Anda di halaman 1dari 11

REVIEW ARTIKEL ILMIAH

TO DETERMINE THE EFFECTS OF LABOR


INDUCTION ON MATERNAL AND FETAL
OUTCOME IN POSTTERM PREGNANCIES
(41 WEEKS PLUS)

Disusun Oleh :
1. Lusyana Maylanie 131711133047
2. Halfie Zaqiyah Gusti P 131711133100
1. Latar Belakang
a. Alasan
Kehamilan yang mengalami postterm dikaitkan
dengan angka morbiditas dan mortalitas perinatal
dibandingkan dengan kehamilan aterm. Pada
penelitian yang dilakukan di Inggris, tingkat
kelahiran mati meningkat dari 0,35 per 1.000
kelahiran hidup pada usia kehamilan 37 minggu
menjadi 2,42 per 1.000 kelahiran hidup pada usia
kehamilan 43 minggu.
1. Latar Belakang
b. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh induksi persalinan pada ibu dan janin yang
mengalami kehamilan postterm.
c. Teori dan Hasil Penelitian Sebelumnya
Pada penelitian terbaru yang dilakukan di Norwegia,
terdapat hasil yang merugikan antara kehamilan
postterm dan induksi kerja mandiri. Sebagai
perbandingan dari keduanya, uji coba terkontrol secara
acak tidak menunjukkan perbedaan dalam hasil
neonatal, tetapi menunjukkan penurunan dalam tingkat
kelahiran sesar ketika kelahiran diinduksi pa minggu ke
41
2. Metode Penelitian
a. Sample Penelitian
Sebanyak 150 wanita yang mencapai usia kehamilan 41
minggu antara 1 juni 2012 sampai 31 Desember 2012 di
Departemen obstetri dan ginekologi, Fakultas Ilmu
Pengetahuan Alam Kedokteran, Universitas Benghazi dan
yang dijadwalkan untuk melakukan induksi persalinan.
Tingkat persalinan sesar dihitung untuk mereka yang
menjalani induksi.
b. Teknik Pengumpulan Data
Wanita yang menjadi objek penelitian ini memiliki penilaian
awal yang sama yaitu, ultrasonografi (penekanan pada
perkiraan berat janin dan cairan ketuban), kardiotokogram,
dan pemeriksaan klinis vagina.
2. Metode Penelitian
c. Teknik Intervensi
Untuk wanita yang melakukan pemeriksaan lanjut antenatal,
induksi persalinan diatur jika rekaman kardiotokogram abnormal,
perkiraan berat janin kurang dari 2 standar deviasi atau
ologohidramnion (indeks cairan ketuban kurang dari 5 cm atau satu
saku terdalam kurang dari 2 cm) ditemukan. Jika investigasi ini
dilakukan normal, mereka dinilai ulang setiap hari ke-3 sampai
persalinan induksi pada hari ke-300.
d. Alat Pengumpulan Data
Lembar observasi beberapa kejadian yang megiringi proses induksi
persalinan seperti, lembar insisden operasi caesar dan gawat janin,
hubungan antara kebangsaan dan gawat janin, hubungan antara
golongan darah dan gawat janin, status pemesanan dan gawta janin,
hubungan antara postdate dan beberapa variabel lain, dan hubungan
antara gawat janin dengan beberapa faktor risiko.
2. Metode Penelitian
e. Analisis Data
Wanita yang diinduksi atau sedang dinilai sat
masuk kedalam persalinan memiliki
kardiotokogram. Jika nilai ini normal atau
mekonimun terlihat setelah pecah membran, makan
pemantauan janin akan terus dilakukan. Data
antenatal, intranatal, dan postnatal dikumpulkan
pada satu grafik tunggal dan diseleseaikan oleh staf
secara serentak.
3. Hasil dan Pembahasan
a. Hasil Penelitian
Pada penelitian yang dilakukan kepada 150 wanita yang mencapai
usia kehamilan 41 minggu antara 1 juni 2012 sampai 31 Desember
2012 didapatkan hasil berdasarkan beberapa kategori yaitu:
1. Operasi sesar dilakukan pada 17 kasus (11,3%) dan gawat janin
ditemukan pada 16 kasus (10,7%).
2. Tidak ada hubungan yang siignifikan antara kebangsaan dan
gawat janin (p>0,05).
3. Ada hubungan yang signifikan antara golongan darah B dan O
RH – terhadap kejadian gawat janin (p<0,05).
4. Tidak ada hubungan yang signifikan antara status pemesanan
dan gawat janin.
5. Tidak ada hubungan yang signifikan antara H / O postdatisme
dan gawat janin (p> 0,05).
3. Hasil dan Pembahasan
6. Mengenai durasi tinggal di rumah sakit, ditemukan bahwa ada
peningktaan yang signifikan di masa rawat inap dalam kasus gawat
janin.
7. Gestational usia tidak memiliki efek yang signifikan terhadap
kejadian gawat janin.
8. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam jumlah oksitosin
dalam unit dalam keadaan tertekan kasus daripada kasus non-
tertekan (p <0,05), dan total durasi induksi, juga menunjukkan
peningkatan yang signifikan pada janin stres daripada yang tidak
stress (p <0,05).
9. Tingkat hemoglobin (Hb) sebelum dan sesudah melahirkan tidak
menunjukkan signifikan hubungan dengan gawat janin (p> 0,05).
10. Terdapat peningkatan yang signifikan di berat janin yang
tertekan dibandingkan yang tidak mengalami distres (p <0,01).
3. Hasil dan Pembahasan
b. Pembahasan
Studi ini menunjukkan bahwa kebijakan induksi persalinan segera
atau serial antenatal pemantauan sambil menunggu persalinan
spontan tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan dalam hasil
neonatal atau cara persalinan kehamilan postterm. Wanita yang
diinduksi lebih cenderung memiliki persalinan persalinan dengan
aktif tahap kedua yang lebih pendek, meskipun faktor-faktor ini
tidak mengubah hasil neonatal. Studi kehamilan postterm
diperumit oleh kenyataan bahwa keduanya durasi normal
kehamilan dan metode terbaik untuk menentukan perkiraan
persalinan kehamilan tetap kontroversial.
Penelitian ini tidak dirancang untuk menguji perbedaan angka
kematian. Memang, tidak ada kematian janin dalam penelitian ini,
dan hanya kematian neonatal yang terkait dengan asfiksia lahir
yang merupakan penyebab sekunder. Kematian ini mungkin tidak
akan dapat dihindari dengan induksi beberapa hari sebelumnya.
3. Hasil dan Pembahasan
Dalam beberapa kasus gawat janin, segera dilakukan operasi
persalinan mungkin satu-satunya pilihan untuk memastikan
neonatus yang sehat. Berbagai faktor seperti usia muda,
kurangnya kesadaran mengenai pemberian antenatal
perawatan, kurangnya pendidikan kesehatan, kelalaian,
kendala keuangan, lingkungan & Prasangka budaya,
keterlibatan pria dalam perawatan kesehatan ibu, buruk status
gizi wanita muda (anemia), kurangnya fasilitas transportasi,
dan ketidakhadiran konseling pasien sebelum merencanakan
cara persalinan mungkin bertanggung jawab untuk status
pemesanan akhir dengan kondisi kebidanan yang
didekompensasi menghasilkan hipoksia janin, asfiksia dan
distress. Hal ini sesuai dengan teori yang menyebutkan
bahwa kehamilan postterm akan meningkatkan risiko
morbiditas dan mortilitas ibu dan bayi pada saat kelahiran.
4. Kesimpulan
Dalam penelitian ini, berat bayi berbanding lurus
dengan kejadian gawat janin. Studi ini menunjukkan
bahwa kebijakan induksi persalinan segera atau serial
antenatal pemantauan sambil menunggu persalinan
spontan tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan
dalam hasil neonatal atau cara persalinan kehamilan
postterm. Wanita yang diinduksi lebih cenderung
memiliki persalinan persalinan dengan tahap kedua
yang lebih pendek, meskipun faktor-faktor ini tidak
mengubah hasil neonatal. Studi kehamilan postterm
diperumit oleh kenyataan bahwa keduanya durasi
normal kehamilan dan metode terbaik untuk
menentukan perkiraan persalinan kehamilan tetap
kontroversial.