Anda di halaman 1dari 34

“COBIT dan ERP”

Kelompok
Ilmia Maulidah
01 170810301020

Andre Kusuma
02 170810301132

Febriyanti Indah Lestari


03 170810301168

Julita Nur Amanda


04 170810301179
COBIT 5
The Cobit 5 Framework
• COBIT 5 membantu perusahaan menciptakan nilai
optimal dari TI dengan menjaga keseimbangan antara
menyadari manfaat dan mengoptimalkan tingkat risiko
dan penggunaan sumber daya.
• COBIT 5 membuat informasi dan teknologi yang saling
berhubungan dapat dikelola secara holistik bagi keseluruhan
perusahaan, mengambil seluruh tanggungjawab bisnis dan
fungsional, memperhatikan kepentingan TI terkait
stakeholder internal dan eksternal.
• Prinsip dan kemampuan COBIT 5 dapat diterapkan pada
perusahaan berskala kecil – besar, baik yang swasta atau
non-profit, juga pada sektor pelayanan publik.
COBIT 5 Enablers

Source: COBIT® 5, figure 12. © 2012 ISACA® All rights reserved.


COBIT 5: Now One Complete
Business Framework
Governance of Enterprise IT

Evolution of scope
IT Governance

Val IT 2.0
Management (2008)

Control
Risk IT
(2009)
Audit

COBIT1 COBIT2 COBIT3 COBIT4.0/4.1 COBIT 5

1996 1998 2000 2005/7 2012

An business framework from ISACA, at www.isaca.org/cobit


© 2012 ISACA® All rights reserved.
COBIT 5 Framework

 Produk utama COBIT 5 secara keseluruhan


 Berisi ringkasan eksekutif dan uraian lengkap dari
semua komponen framework COBIT 5

1 The five COBIT 5 principles

2 The seven COBIT 5 enablers plus


Pengantar panduan pelaksanaan yang disediakan oleh ISACA (implementasi COBIT
3
5)
4 Pengantar program penilaian COBIT (tidak spesifik ke COBIT 5) dan pendekatan
kemampuan proses yang diadopsi oleh ISACA untuk COBIT
COBIT 5 Product Family

Source: COBIT® 5, figure 11. © 2012 ISACA® All rights reserved.


5 Prinsip COBIT 5
(Meeting Stakeholder Needs) Memenuhi kebutuhan
1 Stakeholder

(Covering the Enterprise End-to-End)Meliputi


2 seluruh kegiatan perusahaan

(Applying A Single Intgrated Fmarework)


3 Menerapkan satu framework terpadu

(Enabling a Holistic Approach) Memungkinkan


4 pendekatan holistik

(Separating Governance from Management) Memisahkan


5 tata kelola dan manajemen
1. Memenuhi Kebutuhan Stakeholder
 Perusahaan ada untuk memberi nilai/keuntungan bagi stakeholder
 Perusahaan memiliki banyak stakeholder dan memberikan nilai/keuntungan mempunyai
arti yang berbeda dan kadang menimbulkan konflik antara satu sama lain.
 Tata kelola adalah mengenai negosiasi dan memutuskan antar kepentingan stakeholder
yang berbeda.
 Sistem tata kelola seharusnya mempertimbangkan semua stakeholder, ketika membuat
keputusan mengenai laba, sumber daya, dan penilaian resiko.
 Untuk setiap keputusan, hal-hal berikut dapat dan seharusnya ditanyakan :
- Siapa yang menerima keuntungan ?
- Siapa yang menanggung resiko ?
- Apa sumber daya yang dibutuhkan ?
1. Memenuhi Kebutuhan Stakeholder (Lanjutan)
 Kebutuhan stakeholder harus bertransformasi menjadi strategi
praktis perusahaan.
 Tujuan COBIT 5 menerjemahkan kebutuhan stakeholder dalam tujuan
yang spesifik dan praktis dalam konteks perusahaan, tujuan TI dan
tujuan enabler.
Keuntungan dari tujuan COBIT 5
 Memungkinkan mendefinisikan prioritas pelaksanaan, perbaikan dan jaminan
tata kelola perusahaan TI didasarkan pada tujuan strategis dan risiko yang
terkait dari perusahaan.
 Dalam praktek, tujuannya :
• Mendefinisikan tujuan dan sasaran yang relevan dan nyata di berbagai
tingkat tanggung jawab.
• Filter basis pengetahuan dari COBIT 5, berdasarkan pada tujuan
perusahaan untuk menjabarkan panduan yang relevan untuk dimasukkan
dalam pelaksanaan, perbaikan, atau jaminan proyek-proyek tertentu.
• Dengan jelas mengidentifikasi dan berkomunikasi bagaimana pentingnya
enabler untuk mencapai tujuan perusahaan.
2. Meliputi Seluruh Kegiatan Perusahaan

Key components
of a governance
system

Source: COBIT® 5, figure 8. © 2012 ISACA® All rights reserved.

Source: COBIT® 5, figure 9. © 2012 ISACA® All rights reserved.


2. Meliputi Seluruh Kegiatan Perusahaan (Lanjutan)
 COBIT 5 ditujukan untuk tata kelola dan manajemen informasi dan teknologi
terkait dari sebuah perusahaan dengan perspektif end-to-end.
 Ini berarti COBIT 5:
 Mengintegrasikan tata kelola TI perusahaan dalam tata kelola
perusahaan, yaitu sistem tata kelola untuk TI perusahaan yang
diusulkan oleh COBIT 5 diintegrasikan dalam setiap sistem tata kelola,
karena COBIT 5 menyelaraskan dengan pandangan terbaru dalam tata
kelola.
 Meliputi semua fungsi dan proses dalam perusahaan; COBIT 5 tidak
fokus hanya pada 'fungsi IT', tapi memperlakukan informasi dan
teknologi yang terkait sebagai aset yang harus ditangani sama seperti
aset lainnya oleh semua orang dalam perusahaan.
3. Menerapkan Satu Framework Terpadu
 COBIT 5 selaras dengan standar dan framework terbaru yang
relevan dan digunakan oleh perusahaan :
 Enterprise: COSO, COSO ERM, ISO/IEC 9000, ISO/IEC 31000
 IT-related: ISO/IEC 38500, ITIL, ISO/IEC 27000 series, TOGAF,
PMBOK/PRINCE2, CMMI
 Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menggunakan COBIT 5
sebagai tata kelola menyeluruh dan framework manajemen
integrasi.
 ISACA (Information Systems Audit and Control Association)
merencanakan memfasilitasi pengguna COBIT dalam
memetakan praktik dan aktivitas untuk referensi pihak ke tiga.
4. Memungkinkan Pendekatan Holistik
Yang dapat membuat COBIT 5 berjalan dengan baik :
• Faktor-faktor yang secara individu dan kolektif mempengaruhi apakah sesuatu
akan bekerja dalam kasus COBIT, tata kelola dan manajemen atas TI perusahaan.
• Didorong oleh rincian tujuan, yaitu tingkat tujuan TI lebih tinggi
dengan mendefinisikan apa saja enabler yang harus mencapai.
• Digambarkan oleh framework COBIT 5 dalam 7 ketegori
4. Memungkinkan Pendekatan Holistik (Lanjutan)
 Tata kelola dan manajemen yang sistemik melalui enabler yang saling berhubungan. Untuk
mencapai tujuan utama perusahaan, harus selalu dipertimbangkan enabler yang saling
berhubungan, dimana setiap enabler :
 Membutuhkan masukan dari enabler yang lain untuk membuatnya benar-benar efektif,
misalnya: proses membutuhkan informasi, struktur organisasi membutuhkan keahlian dan
perilaku.
 Memberikan keluaran untuk keuntungan enabler yang lain, contoh: proses memberi
informasi, keahlian dan perilaku membuat proses menjadi efisien.
Dimensi enabler pada COBIT 5 :
 Semua enabler mempunyai sebuah set dimensi yang umum :
• Menyediakan sebuah cara yang umum, sederhana,
dan terstruktur untuk berurusan dengan enabler.
• Mengijinkan entitas untuk mengelola interaksi enabler
yang kompleks/rumit.
• Memfasilitasi keluaran yang sukses dari enabler
5. Memisahkan Tata Kelola dari Manajemen
 Framework COBIT 5 membuat perbedaan yang jelas antara tata kelola
dan manajemen.
 Dua hal ini (tata kelola dan manajemen ):
 Mencakup berbagai kegiatan yang berbeda
 Membutuhkan struktur organisasi yang berbeda
 Melayani tujuan yang berbeda

 Tata Kelola— dalam sebagian besar perusahaan, tata kelola adalah


tanggung jawab dari dewan direksi dibawah kepemimpinan seorang
konisaris.
 Manajemen—dalam sebagian besar perusahaan, manajemen adalag tanggung
jawab manajemen eksekutif dibawah kepemimpinan seorang CEO.

17
5. Memisahkan Tata Kelola dari Manajemen (Lanjutan)
COBIT 5 tidak preskriptif (memberikan arahan atau aturan), tetapi
menganjurkan bahwa organisasi menerapkan proses tata kelola dan
manajemen sedemikian rupa sehingga area utama tata kelola dan manajemen
perusahaan tertangani, seperti yang ditunjukkan gambar di bawah.

Source: COBIT® 5, figure 15. © 2012 ISACA® All rights reserved.


18
5. Memisahkan Tata Kelola dari Manajemen (Lanjutan)

 Framework COBIT 5 menggambarkan 7 kategori dari enabler. Dimana proses


adalah salah satu di antara kategori tersebut.
 Sebuah perusahaan dapat mengatur proses selama hal itu sesuai, asalkan
semua tujuan tata kelola dan manajemen yang diperlukan terpenuhi.
Perusahaan kecil mungkin memiliki proses yang lebih sedikit; sedangkan
perusahaan besar yang lebih kompleks mungkin memiliki banyak proses,
semuanya untuk menangani tujuan yang sama.
 COBIT 5 termasuk sebuah model referensi proses, yang mendefinisikan dan
menjelaskan secara rinci sejumlah proses tata kelola dan manajemen.

19
ERP
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)

ERP adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk


mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan
untuk proses bisnis lengkap.

Perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) adalah suatu sistem perusahaan


yang bersifat lintas fungsional dan bertindak mengintegrasikan dan
mengotomatiskan berbagai proses bisnis yang harus terpenuhi di dalam suatu
perusahaan seperti kegiatan pabrikasi, logistik, distribusi, akuntansi, keuangan
dan fungsi sumberdaya manusia

Contents Title Contents Title Contents Title


Evolusi Sistem ERP
Tahapan Evolusi ERP
Merupakan perluasan dari MRP
Sederetan fungsi dan tidak II yaitu perluasan pada
hanya terbatas pada MRP, beberapa proses bisnis
terdiri atas alat bantu diantaranya integrasi
penyelesaian masalah keuangan, rantai pasok dan
TAHAP I prioritas dan adanya rencana Tahap III: meliputi lintas batas fungsi
Material yang dapat diubah atau Manufakturing organisasi dan juga perusahaan Tahap V:
Requirement diganti jika diperlukan dengan dilakukan secara
Resource Extende
Planning mudah
Planning d ERP
(MRP) (MRP II) (ERP II)

Tahap II Tahap IV:


Close- Merupakan pengembangan dari Enterprise Merupakan
Loop close-loop MRP yang Resource perkembangan dari
Merupakan cikal bakal dari MRP ditambahkan 3 elemen yaitu: Planning ERP yang diluncurkan
ERP, dengan konsep perencanaan penjualan dan tahun 2000, serta lebih
perencanaan kebutuhan operasi, antarmuka keuangan kompleks dari ERP
material dan simulasi analisis dari sebelumnya.
kebutuhan yang diperlukan
Bagaimana ERP Sistem Bekerja?
Komponen ERP

HR: untuk penanganan personil


terkait tugas untuk manajer
perusahaan dan karyawan individu. 1
Examples:
– HR administration Finance: modul untuk
2 – Payroll pembukuan dan memastikan
– Self-service HR tagihan dibayar
Sekelompok aplikasi untuk tepat waktu. Examples:
perencanaan produksi, menerima – General ledger
pesanan dan memberikan produk – Accounts receivable
kepada pelanggan. Examples: – Accounts payable
– Production planning
3
– Materials management
– Order entry and processing
– Warehouse management
An ERP Example: Before ERP
An ERP Example: After ERP
Vendor ERP
Perangkat lunak ERP yang terkenal :

Content Here Content Here


Baan JD Oracle People SAP
Edwards Soft
Kenapa Harus ERP ?

Data online/relatime Menghasilkan analisa dan


untuk seluruh fungsi laporan untuk perencanaan
dalam perusahaan jangka panjang

Mempermudah tugas2 Meningkatkan efesiensi dan


manajemen sehari2 efektivitas organisasi lokasi
sumber daya perusahaan
Standarisasi dan akurasi secara optimal
data
Kelebihan ERP Kelemahan ERP

1 Integrasi antara area fungsional yang berbeda 1 Sistem ERP sangat mahal
untuk meyakinkan komunikasi, produktifitas dan
efisiensi yang tepat. Perekayasaan kembali proses bisnis untuk
2 menyesuaikan dengan standar industri yang telah
dideskripsikan oleh sistem ERP dapat
menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif
2 Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai 3 ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi
fulfillment (Pemenuhan) dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu
alam beberapa organisasi
3 Mengatur saling ketergantungan dari proses
penagihan material yang kompleks 4 Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan
dengan kebutuhan dari pelanggan
4 Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara
pemesanan pembelian, penerimaan inventori, Data dalam sistem ERP berada dalam satu
dan pembiayaan 5 tempat, contohnya : pelanggan, data keuangan.
Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan
5 Akuntasi untuk keseluruhan tugas : melacak
informasi sensitif, jika terdapat pembobolan
pemasukan , biaya dan keuntungan
sistem keamanan
Implementasi ERP
1 ●
Fase Inisiasi

2 ●
Fase Evaluasi

3 ●
Fase Seleksi dan Modifikasi

4 ●
Fase penyelesaian
Manfaat ERP

Kualitas dan Pendukung


Efisiensi Keputusan

Penurunan Biaya Kelincahan


Perusahaan
Implikasi terhadap internal kontrol dan audit

Otorisasi dan Pemisahan Tugas Pengawasan Accounting Record


pengendalian
akses data
Thank You