Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENCEGAHAN DEHIDRASI DI RUANG POLI BEDAH UMUM

RSUD DR.SOETOMO, SURABAYA

DI SUSUN OLEH :

SHELLA PANCA O 131711133013

LUSYANA MAYLANIE 131711133047

SITI NUR KHOLIDAH 131711133075

FENY DEYA VIRDAUSI 131711133121

YUNI RENGEN 131711133163

PROGAM STUDI KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

2019
SAP (Satuan Acara Penyuluhan)

1. Judul : Edukasi pencegahan dehidrasi RSUD Dr. Soetomo Surabaya


2. Sasaran : Seluruh pasien dan keluarga pasien R. Poli Bedah Umum , RSUD Dr.
Soetomo Surabaya
3. Hari/Tanggal : Jumat ,22 November 2019
4. Tempat : R. Poli Bedah Umum, RSUD Dr. Soetomo Surabaya
5. Pelaksana : Mahasiswa Fakultas Keperawatan UNAIR
6. Waktu : 09 :00 — 09 :30 WIB
7. Tujuan :
a) Tujuan umum : Agar seluruh pasien, keluarga pasien dan pengunjung dapat memahami
pentingnya menjaga kestabilan cairan dalam tubuh dengan cara mencegah dehidrasi
b) Tujuan khusus :
Setelah mendapat promosi kesehatan pasien, keluarga pasien dan pengunjung dapat:
1) Menjelaskan pentingnya dan manfaat dari pencegahan dehidrasi
8. Materi :
Definisi

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang
didapatkan, sehingga keseimbangan zat gula dan garam menjadi terganggu, akibatnya
tubuh tidak dapat berfungsi secara normal.
Kandungan air di dalam tubuh manusia yang sehat adalah lebih dari 60% total berat
badan. Kandungan air yang ideal di dalam tubuh berfungsi untuk membantu kerja sistem
pencernaan, mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh, sebagai pelumas dan
bantalan untuk persendian, melembapkan jaringan-jaringan pada telinga, tenggorokan, dan
juga hidung, serta sebagai media transportasi nutrisi untuk sel-sel tubuh dan menjaga kulit
tetap sehat.
Dehidrasi terkadang dianggap sebagai permasalahan kondisi tubuh yang tidak perlu
ditangani secara serius, dan kebanyakan anak-anak dan remaja menganggapnya sebagai
haus biasa.

Penyebab dehidrasi/ faktor resiko:


 Lingkungan : cuaca yang panas.
Saat udara panas dan lembap, risiko dehidrasi akan meningkat. Saat udara lembap
keringat menguap dan dapat meningkatkan suhu tubuh sehingga seseorang
membutuhkan banyak cairan
 Aktifitas
Orang yang berolahraga akan kehilangan banyak cairan yang keluar melalui
keringat nya. Sehingga tetap harus mengkonsumsi air yang cukup sesuai dengan
aktifitas yang dilakukan
 Pola konsumsi cairan
Mengkonsumsi alkohol akan menjadikan penderita lebih sering buang air kecil.
Dehidrasi bisa terjadi jika terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
 Penyakit/ kondisi tertentu : diare, mual & muntah, demam penderita penyakit
kronis (jangka panjang ), misalnya diabetes miletus, gagal jantung dan penyakit
jantung.Menderita diabetes berisiko mengalami dehidrasi. Akibat tingginya kadar
gula, tubuh akan menghasilkan banyak urine dengan tujuan untuk membuangnya.
Karena terlalu sering buang air kecil, maka tubuh berisiko mengalami dehidrasi.
Tanda dan Gejala :

Menurut Wilmore JH. (2007: 216) ada sepuluh tanda tubuh saat mengalami dehidrasi,

adalah sebagai berikut:

1. Mulut kering
Adalah sinyal tubuh mengalami dehidrasi.
2. Urine berwarna kuning pekat

Apabila tubuh mengalami dehidrasi, ginjal akan mencoba menghemat air atau
menghentikan produksi urine. Akibatnya urine akan berwarna menjadi lebih gelap atau
kuning pekat.

