1
Statistika
Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel Distribusi Frekuensi Menghitung Ukuran Pemusatan, Ukuran Letak, dan Ukuran Penyebaran Data

Kalau kamu ke kantor kelurahan, kantor pajak, kantor sekolah, atau kantor instansi pemerintahan, apakah yang dapat kamu lihat di papan informasi? Biasanya di papan informasi terdapat gambar lingkaran, grafik garis, batang, atau balok-balok. Grafikgrafik itu merupakan gambaran mengenai pencacahan penduduk, perhitungan pajak, dan perkembangan kemajuan sekolah. Contoh-contoh tersebut merupakan salah satu aplikasi dari konsep statistika. Dalam perkembangannya, statistika sekarang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti bidang ekonomi, kedokteran, pertanian dan sebagainya. Penelitian jenis manapun dirasa kurang lengkap apabila tidak memanfaatkan perhitungan-perhitungan statistika. Dalam bab ini kamu akan belajar menggunakan aturan statistika, sehingga dapat membaca dan menyajikan data dalam bentuk tabel dan berbagai diagram serta menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran data beserta penafsirannya.

STATISTIKA

Membaca data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive

Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive serta penafsirannya

Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran data serta penafsirannya

Sajian data dalam bentuk diagram garis, diagram lingkaran, dan diagram batang

Mengidentifikasi nilai suatu data yang ditampilkan pada tabel dari diagram

Ukuran pemusatan rataan, modus, median

Ukuran penyebaran, Ukuran penyebaran, jangkauan, jangkauan, simpangan, simpangan, kuartil, kuartil, variansi, variansi, dan dan simpangan simpangan baku

Data dalam bentuk diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive serta penafsirannya

Menafsirkan data dalam bentuk diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive

Ukuran letak kuartil, desil

• • • • • • •

diagram lingkaran diagram batang ogive histogram rataan modus median

• • • • • • •

kuartil desil persentil jangkauan simpangan kuartil variansi simpangan baku

4

Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA

A

Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram

Statistika adalah cabang dari matematika terapan yang mempunyai cara-cara, maksudnya mengkaji/membahas, mengumpulkan, dan menyusun data, mengolah dan menganalisis data, serta menyajikan data dalam bentuk kurva atau diagram, menarik kesimpulan, menafsirkan parameter, dan menguji hipotesa yang didasarkan pada hasil pengolahan data. Contoh: statistik jumlah lulusan siswa SMA dari tahun ke tahun, statistik jumlah kendaraan yang melewati suatu jalan, statistik perdagangan antara negara-negara di Asia, dan sebagainya. 1. Diagram Garis Penyajian data statistik dengan menggunakan diagram berbentuk garis lurus disebut diagram garis lurus atau diagram garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan. Sumbu X menunjukkan waktu-waktu pengamatan, sedangkan sumbu Y menunjukkan nilai data pengamatan untuk suatu waktu tertentu. Kumpulan waktu dan pengamatan membentuk titik-titik pada bidang XY, selanjutnya kolom dari tiap dua titik yang berdekatan tadi dihubungkan dengan garis lurus sehingga akan diperoleh diagram garis atau grafik garis. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal berikut. Contoh soal Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari tanggal 18 Februari 2008 sampai dengan tanggal 22 Februari 2008 ditunjukkan oleh tabel sebagai berikut.
Tanggal Kurs Beli Kurs Jual 18/2 19/2 20/2 21/2 22/2

Rp. 9.091 Rp. 9.093 Rp. 9.128 Rp. 9.181 Rp. 9.185 Rp. 9.220

Rp. 9.123 Rp. 9.129 Rp. 9.215 Rp. 9.221

Nyatakan data di atas dalam bentuk diagram garis. Penyelesaian Jika digambar dengan menggunakan diagram garis adalah sebagai berikut.
Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

9.100 9.200 9.300 9.400 9.500

9.091 9.093 9.183 9.185

9.128 9.123 9.129 9.220 9.215 9.221

Kurs Beli Kurs Jual

18/2

19/2

20/2

21/2

22/2

Statistika

5

5 CPNS/Honda/GTT = 100 × 360° = 18° 9 Perbaikan/pembangunan/gangguan jalan = 100 × 360° = 32. 2. terlebih dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran. 4. 6. Penyelesaian Sebelum data pada tabel di atas disajikan dengan diagram lingkaran.6° 20 Revitalisasi/budaya Jawa = 100 × 360° = 72° Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA 6 . 3. No 1. 3. 10. Untuk membuat diagram lingkaran.4° 6 Masalah lingkungan/kebersihan = 100 × 360° = 21. 11. 1.6° 3 Kesehatan/PKMS/Askeskin = 100 × 360° = 10. 8. 6.2. 12. 5. 13. 4. Perhatikan contoh berikut ini. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagianbagian atau persen dari keseluruhan. terlebih dahulu ditentukan besarnya sudut dalam lingkaran dari data tersebut. 5. 9. Ranah Privat CPNS/Honda/GTT Perbaikan/pembangunan/gangguan jalan Masalah lingkungan/ kebersihan Kesehatan/PKMS/Askeskin Lalu lintas/penertiban jalan Revitalisasi/budaya Jawa Parkir Pekat/penipuan/preman Persis/olahraga PKL/bangunan liar PLN dan PDAM Provider HP Tayangan TV/radio/koran Lain-lain Jumlah Persentase 5% 9% 6% 3% 6% 20 % 3% 7% 10 % 2% 2% 7% 3% 17 % 100 % Nyatakan data di atas dalam bentuk diagram lingkaran. 14. Diagram Lingkaran Diagram lingkaran adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. 7. Contoh soal Ranah privat (pengaduan) dari koran Solo Pos pada tanggal 22 Februari 2008 ditunjukkan seperti tabel berikut.8° 6 Lalu lintas/penertiban jalan = 100 × 360° = 21. 2.

2° 3 13. Perhatikan contoh berikut ini. Diagram batang menunjukkan keterangan-keterangan dengan batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah.2° 2 11.2° 7 12. 9. 8.8° 7 Pekat/penipuan/preman = 100 × 360° = 25. Lain-lain = 100 × 360° = 61. Ranah Privat Lain-lain 17% CPNS/Honda/GTT 5% Tayangan TV/radio/koran 3% Provider HP 7% PLN dan PDAM 2% PKL/Bangunan liar 2% Perbaikan/pembangunan/ gangguan jalan 9% Masalah lingkungan/kebersihan 6% Kesehatan/PKMS/ Askeskin 3% Lalu lintas/penertiban jalan 6% Revitalisasi/budaya Jawa 20% Persis/olah raga 10% Pekat/penipuan/preman 7% Parkir 3% 3.8° 17 14.7. PKL/Bangunan liar = 100 × 360o = 7. Provider HP = 100 × 360° = 25. 3 Parkir = 100 × 360° = 10. PLN dan PDAM = 100 × 360° = 7.2° 10 Persis/olahraga = 100 × 360° = 36° 2 10. Diagram Batang Diagram batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu.2° Diagram lingkarannya adalah sebagai berikut. Tayangan TV/radio/koran = 100 × 360° = 10. Statistika 7 .

yaitu batang dan daun. Penyelesaian Data tersebut dapat disajikan dengan diagram batang sebagai berikut.2004 Banyak lulusan 120 100 80 60 40 20 0 2000 2001 2002 2003 2004 Tahun 4. data yang terkumpul diurutkan lebih dulu dari data ukuran terkecil sampai dengan ukuran yang terbesar. Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Jumlah 20 40 50 70 100 Nyatakan data di atas dalam bentuk diagram batang. Bagian batang memuat angka puluhan dan bagian daun memuat angka satuan. Lulusan SMA X Tahun 2001 . Diagram Batang Daun Diagram batang daun dapat diajukan sebagai contoh penyebaran data. Dalam diagram batang daun.Contoh soal Jumlah lulusan SMA X di suatu daerah dari tahun 2001 sampai tahun 2004 adalah sebagai berikut. Contoh soal Buatlah diagram batang-daun dari data berikut. agar kamu dapat segera memahami. Diagram ini terdiri dari dua bagian. Perhatikan contoh soal berikut. 45 10 20 31 48 20 29 27 11 8 25 21 42 24 22 36 33 22 23 13 34 29 25 39 32 38 50 5 8 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA .

86. 86. 92. 52. yang terdiri dari data ekstrim (data terkecil dan data terbesar). pelajarilah contoh soal berikut. 92. 88.Penyelesaian Mula-mula kita buat diagram batang-daun di sebelah kiri kemudian membuat diagram batang-daun di sebelah kanan agar data terurut. 92. 100. ukuran ke-1 sampai ukuran ke-10 berturut-turut adalah 5. 87. 64. 41. 88. 41. 87. 62. 86. 42. 86. 79. c. ukuran terbesar adalah 50. Setelah data diurutkan menjadi: 41. 86. 65. 11. 69. 100 Diperoleh: x min = x maks = Q1 = Q2 = Q3 = 41 merupakan data yang nilainya terendah 100 merupakan data yang nilainya tertinggi 53 merupakan kuartil bawah 67. 52. 8. 78. 99. 72. Batang 5 4 3 2 1 0 Daun 0 5 1 0 0 8 8 2 6 3 4 9 2 8 0 9 7 1 4 2 2 3 9 5 1 5 Batang 5 4 3 2 1 0 Daun 0 2 1 0 0 5 5 8 2 3 4 6 8 9 0 1 2 2 3 4 5 5 7 9 9 1 8 Dari diagram batang-daun di atas dapat dibaca beberapa ukuran tertentu. 91. 42. 22 dan 23. 93. 78. 93. 22. 42. 65. 53. 42. Q2. 20. b. 44. 44. 72. 64. 53. Tentukan statistik Lima Serangkai. 86. 5. 54. 47 a. a. 92. 59. Q1. 64. 66. 54. Contoh soal Diketahui data sebagai berikut: 41. antara lain: a. Buatlah diagram kotak garis. 64. Untuk lebih jelasnya. d. 66. b. 21. Diagram Kotak Garis Data statistik yang dipakai untuk menggambarkan diagram kotak garis adalah statistik Lima Serangkai. 47. 59. 10. 20. 79.5 merupakan kuartil tengah atau median 87 merupakan kuartil atas Penyelesaian Statistika 9 . 99. 62. ukuran ke-16 adalah: 29. 91. ukuran terkecil adalah 5. 69. dan Q3.

c.5 10 37 a. Hari ke berapakah suhu tertinggi Budi. diagram lingkarannya. besarnya sudut sektor lingkaran untuk pendidikan SD. b. Diagram kotak garisnya sebagai berikut. Pendidikan SD SMP SMA/SMK Perguruan Tinggi Jumlah penduduk Jumlah 100 orang 500 orang 2. 10 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . Hari ke berapakah suhu terendah Budi. SMA/SMK dan Perguruan Tinggi. SMP.100 orang 900 orang 3. dengan berbagai tingkat pendidikannya ditunjukkan seperti pada gambar berikut. b.Atau ditulis menjadi: Q2 = 67. Hari ke: Suhu (oC) 1 35 2 36 3 37 4 5 36 37. 1.600 orang Jika data tersebut dibuat diagram lingkaran. Buatlah diagram garisnya. Jumlah penduduk dari suatu kelurahan sebanyak 3.600 orang.5 6 38 7 37 8 9 38 38. + Q2 Q1 30 40 50 60 70 80 Q3 90 100 1.5 Q1 = 53 xmin = 41 Q3 = 87 xmax = 100 b. maka tentukan: a.1 Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar. Suhu badan Budi selama 10 hari ditunjukkan oleh tabel berikut. 2.

7. Berikut ini akan dipelajari lebih jelas mengenai tabel distribusi frekuensi tersebut. b. Buatlah diagram batangnya. 8. 8. tahun berapakah jumlah lulusannya terendah? 5. Jumlah lulusan SD X dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 ditunjukkan oleh tabel sebagai berikut. 28 39 39 36 33 38 40 35 36 36 29 36 28 31 32 41 35 35 35 36 31 37 36 27 34 30 33 33 25 33 27 36 37 26 36 35 35 34 41 33 a. 6 Statistika 11 . 7. 6. Distribusi Frekuensi Tunggal Data tunggal seringkali dinyatakan dalam bentuk daftar bilangan. 9. Buatlah diagram kotak garis. 5. 6. 5. Di bawah ini adalah daftar berat badan (kg) dari siswa di sebuah kelas. Tentukan statistik lima serangkai. 6. penyajian data juga dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Pada tahun berapakah jumlah lulusannya mencapai 175 siswa? c. 6. 5. 7. Tabel distribusi frekuensi tunggal merupakan cara untuk menyusun data yang relatif sedikit. 3. 6. 4. 6. 4. 85 52 47 35 39 62 83 52 75 95 72 65 80 78 76 56 68 85 92 43 a. 4. 5. 10. 8. Perhatikan contoh data berikut. 4. Tahun Jumlah 2001 125 2002 175 2003 150 2004 165 2005 170 a. Buatlah diagram batang daun dari data di atas. b. 5. 4. 8. 7. Dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. 4.3. 8. 1. B Penyajian Data dalam Bentuk Tabel Distribusi Frekuensi Selain dalam bentuk diagram. 7. 7. 6. 7. 6. Berapakah nilai terendah dan tertinggi yang dicapai siswa kelas XI IPA 4. 7. 6 8. 5. Dari hasil tes matematika kelas XI IPA sebanyak 20 siswa diperoleh hasil sebagai berikut. namun kadangkala dinyatakan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. b. 4.

misalnya 65 – 67. maka penyelesaiannya akan panjang sekali.Dari data di atas tidak tampak adanya pola yang tertentu maka agar mudah dianalisis data tersebut disajikan dalam tabel seperti di bawah ini. b. … . 12 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . d. Oleh karena itu dibuat tabel distribusi frekuensi bergolong dengan langkah-langkah sebagai berikut. Tulis dalam kolom frekuensi. 68 – 70. Perhatikan contoh data hasil nilai pengerjaan tugas Matematika dari 40 siswa kelas XI berikut ini. a. Ketiga langkah di atas direpresentasikan pada tabel berikut ini. kemudian menuliskan banyaknya turus pada setiap kelas sebagai frekuensi data kelas tersebut. 80 – 82. untuk menentukan sebuah nilai termasuk ke dalam kelas yang mana. 66 75 74 73 75 76 77 67 74 74 73 72 72 73 73 72 79 71 70 75 78 72 74 74 75 74 72 74 75 74 72 68 79 71 80 69 71 70 70 80 Apabila data di atas dibuat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi tunggal. Membuat turus (tally). Menghitung banyaknya turus pada setiap kelas. 2. Mengelompokkan ke dalam interval-interval kelas yang sama panjang. c. Distribusi Frekuensi Bergolong Tabel distribusi frekuensi bergolong biasa digunakan untuk menyusun data yang memiliki kuantitas yang besar dengan mengelompokkan ke dalam interval-interval kelas yang sama panjang. Data 66 masuk dalam kelompok 65 – 67. Nilai 3 4 5 6 7 8 9 10 Tally (Turus) | |||| || Frekuensi 1 7 6 10 8 6 1 1 |||| | |||| |||| |||| ||| |||| | | | Daftar di atas sering disebut sebagai distribusi frekuensi dan karena datanya tunggal maka disebut distribusi frekuensi tunggal.

Tepi bawah = batas bawah – 0.5 – 64. Dalam contoh sebelumnya memuat enam interval ini. tepi bawah kelas kedua 67. angka 65. 65 – 67 → Interval kelas pertama 68 – 70 → Interval kelas kedua 71 – 73 → Interval kelas ketiga 74 – 76 → Interval kelas keempat 77 – 79 → Interval kelas kelima 80 – 82 → Interval kelas keenam b.5 Dari tabel di atas maka tepi bawah kelas pertama 64. d. Batas Kelas Berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas. 68. 76. c. dan 80 merupakan batas bawah dari tiap-tiap kelas.5.5 dan tepi atasnya 67. 74.5 = 3. dan 82 merupakan batas atas dari tiap-tiap kelas. 79. 73. Lebar kelas Untuk mencari lebar kelas dapat dipakai rumus: Lebar kelas = tepi atas – tepi bawah Jadi. 77. sedangkan angka 67. Tepi Kelas (Batas Nyata Kelas) Untuk mencari tepi kelas dapat dipakai rumus berikut ini.Hasil Tugas 65 – 67 68 – 70 71 – 73 74 – 76 77 – 79 80 – 82 Titik Tengah 66 69 72 75 78 81 Turus || |||| |||| |||| ||| |||| |||| |||| |||| || Jumlah Frekuensi 2 5 13 14 4 2 40 Istilah-istilah yang banyak digunakan dalam pembahasan distribusi frekuensi bergolong atau distribusi frekuensi berkelompok antara lain sebagai berikut. Statistika 13 .5 Tepi atas = batas atas + 0. 71. Interval Kelas Tiap-tiap kelompok disebut interval kelas atau sering disebut interval atau kelas saja. a.5 dan tepi atasnya 70. lebar kelas dari tabel diatas adalah 67. 70.5 dan seterusnya.

perhatikan contoh data berikut ini. Titik Tengah Untuk mencari titik tengah dapat dipakai rumus: Titik tengah = 1 (batas atas + batas bawah) 2 Dari tabel di atas: titik tengah kelas pertama = 1 (67 + 65) = 66 2 titik tengah kedua = 1 (70 + 68) = 69 2 dan seterusnya.5 5 60. gambar batang-batangnya terpisah maka pada histogram gambar batang-batangnya 14 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA .5 ≤ 65.5 ≥ 60.5 4.5 ≤ 70.5 ≥ 50.5 ≥ 45.5 60. Jika pada diagram batang. Untuk lebih jelasnya.5 12 55.5 ≥ 55.5 Frekuensi Kumulatif Lebih Dari 40 37 31 21 9 4 Dari suatu data yang diperoleh dapat disusun dalam tabel distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk diagram yang disebut histogram. Data ≤ 45. b.5 50. Daftar distribusi kumulatif ada dua macam. yaitu sebagai berikut.5 ≤ 50.5 10 50.5 4 65. 3.5 65. Histogram Frekuensi Kumulatif Kurang Dari 3 9 19 31 36 40 Data ≥ 40.5 55. Daftar distribusi kumulatif kurang dari (menggunakan tepi atas).5 6 45.5 Dari tabel di atas dapat dibuat daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari seperti berikut. Distribusi Frekuensi Kumulatif a.5 Tepi Atas 45.5 70.e. Data 41 – 45 46 – 50 51 – 55 56 – 60 61 – 65 66 – 70 Frekuensi Tepi Bawah 3 40.5 ≤ 55. Daftar distribusi kumulatif lebih dari (menggunakan tepi bawah).5 ≤ 60.5 ≥ 65.

Untuk lebih jelasnya. perhatikan contoh soal berikut ini. Statistika 15 . Data banyaknya siswa kelas XI IPA yang tidak masuk sekolah dalam 8 hari berurutan sebagai berikut. Berdasarkan contoh di atas dapat dibuat poligon frekuensinya seperti gambar berikut ini. Poligon Frekuensi Apabila pada titik-titik tengah dari histogram dihubungkan dengan garis dan batangbatangnya dihapus. 5. perhatikan contoh berikut ini.berimpit. Hari Banyaknya siswa absen 1 5 2 15 3 10 4 15 5 20 6 25 7 15 8 10 Berdasarkan data diatas dapat dibentuk histogramnya seperti berikut dengan membuat tabel distribusi frekuensi tunggal terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya. maka akan diperoleh poligon frekuensi. Histogram dapat disajikan dari distribusi frekuensi tunggal maupun distribusi frekuensi bergolong.

Hasil Ulangan 65 – 67 68 – 70 71 – 73 74 – 76 77 – 79 80 – 82 Frekuensi 2 5 13 14 4 2 40 16 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . Berat Badan (kg) 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 Titik Tengah 17 22 27 32 37 42 47 52 57 62 Frekuensi 2 10 19 27 16 10 6 5 3 2 100 Penyelesaian Histogram dan poligon frekuensi dari tabel di atas dapat ditunjukkan sebagai berikut. Sajikan data tersebut dalam histogram dan poligon frekuensi. Buatlah daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari. Untuk lebih jelasnya. Jika poligon frekuensi kumulatif dihaluskan. Gambarlah ogive naik dan ogive turun. Poligon Frekuensi Kumulatif Dari distribusi frekuensi kumulatif dapat dibuat grafik garis yang disebut poligon frekuensi kumulatif. a. b. frekuensi poligon frekuensi histogram berat badan 6. perhatikan contoh soal berikut ini. Contoh soal Hasil tes ulangan Matematika terhadap 40 siswa kelas XI IPA digambarkan dalam tabel di samping. diperoleh kurva yang disebut kurva ogive.Contoh soal Hasil pengukuran berat badan terhadap 100 siswa SMP X digambarkan dalam distribusi bergolong seperti di bawah ini.

5) atau tepi bawah (64. yaitu ogive naik dan ogive turun. Tepi atas (67. Apabila titik-titik yang diperlukan dihubungkan.5 ≤ 70. Frekuensi Kumulatif Kurang Dari 2 7 20 34 38 40 Data ≥ 64. ….5.5 ≥ 67. Ogive naik dan ogive turun data di atas adalah sebagai berikut. maka terbentuk kurva yang disebut ogive.5 ≤ 79.5 ≤ 73. Ada dua macam ogive. 70.5.5 ≤ 76.5.Penyelesaian a. 67. Sedangkan ogive turun apabila berdasarkan distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.5 ≥ 79. Frekuensi kumulatif kurang dari Frekuensi kumulatif lebih dari Ogive naik Poligon frekuensi kumulatif Ogive turun Poligon frekuensi kumulatif Statistika 17 .5 ≥ 76.5) diletakkan pada sumbu X sedangkan frekuensi kumulatif kurang dari atau frekuensi kumulatif lebih dari diletakkan pada sumbu Y.5 Frekuensi Kumulatif Lebih Dari 40 38 33 20 6 2 Ogive naik dan ogive turun Daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari dapat disajikan dalam bidang Cartesius.5 ≥ 70. Ogive naik apabila grafik disusun berdasarkan distribusi frekuensi kumulatif kurang dari.5 ≥ 73. 82. …. Daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari adalah sebagai berikut.5 ≤ 82. Data ≤ 67. 79.5 b.5.

b. 71 – 73. Sebutkan batas-batas dan tepi-tepi kelasnya. Sebutkan titik-titik tengahnya. 31 – 40 8 c. 61 – 70 3 f. batas atas kelas ke enam. titik tengah masing-masing kelas. batas bawah kelas ke lima. 41 – 50 9 d. distribusi frekuensi tunggal. tentukan: Nilai Frekuensi a. panjang kelas. 74 – 76. b. Diketahui daftar distribusi frekuensi sebagai berikut. tepi atas kelas ke delapan.1. 80 72 66 78 66 73 75 69 74 73 74 71 74 72 73 70 70 75 74 79 71 74 72 80 78 74 79 75 74 74 71 76 72 72 75 68 67 72 75 68 Nyatakan data tersebut ke dalam: a. Berapakah banyaknya interval kelas yang kamu buat? c. 68 – 70. 1. 81 – 90 8 91 – 100 6 3. 71 – 80 2 g. Nilai ulangan matematika dari 40 siswa adalah sebagai berikut. d. Susunlah tabel distribusi frekuensi bergolong dari data tersebut ke dalam interval-interval 65 – 67. 2. Diketahui data sebagai berikut. 18 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . 68 – 70. 51 – 60 6 e. 72 73 75 69 74 72 73 70 78 72 66 80 74 73 74 71 79 75 74 70 75 74 79 75 72 73 70 77 71 74 72 80 74 74 71 76 67 75 72 68 a.2 Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar. tepi bawah kelas ke tujuh. 80 – 82. 21 – 30 2 b. Dari tabel di samping. Distribusi frekuensi bergolong dengan kelas 65 – 67. banyaknya kelas. Berapa lebar kelasnya? e. 77 – 79. dan sebagainya.

. b.. ogive turun.. tabel frekuensi kumulatif lebih dari. dari 80 siswa kelas XI IPA diperoleh nilai sebagai berikut. ≥ …. c... 6 5. ≥ …. Buatlah kelasmu menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas berikut secara berkelompok. Frekuensi Kumulatif Lebih Dari …. Data ≥ 30... 4. …. 2.. ogivenya. Hasil Pengukuran 119 – 127 128 – 136 137 – 145 146 – 154 155 – 163 164 – 172 173 – 181 Frekuensi 3 6 10 11 5 3 2 Nyatakan daftar distribusi frekuensi data berkelompok di samping ke dalam daftar frekuensi relatif dan kumulatif kemudian gambarlah: a. Statistika 19 . ≤ …. buatlah: 1. ≤ ….. Data ≤ 30.. …. …. tabel frekuensi kumulatif kurang dari. lengkapilah tabel berikut ini. Frekuensi Kumulatif Kurang Dari 2 10 …. Dari tabel pada soal nomor 2.5 ≤ ….4. …. ogive naik.. poligon frekuensi. Perhatikan data berikut. histogram. …... b.. …. …. ≥ …. ≤ …. 3.. ≤ …. a. Dalam suatu ulangan matematika. ≥ …..5 ≥ ….... Nilai Ulangan 31 – 40 41 – 50 51 – 60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 91 – 100 f 1 2 5 15 25 20 12 80 Berdasarkan data di atas.

rataannya adalah 6. a. 20 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA .0 10 10 Jadi. 6. Suatu rangkaian data biasanya mempunyai kecenderungan untuk terkonsentrasi atau terpusat pada nilai pemusatan ini. Rataan = Keterangan: x1 + x2 + x3 + . Rataan hitung juga dikenal dengan istilah mean dan diberi lambang x . dan modus. 1) Rataan data tunggal Rataan dari sekumpulan data yang banyaknya n adalah jumlah data dibagi dengan banyaknya data. dan Ukuran Penyebaran Data Ukuran pemusatan serta penafsirannya suatu rangkaian data adalah suatu nilai dalam rangkaian data yang dapat mewakili rangkaian data tersebut. Contoh soal Dari hasil tes 10 siswa kelas XI diperoleh data: 3. Ukuran Letak. Penyelesaian x = 3+ 7 + 6+5+3+ 6+9+8+ 7 + 6 60 = = 6. 3. Tentukan rataan dari data tersebut. yaitu mean. pelajarilah contoh soal berikut ini.0. 6. 7. Ukuran Pemusatan Data Ukuran pemusatan data terdiri dari tiga bagian. 1.C Menghitung Ukuran Pemusatan. median. Ukuran pemusatan data dapat digunakan untuk menganalisis data lebih lanjut. dan 6. 7. 5.. 8. + xn n atau x = ∑ xi i =1 n n ∑x = jumlah data n = banyaknya data xi = data ke-i Untuk lebih jelasnya. Ukuran statistik yang dapat menjadi pusat dari rangkaian data dan memberi gambaran singkat tentang data disebut ukuran pemusatan data. 2) Rataan dari data distribusi frekuensi Apabila data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi maka rataan dirumuskan sebagai berikut. Rataan Hitung (Mean ) Rataan hitung seringkali disebut sebagai ukuran pemusatan atau rata-rata hitung.. 9.

