0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan35 halaman

Definisi dan Contoh Fungsi Matematika

Diunggah oleh

agrilcn
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan35 halaman

Definisi dan Contoh Fungsi Matematika

Diunggah oleh

agrilcn
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FEH2J3

Matematika Diskrit

Fungsi

Modul 3
Fakultas Teknik Elektro
2022
Definisi
Definisi Fungsi (1)

 Misalkan A dan B merupakan himpunan. Suatu fungsi f dari A ke B merupakan sebuah


aturan yang mengkaitkan satu (tepat satu) unsur di B untuk setiap unsur di A.
 Kita dapat menuliskan , jika b merupakan unsur di B yang dikaitkan oleh f untuk suatu
a di A. Ini berarti bahwa jika dan maka .
 Jika f adalah fungsi dari himpunan A ke himpunan B, kita dapat menuliskan dalam
bentuk :

artinya f memetakan himpunan A ke himpunan B.

 A dinamakan daerah asal (domain) dari f , dan B dinamakan daerah hasil (codomain)
dari f.
 Nama lain untuk fungsi adalah pemetaan atau transformasi.

Modul 3 - Fungsi
Definisi Fungsi (2)

 Misalkan , maka b dinamakan bayangan (image) dari a dan a dinamakan pra-bayangan


(pre-image) dari b.
 Himpunan yang berisi semua nilai pemetaan f dinamakan jelajah (range) dari f.
 Perhatikan bahwa jelajah dari f adalah himpunan bagian (mungkin proper subset) dari
B.

Modul 3 - Fungsi
Definisi Fungsi (3)

Fungsi adalah relasi yang khusus dimana :


 Tiap elemen di dalam himpunan A harus digunakan oleh prosedur atau kaidah yang
mendefinisikan f.
 Frasa “dihubungkan dengan tepat satu elemen di dalam B” berarti bahwa jika (a,b) ∈ f dan
(a,b) ∈ c, maka b = c.

Contoh 01 :
Misalkan f : R (Riil) → R didefinisikan oleh :

Daerah asal dan daerah hasil dari f adalah himpunan bilangan Riil, sedangkan jelajah
dari f merupakan himpunan bilangan Riil tidak-negatif.

Modul 3 - Fungsi
Representasi
Fungsi
Representasi Fungsi
Himpunan Pasangan Terurut

Misalkan fungsi kuadrat pada himpunan {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10} maka fungsi itu dapat
dituliskan dalam bentuk :

f = {(1,1), (2,4), (3,9)}

Modul 3 - Fungsi
Representasi Fungsi
Formula Pengisian Nilai (Assignment)

Misalkan suatu fungsi dapat dituliskan dengan:

 ,

Modul 3 - Fungsi
Representasi Fungsi
Kata-kata

Misalkan suatu fungsi dapat dituliskan dengan:

Modul 3 - Fungsi
Representasi Fungsi
Kode Program

Misalkan suatu fungsi dapat dituliskan dengan:

Fungsi menghitung |x| (harga mutlak dari).

Modul 3 - Fungsi
Contoh-contoh
Fungsi
Contoh-contoh Fungsi (1)

Contoh 02 :
Relasi f = {(1,u), (2,v), (3,w)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} adalah fungsi dari A ke
B.
Disini :
f(1) = u;
f(2) = v;
f(3) = w.
Daerah asal dari f adalah A dan daerah hasil adalah B.
Jelajah dari f adalah {u, v, w}, yang dalam hal ini sama dengan himpunan B.
Contoh 03 :
Relasi f = {(1,u), (2,u), (3,v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} adalah fungsi dari A ke B.
meskipun u merupakan bayangan dari dua elemen A.
Daerah asal fungsi adalah A dan daerah hasil adalah B.
Dan jelajah fungsi adalah {u, v}.

Modul 3 - Fungsi
Contoh-contoh Fungsi (2)

Contoh 04 :
Relasi f = {(1,u), (2,v), (3,w)} dari A = {1, 2, 3,4} ke B = {u, v, w} bukan fungsi karena
tidak semua elemen A dipetakan ke B.

Contoh 05 :
Relasi f = {(1,u), (1,v), (2,v), (3,w)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} bukan fungsi
karena 1 dipetakan ke dua buah elemen B yaitu u dan v.

Modul 3 - Fungsi
Fungsi Satu-ke-satu
Fungsi Satu ke Satu (One to One)/Injective

 Fungsi f dikatakan satu-ke-satu (one-to-one) atau injektif (injective) jika tidak ada dua
elemen himpunan A yang memiliki bayangan sama.

Modul 3 - Fungsi
Fungsi Satu ke Satu (One to One)/Injective

Contoh 06 :
Relasi f = {(1,w), (2,u), (3,v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w, x} adalah fungsi satu ke satu.
tetapi relasi f = {(1,u), (2,u), (3,v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} bukan fungsi satu ke
satu, karena f(1) = f(2) = u.

Contoh 07 :
Misalkan f : Z → Z. Tentukan apakah dan merupakan fungsi satu ke satu?
Penyelesaian :
i. bukan fungsi satu ke satu, karena untuk dua x yang bernilai mutlak sama tetapi tandanya
berbeda nilai fungsinya sama, misalnya f(2) = f(-2) = 5 padahal -2 ≠ 2.
ii. adalah fungsi satu ke satu karena untuk a ≠ b, a – 1 ≠ b – 1. Misalnya untuk x = 2, f(2) = 1
dan untuk x = -2, f(-2) = -3.

Modul 3 - Fungsi
Fungsi Pada
Fungsi PADA (ONTO)/Surjective

 Fungsi f dikatakan dipetakan pada (onto) atau surjektif (surjective) jika setiap elemen
himpunan B merupakan bayangan dari satu arah atau lebih elemen himpunan A.
 Dengan kata lain seluruh elemen B merupakan jelajah dari f.
 Fungsi f disebut fungsi pada/onto himpunan B.

Modul 3 - Fungsi
Fungsi PADA (ONTO)/Surjective

Contoh 08 :
Relasi f = {(1,u), (2,u), (3,v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} bukan fungsi pada karena w
tidak termasuk jelajah dari f.
tetapi relasi f = {(1,w), (2,u), (3,v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} merupakan fungsi pada
karena semua anggota B merupakan jelajah dari f.

Contoh 09 :
Misalkan f : Z → Z. Tentukan apakah dan merupakan fungsi pada?
Penyelesaian :
i. bukan fungsi pada, karena tidak semua nilai bilangan bulat merupakan jelajah dari f.
ii. adalah fungsi pada karena untuk setiap bilangan bulat y, selalu ada nilai x yang
memenuhi, yaitu y = x – 1 akan dipenuhi untuk x = y + 1.

Modul 3 - Fungsi
Contoh
Contoh Fungsi

Modul 3 - Fungsi
Fungsi
Berkoresponden
Satu-ke-satu
Fungsi Berkoresponden Satu ke Satu/Bijection

 Fungsi f dikatakan berkoresponden satu-ke-satu atau bijeksi (bijection) jika ia fungsi satu-
ke-satu (one-to-one) dan juga fungsi pada (onto).

Contoh 10 :
Relasi f = {(1,u), (2,w), (3,v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} adalah fungsi yang
berkoresponden satu-ke-satu, karena f adalah fungsi satu-ke-satu maupun fungsi pada.

Contoh 11 :
Fungsi merupakan fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu, karena f adalah fungsi
satu-ke-satu maupun fungsi pada.

Modul 3 - Fungsi
Invers Fungsi
Invers dari Fungsi (1)

 Jika f merupakan fungsi dari himpunan A ke himpunan B yang berkoresponden satu-ke-


satu maka kita senantiasa dapat menemukan balikan (invers) dari fungsi f.
 Balikan fungsi dinotasikan dengan
 Misalkan a adalah anggota himpunan A dan b adalah anggota himpunan B, maka jika .
 Fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu disebut juga fungsi invertible (dapat dibalik),
sehingga kita dapat mendefinisikan suatu fungsi balikannya.
 Jika ia bukan fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu maka fungsi tersebut dikatakan
not invertible (tidak dapat dibalik), karena fungsi balikannya tidak ada.

Modul 3 - Fungsi
Invers dari Fungsi (2)

Contoh 12 :
Tentukan balikan fungsi .
Jawab :
Fungsi merupakan fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu, jadi invers fungsi
tersebut ada.
Misalkan , sehingga , maka . Jadi, fungsi balikannya adalah .

Contoh 13 :
Tentukan balikan fungsi .
Jawab :
Dari contoh sebelumnya, kita sudah menyimpulkan bahwa bukan merupakan fungsi
yang berkoresponden satu-ke-satu, sehingga fungsi balikannya tidak ada.
Jadi adalah fungsi not invertible.

Modul 3 - Fungsi
Komposisi Fungsi
Komposisi dari Dua Buah Fungsi

 Misalkan g merupakan fungsi dari himpunan A ke himpunan B dan f merupakan fungsi


dari himpunan B ke himpunan C.
 Fungsi komposisi f dan g, dinotasikan dengan merupakan fungsi dari A ke C yang
didefinisikan dengan :
, untuk suatu a di A.

Perhatikan ilustrasi fungsi komposisi di bawah ini :

Modul 3 - Fungsi
Komposisi dari Dua Buah Fungsi

Contoh 14 :
Misalkan dan , diberikan fungsi dan .
Tentukan f o g dan g o f.
Jawab :
(i)
(ii)

Contoh 15 :
Diberikan fungsi g = {(1,u), (2,u), (3,v)} yang memetakan A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} dan
fungsi f = {(u,y), (v,x), (w,z)} yang memetakan B = {u, v, w} ke C = {x, y, z}.
Fungsi komposisi dari A ke C adalah :
f o g = {(1,y), (2,y), (3,x)}
Contoh 16 :
Diberikan fungsi dan . Tentukan f o g dan g o f.
Jawab :
(i)
(ii)

Modul 3 - Fungsi
Fungsi-fungsi
Khusus
Fungsi-fungsi Khusus
Fungsi Floor dan Ceiling

Misalkan x adalah bilangan riil, berarti x berada di antara dua bilangan bulat.
 Fungsi floor dari x :
menyatakan nilai bilangan bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan x
 Fungsi ceiling dari x :
menyatakan nilai bilangan bulat terkecil yang lebih besar atau sama dengan x

Beberapa contoh fungsi floor dan ceiling :

Modul 3 - Fungsi
Fungsi-fungsi Khusus
Fungsi Modulo

Misalkan a adalah sembarang bilangan bulat dan m adalah bilangan bulat positif, maka :
 a mod m memberikan sisa pembagian bilangan bulat bila a dibagi dengan m
 a mod m = r sedemikian sehingga a = mq + r, dengan 0 ≤ r < m

Beberapa contoh fungsi modulo :


16 mod 4 = 0
3612 mod 45 = 12
0 mod 5 = 0
25 mod 7 = 4
-25 mod 7 = 3 (sebab -25 = 7.(-4) + 3)

Modul 3 - Fungsi
Fungsi-fungsi Khusus
Fungsi Faktorial dan Fungsi Eksponensial

Fungsi Faktorial

𝑛 !=
{ 1 , 𝑛= 0
1 𝑥 2 𝑥 … 𝑥 ( 𝑛 −1 ) 𝑥 𝑛 , 𝑛>0

Fungsi Eksponensial

{
𝑛
1 ,𝑛=0

𝑎 = 𝑎 𝑥 𝑎 𝑥 … 𝑥 𝑎 , , 𝑛> 0
𝑛

Untuk kasus perpangkatan negatif :


−𝑛 1
𝑎 = 𝑛
𝑎

Modul 3 - Fungsi
Fungsi-fungsi Khusus
Fungsi Logaritmik dan Fungsi Rekursif

Fungsi Logaritmik

Fungsi logaritmik berbentuk :

Fungsi Rekursif

 Fungsi f dikatakan fungsi rekursif jika definisi fungsinya mengacu pada dirinya sendiri.
 Contoh :

Modul 3 - Fungsi
See You in the Next Class

Anda mungkin juga menyukai