Anda di halaman 1dari 25

Oleh : Ramadhan Tosepu, SKM.

M.Kes

Pada

tahun 1956, Professor Mochtar mendirikan Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Pencegahan (IKM-IKP) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Professor Mochtar juga melakukan pengajaran ilmu kesehatan masyarakat di Universitas Gadjah Mada dan Insititut Teknologi Bandung. Pada periode yang sama, beberapa tokoh kesehatan masyarakat seperti Prof. Sulianti Saroso, Prof. Barmawi Wongso Kusumo dan Prof. Sabdoadi mulai mengajarkan ilmu kesehatan masyarakat di Universitas Airlangga, yang kemudian menjadi awal berdirinya Bagian IKMIKP di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Pada tahun 1959 Prof. Mochtar mengajukan

gagasan ke Rektor UI, untuk membentuk Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia. sebelum gagasan dapat direalisasikan, pada tanggal 24 Januari 1961 Prof. Mochtar gugur dalam kecelakaan pesawat terbang di Pegunungan Burangrang dalam perjalanan untuk mengajar kesehatan masyarakat di ITB, Bandung.

Tahun

1962, Prof. Sayono Sumodijoyo melanjutkan gagasan tersebut pada tanggal 26 Februari 1965 melalui SK Mendiknas No. 26/1965, berdirilah FKM pertama di Indonesia. Kemudian SK berdirinya FKM UI diperbaiki melalui SK No. 153/1965 dan tanggal berdirinya FKM UI ditetapkan tanggal 1 Juli 1965. Prof. Sayono Sumodijoyo diangkat menjadi Dekan pertama FKM UI. Setelah Universitas Indonesia mendirikan FKM di tahun 1965, kemudian diikuti oleh Universitas Hasanuddin yang mendirikan FKM tahun 1982.

Kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia dapat

dilihat dari masih tingginya angka kematian khususnya angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan angka kematian anak balita Tantangan utama dari masalah Kesmas di Indonesia adalah besarnya kesenjangan antar daerah dalam berbagai bidang yang terkait dengan kondisi geografis, tingkat pendidikan, sarana dan prasarana transportasi, budaya, dan lainnya yang sering disebut dengan determinan sosial dalam bidang kesehatan (social determinant of health). Sehubungan dengan kondisi di atas, kebutuhan tenaga kesehatan masyarakat (Sarjana Kesmas) menjadi sangat penting dibanding tenaga kesehatan lainnya seperti perawat, bidan, dan dokter.

pengkajian terhadap informasi mengenai

kesehatan masyarakat pengembangan kebijakan kesehatan yang komprehensif penjaminan bahwa layanan kesehatan masyarakat diberikan kepada masyarakat berjalan dengan baik

Memantau

status kesehatan untuk mengidentifikasikan masalah kesehatan masyarakat. Mendiagonosis dan menyelidiki masalah kesehatan dan bahaya kesehatan di dalam masyarakat Menginformasikan, mendidik, dan memberdayakan penduduk seputar pesoalan kesehatan Menggerakkan kemitraan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menylesaikan masalah kesehatan Mengembangkan kebijakan dan rencana yang mendukung upaya kesehatan individual dan masyarakat

Menghubungkan penduduk dengan layanan

kesehatan yang dibutuhkan dan menjamin pemberian layanan kesehatan yang dalam kondisi lain tidak tersedia Menjamin tenaga kerja layanan kesehatan personal dan kesehatan masyarakat yang kompeten Mengevaluasi keefektifan, keterjangkauan, dan mutu layanan kesehatan berbasis penduduk dan individu Melakukan penelitian untuk mencari pengetahuan wawasan baru dan solusi yang inovatif terhadap masalah kesehatan

Jenjang Pendidikan Sarjana Jenjang Pendidikan Profesi Jenjang Pendidikan Magister Kesehatan

Masyarakat Jenjang Pendidikan Doktroal

Pendidikan kesehatan masyarakat mulai

ditata sejak tahun 1985, melalui sebuah Project Management Unit (PMU) tujuannya untuk menata manajemen pendidikan kesehatan masyarakat yang dapat memenuhi unsur kuantitas dan kualitas sesuai kebutuhan. Sasarannya pada lima perguruan tinggi negeri yang telah Mendirikan Fakultas Kesehatan Masyarakat atau mempunyai program studi Kesehatan Masyarakat (UI, UNHAS, UNAIR, UNDIP dan USU).

Pendidikan kesehatan masyarakat merupakan

pendidikan akademik yang dikembangkan mengikuti panduan pengelolaan pendidikan tinggi. pendidikan Kesehatan Masyarakat sangat terkait dengan isu global yang beyond border (borderless). Dengan demikian, upaya memasukkan isu kesehatan dunia menjadi sangat relevan dalam pendidikan Kesehatan Masyarakat.

Kesehatan Masyarakat Sebagai Profesi


Pengertian kesehatan masyarakat sebagai profesi

tidak dimaksudkan semata-semata sebagai uraian tentang perlunya pendidikan profesi kesehatan masyarakat, tetapi lebih diarahkan kepada penjelasan tentang pengembangan aplikasi ilmu kesehatan masyarakat secara profesional. Jenjang pendidikan profesi sejak berdirinya Fakultas Kesehatan Masyarakat belum diadakan, walaupun keinginan untuk menetapkan kompetensi setiap rumpun ilmu dapat dikatakan telah memasuki ranah pendidikan profesi

maka diharapkan pendidikan akademik

jenjang sarjana akan melahirkan seorang sarjana kesehatan masyarakat dengan profil yang MIRACLE (singkatan): Managable, Innovator, Role Model, Apprentice, Communitarian, Leader dan Educator,

Sebagai suatu profesi, Kesehatan Masyarakat telah dirumuskan dengan karakteristik - landasan filosofi pengetahuan (body of Knowledge) - Pendidikan profesi - Penerapan pengetahuan dan teknologi - Bekerja sesuai standar profesi - Memiliki organisasi profesi untuk mengorganisir, melayani dan membina anggota profesi dalam kegiatan yang profesional

Landasan otonomi pribadi Landasan tanggung jawab Landasan kerjasama (kolaborasi) Landasan moral dan etika

Undang Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional Pasal 15, 19 (1), 20 (1,3), 21 (1), 29, yang berbunyi; Undang Undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 Pasal 23 ayat 2, Pasal 23 Rancangan Undang-Undang Tenaga Kesehatan no ??? Peratran Pemerintah No. 32 tentang Tenaga Kesehatan: Pasal 2 ayat 1 PP No. 17Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan: Pasal 85, 86, Pasal 98 ayat 2 point a, ayat 4 dan 5 PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan; pasal Undang Undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah

Berpikir kritis yaitu kemampuan menempatkan

masalah pada fakta dan mengkritisi untuk menemukan prioritas masalah secara tepat dan benar, dengan tetap memperhatikan dan mengaitikan pada konteks global, dan mengajukan rekomendasi yang protektif untuk menjaga ekosistem tetap steril terhadap ancaman luar Berpikir sistem yaitu kemampuan untuk menempatkan masalah dengan mengaitkan faktor penyebab dalam pendekatan holistic (akibat globalisasi dalam demografi, geografi, social, budaya, ekonomi, dan politik) bahwa suatu masalah kesehatan tentu bersinggungan dengan berbagai factor yang saling mengiikat dan

Memutuskan Tindakan yaitu kemampuan

untuk menggunakan pendekatan secara komprehensif berbasis pada masalah dan akar penyebab, serta memiliki kepemimpinan untuk melibatkan lintas displin dan sector lain yang bersinggungan untuk mencari solusi dan bertindak secara bersama-sama dan bekerja bersama sebagai sebuah tim

Agar pendidikan kesehatan masyarakat, baik jalur pendidikan akademik dan profesi berjalan sesuai ketetapan, maka sejak tahun 2007 2009, atas inisiatif AIPTKMI dalam Rapat Kerja Tahunan bertempat di Purwokerto tahun 2007, Kendari 2008, Medan tahun 2009 dan Pertemuan Nasional Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat sepanjang tahun 2010, telah dibahas Kurikulum Nasional berbasis kompetensi untuk pendidikan ilmu kesehatan masyarakat jalur pendidikan akademik. Kurikulum yang dikembangkan berupa kurikulum inti berbobot 60% dari kurikulum institusi, 40% terdiri dari kerikulum peminatan, yang juga disepakati untuk dilaksanakan secara

Untuk

jenjang pendidikan akademik sarjana, dengan gelar S.K.M diberikan hak untuk ikut memilih mengikuti pendidikan magister atau pendidikan profesi yang sifatnya tidak mengikat. pilihan terhadap pendidikan kesehatan masyarakat, baik pada jenjang pendidikan sarjana dan profesi menganut pola terpisah, artinya tamatan sarjana dapat saja melanjutkan atau tidak ke pendidikan profesi, demikian pula dengan pola pendidikan akademik pada jenjang

Jenjang Pendidikan Sarjana

peminatan saat ini

terdiri dari; Peminatan Epidemiologi Peminatan Biostatistik dan Kependudukan Peminatan Kesehatan Lingkungan Peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan Peminatan Promosi dan Pendidikan Kesehatan Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Peminatan Gizi Masyarakat, dan Peminatan Kesehatan Reproduksi Peminatan Sistem Informasi Kesehatan Peminatan Informatika Kesehatan, Peminatan Manajemen Pelayanan Kesehatan Peminatan Manajemen Rumah Sakit Peminatan Asuransi Kesehatan

Jenjang Pendidikan Profesi. Pendidikan


profesi umum disepakati mengikuti peminatan pada jenjang sarjana yang terdiri dari; Pendidikan profesi Epidemiologi Pendidikan profesi Bios/KKB Pendidikan profesi Kesehatan Lingkungan Pendidikan profesi Promosi Kesehatan Pendidikan profesi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pendidikan profesi Gizi Masyarakat, Pendidikan profesi Kesehatan Reproduksi Pendidikan profesi Adminitrasi kebijakan kesehatan, Pendidikan profesi Manajemen Informasi

Jenjang Pendidikan Magister Pada jenjang pendidikan magister, dapat dikembangkan menjadi konsentrasi, yang terdiri dari : Konsentrasi Epidemiologi Konsentrasi Biostatistik, Kependudukan dan Keluarga Berencana Konsentrasi Kesehatan Lingkungan Konsentrasi Administrasi Kebijakan Kesehatan Konsentrasi Promosi dan Pendidikan Kesehatan Konsentrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Konsentrasi Gizi Masyarakat, dan Konsentrasi Kesehatan Reproduksi Konsentrasi Manajemen Informasi Kesehatan Konsentrasi Informatika Kesehatan, Konsentrasi Manajemen Pelayanan Kesehatan Konsentrasi Manajemen Rumah Sakit

Jenjang

untuk memangku peran dan fungsi seorang doktor kesehatan masyarakat dengan memiliki kemampuan intelektual untuk mengembangkan teknologi dan seni baru, dalam ilmu kesehatan masyarakat, mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi dan seni dalam ilmu kesehatan masyarakat dengan pendekatan interdisipliner dan multi disipliner, serta mampu mengelola, memimpin dan mengembangan riset dalam bidang untuk mendapat pengakuan nasional maupun internasional. Pada jenjang pendidikan doktor tidak mengembangkan ke

Pendidikan

Doktor,

Terimakasih
Thank You...............
Arigato.....