0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
145 tayangan32 halaman

Elemen Dasar Pemrograman C++

Dokumen tersebut membahas tentang elemen dasar pemrograman seperti identifier, tipe data, variabel, konstanta, operator, dan ungkapan kondisi. Identifier digunakan untuk menamai variabel, fungsi, dan lainnya. Terdapat beberapa tipe data dasar seperti integer, floating point, boolean, dan string. Variabel dan konstanta digunakan untuk menyimpan nilai. Operator digunakan untuk mengolah nilai, sementara ungkapan kondisi digunakan untuk membuat per

Diunggah oleh

sholikhul 777
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
145 tayangan32 halaman

Elemen Dasar Pemrograman C++

Dokumen tersebut membahas tentang elemen dasar pemrograman seperti identifier, tipe data, variabel, konstanta, operator, dan ungkapan kondisi. Identifier digunakan untuk menamai variabel, fungsi, dan lainnya. Terdapat beberapa tipe data dasar seperti integer, floating point, boolean, dan string. Variabel dan konstanta digunakan untuk menyimpan nilai. Operator digunakan untuk mengolah nilai, sementara ungkapan kondisi digunakan untuk membuat per

Diunggah oleh

sholikhul 777
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Elemen Dasar Pemrograman

Algoritma & Pemrograman

Nanik Susanti, M.Kom


1. Identifier (Pengenal)

 Pengenal adalah suatu nama yang biasa dipakai


dalam pemrograman untuk menyatakan variabel,
konstanta, tipe data, dan fungsi.
 Aturan untuk penulisan identifier, antara lain:
-Tidak boleh dimulai dengan karakter non huruf
-Tidak boleh ada spasi
-Tidak boleh menggunakan karakter-karakter
~!@#$%^&*()+`-={}[]:";'<>?,./|
-Tidak boleh menggunakan reserved words yang ada
dalam C++.
Reserved Words (Keywords)
Tambahan && Catatan

 Representasi alternatif dari operator, tidak dapat


digunakan sebagai identifier.
 Contoh :
and, and_eq, bitand, bitor, compl, not, not_eq, or,
or_eq, xor, xor_eq
 Bahasa C++ adalah bahasa yang "case sensitive", ini
berarti identifier yang dituliskan dengan huruf kapital
akan dianggap berbeda dengan identifier yang sama
tetapi dituliskan dengan huruf kecil.
 Contoh : variabel RESULT tidak sama dengan
variable result ataupun variabel Result.
2. TIPE DATA

Tipe data berfungsi untuk mempresentasikan


jenis dari sebuah nilai yang terdapat dalam
program.
Dalam C++ terdapat beberapa tipe data dasar
yang telah didefinisikan yaitu:

1. Tipe bilangan bulat (integer)


Digunakan untuk data-data angka yang tidak
mengandung angka dibelakang koma. Misalnya
3, 21, 78, dll.
Contoh

#include <iostream.h>

main()
{
int x; //mendeklarasikan variabel x dengn tipe data int
x=3; //melakukan assigment terhadap variabel x
cout <<“Nilai x adalah “<<x;
getch();
}
2. Tipe Bilangan Desimal (floating-point)

 Adalah tipe yang mempresentasikan data-data bilangan yang


mengandung angka dibelakang koma, misalnya 3.16, 21.5,
dll.
Tipe data Float = 32 bits, double = 64 bits, dan long double =
80 bits.

Contoh:
#include <iostream.h>
main()
{
double y;
y = 27.55; //melakukan assigment terhadap variabel y
cout <<“Nilai y adalah “<<y;
getch();
}
3. Tipe Logika (boolean)
Tipe ini mempresentasikan data-data yang hanya
mengandung dua buah nilai, yaitu nilai logika
(boolean) yang terdiri dari nilai benar
(direpresentasikan dengan nilai 1) dan nilai salah
(direpresentasikan dengan nilai 0).

4. Tipe Karakter / String


Tipe ini merepresentasikan data-data yang berupa
karakter, dan dinyatakan dengan tipe char,
sedangkan untuk string dinyatakan dengan pointer
dari tipe char yaitu char*.
Contoh Tipe String

#include <iostream.h>
main()
{
char Karakter ='A';
char nama ="Abdillah Tsuraya Putra";
char Jurusan[20]=“Sistem Informasi";
cout <<Karakter<<endl;
cout <<nama<<endl;
cout <<Jurusan<<endl;
getch();
}
Tabel Tipe Data 1

 Tipe data dasar


3. Variabel

 Adalah suatu tempat menampung data atau


konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau
data yang dapat berubah-ubah selama proses
program.
 Dalam pemberian nama variabel, mempunyai
ketentuan-ketentuan antara lain :
 Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan
dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ )
sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih).
 Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan
operator aritmatika.
Absah Tidak Absah
Nama 2semester
(tidak boleh diawali dengan angka)

NAMA nama-barang
(tanda – tidak diperkenankan)
nama_barang #barang
(simbol # tidak diperkenankan)
kuartal_2 nama barang
(tidak boleh mengandung spasi)
Pembagian Variabel (1)

1. Variabel Numerik
 Dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam :
1. Bilangan Bulat atau Integer
2. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau
Floating Point.
3. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau
Double Precision.
Pembagian Variabel (2)

2. Variabel Teks
1. Character ( Karakter Tunggal )
2. String ( Untuk Rangkaian Karakter )
Deklarasi Variabel

 Adalah proses memperkenalkan variabel


kepada Borland C++ dan pendeklarasian
tersebut bersifat mutlak karena jika tidak
diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland
C++ tidak menerima variabel tersebut.
 Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel,
seperti integer atau character dan nama
variabel itu sendiri.
 Setiap kali pendeklarasian variabel harus
diakhiri oleh tanda titik koma ( ; ).
Tabel Tipe Variabel
Bentuk Penulisan

TIPE DATA NAMA VARIABEL

 Contoh Deklarasi
 char nama_mhs;
 char grade;
 float rata_rata;
 int nilai;
4. KONSTANTA

 Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya


tetap. Secara garis besar konstanta dapat
dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
 Konstanta Bilangan
 Konstanta Teks
Kontanta Bilangan

 Konstanta Bilangan Bulat (Integer).


Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal.
Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan)
 Contoh : 1, 2, 3, 100
 Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( FloatingPoint)
 Konstanta Floating Point, mempunyai bentuk
penulisan, yaitu :
 Bentuk Desimal ( contoh : 5.57 )
 Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat (
contoh : 4.22e3 _ 4.22 x 103 )s
 Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double
Precision )
 Konstanta Double Precision, pada prinsipnya
sama seperti Konstanta Floating Point, tetapi
Konstanta Double Precision mempunyai daya
tampung data lebih besar.
Konstanta Text

 Data Karakter (Character).


 Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter
saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). Data
karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau
kecil ), angka, notasi atau simbol.
 Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain.
 Data Teks (String).
 Data String merupakan rangkaian dari beberapa
karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ).
 Contoh : “Tsuraya”, “Magelang”, “Y” dan lain-lain.
Deklarasi Konstanta

 Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved


word const. Bentuk penulisannya :

Const tipe-data nama-konstanta=nilai konstanta ;


 atau
 Contoh: const x = 89;
 const float phi = 3.14;
 const nama_konstanta = nilai konstanta;
 const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta;
 Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating
point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya.
Operator

Operator adalah simbol yang mengolah nilai


pada operan dan menghasilkan satu nilai baru.
Setiap operator mengolah data dengan satu
cara tertentu.
Operator Operasi Tipe Data Contoh
+ Unary Plus Numeric X=y+3
- Unary Minus Numeric X = -y
+ Tambah Numeric Z=y+x
- Kurang Numeric Z=y–x
* Kali Numeric Z=y*x
/ Bagi Numeric Z=y/x
% Modulus Integer Z=y%x
Assignment Operator

Assignment
Operasi Contoh
Operator
x+=y x=x+y x + = 12  x = x + 12
x-=y x=x–y x - = 34  x = x – 34
x*=y x=x*y x * = 10  x = x * 10
x/=y x=x/y x/=2x=x/2
x%=y x=x%y x%=3x=x%3
Operator Khusus

• Operator Increment ( ++)


A+=1  A++
• Operator Decrement (--)
A-=1  A--
• Notasi “++” atau “--” dapat diletakan didepan atau belakang
 Jika diletakan didepan variabel, maka proses penambahan
atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau
langsung pada saat menjumpai ekspresi ini, sehingga nilai
variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini
ditemukan, sedangkan
 Jika diletakan dibelakang variabel, maka proses penambahan
atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai
atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan.
Ungkapan Kondisi

 Ungkapan kondisi adalah ungkapan yang menjadi


dasar bagi pernyataan berkondisi (misalnya if)
ungkapan ini memberikan nilai benar dan salah. Hasil
ungkapan berupa:
0 kalau ungkapan bernilai salah.
1 kalau ungkapan bernilai benar.
 Adapun elemen yang membentuk ungkapan ini adalah
operator:
Relasi, dan
Logika
Operator Relasi

Operator relasi biasa digunakan untuk


membandingkan dua buah nilai.
Operator Arti Contoh
< Less than if (i < 0)
<= Less than or equal to if (i <= 0)
> Greater than if (i > 10)
>= Greater than or equal to if (j >= 14)
== Equal to if (i == 0)
!= Not equal to if (i != 0)
Contoh:

x == y
hasil ungkapan ini bernilai:
1 kalau nilai x sama dengan y
0 kalau nilai x tidak sama dengan y
Operator Logika

 Operator Logika biasa digunakan untuk


menghubungkan dua buah ungkapan kondisi menjadi
sebuah ungkapan kondisi.
 Operator-operator ini berupa :
&&  operator logika and (dan)
||  operator logika or (atau)
!  operator logika not (bukan)
 Operator || , &&, dan !
(ungkapan1 || ungkapan 2)
(ungkapan1 && ungkapan 2)
(!ungkapan)
 (ungkapan1 || ungkapan 2)
Bentuk ungkapan menggunakan operator OR, hasil ungkapan
bernilai benar hanya kalau ungkapan 1 dan ungakapan 2
bernilai benar
 (ungkapan1 && ungkapan 2)
Bentuk ungkapan menggunakan operator AND, hasil ungkapan
bernilai benar jika ungkapan 1 dan ungkapan 2 bernilai benar
 (! ungkapan)
Bentuk ungkapan menggunakan operator NOT, hasilnya akan
berupa:
- benar kalau ungkapan bernilai
- salah kalau ungkapan bernilai
Relational dan Logical Operators
Operator Arti Contoh
&& Logical AND if (I > 1 && I < 10)
|| Logical OR if (c == 0 || c != 9)
! Logical NOT if (!(c > 1 && c < 9))
< Less than if (i < 0)
<= Less than or equal to if (i <= 0)
> Greater than if (i > 10)
>= Greater than or equal to if (j >= 14)
== Equal to if (i == 0)
!= Not equal to if (i != 0)
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai