Mariberdoa
Mariberdoa
dengan penyucian badan dan sarana persembahyangan. Urutan nya sebagai berikut: 1. Duduk dengan tenang. Lakukan Pranayama dan setelah suasananya tenang ucapkan mantram ini: OM PRASADA STHITI SARIRA SIWA SUCI NIRMALAYA NAMAH SWAHA Artinya: Ya Tuhan, dalam wujud Hyang Siwa, hamba-Mu telah duduk tenang, suci, da n tiada noda. 2. Kalau tersedia air bersihkan tangan pakai air. Kalau tidak ada ambil bunga da n gosokkan pada kedua tangan. Lalu telapak tangan kanan ditengadahkan di atas ta ngan kiri dan ucapkan mantram: OM SUDDHA MAM SWAHA Artinya: Ya Tuhan, bersihkanlah tangan hamba (bisa juga pengertiannya untuk memb ersihkan tangan kanan). Lalu, posisi tangan dibalik. Kini tangan kiri ditengadahkan di atas tangan kanan dan ucapkan mantram: OM ATI SUDDHA MAM SWAHA Artinya: Ya Tuhan, lebih dibersihkan lagi tangan hamba (bisa juga pengertiannya untuk membersihkan tangan kiri). 3. Kalau tersedia air (maksudnya air dari rumah, bukan tirtha), lebih baik berku mur sambil mengucapkan mantram di dalam hati: OM ANG WAKTRA PARISUDDMAM SWAHA atau lebih pendek: OM WAKTRA SUDDHAYA NAMAH Artinya: Ya, Tuhan sucikanlah mulut hamba. 4. Jika tersedia dupa, peganglah dupa yang sudah dinyalakan itu dengan sikap amu sti, yakni tangan dicakupkan, kedua ibujari menjepit pangkal dupa yang ditekan o leh telunjuk tangan kanan, dan ucapkan mantra: OM AM DUPA DIPASTRAYA NAMA SWAHA Artinya: Ya, Tuhan/Brahma tajamkanlah nyala dupa hamba sehingga sucilah sudah ha mba seperti sinar-Mu. 5. Setelah itu lakukanlah puja Trisandya. Jika memuja sendirian dan tidak hafal seluruh puja yang banyaknya enam bait itu, ucapkanlah mantram yang pertama saja (Mantram Gayatri) tetapi diulang sebanyak tiga kali. Mantram di bawah ini memakai ejaan sebenarnya, v dibaca mendekati w . Garis miring di atas huruf, dibaca lebih panjang. Permulaan mantram Om bisa diucapkan tiga kali , bisa juga sekali sebagaimana teks di bawah ini: Mantram Trisandhya
OM BHUR BHVAH SVAH TAT SAVITUR VARENYAM BHARGO DEVASYA DHIMAHI DHIYO YO NAH PRACODAYAT Tuhan adalah bhur svah. Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan Hyang Widhi, Semoga Ia berikan semangat pikiran kita. OM NARAYANA EVEDAM SARVAM YAD BHUTAM YAC CA BHAVYAM NISKALANKO NIRAJANO NIRVIKALPO NIRAKHYATAH SUDDO DEVA EKO NARAYANO NA DVITYO STI KASCIT Ya Tuhan, Narayana adalah semua ini apa yang tel ah ada dan apa yang akan ada, bebas dari noda, bebas dari kotoran, bebas dari pe rubahan tak dapat digambarkan, sucilah dewa Narayana, Ia hanya satu tidak ada ya ng kedua. OM TVAM SIVAH TVAM MAHADEVAH SVARAH PARAMESVARAH BRAHMA VISNUSCA RUDRASCA PURUSAH PARIKRTITAH Ya Tuhan, Engkau dipanggil Siwa, Mahadewa, Iswara, Param eswara, Brahma, Wisnu, Rudra, dan Purusa. OM PAPO HAM PAPAKARMAHAM PAPATMA PAPASAMBHAVAH TRAHI MAM PUNDARIKAKSA SABAHYABHYANTARAH SUCIH Ya Tuhan, hamba ini papa, perbuatan hamba papa, diri hamba ini papa, kelahiran hamba papa, lindungilah hamba Hyang Widhi, sucika nlah jiwa dan raga hamba. OM KSAMASVA MAM MAHADEVA SARVAPRANI HITANKARA MAM MOCA SARVA PAPEBYAH PALAYASVA SADA SIVA Ya Tuhan, ampunilah hamba HyangWidhi, yang memberikan ke selamatan kepada semua makhluk, bebaskanlah hamba dari segala dosa, lindungilah hamba oh Hyang Widhi. OM KSANTAVYAH KAYIKO DOSAH KSANTAVYO VACIKO MAMA KSANTAVYO MANASO DOSAH TAT PRAMADAT KSAMASVA MAM Ya Tuhan, ampunilah dosa anggota badan hamba, am punilah dosa hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelahiran hamba. OM SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM Ya Tuhan, semoga damai, damai, damai selamanya. Setelah selesai memuja Trisandya dilanjutkan Panca Sembah. Kalau tidak melakukan persembahyangan Trisandya (mungkin tadi sudah di rumah) dan langsung memuja den gan Panca Sembah, maka setelah membaca mantram untuk dupa langsung saja menyucik an bunga atau kawangen yang akan dipakai muspa. Ambil bunga atau kawangen itu diangkat di hadapan dada dan ucapkan mantram ini: OM PUSPA DANTA YA NAMAH SWAHA Artinya: Ya Tuhan, semoga bunga ini cemerlang dan suci. Kramaning Sembah (Panca Sembah) Urutan sembahyang ini sama saja, baik dipimpin oleh pandita atau pemangku, maupu n bersembahyang sendirian. Cuma, jika dipimpin pandita yang sudah melakukan dwij ati, ada kemungkinan mantramnya lebih panjang. Kalau hafal bisa diikuti, tetapi kalau tidak hafal sebaiknya lakukan mantram-man tram pendek sebagai berikut: 1. Dengan tangan kosong (sembah puyung). Cakupkan tangan kosong dan pusatkan pik
iran dan ucapkan mantram ini: OM ATMA TATTWATMA SUDDHA MAM SWAHA Artinya: Ya Tuhan, atma atau jiwa dan kebenaran, bersihkanlah hamba. 2. Sembahyang dengan bunga, ditujukan kepada Hyang Widhi dalam wujudNya sebagai Hyang Surya atau Siwa Aditya. Ucapkan mantram: OM ADITYASYA PARAM JYOTI RAKTA TEJO NAMO STUTE SWETA PANKAJA MADHYASTHA BHASKARAYA NAMO STUTE Artinya: Ya Tuhan, Sinar Hyang Surya Yang Maha Hebat. Engkau bersinar merah, ham ba memuja Engkau. Hyang Surya yang berstana di tengah-tengah teratai putih. Hamb a memuja Engkau yang menciptakan sinar matahari berkilauan. 3. Sembahyang dengan kawangen. Bila tidak ada, yang dipakai adalah bunga. Sembah yang ini ditujukan kepada Istadewata pada hari dan tempat persembahyangan itu. I stadewata ini adalah Dewata yang diinginkan kehadiran-Nya pada waktu memuja. Istadewata adalah perwujudan Tuhan Yang Maha Esa dalam berbagai wujudNya. Jadi m antramnya bisa berbeda-beda tergantung di mana dan kapan bersembahyang. Mantram di bawah ini adalah mantram umum yang biasanya dipakai saat Purnama atau Tilem atau di Pura Kahyangan Jagat: OM NAMA DEWA ADHISTHANAYA SARWA WYAPI WAI SIWAYA PADMASANA EKA PRATISTHAYA ARDHANARESWARYAI NAMO NAMAH Artinya: Ya Tuhan, kepada dewata yang bersemayam pada tempat yang luhur, kepada Hyang Siwa yang berada di mana-mana, kepada dewata yang bersemayam pada tempat d uduk bunga teratai di suatu tempat, kepada Ardhanaresvari hamba memuja. 4. Sembahyang dengan bunga atau kawangen untuk memohon waranugraha. Usai menguca pkan mantram, ada yang memperlakukan bunga itu langsung sebagai wara-nugraha, ja di tidak dilentikkan/dipersembahkan tetapi dibungakan di kepala (wanita) atau di a tas kuping kanan (laki-laki). Mantramnya adalah: OM ANUGRAHA MANOHARAM DEWA DATTA NUGRAHAKA ARCANAM SARWA PUJANAM NAMAH SARWA NUGRAHAKA DEWA-DEWI MAHASIDDHI YAJANYA NIRMALATMAKA LAKSMI SIDDHISA DIRGHAYUH NIRWIGHNA SUKHA WRDDISCA Artinya: Ya Tuhan, Engkau yang menarik hati pemberi anugrah, anugrah pemberian D ewata, pujaan segala pujaan, hamba memujaMu sebagai pemberi segala anugrah. Kema hasiddhian pada Dewa dan Dewi berwujud jadnya suci, kebahagiaan, kesempurnaan, p anjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan rohani dan jasmani. 5. Sembahyang dengan cakupan tangan kosong, persis seperti yang pertama. Cuma se
karang ini sebagai penutup. Usai mengucapkan mantram, tangan berangsur-angsur di turunkan sambil melemaskan badan dan pikiran. Mantramnya: OM DEWA SUKSMA PARAMA CINTYAYA NAMA SWAHA. OM SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM Artinya: Ya Tuhan, hamba memuja Engkau Dewata yang tidak terpikirkan, maha tingg i dan maha gaib. Ya Tuhan, anugerahkan kepada hamba kedamaian, damai, damai, Ya Tuhan. Untuk memuja di Pura atau tempat suci tertentu, kita bisa menggunakan mantram la in yang disesuaikan dengan tempat dan dalam keadaan bagaimana kita bersembahyang . Yang diganti adalah mantram sembahyang urutan ketiga dari Panca Sembah, yakni yang ditujukan kepada Istadewata. Berikut ini contohnya: Untuk memuja di Padmasana, Sanggar Tawang, dapat digunakan salah satu contoh dar i dua mantram di bawah ini: OM, AKASAM NIRMALAM SUNYAM GURU DEWA BHYOMANTARAM CIWA NIRWANA WIRYANAM REKHA OMKARA WIJAYAM Artinya: YaTuhan, penguasa angkasa raya yang suci dan hening. Guru rohani yang s uci berstana di angkasa raya. Siwa yang agung penguasa nirwana sebagai Omkara ya ng senantiasa jaya, hamba memujaMu. OM NAMA DEWA ADHISTHANAYA SARVA WYAPI VAI SIWAYA PADMASANA EKAPRATISTHAYA ARDHANARESWARYAI NAMO NAMAH Artinya: Ya Tuhan, kepada Dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi, kepada S iwa yang sesungguhnyalah berada di mana-mana, kepada Dewa yang bersemayam pada t empat duduk bunga teratai sebagai satu tempat, kepada Ardhanaresvar, hamba memuja Mu. Untuk di pura Kahyangan Tiga, ketika memuja di Pura Desa, digunakan mantram seba gai berikut: OM ISANAH SARWA WIDYANAM ISWARAH SARWA BHUTANAM BRAHMANO DHIPATIR BRAHMA SIVO ASTU SADASIWA Artinya: Ya Tuhan, Hyang Tunggal Yang Maha Sadar, selaku Yang Maha Kuasa menguas ai semua makhluk hidup. Brahma Maha Tinggi, selaku Siwa dan Sadasiwa. Untuk di pura Kahyangan Tiga, ketika memuja di Pura Puseh, mantramnya begini: OM, GIRIMURTI MAHAWIRYAM MAHADEWA PRATISTHA LINGGAM SARWADEWA PRANAMYANAM SARWA JAGAT PRATISTHANAM Artinya: Ya Tuhan, selaku Girimurti Yang Maha Agung, dengan lingga yang jadi sta na Mahadewa, semua dewa-dewa tunduk padaMu. Untuk memuja di Pura Dalem, masih dalam Kahyangan Tiga:
OM, CATUR DIWJA MAHASAKTI CATUR ASRAME BHATTARI SIWA JAGATPATI DEWI DURGA SARIRA DEWI Artinya: YaTuhan, saktiMu berwujud Catur Dewi, yang dipuja oleh catur asrama, sa kti dari Ciwa, Raja Semesta Alam, dalam wujud Dewi Durga. Ya, Catur Dewi, hamba menyembah ke bawah kakiMu, bebaskan hamba dari segala bencana. Untuk bersembahyang di Pura Prajapati, mantramnya: OM BRAHMA PRAJAPATIH SRESTHAH SWAYAMBHUR WARADO GURUH PADMAYONIS CATUR WAKTRO BRAHMA SAKALAM UCYATE Artinya: Ya Tuhan, dalam wujudMu sebagai Brahma Prajapati, pencipta semua makhlu k, maha mulia, yang menjadikan diriNya sendiri, pemberi anugerah mahaguru, lahir dari bunga teratai, memiliki empat wajah dalam satu badan, maha sempurna, penuh rahasia, Hyang Brahma Maha Agung. Untuk di Pura Pemerajan/Kamimitan (rong tiga), paibon, dadia atau padharman, man tramnya: OM BRAHMA WISNU ISWARA DEWAM TRIPURUSA SUDDHATMAKAM TRIDEWA TRIMURTI LOKAM SARWA WIGHNA WINASANAM Artinya: Ya Tuhan, dalam wujudMu sebagai Brahma, Wisnu, Iswara, Dewa Tripurusa M ahaSuci, Tridewa adalah Trimurti, semogalah hamba terbebas dari segala bencana. Untuk di Pura Segara atau di tepi pantai, mantramnya: OM NAGENDRA KRURA MURTINAM GAJENDRA MATSYA WAKTRANAM BARUNA DEWA MASARIRAM SARWA JAGAT SUDDHATMAKAM Artinya: Ya Tuhan, wujudMu menakutkan sebagai raja para naga, raja gagah yang be rmoncong ikan, Engkau adalah Dewa Baruna yang maha suci, meresapi dunia dengan k esucian jiwa, hamba memujaMu. Untuk di Pura Batur, Ulunsui, Ulundanu, mantramnya: OM SRIDHANA DEWIKA RAMYA SARWA RUPAWATI TATHA SARWA JANA MANISCAIWA SRI SRIDEWI NAMO STUTE Artinya: Ya Tuhan, Engkau hamba puja sebagai Dewi Sri yang maha cantik, dewi dar i kekayaan yang memiliki segala keindahan. la adalah benih yang maha mengetahui. Ya Tuhan Maha Agung Dewi Sri, hamba memujaMu. Untuk bersembahyang pada hari Saraswati, atau tatkala memuja Hyang Saraswati. Ma ntramnya: OM SARASWATI NAMAS TUBHYAM WARADE KAMA RUPINI SIDDHARAMBHAM KARISYAMI
SIDDHIR BHAWANTU ME SADA Artinya: Ya Tuhan dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati, pemberi berkah, terwuju d dalam bentuk yang sangat didambakan. Semogalah segala kegiatan yang hamba laku kan selalu sukses atas waranugraha-Mu. Untuk bersembahyang di pemujaan para Rsi Agung seperti Danghyang Dwijendra, Dang hyang Astapaka, Mpu Agnijaya, Mpu Semeru, Mpu Kuturan dan lainnya, gunakan mantr am ini: OM DWIJENDRA PURVANAM SIWAM BRAHMANAM PURWATISTHANAM SARWA DEWA MA SARIRAM SURYA NISAKARAM DEWAM Artinya: Ya, Tuhan dalam wujudMu sebagai Siwa, raja dari sekalian pandita, la ad alah Brahma, berdiri tegak paling depan, la yang menyatu dalam semua dewata. la yang meliputi dan memenuhi matahari dan bulan, kami memuja Siwa para pandita agu ng. Demikianlah beberapa mantram yang dipakai untuk bersembahyang pada tempat-tempat tertentu. Sekali lagi, mantram ini menggantikan mantram umum pada saat menyembah kepada Istadewata, yakni sembahyang urutan ketiga pada Panca Sembah. Terakhir, ini sembahyang ke hadapan Hyang Ganapati (Ganesha), namun dalam kaitan upacara mecaru (rsigana), atau memuja di Sanggah Natah atau Tunggun Karang, tak ada kaitannya dengan Panca Sembah: OM GANAPATI RSI PUTRAM BHUKTYANTU WEDA TARPANAM BHUKTYANTAU JAGAT TRILOKAM SUDDHA PURNA SARIRINAM Demikianlah mantram untuk Istadewata. DOA SEHARI-HARI Inilah doa untuk sehari-hari. Lazimnya tentulah dihafalkan. Namun kalau panjang, apalagi untuk di depan umum, misalnya, membuka rapat/ pertemuan, mantram ini bi sa dibaca dengan memegang buku. Doa menjelang tidur: OM ASATO MA SAT GANAYA TAMASO MA JAYATIR GANAYA MRITYOR MAMRITAM GAMAYA (Ya Tuhan tuntunlah hamba dari jalan yang sesat menuju jalan yang benar, dari ja lan gelap ke jalan terang, hindarkanlah hamba dari kematian menuju kehidupan aba di.) Doa bangun pagi: OM UTEDANIM BHAGAWANTAH SYAMOTA PRAPITWA UTA MANDHYE AHNAM UTODITA MAGHAWANTA SURYASYA WAYAM DEWANAM SUMANTAU SYAMA
(Ya Tuhan Yang Maha Pemurah, jadikanlah hamba orang yang selalu bernasib baik pa da hari ini, menjelang tengah hari, dan seterusnya. Semoga para Dewa melindungi diri hamba.) Doa membersihkan/mencuci muka: OM CAM CAMANI YA NAMAH SWAHA OM WAKTRA PARISUDAHAYA NAMAH SWAHA (Ya Tuhan, hamba memujaMu, semoga muka hamba menjadi bersih.) Doa menggosok gigi: OM RAHPHAT ASTRAYA NAMAH OM SRI DEWI BHATRIMSA YOGINI NAMAH (Ya Tuhan, sujud hamba kepada Dewi Sri, Bhatari Yogini, semoga bersihlah gigi ha mba.) Doa berkumur: OM ANG WAKTRA PARISUDHAMAM SWAHA (Ya Tuhan, semoga bersihlah mulut hamba.) Doa membersihkan kaki: OM AM KHAM KHASOLKHAYA ISWARAYA NAMAH SWAHA (Ya Tuhan, semoga bersihlah kaki hamba.) Doa mandi: OM GANGGA AMRTA SARIRA SUDHAMAM SWAHA OM SARIRA PARISUDHAMAM SWAHA (Ya Tuhan, Engkau adalah sumber kehidupan abadi nan suci, semoga badan hamba men jadi bersih dan suci.) Bisa pula dengan doa atau mantram ini: OM GANGGE CA YAMUNE CAIWA GODAWARI SARASWATI NARMADE SINDHU KAWERI JALE SMIN SANNIDHIM KURU (Ya Tuhan, ijinkanlah hamba memanggil sungai suci Gangga, Yamuna, Godawari, Sara swati, Narmada, Sindhu dan Kaweri, semoga menganugerahkan kesucian kepada hamba. ) Doa pada waktu mengenakan pakaian: OM TAM MAHADEWAYA NAMAH SWAHA OM BHUSANAM SARIRABHYO PARISUDHAMAM SWAHA (Tuhan dalam perwujudanMu sebagai Tat Purusha, Dewa Yang Maha agung, hamba sujud kepadaMu dalam menggunakan pakaian ini. Semoga pakaian hamba menjadi bersih dan suci.) Selesai berpakaian hendaknya melakukan persembahyangan Trisandya.
Doa panganjali: Diucapkan saat berjumpa dengan seseorang atau memulai suatu pembicaraan dalam se buah pertemuan. Tangan dicakupkan seperti menyembah, diangkat sejajar dada. OM SWASTYASTU (Semoga selalu dalam keadaan.selamat di bawah lindungan Tuhan.) Doa menghadapi makanan: OM HIRANYAGARBHAH SAMAWARTATAGRE BHUTASYA JATAH PATIREKA ASIT SADADHARA PRITIWIM DYAM UTEMAM KASMAI DEWAYA HAWISA WIDHEMA OM PURNAM ADAH PURNAMIDAM PURNAT PURNAM UDACYATE PURNASYA PURNAM ADAYA PURNAMEWAWASISYATE (Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. Engkau asal alam semesta dan satu-satunya kekuatan awal. Engkau yang memelihara semua makhluk, seluruh bumi dan langit. Hamba memu ja Engkau. Ya Tuhan Yang Maha Sempuma dan yang membuat alam sempurna. Alam ini a kan lenyap dalam kesempurnaanMu. Engkau Maha Kekal. Hamba mendapat makanan yang cukup berkat anugrahMu. Hamba manghaturkan terima kasih.) Doa di atas baik untuk makan bersama, misalnya, pesta atau istirahat makan dalam suatu pertemuan. Jika sendirian bisa mengucapkan doa pendek ini yang diambil da ri kitab suci Yajurveda: OM ANNAPATE ANNASYA NO DEHYANMIWASYA SUSMINAH PRA-PRA DATARAM TARIS URJAM NO DHEHI DWIPADE CATUSPADE (Ya Tuhan, Engkau penguasa makanan, anugerahkanlah makanan ini, semoga memberi k ekuatan dan menjauhkan dari penyakit. Bimbinglah hamba anugerahkan kekuatan kepa da semua mahkluk.) Doa mulai mencicipi makanan: OM ANUGRAHA AMRTADI SAJIWANI YA NAMAH SWAHA (Ya Tuhan, semoga makanan ini menjadi penghidup hamba lahir dan bathin yang suci .) Doa selesai makan: OM DHIRGAYUR ASTU, AWIGHNAMASTU, SUBHAM ASTU OM SRIYAM BHAWANTU, SUKHAM BHAWANTU, PURNAM BHAWANTU, KSAMA SAMPURNAYA NAMAH SWAHA OM, SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM (Ya Tuhan, semoga makanan yang telah masuk ke dalam tubuh hamba memberikan kekua tan dan keselamatan, panjang umur dan tidak mendapat sesuatu apapun. Ya Tuhan, s emoga damai, damai di hati, damai di dunia, damai selama-lamanya.) Doa sebelum memulai suatu pekerjaan:
OM AWIGHNAM ASTU NAMO SIDHHAM OM SIDHIRASTU TAD ASTU SWAHA (Ya Tuhan, semoga atas perkenanMu, tiada suatu halangan bagi hamba memulai peker jaan ini dan semoga berhasil baik). Doa selesai bekerja/bersyukur: OM DEWA SUKSMA PARAMA ACINTYAYA NAMAH SWAHA SARWA KARYA PRASIDHANTAM OM SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM (Ya Tuhan dalam wujud Parama Acintya yang maha gaib dan maha karya, hanya atas a nugrahMu-lah maka pekerjaan ini berhasil dengan baik. Semoga damai, damai di hat i, damai di dunia, damai selamanya). Doa mohon bimbingan Tuhan: OM ASATO MA SADYAMAYA TAMASO MA JYOTIR GAMAYA MRTYOR MA AMRTAM GAMAYA OM AGNE BRAHMA GRBHNISWA DHARUNAMA SYANTA RIKSAM DRDVAMHA BRAHRNAWANITWA KSATRAWAHI SAJATA WANYU DADHAMI BHRATRWYASYA WADHYAYA (Tuhan Yang Maha Suci, bimbinglah hamba dari yang tidak benar menuju yang benar. Bimbinglah hamba dari kegelapan pikiran menuju cahaya pengetahuan yang terang. Lepaskanlah hamba dari kematian menuju kehidupan yang abadi. Tuhan Yang Maha Suc i, terimalah pujian yang hamba persembahkan melalui Weda mantra dan kembangkanla h pengetahuan rohani hamba agar hamba dapat menghancurkan musuh yang ada pada ha mba (nafsu). Hamba menyadari bahwa Engkaulah yang berada dalam setiap insani (ji watman), menolong orang terpelajar pemimpin negara dan para pejabat. Hamba memuj a Engkau semoga melimpahkan anugrah kekuatan kepada hamba.) Doa mohon inspirasi: OM PRANO DEWI SARASWATI WAJEBHIR WAJINIWATI DHINAM AWIYAWANTU (Ya Tuhan dalam manifestasi Dewi Saraswati, Hyang Maha Agung dan Maha Kuasa, sem oga Engkau memancarkan kekuatan rohani, kecerdasan pikiran, dan lindungilah hamb a selama-lamanya.) Doa mohon dianugrahi kecerdasan dan kesucian: OM PAWAKANAH SARASWATI WAJEBHIR WAJINIWATI YAJAM WASTU DHIYAWASUH (Ya Tuhan sebagai manifestasi Dewi Saraswati. Yang MahaSuci, anugrahilah hamba k ecerdasan. Dan terimalah persembahan hamba ini.) Doa mulai belajar: OM PURWE JATO BRAHMANO BRAHMACARI DHARMAM WASANAS TAPASODATISTAT TASMAJJATAM BRAHMANAM BRAHMA
LYESTHAM DEWASCA SARWE AMRTTNA SAKAMA (Ya Tuhan, muridMu hadir di hadapanMu, Oh Brahman yang berselimutkan kesaktian d an berdiri sebagai pertama. Tuhan, anugrahkanlah pengetahuan dan pikiran yang te rang. Brahman yang agung, setiap makhluk hanya dapat bersinar berkat cahayaMu ya ng senantiasa memancar.) Doa mohon ampun dalam segala dosa: OM DEWAKRTASYAINASO AWAYA JANAM ASI MANUSYAKRTASI NAMA AWAYA JANAM ASIPITRA KITASI NAMO AWAYA JANAM ASYATMA KRTASYAENASO AWAYA JANAM ASYENA SA ENASE WAYA JANAM ASI YACCHAHAM ENO VIDVAMSCAKARA YACCHAVIDVAMS TASYA VA YA JANAM ASI (Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba terhadapMu, ampunilah dosa hamba terhadap sesama manusia, terhadap orangtua hamba, terhadap teman hamba, Tuhan ampunilah dosa ha mba terhadap segala macam dosa, terhadap dosa yang hamba lakukan dengan sadar at au tidak sadar. Tuhan, semoga berkenan mengampuni semuanya itu.) Doa memotong hewan: OM PASU PASAYA WIMAHE SIRASCADAYA DHIMAHI TANO JIWAH PRACODAYAT (Semoga atas perkenan dan berkahMu para pemotong hewan dalam upacara kurban suci ini beserta orang-orang yang telah berdana punia untuk yadnya ini memperoleh ke sejahteraan dan kebahagiaan. Tuhan, hamba memotong hewan ini, semoga rohnya menj adi suci.) Doa mengunjungi orang sakit: OM SARWA WIGHNA SARWA KLESA SARWA LARA ROGA WINASAYA NAMAH (Ya Tuhan semoga segala halangan, segala penyakit, segala penderitaan dan ganggu an Engkau lenyapkan semuanya.) Doa mendengar atau melayat orang meninggal dunia: OM ATMA TATTWATMA NARYATMA SWADAH ANG AH OM SWARGANTU, MOKSANTU, SUNYANTU, MURCANTU OM KSAMA SAMPURNAYA NAMAH SWAHA (Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, semogalah arwah yang meninggal mendapat sorga, menung gal denganMu, mencapai keheningan tanpa derita. Ya Tuhan, ampunilah segala dosan ya, semoga ia mencapai kesempurnaan atas kekuasaan dan pengetahuan serta pengamp unanMu.) . Doa untuk keselamatan penganten: OM IHA IWA STAM MA WI YAUSTAM WISWAM AYUR WYASNUTAM KRIDANTAU PUTRAIR NAPTRBHIH MODAMANAU SWE GRHE (Ya Tuhan, anugerahkanlah kepada pasangan penganten ini kebahagiaan, keduanya ti ada terpisahkan dan panjang umur. Semoga penganten ini dianugerahkan putra dan c ucu yang memberikan penghiburan, tinggal di rumah yang penuh kegembiraan.)