3. Sembelit (sukar buang air besar)

Ketika tubuh cukup air, makanan yang dimakan akan bergerak bebas. Usus besar
(kolon) akan menyerap air dari makanan yang dimakan dan kemudian mengeluarkan
limbah berupa feses. Ketika mengalami dehidrasi, usus besar akan menghemat air yang
menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Hasilnya adalah sembelit.

4. Kulit menjadi kurang elastis.

Dokter dapat menggunakan elastisitas kulit untuk mengetes dehidrasi dengan cara
mencubitnya. Jika kondisi normal, maka saat mencubit kulit di punggung tangan lalu
dilepaskan lagi akan kembali normal. Tapi ketika kulit mengalami dehidrasi, saat
dicubit lalu dilepaskan akan lambat normalnya. Meskipun ini bukan tes terbaik
dehidrasi tapi elastisitas kulit masih merupakan tanda yang baik jika terjadi dehidrasi.

5. Jantung Berdebar-debar.

Jantung membutuhkan tubuh yang sehat dan normal agar berfungsi dengan benar. Jika
terjadi penurunan aliran darah dan perubahan kadar elektrolit karena dehidrasi,
biasanya jantung akan berdebar-debar.

6. Kram otot atau Kejang-kejang.

Meski belum diketahui pasti bagaimana dehidrasi mempengaruhi fungsi otot tapi
diduga terkait dengan ketidakseimbangan elektrolit. Elektrolit seperti natrium dan
kalium adalah ion yang bermuatan listrik yang membuat otot bekerja. Jika mengalami
dehidrasi kronis, maka terjadi ketidakseimbangan elektrolit yang dapat menyebabkan
kram otot atau kejang yang terus menerus. Kondisi ini banyak terjadi setelah orang
selesai melakukan latihan atau olahraga.

7. Pusing atau nyeri kepala


Dehidrasi juga bisa menyebabkan pusing atau pingsan. Salah satu tanda-tanda dehidrasi
adalah tubuh merasa melayang ketika buru-buru berdiri dari posisi duduk atau tidur.

8. Lemah

Dehidrasi kronis akan membuat volume darah dan tekanan darah ikut turun yang
membuat pasokan oksigen ke darah juga turun. Tanpa oksigen yang cukup, otot dan
fungsi saraf akan bekerja lambat sehingga orang menjadi lemah dan mudah lelah.

9. Air mata kering.

Air mata digunakan untuk membersihkan dan melumasi mata. Jika cairan di tubuh
kurang, bisa membuat produksi air mata berkurang.

10. Badan selalu merasa kepanasan.

Air memainkan peran kunci dalam mengatur suhu tubuh. Ketika tubuh mulai panas
kulit akan berkeringat. Dengan berkeringat, maka suhu tubuh akan turun lagi. Karena
keringat sebagian besar terdiri dari air, maka saat mengalami dehidrasi, tubuh akan
berhenti mengeluarkan keringat yang membuat badan akan merasa kepanasan.
Penatalaksanaan:

Secara sederhana prinsip penatalaksanaan dehidrasi adalah mengganti cairan yang hilang
dan mengembalikan keseimbangan elektrolit, sehingga keseimbangan hemodinamik kembali
tercapai. Selain pertimbangan derajat dehidrasi, penanganan juga ditujukan untuk mengoreksi
status osmolaritas pasien.

Terapi farmakologis dengan loperamide, antikolinergik, bismuth subsalicylate, dan


adsorben, tidak direkomendasikan terutama pada anak, karena selain dipertanyakan
efektivitasnya, juga berpotensi menimbulkan berbagai efek samping. Pada dehidrasi karena
muntah hebat, ondansetron efektif membantu asupan cairan melalui oral dan mengatasi
kedaruratan.

Pemberian makan segera saat asupan oral memungkinkan pada anak-anak yang dehidrasi
karena diare, dapat mempersingkat durasi diare. Susu tidak perlu diencerkan, pemberian ASI
jangan dihentikan. Disarankan memberikan makanan tergolong karbohidrat kompleks, buah,
sayur dan daging rendah lemak. Makanan berlemak dan jenis karbohidrat simpel sebaiknya
dihindari. WHO sejak tahun 2004 juga telah menambahkan zinc dalam panduan terapi diare
pada anak.