Nilai (xi) 4 5 6 7 8 Frekuensi (fi) 5 7 15 7 6 i=1 fi ⋅ xi 20 35 90 49 48 i=1 ∑ 5 fi = 40 ∑ 5 fi ⋅ xi = 242 x = ∑ 5 i =1 5 f i ⋅ xi = ∑ i =1 fi 242 = 6. Perhatikan contoh soal berikut ini.05. 3) Mean data bergolong Rata-rata untuk data bergolong pada hakikatnya sama dengan menghitung ratarata data pada distribusi frekuensi tunggal dengan mengambil titik tengah kelas sebagai xi. lima belas siswa mendapat nilai 6. rataan nilai ulangan harian Matematika di kelas XI IPA adalah 6. tujuh siswa mendapat nilai 7. enam siswa mendapat nilai 8...05 40 Jadi. Statistika 21 . + f n xn atau x = f1 + f 2 + . + f n ∑fx i =1 n n i i ∑f i =1 i Keterangan: fi = frekuensi untuk nilai xi xi = data ke-i Untuk lebih jelasnya. Penyelesaian Tabel nilai ulangan harian Matematika kelas XI IPA..x = f1 x1 + f 2 x2 + f3 x3 + .. tujuh siswa mendapat nilai 5.. dan lima siswa mendapat nilai 4. perhatikan contoh soal berikut ini. Contoh soal Berdasarkan data hasil ulangan harian Matematika di kelas XI IPA. Tentukan rata-rata nilai ulangan harian Matematika di kelas tersebut.

020 = 51 20 Jadi. c. d. Selain dengan cara di atas. Menentukan simpangan (d) dari rataan sementara. ada cara lain untuk menghitung rataan yaitu dengan menentukan rataan sementara terlebih dulu sebagai berikut.020 Rataan = i=1 5 ∑ fi ⋅ xi = i=1 ∑ fi 1. a. x = xs + i=1 n ∑ n f i ⋅ di fi i= 1 ∑ Keterangan: xs i= 1 = rata-rata sementara ∑ n fi ⋅ di = jumlah frekuensi × simpangan 22 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . b. Menentukan rataan sementaranya.Contoh soal Tentukan rataan dari data berikut ini. Berat Badan (kg) 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 Penyelesaian Frekuensi 1 6 10 2 1 Berat Badan (kg) 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 Titik Tengah (xi) 42 47 52 57 62 i=1 5 fi 1 6 10 2 1 f i ⋅ xi 42 282 520 114 62 i=1 ∑ 5 fi = 20 ∑ 5 fi ⋅ xi = 1. Menghitung rataan sesungguhnya. Menghitung simpangan rataan baru dengan rumus berikut ini. rataannya adalah 51.

Data 4 5 6 7 8 Penyelesaian f 3 7 10 4 6 Data 4 5 6 7 8 i=1 fi 3 7 10 4 6 di –2 –1 0 1 2 i=1 f i · di –6 –7 0 4 12 ∑ 5 fi = 30 ∑ 5 fi ⋅ di = 3 Diambil rata-rata sementara 6.1 30 Rataan = rataan sementara + simpangan rataan = 6 + 0. Carilah rataan dari data berikut dengan menggunakan rataan sementara. Berat Badan 54 – 56 57 – 59 60 – 62 63 – 65 66 – 68 69 – 71 72 – 74 75 – 77 Frekuensi 1 2 5 9 12 8 2 1 Statistika 23 .Perhatikan contoh soal berikut ini.1 2. Tentukan rataan dari data tersebut dengan menggunakan rataan sementara. Dari penimbangan berat badan 40 siswa kelas XI IPA digambarkan data bergolong seperti pada data di bawah ini.1 = 6. Simpangan rataan = i=1 5 ∑ 5 fi ⋅ di = i= 1 ∑ fi 3 = 0. Contoh soal 1.

3 Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar. maka dapat dibuat tabel yang lebih lengkap seperti berikut ini. 2. 3. misalnya diambil rataan sementara ( xs ) = 67. 6. ternyata diperoleh nilai rataannya yaitu 65. Diketahui data: 5. Hitunglah rataan hitungnya. 1. 1.05 = 65. 24 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . Berat Badan 54 – 56 57 – 59 60 – 62 63 – 65 66 – 68 69 – 71 72 – 74 75 – 77 Titik Tengah (xi) 55 58 61 64 67 70 73 76 Frekuensi (fi) 1 2 5 9 12 8 2 1 i=1 Simpangan d = xi – xs –12 –9 –6 –3 0 3 6 9 i=1 fi ⋅ di –12 –18 –30 –27 0 24 12 9 ∑ 8 fi = 40 ∑ 8 fi ⋅ d i = –42 x = xs + ∑ i=1 8 8 fi ⋅ di fi ∑ i= 1 −42  = 67 +   40  = 67 − 1.Penyelesaian Dari tabel distribusi frekuensi bergolong. Hitunglah rataan hitung data di bawah ini. 1. 7. 2. Nilai matematika dari dua puluh siswa di kelas XI IPA adalah sebagai berikut: 65 75 66 80 73 75 68 67 75 77 70 71 60 55 65 63 60 70 70 66 Tentukan rataan hitung (mean) dari data tersebut.95. Data Frekuensi 3 4 4 5 5 7 6 8 7 12 8 3 9 1 3. 9.95   Berdasarkan hasil tersebut. 4.

jika banyaknya data besar. Tentukan rataan dengan menggunakan rataan sementara 57. Median dilambangkan Me.4. Median 1) Median untuk data tunggal Median adalah suatu nilai tengah yang telah diurutkan. Dari pengukuran berat badan terhadap 50 siswa kelas XI IPA digambarkan seperti tabel di samping ini. Tentukan mean dari data berikut: Tinggi Badan (cm) 150 – 154 155 – 159 160 – 164 165 – 169 170 – 174 f 5 6 10 7 2 Berat (kg) 50 – 52 53 – 55 56 – 58 59 – 61 62 – 64 Frekuensi 4 8 20 10 8 5. b. 2 2 Statistika 25 . Diketahui suatu data yang digambarkan pada histogram sebagai berikut. digunakan rumus: • Untuk n ganjil: Me = x1 2 ( n + 1) • Untuk n genap: Me = x n + x n +1 2 2 2 Keterangan: xn = data pada urutan ke. setelah data diurutkan. Untuk menentukan nilai Median data tunggal dapat dilakukan dengan cara: a) b) mengurutkan data kemudian dicari nilai tengah. Frekuensi 15 15 10 8 5 10 10 5 2 42 47 52 57 62 67 Nilai Berdasarkan histogram di atas. tentukan rataannya. 6.n setelah diurutkan.

2. 7. 6. perhatikan contoh soal berikut ini. perhatikan contoh soal berikut. 8. 9 ↓ Me Jadi. Banyaknya data n = 50 (genap). 1. 5. 4. 6. 5. 5. mediannya adalah 6. 8 Nilai Frekuensi 2 3 3 5 4 6 5 8 6 12 7 6 8 7 9 3 Penyelesaian 1. 8. 5. tentukan mediannya. 7. 4. Tentukan median dari data tes Matematika terhadap 40 siswa kelas XI IPA yang digambarkan pada tabel distribusi frekuensi di samping. 1N −F 2 Me = b2 + c  f       Keterangan: b2 c N F f Contoh soal = = = = = tepi bawah kelas median lebar kelas banyaknya data frekuensi kumulatif kurang dari sebelum kelas median frekuensi kelas median Untuk lebih jelasnya. 4. 5. Untuk mengetahui nilai mediannya dapat ditentukan dengan rumus berikut ini. 7. Contoh soal Dari data di bawah ini. 6.Untuk lebih jelasnya. 6. 5. 7. Data diurutkan menjadi: 2. artinya data itu dikelompokkan ke dalam interval-interval kelas yang sama panjang. Nilai 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 26 Frekuensi 4 5 14 10 4 3 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . 2. 4. digunakan rumus: Me = x50 + x50 +1 2 2 2 = x25 + x26 6+6 = =6 2 2 2) Median untuk data bergolong Jika data yang tersedia merupakan data bergolong. 2. 8. 9.

Tentukan median dari data berikut ini. 1. 6.5 2 10 14 40 9  1N −F  2  Maka Me = b2 + c  f      1 ⋅ 40 − 9  2 =59. 4. 5. Skor 52 56 60 64 68 72 76 80 Frekuensi 3 6 10 20 40 20 9 2 Statistika 27 .86 = 67. Data: 5. 9. 6. 6.36 1. 2 b2 = c f N F = = = = Nilai 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 f 4 5 14 10 4 3 F kumulatif 4 9 23 33 37 40 59 + 60 = 59. 8 2.5 + 7.Penyelesaian Banyaknya data ada 40 sehingga letak 1 mediannya pada frekuensi ⋅ 40 = 20.5 + 10  14       20 − 9  = 59. 8. 4.5 + 10  14    = 59. 7. 3. 10. Nilai Frekuensi 5 2 6 12 7 14 8 6 9 5 10 1 3.4 Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar. 3.

5. b. 5. 1) Modus data tunggal Modus dari data tunggal adalah data yang sering muncul atau data dengan frekuensi tertinggi. Tinggi Badan (Kelas) 141 – 145 146 – 150 151 – 155 156 – 160 161 – 165 166 – 170 Frekuensi 3 5 5 18 7 2 5. 8. a. 10 Nilai 4 5 6 7 8 Frekuensi 5 10 14 6 5 28 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . Perhatikan contoh soal berikut ini. Contoh soal Tentukan modus dari data di bawah ini. sedangkan jika memiliki modus lebih dari dua disebut multimodal. Modus Modus ialah nilai yang paling sering muncul atau nilai yang mempunyai frekuensi tertinggi. 5. 9.4. 2. 7. 1. 4. 1. Data (Berat Badan) 45 – 47 48 – 50 51 – 53 54 – 56 57 – 59 60 – 62 63 – 65 Frekuensi 2 6 8 15 10 7 2 c. Jika suatu data hanya mempunyai satu modus disebut unimodal dan bila memiliki dua modus disebut bimodal. 1. Modus dilambangkan dengan Mo.

1. 7. Jadi. 4. 10 Data yang sering muncul adalah 1 dan 5.5 + 5 21 ⋅   = 64. 5.86 = 67. perhatikan contoh soal berikut ini. b. modusnya adalah 6. 9. Jadi modusnya adalah 1 dan 5. 2. Berdasarkan data pada tabel. nilai yang memiliki frekuensi tertinggi adalah 6.5 +  12 + 9  5 = 64. 8. 1.Penyelesaian a.36 Statistika 29 .5 + 2. dan tepi bawah frekuensi modus (b) = 64.5 = 5  d1  Mo = b0 +  d + d  l 2   1  12  12 = 64. 1.5 – 64. 2) Modus data bergolong Modus data bergolong dirumuskan sebagai berikut:  d1  Mo = b0 + l  d + d  2   1 Keterangan: b0 l d1 d2 = = = = tepi bawah kelas median lebar kelas (lebar kelas) selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya Untuk lebih jelasnya. 5. Nilai 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79 80 – 84 Penyelesaian Frekuensi 2 4 6 18 9 15 6 Frekuensi modusnya 18. kelas modusnya 65 – 69. 5. Contoh soal Tentukan modus dari tabel di bawah ini.5 d1 = 18 – 6 = 12 d2 = 18 – 9 = 9 l = 69.

Adapun kuartil adalah membagi data yang telah diurutkan menjadi empat bagian yang sama banyak. Adapun ukuran letak meliputi: kuartil (Q). 6. 1. 8. Hasil pengukuran daun anthurium diperoleh data sebagai berikut. 2.1. 5.2 12 4.1 4 3. Ukuran (cm) Frekuensi Tentukan modusnya. a. bahwa median membagi data yang telah diurutkan menjadi dua bagian yang sama banyak. 3. 7. Tentukan modus dari data tinggi badan 40 anak yang disajikan pada tabel di bawah ini.9 15 5. 2. 1.5 3 6. Tinggi (cm) 119 – 127 128 – 136 137 – 145 146 – 154 155 – 163 164 – 172 173 – 181 Frekuensi 3 6 10 11 5 3 2 2. 5. 6. 2. ada juga yang disebut ukuran letak.1 7 5. 4. 8. 8. 4. Tentukan modus dari data di bawah ini. 9. 5 2.5 2 3. Ukuran Letak Selain ukuran memusat. 3. 30 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA .4 6 4. desil (D). Kuartil (Q) Seperti yang sudah dibahas sebelumnya. 5 b. Tentukan modusnya. 7. 1.5 Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar. 3. 2. 6. a. dan persentil (P). Dalam mengerjakan soal Matematika yang sukar terhadap 25 siswa diperoleh waktu dalam menit seperti terlihat pada tabel di samping. Nilai 2 5 8 11 14 Frekuensi 2 6 10 4 3 4.

Penyelesaian Data yang telah diurutkan: 3. 10. 7. 4. 4. 9. 7. dan Q3 dari data : 3. 4. 10. 4. Pada sub bab ini akan diberikan rumus yang lebih mudah jika data yang disajikan lebih banyak. 4. 7.1 4 bagian 1 4 bagian 1 4 bagian 1 4 bagian xmin Keterangan: xmin xmaks Q1 Q2 Q3 Q1 = = = = = Q2 data terkecil data terbesar kuartil ke-1 kuartil ke-2 kuartil ke-3 Q3 xmaks 1) Kuartil data tunggal Untuk mencari kuartil data tunggal telah dibahas pada sub bab statistik lima serangkai. 8. 3. 8. 12. 8. Letak dari Qi dirumuskan sebagai berikut. 3. 7. Tentukan Q1. 7. 8. 7. Letak Qi = i( n + 1) 4 Keterangan: Qi = kuartil ke-i n Contoh soal 1. 9. Letak Q1 adalah: Q1 = = = banyak data 1(14 + 1) 15 3 = = 3 sehingga: 4 4 4 x3 + 3 (x4 – x3) 4 4 + 3 (4 – 4) = 4 4 2(14 + 1) 15 1 = = 7 sehingga: 4 2 2 1 (x – x ) x7 + 2 7 6 7 + 1 (7 – 7) = 7 2 Letak Q2 adalah: Q2 = = Statistika 31 . 8. 4. 8. Q2. 12.

Nilai kuartil dirumuskan sebagai berikut.25.  i N -F  4  Q i = bi + l    f   Keterangan: Qi = kuartil ke-i (1. Nilai Frekuensi 2 3 3 5 4 6 5 8 6 12 7 6 8 7 9 3 Berdasarkan data di atas. 2. Penyelesaian Banyaknya data 50. 32 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA .Letak Q3 adalah: Q3 = = = 3(14 + 1) 45 1 = = 11 sehingga: 4 4 4 x11 + 1 (x12 – x11) = 8 + 1 (9 – 8) 4 4 1 84 8. caranya sama dengan data tunggal. Q2 = 7. 2. 2) Kuartil data bergolong Menentukan letak kuartil untuk data bergolong.25 Jadi Q1 = 4. Letak Q2 = x25 + 1 1 (x25 – x24) = 6 + (6 – 6) 2 2 = 6+ = 6 1 ⋅0 2 Jadi kuartil ke-2 adalah 6. perhatikan contoh soal berikut ini. Q3 = 8. Dalam suatu tes terhadap 50 siswa didapat tabel frekuensi tunggal sebagai berikut. tentukan kuartil ke-2. atau 3) bi = tepi bawah kelas kuartil ke-i N = banyaknya data F = frekuensi kumulatif kelas sebelum kelas kuartil l = lebar kelas f = frekuensi kelas kuartil Untuk lebih jelasnya.

Contoh soal Tentukan Q1 (kuartil bawah).5 + 10  Q 3 = b3 + l   f      10  30 − 23   = 69. Q2 (median).5 + 0.36 Letak Q3 pada frekuensi = 3 ⋅ 40 = 30 di kelas 70 – 79.5 Statistika 33 .5 + 10 Q 2 = b2 + l   f     2 ⋅10   4 −9  14  = 59.86 = 67. Q2 Q3 Letak Q1 pada frekuensi = 1 ⋅ 40 = 10 di kelas 60 – 69.07 = 59. 4 3 ⋅ 40 − 23   4   iN − F   4  = 69.5 + Letak Q2 pada frekuensi = 1 = 59.5 + 10     = 59.5 + 10  10      = 69. Nilai 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 Penyelesaian Frekuensi 4 5 14 10 4 3 Nilai 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 Frekuensi 4 5 14 10 4 3 F kumulatif 4 9 23 33 37 40 Q1.5 + 10  14         iN − F  4 Q1 = b1 + l  f  = 59. 4  1 ⋅ 40 − 9   10 − 9   4   14  = 59.5 + 7. dan Q3 (kuartil atas) dari data tes Matematika terhadap 40 siswa kelas XI IPA berikut ini.57 14 1 ⋅ 40 = 20 di kelas 60 – 69.5 + 7 = 76.5 + 10      20 − 9     14  = 59. 2  iN − F  4  = 59.

Tentukan: 1. 7.. . 3. J = xmaks – xmin b) Jangkauan interkuartil (H) adalah selisih antara kuartil ketiga dan kuartil pertama: H = Q3 – Q1 c) Jangkauan semi interkuartil (Qd) atau simpangan kuartil dirumuskan: Qd = 1 (Q3 – Q1) 2 d) Langkah (L) adalah satu setengah dari nilai jangkauan interkuartil: L = 3 (Q3 – Q1) atau L = 3 H 2 2 b. 5. dilambangkan dengan J. 2. maka desil membagi data menjadi sepuluh bagian yang sama besar. desil ke-4. 2. 10. xmin D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D8 D9 xmaks Sehingga letak dari Di (desil ke-i) diringkas. Desil dan Presentil Data Tunggal 1) Desil untuk data tunggal Jika median membagi data menjadi dua bagian dan kuartil membagi data menjadi empat bagian yang sama. . 7. 11. 4. 5.3) Jangkauan interkuartil dan semi interkuartil a) Jangkauan adalah selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil. 34 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . 6. . 8. 9 banyaknya data i (n + 1) 10 Perhatikan contoh soal berikut ini. desil ke-2. Letak Di di urutan data ke Keterangan: Di = i = n = Contoh soal desil ke-i 1. Diketahui data: 9.

