Anda di halaman 1dari 60

ANATOMI DAN FISIOLOGI PERKEMIHAN Juni Kurniawaty

TUJUAN
Anatomi Ginjal
Fungsi Ginjal
Fisiologi Ginjal
Pembentukan Urin
ANATOMI GINJAL
Vena hepatika
Esophagus
Vena cava inferior
Arteri renalis
Gland adrenal
Hilus renalis
Aorta Vena renalis
Ginjal
Iliac crest
Ureter

Rektum
Uterus
Kandung
kemih
Urethra
Anterior
Inferior vena cava

Peritoneal cavity Aorta


Peritoneum (organs removed)
Supportive
tissue layers
Vena
Renalis • Fascia renalis
anterior
Arteri
posterior
Renalis • Kapsul lemak
perirenal
Corpus • Kapsul
vertebra L2 Fibrosis
Dinding tubuh
(a) Posterior
FUNGSI GINJAL
FUNGSI GINJAL
Mengatur cairan ekstraseluler (cairan plasma dan interstitial) melalui
pembentukan urin (Fungsi utama)
Mengatur volume dari plasma darah (tekanan darah)
Mengatur (produk yang tidak berguna) di dalam darah
Mengatur konsentrasi elektrolit (Na+, K+ dan HCO3 serta ion yang lain
Mengatur pH
Sekresi erythropoietin
Renal
hilum

Kortek Renal

Medula Renal

Calyx Major
Papilla
pyramid
Renal pelvis

Minor calyx
Ureter

Renal pyramid
in renal medulla
Renal column

Fibrous capsule
(a) Photograph of right kidney, frontal section (b) Diagrammatic view
Kortek luar: mengandung banyak kapiler
Medulla: renal pyramids dipisahkan oleh
renal columns.
Pyramid mengandung kalix minor yang
mana akan bergabung untuk membentuk
kalix mayor
• Kalix mayor membentuk pelvis renalis
• Pelvis renalis membentuk urin
• Mentransport urin ke ureter
VASKULARISASI
Cortical radiate vein
Cortical radiate artery
Arcuate vein
Arcuate artery
Interlobar vein
Interlobar artery
Segmental arteries
Renal vein
Renal artery
Renal pelvis

Ureter

Renal medulla

Renal cortex

(a) Frontal section illustrating major blood vessels


Aorta Inferior vena cava

Renal artery Renal vein

Segmental artery Interlobar vein

Interlobar artery Arcuate vein

Cortical radiate
Arcuate artery
vein

Peritubular
Cortical radiate artery capillaries
and vasa recta
Afferent arteriole Efferent arteriole

Glomerulus (capillaries)

Nephron-associated blood vessels

b). Bagian aliran darah melalui pembuluh darah ginjal


PEMBULUH DARAH RENAL
•Afferent arteriole:
deliver darah ke glomerulus

•Glomerulus :
jaringan kapiler yang menghasilkan filtrasi dan memasuki tubulus renalis

•Efferent arteriole:
deliver darah dari glomerulus ke dalam kapiler peritubular

•Kapiler peritubular :
deliver darah ke dalam vasa recta
NEFRON
NEFRON
Unit struktural dan fungsional yang menghasilkan urine
Jumlah : ~ 1 juta per ginjal
Memiliki 3 bagian utama :
• Glomerulus
• Tubulus renalis : dimulai dari kapsula Bowman mengelilingi glomerulus
• Pembuluh darah : vasa recta dan kapiler peritubular
FISIOLOGI GINJAL : MEKANISME PEMBENTUKAN
URIN
Ginjal memfiltrasi keseluruhan volume plasma tubuh 60 kali per
hari
Filtrasi : Plasma tubuh minus protein
Urine
•< 1% dari filtrasi total
•Mengandung buangan metabolik dan substansi yang tidak dibutuhkan
MEKANISME PEMBENTUKAN URIN
1. Filtrasi glomerulus
2. Reabsorbsi tubulus
 Mengembalikan semua glukosa dan asam amino, 99% air,
garam dan komponen lain tubuh
3. Sekresi tubulus
 Berkebalikan dari reabsorbsi : penambahan selektif ke
dalam urin
Afferent arteriole
Glomerular capillaries
Efferent arteriole
Cortical
radiate
artery Glomerular capsule

Rest of renal tubule


containing filtrate

Peritubular
capillary
Three major
renal processes:
Glomerular filtration
To cortical radiate vein
Tubular reabsorption
Tubular secretion
Urine
Figure 25.10
FILTRASI GLOMERULUS
Kapsula Bowman : mengelilingi
glomerulus (lokasi dimana terjadi
FILTRASI glomerulus)
Filtrat bergerak ke dalam rongga
urinary ke dalam proximal convulated
tubular
Membran Filtrasi Glomerulus :
 Pori-pori kapiler endothelial : large fenestrae.
 100-400 kali lebih permeabel terhadap plasma, H2O dan larutan yang terlarut
dibandingkan kapiler dari otot skelet
 Pori cukup kecil untuk mencegah sel darah merah, trombosit dan sel darah putih
untuk bisa melewati pori-pori
Glomerular capsular space
Efferent
arteriole
Proximal
convoluted
tubule
Afferent
arteriole
Cytoplasmic extensions
Glomerular capillary Parietal layer of podocytes
covered by podocyte- of glomerular Filtration slits
containing visceral capsule
layer of glomerular
Podocyte
capsule
cell body
(a) Glomerular capillaries
and the visceral layer of
the glomerular capsule Fenestrations
(pores)

Glomerular capillary
endothelium (podocyte
covering and basement Foot processes
membrane removed) of podocyte

Figure 25.9a
FILTRASI GLOMERULUS
Proses mekanisme pasif yang dipengaruhi oleh tekanan hidrostatik
Glomerulus adalah filter yang sangat efisien karena
 Membrane filtrasi sangat permeabel dan memiliki area permukaan yang luas
 Tekanan darah glomerulus lebih tinggi (55 mmHg) dibandingkan kapiler yang lain
Molekul > 5 nm tidak terfiltrasi (contoh protein plasma) dan fungsi untuk
mempertahankan tekanan osmotik koloid dari darah
Afferent
arteriole
Glomerular
capsule

Glomerular (blood) hydrostatic pressure


10 (HPg = 55 mm Hg)
mm
Hg Blood colloid osmotic pressure
(Opg = 30 mm Hg)
Net
filtration Capsular hydrostatic pressure
pressure (HPc = 15 mm Hg)
GLOMERULAR FILTRATION RATE (GFR)
Volume dari filtrate yang terbentuk per menit oleh ginjal (120–
125 ml/min)
Diatur oleh (dan berbanding langsung dengan)
Area permukaan total yang tersedia untuk filtrasi
Permeabilitas membrane filtrasi
Perbedaan tekanan
PENGATURAN FILTRASI GLOMERULUS
Vasokonstriksi atau dilatasi dari afferent arteriole yang mempengaruhi
kecepatan aliran darah ke glomerulus
Mempengaruhi GFR
GFR dikontrol dengan ketat oleh 2 tipe mekanisme :
Kontrol intrinsik (autoregulasi ginjal)
• Beraksi lokal di dalam ginjal
Kontrol ekstrinsik
• Mekanisme syaraf dan endokrin untuk mempertahankan tekanan darah, tetapi
mempengaruhi fungsi ginjal
REGULASI SISTEM SARAF SIMPATIS
Menstimulasi vasokonstriksi dari afferent
arterioles.
 Mempertahankan volume darah ke otot dan
jantung

Shock Cardiovascular :
 Menurunnya tekanan hidrostatik kapiler
glomerulus
 Menurunnya urine output
AUTOREGULASI INTRINSIK
Kemampuan ginjal untuk mempertahankan GFR yang konstan pada perubahan
sistemik
 Didapatkan melalui efek kimia lokal yang diproduksi pada afferent arteriole
Ketika MAP turun di bawah 70 mm Hg, afferent arteriole akan berdilatasi
Ketika MAP naik, terjadi vasokonstriksi afferent arterioles
Umpan balik tubuloglomerular :
 Peningkatan aliran dari filtrat diterima oleh sel macula densa di dalam Loops of Henle
descend, memberik signal afferent arteriole untuk vasokonstriksi
REABSORBSI
Kembalinya hampir semua molekul dan H2O dari ultrafiltrat kembali ke kapiler
peritubular
 Kira-kira 180 L/hari dari ultrafiltrat yang diproduksi, namun begitu hanya 1-2 L diekskresi lewat
urin/24 jam
 Volume urine bervariasi tergantung kebutuhan tubuh

Minimal 400 ml/hari dibutuhkan untuk mengekskresi buangan metabolik


PROXIMAL CONVULATED TUBULE (PCT)
Larutan terlarut total = 300 mOsm/L.
Reabsorbsi H2O dengan osmosis, tidak dapat
terjadi tanpa transport aktif
▫ [Na+] di dalam ultrafiltrat glomerulus adalah 300
mOm/L.
 Sel epitelial PCT memiliki [Na+] yang lebih rendah

Karena permeabilitas yang rendah dari membrane


plasma terhadap Na+.
 Transport aktif Na+ keluar dari sel melalui pompa Na+/K+
 Variasi gradient Na+
 Na+ berdifusi ke dalam sel
Reabsorbsi dari PCT
 65% Na+, Cl-, dan H20 direabsorbsi melalui PCT ke dalam sistem vaskular
 90% K+ direabsorbsi
 Reabsorbsi terjadi secara konstan tanpa melihat status hidrasi
 Energi yang dibutuhkan adalah 6% dari konsumsi kalori pada saat istirahat
DESCENDING LIMB LH
Semakin dalam regio dari medulla, mencapai
1400 mOsm/L
Impermeable terhadap difusi pasif dari NaCl
Permeable terhadap H20
Cairan interstitial yang hipertonis menyebabkan
H2O keluar dari descending limb melalui osmosis
dan H2O memasuki kapiler
Volume cairan menurun di dalam tubulus,
menyebabkan [Na+] yang lebih tinggi di dalam
ascending limb
ASCENDING LIMB OF LOOPS OF HENLE
NaCl secara aktif dikeluarkan dari
ascending limb ke dalam cairan
interstitial sekelilingnya
Na+ berdifusi ke dalam sel tubular
dengan transport aktif K+ dan Cl
Terjadi pada rasio 1 Na+ dan 1 K+
dibandingkan 2 Cl-
Na+ secara aktif ditransport melewati
membran basolateral oleh pompa Na+/
K+ ATPase
Cl- secara pasif mengikuti Na+ karena
turunnya gradien elektrik
K+ secara pasif kembali ke dalam
filtrate
Dinsing ascendend IMPERMEABLE
terhadap H20
VASA RECTA
Vasa recta mempertahankan hipertonisitas
dengan mekanisme pertukaran
countercurrent
NaCl dan urea berdifusi ke dalam
descending limb dan berdifusi kembali ke
dalam cairan jaringan medulla
Dinding vasa recta permeable terhadap
H20, NaCl dan urea.
Tekanan osmotik koloid di dalam vasa
recta > interstitial fluid.
UREA
Berkontribusi terhadap osmolalitas total
dari cairan interstitial
Ascending limb LH dan duktus kolektivus
(CD) terminal permeable terhadap urea
Terminal CD memiliki urea transporter
Urea berdifusi keluar dari CD dan
bergerak ke ascending limb LH
 Recycles urea
COLLECTING DUCT
Daerah medulla impermeable terhadap NaCl yang mengelilinginya
 Dinding dari CV permeable terhadap H2O

H2O dikeluarkan dari CV dengan osmosis


 Kecepatan gerakan osmosis ditentukan oleh #aquaporins di dalam membran sel

Permeabilitas terhadap H2O tergantung pada adanya ADH


 Ketika ADH terikat terhadap reseptor membran pada CD, ADH beraksi melalui cAMP
 Menstimulasi fusi dari vesicle dengan membran plasma, menggabungkan channel air ke dalam
membran plasma
SEKRESI
Sekresi dari substansi dari kapiler peritubuler ke dalam cairan interstitial
 Kemudian ditransport ke dalam lumen tubulus dan masuk ke dalam urin

Menyebabkan ginjal dapat mengeliminasi dengan cepat beberapa toksin yang


potensial• Allows the kidneys to rapidly eliminate certain potential toxins.
RENAL TUBULE
Distal convoluted tubule (DCT)
 Lapisan tunggal dari sel kuboid
dengan berjuta-juta mikrovili 
meningkatkan daerah
permukaan untuk reabsorbsi
 Fungsi lebih ke dalam sekresi
daripada reabsorbsi
TUBULUS RENALIS
Loop of Henle descenden dan ascenden
Segmen tipis (biasanya descenden)
Epitelium squamous sederhana
Permeabel bebas dengan air
Segmen tebal dari ascenden
DUCTUS COLLECTIVUS
Menerima filtrat dari beberapa tubulus distal convulated dari beberapa nefron
Bergabung bersama untuk mengeluarkan urin melalui papillae ke dalam kaliks minor
Tipe sel
 Intercalated cells
 Principal cells
Fungsi :
 Rabsorbsi (reabsorbsi H2 yang dipengaruhi oleh ADH)
 Sekresi
DUKTUS COLLECTIVUS
 Intercelated cell
 Sel kuboid dengan microvilli
Principal cell
 Fungsi : mempertahankan Intercalated cell
keseimbangan asam basa tubuh
 Principal cells
 Sel kuboid tanpa mikrovilli
 Membantu mempertahankan
keseimbangan cairan dan garam
tubuh
Glomerular capsule: parietal layer

Renal cortex
Basement
Renal medulla membrane
Renal corpuscle
Podocyte
Renal pelvis • Glomerular capsule Fenestrated
• Glomerulus endothelium
Distal of the glomerulus
Ureter convoluted Glomerular capsule: visceral layer
tubule
Kidney Microvilli Mitochondria

Proximal
convoluted
tubule
Highly infolded plasma
membrane
Cortex Proximal convoluted tubule cells

Medulla

Thick segment Distal convoluted tubule cells


Thin segment
Loop of Henle
• Descending limb
• Ascending limb Collecting Loop of Henle (thin-segment) cells
duct
Principal cell
Intercalated cell

Collecting duct cells


Efferent Glomerular capsule
arteriole Glomerulus

Afferent
arteriole Foot processes
Parietal layer of podocytes
of glomerular Podocyte cell
capsule body (visceral
Capsular layer)
space Red blood cell
Efferent Proximal
arteriole tubule cell

Juxtaglomerular
apparatus
• Macula densa cells
of the ascending limb Lumens of
of loop of Henle glomerular
• Extraglomerular capillaries
mesangial cells Endothelial cell
• Granular cells of glomerular
capillary
Afferent arteriole
Mesangial cells
between capillaries
Juxtaglomerular Renal corpuscle
apparatus
KONTROL INTRINSIK
Mempertahankan GFR mendekati konstan ketika MAP ada di
dalam kisaran 80-180 mmHg (autoregulasi)
Terdapat 2 tipe autoregulasi :
 Mekanisme miogenik
 Mekanisme umpan balik tuboglomerular
KONTROL INTRINSIK : MEKANISME MYOGENIK
Apabila tekanan darah naik  konstriksi arteriola afferent
 mempertahankan GFR yang normal
 melindungi glomerulus dari kerusakan akibat TD yang tinggi

Apabila tekanan darah turun  dilatasi arteriola afferent


 mempertahankan GFR yang normal
KONTROL INTRINSIK : MEKANISME UMPAN BALIK
TUBULOGLOMERULAR
Mekanisme tergantung aliran yang diatur oleh sel macula densa
 Jika GFR naik, kecepatan aliran filtrasi akan meningkat di
dalam tubulus
 Konsentrasi filtrate NaCl akan tinggi karena waktu reabsorbsi
yang tidak cukup
KONTROL EKSTRINSIK : SISTEM SARAF SIMPATIS
Di dalam kondisi normal pada saat istirahat
 pembuluh darah renal akan berdilatasi
 mekanisme autoregulasi intak
KONTROL EKSTRINSIK : SISTEM SARAF SIMPATIS
Dalam kondisi stress ekstrim
 Norepinephrine dilepaskan oleh sistem saraf simpatis
 Epinephrine dilepaskan oleh medulla adrenal
 Keduanya menyebabkan konstriksi arteriola afferent, menghambat filtrasi
dan merangsang dilepaskannya renin
KONTROL EKTRINSIK : MEKANISME RENIN-
ANGIOTENSIN
Dipicu ketika sel granular dari juxtaglomerulus melepaskan renin
angiotensinogen (a plasma globulin)

resin 

angiotensin I

angiotensin converting
enzyme (ACE) 

angiotensin II
EFEK DARI ANGIOTENSIN II
1. Konstriksi otot polos arteriolar  MAP akan meningkat
2. Menstimulasi reabsorbsi Na
a. Beraksi langsung pada tubulus renalis
b. Memicu korteks adrenal untuk melepaskan aldosterone
3. Menstimulasi hipotalamus untuk melepaskan anti diuretik hormal
dan mengaktivasi pusat haus
EFEK DARI ANGIOTENSIN II
4. Konstriksi dari arteriola efferen, menurunkan tekanan
hidrostatik kapiler peritubular dan meningkatkan reabsorbsi
cairan
5. Menyebabkan sel mesangial glomerular berkontraksi,
menurunkan daerah permukaan yang tersedia untuk filtrasi
KONTROL EKSTRINSIK : MEKANISME RENIN-
ANGIOTENSIN
Memicu lepasnya renin oleh sel granular
Menurunnya regangan dari sel granular (MAP dibawah 80
mmHg)
Menstimulasi sel granular dengan aktivasi sel macula densa
Stimulasi langsung sel granular melalui reseptor adrenergik oleh
serabut saraf renal
SYSTEMIC BLOOD PRESSURE

(–)
Blood pressure in GFR Granular cells of Baroreceptors in
afferent arterioles; GFR juxtaglomerular blood vessels of
apparatus of kidney systemic circulation
Release
Stretch of smooth Filtrate flow and (+)
muscle in walls of NaCl in ascending (+) Renin (+)
afferent arterioles limb of Henle’s loop Sympathetic
nervous system
Catalyzes cascade
Targets resulting in conversion
Vasodilation of
afferent arterioles Angiotensinogen Angiotensin II

(+) (+)
(+)
Macula densa cells Adrenal cortex Systemic arterioles
of JG apparatus
of kidney Releases

Aldosterone Vasoconstriction;
Release of vasoactive peripheral resistance
chemical inhibited Targets

Kidney tubules
Vasodilation of
afferent arterioles
Na+ reabsorption; (+) Stimulates
water follows (–) Inhibits
Increase
Decrease
GFR Blood volume

Systemic
blood pressure

Tubuloglomerular
Myogenic mechanism mechanism of Hormonal (renin-angiotensin)
of autoregulation mechanism Neural controls
autoregulation

Intrinsic mechanisms directly regulate GFR despite Extrinsic mechanisms indirectly regulate GFR
moderate changes in blood pressure (between 80 by maintaining systemic blood pressure, which
and 180 mm Hg mean arterial pressure). drives filtration in the kidneys.

Figure 25.12
FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI GFR
Prostaglandin E2
Vasodilator yang melawan vasokonstriksi oleh norepinephrine dan
angiotensin II
Mencegah kerusakan ginjal ketika terjadi peningkatan resistensi
perifer
FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI GFR
Angiotensin II intrarenal
Memperkuat efek hormon angiotensin II
Adenosine
Vasokonstriktor dari pembuluh darah ginjal
NEPHRON-TUBULAR SYSTEM 1. Proximal convoluted
tubule
2. Descending loop of
Henle
3. Ascending loop of
Henle
4. Distal convoluted
tubule
5. Collecting duct

60