Doa memohon ketenangan rumah tangga: OM WISOWISO WO ATITHIM WAJAYANTAH PURUPRIYAM AGNIM WO DURYAM WOCAH STUSE SUSASYA MANMABHIH (Ya Tuhan, Engkau adalah tamu yang datang pada setiap rumah. Engkau amat mencint ai umatMu. Engkau adalah sahabat yang maha pemurah. Perkenankanlah hamba memujaM u dengan penuh kekuatan, dalam ucapan maupun tenaga dan dalam lagu pujian.) Doa untuk kelahiran bayi: OM BRHATSUMNAH PRASAWITA NIWESANO JAGATAH STHATURUBHAYASYA YO WASI SA NO DEWAH SAWITA SARMA YACCHA TWASME KSAYAYA TRIWARUTHAM AMHASAH (Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, yang memberi kehidupan pada alam dan menegakkannya . la yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak, semoga Ia memberi rahkmatNya kepada kami untuk ketentraman hidup dengan kemampuan untuk menghinda ri kekuatan yang jahat.) Setelah bayi dimandikan, ayah bayi atau orang yang dituakan yang hadir di sana d iminta membisikkan Mantram Gayatri (bait pertama Puja Trisandya) masing-masing t iga kali pada lobang telinga kanan dan kiri bayi itu. Doa untuk memohon cinta kasih-Nya: OM WICAKRAME PRTHIWIM ESA ETAM KSETRAYA WISNUR MANUSE DASASYAN DRUWASO ASYA KIRQYA JANASA URUKSITIM SUJANIMA CAKARA (Ya Tuhan, Engkau Hyang Wisnu yang membentang di bumi ini, menjadikah tempat tin ggal bagi manusia. Kaum yang hina aman sentosa di bawah lindungan-Nya. Yang muli a telah menjadikan bumi tempat yang lega bagi mereka.) Doa untuk memohon panjang umur: OM TACCAKSUR DEWAHITAM SUKRAM UCCARAT PASYEMA SARADAH SATAM JIWEMA SARADAH SATAM (Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga seratus tahun hamba selalu melihat mata yang b ersinar ciptaanNya, semoga hamba hidup seratus tahun lamanya.) Doa pembukaan rapat/pertemuan: OM SAM GACCHADWAM SAM WADADWAM SAM WO MANAMSI JANATAM DEWA BHAGAM YATHA PURWE SAMJANANA UPASATE OM SAMANI WA AKUTIH SAMANA HRDAYANI WAH SAMANAM ASTU WO MANO YATHA WAH SUSAHASATI
OM ANO BHADRAH KRATTAWO YANTU WISWATAH (Ya Tuhan, hamba berkumpul di tempat ini hendak bicara satu dengan yang lain unt uk menyatukan pikir sebagai mana halnya para dewa selalu bersatu. Ya Tuhan, tunt unlah kami agar sama dalam tujuan, sama dalam hati, bersatu dalam pikiran hingga dapat hidup bersama dalam sejahtera dan bahagia. Ya Tuhan, semoga pikiran yang baik datang dan segala penjuru.) Doa penutup rapat/pertemuan: OM ANUGRAHA MANOHARAM DEVADATTA NUGRAHAKA ARCANAM SARWA PUJANAM NAMAH SARWA NUGRAHAKA OM KSAMA SWAMAM JAGADNATHA SARWA PAPA HITANKARAH SARWA KARYA SIDHAM DEHI PRANAMYA SURYESWARAM OM SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM (Ya Tuhan limpahkanlah anugrahMu yang menggembirakan kepada hamba. Tuhan yang ma ha pemurah, semoga Tuhan melimpahkan segala anugrah kepada hamba. Ya Tuhan, peli ndung alam semesta, pencipta semua makhluk, ampunilah dosa hamba dan anugrahilah hamba dengan keberhasilan atas semua karya. Tuhan yang memancarkan sinar suci, ibaratnya sang surya memancarkan sinarnya, hamba sujud kepadaMu. Ya Tuhan, semog a damai, damai di hati, damai di dunia, damai selama-lamanya.) Untuk menutup pertemuan, bisa pula dipakai doa di bawah ini yang diambilkan dari kitab Yajurveda. Mantram ini disebut Santi Mantram. Bunyinya: OM DYAUH SANTIR ANTARIKSAM SANTIH PRTHIWI SANTIR APAH SANTIR ASADHAYAH SANTIH WANASPATAYAH SANTIR WISWE DEWAH SANTIR BRAHMA SANTIH SARVAM SANTIH SANTIR EWA SANTIH SA MA SANTIR EDHI (Ya Tuhan Yang Mahakuasa, anugerahkanlah kedamaian di langit, damai di bumi, dam ai di air, damai pada tumbuh-tumbuhan, damai pada pepohonan, damai bagi para dew ata, damailah Brahma, damailah alam semesta. Semogalah kedamaian senantiasa data ng pada kami) Doa untuk pedagang: OM A WISWANI AMRTA SAUBHAGANI (Ya Tuhan, semoga Engkau menganugerahkan segala keberuntungan yang memberikan ke bahagiaan kepada hamba.) Doa untuk kebajikan, juga dipakai sebelum meditasi: OM WISWANI DEWA SAWITAR DURI TANI PARA SUWA YAD BHADRAM TANNA A SUWA (Ya Tuhan, Sawitar, usirlah jauh-jauh segala kekuatan jahat. Berikanlah hamba ya ng terbaik.)
Doa mohon perlindungan, juga baik diucapkan ketika sakit: OM TRAYAMBHAKAM YAJAMAHE SUGANDHIM PUSTI WARDHANAM UNWARUKAM IWA BANDHANAT MRTYOR MUKSIYA MAMRTAT (Ya Tuhan, hamba memuja Hyang Trayambhaka/Rudra yang menyebarkan keharuman dan m emperbanyak makanan. Semoga la melepaskan hamba seperti buah mentimun dari batan gnya, melepaskan dari kematian dan bukan dari kekekalan.) Doa untuk pelantikan pejabat negara: (Yang dilantik biasanya menirukan) OM A BRAHMAN BRAHMANO BRAHMAWARCASI JAYATAMA RASTE RAAJANAH SURA ISAWYO TIWYADHI MAHARATHO JAYATAM DOGDHRI DHENURYODANAD WANASUH SAPTIH PURANDHIRYOSAJISNU RATHESTHAH SABHEYO YUWASYAJAYAMANASYA WIRO JAYATAM NIKAAME-NIKAME NAH PARJANYO WARSATU PHALAWATYO NA OSADHAYAH PACYANTAM YOGAKSEMO NAH KALPATAAM (Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, semogalah di negara ini lahir orang-orang yang memili ki pengetahuan spiritual. Semoga pula pemimpin-pemimpin yang perkasa pandai meng gunakan kebijaksanaan seperti menggunakan senjata, pahlawan yang tangguh, sapi y ang banyak memberikan susu, lembu pembawa barang dan kuda yang cepat. Demikian p ula lahir wanita yang sempurna. Pemuda yang baik dan berguna bagi masyarakat, se dia berkorban. Semoga hujan turun memberi kemakmuran. Semoga pepohonan berbuah l ebat. Semoga usaha kami berhasil.) Doa mengheningkan cipta: OM-MATA BHUMIH PUTRO AHAM PRTHIVYDH (Ya Tuhan, semoga kami mencintai tanah air ini sebagai ibu dan hamba adalah putr a-putranya yang siap sedia membela seperti para pahlawan kami.) Doa paramasanti: OM SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM (Semoga damai, damai di hati, damai di dunia, damai selama-lamanya.) ? Ketika kita lahir, dua tangan kita kosong ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong ? Waktu datang dan waktu pergi kita tidak membawa apa-apa maka Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan Jangan minder karena miskin dan jelek Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman?? TETAPLAH RENDAH HATI seberapapun tinggi kedudukan kita, TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapapun kekurangan kita. Karena kita hadir tidak membawa apa-apa dan kembali juga tidak membawa apa-apa. Hanya pahala kebaikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa. Datang ditemani oleh Tangis, Pergi juga ditemani oleh
Tangis. Maka dari itu, TETAPLAH BERSYUKUR dalam segala keadaan apa pun, dan HIDUPLAH di saat yang benarbenar ada dan nyata untuk kita, yaitu SAAT INI, bukan dari bayang-bayang MASA LALU maupun mencemaskan MASA DATANG yang belum lagi tiba.