Anda di halaman 1dari 10

ekanisme dehidrasi

Dehidrasi menyebabkan tiga tanggapan utama.


reseptor Pertama di mulut mendeteksi kekeringan dan merangsang mekanisme
haus membuat Anda ingin minum air.
Kedua, volume darah yang rendah menyebabkan penurunan aliran darah ke
ginjal menyebabkan laju filtrasi glomerular menurun. ini menyebabkan tubuh
untuk menanggapi dengan penurunan kuantitas air dalam urin (ADH)
ketiga, Anda akan memiliki tekanan darah rendah dan ini akan terdeteksi oleh
baroreceptors dan mereka akan memunculkan tekanan dengan cara
vasokonstriksi.
Tubuh manusia sebagian besar terbentuk dari cairan, dengan prosentase hampir
75% dari total berat badan. Cairan ini terdistribusi sedemikian rupa sehingga
mengisi hampir di setiap rongga yang ada pada tubuh manusia.
Dehidrasi terjadi jika cairan yang dikeluarkan oleh tubuh melebihi cairan yang
masuk. Namun karena mekanisme yang terdapat pada tubuh manusia sudah
sangat unik dan dinamis maka tidak setiap kehilangan cairan akan menyebabkan
tubuh dehidrasi.
Dalam kondisi normal, kehilangan cairan dapat terjadi saat kita :
Bernafas
Kondisi cuaca sekitar
Berkeringat
Buang air kecil dan buang air besar.
Sehingga setiap hari kita harus minum cukup air guna mengganti cairan yang
hilang saat aktifitas normal tersebut.
Untungnya, tubuh mempunyai mekanisme unik bila kekurangan cairan. Rasa
haus akan serta merta muncul bila keseimbangan cairan dalam tubuh mulai
terganggu. Tubuh akan menghasilkan hormon ADH guna mengurangi produksi
kencing oleh ginjal. Tujuan akhir dari mekanisme ini adalah mengurangi
sebanyak mungkin kehilangan cairan saat keseimbangan cairan tubuh
terganggu.
Apakah yang menyebabkan dehidrasi?
Dehidari terjadi bila kehilangan cairan sangat besar sementara pemasukan
cairan sangat kurang. Beberapa kondisi yang seringa menyebabkan dehidrasi
antara lain :
Diare. Diare merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan
kehilangan cairan dalam jumlah besar. Di seluruh dunia, 4 juta anak anak mati
setiap tahun karena dehidrasi akibat diare.
Muntah. Muntah sering menyebabkan dehidrasi karena sangat sulit untuk
menggantikan cairan yang keluar dengan cara minum.
Berkeringat. Tubuh kehilangan banyak cairan saat berkeringat. Kondisi
lingkungan yang panas akan menyebabkan tubuh berusaha mengatur suhu
tubuh dengan mengeluarkan keringat. Bila keadaan ini berlangsung lama
sementara pemasukan cairan kurang maka tubuh dapat jatuh ke dalam kondisi
dehidrasi.
Diabetes. Peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes atau
kencing manis akan menyebabkan banyak gula dan air yang dikeluarkan melalui
kencing sehingga penderita diabetes akan mengeluh sering kebelakang untuk