Lalu penatalaksanaan non farmakologis yang dapat dilakukan di rumah yaitu :

Selain banyak minum air putih, berikut beberapa cara mengatasi dehidrasi yang penting untuk
diketahui.

1. Minuman alami

Apabila tidak menyukai air minum seperti air putih, minum minuman yang berasa dengan
menambahkan potongan buah seperti lemon, jeruk nipis, irisan jeruk, atau membuatnya
menjadi jus. Alternatif lain yang bisa digunakan untuk menggantikan asupan cairan yaitu:

 Jus buah murni


 Minuman rasa buah

 Minuman kesehatan berprotein tinggi : susu sapi, susu kedelai

2. Mengonsumsi makanan yang mengandung air

Kandungan air dalam makanan dibutuhkan untuk menggantikan jumlah cairan yang ada dalam
tubuh yang akan diambil setiap hari. Buah-buahan yang secara alami banyak mengandung air
di antaranya adalah semangka, melon, anggur, dan tomat.

Minum jus, air ataupun cairan yang mengandung kalori lainnya dapat membantu menjaga
tubuh terhindar dari dehidrasi sehingga dapat memberikan energi pada tubuh.

Jenis makanan lainnya yang mengandung banyak cairan yaitu:


 Es krim, potongan buah yang dibekukan, atau es loli untuk melembapkan mulut yang
kering
 Sup

 Salad buah

 Buah-buahan

 Bubur

Ketika tubuh sudah merasa lebih baik dan nafsu makan sudah kembali seperti semula, jagalah
keseimbangan makanan padat dan minuman agar tubuh dapat menerima nutrisi dan cairan yang
dibutuhkan oleh tubuh.

3. Penanganan dehidrasi karena situasi tertentu

Berikut adalah beberapa cara mengatasi dehidrasi lainnya yang bisa dilakukan di rumah:

 Tempelkan kain basah pada tubuh terutama pada leher, wajah, punggung, dada ataupun
perut.
 Kurangi penyebab dehidrasi seperti muntah, diare, atau demam.

a. Muntah : kondisi ketika isi lambung keluar secara paksa melalui mulut.
Pemberian cairan elektrolit dapat meringankan kondisi bayi yang mengalami
dehidrasi dan juga muntah. Mulailah dengan memberikan minum dalam jumlah
sediki tapi perlahan dan sering saat kondisi perutnya sudah tenang, yaitu sekitar
1 sendok teh (5 ml atau cc) setiap 10 menit selama beberapa jam.
b. Diare : gangguan kesehatan yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi
buang air besar (BAB) hingga tiga kali atau melebihi kebiasaan normal Anda
dalam sehari. Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menetapkan
program lima langkah tuntaskan diare (LINTAS Diare) yang terdiri dari:
pemberian oralit, pemberian obat zinc, pemberian ASI atau makanan,
pemberian antibiotik hanya jika diperlukan, edukasi Ibu atau pengasuh tentang
cara pemberian cairan dan obat serta kapan penderita harus dibawa ke rumah
sakit terdekat.
c. Demam : suatu keadaan saat suhu badan melebihi 37 °C yang disebabkan oleh
penyakit atau peradangan.Berikan bayi Ibu banyak cairan, karena ketika demam
si kecil berpotensi mengalami dehidrasi pada anak.
 Oleskan lip balm atau madu pada bibir yang kering.

 Letakkan pendingin, es, dan minuman sehat dengan jarak yang dekat supaya tubuh
mendapatkan kondisi yang lebih nyaman.

