Anda di halaman 1dari 8

TUMOR JINAK

MUSKULOSKELETAL
JESSICA TIARA Br. SITOMPUL
(15.11.060 PSIK 3.1)

INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA DELITUA


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA
2017/2018
DEFENISI
Tumor muskuloskeletal dapat bersifat jinak atau ganas, dimana dapat
merupakan tumor primer yang berasal dari unsur-unsur tulang sendiri atau tumor sekunder
dari metastase (infiltrasi) terutama dari tumor ganas lain kedalam tulang.
Tumor tulang merupakan kelainan pada sistem muskuloskeletal yang bersifat neoplastik.
Tumor dalam arti sempit berarti benjolan, sedangkan setiap pertumbuhan yang baru dan
abnormal disebut neoplasma.Tumor dapat bersifat jinak atau ganas.
Klasifikasi menurut WHO ditetapkan berdasarkan kriteria histologis, jenis diferensiasi sel-sel
tumor yang diperlihatkan dan jenis intraseluler matriks yang diproduksinya.
KLASIFIKASI TUMOR TULANG MENURUT WHO
Klasifikasi tumor tulang berdasarkan kriteria histologik tumor tulang, WHO 1972 :
ASAL SEL JJINAK GANAS

Osteogenik Osteoma Osteosarkoma


Osteoid Ostcoma Parosteal Osteosarkoma
Oscoblatoma Osteoblasma

Koundrogenik Kondroma Kondrosarkoma


Osteosarkoma Kondrosarkoma jucsta kortikal

Giant cell tumor Osteoklastoma

Mielogenik Sarkoma Erwing


Sarkoma reticulum
Limfosarkoma
Mieloma

Vaskuler Hemangioma Angiosarkoma


Limfangioma
Jaringan Lunak Fibroma desmoplastik Fibrosarkoma
Liposarkoma
Mesenkimoma ganas
Sarkoma tak berdiferensiasi

Tumor lain Neurinoma Kandorma


Neurofibrima Adamantinoma

Tumor tanpa klasifikasi Kista Soliter


Kista Aneurisma
Kista Juscta Artikuler
Defek Metafisis
Granuloma Fibrosa
Displasia Fibrosa
Miositis Cosifikasi
Yang paling penting untuk mengetahui bahwa seseorang menderita tumor tulang adalah anamnesis
untuk menegakkan diagnosis tumor tulang jenis apa yang diderita oleh pasien dan tindakan apa
yang harus dilakukan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam anamnesis adalah :
1. Umur
2. Lama dan perkembangan tumor
3. Nyeri
4. Pembengkakan

Kemudian dilakukan pemeriksaan klinik, hal hal yang perlu diperhatikan :


1. Lokasi
2. Besar, bentuk, batas dan sifat tumor
3. Gangguan pergerakan sendi
4. Spasme otot dan kekakuan tulang belakang
5. Fraktur patologis
1. Pemeriksaan radiologis
Dilakukan foto polos lokal pada lokasi lesi atau foto survey seluruh tulang apabila dicurigai
adanya tumor yang bersifat metastase atau tumor primer.
2. Pemeriksaan laboratorium
Biasanya dilakukan pemeriksaan meliputi : darah, dan urin.
3. Pemeriksaan biopsi
Bertujuan untuk memperoleh material yang cukup untuk pemeriksaan histologis, untuk
membantu menetapkan diagnosis serta staging tumor. Dikenal dua metode pemeriksaan
biopsi yaitu tertutup dan terbuka. Bisopsi juga dapat dilakukan dengan cara biopsi insisional
yang dilakukan melalui pengambilan sebagian jaringan tumor dan biopsi eksisional dengan
mengeluarkan seluurh tumor baik dengan hanya seluurh jaringan atau dikeluarkan bersama
sama dengan amputasi.

Penatalaksanaan
1. Operasi
2. Radioterapi
3. Kemoterapi
KESIMPULAN
Klasifikasi menurutWHO ditetapkan berdasarkan atas kriteria histologis, jenis diferensiasi sel-sel
tumor yang diperlihatkan dan jenis intraseluler matriks yang diproduksi.
Yang paling penting untuk mengetahui bahwa seseorang menderita tumor tulang adalah anamnesis
:
1. Umur
2. Lama dan perkembangan tumor
3. Nyeri
4. Pembengkakan

Kemudian perlu dilakukan pemeriksaan untuk mendiagnosa adanya tumor tulang seperti :
1. Pemeriksaan klinik : lokasi, besar, bentuk, sifat tumor, gangguan sendi, spasme otot, dan
kekakuan tulang belakang, faktur patologis.
2. Pemeriksaan radiologis : foto polos pada lokasi lesi
3. Pemeriksaan laboratorium : serum alkali fosfatase memberikan nilai diagnostik pada tumor
ganas tulang.

Penatalaksanaan dilakukan dengan cara operasi, radioterapi dan kemoterapi berdasarkan jenis
tumor muskuloskeletal tersebut.