0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan34 halaman

Metode Shared Storage dalam Gudang

Dokumen ini membahas berbagai metode penyimpanan dalam gudang, termasuk Shared Storage, Dedicated Storage, Randomized Storage, dan Class-Based Storage. Setiap metode memiliki keuntungan dan kerugian, serta langkah-langkah yang harus diikuti untuk implementasinya. Kesimpulan menunjukkan bahwa metode Dedicated Storage adalah yang terbaik untuk kemudahan pencarian dan efisiensi waktu.

Diunggah oleh

Yose Rizal Manurung
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan34 halaman

Metode Shared Storage dalam Gudang

Dokumen ini membahas berbagai metode penyimpanan dalam gudang, termasuk Shared Storage, Dedicated Storage, Randomized Storage, dan Class-Based Storage. Setiap metode memiliki keuntungan dan kerugian, serta langkah-langkah yang harus diikuti untuk implementasinya. Kesimpulan menunjukkan bahwa metode Dedicated Storage adalah yang terbaik untuk kemudahan pencarian dan efisiensi waktu.

Diunggah oleh

Yose Rizal Manurung
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE

SHARED
STORAGE
1
SHARED STORAGE
- Shared storage merupakan metode pengaturan tata letak ruang
gudang dengan menggunakan prinsip FIFO ( First In First Out) dimana
barang yang cepat dikirim diletakan pada area penyimpanan yang
terdekat dengan pintu masuk-keluar (I/O). Metode ini sangat baik
digunakan pada jenis pabrik yang memiliki ukuran dimensi bahan baku
yang sama atau tidak jauh berbeda.
- Keuntungan dari metode shared storage adalah metode penyimpanan
dapat digunakan pada beberapa jenis produk yang disimpan secara
berurutan.
- Metode ini digunakan untuk mengatasi Dedicated Storage dan
Randomized Storage dengan mengenali dan memanfaatkan perbedaan
lama waktu penyimpanan pada pallet tertentu yang menetap di
gudang. Untuk menerapkan metode ini, sebelumnya harus mengetahui
kapan produk akan masuk dan kapan akan keluar, sehingga lokasi
produk dapat disesuaikan tempatnya. 2
SHARED STORAGE
Variabel dari metode shared storage yang harus diketahui
adalah:
1. Lama waktu work in process
2. Waktu pengiriman masing-masing produk
3. Jumlah produk tiap pemesanan
4. Frekuensi pemesanan tiap periode waktu
5. Jarak tiap-tiap area penyimpanan terhadap pintu keluar-
masuk
6. Kebutuhan ruang

3
SHARED STORAGE
Proses penempatan produk pada metode shared storage adalah dengan menyusun area-area
penyimpanan berdasarkan kondisi luas lantai gudang, kemudian diurutkan area yang paling
dekat sampai area yang terjauh dari pintu keluar masuk In/Out, sehingga penempatan barang
yang akan segera dikirim diletakkan pada area yang paling dekat dan begitu seterusnya.
Maka, proses penyusunan tata letak gudang berdasarkan shared storage ada beberapa
tahapan, yaitu:
1. Menentukan Jumlah Permintaan Rata-rata Per bulan
Merupakan perhitungan awal untuk mengetahui jumlah permintaan rata-rata setiap
produknya per bulan.
Rata-rata permintaan barang perbulan =
2. Rata-rata Frekuensi Pemesanan Tiap Jenis Produk Per bulan
Merupakan hasil dari perhitungan untuk mengetahui rata-rata frekuensi yang dapat
ditentukan berapa banyak pemesanan untuk tiap-tiap produk dalam 1 bulannya.
Rata-rata pemesanan barang perbulan =
3. Jumlah Produk Per Permintaan Tiap Jenis Produk Per Bulan
Merupakan jumlah hasil dari frekuensi permintaan untuk dapat ditentukan jumlah produk tiap
pemesanan tiap masing-masing produk.
4
4. Penentuan Kebutuhan Ruang
Untuk menentukan kebutuhan ruang pada gudang dari menghitung berapa lamanya
produk pada gudang sampai pengirimannya kembali.
Kebutuhan Ruang =
5. Penentuan Luas Area Penyimpanan yang Dibutuhkan
Untuk menghitung luas area penyimpanan yang dibutuhkan pada gudang setiap jenis
produknya.
6. Penentuan Allowance Ruang
Merupakan kebutuhan gang/lorong pada gudang sebagai akses mobilitas pengangkut
produk.
7. Peletakan Area Penyimpanan
Merupakan tata letak penyimpanan awal dan usulan pada sistem penyimpanan di dalam
gudang.
8. Jarak dari Area Penyimpanan ke Pintu Masuk
Merupakan hasil perhitungan untuk mengetahui jarak antar pintu ke area penyimpanan
dengan pendekatan metode Euclidean Distance. Jarak diukur sepanjang lintasan garis lurus
antara dua buah titik jarak euclidean dapat diilustrasikan sebagai alat konveyor lurus yang

𝑑 = √[(𝑥2 − 𝑥1) + (𝑦2𝑦1)]


memotong dua buah stasiun dan terlihat pada rumus:

9. Jarak Tempuh Antara Area Penyimpanan ke Pintu Pengiriman


5
Menggunakan Tata Letak Gudang Usulan Merupakan hasil dari perhitungan usulan untuk
SHARED STORAGE
Contoh: Perbaikan Tata Letak Gudang Dengan Menggunakan
Metode
Shared Storage Pada Perum Bulog Subdivre
Karawang

6
SHARED STORAGE

7
METODE DEDICATED
STORAGE
DEFINISI
Dedicated Storage merupakan salah satu metode dari
penempatan barang pada tata letak suatu gudang. Kebijakan
dedicated storage yaitu satu tempat penyimpanan dikhususkan
untuk menyimpan satu barang tertentu saja. Keuntungan metode
ini adalah orang yang ingin mengambil barang akan menjadi
familiar terhadap lokasi-lokasi produk. Kekurangan dari metode
ini adalah utilisasi ruang rendah karena lokasi barang tidak dapat
diubah-ubah atau digunakan oleh barang lain walaupun lokasi
tersebut kosong.
LANGKAH-LANGKAH :
Langkah-langkah pembuatan tata letak dengan metode
dedicated storage antara lain:
1. Menghitung space requirement
2. Menghitung throughtput (aktivitas penyimpanan):

3. Penempatan produk pada lokasi penyimpanan dengan


menghitung . Penempatan dimulai dengan nilai perbandingan
terbesar di area terdekat ke titik in out berurut hingga nilai
perbandingan terkecil di area terjauh.
Kriteria penilaian tata letak gudang terbaik adalah
kemudahan proses pencarian, kemudahan proses pengambilan,
dan kemudahan proses penyimpanan. Kemudahan proses
pencarian dihitung saat pekerja berjalan dari pintu masuk gudang
menuju lokasi barang yang diinginkan. Kemudahan proses
pengambilan dihitung dari lokasi terakir pekerja menuju ke barang
yang diinginkan untuk diambil kemudian berjalan menuju pintu
keluar. Kemudahan proses penyimpanan dihitung pada saat
pekerja berada di pintu masuk gudang dengan membawa barang
kemudian berjalan menuju ke tempat barang yang seharusnya
diletakkan, dan selanjutnya meletakkan barang.
TATA LETAK GUDANG AWAL
Masalah yang dihadapi adalah ketidakteraturan gudang dalam
penyimpanan barang yang akan berimbas proses persiapan barang yang
menjadi lama. Hal ini terjadi karena pekerja harus mencari terlebih
dahulu letak barang yang diinginkan kemudian selanjutnya dijangkau
untuk diambil. Proses pencarian barang yang lama ini disebabkan karena
pada saat proses penyimpanan tidak ada ketentuan secara jelas barang
harus diletakkan sesuai keseragaman jenis barang atau berdasarkan
frekuensi keluar barang tertinggi. Selain itu peyimpanan barang
diletakkan secara berdekatan dengan tidak memanfaatkan tumpukan
maksimal barang yang menyebabkan tidak terbentuknya aisle. Tata letak
gudang awal di lantai satu dan lantai dua bisa dilihat pada gambar
berikut.
ALTERNATIF TATA LETAK GUDANG FREKUENSI
Alternatif tata letak Gudang frekuensi ini didasarkan pada jenis
barang dengan frekuensi tertinggi yang akan diletakkan pada jarak yang
dekat dengan pintu keluar masuk gudang. Keuntungan menggunakan
alternatif tata letak gudang frekuensi adalah barang dengan tingkat
frekuensi keluar tinggi bisa mudah dicari dan dijangkau, sehingga akan
mempercepat proses persiapan. Namun kerugiannya sistem grouping tidak
bisa terbentuk, karena sistem penyimpanannya acak seperti sistem tata letak
gudang shared storage sehingga pekerja akan tetap mencari satu persatu
barang yang diinginkan. Selain itu juga timbul permasalahan pada saat
proses penyimpanan barang karena pekerja gudang harus memikirkan letak
baru untuk penyimpanan barang.
ALTERNATIF TATA LETAK GUDANG VOLUME
Volume packaging barang terbesar akan diletakkan dekat dengan pintu
masuk dan keluar gudang, namun dalam peletakannya tetap mengukur jarak dari
barang menuju pintu masuk dan keluar gudang. Barang dengan volume packaging
terkecil akan diletakan jauh dari pintu keluar gudang di masing-masing lantai
gudang. Keuntungan menggunakan alternatif ini adalah barang dengan volume
packaging besar bisa diletakkan dekan dengan pintu keluar gudang sehingga proses
pengangkatan barang akan menjadi lebih mudah. Namun sama halnya dengan
alternatif tata letak gudang frekuensi, tata letak gudang ini memiliki kekurangan
yaitu sistem grouping menjadi tidak terbentuk karena metode penyimpanan
dilakukan secara acak. Selain itu proses penyimpanan barang akan menjadi lebih
rumit karena pekerja gudang harus memikirkan letak baru untuk barang yang akan
disimpan. Berikut merupakan gambar dari alternatif tata letak gudang volume:
ALTERNATIF TATA LETAK DEDICATED STORAGE
Pada alternatif ini menggunakan sistem penyimpanan
berdasarkan kesamaan jenis barang yang diletakkan berdekatan pada
satu area yang sama. Pada alternatif tata letak gudang dedicated
storage ini penentuan barang yang dekat dengan pintu masuk dan
keluar adalah jenis barang yang memiliki frekuensi keluar terbesar
dilanjutkan dengan barang yang memiliki jenis yang sama dan
selanjutnya jenis barang dengan frekuensi terbesar kedua dst.
Tujuannya agar barang dengan frekuensi keluar yang tinggi tetap
berada dekat dengan pintu masuk dan keluar gudang.
Keuntungan menggunakan alternatif layout tata letak gudang
dedicated storage ini adalah proses pencarian barang menjadi lebih mudah
karena tiap jenis barang berada pada satu area yang sama. Selain itu barang
dengan frekuensi tinggi juga lebih mudah dicari sehingga menyebabkan
proses pencarian menjadi lebih cepat. Proses penyimpanan barang akan
menjadi lebih mudah, karena pada sistem dedicated storage barang tidak
boleh diletakkan sembarangan pada area tertentu yang bukan merupakan
area dari barang tersebut. Hal ini akan memudahkan para pekerja gudang
untuk meletakkan barang pada area barang yang sudah tersedia. Namun
kelemahan dari alternatif ini adalah memerlukan luasan gudang yang lebih
besar. Berikut merupakan gambar dari alternatif tata leta gudang dedicated
storage :
KESIMPULAN
Metode dedicated storage merupakan alternatif tata letak gudang
terbaik karena memberikan kemudahan proses pencarian barang,
kemudahan proses pengambilan, dan kemudahan proses
penyimpanan dengan waktu tercepat untuk barang-barang yang
tersedia. Sehingga dapat mempercepat proses pengangkutan,
meningkatkan penjualan, dan waktu kerja lebih efisien.
METODE
RANDOMIZED
STORAGE
TEORI
 Randomized storage yang juga disebut sebagai petak penyimpanan
yang tersebar (floating slot storage).

 Randomized storage didefinisikan sebagau penyimpanan yang


dilakukan pada saat barang datang untuk disimpan barang itu
ditempatkan di loksi memungkinkan yang terdekat retrieval dilakukan
berbasis first- in, first-out.

 Penyimpanan randomized storage bersifat relatif random jadi ada


potensi barang-barang disimpan secara kurang teratur. Terdapat
kemungkinan perpindahan letak penyimpanan dari titik A ke titik B
atau sebaliknya. Biasanya metode penyimpanan ini hanya
memperhatikan jarak terdekat dengan lokasi pengambilan.

 Metode randomized storage ini dinilai kurang baik dari segi


keamanannya. Sehingga metode ini cukup jarang diaplikasikan.
LANGKAH-LANGKAH
1) Menghitung permintaan dan pengeluaran produk rata-rata.

2) Menghitung space requirement produk.

3) Menghitung throughput produk.

4) Perbandingan throughput dengan space requirement.

5) Perangkingan nilai T/S.

6) Menghitung total jarak tempuh.

7) Jarak ukur sepanjang lintasan dengan menggunakan garis tegak

lurus (orthogonal) satu dengan yang lainnya

Presentation title 20XX 24


CARA PERHITUNGAN

1. Menghitung space requirement produk.

2. Menghitung throughput produk.

3. Perbandingan throughput dengan space requirement.


CARA PERHITUNGAN
4. Jarak ukur sepanjang lintasan dengan menggunakan garis tegak lurus (orthogonal)
satu dengan yang lainnya. Rumus perhitungan:
dij = (Xi-Xj) + (Yi-Yj)
dij = Jarak tempuh
xi = Kordinat x untuk bangun 1
xj = Kordinat x untuk pintu atau I/O
yi = Kordinat y untuk bangun 1
yj = Kordinat y untuk pintu atau I/O

5. Euclidean Distance
Jarak diukur sepanjang lintasan garis lurus antara dua buah titik. Jarak euclidean
dapat diilustrasikan sebagai conveyor lurus yang memotong dua buah stasiun

𝑑𝑖𝑗 = √[(𝑥 − 𝑎) 2 + (𝑦 − 𝑏) 2] (5)


kerja. Rumus Perhitungan:

dij = Jarak tempuh


x = Kordinat x untuk bangun ke-1
a =Kordinat x untuk bangun ke-2
y =Kordinat y untuk bangun ke-1
b =Kordinat y untuk bangun ke-2
CARA PERHITUNGAN

6. Rectilinear Distance
Jarak ukur sepanjang lintasan dengan menggunakan garis tegak
lurus (orthogonal) satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh
adalah material berpindah sepanjang gang (aisle) rectilinear di

𝑑𝑖𝑗 = |(𝑋𝑖 − 𝑋𝑗)| + |(𝑌𝑖 − 𝑌𝑗)|


pabrik:. Rumus Perhitungan:

dij = Jarak tempuh


xi = Kordinat x untuk bangun 1
xj = Kordinat x untuk pintu atau I/O
yi = Kordinat y untuk bangun 1
yj = Kordinat y untuk pintu atau I/O
CONTOH PERANCANGAN
 Contoh rancangan layout menggunakan metode randomized storage.

Presentation title 20XX 28


METODE
CLASS-BASED STORAGE
TEORI
Metode penyimpanan ini merupakan metode penyimpanan yang berada di antara
aturan dedicated storage dan random storage sehingga metode ini menjadi lebih fleksibel dan
banyak digunakan. Dengan menggunakan metode class based storage, produk atau komponen
dibagi ke dalam tiga, empat, atau lima kelas berdasarkan perbandingan throughput (T) dengan
storage (S). Produk yang merupakan fast moving product dikategorikan sebagai produk kelas 1
dan berikutnya adalah produk kelas 2, selanjutnya produk kelas 3, dan seterusnya. Aturan
dedicated storage digunakan untuk penentuan lokasi kelas, sedangkan random storage
digunakan untuk penentuan lokasi di dalam kelas. Penempatan komponen atau produk di dalam
kelas berdasarkan jenis maupun ukuran tertentu.
Langkah-Langkah
1) Menentukan kebutuhan ruangan (Space requirements) Dengan metode
dedicated storage, produk ditugaskan ke lokasi tertentu. Jumlah lokasi
harus sebanding dengan tingkatmaksimum persediaan dari semua produk
yang ada. Jika gudang menyimpan beragam produk, maka ruang yang
dibutuhkan setara dengan jumlah dari kebutuhan gudang maksimum dari
masing-masing produk. Pendekatan yang dapat digunakan untuk
menentukan ukuran gudang adalah pendekatan service level.
2) Menetapkan produk ke lokasi penyimpanan/pengambilan Dengan metode
dedicated storage, penetapan produk ke lokasi penyimpanan/pengambilan
merupakan suatu usaha untuk meminimasi waktu yang dibutuhkan untuk
proses penyimpanan dan pengambilan barang di gudang.
CARA PERHITUNGAN
Masalah penugasan dengan dedicated storage dinyatakan dengan rumus
sebagai berikut :
Minimasi f(x) =

dimana: s = jumlah lokasi penyimpanan


n = jumlah produk
m = jumlah pintu
Tj = jumlah perjalanan untuk setiap produk
Sj = Kebutuhan penyimpanan untuk produk j, dinyatakan dalam jumlah slot
penyimpanan
Pi,j = Persentase perjalanan storage untuk produk j dari/ke titik input/output (I/O) i
dj,k = Jarak (atau waktu) yang dibutuhkan untuk perjalanan antara titik I/O j dengan
lokasi storage k
Xj,k = Angka 1 menunjukkan jika produk j diletakkan pada lokasi k = Angka 0 jika
tidak diletakkan
f(x) =Jarak (waktu) rata-rata yang ditempuh
Ketika persentase pintu dan lokasi penyimpanan/pengambilan untuk seluruh
produk adalah sama, maka untuk menghasilkan solusi yang optimal
digunakan ketentuan sebagai berikut:
a. Urutkan produk berdasarkan Tj dan Sj, yaitu seperti berikut :

b. Hitung nilai fk untuk semua lokasi penyimpanan, dimana:

c. Alokasikan produk 1 ke lokasi storage S1 yang memiliki nilai jarak rata-


rata tempuh f(x) terkecil, penugasan produk 2 ke lokasi
storage/warehouse S2 yang memiliki nilai fx terkecil berikutnya, dan
seterusnya
CONTOH PERANCANGAN

Contoh Rancangan layout Metode Class-Based Storage

Anda mungkin juga menyukai