrode logam tunggal
Pt, Pd, Au
 Elektrode dwilogam (bimetal)
Pt-W, Pt-Au, Pt-Rh
Page 6
 Elektrode terpolarisasi

Reaksi redoks
Cr2O72-  Cr3+
S2O32-  S4O62-
lambat dlm mempertahankan potensial yg
konstan pd elektrode Pt

digunakan elektrode :
logam terpolarisasi
dwilogam terpolarisasi Page 7
Penentuan titik akhir

• Kurva E vs vol penitar

• Kurva E/V vs vol penitar

• Kurva 2E/V2 vs vol penitar

Page 8
Kurva titrasi E vs volume penitar

E (V)

EP mL
Page 9
Page 10
Jenis reaksi

• Reaksi asam-basa
• Reaksi redoks
• Reaksi pengendapan
• Reaksi pembentukan kompleks

Page 11
• Titrasi asam-basa

Ketepatan titik
akhir bergantung pd

perubahan potensial sekitar


titik ekuivalen

konsentrasi & kekuatan


asam-basa
Page 12
Utk hasil yg rasio kekuatan
memuaskan asam/basa 105

Hasil kurang baik jika


 asam/basa sangat lemah, K < 108
 asam & basa sama2 lemah
 larutan encer

Page 13
Informasi dari kurva titrasi asam-
basa

jumlah H+

pKa asam

Mr asam

konsentrasi asam

Page 14
Titration Curve
(pH vs. mL titrant added) for Acetylsalicylic Acid
titrated with 0.1273 M NaOH

pH

Vol NaOH (mL)


Page 15
pH/V

Vol NaOH (mL)

Page 16
Page 17
Titrasi campuran asam

perbedaan Ka > 103


syarat
asam yg lbh lemah tdk boleh
terlalu lemah

misal : titrasi camp asam berikut dg NaOH

HCl – H3PO4
CH2OH-COOH– H3PO4

Page 18
Page 19
Titrasi basa dg penitar asam

Page 20
Page 21
• Titrasi redoks

sering tdk reprodusibel jika digunakan


elektrode Pt tak terpolarisasi

Elektrode indikator :
Pt, Pt terpolarisasi, Pt-W

misal :
 penetapan Fe(II) dg KMnO4
MnO4- + 8 H+ + 5 Fe2+ Mn2+ + 4 H2O
+ Fe3+

Page 22
 penetapan Au dg iodida

AuCl4 + 2I AuCl2 + I2 + 2Cl

dititrasi
Page 23
 penetapan S2- dlm air

Elektrode :
Pt (indikator)
SCE (standar)

Ce4+ + S2-

Ce4+ + Fe2+ Ce3+ + Fe3+


(sisa)

Page 24
[S2-] = [Ce4+]total – [Ce4+]sisa

Page 25
Titrasi pembentukan kompleks

misal :
penetapan Ca2+ dan Mg2+ dlm produk
minuman

Elektrode :
ion selective Ca electrode (indikator)
Ag/AgCl (standar)

Page 26
Ca2+ dan Mg2+ dititar dg Na2EDTA

mg/L Ca2+  EP1


mg/L Mg2+  (EP2EP1)

Page 27
• Titrasi pengendapan
misal : penetapan Au dlm perhiasan
AuCl4 + 3C6H6O2
2Au + 3C6H4O2 + 8Cl + 6H+

kelebihan hidrokuinon dititar dg Ce-sulfat


elektrode indikator = Pt

AuCl4 + C21H38N+ C21H38N+AuCl4(s)


C 21H 38N + = s e t i l p i r i d i n i u m

elektrode indikator = grafit dimodifikasi


Page 28
Misal :
penetapan Cl dan I

Elektrode :
Ag (indikator)
SCE (standar)

Jembatan garam : KNO3

I- akan mengendap lbh dulu


(Ksp AgI < Ksp AgCl)

Page 29
Esel = EAg – Eref
= K + 0.0592 log [Ag+]
= K – 0.0592 pAg

Kurva : 2 titik ekuivalen (EP)


EP1 = pengendapan AgI
EP1–EP2 = pengendapan AgCl

Page 30