Anda di halaman 1dari 15

Peningkatan

Cakupan ASI
Ekslusif melalui
Pemberdayaan
Kader Kesehatan
(Pena PKK)

Abdul Rasyid, SKM.,M.Kes

Nip :190650516 198603 1 017


Latar belakang

– Pemberian ASI secara Ekslusif selama 6 bulan merupakan hak setiap bayi karena dapat menyelamatkan kehidupan
bayi dan dampak yang baik untuk ibu
– Menteri kesehatan telah menetapkan pemberian ASI Ekslusif di Indonesia selama 6 bulan sampai anak berusia 2
tahun atau lebih.
– Riskesdas tahun 2013,
– pemberian ASI Ekslusif pada bayi sampai 6 bulan hanya 38% tahun 2013
– Cakupan ASI Ekslusif di Bantaeng 65,7 % tahun 2017
– Cakupan ASI Ekslusif di Bantaeng 69,4 % tahun 2018
– Pencapaian ASI Ekslusif di 3 Puskesmas (Bissappu, Lasepang, dan Kota) 65,6 % tahun 2017, 82,6 % untuk tahun 2018,
Untuk 2019 melalui proyek perubahan akan direncanakan Cakupan ASI Ekslusif secara optimal hingga tahun 2024 sesuai RJMD
(2019-2024) mencapai 100%
Latar belakang

– Menindaklanjuti hal tersebut, reformer menyusun rancangan perubahan dengan topik,


“ Peningkatan Cakupan ASI Ekslusif melalui Pemberdayaaan Kader Kesehatan”
Tujuan

– Secara umum untuk Tujuan Tujuan Tujuan


meningkatkan cakupan ASI
Ekslusif melalui pemberdayaan jangka jangka jangka
kader kesehatan di Puskesmas pendek menengah Panjang
Bissappu, Puskesmas Lasepang
dan Puskesmas Kota
Kabupaten Bantaeng.
Manfaat

Bagi Bagi
Instansi Pemerintah

Bagi Bagi
Masyarakat Reformer
Ruang Lingkup

Perencanaan • Terwujudnya kesepakatan proyek perubahan

• Terbentuknya Tim Kerja proyek perubahan


• Terlaksananya kegiatan sosialisasi proyek perubahan, dukungan dari stakeholder
Pengorganisasian berupa penandatanganan surat pernyataan dukungan, terlaksananya kegiatan
launching pena PKK dan terbentuknya SK tim Pena PKK

• Tersedianya jenis dan jadwal kegiatan Penak PKK


Pelaksanaan • Terlaksananya kegiatan pendampingan teknis Pena PKK dan kegiatan Pena PKK

Pengawasan & • Melakukan evaluasi dan monitoring hasil pelaksanaan proyek perubahan
Pengevaluasian • Terwujudnya Kesepakatan Keberlanjutan Proyek Perubahan
Milestone

Milestone jangka Milestone jangka Milestone jangka


pendek menengah Panjang
Tata Kelola Proyek Perubahan
Peran Tim Proyek

– Pengelolaan proyek perubahan ini didukung oleh tim kerja (team work) yang dibentuk dengan
pertimbangan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan dan kapasitas (keahlian) anggota tim
sebagaimana model struktur diatas
Peran Tim Proyek

Sponsor / Mentor Project Leader / Coach Anggota Tim Kerja


•Memberikan persetujuan Reformer •Melakukan diskusi dan •Membantu reformer dalam
dukungan, arahan adanya •Memimpin jalannya proyek memberikan arahan, masukan pelaksanaan implementasi
proyek perubahan; perubahan mulai dari dalam menyusun rancangan rencana proyek perubahan
•Mengkoordinasikan kegiatan; merencanakan, proyek; baik secara teknis maupun
•Membantu menyelesaikan mengkoordinasikan, •Memonitor kegiatan peserta / nonteknis;
hambatan membentuk Tim Kerja, reformer; •Sebagai fasilitator dalam
Penjadwalan, Penyusunan melaksanakan koordinasi
Kegiatan, Monitoring dan dengan stakeholder;
evaluasi dengan
pembimbinganSponsor dan
coach;
Identifikasi Stakeholder
Stakeholder Internal Stakeholder Eksternal

1. Kepala Dinas Kesehatan 1. Ketua TIM Penggerak PKK


2. Kepala Bidang P2P 2. Kepala Dinas PMD, PP & PA
3. Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya 3. Kepala Dinas Pendidikan dan
Kesehatan Kebudayaan
4. Kasi Kesehatan keluarga dan Gizi 4. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
5. Kasi Promosi Pemberdayaan Masyarakat 5. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga
6. Kasi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja Kerja
dan Olahraga 6. Direktur Rumah Sakit Umum Prof
7. Kepala Puskesmas Bissappu, Puskesmas Anwar Makkatutu
Lasepang, Puskesmas Kota, Pustu dan 7. Kepala Pemerintah Wilayah Kecamatan
Poskesdes Bissappu
8. Kepala Pemerintah Wilayah Kecamatan
8. Staf Lingkup Dinas Kesehatan
Bantaeng
9. Kepala Kelurahan dan Desa
10. Tokoh Masyarakat
11. Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan
Keluarganya
Identifikasi Potensi Masalah
dan Strategi mengatasi masalah
Potensi Masalah Strategi Mengatasi Masalah

 Rendahnya disiplin stakeholder dalam  Membangun komunikasi efektif terhadap


penerapan kegiatan
stakeholder dengan melakukan
 Lemahnya koordinasi antar stakeholder
 Terbatasnya sarana dan prasarana pendekatan dan memberikan

pemahaman kepada stakeholderakan

manfaat dan pentingnya Asi Eksklusif.

 Melakukan rapat dalam rangka sosialisasi

proyek perubahan.

 Membuat komitmen tim kerja.


Indikasi Keberhasilan

Terbentuknya Tim Pena PKK di Wilayah Puskesmas


Bissappu, Puskesmas Lasepang, Puskesmas Kota

Terlaksananya GerakanPena PKK secara berkelanjutan di


Puskesmas Loka, Puskesmas campagaloe, Puskesmas
Banyorang, Puskesmas Ulugalung, Puskesmas kassi-kassi,
Puskesmas Pa’bentengang, Puskesmas Baruga, Puskesmas Moti,
Puskesmas Sinoa, Puskesmas Dampang, .

Terciptanya kesadaran masyarakat di Wilayah


PuskesmasBissappu, Puskesmas Lasepang,
Puskesmas Kotatentang pentingnya Asi Eksklusif
Urgensi dan Adopsi
Benchmarking
– Kegiatan Benchmarking dilaksanakan di kota Malang jawa timur dengan lokus Dinas
Penanaman Modal PTSP
– Kegiatan yang dilakukan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu juga dapat di
adopsi dalam proyek perubahan kami yang melibatkan stakeholder internal dan Eksternal.
Sehubungan dengan proyek perubahan yang kami lakukan dengan melibatkan seluruh
masyarakat dapat dilakukan secara terintegrasi dalam pencapaian peningkatan cakupan ASI
eksklusif melalui pemberdayaan kader kesehatan dapat terlaksana.
Terima Kasih