kencing.
Luka bakar. Penderita luka bakar dapat mengalami dehidrasi akibat keluarnya
cairan berlebihan pada pada kulit yang rusak oleh luka bakar.
Kesulitan minum. Orang yang mengalami kesulitan minum oleh karena suatu
sebab rentan untuk jatuh ke kondisi dehidrasi.
Apakah gejala dan tanda dehidrasi?
Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain :
1. Rasa haus untuk meningkatkan pemasukan cairan yang diikuti dengan
2. Penurunan produksi kencing untuk mengurangi seminimal mungkin cairan
yang keluar. Air seni akan tampak lebih pekat dan berwarna gelap.
Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka tubuh akan masuk ke kondisi
selanjutnya yaitu :
1. Mulut kering.
2. Berkurangnya air mata.
3. Berkurangnya keringat.
4. Kekakuan otot.
5. Mual dan muntah.
6. Kepala terasa ringan terutama saat berdiri.
Selanjutnya tubuh dapat jatuh ke kondisi dehidrasi berat yang gejalanya berupa
gelisah dan lemah lalu koma dan kegagalan multi organ. Bila ini terjadi maka
akan sangat sulit untuk menyembuhkan dan dapat berakibat fatal.
Bagaimana mengobati dehidrasi?
Prinsip utama pengobatan dehidrasi adalah penggantian cairan. Penggantian
cairan ini dapat berupa banyak minum, bila minum gagal maka dilakukan
pemasukan cairan melalui infus. Tapi yang utama disini adalah penggantian
cairan sedapat mungkin dari minuman.
Keputusan menggunakan cairan infus sangat terggantung dari kondisi pasien
berdasarkan pemeriksaan dokter. Keberhasilan penanganan dehidrasi dapat
dilihat dari produksi kencing.
Penggunaan obat obatan diperlukan untuk mengobati penyakit penyakit yang
merupakan penyebab dari dehidrasi seperti diare, muntah dan lain lain.
Dapatkah saya mengatasi dehidrasi di rumah?
Dehidrasi dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Dehidrasi sangat mudah
dikenali saat awal kejadian sehingga makin cepat dilakukan koreksi maka akan
semakin baik hasil yang didapatkan. Koreksi yang paling cepat tentu dapat
dilakukan di rumah.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah untuk mencegah terjadinya
dehidrasi antara lain :
Penderita diare dan muntah muntah dapat diberikan pengobatan awal untuk
mencegah kehilangan cairan yang lebih lanjut. Obat obatan ini terutama untuk
mengurangi gejala yang terjadi.
Obat penurun panas dapat diberikan untuk menurunkan suhu tubuh.
Penderita diberikan minum sebanyak mungkin dengan cara bertahap namun
frekuensinya ditingkatkan.
Jika dengan tindakan diatas, gejala dehidrasi tidak membaik atau bertambah
buruk, segeralah menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan
lebih lanjut.

Dapatkan dehidrasi dicegah?


Dehidrasi dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut :
Lingkungan. Dehidrasi yang disebabkan oleh faktor lingkungan sangat
mungkin untuk dilakukan pencegahan. Jika memungkinkan, aturlah jadual
kegiatan atau aktifitas fisik yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Jangan
melakukan aktifitas berlebihan pada siang hari.
Olah raga. Orang yang berolah raga pada kondisi cuaca yang panas harus
minum lebih banyak cairan.
Umur. Umur muda dan tua sama beresikonya untuk mengalami dehidrasi.
Dehidrasi bukan kondisi yang tidak dapat dicegah namun bila terjadi dan
tertangani dengan baik maka kondisi yang tidak diinginkan bisa dihindari.
Mencegah dehidrasi saat Diare
Diare (meningkatnya frekuensi BAB yg cair & banyak) dapat disebabkan oleh
bakteri, virus atau parasit yang menginfeksi saluran pencernaan. Diare dapat
juga disebabkan oleh substansi tertentu dalam makanan atau obat-obatan yang
tidak dapat ditoleransi oleh sistem pencernaan. Diare kronis (diare terus
menerus selama lebih dari 2 atau 3 minggu dapat juga mengindikasikan tandatanda (symptom) dari penyakit kronis.
Dalam sebuah artikel tanggal January 17, 2001, The Journal of the American
Medical Association mendiskusikan perlunya petunjuk untuk memeriksa sampel
tinja pada pasien-pasien di RS. Tes tinja dapat membantu membedakan
penyebab dari diare.
Apakah dehidrasi itu ?
Tubuh membutuhkan air & elektrolit dalam jumlah tepat untuk membantu fungsifungsi vital tubuh dengan benar. Diare dapat menyebabkan hilangnya cairan &
elektrolit penting dari tubuh. Ketika cairan yg hilang melalui tinja, tidak
digantikan, maka diare dapat menyebabkan dehidrasi (rendahnya cairan dalam
tubuh lebih rendah dari kadar normal). Dehidrasi dapat menyebabkan
komplikasi yang membahayakan nyawa seseorang, khususnya bayi, anak kecil
dan mereka yg lanjut usia.
Mencegah Dehidrasi
Diare merupakan masalah umum yang biasanya akan pulih dengan sendirinya.
Menjaga agar tidak dehidrasi adalah satu-satunya hal yang sangat diperlukan.
Perbanyaklah minum untuk menggantikan cairan dalam tubuh yg hilang.
Terutama cairan rehidrasi oral (minuman pengganti cairan & elektrolit) yang
tersedia di toko obat. Cairan ini sangat direkomendasikan bagi bayi & anakanak.
Hindari minuman yg mengandung kafein, seperti kopi, teh dan beberapa
minuman soft drink, dan alkohol.
Obat-obatan anti-diare biasanya TIDAK DIPERLUKAN dan jika dikonsumsi harus
dalam pengawasan dokter. Obat-obatan tsb dapat berbahaya, terutama jika oleh
anak-anak dan orang yg lanjut usia.
kondisi dehidrasi
Tanda-tanda dehidrasi (ringan)
Rasa haus meningkat
Frekuensi Buang Air Kecil (BAK) menurun

Lemas
Tanda-tanda dehidrasi berat pada anak kecil dapat juga berupa (Lihat gambar di
atas):
Mulut kering mouth or tongue
Saat menangis, tidak ada atau sedikit air mata yang keluar
Tidak BAK selama 3 jam atau lebih
Cekung pada mata, pipi, sekitar dada & perut, atau ubun-ubun
Rewel luar biasa (Irritability) atau lemas luar biasa
Menurunnya skin turgor (jika kulit dicubit dan dilepas, ia tidak dapat kembali
spt semula
Kapan menghubungi dokter ?
Hubungi dokter jika diare dibarengi / muncul :
Tanda-tanda dehidrasi berat
Ada darah di tinja atau tinja berwarna hitam
Muntah terus-menerus tapi tidak ada cairan yg masuk melalui mulut
Rasa sakit hebat di daerah sekitar perut
Demam tinggi terus-menerus
Tidak ada kemajuan lebih dari 24 jam atau diare makin parah lebih dari 2 atau
4 hari
Hubungi dokter jika anda mencurigai anda atau orang lain mengalami dehidrasi
berat. Dehidrasi berat terkadang perlu penanganan dengan cairan intravenous
(cairan yang dimasukkan langsung melalui pembuluh darah). Jangan bergantung
hanya pada cairan melalui mulut untuk penanganan dehidrasi berat.

A. Definisi
Dehidrasi adalah suatu gangguan dalam keseimbangan air yang disertai output yang
melebihi intake sehingga jumlah air pada tubuh berkurang.Meskipun yang hilang terutama
cairan tubuh ,tetapi dehidrasi juga disertai gangguan elektrolit.
B. Fisiologi
Cairan tubuh total dan distribusinya
Komponen tunggal terbesar dlam tubuh adalah air.Air adalah pelarut bagi semua zat
terlarut dalm tubuh baik dalm suspensi maupun larutan.Air tubuh total (total water
body/TBW) (yaitu persentase dari berat tubuh total yang tersusun atas air) jumlahnya
bervariasi sesuai dengan jenis kelamin,umur,dan kandungan lemak dalam tubuh.Air
membentuk sekitar 60% berat badan seorang pria dan sekitar 50% berat badan wanita.Pada
orang tua TBW menyusun sekitar 45% sampai 50% berat badan (Narins,1994).Lemak pada
dasranya bebas air,sehingga lemak yang makin sedikit akan mengakibatkan tingginya
persentase air dari berat badan orang itu.Sebaliknya jaringan otot memiliki kandungan air
yang tinggi.Oleh karena itu dibandingkan dengan orang kurus,orang gemuk mempunyai
TBW yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan berat badannya.Wanita umumnya secara

