Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum Ke- 5 Biokimia Hewan

Hari/Tanggal : Jumat/15 maret 2013 Waktu : 08.00-11.20 WIB PJP : Syaefudin, M.Si Asisten : Nurul Syifa Yunan Nursyahbani

URINASI
Kelompok 6 I Wayan Widyastawan Alanbia Hermawan Dini Nuraeni J3P212067 J3P212072 J3P112026

PROGRAM KEAHLIAN PARAMEDIK VETERINER PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013

Pendahuluan Urine adalah cairan sisa yang terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea, garam terlarut, dan materi organic) yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi.ekskresi urine diperlukan untuk membuang molekulmolekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostatis cairan tubuh. Dalam mempertahankan homeostatis tubuh peranan urine sangat penting karena sebagian pembuangan cairan oleh tubuh adalah melalui sekresi urine. Fungsi utama urine untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatab dari dalam tubuh. Secara umum urine berwana kuning. Urine encer warna kuning pucat (kuning jernih), urine kental berwarna kuning pekat, dan urine baru atau segar berwarna kuning jernih. Urine yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urine berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. pH urine berkisar antara 4,8 7,5 , urine akan menjadi lebih asam jika mengkonsumsi atau mengandung banyak protein, dan urine akan menjadi basa jika mengandung banyak sayuran. Berat jenis urine I,002 1,035. Secara kimiawi kandungan zat dalam urine diantaranya adalah sampah nitrogen (ureum, kreatin, dan asam urat), asam hipurat zat sisa pencernaan sayuran dan buah, badan keton zat sisa metabolisme lemak, ion-ion elektrolit, hormone, zat toksin, zat abnormal (protein, glukosa, sel darah Kristal kapur dsb). Volume urine normal perhari adalah 900 1200 ml, volume tersebut dipengaruhi banyak factor diantaranya suhu, zat-zat diuretika, jumlah air minum, hormone ADH, dan emosi. Interpretasi warna urine dapat menggambarkan kondisi kesehatan organ dalam seseorang. Keruh, kekeruhan pada urine disebabkan adanya partikel padat urine seperti bakteri, sel epitel, lemak, atau Kristal-kristal mineral, Pink, merah muda dan merah. Warna urine seperti ini biasanya disebabkan oleh efek samping obatobatan dan makanan tertentu sepeti blueberi dan gula-gula. Warna ini juga bias digunakan sebagai tanda adanya pendarahan di sistem urinaria, seperti kanker ginjal, batun ginjal, infeksi ginjal, atau pembengkakan kelenjar prostat. Coklat muda seperti warna air teh. Warna ini merupakan indicator adanya kerusakan atau gangguan hati seperti serosis, Hijau dan biru (jarang). Warna biru dan hijau pada urine sering disebabkan oleh pelunturan warna pada makanan atau obat. Obat-obatan yang sering menbuat urine biru atau hijau adalah amitriptyline, indomethacin, dan doxorubicin. Kurang dari 0,1% dari glukosa
normal disaring oleh glomerulus muncul dalam urin (kurang dari 130 mg/24 jam). Glukosuria (kelebihan gula dalam urin) terjadi karena nilai ambang ginjal terlampaui atau daya reabsorbsi tubulus yang menurun. Glukosuria umumnya berarti diabetes mellitus. Namun, glukosuria dapat terjadi tidak sejalan dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah, oleh karena itu glukosuria tidak selalu dapat dipakai untuk menunjang diagnosis diabetes mellitus. Biasanya, hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang diserap oleh tubulus ginjal. Normal ekskresi protein urine biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10 mg/dl dalam

setiap satu spesimen. Lebih dari 10 mg/ml didefinisikan sebagai proteinuria. Filtrat glomerular plasma darah biasanya diasamkan oleh tubulus ginjal dan saluran pengumpul dari pH 7,4 menjadi sekitar 6 di final urin. Namun, tergantung pada status asam-basa, pH kemih dapat berkisar dari 4,5 8,0. pH bervariasi sepanjang hari, dipengaruhi oleh konsumsi makanan; bersifat basa setelah makan, lalu menurun dan menjadi kurang basa menjelang makan berikutnya. Urine pagi hari (bangun tidur) adalah yang lebih asam. Obat-obatan tertentu dan penyakit gangguan keseimbangan asam- basa jug adapt

