Anda di halaman 1dari 30

KARBOHIDRAT

Definisi
• Karbohidrat:
polihidroksi aldehida/keton atau senyawa yang dihidrolisis
menghasilkan polihidroksi aldehida/keton.

Penggolongan Karbohidrat:
• Monosaccharides: karbohidrat sederhana yang tidak dapar
dihidrolisis menjadi karbohidrat yang lebih sederhana
• Disakarida: karbohidrat yang jika dihidrolisis menghasilkan
dua molekul monosakarida
• Oligosakarida: karbohidrat yang dihidrolisis menghasilkan 3-
10 molekul monosakarida
• Polysaccharide: karbohidrat yang dihidrolisis menghasilkan
banyak molekul monosakarida (﹥10)

Disakarida, oligosakarida, dan polisakarida mudah dihidrolisis


menjadi monosakarida.
Fotosintesis dan Metabolisme
Karbohidrat
• Karbohidrat merupakan senyawa organik yang
berlimpah dalam tanaman.
• Karbohidrat disintesis dalam tanaman hijau melalui
fotosintesis:
Monosakarida
Penggolongan monosakarida

Monosakarida dikelompokkan berdasarkan:


(1) Jumlah atom karbon dalam molekul.
(2) Apakah mengandung gugus aldehida atau keton.
Dua macam penggolongan sering dikombinasikan sebagai berikut:
Penandaan D dan L Monosakarida
Gliseraldehid merupakan gula paling sederhana di alam
Gliseraldehida berada dalam bentuk dua enantiomer dengan konfigurasi:

(+)-Gliseraldehida ditandai dengan (R)-(+)- Gliseraldehida dan


(-)-Gliseraldehida ditandai dengan (S)-(-)- Gliseraldehida
Sistem penandaan yang lain (+)-Gliseraldehida adalah D-(+)-Gliseraldehida dan
(-)-Gliseraldehida sebagai L-(-)-Gliseraldehida.

Penandaan D jika gugus -OH pada atom C kiral yang letaknya paling jauh dari
gugus terletak di sebelah kanan, sedangkan L di sebelah kiri.
Penandaan D and L tidak berhubungan dengan rotasi optik gula.
PROYEKSI FISHER
MONOSAKARIDA

– Kebanyakan memiliki 4,5 atau 6 atom C


– Gula berkarbon 4
D-Treosaaldotreosa
2 atom C pada treosa yaitu C2 dan C3 memiliki 4 gugus berbeda atau asimetri
Untuk menentukan D atau L  Lihatlah gugus OH pada atom C asimetris terakhir
pada rantai karbon  OH sebelah kanan maka termasuk D
– Untuk menghitung jumlah stereoisomer gula yang terdiri dari beberapa karbon
asimetri maka digunakan rumus 2n  n adalah jumlah karbon asimetri
Gula Berkarbon 5

– Stereoisomer pada aldopentosa sebanyak 23 atau 8


– D-arabinose dan D-xilosa adalah gula berkarbon 5 yang banyak dijumpai dalam
tumbuhan
– D-arabinose sering disebut gula pectin
– Pektin adalah polisakarida yang dapat membentuk gel yang berguna dalam
pembuatan agar-agar (jelly)
– D-Xilosa sering disebut gula kayu
– Aldopentosa yang paling penting  D-ribose dan D-2-deoksiribosa bagian
terpadu dari bahan yang diwariskan yaitu asam ribonukleat (RNA) dan asam
deoksiribonukleat (DNA)
Gula karbon 6

– Terdiri dari 4 pusat asimetris 16 pasang stereoisomer atau 8 pasang bayangan cermin
– Senyawa aldoheksosa yang muncul dialam yaitu D-manosa, D-glukosa, D-galaktosa
– D-glukosa  peran pokok dalam gizi semua spesies melimpah pada tumbuhan dan hewan
sering disebut dekstrosa
– Tergantung sumbernya gula anggur, gula jagung, gula darah
– Air seni  sedikit kadar glukosa kecuali penderita diabet
– D-manosa dan D-galaktosa dijumpai dalam bentuk polisakarida tidak pernah dalam keadaan bebas
– D-fruktosa  berbeda struktur dengan glukosa hanya pada C1 dan C2  adanya gugus karbonil
keton pada C2  terdapat pada berbagai jenis buah dan dalam madu
– Satu-satunya gula yang terdapat pada urin manusia
– Salah satu gula yang memutar cahaya terkutub bidang kearah kiri  disebut levulosa
D-glukosa membentuk
hemiasetal siklik
(1) Ada dua bentuk siklik adalah diastereomer yang berbeda
hanya pada konfigurasi C-1.

(2) Dalam diastereomer kimia karbohidrat disebut anomer, dan


atom karbon hemiasetal disebut atom karbon anomerik

( 3) α anomer maka gugus –OH berada dibawah dan


β anomer maka gugus –OH berada diatas
Proyeksi Haworth

– Cara menggambar proyeksi Haworth


α-D-Glukopiranosa
Langkah 1 : molekul α-D-Glukopiranosa  bentuk siklik dari D-glukosa
proyeksikan D-glukosa dalam bentuk rantai terbuka
– Langkah 2 : Gambar cincin piranosa beranggota enam dalam bentuk singkat

– Langkah 3 : Letakkan gugus –CH2OH dari C6 heksosa. Pada gula D, C6 selalu berada diatas bidang
cincin
– Langkah 4 : Isi gugus –OH pada C 2,3,4. Perhatikan bahwa oksigen pada C5 dari bentuk rantai
sekarang berada dalam cincin da tidak perlu dihiraukan. Gugus OH disebelah kanan pada
proyeksi fisher pergi ke bawah bidang cincin, yang sebelah kiri pergi keatas bidang. Hidrogen
cincin biasanya diabaikan agar jelas
– Langkah 5 : letakkan gugus –OH pada C1 dibawah bidang cincin
I. Reaksi Monosakarida

• Gugus OH dapat diubah menjadi ester dan eter


• Esterifikasi dengan cara mereaksikan dengan Klorida
asam atau Anhidrida asam dalam suasana basa
• Semua gugus OH bereaksi
Eter

• Reaksi dengan halida asam dalam suasana basa—Sintesis eter


Williamson
• Kegunaan Ag2O sebagai katalis pada senyawa sensitif basa
Reduksi Monosakarida
• Reaksi aldosa atau ketosa dengan NaBH4 mereduksi
menjadi polialkohol (alditol)
• Reaksi melalui bentuk rantai terbuka dalam kesetimbangan
hemiasetal aldehida/keton
Oksidasi Monosakarida
• Aldosa dengan mudah dioksidasi menjadi asam karboksilat
dengan: Tollens' reagent (Ag+, NH3), Fehling's reagent (Cu2+,
sodium tartrate), Benedict`s reagent (Cu2+ sodium citrate)
• Ketosa mereduksi gula jika dapat berubah jadi isomernya,
aldosa
Oksidasi Monosakarida dengan Bromin

• Br2 dalam air adalah reagen oksidasi yang efektif untuk


mengubah aldosa menjadi asam karboksilat, disebut asam
aldonik (the metal reagents are for analysis only)
Formasi Asam Dikarboksilat

• Warm dilute HNO3 oxidizes aldoses to dicarboxylic acids,


called aldaric acids
• The CHO group and the terminal CH2OH group are
oxidized to COOH
Memperpanjang Rantai: Sintesis Kiliani–Fischer
• Memperpanjang rantai aldosa dengan satu CH(OH), suatu aldopentosa diubah menjadi aldoheksosa
• Aldosa membentuk cianohidrin dengan HCN
• Diikuti oleh hidrolisis, formasi ester , reduksi
• Perkembangan modern: reduksi nitril dengan katalis palladium, menghasilkan intermediet imine intermediate
yang dihidrolisis menjadi aldehida
Memendekkan Rantai: Degradasi Wohl

• Shortens aldose chain by one CH2OH


Delapan Monosakarida Penting

• Sel memerlukan delapan monosakarida untuk mempertahankan


fungsinya
• More energetically efficient to obtain these from environment
• Meliputi L-frucose, D-galactose, D-glucose, D-mannose, N-acetyl-
D-glucosamine, N-acetyl-D-galactosamine, D-xylose, N-acetyl-D-
neuraminic acid
Polisakarida
– Tersusun dari banyak unit monosakarida yang saling berhubungan melalui ikatan glikosida
– Ikatan yang menghubungkan unit gula ialah ikatan glikosida  ikatan eter kovalen diantara
hidroksil gula dengan alkohol
– Pati  bentuk utama D-glukosa cadangan dalam tumbuhan amilosa dan amilopektin
– Glikogen  bentuk D-glukosa simpanan dalam sel hewan struktur seperti amilopektin
– Selulosa  menyusun dinding sel tumbuhan, terutama kayu
Disakarida
– Disakarida  glikosida yang alkoholnya merupakan satu molekul monosakarida
– Maltosa  disakarida turunan dari hidrolisis parsial dari pati
– Maltosa dihidrolisis oleh enzim maltase menjadi D-glukosa
– Selobiosa  disakarida yang dihasilkan dari hidrolisis parsial selulosa dalam asam encer
Sukrosa dan Laktosa
– Sukrosa  dikenal sebagai gula pasir  berasal dari sari atau getah beberapa tanaman seperti tebu,
bit, dan pohon maple
– Hidrolisis sukrosa oleh asam atau enzim menghasilkan gula invert campuran glukosa dan fruktosa
dengan jumlah mol yang sama
– Sukrosa sebagai bahan pangan bernilai kalori tinggi digantikan dengan pemanis buatan bagi orang
yang diet untuk mengurangi berat badan
– Laktosa  gula susu diperoleh dari whey (beningan sebagai hasil ikutan produksi keju)
– Laktosa tersusun atas D-galaktosa dan D-glukosa dengan ikatan glikosida  dapat diputus dengan
enzim lactase penderita kekurangan lactase biasanya paling banyak ditemui pada bayi  dengan
gejala kejang perut, pembentukan gas perut, mencret
Kitin dan Heparin

– Dua sakarida yang mengandung gugus lain selain karbonil dan hidroksil adalah asam
glukoronat dan glukosamin
– N-asetilglukosamin  banyak dijumpai pada polisakarida dan terbentuk dari glukosamin
– Kitin adalah polisakarida yang mengandung n-asetil glukosamin  membentuk kulit hewan
keluarga crustacean antara lain kepiting dan udang ataupun kerangka luar beberapa serangga
– Kitin tidak larut dalam air dan tahan terhadap hidrolisis menjadi komponen sakaridanya
– Asam hyaluronat unit ulangan dari polisakarida kental yang mengandung n-asetilglukosamin
dan asam glukoronat  terdapat dalam jaringan penghubung berfungsi sebagai perekat sel
– Heparin koagulan darah yang penting merupakan suatu mukopolisakaridan asam lainnya
selain asam hyaluronat