Anda di halaman 1dari 10

SEBARAN PELUANG BERSAMA & SEBARAN KUMULATIF

4.4 SEBARAN PELUANG BERSAMA


Ada dua peubah acak X dan Y yang menentukan unsure dan peluangnya h (x, y),
sehingga ( ) ( ) [ ] y x h y x , , , disebut sebaran peluang bersama X dan Y. Dalam ilustrasi ini h (x,
y) = P(X = x, Y = y) adalah diskrit, dalam hal lain dikenal juga sebaran peluang kontinu.
D.4.8 Defenisi : Fungsi h (x, y) adalah suatu sebaran peluang bersama peubah acak
diskrit X dan Y jika:
a. h (x, y) > 0 untuk semua (x, y)
b.
x

y
h (x, y) = 1
c. P(X = x, Y = y) = h (x, y)
Untuk sembarang daerah A dalam bidang xy
P
( ) [ ]


A
y x h A Y X ) , ( ,
Contoh 4.8.
Dari perlombaan kecekatan berbahasa asing setingkat SLTA ternyata sang juara
adalah tiga orang SMA, dua orang STM dan tiga orang SMEA. Dua orang diantara mereka
masih mendapat kesempatan untuk melancong ke luar negri. Tunjukkanlah sebaran peluang
bersama bahwa yang berangkat itu menyatakan SMA dan STM, berapa peluang bahwa
pasangan yang berangkat itu terdiri dari maksimal satu orang SMA atau STM.
Jawaban:
Pasangan yang berangkat itu adalah (0,0), (0,1), (0,2), (1,0), (1,1) dan(2,0). (0,0)
artinya tidak ada SMA atau STM yang berangkat atau yang berangkat itu dua oang SMEA
sebanyak ( )
3
2
= 3 cara, (1,0) artinya satu orang SMA dan tidak ada STM atau yang
berangkat itu adalah satu orang SMA dan satu orang SMEA sebanyak ( ) ( )
3
1
3
1
= 9
cara. Sedangkan semu cara memilih dua orang diantara delapan orang adalah = 28 cara,
sehingga h(0,0) = 3/28, h(1,0) = 9/28.
Bila X menyatakan SMA dan Y menyatakan STM maa table 4.3 menunjukan
sebaran peluang bersama. ( ) ( ) [ ] y x h y x , , ,
Tabel 4.3 Distribusi peluang bersama contoh 4.8.
h (x,y) 0 1 2

0 3/28 3/14 1/28 5/28


1 9/28 3/14 15/28
2 3/28 3/28

15/28 6/14 1/28 1


Rumus umum yang dapat digunakan pad contoh ini adalah :
( ) ( ) ( )
( )
8
2
3
2
2 3
y x y x
x

= h(x,y) ;x = 0, 1, 2. y = 0, 1, 2. dan
2 0 + y x
Selanjutnya peluang paling banyak satu orang SMA atau STM adalah P
( ) [ ] ( ) [ ] 1 , Y X P A Y X + = h (0,0) + h (0,1) + h (1,0) = 3/28 + 3/14 + 9/28 = 9/14
D 4.9 Defenisi : Fungsi h (x,y) adalah fungsi kepekatan bersama peubah acak X dan
Y jika a. h (x,y) >0 untuk semua (x,y)
b.


h (x,y) dx dy = 1
c.
( ) [ ] ( )

y x h A y x P , ,
dx dy
utuk sembarang daerah A dalam bidang XY
Sebaran peubah acak X dan Y yang ditentukan untuk h(x,y) adalah f(x) untuk
sendiri dan g(y) untuk Y sendiri dan nilainya berturut-turut adalah jumlah h(x,y)
untuk x tertentu dan jumlah h(x,y) untuk y tertentu ; f(x) dan g(y) disebut sebaran
marginal
D .4.10 Defenisi : Sebaran marginal X sendiri dan Y sendiri ditentukan oleh :
Untuk diskrit : f(x) =
( )

y
y x h ,
dan g(y) =

x
h(x.y)
Untuk kontiu : f(x) =


h (x,y) dy dan g(y) =


h (x,y) dx
Contoh 4.11 :
Carilah f(x) dan g(y) pada contoh 4.9
Jawab :
f(x) =


h (x,y) dy =
( )
1 0 ,
5
3 4
5
3 2 2
1
0

+

x
x
dy
y x
f(x) = 0, untuk x lainnya
g(y) =


h (x,y) dx =
( ) ( )

+
1
0
1 0 ,
5
3 1 2
5
3 2 2
y
y
dx
y x
g(y) = 0, untuk y lainnya
D.4.11 Defenisi : Pandanlah X dan Y dua peuah acak, diskrit atau kontinu. Sebaran
bersyarat peubah acak Y, pada X = x dinyatakan dengan
( )
( )
( ) x f
y x h
x y h
,

, f(x) >0
Sama halnya sebaran bersyarat peubah acak X, pada Y = y dinyatakan
dengan
( )
( )
( ) y g
y x h
y x h
,

, g(y) > 0
Contoh 4.13 ;
Dengan menggunakan fungsi pada contoh 4.9. Carilah P(0.25<X<0.5
3
1
Y
Jawab:
Dalam contoh 4.11. g(y) = 2(1+3y)/5, untuk
1 0 y
.
( )
( )
( ) y g
y x h
y x h
,

=
( )
( ) y
y x
y
y x
3 1
3 2
5 / 3 1 2
5 / 3 2 2
+
+

+
+
2
1 2
3
1 +

,
_

x
x h
Jadi P(0.25<X<0.5
3
1
Y
=
( )
5 , 0
25 , 0
2
5 , 0
25 , 0
2
1 2
2
1 x x
dx x
+
+

= 0,21875
Jika h(xly)tidak tergantung dari y maka h(xly) = f(x) dan h(x,y) = f(x).g(y),dapat
diturunkan sebagai berikut;
h(x.y) = h(xly).g(y),sedangkan f(x) =


h (x,y) dy =


h(x l y)g(y)dy jika
h(x,y) tidak tergantung y, maka dapat ditulis;
f(x) =


h(x l y)g(y)dy = h(x ly)


g(y)dy,
jadi f(x) = h(x l y) dan h(x,y) = f(x).g(y)
D.4.12 Defenisi : Katakanlah X dan Y dua peubah acak diskrit atau kontinu dengan
fungsi peluang bersama h(x,y) dan sebaran marginal f(x) dan g(y). Peubah
acak X dan Y dikatakan bebas statistic jika dan hanya jika h(x,y) = f(x).g(y)
untuksemua (x,y).
Perluasan definsi bebas statistic sebagai berikut
D.4.13 Defenisi : Katakanlah X
1
, X
2
,,X
k
,k peubah acak diskrit ataupun kontinu
dengan sebaran peluang bersama h
( )
k
x x x x ,... , ,
3 2 1
dan sebaran marginal
( )
1 1
x f , ( )
2 2
x f ,
( )
3 3
x f
,,
( )
k k
x f
berturut. Peubah acak X
1
, X
2
,,X
k

dikatakan bebas satistik jika dan hanya jika
h
( )
k
x x x x ,... , ,
3 2 1
= ( )
1 1
x f . ( )
2 2
x f
( )
k k
x f
Contoh :
Misalkan peubah acak X
1
, X
2
, X
3
bebas statistic dengan fungsi padat
h(x) =

'

>0 ,
, 0
x e
lainnya x
untuk
x
Carilah P(X
1
<2,1 < X
2
< 3 , X
3
>2)
Jawab :
Karena X
1
, X
2
, X
3
bebas maka h
( )
3 2 1
, , x x x
= ( )
1 1
x f . ( )
2 2
x f .
( )
3 3
x f
=
3 2 1
. .
x x x
e e e

=
( )
3 2 1
x x x
e
+ +
,
3 2 1
, , x x x 0 >
= 0, untuk lainnya
P(X
1
<2,1 < X
2
< 3 , X
3
>2) =

2
0
3
1 2
3 2 1
. .
x x x
e e e

dx
1 3 2
dx dx
= ( )( )
2 3 1 2
1

e e e e
= 0,0376
4.5 SEBARAN (DISTRIBUSI) KUMULATIF
D. 4.14. Defenisi : Sebaran kulmulatif F(x) suatu peubah diskrit dengan sebaran
peluang f(x) dinyatakan oleh :
F(x) = P(X < x) =
( )

x t
t f
Sebaran kumulatif sering juga disebut dengan fungsi sebaran.
Contoh :
Pada pelemparan 3 mata uang logamdengan peubah banyaknya kepala yang muncul
ke atas
Tabel 4.5 Sebaran kumulatif munculnya kepala pada lemparan tiga mata
uang logam
X 0 1 2 3
f (x) 1/8 3/8 3/8 1/8
F (x) 1/8 4/8 7/8 1
F(0) = f(0) = 1/8
F(1) = f(0) + f(1) = F(0) + f(1) = 4/8
F(2) = f(0) + f(1) + f(2) = F(1) + F(2) = 7/8
F(3) = f(0) + f(1) + f(2) + f(3) = F(2) + F(3) = 1
Karena nilai x dianggap dari -

hingga

maka
F(x) =

'