mempengaruhi pH urine.Berikut ini adalah keadaan-keadaan yang dapat mempengaruhi pH urine, (1)pH basa : setelah makan, vegetarian, alkalosis sistemik, infeksi saluran kemih (Proteus atau Pseudomonas menguraikan urea menjadi CO2 dan ammonia), terapi alkalinisasi, asidosis tubulus ginjal, spesimen basi. (2)pH asam : ketosis (diabetes, kelaparan, penyakit demam pada anak), asidosis sistemik (kecuali pada gangguan fungsi tubulus, asidosis respiratorik atau metabolic memicu pengasaman urine dan meningkatkan ekskresi NH4+), terapi pengasaman. Tujuan Mengetahui Ph urin, kadar klorida, kadar glukosa, dan kadar protein pada urin. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan ialah pipet tetes, pipet Mohr 5 mL dan 10 mL, tabung reaksi, penangas air dan indikator pH universal. Bahan-bahan yang digunakan ialah urin, pereaksi benedict, biuret,dan AgNO3. Prosedur Praktikum Uji pH pada urin Urine dimasukan ke dalam tabung reaksi sebanyak 2 ml, kemudian gunakan kertas indikator universal ke dalam urine dan kemudian mencocokan warna yang ada di kertas dengan warna yang ada di standar pH. Uji kandungan glukosa urine Sebanyak 2ml urine dimasukan ke dalam tabung reaksi dan kemudian tambahkan regen benedict ke dalam urine yang terdapat di tabung reaksi untuk kemudian di panaskan selam 1 sampai 2 menit. Uji protein urine Urine sebanyak 2ml ke dalam tabung reaksi kemudian di tetesi 8 tetes reagen biuret . Uji kandungan klorida Sebanyak 5 ml urine di masukan ke dalam tabung reaksi dan kemudian ditambhkan larutan AgNO3 10% sebanyak 5 tetes ke dalam urine yang terdapat di tabung reaksi.

Hasil Data Pengamatan 1. Uji pH, menunjukan pH 6 pada Urine yang menunjukan bahwa kondisi urine tergolong asam. 2. Hasil uji glukosa menunjukan bahwa Setelah campuran urine dengan reagen Benedict dipanaskan, terbentuk dua lapisan dalam larutan, lapisan atas berwarna orange bening (urine), pada lapisan bawah atau dasar larutan terbentuk endapan berwarna kehijauan yang menunjukan adanya glukosa pada urine namun dengan kandungan yang tidak terlalu tinggi, hal ini ditunjukan dengan warna hijau yang menunjukan kisaran kandungan glukosa dalam urine 1 % yang masih tergolong aman. 3. Hasil uji kandungan protein pada urine mnunjukan hasil yang positif yang dibuktikan dengan adannya perubahan warna menjadi biru muda yang mengindikatorkan adanya protein dalam urine. 4. Hasil uji menunjukan Setelah ditambahkan 5 tetes larutan AgNO3 , terdapat endapan putih di dasar tabung reaksi atau pada lapisan dasar larutan, endapan berwarna putih tersebut menunjukkan adanya unsur Cl dalam urine. Tabel uji urinalisis Uji Ph 6 Hasil Gambar

Glukosa

Hijau

Protein

Biru muda (+)

Klorida

Endapan putih (+)

Pembahasan Percobaan pertama yang bertujuan untuk mengetahui pH dari urine di dapatkan ahsil yang menunjukan pH 6 yang tergolong asam hal ini di dukung dengan adnya protein yang terdapat dalam urine yang di buktukan dengan percobaan urine yang di tetesi dengan AgNO3,Berikut ini adalah keadaan-keadaan yang dapat mempengaruhi pH urine :(1)pH basa : setelah makan, vegetarian, alkalosis sistemik, infeksi saluran kemih (Proteus atau Pseudomonas menguraikan urea menjadi CO2 dan ammonia), terapi alkalinisasi, asidosis tubulus ginjal, spesimen basi. (2)pH asam : ketosis (diabetes, kelaparan, penyakit demam pada anak), asidosis sistemik (kecuali pada gangguan fungsi tubulus, asidosis respiratorik atau metabolic memicu pengasaman urine dan meningkatkan ekskresi NH4+), terapi pengasaman. Dalam ujiglukosa dalam urine juga dibuktikan bahwa dalam urine juga memiliki kandungan glukosa, pada sampel yang telah di lakukan pengujian di temukan kandungan glukosa dalam urine sebanyak 1% yang dibuktikan dengan warna hijau setelah di tetesi dengan reagen benedict, Didasarkan pada senyawa glukosa yang mempunyai gugus aldehid bebasakan mereduksi ion kupri (benedict) dalam suasana alkalis menjadikuprooksida yang tidak larut dan berwarna merah (Cu2O). Banyakendapan merah bata yang terbentuk menunjukkan kadar glukosa didalam urin,Prinsip uji benedict yaitu penentuan kadar glukosa dalam urin secarasemikuantitatif dimana gula yang memiliki gugus aldehid bebas akan mereduksi ionkupri (benedict) dalam suasana alkalis menjadi kuprooksida yang tidak larut danberwarna merah (endapan Cu2O). Banyak endapan yang terbentuk menentukan kadarglukosa yang terdapat di dalam urin hijau kadar nilainya < 0,5%. Kemudian pada uji protein dalam urine yang juga menunjukan ahsil positif yang ditandai dengan adanya perubahan warna pada urine menjadi biru muda pada urine yang di dasarkan berdasarkan uji koagulasi Uji koagulasi : Didasarkan pada penentuan adanya protein dalam urine dimana urine yangdipanaskan akan mengalami koagulasi akibat kenaikan suhu. Endapanprotein ini bersama fosfat, dimana penambahan asam asetat akanmenunjukkan perbedaan yaitu fosfat yang larut dalam asam asetatsehingga bila masih ada endapan maka positif adanya protein, Prinsip uji koagulasi yaitu penentuan adanya protein dalam urin dimana urinyang dipanaskan akan terkoagulasi akibat kenaikan suhu sehingga protein dan fosfatterendapkan dan penambahan asam asetat untuk mengetahui aoakah protein yangmengendap atau fosfat dimana fosfat larut dalam asam asetat.Dalam percobaan ini hasil urin normal tidak menunjukkan koagulasi proteinsedangkan hasil urin diabetes menunjukkan koagulasi pritein dan penambahan asamasetat, endapan tetap ada menunjukkan bahwa urin diabetes mengandung protein. Dalam praktikum kali ini kita banyak mengunakan pereaksi dan masing

masing pereaksi memiliki fungsi yang berbeda beda yaitu, fungsi dari uji benedik yaitu untuk mengetahui adnya gula pereduksi dalam suatu larutan, yang memiliki indikator yaitu adanya perubahan warna khusus menjadi merah bata, kemudian larutan benedict mengandung ion ion tembaga (II) yang dikompleks dalam sebuah larutan basa selain itu mengandung ion ion tembaag (II) yang kompleks dengan ion ion sitrat dalam larutan karbonat, dan juga dapat mencegah terbentuknya sebuah endapan (II) karbonat. Uji urin yang selanjutnya adalah mengenai ada tidaknya klorida dalam urin. Seperti yang telah kita ketahui bahwa hampir semua makanan yang kita konsumsi mengandung garam atau NaCl. Pada uji Clorida (Cl) ini, HNO 3 encer dan AgNO3 ditambahkan dalam 5 ml urin. Setelah beberapa menit kemudian terdapat endapan berwarna putih pada lapisan dasar sampel urin dalam tabung reaksi. Adanya endapan menunjukkan bahwa pada sampel urin tersebut terkandung adanya Clorida (Cl). Kandungan Cl dalam tubuh yang berlebih akan dikeluarkan bersama urin. Hal ini ditujukan agar keseimbangan sel di dalam tubuh tetap terjaga atau dalam keadaan homoestatis. Adanya unsur Cl dari makanan yang mengandung garam atau NaCl yang kita konsumsi akan diurai menjadi Na dan Cl. Kemudian unsur Cl tersebut akan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh dan sisanya bersifat racun akan dikeluarkan melalui urin, sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya kandungan Cl dalam sampel urin menunjukkan bahwa sampel urin tersebut normal terdapat beberapa penyakit yang dilihat berdasarkan uji uji yang telah dlakukan diantaranya (1) Diabeets Melitus yang dapat di lihat dengan banyaknya persentase kandungan glukosa dalam urine, kemudian (2) yaitu penyakit ginjal yang mengalami kebocoran,yaitu terdapat racun dan zat lain yang seharusnya dapat tersaring dengan baik di ginjal namun turut terbawa bersama urine.disamping itu semua kita juga dapat menemukan penyakit seperti terjadinya kekurangan cairan dengan melihat jumlah volume urine yang di keluarkan mahluk hidup, semakin sedikit menunjukan semakin sedikit kandungan cairan dalam tubuhnya, dan juga kita dapat menentukan sehat tidaknya fungsi penyaringan ginjal dengan melihat volume sampel urine dalam sekali urinasi.jika urin yang dihasilkan lebih banyak dari kondisi normal hal ini disebut dengan polimia sedangkan jika terlalu sedikit disebut dengan oliguori.,

Simpulan Dalam urine terdapat banyak komponenkomponen mineral lain selain cairan yaitu terdapat protein, glukosa dan juga terdapat klorida, dan urine memiliki pH 6 yag menunjukan bahwa urine tergolong asam, dan juga terdapat berbagai macam penyakit yang dapat di lihat dari kandungan kandungan zat yang terdapat dalam urine dan juga dapat di lihat dari volume urine yang di keluarkan. Daftar Pustaka Aryani Sismin Satyaningtjas, Isdoni, Kirandani Bambang, Maheswari Hera. 2012. Bahan Ajar Fisiologi Hewan.Fakultas Kedokteran HEwan Institut Pertanian Bogor.

lehninger, Albert L.1982.Dasar-Dasar Biokimia.Jakarta: Erlangga.