Anda di halaman 1dari 2

Bioteknologi; Akhir dari Kelaparan Dunia

Tema: Bioteknologi dan Mikrobiologi Industri Dewasa ini, perkawinan silang antar spesies-spesies tumbuhan telah menghasilkan berbagai varietas hybrid yang sangat besar. Tumbuhan yang menghasilkan produksi pangan dalam jumlah lebih banyak, kestabilan waktu panen, serta varietas-varietas yang hasil panennya mampu menambah pendapatan para petani-sudah banyak dikembangbiakkan. Namun, di sisi lain kesuksesan Green Revolution ini keberadaan pangan yang ideal bagi masyarakat miskin masih jauh. Jauh dari kata sukses. Populasi yang membludak, perubahan demografi, serta program-program yang masih menganaktirikan penduduk miskin masih berlanjut. Hal-hal inilah yang menghancurkan program dari Green Revolution. Maksudnya, bukanlah Green Revolution ini berakhir. Green Revolution masih dapat terus dijalankan dengan segala kelebihannnya, namun untuk mengakhiri masalah kelaparan dunia karena mem bludaknya populasi, peningkatan dalam rekayasa genetika perlu bermain disini. Kita perlu mengkombinasikan antara cara konvensional dengan bioteknologi. Mari kita mulai dengan nembahas berbagai penyebab masalah pangan di dunia. Pangan, sering kali sulit didapat di daerah-daerah yang memiliki iklim kurang bersahabat untuk pertumbuhan tanaman. Tumbuhan tidak dapat tumbuh, makanan pun menjadi sulit. Contoh mudahnya adalah gurun pasir yang tandus sreta daerah stepa. Masalah lain muncul saat proses bertani. Berbagai halangan seperti kekeringan, perubahan cuaca tidak menentu, serta gangguan hama menjadi sandungan bagi hasil panen yang baik. Sebagai tambahan, masalah juga muncul pada kandungan bahan pangan itu sendiri. Seperti kekurangan vitamin tertentu, membawa permasalahan gizi bagi masyarakat. Kabar baiknya, beberapa dari masalah masalah di atas sudah ditemukan solusinya. Varietas transgenic dan hybrid seperti jagung, kapas dan kentang yang diselipkan gen Bacillus Thruringiensis dapat mengontrol beberapa serangga pengganggu secara efektif. Ini adalah kabar baik bagi penghematan insktisida yang sering dirasa mahal bagi petani, serta tidak mencemari lingkungan.

Perkembangan baik lainnya muncul dari peningkatan varietas-varietas serealia yang memiliki tolenransi tinggi terhadap kebasaan tanah, kekurangan aluminium dan racun-racun besi. Varietas-varietas ini dapat membantu memperbaiki masalah degradasi tanah hasil dari system irigasi yang telah berlangsung. Selain itu, varietas ini juga memungkinkan untuk bercocok tanam di lahan yang basa; bertambahnya lahan untuk produksi global. Ada pula peningkatan dalam jumlah. Diketahui, gandum transgenic yang menghasilkan Glu hidrogenase tinggi dapat dipanen 29% lebih banyak daripada non-transgenik. Kekuatan rekayasa genetic tidak sampai disini. Rekayasa genetic pada tanaman dapat pula meningkatkan kualitas nutrisi hasil pertanianan. Sebuah lembaga di Filipina telah sukses mentransfer gen yang miningkatkan kuantitas vitamin A, zat besi dan mikronutrien lainnya. Ini dapat memberikan dampak bagi milyaran manusia yang mengalami defesiensi vitamin A dan zat besi yang menyebabkan anemia dan kebutaan. Kontras dengan berbagai kehebatan rekayasa genetic, metode ini juga memiliki ancaman. Dikarenakan riset untuk melakukan rekayasa genetic mahal, metode ini dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu yang mengiginkan keuntungan lebih. Mereka membiatyai riset, lalu hasil riset diambil alih dan diswastakan. Diperlukan kerjasama yang kuat dari berbagai pihak dari nasional hingga global untuk mengatasi ancaman ini. Agar masyarakat miskin dan petani mendapatkan akses bagi hasil rekayasa genetic.

Kelompok 9 Macan Genit