<
<
<
<
3 , 1
3 2 , 8 / 7
2 1 , 8 / 4
1 0 , 8 / 1
0 , 0
x
x
x
x
x
Nilai f(2) = F(2) F(1) = 7/8 4/8 = 3/8, secara umum
( ) ( ) ( )
1 1

i i
x F x F x f
.
Selanjutnya dapat digambar.
F(x)
3/8
2/8
1/8
0 1 2 3 Diagram Bar
Stiap gambar seperti ini x dihubungkan pada (x,f(x))dengan titik-titik atau garis putus-
putus atau garis penuh disebut digram bar.
F(x)
3/8
2/8
1/8
0 1 2 3 Histogram peluang
Setiap gambar seperti ini tidak ada ruang kosong diantara nilai peubah X semua terisi
arsiran segi empat disebut Histogram.
F(x)
1
7/8
4/8
1/8
0 1 2 3 Sebaran Komulatif Diskrit
D.4.15 Defenisi : Sebaran kumulatif F(x) dari peubah acak kontinu X dengan fungsi
padat f(x) dinyatakan oleh
F(x) = P(Xx) = ( )


x
t f dt , -

<x<

Sebagai akibat dari defenisi ini dapat dituliskan


P(a<X<b) = F(b) F(a) dan
f(x) =
( )
dx
x dF
jika turunan ada
Misalkan X dan Y mempunyai fungsi himpunan peluang P(A) dimana A terdiri dari
dua dimensi. Jika A himpunan tidak terbatas
( ) { } y v x u v u , ,
dimana x dan y adalah
bilangan riel, diperoleh P(A) = Pr((X<Y)A) = ( ) y Y x X , Pr dan disebut fungsi
sebaran atau sebaran kumulatif (x,y) dan ditulis F(x,y) = ( ) y Y x X , Pr .
Jadi jika X dan Y adalah peubah acak kontinu dengan fungs padat f(x,y) maka
F(x,y) = ( )


x y
v u f , dud v
Sesuai dengan itu ,untuk setiap titik kontinu pada f(x,y) berlaku
( )
y x
y x F

,
2
= f(x,y)
Sebagai mana telah dijelaskan terdahulu maka berlaku Pr(a<Xb, c<Yd) = F(b.d) F(b,c)
F(a,d) + F(a,c) untuk semua konstanta bilangan riel a<b, c<d. Pengertianini dapat
diperluas
D.4,16 Untuk k peubah acak X
1
, X
2
,,X
k
dengan sebaran bersama f(
k
x x ,...,
1
)
F
( ) ( )
k k k
x X x X x X x x x ,..., , Pr ,..., ,
2 2 1 1 2 1
=
( )
k
x
k
x x x x
dt dt dt t t t f
k k k
... ,..., , ...
2 1 2 1
2 3 2 3



=
( )
( )
k
k
k
k
x x x f
x x x
x x x F
,..., ,
...
,..., ,
2 1
2 1
2 1

Contoh Evaluasi :
1. Ditentukan h (x,y) = x(1+3y
2
)
4
,0<x<2,0<y<1
= 0,untuk x dan y lainnya
Carilah : a. fungsi marginal f(x)
b. fungsi marginal g(y)
c. P

,
_

< <
3
1
2
1
4
1
y x
Penyelesaian :
a. fungsi marginal f(x)
f(x) =
( )
( ) ( )
dy
y x
dy
y x
dy y x h

+


1
0
2 1
0
2
4
3
4
3 1
,
=
( )
[ ]
3
4
1
3
4
1
1
0
1
0
2
xy xy
dy y x
+
+
=
4
2x
;0<x<2
f (x) = 0,untuk x lainnya
b. fungsi marginal g(y)
g(y) =
( )
( )
dx
xy x
dx
y x
dx y x h

+


2
0
2 2
0
2
4
3
4
3 1
,
= 1 0 ,
4
6 2 2 2 2
4
1
2
2
0
2
3
2
1

+

1
]
1

+
y
y
y x x
g (y) = 0,untuk y lainnya
c. P

,
_

< <
3
1
2
1
4
1
y x
( )
( )
( )
( )
( )
( )
2
2
2
2
6 2
3 1
4
6 2
4 / 3 1 ,
y
y x
y
y x
y g
y x h
y x h
+
+

+
+

2
3
8
3
4
3
2
2
3
1
1
3
1 x
x
x
y x h
+

,
_

+

,
_

,
_

< <
3
1
2
1
4
1
y x
= ( )
1
]
1


2 2
2
1
.
2
1
2
1
4
1
2 / 1
4 / 1
2 / 1
4 / 1
2 / 1
4 / 1
x x
dx x
=1/4(1/4 1/16)
= (3/16)
= 3/64s