7.25. 10.4.4 . .Penyelesaian Data diurutkan: 4. pelajarilah contoh soal berikut ini. 2) Persentil untuk data tunggal Jika data dibagi menjadi 100 bagian yang sama. tentukan persentil ke-30 dan persentil ke-75.4 = 6. 8. 100 P75 = x8 + 0.25 Jadi. Penyelesaian Data diurutkan: 4. 7. 11. P75 = 9. maka ukuran itu disebut persentil. 10 10 D4 terletak pada urutan ke-4. . 7. 5. Letak persentil ke-75 di urutan data ke- 75(10 + 1) = 8. 4. 9. Letak desil ke-2 diurutan data keJadi D2 = 5 + 0.0.25. Letak persentil dirumuskan dengan: Letak Pi di urutan data ke Keterangan: P i = i = n = i (n + 1) 100 persentil ke-i 1.3 Jadi.2 (x3 – x2). 5. 7. 10.3 (x4 – x3) = 5 + 0. 8. 4(10 + 1) 44 = = 4.25 (x9 – x8) = 9 + 0. 6. 6. 7. Statistika 35 . Letak desil ke-4 di urutan data keJadi D4 = 6 + 0. Contoh soal Diketahui: 9. 8. 11 2(10 + 1) 22 = = 2. 7. 5. 10. 3. 2.3 (6 – 5) = 5. 5.3.4 sehingga: D4 = x4 + 0.2 (5 – 5) = 5 + 0 = 5.3.25 (10 – 9) = 9. 100 100 P30 = x3 + 0. P30 = 5.. 11 Letak persentil ke-30 di urutan data ke- 3(10 + 1) 330 = = 3.4 (x5 – x4). 9.4 (7 – 6) = 6 + 0.2 sehingga: D2 = x2 + 0.2 10 10 D2 terletak pada urutan ke-2. . 6. 5. 5. 99 banyaknya data Untuk lebih jelasnya.

persentil ke-60 Penyelesaian x 41 – 45 46 – 50 51 – 55 56 – 60 61 – 65 f 3 6 16 8 7 x 41 – 45 46 – 50 51 – 55 56 – 60 61 – 65 f 3 6 16 8 7 F kumulatif 3 9 25 33 40 36 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . Desil dan Persentil untuk Data Bergolong Nilai desil ke-i dari data bergolong dirumuskan sebagai berikut. Contoh soal Diketahui data pada tabel bergolong di samping. persentil ke-25 d. Dari data tersebut tentukan: a. perhatikan contoh soal berikut ini.  i ⋅n − F  100  Pi = b + l  f     Keterangan: Pi b n F f l = = = = = = persentil ke-i tepi bawah banyaknya data frekuensi kumulatif kelas sebelum kelas persentil frekuensi kelas persentil lebar kelas Untuk lebih jelasnya. Keterangan:  i ⋅n − F  D = desil ke-i  10  Di = b + l n = banyak data f   F = frekuensi kumulatif kelas sebelum   kelas desil f = frekuensi kelas desil b = tepi bawah kelas l = lebar kelas Bila data dibagi menjadi 100 bagian yang sama maka ukuran itu disebut persentil. desil ke-1 b. Sedangkan nilai Letak dari persentil dapat dirumuskan dengan: P1 = 100 persentil ke-i dari data bergolong dirumuskan sebagai berikut. desil ke-9 c.c. i( n + 1) .

5 + 7 7     60.5 +   6 6     = 45.825 Statistika 37 .625 54.5 + ( 4 − 3 ) ⋅ 5 D 1 = 45.5 +  5 8      24 − 25  5 55. Letak P60 = diperoleh: P 60 =  9 ⋅ 40 − 33   10  (36 − 33) ⋅ 5 60.81  10 − 9   5  16  60 ⋅ 40 = 24.5 +   5 = 50.5 +   8  55. Letak P25 = diperoleh: P 25 = = = d.5 + 16     50.13 62.5 + 0.83 = 46.5 – 0.5 + 0.5 +   5 = 60.5 + 2.63 25 ⋅ 40 = 10 yaitu pada data ke-10 dan kelas P25 = 51 – 55 sehingga 100  25 ⋅ 40 − 9   100  50.33 b.31 50. Letak D9 = 9 ⋅ 40 = 36 yaitu data ke-36 dan kelas D9 = 61 – 65 sehingga diperoleh: 10 D5 = = = c.a. Letak D1 = 4 yaitu pada data ke-4 dan kelas D1 = 46 – 50 sehingga diperoleh:  1 ⋅ 40   10 − 3  5 = 45. yaitu pada data ke-24 dan kelas P60 = 56 – 60 sehingga 100 = = =  60 ⋅ 40   100 − 25  55.

Q2. Tentukan Q1. Tentukan Q1. 10 12 15 33 38 40 42 43 43 46 48 48 48 50 52 53 54 56 57 58 58 59 60 62 64 65 68 84 89 96 Tentukan: a. 2 2. jangkauan inter kuartil (H). Dalam pengukuran berat badan terhadap 80 siswa kelas XI IPA seperti digambarkan tabel di samping. b. dan Q3 dari data berikut: a. Q1. 8 b. dan Q3. Diketahui data sebagai berikut. Tentukan Q1. median (Q2). 2. 11.6 Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar. 4. 1. 6.1. dan kuartil atas (Q3). Q2. 5. Tentukan kuartil bawah (Q1). jangkauan semi inter kuartil (Qd). 4. 4. 3. 7. 6. Q2. 5. 9. c. 3. 12. dan Q3 dari data berikut: Nilai 3 4 5 6 7 8 9 Frekuensi 5 6 10 15 9 6 2 3. d. langkah (L). dan Q3. 38 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . Q2. 4. Data 41 – 45 46 – 50 51 – 55 56 – 60 61 – 65 66 – 70 Berat Badan (kg) 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 f 3 6 10 12 5 4 f 3 11 16 25 15 9 1 Diketahui data seperti pada tabel di samping.

3. 8. tentukan: a. 3. 4. simpangan rata-rata (deviasi ratarata) dan simpangan baku (deviasi standar). Ukuran Penyebaran Ukuran pemusatan yaitu mean. persentil ke-75. 3. d. R = xmaks – xmin = 20 – 3 = 17 Statistika 39 . desil ke-8. 3. 6. merupakan informasi yang memberikan penjelasan kecenderungan data sebagai wakil dari beberapa data yang ada. tentukanlah: a. b. 12. 6. 15. 6. desil ke-2. Jangkauan (Range) Ukuran penyebaran yang paling sederhana (kasar) adalah jangkauan (range) atau rentangan nilai. 4. 1) Range data tunggal Untuk range data tunggal dirumuskan dengan: R = xmaks – xmin Pelajarilah contoh soal berikut ini. 15. 9.6. Dari data: 14. persentil ke-30. 20 Penyelesaian Dari data di atas diperoleh xmaks = 20 dan xmin = 3 Jadi. Adapun ukuran penyebaran data memberikan gambaran seberapa besar data menyebar dari titik-titik pemusatan. Contoh soal Tentukan range dari data-data di bawah ini. 7. b. desil ke-4. persentil ke-34. median dan modus. 8. 7. c. d. Berat Badan (kg) 41 – 45 46 – 50 51 – 55 56 – 60 61 – 65 Frekuensi 3 6 16 8 7 Berdasarkan data yang disajikan pada tabel di atas. Ukuran penyebaran meliputi jangkauan (range). 10. 7. c. desil ke-5. 2. yaitu selisih antara data terbesar dan data terkecil. a. 10. persentil ke-79.

Simpangan Rata-Rata (Deviasi Rata-Rata) Simpangan rata-rata suatu data adalah nilai rata-rata dari selisih setiap data dengan nilai rataan hitung. 10. R = 19 – 4 = 15. Contoh soal Tentukan range dari tabel berikut ini. Tentukan simpangan rata-ratanya. 6. b. 8. x3. 7. Contoh soal Diketahui data: 7. Penyelesaian 7 + 6 + 8 + 7 + 6 + 10 + 5 49 = = 7 7 7 SR = 1 {|7 – 7| + |6 – 7| + |8 – 7| + |7 – 7| + |6 – 7| + |10 – 7| + |5 – 7|} 7 = 1 {| 0 | + | –1| + | 1 | + | 0 | + | –1 | + | 3 | + | –2 |} 7 x = Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA 40 . xn rataan hitung Perhatikan contoh soal berikut ini. Nilai 3–5 6–8 9 – 11 12 – 14 15 – 17 18 – 20 Penyelesaian Frekuensi 3 6 16 8 7 10 Nilai tengah kelas terendah = 3+5 = 4 2 18 + 20 Nilai tengah kelas tertinggi = = 19 2 Jadi. 1 SR = n ∑ n Keterangan: i =1 xi − x SR n xi x = = = = simpangan rata-rata ukuran data data ke-i dari data x1. nilai tertinggi diambil dari nilai tengah kelas tertinggi dan nilai terendah diambil dari nilai kelas yang terendah. …. x2. 6. 1) Simpangan rata-rata data tunggal Simpangan rata-rata data tunggal dirumuskan sebagai berikut. 5.2) Range data bergolong Untuk data bergolong.

Nilai 141 – 145 146 – 150 151 – 155 156 – 160 161 – 165 166 – 170 Penyelesaian Frekuensi 2 4 8 12 10 4 Nilai 141 – 145 146 – 150 151 – 155 156 – 160 161 – 165 166 – 170 Jumlah fi 2 4 8 12 10 4 40 xi 143 148 153 158 163 168 fi ⋅ xi 286 592 1.5 4. 40 Statistika 41 .300 = 157.5 fi|xi – x | 29 38 36 6 55 42 260 x = ∑ f ⋅x i i =1 6 6 i ∑ i =1 = fi 6. SR = i =1 6 6 xi − x = ∑ i =1 fi 260 = 5.896 1.5 40 ∑ fi Jadi. Contoh soal Tentukan simpangan rata-rata pada tabel berikut ini.15.5 9.5 0.300 |xi – x | 14.5 5.224 1.= 1 (0 + 1 + 1 + 0 + 1 + 3 + 2) 7 = 8 = 11 7 7 2) Simpangan rata-rata data bergolong Simpangan rata-rata data bergolong dirumuskan: ∑ fi SR = i =1 n n xi − x fi ∑ i =1 Pelajarilah contoh soal berikut ini.630 672 6.5 10.

42 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . dan 5. Karl Ganss mempelajari penyebaran dari berbagai macam data.. dan 41. s= ∑ i =1 n  n  x −∑ x   i =1  n(n − 1) 2 i 2 untuk n < 30 atau merupakan data sampel s= ∑ ( xi − x ) 2 i =1 n n −1 untuk n > 30 atau merupakan data populasi Catatan: n = ∑ n i =1 fi Rumus tersebut dapat pula diubah ke bentuk berikut ini. 1) Simpangan baku data tunggal Simpangan baku/deviasi standar data tunggal dirumuskan sebagai berikut. 39. . 32. ilmuwan menggunakan deviasi standar atau simpangan baku untuk mengestimasi akurasi pengukuran. Tentukan simpangan baku dari data tersebut. 6. Contoh soal Dari 40 siswa kelas XI IPA diperoleh nilai yang mewakili adalah 7. n∑ s= i =1 n  n  x −  ∑ xi   i =1  n(n − 1) 2 i 2 i 2 untuk n < 30 atau merupakan data sampel 2 s= n∑ i =1 n x  n  −  ∑ xi   i =1  untuk n > 30 atau merupakan data populasi 2 n Untuk lebih jelasnya. Perbedaan ini dimanfaatkan oleh ahli-ahli statistika untuk melihat penyebaran data dalam suatu populasi. Simpangan Baku (Deviasi Standar) Sebelum membahas simpangan baku atau deviasi standar. perhatikan contoh soal berikut ini. Kamu tentu tahu bahwa setiap orang memakai sepatu yang berbeda ukurannya. 3. . perhatikan contoh berikut. 40. Ada yang berukuran 30. Deviasi standar adalah akar dari jumlah kuadrat deviasi dibagi banyaknya data. 33. Perbedaan ukuran sepatu biasanya berhubungan dengan tinggi badan manusia. Saat ini. Ia menemukan istilah deviasi standar untuk menjelaskan penyebaran yang terjadi. Seorang ahli matematika Jerman.c. 9..

2) Simpangan baku data bergolong Simpangan baku data bergolong dirumuskan berikut ini.000 − 900 5⋅4 100 20 5 = 2.Penyelesaian x = 7 +9+ 6+3+5 30 = =6 5 5 xi – x -3 -1 0 1 3 (x – x )2 9 1 0 1 9 20 x2 9 25 36 49 81 200 Nilai (x) 3 5 6 7 9 30 5 s = ∑ ( xi − x ) 2 i =1 n −1 = 20 = 5 −1 5 = 2.24 Atau dengan menggunakan rumus berikut ini.24. n∑ s = i =1 5  5  −  ∑ xi  x i =1   n(n − 1) 2 i 2 = 5 ⋅ (200) − 900 5(5 − 1) = = = 1.24 Jadi ragam = 5 dan simpangan baku = 2. s= ∑ f i ( xi − x ) i =1 n 2 n −1 untuk n < 30 atau merupakan data sampel s= ∑ i =1 n fi ( xi − x ) 2 n untuk n > 30 atau merupakan data populasi Statistika 43 .

840 x = ∑ fi ⋅ xi i =1 n 5 = 490 = 16.179 2.Rumus di atas dapat pula diubah ke bentuk berikut ini. Contoh soal Hasil tes Matematika 30 siswa kelas XI IPA seperti ditunjukkan pada tabel di samping.33 0. perhatikan contoh soal berikut ini. Berdasarkan data tersebut.45 32.7 fi.75 0.458 8.904 1.67 5.7 836.89 = 5. Nilai 5–9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 Penyelesaian Frekuensi 3 8 11 6 2 Nilai 5–9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 Jumlah 5 fi 3 8 11 6 2 30 Titik Tengah (xi) 7 12 17 22 27 fi xi 21 96 187 132 54 490 xi – x -9. 7 = 30 s = ∑ fi ( xi − xi ) 2 i =1 n = 27. tentukan simpangan bakunya.67 10.33 -4. x2 147 1.28 44 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA .x )2 87.85 261.152 3.15 150 4.67 (xi – x )2 fi (xi . n  n  n ∑ f i xi2 −  ∑ fi xi  i =1  i =1  n(n − 1) 2 s= untuk n < 30 atau merupakan data sampel s= n  n  n ∑ fi xi2 −  ∑ fi xi  i =1  i =1  2 n 2 untuk n > 30 atau merupakan data sampel Untuk lebih jelasnya.95 192.33 30 836.15 113.05 18.9 227.

2. Buatlah kelasmu menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas berikut. b.88 900 = = = 5.7 Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar.28 d. 3. 6. 2 I. 4.200 − 240. 8. 2. 6. Tentukan simpangan rata-rata dari data berikut: a. 6. 8 Nilai 40 – 48 49 – 57 58 – 66 67 – 75 76 – 84 85 – 93 Frekuensi 4 12 10 8 4 2 1.Atau dapat digunakan rumus ke-2 sebagai berikut: n∑ i =1 5 s =  5  f i ( x) −  ∑ f i ⋅ xi   i =1  2 n 2 2 = 30 ⋅ 8 ⋅ 840 − (490)2 302 265. 2. 1. 11. Ragam atau Variansi Jika simpangan baku atau deviasi standar dilambangkan dengan s.100 = 27. maka ragam atau variansi dilambangkan dengan s2. 1 Statistika 45 . b. 3. 11. Tentukan ragam dari data : a.100 900 25.

Umur 1–5 6 – 10 11 – 15 16 – 20 21 – 25 Frekuensi 2 7 5 9 6 Frekuensi 2 8 9 6 3 2 Data umur dari 30 orang disajikan pada tabel di samping. Diagram lingkaran Diagram lingkaran adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. Bagian batang memuat angka puluhan dan bagian daun memuat angka satuan. variansi. 4. Diagram batang Diagram batang menunjukkan keterangan-keterangan dengan batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah. Berat Badan (kg) 21 – 25 26 – 30 31 – 35 36 – 40 41 – 45 46 – 50 1. 8. 11. Tentukan simpangan baku dari data: a. 7. menarik kesimpulan. Data berat badan 30 siswa disajikan pada tabel di samping. Diagram batang daun Diagram ini terdiri dari dua bagian. 2. deviasi standar. 2. 4. mengolah dan menganalisis data. deviasi standar. 46 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . variansi. 4. 5. 5. menafsirkan parameter dan menguji hipotesa yang didasarkan pada hasil pengolahan data. Statistika adalah cabang dari Matematika terapan yang mempunyai cara-cara mengumpulkan dan menyusun data. 6. Tentukan: a. 3 3. b. Diagram garis Penyajian data statistik dengan menggunakan diagram berbentuk garis lurus disebut diagram garis lurus atau diagram garis. Tentukan: a. b. yaitu batang dan daun. 3. 3. serta menyajikan data dalam bentuk kurva atau diagram. 6 b.2.

Q2.  d1  Mo = b + l  d + d  2   1 i= 1 ∑ 12.6. ∑ xi i =1 n n b. Poligon frekuensi adalah garis yang menghubungkan titik-titik tengah puncakpuncak histogram. Data bergolong: x = ∑f i =1 n i =1 n i ⋅ xi i ∑f c. dan Q3. 9. Data tunggal: x = 7. Median data bergolong  1N −F  2  Me = b + l  f    11. Kuartil data bergolong  i N −F 4 Qi = b + l  f       13. yang terdiri dari data ekstrim (data terkecil dan data terbesar). 8. Rataan a. Desil dan persentil Desil : Di = i( n + 1) 10  i ⋅n − F   10  Di = b + l  f    Statistika 47 . Histogram adalah diagram batang yang batang-batangnya berimpit. Jangkauan kuartil: JQ = Q3 – Q1 Jangkauan semi interkuartil: Qd = 1 (Q3 – Q1) 2 14. Modus data bergolong Modus adalah ukuran yang sering muncul. Diagram kotak garis Data statistik yang dipakai untuk menggambarkan diagram kotak garis adalah statistik lima serangkai. Rataan dengan rataan sementara: x = xs + i=1 n ∑ n f i ⋅ di fi 10. Q1. Ogive ada dua macam yaitu ogive naik dan ogive turun.

Untuk data bergolong untuk n > 30 s= ∑ f i ( xi − x ) i =1 n 2 n −1 atau s = ∑ i =1 n fi ( xi − x ) 2 n untuk n < 30 untuk n > 30 2 s= n∑ i =1 n  n  f i x −  ∑ fi xi   i =1  n(n − 1) 2 i atau s= n∑ i =1 n  n  fi x −  ∑ fi xi   i =1  2 n 2 i 2 untuk x < 30 untuk n > 30 48 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA .Persentil: Pi = i( n + 1) 100  i ⋅n − F   100  Pi = b + l  f    15. Range R = xmaks – xmin 16. Simpangan baku (deviasi standar) a. Simpangan rata-rata (deviasi rata-rata) 1 Untuk data tunggal: SR = n ∑ n n i =1 xi − x xi − x n ∑ fi Untuk data bergolong: SR = i =1 ∑ i =1 fi 17. Untuk data tunggal ∑ s= i =1 n  n  x −∑ x   i =1  n(n − 1) 2 i 2 atau s = ∑ ( xi − x ) 2 i =1 n n −1 untuk n < 30 untuk n > 30 2 n∑ s= i =1 n  n  x −  ∑ xi   i =1  n(n − 1) 2 i atau s= n∑ i =1 n x 2 i  n  −  ∑ xi   i =1  2 n 2 untuk x < 30 b.

Dari diagram kotak garis tersebut nilai jang. Dari jumlah lulusan suatu SMA yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri tahun 1996 – 2003 disajikan dalam diagram di samping. jumlah PNS 12 orang PNS Wiraswasta b. a. 41 dan 10 d.5 Q1 = 52 Q2 = 62 Q3 = 73 78 40 50 60 70 80 Statistika 49 . Nilai Ujian Frekuensi a. 9 1 2 4. 1996 – 1997 b. prestasi yang paling buruk terjadi pada tahun …. Menurut diagram garis di samping. Berdasar data di bawah ini. Data tersebut jika disajikan dalam diagram lingkaran sebagai berikut. jumlah wiraswasta 90 orang 108o 90o c. 1. 23. maka a = …. 9 1 3 c. 9 1 6 b. jumlah pedagang 135 orang 135o 27o d. 47 dan 11 e. 2002 – 2003 100 80 60 40 20 0 96 97 98 99 '00 '01 '02 '03 '04 jumlah siswa diterima Tahun 2. 9 5 6 a 6 Perhatikan diagram kotak garis di samping. jumlah TNI 15 orang Jika rata-rata nilai ujian pada tabel di bawah ini sama dengan 6. 1999 – 2000 d. a. a. 2000 – 2001 e. 47 dan 10 b.5 c. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 3 10 4 5 8 6 9 3 4 d. 3. 1998 – 1999 c. 9 6 e. Dari 400 siswa diperoleh data tentang pekerjaan orang tua/wali.I. 47 dan 10. pernyataan yang benar adalah ….3 1 kauan dan jangkauan semi interkuartil berturut-turut adalah ….5 dan 10. jumlah TNI/Polri 27 orang Pedagang TNI/Polri e.

66. 6 Frekuensi 8 12 15 8 7 7. 3. 5 2.9 b. 2 3. 65. a. 66.0 50 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . 2 b.83 b. Interval 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79 80 – 84 Frekuensi 4 8 14 35 27 9 3 9.12 c. 5.5. Interval 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 Frekuensi 1 3 11 21 43 32 9 Kuartil bawah dari data yang disajikan pada tabel frekuensi di samping adalah ….12 d.6 d.18 frekuensi 35 25 15 5 frekuensi 35 25 20 5 5 6 7 8 9 6. 3. 4 c. 12. Nilai Batang 3 4 5 6 7 8 9 Interval 1–5 6 – 10 11 – 15 16 – 20 21 – 25 Daun 1.35 Modus dari data yang disajikan pada tabel distribusi frekuensi di samping adalah …. 9 1. 11.6 c. 66. 68. 5.17 e.1 e. 13.6 b. a. Banyaknya siswa yang memperoleh nilai < 5 adalah ….83 c.12 e. 12. 66. 7 d. Nilai rata-rata dari data yang ditunjukkan oleh grafik di samping ini adalah …. 68. 59. a. 4 4. 6 c. 7.18 b. 8. 9 3.2 d. 14. 8. a. 13 Median dari data pada tabel di samping adalah …. 9 e. 6. a. 7 e.6 Hasil tes Matematika terhadap 20 siswa digambarkan pada diagram batang daun di samping. 6. 60. 66. 7 2.83 d. 7.

5 28. 50 c. 48.5 dan 89. 65. 26. a. 4 d. 26. 50 b. 42. 26. 27. 50. 41. 33.5 c. 77 11. 23.9 b. 63. 29.5 23. 42. 76 e.5 b.4 dan 88 d. a.5 18. 25. 9 Statistika 51 . 33. 27. Jika dibuat interval kelas dengan tepi bawah 19. 29.5 c. 66. 14 d.9 dan 89.5 dan lebar kelas 3. 41. 28.0 b. 27. 24. 48. 34. Nilai 51 – 60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 91 – 100 Frekuensi 8 16 24 20 12 Rata-rata data pada tabel di samping jika dipilih ratarata sementara 75. 22. 34. 36. 50 e. a. 27. 7 b. 41. 30. 28. 25. 21 b. 39. 47.0 d. 38. 7. 47. 69.8 c. 31.5 adalah …. 25.5 dan 88. 18 c. Nilai 40 – 48 49 – 57 58 – 66 67 – 75 76 – 84 85 – 93 Frekuensi 4 12 10 8 4 2 Simpangan kuartil dari data di samping adalah …. 5 e. 42.15 d. 50 12. 26.4 dan 89 f 10 8 6 4 2 13. 6 13. Nilai dari D3 dan D9 (D = desil) dari data di bawah ini berturut-turut adalah ….5 33. 32.10. 4. 47. Diketahui data : 23.5 14. 24. 28. 63. 27. 47.5 e. 28. 39. Modus dari data pada histogram di samping adalah …. maka banyak interval adalah …. 26.5 e. Nilai statistika lima serangkai dari data tersebut adalah …. 30. 34. 50 d. 65. 21.0 15. 12 e. 25. 40 73 42 74 46 76 53 77 58 78 60 78 62 79 63 80 63 82 66 84 68 85 68 88 68 90 70 92 72 96 a. 39. 67. a. 39. 8 c. Data penimbangan berat badan terhadap 10 siswa dalam kg adalah : 50. 44. 38. 29. 38. 31. a. 27. 34. 24. 26.

1 11 2 55 19. 0 d.00 18 12. Jangkauan dari data: 54. Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar. 0.5 18. 6 c. 6.0.64 b.00 0 08. 12. 12. a.00 – 13.5. 10. 4.00. Data banyak kendaraan yang parkir tiap dua jam dari pukul 06. 83 adalah …. 5. 11 55 b.0. 75.94 e. 63. 11 55 2 c. 11. a. e. 14 adalah …. x2 = 5.00 12 16. Persentil ke-75 dari data: 8. 2 a. 29 e. 91 86 Berat Badan 41 – 50 51 – 60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 Frekuensi 1 7 10 6 2 Pukul Kendaraan 06. a. dan x4 = 7. 6 adalah …. 78. 8. 3. 4 6 II. 6 3 b. 11 d.00 sampai 18. 71. Gambarlah data tersebut dalam diagram garis.5 e. 7 2 c. 5. 1. 7.75 b. 80. 2.16.00 16 a.0 maka simpangan baku dari kelima data tersebut (deviasi standar) adalah …. 52 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . Diketahui data di samping ini. d.00 20 14. Perkiraan banyak kendaraan yang parkir antara pukul 11.00 14 10.00 8 18.0 12. 2 11 55 e. Simpangan baku dari tabel di samping adalah …. Diketahui data x1 = 3. 13 c. b. x5 = 8. 6. 15. 20 17. 4. 30 d. 8. 12. d. 59. 9. 63. a.00 disajikan dalam tabel sebagai berikut. 10 c.5. 53. 71. 1. 6. Simpangan baku dari data: 7. 4. x3 = 6. 1. 15 b.

b. 4. Tentukan nilai: a. 7 4 2. Tentukan nilai terendah dalam tes Matematika. Diketahui diagram batang daun hasil tes Matematika di kelas XI IPA sebagai berikut. Nilai Frek 5 3 6 5 7 4 8 6 9 1 10 1 Jika nilai siswa yang lebih rendah dari rata-rata dinyatakan tidak lulus. Nilai ujian suatu mata pelajaran adalah sebagai berikut. 8 3. Tentukan jumlah siswa yang ikut tes Matematika. 4. P30.2. D9 b. 3. P70 Interval 150 – 154 155 – 159 160 – 164 165 – 169 170 – 174 Frekuensi 6 25 65 92 100 Statistika 53 . tentukan modusnya. 3. 7. 3. Nilai 31 – 40 41 – 50 51 – 60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 91 – 100 Frekuensi 5 8 17 20 15 20 15 Frekuensi 4 5 10 12 3 1 Dari data di samping. 6 1. Tentukan nilai tertinggi yang dicapai dalam tes. 5. Data 1–5 6 – 10 11 – 15 16 – 20 21 – 25 26 – 30 Dari data di samping. Batang 9 8 7 5 4 3 Daun 1 2. D4. 6. 3. c. Diketahui data seperti pada tabel di samping. tentukan rataannya dengan menggunakan rataan sementara. 5 a. tentukan banyaknya siswa yang tidak lulus.

7. b. 10. statistik lima serangkai. Interval 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 f 1 7 10 6 2 4 Q2 = 62 8. Tentukan median dari data yang disajikan pada tabel distribusi frekuensi di bawah ini. Berat Badan 40 – 43 44 – 47 48 – 51 52 – 57 58 – 61 Frekuensi 5 9 16 8 6 Tentukan: a. Berat Badan 43 – 47 48 – 52 53 – 57 58 – 62 63 – 67 Frekuensi 5 1 9 6 4 54 Matematika SMA dan MA Kelas XI Program IPA . hamparan. dan b. Berat badan siswa kelas XI IPA disajikan pada tabel berikut. jangkauan. 31 40 Q1 = 52 Q3 = 73 78 50 60 70 80 Dari diagram kotak garis di atas tentukan: a. Tentukan simpangan baku dari data yang disajikan dalam tabel di bawah ini. 9. jangkauan semi interkuartil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful