Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH PEMBERIAN DAUN KELOR TERHADAP

PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI WILAYAH


KERJA PUSKESMAS
BANPRES KECAMATAN PALO KABUPATEN SIGI
TAHUN 2021

NURNANINGSIH T ADJILU
NIM. 202006000093
• Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan
masalah penelitian : “Pengaruh Pemberian Daun Kelor Terhadap
Produksi ASI Pada Ibu postprtum di Wilayah Kerja Puskesmas Banpres
Kecamatan Palo Kabupaten Sigi tahun 2021”
• Tujuan Umum
• Mengetahui Pengaruh Pemberian Daun Kelor Terhadap Produksi ASI
Pada Ibu postprtum di Wilayah Kerja Puskesmas Banpres Kecamatan
Palo Kabupaten Sigi tahun 2021.
• Mengidentifikasi Produksi ASI Pada Ibu postprtum sebelum diberikan
daun kelor di Wilayah Kerja Puskesmas Banpres Kecamatan Palo
Kabupaten Sigi tahun 2021.
• Mengidentifikasi Produksi ASI Pada Ibu postpartum sesudah diberikan
daun kelor di Wilayah Kerja Puskesmas Banpres Kecamatan Palo
Kabupaten Sigi tahun 2021.
• Menganalisis Pengaruh Pemberian Daun Kelor Terhadap Produksi ASI
Pada Ibu postprtum di Wilayah Kerja Puskesmas Banpres Kecamatan
Palo Kabupaten Sigi tahun 2021.
• Hipotesis kerja (H1) dalam penelitian ini adalah ada Pengaruh
Pemberian Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu postpartum di
Wilayah Kerja Puskesmas Banpres Kecamatan Palo Kabupaten Sigi
tahun 2021. Selanjutnya hipotesis tersebut diubah menjadi hipotesis
statistik (H0) yang berbunyi tidak ada Pengaruh Pemberian Daun Kelor
Terhadap Produksi ASI Pada Ibu postpartum di Wilayah Kerja
Puskesmas Banpres Kecamatan Palo Kabupaten Sigi tahun 2021.
• Sedangkan berdasarkan ada tidaknya perlakuan termasuk jenis
penelitian eksperimental dengan rancangan pre eksperimental
dengan menggunakan pre test - post test design yaitu dengan
memberikan intervensi / perlakuan untuk kemudian dilihat
dampaknya atau pengaruhnya
• Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di
Wilayah Kerja Puskesmas Banpres Kecamatan Palo Kabupaten Sigi
Sulawesi Tengah pada bulan Juli- Agustus 2021
• Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu postpartum yang
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan 16 responden
No Variabel Definisi variabel Parameter Skala Alat ukur Kategori

1. V. Dependen Produksi ASI Produksi ASI dikatakan Ordinal Kuesioner 1. Kriteria produksi
(Y1): merujuk pada banyak bila memenuhi ASI:
Produksi ASI Sebelum volume ASI indikator : 2. ASI keluar lancar
Diberi Daun Kelor yang dikeluarkan oleh 1. Berat badan bayi 3. (Jika memenuhi ke-
payudara kemudian meningkat empat indikator)
diminum oleh bayi. 2. Frekuensi bayi BAK, bayi 4. ASI tidak keluar
Banyaknya ASI tersebut BAK 6 - 8 kali sehari lancar
diasumsikan sama dengan 3. Frekuensi bayi menyusu, 5. (Jika salah satu
produksi ASI . bayi paling sedikit menyusu indikator tidak
8-10 kali dalam 24 jam terpenuhi)
4. Lama bayi tidur, setelah
bayi menyusu bayi akan
tertidur tenang selama 3-4
jam

2. V. Dependen (Y2): Produksi ASI merujuk Produksi ASI dikatakan Ordinal Kuisioner Kriteria produksi
Produksi ASI Sesudah pada volume ASI yang banyak bila memenuhi ASI :
Diberi Daun Kelor dikeluarkan oleh payudara indikator : 1. ASI keluar lancar
kemudian diminum oleh 1. Berat badan bayi (Jika memeuhi ke-empat
bayi. Banyaknya ASI meningkat indikator)
tersebut diasumsikan 2. Frekuensi bayi BAK, bayi 2. ASI tidak keluar
sama dengan produksi ASI BAK 6 - 8 kali sehari lancar
. 3. Frekuensi bayi menyusu, (Jika salah satu indikator
bayi paling sedikit tidak terpenuhi)
Menyusu 8-10 kali dalam
24 jam
4. Lama bayi tidur, setelah
bayi menyusu bayi akan
tertidur tenang selama 3-4
jam
• Analisa bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan uji statistik Wilcoxon