Pencegahan

Beberapa hal yang perlu diperlu dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
1. Minum air yang cukup.
Inilah hal pertama yang sangat perlu dilakukan agar tidak terjadi dehidrasi, minum air
cukup. Ya, minum air yang cukup adalah kunci utama agar tubuh tidak mengalami
dehidrasi. Usahakan untuk minum air putih setidaknya 8 gelas perhari. Namun, hal ini
juga bergantung dari usia, jenis kelamin, asupan lain, serta ada atau tidaknya penyakit
tertentu.
2. mengonsumsi makanan yang tinggi kadar airnya seperti buahbuahan dan sayur-mayur.
Sayur dan buah merupakan makanan yang mengandung banyak air serta nutrisi penting
bagi tubuh. Keri Gans, seorang penulis buku sekaligus ahli kesehatan mengungkapkan
bahwa sayur dan buah bisa menjadi pengganti air. Makan 3 buah segar setiap hari sama
halnya dengan minum satu cangkir air.
3. Memakai pakaian yang tidak terlalu tebal saat cuaca panas.
Agar terhindar dari masalah dehidrasi dan juga mengurangi rasa haus, usahakan untuk
mengenakan pakaian yang pas, menyerap panas dan tidak terlalu ketat.
4. Menghindari berada dibawah terik matahari terlalu lama
Bila banyak beraktivitas di luar ruangan, terutama di siang hari yang terik, pastikan
Anda selalu membawa botol berisi air putih dan minum secara berkala.

9. Metode : penyuluhan langsung kepada pasien, keluarga pasien, pengunjung


10. Media :
a) Poster
b) Leaflet
11. Pengorganisasian :
a) Penyuluh : Mahasiswa FKp UNAIR
b) Fasilitator: Mahasiswa FKp UNAIR
c) Observer: Mahasiswa FKp UNAIR
12. Setting :
a) Setting waktu :

No. Waktu Kegiatan Promosi Kesehatan Kegiatan Peserta


1 5 menit Pembukaan : Pembukaan:
1. Membuka kegiatan dengan 1. Menjawab salam
2. Mendengarkan perkenalan
salam
2. Memperkenalkan diri anggota
3. Menjelaskan tujuan promosi 3. Memperhatikan tujuan dari
kesehatan dilakukan promosi kesehatan
4. Menyebutkan materi yang 4. Memperhatikan materi yang
akan diberikan diberikan
2 20 Kegiatan inti: Kegiatan inti:
menit 1. Menggali pengetahuan pasien, 1. Memperhatikan penyuluhan dan
keluarga pasien dan menjawab pertanyaan yang
pengunjung tentang manfaat diberikan
2. Memperhatikan penjelasan yang
tata tertib Rumah Sakit
2. Memulai menjelaskan tentang disampaikan
dehidrasi, cara penanganan
dan juga pencegahannya
3. Menjelaskan apa saja tanda
dan gejala apa saja yang
muncul pada seseorang yang
mengalami dehidrasi

3 5 menit Penutup: Penutup:


1. Memberikan kesimpulan 1. Memperhatikan kesimpulan dari
mengenai materi materi
2. Mengevaluasi pasien, 2. Menjawab pertanyaan yang
keluarga pasien dan diberikan
3. Menjawab salam
pengunjung dengan bertanya
kembali mengenai materi yang
disampaikan
3. Salam
b)
c) Setting Tempat : Ruang Poli Bedah Umum RSUD Dr. Soetomo

Observer
Fasilitator Penyuluh Penyuluh
(menyebar)

Seluruh pasien dan keluarga pasien RSUD Dr. Soetomo Surabaya

13. Evaluasi :

1. Evaluasi persiapan
- Bagaimana tim penyuluh dan kelompok sasaran tepat pada posisi yang
direncanakan?
- Apakah 80 % peserta penyuluhan menghadiri penyuluhan?
- Apakah tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan?
- Bagaimana penyuluhan berjalan menggunakan banner yang sudah siap untuk
ditampilkan?
- Bagaimana pengorganisasian dan persiapan kegiatan penyuluhan dilakukan
sebelum dan saat penyuluhan dilaksanakan?

2. Evaluasi Proses
- Bagaimana sikap penyaji saat menyampaikan materi penyuluhan?
- Bagaimana sikap peserta saat penyuluhan berlangsung?
- Bagaimana peran moderator dan penyaji? Apakah pengorganisasian berjalan
sesuai dengan job description yang sudah dibuat dalam SAP?

3. Evaluasi Hasil
- Apakah pertanyaan peserta penyuluhan mampu dijawab dengan baik oleh
penyaji?
- Apakah peserta mengikuti kegiatan penyuluhan sesuai aturan kegiatan yang
sudah dijelaskan?
- Apakah acara dimulai tepat waktu tanpa kendala dan tambahan waktu?
- Bagaimana sikap peserta penyuluhan setelah diberi materi penyuluhan?
- Apakah minimal 80 % dari peserta yang mengikuti penyuluhan mampu
menyebutkan definisi dehidrasi, penyebab dehidrasi, tanda dan gejala
dehidrasi, penatalaksanaan, pencegahan, edukasi pasien dan keluarga?
LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN PENYULUHAN

PENCEGAHAN DEHIDRASI

DI POLI BEDAH UMUM RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS AIRLANGGA

Kriteria Struktur Kriteria Proses Kriteria Hasil


1. Tim penyuluh dan kelompok Pembukaan: 1. Peserta mengikuti kegiatan
sasaran tepat pada posisi yang penyuluhan sesuai aturan
1. Mengucapkan salam.
direncanakan. 2. Memperkenalkan diri. kegiatan yang sudah
2. 80 % peserta penyuluhan
3. Menjelaskan kontrak waktu dijelaskan.
menghadiri penyuluhan. 2. Acara dimulai tepat waktu
3. Tempat dan alat tersedia sesuai kegiatan penyuluhan.
tanpa kendala dan tambahan
perencanaan.
4. Menjelaskan tujuan dari waktu.
4. Penyuluhan menggunakan
3. Peserta terbukti memahami
penyuluhan.
banneryang sudah siap untuk
materi yang telah
ditampilkan.
5. Pengorganisasian dan 5. Menyebutkan materi disampaikan penyaji.
penyuluhan yang akan 4. Minimal 80 % dari peserta
persiapan kegiatan penyuluhan
diberikan. yang mengikuti penyuluhan
dilakukan sebelum dan saat
mampu menyebutkan
penyuluhan dilaksanakan.
definisi dehidrasi, penyebab
Pelaksanaan: dehidrasi, tanda dan gejala
dehidrasi, penatalaksanaan
6. Penyaji mampu menguasai
dehidrasi, pencegahan
materi penyuluhan yang
dehidrasi, edukasi pasien
disampaikan.
dan keluarga.
7. Acara dimulai tepat waktu
tanpa kendala dan tambahan
waktu.
8. Mengkaji pengetahuan peserta
tentang Pencegahan dehidrasi
pada pasien dan keluarga
pasien.
9. Menjelaskan materi tentang:
1) Definisi dehidrasi
2) Penyebab dehidrasi.
3) Tanda dan gejala dehidrasi
4) Penatalaksanaan dehidrasi.
5) Pencegahan dehidrasi.
6) Edukasi Pasien dan Keluarga.
DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN

PENCEGAHAN DEHIDRASI

DI POLI BEDAH UMUM RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS AIRLANGGA

No. NAMA ALAMAT TTD


1. 1.

2. 2.
3. 3.

4. 4.
5. 5.

6. 6.
7. 7.

8. 8.
9. 9.

10. 10.
11. 11.

12. 12.
13. 13.

14. 14.
15. 15.

16. 16.
17 17.

18. 18.
19. 19.
20. 20.

21. 21
22. 22

23. 23
24. 24

25. 25
26. 26

27. 27
28. 28

29. 29
30. 30
DAFTAR PERTANYAAN

PENCEGAHAN DEHIDRASI

DI POLI BEDAH UMUM RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS AIRLANGGA

No. NAMA PERTANYAAN JAWABAN


HASIL EVALUASI PELAKSANAAN PENYULUHAN

PENCEGAHAN DEHIDRASI

DI POLI BEDAH UMUM RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS AIRLANGGA

Sie Hambatan Upaya Mengatasi

Penyaji

Moderator

Fasilitator

Observer
Notulen