proporsional mempunyai lebih banyak lemak dan lebih sedikit otot jika dibandingkan dengan
pria,sehingga jumlah TBW juga lebih sedikit dibandingkan dengan berat badannya.
Konsentrasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi dari satu bagian dengan bagian
lainnya,dan dalma keadaan sehat mereka harus berada pada bagian yang tepat dan dalam
jumlah yang tepat.Kation utama pada cairan ekstraseluler dalah Na+ ,dan anion utamanya
adalah Cl- dan HCO3C. Patogenesis Dehidrasi
Dehidrasi dapat terjadi karena :
1. Kemiskinan air (water depletion)
2. Kemiskinan Natrium (sodium depletion)
3. Water and sodium depletion terjadi bersama-sama
Water depletion atau dehidrasi primer terjadi karena masuknya air sangat terbatas,akibat :

Penyakit yang menghalangi masuknya air

Penyakit mental yang disertai menolak air atau ketakutan engan air (hydrophobia)

Penyakit sedemikian rupa,sehingga si penderita sangat lemah dan tidak dapat minum air lagi

Koma yang terus-menerus


Dehidrasi primer juga dapat terjadi pada orang yang mengeluarkan peluh yang banyak,tanpa
mendapatkan penggantian air,seperti pada musafir di padang pasir,atau pada orang yang
berhari-hari terapung-apung ditengah laut tanpa mendapat minum.Pada stadium permulaan
water depletion,ion natrium dan chlor ikut menghilang dengan cairan tubuh,tetapi kemudian
terjadi reabsorsi ion melalui tubulus ginjal yang berlebihan,sehingga cairan ekstraseluler
mengandung natrium dan chlor berlebihan dan terjadi hipertoni.
Hal ini menyebabkan air akan keluar dari sel sehingga terjadi dehidrasi intraseluler dan
inilah yang menimbulkan rasa haus.Selain itu terjadi perangsangan pada hipofisis yang
kemudian melepaskan hormon antidiuretik sehingga terjadi oligouria
Dehidrasi sekunder atau sodium depletion terjadi karena tubuh kehilangan cairan tubuh
yang mengandung elektrolit.Istilah sodium depletion lebih sesuai daripada salt depletion
untuk memberi tekanan terhadap perlunya natrium.Kekurangan intake garam biasanya tidak
menimbulkan sodium depletion oleh karena ginjal,bila perlu,dapt mengatur dan menyimpan
natrium.
Sodium depletion sering terjadi akibat keluarnya cairan melalui saluran pencernaan pada
keadaan muntah-muntah dan diare yang keras.

Penyebab timbulya dehidrasi bermacam-macam, selain penyebab timbulnya dehidrasi


dapat dibedakan menjadi 2 hal yaitu :
a. Eksternal (dari luar tubuh )
Penyebab dehidrasi yang berasal luar tubuh yaitu :
1. Akibat dari berkurangya cairan akibat panas yaitu kekurangan zat natrium;kekurangan
air;kekurangan natrium dan air.
2. Latihan yang berlebihan yang tidak dibarengi dengan asupan minuman juga bias.
3. Sinar panas matahari yang panas.
4. Diet keras dan drastis.
5. Adanya pemanas dalam ruangan.
6. Cuaca/musim yang tidak menguntungkan (terlalu dingin).
7. Ruangan ber AC , walaupun dingin tetapi kering.
8. Obat-obatan yang digunakan terlalu lama.
b. Internal (dari dalam tubuh)
Sedangkan penyebab terjadinya dehidrasi yang berasal dari dalam tubuh disebabkan
terjadinya penurunan kemampuan homeostatik. Secara khusus, terjadi penurunan respons
rasa haus terhadap kondisi hipovolemik dan hiperosmolaritas. Disamping itu juga terjadi
penurunan laju filtrasi glomerulus, kemampuan fungsi konsentrasi ginjal, renin, aldosteron,
dan penurunan respons ginjal terhadap vasopresin. Selain itu fungsi penyaringan ginjal
melemah, kemampuan untuk menahan kencing menurun, demam, infeksi, diare, kurang
minum, sakit, dan stamina fisik menurun.
Kehilangan cairan tubuh dapat bersifat :
a. Normal
Hal tersebut terjadi akibat pemaakaian energi tubuh. Kehilangan cairan sebesar 1 ml terjadi
pada pemakaian kalori sebesar 1 kal.
Misalnya :
- Keringat : Tubuh bias kehilangan sejumlah besar air ketika mencoba untuk mendinginkan
diri dengan keringat.Apakah tubuh panas karena lingkungan (misalnya :bekerja dalm
lingkungan yang hangat),intens berolahraga dalam lingkungan yang panas,atau karena
demam yang disebabkan oleh infeksi.Tubuh menggunakan sejumlah besar air dalam bentuk
keringat untuk mendinginkan diri,tergantung pada kondisi cuaca.Jalan cepat dapat
mengahsilkan sampai 16 ons keringat (sat upon air) untuk memungkinkan mendinginkan
tubuh,dan air yang perlu diganti.

b. Abnormal
Terjadi karena berbagai penyakit atau keadaan lingkungan seperti suhu lingkungan
yang terlalu tinggi atau rendah. Pengeluaran cairan yang banyak dari dalam tubuh tanpa
diimbangi pemasukkan cairan yang memadai dapat berakibat dehidrasi. Dehidrasi adalah
keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan organ-organ tubuh
untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Saat dehidrasi, tubuh dengan terpaksa
menyedot cairan baik dari darah maupun organ-organ tubuh lainnya. Dehidrasi adalah
berkurangnya cairan tubuh total. Proses terjadinya kulit wajah dehidrasi yaitu sekelompok
kelenjar lemak/minyak produksinya berkurang akibatnya setiap keringat yang keluar
langsung teruapkan, sehingga cairan dalam tubuh berkurang.
Misalnya :
1. Muntah : Muntah juga bisa menjadi penyebab hilangnya cairan dan sulit bagi seseorang
untuk mengganti air dengan minum itu jika mereka tidak dapat mentelerir cairan
2. Diabetes : Pada orang dengan diabetes gula darah menyebabkan kadar gula tumpah ke dalam
air seni dan air kemudian berikut yang dapat menyebabkan dehidrasi yang signifikan.Untuk
alas an ini,sering kencing dan haus yang berlebihan adalah gejala awal diabetes.
3. Burns : Korban luka bakar mengalami dehidrasi karena kulit yang rusak tidak dapat
mencegah cairan dan merembes keluar dari tubuh.Penyakit peradangan lain dari kulit juga
terkait dengan kehilangan cairan.
4. Ketidakmampuan untuk minum cairan : Keridamampuan untuk minum memadai adalah
penyebab potensial lainnya degidrasi.Apakah itu adalah kurangnya ketersediaan air atau
kurangnya kekuatan untuk minum jumlah yang cukup,ditambah dengan kehilangan air rutin.
5. Diare : Keluarnya sekresi saluran cerna bagian bawah banyak mengandung
natrium,kalium.Dan pada diare konsistensi feces encer atau bahkan sangat encer,Hal ini
berarti volume air lebih banyak.
D. Tanda-Tanda Dehidrasi
Gejala klasik dehidrasi seperti rasa haus, lidah kering, penurunan turgordan mata
cekung sering tidak jelas. Gejala klinis paling spesifik yang dapat dievaluasi adalah
penurunan berat badan akut lebih dari 3%. Tanda klinnis obyektif lainya yang dapat
membantu mengindentifikasi kondisi dehidrasi adalah hipotensi ortostatik. Berdasarkan studi
di Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, bila ditemukan aksila

lembab/basah, suhu tubuh meningkat dari suhu basal, diuresis berkurang, berat jenis (bj) urin
lebih dari atau sama dengan 1,019 (tanpa adanya glukosuria dan proteinuria), serta rasio
blood urea nitrogen/kreatinin lebih dari atau sama dengan 16,9 (tanpaadanya perdarahan aktif
saluran cerna) maka kemungkinan terdapat dehidrasi pada usia lanjut adalah 81%. Kriteria ini
dapat dipakai dengan syarat: tidak menggunakan obat obat sitostatik, tidak ada perdarahan
saluran cerna, dan tidak ada kondisi overload (gagal jantung kongensif, sirosis hepatis dengan
hipertensi portal, penyakit ginjal kronik stadium terminal, sindrom nefrotik).
1. Defisit cairan (litar) = cairan badan total (CBT) yang diinginkan CBT saat ini
2. CBT yang diinginkan = kadar na serum X CBT saat ini
140
3. CBT saat ini (pria) = 50% X berat badan (kg)
4. CBT saat ini (perempuan) = 45% berat badan (kg).
Berikut ini adalah berbagai gejala dehidrasi sesuai tingkatannya :
- Dehidrasi ringan
a. Muka memerah
b. Rasa sangat haus
c. Kulit kering dan pecah-pecah
d. Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya
e. Pusing dan lemah, lemas, dan mulai terasa pening dan mual
f. Kram otot terutama pada kaki dan tangan
g. Kelenjar air mata berkurang kelembabannya
h. Sering mengantuk
i. Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang
j. Tiba tiba jantung berdetak lebih kencang
k. Suhu badan meningkat
- Dehidrasi sedang
a. Tekanan darah menurun
b. Pingsan
c. Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung
d. Kejang
e. Perut kembung
f. Gagal jantung
g. Ubun-ubun cekung
h. Denyut nadi cepat dan lemah

Tanda dehidrasi pada bayi / anak :


1. Mulut dan lidah kering
2. Tidak keluar air mata saat menangis
3. Popok tidak basah selama lebih dari 3 jam
4. Perut, mata, dan pipi cekung
5. Demam
6. Lesu atau rewel
7. Kulit tidak segera kembali ke posisi semula jika dicubit kemudian dilepaskan.
D. Jenis Dehidrasi
Dehidrasi dapat dikategorikan berdasarkan tosinitas/ kadar cairan yang hilang yaitu :
1. Dehidrasi hipertonik yaitu berkurangnya cairan berupa hilangnya air lebih banyak dari
natrium (dehidrasi hipertonik). Dehidrasi hipertonik ditandai dengan tingginya kadar natrium
serum (lebih dari 145 mmol/liter) dan peningkatan osmolalitas efektif serum (lebih dari 285
mosmol/liter).
2. Dehidrasi isotonik atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama. Dehidrasi
isotonik ditandai dengan normalnya kadar natrium serum (135-145 mmol/liter) dan
osmolalitas efektif serum (270-285 mosmol/liter).
3. Dehidrasi hipotonik hilangnya natrium yang lebih banyak dari pada air. Dehidrasi
hipotonik ditandai dengan rendahnya kadar natrium serum (kurang dari 135 mmol/liter) dan
osmolalitas efektif serum (kurang dari 270 mosmol/liter.
Sedangkan penggolongan dehidrasi berdasarkan banyaknya cairan yang hilang yaitu :
- Dehidrasi ringan ( < 5 %) kehilangan cairan dan elektrolit Dehidrasi ringan (jika
penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan),
- Dehidrasi sedang ( 5- 8 %) kehilangan cairan dan elektrolit dehidrasi sedang (jika
penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan)
- Dehidrasi berat ( > 8 %) kehilangan cairan dan elektrolit dehidrasi berat (jika penurunan
cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).
E. Hasil Laboratorium
1. Peningkatan hematokrit
2. Peningkatan kadar protein serum
3. Na+ Serum normal (biasanya)

4. Rasio BUN/Kreatinin serum >20:1 (normal=10:1)


5. Berat jenis urine tinggi
6. Osmolalitas urine >450 meq/L
7. Na+ urine <10 meq/L (penyebab dari ekstrarenal)
8. Na+ urine >20 meq/L (penyebab dari renal atau adrenal)

DAFTAR PUSTAKA

Staf Pengajar bagian Patologi Anatomik FKUI.1973.PATOLOGI.Jakarta : Fakultas


Kedokteran Universitas Indonesia

A.Price,Sylvia.M.Wilson,Lorraine.2006.PATOFISIOLOGI Konsep Klinis ProsesProses Penyakit.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC