Anda di halaman 1dari 658

DRAFT 17/10/2011

BANTEN
DALAM ANGKA
Banten in Figures

2012

BANTEN DALAM ANGKA 2012 BANTEN IN FIGURES 2012

ISSN : 2088-4958 Katalog BPS / BPS Catalogue : 1102001.36 Ukuran buku / Book size : 15 cm x 21 cm Jumlah halaman / Number of pages : lxxxviii + 566 : Naskah / Manuscript : BPS Provinsi Banten : BPS - Statistics of Banten Province : : Penyunting / Editor : Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik : Regional Accounts and Statistical Analysis Division : Gambar Kulit / Cover Design : Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik : Integration of Data Processing and Statistical Dissemination Division : : Diterbitkan oleh / Published by : BPS Provinsi Banten : BPS - Statistics of Banten Province : : Dicetak oleh / Printed by : CV. Nasional Indah : : Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya May be cited with reference to the source :

Peta Administras

Peta Administratif Provinsi Banten Administrative Map of Banten Province

Lambang Provinsi Banten Symbol of Banten Province

BENTUK, UKURAN DAN ARTI LAMBANG PROVINSI BANTEN

Lambang daerah berbentuk perisai dengan warna dasar hijau, didalamnya terdapat gambar unsur-unsur lambang dan tulisan BANTEN, serta didesain pita berwarna kuning dengan tulisan IMAN TAQWA . Lambang daerah terdiri dari 2 (dua) bagian perincian sebagai berikut : a. Bentuk Gambar terdiri dari : 1. Kubah Mesjid, melambangkan kultur masyarakat Banten yang agamis. 2. Bintang Ilahi, Pengejawantahan Pancaran Semangat Keyakinan yang menyinari seluruh jiwa masyarakat Banten. 3. Menara Mesjid Agung Banten bertingkat dua berwarna putih dengan Memolo berwarna merah, menjulang tinggi ke angkasa, melambangkan masyarakat Banten mempunyai semangat yang tinggi untuk

mewujudkan masyarakat madani, serta adanya tujuan mulia yang senantiasa berpedoman pada petunjuk Allah Swt, Menara Mesjid Agung juga melambangkan Budaya dan Historis Banten yang kokoh pada pendirian zaman kesultanan. 4. Gapura kaibon berwarna putih, melambangkan daerah Provinsi Banten sebagai pintu gerbang peradaban dunia dan pintu gerbang perekonomian dan lalu lintas internasional menuju era globalisasi. 5. Padi berwarna kuning berjumlah 17 (tujuh belas) dan kapas berwarna putih berjumlah 8 (delapan) tangkai, 4 (empat) kelopak berwarna coklat, 5 (lima) kuntum bunga melambangkan Provinsi Banten merupakan daerah agraris yang cukup sandang, pangan, jumlah padi dan kapas menunjukkan hasil Proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Banten dalam Angka 2012

vii

MEANING OF SYMBOL

6.

Gunung berwarna hitam, melambangkan kekayaan sumber daya alam dan tekstur tanah yang agak bergelombang tidak merata terdiri dari dataran rendah dan pegunungan.

7.

Badak Bercula Satu berwarna hitam, adalah satwa langka satu-satunya yang dilindungi dunia, melambangkan masyarakat yang pantang menyerah dalam menegakan kebenaran dan dilindungi oleh hukum.

8.

Laut berwarna biru dengan gelombangnya yang berwarna putih berjumlah 17 (tujuh belas) melambangkan daerah maritim yang kaya dengan potensi lautnya, mencerminkan historis dan peluang ke depan Banten sebagai Bandar Samudera Perdagangan Internasional serta mengandung makna kedalaman jiwa, keluasan wawasan dan

pandangan, muara tempat berlindungnya masyarakat Banten. 9. Roda gerigi berwarna abu-abu berjumlah 10 (sepuluh), melambangkan orientasi semangat kerja pembangunan serta menunjukkan sektor industri. 10. Dua garis Marka, Landasan Pacu Bandara Soekarno Hatta berwarna putih dan 3 (tiga) Lampu Pemandu (Beacon Light) berbentuk bulatan berwarna kuning melambangkan pemacu semangat untuk mencapai cita-cita. Makna yang terkandung dalam angka 8 (delapan), 9 (sembilan) dan 10 (sepuluh) mempunyai arti lahirnya Propinsi Banten yang ditetapkan dan diundangkannya Undang-undang Nomor 23 tahun 2000, tentang pembentukan Propinsi Banten, pada tanggal 17 Oktober 2000. 11. Pita berwarna kuning sebagai pengikat, melambangkan betapa indah dan kuatnya ikatan persatuan dan kesatuan dalam integritas dan heteroginitas masyarakat Banten.

viii

Banten in Figures 2012

ARTI LAMBANG

12. Semboyan Lambang daerah IMAN TAQWA sebagai landasan pembangunan (Darussalam). menuju Banten Mandiri, maju dan sejahtera

b. Makna Warna Lambang : 1. 2. 3. Warna merah, melambangkan keberanian yang didasari kebenaran. Warna putih, melambangkan kesucian, kebijaksanaan dan kearifan. Warna Kuning, melambangkan Kemuliaan, warna jiwa, lambang cahaya dan kebahagiaan, lambang kejayaan dan keluhuran budi. 4. 5. 6. Warna hitam, melambangkan keteguhan, kekuatan dan ketabahan hati. Warna abu-abu, melambangkan ketabahan. Warna biru, melambangkan kejernihan, warna laut melambangkan kedamaian, ketenangan. 7. 8. Warna hijau, melambangkan kesuburan. Warna coklat, melambangkan kemakmuran.

Banten dalam Angka 2012

ix

MEANING OF SYMBOL

SHAPE, SIZE, AND THE MEANING OF BANTEN PROVINCE SYMBOLS

Regional symbols has shape a shield with intrinsic green, inside the symbols has picture of element and autograph BANTEN and at the yellow tape has autograph IMAN TAQWA.

Regional Symbols have 2 (two) part: a. Shape of picture : 1. Dome of Mosque; typify of Banten people that religious. 2. Star of God, express the spirit that shining the soul of Banten people. 3. Great tower of Mosque of Banten with two terrace, express Banten people have highest spirit to realize madani people, and objective which always constantly with percept Allah Swt. The tower of mosque also typify culture and history of Banten that staple at opinion of kingdom era (kesultanan) 4. White Kaibon Stone, typify of Banten Province area is the first port of world culture and economic, and international traffic to global era. 5. 17 yellow paddys and 8 white cottons, typify Banten Provi nce is an agriculture area that adequate, cloths, food, amount of paddys and cottons evince outcome declaration of Republic of Indonesia, August 17, 1945. 6. Black grey mountain, typify the natural resources and texture of land that quite surge legible prevail. 7. One-horned rhinoceros is the one of wild animal whose protected in the world, typifies the people never surrender in justice the trough and protected by the law.

Banten in Figures 2012

ARTI LAMBANG

8. Blue ocean with 17 white long wave, typify marine area that affluent of ocean resources reflects the history and advantage in the future of Banten as a port of international trade. 9. 10 grey of gear, typify orientation of working spirit and evince industries sectors. 10. 2 line mark, runways of Soekarno Hatta airport with colored white, and 3 Beacon light with colored yellow, typify basic spirit for gain aspire. The number of 8, 9, and 10 have meaning of institution of Banten Province has ever born at October 17, 2000 that legitimated with Act Number 23 year 2000. 11. Yellow tape as a union, typify as mansion as beauty and tightly of unity of integrate and heterogeneous of Banten people. 12. Word of symbols IMAN TAQWA as anvil foundation to gain Banten, onward and welfare (Darussalam).

b. The meaning of symbol colors : 1. Red, typify courage base on by the truth. 2. White, typify the purification, wise and tactful. 3. Yellow, typify distinction, symbol of shine and happiness, glory and intelligent. 4. Black, typify strengthen, strongly and resoluteness. 5. Grey, typify firmness 6. Blue, typify clarity, ocean color are symbol of reconcilement and calm. 7. Green, typify fertile. 8. Brown, typify prosperity

Banten dalam Angka 2012

xi

KATA SAMBUTAN GUBERNUR BANTEN Assalaamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Provinsi Banten terbentuk pada bulan Oktober 2000 merupakan provinsi yang tergolong muda di Indonesia. Untuk itu penerbitan publikasi Banten Dalam Angka 2012 menjadi sangat penting dan bermanfaat dalam melihat potensi yang dimiliki serta kemajuan yang telah dicapai. Oleh karena itu penerbitan buku ini harus mendapat dukungan semua pihak. Publikasi ini bukan saja bermanfaat bagi perencanaan pembangunan, namun juga bagi para peneliti, investor dan pengguna lainnya. Mengingat kesinambungan penyajian buku ini dari tahun ke tahun perlu dijaga, maka saya menghimbau kepada semua pihak untuk menggunakan data pada Banten Dalam Angka 2012 ini sebagai acuan pengambilan kebijakan. Buku ini agar digunakan sebagai rujukan, karena data bersumber dari berbagai instansi dan lembaga di Banten. Akhirnya, saya mengharapkan agar kegiatan pengumpulan data di setiap aspek pembangunan lebih ditingkatkan lagi. Pemerintah senantiasa berkepentingan memiliki data yang benar untuk diinformasikan kepada masyarakat dan instansi yang memerlukannya. Terima kasih saya ucapkan kepada BPS Provinsi Banten yang telah mewujudkan terbitan ini. Sekian dan terima kasih. Wassalaamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

Serang, Agustus 2012 Gubernur Banten,

Hj. Ratu Atut Chosiyah

Banten dalam Angka 2012

xvii

GOVERNOR OF BANTEN FOREWORD

The province of Banten has been formed at October 2000. We have many challenges to be faced for making of Banten peoples welfare becoming much better. Therefore, the publication of Banten in Figures 2012 is very important and useful to find out the potential that Banten has, and evaluating the progress that has been achieved. Because of that, everybody has to support this publication. This book is not only useful for the planner in the government institutions, but also useful for anyone who needs, it such as researchers, investors and other users. We need to keep this book published sustainable for the year as a serial publication. I strongly recommended to any institutions to use this publication as one of the matter for decision-making. The data in this book has been collected from any institutions and parties that can be used as a reference. I do hope that data collection activity in all aspects should be done continuously, so the government always has the reliable data that can be informed and shared to people and institutions. Finally, I would like to thanks to BPS-Statistics of Banten Province who have done in the making of this book.

Serang, August 2012 Governor of Banten,

Hj. Ratu Atut Chosiyah

xviii

Banten in Figures 2012

PENGANTAR

Banten Dalam Angka adalah publikasi tahunan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang komprehensif. Publikasi ini menyajikan beraneka jenis data dari berbagai bidang. Buku ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum tentang keadaan geografis dan iklim di Provinsi Banten, ciri dan keadaan sosial ekonomi penduduk, serta kondisi sosial dan perekonomian Provinsi Banten. Publikasi ini disempurnakan secara bertahap baik kualitas maupun kuantitas. Namun demikian kualitas data sangat berkaitan dengan ketersediaan data di masing-masing dinas dan instansi sebagai nara sumber. Kami sadari bahwa publikasi ini masih jauh dari sempurna, sehingga saran dan kritik dari berbagai pihak sangat kami harapkan. Atas perhatian Pemerintah Provinsi Banten serta respon dinas dan instansi sehingga publikasi ini dapat diterbitkan, kami menyampaikan terima kasih. Kami berharap publikasi ini dapat dimanfaatkan terutama bagi kesejahteraan masyarakat Banten.

Serang, Agustus 2012 Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Kepala,

Ir. Nanan Sunandi, M.Sc. NIP. 19530801 197503 1 002

Banten dalam Angka 2012

xix

PREFACE

Banten in Figure is a comprehensive publication, published by BPS Statistics of Banten Province. This publication presents collection of data from various fields. This book is aimed at providing general picture of geographic and climate, socio-economic characteristics of the population, as well as social and economic conditions of Banten Province. This publication gradually improved both in quality and quantity of data. Nevertheless quality of data depend on scarcity data in each agency and institution. Comments and suggestions to improve the contents of this book are always welcome. Taking of this opportunity, I would like to express my deepest gratitude to Government of Banten Province for special attention and all agencies/ institutions in Banten have already given responsiveness so this publication can be published. I hope this publication will beneficial primarily for welfare of Banten society in the future.

Serang, August 2012 BPS Statistics of Banten Province Chief,

Ir. Nanan Sunandi, M.Sc. NIP. 19530801 197503 1 002

xx

Banten in Figures 2012

KATA PENGANTAR KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI BANTEN


Assalaamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Publikasi Banten Dalam Angka 2012 merupakan kumpulan data statistik yang setiap tahun diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, bekerja sama dengan BAPPEDA Provinsi Banten. Data dan informasi yang disajikan ini bersumber dari instansi/dinas/lembaga pemerintah dan swasta dalam wilayah Provinsi Banten. Masih disadari bahwa dalam penyusunan publikasi Banten Dalam Angka ini masih belum lengkap dan untuk memperbaiki serta meningkatkan mutu data/informasi diharapkan partisipasi dari instansi/dinas/lembaga pemerintah dan swasta dengan BPS Provinsi Banten, agar kesempurnaan dan kelancaran penerbitan publikasi ini pada tahun-tahun mendatang dapat terselenggara dengan baik. Publikasi ini diharapkan dapat memberi banyak manfaat, terutama untuk melihat sejauh mana perkembangan dari berbagai kegiatan pembangunan yang telah dicapai selama ini dan yang akan dilaksanakan di masa mendatang. Selain itu, data dan informasi tersebut dapat juga disajikan sebagai bahan pembanding dan perumusan dalam membuat analisis penyusunan perencanaan serta menentukan arah kebijakan. Semoga publikasi ini bermanfaat bagi kita sekalian, terima kasih. Wassalaamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Serang, Agustus 2012 BAPPEDA Provinsi Banten Kepala,

Ir. H. Widodo Hadi, Sp. Pembina Utama Madya NIP. 19570307 198303 1 010

Banten dalam Angka 2012

xxi

PREFACE CHIEF OF REGIONAL DEVELOPMENT PLANNING BOARD OF BANTEN PROVINCE

Assalaamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Banten in Figures 2012 is a statistic data that always published by BPS Statistics of Banten Province every year, cooperative with Regional Development Planning Board of Banten Province. Data and information presented in this publication was collected from various offices, agencies and institutions of Banten Province Government, and other private institutions in Banten Province. We realized that this book is not perfect completely, and to improve the quality of data and information we hope participation from various institutions and agencies, with BPS Statistics of Banten Province to make a complete, continous and sustainable publishing of Banten in Figure. Hopefully, this publication will make many advantages, primarily to monitor the progress of various development activities that have been achieved so far and that will be implemented in the future. In additon, data and information can be also presented as a comparative subtance and formulation of planning analysis, and to determine policy purposes. I hope this publication could be valuable source to all data users, and thank you. Wassalaamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

Serang, August 2012 Regional Development Planning Board of Banten Province Chief,

Ir. H. Widodo Hadi, Sp. Pembina Utama Madya NIP. 19570307 198303 1 010
xxii Banten in Figures 2012

DAFTAR ISI / CONTENTS

Halaman Page Peta Administrasi Provinsi Banten / Administrative Map of Banten Province ..................... Lambang Daerah / Regional Symbol ..................................................................................... Foto Gubernur / Photograph of the Governor ...................................................................... Foto Wakil Gubernur / Photograph of the Vice Governor ................................................... Kata Sambutan / Foreword .................................................................................................. Kata Pengantar / Preface ...................................................................................................... Daftar Isi / Contents ............................................................................................................. Daftar Tabel / List of Tables ................................................................................................. Sejarah Singkat Banten / Brief History of Banten Province ................................................. Undang-Undang No.16 Tahun 1997 Tentang Statistik / Republic of Indonesia Law of No.16 of 1997 on Statistics ................................................ Penjelasan Umum / Explanatory Notes ................................................................................ Indikator Kunci / Key Indicators ........................................................................................... 1. Geografi dan Iklim / Geography and Climate .............................................................. 2. Pemerintahan / Government .......................................................................................... 3. Penduduk dan Tenaga Kerja / Population and Employment ........................................ 4. Sosial / Social ................................................................................................................ 5. Pertanian / Agriculture .................................................................................................. 6. Listrik, Gas dan Air Minum / Electricity, Gas, and Water Supply ................................ 7. Industri Pengolahan / Manufacturing Industry .............................................................. 8. Konstruksi / Construction ............................................................................................. 9. Hotel dan Pariwisata / Hotel and Tourism .................................................................... 10. Transportasi dan Komunikasi / Transportation and Communication .......................... 11. Perbankan, Investasi dan Koperasi / Banking, Investment, and Cooperative ............... 12. Harga-harga / Prices ..................................................................................................... 13. Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk / Population Expenditure and Consumption .. 14. Perdagangan Luar Negeri / Foreign Trade .................................................................... 15. Pendapatan Regional / Regional Income ..................................................................... 16. Perbandingan Regional / Regional Comparison .......................................................... Indeks / Index ....................................................................................................................... lvii lxxxvi 1 3 31 63 101 197 261 275 301 317 333 367 399 449 471 505 543 561 iii v xiii xv xvii xix xxi xxii liii

Banten dalam Angka 2012

xxiii

DAFTAR TABEL / LIST OF TABLES

Halaman Page 1. GEOGRAFIS DAN IKLIM / GEOGRAPHY AND CONDITION 1.1 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 1.1.5 1.1.6 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 1.2.5 1.2.6 KONDISI GEOGRAFIS / GEOGRAPHICAL CONDITION Luas Daerah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Total Area by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ................................. Jarak Antar Kota di Provinsi Banten dan Sekitarnya (km) Distance among Selected Cities in Banten Province and Nearby (km) ....................... Letak Astronomis Wilayah Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Astronomical Position of Banten Province by Regency/Municipality ......................... Pulau-pulau yang Berpotensi bagi Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Potential Islands for Banten Province by Regency/Municipality ................................ Nama-nama Sungai di Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Name of Rivers in Banten Province by Regency/Municipality .................................... Nama-nama Danau/Waduk/Rawa di Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Name of Lakes/Reservoirs/Swamps in Banten Province by Regency/Municipality .... KONDISI IKLIM / CLIMATE CONDITION Keadaan Musim Kemarau di Provinsi Banten, 2011 Condition of Dry Season in Banten Province, 2011 ................................................... Keadaan Musim Hujan di Provinsi Banten, 2011/2012 Condition of Rainy Season in Banten Province, 2011/2012 ........................................ Suhu Udara Maksimum, Rata-rata dan Minimum di Provinsi Banten, 2011 Maximum, Average, and Minimum Temperature in Banten Province, 2011 ............. Curah Hujan, Hari Hujan dan Kelembaban Relatif di Provinsi Banten, 2011 Rainfall, Rainy Days, and Relative Humidity by Month in Banten Province, 2011 .... Arah dan Kecepatan Angin Menurut Bulan di Provinsi Banten, 2011 Velocity and Direction of Wind by Month in Banten Province, 2011 ................. Rata-rata Kualitas Udara Menurut Kawasan di Provinsi Banten, 2011 Quality of Air by Region in Banten Province, 2011 ................... ..... 2. PEMERINTAHAN / GOVERNMENT 2.1 2.1.1 2.1.2 2.1.3 WILAYAH ADMINISTRASI / ADMINISTRATIVE AREA Jumlah Kecamatan Menurut Kabupaten/kota di Provinsi Banten, 2007-2011 Number of District by Regency/Municipality in Banten Province, 2007-2011 ........... Jumlah Desa Menurut Kabupaten/kota di Provinsi Banten, 2007-2011 Number of Villages by Regency/Municipality in Banten Province, 2007-2011 .......... Jumlah Kelurahan Menurut Kabupaten/kota di Provinsi Banten, 2007-2011 Number of Special Villages by Regency/Municipality in Banten Province, 2007-2011 ................................................................................................................... 35 36 25 26 27 28 29 30 9 10 11 12 15 20

37

xxiv

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 2.2 2.2.1 SUMBER DAYA MANUSIA / HUMAN RESOURCES Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Unit Organisasi dan Jenis Kelamin, 2011 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Unit of Organization and Sex, 2011 ..................................................................... Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Golongan/Ruang dan Jenis Kelamin, 2010 - 2011 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Grade/Rank and Sex, 2010 - 2011 .......................................................................... Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin, 2010 - 2011 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Educational Level and Sex, 2010 - 2011 ................................................................ Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Provinsi Banten Menurut Golongan/Ruang dan Jenis Kelamin, 2010-2011 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Grade/Rank and Sex, 2010-2011 ............................................................................ Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Provinsi Banten Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin, 2010-2011 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Educational Level and Sex, 2010-2011 .................................................................. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Provinsi Banten Menurut Eselon dan Jenis Kelamin, 2010-2011 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Echelon and Sex, 2010-2011 ................................................................................... Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Provinsi Banten Menurut Tempat Bertugas (Kabupaten/Kota) dan Jenis Kelamin, 2010-2011 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Place of Duty (Regency/Municipality) and Sex, 2010-2011 ................................... Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Provinsi Banten Menurut Jabatan Fungsional Tertentu, 2009-2011 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Spesific Functional Position, 2009-2011 ................................................................ HASIL PEMILIHAN UMUM / GENERAL ELECTION RESULTS Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten Menurut Partai dan Jenis Kelamin, 2011 Number of Parliament Members of Banten Province by Party and Sex, 2011 ........... Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten Menurut Fraksi dan Jenis Kelamin, 2011 Number of Parliament Members of Banten Province by Faction and Sex, 2011 ........ Jumlah Keputusan DPRD Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Parliament Decrees of Banten Province, 2009-2011 ................................ Jumlah Anggota DPRD Kabupaten/Kota Menurut Jenis Kelamin di Provinsi Banten, 2011 Number of Parliament Members Regency/Municipality in Banten Province by Sex, 2011 ................................................................................................................. Jumlah Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten Menurut Partai dan Jenis Kelamin, 2011 Number of Indonesian Parliament Members from the Constituency of Banten Province by Party and Sex, 2011 ................................................................ 47 48 49

38

2.2.2

40

2.2.3

41

2.2.4

42

2.2.5

43

2.2.6

44

2.2.7

45

2.2.8

46

2.3 2.3.1 2.3.2 2.3.3 2.3.4

50

2.3.5

51 xxv

Banten dalam Angka 2012

LIST OF TABLES 2.4 2.4.1 KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH / FINANCE OF LOCAL GOVERNMENT Rekapitulasi Realisasi Pendapatan dan Belanja Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2012 Recapitulation of Actual Receipts and Government Expenditures of Banten Province (million rupiahs), 2010-2012 ........................................................... Realisasi Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2012 Actual Local Government Receipts of Banten Province (million rupiahs), 2010-2012 ................................................................................................................... Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2012 Actual Local Government Expenditures of Banten Province (million rupiahs), 2010-2012 .................................................................................................................... Realisasi Pembiayaan Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2012 Actual Local Government Financing of Banten Province (million rupiahs), 2010-2012 .................................................................................................................... Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2012 Recapitulation of Actual Receipts and Regencies/Municipalities Government Expenditures in Banten Province (million rupiahs), 2010-2012 ................................. PENERIMAAN PAJAK / TAX REVENUE Realisasi Penerimaan Pajak di Provinsi Banten Menurut Jenis Pajak (juta rupiah), 2010-2012 Realization of Tax Receipts in Banten Province by Type of Taxes (million rupiahs), 2010-2012 ....................................................................................... Realisasi Penerimaan Pajak di Provinsi Banten Menurut Kantor Pelayanan dan Jenis Pajak (juta rupiah), 2011 Realization of Tax Receipts in Banten Province by Office and Type of Taxes (million rupiahs), 2011 ................................................ Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Menurut Sektor dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah), 2011 Revenue Realization of Land and Housing Tax (LHT) by Sector and Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs), 2011 ..... 3. PENDUDUK DAN TENAGA KERJA POPULATION AND EMPLOYMENT 3.1 3.1.1 PENDUDUK / POPULATION Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Population by Sex and Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011 .......... Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Provinsi Banten, 2010-2011 Number of Population by Age Group and Sex in Banten Province, 2010-2011 ......... Distribusi Persentase Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Percentage Distribution of Population and Population Density by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011 ..........................................

52

2.4.2

53

2.4.3

54

2.4.4

55

2.4.5

56

2.5 2.5.1

57

2.5.2

58

2.5.3

61

70

3.1.2

71

3.1.3

72

xxvi

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 3.1.4 Jumlah Rumahtangga dan Rata-rata Banyaknya Anggota Rumahtangga Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Number of Household and Average Household Size by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011 ................................................................................... Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 1961-2011 Population by Regency/Municipality in Banten Province, 1961-2011 ....................... Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (persen), 1961-2011 Population Growth Rate by Regency/Municipality in Banten Province (percent), 1961-2011 ................................................................................................... KETENAGAKERJAAN / EMPLOYMENT Indikator Ketenagakerjaan Provinsi Banten, 2011-2012 Employment Indicators of Banten Province, 2011-2012 ... Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas di Provinsi Banten Menurut Golongan Umur dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu, 2011 Population 15 Years of Age and Over in Banten Province by Age Group and Type of Activity During The Previous Week, 2011 ... Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas di Provinsi Banten Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu, 2011 Population 15 Years of Age and Over in Banten Province by Educational Attainment and Type of Activity During The Previous Week, 2011 ........................... Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas di Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu, 2011 Population 15 Years of Age in Banten Province by Regency/Municipality and Type of Activity During The Previous Week, 2011 .............................................. Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Golongan Umur dan Lapangan Pekerjaan Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Age Group and Main Industry in Banten Province, 2011 ............................................................. Penduduk Berusia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Lapangan Pekerjaan Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Educational Attainment and Main Industry in Banten Province, 2011 ............................................................. Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Lapangan Pekerjaan Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Main Industry in Banten Province, 2011 ............................................................. Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Golongan Umur dan Status Pekerjaan Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Age Group and Main Employment Status in Banten Province, 2011 ............................................ Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Status Pekerjaan Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Educational Attainment and Main Employment Status in Banten Province, 2011 ............................................ 76

73 74

3.1.5 3.1.6

75

3.2 3.2.1 3.2.2

77

3.2.3

78

3.2.4

79

3.2.5

80

3.2.6

81

3.2.7

82

3.2.8

83

3.2.9

85

3.2.10 Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Status Pekerjaan Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Recency/Municipality and Main Employment Status in Banten Province, 2011 ........................................... Banten dalam Angka 2012

87 xxvii

LIST OF TABLES 3.2.11 Penduduk 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Golongan Umur dan Jumlah Jam Kerja Seluruhnya dalam Seminggu di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Age Group and Total Working Hours During The Previous Week in Banten Province, 2011 ........... 3.2.12 Penduduk 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jumlah Jam Kerja Seluruhnya dalam Seminggu di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Educational Attainment and Total Working Hours During The Previous Week in Banten Province, 2011 . 3.2.13 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Golongan Umur di Provinsi Banten, 2009-2011 Open Unemployment Rate (OURs) and Labor Force Participation Rate (LFPRs) by Age Group in Banten Province, 2009-2011 ............................................................ 3.2.14 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan di Provinsi Banten, 2009-2011 Open Unemployment Rate (OURs) and Labor Force Participation Rate (LFPRs) by Educational Attainment in Banten Province, 2009-2011 ....................................... 3.2.15 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Open Unemployment Rate (OURs) and Labor Force Participation Rate (LFPRs) by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011 .. 3.2.16 Ikhtisar Statistik Pencari Kerja di Provinsi Banten, 2009-2011 Brief Statistics of Job Applicants in Banten Province, 2009-2011 ...... 3.2.17 Informasi Pencari Kerja Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan di Provinsi Banten, 2011 Information on Job Applicants by Educational Attainment in Banten Province, 2011 3.2.18 Informasi Pencari Kerja Dirinci Menurut Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Information on Job Applicants by Regional Office of Man Power in Banten Province, 2011 .... 3.2.19 Ikhtisar Statistik Lowongan Kerja di Provinsi Banten, 2009-2011 Brief Statistic on Job Vacancies in Banten Province, 2009-2011 .. 3.2.20 Informasi Lowongan Kerja Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan di Provinsi Banten, 2011 Information on Job Vacancies by Educational Attainment in Banten Province, 2011 3.2.21 Informasi Lowongan Kerja Dirinci Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten, 2011 Information on Job Vacancies by Economic Sectors in Banten Province, 2011 ......... 3.2.22 Upah Minimum Kabupaten/Kota per Bulan di Provinsi Banten (rupiah), 2007-2012 Minimum Wage per Month by Regency/Municipality in Banten Province (rupiahs), 2007-2012 ................................................................................................... 4. SOSIAL / SOCIAL 4.1 4.1.1 PENDIDIKAN / EDUCATION Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di Provinsi Banten, 2008-2011 School Enrollment Ratio by Sex and Age Group in Banten Province, 2008-2011 ......

89

90

91

92

93 94

95

96 97

98

99

100

113

xxviii

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 4.1.2 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Kabupaten/Kota dan Kelompok Umur di Provinsi Banten, 2008-2011 School Enrollment Ratio by Regency/Municipality and Age Group in Banten Province, 2008-2011 ................................................................................... Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Taman Kanak-kanak (TK) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Kindergarten by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012 .......................................... Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Dasar (SD) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Primary Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012 ......................................... Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Junior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012 .......................................... Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Senior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012 .......................................... Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Senior Vocational High Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012 .......................................... Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Raudhatul Athfal (RA)/Bustanul Athfal (BA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Islamic Kindergarten by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012 ..........................................

114

4.1.3

115

4.1.4

116

4.1.5

117

4.1.6

118

4.1.7

119

4.1.8

120

4.1.9. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Islamic Primary Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012 .......................................... 4.1.10. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Islamic Junior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012 .......................................... 4.1.11. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Madrasah Aliyah (MA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Islamic Senior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012 .......................................... 4.1.12. Jumlah Lembaga, Santri dan Guru Pondok Pesantren Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Institutions, Students, and Teachers in Islamic Boarding Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 .................................................... 4.1.13. Jumlah Perguruan Tinggi, Mahasiswa dan Tenaga Edukatif Negeri dan Swasta di Bawah Kementerian Pendidikan Nasional di Provinsi Banten, 2008/2009 - 2010/2011 Number of Universities, Students, and Lecturers under The Ministry of National Education in Banten Province, 2008/2009 - 2010/2011 ..........................

121

122

123

124

126

Banten dalam Angka 2012

xxix

LIST OF TABLES 4.1.14. Jumlah Perguruan Tinggi, Mahasiswa dan Tenaga Edukatif Negeri dan Swasta di Bawah Kementerian Agama di Provinsi Banten, 2008/2009 - 2010/2011 Number of Universities, Students, and Lecturers under The Ministry of Religious Affairs in Banten Province, 2008/2009 - 2010/2011 ................................... 4.1.15. Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota dan Pendidikan Yang Ditamatkan di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Population Aged 10 Years and Over by Regency/Municipality and Educational Attainment in Banten Province, 2011 .............................................. 4.1.16. Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota dan Kepandaian Membaca dan Menulis di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Population Aged 10 Years and Over by Regency/Municipality and Reading and Writing Ability in Banten Province, 2011 .............................................. 4.2 4.2.1 KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA HEALTH AND FAMILY PLANNING Jumlah Rumah Sakit dan Tempat Tidur Menurut Kabupaten/Kota dan Status Kepemilikan di Provinsi Banten, 2011 Number of Hospitals and Beds by Regency/Municipality and Ownership Status in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Community Health Center by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Jumlah Dokter di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi di Banten, 2011 Number of Medical Doctors at Government and Private Hospitals by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 .................................................... Jumlah Dokter di Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi di Banten, 2011 Number of Medical Doctors at Community Health Center by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ................................ Jumlah Tenaga Kesehatan Selain Dokter di Rumah Sakit dan Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Health Professionals Other Than Doctor at Hospitals and Community Health Centers by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ...... Jumlah Sarana Penyalur Obat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Drug Distribution Facility by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ........ Persentase Balita Menurut Kabupaten/Kota dan Penolong Persalinan Terakhir di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Children Under Five Years by Regency/Municipality and Last Birth Attendant in Banten Province, 2011 ................................................................ Banyaknya Penduduk yang Berobat Jalan Menurut Tempat Rujukan Berobat dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of People Who Sought Treatment Outpatient by Place of Referral For Treatment and Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ................................ Jumlah Bayi dan Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Imunisasi di Provinsi Banten, 2011 Number of Infants and Infant Immunization Coverage by Regency/Municipality and Type of Immunization in Banten Province, 2011 .............

127

128

130

131

4.2.2

132

4.2.3

133

4.2.4

134

4.2.5

135

4.2.6

136

4.2.7

137

4.2.8

138

4.2.9

139

xxx

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 4.2.10 Jumlah Kasus Penyakit Menurut Jenis Penyakit dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Disease Cases by Type of Disease and Regency/Municipality in Banten Province, 2011 .... 4.2.11 Kumulatif Kasus AIDS dan Kasus Meninggal Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi di Banten, 2011 AIDS Cumulative Cases and Death Cases by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 .... 4.2.12 Jumlah Pasangan Usia Subur Menurut Kabupaten/Kota dan Umur Istri di Provinsi Banten, 2011 Number of Fertile Age Couples by Regency/Municipality and Wife Age in Banten Province, 2011 .... 4.2.13 Jumlah Akseptor Keluarga Berencana Menurut Kabupaten/Kota dan Alat/Cara Kontrasepsi yang Digunakan di Provinsi Banten, 2011 Number of Family Planning Acceptors by Regency/Municipality and Method of Contraception in Banten Province, 2011 4.2.14 Jumlah Keluarga Menurut Kabupaten/Kota dan Tahapan Keluarga Sejahtera di Provinsi Banten, 2011 Number of Families by Regency/Municipality and Level of Prosperous Family in Banten Province, 2011 4.3 4.3.1 PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN / HOUSING AND ENVIRONMENT Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Dwelling Occupancy Status in Banten Province, 2011 ........................................ Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Lantai Terluas di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Widest Floor Type in Banten Province, 2011 ................................................................................................. Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kotadan Luas Lantai Bangunan Tempat Tinggal di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and House Floor Area in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Dinding Terluas Bangunan Tempat Tinggal di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Widest Wall Type of House in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Atap Bangunan Tempat Tinggal di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Type of Roof House in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Sumber Penerangan Utama di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Main Source of Lighting in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Sumber Utama Air Minum di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Main Source of Drinking Water in Banten Province, 2011 ..................................................................

140

141

142

143

145

147

4.3.2

148

4.3.3

149

4.3.4

150

4.3.5

151

4.3.6

152

4.3.7

153 xxxi

Banten dalam Angka 2012

LIST OF TABLES 4.3.8 Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Bahan Bakar Utama Untuk Memasak di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Type of Main Fuel for Cooking in Banten Province, 2011 ........................................................................ Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Penggunaan Fasilitas Buang Air Besar di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Use of Toilet Facilities in Banten Province, 2011 ........................................................................ KERAWANAN SOSIAL DAN KRIMINALITAS / SOCIAL INSECURITY AND CRIME Karakteristik Kerawanan Sosial Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Social Insecurity Characteristics by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Potency and Source Of Social Welfare by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Menurut Jenis dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (jiwa), 2011 Number of Social Welfare Problem Bearers by Kind and Regency/Municipality in Banten Province (people), 2011 .............................................................................. Jumlah Tindak Pidana Menurut Wilayah Kepolisian Resort di Provinsi Banten, 2009-2011 Crime Total by Subregional Police Office in Banten Province, 2009-2011 ............... Resiko Penduduk Terjadi Tindak Pidana per 100.000 Penduduk Menurut Wilayah Kepolisian Resort di Provinsi Banten, 2009-2011 Crime Rate per 100,000 Population by Subregional Police Office in Banten Province, 2009-2011 ... Selang Waktu Terjadinya Tindak Pidana Menurut Wilayah Kepolisian Resort di Provinsi Banten, 2009-2011 Time Interval of Crimes Occurance by Subregional Police Office in Banten Province, 2009-2011 ................................................................................... Persentase Penyelesaian Tindak Pidana Menurut Wilayah Kepolisian Resort di Provinsi Banten, 2009-2011 Completion Percentage of Criminal Cases by Subregional Police Office in Banten Province, 2009-2011 ... Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi Menurut Jenis Kejahatan di Provinsi Banten, 2011 Number of Crime Happens by Type of Crime in Banten Province, 2011..................... Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Provinsi Banten, 2011 Number of Accidents and Victims in Banten Province, 2011 ...................................... AGAMA / RELIGION Jumlah Tempat Ibadah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Religious Worship Places by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Persentase Penduduk Menurut Agama di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Population by Religion in Banten Province, 2011 ...............................

154

4.3.9

155

4.4 4.4.1

156

4.4.2

158

4.4.3

159

4.4.4

161

4.4.5

162

4.4.6

163

4.4.7

164

4.4.8

165 166

4.4.9

4.5 4.5.1

167 168

4.5.2

xxxii

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 4.5.3 4.5.4 Jumlah Calon/Jamaah Haji dan Besarnya Biaya Haji di Provinsi Banten, 2002-2011 Number of Applicants/Pilgrims and Cost to Mecca in Banten Province, 2002-2011.. Jumlah Jamaah Haji Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di Provinsi Banten, 2011 Number of Pilgrims by Regency/Municipality and Sex in Banten Province, 2011 ..... Tingkat Usia Jamaah Haji di Provinsi Banten, 2011 Number of Pilgrims by Age Group in Banten Province, 2011 .................................... SOSIAL LAINNYA / OTHER SOCIAL MATTERS Jumlah Perkara yang Diputus di Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Banten Menurut Jenis Perkara, 2011 Number of Cases Decided in Islamic High Court Territory of Banten by Kind of Cases, 2011 ................................................................................................ Jumlah Perkara yang Dimohonkan Banding pada Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten, 2011 Number of Cases which Petitioned Appeal in Islamic High Court of Banten, 2011 ... Rekapitulasi Perkara Yang Diterima dan Diputus pada Pengadilan Agama di Provinsi Banten, 2011 Recapitulation of Registered and Sentenced Cases in Religious Court in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Jumlah Tahanan di UPT Lembaga Pemasyarakatan (LP) Menurut Jenis Kejahatan di Provinsi Banten (jiwa), 2011 Number of Prisoners in Prison House Units (LP) by Type of Crimes in Banten Province (Person), 2011 ............................................................................. Rekapitulasi Produksi Sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, Hingga Tahun 2011 Production of Certificate by National Land Agency by Regency/Municipality in Banten Province, Until 2011 ................................................................................... Jumlah Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) dan Penerbitan Akta Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Officials Making Land Deed and Certificate Publishing in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Banyaknya Penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) oleh Kepolisian Daerah Banten, 2011 Number of Driving Licences Issued by Indonesian Police of Banten Territory,2011 ............................................................................................. Banyaknya Penerbitan STNK oleh Kepolisian Daerah Banten, 2011 Total of Vehicle Registered Number (URM) Issued by Indonesian Police of Banten Territory, 2011 . KEMISKINAN DAN PEMBANGUNAN MANUSIA / POVERTY AND HUMAN DEVELOPMENT Garis Kemiskinan dan Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Banten, 2011-2012 Poverty Line and Number of Poor in Banten Province, 2011-2012 ..... ....................... Persentase Penduduk Miskin (P0), Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Provinsi Banten, 2011-2012 Percentage of Poor (P0), Poverty Gap Index (P1) and Poverty Severity Index (P2) in Banten Province , 2011-2012 ............................................................................. 185

169

170 171

4.5.5

4.6 4.6.1

172

4.6.2

174

4.6.3

175

4.6.4

176

4.6.5

178

4.6.6

181

4.6.7

183

4.6.8

184

4.7 4.7.1 4.7.2

186

Banten dalam Angka 2012

xxxiii

LIST OF TABLES 4.7.3 Garis Kemiskinan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (rupiah/kapita/bulan), 2009-2011 Poverty Line by Regency/Municipality in Banten Province (rupiahs/capita/month), 2009-2011 ............................................................................. Jumlah Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (orang), 2009-2011 Number of Poor by Regency/Municipality in Banten Province (people), 2009-2011 . Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Percentage of Poor by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011 .......... Angka Harapan Hidup Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (tahun), 2009-2011 Life Expectancy by Regency/Municipality in Banten Province (years), 2009-2011 ....................................................................................................... Angka Melek Huruf Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (persen), 2009-2011 Literacy Rates by Regency/Municipality in Banten Province (percent), 2009-2011 ....................................................................................... Rata-Rata Lama Sekolah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (tahun), 2009 - 2011 Mean Years Schooling by Regency/Municipality in Banten Province (years), 2009-2011 ....................................................................................................... Pengeluaran per Kapita yang Disesuaikan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ribu/tahun), 2009-2011 Expenditure per Capita Adjusted by Regency/Municipality in Banten Province (thousand/year), 2009-2011 .........................................................

187

4.7.4

188

4.7.5

189

4.7.6

190

4.7.7

191

4.7.8

192

4.7.9

193

4.7.10 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Reduksi Shortfall Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Human Development Index (HDI) and Reduction Shortfall by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011 ................................................................................... 4.7.11 Indeks Pembangunan Gender (IPG) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2008-2010 Gender-related Development Index (GDI) by Regency/Municipality in Banten Province, 2008-2010 ................................................................................... 4.7.12 Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2008-2010 Gender Empowerment Measure (GEM) by Regency/Municipality in Banten Province, 2008-2010 ................................................................................... 5. PERTANIAN / AGRICULTURE 5.1 5.1.1 5.1.2 5.1.3 PERTANIAN TANAMAN PANGAN / FOOD CROPS Luas Panen Tanaman Pangan di Provinsi Banten (ha), 2009-2012 Harvested Area of Food Crops in Banten Province (ha), 2009-2012 ......................... Produktivitas Tanaman Pangan di Provinsi Banten (kuintal/ha), 2009-2012 Productivity of Food Crops in Banten Province (quintal/ha), 2009-2012 .................. Produksi Tanaman Pangan di Provinsi Banten (ton), 2009-2012 Production of Food Crops in Banten Province (ton), 2009-2012 ...............................

194

195

196

206 207 208

xxxiv

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 5.1.4 Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Padi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Paddy by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011 ................................................................................... Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Jagung Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Maize by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011 ................................................................................... Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kedelai Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Soybeans by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011 ................................................................................... Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kacang Tanah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Peanuts by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011 ................................................................................... Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kacang Hijau Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Mungbeans by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011 ............................................... Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Ubi Kayu Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Cassava by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011 ...................................................................................

209

5.1.5

210

5.1.6

211

5.1.7

212

5.1.8

213

5.1.9

214

5.1.10 Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Ubi Jalar Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Sweet Potatoes by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011 .......................................... 5.2 5.2.1 HORTIKULTURA / HORTICULTURE Luas Panen Sayuran dan Buah-buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Harvested Area of Seasonal Vegetables and Fruits by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 .................................................................................. Produktivitas Sayuran dan Buah-buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Productivity of Seasonal Vegetables and Fruits by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 .................................................................................. Produksi Sayuran dan Buah-buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Production of Seasonal Vegetables and Fruits by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 .................................................................................. Luas Panen Sayuran dan Buah-buahan Tahunan Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Harvested Area of Annual Vegetables and Fruits by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 .................................................................................. Produktivitas Sayuran dan Buah-buahan Tahunan Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Productivity of Annual Vegetables and Fruits by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 ..................................................................................

215

216

5.2.2

217

5.2.3

218

5.2.4

219

5.2.5

220 xxxv

Banten dalam Angka 2012

LIST OF TABLES 5.2.6 Produksi Sayuran dan Buah-buahan Tahunan Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Production of Annual Vegetables and Fruits by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 .................................................................................. Luas Panen Tanaman Biofarmaka Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Harvested Area of Medicinal Plants by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 ................................................................................................................... Produktivitas Tanaman Biofarmaka Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Productivity of Medicinal Plants by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 ................................................................................................................... Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Production of Medicinal Plants by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 ...................................................................................................................

221

5.2.7

222

5.2.8

223

5.2.9

224

5.2.10 Luas Panen Tanaman Hias Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Harvested Area of Ornamental Plants by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 ................................................................................................................... 5.2.11 Produktivitas Tanaman Hias Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Productivity of Ornamental Plants by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 ................................................................................................................... 5.2.12 Produksi Tanaman Hias Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Production of Ornamental Plants by Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011 ................................................................................................................... 5.3 5.3.1 TANAMAN PERKEBUNAN / ESTATE CROPS Luas Areal dan Produksi Tanaman Karet Menurut Jenis Usaha Perkebunan di Provinsi Banten, 2011 Area and Production of Rubber Plantation by Type of Estate in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Dalam Menurut Jenis Usaha Perkebunan di Provinsi Banten, 2011 Area and Production of Coconut Plantation by Type of Estate in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Jenis Usaha Perkebunan di Provinsi Banten, 2011 Area and Production of Cocoa Plantation by Type of Estate in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Sawit Menurut Jenis Usaha Perkebunan di Provinsi Banten, 2011 Area and Production of Oil Palm Plantation by Type of Estate in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Lainnya di Provinsi Banten, 2011 Area and Production of Other Estate Crops in Banten Province, 2011 ......... Perkembangan Produksi Komoditas Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten (ton), 2006-2011 Plantation Crop Production by Type of Plant in Banten Province (tons), 2006-2011

225

226

227

228

5.3.2

229

5.3.3

230

5.3.4

231 232

5.3.5 5.3.6

233

xxxvi

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 5.4 5.4.1 KEHUTANAN / FORESTRY Luas Kawasan Hutan Negara Menurut Fungsi Kawasan Hutan dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ha), 2011 National Forest Area by Function and Regency/Municipality in Banten Province (ha), 2011 ..................................................................................... Luas Lahan Kritis Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ha), 2011 Critical Land by Regency/Municipality in Banten Province (ha), 2011 ..................... Luas Kawasan Hutan Konservasi Menurut Fungsi di Provinsi Banten (ha), 2009-2011 Convertible Production Forest Area by Function in Banten Province (ha), 2009-2011 ........................................................................................................... Luas Kawasan Hutan Perum Perhutani KPH Banten Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ha), 2011 Forest Area Managed by Perum Perhutani KPH Banten by Regency/Municipality in Banten Province (ha), 2011 ..................................................................................... Produksi dan Nilai Produksi Kayu Bulat di Provinsi Banten, 2000-2011 Production and Value of Production of Logs in Banten Province, 2000-2011 ........... PETERNAKAN / ANIMAL HUSBANDRY Populasi Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ekor), 2011 Livestock Population by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (heads), 2011 ................................................................................ Populasi Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ekor), 2011 Poultry Population by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (heads), 2011 ............................................................................... Jumlah Ternak Yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ekor), 2011 Livestock Slaughtered by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (heads), 2011 ................................................................................ Jumlah Unggas Yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ekor), 2011 Poultry Slaughtered by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (heads), 2011 ............................................................................... Produksi Daging Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ton), 2011 Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (tons), 2011 ................................................................................... Produksi Daging Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ton), 2011 Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (ton), 2011 .................................................................................... Produksi Telur Unggas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton), 2011 Production of Poultry Eggs by Regency/Municipality in Banten Province (ton), 2011 ....................................................................................

234 235

5.4.2 5.4.3

236

5.4.4

237 238

5.4.5

5.5 5.5.1

239

5.5.2

240

5.5.3

241

5.5.4

242

5.5.5

243

5.5.6

244

5.5.7

245

Banten dalam Angka 2012

xxxvii

LIST OF TABLES 5.6 5.6.1 PERIKANAN / FISHERY Jumlah Rumah Tangga Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Subsektor di Provinsi Banten, 2011 Number of Fish Capture Household by Regency/Municipality and Fishery Subsector in Banten Province, 2011 ............................................................................ Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton), 2011 Production of Fish Capture by Regency/Municipality in Banten Province (tons), 2011 ................................................................................... Nilai Produksi Ikan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ribu rupiah), 2011 Production Value of Fish Capture by Regency/Municipality in Banten Province (thousand rupiahs), 2011 ............................................................................................. Jumlah Perahu/Kapal Penangkapan Ikan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Perahu/Kapal di Provinsi Banten, 2011 Number of Fishing Boats by Regency/Municipality and Type of Boat in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Jumlah Unit Alat Penangkapan Ikan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Penangkapan di Provinsi Banten, 2011 Number of Units Marine Fishing Equipment by Regency/Municipality and Type of Equipment in Banten Province, 2011 .............................................................. Jumlah Rumahtangga Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Budidaya di Provinsi Banten, 2011 Number of Aqua Culture Households by Regency/Municipality and Type of Culture in Banten Province, 2011 ........................................................... Produksi Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton), 2011 Production of Aqua Culture by Regency/Municipality in Banten Province (tons), 2011 ................................................................................... Nilai Produksi Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ribu rupiah), 2011 Production Value of Aqua Culture by Regency/Municipality in Banten Province (thousand rupiahs), 2011 ............................................................. Luas Areal Budidaya Perikanan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Budidaya di Provinsi Banten (ha), 2011 Aquq Culture Areas by Regency/Municipality and Type of Culture in Banten Province (ha), 2011 ..................................................................................... 6. LISTRIK, GAS DAN AIR MINUM ELECTRICITY, GAS, AND WATER SUPPLY 6.1 6.1.1 LISTRIK / ELECTRICITY Jumlah Kapasitas Terpasang dan Tenaga Listrik yang Dibangkitkan Oleh Pembangkit Listrik di Provinsi Banten, 2006-2010 Number of Installed Capacity and Electricity Generated by Power Plant in Banten Province, 2006-2010 .................................................................................... Jumlah Pelanggan, Daya Tersambung dan Energi Terjual Perusahaan Listrik Negara (PLN) Menurut Jenis Tarif di Provinsi Banten, 2011 Number of Customers, Connected Power and Sold Electrical Energy of State Electricity Company by Classification of Tariff in Banten Province, 2011 ....

246

5.6.2

247

5.6.3

248

5.6.4

249

5.6.5

250

5.6.6

253

5.6.7

255

5.6.8

257

5.6.9

259

264

6.1.2

265

xxxviii

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 6.1.3 Penyediaan, Penjualan dan Susut Energi Listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Provinsi Banten (MWh), 2009-2011 Supply, Sold and Lost Electricity of State Electricity Company in Banten Province (MWh), 2009-2011 ....................................................................... Jumlah Transformator Distribusi Terpasang Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Connected Distribution Transformators of State Electricity Company in Banten Province, 2009-2011 .................................................................................... Perkembangan PLTD Pulo Panjang, 2009-2011 Trend of Pulo Panjang Electricity Power Plant, 2009-2011 ....................................... GAS / GAS Realisasi Penjualan Gas Kota Bulanan di Provinsi Banten, 2007-2011 Actual Monthly Selling of City Gas in Banten Province, 2007-2011 ........................... AIR MINUM / WATER SUPPLY Jumlah Perusahaan Air Minum, Kapasitas Produksi, Produksi Air Minum, dan Sumber Air yang Dipakai di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Water Supply Enterprises, Production Capacity, Water Production, and Water Resources in Banten Province, 2009-2011 ................................................ Jumlah Pekerja Teknis dan Administrasi PAM Menurut Pendidikan yang Ditamatkan di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Technical and Administration Workers of Water Supply Enterprise by Educational Attainment in Banten Province, 2009-2011 ....................................... Jumlah Pelanggan PAM, Volume dan Nilai Penjualan Air Minum Menurut Jenis Tarif di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Water Supply Enterprise Customers, Volume and Values of Sold Water Supply by Classification of Tariff in Banten Province, 2009-2011 .................................................................................................................... 7. INDUSTRI PENGOLAHAN / MANUFACTURING INDUSTRY 7.1 Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan Industri di Provinsi Banten, 2007-2010 Number of Large and Medium Manufacturing Establishments by Industrial Group in Banten Province, 2007-2010 ................................................................................... Jumlah Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan Industri di Provinsi Banten, 2007-2010 Number of Workers Engaged in Large and Medium Manufacturing Establishments by Industrial Group in Banten Province, 2007-2010 .................................................. Nilai Output, Nilai Input dan Nilai Tambah dari Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan Industri di Provinsi Banten (miliar rupiah), 2008-2010 Output, Input, and Value Added of Large and Medium Manufacturing Establisments by Regency/Municipality in Banten Province (billion rupiahs), 2008-2010 ........................................................................................ Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2007-2010 Number of Large and Medium Manufacturing Establishments by Regency/Municipality in Banten Province, 2007-2010 .......................................... 269

266

6.1.4

267 268

6.1.5

6.2 6.2.1

6.3 6.3.1

270

6.3.2

271

6.3.3

272

281

7.2

284

7.3

287

7.4

296

Banten dalam Angka 2012

xxxix

LIST OF TABLES 7.5 Jumlah Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2007-2010 Number of Workers Engaged in Large and Medium Manufacturing Establishment by Regency/Municipality in Banten Province, 2007-2010 .......................................... Nilai Output, Nilai Input dan Nilai Tambah dari Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (miliar rupiah), 2008-2010 Output, Input, and Value Added of Large and Medium Manufacturing Establisments by Regency/Municipality in Banten Province (billion rupiahs), 2008-2010 ........................................................................................ 8. KONSTRUKSI / CONSTRUCTION 8.1 Jumlah Perusahaan Konstruksi Menurut Jenis Golongan di Provinsi Banten, 2007-2011 Number of Construction Establisments by Type of Group in Banten Province, 2007-2011 ................................................................................... Jumlah Pekerja Tetap Perusahaan Konstruksi Menurut Tingkat Pendidikan di Provinsi Banten, 2007-2011 Number of Permanent Workers at Construction Establisment by Educational Level in Banten Province, 2007-2011 ................................................................................... Jumlah Profesi Tenaga Ahli di Perusahaan Konstruksi Menurut Kualifikasi di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Expert Profession Workers at Construction Establisment by Qualification in Banten Province, 2009-2011 ........................................................ Jumlah Profesi Tenaga Terampil di Perusahaan Konstruksi Menurut Kualifikasi di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Skilled Profession Workers at Construction Establisment by Qualification in Banten Province, 2009-2011 ........................................................ Ringkasan Pendapatan Bruto dan Pengeluaran Perusahaan Konstruksi di Provinsi Banten (juta rupiah), 2007-2009 Summary of Gross output and Expenditure of Construction Establishments in Banten Province (million rupiahs), 2007-2009 ....................................................... Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Menurut Jenis Pekerjaan di Provinsi Banten (juta rupiah), 2007-2011 Value of Construction Completed by Types of Construction in Banten Province (million rupiahs), 2007-2011 ....................................................................................... Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Menurut Sumber Dana di Provinsi Banten (juta rupiah), 2007-2011 Value of Construction Completed by Fund Source in Banten Province (million rupiahs), 2007-2011 ....................................................................................... 9. HOTEL DAN PARIWISATA HOTEL AND TOURISM 9.1 9.1.1 HOTEL / HOTEL Banyaknya Akomodasi, Kamar, Tempat Tidur dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten, 2008-2010 Number of Accomodations, Rooms, and Beds Available in Hotel and Room Occupancy Rate (ROR) of Hotel by Hotel Qualifications in Banten Province, 2009-2011 ...................................................................................

297

7.6

298

309

8.2

310

8.3

311

8.4

312

8.5

313

8.6

314

8.7

315

321

xl

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 9.1.2 Banyaknya Tamu Hotel Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten (orang), 2009-2011 Number of Hotel Visitors by Hotel Qualifications in Banten Province (person), 2009-2011 .................................................................................................... Rata-Rata Lama Menginap Tamu Hotel Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten (hari), 2009-2011 Average Length of Stay in Hotel by Hotel Qualifications \ in Banten Province (days), 2009-2011 ........................................................................ PARIWISATA / TOURISM Jumlah Objek Wisata Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Wisata di Provinsi Banten, 2011 Number of Tourism Objects by Regency/Municipality and Type of Tourism in Banten Province, 2011 ............................................................................................ Jumlah Museum, Situs Purbakala, dan Bangunan Bersejarah Lainnya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Museums, Archaeological Sites, and Other Historic Buildings by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ................................................... Jumlah Perusahaan/Unit Usaha Pendukung Sektor Pariwisata Menurut Kabupaten/Kota dan Objek Wisata di Provinsi Banten, 2011 Number of Tourism Company / Business Unit Supporting Tourism Sector by Regency/ Municipality and Tourism Object in Banten Province, 2011 ................. Jumlah Sanggar Seni dan Budaya Pendukung Sektor Pariwisata Menurut Kabupaten/Kota dan Objek Wisata di Provinsi Banten, 2011 Number of Art and Culture Studios/Galleries Supporting Tourism Sector by Regency/ Municipality and Tourism Object in Banten Province, 2011 ................ Jumlah Wisatawan Nusantara dan Wisatawan Mancanegara Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (orang), 2011 Number of Domestic and Foreign Tourists by Regency/Municipality in Banten Province (visitors), 2011 ............................................................................. 10. TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI TRANPORTATION AND COMMUNICATION 10.1 PERHUBUNGAN DARAT / LAND TRANSPORTATION

322

9.1.3

323

9.2 9.2.1

324

9.2.2

326

9.2.3

327

9.2.4

329

9.2.5

331

10.1.1 Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintah Yang Berwenang, Jenis Permukaan, Kondisi Jalan dan Kelas Jalan di Provinsi Banten (km), 2010-2011 Road Lengths by Level of Government Authorised, Surface Type, Road Condition, and Class in Banten Province (km), 2010-2011 .............................. 10.1.2 Data Ruas Jalan Nasional di Provinsi Banten, 2011 Data of National Authority Road in Banten Province, 2011 ....................................... 10.1.3 Data Ruas Jalan Provinsi dan Nasional di Provinsi Banten, 2011 Data of National and Provincial Authority Road in Banten Province, 2011 .............. 10.1.4 Populasi Kendaraan Umum Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten, 2011 Population of Commercial Vehicle by Type of Vehicle in Banten Province, 2011 .... 10.1.5 Populasi Kendaraan Bukan Umum Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten, 2011 Population of Non-commercial Vehicle by Type of Vehicle in Banten Province, 2011 ............................................................................................

337 338 341 344

345

Banten dalam Angka 2012

xli

LIST OF TABLES 10.1.6 Populasi Kendaraan Dinas Milik Pemerintah Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten, 2011 Population of Government-owned Service Vehicles by Type of Vehicle in Banten Province, 2011 ........................................................................................... 10.1.7 Populasi Kendaraan Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten, 2011 Vehicle Population by Type of Vehicle in Banten Province, 2011 .............................. 10.1.8 Realisasi Jumlah Penumpang dan Pendapatan Angkutan Kereta Api Beberapa Stasiun di Provinsi Banten, 2009-2011 Realization of Passengers and Total Income of Rail Transportations in Some Stations in Banten Province, 2009-2011 ....................................................... 10.1.9 Realisasi Jumlah Barang dan Pendapatan Angkutan Kereta Api Beberapa Stasiun di Provinsi Banten, 2009-2011 Realization of Volume of Goods and Total Income of Rail Transportations in Some Stations in Banten Province, 2009-2011 ....................................................... 10.2 PERHUBUNGAN UDARA / AIR TRANSPORTATION

346 347

348

349

10.2.1 Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Domestik di Bandara Soekarno-Hatta, 2011 Number of Domestic Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport, 2011 ........ 10.2.2 Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Internasional di Bandara Soekarno-Hatta, 2011 Number of International Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport, 2011 ................................................................................. 10.2.3 Banyaknya Angkutan Pos di Bandara Soekarno-Hatta, 2011 Volume of Postal Packet Transportation at Soekarno-Hatta Airport, 2011 ............... 10.2.4 Banyaknya Kargo Domestik dan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta, 2011 Volume of Domestic and International Cargoes at Soekarno-Hatta Airport, 2011 10.3 PERHUBUNGAN LAUT / SEA TRANSPORTATION 10.3.1 Data Tahunan Angkutan Penyeberangan Merak-Bakahuni di Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, 2009-2011 Annual Data of Merak-Bakahuni Fery Transport At Merak Port, 2009-2011 ............ 10.3.2 Jumlah Kapal Yang Melakukan Aktivitas Bongkar Muat Menurut Status Kepemilikan di Seluruh Pelabuhan di Provinsi Banten (unit), 2009 2011 Number of Ship Conducting the Activity Load and Unload by Status Ownership at All Ports in Banten Province (units), 2009-2011 .................................................... 10.3.3 Jumlah Barang Dari/Tujuan Ke Luar Negeri yang Dibongkar dan Dimuat di Seluruh Pelabuhan di Provinsi Banten (ton), 2009 - 2011 Number of Goods From Abroad or Overseas Destinations Which are Load and Unload at All Ports in Banten Province (tons), 2009-2011 ..................................... 10.3.4 Volume Perdagangan Barang Antar Provinsi yang Dibongkar dan Dimuat di Seluruh Pelabuhan di Provinsi Banten (ton), 2009-2011 Volume of Interregional Trade in Goods Which are Load and Unload at All Ports in Banten Province (tons), 2009-2011 ..................................................................... 10.4 KOMUNIKASI / COMMUNICATION

350

351 352 353

354

355

356

357

10.4.1 Banyaknya Surat Dalam Negeri Yang Dikirim dan Diterima oleh PT. Pos Indonesia (Persero) Menurut Jenis Surat di Provinsi Banten (pucuk), 2009-2011 Number of Domestic Letters Sent and Received by PT. Pos Indonesia (Persero) by Type of Letters in Banten Province (units), 2009-2011 .............................................. xlii

358

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 10.4.2 Banyaknya Surat Luar Negeri Yang Dikirim dan Diterima oleh PT. Pos Indonesia (Persero) Menurut Jenis Surat di Provinsi Banten (pucuk), 2009-2011 Number of Abroad Letters Sent and Received by PT. Pos Indonesia (Persero) by Type of Letters in Banten Province (units) , 2009-2011 ..................................... Banyaknya Jasa Titipan Pos Yang Dikirim dan Diterima oleh PT Pos Indonesia (Persero) di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Postal Package Sent and Received by PT Pos Indonesia (Persero) in Banten Province , 2009-2011 .............................................................................. Banyaknya Penjualan Materai dan Benda Pos oleh PT Pos Indonesia (Persero) di Provinsi Banten (buah), 2009-2011 Number of Postal Materials Sold by PT Pos Indonesia (Persero) in Banten Province (units), 2009-2011 .................................................................... Banyaknya Kantor Pos Yang Dikelola Oleh PT Pos Indonesia (Persero) Menurut Jenis Kantor Pos di Provinsi Banten (unit), 2009-2011 Number of Post Offices Managed by PT Pos Indonesia (Persero) by Type of Offices in Banten Province (units), 2009-2011 ...................................... Banyaknya Kantor Pos Yang Dikelola Oleh PT Pos Indonesia (Persero) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (unit), 2009-2011 Number of Post Offices Managed by PT Pos Indonesia (Persero) by Regency/Municipality in Banten Province (units), 2009-2011 ........................... Persentase Rumahtangga Yang Memiliki/Menguasai Telepon Tetap Kabel Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Percentage of Household Who Have/Controlling Fixed Telephone Cables by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011 ........... Persentase Rumahtangga Yang Memiliki/Menguasai Telepon Seluler Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Percentage of Household Who Have/Controlling Mobile Phone by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011 ........... Persentase Penduduk Yang Memiliki/Menguasai Nomor Telepon Seluler Aktif Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Percentage of Population Who Have/Controlling Active Mobile Phone Number by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011 ........... 11. PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI BANKING, INVESMENT, AND COOPERATIVE 11.1 11.1.1 PERBANKAN / BANKING Jumlah Kantor Bank Umum Menurut Status Kepemilikan di Provinsi Banten, 2011 Number of Commercial Bank Offices by Owner Status in Banten Province, 2011 . Jumlah Kantor Bank Umum Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Commercial Bank Offices by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ........................................................................................ Jumlah Kantor Bank Syariah Menurut Jenisnya di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Commercial Sharia Bank Offices by Type of Bank in Banten Province, 2009-2011.................................................................................

359

10.4.3

360

10.4.4

361

10.4.5

362

10.4.6

363

10.4.7

364

10.4.8

365

10.4.9

366

370

11.1.2

371

11.1.3

372

Banten dalam Angka 2012

xliii

LIST OF TABLES 11.1.4 11.1.5 Posisi Dana Perbankan Menurut Jenisnya di Provinsi Banten, 2009-2011 Outstanding Bank Funds by Type of Funds in Banten Province , 2009-2011 ........ Posisi Dana Perbankan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah), 2009-2011 Outstanding Bank Funds by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs), 2009-2011 .................................................................................. Posisi Jumlah Rekening/Bilyet Perbankan Menurut Kabupaten Kota di Provinsi Banten (satuan), 2009-2011 Outstanding Bank Accounts by Regency/Municipality in Banten Province (units), 2009-2011 .................................................................... Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan di Provinsi Banten (juta rupiah), 2009-2011 Outstanding of Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Type of Loans in Banten Province (million rupiahs), 2009-2011 .................................................. Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten (juta rupiah), 2009-2011 Outstanding of Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs), 2009-2011 .................................................. Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah), 2009-2011 Outstanding of Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs), 2009-2011 .......... Posisi Kredit Mikro, Kecil, dan Menengah dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan di Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2011 Outstanding of Micro, Small, and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Type of Credits in Banten Province (million rupiahs), 2010-2011 ............................................................................... Posisi Kredit Mikro, Kecil, dan Menengah dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2011 Outstanding of Micro, Small, and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs), 2010-2011 ............................................................................................................... Posisi Kredit Mikro, Kecil, dan Menengah dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2011 Outstanding of Micro, Small, and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs), 2010-2011 ................................................... Posisi Dana Pihak Ketiga Perbankan Syariah Menurut Jenis Simpanan di Provinsi Banten, 2010-2011 Outstanding of Sharia Bank Funds by Type of Funds in Banten Province, 2010-2011 ................................................................................ Posisi Pembiayaan Perbankan Syariah dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan di Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2011 Outstanding of Sharia Bank Financing in Rupiah and Foreign Currency by Type of Loans in Banten Province (million rupiahs), 2010-2011 .......................

373

374

11.1.6

375

11.1.7

376

11.1.8

377

11.1.9

378

11.1.10

379

11.1.11

380

11.1.12

381

11.1.13

382

11.1.14

383

11.1.15 Posisi Pembiayaan Perbankan Syariah dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2011 Outstanding Sharia Bank Financing in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs), 2010-2011 ...................

384

xliv

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 11.1.16 Posisi Pembiayaan Perbankan Syariah dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Golongan Pembiayaan di Provinsi Banten (juta rupiah), 2008-2010 Outstanding Sharia Bank Financing in Rupiah and Foreign Currency by Type of Financing in Banten Province (million rupiahs), 2008-2010 ................ INVESTASI / DIRECT INVESTMENT Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Foreign Direct Investment (FDI) Realization by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ......................................................................................... Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten, 2011 Foreign Direct Investment (FDI) Realization by Economic Sector in Banten Province, 2011 ......................................................................................... Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Negara Asal Investor di Provinsi Banten, 2011 Foreign Direct Investment (FDI) Realization by Investor Countries in Banten Province, 2011 ......................................................................................... Realisasi Perluasan Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Recapitulation of Realization of Foreign Direct Investment (FDI) Expansion by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ................................................. Realisasi Penanaman Dalam Negeri (PMDN) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Domestic Direct Investment (DDI) Realization by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ......................................................................................... Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten, 2011 Domestic Direct Investment (DDI) Realization by Economic Sector in Banten Province, 2011 ......................................................................................... Rekapitulasi Realisasi Perluasan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Recapitulation of Realization of Domestic Direct Investment (DDI) Expansion by Regency/Municipality in Banten Province, 2011 ................................................ KOPERASI / COOPERATIVE Kinerja Koperasi di Provinsi Banten Menurut Indikator Produksi, 2010-2011 Performance of Cooperatives in Banten Province by Indicator of Production, 2010-2011 ................................................................... Jumlah Koperasi Menurut Kabupaten/Kota dan Status Aktivitas di Provinsi Banten, 2010-2011 Number of Cooperatives in Banten Province by Regency/Municipality and Status of Activity, 2010-2011 ........................................................................... Jumlah Anggota, Manajer dan Karyawan Koperasi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Number of Members, Managers, and Employees of Cooperative in Banten Province by Regency/Municipality, 2010-2011 .......................................

385

11.2 11.2.1

386

11.2.2

387

11.2.3

388

11.2.4

389

11.2.5

390

11.2.6

391

11.2.7

392

11.3 11.3.1

393

11.3.2

394

11.3.3

395

Banten dalam Angka 2012

xlv

LIST OF TABLES 11.3.4 Jumlah Modal Koperasi Menurut Kabupaten/Kota dan Status Permodalan di Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2011 Total Capital of Cooperatives in Banten Province by Regency/Municipality and Ownership of Capital (million rupiahs), 2010-2011 ......................................... Jumlah Aset, Volume Usaha dan Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupah), 2010-2011 Number of Asset, Omzet aand Capital Gain of Cooperatives in Banten Province by Regency/Municipality (million rupiahs), 2010-2011 ........................................ 12. HARGA-HARGA / PRICES 12.1 12.2 Laju Inflasi Menurut Kota di Provinsi Banten (2007=100), 2010 - Juni 2012 Inflation Rate by City in Banten Province (2007=100), 2010 - June 2012 ........ Laju Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Banten (2007=100), 2010 - Juni 2012 Inflation Rate by Group of Expenditures in Banten Province (2007=100), 2010 - June 2012 ............................................................................. Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Monthly Consumer Price Indices (CPI) by Expenditure Groups in Banten Province (2007=100), 2011 ................................................................. Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100), 2011 Monthly Consumer Price Indices (CPI) by Expenditure Groups in Serang City (2007=100), 2011 ................................................................. Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tangerang (2007=100), 2011 Monthly Consumer Price Indices (CPI) by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100), 2011 ................................................................. Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilegon (2007=100), 2011 Monthly Consumer Price Indices (CPI) by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100), 2011 ................................................................. Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Banten Province (2007=100), 2011 ...................................................................................................................... Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100), 2011 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Serang City (2007=100), 2011 Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tangerang (2007=100), 2011 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100), 2011 ................................................................................................ Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilegon (2007=100), 2011 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100), 2011 ................................................................................................ 404

396

11.3.5

397

405

12.3

406

12.4

408

12.5

410

12.6

412

12.7

414

12.8

416

12.9

418

12.10

420

xlvi

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 12.11 Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Banten Province (2007=100), 2011 ........................... ..................................................................... Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100), 2011 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Serang City (2007=100), 2011 ................................................................................................ Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tangerang (2007=100), 2011 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100), 2011 ................................................................................................. Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilegon (2007=100), 2011 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100), 2011 .......................... ....................................................................... Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Banten Province (2007=100), 2011 ................................................................................................. Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100), 2011 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Serang City (2007=100), 2011 ................................................................................................. Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tangerang (2007=100), 2011 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100), 2011 ................................................................................................. Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilegon (2007=100), 2011 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100), 2011 ........................................................................... Rata-rata Indeks Harga yang Diterima (It), Indeks Harga yang Dibayar (Ib) dan Nilai Tukar Petani (NTP) Menurut Subsektor di Provinsi Banten (2007=100), 2010 - 2012 Average Indices of Prices Received by Farmers (It), Paid by Farmers (Ib), and Farmers Term of Trade (NTP) by Subsector in Banten Province (2007=100), 2010 - 2012 ................................... Indeks Harga yang Diterima (It), Indeks Harga yang Dibayar (Ib) dan Nilai Tukar Petani (NTP) Bulanan di Provinsi Banten (2007=100), 2010-2011 Indices of Prices Received by Farmers (It), Paid by Farmers (Ib), and Farmers Term of Trade (NTP) by Month in Banten Province (2007=100), 2010-2011 ............................................................................................................... Nilai Tukar Petani (NTP) Bulanan di Provinsi Banten Menurut Subsektor (2007=100), 2011 Monthly Farmers Term of Trade (NTP) by Subsector in Banten Province (2007=100), 2011 .................................................................................................... Inflasi di Daerah Perdesaan di Provinsi Banten Menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100), 2010 - Juni 2012 Rural Inflation Rate in Banten Province by Expenditure Groups (2007=100), 2010 - June 2012 .................................................................................

422

12.12

424

12.13

426

12.14

428

12.15

430

12.16

432

12.17

434

12.18

436

12.19

438

12.20

439

12.21

440

12.22

441 xlvii

Banten dalam Angka 2012

LIST OF TABLES 12.23 12.24 Inflasi Bulanan di Daerah Perdesaan di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Monthly Rural Inflation Rate in Banten Province (2007=100), 2011 ..................... Inflasi Tahun Kalender di Daerah Perdesaan di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Calender Year Inflation Rate in Rural Areas in Banten Province (2007=100), 2011 .................................................................................................... Inflasi Tahun ke Tahun di Daerah Perdesaan di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Year on Year Inflation Rate in Rural Areas in Banten Province (2007=100), 2011 Perkembangan Harga Gabah Kering Panen Menurut Bulan di Provinsi Banten (rupiah/kg), 2010 Trend of Dry Unhusked Rice Prices by Month in Banten (rupiahs/kg), 2011 . 13. PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMTION 13.1 13.1.1 PENGELUARAN PENDUDUK / POPULATION EXPENDITURE Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang di Provinsi Banten (rupiah), 2010 dan 2011 Average monthly per Capita Expenditure by Commodity Group in Banten Province (rupiahs), 2010 and 2011 ......................................................... Persentase Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang di Provinsi Banten (rupiah), 2010 dan 2011 Percentage of Monthly Average per Capita Expenditure by Commodity Group in Banten Province (rupiahs), 2010 and 2011 ......................................................... Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perkotaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah), 2011 Average Monthly per Capita Expenditure in Urban Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs), 2011 ... Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perdesaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah), 2011 Average monthly per Capita Expenditure in Rural Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs), 2011 ... Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perkotaan dan Perdesaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah), 2011 Average monthly per Capita Expenditure in Urban and Rural Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs), 2011 ......................................................................... Distribusi Pembagian Pengeluaran per Kapita dan Indeks Gini di Provinsi Banten, 2002-2011 Distribution of per Capita Expenditure and Gini Index in Banten Province, 2002-2011 .................................................................................................................

442

444

12.25

446

12.26

448

453

13.1.2

454

13.1.3

455

13.1.4

457

13.1.5

459

13.1.6

461

xlviii

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 13.2 13.2.1 KONSUMSI KALORI DAN PROTEIN CALORY AND PROTEIN CONSUMTION Rata-rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari Menurut Kelompok Makanan di Provinsi Banten (kkal), 2010-2011 Daily Average per Capita Calory Consumption by Food Group in Banten Province (kcal), 2010-2011 ..................................................................... Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari Menurut Kelompok Makanan di Provinsi Banten (gram), 2010-2011 Daily Average per Capita Protein Consumption by Food Group in Banten Province (gram), 2010-2011 .................................................................... Rata-rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari (kkal) Menurut Kelompok Makanan dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan (rupiah) di Provinsi Banten, 2011 Daily Average per Capita Calory Consumption (kalori) by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class (rupiahs) in Banten Province, 2011 ... Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari (gram) Menurut Kelompok Makanan dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan (rupiah) di Provinsi Banten, 2011 Daily Average per Capita Protein Consumption (gram) by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class (rupiahs) in Banten Province, 2011 ... KETERSEDIAAN MAKANAN / FOOD AVAILABILITY Perkembangan Persediaan Beras di Provinsi Banten (ton), 2011 Trend of Rice Stock in Provinsi Banten (ton), 2011 ................................................ Laporan Kontrak dan Realisasi Pengadaan Beras di Provinsi Banten (ton), 2010-2011 Report of Actual Procurement and Contract of Rice in Banten Province (ton), 2010-2011 ................................................................................................................ Realisasi Penyaluran Raskin (ton) di Provinsi Banten, 2009-2011 Realization of Distribution of Rice for Poor Community in Banten Province, 2009-2011 ................................................................................ 14. PERDAGANGAN LUAR NEGERI / FOREIGN TRADE 14.1 14.2 Neraca Perdagangan Luar Negeri Provinsi Banten (juta US$), 2009-2012 Foreign Trade Balance of Banten Province (million US$), 2009-2012 .................. Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Bulan (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Exports of Banten Province by Month (Net weight : thousand tons), 2009-2011 ................................................................. Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Bulan (Nilai FOB : juta US$), 2009-2011 Value of Exports of Banten Province by Month (FOB value : million US$), 2009-2011 .................................................................... Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan/Bandara Muat (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Exports of Banten Province by Port (Net weight : thousand tons), 2009-2011 ................................................................. Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan/Bandara Muat (Nilai FOB : juta US$), 2009-2011 Value of Exports of Banten Province by Port (FOB value : million US$), 2009-2011 .................................................................... 476 468

462

13.2.2

463

13.2.3

464

13.2.4

466

13.3 13.3.1 13.3.2

469

13.3.3

470

477

14.3

478

14.4

479

14.5

480 xlix

Banten dalam Angka 2012

LIST OF TABLES 14.6 Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Negara Tujuan (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Non Oil and Gas Export of Banten Province by Country of Destination (Net Weight : thousand tons), 2009-2011 ................................................................ Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Negara Tujuan (Nilai FOB : juta US$), 2009-2011 Value of Non Oil and Gas Export of Banten Province by Country of Destination (FOB value : million US$), 2009-2011 .................................................................... Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Golongan SITC (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Exports of Banten Province by SITC Group (Net weight : thousand tons), 2009-2011 ................................................................. Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Golongan SITC (Nilai FOB : juta US$), 2009-2011 Volume of Exports of Banten Province by SITC Group (FOB value : million US$), 2009-2011 .................................................................... Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Sepuluh Golongan HS 2 Dijit (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Exports of Banten Province by Ten of 2 Digit HS Group (Net weight : thousand tons), 2009-2011 ................................................................. Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Sepuluh Golongan HS 2 Dijit (Nilai FOB : juta US$), 2009-2011 Volume of Exports of Banten Province by Ten of 2 Digit HS Group (FOB value : million US$), 2009-2011 .................................................................... Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Jenis Produk (Nilai FOB : juta US$), 2009-2011 Volume of Exports of Banten Province by Type of Product (FOB value : million US$), 2009-2011 .................................................................... Volume Impor Provinsi Banten Menurut Bulan (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Imports of Banten Province by Month (Net weight : thousand tons), 2009-2011 ................................................................. Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Bulan (Nilai CIF : juta US$), 2009-2011 Value of Imports of Banten Province by Month (CIF Value : million US$), 2009-2011 .................................................................... Volume Impor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan/Bandara Bongkar (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Imports of Banten Province by Port (Net Weight : thousand tons), 2009-2011 ................................................................ Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan / Bandara Bongkar (Nilai CIF : juta US$), 2009-2011 Value of Imports of Banten Province by Port (CIF value : million US$), 2009-2011 ..................................................................... Volume Impor Provinsi Banten Menurut Negara Asal (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Import of Banten Province by Country of Origin (Net Weight : thousand tons), 2009-2011 ................................................................

481

14.7

484

14.8

487

14.9

488

14.10

489

14.11

490

14.12

491

14.13

492

14.14

493

14.15

494

14.16

495

14.17

496

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 14.18 Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Negara Asal (Nilai CIF : juta US$), 2009-2011 Value of Non Oil and Gas Import of Banten Province by Country of Origin (CIF value : million US$), 2009-2011 ..................................................................... Volume Impor Provinsi Banten Menurut Golongan SITC (Berat bersih : ribuan ton), 2009-2011 Volume of Imports of Banten Province by SITC Group (Net weight : thousand tons), 2009-2011 ................................................................. Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Golongan SITC (Nilai CIF : juta US$), 2009-2011 Volume of Imports of Banten Province by SITC Group (CIF value : million US$), 2009-2011 .................................................................... Volume Impor Provinsi Banten Menurut Sepuluh Golongan HS 2 Dijit (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Imports of Banten Province by Ten of 2 Digit HS Group (Net weight : thousand tons), 2009-2011 ................................................................. Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Sepuluh Golongan HS 2 Dijit (Nilai CIF : juta US$), 2009-2011 Volume of Imports of Banten Province by Ten of 2 Digit HS Group (CIF value : million US$), 2009-2011 .................................................................... Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Golongan Penggunaan Barang (Nilai CIF : juta US$), 2009-2011 Volume of Imports of Banten Province by Broad Economic Category (CIF value : million US$), 2009-2011 .................................................................... 15. PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME 15.1 15.1.1 PDRB PROVINSI BANTEN / GRDP OF BANTEN PROVINCE Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (miliar rupiah), 2009-2011 Gross Regional Domestic Product of Banten Province At Current Market Prices by Industrial Origin (billion rupiahs), 2009-2011 ................................................. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (miliar rupiah), 2009-2011 Gross Regional Domestic Product of Banten Province At 2000 Constant Market Prices by Industrial Origin (billion rupiahs), 2001-2011 ....................................... Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha, 2009-2011 Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten Province At Current Market Prices by Industrial Origin , 2009-2011 ................................... Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (persen), 2009-2011 Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Industrial Origin (percent), 2009-2011 ......... Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran (miliar rupiah), 2009-2011 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Type Expenditure (billion rupiahs), 2009-2011 ................................................

498

14.19

500

14.20

501

14.21

502

14.22

503

14.23

504

511

15.1.2

514

15.1.3

517

15.1.4

520

15.1.5

523

Banten dalam Angka 2012

li

LIST OF TABLES 15.1.6 Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Jenis Pengeluaran (miliar rupiah), 2009-2011 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Type Expenditure (billion rupiahs), 2009-2011 ...................................... Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran, 2009-2011 Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Type of Expenditure, 2009-2011 ................................ Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Jenis Pengeluaran (persen), 2009-2011 Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Type Expenditure (percent), 2009-2011 ..................... Perkembangan Beberapa Agregat PDRB dan PDRB per Kapita Provinsi Banten, 2009 - 2011 Trend of Several GRDP Agregates and per Capita GRDP of Banten Province, 2009-2011 ............................................................................... PDRB PROVINSI BANTEN MENURUT KABUPATEN/KOTA GRDP OF BANTEN PROVINCE BY REGENCY/MUNICIPALITY Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota (miliar rupiah), 2009-2011 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Regency/Municipality (billion rupiahs), 2009-2011 .......................................... Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Kabupaten/Kota (miliar rupiah), 2009-2011 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Regency/Municipality (billion rupiahs), 2009-2011 ............................... Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota, 2009-2011 Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Regency/Municipality, 2009-2011 ............................ Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Kabupaten/Kota (persen), 2009-2011 Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Regency/Municipality (percent), 2009-2011 .. Produk Domestik Regional Bruto per Kapita Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota (rupiah), 2009-2011 Per Capita Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Regency/Municipality (rupiahs), 2009-2011 ............. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto per Kapita Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota (persen), 2008-2011 Growth Rate of per Capita Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Regency/Municipality (percent), 2009-2011 ............

524

15.1.7

525

15.1.8

526

15.1.9

527

15.2 15.2.1

529

15.2.2

530

15.2.3

531

15.2.4

532

15.2.5

533

15.2.6

534

lii

Banten in Figures 2012

DAFTAR TABEL 15.3 15.3.1 PDRB TRIWULANAN PROVINSI BANTEN QUARTERLY GRDP OF BANTEN PROVINCE Produk Domestik Regional Bruto Triwulanan Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (miliar rupiah), Triwulan I-II 2011 dan Triwulan I-II 2012 Quarterly Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Industrial Origin (billion rupiahs), Quarter I-II 2011 and Quarter I-II 2012 ................................................................. Produk Domestik Regional Bruto Triwulanan Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (miliar rupiah), Triwulan I-II 2011 dan Triwulan I-II 2012 Quarterly Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Industrial Origin (billion rupiahs), Quarter I-II 2011 and Quarter I-II 2012 ................................................................. Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Triwulanan Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha, Triwulan I-II 2011 dan Triwulan I-II 2012 Percentage Distribution of Quarterly Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Industrial Origin, Quarter I-II 2011 and Quarter I-II 2012 ................................................................. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Triwulanan Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (persen), Q to Q dan Y on Y, Triwulan II-2011 dan 2012 Growth Rate of Quarterly Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Industrial Origin (percent), Q to Q and Y on Y, Quarter II-2011 and 2012 ......................................................... Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran (miliar rupiah), Triwulan I-II 2011dan Triwulan I-II 2012 Quarterly Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Type of Expenditures (billion rupiahs), Quarter I-II 2011 and Quarter I-II 2012 ................................................................. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Triwulanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Jenis Pengeluaran (miliar rupiah), Triwulan I-II 2011 dan Triwulan I-II 2012 Quarterly Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Type of Expenditures (billion rupiahs), Quarter I-II 2010 and Quarter I-II 2011 ................................................................. Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran, Triwulan I-II 2011 dan Triwulan I-II 2012 Percentage Distribution of Quarterly Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Type of Expenditures, Quarter I-II 2011 and Quarter I-II 2012 ................................................................. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Jenis Pengeluaran (persen), Q to Q dan Y on Y, Quarter II-2011 dan 2012 Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Type of Expenditure (percent), Q to Q and Y on Y, Quarter II-2011 qnd 2012 .........................................................

535

15.3.2

536

15.3.3

537

15.3.4

538

15.3.5

539

15.3.6

540

15.3.7

541

15.3.8

542

Banten dalam Angka 2012

liii

LIST OF TABLES 16. PERBANDINGAN REGIONAL / REGIONAL INCOME 16.1 Penduduk, Laju Pertumbuhan Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi di Jawa, 2000 dan 2010 Population, Population Growth Rate and Population Density by Province in Java, 2000 and 2010 ........................................................................ Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Provinsi di Jawa, 2010 dan 2011 Gross Regional Domestic Product (GRDP) and Per Capita GRDP at Current Market Prices by Province in Java, 2010 and 2011 .............................. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Provinsi di Jawa (persen), 2010-2012 Growth Rate of Gross Regional Domestic Bruto at 2000 Constant Market Price by Province in Java (percent), 2010-2012 ............................................................... Laju Inflasi 23 Kota di Pulau Jawa, 2010-2012 Inflation Rate in 23 Cities in Java, 2010-2012 ........................................................ Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi di Jawa, 2011-2012 Number of Unemployment and Open Unemployment Rate (OURs) by Province in Java, 2011-2012 ............................................................................... Upah Minimum Provinsi (UMP) per Bulan Menurut Provinsi di Jawa (ribu rupiah), 2008-2012 Minimum Wage per Month by Province in Java (thousand rupiahs), 2008-2012 ... Indeks Harga yang Diterima Petani (It), Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dan Nilai Tukar Petani Menurut Provinsi di Jawa, 2010-2012 Indices of Prices Received by Farmers (It), Paid by Farmers (Ib), and Farmers Terms of Trade (NTP) by Province in Java, 2010-2012.................... Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Menurut Provinsi di Jawa, 2011-2012 Consumer Tendency Indices by Province in Java, 2011-2012 ................................ Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang dan Provinsi di Jawa (ribuan rupiah), 2010-2011 Average Monthly per Kapita Expenditure by Commodity Group and Province in Java (thousand rupiahs), 2010-2011 .................................................................. Garis Kemiskinan dan Jumlah Penduduk Miskin Menurut Provinsi di Jawa, 2011-2012 Poverty Line and Number of Poor by Province in Java, 2011-2012 ...................... Persentase Penduduk Miskin (P0), Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Menurut Provinsi di Jawa, 2011-2012 Percentage of Poor (P0), Poverty Gap Index (P1) and Poverty Severety Index (P2) by Province in Java, 2011-2012 .............................................................................. Distribusi Pengeluaran Penduduk per Kapita dan Indeks Gini Menurut Provinsi di Jawa, 2002 dan 2012 Distribution of per Capita Expenditure and Gini Index by Province in Java, 2002 and 2012 ......................................................................................................... Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Provinsi di Jawa, 2009-2011 Human Development Index (HDI) by Province in Java, 2009-2011 ....................... Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Menurut Provinsi di Jawa, 2009-2010 Gender-related Development Index (GDI) and Gender Empowerment Measure (GEM) by Province in Java, 2009-2010 ..................................................................

546

16.2

547

16.3

548 549

16.4 16.5

550

16.6

551

16.7

552 553

16.8 16.9

554

16.10

555

16.11

556

16.12

557 558

16.13 16.14

559

liv

Banten in Figures 2012

SEJARAH SINGKAT BANTEN

Banten sebagai nama suatu wilayah sudah dikenal dan diperkenalkan sejak abad ke 14. Mula-mula Banten merupakan pelabuhan yang sangat ramai disinggahi kapal dan dikunjungi pedagang dari berbagai wilayah hingga orang Eropa yang kemudian menjajah bangsa ini. Pada tahun 1330 orang sudah

mengenal sebuah negara yang saat itu disebut Panten, yang kemudian wilayah ini dikuasai oleh Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk. Pada masa-masa itu Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak merupakan dua kekuatan terbesar di Nusantara. Tahun 1524 1525 para pedagang Islam berdatangan ke Banten dan saat itulah dimulai penyebaran agama Islam di Banten. Sekitar dua abad kemudian berdiri Kadipaten Banten di Surasowan pada 8 Oktober 1526. Pada tahun 1552 1570 Maulana Hasanudin Panembahan Surosowan menjadi Sultan Banten pertama. Sejak itu dimulailah pemerintahan kesultanan di Banten yang diakhiri oleh Sultan Muhammad Rafiuddin (1813 1820) merupakan sultan ke dua puluh setelah sultan dan rakyat masa sebelumnya berperang melawan penjajah. Namun demikian

perjuangan rakyat Banten terus berlanjut hingga detik terakhir kaki penjajah berada di bumi Banten. Setelah memasuki masa kemerdekaan muncul keinginan rakyat Banten untuk membentuk sebuah provinsi. Niatan tersebut pertama kali mencuat di tahun 1953 yang kemudian pada 1963 terbentuk Panitia Provinsi Banten di Pendopo Kabupaten Serang. Dalam pertemuan antara Panitia Provinsi Banten dengan DPR-GR sepakat untuk memperjuangkan terbentuknya Provinsi Banten. Pada tanggal 25 Oktober 1970 Sidang Pleno Musyawarah Besar Banten mengesahkan Presidium Panitia Pusat Provinsi Banten. Namun ternyata

perjuangan untuk membentuk Provinsi Banten dan terpisah dari Jawa Barat

Banten dalam Angka 2012

lv

A BRIEF HYSTORY OF BANTEN PROVINCE

tidaklah mudah dan cepat. Selama masa Orde Baru kenginan tersebut belum bisa direalisir. Pada Orde Reformasi perjuangan masyarakat Banten semakin gigih karena mulai terasa semilirnya angin demokrasi dan isu tentang otonomi daerah. Pada 18 Juli 1999 diadakan Deklarasi Rakyat Banten di Alun-alun Serang yang kemudian Badan Pekerja Komite Panitia Provinsi Banten menyusun Pedoman Dasar serta Rencana Kerja dan Rekomendasi Komite Pembentukan Provinsi Banten (PPB). Sejak itu mulai terbentuk Sub-sub Komite PPB di berbagai wilayah di Banten untuk memperkokoh dukungan terbentuknya Provinsi Banten. Setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan akhirnya pada 4 Oktober 2000 Rapat Paripurna DPR-RI mengesahkan RUU Provinsi Banten menjadi Undang-Undang No. 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten. Kemudian pada tanggal 17 Oktober 2000 Presiden Abdurrahman

Wahid mengesahkan UU No. 23 Tahun 2000 tentang PPB. Sebulan setelah itu pada 18 Nopember 2000 dilakukan peresmian Provinsi Banten dan pelantikan Pejabat Gubernur H. Hakamudin Djamal untuk menjalankan pemerintah provinsi sementara waktu sebelum terpilihnya Gubernur Banten definitif. Pada tahun 2002 DPRD Banten memilih Dr. Ir. H. Djoko Munandar, MEng dan Hj. Atut Chosiyah, SE. sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pertama.

Sumber : Buku Sekapur Sirih Perjalanan Panjang dan Kronologis Terbentuknya Propinsi Banten 1953 2000, oleh Drs. E. Iwa Tuskana Supandri

lvi

Banten in Figures 2012

SEJARAH SINGKAT BANTEN

Brief History of Banten Province Banten is the name of the area has been known since 14 century. In the beginning Banten is a port which the ships and trader are coming from any country, and finally Euro people control this area. In 1330 people have known a country which as Panten, and then this area controlled by Kingdom of Majapahit with Gajah Mada and Hayam Wuruk as a leader. At that time, Kingdom of Majapahit and Kingdom of Demak are two of Kingdom has power in Nusantara (Indonesia). In 1524 1525 Moslem traders came to Banten and that time; begin of Islam religious growth in Banten. In about two century later, regency (Kadipaten) of Banten has been built at Surasowan in October 8, 1526. In 1552 -1570 Maulana Hasanudin Princes (Panembahan) of Surasowan become the first leader (Sultan) of Banten. At that time the government of Sultan has begun which finally Sultan Muhammad Rafiuddin (1813 1820) is the 20th Sultan with all the people of Banten attack for the illegal government. But war of Banten forever until the illegal government goes out from Banten. Since the freedom of Indonesia, people of Banten want to build a Banten province. That hoping had existed since 1953 and in 1963 made committee of Banten Province at Serang regency. In the meeting between Committee of Banten Province with legislative (DPR-GR) agree to make a frame of Banten province. In October 25, 1970 the great meeting of Banten has declared the Presidium of Committee of Banten Province. But not convenient to build the province which unravel of West Java. In era Orde Baru struggle of Banten Province can not release yet. In reformation order (Orde Reformasi), struggle of Banten people is very obstinate because free democracy and regency autonomy (self-government)

Banten dalam Angka 2011

lvii

A BRIEF HYSTORY OF BANTEN PROVINCE

has issued by central government. In July 18, 1999 there was declaration of Banten people in Serang, later official of Committee of Banten Province (Badan Pekerja Komite Panitia Provinsi Banten) arrange the basic guide and job planning recommended Committee of Institution of Banten Province (Komite Pembentukan Provinsi Banten /PBB). Since that, conformed subs of commission PBB in some regency in Banten to fasted conformation of Banten Province. After through martial aborious ultimately at October 4, 2000 tight at great meeting of legislative (Rapat Paripurna DPR-RI) affirm draft of law (RUU) of Banten Province become act the law No. 23 Year 2000 about Institution of Banten Province. Posterior at October 17, 2000 President Abdurrahman Wahid affirms the law No. 23 Year 2000 about PBB. One month after that at November 18, 2000 there was agreement of Banten Province, and functionary governor H. Hakamudin Djamal to implement officer transitory province before definitive governor electing. In 2002 Local legislative (DPRD) of Banten elected Dr. Ir. H. Djoko Munandar, M.Eng as Governor, and Hj. Atut Chosiyah, SE. as Vice Governor.

Source :

From the book Sekapur Sirih Perjalanan Panjang dan Kronologis Terbentuknya Propinsi Banten 1953 2000, by Drs. E. Iwa Tuskana Supandri

lviii

Banten in Figures 2012

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a.

bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila, untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945; bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut, diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien; bahwa Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan, tuntutan masyarakat, dan kebutuhan pembangunan nasional; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c di atas, dipandang perlu membentuk Undang-undang tentang Statistik yang baru;

b.

c.

d.

Mengingat :

Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;

Banten dalam Angka 2012

lix

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS

Dengan persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN: Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelenggaraan statistik. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data, upaya pengembangan ilmu statistik, dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional. Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral, berskala nasional, makro, dan penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab Badan. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan.

2.

3.

4.

5.

6.

lx

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK

7.

Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha, pendidikan, sosial budaya, dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat, yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.

8.

9.

10. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau masyarakat. 11. Badan adalah Badan Pusat Statistik. 12. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah, lembaga, organisasi, orang, benda maupun objek lainnya. 13. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. 14. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik. 15. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah, lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya. 16. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelenggara kegiatan statistik untuk melaksanakan pengumpulan data, baik melalui wawancara, pengukuran, maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik. 17. Responden adalah instansi pemerintah, lembaga, organisasi, orang, dan atau unsur masyarakat lainnya yang ditentukan sebagai objek kegiatan statistik.

Banten dalam Angka 2012

lxi

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS

BAB II ASAS, ARAH, DAN TUJUAN Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional, undang-undang ini juga berasaskan : a. b. c. keterpaduan; keakuratan; dan kemutakhiran.

Pasal 3 Kegiatan statistik diarahkan untuk : a. b. c. d. Mendukung pembangunan nasional; Mengembangkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien; Meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik; dan Mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pasal 4 Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap, akurat dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien guna mendukung pembangunan nasional.

lxii

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK

BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemafaatannya, jenis statistik terdiri atas : a. b. c. statistik dasar; statistik sektoral; dan statistik khusus.

Pasal 6 (1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatanya untuk umum, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi Undang-undang. Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara : a. b. c. d. sensus; survei; kompilasi produk administrasi; dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

(2)

Banten dalam Angka 2012

lxiii

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS

Pasal 8 (1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan, yang meliputi: a. b. c. (2) sensus penduduk; sensus pertanian; dan sensus ekonomi.

Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. Pasal 9

(1)

Survei sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. Survei antarsensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut. Pasal 10

(2)

(1)

Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undangundang.

(2)

(3)

lxiv

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK

BAB IV PENYELENGGARAAN STATISTIK Bagian Pertama Statistik Dasar Pasal 11 (1) (2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan. Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Badan memperoleh data dengan cara: a. b. c. d. sensus; survei; kompilasi produk administrasi; dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 (1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya, secara mandiri atau bersama dengan Badan. Dalam menyelenggarakan statistik memperoleh data dengan cara: sektoral, instansi pemerintah

(2)

a. survei; b. kompilasi produk administrasi; dan c. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (3) Statistik sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional.

Banten dalam Angka 2012

lxv

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS

(4)

Hasil statistik sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan.

Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 (1) Statistik khusus diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga, organisasi, perorangan maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksusd dalam ayat (1), masyarakat memperoleh data dengan cara: a. survei; b. kompilasi produk administrasi; dan c. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 14 (1) Dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional, masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakannya kepada Badan. Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat: a. judul; b. wilayah kegiatan statistik; c. objek populasi; d. jumlah responden; e. waktu pelaksanaan; f. metode statistik; g. nama dan alamat penyelenggara; dan h. abstrak.

(2)

(2)

lxvi

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK

i.

Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos, jaringan komunikasi data, atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern.

j.

BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 (1) (2) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya. Pengumuman hasil statistik dimuat dalam Berita Resmi Statistik. Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya.

BAB VI KOORDINASI DAN KERJA SAMA Pasal 17 (1) Koordinasi dan kerja sama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat, di tingkat pusat dan daerah. Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional, Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran. Koordinasi dan kerja sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

(2)

(3)

Banten dalam Angka 2012

lxvii

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS

(4)

Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerja sama penyelenggaraan statistik antara Badan, instansi pemerintah, dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. Pasal 18

(1)

Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga dilakukan oleh Badan, instansi pemerintah, dan atau masyarakat dengan lembaga internasional, negara asing, atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan, instansi pemerintah, atau masyarakat Indonesia.

(2)

BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN

Bagian Pertama Penyelenggara Kegiatan Statistik Pasal 19 Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakterisrik setiap unit populasi yang menjadi objek. Pasal 20 Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 21 Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden.

lxviii

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK

Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya. Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal, serta wajib memperhatikan nilai-nilai agama, adat istiadat setempat, tata krama, dan ketertiban umum.

Bagian Ketiga Responden Pasal 26 (1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden, kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25. Pasal 27 Setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelengaraan statistik dasar oleh Badan.

(2)

Banten dalam Angka 2012

lxix

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS

BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 (1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan mempunyai perwakilan wilayah di Daerah yang merupakan instansi vertikal. Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja Badan, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. Pasal 29 (1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan. Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen, yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. Pasal 30 (1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral. Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk menerapkan penggunaan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional.

(2)

(3)

(2)

(2)

(3)

lxx

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK

BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat, agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik, mengembangkan Sistem Statistik Nasional, dan mendukung pembangunan Nasional. Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Badan melakukan upaya-upaya sebagai berikut: a. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik; mengembangkan statistik sebagai ilmu; meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik; mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya; mengembangkan sistem informasi statistik; meningkatkan penyebarluasan informasi statistik; meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional; dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. Pasal 33 Pelaksanaan pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

b. c.

d.

e. f. g.

h.

Banten dalam Angka 2012

lxxi

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS

BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah). Pasal 36 (1) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah). Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Pasal 37 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah). Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

(2)

lxxii

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK

Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah mencegah, menghalang-halangi, atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Pasal 40 (1) (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 36 ayat (2), Pasal 37, Pasal 38, dan Pasal 39 adalah kejahatan. Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran.

BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan Undang-undang ini. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-undang ini, maka Undang-undang Nomor 6 tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku. Pasal 43 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Banten dalam Angka 2012

lxxiii

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS

Disahkan di Jakarta Pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (Ttd) SOEHARTO

Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA (Ttd) MOERDIONO

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Hukum dan Perundang-undangan (Ttd) Lambock V. Nahattands Salinan sesuai dengan salinan aslinya BIRO PUSAT STATISTIK Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi (Ttd) Pietojo, MSA

lxxiv

Banten in Figures 2012

LAW OF REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 16 OF 1997 ON STATISTICS WITH THE MERCY AND COMPASSION OF THE ONE ONLY GOD THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
Considering : a. That a statistics are important of planning, implementation, monitoring and evaluation of various activities is every aspect of the community, nation, state in the context of national development , as the implementation of Panacea, which aims to promote public Welfare in an effort to achieve the national goals as stated in the preambule to the constitution of 1945; That in the above mentioned importance of statistics mean, that steps must be taken to regulate integrated national statistics in the effort to create a reliable, effective, and efficient National statistics System; That in the law number 6 of 1960 on Censuses and Law Number 7 of 1960 on Statistics are no longer appropriate in light of subsequent developments, community demands, and the requirement of national development; That in light of letter a, b, and c above, a new Law on Statistics is demand necessary;

b.

c.

d.

In View of :

Article 5 Section (1) and Article 20 section (1) of the Constitution of 1945.

Banten dalam Angka 2012

lxxv

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS With The Approval Of : THE PEOPLE REPRESENTATIVE COUNCIL OF THE INDONESIA DECREES : To Stipulate : THE LAW ON STATISTICS

CHAPTER I GENERAL PROVISIONS Article 1 In this law : 1. Statistics are the obtained by collection, preparation, presentation and analysis, and is system which regulates the connection between elements of statistics collection. Data are information in the form of numbers which concern the special characteristics of population. The National Statistics System is an institution consisting of parts which are interlinked in an order manner to form a totality in statistical collections. Statistic activities are measures directed towards providing and disseminating data, advancing the science of statistics, and eventually developing a national statistics system. Basic statistics are statistics utilized for a broad range of (Both government and community) Purpose, which have cross-sectoral characteristics, are on a nation and macro scale, and will be the responsibility of the agency. Sectoral statistics are statistics utilized to satisfy the need of particular institution in on effort to perform the duties of the administration and to further development, the primary duty of the institution in question. Special statistics are statistics utilized to fulfill The specific need of business, education, socioculture, and community interest, undertaken by non government institution, organizations, individuals, and/or other parts of the community. A census is a data collected by enumerating a census of all population units in the entire territory of the republic of the Indonesia to determine the characteristic of population at a given time. A survey is data collection method whereby a simple census is taken in other estimate the characteristics of a population at a given time.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. The compilation of administrative products is collecting, preparing, presenting and analyzing data from administrative records available from the government and/or community.

lxxvi

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK 11. The agency is the BPS Statistics Indonesia. 12. Population is the unit or object of statistical activities, and includes government institutions, non government institutions, organization, individuals, items, and so on. 13. A sample is a unit of the population used to estimate the characteristics of population. 14. A synopsis is an outline of a statistical collection. 15. A conductor of statistical activities may be a government institutions, a non government institution, an organization, an individual, or another part of the community. 16. An enumerator is an individual assigned by the conductor of statistical activities to collect data by interviewing, measuring (or using some other method on) the object of statistical activity. 17. A respondents a government institution, a non government institution, an organization, an individual, or another part of the community which has been selected as the object of statistical activity.

CHAPTER II PRINCIPLES, DIRECTION, AND AIMS Article 2 In addition to the basic principles of national development, this law based on : a. b. c. Integrity; Accuracy; and Currency. Article 3 Statistical activities should : a. b. c. d. support national development; develop a reliable, effective, and efficient national statistics system; increase public awareness of the significance and function of statistics; and support development of science and technology. Article 4 Statistical activities aim to provide complete, accurate, and current statistical data in order to create a reliable, effective, and efficient national statistic system to support national development.

Banten dalam Angka 2012

lxxvii

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS

CHAPTER III TYPE OF STATISTICS AND METHOD OF DATA COLLECTION Part One Types of Statistics Article 5 Based on the purpose for which they are used, statistics are classified the following types: a. b. c. basic statistics; sectoral statistics; and special statistics. Article 6 (1) Basic statistics and sectoral statistics are available for public utilization unless it is specified otherwise in prevailing legislation. Every individual has equal opportunity to access and make use of special statistics but must maintain regard for the legally protected right of a person or an institution.

(2)

Part Two Data Collection Methods Article 7 Statistics are collected by : a. b. c. d. census; survey; the compilation of administrative products; and other methods in keeping with developments in science and technology. Article 8 (1) Censuses as referred to in article 7 letter a, will be conducted at least once every ten years by the agency, and will consist of : a. b. c. a population census; an agricultural census; and an economic census.

lxxviii

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK (2) Changes to the Census and when it is to be conducted as referred to in section (1) will be further regulated in a government regulation. Article 9 (1) Surveys is referred to in article 7 letter b, will be conducted periodically or at any time in order to obtain detailed data. Intercencal surveys will be carried out between censuses in order to bridge them.

(2)

Article 10 (1) Compilation of administrative product referred to in article 7 letter c, will be collected by utilizing various documents from administrative records. Compilation of administrative products will be owned by government institution but will be available for public utilization unless prevailing legislation specifies otherwise. Every individual will have an equal Opportunity to access the compilation of administrative product owned by a non government institution, an organization, an individual, or another part of the community but must maintain regard for the legally protected right of an individual or an institution.

(2)

(3)

CHAPTER IV STATISTICS COLLLECTION Part One Article 11 (1) (2) The Agency is responsible for basic statistics collection. When collecting basic statistics referred to in section (1), the agency will obtained date by : a. b. c. d. census; survey; compilation of administrative product; and other methods in keeping with developments in science and technology.

Banten dalam Angka 2012

lxxix

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS Part two Sectoral Statistics Article 12 (1) A government institution will collect sectoral statistics in accordance with the scope of its duties and function, either independently or in cooperation with the agency. When collecting sectoral statistics, the government institution will obtained data by: a. b. c. (3) survey; compilation of administrative products; and other methods in keeping with developments in science and technology.

(2)

Sectoral statistics must be collected in cooperation with the agency when the statistics can only be obtained by census and need to be collected on a national scale. The results of sectoral statistics activity when carried out by a government institution on its own must be submitted to the agency.

(4)

Part Three Specials Statistics Article 13 (1) Specials statistics will be collected by the community whether by a non government institution, an organization, an individual, or another part of the community either independently or in a cooperation with the agency. The community may collect special statistics as referred to in section (1) by: a. b. c. Survey; The compilation of administration products; and other methods in keeping with developments in science and technology Article 14 (1) In order to develop a National Statistics System, the community as referred, to in article 13 section (1) must provide the Agency with a synopsis of the statistical activity that it as undertaken when completed.

(2)

lxxx

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK (2) The synopsis referred to in section (1) should contain: a. b. c. d. e. f. g. h. (3) a title; the are where statistical activities where conducted; the population; the number of respondents; the time taken; the statistical method; the name address of the conductor of statistics activities; and an abstract.

The synopsis can be delivered by post, a data communication network, or other mean deemed convenient for the conductor of the statistical activity. The obligation to provide a synopsis as referred to in section (1) does not apply to statistics which are used to fulfill internal requirement.

(4)

CHAPTER V PUBLICATION AND DISEMINATION Article 15 (1) (2) The agency may publish the statistics it has collected. The statistics are to be published in the official Statistics News Article 16 The agency is to disseminates the statistics it has collected.

CHAPTER VI COORDINATION AND COOPERATION Article 17 (1) The coordination and cooperation the collection of statistics will be the responsibility of the Agency in consultation with government institutions and the community, at both central and regional levels. In the frame work of achieving and developing a National Statistics System, the Agency will cooperate with government institutions and the community to standardize concepts, definition classifications, and measurements.

(2)

Banten dalam Angka 2012

lxxxi

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS

(3)

The coordination and cooperation referred to in section (1) are to be conduct on the basis of partnership, and developments in science and technology will be anticipated and applied. The method and scope of the coordination and cooperation in the collection of statistics between the Agency, government institution, and the community will be further regulated by a presidential Decree. Article 18

(4)

(1)

There may also be cooperation in collecting statistics between the Agency, government institutions, and/or the community and international institution, foreign countries institutions in accordance with prevailing legislation. The cooperation in he collection of statistics referred to in section (1) is based on the principle that the principal conductor of the statistical activities will be the Agency, the government institution, or the Indonesian community.

(2)

CHAPTER VII RIGHT AND OBLIGATIONS Part One Conductor of Statistic Activities Article 19 The conductor of statistical activities may obtain information from respondents on the characteristics of every population which is the object of the research. Article 20 In accordance with prevailing legislation, the conductor of statistical activities must provide equal opportunity to access available statistics. Article 21 The conductor of statistical activities must ensure the confidentiality of the information obtained from respondents.

lxxxii

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK Part Two Enumerator Article 22 Every enumerator from the Agency may enter an appointed working area in order to obtain necessary information. Article 23 Every enumerator must deliver the results of the statistical activity without altering team. Article 24 Stipulation ensuring the confidentiality of the information collected referred to in article 21 also apply to enumerators. Article 25 Every enumerator must display his or her letter of assignment and/or identification, and must observe religious beliefs, local customs, etiquette and public order.

Part Three Respondents Article 26 (1) Every individual has the right of to refuse to be respondent, except when the Agency is collecting basic statistics. Every respondent may turn away any enumerator who fails to satisfy the requirements of article 25. Article 27 Every respondent must provide the required information when the Agency is collecting basic statistics.

(2)

CHAPTER VIII INSTITUTIONAL ISSUES Article 28 (1) The government will establish a Agency which will be under and directly responsible to the president. The Agency has regional representatives vertically.

(2)

Banten dalam Angka 2012

lxxxiii

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS (3) Stipulations regarding the Agencys duties, function, organizational structure, and working procedures, as referred to in section (1), will be further regulated by a presidential Decree. Article 29 (1) The government will establish a statistics community forum which will provide advice on statistics to the Agency. The forum referred to in section (1) will not have a formal structure but will be independent, its member will consist of government representatives, experts, practitioners, and public figure. Article 30 (1) A government institution may establish an organizational unit within its field of operation to collect sectoral statistics. The duties, functions, organizational structural, and working procedures of the organizational unit referred to in section (1) will be regulated by the relevant institution base on prevailing legislation. When collecting sectoral statistics, the organizational unit referred to in section (1) must coordinate with the Agency to apply standardized concepts, definitions, classifications, and measurements to further develop the National Statistics System, and to support nations development.

(2)

(2)

(3)

CHAPTER IX GUIDANCE Article 31 The Agency will cooperate with government institution and the community to guide the statistics collecting body and the community, in order to further increase the communitys contributions to, and appreciation of statistic, to develop a National Statistic System, and to support national development. Article 32 The Agency should provide guidance as referred to in article 31, by: a. b. c. increasing the capabilities of the human resources used in statistics collections; developing statistics as a science; increasing mastery of science and technology which can support statistics collections;

lxxxiv

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK d. creating conditions that support the necessary standardization and development of concepts, definitions, classifications, and measurements in cooperation with other statistics collectors; e. f. g. h. developing an information statistic system; improving the dissemination of statistical information; increasing the ability to use and utilize statistics to support national development; and promoting public awareness of the significance and function of statistics.

Article 33 The guidance directive referred to in article 31 will be further regulated in a government regulation.

CHAPTER X CRIMINAL PENALTIES/PROVISIONS Article 34 Any individual who unlawfully conducts a census in breach of article 11 section (2) letter a, will be subject to imprisonment for a period not exceeding two years and a fine not exceeding Rp. 50.000.000 Article 35 Any individual who deliberately violates article 14 section (1), will be subject to imprisonment for a period not exceeding one year or a fine of up to Rp 25.000.000. Article 36 (1) any conductor of statistical activities who deliberate, and without legal justification, fail to fulfill his or her obligation as set out in article 20, will be subject to imprisonment for one year or a fine not exceeding Rp 25.000.000. any conductor of statistical activities who deliberate violate article 21 will be subject to imprisonment for a period not exceeding five years and a fine not exceeding Rp. 100.000.000. Article 37 Enumerators who deliberately violate article 24 will be subject to imprisonment for a period not exceeding one years and six month and a fine not exceeding 25.000.000.

(2)

Banten dalam Angka 2012

lxxxv

LAW NO.16 OF 1997 ON STATISTICS Article 38 Respondent who deliberately violate article 27 will be subject to imprisonment for a period not exceeding one year and six month and a fine not exceeding Rp. 25.000.000. Article 39 Any individual who deliberately and without legal justification prevents, interrupts, or causes the conductor of statistical activities to fail to collect basic or sectoral statistics will be subject to imprisonment for a period not exceeding Rp. 100.000.000. Article 40 (1) The criminal acts referred to in article 34, article 36 section (2), article 37, article 38, and article 39, are crimes. The criminal acts referred to in article 35 and article 36 section (1) are violation.

(2)

CHAPTER XI TRANSITIONAL PROVISION Article 41 All regulations which implement Law Number 6 of 1960 on censuses and Law Number 7 on Statistics remain effective period they do not conflict with, or have not been repealed by, this Law or any subsequent legislation.

CHAPTER XII CLOSING PROVISIONS Article 42 When this Law takes effect, Law Number 6 of 1960 on census as Law Number 7 of 1960 on statistics will be invalid. Article 43 This Law will taken effect on hen date in is enacted. In order for every individual to know of this law, this legislation must be published in this state gazette of the Republic of Indonesia.

lxxxvi

Banten in Figures 2012

UU NO.10 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK Ratified in Jakarta on May 19, 1997 The President of Republic of Indonesia Signed SOEHARTO

Promulgated in Jakarta On May 19, 1997 THE MINISTER / STATE SECRETARY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA Signed MOERDIONO

STATE GAZATTE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA OF 1997 NUMBER 39 Copy of original text Copy of original text

SECRETARY OF THE CABINET OF THE REPUBLIC OF INDONESIA Head of the Bureau of Law and Regulations,

BPS - STATISTIC OF INDONESIA

Head of the Bureau of Personnel and Organization,

signed

signed

Lambock V. Nahattands

Pietojo, MSA

Banten dalam Angka 2012

lxxxvii

PENJELASAN UMUM EXPLANATORY NOTES

Tanda-tanda, satuan-satuan dan lain-lainnya yang digunakan dalam publikasi ini adalah sebagai berikut: Symbols, measurement units, and acronyms which are used in this publication, are as follows:

I. Tanda-tanda / Symbols Data tidak tersedia / Data not yet available ...... Tidak ada atau nol / Null or zero ... Data dapat diabaikan / Data negligible .. Tanda desimal / Decimal point ...... : : : : 0 ,

II. Satuan / Units hektar (ha) / hectare (ha) . kilometer (km) / kilometers (km) . knot / knot . kuintal / quintal ton / ton : : : : : 10 000 m2 1 000 meter/meters (m) 1,8523 km/jam (km/hour) 100 kg 1 000 kg

Satuan lain : buah, butir, helai/lembar, batang, pulsa, jam, menit, persen (%) Other units : unit, piece, sheet, pulse, hour, minute, percent (%). Perbedaan angka di belakang koma disebabkan oleh pembulatan angka. The difference in decimal numbers is caused by rounding.

lxxxviii

Banten in Figures 2012

INDIKATOR KUNCI

Indikator Kunci, 2009 - 2012 Key Indicators, 2009 - 2012


Uraian Description (1) SOSIAL / SOCIAL Penduduk/Population Laju Pertumbuhan Penduduk Population Growt Rate Angka Harapan Hidup Life Expectancy Rate Angka Melek Huruf/Literacy Rate Rata-rata Lama Sekolah Mean Years Schooling juta/million persen/percent tahun/years persen/percent tahun/years ... ... 64,75 95,95 8,15 63,74 10,63 2,78 64,90 96,20 8,32 65,34 11,00 2,17 65,05 96,25 8,41 67,79 ... ... ... ... ... 69,36 Satuan Unit (2)

2009 (3)

2010 (4)

2011 (5)

2012 (6)

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 1) persen/percent (TPAK)/Labor Force Participaton Rate (LFPR) Tingkat Pengangguran Terbuka 1) persen/percent (TPT)/Open Unemployment Rate (OUR) Penduduk Miskin/Poor People 2) persen/percent Indeks Gini/Gini Index Indeks Pembangunan Manusia/ Human Development Index EKONOMI / ECONOMIC Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Harga Berlaku Gross Domestic Regional Bruto (GRDP) At Current Price Laju Pertumbuhan Ekonomi 3) Economic Growth Rate PDRB Per Kapita Harga Berlaku Per Capita GRDP at Current Price Inflasi/Inflation 4) Ekspor/Export 5) Impor/Import
5)

14,97

13,68

13,06

10,74

7,46 0,37 70,06

7,02 0,42 70,48

6,26 0,40 70,95

5,85 ... ... ... ...

triliun rupiah trillion rupiahs

152,6

171,7

192,2

...

Persen Percent juta rupiah million rupiahs persen/percent miliar US$/billion US$ miliar US$/billion US$

4,71 14,7 2,86 5,8 5,5

6,08 16,1 6,10 8,4 7,7

6,43 17,6 3,45 10,1 10,5

5,45 ... 4,50 ... ...

Banten dalam Angka 2012

KEY STATISTICS

Lanjutan Statistik /Continued Key Statistics


Uraian Description (1) Satuan Unit (2) 2009 (3) 0,4 2010 (4) 2,8 2011 (5) 2,6 2012 (6) ...

Realisasi Penanaman Modal Dalam triliun rupiah Negeri (PMDN) trillion rupiahs Realization of Domestic Direct Investment (DDI) Realisasi Penanaman Modal Dalam Asing (PMA) Realization of Foreign Direct Investment (FDI) Realisasi Pendapatan Daerah 6) Actual Local Government Receipts juta US$ million US$ triliun rupiah trillion rupiahs triliun rupiah trillion rupiahs

310,9 1,7 2,4 1,7

226,3 3,2 3,1 2,3

9 440,8 0,8 3,8 2,9

... ... 4,9 3,0

Realisasi Pendapatan Asli Daerah 6) triliun rupiah Actual Local Government Origin trillion rupiahs Receipts Realisasi Belanja Daerah 6) Actual Local Government Expenditures triliun rupiah trillion rupiahs

2,4

2,8

3,9

5,2

Catatan / Note

: 1) Februari 2012/February 2012 Maret 2012/March 2012 Juni 2012/June 2012 (y on y) 4) Juni 2012/June 2012 (y on y) 5) Januari-June 2012/ January-June 2012 6) Rencana 2012/ Target 2012
2) 3)

Banten in Figures 2012

1
GEOGRAFI DAN IKLIM
Geography and Climate

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

Penjelasan Teknis 1. Provinsi Banten adalah salah satu daerah pemekaran yang dulu termasuk dalam wilayah Karesidenan Banten - Provinsi Jawa Barat dan terbentuk melalui Undangundang No.23 Tahun 2000. 2. Pada awalnya, Provinsi Banten terdiri dari empat kabupaten yaitu Kabupaten Pandeglang, Lebak, Tangerang, Serang dan dua kota yaitu Kota Tangerang dan Kota Cilegon. Dalam perkembangannya terjadi pemekaran wilayah, Kabupaten Serang menjadi Kabupaten Serang dan Kota Serang. Selanjutnya, Kabupaten Tangerang dimekarkan menjadi Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Sehingga, Provinsi Banten saat ini terdiri dari empat kabupaten dan empat kota. 3. Secara geografis, Provinsi Banten terletak di ujung barat Pulau Jawa dan berjarak sekitar 90 km dari DKI Jakarta serta memiliki luas sebesar 9.662,92 km2 atau sekitar 0,51 persen dari luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayahnya, berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat di sebelah timur, Laut Jawa di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah selatan, dan Selat Sunda di sebelah barat. Dengan demikian, Provinsi Banten mempunyai posisi yang strategis yaitu sebagai jalur penghubung darat antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Technical Notes 1. Banten Province is one of expansion area that used to be included in the residence area of Banten Jawa Barat and established by Law No. 23/2000.

2.

In the begining, Banten Province consists of four regencies namely Pandeglang, Lebak, Tangerang, Serang and two municipalities namely Tangerang and Cilegon. Until now, Serang Municipality was split from Serang Regency. Furthermore, Tangerang Regency was expanded into Tangerang Regency and Tangerang Selatan Municipality. Thus, Banten Province currently consists of four regencies and four municipalities.

3. Geographically, Banten Province is located at the western tip of Java island and is about 90 km from DKI Jakarta and has a total area is 9,662.92 km2, or about 0.51 percent of the total area of State Unitary of Republic of Indonesia. Its Area directly adjacent to the Province of DKI Jakarta and Jawa Barat in the east, the Java Sea to the north, the Indian Ocean in the south, and west of the Sunda Strait. Thus, Banten Province has a strategic position as a connecting land between Java and Sumatra Island.

Banten dalam Angka 2012

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Sebagian wilayah-nya pun yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan menjadi hinterland bagi Provinsi DKI Jakarta.

Part of Banten territory was the regency of Tangerang, Tangerang Municipality and Tangerang Selatan Municipality has become the hinterland of DKI Jakarta Province. 4. Astronomically, Banten Province is located at 50750 - 7011 south latitude and 1050111 1060712 east longitude. 5. The Ecosystem of Banten Province basically consists of : a. North Coast environment that is technically irrigated rice ecosystems and semi-technical, industrial and residential areas. b. Regions Banten Central Section in the form of irrigation is limited and mixed garden, some form of rural settlements, have adequate water availability and the quantity is stable. c. Banten area around Mount Mist-Kendeng until Malingping, Leuwidamar, Bayah form the mountains are relatively difficult to access, but to save natural resources. d. Western Banten (Saketi, watershed or river basin and slope complex Cidano Mount Reef Aseupan and Coastal Watershed pulosari until Ciliman Pandeglang and Serang West section), which is rich in water potential, an agricultural area that still needs to be improved (intensification).

4. Secara astronomis, wilayah Provinsi Banten terletak pada 50750 7011 Lintang Selatan dan 1050111 - 1060712 Bujur Timur. 5. Ekosistem wilayah Provinsi Banten pada dasarnya terdiri dari : a. Lingkungan Pantai Utara yang merupakan ekosistem sawah irigasi teknis dan setengah teknis, kawasan pemukiman dan industri. b. Kawasan Banten Bagian Tengah berupa irigasi terbatas dan kebun campur, sebagian berupa pemukiman pedesaan, mempunyai ketersediaan air yang cukup dan dengan kuantitas yang stabil. c. Kawasan Banten sekitar Gunung Halimun - Kendeng hingga Malingping, Leuwidamar, Bayah berupa pegu-nungan yang relatif sulit untuk di akses, namun menyimpan potensi sumber daya alam. d. Banten Bagian Barat (Saketi, Daerah Aliran Sungai atau DAS Cidano dan lereng kompleks Gunung Karang Aseupan dan Pulosari sampai Pantai DAS Ciliman Pandeglang dan Serang bagian Barat) yang kaya akan potensi air, merupakan kawasan pertanian yang masih perlu ditingkatkan (intensifikasi)

Banten in Figures 2012

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

e. Ujung Kulon sebagai Taman Nasional Konservasi Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus). f. DAS Cibaliung - Malingping, merupakan cekungan yang kaya air tetapi belum dimanfaatkan secara efektif dan produktif. Sekelilingnya berupa bukit-bukit bergelombang dengan rona lingkungan kebun campur dan talun, hutan rakyat yang tidak terlalu produktif. 6. Cuaca merupakan kondisi sesaat dari fisika atmosfer sedangkan iklim adalah statistik cuaca jangka panjang. Rotasi bumi menyebabkan tiap tempat mengalami perubahan cuaca dengan pola siklus diurnal, jangka waktu 24 jam. 7. Iklim terbentuk melalui proses integrasi berbagai unsur fisika yang di sebut sebagai unsur-unsur iklim (climatic elements). Proses revolusi bumi mengakibatkan tiap tempat juga mengalami perubahan cuaca secara teratur dengan pola antar bulan dan pola musim dalam jangka waktu setahun. 8. Zona Musim (ZOM) adalah suatu daerah yang mempunyai perbedaan musim yang jelas yaitu terjadi musim hujan dan musim kemarau. Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan. Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten/kota, dan sebaliknya satu wilayah kabupaten/kota bisa terdiri dari beberapa ZOM.

e. Ujung Kulon as a National Park Conservation of Javan Rhino (Rhinoceros Sondaicus). f. DAS Cibaliung - Malingping, a water-rich basin but has not been used effectively and productively. Surrounding the form of undulating hills with mixed hue and Talun garden environment, forests are less productive.

6. Weather is the instantaneous condition of the physics of the atmosphere, while climate is the long-term weather statistics. Earth's rotation causes each place with changing weather patterns diurnal cycle, a period of 24 hours . 7. Climate formed through the integration of the various elements of physics referred to as the climatic elements. This process resulted in each revolution of the earth where the weather is also changing on a regular basis with the pattern of inter-month and seasonal patterns within a year. 8. Season Zone (ZOM) is an area that has a clear seasonal difference that occurred in wet season and dry season. The Area of ZOM does not always equal to the area of government administration. Thus, one area of ZOM consists of several regency/city, and the opposite, one regency/city can be composed of several ZOM.

Banten dalam Angka 2012

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

9. Musim hujan ditandai dengan curah hujan yang terjadi dalam satu dasarian (rentang waktu selama sepuluh hari) sebesar 50 mm atau lebih yang diikuti oleh dasarian berikutnya, atau dalam satu bulan terjadi lebih dari 150 mm. Berarti, jika curah hujan yang terjadi kurang dari kriteria di atas, maka fase tersebut dianggap sebagai musim kemarau. 10. Musim kemarau di suatu tempat sering diidentikkan dengan kejadian kekeringan. Kekeringan sendiri merupakan suatu keadaan dimana curah hujan yang terjadi lebih rendah dari normalnya. 11. Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir dalam satuan milimeter (mm). Curah hujan 1 (satu) milimeter, artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter. 12. Intensitas hujan merupakan besarnya hujan harian yang terjadi pada suatu waktu. Umumnya memiliki satuan mm/jam. Intensitas hujan dibagi menjadi 3 (tiga) katagori, yaitu : a. Enteng (tipis) : jika nilai curah hujan kurang dari 13 mm/jam b. Sedang : jika nilai curah hujan antara 13 38 mm/jam c. Lebat : jika nilai curah hujan lebih dari 38 mm/jam

9. The rainy season is marked by rainfall occurred in one dasarian (period of time for ten days) of 50 mm or more, followed by the next dasarian, or in a month occurred more than 150 mm. That means that if rainfall occurred less than the criteria above, then the phase is considered as the dry season.

10. The dry season in a place often associated with drought events. Drought itself is a state where rainfall is lower than normal.

11. Rainfall is the height of rain water collected in a flat place, do not evaporate, does not sink in, and does not flow in units of millimeters (mm). Rainfall 1 (one) of a millimeter, which means that in the area of one square meter on a flat one-millimeter-high water collected or recovered as much as one liter of water.

12. The intensity of rain is the amount of daily rainfall that occurred at a time. Generally it has units of mm/hour. The intensity of rain is divided into 3 (three) categories, namely : a. Light Rainfall : if the value of rainfall of less than 13 mm/hr b. Medium Rainfall : if the value of rainfall between 13-38 mm/hr c. Heavy Rainfall : if the value of rainfall of more than 38 m/hr

Banten in Figures 2012

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

1.1 KONDISI GEOGRAFIS GEOGRAPHICAL CONDITION Tabel 1.1.1 Table Luas Daerah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Total Area by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

Ibukota Capital City (2)

Luas1) (km) Area1) (sq.km) (3)

Persentase Terhadap Luas Provinsi Banten Percentage to Banten Province (4)

Pandeglang Rangkasbitung Tigaraksa Ciruas

2 746,89 3 426,56 1 011,86 1 734,28

28,43 35,46 10,47 17,95

Tangerang Purwakarta Serang Pamulang

153,93 175,50 266,71 147,19

1,59 1,82 2,76 1,52

Provinsi Banten

Kota Serang

9 662,92

100,00

Sumber / Source : Ditjen PUM Kementerian Dalam Negeri / Directorate General of Regional Authority - Ministry of Home Affairs Catatan / Note :
1)

Revisi berdasarkan / Revised based on : - Peraturan Mendagri Nomor 6 Tahun 2008 tanggal 31 Januari 2008 Home Affairs Ministerial Regulation No. 6/2008, Januari 31, 2008 - Ditjen PUM Kementerian Dalam Negeri, Mei 2010 Directorate General of Regional Authority - Ministry of Home Affairs, May 2010

Banten dalam Angka 2012

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Tabel 1.1.2 Table

Jarak Antar Kota di Provinsi Banten dan Sekitarnya (km) Distance among Selected Cities in Banten Province and Nearby (km)

Rangkasbitung

Pandeglang

Tangerang

Pamulang

Tigaraksa

Kota City

(1) Jakarta Pandeglang Rangkasbitung Tigaraksa Pamulang Tangerang Ciruas Serang Cilegon Bekasi Bandung

(2) 111 131 57 20 25 81 90 110 29 187

(3) 111 20 54 114 86 30 21 41 140 298

(4) 131 20 74 134 106 50 41 61 160 227

(5) 57 25 74 60 32 24 33 51 86 244

(6) 20 114 134 60 28 64 73 113 46 184

(7) 25 86 106 32 28 56 65 85 54 212

(8) 81 30 50 24 64 56 9 29 110 268

(9) 90 21 41 33 73 65 9 20 119 277

(10) 110 41 61 51 113 85 29 20 139 297

(11) 29 140 160 86 46 54 110 119 139 154

(12) 187 298 227 244 184 212 268 277 297 154 -

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

10

Banten in Figures 2012

Bandung

Cilegon

Jakarta

Serang

Ciruas

Bekasi

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

Tabel 1.1.3 Table

Letak Astronomis Wilayah Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Astronomical Position of Banten Province by Regency/Municipality

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

Letak Lintang Selatan / Location Of South Latitude (2)

Letak Bujur Timur / Location of East Longitude (3)

0621' 00" - 0710'00" 0500' 00" - 1000'00" 0600' 00" - 0620'00" 0550' 00" - 0620'00"

10548'00" - 10611'00" 10600'00" - 0621'00" 10620'00" - 1064300" 10500'00" - 1062200"

0606'00" - 0613'00" 0552'24" - 0604'07" 0601'00" - 0612'00" ...

10636'00" - 10342'00" 10554'05" - 10605'11" 10603'00" - 10616'00" ...

Provinsi Banten

0507'50"- 0701'01"

10501'11"- 10607'12"

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
1)

Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

Banten dalam Angka 2012

11

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Tabel 1.1.4 Table

Pulau-pulau yang Berpotensi bagi Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Potential Islands for Banten Province by Regency/Municipality

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 01. Kabupaten Pandeglang

Nama Pulau Name of Islands (2) 1. Popole 2. Liwungan 3. Oar 4. Sumur 5. Omang 6. Mangir 7. Pamagangan 8. Boboko 9. Handeuleum 10. Peucang 11. Panaitan 12. Deli 13. Tinjil 14. Badul 15. Karang Tikukur 16. Pinang Kucing 17. Watan 18. Handeuleum Tengah 19. Karangcopong Besar 20. Karangcopong Kecil 21. Karangcareuh 22. Karang Tikukur kecil 23. Karang Ewoh 24. Karang Eurih 25. Karang Cikalapa Bereum 26. Kabuy Utan 27. Karangbidur 28. Karang Pabayang 29. Karang Gunung Payang 30. Karang jajar 31. Batu Putih 32. Batu Asin 33. Batu Quran

Luas / Area (ha) (3) 1,20 50,00 11,00 1 600,00 10,00 1 500,00 900,00 900,00 60,00 500,00 1 700,00 750,00 650,00 15,00 4,00 4,00 15,00

Keterangan *) Notes *) (4) Swasta Swasta Perorangan ... Wisata Pulau Perorangan Hutan Lindung Hutan Lindung Hutan Lindung Hutan Lindung Hutan Lindung Penangkar Kera Penangkar Kera Konservasi Biota Hutan Lindung Hutan Lindung Hutan Lindung Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni

12

Banten in Figures 2012

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

Lanjutan Tabel / Continued Table 1.1.4

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 02. Kabupaten Lebak

Nama Pulau Name of Islands (2) 1. Tanjung Layar 2. Manuk 3. Karang Malang 4. Karang Bokor 5. Karang Masigit

Luas / Area (ha) (3) ... 1000,00 ... ... ... ...

Keterangan Notes (4) Tidak berpenghuni, berbatu Tidak berpenghuni, bervegetasi lumut / rumput Batu karang, terpisah dari pantai Pulau karang, bervegetasi semak Pulau karang, bervegetasi semak Tidak Berpenghuni

03. Kabupaten Tangerang 04. Kabupaten Serang

1. Betingan

1. Sangiang 2. Salira 3. Kali Utara 4. Tarahan 5. Kamanisan 6. Cikantung 7. Panjang 8. Semut 9. Karang Cawene 10. Karang Parejakah 11. Tunda / Babi 12. Kali Selatan 13. Pamujan Besar 14. Pamujang Kecil 15. Kabur 16. Gedang 17. Lima

845,50 1 875,00 3,50 11,88 7,50 1,25 798,00 1 875,00 ... ... 257,50 3,00 15,00 0,63 4 375,00 1 563,00 3,50

Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni

Banten dalam Angka 2012

13

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Lanjutan Tabel / Continued Table 1.1.4

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 72. Kota Cilegon

Nama Pulau Name of Islands (2) 1. Merak Besar 2. Merak Kecil 3. Plorida 4. Ular 5. Tempurung

Luas / Area (ha) (3) 40,00 2,00 2,00 ... ...

Keterangan Notes (4) Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni

Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province Catatan / Note :
*)

Tidak Berpenghuni / Uninhabited Konservasi Biota / Conservation Area Hutan Lindung / Proctected Forest Penangkar Kera / Mongkey Breeder Wisata Pulau / Island Tours Swasta / Private Property Perorangan / Private Property

14

Banten in Figures 2012

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

Tabel 1.1.5 Table

Nama-nama Sungai di Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Name of Rivers in Banten Province by Regency/Municipality

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 01. Kabupaten Pandeglang

Nama Sungai Name of Rivers (2) 01.Cikupa 02.Cimasayang 03.Cisangu 04.Cihaseum 05.Cipanas 06.Cinunggal 07.Cibali 08.Cijebuh 09.Cilemer 10.Cilancar 11.Cikoleang 12.Cikadueun 13.Cilemer 14.Cikarungkang 15.Cisata 16.Cikadueun 17.Cimoyang 18.Ciandur 19.Cimanunjang 20.Cikembang 21.Ciwates 22.Cikadueun 23.Cilemer 24.Cijakan 25.Cibama Hulu 26.Cipurang 27.Cigondang 28.Cisuwuk 29.Ciasata

Panjang Length (km) (3) 4 5 3 3 10 10 5 10 12 18 14 6 14 9 6 4 3 3 3 4 4 15 17 9 4 4 10 8 15

Lokasi Location (4) Pandeglang Pandeglang Cadasari Cadasari Banjar Banjar Banjar Banjar Cimanuk Cimanuk Cimanuk Cipeucang Mandalawangi Saketi Saketi Saketi Saketi Saketi Saketi Saketi Saketi Bojong Bojong Bojong Bojong Bojong Menes Menes Menes

Banten dalam Angka 2012

15

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Lanjutan Tabel / Continued Table 1.1.5

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 01. Kabupaten Pandeglang

Nama Sungai Name of Rivers (2) 30.Cikembang 31.Cikuncil 32.Cisitugunung 33.Cibama 34.Ciwates 35.Cikadueun 36.Cilemer 37.Cijakan 38.Cibama Hulu 39.Cipurang 40.Cigondang 41.Cisuwuk 42.Ciasata 43.Cikembang 44.Cikuncil 45.Cisitugunung 46.Cibama 47.Ciwates 48.Ciatuy 49.Cikadubuluh 50.Cipunten Agung 51.Cimala 52.Cibama 53.Ciletik 54.Cicarita 55.Cibeureum 56.Cikoreng 57.Citajur 58.Cilurah

Panjang Length (km) (3) 5 5 9 12 15 15 17 9 4 4 10 8 15 5 5 9 12 15 9 20 18 18 25 15 6 2 3 7 7

Lokasi Location (4) Menes Menes Menes Menes Jiput Bojong Bojong Bojong Bojong Bojong Menes Menes Menes Menes Menes Menes Menes Jiput Jiput Jiput Jiput Jiput Jiput Jiput Labuan Labuan Labuan Labuan Labuan

16

Banten in Figures 2012

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

Lanjutan Tabel / Continued Table 1.1.5

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 01. Kabupaten Pandeglang

Nama Sungai Name of Rivers (2) 60.Cibungur 61.Ciliman 62.Cisurineun 62.Cisolodeungeun 63.Ciseukeut 64.Cikeruh 65.Cilamis 66.Cibaliung 67.Cikeusik 68.Cijalarang 69.Cihandoyan 70.Cihonje 71.Cijengkol 72.Cicibaliung 73.Cinimbang 74.Cicorogol 75.Cikoleang 76.Ciletuk 77.Ciliman

Panjang Length (km) (3) 10 25 20 13 14 10 8 12 13 8 15 12 3 6 6 4 4 5 20

Lokasi Location (4) Pagelaran Pagelaran Pagelaran Cigelis Cigelis Cigelis Cigelis Cibaliung Cikeusik Cimanggu Cimanggu Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Munjul

Banten dalam Angka 2012

17

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Lanjutan Tabel / Continued Table 1.1.5

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 02. Kabupaten Lebak

Nama Sungai Name of Rivers (2) 01.Cibareno 02.Cikidang 03.Sawarna 04.Cimanumbulan 05.Cidikit 06.Cidikit Leutik 07.Cimandur 08.Cimancak 09.Cisiih 10.Cisiih Leutik 11.Cimandiri 12.Cihara 13.Cimasuk 14.Cilangkahan 15.Cipeucangpari 16.Cibinuangeun 17.Ciliman 18.Cilemer 19.Cimalur 20.Ciujung 21.Cimangeunteung 22.Cimaur 23.Ciberang 24.Cisimeut 25.Cilaki 26.Ciminyak 27.Cicinta 28.Cibeureum 29.Cidurian

Panjang Length (km) (3) 42 10 30 10 45 20 55 15 40 10 10 41 8 20 15 38 35 15 10 58 10 10 50 30 25 25 15 15 25

Lokasi Location (4) Bayah Bayah Bayah Bayah Bayah Bayah Panggarangan Panggarangan Panggarangan Panggarangan Panggarangan Panggarangan Panggarangan Malingping Malingping Malingping Malingping Banjarsari Banjarsari Rangkasbitung Cipanas Cipanas Cipanas Leuwidamar Leuwidamar Muncang Maja Maja Maja

18

Banten in Figures 2012

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

Lanjutan Tabel / Continued Table 1.1.5

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 03. Kabupaten Tangerang 04. Kabupaten Serang

Nama Sungai Name of Rivers (2) 01.Cisadane

Panjang Length (km) (3) 314,3

Lokasi Location (4) Legok, Curug

01.Teneng 02.Cisaat 03.Ciujung 04.Kalimati 05.Ciwaka 06.Cibanten 07.Cisangu 08.Dahu 09.Cibango

58,0 40,0 44,0 24,0 25,0 20,0 48,0 25,0 39,0 100,0

Anyar Padarincang Pamarayan Pontang Baros Ciomas Cikeusal Cikeusal Petir Tangerang, Karawaci, Neglasari

71. Kota Tangerang

01.Cisadane

Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

19

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Tabel 1.1.6 Table

Nama-nama Danau/Waduk/Rawa di Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Name of Lakes/Reservoirs/Swamps in Banten Province by Regency/Municipality

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 01. Kabupaten Pandeglang

Danau/Waduk/Rawa Lake//Reservoir/Swamp (2) 1. Bojong Koneng 2. Cikoneng 3. Batu Hideung 4. Cipalias 5. Sadang 6. Ranca Pinang 7. Cigambar 8. Cikedal 9. Padali 10. Cicanggong 11. Leuwi Coet 12. Citaman 13. Pasir Eurih 14. Hulu Situ 15. Cipalurahan 16. Citumenggung 17. Regen 18. Singajaya 19. Alas Wangi 20. Ciranjang 21. Gede 22. Gonggong 22. Jemi Kempong 23. Kadu Payung 24. Kadu Ranca

Luas Area Genangan Area (ha) (3) 4,00 1,00 5,00 2,00 0,20 2,00 1,50 21,00 1,50 0,50 0,50 ... 5,00 1,50 1,00 1,50 2,00 0,50 0,70 2,00 1,50 2,00 0,70 4,00 ...

Pemanfaatan Function (4) I I I I I, R I I I I I I I I I, R I I, R I, R I I, R I, R I I I I I

20

Banten in Figures 2012

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

Lanjutan Tabel / Continued Table 1.1.6

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 01. Kabupaten Pandeglang

Danau/Waduk/Rawa Lake//Reservoir/Swamp (2) 25. Parongpong 26.Cihaji 27. Cikeueyeup 28. Leuwikujang 29. Ciburung 30. Cicukang Sadang 31. Cikuranten 32. Ranca Indah 33. Ciandur 34. Cibeureum 35. Cibeuteung Perih 36. Ciparahu

Luas Area Genangan Area (ha) (3) 0,50 1,40 3,00 1,00 1,50 1,00 ... 1,00 3,00 3,00 4,00 ... 0,90 5,00 3,00 3,50 0,50 7,00 2,00 2,00 2,00 10,00 ... 5,50 4,00

Pemanfaatan Function (4) I, R I I I I, R I I I I I I I I, A, Pe, Par I, A, Pe, Par I, A, Pe, Par I, A, Pe, Par I, A, Pe, Par I, A, Pe, Par I, A, Pe, Par I, A, Pe, Par I, A, Pe, Par I, A, Pe, Par Par I, A, Pe, Par I, A, Pe, Par

02. Kabupaten Lebak

1. Cimdang 2. Cuikamunding 3. Cimaesta 4. Simagalih 5. Cibangreng 6. Pelayangan 7. Ciboleger 8. Citeupuseun 9. Gunung Buleud 10. Cijoro 11. Ranca Indah 12. Citinggar 13. Cilembu

Banten dalam Angka 2012

21

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Lanjutan Tabel / Continued Table 1.1.6

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 03. Kabupaten Tangerang

Danau/Waduk/Rawa Lake//Reservoir/Swamp (2) 1. Pasir Gadung 2. Kepala Dua 3. Cihuni 4. Gelam 5. Pondok

Luas Area Genangan Area (ha) (3) 2,50 3,24 3,75 1,50 33,00 2,50 0,80 .. 5,30 ... ... ... 26,00 ... 2,00 ... 26,00 ... ... 11,00 ... ... ... ... 3,00 4,00

Pemanfaatan Function (4) I, PB, Pe PB, Par I, PB, Pe, SAB PB I, PB, Pe, SAB ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...

04. Kabupaten Serang

1. Belungan 2. Cibiral 3. Cibulakan 4. Ciherang Banjar 5. Cirahab 6. Citaman 7. Rampones 8. Ranca Gede Jakung 9. Sindang Mandi 10. Tasikardi 11. Talaga Wangsa 12. Teratai 13. Rawa Bojong Herang 14. Rawa Bojong Piring 15. Rawa Dano 16. Rawa Enang 17. Rawa Gede Kawao 18. Rawa Pasar Raut 19. Waduk Balungan 20. Waduk Ciranjen 21. Waduk Cikande

22

Banten in Figures 2012

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

Lanjutan Tabel / Continued Table 1.1.6

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 04. Kabupaten Serang

Danau/Waduk/Rawa Lake//Reservoir/Swamp (2) 22. Waduk Cibolegar 23. Waduk Cipaseh 24. Waduk Citawing 25. Waduk Ciligawir 26. Waduk Ciujung Lama 27. Waduk Lontar 28. Waduk Lesung

Luas Area Genangan Area (ha) (3) 2,00 4,30 3,20 3,20 60,00 6,90 ... 15,00 5,17 0,60 126,17 0,30 11,85 ... ... 3,00 2,50 4,00

Pemanfaatan Function (4) ... ... ... ... ... ... ... PB, Par PB, PA R Par, PB, PA R I, Par ... ... I I I, Pe

71. Kota Tangerang

1. Bulakan 2. cangkring 3. Bojong 4. Cipondoh 5. Kunciran

72. Kota Cilegon

1. Rawa Arum 2. Lebak Gede 3. Krenceng

73. Kota Serang

1. Cikulur 2. Jakun 3. Ciwaka

Banten dalam Angka 2012

23

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Lanjutan Tabel / Continued Table 1.1.6

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 74. Kota Tangerang Selatan

Danau/Waduk/Rawa Lake//Reservoir/Swamp (2) 1. Bungur 2. Gintung 3. Kayu Antap 4. Rompong 5. Rawa Logoso 6. Cileduk 7. Pamulang 8. Parigi 9. Rawa Kutuk

Luas Area Genangan Area (ha) (3) 2,50 31,00 2,50 1,70 4,00 31,40 31,00 4,00 7,95

Pemanfaatan Function (4) R RTH, PB, Pe, SAB R R ... RTH, PB, Pe RTH, PB, Pe, I I, R R

Sumber / Source : Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Banten Environmental Protection Agency of Banten Province Catatan / Note : I = Irigasi / Irrigation Pe = Perikanan / Fishery A = Air Baku Domestik / Domestic Raw Water Par = Pariwisata / Tourism R = Reservoar / Reservoir SAB = Sumber Air Bersih / Water Supply PB = Pengendali Banjir / Flood Control

24

Banten in Figures 2012

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

1.2 KONDISI IKLIM CLIMATE CONDITION Tabel Keadaan Musim Kemarau di Provinsi Banten, 2011 1.2.1 Table Condition of Dry Season in Banten Province, 2011

No.

Nama Daerah Name of Region

Panjang Normal Periode Normal Musim Kemarau Musim Kemarau (Dasarian) Normal Period Normal Length of of Dry Season Dry Season (Ten days period) (3) (4)

Normal Curah Hujan Normal Rainfall (mm) (5)

(1) 1.

(2) Serang a. Kota Serang, Kab. Serang bagian Utara dan Timur (ZOM 58) b. Kab. Serang bag. Barat Daya (ZOM 56) c. Kab. Serang bag. Selatan (ZOM 57) d. Kab. Serang bag. Timur Laut (ZOM 59) e. Kab. Serang bag. Tenggara (ZOM 61) Kabupaten Pandeglang a. Sebagian besar Pandeglang (ZOM 55) b. Pandeglang bag. Utara (ZOM 56) b. Pandeglang bag.Timur Laut (ZOM 57) Kabupaten Lebak a. Lebak bag. Barat (ZOM 55) b. Lebak bag. Barat Daya (ZOM 56) c. Lebak bag. Utara (ZOM 57) d. Lebak bag. Tengah (ZOM 62) e. Lebak bag. Selatan (ZOM 63) Kota Cilegon (ZOM 58) Tangerang a. Tangerang bag. Tengah, Kota Tangerang Selatan (ZOM 58) b. Tangerang bag. Utara (ZOM 59) c. Tangerang/Kab. Tangerang bag. Selatan (ZOM 61)

Apr I - Nov III Jun I - Sep III Apr I - Nov III Apr I - Nov III Mei III - Jun II Jun I - Sep II Jun I - Sep III Jun II - Sep III Jun II - Sep III Jun II - Sep III Jun II - Sep III Jun II - Sep III Jun II - Sep III Apr I - Nov III Apr I - Nov III Apr I - Nov III Mei III - Jun II

24 11 24 24 13 11 11 11 11 11 11 11 11 24 24 24 13

576 779 341 462 576 779 576 779 342 463 346 468 341 462 330 447 330 447 330 447 330 447 330 447 330 447 576 779 576 779 576 779 342 463

2.

3.

4. 5.

Sumber / Source : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Meteorology, Climatology and Geophysical Agency Serang Meteorological Station Class III

Banten dalam Angka 2012

25

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Tabel Keadaan Musim Hujan di Provinsi Banten, 2011/2012 1.2.2 Table Condition of Rainy Season in Banten Province, 2011/2012

No.

Nama Daerah Name of Region

Panjang Normal Periode Normal Musim Hujan Musim Hujan (Dasarian) Normal Period Normal Length of of Rainy Season Rainy Season (Ten days period) (3) (4)

Normal Curah Hujan Normal Rainfall (mm) (5)

(1) 1.

(2) Serang a. Kota Serang, Kab. Serang bagian Utara dan Timur (ZOM 58) b. Kab. Serang bag. Barat Daya (ZOM 56) c. Kab. Serang bag. Selatan (ZOM 57) d. Kab. Serang bag. Timur Laut (ZOM 59) e. Kab. Serang bag. Tenggara (ZOM 61) Kabupaten Pandeglang a. Sebagian besar Pandeglang (ZOM 55) b. Pandeglang bag. Utara (ZOM 56) b. Pandeglang bag.Timur Laut (ZOM 57) Kabupaten Lebak a. Lebak bag. Barat (ZOM 55) b. Lebak bag. Barat Daya (ZOM 56) c. Lebak bag. Utara (ZOM 57) d. Lebak bag. Tengah (ZOM 62) e. Lebak bag. Selatan (ZOM 63) Kota Cilegon (ZOM 58) Tangerang a. Tangerang bag. Tengah, Kota Tangerang Selatan (ZOM 58) b. Tangerang bag. Utara (ZOM 59) c. Tangerang/Kab. Tangerang bag. Selatan (ZOM 61)

Nov III Mar I Okt I Jun I Okt II Mei I Des II Mar I Okt I Mei III Okt I Jun I Okt I Jun I Okt II Mei I Okt I Jun I Okt I Jun I Okt II Mei I Okt I Jun II Okt II Jun II Nov III Mar I Nov III Mar I Des II Mar I Okt I Mei III

11 25 21 9 24 24 25 21 24 25 21 25 25 11 11 9 24

801 1.084 2.202 2.980 1.347 1.823 762 1.031 1.643 2.223 2.473 3.345 2.202 2.980 1.347 1.823 2.473 3.345 2.202 2.980 1.347 1.823 1.985 2.686 2.714 3.671 801 1.084 801 1.084 762 1.031 1.643 2.223

2.

3.

4. 5.

Sumber / Source : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Meteorology, Climatology and Geophysical Agency Serang Meteorological Station Class III

26

Banten in Figures 2012

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

Tabel 1.2.3 Table

Suhu Udara Maksimum, Rata-rata dan Minimum di Provinsi Banten, 2011 Maximum, Average, and Minimum Temperature in Banten Province, 2011

Bulan Month

Suhu / Temperature (0Celcius) Maksimum Maximum (2) 30,5 31,5 31,0 32,0 31,9 32,2 31,8 32,4 33,1 32,7 32,3 32,0 32,0 31,7 32,2 31,5 Minimum Minimum (3) 23,6 23,6 23,6 23,6 23,5 23,2 22,9 22,1 22,6 28,8 23,6 24,0 23,8 23,9 23,3 23,1 Rata-rata Average (4) 26,5 26,7 26,5 27,0 27,2 27,0 26,7 26,7 27,2 27,3 27,2 27,5 27,0 27,1 27,1 26,6

(1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Rata-rata / Average 2010 2009 2008

Sumber / Source : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Meteorology, Climatology and Geophysical Agency Serang Meteorological Station Class III

Banten dalam Angka 2012

27

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Tabel 1.2.4 Table

Curah Hujan, Hari Hujan dan Kelembaban Relatif di Provinsi Banten, 2011 Rainfall, Rainy Days, and Relative Humidity by Month in Banten Province, 2011

Bulan Month (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total Rata-rata / Average 2010 Jumlah / Total Rata-Rata / Average

Curah Hujan Rainfalls (mm) (2) 243 91 204 107 85 38 79 0 32 71 79 112 1 141 95

Hari Hujan (hari) Rainy Days (days) (3) 27 19 24 16 17 10 6 1 5 11 15 14 165 14

Kelembaban Relatif Relative Humidity (%) (4) 83 84 84 83 85 79 81 77 76 79 80 81 972 81

2 137 178

225 19

1 008 84

Sumber / Source : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Meteorology, Climatology and Geophysical Agency Serang Meteorological Station Class III

28

Banten in Figures 2012

BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM

Tabel 1.2.5 Table

Arah dan Kecepatan Angin Menurut Bulan di Provinsi Banten, 2011 Velocity and Direction of Wind by Month in Banten Province, 2011

Bulan Month

Kecepatan Angin Rata-rata Average Speed of Wind Velocity Nilai / Value (knot) Arah Terbanyak Majority Direction (3) B B B TL U TL TL U U U TL B B B U/B

Kecepatan Angin Terbesar Biggest Speed of Wind Velocity Nilai / Value (knot) (4) 16,0 18,0 22,0 16,0 11,0 14,0 11,0 12,0 14,0 12,0 18,0 15,0 21,0 21,0 14,0 Arah Direction (5) B B B B B TL TL U U S TL B B B B

(1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Rata-rata / Average 2010 2009

(2) 3,0 2,0 4,0 3,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 3,0 2,4 2,3 2,3

Sumber / Source : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Meteorology, Climatology and Geophysical Agency Serang Meteorological Station Class III Catatan / Note : Arah / Direction : U = Utara / North ; T = Timur / East ; TL = Timur Laut / Northeast ; B = Barat / West ; BL = Barat Laut / Northwest ; TG = Tenggara / Southeast

Banten dalam Angka 2012

29

GEOGRAPHY AND CLIMATE

CHAPTER I

Tabel Rata-rata Kualitas Udara 1.2.6 Menurut Kawasan di Provinsi Banten, 2010 Table Quality of Air by Region in Banten Province, 2010

Triwulan Quarter (1) I

Kawasan Industri Industrial Zone NO2 (g/m3) (2) 39,9 SO2 (g/m3) (3) 2,3

Kawasan Terminal Terminal Areas NO2 (g/m3) (4) 36,5 SO2 (g/m3) (5) 14,3

Kawasan Perumahan Residential Areas NO2 (g/m3) (6) 25,3 SO2 (g/m3) (7) 3,1

II

2,8

29,8

16,3

28,9

10,9

10,2

III

39,0

7,5

29,4

4,52

19,0

24,2

IV

85,3

17,5

58,4

16,0

47,6

10,7

Sumber / Source : Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Banten Environmental Protection Agency of Banten Province

30

Banten in Figures 2012

2
PEMERINTAHAN
Government

BAB II

PEMERINTAHAN

Penjelasan Teknis 1. Berdasarkan Undang - Undang Republik Indonesia No.32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah. 2. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 5. Pemerintahan daerah adalah : a. Pemerintahan daerah provinsi yang terdiri atas pemerintah daerah provinsi dan DPRD provinsi; b. Pemerintahan daerah kabupaten/ kota yang terdiri atas pemerintah daerah kabupaten/kota dan DPRD kabupaten/kota.
Banten dalam Angka 2012

Technical Notes 1. Based on Republic of Indonesia Law No.32/2004 about Local Governance, Unitary State of Indonesia is divided into provinces and those provinces shall be divided into regencies and municipalities, each of which has a regional administration.

2. Local Governance is management of government affairs by the local government and parliament according to the principles of autonomy and duty of assistance to the principle of autonomy within the system and the principle of the Unitary of Republic of Indonesia as stipulated in the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945.

3. The local government is the governor, regent, or mayor, and local devices as elements of regional governance.

4. Regional Representatives Council, hereinafter referred to Parliament is the people's representative institutions as elements of regional governance. 5. Regional governance is : a. Provincial government consisting of the provincial government and the provincial parliament; b. Regencies/Municipality consists of local government of Regency/ Municipality and DPRD of Regency/Municipality.

33

GOVERNMENT

CHAPTER II

6. Kecamatan dipimpin oleh seorang Camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota/Bupati melalui Sekretaris Kabupaten/Kota Administrasi. 7. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota/Bupati melalui Camat. Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Walikota/Bupati. 8. Statistik Keuangan Pemerintah Provinsi Banten bersumber dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, sedangkan Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten dikumpulkan oleh BPS Provinsi Banten melalui masingmasing Bupati/Walikota. Sektor keuangan negara sejak tahun 2000 dihitung berdasarkan tahun kalender yang berakhir pada bulan Desember.

6. Sub Districts led by a Sub District Head which is located under and responsible to the Mayor / Regent through the Regional Secretary of the Regency/Municipality Administration. 7. Special Villages led by a Special Village Chief, which is located under and responsible to the Mayor / Regent through the Sub District Head. Villages led by a village chief, which is located under and directly responsible to the Mayor / Regent. 8. Banten Provincial Government Finance Statistics sourced from the Office of Financial Management and Regional Asset Service, while the government financial statistics of regency/ municipality of Banten Province is collected by the BPS through the respective Office of the Regent/Mayor. Since 2000 the financial sector is based on calendar year ending in December.

34

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

2.1 WILAYAH ADMINISTRASI ADMINISTRATIVE AREA Tabel Table 2.1.1 Jumlah Kecamatan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2007-2011 Number of Districts by Regency/Municipality in Banten Province, 2007-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang


2)

2007 (2)

2008 (3)

2009 (4)

2010 (5)

2011 (6)

35 28 36 34

35 28 36 28

35 28 29 28

35 28 29 28

35 28 29 28

Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 13 8 ... ... 154 13 8 6 ... 154 13 8 6 7 154 13 8 6 7 154 13 8 6 7 154

Sumber / Source : Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa Provinsi Banten Women and Rural Society Empowerment Board of Banten Province Catatan / Note :
1) 2)

Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2007-2008 / Including Tangerang Selatan Municipality for the year 2007-2008 Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 /Including Serang Municipality for 2008

Banten dalam Angka 2012

35

GOVERNMENT

CHAPTER II

Tabel Table

2.1.2

Jumlah Desa Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2007-2011 Number of Villages by Regency/Municipality in Banten Province, 2007-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2007 (2)

2008 (3)

2009 (4)

2010 (5)

2011 (6)

322 315 251 354

322 315 251 308

322 340 246 314

322 340 246 314

326 340 246 320

... ... 1 242

46 ... 1 242

46 5 1 273

46 5 1 273

30 5 1 267

Sumber / Source : Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa Provinsi Banten Women and Rural Society Empowerment Board of Banten Province Catatan / Note :
1) 2)

Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2007-2008 / Including Tangerang Selatan Municipality for the year 2007-2008 Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 /Including Serang Municipality for 2008

36

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

Tabel Table

2.1.3

Jumlah Kelurahan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2007-2011 Number of Special Villages by Regency/Municipality in Banten Province, 2007-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2007 (2)

2008 (3)

2009 (4)

2010 (5)

2011 (6)

13 5 77 20

13 5 77 -

13 5 28 -

13 5 28 -

13 5 28 -

104 43 ... ... 262

104 43 20 ... 262

104 43 20 49 262

104 43 20 49 262

104 43 36 49 278

Sumber / Source : Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa Provinsi Banten Women and Rural Society Empowerment Board of Banten Province Catatan / Note :
1) 2)

Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2007-2008 / Including Tangerang Selatan Municipality for the year 2007-2008 Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 /Including Serang Municipality for 2008

Banten dalam Angka 2012

37

GOVERNMENT

CHAPTER II

2.2 SUMBER DAYA MANUSIA HUMAN RESOURCES Tabel Table 2.2.1 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Unit Organisasi dan Jenis Kelamin, 2011 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Unit of Organization and Sex, 2011

Unit Organisasi Organization (1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. Sekretariat Daerah Biro Umum dan Perlengkapan Biro Kesejahteraan Rakyat Biro Organisasi Biro Hukum Biro Pemerintahan Biro Perekonomian Daerah Biro Administrasi Pembangunan Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Inspektorat Provinsi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Badan Pendidikan dan Pelatihan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Badan Lingkungan Hidup Daerah Badan Kepegawaian Daerah Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Badan Ketahanan Pangan Daerah Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Bandan Penanggulangan Bencana Daerah Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Dinas Kesehatan

Laki-laki Male (2) 7 92 33 23 30 33 19 21 25 67 55 34 58 35 56 33 38 37 32 34 31 16 220 117 82 138 89 65

Perempuan Female (3) 1 44 24 19 15 15 18 13 30 35 24 9 27 22 31 16 30 28 17 16 15 6 122 28 20 51 18 98

Jumlah Total (4) 8 136 57 42 45 48 37 34 55 102 79 43 85 57 87 49 68 65 49 50 46 22 342 145 102 189 107 163

38

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

Lanjutan Tabel / Continued Table 2.2.1

Unit Organisasi Organization (1) 29. Dinas Pertambangan dan Energi 30. Dinas Pendidikan 31. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 32. Dinas Kelautan dan Perikanan 33. Dinas Kehutanan dan Perkebunan 34. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 35. Dinas Sosial 36. Dinas Pemuda dan Olah Raga 37. Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman 38. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah 39. Kantor Penghubung 40. Rumah Sakit Umum Daerah Malingping 41. Sekretariat Dewan Korpri 42. Sekretariat Badan Kerjasama Pembangunan Jabodetabekjur 43. Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah 44. Sekretariat Komisi Pemilihan Umum 45. Satuan Polisi Pamong Praja

Laki-laki Male (2) 73 209 42 66 81 80 50 46 127 22 12 48 13 5 6 9 84

Perempuan Female (3) 12 264 45 23 26 32 32 13 26 16 8 59 6 1 5 9 6

Jumlah Total (4) 85 473 87 89 107 112 82 59 153 38 20 107 19 6 11 18 90

Jumlah / Total 2010


Sumber / Source : Badan Kepegawaian Daerah - Provinsi Banten Local Civil Service Agency of Banten Province

2 493 2 369

1 375 1 208

3 868 3 577

Banten dalam Angka 2012

39

GOVERNMENT

CHAPTER II

Tabel Table

2.2.2

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Golongan/Ruang dan Jenis Kelamin, 2010 - 2011 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Grade/Rank and Sex, 2010 - 2011
2010 2011 Jumlah Total (4) 94 82 136 41 353 358 194 139 65 756 89 7 2 1 99 2 6 3 11 277 226 352 78 933 863 520 489 300 2 172 301 112 34 14 461 Laki-Laki Male (5) 1 1 2 7 11 108 158 286 41 593 510 369 372 266 1 517 221 107 31 13 372 Perempuan Female (6) 1 1 68 65 210 30 373 400 232 188 74 8 94 92 12 2 1 107 Jumlah Total (7) 1 2 2 7 12 176 223 496 71 966 910 601 560 340 2 411 313 119 33 14 479

Golongan/Ruang Grade/Rank

Laki-Laki Male (2) 2 6 3 11 183 144 216 37 580 505 326 350 235 1 416 212 105 32 13 362

Perempuan Female (3)

(1) I/a I/b I/c I/d Jumlah Golongan I II/a II/b II/c II/d Jumlah Golongan II III/a III/b III/c III/d Jumlah Golongan III IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e Jumlah Golongan IV

Jumlah / Total

2 369

1 208

3 577

2 493

1 375

3 868

Sumber / Source : Badan Kepegawaian Daerah - Provinsi Banten Local Civil Service Agency of Banten Province

40

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

Tabel Table

2.2.3

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin, 2010 - 2011 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Educational Level and Sex, 2010 - 2011
2010 2011 Jumlah Total (4) 1 1 224 67 209 12 605 89 26 13 813 125 440 52 1 656 449 3 Laki-Laki Male (5) 20 12 555 57 237 35 1 202 370 5 Perempuan Female (6) 1 2 203 66 238 11 748 106 Jumlah Total (7) 21 14 758 123 475 46 1 950 476 5

Tingkat Pendidikan Educational Level

Laki-Laki Male (2) 25 12 589 58 231 40 1 051 360 3

Perempuan Female (3)

(1) SD / Primary School SMP / Junior High School SLTA / Senior High School Diploma I / II Diploma III Diploma IV Strata I / Bachelor Degree Strata II / Master Degree Strata III / Doctoral Degree

Jumlah / Total

2 369

1 208

3 577

2 493

1 375

3 868

Sumber / Source : Badan Kepegawaian Daerah - Provinsi Banten Local Civil Service Agency of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

41

GOVERNMENT

CHAPTER II

Tabel Table

2.2.4

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Provinsi Banten Menurut Golongan/Ruang dan Jenis Kelamin, 2010-2011 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Grade/Rank and Sex, 2010-2011
2010 2011 Jumlah Total (4) 433 72 649 371 1 525 12 160 7 404 5 668 2 349 27 581 14 344 7 308 7 036 9 074 37 762 11 450 439 127 15 2 12 033 Laki-Laki Male (5) 394 113 605 307 1 419 5 608 3 769 2 344 1 076 12 797 6 193 4 165 3 946 4 501 18 805 6 785 414 125 22 2 7 348 Perempuan Female (6) 23 7 36 7 73 4 090 4 691 3 550 1 253 13 584 6 958 4 331 3 689 3 767 18 745 5 883 140 34 6 2 6 065 Jumlah Total (7) 417 120 641 314 1 492 9 698 8 460 5 894 2 329 26 381 13 151 8 496 7 635 8 268 37 550 12 668 554 159 28 4 13 413

Golongan/Ruang Grade/Rank

Laki-Laki Male (2) 404 69 607 364 1 444 7 039 2 926 2 354 1 134 13 453 6 820 3 758 3 756 5 060 19 394 6 288 351 112 12 6 763

Perempuan Female (3) 29 3 42 7 81 5 121 4 478 3 314 1 215 14 128 7 524 3 550 3 280 4 014 18 368 5 162 88 15 3 2 5 270

(1) I/a I/b I/c I/d Jumlah Golongan I II/a II/b II/c II/d Jumlah Golongan II III/a III/b III/c III/d Jumlah Golongan III IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e Jumlah Golongan IV

Jumlah / Total

41 054

37 847

78 901

40 369

38 467

78 836

Sumber / Source : Badan Kepegawaian Negara, Kantor Regional III - Bandung Indonesian Civil Service Agency, Regional Office III - Bandung

42

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

Tabel Table

2.2.5

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Provinsi Banten Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin, 2010-2011 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Educational Level and Sex, 2010-2011
2010 2011 Jumlah Total (4) 1 543 1 457 20 590 1 543 22 990 6 756 113 22 983 916 10 Laki-Laki Male (5) 1 337 1 380 11 574 124 7 845 2 873 40 14 244 949 1 Perempuan Female (6) 41 89 8 123 1 105 11 709 4 421 10 12 592 376 3 Jumlah Total (7) 1 378 1 469 19 697 1 229 19 554 7 294 50 26 836 1 325 4

Tingkat Pendidikan Educational Level

Laki-Laki Male (2) 1 496 1 357 12 298 160 9 283 2 923 81 12 716 733 7

Perempuan Female (3) 47 100 8 292 1 383 13 707 3 833 32 10 267 183 3

(1) SD Primary School SMP Junior High School SLTA Senior High School Diploma I Diploma I Diploma II Diploma II Dipl. III / Sarjana Muda Dipl. III / Bachelor Diploma IV Diploma IV Strata I Bachelor Degree Strata II Master Degree Strata III Doctoral Degree

Jumlah / Total

41 054

37 847

78 901

40 367

38 469

78 836

Sumber / Source : Badan Kepegawaian Negara, Kantor Regional III - Bandung Indonesian Civil Service Agency, Regional Office III - Bandung

Banten dalam Angka 2012

43

GOVERNMENT

CHAPTER II

Tabel Table

2.2.6

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Provinsi Banten Menurut Eselon dan Jenis Kelamin, 2010-2011 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Echelon and Sex, 2010-2011
2010 2011 Jumlah Total (4) 75 374 3 527 2 90 630 2 801 4 Laki-Laki Male (5) 36 880 3 489 3 145 501 2 817 23 Perempuan Female (6) 37 152 1 315 1 15 92 1 190 17 Jumlah Total (7) 74 032 4 804 4 160 593 4 007 40

Eselon Echelon

Laki-Laki Male (2) 38 211 2 843 2 86 556 2 197 2

Perempuan Female (3) 37 163 684 4 74 604 2

(1) Non Eselon / Non-echelon Eselon / Echelon I II III IV V

Jumlah / Total

41 054

37 847

78 901

40 369

38 467

78 836

Sumber / Source : Badan Kepegawaian Negara, Kantor Regional III - Bandung Indonesian Civil Service Agency, Regional Office III - Bandung

44

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

Tabel Table

2.2.7

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Provinsi Banten Menurut Tempat Bertugas (Kabupaten/Kota) dan Jenis Kelamin, 2010-2011 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Place of Duty (Regency/Municipality) and Sex, 2010-2011
2010 Laki-Laki Male (2) Perempuan Female (3) Jumlah Total (4) Laki-Laki Male (5) 2011 Perempuan Female (6) Jumlah Total (7)

Tempat Bertugas (Kabupaten/Kota) Place of Duty (Regency/Municipality) (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan 4 792 2 464 966 254 7 576 7 097 8 264 9 641

6 308 4 890 7 703 8 379

13 884 11 987 15 967 18 020

7 366 6 712 7 185 6 255

6 270 4 723 6 320 5 235

13 636 11 435 13 505 11 490

5 754 3 426 1 018 369

10 546 5 890 1 984 623

4 369 2 345 4 418 1 719

5 496 3 478 4 530 2 415

9 865 5 823 8 948 4 134

Jumlah / Total

41 054

37 847

78 901

38 060

37 123

78 836

Sumber / Source : Badan Kepegawaian Negara, Kantor Regional III - Bandung Indonesian Civil Service Agency, Regional Office III - Bandung

Banten dalam Angka 2012

45

GOVERNMENT

CHAPTER II

Tabel Table

2.2.8

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Provinsi Banten Menurut Jabatan Fungsional Tertentu, 2009-2011 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Specific Functional Position, 2009-2011

Jabatan Fungsional Tertentu Specific Functional Position (1) 1. Tenaga Pendidikan / Guru Education Worker / Teacher 2. Tenaga Medis Medical Worker 3. Tenaga Paramedis Paramedics 4. Lainnya Others

2009 (2) 29 416 33 1 943 1 473

2010 (3) 28 841 32 1 910 1 387

2011 (4) 43 580 1 366 495 3 253

Jumlah / Total

33 415

32 865

48 694

Sumber / Source : Badan Kepegawaian Negara, Kantor Regional III - Bandung Indonesian Civil Service Agency, Regional Office III - Bandung

46

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

2.3 HASIL PEMILIHAN UMUM GENERAL ELECTION RESULTS Tabel Table 2.3.1 Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten Menurut Partai dan Jenis Kelamin, 2011 Number of Parliament Members of Banten Province by Party and Sex, 2011

Partai Party (1) Partai Demokrat Partai Golongan Karya Partai Keadilan Sejahtera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Partai Hati Nurani (Hanura) Partai Persatuan Pembangunan Partai Gerakan Indonesia Raya Partai Kebangkitan Bangsa Partai Bulan Bintang Partai Amanat Nasional Partai Karya Pembangunan Bangsa (PPKB) Partai Bintang Reformasi Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) Partai Damai Sejahtera Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Partai Persatuan Daerah Jumlah / Total 2010 2009 2008
Sumber / Source : Sekretariat DPRD Provinsi Banten Secretariate of Banten Province Parliament

Laki-laki Male (2) 14 11 8 8 5 3 5 5 3 1 1 1 1 1 1 1 69 69 71 69

Perempuan Female (3) 4 2 3 2 1 2 1 1 16 16 14 6

Jumlah Total (4) 18 13 11 10 6 5 5 5 3 2 2 1 1 1 1 1 85 85 85 75

Banten dalam Angka 2012

47

GOVERNMENT

CHAPTER II

Tabel Table

2.3.2

Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten Menurut Fraksi dan Jenis Kelamin, 2011 Number of Parliament Members of Banten Province by Faction and Sex, 2011

Fraksi Faction (1) Fraksi Partai Demokrat Fraksi Partai Golongan Karya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Fraksi Partai Hati Nurani (Hanura) Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Framsi Bulan Bintang Peduli Bangsa Fraksi Amanat Reformasi Daerah Ulama Jumlah / Total 2010 2009 2008
Sumber / Source : Sekretariat DPRD Provinsi Banten Secretariate of Banten Province Parliament

Laki-laki Male (2) 14 11 8 8 7 3 5 5 4 4 69 69 71 69

Perempuan Female (3) 4 2 3 2 1 2 1 1 16 16 14 6

Jumlah Total (4) 18 13 11 10 8 5 5 5 5 5 85 85 85 75

48

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

Tabel Table

2.3.3

Jumlah Keputusan DPRD Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Parliament Decrees of Banten Province, 2009-2011

Jenis Keputusan Type of Decree (1) 1. Surat Keputusan Pimpinan DPRD Parliament Chairmans Decrees Paper 2. Surat Keputusan Dewan Parliament Decree 3. Peraturan Daerah Regional Regulation

2009 (2) 5

2010 (3) 5

2011 (4) 8

38

28

29

10

...

Jumlah / Total
Sumber / Source : Sekretariat DPRD Provinsi Banten Secretariate of Banten Province Parliament

54

48

37

Banten dalam Angka 2012

49

GOVERNMENT

CHAPTER II

Tabel Table

2.3.4

Jumlah Anggota DPRD Kabupaten/Kota Menurut Jenis Kelamin di Provinsi Banten, 2011 Number of Parliament Members of Regency/Municipality in Banten Province by Sex, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

Laki-laki Male (2)

Perempuan Female (3)

Jumlah Total (4)

45 44 46 47

5 6 4 3

50 50 50 50

42 29 37 37

8 6 8 8

50 35 45 45

Provinsi Banten 2010 2009 2008

327 327 327 286

48 48 48 19

375 375 375 305

Sumber / Source : Sekretariat DPRD Provinsi Banten Secretariate of Banten Province Parliament

50

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

Tabel Table

2.3.5

Jumlah Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten Menurut Partai dan Jenis Kelamin, 2011 Number of Indonesian Parliament Members from the Constituency of Banten Province by Party and Sex, 2011
Partai Party (1) Laki-laki Male (2) 3 4 2 3 1 2 1 1 17 17 17 Perempuan Female (3) 3 1 1 5 5 5 Jumlah Total (4) 6 4 3 3 1 3 1 1 22 22 22

Partai Demokrat Partai Golongan Karya Partai Keadilan Sejahtera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Partai Hati Nurani (Hanura) Partai Persatuan Pembangunan Partai Gerakan Indonesia Raya Partai Kebangkitan Bangsa Partai Bulan Bintang Partai Amanat Nasional Partai Karya Pembangunan Bangsa (PPKB) Partai Bintang Reformasi Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) Partai Damai Sejahtera Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Partai Persatuan Daerah Jumlah / Total 2010 2009
Sumber / Source : Sekretariat DPR Republik Indonesia Secretariate of DPR RI

Banten dalam Angka 2012

51

GOVERNMENT

CHAPTER II

2.4. KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH FINANCE OF LOCAL GOVERNMENT Tabel Table 2.4.1 Rekapitulasi Realisasi Pendapatan dan Belanja Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2012 Recapitulation of Actual Receipts and Government Expenditures of Banten Province (million rupiahs), 2010-2012

Uraian / Description (1) 1. Pendapatan Daerah Local Government Receipt A. Pendapatan Asli Daerah/ Local Government Original Receipt B. Dana Perimbangan / Balanced Budget C. Lain - lain Pendapatan Daerah Yang Sah / Other Receipt 2. Belanja Daerah / Local Expenditures A. Belanja Langsung / Direct Expenditures B. Belanja Tidak Langsung / Indirect Expenditures 3. Surplus (Defisit) / Surplus (Deficit) 4. Pembiayaan Daerah / Local Government Financing A. Penerimaan Pembiayaan Daerah Local Government Financing Receipts B. Pengeluaran Pembiayaan Daerah Local Government Financing Expenditures 5. Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SILPA) Tahun Berkenan Rest of the Current Years Budget

2010 (2) 3 139 484,89 2 321 585,34 812 654,17 5 245,39 2 834 570,53 1 304 622,48 1 529 948,05 304 914,37 230 967,51 235 495,51 4 528,00 535 881,88

2011 (3) 3 755 614,33 2 895 569,55 849 490,70 10 554,08 3 901 218,11 1 819 695,80 2 081 522,31 - 145 603,78 520 448,29 535 848,29 15 400,00 374 844,51

2012 *) (4) 4 948 594,69 2 981 553,00 916 372,00 1 050 669,69 5 180 594,69 2 094 492,00 3 086 102,69 - 232 000,00 232 000,00 264 000,00 32 000,00 -

Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province Catatan / Note : *) Rencana / Target

52

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

Tabel Table

2.4.2

Realisasi Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2012 Actual Local Government Receipts of Banten Province (million rupiahs), 2010-2012

Uraian / Description (1) A. Pendapatan Asli Daerah / Local Government Original Receipt 1. Pajak Daerah / Local Tax 2. Retribusi Daerah / Local Retribution 3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan / Results Management of Separated Local Government Wealth 4. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Other Local Government Original Receipt B. Dana Perimbangan / Balanced Budget 1. Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Tax Share / Non Tax Share 2. Dana Alokasi Umum / General Allocation Funds 3. Dana Alokasi Khusus / Special Allocation Funds C. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah / Other Receipt 1. Pendapatan Hibah / Grant Receipts 2. Dana Darurat / Emergency Fund 3. Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya 4. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus / Funds for Adjusments and Special Autonomy 5. Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya Jumlah Pendapatan Daerah / Total Local Government Receipt

2010 (2) 2 321 585,34 2 208 085,11 3 207,71 37 874,45

2011 (3) 2 895 569,55 2 769 882,20 3 780,28 31 532,94

2012 *) (4) 2 981 553,00 2 841 335,00 5 818,00 60 800,00

72 418,07 812 654,17 417 014,55 381 979,02 13 660,60

90 374,12 849 490,70 343 927,42 460 383,68 45 179,60

73 600,00 916 372,00 355 852,00 530 833,00 29 687,00

5 245,39 5 245,39 -

10 554,08 4 373,30 4 895,03 1 285,75

1 050 669,69 4 150,00 1 046 519,69 -

3 139 484,89

3 755 614,33

4 948 594,69

Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province Catatan / Note : *) Rencana / Target

Banten dalam Angka 2012

53

GOVERNMENT

CHAPTER II

Tabel Table

2.4.3

Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2012 Actual Local Government Expenditures of Banten Province (million rupiahs), 2010-2012

Uraian / Description (1) A. Belanja Tidak Langsung / Indirect Expenditures 1. Belanja Pegawai / Personnel Expenditures 2. Belanja Bunga / Interest Expenditures 3. Belanja Subsidi / Subsidies Expenditures 4. Belanja Hibah / Grant Expenditures 5. Belanja Bantuan Sosial / Social Aids Exp. 6. Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi /Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa / Sharing Fund Expenditures 7. Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa / Financial Aids Exp. 8. Belanja Tidak Terduga / Unpredicted Exp. B. Belanja langsung / Direct Expenditures 1. Belanja Pegawai / Personnel Expenditures 2. Belanja Barang dan Jasa / Good and Services Expenditures 3. Belanja Modal / Capital Expenditures Jumlah Belanja Daerah / Total Local Government Expenditures

2010 (2) 1 304 622,48 280 475,12 92 374,98 51 428,25 736 769,05

2011 (3) 2 081 522,31 320 486,55 349 780,52 78 228,75 1 016 068,94

2012 *) (4) 3 086 102,69 367 476,00 1 335 939,69 28 750,00 983 951,00

139 455,06 4 120,00 1 529 948,05 108 448,57 594 936,80 826 562,69

316 890,81 66,74 1 819 695,80 129 669,56 972 617,44 717 408,80

364 986,00 5 000,00 2 094 492,00 142 946,25 916 577,30 1 034 968,45

2 834 570,53

3 901 218,11

5 180 594,69

Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province Catatan / Note : *) Rencana / Target

54

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

Tabel Table

2.4.4

Realisasi Pembiayaan Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2012 Actual Local Government Financing of Banten Province (million rupiahs), 2010-2012

Uraian / Description (1) A. Penerimaan Pembiayaan Daerah / Local Government Financing Receipts 1. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran Sebelumnya / Rest of the Previous Years Budget 2. Pencairan Dana Cadangan 3. Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan 4. Penerimaan Pinjaman Daerah / Local Government Loan Receipts 5. Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman 6. Penerimaan Piutang Daerah B. Pengeluaran Pembiayaan Daerah / Local Government Financing Expenditures 1. Pembentukan Dana Cadangan 2. Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah / Local Government Capital Participation (Investment) 3. Pembayaran Pokok Utang / Debt Principal Payments 4. Pemberian Pinjaman Daerah 5. Penjaminan Pinjaman

2010 (2) 235 495,51 235 495,51

2011 (3) 535 848,29 535 848,29

2012 *) (4) 264 000,00 264 000,00

4 528,00 4 528,00 -

15 400,00 15 400,00 -

32 000,00 32 000,00 -

Jumlah Pembiayaan Daerah The Number of Local Financing

230 967,51

520 448,29

232 000,00

Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province Catatan / Note : *) Rencana / Target

Banten dalam Angka 2012

55

GOVERNMENT

CHAPTER II

Tabel Table

2.4.5

Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2012 Recapitulation of Actual Receipts and Regencies/Municipalities Government Expenditures in Banten Province (million rupiahs), 2010-2012
2010 2011 2012 1)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 2) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

Pendapatan Belanja Pendapatan Belanja Pendapatan Belanja Receipts Expenditures Receipts Expenditures Receipts Expenditures (2) (3) (4) (5) (6) (7)

936 180 955 534 1 638 706 949 390

932 878 894 312 1 783 509 991 763

1 220 616 1 185 100 2 224 308 1 322 429

1 177 381 1 172 548 2 027 970 1 173 464

1 176 992 1 185 512 2 205 029 1 336 539

1 245 769 1 224 353 2 403 052 1 513 852

1 358 921 685 599 517 574 918 193 7 960 097

1 395 734 673 877 480 433 727 048 7 879 555

1 839 865 858 321 702 986 1 494 991

1 635 674 839 873 704 437 1 289 439

1 824 070 907 526 687 078 1 400 414

2 076 769 927 526 687 078 1 553 567

10 848 616 10 020 786

10 723 160 11 631 966

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) Rencana / Target 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2009 / Including Tangerang Selatan Municipality for the year of 2009

56

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

2.5. PENERIMAAN PAJAK TAX REVENUE Tabel Table 2.5.1 Realisasi Penerimaan Pajak di Provinsi Banten Menurut Jenis Pajak (juta rupiah), 2010-2012 Realization of Tax Receipts in Banten Province by Type of Taxes (million rupiahs), 2010-2012

Jenis Pajak / Type of Taxes (1) A. Pajak Penghasilan / Income Tax 1. PPh Non Migas 1.1 PPh Pasal 21 1.2 PPh Pasal 22 1.3 PPh Pasal 22 Impor 1.4 PPh Pasal 23 1.5 PPh Pasal 25/29 OP 1.6 PPh Pasal 25/29 Badan 1.7 PPh Pasal 26 1.8 PPh Final dan FLN 1.9 PPh Non Migas Lainnya 2. PPh Migas 2.1 PPh Minyak Bumi 2.2 PPh Gas Alam 2.3 PPh Lain Minyak Bumi 2.4 PPh Lainnya Gas Alam B. PPN dan PPnBM / Value Added Tax and Valua Added Tax on Luxury Goods 1. PPN Dalam Negeri 2. PPN Impor 3. PPnBM Dalam Negeri 4. PPnBM Impor 5. PPN/PPnBM Lainnya C. Pajak Lainnya / Others Tax 1. Bea/Benda Meterai 2. PTLL 3. Bunga Penagihan PPh 4. Bunga Penag.PPN 5. BPP 6. PIB Jumlah / Total

2010 (2) 5 776 707 5 776 707 2 298 767 112 149 504 829 359 225 70 532 696 158 356 800 1 377 396 850 4 474 251 2 831 933 1 533 052 58 245 35 365 15 657 127 679 113 962 2 - 1 180 14 895 10 378 637

2011 (3) 7 449 788 7 449 788 2 787 503 105 851 652 381 510 723 76 651 925 747 434 430 1 956 339 163 5 463 095 3 548 364 1 909 404 - 11 505 5 771 11 061 131 007 125 580 3 420 5 004 13 043 890

Rencana/ Target 2012 (4) 9 850 064 9 850 064 3 784 254 135 717 883 332 650 861 160 762 1 184 448 572 480 2 478 033 178 7 475 488 5 015 223 2 430 207 4 703 12 614 12 741 202 796 200 247 995 304 1 250 17 528 348

Sumber / Source : Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Provinsi Banten - Kementerian Keuangan Regional Office of Banten Province, General Directorate of Tax - Ministry of Finance

Banten dalam Angka 2012

57

GOVERNMENT

CHAPTER II

Tabel Table

2.5.2

Realisasi Penerimaan Pajak di Provinsi Banten Menurut Kantor Pelayanan dan Jenis Pajak (juta rupiah), 2011 Realization of Tax Receipts in Banten Province by Office and Type of Taxes (million rupiahs), 2011
KPP Pratama Tangerang Barat (3) 507 439 507 439 154 841 3 824 50 732 18 779 8 914 151 866 20 616 97 778 88 441 213 282 338 157 089 555 956 276 180 150 30 948 832

Jenis Pajak / Type of Tax (1) A. Pajak Penghasilan / Income Tax 1. PPh Non Migas 1.1 PPh Pasal 21 1.2 PPh Pasal 22 1.3 PPh Pasal 22 Impor 1.4 PPh Pasal 23 1.5 PPh Pasal 25/29 OP 1.6 PPh Pasal 25/29 Badan 1.7 PPh Pasal 26 1.8 PPh Final dan FLN 1.9 PPh Non Migas Lainnya 2. PPh Migas 2.1 PPh Minyak Bumi 2.2 PPh Gas Alam 2.3 PPh Lain Minyak Bumi 2.4 PPh Lainnya Gas Alam B. PPN dan PPnBM / Value Added Tax and Value Added Tax on Luxury Goods 1. PPN Dalam Negeri 2. PPN Impor 3. PPnBM Dalam Negeri 4. PPnBM Impor 5. PPN/PPnBM Lainnya C. Pajak Lainnya / Others Tax 1. Bea/Benda Meterai 2. PTLL 3. Bunga Penagihan PPh 4. Bunga Penag.PPN 5. BPP 6. PIB Jumlah / Total

KPP Pratama Serang (2) 592 860 592 860 287 957 11 423 45 635 45 139 5 180 49 471 28 752 119 281 22 379 916 273 785 105 594 120 16 401 15 134 14 523 25 586 987 910

KPP Pratama Serpong (4) 1 021 735 1 021 735 429 112 10 192 26 215 43 574 25 255 37 588 37 591 412 206 3 537 172 486 015 58 539 - 8 378 523 473 22 361 21 868 421 72 1 581 268

58

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

Lanjutan Tabel / Continued Table 2.5.2

Jenis Pajak / Type of Tax (1) A. Pajak Penghasilan / Income Tax 1. PPh Non Migas 1.1 PPh Pasal 21 1.2 PPh Pasal 22 1.3 PPh Pasal 22 Impor 1.4 PPh Pasal 23 1.5 PPh Pasal 25/29 OP 1.6 PPh Pasal 25/29 Badan 1.7 PPh Pasal 26 1.8 PPh Final dan FLN 1.9 PPh Non Migas Lainnya 2. PPh Migas 2.1 PPh Minyak Bumi 2.2 PPh Gas Alam 2.3 PPh Lain Minyak Bumi 2.4 PPh Lainnya Gas Alam B. PPN dan PPnBM / Value Added Tax and Value Added Tax on Luxury Goods 1. PPN Dalam Negeri 2. PPN Impor 3. PPnBM Dalam Negeri 4. PPnBM Impor 5. PPN/PPnBM Lainnya C. Pajak Lainnya / Others Tax 1. Bea/Benda Meterai 2. PTLL 3. Bunga Penagihan PPh 4. Bunga Penag.PPN 5. BPP 6. PIB Jumlah / Total

KPP Madya Tangerang (5) 2 555 909 2 555 909 741 605 7 092 387 813 211 233 593 941 162 189 452 036 2 810 817 1 545 303 1 260 358 19 4 841 297 69 161 69 126 - 117 152 5 435 887

KPP Pratama Tangerang Timur (6) 251 040 251 040 73 480 5 666 17 033 11 826 12 639 23 639 3 661 103 096 1 268 297 244 550 27 590 - 2 602 - 1 267 26 105 105 519 442

KPP Pratama Cilegon (7) 750 801 750 801 353 865 58 984 22 729 51 550 8 683 4 407 19 092 231 491 294 305 210 266 84 665 - 1 947 87 1 234 7 953 7 933 5 15 1 053 058

Banten dalam Angka 2012

59

GOVERNMENT

CHAPTER II

Lanjutan Tabel / Continued Table 2.5.2

Jenis Pajak / Type of Tax (1) A. Pajak Penghasilan / Income Tax 1. PPh Non Migas 1.1 PPh Pasal 21 1.2 PPh Pasal 22 1.3 PPh Pasal 22 Impor 1.4 PPh Pasal 23 1.5 PPh Pasal 25/29 OP 1.6 PPh Pasal 25/29 Badan 1.7 PPh Pasal 26 1.8 PPh Final dan FLN 1.9 PPh Non Migas Lainnya 2. PPh Migas 2.1 PPh Minyak Bumi 2.2 PPh Gas Alam 2.3 PPh Lain Minyak Bumi 2.4 PPh Lainnya Gas Alam B. PPN dan PPnBM / Value Added Tax and Value Added Tax on Luxury Goods 1. PPN Dalam Negeri 2. PPN Impor 3. PPnBM Dalam Negeri 4. PPnBM Impor 5. PPN/PPnBM Lainnya C. Pajak Lainnya / Others Tax 1. Bea/Benda Meterai 2. PTLL 3. Bunga Penagihan PPh 4. Bunga Penag.PPN 5. BPP 6. PIB Jumlah / Total

KPP Pratama Kosambi (8) 150 836 150 836 49 119 1 390 25 114 6 640 2 970 21 416 2 948 41 238 1 177 740 117 099 59 681 364 417 178 1 115 1 081 33 1 329 691

KPP Pratama Pandeglang (9) 127 625 127 625 87 872 4 004 229 8 670 1 604 1 584 102 23 545 15 76 990 76 476 214 102 5 194 8 986 8 986 213 601

KPP Pratama Tigaraksa (10) 1 491 541 1 491 541 609 652 3 277 76 880 113 312 11 405 41 835 159 478 475 669 34 476 646 312 532 155 674 263 194 7 982 6 077 1 871 3 54 4 149 1 974 264

Sumber / Source : Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Provinsi Banten - Kementerian Keuangan Regional Office of Banten Province, General Directorate of Tax - Ministry of Finance

60

Banten in Figures 2012

BAB II

PEMERINTAHAN

Tabel Table

2.5.3

Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Menurut Sektor dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah), 2011 Revenue Realization of Land and Housing Tax (LHT) by Sector and Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs), 2011
Pajak Bumi Bangunan (PBB) Land and Housing Taxes (LHT) Pedesaan Rural (2) Perkotaan Urban (3) Perkebunan Estates (4) Kehutanan Forestry (5)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

3 562 4 883 44 741 15 628

3 125 1 867 117 421 16 246

1 052 3 209 137

731 623 107

68 814 52 152 41 510 34 561

199 091 10 465 54 167 130 779 533 161 502 723 464 620 386 998

4 398 4 561 3 781 3 350

1 461 1 444 1 129 967

Banten dalam Angka 2012

61

GOVERNMENT

CHAPTER II

Lanjutan Tabel / Continued Table 2.5.3

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Pajak Bumi Bangunan Land and Housing Taxes Pertambangan Mining (6) BPHTB TAOLB (7)

Jumlah Total (8)

31 140 30 751 29 871 18 499

39 610 41 333 192 032 50 617

25 634 18 499 11 826 12 833 179 053 168 488 135 915 159 859

674 233 467 073 480 808

224 725 28 964 65 993 143 612 786 886 1 403 600 1 114 027 1 066 544

Sumber / Source : Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Provinsi Banten - Kementerian Keuangan Regional Office of Banten Province, General Directorate of Tax - Ministry of Finance Catatan / Note : BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) / TAOLB (Taxes for The Acquisition of Ownership of Land and Buildings) Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan = PBB + BPHTB / Revenue of Land and Housing Tax = LHT + TAOLB

62

Banten in Figures 2012

3
PENDUDUK DAN TENAGA KERJA
Population and Employment

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Penjelasan Teknis 1. Sumber utama data kependudukan adalah Sensus Penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus Penduduk telah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak Indonesia merdeka yaitu tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000 dan 2010. Selain Sensus Penduduk, untuk menjembatani ketersediaan data kependudukan diantara dua periode sensus, BPS melakukan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS). SUPAS telah dilakukan sebanyak empat kali, tahun 1976, 1985, 1995 dan 2005. Data kependudukan Sensus dan SUPAS adalah proyeksi penduduk. Di dalam sensus penduduk, pencacahan dilakukan terhadap seluruh penduduk yang berdomisili di wilayah teritorial Indonesia termasuk warga negara asing kecuali anggota Korps Diplomatik beserta keluarganya. Berbeda dengan pelaksanaan sensus penduduk sebelumnya, Sensus Penduduk 2010 hanya melaksanakan metode pencacahan lengkap termasuk pula anggota rumah tangga Korps diplomatik RI yang tinggal di luar negeri. Sensus Penduduk 2010 dilakukan serentak diseluruh tanah air mulai tanggal 1-31 Mei 2010.

Technical Notes 1. The main source of demographic data is Population Census, which is conducted every ten years. Population Census has been conducted six times since Indonesias independence: 1961, 1971, 1980, 1990, 2000 and 2010. In addition to the Census, BPS also conducted Intercensal Population Survey, called SUPAS which is designed to proceed demographic data between two censuses. SUPAS has been conducted four times: 1976, 1985, 1995 and 2005. Besides Population Census and SUPAS, this report also uses population projection. The population census enumerates all residents domicile in the entire territory of Republic of Indonesia including foreign citizenship except the diplomatic corps members and their families. The implementation of the 2010 Population Census was different from the previous censuses because it only caried out complete enumeration method covering more complete variables. As compared to the previous censuses, the 2010 Population Census only carried out the complete enumeration method included household members of the diplomatic corp of Indonesia living abroad. The 2010 Population Census was simultaneously conducted in Indonesia territory from 1-31 May 2010.

Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara antara petugas sensus dengan responden.

Banten dalam Angka 2012

65

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Cara pencacahan yang dipakai dalam sensus penduduk adalah kombinasi antara de jure dan de facto. Bagi penduduk yang bertempat tinggal tetap dipakai cara de jure, dicacah di mana mereka biasa tinggal, sedangkan untuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah dengan cara de facto, yaitu dicacah di tempat di mana mereka ditemukan petugas sensus biasanya pada malam Hari Sensus. Termasuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap adalah tuna wisma, awak kapal berbendera Indonesia, penghuni perahu/rumah apung, masyarakat terpencil/ terasing dan pengungsi. Bagi mereka yang mempunyai tempat tinggal tetap, tetapi sedang bertugas ke luar wilayah lebih dari enam bulan, tidak dicacah di tempat tinggalnya. Sebaliknya, seseorang atau keluarga menempati suatu bangunan belum mencapai enam bulan tetapi bermaksud menetap disana dicacah di tempat tersebut. 2. Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di suatu daerah selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap. 3. Rata-rata Pertumbuhan Penduduk adalah angka yang menunjukkan tingkat pertambahan penduduk per tahun dalam jangka waktu tertentu. 4. Kepadatan Penduduk adalah banyaknya penduduk per km persegi.
66

Data were collected by interviewing respondents in which the combination of de jure and de facto approaches were applied. De jure was applied to the permanent residents, while de facto was applied to non-permanent residents. The permanent residents were enumerated in place where they normally live, the non permanent residents were enumerated where they were found by the enumerators, usually on the night of Census Day. The non permanent residents include homeless people, ship crew, boat people, remote area community and internally displaced persons. For those who had permanent residence but had been away from their former home for six months or more were not enumerated in their permanent places. In contrast, someone or a family who moved to another place less than six months but intended to settle there, was enumerated in that place.

2. Population are all residents who have stayed for six months or longer, and those who intended to stay more than six months even though their length of stay is less than six months. 3. Average growth of population is the annual population growth rate over a certain period.

4. Population density is the number of people per square kilometer.

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

5. Rasio Jenis Kelamin adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dengan banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 penduduk perempuan. 6. Rumah Tangga adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus, dan biasanya tinggal bersama serta pengelolaan makan dari satu dapur. Yang dimaksud makan dari satu dapur adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-harinya dikelola bersama-sama menjadi satu. 7. Anggota Rumah Tangga adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga, baik yang berada di rumah pada waktu pencacahan maupun yang sementara tidak ada. Ratarata Anggota Rumah Tangga adalah angka yang menunjukkan rata-rata jumlah anggota rumah tangga per rumah tangga. 8. Sumber utama data ketenagakerjaan adalah Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), yang khusus dirancang untuk mengumpulkan informasi/data ketenagakerjaan dan dimaksudkan untuk memantau indikator ketenagakerjaan yang mengacu pada KILM (Key Indicators of the Labour Market) yang direkomendasikan oleh ILO (International Labour Organization).

5. Sex Ratio is the ratio of the number of males to the number of females in a given area and time, usually expressed as the number of males for every 100 females.

6. Household is an individual or a group of people living in a physical/census building unit or part of it and usually commit on a common provision for food and other essentials of living. Common provision for food means one organising daily needs for all of household members

7. Household member is a person who usually lives in a household regardless of their location at the time of enumeration. Average household size is the average number of household members per household.

8. The main source of employment data is National Labour Force Survey (Sakernas). This survey is specifically designed to collect information on employment statistics and is intended to monitor the employment indicator refers to the KILM (Key Indicators of the Labour Market) recommended by ILO (International Labour Organization).

Banten dalam Angka 2012

67

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Sakernas pertama kali diselenggarakan pada tahun 1976 dan mulai tahun 2005 pengumpulan datanya dilaksanakan secara semesteran pada bulan Pebruari (semester I) dan Agustus (semester II). 9. Sejak Sakernas 2001, konsep status pekerjaan dan pengangguran mengalami perluasan dan penyempurnaan. Status pekerjaan yang sebelumnya hanya 5 kategori, mulai tahun 2001 ditambahkan kategori baru yaitu: pekerja bebas di pertanian dan pekerja bebas di non pertanian. Selain itu, dalam rangka menyesuaikan dengan konsep ILO, konsep pengangguran terbuka diperluas yaitu di samping mencakup penduduk yang aktif mencari pekerjaan, mencakup pula kelompok penduduk yang sedang mempersiapkan usaha/pekerjaan baru, dan kelompok penduduk yang tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan serta kelompok penduduk yang tidak aktif mencari pekerjaan dengan alasan sudah diterima bekerja/ mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. 10. Penduduk Usia Kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. 11. Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja yang bekerja atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.

The first Sakernas was conducted in 1976 and since 2005, Sakernas has been conducted in semester period, i.e February (the first semester) and August (the second semester).

9. Since 2001 Sakernas, the concept of employment status and unemployment was revised. The employment status, previously covered only 5 categories, but since 2001 two new categories of casual employee both in agriculture and in non agriculture sectors have been added. To adapt the ILO concept, the concept of open unemployment was also extended. Open unemployment now covers population who were looking for work, population who were establishing a new business/firm/ establishment, discouraged job seekers, and those who were not actively looking for work with the reason of already having job but not starting to work.

10. Working Age Population is population aged 15 years and over.

11. Labor Force are people aged 15 years old and over who, in the previous week, were working, temporarily absent from work but having jobs, and those who did not have job and were looking for work.
Banten in Figures 2012

68

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

12. Bekerja adalah melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/ kegiatan ekonomi). 13. Jumlah Jam Kerja Seluruhnya adalah jumlah jam kerja yang digunakan untuk bekerja (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja yang digunakan untuk hal-hal di luar pekerjaan). 14. Lapangan Usaha adalah bidang kegiatan dari pekerjaan/tempat bekerja dimana seseorang bekerja. Klasifikasi lapangan usaha mengikuti Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam 1 digit. 15. Status Pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam unit usaha/ kegiatan dalam melakukan pekerjaan. 16. Pekerja Tak Dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu usaha untuk memperoleh penghasilan/keuntungan yang dilakukan oleh salah seorang anggota rumah tangga atau bukan anggota rumah tangga tanpa mendapat upah/gaji.

12. The concept of working means activity intended to earn income by doing work or helping to do work at least one hour continuously during the reference week (including unpaid family worker/s for any economic activity).

13. Total Working Hours is the total hours spent by an employee to perform all jobs (excluding the time used for other activities which are not classified as work). 14. Industry is field of a persons activity or establishment. The classification of industries follows the Indonesia Standard Industrial Classification (KBLI) in one digit.

15. Employment Status is the status of a person at his place of work or establishment where he was employed. 16. Unpaid Worker is a person who intended to work without pay in an establishment run by other members of the family, relative or neighbour.

Banten dalam Angka 2012

69

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

3.1 PENDUDUK POPULATION Tabel 3.1.1 Table Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Population by Sex and Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011

Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kabupaten/Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2010 Laki-laki Male (2) Perempuan Female (3) Jumlah Total (4) Laki-laki Male (5)

2011 Perempuan Female (6) Jumlah Total (7)

589 056 619 052 1 454 956 713 694

560 554 585 043 1 379 420 689 124

1 149 610 1 204 095 2 834 376 1 402 818

599 506 630 629 1 516 873 728 265

572 673 598 255 1 443 601 705 872

1 172 179 1 228 884 2 960 474 1 434 137

921 043 191 879 297 187 652 281 5 439 148

877 558 182 680 280 598 638 041

1 798 601 374 559 577 785 1 290 322

955 722 197 230 307 226 684 155 5 619 606

914 069 188 490 291 181 671 771

1 869 791 385 720 598 407 1 355 926

5 193 018 10 632 166

5 385 912 11 005 518

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

70

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.1.2 Table

Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Provinsi Banten, 2010-2011 Number of Population by Age Group and Sex in Banten Province, 2010-2011

Kelompok Umur Age Group (1) 04 59 10 14 15 19 20 24 25 29 30 34 35 39 40 44 45 49 50 54 55 59 60 64 65 69 70 74 75 + Jumlah / Total

2010 Laki-laki Male (2) 540 609 550 916 549 494 521 301 514 698 540 294 489 018 452 451 380 622 295 174 224 961 149 150 94 560 62 094 39 693 34 113 5 439 148 Perempuan Female (3) 509 702 517 076 514 560 497 914 515 218 535 167 487 768 425 133 345 887 265 664 197 706 123 458 94 910 66 099 49 363 47 393 5 193 018 Jumlah Total (4) 1 050 311 1 067 992 1 064 054 1 019 215 1 029 916 1 075 461 976 786 877 584 726 509 560 838 422 667 272 608 189 470 128 193 89 056 81 506 10 632 166 Laki-laki Male (5) 575 366 532 087 555 120 535 954 533 301 541 837 511 357 468 435 401 102 316 121 239 550 162 151 105 061 65 535 41 397 35 232 5 619 606

2011 Perempuan Female (6) 545 288 504 282 520 559 511 313 530 276 539 871 512 658 447 302 367 767 285 402 212 376 138 606 99 916 69 971 49 553 50 772 5 385 912 Jumlah Total (7) 1 120 654 1 036 369 1 075 679 1 047 267 1 063 577 1 081 708 1 024 015 915 737 768 869 601 523 451 926 300 757 204 977 135 506 90 950 86 004 11 005 518

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

71

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Tabel 3.1.3 Table

Distribusi Persentase Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Percentage Distribution of Population and Population Density by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011
Persentase Penduduk Percentage of Population Rasio Seks Sex Ratio Kepadatan Penduduk per km2 Population Density per sq.km

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2010 (2)

2011 (3)

2010 (4)

2011 (5)

2010 (6)

2011 (7)

10,81 11,33 26,66 13,19

10,65 11,17 26,90 13,03

105,1 105,8 105,5 103,6

104,7 105,4 105,1 103,2

419 351 2 801 809

427 359 2 926 827

16,92 3,52 5,43 12,14 100,00

16,99 3,50 5,44 12,32

105,0 105,0 105,9 102,2 104,7

104,6 104,6 105,5 101,8

11 685 2 134 2 166 8 766 1 100

12 147 2 198 2 244 9 212

100,00

104,3

1 139

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

72

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.1.4 Table

Jumlah Rumahtangga dan Rata-rata Banyaknya Anggota Rumahtangga Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Number of Household and Average Household Size by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Jumlah Rumahtangga Number of Household 2010 2011 (3)

Rata-rata Banyaknya Anggota Rumahtangga Average Household Size 2010 (4) 2011 (5)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

(2)

272 937 294 780 690 042 318 873

281 098 325 964 706 557 323 004

4,21 4,08 4,11 4,40

4,17 3,77 4,19 4,44

475 302 89 754 126 008 328 926 2 596 622

492 050 90 333 132 391 332 335 2 684 273

3,78 4,17 4,59 3,92 4,09

3,80 4,27 4,52 4,08 4,10

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

73

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Tabel Table

3.1.5

Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 1961-2011 Population by Regency/Municipality in Banten Province, 1961-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

1961 (2)

1971 (3)

1980 (4)

1990 (5)

2000 (6)

2010 (7)

2011 (8)

440 213 427 802 643 647 648 115

572 628 546 364

694 759 682 868

858 435 1 011 843 873 646 1 030 245

1 149 610 1 204 095 2 834 376 1 402 818

1 172 179 1 228 884 2 960 474 1 434 137

789 870 1 131 199 1 843 755 1 958 215 766 410 968 358 1 244 755 1 216 972

206 743 72 054 ... ...

276 825 93 057 ... ...

397 825 140 828 ... ...

921 848 1 326 117 226 083 ... ... 294 995 436 122 823 768

1 798 601 374 559 577 785 1 290 322

1 869 791 385 720 598 407 1 355 926

Provinsi Banten

2 438 574 3 045 154 4 015 837 5 968 522 8 098 277 10 632 166 11 005 518

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
1) 2)

Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk Sensus Penduduk 1961, 1971, 1980 dan 1990. Including Tangerang Selatan Municipality for Population Census 1961, 1971, 1980, and 1990. Termasuk Kota Serang untuk Sensus Penduduk 1961, 1971, 1980 dan 1990 Including Serang Municipality for Population Census 1961, 1971, 1990, and 1990.

74

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.1.6 Table

Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (persen), 1961-2011 Population Growth Rate by Regency/Municipality in Banten Province (percent), 1961-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

1961-1971 (2)

1971-1980 (3)

1980-1990 (4)

1990-2000 (5)

2000-2010 (6)

2010-2011 (7)

2,66 2,48 4,07 2,69

2,17 2,51 4,07 2,63

2,14 2,49 5,00 2,54

1,66 1,66 4,20 2,88

1,30 1,58 3,80 1,44

0,76 0,85 3,03 1,01

2,96 2,59 ... ... 2,25

4,11 4,71 ... ... 3,12

8,77 4,85 ... ... 4,04

3,70 2,70 ... ... 3,10

3,12 2,44 2,88 4,63 2,78

2,58 1,69 2,23 3,60 2,17

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
1) 2)

Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk Sensus Penduduk 1961, 1971, 1980, dan 1990. Including Tangerang Selatan Municipality for Population Census 1961, 1971, 1980, and 1990. Termasuk Kota Serang untuk Sensus Penduduk 1961, 1971, 1980, dan 1990. Including Serang Municipality for Population Census 1961, 1971, 1980, and 1990.

Banten dalam Angka 2012

75

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

3.2 KETENAGAKERJAAN EMPLOYMENT Tabel Table 3.2.1 Indikator Ketenagakerjaan Provinsi Banten, 2011-2012 Employment Indicators of Banten Province, 2011-2012

Uraian Description (1) 1. Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Population 15 Years of Age and Over 2. Angkatan Kerja/Economically Active a. Bekerja/Working b. Pengangguran/Unemplyment 3. Bukan Angkatan Kerja Not Economically Active 4. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Open Unemployment Rate (OURs) 5. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Labor Force Partipation Rate (LFPRs)

Satuan Unit (2) orang/people orang/people orang/people orang/people orang/people persen/percent persen/percent

Februari February 2011 (3) 7 591 280 5 164 681 4 467 598 697 083 2 426 599 68,03 13,50

Agustus August 2011 (4) 7 686 359 5 210 224 4 529 660 680 564 2 476 135 67,79 13,06

Februari February 2012 (5) 7 783 259 5 398 644 4 818 967 579 677 2 384 615 69,36 10,74

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Agustus 2010-Februari 2012 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey, August 2010-February 2012

76

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.2.2 Table

Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas di Provinsi Banten Menurut Golongan Umur dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu, 2011 Population 15 Years of Age and Over in Banten Province by Age Group and Type of Activity During The Previous Week, 2011
Angkatan Kerja Economically Active Bekerja Working (2) 234 592 557 028 727 049 697 431 608 766 607 543 418 535 301 311 377 405 Pengangguran Unemployment (3) 256 501 152 302 87 744 61 865 27 046 18 762 15 683 12 889 47 772 Jumlah Total (4) 491 093 709 330 814 793 759 296 635 812 626 305 434 218 314 200 425 177 Bukan Angkatan Kerja Not Economically Active (5) 668 793 245 003 254 619 288 921 203 408 189 189 138 646 127 584 359 972 Penduduk 15 Tahun Ke Atas Population 15 Years of Age (6) 1 159 886 954 333 1 069 412 1 048 217 839 220 815 494 572 864 441 784 785 149

Golongan Umur Age Group (1) 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55

Jumlah / Total

4 529 660

680 564

5 210 224

2 476 135

7 686 359

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

Banten dalam Angka 2012

77

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Tabel 3.2.3 Table

Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas di Provinsi Banten Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu, 2011 Population 15 Years of Age and Over in Banten Province by Educational Attainment and Type of Activity During The Previous Week, 2011
Angkatan Kerja Economically Active Bekerja Working (2) Pengangguran Unemployment (3) Jumlah Total (4) Bukan Angkatan Kerja Not Economically Active (5) Penduduk 15 Tahun Ke Atas Population 15 Years of Age (6)

Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Educational Attainment (1) Tidak/Belum Tamat SD/Sederajat No schooling / did not complete Primary School SD/Sederajat Elementary School SLTP/Sederajat Junior High School SLTA/Sederajat Senior High School Universitas/Sederajat University/Academy

641 237

72 763

714 000

558 786

1 272 786

1 181 876

135 939

1 317 815

633 215

1 951 030

884 938

206 681

1 091 619

747 349

1 838 968

1 352 972

232 023

1 584 995

469 277

2 054 272

468 637

33 158

501 795

67 508

569 303

Jumlah / Total

4 529 660

680 564

5 210 224

2 476 135

7 686 359

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

78

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.2.4 Table

Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas di Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu, 2011 Population 15 Years of Age in Banten Province by Regency/Municipality and Type of Activity During The Previous Week, 2011
Angkatan Kerja Economically Active Bekerja Working (2) Pengangguran Unemployment (3) Jumlah Total (4) Bukan Penduduk Angkatan Kerja 15 Tahun Ke Not Atas Economically Population Active 15 Years of Age (5) (6)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

455 379 482 907 1 212 422 570 246

58 108 66 471 204 358 87 433

513 487 549 378 1 416 780 657 679

285 352 314 439 622 785 358 176

798 839 863 817 2 039 565 1 015 855

823 516 161 448 236 579 587 163

121 818 24 426 38 015 79 935

945 334 185 874 274 594 667 098

399 215 79 664 125 706 290 798

1 344 549 265 538 400 300 957 896

Provinsi Banten

4 529 660

680 564

5 210 224

2 476 135

7 686 359

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

Banten dalam Angka 2012

79

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Tabel Table

3.2.5

Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Golongan Umur dan Lapangan Pekerjaan Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Age Group and Main Industry in Banten Province, 2011
Lapangan Usaha Pekerjaan Utama Main Industry Pertanian Agriculture (2) 27 886 40 300 67 228 51 971 74 235 100 027 72 042 69 965 126 468 630 122 Industri Industry (3) 71 714 210 825 233 439 207 442 150 950 130 137 69 883 39 664 26 373 1 140 427 Perdagangan Jasa-jasa Trading Services (4) 67 585 124 459 159 149 157 153 149 644 155 907 105 235 90 872 108 381 1 118 385 (5) 47 456 108 888 133 891 142 154 111 740 103 097 80 116 50 533 52 660 830 535 19 951 72 556 133 342 138 711 122 197 118 375 91 259 50 277 63 523 810 191 234 592 557 028 727 049 697 431 608 766 607 543 418 535 301 311 377 405 4 529 660 Lainnya Others

Golongan Umur Age Group (1) 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 Jumlah / Total

Jumlah Total

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

80

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.2.6 Table

Penduduk Berusia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Lapangan Pekerjaan Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Educational Attainment and Main Industry in Banten Province, 2011
Lapangan Usaha Pekerjaan Utama Main Industry Pertanian Agriculture (2) Industri Perdagangan Jasa-jasa Industry Trading Services (3) (4) (5) Lainnya Others

Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Educational Attainment (1) Tidak/Belum Tamat SD/Sederajat No schooling / did not complete Primary School SD/Sederajat Elementary School SLTP/Sederajat Junior High School SLTA/Sederajat Senior High School Universitas/Sederajat University/Academy

Jumlah Total

230 716

85 040

148 868

81 246

95 367

641 237

311 362

209 582

319 378

113 116

228 438

1 181 876

64 161

298 846

242 203

132 067

147 661

884 938

21 461

504 857

348 303

257 766

220 585

1 352 972

2 422

42 102

59 633

246 340

118 140

468 637

Jumlah / Total

630 122

1 140 427

1 118 385

830 535

810 191

4 529 660

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

Banten dalam Angka 2012

81

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Tabel 3.2.7 Table

Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Lapangan Pekerjaan Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Main Industry in Banten Province, 2011
Lapangan Usaha Pekerjaan Utama Main Industry Pertanian Agriculture (2) Industri Industry (3) Perdagangan Jasa-jasa Lainnya Trading Services Others (4) (5)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

Jumlah Total

165 870 207 112 75 426 141 965

45 059 27 020 544 270 119 375

108 169 87 106 278 954 135 709

65 440 56 674 159 043 88 390

70 841 104 995 154 729 84 807

455 379 482 907 1 212 422 570 246

14 635 8 264 11 259 5 591 630 122

268 959 26 089 50 365 59 290 1 140 427

216 598 48 782 78 686 164 381 1 118 385

172 268 36 394 59 287 193 039 830 535

151 056 41 919 36 982 164 862 810 191

823 516 161 448 236 579 587 163 4 529 660

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

82

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.2.8 Table

Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Golongan Umur dan Status Pekerjaan Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Age Group and Main Employment Status in Banten Province, 2011
Status Pekerjaan Utama / Main Employment Status

Golongan Umur Age Group

Berusaha Sendiri Self Employed (2) 25 963 61 952 95 063 105 960 136 594 134 256 92 298 79 677 104 060 835 823

Dibantu Buruh Tidak Tetap Self Employed Assisted by Family Member / Temporary Worker (3) 5 308 19 870 30 886 47 242 63 342 74 278 55 536 40 076 99 493 436 031

Dibantu Buruh Tetap Employer with Permanent Workers (4) 1 037 11 695 12 520 20 949 25 357 17 982 12 854 17 662 120 056

(1) 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 Jumlah / Total

Banten dalam Angka 2012

83

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Lanjutan Tabel / Continued Table 3.2.8

Status Pekerjaan Utama / Main Employment Status Golongan Umur Age Group Buruh/Karyawan Pekerja Bebas Employee Casual Employee (5) 149 206 392 047 470 129 447 343 278 462 271 262 180 448 105 126 87 151 2 381 174 (6) 21 801 43 355 70 300 56 048 73 593 56 972 44 689 30 996 37 443 435 197 Pekerja Tidak Dibayar Unpaid Worker (7) 31 277 39 804 48 976 28 318 35 826 45 418 27 582 32 582 31 596 321 379 Jumlah Total

(1) 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 Jumlah / Total

(8) 234 592 557 028 727 049 697 431 608 766 607 543 418 535 301 311 377 405 4 529 660

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

84

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.2.9 Table

Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Status Pekerjaan Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Educational Attainment and Main Employment Status in Banten Province, 2011
Status Pekerjaan Utama / Main Employment Status

Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Educational Attainment

Berusaha Sendiri Self Employed (2)

Dibantu Buruh Tidak Tetap Self Employed Assisted by Family Member / Temporary Worker (3)

Dibantu Buruh Tetap Employer with Permanent Workers (4)

(1) Tidak/Belum Tamat SD/Sederajat No schooling / did not complete Primary School SD/Sederajat Elementary School SLTP/Sederajat Junior High School SLTA/Sederajat Senior High School Universitas/Sederajat University/Academy Jumlah / Total

180 163

119 204

15 974

291 617 158 874 187 509 17 660

170 250 61 401 79 483 5 693

27 099 25 162 35 384 16 437

835 823

436 031

120 056

Banten dalam Angka 2012

85

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Lanjutan Tabel / Continued Table 3.2.9

Status Pekerjaan Utama / Main Employment Status Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Educational Attainment Jumlah Total

Buruh/Karyawan Pekerja Bebas Employee Casual Employee (5) (6)

Pekerja Tidak Dibayar Unpaid Worker (7)

(1) Tidak/Belum Tamat SD/Sederajat No schooling / did not complete Primary School SD/Sederajat Elementary School SLTP/Sederajat Junior High School SLTA/Sederajat Senior High School Universitas/Sederajat University/Academy Jumlah / Total

(8)

142 513

106 041

77 342

641 237

341 379 505 820 968 475 422 987

213 043 79 736 33 173 3 204

138 488 53 945 48 948 2 656

1 181 876 884 938 1 352 972 468 637

2 381 174

435 197

321 379

4 529 660

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

86

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja 3.2.10 Menurut Kabupaten/Kota dan Status Pekerjaan Table Utama di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Recency/Municipality and Main Employment Status in Banten Province, 2011
Status Pekerjaan Utama / Main Employment Status Kabupaten/Kota Regency/Municipality Dibantu Buruh Tidak Tetap Self Employed Assisted by Family Member / Temporary Worker (3)

Berusaha Sendiri Self Employed (2)

Dibantu Buruh Tetap Employer with Permanent Workers (4)

(1) Kabupaten/Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

99 536 61 431 229 655 139 245

49 962 118 305 90 868 85 774

7 347 21 300 27 960 12 948

155 316 32 635 40 148 77 857 835 823

41 766 13 147 21 171 15 038 436 031

25 489 4 226 6 546 14 240 120 056

Banten dalam Angka 2012

87

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Lanjutan Tabel / Continued Table 3.2.10

Status Pekerjaan Utama / Main Employment Status Kabupaten/Kota Regency/Municipality Buruh/Karyawan Pekerja Bebas Employee Casual Employee (5) (6) Pekerja Tidak Dibayar Unpaid Worker (7) Jumlah Total

(1) Kabupaten/Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

(8)

134 236 68 319 759 938 215 763

109 240 116 274 57 810 63 642

55 058 97 278 46 191 52 874

455 379 482 907 1 212 422 570 246

538 995 80 129 132 535 451 259 2 381 174

36 479 15 491 21 074 15 187 435 197

25 471 15 820 15 105 13 582 321 379

823 516 161 448 236 579 587 163 4 529 660

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

88

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.2.11 Table

Penduduk 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Golongan Umur dan Jumlah Jam Kerja Seluruhnya dalam Seminggu di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Age Group and Total Working Hours During The Previous Week in Banten Province, 2011
Jumlah Jam Kerja Seluruhnya / Total Working Hours

Golongan Umur Age Group

Sementara Tidak Bekerja (0 Jam) (2) 1 494 5 402 5 598 9 124 12 517 12 757 9 089 5 014 27 247

1 - 14 Jam (3) 15 001 9 433 15 772 20 095 13 858 20 786 16 030 17 457 26 960

15 - 34 Jam (4) 27 529 72 738 93 736 96 879 90 814 107 441 67 009 68 167 103 953

35 Jam (5) 190 568 469 455 611 943 571 333 491 577 466 559 326 407 210 673 219 245

Jumlah (6) 234 592 557 028 727 049 697 431 608 766 607 543 418 535 301 311 377 405

(1) 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55

Jumlah / Total

88 242

155 392

728 266

3 557 760

4 529 660

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

Banten dalam Angka 2012

89

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Tabel 3.2.12 Table

Penduduk 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jumlah Jam Kerja Seluruhnya dalam Seminggu di Provinsi Banten, 2011 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Educational Attainment and Total Working Hours During The Previous Week in Banten Province, 2011
Jumlah Jam Kerja Seluruhnya / Total Working Hours Sementara Tidak Bekerja (0 Jam) (2)

Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Educational Attainment (1) Tidak/Belum Tamat SD/Sederajat No schooling / did not complete Primary School SD/Sederajat Elementary School SLTP/Sederajat Junior High School SLTA/Sederajat Senior High School Universitas/Sederajat University/Academy

1 - 14 Jam (3)

15 - 34 Jam (4)

35 Jam (5)

Jumlah (6)

32 448

43 481

190 849

374 459

641 237

32 437 8 257 14 680 420

47 569 27 839 28 647 7 856

264 309 98 055 96 636 78 417

837 561 750 787 1 213 009 381 944

1 181 876 884 938 1 352 972 468 637

Jumlah / Total

88 242

155 392

728 266

3 557 760

4 529 660

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

90

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan 3.2.13 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Table Menurut Golongan Umur di Provinsi Banten, 2009-2011 Open Unemployment Rate (OURs) and Labor Force Participation Rate (LFPRs) by Age Group in Banten Province, 2009-2011
TPT / OURs 2009 (2) 42,32 28,68 14,64 10,01 7,70 6,98 8,93 6,42 6,37 14,97 2010 (3) 41,72 22,86 14,90 9,53 7,68 6,68 6,07 5,84 8,52 13,68 2011 (4) 52,23 21,47 10,77 8,15 4,25 3,00 3,61 4,10 11,24 13,06 2009 (5) 37,98 69,38 71,03 71,42 72,33 74,57 72,16 71,49 47,32 63,74 TPAK / LFPRs 2010 (6) 35,56 70,16 77,94 72,88 74,42 75,15 73,05 73,31 45,95 65,34 2011 (7) 42,34 74,33 76,19 72,44 75,76 76,80 75,80 71,12 54,15 67,79

Golongan Umur Age Group (1) 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 Jumlah / Total

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

Banten dalam Angka 2012

91

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Tabel Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 3.2.14 dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Table Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan di Provinsi Banten, 2009-2011 Open Unemployment Rate (OURs) and Labor Force Participation Rate (LFPRs) by Educational Attainment in Banten Province, 2009-2011
Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Educational Attainment (1) Tidak/Belum Tamat SD/Sederajat No schooling / did not complete Primary School SD/Sederajat Elementary School SLTP/Sederajat Junior High School SLTA/Sederajat Senior High School Universitas/Sederajat University/Academy Jumlah / Total TPT / OURs 2009 (2) 2010 (3) 2011 (4) 2009 (5) TPAK / LFPRs 2010 (6) 2011 (7)

7,98

11,27

10,19

57,37

55,40

56,10

14,21 15,32 18,70 20,67

12,79 14,32 14,14 17,04

10,32 18,93 14,64 6,61

61,92 55,13 73,86 86,22

65,35 55,01 74,48 87,62

67,54 59,36 77,16 88,14

14,97

13,68

13,06

63,74

65,34

67,79

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011

92

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 3.2.15 dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Table Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Open Unemployment Rate (OURs) and Labor Force Participation Rate (LFPRs) by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011
TPT / OURs 2009 (2) 2010 (3) 2011 (4) 2009 (5) TPAK / LFPRs 2010 (6) 2011 (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten
1)

10,98 13,42 15,86 14,45

11,34 13,35 14,01 16,19

11,32 12,10 14,42 13,29

63,52 67,69 62,12 60,78

63,76 63,76 65,90 65,68

64,28 63,60 69,46 64,74

15,57 18,26 17,55 ... 14,97

14,09 19,84 17,11 8,22 13,68

12,89 13,14 13,84 11,98 13,06

68,51 60,09 60,51 ... 63,74

69,17 65,60 67,64 60,00 65,34

70,31 70,00 68,60 69,64 67,79

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Labor Force Survey August 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2009 / Including Tangerang Selatan Municipality for the year of 2009

Banten dalam Angka 2012

93

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Tabel 3.2.16 Table

Ikhtisar Statistik Pencari Kerja di Provinsi Banten, 2009-2011 Brief Statistics of Job Applicants in Banten Province, 2009-2011

Status Pencari Kerja Job Applicant Status (1) Sisa pencari kerja tahun sebelumnya Job applicants remaining in the previous year Pencari kerja yang terdaftar Job applicants who registered Penempatan tenaga kerja Job applicants who placed Penghapusan pencari kerja Job applicants are removed from the list of job seekers Sisa pencari kerja tahun ini Job applicants remaining in the end of the year

2009 (2) 166 807 126 003 40 962 70 166 181 682

2010 (3) 181 682 159 213 49 405 98 479 193 011

2011 (4) 193 011 96 034 28 125 112 117 148 803

Sumber / Source : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Office of Man Power and Transmigration Services of Banten Province

94

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.2.17 Table

Informasi Pencari Kerja Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan di Provinsi Banten, 2011 Information on Job Applicants by Educational Attainment in Banten Province, 2011

Pencari Kerja / Job Applicants Tingkat Pendidikan Educational Attainment Sisa Tahun Lalu Remaining from The Prev.Year (2) Terdaftar Tahun Ini Registered (3) Penempatan Tahun Ini Placed (4) Sisa Akhir Dihapuskan Tahun Ini Tahun Ini Remaining Removed in the End of from The List The Year (5) (6)

(1) Tidak/Belum Tamat SD/Sederajat No schooling / did not complete Primary School SD/Sederajat Elementary School SLTP/Sederajat Junior High School SLTA/Sederajat Senior High School DI/II Diploma III Strata I/Diploma IV Strata II/Strata III

1 000

1 004

60

823

1 121

2 535 23 753 129 834 4 358 11 715 19 510 306

1 344 17 398 67 795 400 2 921 5 092 80

416 5 237 20 589 53 824 944 2

982 18 710 77 151 1 398 4 784 8 117 152

2 481 17 204 99 889 3 307 9 028 15 541 232

Jumlah / Total

193 011

96 034

28 125

112 117

148 803

Sumber / Source : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Office of Man Power and Transmigration Services of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

95

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Tabel 3.2.18 Table

Informasi Pencari Kerja Dirinci Menurut Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Information on Job Applicants by Regional Office of Man Power in Banten Province, 2011
Pencari Kerja / Job Applicant

Dinas Tenaga Kerja Regional Office of Man Power

Sisa Tahun Lalu Remaining from The Prev.Year (2)

Terdaftar Tahun Ini Registered (3)

Penempatan Tahun Ini Placed (4)

Sisa Akhir Dihapuskan Tahun Ini Tahun Ini Remaining Removed in the End of from The List The Year (5) (6)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

10 968 14 471 76 819 16 165

7 751 6 941 18 229 23 615

319 1 082 8 202 2 232

4 360 5 820 29 227 28 853

14 040 14 510 57 619 8 695

32 345 11 186 24 017 7 040

21 075 4 065 9 313 5 045

12 789 940 485 2 076

26 744 2 633 12 744 1 736

13 887 11 678 20 101 8 273

Provinsi Banten

193 011

96 034

28 125

112 117

148 803

Sumber / Source : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Office of Man Power and Transmigration Services of Banten Province

96

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.2.19 Table

Ikhtisar Statistik Lowongan Kerja di Provinsi Banten, 2009-2011 Brief Statistic on Job Vacancies in Banten Province, 2009-2011

Status Lowongan Kerja Status of Job Vacancy (1) Sisa tahun lalu Remaining from the previous year Terdaftar tahun ini Registered Terpenuhi tahun ini Fullfilled Dihapuskan tahun ini Removed from the list Sisa akhir tahun ini Remaining in the end of year

2009 (2) 1 234 53 800 40 962 12 910 1 162

2010 (3) 1 162 75 174 49 405 6 758 20 173

2011 (4) 20 173 51 700 27 575 17 730 26 568

Sumber / Source : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Office of Man Power and Transmigration Services of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

97

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Tabel 3.2.20 Table

Informasi Lowongan Kerja Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan di Provinsi Banten, 2011 Information on Job Vacancies by Educational Attainment in Banten Province, 2011
Lowongan Kerja / Job Vacancy

Tingkat Pendidikan Education Attainment

Sisa Tahun Lalu Remaining from Prev.Year (2) 1 116 6 105 12 730 91 119 12 -

Terdaftar Tahun Ini Registered (3) 49 770 8 924 36 444 428 2 511 2 570 4

Penempatan Tahun Ini Placed (4) 27 477 5 112 20 193 107 854 805 -

Sisa Akhir Dihapuskan Tahun Ini Tahun Ini Remaining Removed in the End of from The List The Year (5) 14 134 3 480 12 198 118 644 1 142 (6) 8 1 275 6 437 16 783 294 1 132 635 4

(1) Tidak / Belum Tamat SD SD/Sederajat Elementary School SLTP/Sederajat Junior High School SLTA/Sederajat Senior High School DI/II Diploma III Strata I/Diploma IV Strata II/Strata III

Jumlah / Total

20 173

51 700

27 575

17 730

26 568

Sumber / Source : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Office of Man Power and Transmigration Services of Banten Province

98

Banten in Figures 2012

BAB III

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel 3.2.21 Table

Informasi Lowongan Kerja Dirinci Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten, 2011 Information on Job Vacancies by Economic Sectors in Banten Province, 2011
Lowongan Kerja / Job Vacancies

Sektor Ekonomi Economic Sectors

Sisa Tahun Lalu Remaining From Prev.Year (2) 21 74 17 969 72 135 873 424 523 82

Terdaftar Penempatan Tahun Ini Tahun Ini Registered Placed (3) 144 63 34 582 204 65 11 719 607 1 459 2 857 (4) 122 57 20 554 189 53 3 387 563 1 122 1 528

Sisa Akhir Dihapuskan Tahun Ini Tahun Ini Remaining Removed in the End from The List of The Year (5) 11 16 13 579 16 8 3 542 206 194 158 (6) 32 64 18 418 71 139 5 663 262 666 1 253

(1) Pertanian Agriculture Pertambangan dan Penggalian Mining and Quarrying Industri Pengolahan Manufacturing Industry Listrik, Gas dan Air Bersih Electricity, Gas, and Water Supply Bangunan Construction Perdagangan, Hotel dan Restoran / Trade, Hotel, and Restaurant Angkutan, Pergudangan dan Komunikasi / Transportation, Warehousing, and Communication Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan / Finance, Jasa-Jasa Services Jumlah / Total

20 173

51 700

27 575

17 730

26 568

Sumber / Source : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Office of Man Power and Transmigration Services of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

99

POPULATION AND EMPLOYMENT

CHAPTER III

Tabel Upah Minimum Kabupaten/Kota per Bulan 3.2.22 di Provinsi Banten (rupiah), 2007-2012 Table Minimum Wage per Month by Regency/Municipality in Banten Province (rupiahs), 2007-2012

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2007 (2)

2008 (3)

2009 (4)

2010 (5)

2011 (6)

2012 (7)

792 750 786 000 882 500 869 000

840 000 842 000 953 850 927 500

918 950 918 000 1 055 000 1 030 000

964 500 959 500 1 117 245 1 101 000

1 015 000 1 007 500 1 285 000 1 189 600

1 050 000 1 047 800 1 527 000 1 320 500

882 500 905 000 ... ... 746 500

958 782 971 400 927 500 ... 837 000

1 064 500 1 099 000 1 030 000 ... 917 500

1 118 009 1 174 000 1 050 000 ... 955 300

1 290 000 1 224 000 1 156 000 1 290 000 1 000 000

1 527 000 1 347 000 1 231 000 1 527 000 1 040 000

Sumber / Source : Dewan Pengupahan Provinsi Banten / Regional Wage Board of Banten Province Catatan / Note :
1) 2)

Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2007-2010 Including Tangerang Selatan Municipality for the years of 2007-2010 Termasuk Kota Serang untuk tahun 2007 Including Serang Municipality for the years of 2007

100

Banten in Figures 2012

4
SOSIAL
Social

BAB IV

SOSIAL

Penjelasan Teknis 1. Tidak/belum pernah sekolah adalah mereka yang tidak pernah atau belum pernah terdaftar dan tidak pernah atau belum pernah aktif mengikuti pendidikan di suatu jenjang pendidikan formal.

1. Technical Notes 2. 1. Not/never attending school is someone who has never attended or never been registered in a formal education, such as primary, secondary and tertiary education. Those who just completed kindergarten are considered as never attended school. 2. Attending school is someone who is currently attending primary, secondary or tertiary education. For students who are on leave are considered still in school.

2. Masih bersekolah adalah mereka yang terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan di suatu jenjang pendidikan formal, baik pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Bagi mahasiswa yang sedang cuti dianggap masih bersekolah. 3. Tidak bersekolah lagi adalah mereka yang pernah terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan di suatu jenjang pendidikan formal, tetapi pada saat pencacahan tidak lagi terdaftar dan tidak aktif mengikuti pendidikan. 4. Tamat sekolah adalah menyelesaikan pelajaran yang ditandai dengan lulus ujian akhir pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang pendidikan di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat belajar/ ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi tetapi telah mengikuti ujian akhir dan lulus dianggap tamat sekolah.

3. Not Attending school anymore is someone who is not currently attending school.

4. Completed particular level of education is someone who has completed particular level of education in private or public school by owning certificate.

Banten dalam Angka 2012

103

SOCIAL

CHAPTER IV

5. Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang dimulai dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Pendidikan yang dicatat adalah pendidikan formal berdasar kurikulum Departemen Pendidikan Nasional, termasuk pendidikan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren dengan memakai kurikulum Departemen Pendidikan Nasional, seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Pondok pesantren/madrasah diniyah adalah sekolah yang tidak memakai kurikulum dari Departemen Pendidikan Nasional.

5. School is formal education institution starting from primary, secondary and tertiary education. The education data recorded in the survey covering data on formal education based on the curriculum set up by Ministry of National Education including education carried out by Muslim Boarding School (Pondok Pesantren) implementing the Ministry of National Education curriculum, such as Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Primary School), Madrasah Tsanawiyah (Islamic Junior High School), and Madrasah Aliyah (Islamic Senior High School). Pondok pesantren /madrasah diniyah (Islamic boarding school/Islamic school) is school which does not implement curriculum from the Ministry of National Education. 6. Madrasah Ibtidaiyah is Islamic school at primary education. Madrasah Tsanawiyah is Islamic school at lower secondary education and Madrasah Aliyah is Islamic School at higher secondary education (SMA).

6. Madrasah Ibtidaiyah adalah lembaga pendidikan berciri khas Islam pada jenjang Sekolah Dasar. Madrasah Tsanawiyah adalah lembaga pendidikan berciri khas Islam pada jenjang Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Aliyah adalah lembaga pendidikan berciri khas Islam pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). 7. Dapat membaca dan menulis artinya dapat membaca dan menulis kata-kata/kalimat sederhana dengan suatu aksara tertentu.

7. Able to read and write is the ability to read and write at least a simple sentence.

104

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

8. Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, termasuk rumah sakit khusus seperti rumah sakit perawatan paru-paru, dan RS jantung. 9. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah unit pelayanan kesehatan milik pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat untuk wilayah kecamatan, sebagian kecamatan, atau kelurahan (misal di DKI Jakarta). Tim Puskesmas sesuai jadwal dapat melakukan kegiatan Puskesmas Keliling ke tempat-tempat tertentu dalam wilayah kerjanya, untuk mendekatkan pelayanan dengan masyarakat 10. Apotik adalah tempat penjualan obat yang mempunyai izin operasi dari Kementerian Kesehatan, u.p. Ditjen POM, di bawah pengawasan apoteker.

8. Hospital is a place for health check, usually controlled/ supervised by doctors / medical personnel. Including in this category are special hospitals such Lung Hospital and Coronary Hospital.

9. Community Health Centre (CHC) is a health centre provided by the government that is responsible for the delivery of health services to the community at the sub-district level, part of subdistrict or villages (e.g. in DKI Jakarta). Officials in the CHC as scheduled can provide health services in their working areas in the effort of closing their services to the community through Mobile CHC program.

10. Pharmacy is a place of selling medicines having permit operation from the Ministry of Health, through Directorate General for Food and Medicine Supervision, under the control of pharmacist. 11. Immunization is putting enervated microbe of a certain disease into human body by injection or drinking (dropping into mouth) to make the body immune to that disease.

11. Imunisasi adalah memasukkan kuman atau racun penyakit tertentu yang sudah dilemahkan (vaksin) ke dalam tubuh dengan cara disuntik atau diminum (diteteskan dalam mulut) dengan maksud agar terjadi kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut. 12. Angka kumulatif kasus AIDS adalah angka yang menunjukkan jumlah kumulatif kasus AIDS dibagi jumlah penduduk dikali 100.000.
Banten dalam Angka 2012

12. AIDS Case Rate is the total number of AIDS cummulative cases devided by the population, multiplied by 100,000.

105

SOCIAL

CHAPTER IV

13. Status penguasaan bangunan tempat tinggal milik sendiri adalah jika tempat tinggal tersebut pada waktu pencacahan betul-betul sudah milik krt atau salah seorang art. Rumah yang dibeli secara angsuran melalui kredit bank atau rumah dengan status sewa beli dianggap rumah milik sendiri. 14. Luas lantai adalah luas lantai yang ditempatkan dan digunakan untuk keperluan sehari-hari. 15. Peristiwa Tindak Pidana yang Dilaporkan ialah setiap peristiwa yang diterima kepolisian dari laporan masyarakat, atau peristiwa dimana pelakunya tertangkap tangan oleh kepolisian. 16. Jumlah Tindak Pidana menggambarkan jumlah kasus tindak pidana yang terjadi pada kurun waktu tertentu. 17. Resiko Penduduk Terjadi Tindak Pidana per 100.000 Penduduk : [Jumlah peristiwa tindak pidana pada tahun t] x 100.000 / [Jumlah penduduk pada tahun t]. 18. Resiko Penduduk Terjadi Tindak Pidana per 100.000 mengindikasikan peluang penduduk berisiko terkena tindak pidana. Biasanya dinyatakan dalam setiap 100.000 penduduk.

13. Own ownership property status is a status of dwelling occupied belongs to the head of household or one of the household member. Houses bought through bank credit or houses with leasing status were also categorized as an own property.

14. Floor area is the total area which is occupied and utilized daily.

15. Reported Crime Incidence. Reported Crime Incidence includes all criminal cases reported and received by police office, and all crimes caught by police.

16. Crime Total refers to the number of criminal cases occurring during a given period

17. Crime Rate : [Number of criminal cases in the year of t] x [100,000] / [Total of population in the year of t].

18. Crime Rate indicates the probability of population exposed to risk of crime, expressed in every 100,000 people.

106

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

19. Selang Waktu Terjadi Tindak Pidana Tahun t : 365 x 24 x 60 x 60 x (detik) / [Jumlah peristiwa tindak pidana pada tahun t] 20. Selang Waktu Terjadi Tindak Pidana Tahun t (Crime Clock) mengindikasikan selang waktu terjadinya satu tindak kejahatan dengan kejahatan yang lain. 21. Persentase Penyelesaian Tindak Pidana : [Jumlah peristiwa tindak pidana yang diselesaikan] x [100%] / [Jumlah peristiwa tindak pidana yang dilaporkan]. 22. Persentase Penyelesaian Peristiwa Tindak Pidana menyatakan persentase penyelesaian tindak pidana oleh polisi. Suatu tindak pidana dinyatakan sebagai kasus yang selesai di tingkat kepolisian, apabila: 1. Berkas perkaranya sudah siap untuk diserahkan atau telah diserahkan kepada kejaksaan; 2. Dalam hal delik aduan, pengaduannya dicabut dalam tenggang waktu yang telah ditentukan menurut undangundang; 3. Telah diselesaikan oleh kepolisian berdasarkan azas Plichmatigheid (kewajiban berdasarkan kewenangan hukum); 4. Kasus yang dimaksud tidak termasuk kompetensi kepolisian; 5. Tersangka meninggal dunia; 6. Kasus kadaluwarsa.

19. Crime Clock : 365 x 24 x 60 x 60 x (second) / [ Number of criminal cases in the year of t]

20. Crime Clock indicates the time interval of occurrence between one crime to another crime.

21. Crime Clearance : [Number of cleared criminal cases] x [100%] / [Number of reported criminal cases].

22. Clearence Rate refers percentage of crime clearance police. A criminal case categorized as a cleared case police, if :

to by is by

1. All documents are ready to submit or already submitted to justice court; 2. In the case of attense that warrants complaint, the complaint was withdraw within a given period state in the law; 3. The case was cleared by police based on the principle of plichmatigheid (obligation on the basis of law outhority); 4. The case was not the responsibility of police office; 5. The suspect died; 6. The case was out of date.

Banten dalam Angka 2012

107

SOCIAL

CHAPTER IV

23. Bencana Alam : Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan alam dan lingkungan, serta mengakibatkan kesengsaraan, kerugian, dan penderitaan pada penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana alam yang disajikan antara lain : tanah longsor, banjir, dan gempa bumi. 24. Badan Pusat Statistik (BPS) pertama kali melakukan penghitungan jumlah dan persentase penduduk miskin pada tahun 1984. Penghitungan jumlah dan persentase penduduk miskin mencakup periode 1976-1981. Data dasar yang digunakan adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Modul Konsumsi. Sejak itu, setiap tiga tahun sekali BPS secara rutin mengeluarkan data jumlah dan persentase penduduk miskin yang disajikan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. 25. Sejak tahun 2003, BPS secara rutin mengeluarkan data jumlah dan persentase penduduk miskin setiap tahun. Hal ini bisa terwujud karena sejak tahun 2003 BPS mengumpulkan data Susenas Panel Modul Konsumsi setiap bulan Februari atau Maret. Mulai bulan Maret 2007 jumlah sampel yang digunakan diperbesar dari 10.000 rumahtangga menjadi 68.800 rumahtangga.

23. Natural Disaster : Natural disaster is a natural phenomenon leading to misery, damages or detriment, and financial loss, as well as the suffering of people. Not including in this category is disaster from plant microbe or outbreak. The natural disasters recorded in this category include land slide, flood, and earth quack.

24. BPS-Statistics Indonesia measured poverty incidence for the first time in 1984. The measurement covered the period of 1976-1981. Basic data used to measure poverty were obtained from the results of the National Socio Economic Survey (Susenas) Consumption Module. Since then BPS-Statistics Indonesia routinely released the figures of poverty incidence once every three years which were presented by urban and rural areas. 25. BPS-Statistics Indonesia has started to release the figures of poverty incidence annually since 2003. This could be realized because BPS-Statistics Indonesia has started to collect panel data in the implementation of SusenasConsumption Module every February or March. Starting from March 2007, the number of sample size was enlarged from 10,000 households to 68,800 households.

108

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

26. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan. 27. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan. 28. Garis kemiskinan makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kkalori per kapita perhari. Garis kemiskinan non-makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.

26. To measure poverty, BPSStatistics Indonesia has used the concept of basic needs approach. Therefore, poverty is viewed as economic inability to fulfill food and non-food basic needs which are measured by consumption / expenditure. The method used is calculating poverty line, which consists of two components that are Food Poverty Line (FPL) and Non-Food Poverty Line (NFPL). The poverty line was calculated separately for urban and rural areas.

27. A person whose expenditure per capita per month is below the poverty line is considered to be poor. 28. The Food Poverty Line refers to the daily minimum requirement of 2,100 kcal per capita per day. The Non-Food Poverty Line refers to the minimum requirement for household necessities for clothing, education, health, and other basic individual needs.

Banten dalam Angka 2012

109

SOCIAL

CHAPTER IV

29. Sejak Desember 1998 digunakan standar kemiskinan baru yang merupakan penyempurnaan standar yang lama. Penyempurnaan standar ini meliputi perluasan cakupan komoditi yang diperhitungkan dalam kebutuhan dasar. Disamping itu penyempurnaan juga dilakukan dengan mempertimbangkan keterbandingan antar daerah (provinsi serta perkotaan-perdesaan) dan antar waktu yang disebabkan oleh adanya perbedaan tingkat harga antar daerah yaitu dengan cara melakukan standarisasi harga terhadap harga di DKI Jakarta. Penyempurnaan standar kemiskinan ini diharapkan dapat mengukur tingkat kemiskinan secara lebih realistis. 30. Ukuran Kemiskinan : a. Head Count Index (HCI-P0) adalah persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan (GK). b. Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index-P1) merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh ratarata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan. c. Indeks Keparahan Kemiskinan (Poverty Severity Index-P2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin.
110

29. A new standard to measure poverty has been adopted since December 1998. This new standard was the revision of the old standard. The revised standard included the extension of the commodity coverage to be accounted in estimating the minimum basic needs. The new standard was also improved in its regional comparability, by using the reference population of the same real income (expenditure) class across regions so that it is also comparable over time. The revised poverty standard hopefully was able to measure the incidence of poverty more realistically.

30. Poverty Measures : a. Head Count Index (HCI-P0) simply measures the percentage of the population that is counted as poor. b. Poverty Gap Index-P1 measures the extent to which individuals fall below the poverty line(the poverty gaps) as a proportion of the poverty line. Higher value of the index shows that the gap between average expenditure of the poor and the poverty line is wider.
c. Poverty Severity Index-P2 describes inequality among the poor. This measure implicitly puts more weight on observations that fall well below the poverty line. Higher value of the index shows that inequality among the poor is higher.
Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

31. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator komposit yang digunakan untuk mengukur pencapaian pembangunan manusia di suatu wilayah. Walaupun tidak mengukur semua dimensi dari pembangunan manusia, IPM setidaknya mencakup tiga dimensi pokok pembangunan manusia yang mencerminkan status kemampuan dasar manusia. Ketiga kemampuan dasar itu adalah umur panjang, dan sehat yang diukur melalui angka harapan hidup waktu lahir, berpengetahuan dan ber-keterampilan yang diukur dengan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah, serta akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai standar hidup layak yang diukur dengan pendapatan per kapita yang disesuaikan. 32. Indeks Pembangunan Gender (IPG) : Indeks komposit yang dibangun dari beberapa variabel untuk mengukur pencapaian pembangunan manusia dengan memperhatikan disparitas jender. Komponen-komponen IPG sama dengan komponen-komponen IPM yang telah disesuaikan dengan memasukan disparitas tingkat pencapaian antara laki-laki dan perempuan. 33. Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) : Indeks komposit yang disusun dari beberapa variabel yang mencerminkan tingkat keterlibatan wanita dalam proses pengambilan keputusan dibidang politik dan ekonomi.
Banten dalam Angka 2012

31. Human Development Index (HDI) is a composite indicator used to measure the achievement of human development in a region. Although it does not measure all dimensions of human development, HDI includes at least three basic dimensions of human development which reflects the status of basic human capabilities. These three basic skills that is a long and healthy life measured by life expectancy at birth, knowledgeable and skilled as measured by literacy rates and average length of the school population 5 aged years and above, as well as access to resources needed to achieve decent living standards measured by income adjusted per capita.

32. Gender-related development index (GDI): a composite index using variables constructed to measure human development achievement taking into account gender disparity. The GDI components are the same as the HDI components but adjusted to capture the disparity in achievement between men and women. 33. Gender empowerment measure (GEM): a composite index using variables constructed to measure the decisionmaking power of women in political and economic activities.

111

SOCIAL

CHAPTER IV

IDG didasarkan pada tiga indikator yaitu persentase wanita di parlemen, persentase wanita di lingkungan pekerja profesional, teknis, tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan, serta sumbangan wanita sebagai penghasil pendapatan.

The GEM is based on three indicators: the percentage of those elected to parliament who are women, the percentage of professionals, technicians, senior officials and managers who are women, and womens share of earned income.

112

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

4.1 PENDIDIKAN EDUCATION Tabel 4.1.1 Table Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di Provinsi Banten, 2008-2011 School Enrollment Ratio by Sex and Age Group in Banten Province, 2008-2011

Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Sex and Age Group (1) Laki-laki / Male 7 12 13 15 16 18 19 24 Perempuan / Female 7 12 13 15 16 18 19 24 Laki-laki + Perempuan / Male + Female 7 12 13 15 16 18 19 24

2008 (2)

2009 (3)

2010 (4)

2011 (5)

97,21 81,03 50,86 11,34

97,69 81,13 53,95 11,62

97,75 82,03 54,83 12,11

97,90 87,30 57,50 13,80

97,94 78,75 45,97 9,69

98,03 80,63 45,39 10,51

98,32 81,39 46,42 11,29

98,60 89,50 54,70 11,30

97,56 79,87 48,40 10,50

97,85 80,88 50,00 11,07

98,01 81,70 50,90 11,70

98,23 88,36 56,16 12,53

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Juli 2008 2010 dan Susenas Triwulanan Tri I-IV Tahun 2011 / BPS Statistics of Banten Province, National Socio Economic Survey, July 2008 - 2010 and Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

Banten dalam Angka 2012

113

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.1.2 Table

Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Kabupaten/Kota dan Kelompok Umur di Provinsi di Banten, 2011 School Enrollment Ratio by Regency/Municipality and Age Group in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Kelompok Umur / Age Group 7-12 (2) 13-15 (3) 16-18 (4) 19-24 (5)

98,17 96,53 98,66 97,37

86,71 83,76 88,41 86,35

56,49 41,25 48,88 54,24

12,10 7,80 8,57 7,15

98,95 98,83 96,85 99,79 98,23 98,01 97,85 97,56

93,58 90,49 81,44 95,13 88,36 81,70 80,88 79,87

64,46 66,67 56,20 73,18 56,16 50,90 50,00 48,40

14,69 12,37 13,26 29,22 12,53 11,70 11,07 10,50

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Juli 2008 - 2010 dan Susenas TriwulananTri I-IV Tahun 2011 / BPS Statistics of Banten Province, National Socio Economic Survey, July 2008 - 2010 and Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

114

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.1.3 Table

Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Taman Kanak-kanak (TK) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Kindergarten by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012
Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010/2011 2009/2010 2008/2009

7 2 9 5

200 95 369 75

299 26 432 129

8 357 3 178 7 356 2 385

169 172 39 110

507 87 1 359 139

1 6 4 1 35 28 28 17

358 74 94 393 1 658 1 678 1 598 1 437

75 601 188 78 1 828 1 871 1 405 1 089

19 520 3 785 3 498 12 887 60 966 60 247 70 566 91 589

152 182 120 66 1 010 686 247 66

1 403 272 313 1 772 5 852 5 988 7 841 5 998

Sumber / Source : Dinas Pendidikan Provinsi Banten / Office of Education Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

115

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.1.4 Table

Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Dasar (SD) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Primary Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012
Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010/2011 2009/2010 2008/2009

875 765 760 706

12 11 137 14

171 818 172 705 275 539 183 191

715 841 35 829 3 192

5 790 2 256 4 103 4 765

2 823 5 350 7 188 2 424

390 159 227 209 4 091 4 091 4 513 4 152

127 24 15 84 424 424 419 375

143 346 39 998 74 595 76 399 1 137 591 1 133 004 1 167 838 1 150 354

32 911 6 765 4 611 33 931 118 795 119 371 74 668 97 390

2 979 1 614 2 057 1 504 25 068 49 315 49 695 48 360

3 448 824 831 3 974 26 862 4 800 4 888 5 641

Sumber / Source : Dinas Pendidikan Provinsi Banten / Office of Education Service of Banten Province

116

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.1.5 Table

Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Junior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012
Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010/2011 2009/2010 2008/2009

120 156 78 97

36 33 196 71

43 446 45 349 41 795 38 386

2 189 42 130 53 777 13 643

943 4 341 798 888

547 1 131 2 698 1 200

28 13 34 18 544 534 524 341

149 24 37 91 637 650 650 481

24 781 7 143 18 505 14 919 234 324 234 324 225 207 175 951

37 830 6 110 5 752 21 997 183 428 146 342 125 012 126 997

959 419 600 587 9 535 12 393 12 393 10 652

2 135 443 528 1 428 10 110 4 811 8 029 7 611

Sumber / Source : Dinas Pendidikan Provinsi Banten / Office of Education Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

117

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.1.6 Table

Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Senior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012
Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010/2011 2009/2010 2008/2009

18 35 29 25

14 16 81 40

13 171 8 934 11 923 20 075

3 759 2 610 3 368 18 049

365 356 376 498

168 423 1 158 492

64 5 6 11 193 134 158 137

15 12 20 38 236 307 330 227

6 742 4 008 5 924 9 871 80 648 73 900 90 636 75 951

19 417 2 583 2 816 8 726 61 328 61 166 54 954 58 001

528 289 255 326 2 993 4 845 4 845 4 256

1 303 277 295 642 4 758 4 927 5 429 3 356

Sumber / Source : Dinas Pendidikan Provinsi Banten / Office of Education Service of Banten Province

118

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.1.7 Table

Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Senior Vocational High Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012
Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010/2011 2009/2010 2008/2009

10 12 8 10

39 35 85 48

7 060 4 894 7 323 4 175

8 624 7 311 34 745 10 822

161 177 123 79

163 115 206 257

9 4 6 3 62 53 44 36

101 11 27 57 403 353 339 235

4 206 2 070 5 450 2 487 37 665 33 595 26 503 22 285

33 974 5 798 10 112 25 846 137 232 124 402 99 407 79 858

363 55 213 60 1 231 1 868 1 836 1 503

1 287 285 405 619 3 337 5 676 5 853 5 090

Sumber / Source : Dinas Pendidikan Provinsi Banten / Office of Education Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

119

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.1.8 Table

Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Raudhatul Athfal (RA) / Bustanul Athfal (BA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Islamic Kindergarten by Regency/Municipality in Banten Province, 2012/2012
Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010/2011 2009/2010 2008/2009

168 64 304 143

3 362 3 369 13 396 4 198

595 326 1 478 601

12 51 43 ... 785 1 161 1 057 765

11 116 2 193 1 049 ... 38 683 37 605 36 490 30 609

1 476 366 250 ... 5 092 4 795 4 512 3 453

Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

120

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.1.9 Table

Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Islamic Primary Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012
Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010/2011 2009/2010 2008/2009

4 2 9 3

141 122 60 103

796 974 5 052 1 634

14 993 21 301 59 849 17 133

431 380 641 355

873 5 722 1 441 1 412

1 1 ... 20 20 20 19

60 10 16 ... 512 979 957 948

306 601 ... 9 363 15 813 7 641 6 325

19 280 1 478 3 754 ... 137 788 153 861 132 032 124 543

259 59 ... 2 125 1 320 1 222 405

1 023 139 197 .. 10 807 9 388 8 702 7 800

Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note :
1)

Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

Banten dalam Angka 2012

121

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel Jumlah Sekolah, Murid dan Guru 4.1.10 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Table Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Islamic Junior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012
Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010/2011 2009/2010 2008/2009

6 4 7 5

152 109 214 80

4 266 1 765 5 555 4 302

22 712 20 896 43 577 13 307

741 389 741 374

1 589 5 909 1 589 1 607

3 3 2 ... 30 30 30 28

22 35 38 ... 650 812 761 640

2 297 2 143 1 036 ... 21 364 20 668 19 678 18 234

9 493 7 074 6 353 ... 123 412 158 827 144 037 131 085

273 325 336 ... 3 179 2 223 1 218 957

971 900 712 ... 13 277 18 117 13 217 12 524

Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note :
1)

Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

122

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.1.11 Table

Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Madrasah Aliyah (MA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011/2012 Number of Schools, Students, and Teachers in Islamic Senior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011/2012
Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010/2011 2009/2010 2008/2009

4 2 6 1

69 49 66 62

1 316 624 1 482 645

7 844 4 823 6 741 9 020

412 103 905 284

906 1 500 2 043 1 228

2 2 2 ... 19 19 19 19

24 19 12 ... 301 288 241 228

1 044 1 140 1 063 ... 7 314 11 000 7 909 6 887

2 287 3 262 1 403 ... 35 380 33 237 25 425 23 974

99 191 136 ... 2 130 817 655 623

297 489 235 ... 6 698 5 911 4 524 4 363

Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note :
1)

Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

Banten dalam Angka 2012

123

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.1.12 Table

Jumlah Lembaga, Santri dan Guru Pondok Pesantren Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Institutions, Students, and Teachers in Islamic Boarding Schools by Regency/Municipality in Banten Province, 2011
Tradisional (Salafi) Traditional Lembaga Santri Institutions Students (2) (3) Modern (Khalafi) Modern Guru Teachers (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010

Guru Lembaga Santri Teachers Institutions Students (4) (5) (6)

983 481 615 587

45 435 11 814 46 158 17 578

1 966 956 1 230 1 170

97 87 71 86

18 320 5 907 14 050 2 439

122 174 86 228

55 40 ... ... 2 761 2 744

3 469 2 314 ... ... 126 768 128 002

108 58 ... ... 5 488 5 488

18 3 ... ... 362 332

1 316 1 420 ... ... 43 452 44 215

36 18 ... ... 664 664

124

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Lanjutan Tabel / Continued Table 4.1.12

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010

Kombinasi Combination Lembaga Santri Institutions Students (8) (9)

Jumlah Total Guru Lembaga Santri Teachers Institutions Students (10) (11) (12) Guru Teachers (13)

30 53 72 91

21 654 5 908 30 110 22 161

80 106 142 186

1 110 621 758 764

85 409 23 629 90 318 42 178

2 168 1 236 1 458 1 584

36 15 ... ... 297 308

3 162 2 400 ... ... 85 393 84 532

72 30 ... ... 616 616

109 58 ... ... 3 420 3 384

7 947 6 134 ... ... 255 615 256 749

216 106 ... ... 6 768 6 768

Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note :
1) 2)

Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Serang Municipality

Banten dalam Angka 2012

125

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.1.13 Table

Jumlah Perguruan Tinggi, Mahasiswa dan Tenaga Edukatif Negeri dan Swasta di Bawah Kementerian Pendidikan Nasional di Provinsi Banten, 2008/2009 - 2010/2011 Number of Universities, Students, and Lecturers under The Ministry of National Education in Banten Province, 2008/2009 - 2010/2011
2008/2009 (2) 103 1 102 60 852 9 342 51 510 4 614 443 4 171 2009/2010 (3) 67 1 66 33 597 13 135 20 462 5 022 448 4 574 2010/2011 (4) 95 1 94 40 282 13 627 26 655 4 522 425 4 097

Uraian Description (1) Perguruan Tinggi / Universities - Negeri / State-owned Universities - Swasta / Private-owned Universities Mahasiswa / Students - Negeri / State-owned Universities - Swasta / Private-owned Universities Tenaga Edukatif / Educative Personnels - Negeri / State-owned Universities - Swasta / Private-owned Universities

Sumber / Source : Kantor Kementerian Pendidikan Nasional Office of Ministry of National Education

126

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.1.14 Table

Jumlah Perguruan Tinggi, Mahasiswa dan Tenaga Edukatif Negeri dan Swasta di Bawah Kementerian Agama di Provinsi Banten, 2008/2009 - 2010/2011 Number of Universities, Students, and Lecturers under The Ministry of Religious Affairs in Banten Province, 2008/2009 - 2010/2011
2008/2009 (2) 27 2 25 33 070 21 614 11 456 2 681 1 650 1 031 2009/2010 (3) 28 2 26 33 755 24 356 9 399 2 891 2 033 858 2010/2011 (4) 29 2 27 33 794 25 726 8 068 3 481 2 658 823

Uraian Description (1) Perguruan Tinggi / Universities - Negeri / State-owned Universities - Swasta / Private-owned Universities Mahasiswa / Students - Negeri / State-owned Universities - Swasta / Private-owned Universities Tenaga Edukatif / Educative Personnels - Negeri / State-owned Universities - Swasta / Private-owned Universities

Sumber / Source : Kantor Kementerian Agama Office of Ministry of Religious Affairs

Banten dalam Angka 2012

127

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.1.15 Table

Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota dan Pendidikan Yang Ditamatkan di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Population Aged 10 Years and Over by Regency/Municipality and Educational Attainment in Banten Province, 2011
Pendidikan Yang Ditamatkan Educational Attainment < SD < Primary School (2) SD / Sederajat Elementary School (3) SLTP Junior High School (4)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

28,39 29,56 22,91 25,58

41,78 46,37 26,32 33,05

16,81 13,01 21,62 22,00

11,48 18,74 19,11 11,32 20,80 22,25 25,88 29,14

19,30 22,36 30,16 15,65 28,60 29,48 29,71 27,02

22,38 20,45 16,36 18,75 19,65 18,92 18,10 16,86

128

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Lanjutan Tabel / Continued Table 4.1.15

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Pendidikan Yang Ditamatkan Educational Attainment SLTA Senior High Sch. (5) Dipl. I / II (6) Dipl. III - Univ. (7) Jumlah Total (8)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

9,99 8,38 24,50 16,33

0,64 0,31 0,40 0,65

2,39 2,37 4,25 2,38

100,00 100,00 100,00 100,00

36,72 32,67 25,00 35,33 23,88 22,66 20,73 20,67

0,81 0,67 0,67 0,41 0,55 0,58 0,64 0,61

9,30 5,11 8,70 18,53 6,54 6,11 4,94 5,70

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province, Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

Banten dalam Angka 2012

129

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.1.16 Table

Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota dan Kepandaian Membaca dan Menulis di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Population Aged 10 Years and Over by Regency/Municipality and Reading and Writing Ability in Banten Province, 2011
Kepandaian Membaca dan Menulis Reading dan Writing Ability

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Huruf Latin & Huruf Latin Huruf Lainnya Tidak Dapat Huruf Lainnya Latin Other Not Able Latin & Other (2) (3) (4) (5)

Jumlah Total

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

(6)

45,04 15,10 37,88 11,12

0,70 2,10 2,07 3,40

49,44 78,26 56,32 81,77

4,82 4,54 3,72 3,71

100,00 100,00 100,00 100,00

42,07 6,24 13,38 55,64 33,01 27,37 40,01 35,73

0,30 1,30 1,82 0,30 1,54 1,85 2,82 1,35

55,44 90,24 82,01 42,09 62,09 67,38 53,59 58,55

2,18 2,21 2,79 1,97 3,35 3,40 3,58 4,37

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province,Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

130

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

4.2 KESEHATAN HEALTH Tabel 4.2.1 Table Jumlah Rumah Sakit dan Tempat Tidur Menurut Kabupaten/Kota dan Status Kepemilikan di Provinsi Banten, 2011 Number of Hospitals and Beds by Regency/Municipality and Ownership Status in Banten Province, 2011
Milik Pemerintah Governments Own Rumah Sakit Hospitals (2) Tempat Tidur Beds (3) Milik Swasta Privates Own Rumah Sakit Hospitals (4) Tempat Tidur Beds (5) Jumlah Total Rumah Sakit Hospitals (6) Tempat Tidur Beds (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

1 2 1 1

167 326 508 340

1 14 2

80 823 10

1 3 15 3

167 406 1 331 350

2 1 1 1 10 10 9

353 217 121 ... 2 032 1 788 862

16 4 4 18 59 59 57

1 778 360 266 1 130 4 447 4 228 4 117

18 5 5 19 69 69 66

2 131 577 387 1 130 6 479 6 016 4 979

Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

131

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.2.2 Table

Jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Community Health Center by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Puskesmas / Community Health Center Kabupaten/Kota Regency/Municipality Dengan Rawat Inap With Inpatient Facility (2) Tanpa Rawat Inap Without Inpatient Facility (3) Puskesmas Pembantu Sub Health Center Puskesmas Keliling Mobile Health Center

Jumlah Total (4)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

(5)

(6)

7 14 7 15

29 26 35 15

36 40 42 30

58 73 34 48

36 41 42 32

2 3 2 18 68 50 41

28 5 9 7 154 158 153

30 8 11 25 222 208 194

9 11 14 14 261 263 251

30 10 12 10 213 207 201

Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province

132

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.2.3 Table

Jumlah Dokter di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi di Banten, 2011 Number of Medical Doctors at Government and Private Hospitals by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

Dokter Umum General Practitioner (2)

Dokter Ahli Medical Specialist (3)

Dokter Gigi Dentist (4)

Jumlah Total (5)

21 40 97 25

18 48 243 26

4 6 55 4

43 94 395 55

247 89 22 274 815 915 816

660 106 75 389 1 565 1 160 1 179

110 21 11 80 291 431 353

1 017 216 108 743 2 671 2 506 2 348

Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

133

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.2.4 Table

Jumlah Dokter di Puskesmas 1) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi di Banten, 2011 Number of Medical Doctors at Community Health Center by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

Dokter Umum General Practitioner (2)

Dokter Ahli Medical Specialist (3)

Dokter Gigi Dentist (4)

Jumlah Total (5)

16 63 84 42

10 25 69 20

26 88 153 62

70 25 24 74 398 453 319

6 2

60 20 15 42 261 255 170

130 45 39 116 659 714 491

Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province Catatan / Note :
1)

Termasuk Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling Including the Sub Health Center and Mobile Health Center

134

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.2.5 Table

Jumlah Tenaga Kesehatan Selain Dokter di Rumah Sakit dan Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Health Professionals Other Than Doctor at Hospitals and Community Health Centers by Regency/Municipality in Banten Province, 2011
Sarjana Farmasi Pharmaceutical Bachelor (2) Sarjana Kesehatan Masyarakat Public Health Bachelor (3) Paramedis Non Keperawatan Non-Nurse Paramedics (6)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Perawat Nurse

Bidan Midwife

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

(4)

(5)

3 11 32 12

9 37 64 44

492 591 1 004 592

914 288 543 505

47 128 141 25

47 24 8 14 151 95 46

88 20 7 53 322 273 167

2 161 621 357 396 6 214 5 757 4 575

523 202 179 225 3 379 2 508 1 831

138 52 143 121 795 1 746 1 581

Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

135

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.2.6 Table

Jumlah Sarana Penyalur Obat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Drug Distribution Facility by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Industri Farmasi Kabupaten/Kota PharmaRegency/Municipality ceutical Industries (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 9 1 30 30 30 16 4 (2)

Pedagang Industri Besar Apotik Kecil Obat Farmasi Lainnya PharmaPharmacy cies Other Drug Main Industries Dealers (3) (4) (5)

Toko Obat Drug Stores (6)

Rumah Sakit Hospitals (7)

Jumlah Total

(8)

1 59 4

29 2

35 27 183 29

11 17 54 10

1 3 16 3

48 47 357 52

82 3 1 31 181 184 48

30 1 10 12 84 81 81

230 50 45 215 814 813 645

36 6 21 60 215 246 ...

17 5 5 19 69 69 66

404 65 82 338 1 393 1 414 804

Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province

136

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.2.7 Table

Persentase Balita Menurut Kabupaten/Kota dan Penolong Persalinan Terakhir di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Children Under Five Years by Regency/Municipality and Last Birth Attendant in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Dokter Doctor (2)

Bidan Midwife (3)

Lainnya Others (4)

Jumlah Total (5)

2,39 1,32 17,54 6,69

39,36 29,76 63,43 44,41

58,25 68,91 19,02 48,90

100,00 100,00 100,00 100,00

26,97 25,78 20,42 32,66 16,25 17,47 15,61 15,38

71,74 57,90 56,99 65,17 55,52 53,94 52,92 47,05

1,30 16,32 22,58 2,17 28,23 28,59 31,47 37,57

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province, Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

Banten dalam Angka 2012

137

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.2.8 Table

Banyaknya Penduduk yang Berobat Jalan Menurut Tempat Rujukan Berobat dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of People Who Sought Treatment Outpatient by Place of Referral For Treatment and Regency/Municipality in Banten Province, 2011
Tempat Rujukan Berobat / Place of Referral for Treatment

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Rumah Sakit Hospital (2)

Praktek Dokter Doctor (3)

Puskesmas Community Health Center (4)

Petugas Kesehatan Health Worker (5)

Lainnya Others (6)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

9 526 9 491 66 104 10 042

62 337 18 303 309 053 36 048

89 578 49 032 117 300 51 960

68 818 57 781 150 295 79 404

9 703 9 227 49 420 2 524

24 248 4 947 7 579 29 787 161 724 126 038 122 646 127 332

130 759 15 198 21 842 65 079 658 618 524 123 724 429 612 445

85 973 23 239 24 601 32 644 474 326 415 834 505 902 489 393

12 780 7 683 17 807 3 303 397 870 282 878 434 562 323 170

9 125 2 233 5 337 6 083 93 654 47 249 55 679 55 288

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province,Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

138

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.2.9 Table

Jumlah Bayi dan Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Imunisasi di Provinsi Banten, 2011 Number of Infants and Infant Immunization Coverage by Regency/Municipality and Type of Immunization in Banten Province, 2011
Jumlah Bayi No.of Infants (2) Jenis Imunisasi / Type of Immunization BCG (3) DPT-I (4) DPT-II (5) DPT-III (6) Campak Measles (7) Polio-I (8) Polio-IV (9)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

24 013 24 564 57 908 28 626

23 044 23 950 56 290 29 393

23 765 24 579 56 965 29 357

23 218 23 627 55 326 28 178

22 326 22 677 54 822 27 528

21 739 21 594 54 096 27 660

23 916 24 693 57 348 30 347

22 437 22 238 54 688 28 289

36 526 7 616 11 907 27 922

36 671 7 832 12 037 27 361

36 400 7 941 11 612 27 585

35 639 7 826 11 391 27 128

35 244 7 769 11 630 26 779

34 972 7 623 11 833 25 931

37 223 7 823 11 925 27 365

35 474 7 697 11 778 26 342

219 082 216 578 218 204 212 333 208 775 205 448 220 640 208 943 209 167 203 130 208 750 201 966 199 881 201 338 211 389 203 122 157 302 200 343 208 325 202 048 197 663 195 510 212 399 196 310

Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

139

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.2.10 Table

Jumlah Kasus Penyakit Menurut Jenis Penyakit dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Disease Cases by Type of Disease and Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

Malaria

TB Tetanus Campak Paru Pneumo- Kusta Diare 2) DBD3) Neona- Meas1) Tubernia Leprosy Diarrhea 2) DHF3) torum less culosis (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

(2)

1 094 3 437 -

1 144 1 083 1 899 1 626

2 992 2 383 3 839 14 254

62 96 255 184

8 6 4 17

64 20 526 70

33 745 27 045 24 446 36 030

157 170 202 490

4 531 157 535

1 084 332 674 545 8 387 8 006 8 031

5 027 2 018 2 091 1 506 34 110 9 913 ...

119 24 114 104 958 559 499

3 38 40 ...

866 122 150 94 1 912 2 201 ...

29 547 11 440 12 209 7 355 181 817 440 ...

138 288 266 25 1 736 5 767 5 308

Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province Catatan / Note :
1) 2) 3)

Pneumonia pada balita / Pneumonia on children under five years Jumlah kejadian luar biasa / Number of extra ordinary cases DHF / Dengue Haemorrhagic Fever

140

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.2.11 Table

Kumulatif Kasus AIDS dan Kasus Meninggal Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi di Banten, 2011 AIDS Cumulative Cases and Death Cases by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

Jumlah Kasus Number of Cases (2)

Jumlah Meninggal Number of Deaths (3)

7 5 44 15

6 1 2 7

11 12 88 8 190 109 117

4 6 3 29 17 33

Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

141

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel Jumlah Pasangan Usia Subur Menurut Kabupaten/Kota 4.2.12 dan Umur Istri di Provinsi Banten, 2011 Table Number of Fertile Age Couples by Regency/Municipality and Wife Age in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Umur Istri (tahun) / Wife Age (years old) < 20 (2) 20 29 (3) > 29 (4)

Jumlah Total (5)

12 342 28 006 42 982 9 284

90 168 124 041 290 525 111 434

120 457 128 175 170 443 150 892

222 967 280 222 503 950 271 610

3 189 1 044 3 658 13 521 114 026 99 990 97 132 106 971

65 270 19 247 34 379 73 509 808 573 713 609 746 049 694 278

185 869 47 706 65 018 154 187 1 022 747 1 059 735 975 789 954 765

254 328 67 997 103 055 241 217 1 945 346 1 873 334 1 818 970 1 756 014

Sumber / Source : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Banten National Family Planning Coordinating Board of Banten Province

142

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel Jumlah Akseptor Keluarga Berencana 4.2.13 Menurut Kabupaten/Kota dan Alat/Cara Kontrasepsi Table yang Digunakan di Provinsi Banten, 2011 Number of Family Planning Acceptors by Regency/Municipality and Method of Contraception in Banten Province, 2011
Metode Jangka Panjang (MJP) Long Term Method Kabupaten/Kota Regency/Municipality

IUD IUD (2)

MOP Vasectomy (3)

MOW Tubectomy (4)

Susuk Implant (5)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

8 894 6 452 38 464 9 188

2 016 2 758 4 780 2 643

2 193 2 379 7 913 3 116

16 775 28 109 56 596 13 843

40 425 3 443 8 199 87 048 202 113 177 350 150 283 133 943

1 722 296 2 026 1 596 17 837 13 842 12 742 17 715

4 870 1 051 3 033 10 904 35 459 32 388 28 145 21 234

8 840 3 353 11 649 2 839 142 004 116 651 108 995 96 850

Banten dalam Angka 2012

143

SOCIAL

CHAPTER IV

Lanjutan Tabel / Continued Table 4.2.13

Metode Jangka Panjang (MJP) Long Term Method Kabupaten/Kota Regency/Municipality Suntik Injection (6) Pil Pil (7) Kondom Condom (8)

Jumlah Total (MJP + Non MJP)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

(9)

94 380 76 141 173 320 109 072

35 912 44 132 91 252 46 606

2 998 3 136 5 628 2 737

163 168 163 107 377 953 187 205

89 486 35 006 48 373 25 470 651 248 583 755 599 563 551 866

52 674 7 809 28 421 59 195 366 001 316 879 270 754 293 004

3 430 1 866 18 713 5 364 43 872 14 027 11 814 8 803

201 447 52 824 120 414 192 416 1 458 534 1 254 892 1 182 296 1 123 415

Sumber / Source : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Banten National Family Planning Coordinating Board of Banten Province

144

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.2.14 Table

Jumlah Keluarga Menurut Kabupaten/Kota dan Tahapan Keluarga Sejahtera di Provinsi Banten, 2011 Number of Families by Regency/Municipality and Level of Prosperous Family in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Keluarga Pra Sejahtera Pre-level Prosperous Family (2)

Keluarga Sejahtera Tahap I Prosperous Family Level I (3)

Keluarga Sejahtera Tahap II Prosperous Family Level II (4)

89 678 72 056 140 625 89 817

84 580 100 351 150 812 86 643

68 519 118 751 200 442 107 255

29 630 5 858 18 682 16 349 462 695 482 141 479 278 489 654

66 356 10 103 29 636 51 943 580 424 538 508 568 582 540 151

106 776 37 963 49 534 100 376 789 616 737 853 695 694 651 191

Banten dalam Angka 2012

145

SOCIAL

CHAPTER IV

Lanjutan Tabel / Continued Table 4.2.14

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Keluarga Sejahtera Tahap III Prosperous Family Level III (5)

Keluarga Sejahtera Tahap III Plus Prosperous Family Level III Plus (6)

Jumlah Total (7)

46 253 49 688 111 312 62 157

14 701 10 756 50 743 12 886

303 731 351 602 653 934 358 758

108 606 26 117 29 702 76 830 510 665 502 678 470 053 447 125

24 093 5 903 5 296 44 175 168 553 153 476 156 801 140 945

335 461 85 944 132 850 289 673 2 511 953 2 414 656 2 370 408 2 269 066

Sumber / Source : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Banten National Family Planning Coordinating Board of Banten Province

146

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

4.3 PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN HOUSING AND ENVIRONMENT Tabel Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota 4.3.1 dan Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal Table di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Dwelling Occupancy Status in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal Dwelling Occupancy Status Milik Sendiri Owner Self (2) Kontrak Contract (3) Sewa Rent (4) Lainnya Other (5)

Jumlah Total

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

(6)

90,38 91,95 76,19 84,60

1,09 0,93 8,46 2,79

0,71 0,24 7,81 2,42

7,82 6,87 7,53 10,19

100,00 100,00 100,00 100,00

53,60 72,66 78,87 71,11 75,96 72,33 74,35 77,12

3,09 3,48 3,50 11,67 5,05 7,21 7,07 4,88

30,35 12,74 4,53 9,93 9,83 10,47 8,00 8,85

12,95 11,13 13,11 7,29 9,16 9,99 10,58 9,15

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province, Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

Banten dalam Angka 2012

147

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.3.2 Table

Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Lantai Terluas Bangunan Tempat Tinggal di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Widest Floor Type of House in Banten Province, 2011
Jenis Lantai Terluas Bangunan Tempat Tinggal Widest Floor Type of House Tanah Ground Floor (2) Bukan Tanah Not The Ground Floor (3)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Jumlah Total

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

(4)

11,30 5,84 8,90 9,08

88,70 94,16 91,10 90,92

100,00 100,00 100,00 100,00

0,49 1,92 3,47 0,41 5,73 6,89 9,83 9,20

99,51 98,08 96,53 99,59 94,27 93,11 90,17 90,80

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province, Quaterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

148

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.3.3 Table

Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Luas Lantai Bangunan Tempat Tinggal di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and House Floor Area in Banten Province, 2011
Luas Lantai Bangunan Tempat Tinggal (m2) Floor Area of House (m2) <20 (2) 20 49 (3) 50 99 (4) 100 149 (5) 150+ (6) (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Jumlah Total

1,94 2,51 9,51 4,16

33,93 54,11 35,61 31,40

53,80 37,67 48,25 54,73

7,37 3,63 5,01 7,16

2,96 2,08 1,63 2,55

100,00 100,00 100,00 100,00

19,02 0,38 3,48 2,32 7,43 8,45 8,61 7,40

32,42 23,64 17,25 25,66 34,09 34,47 33,81 29,83

31,00 50,56 52,56 44,27 45,00 41,82 42,66 47,45

11,49 15,82 14,48 15,30 8,62 9,92 9,61 9,30

6,07 9,61 12,23 12,45 4,86 5,34 5,31 6,02

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province, Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

Banten dalam Angka 2012

149

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.3.4 Table

Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Dinding Terluas Bangunan Tempat Tinggal di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Widest Wall Type of House in Banten Province, 2011
Jenis Dinding Terluas Bangunan Tempat Tinggal Type of Widest Wall of House Tembok Brick (2) Kayu Wood (3) Lainnya Others (4)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Jumlah Total

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

(4)

48,85 49,15 86,14 83,88

2,71 9,44 3,58 2,12

48,44 41,42 10,28 13,99

100,00 100,00 100,00 100,00

97,13 96,23 95,28 97,59 81,50 82,25 80,10 78,39

1,34 2,40 3,77 1,64 3,36 3,82 3,40 3,55

1,53 1,37 0,95 0,77 15,14 13,93 16,50 18,06

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province, Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

150

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.3.5 Table

Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Atap Bangunan Tempat Tinggal di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Type of Roof House in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Jenis Atap Bangunan Tempat Tinggal Type of Roof House Beton Concrete Roof (2) Genteng Tile (3) Lainnya Others (4)

Jumlah Total

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

(4)

1,25 1,19 3,10 2,27

81,15 89,06 86,43 92,11

17,61 9,75 10,48 5,62

100,00 100,00 100,00 100,00

6,23 2,73 3,54 5,14 3,39 2,37 1,80 2,26

64,45 90,48 93,99 80,34 82,65 83,23 85,80 85,60

29,32 6,79 2,47 14,52 13,96 14,40 12,40 12,14

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province, Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

Banten dalam Angka 2012

151

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.3.6 Table

Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Sumber Penerangan Utama di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Main Source of Lighting in Banten Province, 2011
Sumber Utama Penerangan Main Source of Lighting Listrik Electric (2) Bukan Listrik Non Electric (3)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Jumlah Total

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

(4)

97,97 98,14 99,69 99,11

2,03 1,86 0,31 0,89

100,00 100,00 100,00 100,00

99,90 99,73 99,15 99,84 99,27 97,67 94,60 95,99

0,10 0,27 0,85 0,16 0,73 2,33 5,40 4,01

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province, Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4 2011

152

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.3.7 Table

Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Sumber Utama Air Minum di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Main Source of Drinking Water in Banten Province, 2011
Sumber Utama Air Minum Main Source of Drinking Water

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Air dalam kemasan Packaged Water (2)

Ledeng Pipe Water (3)

Pompa Well Pumps (4)

Sumur Water Wells (5)

Lainnya Other (6)

Jumlah Total

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

(7)

6,66 6,42 49,47 40,06

6,96 5,66 3,53 3,31

9,40 9,44 30,11 18,83

55,86 55,81 16,44 24,77

21,13 22,67 0,45 13,03

100,00 100,00 100,00 100,00

61,92 68,85 51,69 44,35 40,84 37,38 26,86 25,81

10,91 2,74 0,96 1,90 5,13 5,17 7,01 7,72

26,90 15,64 31,06 47,89 25,11 24,93 32,23 29,74

0,11 12,16 14,17 5,57 21,97 23,53 22,47 25,35

0,16 0,61 2,12 0,29 6,95 8,99 11,43 11,38

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province, Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4 2011

Banten dalam Angka 2012

153

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.3.8 Table

Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Bahan Bakar Utama Untuk Memasak di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Type of Main Fuel for Cooking in Banten Province, 2011
Bahan Bakar Utama Untuk Memasak Main Fuel for Cooking

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Listrik Electric (2)

Gas/Elpiji Gas (3)

Minyak Kayu Bakar Tanah Wood Kerosene (4) (5)

Lainnya Others (6)

Jumlah Total

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

(7)

0,93 0,74 1,34 0,69

25,04 23,74 79,25 53,69

0,94 0,00 3,64 1,54

73,09 75,02 13,49 43,45

0,00 0,49 2,29 0,63

100,00 100,00 100,00 100,00

3,78 0,36 1,59 3,32 1,81 2,08 1,90 1,54

86,98 84,58 69,14 94,08 66,39 63,15 61,50 35,68

1,89 2,84 5,49 1,67 2,15 3,40 4,00 26,48

2,06 11,13 22,93 0,52 27,83 29,16 31,20 35,30

5,29 1,09 0,84 0,41 1,83 2,22 1,40 1,00

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulanan, Tri I-IV 2011 BPS Statistics of Banten Province, Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011

154

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota 4.3.9 dan Penggunaan Fasilitas Buang Air Besar Table di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Households by Regency/Municipality and Use of Toilet Facilities in Banten Province, 2011
Penggunaan Fasilitas Buang Air Besar Use of Toilet Facility Sendiri Private (2) Bersama Collective (3) Umum Public (4) Tidak Ada None (5)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Jumlah Total

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

(6)

41,89 41,24 63,51 45,27

5,80 5,50 15,82 5,77

4,18 1,09 3,98 4,07

48,13 52,17 16,69 44,88

100,00 100,00 100,00 100,00

72,69 85,93 72,49 94,82 62,92 62,77 59,40 55,53

25,58 5,32 4,52 4,45 11,72 11,47 12,00 11,60

1,40 0,00 1,32 0,71 2,52 2,50 3,40 3,12

0,33 8,75 21,67 0,03 22,84 23,25 25,30 29,75

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Juli 2010 BPS Statistics of Banten Province, National Socio Economic Survey, July 2010

Banten dalam Angka 2012

155

SOCIAL

CHAPTER IV

4.4. KERAWANAN SOSIAL DAN KRIMINALITAS SOCIAL INSECURITY AND CRIME Tabel 4.4.1 Table Karakteristik Kerawanan Sosial Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Social Insecurity Characteristics by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Komunitas Adat Terpencil Tribal Communities

Korban Bencana Alam Natural Disaster Victims (3)

Korban Bencana Sosial/Pengungsi Social Disaster Victims/Refugee (4)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010

(2)

2 047 12 001 -

39 347 1 129 497 94

71 389 36 7

14 048 21 644

594 660 41 339 42 701 4 921

5 7 15 530 179

156

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Lanjutan Tabel / Continued Table 4.4.1

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Korban Tindak Kekerasan Victims of Violence (5)

Pekerja Migran Terlantar Migrant Workers Neglected (7)

Penyandang Cacat Disabled People

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010

(8)

107 224 52 3

64 108 47 41

874 3 568 2 121 5 343

10 3 13 16 428 632

3 4 267 342

1 779 290 904 400 15 279 20 712

Sumber / Source : Dinas Sosial Provinsi Banten / Office of Social Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

157

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.4.2 Table

Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Potency and Source of Social Welfare by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Pekerja Sosial Masyarakat Social Workers (2)

Organisasi Sosial Social Organization (3)

Karang Taruna Youth Club (4)

KKDU

WKSBM

(1) Kabupaten/Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

(6)

(7)

1 675 1 672 1 370 370

147 211 248 56

335 324 274 202

20 157 12 30

17 20 23 36

520 215 352 7

302 10 20 47

104 53 73 61

165 149 -

55 3 3 1

Provinsi Banten 2010

6 181 5 702

1 041 996

1 426 1 535

533 1 814

158 678

Sumber / Source : Dinas Sosial Provinsi Banten / Office of Social Service of Banten Province Catatan / Note : - KKDU : Kerjasama Kelembagaan Dunia Usaha - WKSBM : Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat

158

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.4.3 Table

Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Menurut Jenis dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (jiwa), 2011 Number of Social Welfare Problem Bearers by Kind and Regency/Municipality in Banten Province (person), 2011
Anak Terlantar Neglected Children (2) Anak Balita Wanita Jalanan Pengemis Gelandangan Terlantar Tuna Susila Children Beggars Vagrants Neglected to be Prostitute Baby Beggar (3) (4) (5) (6) (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

344 2 013 3 057 2 432

185 122 897 3

122 116 417 2

99 71 723 33

93 17 75 71

7 530 47 608

566 319 1 542 205

109 166 146

19 184 81 315

77 13 136 80

45 6 98 32

232 88 97 26

Provinsi Banten 2010

10 478 11 320

1 628 1 653

1 256 812

1 232 875

437 410

1 635 1 762

Banten dalam Angka 2012

159

SOCIAL

CHAPTER IV

Lanjutan Tabel / Continued Table 4.4.3

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

Korban NAPZA Drugs Addicted (8)

Bekas Narapidana Presiour Scor (9)

Keluarga Bermasalah Sosial Psikologi (10)

Lansia Terlantar Abondoned Elderly (11)

Jumlah Total (12)

110 381 259 36

287 835 254 28

62 625 164

1 449 3 588 1 820 5 461

2 696 7 735 8 174 8 838

407 18 60 50

296 60 35 149

158 504 68 480

1 385 435 2 724 203

3 294 1 627 5 007 1 686

Provinsi Banten 2010

1 321 1 651

1 944 1 937

2 061 1 661

17 065 14 647

39 057 36 728

Sumber / Source : Dinas Sosial Provinsi Banten / Office of Social Services Banten Province Government

160

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.4.4 Table

Jumlah Tindak Pidana Menurut Wilayah Kepolisian Resort di Provinsi Banten, 2009-2011 Crime Total by Subregional Police Office in Banten Province, 2009-2011

Kepolisian Resort Subregional Police (1) Kepolisian Resort - Polda Banten Subregional Police under Banten Regional Police 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Serang 4. Cilegon Kepolisian Resort - Polda Metro Jaya Subregional Police under Metro Jaya Regional Police 5. Kota Tangerang 6. Kabupaten Tangerang 7. Bandara Soekarno-Hatta

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

489 438 857 441

1 559 660 378 378

1 019 774 357 284

2 944 5 308 296

3 284 5 994 220

1 905 6 588 196

Sumber / Source : Kepolisian Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Daerah Banten Indonesian National Police, Metro Jaya and Banten Regional Police

Banten dalam Angka 2012

161

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.4.5 Table

Resiko Penduduk Terjadi Tindak Pidana per 100.000 Penduduk Menurut Wilayah Kepolisian Resort di Provinsi Banten, 2009-2011 Crime Rate per 100,000 Population by Subregional Police Office in Banten Province, 2009-2011

Kepolisian Resort Subregional Police (1) Kepolisian Resort - Polda Banten Subregional Police under Banten Regional Police 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Serang 4. Cilegon Kepolisian Resort - Polda Metro Jaya Subregional Police under Metro Jaya Regional Police 5. Kota Tangerang 6. Kabupaten Tangerang 7. Bandara Soekarno-Hatta

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

... 36 ... 79

... 29 ... 114

... 23 ... 134

192 148 ...

214 166 ...

124 184 ...

Sumber / Source : Kepolisian Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Daerah Banten Indonesian National Police, Metro Jaya and Banten Regional Police

162

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.4.6 Table

Selang Waktu Terjadinya Tindak Pidana Menurut Wilayah Kepolisian Resort di Provinsi Banten, 2009-2011 Time Interval of Crimes Occurance by Subregional Police Office in Banten Province, 2009-2011

Kepolisian Resort Subregional Police (1) Kepolisian Resort - Polda Banten Subregional Police under Banten Regional Police 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Serang 4. Cilegon Kepolisian Resort - Polda Metro Jaya Subregional Police under Metro Jaya Regional Police 5. Kota Tangerang 6. Kabupaten Tangerang 7. Bandara Soekarno-Hatta

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

17o.54'.51" 20o.00'.00" 10o.13'.18" 19o.51'.50"

5o.37'.08" 13o.16'.22" 23o.10'.29" 23o.10'.29"

8o.35'.48" 11o.19'.04" 24o.32'.16" 30o.50'.42"

2o.58'.32" 1o.39'.01" 29o.35'.41"

2o.40'.03" 1o.28'.26" 39o.49'.05"

4o.35'.54" 1o.19'.47" 44o.41'.38"

Sumber / Source : Kepolisian Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Daerah Banten Indonesian National Police, Metro Jaya and Banten Regional Police Catatan / Note : : jam / hours : menit / minutes : detik / second
0

Banten dalam Angka 2012

163

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.4.7 Table

Persentase Penyelesaian Tindak Pidana Menurut Wilayah Kepolisian Resort di Provinsi Banten, 2009-2011 Completion Percentage of Criminal Cases by Subregional Police Office in Banten Province, 2009-2011

Kepolisian Resort Subregional Police (1) Kepolisian Resort - Polda Banten Subregional Police under Banten Regional Police 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Serang 4. Cilegon Kepolisian Resort - Polda Metro Jaya Subregional Police under Metro Jaya Regional Police 5. Kota Tangerang 6. Kabupaten Tangerang 7. Bandara Soekarno-Hatta

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

64 79 ... 61

76 71 ... 67

59 72 ... 49

59 35 46

55 28 77

64 35 65

Sumber / Source : Kepolisian Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Daerah Banten Indonesian National Police, Metro Jaya and Banten Regional Police

164

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.4.8 Table

Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi Menurut Jenis Kejahatan di Provinsi Banten, 2011 Number of Crime Happens by Type of Crime in Banten Province, 2011
Tindak Kejahatan / Crime

Jenis Kejahatan Type of Crime (1) 1. Pembunuhan / Murder 2. Penganiyaan dengan pemberatan 3. Pencurian dengan pemberatan (Curat) 4. Pencurian dengan kekerasan (Curas) Theft with violence 5. Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) Motor vehicle theft 6. Kebakaran / Fire 7. Perjudian / Gambling 8. Pemerasan / Extortion 9. Perkosaan / Rape 10. Narkotika / Narcotics 11. Kenakalan Remaja / Adolescent hoax 11. Lainnya / Others

Tindak Pidana Crime (2) 23 377 3 282 181 1 213 76 216 31 32 456 400

Penyelesaian Tindak Pidana The Settlement of Criminal (3) 21 246 805 145 385 31 138 57 17 346 318

Jumlah / Total 2010 2009

6 287 8 034 6 607

2 492 3 258 2 418

Sumber / Source : Kepolisian Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Daerah Banten Indonesian National Police, Metro Jaya and Banten Regional Police

Banten dalam Angka 2012

165

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.4.9 Table

Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Provinsi Banten, 2011 Number of Accidents and Victims in Banten Province, 2011

Bulan Month

Jumlah Kecelakaan Total Accidents (2) 760 666 795 779 745 787 803 816 817 757 800 788 9 313 9 446 8 115

Korban (orang) Victim (person) Meninggal Deaths (3) 119 90 137 141 145 149 108 136 115 118 108 115 1 481 1 312 1 219 Luka Berat Seriously Injured (4) 244 209 210 219 296 270 243 313 341 282 299 285 3 211 4 192 3 620 Luka Ringan Slightly Injured (5) 642 557 711 690 585 649 629 696 719 603 678 561 7 720 6 901 5 538

(1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2010 2009

Sumber / Source : Kepolisian Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Daerah Banten Indonesian National Police, Metro Jaya and Banten Regional Police

166

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

4.5. AGAMA RELIGION Tabel 4.5.1 Table Jumlah Tempat Ibadah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Religious Worship Places by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

Mesjid/ Mosques (2)

Gereja 2) Gereja 3) Pura Vihara Kristen Katolik Hinduism Buddhist Christian2) Chatolic 3) Temples Monastery Churches Churches (3) (4) (5) (6)

Jumlah Total (7)

1 715 1 497 1 738 2 307

4 12 257 4

1 9 -

5 1

1 1 33 -

1 720 1 511 2 042 2 312

506 52 47 ... 7 862

269 19 19 ... 584

3 1 ... 14

7 1 ... 14

30 3 .4 ... 72

815 74 72 ... 8 546

Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note :
1) 2) 3)

Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk tempat pembinaan dan rumah doa / Including the guidance and prayer houses Termasuk paroki/stasi / Including parish

Banten dalam Angka 2012

167

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.5.2 Table

Persentase Penduduk Menurut Agama di Provinsi Banten, 2011 Percentage of Population by Religion in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

Agama / Religion Islam (2) Kristen (3) Katolik (4) Hindu (5) Buddha (6) Kong hucu (7)

Jumlah Total (8)

99,42 98,26 92,24 98,26

0,20 0,69 3,09 1,31

0,04 0,41 1,24 0,14

0,13 0,27 0,98 0,23

0,20 0,37 2,42 0,07

0,03 -

100,00 100,00 100,00 100,00

70,36 94,92 96,04 ... 91,04 88,53 87,73

16,13 2,71 1,62 ... 4,41 5,45 5,89

2,61 0,84 1,04 ... 1,09 1,41 1,42

1,51 0,88 0,78 ... 0,79 0,90 0,97

9,34 0,66 0,52 ... 2,66 3,71 4,00

0,05 ... 0,02 ... ...

100,00 100,00 100,00 ... 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note :
1)

Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

168

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.5.3 Table

Jumlah Calon/Jamaah Haji dan Besarnya Biaya Haji di Provinsi Banten, 2002-2011 Number of Applicants/Pilgrims and Cost to Mecca in Banten Province, 2002-2011

Musim Haji Periode


(1)

Calon Jamaah Haji Applicant


(2)

Jamaah Haji Berangkat Departure


(3)

Jamaah Yang Batal Cancelling


(4)

Besarnya ONH Cost


(5)

2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

4 866 5 150 5 216 5 128 8 505 8 474 8 555 8 572 8 572 8 881

4 865 5 110 5 216 5 128 8 401 8 366 8 534 8 541 8 708 8 785

40 104 98 21 31 44 26

Rp 800.000 + US$ 2.677,00 Rp 967 500 + US$ 2.675,00 Rp 967 500 + US$ 2.675,00 Rp 963 266 + US$ 2.668,00 Rp 466 864 + US$ 2.851,70 Rp 400 100 + US$ 2.925,90 Rp 501 000 + US$ 3.429,60 Rp 100 000 + US$ 3.444,00 US$ 3.364 US$ 3.589

Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province

Banten dalam Angka 2012

169

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.5.4 Table

Jumlah Jamaah Haji Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di Provinsi Banten, 2011 Number of Pilgrims by Regency/Municipality and Sex in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Jenis Kelamin / Sex Laki-laki / Male (2) Perempuan / Female (4)

Jumlah Total (5)

362 289 1 428 397

429 320 1 628 512

791 609 3 056 909

932 292 358 ... 4 058 4 033 3 913 3 997

1 100 334 404 ... 4 727 4 675 4 628 4 537

2 032 626 762 ... 8 785 8 708 8 541 8 534

Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note :
1)

Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

170

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.5.5 Table

Tingkat Usia Jamaah Haji di Provinsi Banten, 2011 Number of Pilgrims by Age Group in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Kelompok Umur (tahun) / Age Group (year) 0 - 30 (2) 31 40 (3) 41 - 50 (4) 51+ (5)

Jumlah Total (6)

31 24 137 49

142 106 463 158

206 167 1 055 276

412 312 1 401 426

791 609 3 056 909

42 13 34 ... 330 365 460 428

270 84 133 ... 1 356 1 343 1 539 1 473

676 226 274 ... 2 880 2 840 2 822 2 810

1 044 303 321 ... 4 219 4 160 3 720 3 790

2 032 626 762 ... 8 785 8 708 8 541 8 501

Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note :
1)

Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

Banten dalam Angka 2012

171

SOCIAL

CHAPTER IV

4.6. SOSIAL LAINNYA OTHER SOCIAL MATTER Tabel 4.6.1 Table Jumlah Perkara yang Diputus di Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Banten Menurut Jenis Perkara, 2011 Number of Cases Decided in Islamic High Court Territory of Banten by Type of Cases, 2011
Perkara yang diputus oleh Pengadilan Agama Things that be on HighLevel Religious Court (2) 16 1 4 1 473 3 597 31 13 1 22 2 6 1 945

Jenis Perkara Kind of Cases

Perkara yang Dimohonkan Banding The proposed appeal (3) 2 22 34 6 4 -

(1) 1. Ijin Poligami / Polygamy Permission 2. Pencegahan Perkawinan / Marriage Prevention 3. Penolakan Perkawinan / Marriage Rejection 4. Pembatalan Perkawinan / Marriage Disqualification 5. Kelalaian Kewajiban / Derelication of The Duty 6. Cerai Talak / Divorce 7. Cerai Gugat / Divorce (womans inisiative) 8. Pembagian Harta Bersama / Herritage by Married 9. Penguasaan Anak / Child Guardian 10. Nafkah dari Ibu / Mothers Finance 11. Hak Bekas Istri / Right of Ex-wife 12. Pengesahan Anak / Adoption 13. Pencabutan Kekuasaan Orang Tua/ Revocation of Power as a Foster Parent 14. Perwalian / Trusteeship 15. Pencabutan sebagai Wali / Reference as Trustee 16. Penunjukan Orang Lain sebagai Wali / Reference as Trustee 17. Ganti Rugi terhadap Wali / Compens. about Trustee 18. Asal Usul Anak (Adopsi) / Origin of Adopted Children 19. Penolakan Kawin Campuran / Mixed Marriage 20. Itsbat Nikah / Compirmation Marriage

172

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Lanjutan Tabel / Continued Tabel 4.6.1

Jenis Perkara Kind of Cases

Perkara yang diputus oleh Pengadilan Agama Things that be on HighLevel Religious Court (2) 17 10 25 3 1 110 24 24 79 353 94
7 851 7 087 5 402

Perkara yang Dimohonkan Banding The proposed appeal (3) 2 70 64 55

(1) 21. Ijin Kawin / Marriage Permission 22. Dispensasi Kawin / Dispensation Marriagre 23. Wali Adhol / Adhol Substitute 24. Ekonomi Syariah / Sharia Economic 25. Kewarisan / Legacy 26. Wasiat 27. Hibah / Grant 28. Wakaf / Edificationt 29. Shadaqah / Zakat / Infaq 30. Penetapan Ahli Waris / Determining Relation 31. Lain-lain / Others 32. Ditolak 33. Tidak Diterima 34. Digugurkan 35. Dicoret dari Register
Jumlah / Total 2010 2009

Sumber / Source : Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten / Regional Islamic High Court in Banten Province

Banten dalam Angka 2012

173

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.6.2 Table

Jumlah Perkara yang Dimohonkan Banding pada Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten, 2011 Number of Cases Which Petitioned Appeal in Islamic High Court of Banten, 2011

Bulan Month

Sisa Perkara Bulan Lalu Remaining Case in The Last Month (2) 3 6 7 6 5 4 4 0 2 4 5 4

Jumlah Perkara Diterima Number of Registered (3) 7 5 8 5 8 5 5 4 4 8 5 4

Jumlah Seluruh Perkara Number of All Cases (4) 10 11 15 11 13 9 9 4 6 12 10 8

Jumlah Perkara Diputus Number of Sentenced (5) 4 4 9 6 9 5 9 2 2 7 6 7

Sisa Perkara Remaining Case (6) 6 7 6 5 4 4 0 2 4 5 4 1

(1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December

Jumlah / Total 2010 2009

3 5 4

68 64 55

71 69 59

70 66 54

1 3 5

Sumber / Source : Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten / Religious High Court of Banten Province

174

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.6.3 Table

Jumlah Perkara yang Diterima dan Diputus pada Pengadilan Agama di Provinsi Banten, 2011 Recapitulation of Case Received and Decided on Islamic Court in Banten Province, 2011

Pengadilan Agama Lower-Level Religious Court (1) 1. Serang 2. Tangerang 3. Rangkasbitung 4. Pandeglang 5. Tigaraksa 6. Cilegon

Sisa Perkara Tahun Lalu Remaining Case in The Last Year (2) 133 48 277 52 471 48

Jumlah Perkara Diterima Number of Registered (3) 1 353 471 2 094 629 3 308 982

Jumlah Seluruh Perkara Number of All Cases (4) 1 486 519 2 371 681 3 779 1 030

Jumlah Perkara Diputus Number of Sentenced (5) 1 270 461 1 960 552 3 157 932

Sisa Perkara Remaining Case (6) 216 58 411 129 622 98

Jumlah / Total 2010 2009

1 029 927 630

8 837 7 189 5 402

9 866 8 116 6 032

8 332 7 087 5 105

1 534 1 029 927

Sumber / Source : Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten / Religious High Court of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

175

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.6.4 Table

Jumlah Tahanan di UPT Lembaga Pemasyarakatan (LP) Menurut Jenis Kejahatan di Provinsi Banten (jiwa), 2011 Number of Prisoners in Prison House Units (LP) by Type of Crimes in Banten Province (Person), 2011

Jenis Kejahatan Type of Crimes

Pasal KUHP/UU Regulations 104-129 130-139 154-181 187-188 209-210 244-251 253-275 281-297 303 324-336 338-350 351-356 362-364 365 368-369 372-375 378 406-410 413-438 480-481 UU Drt. 7/55 PNPS 11/63 UU 35/210 UU No. 3/71 Ps. 26 b. Ro UU 23/2002 UU 41/1999 UU 15/2003 UU 15/2002 UULAJ 22/09

LP Klas I Tangerang

LP Pemuda Tangerang

LP Anak Tangerang Laki-laki 13 2 10 1 15 1 1 80 50 2 172 Perempuan 1 4 3 1 1 3 113 126

1. Politik / Politics 2. Terhadap Kepala Negara Offence Against Head Of State 3. Terhadap Ketertiban To Safety General 4. Pembakaran / Arson 5. Penyuapan / Bribery 6. Mata Uang / Coins 7. Memalsu Meterai/Surat Postage Stamp 8. Kesusilaan / Prostitution 9. Perjudian / Gambling 10. Penculikan / Abducion 11. Pembunuhan / Murder 12. Penganiayaan / Torture 13. Pencurian / Theft 14. Perampokan / Robbery 15. Pemerasan / Black Mail 16. Penggelapan / Fraud 17. Penipuan / Cheated 18. Merusak Barang / Vandalize 19. Dalam Jabatan / Funcionary 20. Penadahan / Fance 21. Ekonomi / Economics 22. Subversi / Subversive 23. Narkotika / Psikotropika 24. Korupsi / Corruption 25. Penyelundupan / Smuggler 26. Perlindungan Anak / Child Protection 27. Pembalakan Liar/ Illegal Logging 28. Teroris/Terorist 29. Perdagangan Manusi/H. Trafficking 30. Lalu Lintas / Traffic Regulation Jumlah / Total

11 1 8 1 22 102 9 30 53 11 8 1 51 140 134 582

16 2 7 5 48 1 7 15 114 34 17 20 26 8 495 30 845

176

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Lanjutan Tabel / Continued Table 4.6.4

Jenis Kejahatan Type of Crimes

LP Wanita Tangerang

LP Serang

Rutan Klas I Tangerang 18 2 5 57 7 15 132 22 16 16 24 65 4 1 93 26 9 512

Rutan Serang

Rutan Rangkasbitung 4 1 1 3 59 2 9 7 3 40 6 15 1 151

Rutan Pandeglang

1. Politik / Politics 2. Terhadap Kepala Negara Offence Against Head Of State 3. Terhadap Ketertiban To Safety General 4. Pembakaran / Arson 5. Penyuapan / Bribery 6. Mata Uang / Coins 7. Memalsu Meterai/Surat Postage Stamp 8. Kesusilaan / Prostitution 9. Perjudian / Gambling 10. Penculikan / Abducion 11. Pembunuhan / Murder 12. Penganiayaan / Torture 13. Pencurian / Theft 14. Perampokan / Robbery 15. Pemerasan / Black Mail 16. Penggelapan / Fraud 17. Penipuan / Cheated 18. Merusak Barang / Vandalize 19. Dalam Jabatan / Funcionary 20. Penadahan / Fance 21. Ekonomi / Economics 22. Subversi / Subversive 23. Narkotika / Psikotropika 24. Korupsi / Corruption 25. Penyelundupan / Smuggler 26. Perlindungan Anak / Child Protection 27. Pembalakan Liar/ Illegal Logging 28. Teroris/Terorist 29. Perdagangan Manusi/H. Trafficking 30. Lalu Lintas / Traffic Regulation Jumlah / Total

1 3 9 2 13 4 1 1 1 11 13 2 270 5 336

8 8 13 42 6 44 34 1 4 8 1 300 17 1 487

8 12 2 9 8 8 16 13 4 50

1 4 1 3 40 3 4 5 24 6 2 93

Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Law and Human Rights in Banten Province

Banten dalam Angka 2012

177

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.6.5 Table

Rekapitulasi Produksi Sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, Hingga Tahun 2011 Production of Certificate by National Land Agency by Regency/Municipality in Banten Province, Until 2011
Hak Milik Proprietary Rights Luas Area (ha) (3) Hak Guna Usaha Concession Used Rights Bidang Field (4) Luas Area (ha) (5) Hak Guna Bangunan Building Used Rights Luas Area (ha) (7) 5 776 6 524 70 8 401 95 45 604 350 9 121 53

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Bidang Field (2)

Bidang Field (6)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009
1)

44 516 8 874

16 616 302 82 608 362 487 1 023 833

141 4 718 71 040 149 565

74 212

5 053 31 416

3 238 1 220 50 412 434 574 535 435

486 183 9 842 50 543 44 254

178

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Lanjutan Tabel / Continued Table 4.6.5

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Hak Pakai Used Rights Bidang Field (2) Luas Area (ha) (3)

Hak Pengelolaan Management Rights Bidang Field (4) Luas Area (ha) (5)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang


2)

9 -

2 -

Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 9 2 244 4 116 2 1 920 10 797 220 246 1 571 973

Banten dalam Angka 2012

179

SOCIAL

CHAPTER IV

Lanjutan Tabel / Continued Table 4.6.5

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Hak Sarusun Sarusun Rights Bidang Field (2) Luas Area (ha) (3)

Tanah Wakaf Wakaf Land Bidang Field (4) Luas Area (ha) (5)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang


2)

Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 7 484 15 620 2 836 2 505 1 034 5 346 108 1 139

Sumber / Source : Badan Pertanahan Nasional / National Land Agency Catatan / Note :
1) 2)

Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Serang Municipality

180

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.6.6 Table

Jumlah Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) dan Penerbitan Akta Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Officials Making Land Deed and Certificate Publishing in Banten Province, 2011
Jumlah PPAT Total PPAT Jenis Akta / Produksi (Jumlah Akta) Kind of Acta / Production (Total Acta) Pembagian Hak Tukar Pelepasan Bersama Menukar Hak Right Exchange Right Free Division (6) (7) (8)

Wilayah Kerja Kabupaten/Kota Work Area Regency/City

PPAT PPAT Jual Beli Hibah Sementara Notaris Purchasing Gift Provisional Notary (2) (3) (4) (5)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

35 28 37 34

16 14 491 112

3 360 2 670 62 877 10 713

300 250 3 550 1 100

250 20 1 775 400

5 70 15

150 -

13 8 ... ... 155 154 154

110 26 ... ... 769 655 679

17 850 2 230 ... ... 99 700 107 300 84 200

725 280 ... ... 6 205 5 575 3 000

425 225 ... ... 3 095 3 550 1 600

12 ... ... 102 200

... ... 150 200

Banten dalam Angka 2012

181

SOCIAL

CHAPTER IV

Lanjutan Tabel / Continued Table 4.6.6

Wilayah Kerja Kabupaten/Kota Work Area Regency/City (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

Jenis Akta / Produksi (Jumlah Akta) Kind of Acta / Production (Total Acta) APDP (9) APHT (10) SK.MHT (11) Jumlah / Total (12)

25 -

1 300 1 200 28 600 4 300

2 450 700 23 060 3 450

3 750 1 900 51 685 7 750

... ... 25 20 220

9 700 1 800 ... ... 46 900 34 600 28 300

8 979 3 100 ... ... 41 739 41 361 31 000

18 679 4 900 ... ... 88 664 192 406 148 720

Sumber / Source : Badan Pertanahan Nasional / National Land Agency Catatan / Note :
1) 2)

Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Serang Municipality

182

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.6.7 Table

Banyaknya Penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) oleh Kepolisian Daerah Banten, 2011 Number of Driving Licences Issued by Indonesian Police of Banten Territory, 2011

Jenis SIM Kind of Driving Licences (1) 1. SIM C 2. SIM A 3. SIM B - I 4. SIM B - II Jumlah / Total 2010 *) 2009 *)

Perpanjangan SIM Add (2) 23 584 12 023 1 878 809 38 294 33 436 27 012

SIM Baru New (3) 20 793 11 335 1 473 385 33 986 40 063 37 191

Jumlah Total (4) 44 377 23 358 3 351 1 194 72 280 73 499 64 203

Sumber / Source : Kepolisian Republik Indonesia - Kepolisian Daerah Banten Indonesian National Police - Banten Regional Police Catatan / Note :
*)

Angka perbaikan / Revised Figures

Banten dalam Angka 2012

183

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.6.8 Table

Banyaknya Penerbitan STNK oleh Kepolisian Daerah Banten, 2011 Total of Vehicle Registered Number (URM) Issued by Indonesian Police of Banten Territory, 2011

Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah / Total 2010 *) 2009 *)
Sumber / Source : Catatan / Notes

Kendaraan Baru New Car (2) 10 888 7 734 14 606 10 722 12 201 12 055 13 944 13 391 13 511 13 072 12 357 12 071 146 552 101 107 66 989

Balik Nama Transfer Duties (3) 1 123 839 1 222 1 139 1 084 1 140 1 065 985 1 185 1 167 1 117 1 120 13 186 7 483 5 276

Pindah Daerah Moved to Another Place (4) 353 207 450 393 440 407 397 406 355 438 401 445 4 692 3 996 4 310

Hilang/ Salinan Lost /Copy (5) 838 635 944 838 981 707 916 898 960 810 980 1 006 10 513 6 356 6 045

Pengesahan New Printing Legalization (6) 6 996 5 510 7 636 7 304 7 942 7 011 8 242 7 099 8 131 8 223 9 517 8 446 92 057 56 134 43 374

Kepolisian Republik Indonesia - Kepolisian Daerah Banten Indonesian National Police - Banten Regional Police

: Angka perbaikan / Revised Figures

184

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

4.7. KEMISKINAN DAN PEMBANGUNAN MANUSIA POVERTY AND HUMAN DEVELOPMENT Tabel 4.7.1 Table Garis Kemiskinan dan Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Banten, 2011-2012 Poverty Line and Number of Poor in Banten Province, 2011-2012

Uraian/Tahun Description/Year (1) Maret / March 2011 1. Garis Kemiskinan (Rp/kapita/bulan) / Poverty Line (rupiahs/kapita/month) a. Makanan / Food b. Non Makanan / Non Food 2. Jumlah Penduduk Miskin / Number of Poor September / September 2011 1. Garis Kemiskinan (Rp/kapita/bulan) / Poverty Line (rupiahs/kapita/month) a. Makanan / Food b. Non Makanan / Non Food 2. Jumlah Penduduk Miskin / Number of Poor Maret / March 2012 1. Garis Kemiskinan (Rp/kapita/bulan) / Poverty Line (rupiahs/kapita/month) a. Makanan / Food b. Non Makanan / Non Food 2. Jumlah Penduduk Miskin / Number of Poor

Kota / Urban (2)

Desa / Rural (3)

Kota+ Desa / Urban+Rural (4)

236 672 163 006 73 666 335 527

206 639 156 993 49 647 354 963

226 662 161 002 65 660 690 490

247 575 171 209 76 366 335 123

214 179 161 567 52 612 355 751

236 521 168 018 68 503 690 874

250 041 172 372 77 669 333 003

219 026 165 552 53 474 319 795

239 767 170 113 69 654 652 798

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), 2011 2012 BPS Statistics of Banten Province, National Socio Economic Survey, 2011 2012

Banten dalam Angka 2012

185

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.7.2 Table

Persentase Penduduk Miskin (P0), Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Provinsi Banten, 2011-2012 Percentage of Poor (P0), Poverty Gap Index (P1) and Poverty Severity Index(P2) in Banten Province, 2011-2012

Uraian/Tahun Description/Year (1) Maret / March 2011 1. Persentase Penduduk Miskin (P0) / Percentage of Poor (P0) 2. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) / Poverty Gap Index (P1) 3. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) / Poverty Severity Index (P2) September 2011 / September 2011 1. Persentase Penduduk Miskin (P0) / Percentage of Poor (P0) 2. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) / Poverty Gap Index (P1) 3. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) / Poverty Severity Index (P2) Maret / March 2012 1. Persentase Penduduk Miskin (P0) / Percentage of Poor (P0) 2. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) / Poverty Gap Index (P1) 3. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) / Poverty Severity Index (P2)

Kota / Urban (2)

Desa / Rural (3)

Kota+ Desa / Urban+Rural (4)

4,61 0,67 0,14

9,75 1,36 0,33

6,32 0,90 0,20

4,54 0,81 0,24

9,74 1,82 0,48

6,26 1,15 0,32

4,46 0,57 0,11

8,65 1,07 0,23

5,85 0,74 0,15

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), 2011 2012 BPS Statistics of Banten Province, National Socio Economic Survey, 2011 2012

186

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.7.3 Table

Garis Kemiskinan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (rupiah/kapita/bulan), 2009-2011 Poverty Line by Regency/Municipality in Banten Province (rupiahs/capita/month), 2009-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

190 256 174 367 241 607 180 526

202 483 185 573 258 155 192 128

209 655 197 985 290 423 204 788

284 093 230 354 185 597 ... 222 292

303 551 246 662 197 525 275 643 233 214

337 543 261 962 213 617 317 887 236 521

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Juli 2009-2010 dan September 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Socio Economic Survey, July 2009-2010 and September 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2009 / Including Tangerang Selatan Municipality for the year 2009

Banten dalam Angka 2012

187

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.7.4 Table

Jumlah Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (orang), 2009-2011 Number of Poor by Regency/Municipality in Banten Province (people), 2009-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

140 281 142 229 256 151 82 897

127 800 125 200 205 100 89 200

117 644 115 160 188 653 82 047

106 102 15 367 32 764 ... 775 791

124 300 16 800 40 700 21 900 751 000

114 333 15 453 37 436 20 144 690 874

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Juli 2009-2011 dan September 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Socio Economic Survey, July 2009-2011 and September 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2009 / Including Tangerang Selatan Municipality for the year 2009

188

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.7.5 Table

Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Percentage of Poor by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

12,01 10,63 6,55 5,80

11,14 10,38 7,18 6,34

9,80 9,20 6,42 5,63

6,42 4,14 6,19 ... 8,15

6,88 4,46 7,03 1,67 7,46

6,14 3,98 6,25 1,50 6,26

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Juli 2009-2010 dan September 2011 BPS Statistics of Banten Province, National Socio Economic Survey, July 2009-2010 and September 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2009 / Including Tangerang Selatan Municipality for the year 2009

Banten dalam Angka 2012

189

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.7.6 Table

Angka Harapan Hidup Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (tahun), 2009-2011 Life Expectancy by Regency/Municipality in Banten Province (years), 2009-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2009 (2)

2010 (3)

2011 *) (4)

63,52 63,21 65,61 63,08

63,77 63,28 65,79 63,51

63,95 63,35 65,90 63,88

68,33 68,53 64,62 68,43 64,75

68,37 68,58 65,13 68,54 64,90

68,41 68,62 65,47 68,65 65,05

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

190

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.7.7 Table

Angka Melek Huruf Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (persen), 2009-2011 Literacy Rates by Regency/Municipality in Banten Province (percent), 2009-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2009 (2)

2010 (3)

2011 *) (4)

96,30 94,55 95,66 94,93

96,35 94,60 95,78 95,23

96,37 94,82 95,86 95,72

98,35 98,71 96,27 98,14 95,95

98,39 98,72 96,47 98,15 96,20

98,41 98,73 96,89 98,19 96,25

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

191

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel 4.7.8 Table

Rata-Rata Lama Sekolah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (tahun), 2009-2011 Mean Years Schooling by Regency/Municipality in Banten Province (years), 2009-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2009 (2)

2010 (3)

2011 *) (4)

6,44 6,22 8,93 7,04

6,47 6,24 8,94 7,05

6,81 6,25 8,95 7,25

9,95 9,66 7,25 9,95 8,15

9,98 9,67 7,51 10,15 8,32

10,04 9,68 8,01 10,70 8,41

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

192

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel 4.7.9 Table

Pengeluaran per Kapita yang Disesuaikan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ribu/tahun), 2009-2011 Expenditure per Capita Adjusted by Regency/Municipality in Banten Province (thousand/year), 2009-2011
2009 (2) 2010 (3) 2011 *) (4)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

625,06 627,49 632,77 630,08

626,73 629,44 635,19 631,19

628,41 632,21 637,80 633,72

640,27 641,88 635,34 641,72 627,63

643,18 645,43 636,77 643,75 629,70

645,90 648,88 639,17 645,78 633,64

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

193

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan 4.7.10 Reduksi Shortfall Menurut Kabupaten/Kota Table di Provinsi Banten, 2009-2011 Human Development Index (HDI) and Reduction Shortfall by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011
Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 74,89 74,99 69,99 75,01 70,06 75,17 75,29 70,61 75,38 70,48 75,44 75,6 71,45 76,01 70,95 0,75 0,20 1,83 ... 1,19 1,12 1,20 2,07 1,48 1,42 1,12 1,23 2,86 2,56 1,56 67,99 67,45 71,45 68,27 68,29 67,67 71,76 68,67 68,77 67,98 72,05 69,33 0,74 1,03 1,07 1,48 0,94 0,68 1,09 1,26 1,54 0,95 1,02 2,09 IPM / HDI 2009 (2) 2010 (3) 2011*) (4) 2009 (5) Reduksi Shortfall / Reduction Shortfall 2010 (6) 2011*) (7)

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

194

Banten in Figures 2012

BAB IV

SOSIAL

Tabel Indeks Pembangunan Gender (IPG) 4.7.11 Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, Table 2008-2010 Gender-related Development Index (GDI) by Regency/Municipality in Banten Province, 2008-2010
Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 66,79 57,41 59,28 ... 61,49 66,94 57,79 59,82 ... 61,89 67,67 58,01 60,71 62,14 62,88 59,50 59,58 60,59 55,82 59,78 60,29 60,93 56,21 60,75 60,34 61,75 56,96 2008 (2) 2009 (3) 2010 *) (4)

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*) 1)

Angka sementara / Preliminary figures Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2008-2009 / Including Tangerang Selatan Municipality for 2008-2009

Banten dalam Angka 2012

195

SOCIAL

CHAPTER IV

Tabel Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) 4.7.12 Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, Table 2008-2010 Gender Empowerment Measure (GEM) by Regency/Municipality in Banten Province, 2008-2010
Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 48,14 33,62 44,12 ... 49,02 52,61 43,70 53,82 58,90 54,87 65,03 55,37 62,44 59,94 65,66 51,39 53,22 54,88 46,53 51,68 56,20 57,35 47,10 57,79 60,56 52,00 46,16 2008 (2) 2009 (3) 2010 *) (4)

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*) 1)

Angka sementara / Preliminary figures Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2008 / Including Tangerang Selatan Municipality for 2008

196

Banten in Figures 2012

5
PERTANIAN
Agriculture

BAB V

PERTANIAN

Penjelasan Teknis 1. Pengumpulan data Statistik Pertanian (SP) diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian. 2. Data pokok tanaman pangan yang dikumpulkan adalah luas panen dan produktivitas (hasil per hektar). Produksi tanaman pangan merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas. Data tanaman pangan mencakup padi dan palawija (jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar). Pengumpulan data luas panen dilakukan setiap bulan oleh Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) dan dilaporkan dengan formulir Statistik Pertanian (SP). Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan area kecamatan di seluruh wilayah Indonesia. Pengumpulan data luas panen di tingkat kecamatan tersebut didasarkan pada hasil pengumpulan data dari seluruh desa/kelurahan di kecamatan bersangkutan. Pengumpulan data produktivitas tanaman pangan dilakukan melalui Survei Ubinan dengan menggunakan formulir SUB-S. Periode pengumpulan data dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan) dengan petugas lapangan adalah Mantri Statistik (Koordinator Statistik Kecamatan / KSK) dan KCD.

Technical Notes 1. Agricultural Survey is carried out by the BPS Statistics Indonesia in cooperation with the Directorate General of Food Crops, The Ministry of Agriculture.

2. The main food crops data collected consists of area harvested and productivity (yield per hectare). Food crops production is generated by area harvested multiply by productivity. Food crops data covers paddy and secondary food crops (maize, soybeans, mungbeans, peanuts, cassava, and sweet potatoes). The area harvested data is collected every month by the Agriculture Extension Workers (called KCD for Kepala Cabang Dinas) and reported in Agriculture Statistics Form. Data collection is conducted by sub district area approach in all over Indonesia. Area harvested in each sub district is estimated based on the area harvested in each village in the sub district. Food crops productivity (yield per hectare) data are collected through the Crop Cutting Survey using SUB-S form. The data collection is conducted in every sub round (four monthly) with Sub District Statistics Coordinator (called KSK for Koordinator Statistik Kecamatan) and KCD as the enumerator.

Banten dalam Angka 2012

199

AGRICULTURE

CHAPTER V

Pengumpulan data produktivitas dilakukan melalui pengukuran langsung pada plot ubinan yang berukuran 2 m x 2 m. Pengumpulan data produktivitas dilakukan sesuai dengan waktu panen petani. 3. Pengumpulan data luas lahan sawah dilakukan setiap tahun oleh KCD dengan menggunakan formulir SP-Lahan. Data luas lahan sawah yang dilaporkan adalah kondisi akhir tahun yang berada di wilayah administrasi kecamatan mencakup lahan yang diusahakan oleh rumahtangga, perusahaan, pemerintah dan lain-lain. 4. Produksi padi mencakup padi sawah dan padi ladang. Kualitas produksi padi dan palawija adalah: gabah kering giling (padi), pipilan kering (jagung), biji kering (kedelai dan kacang tanah), dan umbi basah (ubi kayu dan ubi jalar).

The productivity data collection is conducted by a direct measurement in 2 m x 2 crop cutting plot. The productivity measurement is conducted at the time when farmers are harvesting their crops.

3. Wetland area data is collected annualy by KCD using the form called SP-Lahan. Wetland area data reported is the condition at the end of the year, and covers wetland in district administrative area, including the land cultivated by households, firms, governments, and others.

4. The production of paddy covers the production of wet land rice and dry land rice. Production of rice and secondary crops are presented in form of : dry unhusked rice (paddy), dry loose maize (maize), dry shells crops (soybeans and peanuts) and fresh roots (cassava and sweet potatoes). 5. The Agricultural Survey for Horticulture (SPH) is carried out by the BPS-Statistics Indonesia in cooperation with the Directorate General of Horticulture, The Ministry of Agriculture.

5. Survei Pertanian Hortikultura (SPH) diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Direktorat Jendral Hortikultura, Kementerian Pertanian.

200

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

6. Metode yang digunakan dalam survei ini adalah metode pencacahan lengkap terhadap seluruh kecamatan di Indonesia dan dilaporkan secara rutin bulanan untuk data tanaman sayuran dan buah-buahan semusim dan triwulanan untuk tanaman buahbuahan dan sayuran tahunan, tanaman biofarmaka dan tanaman hias oleh mantri tani/KCD. 7. Tanaman sayuran dan buah-buahan semusim. a. Tanaman sayuran semusim adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral dan lainlain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun, bunga, buah dan umbinya, yang berumur kurang dari satu tahun. b. Tanaman buah-buahan semusim adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah, berumur kurang dari satu tahun, tidak berbentuk pohon/ rumpun tetapi menjalar dan berbatang lunak. 8. Tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan. Tanaman buah-buahan tahunan adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral dan lainlain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah dan merupakan tanaman tahunan. Tanaman sayuran tahunan adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun dan atau buah yang berumur lebih dari satu tahun.
Banten dalam Angka 2012

6. The method used in this survey is complete enumeration for all of districts in Indonesia and reported monthly for SPH-SBS and quarterly for SPH-BST, SPHTBF, SPH-TH by agriculture extension services.

7. Seasonal vegetables and fruit plants. a. Seasonal vegetables plants are plants which are the sources of vitamin, mineral salt, etc, consumed from the part of the plant in the form of leaf, flower, fruit and root with the age of less than one year. b. Seasonal fruits plants are plants which are the sources of vitamin, mineral salt, etc, consumed from the part of the plant in the form of fruits. These plants are creeps with the age of less than one year.

8. Annual fruit and vegetable plants. Annual fruits plants are plants which are the sources of vitamin, contained mineral salt, etc, consumed from the part of plant in the form of fruits and more than one year of age. Annual vegetable plants are plants which are the sources of vitamin, contained mineral salt, etc, consumed from the part of the plant in the form of vegetable and more than one year of age.
201

AGRICULTURE

CHAPTER V

9. Tanaman biofarmaka. Tanaman biofarmaka adalah tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik dan kesehatan yang dikonsumsi atau digunakan dari bagian-bagian tanaman seperti daun, batang, buah, umbi (rimpang) ataupun akar. 10. Tanaman hias. Tanaman hias adalah tanaman yang mempunyai nilai keindahan baik bentuk, warna daun, tajuk maupun bunganya, sering digunakan untuk penghias pekarangan dan lain sebagainya. 11. Data yang dikumpulkan dalam SPH mencakup : data tentang luas penanaman, luas panen (untuk buah-buahan tahunan adalah banyaknya tanaman yang menghasilkan), produksi, luas rusak, luas tanaman akhir dan harga jual petani. 12. Luas panen adalah luas tanaman sayuran, buah-buahan, biofarmaka dan tanaman hias yang diambil hasilnya/dipanen pada periode pelaporan. 13. Luas panen untuk tanaman sayuran: luas tanaman yang dipanen sekaligus/habis/dibongkar dan luas tanaman yang dipanen berkali-kali (lebih dari satu kali)/ belum habis. Tanaman yang dipanen sekaligus/habis/dibongkar adalah tanaman yang sehabis panen langsung dibongkar/ dicabut, terdiri dari bawang merah, bawang putih, bawang daun, kentang, kol/kubis, kembang kol, petsai/sawi, wortel, lobak dan kacang merah.

9. Medicinal plants. Medicinal plants are plants which are usefull for medicine. It is consumed from parts of the plants such as leaf, flower, fruit, tubber and root.

10. Ornamental plants. Ornamental plants are plants which have a beauty value, either in shape, colour of leaf or crown of flower, and they are often used as a yard decorator. 11. Agriculture Survey collects the information on the planted area, harvested area (for annual vegetables the number of planted), production, damaged area, plant area in the end of month, and price on the farm-gate level.

12. Harvested area is vegetable, fruit, medicinal and ornamental plant of crop harvested during the period of report.

13. Harvested area of vegetables : entirely plant harvested (demolished) and plant harvested several times (undemolished). Entirely plants harvested (demolished) are plants usually harvested once and demolished to be substituted by other plants, consisting of : shallots, garlic, leeks, potato, cabbage, cauli flower, mustard green, carrots, chinese radish and red kidney beans.

202

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tanaman yang dipanen berkali-kali (lebih dari satu kali) / belum habis adalah tanaman yang pemanenannya lebih dari satu kali dan biasanya dibongkar apabila panenan terakhir sudah tidak memadai lagi, terdiri dari : kacang panjang, cabe besar, cabe rawit, jamur, tomat, terung, buncis, ketimun, labu siam, kangkung, bayam, melon, semangka dan blewah. 14. Produksi adalah hasil menurut bentuk produk dari setiap tanaman sayuran, buah-buahan, biofarmaka dan tanaman hias yang diambil berdasarkan luas yang dipanen pada bulan/triwulan laporan. 15. Data statistik perkebunan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten. 16. Data statistik kehutanan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten dan Perum Perhutani Unit III Banten. 17. Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang berupa hutan, yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Hal ini untuk menjamin kepastian hukum mengenai status kawasan hutan, letak batas dan luas suatu wilayah tertentu yang sudah ditunjuk menjadi kawasan hutan tetap.

Plants harvested several times (undemolished) are plants usually harvested more than once and demolished in the case that the last harvest was economically not profitable. They consist of : yard long beans, chili, small chili, mushroom, tomatoes, egg plant, stringbean, cucumber, pumpkin/ chajota, swampcabbage, spinach, melon, watermelon and blewah.

14. Production is the standard production quantity form of vegetable, fruit, medicinal and ornamental plant based on harvested area reported monthly/ quarterly. 15. Data on estate are secondary data aquired from from the Office of Forestry and Estate Service of Banten Province. 16. Forestry statistics are secondary data obtained from the Office of Forestry and Estate Service of Banten and Perum Perhutani Unit III Banten. 17. Forest Area is a specific territory of forest ecosystem determined and or decided by the government as a permanent forest. Such decision is important to maintain the size of forest area and to ensure its legitimation and boundary demarcation of permanent forest.

Banten dalam Angka 2012

203

AGRICULTURE

CHAPTER V

Kawasan hutan Indonesia ditetapkan oleh Menteri Kehutanan dalam bentuk Surat Keputusan Menteri Kehutanan tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi. Penunjukan Kawasan Hutan ini disusun berdasarkan hasil pemaduserasian antara Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dengan Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK). Penunjukan kawasan hutan mencakup pula kawasan perairan yang menjadi bagian dari Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).

Indonesian forest area is determined by the Minister of Forestry in the format of Ministerial Decree on the Designation of Provincial Forest Area and Inland Water, Coastal and Marine Ecosystem The designation of Forest Area is formulated based on integrated and harmonized of Provincial Spatial Planning (RTRWP) and Forest Land Use by Concensus (TGHK). The designation of forest area in some cases also cover inland water, coastal and marine ecosystem that may become part of Sanctuary Reserve Area (KSA) and Nature Conser-vation Area (KPA). 18. In accordance to the Act on Forestry No. 41/1999, forest area is categorized as Conservation Forest, Protection Forest and Production Forest.

18. Berdasarkan Undang-Undang No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, kawasan hutan dibagi ke dalam kelompok Hutan Konservasi, Hutan Lindung, dan Hutan Produksi. 19. Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. 20. Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

19. Conservation forest is a forest area having specific characteristic established for the purposes of conservation of animal and plant species and their ecosystem. 20. Protection Forest is a forest area designated to serve life support system, maintain hydrological system, prevent of flood, erotion control, seawater intrusion, and maintain soil fertility.

204

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

21. Hutan Produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. Hutan produksi terdiri dari Hutan Produksi Tetap (HP), Hutan Produksi Terbatas (HPT), dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi. 22. Data statistik peternakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten. 23. Data statistik perikanan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten. Statistik perikanan dibedakan atas data Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Perikanan Tangkap diklasifikasikan atas penangkapan ikan di laut dan penangkapan ikan di perairan umum. Perikanan Budidaya diklasifikasikan atas jenis budidaya yaitu budidaya laut, tambak, kolam, karamba, jaring apung dan sawah.

21. Production forest is a forest area designated mainly to promote sustainable forest production. Production forest is classified as permanent production forest, limited production forest, and convertible production forest.

22. Livestock statistics are secondary data obtained from the Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province. 23. Fishery Statistics are secondary data obtained from the Office of Marine and Fishery Service of Banten Province. Fishery statistics are categorized into two: capture fisheries and aquaculture. Capture fisheries are further classified into: marine capture fisheries and inland open water capture fisheries. Aquaculture are further classified into several types of culture : marine culture; brackish water pond; fresh water pond; cage; floating net and fish breeding in paddy fields.

Banten dalam Angka 2012

205

AGRICULTURE

CHAPTER V

5.1. PERTANIAN TANAMAN PANGAN FOOD CROPS Tabel Table 5.1.1 Luas Panen Tanaman Pangan di Provinsi Banten (ha), 2009-2012 Harvested Area of Food Crops in Banten Province (ha), 2009-2012

Jenis Tanaman Crops (1) Padi / Paddy 1. Padi Sawah Wetland Paddy 2. Padi Ladang Dryland Paddy 3. Padi (sawah+ladang) Paddy (Wet+Dryland) Palawija / Other Food Crops 1. Jagung Maize 2. Kedelai Soybeans 3. Kacang Tanah Peanuts 4. Kacang Hijau Mungbeans 5. Ubi Kayu Cassava 6. Ubi Jalar Sweet Potatoes

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

2012 *) (5)

332 776 33 362 366 138

368 009 38 402 406 411

374 717 22 304 397 021

348 863 28 092 376 955

8 425 12 198 12 971 2 280 7 407 2 942

8 697 8 358 13 862 1 652 8 237 3 403

4 600 4 719 10 075 1 168 7 374 2 879

3 828 5 095 10 916 1 075 6 295 2 839

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka Ramalan I / First Forecast

206

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.1.2

Produktivitas Tanaman Pangan di Provinsi Banten (kuintal/ha), 2009-2012 Productivity of Food Crops in Banten Province (quintal/ha), 2009-2012

Jenis Tanaman Crops (1) Padi / Paddy 1. Padi Sawah Wetland Paddy 2. Padi Ladang Dryland Paddy 3. Padi (sawah+ladang) Paddy (Wet+Dryland) Palawija / Other Food Crops 1. Jagung Maize 2. Kedelai Soybeans 3. Kacang Tanah Peanuts 4. Kacang Hijau Mungbeans 5. Ubi Kayu Cassava 6. Ubi Jalar Sweet Potatoes

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

2012 *) (5)

52,32 32,39 50,50

52,06 34,39 50,39

50,29 29,26 49,11

52,81 33,91 51,40

32,15 13,02 15,25 8,38 142,60 117,43

32,84 13,95 14,70 8,23 144,44 119,24

30,14 12,47 12,16 7,94 145,17 120,15

32,19 13,32 10,45 8,05 146,43 124,79

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka Ramalan I / First Forecast

Banten dalam Angka 2012

207

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.1.3

Produksi Tanaman Pangan di Provinsi Banten (ton), 2009-2012 Production of Food Crops in Banten Province (ton), 2009-2012

Jenis Tanaman Crops (1) Padi / Paddy 1. Padi Sawah Wetland Paddy 2. Padi Ladang Dryland Paddy 3. Padi (sawah+ladang) Paddy (Wet+Dryland) Palawija / Other Food Crops 1. Jagung Maize 2. Kedelai Soybeans 3. Kacang Tanah Peanuts 4. Kacang Hijau Mungbeans 5. Ubi Kayu Cassava 6. Ubi Jalar Sweet Potatoes

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

2012 *) (5)

1 740 952 108 056 1 849 008

1 915 855 132 051 2 048 047

1 884 446 65 267 1 949 714

1 842 232 95 262 1 937 495

27 083 15 887 19 782 1 911 105 621 34 549

28 558 11 662 20 380 1 359 118 979 40 579

13 863 5 885 12 247 927 107 052 34 590

12 321 6 785 11 406 865 92 180 35 427

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka Ramalan I / First Forecast

208

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.1.4

Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Padi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Paddy by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011

2010 Kabupaten/Kota Regency/Municipality

2011

Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

128 721 97 295 78 960 81 837

48,96 50,07 51,86 51,30

630 188 487 122 409 452 419 791

123 253 99 349 75 910 78 808

48,42 48,40 50,22 49,83

596 796 480 873 381 228 392 703

1 351 2 866 15 113 268 406 411

51,80 52,14 51,71 52,22 50,39

6 998 14 942 78 154 1 400 2 048 047

1 325 2 786 15 304 286 397 021

50,34 49,96 49,71 50,48 49,11

6 671 13 918 76 082 1 444 1 949 714

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

209

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.1.5

Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Jagung Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Maize by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011

2010 Kabupaten/Kota Regency/Municipality

2011

Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2 694 1 968 1 170 1 367

32,80 32,81 32,82 32,90

8 836 6 456 3 840 4 498

1 609 1 312 178 868

30,44 30,11 30,05 29,89

4 897 3 951 535 2 595

1 47 1 092 358 8 697

32,78 32,88 32,97 32,69 32,84

3 155 3 600 1 170 28 558

17 459 157 4 600

29,98 29,65 30,16 30,14

51 1 361 473 13 863

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

210

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.1.6

Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kedelai Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Soybeans by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011

2010 Kabupaten/Kota Regency/Municipality

2011

Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

5 769 2 367 214

13,77 14,36 14,38

7 945 3 399 308

2 853 1 609 226

12,49 12,29 13,43

3 563 1 978 304

8 8 358

13,27 13,95

11 11 662

31 4 719

13,05 12,47

40 5 885

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

211

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.1.7

Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kacang Tanah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Peanuts by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011

2010 Kabupaten/Kota Regency/Municipality

2011

Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

908 935 284 5 645

14,41 14,26 14,65 14,72

1 309 1 334 416 8 310

489 376 188 3 817

12,31 12,30 12,11 12,19

602 463 228 4 651

3 710 1 999 381 13 862

14,83 14,77 14,59 14,70

5 503 2 953 556 20 380

3 035 1 905 265 10 075

12,20 11,93 12,34 12,16

3 704 2 272 327 12 247

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

212

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.1.8

Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kacang Hijau Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Mungbeans by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011
2010 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

458 133 806

8,04 8,29 8,29

368 110 668

484 62 1 325

7,84 8,05 8,15 7,95

379 50 1 259

64 191 1 652

8,35 8,33 8,23

53 159 1 359

56 240 1 168

7,94 8,09 7,94

44 194 927

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

213

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.1.9

Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Ubi Kayu Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Cassava by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011

2010 Kabupaten/Kota Regency/Municipality

2011

Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

1 858 2 290 486 2 733

144,73 144,53 144,73 144,24

26 891 33 097 7 034 39 422

1 776 1 654 525 2 644

144,99 145,18 145,53 145,22

25 750 24 012 7 640 38 395

16 162 321 371 8 237

144,64 144,27 143,30 144,68 144,44

231 2 337 4 600 5 368 118 978

13 104 401 257 7 374

145,42 144,88 145,25 145,30 145,17

189 1 507 5 824 3 734 107 052

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

214

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.1.10

Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Ubi Jalar Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Harvested Area, Productivity and Production of Sweet Potatoes by Regency/Municipality in Banten Province, 2010-2011
2010 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

947 834 106 1 135

119,42 119,17 118,76 119,19

11 309 9 939 1 259 13 528

1 083 656 131 717

120,13 120,15 120,15 120,06

13 011 7 882 1 574 8 609

3 57 134 187 3 403

121 118,38 120,29 118,80 119,24

36 675 1 612 2 222 40 579

4 35 127 126 2 879

120,37 120,33 120,67 120,08 120,15

48 421 1 532 1 513 34 590

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

215

AGRICULTURE

CHAPTER V

5.2. HORTIKULTURA HORTICULTURE Tabel Table 5.2.1 Luas Panen Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Harvested Area of Seasonal Vegetables and Fruits By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Bawang Merah / Onions Bawang Daun / Spring Onions Kembang Kol Petsai (Sawi) / Mustard Green Wortel / Carrots Kacang Merah / Red Beans Kacang Panjang / Long Beans Cabe Besar / Large Chili Cabe Rawit / Chili Jamur / Mushroam Tomat / Tomatoes Terung / Eggplants Buncis / String Beans Ketimun / Cucumber Labu Siam / Gourd Kangkung / Swamp Cabbage Bayam / Spinach Melon Semangka / Water Melon Blewah

Satuan / Unit (2) ha ha ha ha ha ha ha ha ha m2 ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha

2009 (3) 85 112 3 1 715 11 23 3 208 1 118 629 1 644 561 1 052 152 3 027 102 1 822 1 567 55 164 37

2010 (4) 69 103 1 599 28 10 3 699 1 062 663 15 079 492 1 252 122 3 364 22 2 072 1 883 63 57 8

2011 (5) 102 122 23 1 774 30 7 2 813 962 670 10 961 460 1 133 44 2 755 22 2 206 1 931 61 162 87

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

216

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.2.2

Produktivitas Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Productivity of Seasonal Vegetables and Fruits By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Bawang Merah / Onions Bawang Daun / Spring Onions Kembang Kol Petsai (Sawi) / Mustard Green Wortel / Carrots Kacang Merah / Red Beans Kacang Panjang / Long Beans Cabe Besar / Large Chili Cabe Rawit / Chili Jamur / Mushroam Tomat / Tomatoes Terung / Eggplants Buncis / String Beans Ketimun / Cucumber Labu Siam / Gourd Kangkung / Swamp Cabbage Bayam / Spinach Melon Semangka / Water Melon Blewah

Satuan / Unit (2) kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/m2 kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha kw/ha

2009 (3) 78,59 30,27 140,00 69,43 35,45 17,83 42,59 36,46 37,38 8,46 76,22 59,30 45,20 70,19 50,88 60,84 37,47 83,09 184,51 96,76

2010 (4) 50,84 38,67 60,75 40,07 10,20 56,58 43,68 42,18 7,74 71,27 67,63 64,68 80,81 30,68 66,24 37,29 119,00 136,18 86,50

2011 (5) 41,27 38,69 57,39 68,78 33,33 4,29 57,56 34,54 46,10 14,83 66,37 62,52 36,14 74,68 56,82 65,29 39,88 131,48 130,43 193,45

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

217

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.2.3

Produksi Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Production of Seasonal Vegetables and Fruits By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Bawang Merah / Onions Bawang Daun / Spring Onions Kembang Kol Petsai (Sawi) / Mustard Green Wortel / Carrots Kacang Merah / Red Beans Kacang Panjang / Long Beans Cabe Besar / Large Chili Cabe Rawit / Chili Jamur / Mushroam Tomat / Tomatoes Terung / Eggplants Buncis / String Beans Ketimun / Cucumber Labu Siam / Gourd Kangkung / Swamp Cabbage Bayam / Spinach Melon Semangka / Water Melon Blewah

Satuan / Unit (2) ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton

2009 (3) 668 339 42 11 908 39 41 13 664 4 076 2 351 1 391 4 276 6 238 687 21 245 519 11 085 5 872 457 3 026 358

2010 (4) 351 398 9 714 112 10 20 930 4 638 2 797 117 3 506 8 467 789 27 183 68 13 724 7 022 750 776 69

2011 (5) 421 472 132 12 202 100 3 16 191 3 323 3 089 16 259 3 053 7 083 159 20 574 125 14 403 7 700 802 2 113 1 683

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

218

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.2.4

Luas Panen Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Tahunan Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Harvested Area of Annual Vegetables and Fruits By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Alpukat / Avocado Belimbing / Star Fruit Duku (Langsat / Kokosan) / Lanzon Durian / Durian Jambu Biji / Guava Jambu Air / Common Guava Jeruk Siam / Siam Orange Jeruk Besar Large Orange Mangga / Mango Manggis / Mangosteen Nangka / Jackfruit Nenas / Pineapple Pepaya / Papaya Pisang / Banana Rambutan Salak / Salacia Sawo / Sapodilla Markisa (Konyal) / Marcissa Sirsak / Soursop Sukun / Sukun Melinjo /Gnetum Gnemon Petai / Parkia Speciosa Jengkol

Satuan / Unit (2) pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree rumpun / Clamp pohon / tree rumpun / Clamp pohon / tree rumpun / Clamp pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree

2009 (3) 6 596 17 226 18 743 182 128 72 470 55 096 19 425 7 583 257 867 65 696 56 959 40 794 87 324 4 433 363 378 131 287 450 18 849 890 45 714 42 405 752 969 78 650 55 702

2010 (4) 6 401 25 494 49 044 114 262 82 510 25 696 9 506 176 729 30 983 64 099 47 178 117 043 4 668 695 345 233 219 721 20 775 1 097 51 516 57 772 711 712 66 052 46 399

2011 (5) 7 252 19 692 29 463 240 493 73 860 61 585 25 605 8 223 358 287 144 037 60 733 69 526 98 947 3 987 143 391 631 192 605 22 184 513 51 635 83 966 692 431 115 791 56 206

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

219

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.2.5

Produktivitas Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Tahunan Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Productivity of Annual Vegetables and Fruits By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Alpukat / Avocado Belimbing / Star Fruit Duku (Langsat / Kokosan) / Lanzon Durian / Durian Jambu Biji / Guava Jambu Air / Common Guava Jeruk Siam / Siam Orange Jeruk Besar Large Orange Mangga / Mango Manggis / Mangosteen Nangka / Jackfruit Nenas / Pineapple Pepaya / Papaya Pisang / Banana Rambutan Salak / Salacia Sawo / Sapodilla Markisa (Konyal) / Marcissa Sirsak / Soursop Sukun / Sukun Melinjo /Gnetum Gnemon Petai / Parkia Speciosa Jengkol

Satuan / Unit (2) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/rumpun)/(kg/Clamp) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/rumpun)/(kg/Clamp) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/rumpun)/(kg/Clamp) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree) (kg/Pohon)/(kg/tree)

2009 (3) 93,54 84,35 76,67 154,57 42,45 56,10 61,62 48,27 93,04 44,55 108,97 9,05 46,50 43,95 62,26 4,85 113,64 53,93 32,31 69,97 33,34 78,14 56,71

2010 (4) 118,67 71,11 78,37 76,66 72,16 70,91 65,92 90,24 76,43 94,22 10,36 48,10 50,31 56,93 8,62 142,27 28,08 43,35 63,17 51,48 63,88 58,43

2011 (5) 99,42 77,75 53,86 109,32 63,69 60, 37 50,85 67,13 104,07 54,17 96,11 6,83 56,64 62,27 44,10 9,95 114,68 35,09 43,96 63,44 43,92 57,99 65,37

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

220

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.2.6

Produksi Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Tahunan Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Production of Annual Vegetables and Fruits By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Alpukat / Avocado Belimbing / Star Fruit Duku (Langsat / Kokosan) / Lanzon Durian / Durian Jambu Biji / Guava Jambu Air / Common Guava Jeruk Siam / Siam Orange Jeruk Besar Large Orange Mangga / Mango Manggis / Mangosteen Nangka / Jackfruit Nenas / Pineapple Pepaya / Papaya Pisang / Banana Rambutan Salak / Salacia Sawo / Sapodilla Markisa (Konyal) / Marcissa Sirsak / Soursop Sukun / Sukun Melinjo /Gnetum Gnemon Petai / Parkia Speciosa Jengkol

Satuan / Unit (2) ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton

2009 (3) 617 1 453 1 437 28 152 3 076 3 091 1 197 366 23 991 2 927 6 207 369 4 061 194 835 23 541 1 394 2 142 48 1 477 2 967 25 102 6 146 3 159

2010 (4) 760 1 813 3 844 8 759 5 954 1 822 627 15 948 2 368 6 039 489 5 630 234 886 19 654 1 895 2 956 31 2 233 3 650 36 642 4 219 2 711

2011 (5) 721 1 531 1 587 26 291 4 704 3 718 1 302 552 37 286 7 802 5 837 475 5 604 248 272 17 271 1 916 2 544 18 2 270 5 327 30 409 6 715 3 674

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

221

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.2.7

Luas Panen Tanaman Biofarmaka Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Harvested Area of Medicinal Plants By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Jahe / Ginger Laos / Lengkuas Kencur Kunyit / Turmeric Lempuyang Temulawak Temuireng Kejibeling Temukunci Dlingo / Dringo Kapolaga / Cardamom Mengkudu / Pace Mahkota Dewa Sambiloto Lidah Buaya / Alovera

Satuan / Unit (2) m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 pohon / tree pohon / tree m2 m2

2009 (3) 1 658 665 1 742 518 649 904 1 305 181 95 094 40 994 17 655 18 732 24 360 27 354 62 268 84 676 14 623 18 261 18 633

2010 (4) 672 068 1 258 467 766 181 919 111 152 435 161 786 29 674 60 168 104 790 17 945 112 568 93 034 13 529 39 557 11 513

2011 (5) 1 138 003 1 297 130 666 437 708 941 49 258 44 244 15 321 37 360 15 411 6 395 114 846 84 410 15 194 18 088 21 599

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

222

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.2.8

Produktivitas Tanaman Biofarmaka Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Productivity of Medicinal Plants By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Jahe / Ginger Laos / Lengkuas Kencur Kunyit / Turmeric Lempuyang Temulawak Temuireng Kejibeling Temukunci Dlingo / Dringo Kapolaga / Cardamom Mengkudu / Pace Mahkota Dewa Sambiloto Lidah Buaya / Alovera

Satuan / Unit (2) kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2 (kg/pohon)/(kg/tree) (kg/pohon)/(kg/tree) kg/m2 kg/m2

2009 (3) 1,00 1,03 1,18 0,90 1,19 1,05 1,34 1,57 1,20 2,18 0,29 5,39 14,76 0,76 4,19

2010 (4) 1,81 2,28 1,63 2,25 1,69 1,51 1,49 2,01 1,06 2,28 0,84 6,87 39,88 1,78 3,17

2011 (5) 0,97 2,59 1,78 1,15 1,99 1,72 1,56 1,36 1,30 1,28 1,82 6,13 28,20 0,84 1,79

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

223

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.2.9

Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Production of Medicinal Plants By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Jahe / Ginger Laos / Lengkuas Kencur Kunyit / Turmeric Lempuyang Temulawak Temuireng Kejibeling Temukunci Dlingo / Dringo Kapolaga / Cardamom Mengkudu / Pace Mahkota Dewa Sambiloto Lidah Buaya / Alovera

Satuan / Unit (2) kg kg kg kg kg kg kg kg kg kg kg kg kg kg kg

2009 (3) 1 665 266 1 786 822 765 962 1 176 279 113 392 43 238 23 668 29 500 29 124 59 545 18 185 456 584 215 788 13 911 78 108

2010 (4) 1 214 646 2 873 232 1 246 191 2 065 239 258 244 244 043 44 135 120 837 110 632 40 929 94 390 638 717 539 498 70 600 36 481

2011 (5) 1 108 693 3 355 400 1 185 462 814 230 97 843 75 952 23 928 50 691 20 019 8 208 209 021 517 582 428 439 15 165 38 602

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

224

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.2.10

Luas Panen Tanaman Hias Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Harvested Area of Ornamental Plants By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Anggrek Anthurium Anyelir Garbera (Hebras) Gladiol Heliconia (Pisang-pisangan) Krisan Mawar Sedap Malam Dracaena Aglonema Adenium (Kamboja Jepang) Euphorbia Phylodendron Pakis Monstera Soka (Ixora) Cordyline Diffenbahia Anthurium Daun Caladium Melati / Jasmine Palem / Palm Sansevieria (pedang-pedangan)

Satuan / Unit (2) m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 pohon / tree m2 m2

2009 (3) 85 209 12 181 10 628 6 671 2 352 4 418 1 234 5 332 32 504 2 498 10 026 17165 11 496 10762 1 922 1380 5175 1495 1620 8654 2028 11 471 25 807 5 208

2010 (4) 280 086 4 663 755 2 097 392 10 619 23 3 362 64 937 3 704 29 377 43412 30 473 61359 478 411 16343 2432 496 9302 1892 3 397 49 144 16030

2011 (5) 225 959 10 552 30 1 735 9 328 3 310 116 946 5 996 44 503 43755 33 250 76780 1 020 150 6778 1929 100 9498 80 3 410 55 452 15342

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

225

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.2.11

Produktivitas Tanaman Hias Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Productivity of Ornamental Plants By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Anggrek Anthurium Anyelir Garbera (Hebras) Gladiol Heliconia (Pisang-pisangan) Krisan Mawar Sedap Malam Dracaena Aglonema Adenium (Kamboja Jepang) Euphorbia Phylodendron Pakis Monstera Soka (Ixora) Cordyline Diffenbahia Anthurium Daun Caladium Melati / Jasmine Palem / Palm Sansevieria (pedang-pedangan)

Satuan / Unit (2) (tangkai/m2)/(flower/m2) (tangkai/m2)/(flower/m2) (tangkai/m2)/(flower/m2) (tangkai/m2)/(flower/m2) (tangkai/m2)/(flower/m2) (tangkai/m2)/(flower/m2) (tangkai/m2)/(flower/m2) (tangkai/m2)/(flower/m2) (tangkai/m2)/(flower/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) (pohon/m2)/(tree/m2) kg/m2 pohon / tree (rumpun/m2)/(clump/m2)

2009 (3) 17,06 4,09 2,83 2,41 3,45 3,56 2,06 2,44 5,41 2,77 7,81 4,30 7,15 62,04 2,56 1,76 22,57 1,58 1,14 2,37 1,51 1,02 2,60 2,77

2010 (4) 7,82 7,74 1,83 6,24 11,46 6,19 5,22 6,42 6,60 2,66 3,79 4,92 4,63 14,67 3,79 6,17 1,75 3,54 3,52 5,58 2,81 2,60 2,37 5,78

2011 (5) 16,26 10,77 4,33 14,58 5,18 5,98 3,38 5,87 5,85 7,68 6,05 24,90 3,94 22,67 20,09 10,47 22,50 5,82 3,00 1,75 2,86 9,57

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

226

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.2.12

Produksi Tanaman Hias Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten, 2009-2011 Production of Ornamental Plants By Kind of Plant in Banten Province, 2009-2011

Jenis Tanaman Crops (1) Anggrek Anthurium Anyelir Garbera (Hebras) Gladiol Heliconia (Pisang-pisangan) Krisan Mawar Sedap Malam Dracaena Aglonema Adenium (Kamboja Jepang) Euphorbia Phylodendron Pakis Monstera Soka (Ixora) Cordyline Diffenbahia Anthurium Daun Caladium Melati / Jasmine Palem / Palm Sansevieria (pedang-pedangan)

Satuan / Unit (2) tangkai / flower tangkai / flower tangkai / flower tangkai / flower tangkai / flower tangkai / flower tangkai / flower tangkai / flower tangkai / flower pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree pohon / tree kg pohon / tree rumpun / clump

2009 (3) 1 453 304 49 864 30 072 16 061 8 110 15 748 2 548 13 020 175 954 6 907 78 301 73 751 82 225 667 669 4 911 2 428 116 819 2 362 1 846 20 490 3 059 11 738 67 090 14 442

2010 (4) 2 189 988 36 089 1 385 13 084 4 492 65 689 120 21 589 428 354 9 871 111 413 213 523 141 197 899 951 1 814 2 536 28 669 8 607 1 746 51 873 5 325 8 849 116 273 92 598

2011 (5) 3 673 559 113 639 130 25 290 48 307 19 804 394 941 35 176 260 487 336 049 201 193 1 911 730 4 020 3 400 136 144 20 205 2 250 55 239 240 5 969 158 475 146 843

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

227

AGRICULTURE

CHAPTER V

5.3. TANAMAN PERKEBUNAN ESTATE CROPS Tabel Table 5.3.1 Luas Areal dan Produksi Tanaman Karet Menurut Jenis Usaha Perkebunan di Provinsi Banten, 2011 Area and Production of Rubber Plantation by Type of Estate in Banten Province, 2011
Tanaman Belum Menghasilkan Young Crops (ha) (2) 2 265 51 2 214 83 83 2 243 58 2 119 66 4 591 4 529 3 288 4 529 Tanaman Menghasilkan Produced Crops (ha) (3) 7 945 1 602 6 343 1 251 953 298 3 524 512 2 709 302 12 719 12 756 12 580 12 755 Tanaman Tua/Rusak Damage Crops (ha) (4) 6 974 982 5 992 1 277 1 180 97 958 958 9 209 9 209 8 941 9 209

Jenis Usaha Perkebunan Type of Estate

Produksi Production (ton) (5) 7 009 1 424 5 585 1 372 1 193 179 3 416 614 2 494 308 11 797 11 900 11 712 11 677

(1) A. Perkebunan Rakyat (PR) Smallholders Estate 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang 5. Kota Tangerang 6. Kota Cilegon 7. Kota Serang 8. Kota Tangerang Selatan B. Perusahaan Terbatas Perkebunan Negara (PTPN) State-owned Large Estate 1. Pandeglang 2. Lebak C. Perkebunan Besar Swasta (PBS) / Private Large Estate 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Serang Provinsi Banten 2010 2009 2008

Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province

228

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.3.2

Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Dalam Menurut Jenis Usaha Perkebunan di Provinsi Banten, 2011 Area and Production of Coconut Plantation by Type of Estate in Banten Province, 2011
Tanaman Belum Menghasilkan Young Crops (ha) (2) 15 588 4 464 5 232 234 5 068 493 97 15 588 15 276 13 603 13 590 Tanaman Menghasilkan Produced Crops (ha) (3) 79 383 37 080 15 510 9 211 14 558 2 601 423 50 50 79 434 79 374 77 628 78 454 Tanaman Tua/Rusak Damage Crops (ha) (4) 5 410 1 391 622 1 606 508 1 075 208 5 410 5 410 6 128 5 310

Jenis Usaha Perkebunan Type of Estate (1) A. Perkebunan Rakyat (PR) Smallholders Estate 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang 5. Kota Tangerang 6. Kota Cilegon 7. Kota Serang 8. Kota Tangerang Selatan B. Perusahaan Terbatas Perkebunan Negara (PTPN) State-owned Large Estate 1. Pandeglang 2. Lebak C. Perkebunan Besar Swasta (PBS) / Private Large Estate 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Serang Provinsi Banten 2010 2009 2008

Produksi Production (ton) (5) 55 515 23 138 12 158 5 757 12 132 2 066 264 26 26 55 541 55 541 54 972 55 515

Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

229

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.3.3

Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Jenis Usaha Perkebunan di Provinsi Banten, 2011 Area and Production of Cocoa Plantation by Type of Estate in Banten Province, 2011
Tanaman Belum Menghasilkan Young Crops (ha) (2) 3 355 1 166 1 305 884 81 81 3 436 2 933 2 731 2 044 Tanaman Menghasilkan Produced Crops (ha) (3) 2 376 916 1 343 117 837 837 3 213 3 212 3 212 2 783 Tanaman Tua/Rusak Damage Crops (ha) (4) 697 203 481 13 105 105 802 1 103 657 932

Jenis Usaha Perkebunan Type of Estate (1) A. Perkebunan Rakyat (PR) Smallholders Estate 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang 5. Kota Tangerang 6. Kota Cilegon 7. Kota Serang 8. Kota Tangerang Selatan B. Perusahaan Terbatas Perkebunan Negara (PTPN) State-owned Large Estate 1. Pandeglang 2. Lebak C. Perkebunan Besar Swasta (PBS) / Private Large Estate 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Serang Provinsi Banten 2010 2009 2008

Produksi Production (ton) (5) 1 539 539 940 61 568 568 2 107 2 108 2 441 2 340

Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province

230

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.3.4

Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Sawit Menurut Jenis Usaha Perkebunan di Provinsi Banten, 2011 Area and Production of Oil Palm Plantation by Type of Estate in Banten Province, 2011
Tanaman Belum Menghasilkan Young Crops (ha) (2) 300 46 254 3 624 503 3 121 1 838 1 838 5 762 5 712 2 698 2 814 Tanaman Menghasilkan Produced Crops (ha) (3) 5 345 1 681 3 664 6 172 1 387 4 784 700 700 12 216 10 517 10 152 10 845 Tanaman Tua/Rusak Damage Crops (ha) (4) 2 234 1 041 1 193 2 234 2 234 1 235 1 235

Jenis Usaha Perkebunan Type of Estate (1) A. Perkebunan Rakyat (PR) Smallholders Estate 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang 5. Kota Tangerang 6. Kota Cilegon 7. Kota Serang 8. Kota Tangerang Selatan B. Perusahaan Terbatas Perkebunan Negara (PTPN) State-owned Large Estate 1. Pandeglang 2. Lebak C. Perkebunan Besar Swasta (PBS) / Private Large Estate 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Serang Provinsi Banten 2010 2009 2008

Produksi Production (ton) (5) 8 340 2 647 5 694 17 255 2 975 14 279 1 750 1 750 27 345 25 865 27 197 27 197

Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

231

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.3.5

Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Lainnya di Provinsi Banten, 2011 Area and Production of Other Estate Crops in Banten Province, 2011

Jenis Tanaman Type of Crop (1) 1. Cengkeh 2. Kopi 3. Aren 4. Kapuk 5. Pandan 6. Lada 7. Vanili 8. Kapolaga 9. Kunyit 10. Kencur 11. Laos 12. Kemiri 13. Pala 14. Jambu Mete

Tanaman Belum Menghasilkan Young Crops (ha) (2) 1 780 1 648 1 070 43 235 337 116 44 48 51 53 -

Tanaman Menghasilkan Produced Crops (ha) (3) 10 366 6 946 1 663 354 259 580 108 16 95 69 430 9 10 -

Tanaman Tua/Rusak Damage Crops (ha) (4) 3 476 932 242 135 145 124 42 0 2 354 9 6 -

Produksi Production (ton) (5) 3 289 2 239 1 708 64 374 168 13 18 247 187 14 5 1 -

Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province

232

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.3.6

Perkembangan Produksi Komoditas Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten (ton), 2006-2011 Plantation Crop Production by Type of Plant in Banten Province (tons), 2006-2011

Jenis Tanaman Type of Plant (1) 1. Karet 2. Kelapa Dalam 3. Kakao 4. Kelapa Sawit 5. Cengkeh 6. Kopi 7. Aren 8. Kapok 9. Pandan 10. Lada 11. Vanili 12. Kapolaga 13. Kunyit 14. Kencur 15. Laos 16. Kemiri

2006 (2) 10 400 50 212 2 537 168 039 3 549 2 509 1 181 71 135 56 12 28 960 468 408 6

2007 (3) 11 005 50 235 2 338 102 892 2 718 2 509 1 283 14 124 95 32 13 18 382 14 5

2008 (4) 11 677 55 434 2 340 27 197 2 708 2 645 1 625 64 364 348 49 14 81 456 67 6

2009 (5) 7 112 55 604 2 441 27 197 2 282 2 216 1 706 64 467 348 67 14 81 456 67 6

2010 (6) 11 900 55 061 2 108 25 865 2 239 2 216 1 707 70 469 400 68 19 90 476 6 980 611

2011 (7) 11 797 55 541 2 107 27 615 3 289 2 239 1 708 64 374 168 13 18 247 187 14 5

Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

233

AGRICULTURE

CHAPTER V

5.4. KEHUTANAN FORESTRY Tabel Table 5.4.1 Luas Kawasan Hutan Negara Menurut Fungsi Kawasan Hutan dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ha), 2011 National Forest Area by Function and Regency/Municipality in Banten Province (ha), 2011
Hutan Konversi PHPA Convertible Production Forest (2) Hutan Lindung Proctected Forest (3) Hutan Produksi Production Forest (4) Hutan Produksi Terbatas Limited Production Forest (5)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Jumlah Total

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

(6)

78 714,00 42 925,15 4 728,15

2 085,55 4 425,59 1 591,85 652,10

29 097,33 13 381,09 1 002,96

6 214,74 19 070,48 2 827,97

116 111,62 79 802,31 1 591,85 9 211,18

30,00 126 397,30 126 397,30 126 397,30 126 397,30

716,30 9 471,39 9 471,39 9 471,39 9 471,39

698,01 44 179,39 44 179,39 44 179,39 44 179,39

28 113,19 28 113,19 28 113,19 28 113,19

1 414,31 30,00 208 161,27 208 161,27 208 161,27 208 161,27

Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province

234

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.4.2

Luas Lahan Kritis Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ha), 2011 Critical Land by Regency/Municipality in Banten Province (ha), 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Sangat Kritis Very Critical Land (2)

Kritis Critical Land (3)

Agak Kritis Almost Critical Land (4)

Potensial Kritis Potensial Critical Land (5)

Jumlah Total (6)

2 868 -

11 718 41 379 9 414 17 122

15 240 13 192 -

6 526 70 -

36 352 54 641 9 414 17 122

2 868 5 026 2 000 2 868

100 285 80 018 24 088 69 842 80 018

28 432 32 052 26 106 28 432

6 596 26 908 5 463 6 595

100 285 117 913 88 074 103 411 117 913

Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

235

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.4.3

Luas Kawasan Hutan Konservasi Menurut Fungsi di Provinsi Banten (ha), 2009-2011 Convertible Production Forest Area by Function in Banten Province (ha), 2009-2011

Fungsi Kawasan Hutan Function of Forest (1) A. Taman Nasional 1. Ujung Kulon a. Daratan b. Perairan Laut 2. Gunung Halimun Salak B. Cagar Alam 1. Rawa Danau 2. Gunung Tukung Gede 3. Pulau Dua C. Taman Wisata Alam 1. Pulau Sangiang a. Daratan b. Perairan Laut 2. Carita Jumlah

Lokasi Location (2)

2009 (3)

2010 (4)

2011 (5)

Kab. Pandeglang

Kab. Lebak

122 956,00 78 619,00 44 337,00 42 925,15

122 956,00 78 619,00 44 337,00 42 925,15

122 956,00 78 619,00 44 337,00 42 925,15

Kab. Serang Kab. Serang Kota Serang

2 500,00 1 700,00 30,00

2 500,00 1 700,00 30,00

2 500,00 1 700,00 30,00

Kab. Serang

Kab. Pandeglang Provinsi Banten a. Daratan b. Perairan Laut

1 248,15 528,15 720,00 95,00 171 454,30 126 397,30 45 057,00

1 248,15 528,15 720,00 95,00 171 454,30 126 397,30 45 057,00

1 248,15 528,15 720,00 95,00 171 454,30 126 397,30 45 057,00

Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province

236

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.4.4

Luas Kawasan Hutan Perum Perhutani KPH Banten Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ha), 2011 Forest Area Managed by Perum Perhutani KPH Banten by Regency/Municipality in Banten Province (ha), 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Jati (2)

Mahoni (3)

Acc. Mangium (4)

Jumlah Total (5)

26 802,42 13 310,04 -

3 992,50 10 511,70 -

120,00 22 059,19 -

3 992,50 37 434,12 35 369,23 -

40 112,46 40 109,96 40 109,96 40 109,96

164,74 175,50 14 844,44 14 844,44 14 844,44 14 844,44

22 179,19 22 179,19 22 179,19 22 179,19

164,74 175,50 77 136,09 77 133,59 77 133,59 77 133,59

Sumber / Source : KPH Banten, Perum Perhutani Unit III Jabar Banten

Banten dalam Angka 2012

237

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel 5.4.5 Table

Produksi dan Nilai Produksi Kayu Bulat di Provinsi Banten, 2000-2011 Production and Value of Production of Logs in Banten Province, 2000-2011

Kayu Jati Teaks Tahun Year Produksi Production (m3) (2) 2 863,00 5 297,00 6 485,00 4 114,00 16 549,00 13 944,30 14 780,35 25 884,29 16 376,00 24 296,37 17 535,62 18 355,10 Nilai Produksi (juta rupiah) Value (million rupiahs) (3) 2 066,81 3 574,60 5 673,79 9 800,20 27 174,65 19 767,33 21 678,35 40 868,12 33 063,14 49 054,36 35 404,42 32 986,07

Kayu Rimba Rimba Woods Produksi Production (m3) (4) 10 431,00 13 784,00 8 248,00 6 219,00 9 510,00 50 731,74 8 115,92 10 049,70 47 002,00 36 716,01 28 251,31 16 009,08 Nilai Produksi (juta rupiah) Value (million rupiahs) (5) 1 385,02 2 294,39 2 243,48 2 236,64 3 448,85 1 564,83 3 059,11 3 626,09 17 004,96 13 283,56 10 221,11 9 721,13

(1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

Sumber / Source : KPH Banten, Perum Perhutani Unit III Jabar Banten

238

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

5.5. PETERNAKAN ANIMAL HUSBANDRY Tabel Table 5.5.1 Populasi Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ekor), 2011 Livestock Population by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (heads), 2011

Kabupaten/Kota Reg./Municipality (1) Kabupaten / Reg. 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Mun. 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Sapi Potong Cow (2)

Sapi Perah Milk Cow (3)

Kerbau Buffalo (4)

Kuda Horse (5)

Kambing Goat (6)

Domba Sheep (7)

Babi Pig (8)

637 2 656 35 045 5 649

10 7 -

28 107 43 737 12 336 30 596

16 -

176 833 188 479 146 095 198 321

161 408 166 681 129 635 130 276

6 235 -

1 424 522 151 816 46 900 69 727 73 515 60 680

2 19 28 15 14

181 2 319 5 622 245 123 143 153 204 151 976 153 004

11 10 62 99 181 73 137

10 013 7 271 42 236 5 381 774 629 790 524 800 777 821 588

1 173 228 26 086 10 627 626 114 628 926 617 924 612 568

1 385 129 7 749 6 946 7 740 7 024

Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

239

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.5.2

Populasi Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ekor), 2011 Poultry Population by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (heads), 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Ayam Buras Native Chicken (2)

Ayam Petelur Layer (3)

Ayam Ras Pedaging Broiler (4)

Itik Duck (5)

2 334 827 2 046 561 2 995 434 1 790 629

54 655 2 957 434 1 284 629

6 122 555 9 747 490 21 823 700 8 605 000

144 992 80 742 1 140 983 1 327 486

136 430 39 622 509 463 173 158 10 026 124 9 784 326 9 669 410 10 120 412

18 000 15 725 982 332 500 5 373 215 5 344 080 4 803 579 5 896 334

60 000 18 548 5 895 040 52 272 333 41 146 851 31 887 018 40 011 606

51 247 14 853 63 572 45 172 2 869 047 2 157 189 3 336 144 1 647 179

Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province

240

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.5.3

Jumlah Ternak yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ekor), 2011 Livestock Slaughtered by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (heads), 2011

Kabupaten/Kota Reg./Municipality (1) Kabupaten / Reg. 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Mun. 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Sel. Provinsi Banten 2010 2009 2008

Sapi Potong Cow (2)

Sapi Perah Milk Cow (3)

Kerbau Buffalo (4)

Kuda Horse (5)

Kambing Goat (6)

Domba Sheep (7)

Babi Pig (8)

638 1 419 19 684 6 233

6 198 7 982 1 667 7 117

15 643 18 980 43 147 15 996

16 904 11 854 38 286 14 201

1 841 -

59 702 3 879 18 830 110 385 82 584 125 818 127 511

3 464 1 481 27 909 19 727 30 051 36 466

24 192 9 058 6 929 133 945 239 128 362 090 206 965

2 754 6 973 4 867 95 839 146 610 295 960 154 198

25 847 27 688 7 806 7 478 4 440

Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

241

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.5.4

Jumlah Unggas yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ekor), 2011 Poultry Slaughtered by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (heads), 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Ayam Buras Native Chicken (2)

Ayam Ras Petelur Layer (3)

Ayam Ras Pedaging Broiler (4)

Itik Duck (5)

1 692 749 1 797 845 1 308 350 582 236

43 709 1 158 829 57 560

1 187 775 3 525 690 13 626 188 6 441 330

89 895 66 584 699 313 1 455 890

931 391 110 605 412 535 6 835 711 11 404 349 10 102 434 5 594 508

1 662 765 12 345 2 935 208 2 041 145 2 305 070 3 282 493

27 836 760 7 651 561 24 156 500 84 425 804 85 347 497 78 827 180 86 001 744

866 664 27 663 2 160 3 208 169 4 005 804 3 762 123 2 242 418

Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province

242

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.5.5

Produksi Daging Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ton), 2011 Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (ton), 2011

Kabupaten/Kota Reg./Municipality (1) Kabupaten / Reg. 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Mun. 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Sel. Provinsi Banten 2010 2009 2008

Sapi Potong Cow (2)

Sapi Perah Milk Cow (3)

Kerbau Buffalo (4)

Kuda Horse (5)

Kambing Goat (6)

Domba Sheep (7)

Babi Pig (8)

131 190 4 429 1 582

762 830 1 388 1 794

782 158 863 891

1 056 128 766 731

125 -

13 485 646 912 4 429 25 806 20 326 18 728 25 882

60 222 5 056 3 694 3 629 2 441

293 236 181 106 3 510 3 829 3 574 3 771

47 48 174 7 2 957 2 695 2 992 2 567

1 318 1 443 419 429 331

Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

243

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.5.6

Produksi Daging Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ton), 2011 Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (ton), 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Ayam Buras Native Chicken (2)

Ayam Ras Petelur Layer (3)

Ayam Ras Pedaging Broiler (4)

Itik Duck (5)

4 748 1 474 916 879

65 985 82

2 940 4 090 24 707 12 937

78 24 328 3 758

1 025 64 413 9 518 14 401 12 042 7 843

1 397 19 2 547 1 558 1 894 2 108

24 496 15 120 6 121 24 157 114 568 86 089 53 089 69 333

561 6 33 3 4 790 3 490 3 363 3 746

Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province

244

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.5.7

Produksi Telur Unggas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton), 2011 Production of Poultry Eggs by Regency/Municipality in Banten Province (ton), 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Ayam Buras Native Chicken (2)

Ayam Ras Petelur Layer (3)

Itik Duck (4)

1 466 1 282 1 469 804

232 32 423 11 567

819 275 6 854 7 712

61 776 956 78 6 892 5 997 4 724 1 755

162 10 247 2 994 57 626 41 581 43 620 42 950

296 1 622 479 262 18 320 9 233 8 740 4 869

Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

245

AGRICULTURE

CHAPTER V

5.6. PERIKANAN FISHERY Tabel Table 5.6.1 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Subsektor di Provinsi Banten, 2011 Number of Fish Capture Household by Regency/Municipality and Fishery Subsector in Banten Province, 2011
Laut Marine Fishery (2) Perairan Umum Inland Water (3) Jumlah Total (4)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

1 168 771 2 670 1 077

376 160 112

1 168 1 147 2 830 1 189

483 293 6 462 6 423 6 073 6 018

648 797 773 1 684

483 293 7 110 7 220 6 846 7 702

Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province

246

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.6.2

Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton), 2011 Production of Fish Capture by Regency/Municipality in Banten Province (ton), 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Laut Marine Fishery (2)

Perairan Umum Inland Water (3)

Jumlah Total (4)

24 097 4 349 19 040 8 062

15 129 1 044

24 097 4 364 19 169 9 106

261 2 573 58 381 57 253 57 257 56 725

1 188 2 965 721 638

261 2 573 59 568 60 218 57 978 57 364

Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

247

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.6.3

Nilai Produksi Ikan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah), 2011 Production Value of Fish Capture by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs), 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Laut Marine Fishery (2)

Perairan Umum Inland Water (3)

Jumlah Total (4)

292 928 53 476 298 118 84 766

242 1 034 17 109

292 928 53 718 299 152 101 875

10 208 32 818 772 314 679 020 583 586 437 200

18 385 42 216 4 586 4 393

10 208 32 818 790 699 721 236 588 172 441 593

Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province

248

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel 5.6.4 Table

Jumlah Perahu/Kapal Penangkapan Ikan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Perahu/Kapal di Provinsi Banten, 2011 Number of Fishing Boats by Regency/Municipality and Type of Boat in Banten Province, 2011
Perahu Perahu Layar Jukung Layar Kecil Sedang UnmotorSmall Medium ized Boat Sailing Sailing Boat Boat (2) (3) (4) Perahu Layar Besar Large Sailing Boat (5)

Kabupaten/Kota Reg./Municipality

Motor Tempel Out-board Motor (6)

Kapal Motor In-board Motor (7)

Jumlah Total

(1) Kabupaten / Reg. 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Mun. 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Sel. Provinsi Banten 2010 2009 2008

(8)

78 53 90

70 -

115 579 927

807 196 2.670 167

1.070 828 2.670 1.184

221 372 304 554

51 121 73 71 77

24 -

377 418 2 416 2 307 4 347 4 531

55 128 4 023 3 950 1 264 1 398

483 546 6 730 6 702 6 010 6 560

Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

249

AGRICULTURE

CHAPTER V

Tabel Table

5.6.5

Jumlah Unit Alat Penangkapan Ikan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Alat di Provinsi Banten, 2011 Number of Units Marine Fishing Equipment by Regency/Municipality and Type of Equipment in Banten Province, 2011
Jaring / Seine

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Banten 2010 2009 2008

Jaring Hanyut Drift Gill Net (2)

Klitik Tickle (3)

Insang Gill Net (4)

Jaring Lingkar Circle Seine (5)

131 90 692 281

15 312 160

229 88 692 -

20 21 1 235 949 658 886

487 537 636 699

50 122 1 181 824 561 993

250

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Lanjutan Tabel / Continued Table 5.6.5

Jaring / Seine Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008 589 627 572 52 20 4 267 320 226 202 9 61 387 390 534 387 285 219 2 531 3 273 2 313 1 579 589 122 121 259 48 10 42 305 1 656 24 Jaring Rampus Tramel Net (6) Bagan Tancap Fixed Trap (7) Bagan Perahu Baot Trap (8) Lainnya Others (9)

Banten dalam Angka 2012

251

AGRICULTURE

CHAPTER V

Lanjutan Tabel / Continued Table 5.6.5

Bukan Jaring / Not Seine Kabupaten/Kota Regency/Municipality Payang Large Net (10) Dogol Danish Seine (11) Pukat Pantai Coast Trap (12) Pancing Hook & Lines (13) Pukat Cincin Purse Sein (14) Jumlah Total (15)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

195 7 193 446

158 297 -

129 -

286 443 594 298

33 13 -

1 599 1 583 4 557 1 219

13 854 817 1 175 1 252

48 503 487 529 475

129 94 155 144

260 22 1 903 2 955 2 885 3 823

46 43 29 37

644 510 10 112 11 316 10 273 10 531

Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province

252

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.6.6

Jumlah Rumahtangga Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Budidaya di Provinsi Banten, 2011 Number of Aquaculture Households by Regency/Municipality and Type of Culture in Banten Province, 2011
Laut Marine Culture (2) Tambak Brackish Water Pond (3) Kolam Fresh Water Pond (4) Sawah Paddy Field (5)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

50 175 2 155

30 54 695 975

3 595 4 231 3 464 744

1 283 6 523 185

20 2 400 1 398 623 372

295 2 049 2 051 2 138 2 027

617 320 710 523 14 204 11 974 13 561 15 328

7 991 8 041 10 964 16 051

Banten dalam Angka 2012

253

AGRICULTURE

CHAPTER V

Lanjutan Tabel / Continued Table 5.6.6

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Karamba Cage (6)

Jaring Terapung Floating Cage Net (7)

Jumlah Total (8)

415 -

20 11 50 -

4 978 11 234 4 384 4 059

415 513 513 1 154

55 10 146 161 128 90

672 320 1 025 533 27 205 24 138 27 927 45 392

Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province

254

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.6.7

Produksi Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton), 2011 Production of Aqua Culture by Regency/Municipality in Banten Province (ton), 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2009 2009 2008

Budidaya Laut Marine Culture (2)

Tambak Brackish Water Pond (3)

Kolam Fresh Water Pond (4)

Sawah Paddy Field (5)

815 2 625 16 911

1 013 12 12 215 45 529

4 845 2 911 5 748 844

895 46 31

316 20 667 18 809 5 822 4 016

619 59 388 54 623 15 874 12 432

390 220 214 364 15 536 12 186 9 489 6 970

972 2 327 3 727 4 020

Banten dalam Angka 2012

255

AGRICULTURE

CHAPTER V

Lanjutan Tabel / Continued Table 5.6.7

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Karamba Cage (6)

Jaring Terapung Floating Cage Net (7)

Jumlah Total (8)

38 -

45 505 1 418 -

7 612 3 512 22 007 63 314

38 38 18 55

43 5 2 017 860 705 144

433 220 1 150 369 98 617 88 843 35 635 27 637

Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province

256

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel Table

5.6.8

Nilai Produksi Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah), 2011 Production Value of Aqua Culture by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs), 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Budidaya Laut Marine Culture (2)

Tambak Brackish Water Pond (3)

Kolam Fresh Water Pond (4)

Sawah Paddy Field (5)

3 481 1 313 26 077

22 269 320 166 338 134 229

68 649 40 774 61 873 11 239

17 305 568 447

5 211 36 081 53 716 19 273 11 025

10 957 334 113 201 479 228 334 116 516

6 481 2 699 3 502 4 238 199 454 148 870 86 851 71 189

18 320 45 659 24 792 58 682

Banten dalam Angka 2012

257

AGRICULTURE

CHAPTER V

Lanjutan Tabel / Continued Table 5.6.8

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Karamba Cage (6)

Jaring Terapung Floating Cage Net (7)

Jumlah Total (8)

608 -

799 7 192 11 201 -

112 502 49 462 241 025 171 992 -

608 616 269 748

581 19 19 792 19 666 5 568 2 639

7 063 2 699 19 669 4 257 608 669 470 005 365 086 260 799

Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province

258

Banten in Figures 2012

BAB V

PERTANIAN

Tabel 5.6.9 Table

Luas Areal Budidaya Perikanan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Budidaya di Provinsi Banten (ha), 2011 Aqua Culture Areas by Regency/Municipality and Type of Culture in Banten Province (ha), 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Laut Marine Culture (2)

Tambak Brackish Water Pond (3)

Kolam Fresh Water Pond (3)

Sawah Paddy Field (4)

83 1 385

215 38 4 116 3 800

546 634 361 186

4 200 138 87

20 489 15 702 335 804

728 8 897 9 119 4 988 8 296

22 5 13 20 1 787 1 244 967 1 216

4 425 4 810 5 569 2 845

Banten dalam Angka 2012

259

AGRICULTURE

CHAPTER V

Lanjutan Tabel / Continued Table 5.6.9

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Karamba Cage (5)

Jaring Terapung Floating Cage Net (6)

Jumlah Total (7)

1 1 1

5 045 811 4 479

6 1 -

2 4 3 2 2

22 5 761 22 15 602 30 884 11 861 13 164

Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province

260

Banten in Figures 2012

6
LISTRIK, GAS DAN AIR MINUM
Electricity, Gas, and Water Supply

BAB VI

LISTRIK, GAS DAN AIR MINUM

Penjelasan Teknis 1. Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah Perusahaan Umum Milik Negara yang mempunyai aktivitas kegiatan pembangkitan, transmisi, dan distribusi tenaga listrik. 2. Perusahaan Air Bersih adalah perusahaan yang mempunyai aktivitas dalam penampungan, penjernihan, dan penyaluran air baku atau air bersih dari terminal air melalui saluran air, pipa atau mobil tangki (dalam satu pengelolaan administrasi dengan kegiatan ekonomi) kepada rumah tangga, perusahaan industri, atau pengguna komersial lainnya. 3. Sumber data air bersih adalah hasil survey perusahaan air bersih yang setiap tahun dilaksanakan oleh BPS. Sayangnya, dari 8 perusahaan yang ada di Banten hanya 6 perusahaan saja yang memberikan respon pada pelaksanaan survei tahun 2009. 4. Jumlah listrik/gas/air bersih yang terjual adalah banyaknya listrik/ gas/air bersih yang disalurkan kepada para pelanggan. 5. Perusahaan Gas Negara (PGN) adalah perusahaan milik pemerintah yang mempunyai aktivitas dalam pengolahan gas cair, produksi gas dengan karbonasi arang atau dengan pengolahan yang mencampur gas dengan gas alam, penyaluran gas cair melalui suatu sistem pipa saluran kepada rumah tangga, perusahaan industri atau pengguna komersial lainnya.
Banten dalam Angka 2012

Technical Notes 1. State Electricity Company (PLN) is a State owned company that has activities for electricity production, transmission and electricity distribution. 2. The Water Supply Company (PDAM) is a company with several activities such as the collection and purification of water and the distribution of water to households, industries, and other commercial users.

3.

The data sources of clean water is clean water survey firm that annually conducted by BPS. Unfortunately, only five of the six companies that exist in Banten are giving the response on the survey year 2009.

4.

Sold electricity / gas / cleaned water is total electricity / gas / cleaned water distributed to customers. State Owned Company of City Gas is a state company with several activities such as liquid gas processing, production of gas with charcoal carbonite or mixed with natural gas, and the distribution of liquid gas for household consumption, industrial usage, and other commercial users.

5.

263

ELECTRICITY, GAS, AND WATER SUPPLY

CHAPTER VI

6.1 LISTRIK ELECTRICITY Tabel 6.1.1 Table Jumlah Kapasitas Terpasang dan Tenaga Listrik yang Dibangkitkan oleh Pembangkit Listrik di Provinsi Banten, 2006-2010 Number of Installed Capacity and Electricity Generated by Power Plant in Banten Province, 2006-2010
Kapasitas Terpasang Installed Capacity (MW) (2) 9 745,41 Tenaga Listrik yang Dibangkitkan Electricty Generated (GWh) (3) 47 087,49

Tahun Year (1) 2006

2007

9 733,01

46 429,82

2008

9 733,01

48 077,10

2009

9 733,01

46 790,97

2010

11 938,17

55 658,16

Sumber / Source : BPS RI / BPS Statistics of Indonesia

264

Banten in Figures 2012

BAB VI

LISTRIK, GAS DAN AIR MINUM

Tabel 6.1.2 Table

Jumlah Pelanggan, Daya Tersambung dan Energi Terjual Perusahaan Listrik Negara (PLN) Menurut Jenis Tarif di Provinsi Banten, 2011 Number of Customers, Connected Power and Sold Electrical Energy of State Electricity Company by Classification of Tariff in Banten Province, 2011
Jumlah Pelanggan Number of Customers (2) 36 148 1 856 615 87 808 6 453 9 452 Daya Tersambung Connected Power (kVA) (3) 98 370 1 841 676 900 691 3 407 040 185 130 Energi Terjual Sold Electrical Energy (MWh) (4) 186 626 3 680 989 1 930 876 11 471 663 411 898

Klasifikasi Classification (1) 1. Sosial (S1, S2, S3) Public 2. Rumah Tangga (R1, R2, R3) Household 3. Bisnis (B1, B2, B3) Business 4. Industri (I1, I2, I3) Industry 5. Lainnya (P, T, M) Others

Jumlah / Total 2010 2009 2008

1 996 476 1 900 407 1 772 937 1 692 789

6 432 907 5 675 296 5 364 087 5 113 571

17 682 053 16 293 265 14 298 502 14 200 926

Sumber / Source : PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten dan PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang State Electricity Company Regional Distribution of Jawa Barat and Banten and State Electricity Company Regional Distribution of Jakarta Raya and Tangerang

Banten dalam Angka 2012

265

ELECTRICITY, GAS, AND WATER SUPPLY

CHAPTER VI

Tabel 6.1.3 Table

Penyediaan, Penjualan dan Susut Energi Listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Provinsi Banten (MWh), 2009-2011 Supply, Sold and Lost Electricity of State Electricity Company in Banten Province (MWh), 2009-2011

Uraian Descricption (1) Tenaga listrik yang tersedia Electricity to sell Tenaga listrik yang terjual Electricity sold Tenaga listrik yang terpakai oleh sistem distribusi Energy consumed by distribution systems Tenaga listrik yang susut Electricity lost Persentase tenaga listrik yang susut Percentage of electricity lost

2009 (2) 16 731 353

2010 (3) 18 636 580

2011 (4) 18 874 649

14 298 502

16 293 265

17 682 053

1 143 982

1 161 909

48 378

1 288 869

1 181 405

1 144 218

7,70

6,34

6,06

Sumber / Source : PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten dan PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang State Electricity Company Regional Distribution of Jawa Barat and Banten and State Electricity Company Regional Distribution of Jakarta Raya and Tangerang

266

Banten in Figures 2012

BAB VI

LISTRIK, GAS DAN AIR MINUM

Tabel 6.1.4 Table

Jumlah Transformator Distribusi Terpasang Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Connected Distribution Transformators of State Electricity Company in Banten Province, 2009-2011
2009 2010 2011

Transformator

Milik Milik Milik Milik PLN Milik PLN Milik PLN Pelanggan Pelanggan Pelanggan Property of Property of Property of Property of Property of Property of PLN PLN PLN Customer Customer Customer

(1) 1 50 kVA 51 100 kVA 101 200 kVA 201 500 kVA 501 1000 kVA 1001 kVA atau lebih Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) : Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) : Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) : Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) : Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) : Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) :

(2) 2 490 110 675 1 017 101 575 588 101 920 337 94 820 22 14 230 2 2 500

(3) 2 200 1 160 5 1 850 20 13 230 2 2 750

(4) 2 427 112 725 1 148 114 725 628 109 760 364 101 955 21 13 230 2 2 500

(5) 2 100 2 200 1 160 5 1 700 11 7 050 2 2 500

(6) 2 306 108 350 1 286 128 600 632 110 520 478 133 290 27 17 380 2 2 500

(7) 2 100 3 300 1 160 9 3 150 20 13 700 7 12 000

Total

Jumlah / Quantity (unit) :

4 456

30 18 190

4 590 454 895

23 11 710

4 731 500 640

42 29 410

Daya / Total Power (kVA) : 425 720

Sumber / Source : PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten State Electricity Company Regional Distribution of Jawa Barat and Banten Catatan / Note : Tidak termasuk Area Pelayanan (AP) Tangerang / Not including Service Area of Tangerang

Banten dalam Angka 2012

267

ELECTRICITY, GAS, AND WATER SUPPLY

CHAPTER VI

Tabel 6.1.5 Table

Perkembangan PLTD Pulo Panjang, 2009-2011 Trend of Pulo Panjang Power Plant, 2009-2011

Rincian Description (1) Daya Terpasang Daya Mampu Produksi Energi Energy produced Pemakaian Sendiri Internal Use Penjualan Energi Energy Sold Pemakaian Bahan Bakar Fuel Used Pemakaian Minyak Pelumas Oil Used

Satuan Unit (2) kWh kWh kWh kWh kWh liter liter

2009 (3) 224 179 239 101 1 042 238 059 126 141 1 376

2010 (4) 341 273 321 326 1 158 320 168 139 561 1 042

2011 (5) 349 279 390 394 1 171 389 223 138 263 1 071

Sumber / Source : PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten State Electricity Company Regional Distribution of Jawa Barat and Banten

268

Banten in Figures 2012

BAB VI

LISTRIK, GAS DAN AIR MINUM

6.2 GAS / GAS Tabel 6.2.1 Table Realisasi Penjualan Gas Kota Triwulanan di Provinsi Banten (m3), 2007-2011 Actual Quarterly Selling of City Gas in Banten Province (m3), 2007-2011

Tahun/ Year (1) 2007 2008 2009 2010 2011

Triwulan / Quarter I (2) 112 100 912 294 718 282 306 403 862 415 427 341 394 972 658 II (3) 234 574 925 386 298 286 301 589 707 398 114 512 397 275 300 III (4) 250 711 974 388 145 460 321 949 580 420 491 718 413 582 906 IV (5) 248 027 505 318 710 753 344 344 700 440 800 790 451 887 088

Jumlah Total (6) 845 415 316 1 387 872 781 1 274 287 849 1 674 834 361 1 657 717 952

SSumber / Source :BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

269

ELECTRICITY, GAS, AND WATER SUPPLY

CHAPTER VI

6.3 AIR MINUM WATER SUPPLY Tabel 6.3.1 Table Jumlah Perusahaan Air Minum, Kapasitas Produksi, Produksi Air Minum, dan Sumber Air yang Dipakai di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Water Supply Enterprises, Production Capacity, Water Production, and Water Resources in Banten Province, 2009-2011
Uraian Description (1) Jumlah Perusahaan Number of Water Supply Enterprises Jumlah Kapasitas Produksi Potensial (liter/detik) Number of Potential Prod. Cap.(litre/sec.) Jumlah Kapasitas Produksi Efektif (liter/detik) Number of Effective Prod. Cap.(litre/sec.) Produksi Air (m3) Production of Water Sumber Air (m3) Water Resources Sungai / River Danau / Lake Mata Air / Springs Artesis / Artesian Lainnya / Others

2009 1) (2) 7

2010 1) (3) 7

2011 2) (4) 7

8 337

7 887

7 627

6 438

6 618

6 810

188 530 249

203 120 553

203 063 563

197 494 137

211 287 493

210 276 477

188 616 542 6 115 898 113 033 2 648 664

196 044 494 7 970 046 332 463 6 940 490

195 569 961 7 348 599 332 463 7 025 454

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, diolah dari Survei Perusahaan Air Bersih BPS Statistics of Banten Province, based on Water Supply Establishment Survey Catatan / Note :
1) 2)

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

270

Banten in Figures 2012

BAB VI

LISTRIK, GAS DAN AIR MINUM

Tabel Jumlah Pekerja Teknis dan Administrasi PAM 6.3.2 Menurut Pendidikan yang Ditamatkan Table di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Technician and Administration Workers of Water Supply Enterprise by Educational Attainment in Banten Province, 2009-2011
Uraian Description (1) Jumlah Pekerja Teknik Number of Technical Workers SLTA ke Bawah / Senior High School and Under Akademi / Bachelor Degree Universitas / University Graduate Jumlah Pekerja Administrasi Number of Administration Workers SLTA ke Bawah / Senior High School and Under Akademi / Bachelor Degree Universitas / University Graduate

2009 1) (2) 615 488 31 96

2010 1) (3) 432 345 21 66

2011 2) (4) 465 352 23 90

589 409 44 136

698 492 30 176

679 480 39 160

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, diolah dari Survei Perusahaan Air Bersih BPS Statistics of Banten Province, based on Water Supply Establishment Survey Catatan / Note :
1) 2)

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

271

ELECTRICITY, GAS, AND WATER SUPPLY

CHAPTER VI

Tabel Jumlah Pelanggan PAM, Volume dan Nilai Penjualan 6.3.3 Air Minum Menurut Jenis Tarif di Provinsi Banten, Table 2009-2011 Number of Water Supply Enterprise Customers, Volume and Values of Sold Water Supply by Classification of Tariff in Banten Province, 2009-2011
Jumlah Pelanggan Number of Customers 2009 1) (1) Rumah Tangga Household Niaga / Perdagangan Trading Industri Industry Badan Sosial Social Institution Lainnya Others (2) 179 887 6 000 232 2 036 3 487 2010 1) (3) 187 317 6 088 233 2 015 803 2011 2) (4) 189 484 6 306 231 2 080 703

Klasifikasi Classification

Jumlah / Total

191 642

196 456

198 804

272

Banten in Figures 2012

BAB VI

LISTRIK, GAS DAN AIR MINUM

Lanjutan Tabel / Continued Table 6.3.3

Klasifikasi Classification 2009 1) (1) Rumah Tangga Household Niaga / Perdagangan Trading Industri Industry Badan Sosial Social Institution Lainnya Others (2) 40 708 123 1 283 774 26 013 635 1 373 674 114 992 106

Volume Penjualan Air Minum Volume of Sold Water Supply (m3) 2010 1) (3) 46 396 921 1 852 986 28 350 925 1 697 898 121 157 558 2011 2) (4) 47 674 788 1 766 638 28 350 690 1 973 273 121 170 516

Jumlah / Total

184 371 312

199 456 288

200 935 905

Banten dalam Angka 2012

273

ELECTRICITY, GAS, AND WATER SUPPLY

CHAPTER VI

Lanjutan Tabel / Continued Table 6.3.3

Klasifikasi Classification (1) Rumah Tangga Household Niaga / Perdagangan Trading Industri Industry Badan Sosial Social Institution Lainnya Others (2)

Nilai Penjualan Air Minum (juta rupiah) Value of Sold Water Supply (million rupiahs) 2009 1) 2010 1) (3) 142 168 9 920 123 682 2 739 213 064 2011 2) (4) 148 820 9 653 123 685 3 461 213 420

126 109 7 571 116 317 2 314 212 694

Jumlah / Total

465 006

491 573

499 038

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten, diolah dari Survei Perusahaan Air Bersih BPS Statistics of Banten Province, based on Water Supply Establishment Survey Catatan / Note :
1) 2)

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

274

Banten in Figures 2012

7
INDUSTRI PENGOLAHAN
Manufacturing Industry

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

Penjelasan Teknis 1. Pengumpulan data industri besar dan sedang dilakukan melalui Survei Industri Besar dan Sedang dilaksanakan setiap tahun secara lengkap (sensus) sejak tahun 1975. Survey Industri Besar dan Sedang mencakup semua perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 orang atau lebih dengan menggunakan kuesioner II A.

Technical Notes 1. Data collection of large and medium scale manufacturing is conducted through The Large and Medium Manufacturing Establishment Survey that has been done annually for all industries (census) since 1975. Large and Medium Manufacturing Establishment Survey covers all manufactures/ industries with 20 workers or more by questionaire II A. 2. The industrial classification adopted in this survey refers to Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). KBLI is classification of economic activities based on the International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC rev. 3) that has been modified according to the local condition in Indonesia.

2. Klasifikasi industri yang digunakan dalam survei ini berdasar kepada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). KBLI adalah klasifikasi lapangan usaha yang berdasar kepada International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) revisi 3 yang telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia.

3. Industri Pengolahan adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/setengah jadi, dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. Termasuk dalam kegiatan ini adalah jasa industri dan pekerjaan perakitan (assembling).

3. Manufacturing industry is defined as an economic activity processing basic goods mechanically, chemicals or manually into final or intermediate goods. It is also defined as processing of lower value goods into higher value goods as final or intermediate products. The activities also include services for manufacturing and assembling.

Banten dalam Angka 2012

277

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

4. Jasa Industri adalah kegiatan industri yang melayani keperluan pihak lain. Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak lain sedangkan pihak pengolah hanya melakukan pengolahannya dengan mendapat imbalan sebagai balas jasa (upah maklon). 5. Perusahaan atau usaha industri adalah suatu unit (kesatuan) usaha yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu, dan mempunyai catatan administrasi tersendiri mengenai produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tersebut. 6. Industri pengolahan dikelompokkan ke dalam 4 golongan berdasarkan banyaknya pekerja, yaitu: a. Industri Besar (100 orang pekerja atau lebih), b. Industri Sedang/Menengah (20-99 orang pekerja), c. Industri Kecil (5-19 orang pekerja), d. Industri Mikro (1-4 orang pekerja). 7. Input atau biaya antara adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses industri yang berupa bahan baku, bahan bakar, barang lainnya diluar bahan baku/bahan penolong, jasa industri, sewa gedung, dan biaya jasa non industri.

4. Services for manufacturing is defined as a manufacturing activity which serving other manufacturing establishments. In this case, raw materials are supplied by others while the workers are paid as a compensation for processing raw materials. 5. A manufacturing establishment is defined as a production unit engaged in economic activity, producing goods or services, located in a building or in a certain location, keeping a business record concerning the production and cost structure, and having a person or more that are responsible to those activities.

6. Manufacturing industries are categorized into four groups, based on the number of employees : a. Large scale manufacturing (100 employees o r more), b. Medium scale manufacturing (20-99 employees), c. Small scale manufacturing (5-19 employees), d. Micro industry (1-4 employees). 7. Input or intermediate cost is defined as cost of raw materials and supporting materials, fuel, other materials, electricity, industrial services, building rent, and non-industrial services, etc.

278

Banten in Figures 2012

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

8. Output adalah nilai keluaran yang dihasilkan dari proses kegiatan industri yang berupa barang yang dihasilkan, tenaga listrik yang dijual, jasa industri, keuntungan jual beli, pertambahan stok barang setengah jadi dan penerimaan lain. 9. Nilai Tambah adalah besarnya output dikurangi besarnya nilai input (antara). 10. Klasifikasi Industri : 15. Makanan dan Minuman 16. Pengolahan Tembakau 17. Tekstil 18. Pakaian Jadi 19. Kulit dan Barang dari Kulit dan Alas Kaki 20. Kayu, Barang-barang dari Kayu (tidak termasuk furnitur), dan Barang-barang Anyaman 21. Kertas dan Barang dari Kertas 22. Penerbitan, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman 23. Batu Bara, Pengilangan Minyak Bumi dan Pengolahan Gas Bumi, Barang-barang dari Hasil Pengilangan Minyak Bumi, dan Bahan Nuklir 24. Kimia dan Barang-barang dari Bahan Kimia 25. Karet dan Barang dari Karet dan Barang dari Plastik 26. Barang Galian Bukan Logam 27. Logam Dasar 28. Barang-barang dari Logam, kecuali Mesin dan Peralatannya 29. Mesin dan Perlengkapannya

8. Output is defined as total value of all processed goods which include production, electricity sold, industrial services, profits, change in stocks and other incomes.

9. Value added is defined as substraction from output to input.

10. Classification of Industry : 15. Food and Beverages 16. Tobacco 17. Textiles 18. Wearing Apparel 19. Tanning and Dressing of Leather 20. Wood and Products of Wood except Furniture and Plaiting Materials 21. Paper and Paper Products 22. Publishing, Printing and Reproduction of Recorded Media 23. Coal, Refined Petroleum Products and Nuclear Fuel 24. Chemicals and Chemical Products 25. Rubber and Plastics Products 26. Non-metallic Mineral Products 27. Basic Metals 28. Fabricated Metal Products except Machinery and Equipments 29. Machinery and Equipment

Banten dalam Angka 2012

279

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

30. Mesin dan Peralatan Kantor, Akuntansi dan Pengolahan Data 31. Mesin Listrik Lainnya dan Perlengkapannya 32. Radio, Televisi, dan Peralatan Komunikasi, serta Perlengkapannya 33. Peralatan Kedokteran, Alat-alat Ukur, Peralatan Navigasi, Peralatan Optik, Jam dan Lonceng 34. Kendaraan Bermotor 35. Alat Angkutan, selain Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih 36. Furnitur dan Pengolahan Lainnya 37. Daur Ulang

30. Machinery and Electronic Office, Computing and Accounting Machineries 31. Electrical Machinery and Equipments 32. Radio, Television and Communication Equipment and Aparatus 33. Medical, Precision, Navigation, and Optical Instruments, Watches and Clocks 34. Motor Vehicles, Trailers and Semitrailers 35. Other Transport Equipment 36. Furniture and Other Manufacturing 37. Recycling

280

Banten in Figures 2012

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

Tabel 7.1 Table

Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan Industri di Provinsi Banten, 2007-2010 Number of Large and Medium Manufacturing Establishments by Industrial Group in Banten Province, 2007-2010
Golongan Industri Industrial Group (2) 2007 (3) 210 133 99 106 2008 (4) 207 130 96 98 2009 (5) 195 126 81 98 2010 (6) 181 125 74 95

Kode Code (1) 15 17 18 19

Industri Makanan dan Minuman Food and Drinking Industri Tekstil Textile Industri Pakaian Jadi Garment Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki / Leather, Stuff of Leather and Bed Foot Industri Kayu, Barang dari Kayu (Tidak Termasuk Furniture) dan Barang Anyaman dari Rotan, Bambu dan Sejenisnya / Wood, Stuff Of Wood (Legible Pertinent Furniture) and Tress Stuff Of Rattan, Wicker and Other Kind Industri Kertas, Barang dari Kertas dan Sejenisnya / Paper, Stuff of Paper, and Other Kind Industri Penerbitan, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman Publication,Printing and Reproduction, Recording Industri Batu Bara, Pengilangan Minyak Bumi, Pengolahan Minyak Gas Bumi, Barang dari Hasil Pengilangan Minyak Bumi dan Bahan Bakar Nuklir Cinder Grindstone, Explore of World Ayonnaise, Manufacture of World Mayonnaise, Stuff of Outcome Explore of World Mayonnaise and Grill Wrapping of Nuchlear

20

75

71

61

56

21

89

81

76

80

22

22

29

28

22

23

16

13

10

11

Banten dalam Angka 2012

281

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.1

Kode Code (1) 24

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Kimia dan Barang-Barang dari Bahan Kimia / Chemical, and Stuff of Chemical Wrapping Industri Karet, Barang dari Karet dan Barang dari Plastik / Rubber, Stuff of Rubber and Stuff Of Bucket Industri Barang Galian Bukan Logam / Stuff Quarry Not Nugget Industri Logam Dasar / Intrinsic Nugget Industri Barang Dari Logam, Kecuali Mesin Dan Peralatannya / Stuff of Nugget, Except Machine and Tool Industri Mesin dan Perlengkapannya / Machine and Tools Industri Mesin dan Peralatan Kantor, Akuntansi, dan Pengolahan Data / Machine and Agency Tools, Accounting and Data Processing Industri Mesin Listrik Lainnya, dan Perlengkapannya / Other Electric Machine, and Tools Industri Radio, Televisi, dan Peralatan Komunikasi, serta Perlengkapannya / Radio, Television, and Communication Outfit, and Tools Industri Peralatan Kedokteran, Alat-Alat Cukur, Peralatan Navigasi, Peralatan Optik, Jam dan Lonceng Doctoral Outfit, Shave Tools, Navigasi Outfit, Optical Outfit, Clock and Bell

2007 (3) 182

2008 (4) 185

2009 (5) 180

2010 (6) 180

25

256

243

225

223

26 27 28

94 36 154

92 37 158

84 30 150

84 30 147

29 30

54 -

65 -

69 -

64 -

31

52

52

47

42

32

17

18

14

15

33

282

Banten in Figures 2012

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.1

Kode Code (1) 34 35

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Kendaraan Bermotor Motor Vehicle Industri Alat Angkutan Selain Kendaraan Bermotor Roda Empat Atau Lebih Transport Tools Except Motor Vehicle Four Wheel Or Dull Industri Furnitur dan Industri Pengolahan Lainnya Furniture and Other Manufacture Daur Ulang / Repeat Cycle Jumlah / Total

2007 (3) 30 51

2008 (4) 27 43

2009 (5) 24 42

2010 (6) 19 43

36

149

141

136

119

37

13 1 846

10 1 804

11 1 695

1 1 620

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

283

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

Tabel 7.2 Table

Jumlah Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan Industri di Provinsi Banten, 2007-2010 Number of Workers Engaged in Large and Medium Manufacturing Establishments by Industrial Group in Banten Province, 2007-2010
Golongan Industri Industrial Group (2) 2007 (3) 30 815 55 684 46 224 108 344 2008 (4) 32 494 40 310 46 127 117 983 2009 (5) 30 999 38 249 42 742 112 929 2010 (6) 32 523 40 819 42 351 113 133

Kode Code (1) 15 17 18 19

Industri Makanan dan Minuman Food and Drinking Industri Tekstil Textile Industri Pakaian Jadi Garment Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki / Leather, Stuff of Leather and Bed Foot Industri Kayu, Barang dari Kayu (Tidak Termasuk Furniture) dan Barang Anyaman dari Rotan, Bambu dan Sejenisnya / Wood, Stuff Of Wood (Legible Pertinent Furniture) and Tress Stuff Of Rattan, Wicker and Other Kind Industri Kertas, Barang dari Kertas dan Sejenisnya / Paper, Stuff of Paper, and Other Kind Industri Penerbitan, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman Publication,Printing and Reproduction, Recording Industri Batu Bara, Pengilangan Minyak Bumi, Pengolahan Minyak Gas Bumi, Barang dari Hasil Pengilangan Minyak Bumi dan Bahan Bakar Nuklir Cinder Grindstone, Explore of World Ayonnaise, Manufacture of World Mayonnaise, Stuff of Outcome Explore of World Mayonnaise and Grill Wrapping of Nuchlear

20

16 622

13 450

11 742

9 673

21

19 496

18 835

19 583

19 471

22

1 483

1 593

3 808

3 382

23

1 422

1 003

829

808

284

Banten in Figures 2012

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.2

Kode Code (1) 24

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Kimia dan Barang-Barang dari Bahan Kimia / Chemical, and Stuff of Chemical Wrapping Industri Karet, Barang dari Karet dan Barang dari Plastik / Rubber, Stuff of Rubber and Stuff Of Bucket Industri Barang Galian Bukan Logam / Stuff Quarry Not Nugget Industri Logam Dasar / Intrinsic Nugget Industri Barang Dari Logam, Kecuali Mesin Dan Peralatannya / Stuff of Nugget, Except Machine and Tool Industri Mesin dan Perlengkapannya / Machine and Tools Industri Mesin dan Peralatan Kantor, Akuntansi, dan Pengolahan Data / Machine and Agency Tools, Accounting and Data Processing Industri Mesin Listrik Lainnya, dan Perlengkapannya / Other Electric Machine, and Tools Industri Radio, Televisi, dan Peralatan Komunikasi, serta Perlengkapannya / Radio, Television, and Communication Outfit, and Tools Industri Peralatan Kedokteran, Alat-Alat Cukur, Peralatan Navigasi, Peralatan Optik, Jam dan Lonceng Doctoral Outfit, Shave Tools, Navigasi Outfit, Optical Outfit, Clock and Bell

2007 (3) 32 745

2008 (4) 28 692

2009 (5) 36 155

2010 (6) 36 089

25

44 116

46 840

43 516

45 640

26 27 28

27 715 11 153 22 873

28 332 12 587 25 634

24 883 10 630 25 970

23 229 11 234 25 660

29 30

10 823 -

12 356 -

14 943 -

13 772 -

31

16 412

16 166

15 811

15 299

32

2 938

3 232

1 618

2 309

33

1 653

1 839

1 916

2 775

Banten dalam Angka 2012

285

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.2

Kode Code (1) 34 35

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Kendaraan Bermotor Motor Vehicle Industri Alat Angkutan Selain Kendaraan Bermotor Roda Empat Atau Lebih Transport Tools Except Motor Vehicle Four Wheel Or Dull Industri Furnitur dan Industri Pengolahan Lainnya Furniture and Other Manufacture Daur Ulang / Repeat Cycle

2007 (3) 4 164 11 267

2008 (4) 4 313 12 301

2009 (5) 2 776 13 736

2010 (6) 2 297 17 716

36

19 519

19 438

20 149

18 848

37

550

599

721

74

Jumlah / Total

486 018

484 124

473 705

477 102

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

286

Banten in Figures 2012

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

Tabel 7.3 Table

Nilai Output, Nilai Input dan Nilai Tambah dari Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan Industri di Provinsi Banten (miliar rupiah), 2008-2010 Output, Input, and Value Added of Large and Medium Manufacturing Establisments by Regency/Municipality in Banten Province (billion rupiahs), 2008-2010
Golongan Industri Industrial Group (2) Nilai Output / Output Value 2008 (3) 16 282,80 13 322,97 10 101,86 20 078,53 2009 (4) 16 050,06 14 757,90 9 385,00 15 236,38 2010 (5) 23 295,03 15 786,33 5 396,16 16 436,87

Kode Code (1) 15 17 18 19

Industri Makanan dan Minuman Food and Drinking Industri Tekstil Textile Industri Pakaian Jadi Garment Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki / Leather, Stuff of Leather and Bed Foot Industri Kayu, Barang dari Kayu (Tidak Termasuk Furniture) dan Barang Anyaman dari Rotan, Bambu dan Sejenisnya / Wood, Stuff Of Wood (Legible Pertinent Furniture) and Tress Stuff Of Rattan, Wicker and Other Kind Industri Kertas, Barang dari Kertas dan Sejenisnya / Paper, Stuff of Paper, and Other Kind Industri Penerbitan, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman Publication,Printing and Reproduction, Recording Industri Batu Bara, Pengilangan Minyak Bumi, Pengolahan Minyak Gas Bumi, Barang dari Hasil Pengilangan Minyak Bumi dan Bahan Bakar Nuklir Cinder Grindstone, Explore of World Ayonnaise, Manufacture of World Mayonnaise, Stuff of Outcome Explore of World Mayonnaise and Grill Wrapping of Nuchlear

20

1 866,11

1 687,94

1 350,81

21

7 912,89

16 571,42

10 220,95

22

260,27

884,52

683,08

23

1 185,65

813,93

520,46

Banten dalam Angka 2012

287

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.3

Kode Code (1) 24

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Kimia dan Barang-Barang dari Bahan Kimia / Chemical, and Stuff of Chemical Wrapping Industri Karet, Barang dari Karet dan Barang dari Plastik / Rubber, Stuff of Rubber and Stuff Of Bucket Industri Barang Galian Bukan Logam / Stuff Quarry Not Nugget Industri Logam Dasar / Intrinsic Nugget Industri Barang Dari Logam, Kecuali Mesin Dan Peralatannya / Stuff of Nugget, Except Machine and Tool Industri Mesin dan Perlengkapannya / Machine and Tools Industri Mesin dan Peralatan Kantor, Akuntansi, dan Pengolahan Data / Machine and Agency Tools, Accounting and Data Processing Industri Mesin Listrik Lainnya, dan Perlengkapannya / Other Electric Machine, and Tools Industri Radio, Televisi, dan Peralatan Komunikasi, serta Perlengkapannya / Radio, Television, and Communication Outfit, and Tools Industri Peralatan Kedokteran, Alat-Alat Cukur, Peralatan Navigasi, Peralatan Optik, Jam dan Lonceng Doctoral Outfit, Shave Tools, Navigasi Outfit, Optical Outfit, Clock and Bell

Nilai Output / Output Value 2008 (3) 41 473,26 2009 (4) 34 087,88 123 256,97 2010

25

20 389,44

17 926,71

19 218,62

26 27 28

5 383,99 34 227,70 9 266,10

5 879,68 38 194,55 12 418,65

6 848,44 37 168,06 14 122,25

29 30

3 655,72 -

7 138,93 -

4 574,89 -

31

9 325,06

8 754,61

10 358,99

32

1 105,74

419,69

581,36

33

973,76

923,15

1 837,19

288

Banten in Figures 2012

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.3

Kode Code (1) 34 35

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Kendaraan Bermotor Motor Vehicle Industri Alat Angkutan Selain Kendaraan Bermotor Roda Empat Atau Lebih Transport Tools Except Motor Vehicle Four Wheel Or Dull Industri Furnitur dan Industri Pengolahan Lainnya Furniture and Other Manufacture Daur Ulang / Repeat Cycle

Nilai Output / Output Value 2008 (3) 929,01 8 186,14 2009 (4) 1 072,86 11 409,80 649,99 11 719,40 2010

36

1 976,01

2 292,60

2 370,21

37

219,50

66,90

6,74

Jumlah / Total

208 122,49

215 973,16

306 402,79

Banten dalam Angka 2012

289

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.3

Kode Code (1) 15 17 18 19

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Makanan dan Minuman Food and Drinking Industri Tekstil Textile Industri Pakaian Jadi Garment Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki / Leather, Stuff of Leather and Bed Foot Industri Kayu, Barang dari Kayu (Tidak Termasuk Furniture) dan Barang Anyaman dari Rotan, Bambu dan Sejenisnya / Wood, Stuff Of Wood (Legible Pertinent Furniture) and Tress Stuff Of Rattan, Wicker and Other Kind Industri Kertas, Barang dari Kertas dan Sejenisnya / Paper, Stuff of Paper, and Other Kind Industri Penerbitan, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman Publication,Printing and Reproduction, Recording Industri Batu Bara, Pengilangan Minyak Bumi, Pengolahan Minyak Gas Bumi, Barang dari Hasil Pengilangan Minyak Bumi dan Bahan Bakar Nuklir Cinder Grindstone, Explore of World Ayonnaise, Manufacture of World Mayonnaise, Stuff of Outcome Explore of World Mayonnaise and Grill Wrapping of Nuchlear

Nilai Input / Input Value 2008 (3) 12 464,06 8 059,01 2 519,84 13 026,65 2009 (4) 11 866,34 9 892,29 2 811,06 7 962,64 2010 (5) 15 623,42 9 929,80 2 688,23 8 448,39

20

1 166,27

1 004,01

728,12

21

6 074,98

8 320,37

6 952,00

22

132,98

495,17

272,34

23

711,96

495,81

156,74

290

Banten in Figures 2012

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.3

Kode Code (1) 24

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Kimia dan Barang-Barang dari Bahan Kimia / Chemical, and Stuff of Chemical Wrapping Industri Karet, Barang dari Karet dan Barang dari Plastik / Rubber, Stuff of Rubber and Stuff Of Bucket Industri Barang Galian Bukan Logam / Stuff Quarry Not Nugget Industri Logam Dasar / Intrinsic Nugget Industri Barang Dari Logam, Kecuali Mesin Dan Peralatannya / Stuff of Nugget, Except Machine and Tool Industri Mesin dan Perlengkapannya / Machine and Tools Industri Mesin dan Peralatan Kantor, Akuntansi, dan Pengolahan Data / Machine and Agency Tools, Accounting and Data Processing Industri Mesin Listrik Lainnya, dan Perlengkapannya / Other Electric Machine, and Tools Industri Radio, Televisi, dan Peralatan Komunikasi, serta Perlengkapannya / Radio, Television, and Communication Outfit, and Tools Industri Peralatan Kedokteran, Alat-Alat Cukur, Peralatan Navigasi, Peralatan Optik, Jam dan Lonceng Doctoral Outfit, Shave Tools, Navigasi Outfit, Optical Outfit, Clock and Bell

Nilai Input / Input Value 2008 (3) 25 745,19 2009 (4) 19 561,98 90 521,87 2010

25

13 955,34

11 625,15

12 711,30

26 27 28

3 521,07 27 798,33 5 619,47

4 181,71 30 268,86 7 452,69

2 024,27 34 448,42 8 811,11

29 30

2 277,94 -

5 021,92 -

2 791,35 -

31

5 923,35

5 282,77

6 554,34

32

590,28

216,17

249,72

33

180,31

186,39

422,16

Banten dalam Angka 2012

291

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.3

Kode Code (1) 34 35

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Kendaraan Bermotor Motor Vehicle Industri Alat Angkutan Selain Kendaraan Bermotor Roda Empat Atau Lebih Transport Tools Except Motor Vehicle Four Wheel Or Dull Industri Furnitur dan Industri Pengolahan Lainnya Furniture and Other Manufacture Daur Ulang / Repeat Cycle

Nilai Input / Input Value 2008 (3) 551,76 5 085,19 2009 (4) 625,77 7 720,60 213,28 7 988,62 2010

36

1 283,53

1 457,26

1 052,70

37

195,70

40,35

2,03

Jumlah / Total

136 883,21

136 489,31

212 590,22

292

Banten in Figures 2012

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.3

Kode Code (1) 15 17 18 19

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Makanan dan Minuman Food and Drinking Industri Tekstil Textile Industri Pakaian Jadi Garment Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki / Leather, Stuff of Leather and Bed Foot Industri Kayu, Barang dari Kayu (Tidak Termasuk Furniture) dan Barang Anyaman dari Rotan, Bambu dan Sejenisnya / Wood, Stuff Of Wood (Legible Pertinent Furniture) and Tress Stuff Of Rattan, Wicker and Other Kind Industri Kertas, Barang dari Kertas dan Sejenisnya / Paper, Stuff of Paper, and Other Kind Industri Penerbitan, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman Publication,Printing and Reproduction, Recording Industri Batu Bara, Pengilangan Minyak Bumi, Pengolahan Minyak Gas Bumi, Barang dari Hasil Pengilangan Minyak Bumi dan Bahan Bakar Nuklir Cinder Grindstone, Explore of World Ayonnaise, Manufacture of World Mayonnaise, Stuff of Outcome Explore of World Mayonnaise and Grill Wrapping of Nuchlear

Nilai Tambah / Value Added 2008 (3) 3 818,74 5 263,96 7 582,02 7 051,88 2009 (4) 4 183,72 4 865,60 6 573,94 7 273,74 2010 (5) 7 671,61 5 856,53 2 707,92 7 988,48

20

699,84

683,93

622,69

21

1 837,91

8 251,05

3 268,95

22

127,29

389,35

410,74

23

473,68

318,11

363,72

Banten dalam Angka 2012

293

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.3

Kode Code (1) 24

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Kimia dan Barang-Barang dari Bahan Kimia / Chemical, and Stuff of Chemical Wrapping Industri Karet, Barang dari Karet dan Barang dari Plastik / Rubber, Stuff of Rubber and Stuff Of Bucket Industri Barang Galian Bukan Logam / Stuff Quarry Not Nugget Industri Logam Dasar / Intrinsic Nugget Industri Barang Dari Logam, Kecuali Mesin Dan Peralatannya / Stuff of Nugget, Except Machine and Tool Industri Mesin dan Perlengkapannya / Machine and Tools Industri Mesin dan Peralatan Kantor, Akuntansi, dan Pengolahan Data / Machine and Agency Tools, Accounting and Data Processing Industri Mesin Listrik Lainnya, dan Perlengkapannya / Other Electric Machine, and Tools Industri Radio, Televisi, dan Peralatan Komunikasi, serta Perlengkapannya / Radio, Television, and Communication Outfit, and Tools Industri Peralatan Kedokteran, Alat-Alat Cukur, Peralatan Navigasi, Peralatan Optik, Jam dan Lonceng Doctoral Outfit, Shave Tools, Navigasi Outfit, Optical Outfit, Clock and Bell

Nilai Tambah / Value Added 2008 (3) 15 728,08 2009 (4) 14 525,90 32 735,10 2010

25

6 434,10

6 301,56

6 507,32

26 27 28

1 862,92 6 429,37 3 646,63

1 697,98 7 925,69 4 965,96

4 824,17 2 719,65 5 311,14

29 30

1 377,77 -

2 117,01 -

1 783,54 -

31

3 401,72

3 471,84

3 804,65

32

515,46

203,51

331,64

33

793,45

736,77

1 415,03

294

Banten in Figures 2012

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.3

Kode Code (1) 34 35

Golongan Industri Industrial Group (2) Industri Kendaraan Bermotor Motor Vehicle Industri Alat Angkutan Selain Kendaraan Bermotor Roda Empat Atau Lebih Transport Tools Except Motor Vehicle Four Wheel Or Dull Industri Furnitur dan Industri Pengolahan Lainnya Furniture and Other Manufacture Daur Ulang / Repeat Cycle

Nilai Tambah / Value Added 2008 (3) 377,24 3 100,95 2009 (4) 447,08 3 689,20 436,71 3 730,78 2010

36

692,48

835,34

1 317,51

37

23,80

26,55

4,70

Jumlah / Total

71 239,28

79 483,85

93 812,57

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

295

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

Tabel 7.4 Table

Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2007-2010 Number of Large and Medium Manufacturing Establishments by Regency/Municipality in Banten Province, 2007-2010

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

2007 (2)

2008 (3)

2009 (4)

2010 (5)

9 13 882 117

17 13 782 162

20 11 750 144

13 17 704 143

687 72 6

670 69 14 77

610 72 15 73

583 76 23 61

Provinsi Banten

1 786

1 804

1 695

1 620

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*) 1)

Angka sementara (berdasarkan Direktori Industri Besar dan Sedang) Preliminary figures (based on Directory of Large and Medium Manufacturing Establishments) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

296

Banten in Figures 2012

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

Tabel 7.5 Table

Jumlah Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2007-2010 Number of Workers Engaged in Large and Medium Manufacturing Establishment by Regency/Municipality in Banten Province, 2007-2010
2007 (2) 2008 (3) 2009 (4) 2010 (5)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

552 953 210 561 80 889

1 642 1 289 180 918 65 889

1 170 1 335 177 941 63 829

1 241 2 693 176 755 64 267

171 658 21 075 330

183 803 21 946 713 27 924

180 319 20 806 765 27 540

183 551 19 370 951 28 274

Provinsi Banten

486 018

484 124

473 705

477 102

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

297

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

Tabel 7.6 Table

Nilai Output, Nilai Input dan Nilai Tambah dari Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (miliar rupiah), 2008-2010 Output, Input, and Value Added of Large and Medium Manufacturing Establisments by Regency/Municipality in Banten Province (billion rupiahs), 2008-2010
Nilai Output / Output Value 2008 (2) 2009 (3) 2010 (4)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

827,67 500,28 52 044,85 28 916,91

136,12 390,71 52 256,81 35 733,90

118,34 1 474,19 52 819,88 123 255,15

65 403,09 54 927,89 48,03 5 453,77

64 852,99 54 556,40 45,79 8 000,43

67 549,69 53 038,69 79,02 8 067,83

Provinsi Banten

208 122,49

215 973,16

306 402,79

298

Banten in Figures 2012

BAB VII

INDUSTRI PENGOLAHAN

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.6

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

Nilai Input / Input Value 2008 (2) 2009 (3) 2010 (4)

476,69 300,61 32 681,92 18 575,02

41,42 258,29 34 374,55 19 475,63

41,16 981,06 31 892,60 89 393,54

38 709,74 42 916,27 32,54 3 190,42

37 350,99 40 057,19 32,06 4 899,19

42 857,17 43 222,24 46,97 4 155,48

Provinsi Banten

136 883,21

136 489,31

212 590,22

Banten dalam Angka 2012

299

MANUFACTURING INDUSTRY

CHAPTER VII

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.6

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

Nilai Tambah / Value Added 2008 (2) 2009 (3) 2010 (4)

350,98 199,67 19 362,93 10 341,89

94,70 132,43 17 882,26 16 258,27

77,18 493,14 20 927,28 33 861,61

26 693,35 12 011,62 15,49 2 263,35

27 502,00 14 499,21 13,73 3 101,24

24 692,52 9 816,45 32,04 3 912,34

Provinsi Banten

71 239,28

79 483,85

93 812,57

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
1)

Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

300

Banten in Figures 2012

8
KONSTRUKSI
Construction

BAB VIII

KONSTRUKSI

Penjelasan Teknis 1. Konstruksi adalah suatu kegiatan yang hasil akhirnya berupa bangunan/konstruksi yang menyatu dengan lahan tempat kedudukannya. Hasil kegiatan konstruksi antara lain : gedung, jalan, jembatan, rel dan jembatan kereta api, terowongan, bangunan air dan drainase, bangunan sanitasi. 2. Perusahaan adalah suatu badan yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang/ jasa, terletak di suatu bangunan fisik pada lokasi tertentu, dan mempunyai catatan administrasi tersendiri. Badan perusahan konstruksi dapat berbentuk PT, CV, Firma, PT (Persero), Perusahaan Umum atau Perusahaan Jawatan 3. Jenis golongan merupakan garis pokok penggolongan kegiatan sektor konstruksi. Ada 3 (tiga) jenis golongan, yaitu: a. K (Kecil) : batas nilai satu pekerjaan 0-1 miliar rupiah b. M (Menengah) : batas nilai satu pekerjaan Rp. 1 miliar - Rp. 10 miliar c. B (besar) : mampu mengerjakan proyek di atas Rp. 10 miliar 4. Pekerja adalah semua orang yang pada saat pencacahan bekerja di perusahaan, baik pekerja teknik maupun pekerja non teknik. Pekerja tetap : pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha yang menerima upah/gaji secara tetap, tidak tergantung pada absensi/ kehadiran pekerja tersebut.
Banten dalam Angka 2012

Technical Notes 1. Construction is an activity to build buildings construction integrated with their location. The results of construction activities include building construction, road, bridge, railway and rail bridge, tunnel subway, viaduct and drainage, sanitary construction, etc. 2. Establishment is an economic activity unit to provide goods or services located in a physical building, possessing cost structure and production record. The type of legal entity of construction establishment could be : Limited Company, Limited Partnership, Firm governments Company (local and national), and Private Company. 3. Type of Group is the main line of constructions sector activities classification. There are 3 types of group : a. K (Small): value range of one project 0 1 billion rupiahs b. M (Medium) : value range of one project 1 billion rupiahs 10 billion rupiahs c. B (Big) : can do the project above 10 billion rupiahs 4. Employee is any person at the time of enumeration whos working in the establishment as a technical worker or non technical worker. Permanent worker : Those who are working in the establishment / business and receiving fixed salaries / wages without depending on the absence/presence records.
303

CONSTRUCTION

CHAPTER VIII

5. Nilai konstruksi adalah nilai pekerjaan yang telah diselesaikan oleh pihak pemborong menurut realisasi proyek yang telah diselesaikan dalam jangka waktu tertentu, berdasarkan nilai kontrak antara pemilik dengan kontraktor. 6. SKA (Sertifikat Keahlian) adalah bukti kompentensi dan kemampuan profesi keahlian kerja tenaga ahli bidang Jasa Pelaksana Konstruksi (KONTRAKTOR), Jasa Perencana Konstruksi atau Jasa Pengawas Konstruksi (KONSULTAN), dengan kualifikasi tenaga ahli sebagai berikut : Kualifikasi tenaga ahli Jasa Konstruksi adalah : a. Ahli Utama b. Ahli Madya c. Ahli Muda d. Ahli Pemula Persyaratan SKA SKA Ahli Utama : Berpendidikan minimal S1 dengan pengalaman minimal 12 tahun atau S2 dengan pengalaman minimal 5 tahun. SKA Ahli Madya : Berpendidikan minimal S1 dengan pengalaman minimal 7 tahun atau S2 dengan pengalaman minimal 2 tahun. SKA Ahli Muda : Berpendidikan minimal DIII dengan pengalaman minimal 5 tahun atau S1 dengan pengalaman minimal 2 tahun atau S2 dengan pengalaman minimal 1 tahun. SKA Ahli Pemula : Berpendidikan minimal DIII tanpa pengalaman.

5. Construction value is the value of work completed by a contractor during a period of enumeration based on a contract value on the letter of contract and project realized by the contractor.

6. SKA (Expertise Certifcate) is proof of competence and expertise of professional experts in the field of Construction Implementation Services (CONTRACTOR), Construction Planning Services, or Construction Supervision Services (CONSULTANT), with experts quali cations as follows : Construction Service expert quali cations are: a. Key expert b. Associate expert c. Young expert d. Beginners expert SKA requirements SKA Key Expert : Has minimum educational qualication of S1 with minimum 12 years of experience or S2 with minimum 5 years of experience. SKA Associate Expert : Has minimum educational qualication of S1 with minimum 7 years of experience or S2 with minimum 2 years of experience. SKA Young Expert : Has minimum educational qualication of DIII with minimum 5 years of experience or S1 with minimum years of experience or S2 with minimum 1 year of experience. SKA Beginners Expert : Has minimum educational qualication of DIII without experience.
Banten in Figures 2012

304

BAB VIII

KONSTRUKSI

7. SKT (Sertifikat Keterampilan) adalah bukti kompentensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja bidang Jasa Pelaksana Konstruksi (KONTRAKTOR) yang harus dimiliki tenaga kerja/ahli perusahaan untuk dapat ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT) dalam permohonan Sertifikasi dan Registrasi Jasa Pelaksana Konstruksi. Kualifikasi tenaga terampil Jasa Pelaksana Konstruksi adalah : a. SKT-P b. SKT Tingkat III c. SKT Tingkat II d. SKT Tingkat

7. SKT (Skills Certifcate) is proof of competence and professional skill in the eld of Construction Implementation Services (CONTRACTOR) which is required for skilled employee designation as a Techniqal Responsible Person (TRP) in the Certifcation and Registration of Construction Implementation Services application. Skilled employee Construction Implementation Services qualifications are: a. SKT (Skill Certificate) - Beginner b. SKT (Skill Certificate) 3rd Grade c. SKT (Skill Certificate) 2nd Grade d. SKT (Skill Certificate) 1st Grade

Persyaratan SKT SKT Pemula : Berpendidikan minimal STM tanpa pengalaman. SLTA/

SKT requirements SKT Beginners : Has minimum educational background of SLTA/STM without experience. SKT (Skill Certificate) 3rd Grade : Has minimum educational background of DIII or SLTA/STM with minimum 2 years of experience. SKT (Skill Certificate) 2nd Grade : Has minimum educational background of DIII with minimum 1 year of experience or SLTA/STM with minimum 3 years of experience. SKT (Skill Certificate) 1st Grade : Has minimum educational background of S1 without experience, DIII with minimum 2 years of experience, or SLTA/STM with minimum 5 years of experience.
305

SKT Tingkat III : Berpendidikan minimal DIII tanpa pengalaman atau SLTA/STM dengan pengalaman minimal 2 tahun. SKT Tingkat II : Berpendidikan minimal DIII dengan pengalaman minimal 1 tahun atau SLTA/STM dengan pengalaman minimal 3 tahun. SKT Tingkat I : Berpendidikan minimal S1 tanpa pengalaman, DIII dengan pengalaman minimal 2 tahun atau SLTA/STM dengan pengalaman minimal 5 tahun.
Banten dalam Angka 2012

CONSTRUCTION

CHAPTER VIII

8. Jenis Pekerjaan yang termasuk dalam kegiatan sektor konstruksi ini terdiri dari : a. Konstruksi Bangunan Gedung mencakup konstruksi gedung tempat tinggal, perkantoran, gedung industri, gedung perbelanjaan, gedung kesehatan, gedung pendidikan, penginapan, gedung tempat hiburan, dan konstruksi gedung lainnya.

8. Type of occupation in activities of construction sector consists of :

b. Konstruksi Bangunan Sipil mencakup pembangunan jalan, jembatan dan landasan, jalan dan jembatan kereta api, terowongan, bangunan pengairan, pengolahan, penyaluran dan penampungan barang minyak dan gas, bangunan pengolahan, penyaluran dan penampungan barang minyak dan gas, bangunan dermaga, dan bangunan sipil lainnya. c. Instalasi Gedung dan Bangunan Sipil, mencakup pemasangan instalasi air (plumbing), instalasi listrik, telekomunikasi, gas, elektronika, mekanikal, AC, dan instalasi pada gedung, termasuk reparasinya.mencakup pemasangan instalasi listrik bangunan sipil, navigasi laut dan sungai, metereologi dan geofisika, navigasi udara, sinyal dan telekomunikasi kereta api, sinyal dan rambu-rambu jalan raya, instalasi telekomunikasi, jaringan pipa, dan instalasi bangunan sipil lainnya, termasuk reparasinya.

a. Building Construction includes building construction for residential sites, office, industrial buildings, shopping centres, health infrastructures, education infrastructures, accommodations, entertainment buildings, and other building constructions. b. Civil includes the construction of road, bridge and base, railway and rail bridge, tunnel subway, watering building, processing, distribution and reception for the oil and gas, processing building, quay building, and other civil buildings.

c. Building Installation and Civil Building includes plumbing installation, electricity installation, telecommunication, gas, electronic, mechanical, Air Condition, and building installations and their reparations, electricity civil building installation, sea and river navigation, meteorology and geophysics, air navigation, signal and train telecommunication, signal and highways signs, telecommunication installation, pipings network, and other civil building installations and their reparations.
Banten in Figures 2012

306

BAB VIII

KONSTRUKSI

d. Konstruksi khusus mencakup pemasangan pondasi dan pilar, pembuatan/pengeboran sumur air tanah, pemasangan perancah (steiger), pemasangan atap (roof covering), pemasangan bangunan konstruksi (prefab) dan pemasangan kerangka baja, pengerukan, dan konstruksi khusus lainnya. Kegiatan konstruksi yang berhubungan langsung dengan pemurnian minyak dan gas bumi dimasukkan dalam kategori pertambangan dan penggalian, namun demikian pembangunan gedung, jalan, dan sejenisnya dilokasi penambangan tetap dimasukkan dalam kategori Konstruksi. Kegiatan teknik arsitektur juga manajemen proyek pembangunan gedung, jalan dan sejenisnya dimasukkan dalam kategori Jasa perusahaan lainnya. e. Penyiapan Lahan mencakup usaha penyiapan lahan untuk jalan raya, pekerjaan gedung, pekerjaan sipil pertanian, perhubungan, dan penyiapan lahan lainnya. (Khusus penyiapan lahan untuk pertambangan minyak dan gas dimasukkan dalam kategori Pertambangan dan Penggalian).

d. Specific Construction includes the fitting of foundation and pillar, producing/drilling of ground water well, steiger fitting, roof covering, prefab fitting, fitting of steel framework, dredging, and other specific construction. The construction activities that are directly connected to oil and gas cleaning were classified into mining and excavation, but building construction, road, and similar type in the location of mining is still classified into construction category. The architecture-related activities and the construction of project management building, roads and similar type is classified into other establishment services category. e. Site Preparation, includes the preparatiof sites for road/ highway, building work, agricultural civil work, transportation, and other preparation sites. (The site preparation for oil and gas mining was classified into Mining and Excavation).

Banten dalam Angka 2012

307

CONSTRUCTION

CHAPTER VIII

f. Konstruksi bangunan elektrikal dan komunikasi mencakup bangunan elektrikal, konstruksi telekomunikasi sarana bantu navigasi laut dan rambu sungai; konstruksi telekomunikasi navigasi udara, konstruksi sinyal dan telekomunikasi kereta api, konstruksi sentral telekomunikasi, konstruksi elektrikal dan telekomunikasi lainnya. g. Penyelesaian Konstruksi Gedung mencakup kegiatan pemasangan kaca dan aluminium serta pengerjaan lantai, dinding, peralatan saniter dan plafon dalam rangka penyelesaian bangunan gedung baik gedung tempat tinggal maupun gedung bukan tempat tinggal, kegiatan pengecatan bangunan gedung serta bangunan sipil. h. Penyewaan Alat Konstruksi atau Peralatan Pembongkar, Penghancur Bangunan dan Operatornya mencakup kegiatan menyewakan alatalat konstruksi dengan operatornya, misalnya menyewakan molen dengan operatornya, alat pembongkar dan penghancur bangunan dengan operatornya, dll. Sedangkan penyewaan peralatan tanpa operatornya termasuk dalam kategori jasa persewaan.

f. Communication and Electrical Building Construction includes electrical building, telecommunication construction of equipment for sea navigation and rivers sign; telecommunication construction of air navigation, signal cons-truction and train tele-communication, central tele-communication construction, and other electrical and telecommunication constructions. g. Building Completion includes glass and aluminum installation as well as floor execution, wall, sanitary equipment and ceiling to complete the building, either building for resident or building for non resident, the painting building activity and civil building. h. Renting of Construction or Demolition Equipments with Operator includes the activities of renting the construction equipments with the operator, such as renting the cement mixer and the operator, the bulldozer and building destroyer with the operator, etc, while the renting of equipments without the operator is classified into renting services category.

308

Banten in Figures 2012

BAB VIII

KONSTRUKSI

Tabel 8.1 Table

Jumlah Perusahaan Konstruksi Menurut Jenis Golongan di Provinsi Banten, 2007-2011 Number of Construction Establisments by Type of Group in Banten Province, 2007-2011

Jenis Golongan / Type of Group (1) Kecil / Small Menengah / Medium Besar / Large

2007 (2) 1 491 153 5

2008 (3) 2 162 209 9

2009 (4) 2 476 258 11

2010 (5) 2 152 202 24

2011 (6) 2 057 188 23

Jumlah / Total

1 649

2 380

2 745

2 378

2 268

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

309

CONSTRUCTION

CHAPTER VIII

Tabel 8.2 Table

Jumlah Pekerja Tetap Perusahaan Konstruksi Menurut Tingkat Pendidikan di Provinsi Banten, 2007-2011 Number of Permanent Workers at Construction Establisment by Educational Level in Banten Province, 2007-2011
2007 (2) 560 748 2 206 430 847 2008 (3) 170 1 137 4 024 486 1 052 2009 (4) 443 1 406 3 044 562 856 2010 (5) 724 2 298 4 976 919 1 399 2011 *) (6) 741 2 350 5 089 939 1 431

Tingkat Pendidikan / Educational Level (1) SD / Elementary School SLTP / Junior High School SLTA / Senior High School Akademi / Diploma III Universitas / University

Jumlah / Total

4 791

6 869

6 311

10 316

10 556

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

310

Banten in Figures 2012

BAB VIII

KONSTRUKSI

Tabel 8.3 Table

Jumlah Profesi Tenaga Ahli di Perusahaan Konstruksi Menurut Kualifikasi di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Expert Profession Workers at Construction Establisment by Qualification in Banten Province, 2009-2011

Kualifikasi / Qualification (1) Pemula / Beginner Muda / Semi Qualified Madya / Qualified Utama / Very Qualified

2009 (2) 26 1 732 805 159

2010 (3) 26 1 957 923 193

2011 *) (4) 15 1 622 669 85

Jumlah / Total

2 722

3 099

2 431

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

311

CONSTRUCTION

CHAPTER VIII

Tabel 8.4 Table

Jumlah Profesi Tenaga Terampil di Perusahaan Konstruksi Menurut Kualifikasi di Provinsi Banten, 2009-2010 Number of Skilled Profession Workers at Construction Establisment by Qualification in Banten Province, 2009-2010
2009 (2) 87 3 124 927 2010 (3) 85 3 542 1 753 2011 *) (4) 85 4 021 3 196

Kualifikasi / Qualification (1) SKT-P / Central Certificate TK-III / 3rd Grade TK-II / 2nd Grade TK-I / 1st Grade

Jumlah / Total

4 138

5 380

7 302

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

312

Banten in Figures 2012

BAB VIII

KONSTRUKSI

Tabel 8.5 Table

Ringkasan Pendapatan Bruto dan Pengeluaran Perusahaan Konstruksi di Provinsi Banten (juta rupiah), 2007-2009 Summary of Gross Output and Expenditure of Construction Establishments in Banten Province (million rupiahs), 2007-2009
2007 (2) 2 139 334 2 073 643 65 691 ... 1 059 438 873 535 18 900 146 896 20 107 2008 (3) 3 516 450 3 373 691 56 834 85 925 2 171 896 543 891 14 680 1 498 449 114 876 2009 *) (4) 3 959 547 3 814 877 75 082 69 588 2 474 446 846 409 17 939 1 499 675 110 423

Uraian / Description (1) A. Pendapatan Bruto / Gross Output 1. Pekerjaan konstruksi yang diselesaikan Complete Construction work 2. Pendapatan/penerimaan lain Income/receipt from other activities 3. Bahan bangunan disediakan oleh pemilik Materials supplied by owner B. Pengeluaran / Expenditure 1. Bahan bangunan yang dipakai Materials used 2. Pemakaian bahan bakar dan listrik Fuel and electricity consumed 3. Biaya bahan dan jasa lainnya Cost of other materials and services 4. Pekerjaan yang disubkontrakkan Subcobtracted work

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

313

CONSTRUCTION

CHAPTER VIII

Tabel 8.6 Table

Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Menurut Jenis Pekerjaan di Provinsi Banten (juta rupiah), 2007-2011 Value of Construction Completed by Types of Construction in Banten Province (million rupiahs), 2007-2011
2007 (2) 676 033 1 263 797 133 814 2008 (3) 989 206 1 362 861 1 021 624 2009 (4) 846 830 1 997 712 970 335 2010 (5) 1 634 935 4 161 141 1 577 671 2011 *) (6) 1 732 844 5 016 203 1 680 721

Jenis Pekerjaan / Type of Construction (1) Konstruksi Bangunan Gedung Building Construction Konstruksi Bangunan Sipil Civil Construction Konstruksi Khusus Specialized Construction

Jumlah / Total

2 073 644

3 373 691

3 814 877

7 373 747

8 429 768

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

314

Banten in Figures 2012

BAB VIII

KONSTRUKSI

Tabel 8.7 Table

Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Menurut Sumber Dana di Provinsi Banten (juta rupiah), 2007-2010 Value of Construction Completed by Fund Source in Banten Province (million rupiahs), 2007-2010
2007 (2) 126 125 1 350 957 23 069 30 836 542 657 2008 (3) 232 821 1 873 413 34 514 59 580 1 173 363 2009 (4) 240 958 2 198 725 37 056 55 352 1 282 786 2010 (5) 474 369 4 382 821 76 364 115 621 2 324 572 2011 *) (6) 552 166 4 850 033 85 141 134 454 2 807 974

Sumber Dana / Fund Source (1) APBN APBD Dana Luar Negeri BUMN Lainnya

Jumlah

2 073 644

3 373 691

3 814 877

7 373 747

8 429 768

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*)

Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

315

9
HOTEL DAN PARIWISATA
Hotel and Tourism

BAB IX

HOTEL DAN PARIWISATA

Penjelasan Teknis 1. Konsep dan definisi pariwisata mengikuti rekomendasi World Tourism Organization (WTO) dan International Union of Office Travel Organization (IUOTO).

Technical Notes 1. The concept and definition of tourism refers to the recommendations of the World Tourism Organization (WTO) and International Union of Office Travel Organizations (IUOTO). 2. Foreign visitor is any person visiting a country other than his usual place of residence for any reason other than for earning income in the country visited, and the length of stay is no more than one year (12 months). This definition covers two categories of foreign visitors, namely :

2. Wisatawan mancanegara ialah setiap pengunjung yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya, didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun (12 bulan). Definisi ini mencakup 2 (dua) kategori wisatawan mancanegara, yaitu : a. Wisatawan (turis) ialah setiap pengunjung seperti definisi di atas yang tinggal paling sedikit 24 jam, akan tetapi tidak lebih dari 1 (satu) tahun di tempat yang dikunjungi, dengan maksud antara lain : berlibur, rekreasi, olahraga, bisnis, menghadiri pertemuan, studi dan kunjungan dengan alasan kesehatan. b. Excursionist ialah setiap pengunjung seperti definisi di atas yang tinggal kurang dari 24 jam di tempat yang dikunjungi (termasuk Cruise Passengers). Cruise Passengers ialah setiap pengunjung yang tiba di suatu negara di mana mereka tidak menginap di akomodasi yang tersedia di negara tersebut, misalnya dengan kapal laut.
Banten dalam Angka 2012

a. Tourist is any visitor staying for at least 24 hours, but not more than one year, in the country visited, with the intention of visiting, and for any of these purposes : pleasure, recreation and sports, business, visiting friends and relatives, missions, attending meetings, conferences, visit for health reasons and study. b. Excursionist is any visitor staying less than 24 hours in the country visited including Cruise Passengers, i.e. visitors arriving in a country without staying in any accommodation available in the visited country.

319

HOTEL AND TOURISM

CHAPTER IX

3. Akomodasi ialah suatu usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, dan setiap orang dapat menginap, makan serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran. Akomodasi dibedakan antara hotel dan akomodasi lainnya. Ciri khusus dari hotel adalah mempunyai restoran yang berada di bawah manajemen hotel tersebut. 4. Hotel berbintang yaitu hotel yang telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan seperti persyaratan fisik, bentuk pelayanan yang diberikan, kualifikasi tenaga kerja, jumlah kamar dan lainnya. Hotel tidak berbintang yaitu hotel yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

3. An accommodation is an establishment using a building or a part of a building, prepared commercially for any person to stay, eat and obtain service as well as other facilities. Accommodation is segregated into hotel and other accommodations. The special characteristic of a hotel is having a restaurant under the hotel management.

4. Classified hotel is an accommodation which meets specified standards regarding physical requirements, services provided, manpower qualifications, number of rooms available, etc. A nonclassified hotel is an accommodation which has not met the requirements previously mentioned. 5. Room Occupancy Rate is the number of roomnights occupied divided by the number of roomnights available, multiplied by 100 percent. 6. Average length of stay is the number of bed-nights used divided by the number of guests staying at the accommodation.

5. Tingkat penghunian kamar hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. 6. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya.

320

Banten in Figures 2012

BAB IX

HOTEL DAN PARIWISATA

9.1. HOTEL HOTEL Tabel 9.1.1 Table Banyaknya Akomodasi, Kamar, Tempat Tidur dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Accomodations, Rooms, and Beds Available in Hotel and Room Occupancy Rate (ROR) of Hotel by Hotel Qualifications in Banten Province, 2009-2011
2009 (2) 2010 (3) 2011 *) (4)

Uraian / Description (1) Hotel Bintang / Classified Hotel 1. Akomodasi / Accomodations 2. Kamar / Rooms 3. Tempat Tidur / Beds 4. TPK / ROR Hotel Non Bintang / Non Classified Hotel 1. Akomodasi / Accomodations 2. Kamar / Rooms 3. Tempat Tidur / Beds 4. TPK / ROR Jumlah / Total 1. Akomodasi / Accomodations 2. Kamar / Rooms 3. Tempat Tidur / Beds 4. TPK / ROR

37 2 775 4 184 42,07

39 2 765 4 208 41,69

46 3.428 5.131 37,88

178 3 014 4 828 30,50

189 3 402 5 593 26,18

200 3.505 5.767 25,72

215 5 789 9 012 36,05

228 6 167 9 801 32,84

246 6.933 10.898 31,73

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

321

HOTEL AND TOURISM

CHAPTER IX

Tabel 9.1.2 Table

Banyaknya Tamu Hotel Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten (orang), 2009-2011 Number of Hotel Visitors by Hotel Qualifications in Banten Province (person), 2009-2011

Uraian / Description (1) Hotel Bintang / Classified Hotel 1. Tamu Asing / Foreign Visitors 2. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors Hotel Non Bintang / Non Classified Hotel 1. Tamu Asing / Foreign Visitors 2. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors Jumlah / Total 1. Tamu Asing / Foreign Visitors 2. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors

2009 (2)

2010 (3)

2011 *) (4)

49 700 455 600 505 300

54 300 449 800 504 100

66 200 479 100 545 300

267 593 674 593 941

553 646 199 646 752

474 731 851 732 325

49 967 1 049 274 1 099 241

54 853 1 095 999 1 150 852

66 674 1 210 951 1 277 625

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka sementara / Preliminary figures

322

Banten in Figures 2012

BAB IX

HOTEL DAN PARIWISATA

Tabel 9.1.3 Table

Rata-Rata Lama Menginap Tamu Hotel Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten (hari), 2009-2011 Average Length of Stay in Hotel by Hotel Qualifications in Banten Province (days), 2009-2011

Uraian / Description (1) Hotel Bintang / Classified Hotel 1. Tamu Asing / Foreign Visitors 2. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors Hotel Non Bintang / Non Classified Hotel 1. Tamu Asing / Foreign Visitors 2. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors Jumlah / Total 1. Tamu Asing / Foreign Visitors 2. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors

2009 (2)

2010 (3)

2011 *) (4)

2,13 1,54 1,60

2,15 1,45 1,53

1,37 1,29 1,30

1,62 1,22 1,22

1,42 1,11 1,11

1,03 1,14 1,14

2,13 1,36 1,39

2,14 1,25 1,29

1,37 1,20 1,21

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

323

HOTEL AND TOURISM

CHAPTER IX

9.2. PARIWISATA TOURISM Tabel 9.2.1 Table Jumlah Objek Wisata Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Wisata di Provinsi Banten, 2011 Number of Tourism Objects by Regency/Municipality and Type of Tourism in Banten Province, 2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

Wisata Tirtta Situ/Danau Air Panas (2) (3) Air Terjun (4) Arung Jeram (5) Kolam Renang (6) Jumlah/ Total (7)

3 3 8 7

6 4 3

4 12 6

1 -

5 5 9 3

18 25 17 19

4 3 1 9

1 -

12 1 5 15

16 4 7 24

Provinsi Banten 2010 2009 2008

38 35 20 21

14 7 7 7

22 20 11 12

1 2 1 1

55 51 46 43

138 115 85 84

324

Banten in Figures 2012

BAB IX

HOTEL DAN PARIWISATA

Lanjutan Tabel / Continued Table 9.2.1

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

Wisata Marina Pantai Beach (8)

Wisata Sejarah Historical Place (9)

Suaka Alam Wild-Life Park (10)

Objek Wisata Lainnya Others (11)

Jumlah Total (12)

18 12 7 36

20 16 14 11

2 1 3

40 22 33 33

98 76 71 102

10 2 -

9 4 110 1

3 8 16 -

28 26 136 25

Provinsi Banten 2010 2009 2008

85 85 72 72

185 185 109 109

7 7 5 5

155 134 95 95

526 526 366 365

Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

325

HOTEL AND TOURISM

CHAPTER IX

Tabel 9.2.2 Table

Jumlah Museum, Situs Purbakala, dan Bangunan Bersejarah Lainnya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Number of Museums, Archaeological Sites, and Other Historic Buildings by Regency/Municipality in Banten Province, 2011
Situs Purbakala Archaeological Sites (3) Bangunan Bersejarah Historic Buildings (4) Makam Sejarah Historic Cemetary (5)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

Museum Museums (2)

1 -

122 15 11 16

20 15 2 8

94 3 15 6

3 35 -

9 4 57 1

3 11 24 -

Provinsi Banten 2010 2009 2008

4 5 3 1

199 199 192 142

116 116 37 37

156 156 55 55

Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province

326

Banten in Figures 2012

BAB IX

HOTEL DAN PARIWISATA

Tabel 9.2.3 Table

Jumlah Perusahaan/Unit Usaha Pendukung Sektor Pariwisata Menurut Kabupaten/Kota dan Objek Wisata di Provinsi Banten, 2011 Number of Tourism Company / Business Unit Supporting Tourism Sector by Regency/ Municipality and Tourism Object in Banten Province, 2011
Usaha Perjalanan Wisata Travel Agents (2) Restoran/ Rumah makan Restaurants (3) Kafe Caf (4) Bar, Pub dan Karaoke (5)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

2 4 21 3

61 44 115 85

5 5 5 1

1 14 2

53 17 20 40 160 133 120 112

143 86 106 157 797 686 643 643

1 6 3 10 36 24 22 15

6 8 2 14 47 42 43 43

Banten dalam Angka 2012

327

HOTEL AND TOURISM

CHAPTER IX

Lanjutan Tabel / Continued Table 9.2.3

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Pusat Perbelanjaan Shopping Center (6)

Spa & Salon Kecantikan Beauty Services (7)

Bioskop Cinema (8)

Bilyar Billiard House (9)

2 4 2 -

12 9 14 4

2 -

2 11 3

17 7 8 9 49 53 53 52

22 33 18 87 199 89 91 91

1 1 6 10 8 8 8

33 12 3 10 74 64 64 44

Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province

328

Banten in Figures 2012

BAB IX

HOTEL DAN PARIWISATA

Tabel 9.2.4 Table

Jumlah Sanggar Seni dan Budaya Pendukung Sektor Pariwisata Menurut Kabupaten/Kota dan Objek Wisata di Provinsi Banten, 2011 Number of Art and Culture Studios/Galleries Supporting Tourism Sector by Regency/ Municipality and Tourism Object in Banten Province, 2011
Sanggar Seni Seni Tradisional Art Gallery Traditional Art (2) (3) Seni Tradisi Art Culture (4) Seni Modern Art Modern (5)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

142 63 118 25

32 18 28 42

11 16 8 10

6 6 3 3

52 70 36 24 530 694 625 496

12 15 59 10 216 216 214 173

5 12 12 74 74 75 75

6 1 10 3 38 38 37 37

Banten dalam Angka 2012

329

HOTEL AND TOURISM

CHAPTER IX

Lanjutan Tabel / Continued Table 9.2.4

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009 2008

Seniman Artist (6)

Lembaga Seni Art Institute (7)

Galeri Gallery (8)

Sanggar Seni Rupa Studio Arts (9)

94 24 12 1

2 1 2

1 -

1 7 1

17 19 53 220 204 205 157

1 0 8 1 15 19 19 19

2 3 2 2 1

1 2 4 1 17 10 8 2

Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province

330

Banten in Figures 2012

BAB IX

HOTEL DAN PARIWISATA

Tabel 9.2.5 Table

Jumlah Wisatawan Nusantara dan Wisatawan Mancanegara Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (orang), 2011 Number of Domestic and Foreign Tourists by Regency/Municipality in Banten Province (visitors), 2011
Wisatawan Nusantara Domestic Tourist (2) Wisatawan Mancanegara Foreign Tourist (3) Jumlah Total (4)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

2 017 223 147 062 10 094 336 11 037 114

13 437 30 46 078 -

2 030 660 147 092 10 140 414 11 037 114

318 781 107 682 210 903 25 956

77 130 11 415 10 298 2 167

395 911 119 097 221 201 28 123

Provinsi Banten 2010 2009 2008

23 959 057 48 042 531 49 923 971 24 123 000

160 555 148 046 134 612 112 732

24 119 612 48 190 577 50 058 583 24 235 732

Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

331

10
TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI
Transportation and Communication

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Penjelasan Teknis 1. Data transportasi dan komunikasi meliputi : a. Panjang Jalan b. Angkutan Darat c. Angkutan Laut d. Angkutan Udara e. Pos dan Telekomunikasi 2. Data panjang jalan yang disajikan adalah data jalan negara dan jalan provinsi yang bersumber dari Dinas Bina Marga Provinsi Banten. 3. Sumber data transportasi berasal dari masing-masing instansi terkait, dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahun. 4. Kantor Pos adalah pemberi pelayanan pengiriman barang, uang, dsb. Dari suatu tempat ke tempat yang lain. Pengguna pelayanan biasanya diharuskan menempel perangko yang cukup pada sampul surat, kartu pos, pos wesel, warkat pos, paket dsb. Rumah pos berfungsi sama seperti kantor pos dan kantor pos pembantu, bedanya rumah pos biasanya terletak di daerah terpencil.

Technical Notes 1. Data on transportations and communications cover: a. Length of Road b. Land Transportation c. Sea Transportation d. Air Transportation e. Post and Telecommunication 2. Data on the lenght of state and provincial roads were taken from Office of Regional Road Construction and Spatial Planning Service of Banten Province. 3. Data on transportations are obtained from relevant institutions, compiled by BPS Statistics of Banten Province every year. 4. Post office is an establishment dealing with the delivery of goods, letters, money, etc., from one place to another place. Service user usually put postage stamps on the envelope and postcard or are charged with amount of money in obtaining services such as money order, aerogramme, package post, etc. A mailling house has the same function as post office and auxiliary post office. It is usually located in remote areas.

5. Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio atau sistem elektromagnetik lainnya.

5. Telecommunication includes every transmitting, delivering and; or receiving from every information of marking, signal, article, picture, sound and voice through strand of wire systems, optic, radio or other electromagnetic system.

Banten dalam Angka 2012

335

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

6. Jaringan telekomunikasi adalah rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannya yang digunakan dalam rangka bertelekomunikasi. 7. Jaringan tetap ialah kegiatan penyelenggaraan jaringan untuk telekomunikasi tetap yang dimaksudkan bagi terselenggaranya telekomunikasi publik dan sirkuit sewa, termasuk kegiatan sambungan komunikasi data yang pengirimannya dilakukan secara paket, melalui sentral atau jaringan lain, seperti Public Switched Telephone Network (PSTN). 8. Jaringan bergerak ialah kegiatan penyelenggaraan jaringan yang melayani telekomunikasi bergerak. Seperti jaringan bergerak seluler yang menggunakan teknologi seluler. 9. Public Switched Telephone Network (PSTN) adalah jaringan telepon tetap dengan kabel. PSTN secara umum diatur oleh standarstandar teknis dengan menggunakan nomor telepon. 10. Fixed Wireless Access (FWA) atau telepon tetap tanpa kabel adalah suatu teknologi akses nirkabel yang menghubungkan pengguna telepon dengan jaringan telepon tanpa kabel. FWA menggunakan penomoran telepon biasa yakni menggunakan kode area. Misal 021 untuk Jakarta.

6. Telecommunication network is peripheral network of telecommunication and its equipment used in the means of telecommunication. 7. Fixed line is the management of telecommunication network for the fixed line telecommunication to ensure the well-held of public telecommunications and circuit rental, including the activity of data communication delivery in package, through central or other network, such as Public Switched Telephone Network (PSTN). 8. Mobile Network is the management of telecommunication network serving the mobile telecommunication. For example mobile phone using cellular technology. 9. Public Switched Telephone Network (PSTN) is public telephone network with fixed line. PSTN is generally arranged by technical standards on the basis of telephone number. 10. Fixed Wireless Access (FWA) or fixed telephone without cable is a non cable technology access connecting phone users to phone network without cable. FWA uses common telephone numbering, that is area code. For example, 021 for Jakarta's area code.

336

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

10.1. PERHUBUNGAN DARAT LAND TRANSPORTATION Tabel Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintah Yang 10.1.1 Berwenang, Jenis Permukaan, Kondisi Jalan dan Table Kelas Jalan di Provinsi Banten (km), 2010-2011 Road Lengths by Level of Government Authorised, Surface Type, Road Condition and Class in Banten Province (km), 2010-2011
Uraian Description (1) 1. Jenis Permukaan / Surface Type a. Diaspal / Asphalted b. Kerikil / Gravel c. Tanah / Land d. Tidak Dirinci / Unclassificated 2. Kondisi Jalan / Road Condition a. Baik / Good b. Sedang / Moderate c. Rusak / Damage d. Rusak Berat / Seriously Damage 3. Kelas Jalan / Road Class a. Kelas I / Class I b. Kelas II / Class II c. Kelas III / Class III d. Kelas IIIA / Class IIIA e. Kelas IIIB / Class IIIB f. Kelas IIIC / Class IIIC g. Kelas Tidak Dirinci Unclassificated Negara / State 2010 (2) 476,49 476,49 476,49 ... ... ... 476,49 ... ... ... ... ... ... ... 2011 (3) 476,49 476,49 476,49 28,37 402,40 26,91 18,81 476,49 114,71 59,81 301,97 Provinsi / Province 2010 (4) 770,09 758,91 11,18 770,09 279,61 347,90 142,58 770,09 ... ... ... ... ... ... ... 2011 (5) 770,09 612,42 157,67 770,09 354,51 272,36 143,22 770,09 ... ... ... 410,57 359,52 ... ...

Sumber / Source : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Office of Regional Road Construction and Spatial Planning Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

337

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Tabel Data Ruas Jalan Nasional di Provinsi Banten, 2011 10.1.2 Table Data of National Authority Road in Banten Province, 2011

Nomor Ruas Number of Section Road (1) 001 001. 11K 001. 12K 002 002. 11K 002. 12K 002. 13K 002. 14K 002. 15K 003 003. 11K 003. 12K 003. 13K 004. 11K 005 005. 11K 006 007 008 009 009. 11K 009. 12K

Ruas Jalan Section Road (2) Merak Batas Kota Cilegon Jl. Raya Merak (Cilegon) Jl. Raya Cilegon (Cilegon) Batas Kota Cilegon Batas Kota Serang Jl. Raya Serang (Cilegon) Jl. Raya Cilegon (Serang) Jl. SA. Tirtayasa (Serang) Jl. Maulana Yusuf (Serang) Jl. Mayor Safei (Serang) Batas Kota Serang Batas. Kota Tangerang Jl. Ahmad Yani (Serang) Jl. Sudirman (Serang) Jl. Raya Serang (Tangerang) Jl. Daan Mogot (Tangerang Batas DKI Jakarta) Batas Kota Cilegon Pasuran Jl. Raya Anyer (Cilegon) Pasauran Labuan Labuan Simpang Labuan Simpang Labuan Saketi Saketi Batas Kota Pandeglang Jl. Raya Labuan (Pandeglang) Jl. Abdulrahim (Pandeglang)

Status Status (3) Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional

Panjang Length (km) (4) 8,50 5,01 1,30 54,14 4,94 3,34 0,90 0,52 0,61 6,54 1,66 1,78 8,80 7,67 40,62 3,72 16,99 2,91 17,61 18,43 2,60 0,21

Fungsi Function (5) A A A A A A A A A A A A A A K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1

Kelas Class (6) II II II II II II II II II II II II II II IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB

Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix

338

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Lanjutan Tabel / Continued Table 10.1.2

Nomor Ruas Number of Section Road (1) 010 010. 11K 010. 12K 010. 13K 011

Ruas Jalan Section Road (2) Batas Kota Pandeglang Batas Kota Rangkasbitung Jl. Mayor Widagdo (Pandeglang) Jl. Raya Rangkasbitung (Pandeglang) Jl. Raya Pandeglang (Rangkasbitung) Batas Kota Rangkasbitung Cigelung (Batas Provinsi Jawa Barat) Jl. Sunan Kalijaga (Rangkasbitung) Jl. Raya Cipanas (Rangkasbitung) Simpang Labuan Cibaliung Cibaliung Cikeusik Muara Binuangen Muara Binuangen Simpang Simpang Bayah Bayah Cibarenok Batas Provinsi Jawa Barat

Status Status (3) Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional

Panjang Length (km) (4) 12,38 0,25 3,42 3,52 36,12

Fungsi Function (5) K-1 K-1 K-1 K-1 K-1

Kelas Class (6) IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA

Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix

011. 11K 011. 12K 012 013 014 015 016

Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional

1,78 2,34 50,92 38,45 17,45 33,49 34,84

K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1

IIIA IIIA IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB

Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix

Banten dalam Angka 2012

339

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Lanjutan Tabel / Continued Table 10.1.2

Nomor Ruas Number of Section Road (1) 017 017. 11K 017. 12K 017. 13K 017. 14K 017. 15K 017. 16K 018

Ruas Jalan Section Road (2) Batas Kota Serang Batas Kota Pandeglang Jl. Yusuf Martadilaga (Serang) Jl. TB. A. Katib (Serang) Jl. Raya Pandeglang (Serang) Jl. Raya Serang (Pandeglang) Jl. A. Yani (Pandeglang) Jl. Asnawi (Pandeglang) Batas DKI Jakarta/Banten Gandaria/Batas Depok/ Tangerang (Ciputat Bogor) Total

Status Status (3) Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional

Panjang Length (km) (4) 16,60 1,02 0,71 0,80 1,43 2,97 0,19 9,01

Fungsi Function (5) K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1

Kelas Class (6) IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB II

Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix

476,49

Sumber / Source : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Office of Regional Road Construction and Spatial Planning Service of Banten Province

340

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel Data Ruas Jalan Provinsi di Provinsi Banten, 2011 10.1.3 Table Data of Provincial Authority Road in Banten Province, 2011

Nomor Ruas Number of Section Road (1) 032 035 036 082 082. 11K 082. 12K 087 099 0100 100. 11K 100. 12K 100. 13K 100. 14K 101 101. 11K 101. 12K 102 102. 11K 154 103. 11K 103. 12K

Ruas Jalan Section Road (2) Saketi Simpang Bayah - Cikotok Gunung Madur - Pulau Manuk Cikande Rangkasbitung Jl. By Pass (Rangkasbitung) Jl. Raya Cikande (Rangkasbitung) Cikotok - Batas Provinsi Jawa Barat Cibaliung - Sumur Ciputat Ciledug Jl. Raya Jombang (Ciledug) Jl. Raya Jombang (Ciputat) Jl. Aria Putra (Ciputat) Jl. H. Usman (Ciputat) Tangerang Serpong Batas Provinsi Jawa Barat Jl. Raya By Pass (Tangerang) Jl. Raya Serpong (Tangerang) Simpang Bitung Curug Jl. Beringin Raya (Tangerang) Curug Parung Panjang Jl. Hasyim Ashari (Jl. Raya Cipondonh) Jl. Raya Ciledug (Tangerang)

Status Status (3) Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi

Panjang Length (km) (4) 61,98 13,86 4,42 22,2 3,98 1,32 25,03 20,31 4,02 4,04 2,08 4,50 0,46 15,10 4,07 4,24 5,02 1,70 11,82 9,50 7,40

Fungsi Function (5) K-2 K-2 Lokal Primer K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 Lokal Primer K-2 K-2 K-2 K-3 Lokal Primer K-3 K-3 K-3

Kelas Class (6) IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA IIIA IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA IIIA IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB

Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix

Banten dalam Angka 2012

341

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Lanjutan Tabel / Continued Table 10.1.3

Nomor Ruas Number of Section Road (1) 104 104. 11K 104. 12K 128 129 149 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 174 175 176

Ruas Jalan Section Road (2) Ciputat Serpong Jl. Pajajaran (Ciputat) Jl. Puspitek Raya (Ciputat) Pakupatan Palima Palima Pasang Teneng Cipanans Warung Banten Terate Banten Lama Banten Lama Pontang Pontang Kronjo Kronjo Mauk Mauk Teluk Naga Teluk Naga Dadap Pamulang Timur Simpang Gaplek Simpang Gaplek Batas DKI Jakarta Legok Karawaci Cisauk Jaha Malangnengah Tigaraksa Tigaraksa Citeras Maja Koleang Parigi Sukamanah Ciruas Pontang Ciruas Petir Warung Gunung Jl. Trip Jamaksari (Serang) Kemang Kaligandu Jl. Ayip Usman (Serang)

Status Status (3) Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi

Panjang Length (km) (4) 4,25 3,09 2,94 10,50 40,90 59,00 11,50 16,20 18,60 11,40 20,40 8,50 1,80 7,50 8,50 11,60 15,60 27,20 16,40 25,60 14,80 25,60 1,35 1,90 2,27

Fungsi Function (5) K-3 K-3 K-3 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-3 K-3 K-3 K-3 K-3 K-3 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2

Kelas Class (6) IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA

Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix

342

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Lanjutan Tabel / Continued Table 10.1.3

Nomor Ruas Number of Section Road (1) 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196

Ruas Jalan Section Road (2) Lopang Banten Lama Jl. KH. Abdul Fatah Hasan (Serang) Jl. Abdul Hadi (Serang) Jl. TB. Suwandi (Serang) Jl. Letnan Jidun (Serang) Sempu Dukuh Kawung Jl. Veteran (Serang) Jl. KH. Syamun (Serang) Jl. Yasin Beji (Cilegon) Kramatwatu Tonjong Simpang Taktakan Gn. Sari Gn. Sari Mancak Anyer Cigadung Cipacung Saketi Ciandur Mengger Mandalawangi Caringin Jl. Jend. Ahmad Yani (Labuan) Picung Munjul Munjul Panimbang Cisekeut Sobang Tela Munjul Cikaludan Cikeusik Total

Status Status (3) Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi

Panjang Length (km) (4) 7,70 1,75 0,71 3,70 0,70 10,70 0,80 0,58 3,00 4,80 13,50 22,00 10,50 0,40 28,70 1,10 16,60 20,20 12,10 16,10 770,09

Fungsi Function (5) K-2 K-3 K-3 K-3 K-3 K-3 K-3 K-3 K-3 K-3 K-3 K-3 K-3 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2

Kelas Class (6) IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA

Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix

Sumber / Source : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Office of Regional Road Construction and Spatial Planning Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

343

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Tabel Populasi Kendaraan Umum Menurut Jenis Kendaraan 10.1.4 di Provinsi Banten, 2011 Table Population of Commercial Vehicle by Type of Vehicle in Banten Province, 2011

Jenis Kendaraan Type of Motorized Vehicles (1) Sedan dan Sejenisnya Sedan and Kind Jeep dan Sejenisnya Jeep and Kinds Mini Bis dan Sejenisnya Mini Bus and Kinds Mikro Bis dan Sejenisnya Micro Bus and Kinds Bis dan Sejenisnya Bus and Kinds Pick Up dan Sejenisnya Pick Up and Kinds Truk dan Sejenisnya Truck and Kinds Kendaraan Alat Berat Heavy Equipment Vehicles Sepeda Motor Motorcycle

Populasi Awal Initial Population (2) 13 292 2 24 724 2 945

Kendaraan Baru New Vehicles (3) 1 438 18 1 166 162

Mutasi Masuk Transfer In (4) 41 34 28

Mutasi Keluar Transfer Out (5) 323 111 61

Populasi Akhir Final Population (6) 14 448 20 25 813 3 074

1 071 267 2 978 68

81 16 873 1

34 110 -

34 1 33 -

1 152 282 3 928 69

Jumlah / Total

45 347

3 755

247

563

48 786

Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinis Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province

344

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel Populasi Kendaraan Bukan Umum 10.1.5 Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten, 2011 Table Population of Non-commercial Vehicle by Type of Vehicle in Banten Province, 2011

Jenis Kendaraan Type of Motorized Vehicles (1) Sedan dan Sejenisnya Sedan and Kind Jeep dan Sejenisnya Jeep and Kinds Mini Bis dan Sejenisnya Mini Bus and Kinds Mikro Bis dan Sejenisnya Micro Bus and Kinds Bis dan Sejenisnya Bus and Kinds Pick Up dan Sejenisnya Pick Up and Kinds Truk dan Sejenisnya Truck and Kinds Kendaraan Alat Berat Heavy Equipment Vehicles Sepeda Motor Motorcycle

Populasi Awal Initial Population (2) 45 535 20 692 221 886 1 949

Kendaraan Baru New Vehicles (3) 1 459 3 445 38 497 174

Mutasi Masuk Transfer In (4) 4 362 1 270 10 213 95

Mutasi Keluar Transfer Out (5) 3 236 1 275 11 124 397

Populasi Akhir Final Population (6) 48 120 24 132 259 472 1.821

91 628 47 953 35 795 7 440 3 655 3 223 2 725 248 443 272

5 1 049 1 011 -

26 698 1 939 946 1 225 54 503 39 515

14 439

28 109

3 154 850

Jumlah / Total

3 099 909

498 036

32 444

47 053

3 583 336

Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinis Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

345

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Tabel Populasi Kendaraan Dinas Milik Pemerintah 10.1.6 Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten, 2011 Table Population of Government-owned Service Vehicles by Type of Vehicle in Banten Province, 2011

Jenis Kendaraan Type of Motorized Vehicles (1) Sedan dan Sejenisnya Sedan and Kind Jeep dan Sejenisnya Jeep and Kinds Mini Bis dan Sejenisnya Mini Bus and Kinds Mikro Bis dan Sejenisnya Micro Bus and Kinds Bis dan Sejenisnya Bus and Kinds Pick Up dan Sejenisnya Pick Up and Kinds Truk dan Sejenisnya Truck and Kinds Kendaraan Alat Berat Heavy Equipment Vehicles Sepeda Motor Motorcycle

Populasi Awal Initial Population (2) 189 287 4 059 241

Kendaraan Baru New Vehicles (3) 9 72 367 4

Mutasi Masuk Transfer In (4) 1 8 1

Mutasi Keluar Transfer Out (5) 22 1

Populasi Akhir Final Population (6) 199 359 4 412 245

21 759 633 12

4 91 86 -

4 1 4

1 -

24 854 720 16

12 883

820

13 709

Jumlah / Total

19 084

1 453

26

25

20 538

Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinis Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province

346

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel Populasi Kendaraan Menurut Jenis Kendaraan 10.1.7 di Provinsi Banten, 2011 Table Vehicle Population by Type of Vehicle in Banten Province, 2011

Jenis Kendaraan Type of Motorized Vehicles (1) Sedan dan Sejenisnya Sedan and Kind Jeep dan Sejenisnya Jeep and Kinds Mini Bis dan Sejenisnya Mini Bus and Kinds Mikro Bis dan Sejenisnya Micro Bus and Kinds Bis dan Sejenisnya Bus and Kinds Pick Up dan Sejenisnya Pick Up and Kinds Truk dan Sejenisnya Truck and Kinds Kendaraan Alat Berat Heavy Equipment Vehicles Sepeda Motor Motorcycle

Populasi Awal Initial Population (2) 59 016 20 981 250 669 5 135

Kendaraan Baru New Vehicles (3) 2 906 3 535 40 030 340

Mutasi Masuk Transfer In (4) 4 404 1 270 10 255 124

Mutasi Keluar Transfer Out (5) 3 559 1 275 11 257 459

Populasi Akhir Final Population (6) 62 767 24 511 289 697 5 140

1 720 48 979 39 406 303

176 7 547 4 614 4

39 1 053 1 122 4

61 1 940 979 1

1 874 55 639 44 163 310

2 738 131

444 092

14 446

28 110

3 168 559

Jumlah / Total

3 164 340

503 244

32 717

47 641

3 652 660

Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinis Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

347

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Tabel Realisasi Jumlah Penumpang dan Pendapatan 10.1.8 Angkutan Kereta Api Beberapa Stasiun Table di Provinsi Banten, 2009-2011 Realization of Passengers and Total Income of Rail Transportations in Some Stations in Banten Province, 2009-2011
Jumlah Penumpang (orang) Number of Passengers (person) 2009 (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December (2) 337 010 296 628 346 201 374 701 389 528 414 378 367 957 393 210 389 286 391 633 421 514 426 425 2010 (3) 490 667 371 360 451 794 436 142 461 231 468 534 484 612 487 980 478 951 461 156 417 956 436 321 2011 (4) 399 674 361 497 414 471 391 289 367 172 362 794 391 890 332 968 404 304 344 797 345 296 374 482 Pendapatan (juta rupiah) Income (million rupiahs) 2009 (5) 1 021 938 1 050 1 026 1 078 1 184 1 153 1 134 1 170 1 134 1 123 1 255 2010 (6) 1 170 1 066 1 266 1 239 1 329 1 377 1 443 1 478 1 448 1 338 1 391 1 561 2011 (7) 1 407 1 271 1 493 1 427 1 220 1 232 1 408 1 172 1 382 1 162 1 205 1 241

Bulan Month

Jumlah / Total

4 548 471

5 446 704

4 490 634

13 266

16 105

15 621

Sumber / Source : Stasiun Kereta Api Merak, Cilegon, Cigading, Serang, Serpong dan Rangkasbitung Railway Stations in Merak, Cilegon, Cigading, Serang, Serpong, and Rangkasbitung

348

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel Realisasi Jumlah Barang dan Pendapatan 10.1.9 Angkutan Kereta Api Beberapa Stasiun Table di Provinsi Banten, 2009-2011 Realization of Volume of Goods and Total Income of Rail Transportations in Some Stations in Banten Province, 2009-2011
Jumlah Barang (Ton) Volume of Goods (Ton) 2009 (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total (2) 40 830 28 146 31 867 35 032 37 645 44 075 51 300 45 116 22 265 39 934 24 200 24 060 424 471 2010 (3) 28 382 23 732 20 010 22 872 26 485 31 730 32 136 38 936 8 059 30 002 26 686 18 423 307 454 2011 (4) 26 241 20 528 29 831 25 156 31 622 31 767 18 739 20 471 18 652 28 145 27 137 35 514 313 804 Pendapatan (juta rupiah) Income (million rupiahs) 2009 (5) 945 652 737 810 870 1 019 1 186 1 044 516 924 561 1 017 10 280 2010 (6) 1 508 1 314 1 230 1 189 1 445 1 422 1 303 1 448 464 1 302 865 726 14 217 2011 (7) 1 355 1 020 1 718 1 445 1 929 2 179 1 193 1 182 1 065 1 585 1 528 1 855 18 055

Bulan Month

Sumber / Source : Stasiun Kereta Api Merak, Cilegon, Cigading, Serang, Serpong dan Rangkasbitung Railway Stations in Merak, Cilegon, Cigading, Serang, Serpong, and Rangkasbitung

Banten dalam Angka 2012

349

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

10.2. PERHUBUNGAN UDARA AIR TRANSPORTATION Tabel Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Domestik 10.2.1 di Bandara Soekarno-Hatta, 2011 Table Number of Domestic Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport, 2011

Bulan Month

Jumlah Penerbangan Number of Flights Datang Arrival (2) 10 996 9 783 11 056 10 937 11 415 11 491 12 116 10 592 12 022 12 195 11 603 12 234 136 440 123 337 111 012 98 016 Berangkat Departure (3) 11 076 9 840 11 122 10 959 11 490 11 582 12 195 10 695 12 099 12 266 11 743 12 292 137 359 122 312 112 843 104 279

Jumlah Penumpang Number of Passangers Datang Arrival (4) 1 518 972 1 351 990 1 488 048 1 483 985 1 605 035 1 722 190 1 883 196 1 447 586 1 870 538 1 825 576 1 794 810 1 844 031 19 835 957 16 905 286 14 445 568 11 740 840 Berangkat Departure (5) 1 354 708 1 259 619 1 404 629 1 373 553 1 424 421 1 497 793 1 650 412 1 280 779 1 536 830 1 580 435 1 578 685 1 651 035 17 592 899 15 430 749 13 319 140 11 886 505

(1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2010 2009 2008

Sumber / Source : PT. Angkasa Pura II (Persero)

350

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Internasional 10.2.2 di Bandara Soekarno-Hatta, 2011 Table Number of International Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport, 2011

Bulan Month

Jumlah Penerbangan Number of Flights Datang Arrival (2) 2 692 2 385 2 741 2 667 2 761 2 773 2 964 2 900 2 774 2 819 2 795 2 884 33 155 31 522 24 215 23 191 Berangkat Departure (3) 2 677 2 403 2 757 2 677 2 800 2 789 2 993 2 933 2 812 3 007 2 802 2 945 33 595 31 526 24 799 24 733

Jumlah Penumpang Number of Passangers Datang Arrival (4) 441 835 353 275 460 028 445 570 451 754 481 391 570 387 398 011 502 667 436 138 468 762 453 883 5 463 701 4 849 951 3 766 697 3 446 083 Berangkat Departure (5) 377 992 378 068 474 887 434 965 448 299 506 343 514 471 471 444 410 515 497 113 405 579 481 092 5 400 768 4 795 260 3 828 253 3 604 057

(1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2010 2009 2008

Sumber / Source : PT. Angkasa Pura II (Persero)

Banten dalam Angka 2012

351

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Tabel Table

10.2.3

Banyaknya Angkutan Pos di Bandara Soekarno-Hatta, 2011 Volume of Postal Packet Transportation at Soekarno-Hatta Airport, 2011

Bulan Month

Pos Domestik Domestic Postal Package (Ton) Datang Arrival Berangkat Departure (3) 615 492 571 529 490 472 514 612 459 607 625 673 6 659 6 914

Pos Internasional International Postal Package (Ton) Datang Arrival (4) 227 138 185 126 233 244 118 124 182 138 138 301 2 154 2 185 Berangkat Departure (5) 47 48 35 206 36 66 19 20 50 63 60 61 711 542

(1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2010

(2) 244 220 253 229 216 208 285 377 258 294 309 351 3 244 3 267

Sumber / Source : PT. Angkasa Pura II (Persero)

352

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel Table

10.2.4

Banyaknya Kargo Domestik dan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta, 2011 Volume of Domestic and International Cargoes at Soekarno-Hatta Airport, 2011

Bulan Month

Kargo Domestik Domestic Cargoes (Ton) Datang Arrival Berangkat Departure (3) 15 572 13 505 20 372 20 051 21 022 21 447 23 996 17 308 18 202 18 342 20 443 20 686 230 946 167 177 150 111 156 144

Kargo Internasional International Cargoes (Ton) Datang Arrival (4) 10 744 8 158 11 420 10 657 12 643 11 111 12 153 10 047 8 911 20 393 19 240 12 116 147 593 135 038 102 778 124 169 Berangkat Departure (5) 10 598 10 582 12 586 11 869 11 112 10 177 11 771 11 246 10 025 14 019 13 323 15 086 142 394 134 903 114 411 118 673

(1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2010 2009 2008

(2) 6 513 5 528 6 527 5 927 5 972 5 271 5 628 5 944 6 299 7 822 7 495 7 963 76 889 73 324 65 890 68 091

Sumber / Source : PT. Angkasa Pura II (Persero)

Banten dalam Angka 2012

353

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

10.3. PERHUBUNGAN LAUT SEA TRANSPORTATION Tabel 10.3.1 Table Data Tahunan Angkutan Penyeberangan Merak-Bakahuni di Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, 2009-2011 Annual Data of Merak-Bakahuni Fery Transport At Merak Port, 2009-2011
Uraian Description (1) 1. Jumlah Trip / Total Trip a. Kapal Cepat / Fast Ship b. Kapal Ro-Ro / Fery Ship 2. Penumpang / Passenger a. Kapal Cepat / Fast Ship 1). Bisnis Dewasa / Adult - Bussines Class 2). Bisnis Anak / Children - Bussines Class 3). Kelas lainnya / Other Class b. Kapal / Ship Ro-Ro 1). Ekonomi B Dewasa / Adul-B Ec. Class 2.) Ekonomi B Anak / Children-B. Ec. Class 3). Kelas lainnya / Other Class 3. Kendaraan / Vehicles a. Golongan I / Group I b. Golongan II / Group II c. Golongan III / Group III d. Golongan IV Pnp / Passenger Group IV e. Golongan IV Brg / Goods Group IV f. Golongan V Pnp / Passenger Group V g. Golongan V Brg / Goods Group V h. Golongan VI Pnp / Passenger Group VI i. Golongan VI Brg / Goods Group VI j. Golongan VII / Group VII k. Golongan VIII / Group VII Lain-Lain / Others 2009 (2) 27 605 1 290 26 315 1 596 627 84 974 79 106 5 868 1 511 653 1 398 580 113 073 1 644 354 31 255 200 241 487 852 80 114 21 657 270 781 67 895 342 683 104 024 13 876 2010 (3) 27 111 820 26 291 1 449 089 48 103 44 775 3 328 1 400 986 1 287 116 113 870 1 773 672 49 268 965 282 517 804 105 825 21 684 289 694 69 624 364 733 118 509 16 503 2011 (4) 29 875 444 29 431 1 347 335 25 223 23 464 1 759 1 322 112 1 200 186 121 926 1 964 925 72 286 467 438 559 297 125 339 20 631 333 700 75 098 398 264 141 983 23 636 -

Sumber / Source : PT Indonesia Fery (Persero) Pelabuhan Merak, Provinsi Banten PT Indonesia Fery (Persero) Merak Port, Banten Province

354

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel Table

10.3.2

Jumlah Kapal Yang Melakukan Aktivitas Bongkar Muat Menurut Status Kepemilikan di Seluruh Pelabuhan di Provinsi Banten (unit), 2009-2011 Number of Ship Conducting the Activity Load and Unload by Status Ownership at All Ports in Banten Province (units), 2009-2011
Domestik / Domestic 2009 (2) 165 337 369 406 302 324 306 359 301 244 266 272 3 651 2010 (3) 210 224 318 312 395 293 334 374 296 345 370 300 3 771 2011 (4) 330 353 414 332 342 364 358 382 323 379 407 351 4 335 2009 (5) 79 102 133 139 106 121 110 156 135 121 115 122 1 439 Asing / Foreign 2010 (6) 132 111 157 163 149 150 133 150 116 162 145 142 1 710 2011 (7) 155 146 164 155 167 158 170 146 158 175 143 166 1 903

Bulan Month (1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total

Sumber / Source : Dinas Perhubungan , Komunikasi, dan Informatika Provinsi Banten Office of Transportation, Communication, and Informatics Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

355

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Tabel Table

10.3.3

Jumlah Barang Dari/Tujuan Ke Luar Negeri Yang Dibongkar dan Dimuat di Seluruh Pelabuhan di Provinsi Banten (ton), 2009 - 2011 Number of Goods From Abroad or Overseas Destinations Which are Load and Unload at All Ports in Banten Province (tons), 2009-2011
Muat / Load 2009 (2) 116 114 133 429 117 819 153 409 106 452 142 586 142 327 100 298 277 343 96 755 205 247 185 551 1 777 330 2010 (3) 143 695 98 058 102 219 135 913 187 951 116 549 104 878 122 583 114 749 260 347 157 894 214 084 1 758 920 2011 (4) 172 742 105 222 132 712 324 101 142 285 91 696 163 459 104 841 143 370 151 242 84 292 217 853 2009 (5) 347 224 706 935 713 805 903 502 954 183 991 909 874 059 1 274 860 1 025 724 1 116 982 1 090 565 854 992 Bongkar / Unload 2010 (6) 1 249 362 926 186 1 409 654 1 281 721 1 095 304 1 016 165 1 269 738 1 482 016 915 317 1 138 642 1 366 098 1 281 085 2011 (7) 1 168 939 1 176 674 1 267 845 1 109 448 1 442 566 1 522 250 1 203 307 1 324 659 1 190 555 1 195 007 898 119 1 134 618

Bulan Month (1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total
Sumber / Source :

1 833 815 10 854 740 14 431 288 14 633 987

Dinas Perhubungan , Komunikasi, dan Informatika Provinsi Banten Office of Transportation, Communication, and Informatics Service of Banten Province

356

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel Table

10.3.4

Volume Perdagangan Barang Antar Provinsi Yang Dibongkar dan Dimuat di Seluruh Pelabuhan di Provinsi Banten (ton), 2009-2011 Volume of Interregional Trade in Goods Which are Load and Unload at All Ports in Banten Province (tons), 2009-2011
Muat / Load 2009 (2) 64 032 115 279 165 792 165 792 222 146 164 600 170 190 218 321 99 224 189 614 132 218 182 983 1 890 191 2010 (3) 271 052 124 827 213 755 168 327 196 600 219 631 219 465 243 093 42 778 212 054 207 362 208 795 2 327 739 2011 (4) 160 649 227 459 94 124 131 257 168 259 174 496 152 210 186 303 141 788 204 064 271 795 249 867 2 162 271 2009 (5) 1 359 019 1 655 395 1 689 079 1 847 061 1 410 638 1 356 920 1 597 431 1 363 330 1 136 826 1 136 998 1 323 646 996 881 Bongkar / Unload 2010 (6) 1 022 166 908 406 1 356 053 1 491 609 1 632 011 1 443 213 1 567 182 1 635 208 1 392 970 1 453 297 1 272 184 1 025 281 2011 (7) 1 427 501 1 638 310 1 833 044 1 556 088 1 416 494 1 380 219 1 611 471 1 534 022 1 521 671 1 641 474 1 551 246 1 250 804

Bulan Month (1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total
Sumber / Source :

16 873 224 16 199 580 18 362 344

Dinas Perhubungan , Komunikasi, dan Informatika Provinsi Banten Office of Transportation, Communication, and Informatics Service of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

357

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

10.4. POS DAN TELEKOMUNIKASI POST AND TELECOMMUNICATION Tabel 10.4.1 Table Banyaknya Surat Dalam Negeri Yang Dikirim dan Diterima oleh PT. Pos Indonesia (Persero) Menurut Jenis Surat di Provinsi Banten (pucuk), 2009-2011 Number of Domestic Letters Sent and Received by PT. Pos Indonesia (Persero) by Type of Letters in Banten Province (units) , 2009-2011
2009 (2) 2010 (3) 2011 (4)

Jenis Surat Type of Letters (1) Dikirim / Sent : a. Surat Biasa / Letter b. Surat Kilat / Airmail c. Surat Kilat Khusus / Express Airmail d. Paket Biasa / Postal Package e. Paket Kilat Khusus / Express Postal Package f. Wesel Pos / Postal Money Orders g. Giro dan Cek Pos / Giro and Postal Checks Diterima / Received : a. Surat Biasa / Letter b. Surat Kilat / Airmail c. Surat Kilat Khusus / Express Airmail d. Paket Biasa / Postal Package e. Paket Kilat Khusus / Express Postal Package f. Wesel Pos / Postal Money Orders g. Giro dan Cek Pos / Giro and Postal Checks

39 984 17 136 199 992 4 618 2 486 101 051 56 112

265 945 97 316 271 242 5 289 5 190 80 944 24 041

196 175 71 624 210 176 6 690 6 834 78 727 25 338

48 358 20 726 232 932 7 683 4 137 211 629 43 116

330 223 173 156 682 139 8 090 5 587 89 831 11 962

325 223 137 156 492 504 9 591 5 727 91 980 35 612

Sumber / Source : PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Serang / Post Office of Serang City

358

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel 10.4.2 Table

Banyaknya Surat Luar Negeri Yang Dikirim dan Diterima oleh PT. Pos Indonesia (Persero) Menurut Jenis Surat di Provinsi Banten (pucuk), 2009-2011 Number of Abroad Letters Sent and Received by PT. Pos Indonesia (Persero) by Type of Letters in Banten Province (units) , 2009-2011
2009 (2) 2010 (3) 2011 (4)

Jenis Surat Type of Letters (1) Dikirim / Sent : a. Express Mail Service (EMS) b. Ekspress Post c. Paketpos Biasa LN / Postal Package d. Paketpos Cepat LN / Express Postal Package e. Wesel Pos / Postal Money Orders f. Giro dan Cek Pos / Giro and Postal Checks Diterima / Received : a. Direct Entry b. Suratpos Udara LN / Airmail c. Suratpos Laut LN / Seamail d. Express Mail Service (EMS) e. Paketpos Biasa LN / Postal Package f. Paketpos Cepat LN / Express Postal Package g. Wesel Pos / Postal Money Orders h. Giro dan Cek Pos / Giro and Postal Checks

936 7 800 120 -

1 309 10 295 117 -

3.974 10.495 137 -

15 990 8 610 1 140 180 50 484 -

12 476 3 119 979 246 45 227 -

13.576 3.246 1.026 256 100.968 -

Sumber / Source : PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Serang / Post Office of Serang City

Banten dalam Angka 2012

359

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Tabel 10.4.3 Table

Banyaknya Jasa Titipan Pos Yang Dikirim dan Diterima oleh PT Pos Indonesia (Persero) di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Postal Package Sent and Received by PT Pos Indonesia (Persero) in Banten Province , 2009-2011
Satuan Unit (2) 2009 (3) 2010 (4) 2011 (5)

Jenis Surat Type of Letters (1) 1. Dikirim / Sent : a. Barang Cetakan / Printed matter b. Paket / Package c. Bungkusan Kecil / Small Packets d. Sekogram e. Surat Kabar / Newspaper 2. Diterima / Received : a. Barang Cetakan / Printed matter b. Paket / Package c. Bungkusan Kecil / Small Packets d. Sekogram e. Surat Kabar / Newspaper

koli kg koli kg koli kg koli kg koli kg

7 104 103 008 -

10 479 157 185 -

13 524 202 860 -

koli kg koli kg koli kg koli kg koli kg

55 773 11 820 148 932 225 701 -

60 814 13 677 205 155 243 413 -

8 000 910 15 318 229 770 250 750 -

Sumber / Source : PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Serang / Post Office of Serang City

360

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel 10.4.4 Table

Banyaknya Penjualan Materai dan Benda Pos oleh PT Pos Indonesia (Persero) di Provinsi Banten (buah), 2009-2011 Number of Postal Materials Sold by PT Pos Indonesia (Persero) in Banten Province (units), 2009-2011
2009 (2) 1 696 600 225 700 117 100 2010 (3) 2 042 000 148 100 122 600 2011 (4) 2 336 200 139 642 131 300

Uraian Description (1) 1. Materai Postage seals 2. Perangko Postage stamps 3. Benda Pos Lainnya Others postal materials

Sumber / Source : PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Serang / Post Office of Serang City

Banten dalam Angka 2012

361

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Tabel 10.4.5 Table

Banyaknya Kantor Pos Yang Dikelola Oleh PT Pos Indonesia (Persero) Menurut Jenis Kantor Pos di Provinsi Banten (unit), 2009-2011 Number of Post Offices Managed by PT Pos Indonesia (Persero) by Type of Offices in Banten Province (units), 2009-2011
2009 (2) 29 59 6 1 1 2010 (3) 29 59 6 1 1 2011 (4) 29 59 6 1 1 -

Jenis Kantor Type of Offices (1) 1. Kantor Pos Cabang Dalam Kota (KPCD) 2. Kantor Pos Cabang Luar Kota (KPCL) 3. Kantor Pos Pemeriksa (KPRK) 4. Kantor Tukar Pos Laut (KTPL) 5. Kantor Tukar Pos Udara (KTPU) 6. Sentral Giro (SG) 7. Sentral Giro Gabungan (SGG) 8. Sentral Pengolahan Pos (SPP) 9. Sentral Pengolahan Pos Gabungan (SPPG) 10. Sentral Pengolahan Pos Sendiri (SPPS)

Sumber / Source : PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Serang / Post Office of Serang City

362

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel 10.4.6 Table

Banyaknya Kantor Pos Yang Dikelola Oleh PT Pos Indonesia (Persero) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (unit), 2009-2011 Number of Post Offices Managed by PT Pos Indonesia (Persero) by Regency/Municipality in Banten Province (units), 2009-2011
2009 (2) 2010 (3) 2011 (4)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

10 10 22 14

10 10 22 14

10 10 22 14

13 6 4 15

13 6 4 15

13 6 4 15

Sumber / Source : PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Serang / Post Office of Serang City

Banten dalam Angka 2012

363

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Tabel 10.4.7 Table

Persentase Rumahtangga Yang Memiliki/Menguasai Telepon Tetap Kabel Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Percentage of Household Who Have/Controlling Fixed Telephone Cables by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011
2009 (2) 2010 (3) 2011 (4)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

5,79 0,98 14,85 4,22

2,21 6,11 14,93 2,63

3,50 3,06 10,49 3,77

24,16 14,10 12,58 ...

22,69 19,01 14,97 26,77

15,77 11,38 10,93 29,82

Provinsi Banten
Sumber / Source

12,17

14,25

11,38

: BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Juli 2009 2010 dan Susenas TriwulananTri I-IV Tahun 2011 / BPS Statistics of Banten Province, National Socio Economic Survey, July 2009 - 2010 and Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011 :
1)

Catatan / Note

Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

364

Banten in Figures 2012

BAB X

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel 10.4.8 Table

Persentase Rumahtangga Yang Memiliki/Menguasai Telepon Seluler Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Percentage of Household Who Have/Controlling Mobile Phone by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011
2009 (2) 2010 (3) 2011 (4)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

44,64 33,17 77,83 48,73

53,15 50,63 80,58 64,97

72,03 62,05 87,60 80,69

83,05 78,36 68,26 ...

91,40 89,13 76,77 93,36

94,18 90,97 87,35 96,42

Provinsi Banten
Sumber / Source

65,27

76,28

84,32

: BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Juli 2009 2010 dan Susenas TriwulananTri I-IV Tahun 2011 / BPS Statistics of Banten Province, National Socio Economic Survey, July 2009 - 2010 and Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011 :
1)

Catatan / Note

Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

Banten dalam Angka 2012

365

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

CHAPTER X

Tabel 10.4.9 Table

Persentase Penduduk Yang Memiliki/Menguasai Nomor Telepon Seluler Aktif Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Percentage of Population Who Have/Controlling Active Mobile Phone Number by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011
2009 (2) 2010 (3) 2011 (4)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

15,25 10,72 37,10 17,29

20,63 17,50 40,08 24,47

28,15 25,25 42,26 32,93

44,82 33,96 29,61 ...

54,71 46,58 36,37 58,64

55,85 48,34 44,10 62,96

Provinsi Banten
Sumber / Source

29,26

38,17

42,68

: BPS Provinsi Banten, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Juli 2009 2010 dan Susenas TriwulananTri I-IV Tahun 2011 / BPS Statistics of Banten Province, National Socio Economic Survey, July 2009 - 2010 and Quarterly National Socio Economic Survey, Q1-Q4, 2011 :
1)

Catatan / Note

Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality

366

Banten in Figures 2012

11
PERBANKAN, INVESTASI, DAN KOPERASI
Bangking, Investment, and Cooperative

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Penjelasan Teknis 1. 2. Data statistik perbankan bersumber dari Bank Indonesia. Kantor bank terdiri dari Kantor Cabang (KC), Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan kantor di bawah KCP. Data Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) bersumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Banten. Data mengenai realisasi investasi penanaman modal tidak termasuk sektor minyak, asuransi dan perbankan. Data telah memperhatikan perubahan investasi yang beralih status dan juga pengurangan investasi yang dicabut izin usahanya. Data perkoperasian bersumber dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Sisa hasil usaha koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

Technical Notes 1. 2. Banking statistics are obtained from the Bank of Indonesia. Bank offices consist of branch office (KC), sub branch office (KCP) and offices under KCP. Data on foreign and domestic direct investments are obtained from the Regional Investment Coordinating Board (BKPMD) of Banten Province. Realization of investment in current year exclude those investments in petroleum production, insurance, and banking sectors. Changes in investment status and those who their license was take off have been taken into account.

3.

3.

4.

4. Data for cooperatives are generated from office of Cooperative and Small-Medium Enterprises of Banten Province. 5. Cooperative is an establishment that its members are people or establisments with legal status of cooperative and its activities based or people economic movement and familiarity.

5.

6.

6.

Cooperative net income is gross income in one year minus expenses, depreciation, and other liabilities including taxes in current year.

Banten dalam Angka 2012

369

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

11.1. PERBANKAN BANKING Tabel 11.1.1 Table Jumlah Kantor Bank Umum Menurut Status Kepemilikan di Provinsi Banten, 2011 2) Number of Commercial Bank Offices by Owner Status in Banten Province, 2011 2)

Status Kepemilikan Owner Status /(1) 1. Pemerintah State Banks 2. Pembangunan Daerah Regional Development Banks 3. Swasta Private Banks 4. Asing dan Campuran Foreign Banks

Kantor Pusat Central Office (2) -

Kantor Cabang Branch Office (3) 22 7 28 -

Kantor Pembantu Agency (4) 132 17 224 6

Kantor Kas Cash Office (5) 66 12 48 20

Jumlah Total (6) 220 36 300 26

Jumlah / Total 2010 1) 2009 1)


Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Notes :
1) 2)

57 61 53

379 365 311

146 146 141

582 572 505

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

370

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel 11.1.2 Table

Jumlah Kantor Bank Umum Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Commercial Bank Offices by Regency/Municipality in Banten Province, 2009-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2009 1) (2)

2010 1) (3)

2011 2) (4)

25 25 74 31

31 27 84 33

31 31 96 33

162 31 29 128 505

187 35 33 142 572

185 36 34 136 582

Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Notes :


1) 2)

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

371

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel 11.1.3 Table

Jumlah Kantor Bank Syariah Menurut Jenisnya di Provinsi Banten, 2009-2011 Number of Commercial Sharia Bank Offices by Type of Bank in Banten Province, 2009-2011

Jenis Bank Syariah Type of Sharia Banks (1) 1. 2. 3. Bank Umum Syariah Sharia Commercial Banks Unit Usaha Syariah Sharia Financial Service Units BPR Syariah Sharia Rural Banks

2009 (2) 32 7 -

2010 (3) 54 2 8

2011 (4) 54 2 8

Jumlah / Total
Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia

39

64

64

372

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel 11.1.4 Table

Posisi Dana Perbankan Menurut Jenisnya di Provinsi Banten, 2009-2011 Outstanding Bank Funds by Type of Funds in Banten Province, 2009-2011

Jenis Dana Type of Funds (1) 1. Giro / Demand Deposits a. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Rekening (satuan) Account (unit) 2. Simpanan Berjangka / Time Deposits a. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Rekening (satuan) Account (unit) 3. Tabungan / Saving Deposits a. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Rekening (satuan) Account (unit) Jumlah / Total a. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Rekening (satuan) Account (number)

2009 (2)

2010 1) (3)

2011 2) (4)

8 744 564 55 117

10 535 795 60 163

14 274 196 68 898

18 290 560 85 603

27 907 238 82 792

27 907 238 82 792

16 159 343 2 799 400

24 124 494 3 275 371

24 124 494 3 275 371

43 194 467 2 940 120

54 354 003 3 176 803

66 305 928 3 427 061

Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Note :


1) 2)

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

373

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel 11.1.5 Table

Posisi Dana Perbankan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah), 2009-2011 Outstanding Bank Funds by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs), 2009-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2009 (2)

2010 3) (3)

2011 4) (4)

768 092 547 631 15 064 055 4 691 476

557 389 283 960 20 527 690 1 333 836

548 830 336 958 26 073 753 1 507 669

18 660 671 3 462 542 ... ... 43 194 467

21 636 307 5 658 837 4 355 983 ... 54 354 003

26 842 060 5 205 540 5 791 118 ... 66 305 928

Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Note :


1) 2)

Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang untuk tahun 2009 / Including Serang Municipality for 2009 3) Angka perbaikan / Revised figures 4) Angka sementara / Preliminary figures

374

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel 11.1.6 Table

Posisi Jumlah Rekening/Bilyet Perbankan Menurut Kabupaten Kota di Provinsi Banten (satuan), 2009-2011 Outstanding Bank Accounts by Regency/Municipality in Banten Province (units), 2009-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

2009 (2)

2010 3) (3)

2011 4) (4)

124 457 90 660 864 483 438 365

107 559 69 403 1 382 762 55 702

112 624 75 126 1 458 102 64 966

1 137 266 284 889 ... ... 2 940 120

955 594 238 593 367 190 ... 3 176 803

1 059 622 251 725 404 896 ... 3 427 061

Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Note :


1) 2)

Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang untuk tahun 2009 / Including Serang Municipality for 2009 3) Angka perbaikan / Revised figures 4) Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

375

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel 11.1.7 Table

Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan di Provinsi Banten (juta rupiah), 2009-2011 Outstanding Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Type of Loans in Banten Province (million rupiahs), 2009-2011
2009 (2) 26 942 326 11 413 636 19 661 544 2010 1) (3) 33 415 574 17 566 560 27 084 705 2011 2) (4) 44 793 745 26 517 335 35 691 357

Jenis Penggunaan Type of Loans (1) 1. Modal Kerja Working Capital 2. Investasi Investment 3. Konsumsi Consumption

Jumlah / Total

58 017 506

78 066 838

107 002 437

Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Note :


1) 2)

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

376

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel 11.1.8 Table

Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten (juta rupiah), 2009-2011 Outstanding Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs), 2009-2011
2009 (2) 392 658 180 004 18 419 144 3 102 786 2 822 777 8 124 802 405 942 24 569 393 2010 1) (3) 406 326 172 387 20 722 177 8 136 491 2 105 353 10 839 566 1 572 132 34 112 405 2011 2) (4) 1 218 378 335 871 28 203 814 10 558 331 5 377 053 13 598 156 2 612 178 45 098 655

Sektor Ekonomi Economic Sector (1) 1. Pertanian Agriculture 2. Pertambangan Mining 3. Perindustrian Manufacturing Industry 4. Listrik, Gas & Air Electricity, Gas & Water Supply 5. Konstruksi Construction 6. Perdagangan Trade 7. Pengangkutan Transportation 8. Lainnya Others

Jumlah / Total

58 017 506

78 066 838

107 002 437

Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Note :


1) 2)

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

377

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel 11.1.9 Table

Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah), 2009-2011 Outstanding Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs), 2009-2011
2009 (2) 2010 3) (3) 2011 4) (4)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

1 334 290 1 301 989 32 999 357 8 561 307

3 113 722 1 581 978 41 888 298 8 780 546

4 767 482 3 218 461 56 923 280 9 428 367

7 633 139 6 187 424 ... ... 58 017 506

15 416 231 7 033 084 252 979 ... 78 066 838

23 110 035 8 861 060 693 751 ... 107 002 437

Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Note :


1) 2)

Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang untuk tahun 2009 / Including Serang Municipality for 2009 3) Angka perbaikan / Revised figures 4) Angka sementara / Preliminary figures

378

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel Posisi Kredit Mikro, Kecil, dan Menengah dalam Rupiah 11.1.10 dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan Table di Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2011 Outstanding Micro, Small, and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Type of Credits in Banten Province (million rupiahs), 2010-2011
Jenis Penggunaan Type of Credits (1) 1. Modal Kerja Working Capital 2. Investasi Investment 3. Konsumsi Consumption 2010 1) (2) 9 410 493 3 477 073 2011 2) (3) 12 525 837 3 422 325 -

Jumlah / Total
Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Notes :
1) 2)

12 887 566

15 948 163

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

379

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel Posisi Kredit Mikro, Kecil, dan Menengah dalam 11.1.11 Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi Table di Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2011 Outstanding Micro, Small, and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs), 2010-2011
Sektor Ekonomi Economic Sector (1) 1. Pertanian Agriculture 2. Pertambangan Mining 3. Perindustrian Manufacturing Industry 4. Listrik, Gas & Air Electricity, Gas & Water Supply 5. Konstruksi Construction 6. Perdagangan Trade 7. Pengangkutan Transportation 8. Lainnya Others 2010 (2) 93 548 56 949 3 497 068 39 495 821 293 4 901 987 357 625 3 119 602 2011 (3) 324 960 109 262 4 093 174 65 894 1 172 971 6 396 450 467 906 3 317 546

Jumlah / Total
Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Notes :
1) 2)

12 887 566

15 948 163

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

380

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel Posisi Kredit Mikro, Kecil, dan Menengah dalam 11.1.12 Rupiah dan Valuta Asing Menurut Kabupaten/Kota, Table (juta rupiah) 2010-2011 Outstanding Micro, Small, and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs), 2010-2011
Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 3 554 235 797 546 90 020 12 887 566 3 475 567 1 120 472 140 457 15 948 163 397 181 496 520 6 579 864 972 200 617 292 700 214 8 578 513 1 315 647 2010 2) (2) 2011 3) (3)

Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Note : Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Angka perbaikan / Revised figures 3) Angka sementara / Preliminary figures
1) 2)

Banten dalam Angka 2012

381

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel Posisi Kredit Dana Pihak Ketiga Perbankan Syariah 11.1.13 Menurut Jenis Simpanaan di Provinsi Banten, Table 2010-2011 Outstanding of Sharia Bank Funds by Type of Funds in Banten Province, 2010-2011

Jenis Simpanan Type of Funds (1) 1. Giro Wahda Wahdah Giro a. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Rekening (satuan) Account (unit)

2010 1) (2)

2011 2) (3)

174 277 2 603

214 226 3 073

2. Deposito Mudharabah Mudharabah Time Deposit a. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Rekening (satuan) Account (unit) 3. Tabungan Wahdah dan Mudharabah Wahdah and Mudharabah Saving Deposits a. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Rekening (satuan) Account (unit)

1 611 076 6 861

2 662 524 7 501

693 900 214 851

981 649 272 779

Jumlah / Total a. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Rekening (satuan) Account (unit)
Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Notes :
1) 2)

2 479 253 224 315

3 858 399 283 353

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

382

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel Posisi Pembiayaan Perbankan Syariah 11.1.14 Menurut Jenis Penggunaan di Provinsi Banten, Table 2010-2011 Outstanding of Sharia Bank by Type of Loans in Banten Province, 2010-2011

Jenis Penggunaan Type of Loans (1) 1. Modal Kerja Working Capital 2. Investasi Investment 3. Konsumsi Consumption

2010 1) (2) 2 120 165 609 312 908 634

2011 2) (3) 2 262 894 861 800 2 092 796

Jumlah / Total
Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Notes :
1) 2)

3 638 111

5 217 490

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

383

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel Posisi Pembiayaan Perbankan Syariah 11.1.15 Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten, 2010-2011 Table Outstanding Sharia Bank Financing by Economic Sector in Banten Province, 2010-2011

Sektor Ekonomi Economic Sector (1) 1. Pertanian Agriculture 2. Pertambangan Mining 3. Perindustrian Manufacturing Industry 4. Listrik, Gas & Air Electricity, Gas & Water Supply 5. Konstruksi Construction 6. Perdagangan Trade 7. Pengangkutan Transportation 8. Lainnya Others

2010 1) (2) 2 712 35 035 451 655 5 161 193 613 236 751 188 242 2 524 942

2012 2) (3) 8 563 21 830 516 690 4 513 395 458 357 680 178 930 3 733 826

Jumlah / Total
Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Notes :
1) 2)

3 638 111

5 217 490

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

384

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel Posisi Pembiayaan Perbankan Syariah 11.1.16 Menurut Golongan Pembiayaan Table di Provinsi Banten, 2010-2011 Outstanding Sharia Bank Financing by Type of Financing in Banten Province, 2010-2011

Jenis Penggunaan Type of Loans (1) 1. Usaha Kecil dan Menengah Small and Medium Enterprise

2010 1) (2) 406.170

2011 2) (3) 776.375

2. Selain Usaha Kecil dan Menengah Others

3.231.941

4.441.115

Jumlah / Total
Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Notes :
1) 2)

3.638.111

5.217.490

Angka perbaikan / Revised figures Angka sementara / Preliminary figures

Banten dalam Angka 2012

385

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

11.2. PENANAMAN MODAL DIRECT INVESTMENT Tabel 11.2.1 Table Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Foreign Direct Investment (FDI) Realization by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Realisasi Investasi / Realization of Investment Kabupaten/Kota Reg./Municipality Nilai Investasi Value of Investment juta Rp million Rp (3) ribu US$ thousand US$ (4) Penyerapan Tenaga Kerja Spare of Manpower (orang/man) Asing Foreign (7) Indonesia Indonesia (8)

Jumlah Proyek Number of Projects (2)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

1 22 3

1 121,15 193 844,53 -

49 448,08 49 700,00

537 4 843 1 333

19 2 9

543 653,53 14 000,00 1 500,00

15 273,00 9 322 950,00 3 400,00

2 239 112 67

Provinsi Banten 2010 2009

56 61 68

754 119,21 3 160 399,29 1 700 618,16

9 440 771,08 226 316,19 310 895,82

9 131 13 260 13 043

Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province

386

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) 11.2.2 Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten, 2011 Table Foreign Direct Investment (FDI) Realization by Economic Sector in Banten Province, 2011

Sektor Ekonomi Economic Sector (1) 1. Pertanian / Agriculture 2. Pertambangan dan Penggalian / Mining & Quarrying 3. Industri Pengolahan / Manufacturing Industry 1). Makanan, minuman dan tembakau 2). Tekstil, Barang dari kulit dan alas kaki 3). Barang dari kayu dan hasil hutan lainnya 4). Kertas dan barang cetakan 5). Pupuk, kimia dan barang dari karet 6). Semen dan barang galian bukan logam 7). Logam dasar, besi, dan baja 8). Alat angkut, mesin dan peralatannya 9). Barang lainnya Listrik, Gas dan Air Bersih Electricity, Gas & Water Supply Bangunan / Construction Perdagangan, Hotel dan Restoran Trade, Hotel & Restaurants Pengangkutan dan Komunikasi Transportation & Communication Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan Finance, Real Estate & Business Services Jasa-jasa / Services Jumlah / Total 2010 2009

Jumlah Proyek Number of Projects (2) 1 30 2 6 3 1 2 1 1 14 1 19 1 4 56 61 68

Nilai Investasi Value of Investment juta Rp million Rp (3) 1 121,15 732 498,06 541 153,53 43 742,44 147 602,09 14 000,00 2 500,00 4 000,00 754 119,21 3 160 399,29 1 700 618,16 ribu US$ thousand US$ (4) 9 419 864,68 5 950,00 53 860,00 320,00 1 000,00 900,00 400,00 9 357 434,68 17 886,40 820,00 2 200,00 9 440 771,08 226 316,19 310 895,82

4. 5. 6. 7. 8. 9.

Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

387

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) 11.2.3 Menurut Negara Asal Investor di Provinsi Banten, 2011 Table Foreign Direct Investment (FDI) Realization by Investor Countries in Banten Province, 2011

Negara Asal Investor Investor Countries (1) 1. Amerika Serikat / United States of America 2. Australia 3. Austria / Austria 4. Belanda / Netherlands 5. Burkina Faso / Netherlands 6. Jepang / Japan 7. Jerman / Germany, Federal Republic of 8. Korea Selatan / Korea, Republic of 9. Malaysia 10. Panama 11. Filipina / Philippines 12. RRC / China, Peoples Republic of 13. Samoa 14. Singapura / Singapore 15. Swiss / Switzerland 16. Taiwan / Taiwan, Province of China 17. Gabungan Negara

Jumlah Proyek Number of Projects (2) 1 1 1 1 1 2 2 15 4 1 1 7 1 2 1 6 9

Nilai Investasi Value of Investment juta Rp million Rp (3) 56 540,39 1 500,00 43 742,44 19 000,00 1 121,15 336 689,28 295 525,95 ribu US$ thousand US$ (4) 1 000,00 2 000,00 250,00 820,00 700,00 32 914,68 400,00 9 322 950,00 16 950,00 30 000,00 4 950,00 250,00 4 450,00 23 136,40

Jumlah / Total 2010 2009

56 61 68

754 119,21 3 160 399,29 1 700 618,16

9 440 771,08 226 316,19 310 895,82

Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province

388

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel 11.2.4 Table

Realisasi Perluasan Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Realization of Foreign Direct Investment (FDI) Expansion by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Realisasi Investasi / Realization of Investment Kabupaten/Kota Reg./Municipality Nilai Investasi Value of Investment juta Rp million Rp (3) ribu US$ thousand US$ (4) Penyerapan Tenaga Kerja Spare of Manpower (orang/man) Asing Foreign (7) Indonesia Indonesia (8)

Jumlah Proyek Number of Projects (2)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

7 2

610 782,15 68 000,90

14 786,06 65 827,00

956 2 440

2 3 1 15 19 25

678 783,05 2 349 793,03 55 745,47

12 375,33 639 079,78 3 232,50 735 300,67 182 795,13 972 909,87

24 44

15 3 479 1 926 12 819

Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

389

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel 11.2.5 Table

Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Domestic Direct Investment (DDI) Realization by Regency/Municipality in Banten Province, 2011

Realisasi Investasi / Realization of Investment Kabupaten/Kota Reg./Municipality Nilai Investasi Value of Investment juta Rp million Rp (3) ribu US$ thousand US$ (4) Penyerapan Tenaga Kerja Spare of Manpower (orang/man) Asing Foreign (7) Indonesia Indonesia (8)

Jumlah Proyek Number of Projects (2)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan -

1 12 1

1 572 464,81 749 875,95 10 000,00

500 3 396 50

2 244 905,96 -

756

Provinsi Banten 2010 2009

16 15 14

2 577 246,72 2 830 007,45 412 271,27

4 702 5 205 2 710

Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province

390

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 11.2.6 Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten, 2011 Table Domestic Direct Investment (DDI) Realization by Economic Sector in Banten Province, 2011

Sektor Ekonomi Economic Sector (1) 1. Pertanian / Agriculture 2. Pertambangan dan Penggalian / Mining & Quarrying 3. Industri Pengolahan / Manufacturing Industry 1). Makanan, minuman dan tembakau 2). Tekstil, Barang dari kulit dan alas kaki 3). Barang dari kayu dan hasil hutan lainnya 4). Kertas dan barang cetakan 5). Pupuk, kimia dan barang dari karet 6). Semen dan barang galian bukan logam 7). Logam dasar, besi, dan baja 8). Alat angkut, mesin dan peralatannya 9). Barang lainnya Listrik, Gas dan Air Bersih Electricity, Gas & Water Supply Bangunan / Construction Perdagangan, Hotel dan Restoran Trade, Hotel & Restaurants Pengangkutan dan Komunikasi Transportation & Communication Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan Finance, Real Estate & Business Services Jasa-jasa / Services Jumlah / Total 2010 2009

Jumlah Proyek Number of Projects (2) 1 15 3 3 2 7 16 15 14

Nilai Investasi Value of Investment juta Rp million Rp (3) 1 572 464,81 1 004 781,90 191 629,66 48 024,00 223 890,56 541 237,69 2 577 246,72 2 830 007,45 412 271,27 ribu US$ thousand US$ (4) -

4. 5. 6. 7. 8. 9.

Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

391

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel 11.2.7 Table

Realisasi Perluasan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2011 Realization of Domestic Direct Investment (DDI) Expansion by Regency/Municipality in Banten Province, 2011
Realisasi Investasi / Realization of Investment

Kabupaten/Kota Reg./Municipality

Jumlah Proyek Number of Projects (2)

Nilai Investasi Value of Investment juta Rp million Rp (3) ribu US$ thousand US$ (4)

Penyerapan Tenaga Kerja Spare of Manpower (orang/man) Asing Foreign (7) Indonesia Indonesia (8)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2010 2009

7 6

138 475,16 3 199 626,81

2 199 633

3 16 5 13

64 108,77 3 402 210,74 282 502,54 5 168 912,00

392 3 224 1 146 3 104

Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province

392

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

11.3. KOPERASI COOPERATIVE Tabel 11.3.1 Table Kinerja Koperasi di Provinsi Banten Menurut Indikator Produksi, 2010-2011 Performance of Cooperatives in Banten Province by Indicator of Production, 2010-2011

Indikator Indicators (1) 1. Koperasi / Cooperative a. Aktif / Active b. Non Aktif / Non Active 2. Anggota / Member 3. Manajer / Manager 4. Karyawan / Employee 5. Jumlah Asset / Asset 6. Modal / Capital a. Modal Sendiri / Own Capital b. Modal Luar / Capital Aid 7. Volume Usaha / Omzet 8. Jumlah SHU / Capital Gain

Satuan Unit (2) unit unit unit Orang / Person Orang / Person Orang / Person juta rupiah / million rupiahs juta rupiah / million rupiahs juta rupiah / million rupiahs juta rupiah / million rupiahs juta rupiah / million rupiahs juta rupiah / million rupiahs

2010 (3) 5 672 3 999 1 673 936 945 738 6 094 2 107 985 1 320 406 725 400 595 006 2 199 089 153 045

2011 (4) 5 830 4 160 1 670 937 170 738 6 091 2 108 146 1 320 612 725 539 595 073 2 199 329 152 998

Sumber / Source : Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Office of Cooperative and Small-scale Entrepreneurship Banten Province Government

Banten dalam Angka 2012

393

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel 11.3.2 Table

Jumlah Koperasi Menurut Kabupaten/Kota dan Status Aktivitas di Provinsi Banten, 2010-2011 Number of Cooperatives in Banten Province by Regency/Municipality and Status of Activity, 2010-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

Aktif (unit) Active (units) 2010 (2) 2011 (3)

Tidak Aktif (unit) Non-Active (units) 2010 (4) 2011 (5)

Jumlah (unit) Total (units) 2010 (6) 2011 (7)

454 610 759 745

463 762 759 745

413 51 186 84

410 51 186 84

867 661 945 829

873 813 945 829

520 251 366 294 3 999

520 251 366 294 4 160

529 227 106 77 1 673

529 227 106 77 1 670

1 049 478 472 371 5 672

1 049 478 472 371 5 672

Sumber / Source : Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Office of Cooperative and Small-scale Entrepreneurship Banten Province Government

394

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel 11.3.3 Table

Jumlah Anggota, Manajer dan Karyawan Koperasi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, 2010-2011 Number of Members, Managers, and Employees of Cooperative in Banten Province by Regency/Municipality, 2010-2011
Anggota (orang) Member (persons) 2009 2010 (3) Manajer (orang) Manager (persons) 2009 (4) 2010 (5) Karyawan (orang) Employee (persons) 2009 (6) 2010 (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

(2)

63 579 95 065 345 540 62 156

63 804 95 065 345 540 62 156

40 188 204 59

40 188 204 59

232 585 1 215 367

229 585 1 215 367

168 238 39 070 31 055 132 242 936 945

168 238 39 070 31 055 132 242 937 170

110 51 45 41 738

110 51 45 41 738

1 896 1 133 438 228 6 094

1 896 1 133 438 228 6 091

Sumber / Source : Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Office of Cooperative and Small-scale Entrepreneurship Banten Province Government

Banten dalam Angka 2012

395

BANKING, INVESTMENT, AND COOPERATIVE

CHAPTER XI

Tabel 11.3.4 Table

Jumlah Modal Koperasi Menurut Kabupaten/Kota dan Status Permodalan di Provinsi Banten (juta rupiah), 2010-2011 Total Capital of Cooperatives in Banten Province by Regency/Municipality and Ownership of Capital (million rupiahs), 2010-2011
Modal Sendiri Internal 2010 2011 (3) Modal Luar External 2010 (4) 2011 (5) Jumlah Total 2010 (6) 2011 (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

(2)

88 494 49 960 144 735 22 105

88 633 49 960 144 735 22 104

221 485 40 171 139 212 14 639

221 553 40 171 139 212 14 639

309 979 90 131 283 946 36 744

310 186 90 131 283 947 36 743

166 996 74 442 25 175 153 493 725 400

166 996 74 442 25 175 153 494 725 539

89 112 16 658 8 935 64 794 595 006

89 112 16 658 8 934 64 794 595 073

256 108 91 100 34 110 218 287 1 320 405

256 108 91 100 34 109 218 288 1 320 612

Sumber / Source : Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Office of Cooperative and Small-scale Entrepreneurship Banten Province Government

396

Banten in Figures 2012

BAB XI

PERBANKAN, INVESTASI DAN KOPERASI

Tabel 11.3.5 Table

Jumlah Aset, Volume Usaha dan Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupah), 2010-2011 Number of Asset, Omzet and Capital Gain of Cooperatives in Banten Provinceby Regency/Municipality (million rupiahs), 2010-2011
Jumlah Aset Total Asset 2010 2011 (3) Volume Usaha Omzet 2010 (4) 2011 (5) Sisa Hasil Usaha Capital Gain 2010 (6) 2011 (7)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten

(2)

315 113 193 481 416 392 13 595

315 275 193 481 416 392 13 595

191 092 571 417 370 124 37 885

191 332 571 417 370 124 37 885

5 177 19 863 62 685 1 164

5 130 19 864 62 685 1 164

840 195 155 716 48 920 124 573 2 107 985

840 195 155 716 48 919 124 573 2 108 146

465 564 394 527 36 781 131 699 2 199 089

465 564 394 527 36 781 131 699 2 199 329

18 906 23 049 15 938 6 263 153 045

18 906 23 049 15 937 6 263 152 998

Sumber / Source : Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Office of Cooperative and Small-scale Entrepreneurship Banten Province Government

Banten dalam Angka 2012

397

12
HARGA-HARGA
Prices

BAB XII

HARGA-HARGA

Penjelasan Teknis 1. Data harga yang disajikan meliputi Indeks Harga Konsumen (IHK), laju inflasi, Indeks harga yang diterima dan dibayar Petani. 2. Indeks Harga Konsumen (IHK) yang merupakan indikator inflasi di Indonesia, sejak Juni 2008 dihitung dari 66 kota, mencakup sekitar 284-441 komoditas yang dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil Survei Biaya Hidup (SBH) di 66 kota tahun 2007. 3. IHK mencakup 7 kelompok yaitu : bahan makanan; makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar; sandang; kesehatan; pendidikan, rekreasi, dan olahraga; transpor, komunikasi, dan jasa keuangan. 4. Penghitungan IHK di Banten mencakup 394 komoditas dan dilakukan di 3 kota yaitu Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang. 5. IHK Banten merupakan hasil penghitungan dari gabungan indeks tertimbang untuk masing-masing kota di atas, dengan penimbang yang digunakan adalah jumlah rumahtangga ekonomi di kota-kota yang bersangkutan, sehingga dapat mencerminkan IHK Banten secara keseluruhan.

Technical Notes 1. Price statistics cover : Consumer Price Indices (CPI), inflation rates, Indices of prices received and paid by farmers. 2. The Consumer Price Index (CPI) which is the indicator of inflation in Indonesia, since June 2008 has been developed from the consumption pattern of the 2007 Cost of Living Survey (CLS) conducted in 66 cities, covering 284-441 commodities. 3. Commodities of CPI consist of 7 groups as follows : foodstuff; prepare food, beverages, and tobacco products; housing, water, electricity, gas, and fuel; clothing; health; education, recreation, and sports; transportation, communication, and financial services. 4. Calculating of CPI covers 394 commodities in Banten, and was conducted in three cities as follows Serang, Cilegon and Tangerang.

5. Banten CPI represents combined results of a calculation of weighted indices for each cities mentioned above, with the weight used is number of economic households in cities concerned, so it can reflect the overall CPI of Banten.

Banten dalam Angka 2012

401

PRICES

CHAPTER XII

6. Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima (It) dan dibayar (Ib) petani. NTP merupakan salah satu indikator yang berguna untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani, karena mengukur kemampuan tukar produk (komoditas) yang dihasilkan/ dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi (usaha) maupun untuk konsumsi rumah tangga petani. Jika NTP lebih besar dari 100 maka dapat diartikan kemampuan daya beli petani periode tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan periode sebelumnya, sebaliknya jika NTP lebih kecil atau di bawah 100 berarti terjadi penurunan daya beli petani. 7. Pengumpulan data harga produsen dilakukan melalui wawancara langsung kepada petani dengan Daftar HD sedangkan pengumpulan data harga eceran pedesaan (konsumen) adalah wawancara dengan para pedagang di pasar kecamatan yang terpilih sebagai sampel dengan Daftar HKD. Semua kegiatan pencacahan harga dilakukan oleh Koordinator Statistik Kecamatan (KSK).

6. Farmers' Term of Trade (FTT) is an indicator to determine the welfare level of farmers. It measures the exchange value of products produced or sold by farmers compared to the products needed by farmers for production process and consumption. If FTT is above 100, it means the purchasing power parity of farmers in a period of time is better than that in the previous period. Meanwhile, if FTT is less than 100, it means that the purchasing power parity of farmers decreases.

7. The collection of producer price data is conducted through a direct interview with the farmers using HD questionnaire. While the collection of rural consumer retail price data is conducted by interviewing traders in the selected markets using HKD questionnaire. The collection of price data is conducted by the Statistics Coordinator at Subdistrict level.

402

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

8. Klasifikasi indeks Nilai Tukar Petani dirinci ke dalam dua bagian, yaitu indeks yang diterima petani (It) dan indeks yang dibayar petani (Ib). It mencakup indeks sektor tanaman pangan yang terdiri dari indeks kelompok padi, palawija, indeks sektor tanaman perkebunan rakyat, indeks tanaman holtikultura yang terdiri dari indeks kelompok sayursayuran,buah-buahan, indeks sektor peternakan dan indeks sektor perikanan Di lain pihak Ib pun dibagi ke dalam dua sektor, yaitu indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT) (indeks kelompok makanan, perumahan, pakaian, dan aneka barang dan jasa) dan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) yang meliputi indeks kelompok non faktor produksi, faktor produksi, upah, lainnya, dan penambahan barang modal.

8. FTT indices can be classified into two parts, that are indices of producer prices received by farmers (It) and indices of consumer prices paid by farmers (Ib). Indices of producer prices received by farmers consist of food crops indices (paddy, secondary crops), smallholders estate crops indices, holticulture crops indices (vegetables, fruits), animal husbandry indices and fishery indices. While indices of consumer prices paid by farmers is consist of household consumption indices (food, housing, clothing, an miscellaneous) and indices of production and capital formation (non production factor, factor production, wages, others, and capital formation).

Banten dalam Angka 2012

403

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.1 Table

Laju Inflasi Menurut Kota di Provinsi Banten (2007=100), 2010 - Juni 2012 Inflation Rate by City in Banten Province (2007=100), 2010 - June 2012

Juni 2012 / June 2012 Kota / City 2010 2011 Tahun Kalender Calender Year (4) 2,09 1,82 1,66 Thn ke Thn Year on Year (5) 5,28 4,42 4,08

(1) Serang Tangerang Cilegon

(2) 6,18 6,08 6,12

(3) 2,78 3,78 2,35

Banten

6,10

3,45

1,84

4,50

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

404

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Tabel 12.2 Table

Laju Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Banten (2007=100), 2010 - Juni 2012 Inflation Rate by Expenditure Groups in Banten Province (2007=100), 2010 - June 2012

Kelompok Pengeluaran Group of Expenditures (1) Bahan Makanan Food Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Products Perumahan/Air/Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/Electricity/ Gas and Fuel Sandang Clothing Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication

Juni 2012 / June 2012 2010 2011 Tahun Kalender Calender Year (4) 1,58 3,56 Thn ke Thn Year on Year (5) 6,46 5,58

(2) 14,10 3,76

(3) 4,76 2,95

4,41

3,16

1,44

2,72

8,37 5,30 3,64

7,02 4,03 6,44

1,93 3,01 1,05

8,42 4,77 6,38

1,10

0,02

0.81

0,89

Umum / General

6,10

3,45

1,84

4,50

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

405

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.3 Table

Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Monthly Consumer Price Indices (CPI) by Expenditure Groups in Banten Province (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 134,71 134,87 135,05 135,42 135,57 135,55 135,75 136,55 136,88 137,25 137,67 138,18 Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 123,36 123,65 123,75 124,07 124,76 125,09 125,55 125,67 126,37 126,54 126,60 126,66

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 148,32 149,21 144,66 143,91 143,32 144,84 147,34 149,29 147,90 148,15 149,93 151,78

(5) 129,78 131,34 128,66 129,27 129,67 130,45 131,24 137,64 140,57 139,36 139,61 138,75

406

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.3

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 118,14 118,27 118,27 118,29 118,29 118,38 118,97 124,36 124,54 124,53 124,53 124,63

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 107,14 107,13 107,17 107,06 107,01 107,01 106,97 107,36 106,61 106,75 106,81 107,09

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 121,49 121,70 122,75 123,22 123,59 123,66 124,48 125,19 125,18 125,24 125,48 125,77

(9) 127,38 127,76 126,78 126,78 126,90 127,35 128,13 129,52 129,50 129,63 130,14 130,68

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

407

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.4 Table

Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100), 2011 Monthly Consumer Price Indices (CPI) by Expenditure Groups in Serang City (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 132,42 132,33 133,02 133,43 134,05 134,13 134,71 135,03 135,42 135,69 136,52 136,79 Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 132,90 133,14 133,45 133,85 134,61 134,74 135,77 136,06 136,03 136,17 136,32 136,36

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 151,64 149,00 143,02 139,07 139,12 140,03 144,44 145,04 144,48 146,01 147,54 148,99

(5) 137,17 136,89 137,65 138,56 139,34 140,31 142,48 148,81 152,46 149,84 151,42 151,09

408

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.4

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 119,43 119,26 119,95 119,93 119,79 120,30 122,00 123,74 123,65 123,58 123,59 123,42

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 104,04 104,28 104,16 104,17 104,16 103,88 104,03 104,28 103,96 104,11 104,12 104,58

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 119,92 120,74 121,21 121,62 122,42 122,61 122,64 123,27 123,43 123,61 123,76 123,79

(9) 130,84 130,34 129,33 128,73 129,11 129,42 131,03 131,93 132,10 132,36 133,03 133,46

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

409

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.5 Table

Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tangerang (2007=100), 2011 Monthly Consumer Price Indices (CPI)) by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 135,12 135,26 135,35 135,60 135,65 135,52 135,66 136,56 136,82 137,17 137,54 138,18 Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 120,96 121,30 121,35 121,61 122,40 122,79 123,05 123,16 124,12 124,30 124,31 124,37

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 148,89 150,63 146,13 146,66 145,90 147,73 150,17 152,58 151,03 150,95 152,76 154,35

(5) 131,10 133,30 129,43 129,93 130,19 130,95 131,48 138,46 141,61 140,63 140,56 139,48

410

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.5

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 119,79 120,00 119,87 119,91 119,92 119,93 120,28 126,78 126,78 126,78 126,78 126,94

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 107,03 106,96 107,05 106,94 106,84 106,90 106,88 107,33 106,40 106,62 106,68 107,00

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 123,81 123,94 125,08 125,56 125,83 125,84 126,94 127,78 127,78 127,84 128,08 128,44

(9) 126,82 127,41 126,39 126,64 126,71 127,22 127,90 129,49 129,44 129,53 129,98 130,47

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

411

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.6 Table

Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilegon (2007=100), 2011 Monthly Consumer Price Indices (CPI) by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 134,84 135,36 135,48 136,52 136,78 137,24 137,40 138,15 138,78 139,41 139,68 139,69 Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 126,87 126,91 127,05 127,63 127,69 127,85 128,83 128,85 128,89 129,00 129,29 129,32

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 141,49 141,35 138,02 133,37 133,13 133,47 134,31 135,03 133,73 134,48 136,30 140,13

(5) 114,31 114,21 114,60 115,52 116,31 117,04 117,79 121,00 121,87 120,85 121,55 121,38

412

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.6

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 107,36 107,35 107,33 107,28 107,38 107,44 108,27 111,20 112,74 112,73 112,71 112,71

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 111,09 111,13 111,09 110,87 111,06 110,96 110,66 110,86 110,62 110,36 110,42 110,28

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 109,90 109,93 111,07 111,61 112,08 112,35 112,42 112,44 112,24 112,16 112,48 112,65

(9) 126,90 126,99 126,28 125,49 125,60 125,86 126,36 127,12 127,05 127,29 127,92 128,86

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

413

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.7 Table

Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Banten Province (2007=100), 2011

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,36 0,12 0,13 0,28 0,11 -0,02 0,15 0,59 0,24 0,27 0,31 0,37

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,48 0,23 0,08 0,26 0,56 0,26 0,37 0,10 0,56 0,13 0,05 0,04

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 2,37 0,60 -3,05 -0,52 -0,40 1,05 1,73 1,32 -0,93 0,17 1,20 1,24

(5) 0,09 1,20 -2,04 0,47 0,31 0,61 0,60 4,88 2,13 -0,86 0,18 -0,62

414

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.7

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,91 0,11 0,00 0,02 0,00 0,07 0,50 4,53 0,15 -0,01 0,00 0,08

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,07 -0,01 0,04 -0,10 -0,05 -0,01 -0,03 0,36 -0,71 0,14 0,05 0,26

Umum General

(1) Januari January Pebruari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 0,48 0,17 0,86 0,39 0,30 0,06 0,66 0,57 0,00 0,05 0,19 0,23

(9) 0,85 0,29 -0,77 0,00 0,09 0,35 0,62 1,08 -0,02 0,10 0,39 0,41

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

415

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.8 Table

Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100), 2011 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Serang City (2007=100), 2011

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 1,26 -0,07 0,52 0,31 0,46 0,06 0,43 0,24 0,29 0,20 0,61 0,20

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,72 0,18 0,23 0,30 0,57 0,10 0,76 0,21 -0,02 0,10 0,11 0,03

Sandang Clothing

(1) Januari January februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 0,83 -1,74 -4,01 -2,76 0,04 0,65 3,15 0,42 -0,39 1,06 1,05 0,98

(5) 0,70 -0,20 0,56 0,66 0,56 0,70 1,55 4,44 2,45 -1,72 1,05 -0,22

416

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.8

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,14 -0,14 0,58 -0,02 -0,12 0,43 1,41 1,43 -0,07 -0,06 0,01 -0,14

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,27 0,23 -0,12 0,01 -0,01 -0,27 0,14 0,24 -0,31 0,14 0,01 0,44

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 0,53 0,68 0,39 0,34 0,66 0,16 0,02 0,51 0,13 0,15 0,12 0,02

(9) 0,76 -0,38 -0,77 -0,46 0,30 0,24 1,24 0,69 0,13 0,20 0,51 0,32

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

417

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.9 Table

Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tangerang (2007=100), 2011 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100), 2011

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,13 0,10 0,07 0,18 0,04 -0,10 0,10 0,66 0,19 0,26 0,27 0,47

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,31 0,28 0,04 0,21 0,65 0,32 0,21 0,09 0,78 0,15 0,01 0,05

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 2,82 1,17 -2,99 0,36 -0,52 1,25 1,65 1,60 -1,02 -0,05 1,20 1,04

(5) -0,01 1,68 -2,90 0,39 0,20 0,58 0,40 5,31 2,28 -0,69 -0,05 -0,77

418

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.9

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 1,28 0,18 -0,11 0,03 0,01 0,01 0,29 5,40 0,00 0,00 0,00 0,13

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,02 -0,07 0,08 -0,10 -0,09 0,06 -0,02 0,42 -0,87 0,21 0,06 0,30

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 0,52 0,10 0,92 0,38 0,22 0,01 0,87 0,66 0,00 0,05 0,19 0,28

(9) 0,87 0,47 -0,80 0,20 0,06 0,40 0,53 1,24 -0,04 0,07 0,35 0,38

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

419

PRICES

CHAPTER XII

Tabel Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran 12.10 di Kota Cilegon (2007=100), 2011 Table Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100), 2011

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,75 0,39 0,09 0,77 0,19 0,34 0,12 0,55 0,46 0,45 0,19 0,01

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 1,14 0,03 0,11 0,46 0,05 0,13 0,77 0,02 0,03 0,09 0,22 0,02

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 1,42 -0,10 -2,36 -3,37 -0,18 0,26 0,63 0,54 -0,96 0,56 1,35 2,81

(5) -0,02 -0,09 0,34 0,80 0,68 0,63 0,64 2,73 0,72 -0,84 0,58 -0,14

420

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.10

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) -0,51 -0,01 -0,02 -0,05 0,09 0,06 0,77 2,71 1,38 -0,01 -0,02 0,00

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,15 0,04 -0,04 -0,20 0,17 -0,09 -0,27 0,18 -0,22 -0,24 0,05 -0,13

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 0,19 0,03 1,04 0,49 0,42 0,24 0,06 0,02 -0,18 -0,07 0,29 0,15

(9) 0,79 0,07 -0,56 -0,63 0,09 0,21 0,40 0,60 -0,06 0,19 0,49 0,73

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

421

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.11 Table

Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Banten Province (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,36 0,48 0,61 0,89 1,01 0,99 1,14 1,74 1,98 2,26 2,57 2,95

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,48 0,71 0,79 1,05 1,62 1,88 2,25 2,35 2,93 3,06 3,12 3,16

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 2,37 2,98 -0,16 -0,68 -1,08 -0,04 1,69 3,03 2,08 2,25 3,48 4,76

(5) 0,09 1,30 -0,77 -0,30 0,01 0,61 1,22 6,16 8,42 7,48 7,68 7,02

422

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.11

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,91 1,02 1,01 1,03 1,03 1,10 1,62 6,21 6,37 6,36 6,36 6,44

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,07 0,06 0,10 0,00 -0,05 -0,06 -0,09 0,28 -0,43 -0,29 -0,24 0,02

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 0,48 0,66 1,52 1,92 2,22 2,28 2,96 3,54 3,54 3,59 3,79 4,03

(9) 0,85 1,15 0,37 0,37 0,46 0,82 1,44 2,54 2,52 2,63 3,03 3,45

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

423

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.12 Table

Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100), 2011 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Serang City (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 1,26 1,19 1,72 2,03 2,51 2,57 3,01 3,26 3,56 3,76 4,40 4,60

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,72 0,90 1,14 1,44 2,02 2,11 2,90 3,11 3,09 3,20 3,31 3,34

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 0,83 -0,92 -4,90 -7,53 -7,49 -6,89 -3,96 -3,56 -3,93 -2,91 -1,90 -0,93

(5) 0,70 0,50 1,06 1,73 2,30 3,01 4,60 9,25 11,93 10,01 11,17 10,92

424

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.12

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,14 0,00 0,58 0,56 0,44 0,87 2,30 3,76 3,68 3,62 3,63 3,49

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,27 0,50 0,39 0,40 0,39 0,12 0,26 0,50 0,19 0,34 0,35 0,79

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 0,53 1,22 1,61 1,95 2,62 2,78 2,81 3,34 3,47 3,62 3,75 3,77

(9) 0,76 0,38 -0,40 -0,86 -0,57 -0,33 0,91 1,60 1,73 1,93 2,45 2,78

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

425

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.13 Table

Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tangerang (2007=100), 2011 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,13 0,24 0,30 0,49 0,53 0,43 0,53 1,20 1,39 1,65 1,93 2,40

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,31 0,59 0,63 0,85 1,50 1,82 2,04 2,13 2,93 3,08 3,08 3,13

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 2,82 4,03 0,92 1,28 0,76 2,02 3,71 5,37 4,30 4,25 5,50 6,60

(5) -0,01 1,67 -1,28 -0,90 -0,70 -0,12 0,28 5,61 8,01 7,26 7,21 6,38

426

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.13

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 1,28 1,45 1,34 1,38 1,39 1,39 1,69 7,19 7,19 7,19 7,19 7,32

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,02 -0,05 0,04 -0,07 -0,16 -0,10 -0,12 0,30 -0,57 -0,36 -0,31 -0,01

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 0,52 0,63 1,55 1,94 2,16 2,17 3,06 3,74 3,74 3,79 3,99 4,28

(9) 0,87 1,34 0,53 0,73 0,79 1,19 1,73 3,00 2,96 3,03 3,39 3,78

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

427

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.14 Table

Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilegon (2007=100), 2011 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,75 1,14 1,23 2,01 2,20 2,55 2,67 3,23 3,70 4,17 4,37 4,38

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 1,14 1,17 1,28 1,75 1,79 1,92 2,70 2,72 2,75 2,84 3,07 3,09

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 1,42 1,32 -1,07 -4,40 -4,57 -4,33 -3,73 -3,21 -4,14 -3,61 -2,30 0,44

(5) -0,02 -0,10 0,24 1,04 1,73 2,37 3,03 5,83 6,59 5,70 6,32 6,17

428

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.14

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) -0,51 -0,52 -0,54 -0,58 -0,49 -0,44 0,33 3,05 4,48 4,47 4,45 4,45

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,15 0,19 0,15 -0,05 0,13 0,04 -0,23 -0,05 -0,27 -0,50 -0,45 -0,58

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 0,19 0,22 1,26 1,75 2,18 2,43 2,49 2,51 2,32 2,25 2,54 2,70

(9) 0,79 0,87 0,30 -0,33 -0,24 -0,03 0,37 0,97 0,91 1,10 1,60 2,35

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

429

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.15 Table

Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Banten Province (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 3,53 2,98 2,87 2,75 2,82 2,46 2,53 2,39 2,53 2,66 2,67 2,95

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 4,68 4,64 4,67 4,94 5,60 5,58 5,81 3,76 4,25 3,74 3,48 3,16

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 14,90 13,90 13,12 12,44 11,43 7,99 6,22 7,16 5,54 5,25 5,28 4,76

(5) 8,02 9,03 6,63 7,10 6,83 6,75 7,21 11,11 11,32 8,60 8,55 7,02

430

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.15

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 4,61 4,37 4,40 4,34 4,35 4,39 4,61 9,16 9,38 6,39 6,42 6,44

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 1,16 1,05 1,06 0,97 0,77 0,80 0,16 0,33 -0,75 -0,17 -0,18 0,02

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 5,75 5,00 5,63 5,53 5,78 5,67 6,09 5,72 5,59 4,79 4,62 4,03

(9) 6,41 6,07 5,76 5,63 5,55 4,73 4,35 4,55 4,18 3,73 3,68 3,45

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

431

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.16 Table

Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100), 2011 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Serang City (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 4,19 3,80 4,24 4,59 4,95 4,78 4,94 4,58 4,49 4,19 4,53 4,60

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 3,93 3,61 3,84 4,24 4,88 4,81 5,27 4,16 3,86 3,76 3,44 3,34

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 14,51 12,84 11,51 8,19 7,06 2,07 2,41 3,05 2,91 4,45 2,34 -0,93

(5) 7,51 7,92 8,45 9,13 8,35 8,08 10,33 14,98 16,40 12,17 12,27 10,92

432

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.16

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 1,48 1,26 1,89 1,94 1,84 2,24 2,86 3,62 3,61 3,58 3,61 3,49

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,69 0,89 0,75 0,78 0,79 0,45 0,65 1,00 -0,18 0,34 0,32 0,79

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 2,54 3,28 3,02 3,19 3,44 3,56 3,57 4,04 3,56 3,77 3,81 3,77

(9) 6,07 5,60 5,43 4,91 4,82 3,56 4,00 4,29 4,11 4,17 3,67 2,78

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

433

PRICES

CHAPTER XII

Tabel Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun 12.17 Menurut Kelompok Pengeluaran Table di Kota Tangerang (2007=100), 2011 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 3,18 2,60 2,41 2,04 2,05 1,65 1,72 1,58 1,76 1,91 1,99 2,40

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 4,71 4,79 4,81 5,04 5,83 5,86 5,99 3,58 4,29 3,60 3,57 3,13

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 15,58 14,54 13,87 14,41 13,32 10,09 8,04 8,92 6,92 6,54 6,74 6,60

(5) 9,18 10,38 6,95 7,34 7,02 6,87 7,04 10,96 10,88 8,23 8,07 6,38

434

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.17

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 5,58 5,35 5,22 5,20 5,22 5,23 5,48 11,15 11,21 7,13 7,19 7,32

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,91 0,73 0,78 0,70 0,50 0,60 -0,11 0,26 -0,80 -0,23 -0,22 -0,01

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 7,01 5,86 6,59 6,33 6,55 6,50 7,07 6,50 6,47 5,36 5,10 4,28

(9) 6,54 6,22 5,86 5,97 5,89 5,18 4,70 4,86 4,44 3,87 3,92 3,78

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

435

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.18 Table

Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilegon (2007=100), 2011 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100), 2011
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 4,92 4,35 4,14 4,93 5,09 4,71 4,69 4,83 4,98 5,41 4,68 4,38

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 5,41 5,05 4,83 5,15 5,18 4,91 5,47 4,30 4,43 4,51 3,03 3,09

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 11,36 11,26 10,50 5,64 5,23 2,35 -0,25 1,28 0,13 -1,49 -0,18 0,44

(5) 1,55 2,05 2,47 3,20 3,77 4,35 4,45 7,27 7,85 6,57 6,89 6,17

436

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.18

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 2,36 2,07 2,32 1,89 1,98 1,83 1,39 3,70 5,16 5,11 4,92 4,45

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 3,01 3,04 2,95 2,72 2,28 2,26 1,20 0,05 -1,01 -0,30 -0,48 -0,58

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 1,74 1,70 2,78 3,28 3,71 2,95 2,96 2,76 2,50 2,41 2,58 2,70

(9) 6,00 5,77 5,52 4,51 4,43 3,51 2,72 3,05 2,75 2,44 2,32 2,35

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

437

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.19 Table

Rata-rata Indeks Harga yang Diterima (It), Indeks Harga yang Dibayar (Ib) dan Nilai Tukar Petani (NTP) Menurut Subsektor di Provinsi Banten (2007=100), 2010 2012 Average Indices of Prices Received by Farmers (It), Paid by Farmers (Ib), and Farmers Term of Trade (NTP) by Subsector in Banten Province (2007=100), 2010 2012
2010 It Ib (3) NTP (4) It (5) 2011 Ib (6) NTP (7) Rata-rata Januari - Juni 2012 / Average of January - June 2012 It (8) Ib (9) NTP (10)

Subsektor Subsector (1) Tanaman Pangan Food Crop Tanaman Holtikultura Holticulture Tanaman Perkebunan Rakyat / Smallholders Estate Crops Peternakan Animal Husbandary Perikanan Fishery NTP Gabungan Composite FTT (2)

128,31 128,21 100,07 140,97 134,30 104,96 150,72 137,54 109,58 134,25 126,68 105,98 144,48 132,56 108,99 149,81 135,75 110,35 129,50 126,66 102,24 136,20 132,28 102,97 140,97 135,16 104,30 131,12 124,04 105,71 131,95 129,44 101,94 133,91 132,08 101,38 125,94 129,94 96,93 132,16 135,37 97,63 135,69 138,28 98,13

129,81 127,44 101,86 139,74 133,33 104,81 146,88 136,44 107,65

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

438

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Tabel 12.20 Table

Indeks Harga yang Diterima (It), Indeks Harga yang Dibayar (Ib) dan Nilai Tukar Petani (NTP) Bulanan di Provinsi Banten (2007=100), 2010-2011 Indices of Prices Received by Farmers (It), Paid by Farmers (Ib), and Farmers Term of Trade (NTP) by Month in Banten Province (2007=100), 2010-2011
2010 It (2) 124,98 125,50 125,13 125,55 126,37 127,60 131,13 132,30 133,86 133,53 135,13 136,64 Ib (3) 124,57 125,20 124,99 125,11 125,32 126,12 127,08 128,55 129,84 130,02 130,78 131,75 NTP (4) 100,33 100,24 100,11 100,35 100,84 101,18 103,19 102,92 103,09 102,70 103,33 103,71 It (5) 137,32 137,57 137,69 137,26 137,53 137,79 139,36 140,99 141,75 142,27 143,41 143,96 2011 Ib (6) 132,67 132,33 131,96 131,56 131,94 132,67 133,20 134,27 134,42 134,69 135,12 135,12 NTP (7) 103,50 103,96 104,34 104,33 104,24 103,86 104,63 105,00 105,45 105,63 106,13 106,54

Bulan Month (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

Rata-rata

129,81

127,44

101,86

139,74

133,33

104,81

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

439

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.21 Table

Nilai Tukar Petani (NTP) Bulanan di Provinsi Banten Menurut Subsektor (2007=100), 2011 Monthly Farmers Term of Trade (NTP) by Subsector in Banten Province (2007=100), 2011

Bulan Month (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

Tanaman Pangan Food Crop (2) 103,24 103,91 104,33 104,02 103,53 103,37 104,60 105,59 105,72 106,08 107,12 107,89

Tanaman Tanaman Perkebunan Peternakan Holtikultura Rakyat Animal Holticulture Smallholders Husbandary Estate Crops (3) 107,88 108,48 109,09 109,46 109,62 108,17 109,05 108,67 109,88 109,64 108,88 109,11 (4) 100,67 100,98 101,31 101,57 102,91 103,61 103,29 102,56 104,06 104,59 105,24 104,68 (5) 103,13 102,93 102,47 102,32 101,86 101,57 101,60 101,38 101,02 101,29 101,90 101,83

Perikanan Fishery (6) 96,12 95,71 96,50 97,63 98,75 98,57 97,82 97,86 98,65 98,09 97,97 97,83

NTP Gabungan Composite NTP (7) 103,50 103,96 104,34 104,33 104,24 103,86 104,63 105,00 105,45 105,63 106,13 106,54

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

440

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Tabel 12.22 Table

Inflasi di Daerah Perdesaan di Provinsi Banten Menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100), 2010 - Juni 2012 Rural Inflation Rate in Banten Province by Expenditure Groups (2007=100), 2010 - June 2012

Juni / June 2012 Kelompok Pengeluaran Expenditure Groups (1) Bahan Makanan Food Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products Perumahan/Air/Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/Electricity/ Gas and Fuel Sandang Clothing Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication 2010 2011 Tahun Kalender Calender Year (4) 1,02 2,83 y on y (5) 3,67 4,58

(2) 10,36 7,36

(3) 1,25 3,61

2,63

4,09

1,14

1,84

5,09 4,56 1,69

5,45 5,58 3,19

1,46 2,46 1,69

5,14 5,43 3,63

0,50

1,68

0,21

0,57

Umum / General

7,11

2,69

1,52

3,66

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

441

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.23 Table

Inflasi Bulanan di Daerah Perdesaan di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Monthly Rural Inflation Rate in Banten Province (2007=100), 2011

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,31 -0,02 0,01 0,06 0,59 0,92 0,21 0,41 0,22 0,27 0,19 0,39

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,08 0,46 0,34 0,61 1,20 0,65 0,13 0,08 0,46 -0,32 0,15 0,18

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 1,28 -1,07 -0,92 -1,30 0,00 0,69 0,77 1,65 -0,22 0,21 0,68 -0,47

(5) 0,76 0,26 -0,34 0,40 0,18 0,48 0,34 1,12 0,77 0,63 0,29 0,42

442

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.23

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,51 0,16 0,02 0,17 0,00 0,38 0,68 1,05 -0,08 0,06 0,16 0,02

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,93 0,03 0,02 0,00 0,08 0,25 -0,06 0,01 0,03 0,37 0,00 0,01

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 0,62 0,54 0,46 0,37 0,55 0,03 0,33 0,83 0,67 0,19 0,37 0,48

(9) 0,80 -0,38 -0,38 -0,43 0,31 0,66 0,46 0,98 0,09 0,21 0,40 -0,04

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

443

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.24 Table

Inflasi Tahun Kalender di Daerah Perdesaan di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Calender Year Inflation Rate in Rural Areas in Banten Province (2007=100), 2011

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,31 0,29 0,30 0,36 0,95 1,88 2,09 2,51 2,73 3,01 3,21 3,61

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,08 0,54 0,88 1,50 2,71 3,38 3,51 3,59 4,07 3,74 3,90 4,09

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 1,28 0,20 -0,72 -2,02 -2,02 -1,34 -0,59 1,05 0,83 1,04 1,72 1,25

(5) 0,76 1,02 0,68 1,08 1,27 1,75 2,10 3,25 4,05 4,70 5,00 5,45

444

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.24

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,51 0,67 0,69 0,87 0,87 1,25 1,94 3,01 2,94 3,00 3,17 3,19

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 0,93 0,95 0,97 0,97 1,06 1,31 1,25 1,26 1,29 1,67 1,67 1,68

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 0,62 1,16 1,63 2,01 2,56 2,60 2,94 3,79 4,48 4,68 5,07 5,58

(9) 0,80 0,42 0,04 -0,39 -0,09 0,57 1,03 2,03 2,12 2,33 2,74 2,69

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

445

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.25 Table

Inflasi Tahun ke Tahun di Daerah Perdesaan di Provinsi Banten (2007=100), 2011 Year on Year Inflation Rate in Rural Areas in Banten Province (2007=100), 2011

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 7,05 6,69 6,31 6,44 6,65 7,64 7,60 6,22 5,19 4,54 4,28 3,61

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 3,08 2,92 3,18 3,81 4,91 5,52 5,54 5,14 4,82 4,49 4,34 4,09

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 10,59 8,16 8,11 6,75 6,81 5,64 4,63 4,54 2,96 3,63 3,22 1,25

(5) 5,46 6,47 5,98 6,12 5,84 6,11 5,88 5,78 5,53 5,32 4,67 5,45

446

Banten in Figures 2012

BAB XII

HARGA-HARGA

Lanjutan Tabel / Continued Table 12.25

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 1,77 2,60 2,24 2,42 2,40 2,79 3,18 3,84 2,93 2,96 3,17 3,19

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 1,55 1,56 1,57 1,58 1,61 2,86 2,27 1,80 0,96 1,51 1,68 1,68

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 4,60 4,90 5,33 5,78 5,72 5,40 5,50 5,71 5,31 4,99 5,19 5,58

(9) 7,30 6,31 6,17 5,73 5,90 5,83 5,34 4,93 3,84 3,95 3,67 2,69

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

447

PRICES

CHAPTER XII

Tabel 12.26 Table

Perkembangan Harga Gabah Kering Panen Menurut Bulan di Provinsi Banten (rupiah/kg), 2010-2012 Trend of Dry Unhusked Rice Prices by Month in Banten Province (rupiahs/kg), 2010-2012

Bulan Month 2010 (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December (2) 2 908 2 745 2 261 2 553 2 567 2 757 2 413 2 799 2 914 3 087 3 300 2 889 2 766

di Tingkat Petani in Farmer 2011 (3) 2 883 2 515 2 649 3 006 2 938 2 898 3 054 3 187 3 583 3 484 4 004 3 783 3 165 2012 (4) 4 550 3 117 3 240 3 288 3 727 3 836 3 626 2009 (5) 2 988 2 851 2 328 2 639 2 628 2 827 2 525 2 881 3 028 3 196 3 365 2 971 2 852

di Penggilingan in Mill 2010 (6) 2 997 2 605 2 685 3 095 3 038 2 961 3 142 3 231 3 727 3 630 4 077 3 862 3 254 2011 (7) 4 700 3 321 3 332 3 367 3 823 3 957 3 750

Ratarata / Average

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : Harga yang dimaksud adalah rata-rata harga gabah untuk kualitas Padi IR 64 dan Ciherang The prices is average of unhusked rice with IR 64 and Ciherang Paddy quality

448

Banten in Figures 2012

13
PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK
Population Expenditure and Consumption

BAB XIII

PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK

Penjelasan Teknis 1. Data pengeluaran dan konsumsi penduduk menurut kelompok barang diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel BPS pada Maret 2010 yang berbasiskan rumahtangga. 2. Pengeluaran / konsumsi rumahtangga yang dicakup dalam Susenas Panel - Maret 2010, dibedakan atas konsumsi makanan dan bukan makanan tanpa memperhatikan asal barang baik itu berasal dari pembelian, produksi sendiri maupun pemberian. Sedangkan pengeluaran rumahtangga terbatas pada pengeluaran untuk kebutuhan rumahtangga saja, tidak termasuk pengeluaran untuk keperluan usaha atau yang diberikan kepada pihak lain. 3. Pengeluaran / konsumsi makanan dirinci menjadi 215 komoditi, masing-masing dikumpulkan data kuantitas dan nilainya. 4. Untuk konsumsi bukan makanan pada umumnya yang dikumpulkan hanya data nilainya, kecuali untuk beberapa jenis pengeluaran tertentu, seperti penggunaan listrik, air, gas, dan bahan bakar minyak (BBM) yang juga dikumpulkan kuantitasnya.

Technical Notes 1. Data on consumer expenditure and consumption by commodity group of expenditure are obtained from the National Socio-Economic Survey (Susenas) Panel March 2010 based on household. 2. The data of consumption/ expenditure collected in Susenas Panel are divided into two groups, namely food and non-food consumption regardless of origin whether it comes from purchases, own production or delivery. Meanwhile, household spending is limited to expenditures for household needs only, not including expenses for business purposes or given to other parties.

3. Consumption/expenditure on food covers 215 commodities, both quantity data and values are collected. 4. For consumption of nonfood, the data collected in general are only their values, except for certain types of expenditure, such as electricity, water, gas, fuel, which are also collected for their quantity data.

Banten dalam Angka 2012

451

POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION

CHAPTER XIII

5. Pengeluaran untuk konsumsi makanan dihitung selama seminggu terakhir, sedangkan konsumsi bukan makanan sebulan dan setahun terakhir. Baik pengeluaran untuk konsumsi makanan maupun bukan makanan (pengeluaran setahun) selanjutnya dikonversikan ke dalam pengeluaran rata-rata sebulan. Angka-angka konsumsi/ pengeluaran per kapita diperoleh dari hasil bagi konsumsi seluruh rumahtangga (baik mengkonsumsi makanan maupun tidak) terhadap jumlah penduduk.

5. Expenditures for food consumption is calculated during last week, while non-food consumption is calculated for last month and last year. Both the expenditure for food and non food consumption (spending a year) and then translated into an average monthly expenditure. The figures of expenditure per capita consumption is obtained from the results for all households (whether or not to consume foods) to total population.

452

Banten in Figures 2012

BAB XIII

PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK

13.1 PENGELUARAN PENDUDUK POPULATION EXPENDITURE Tabel 13.1.1 Table Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang di Provinsi Banten (rupiah), 2010 dan 2011 Average monthly per Capita Expenditure by Commodity Group in Banten Province (rupiahs), 2010 and 2011
Kota Urban 2010 (2) 34 445 1 711 22 758 16 992 26 492 19 152 8 692 17 193 10 039 9 757 6 571 9 010 30 969 2011 (3) 34 491 1 932 24 931 16 988 24 664 23 554 8 131 16 856 11 227 9 232 6 426 8 035 35 201 Desa Rural 2010 (4) 48 470 1 368 17 232 7 118 9 710 15 741 6 938 10 593 7 936 9 598 5 032 6 236 55 592 32 952 2011 (5) 47 254 1 857 21 435 7 320 9 591 20 721 7 416 8 888 10 046 9 490 6 468 5 283 63 317 43 302 Kota+Desa Urban+Rural 2010 (6) 40 027 1 574 20 558 13 062 19 813 17 795 7 994 14 566 9 202 9 694 5 958 7 906 96 988 31 759 2011 (7) 38 745 1 907 23 766 13 766 19 640 22 610 7 893 14 200 10 833 9 318 6 440 7 118 114 486 37 901

Kelompok Barang Commodity Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan Total of non-food Jumlah / Total

124 356 140 065

338 137 361 733 234 516 262 388 296 896 328 623 168 253 171 643 175 720 160 052 26 220 12 621 71 650 89 154 16 384 14 263 12 512 13 096 470 739 460 829 808 876 822 562 65 498 50 903 13 694 23 922 2 386 4 037 73 795 127 357 139 031 63 365 126 044 127 827 5 311 21 235 10 185 26 184 52 654 68 166 2 482 10 813 10 336 3 265 9 139 9 819

160 440 174 402 347 242 365 364 394 956 436 790 644 138 693 987

Sumber / Source : BPS RI, diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Maret 2010 dan 2011 BPS Statistics of Indonesia, based on on Panel National Socio Economic Survey March 2010 and 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages

Banten dalam Angka 2012

453

POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION

CHAPTER XIII

Tabel 13.1.2 Table

Persentase Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang di Provinsi Banten (rupiah), 2010 dan 2011 Percentage of Monthly Average per Capita Expenditure by Commodity Group in Banten Province (rupiahs), 2010 and 2011
Kota Urban 2010 (2) 4,26 0,21 2,81 2,10 3,28 2,37 1,07 2,13 1,24 1,21 0,81 1,11 15,37 3,83 41,80 20,80 21,72 3,24 8,86 2,03 1,55 56,54 100,00 2011 (3) 4,19 0,23 3,03 2,07 3,00 2,86 0,99 2,05 1,37 1,12 0,78 0,98 17,03 4,28 43,98 20,87 19,46 1,53 10,84 1,73 1,59 56,02 100,00 Desa Rural 2010 (4) 12,27 0,35 4,36 1,80 2,46 3,99 1,76 2,68 2,01 2,43 1,27 1,58 14,08 8,34 59,38 16,58 12,89 3,47 6,06 0,60 1,02 40,62 100,00 2011 (5) 10,82 0,42 4,91 1,68 2,20 4,74 1,70 2,03 2,30 2,17 1,48 1,21 14,50 9,91 60,07 16,89 14,51 1,22 5,99 0,57 0,75 39,93 100,00 Kota+Desa Urban+Rural 2010 (6) 6,21 0,24 3,19 2,03 3,08 2,76 1,24 2,26 1,43 1,50 0,92 1,23 15,06 4,93 46,09 19,77 19,57 3,30 8,17 1,68 1,42 53,91 100,00 2011 (7) 5,58 0,27 3,42 1,98 2,83 3,26 1,14 2,05 1,56 1,34 0,93 1,03 16,50 5,46 47,36 20,03 18,42 1,47 9,82 1,49 1,41 52,64 100,00

Kelompok Barang Commodity Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan Total of non-food Jumlah / Total

Sumber / Source : BPS RI, diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Maret 2010 dan 2011 BPS Statistics of Indonesia, based on on Panel National Socio Economic Survey March 2010 and 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages

454

Banten in Figures 2012

BAB XIII

PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK

Tabel 13.1.3 Table

Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perkotaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah), 2011 Average Monthly per Capita Expenditure in Urban Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs), 2011
Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class Kurang dari 100.000 (2) 100.000 149.000 (3) 32 143 1 607 1 929 3 214 2 679 3 214 750 13 393 10 018 11 786 80 733 17 708 30 833 2 988 51 529 132 262 150.000 199.999 (4) 39 834 652 8 324 475 4 689 9 326 4 901 2 407 3 861 3 393 1 910 3 074 29 626 16 213 128 685 26 986 21 990 2 455 1 615 331 2 319 55 696 184 381 200.000 299.999 (5) 34 264 1 066 9 072 3 200 6 799 11 856 6 619 3 657 6 105 4 793 2 719 4 098 36 178 18 229 148 655 52 267 44 743 2 286 2 153 1 318 737 103 504 252 159

Kelompok Barang Commodity Group

(1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total

Banten dalam Angka 2012

455

POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION

CHAPTER XIII

Lanjutan Tabel / Continued Table 13.1.3

Kelompok Barang Commodity Group

Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class 300.000 499.999 (6) 34 488 1 566 15 366 6 752 14 609 18 083 8 304 6 334 8 718 6 794 4 644 6 623 76 379 28 045 236 705 79 411 63 225 3 730 6 316 3 453 1 200 157 335 394 040 500.000 749.999 (7) 34 155 1 791 22 610 16 422 21 072 23 175 8 537 12 542 11 054 9 383 6 502 8 467 118 535 36 616 330 861 136 405 107 808 9 070 18 297 6 352 5 146 283 078 613 939

Rata-rata per kapita Per capita 750.000 - 1.000.000 average 999.999 dan lebih (8) 33 729 2 467 29 332 21 311 27 552 27 433 7 660 20 212 14 291 10 623 7 646 9 839 175 033 44 838 431 966 209 124 155 599 15 853 34 256 11 052 7 336 (9) 34 881 2 688 43 946 34 112 47 454 34 357 8 754 38 060 15 450 13 518 9 711 10 358 268 724 45 760 607 773 353 850 384 129 29 690 326 159 42 674 43 588 (10) 34 491 1 932 24 931 16 988 24 664 23 554 8 131 16 856 11 227 9 232 6 426 8 035 140 065 35 201 361 733 171 643 160 052 12 621 89 154 14 263 13 096 460 829 822 562

(1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total

433 220 1 180 090 865 186 1 787 863

Sumber / Source : BPS RI, diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Maret 2011 BPS Statistics of Indonesia, based on on Panel National Socio Economic Survey March 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages

456

Banten in Figures 2012

BAB XIII

PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK

Tabel 13.1.4 Table

Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perdesaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah), 2011 Average monthly per Capita Expenditure in Rural Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs), 2011
Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class Kurang dari 100.000 (2) 100.000 149.000 (3) 40 398 839 7 875 222 3 468 6 283 2 996 1 197 3 183 5 271 2 336 1 914 9 209 6 789 91 980 23 451 11 181 2 999 932 146 38 709 130 689 150.000 199.999 (4) 41 787 1 404 9 017 5 121 6 136 9 264 3 401 2 557 4 676 5 019 2 922 2 892 17 372 10 710 122 278 30 741 19 346 1 925 904 144 738 53 798 176 076 200.000 299.999 (5) 51 347 1 622 12 673 3 394 4 951 15 126 6 718 4 130 6 649 8 810 4 331 3 730 25 779 24 928 174 188 38 674 28 587 2 888 1 479 757 1 746 74 131 248 319

Kelompok Barang Commodity Group

(1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total

Banten dalam Angka 2012

457

POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION

CHAPTER XIII

Lanjutan Tabel / Continued Table 13.1.4

Kelompok Barang Commodity Group

Rata-rata per kapita Per capita 300.000 - 500.000 - 750.000 - 1.000.000 average 499.999 749.999 999.999 dan lebih (6) 47 023 1 329 20 633 5 765 8 744 19 729 6 915 7 320 10 156 8 914 6 536 5 051 56 783 44 293 249 191 66 097 52 254 5 082 6 946 1 283 3 250 134 912 384 103 (7) 46 206 3 325 33 439 12 489 13 907 31 908 10 508 14 100 14 416 11 448 9 513 6 792 105 020 62 408 375 479 96 272 86 011 7 451 19 461 3 666 3 518 216 379 591 858 (8) 43 957 1 183 36 268 14 982 17 418 28 779 9 675 22 601 16 883 15 117 9 592 9 304 145 136 99 611 470 506 162 904 119 681 8 302 56 194 5 103 3 693 (9) 41 023 2 770 35 328 20 317 26 089 25 095 6 567 27 648 13 141 12 202 8 262 10 873 170 599 65 250 465 164 257 891 309 024 15 506 415 342 20 738 16 248 (10) 47 254 1 857 21 435 7 320 9 591 20 721 7 416 8 888 10 046 9 490 6 468 5 283 63 317 43 302 262 388 73 795 63 365 5 311 26 184 2 482 3 265 174 402 436 790

Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class

(1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total

355 877 1 034 749 826 383 1 499 913

Sumber / Source : BPS RI, diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Maret 2011 BPS Statistics of Indonesia, based on on Panel National Socio Economic Survey March 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages

458

Banten in Figures 2012

BAB XIII

PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK

Tabel 13.1.5 Table

Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perkotaan dan Perdesaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah), 2011 Average monthly per Capita Expenditure in Urban and Rural Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs), 2011
Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class Kurang dari 100.000 (2) 100.000 149.000 (3) 39 570 755 7 084 200 3 281 5 846 3 018 1 077 3 133 5 064 2 177 3 066 9 290 7 291 90 852 22 875 13 154 2 698 838 431 39 996 130 848 150.000 199.999 (4) 40 980 1 094 8 731 3 202 5 539 9 290 4 020 2 495 4 339 4 348 2 504 2 967 22 433 12 983 124 925 29 190 20 438 2 144 1 198 222 1 391 54 583 179 508 200.000 299.999 (5) 43 742 1 374 11 070 3 308 5 774 13 670 6 674 3 919 6 407 7 021 3 613 3 894 30 409 21 945 162 820 44 726 35 780 2 620 1 779 1 007 1 297 87 209 250 2029

Kelompok Barang Commodity Group

(1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total

Banten dalam Angka 2012

459

POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION

CHAPTER XIII

Lanjutan Tabel / Continued Table 13.1.5

Kelompok Barang Commodity Group

Rata-rata per kapita Per capita 300.000 - 500.000 - 750.000 - 1.000.000 average 499.999 749.999 999.999 dan lebih (6) 39 745 1 467 17 575 6 338 12 149 18 773 7 721 6 747 9 321 7 683 5 438 5 964 68 160 34 860 241 941 73 827 58 623 4 297 6 580 2 543 2 060 147 930 389 871 (7) 37 731 2 246 25 823 15 255 18 946 25 766 9 122 13 005 12 052 9 996 7 395 7 970 114 160 44 269 343 736 124 497 101 341 8 590 18 643 5 555 4 663 263 289 607 025 (8) 35 050 2 301 30 228 20 493 26 243 27 607 7 921 20 521 14 626 11 204 7 897 9 770 171 170 51 914 436 945 203 153 150 959 14 877 37 090 10 283 6 865 (9) 35 363 2 695 43 270 33 029 45 778 33 630 8 583 37 243 15 269 13 415 9 598 10 398 261 024 47 290 596 585 346 320 378 235 28 577 333 157 40 953 41 442 (10) 38 745 1 907 23 766 13 766 19 640 22 610 7 893 14 200 10 833 9 318 6 440 7 118 114 486 37 901 328 623 139 031 127 827 10 185 68 166 10 336 9 819 365 364 693 987

Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class

(1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total

423 227 1 168 684 860 172 1 765 269

Sumber / Source : BPS RI, diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Maret 2011 BPS Statistics of Indonesia, based on on Panel National Socio Economic Survey March 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages

460

Banten in Figures 2012

BAB XIII

PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK

Tabel 13.1.6 Table

Distribusi Pembagian Pengeluaran per Kapita dan Indeks Gini di Provinsi Banten, 2002-2011 Distribution of per Capita Expenditure and Gini Index in Banten Province, 2002- 2011

Distribusi Pembagian Pengeluaran per Kapita (persen) Distribution of per Capita Expediture (percent) Tahun / Year 40% Penduduk 40% Penduduk 20% Penduduk Berpengeluaran Berpengeluaran Berpengeluaran Rendah / Menengah / Tinggi / 40% Population 40% Population 20% Population with with with Low Expenditure Medium Expenditure High Expenditure (2) 20,08 18,79 18,66 19,54 20,67 17,80 17,19 (3) 38,31 36,36 36,44 37,83 36,91 34,85 34,93 (4) 41,61 44,85 44,90 42,63 42,42 47,35 47,88 Indeks Gini / Gini Index

(1) 2002 2005 2007 2008 2009 2010 2011

(5) 0,33 0,36 0,37 0,34 0,37 0,42 0,40

Sumber / Source : BPS RI, diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel 2002-2007 dan Maret 2008-2011 BPS Statistics of Indonesia, based on on Panel National Socio Economic Survey, 2002-2007 and March 2008-2011

Banten dalam Angka 2012

461

POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION

CHAPTER XIII

13.2 KONSUMSI KALORI DAN PROTEIN CALORY AND PROTEIN CONSUMPTION Tabel 13.2.1 Table Rata-rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari Menurut Kelompok Makanan di Provinsi Banten (kkal), 2010 dan 2011 Daily Average per Capita Calory Consumption by Food Group in Banten Province (kcal), 2010 and 2011
Kota Urban 2010 (2) 755,79 15,77 43,71 73,20 86,99 31,94 64,33 36,01 240,64 76,83 17,33 89,72 410,49 2011 (3) Desa Rural 2010 (4) 2011 (5) Kota+Desa Urban+Rural 2010 (6) 876,82 22,10 44,02 55,81 66,75 33,63 60,97 39,02 223,74 76,71 18,73 76,82 369,13 2011 (7) 880,43 27,27 45,63 57,98 65,18 32,31 60,10 38,74 224,64 77,69 21,39 69,24 386,94

Kelompok Makanan Food Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Jumlah / Total

756,30 1 059,88 1 128,75 20,72 31,68 40,38 44,83 44,48 47,23 69,63 29,49 34,68 79,08 36,14 37,38 29,61 36,19 37,72 60,95 55,88 58,39 35,23 43,57 45,75 226,62 198,19 220,67 72,90 76,53 87,27 19,13 20,85 25,91 77,50 57,31 52,73 418,63 306,58 323,55

1 942,75 1 911,13 1 996,77 2 140,41 1 964,25 1 987,54

Sumber / Source : BPS RI, diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Maret 2010 dan 2011 BPS Statistics of Indonesia, based on on Panel National Socio Economic Survey March 2010 and 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages

462

Banten in Figures 2012

BAB XIII

PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK

Tabel 13.2.2 Table

Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari Menurut Kelompok Makanan di Provinsi Banten (gram), 2010 dan 2011 Daily Average per Capita Protein Consumption by Food Group in Banten Province (gram), 2010 and 2011
Kota Urban 2010 (2) 17,73 0,21 7,76 4,72 4,82 1,78 6,08 0,46 0,08 1,22 0,71 1,86 13,01 60,44 2011 (3) 17,74 0,21 7,97 4,57 4,32 1,72 5,74 0,39 0,08 1,30 0,77 1,58 12,86 59,26 Desa Rural 2010 (4) 24,83 0,25 7,32 1,85 2,11 2,16 5,03 0,51 0,16 1,22 0,95 1,20 7,57 55,16 2011 (5) 26,44 0,32 7,81 2,16 2,19 2,19 5,45 0,46 0,14 1,33 1,21 1,12 8,27 59,08 Kota+Desa Urban+Rural 2010 (6) 20,56 0,22 7,58 3,58 3,75 1,93 5,67 0,48 0,11 1,22 0,81 1,60 10,85 58,36 2011 (7) 20,64 0,25 7,92 3,76 3,61 1,87 5,64 0,42 0,10 1,31 0,92 1,43 11,33 59,20

Kelompok Makanan Food Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Jumlah / Total

Sumber / Source : BPS RI, diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Maret 2010 dan 2011 BPS Statistics of Indonesia, based on on Panel National Socio Economic Survey March 2010 and 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages

Banten dalam Angka 2012

463

POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION

CHAPTER XIII

Tabel 13.2.3 Table

Rata-rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari (kkal) Menurut Kelompok Makanan dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan (rupiah) di Provinsi Banten, 2011 Daily Average per Capita Calory Consumption (kcal) by Food Group and Monthly per Capita Expenditure Class (rupiahs) in Banten Province, 2011
Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class Kurang dari 100.000 (2) 100.000 149.000 (3) 1 052,28 22,88 20,90 1,14 10,68 29,43 20,06 7,46 83,01 44,08 9,70 55,52 155,36 1 512,50 150.000 199.999 (4) 1 033,54 24,91 26,91 20,34 24,24 21,93 31,96 26,49 119,65 43,63 9,67 33,01 205,27 1 621,55 200.000 299.999 (5) 1 033,69 35,48 33,55 16,53 24,61 29,24 50,70 35,12 176,72 62,04 18,44 41,86 229,69 1 787,67

Kelompok Makanan Food Group

(1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Jumlah / Total

464

Banten in Figures 2012

BAB XIII

PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK

Lanjutan Tabel / Continued Table 13.2.3

Kelompok Makanan Food Group

Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class 300.000 499.999 (6) 943,43 28,81 40,49 32,59 48,49 30,90 59,14 31,81 210,85 71,82 21,23 60,58 344,79 500.000 749.999 (7) 847,56 29,06 48,80 69,19 71,26 34,88 65,44 34,47 247,98 83,98 22,03 77,74 417,51

Rata-rata per kapita Per capita 750.000 - 1.000.000 average 999.999 dan lebih (8) 753,61 21,62 52,66 93,57 95,02 31,95 63,70 45,94 263,00 89,24 21,19 90,25 481,08 (9) 710,47 18,52 61,89 114,62 116,19 36,56 67,91 58,78 264,79 96,38 26,23 93,95 553,17 (10) 880,43 27,27 45,63 57,98 65,18 32,31 60,10 38,74 224,64 77,69 21,39 69,24 386,94

(1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Jumlah / Total

1 924,93

2 049,90

2 102,83

2 219,46

1 987,54

Sumber / Source : BPS RI, diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel 2011 BPS Statistics of Indonesia, based on on Panel National Socio Economic Survey 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages

Banten dalam Angka 2012

465

POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION

CHAPTER XIII

Tabel 13.2.4 Table

Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari (gram) Menurut Kelompok Makanan dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan (rupiah) di Provinsi Banten, 2011 Daily Average per Capita Protein Consumption (gram) by Food Group and Monthly per Capita Expenditure Class (rupiahs) in Banten Province, 2011
Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class Kurang dari 100.000 (2) 100.000 149.000 (3) 24,65 0,15 3,42 0,07 0,85 1,98 1,98 0,10 0,03 0,61 0,52 0,87 2,97 38,20 150.000 199.999 (4) 24,20 0,19 4,35 1,19 1,78 1,42 2,97 0,23 0,07 0,53 0,53 0,70 4,87 43,03 200.000 299.999 (5) 24,21 0,27 5,64 1,09 1,59 1,71 4,69 0,35 0,07 1,00 0,91 0,88 5,67 48,08

Kelompok Makanan Food Group

(1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Jumlah / Total

466

Banten in Figures 2012

BAB XIII

PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK

Lanjutan Tabel / Continued Table 13.2.4

Kelompok Makanan Food Group

Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class 300.000 499.999 (6) 22,11 0,24 6,83 2,06 2,70 1,77 5,60 0,33 0,11 1,25 0,91 1,28 9,25 54,44 500.000 749.999 (7) 19,89 0,28 8,44 4,39 3,87 2,01 6,21 0,37 0,11 1,40 0,92 1,63 11,79 61,31

Rata-rata per kapita Per capita 750.000 - 1.000.000 average 999.999 dan lebih (8) 17,67 0,24 9,43 5,98 5,11 1,80 5,93 0,49 0,09 1,57 0,86 1,78 15,24 66,19 (9) 16,67 0,24 11,19 7,75 6,29 2,15 6,30 0,69 0,10 1,60 1,04 1,88 18,83 74,73 (10) 20,64 0,25 7,92 3,76 3,61 1,87 5,64 0,42 0,10 1,31 0,92 1,43 11,33 59,20

(1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. food item Makanan & minuman jadi 1) Prepared food & beverages 1) Jumlah / Total

Sumber / Source : BPS RI, diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel 2011 BPS Statistics of Indonesia, based on on Panel National Socio Economic Survey 2011 Catatan / Note :
1)

Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages

Banten dalam Angka 2012

467

POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION

CHAPTER XIII

13.3 KETERSEDIAAN PANGAN FOOD AVAILABILITY Tabel 13.3.1 Table Perkembangan Persediaan Beras di Provinsi Banten (ton), 2011 Trend of Rice Stock in Banten Province (ton), 2011

Bulan Month (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December

Stok Awal Pre Stock (2) 5 358,40 13 659,17 4 977,87 50 961,53 89 249,10 80 703,90 74 752,47 61 275,51 46 434,80 34 799,56 33 392,86 36 350,01

Pemasukan In (3) 11 533,60 10 377,30 58 352,70 47 712,65 6 165,14 6 757,03 3 161,81 6 000,00 23 736,65 21 058,57 16 004,71 19 069,60

Stok Dikuasai Stock Controlled (4) 16 892,00 24 036,47 63 330,57 98 674,17 95 414,24 87 460,93 77 914,28 67 275,51 70 171,45 55 858,13 49 397,57 55 419,61

Pengeluaran Out (5) 3 232,83 19 058,60 12 369,05 9 425,07 14 710,34 12 708,46 16 638,77 20 840,71 35 371,89 22 465,27 13 047,56 26 366,94

Stok Akhir Final Stock (6) 13 659,17 4 977,87 50 961,53 89 249,10 80 703,90 74 752,47 61 275,51 46 434,80 34 799,56 33 392,86 36 350,01 29 052,67

Sumber / Source : Bulog Subdivre di Provinsi Banten Regional Sub Divisions Office of Logistics Affairs Agency in Banten Province

468

Banten in Figures 2012

BAB XIII

PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK

Tabel 13.3.2 Table

Laporan Kontrak dan Realisasi Pengadaan Beras di Provinsi Banten (ton), 2010-2011 Report of Actual Procurement and Contract of Rice in Banten Province (ton), 2010-2011

2010 Mitra Kerja Contractors (1) Sub Dolog Serang Mitra Kerja ada DN Satgas UPGB Sub Jumlah/Total Sub Dolog Lebak Mitra Kerja ada DN Satgas UPGB Sub Jumlah/ Total Sub Dolog Tangerang Mitra Kerja ada DN Satgas UPGB Sub Jumlah/ Total Kontrak Contract (ton) (2) Realisasi Realization (ton) (3) Kontrak Contract (ton) (4)

2011 Realisasi Realization (ton) (6)

7 485 360 7 845

7 374 360 7 734

855 855

855 855

10 590 90 10 680

10 590 90 10 680

4 073 60 4 133

3 978 60 4 038

10 090 10 090

9 931 9 931

1 000 1 000

992 992

Total Dolog Banten Mitra Kerja ada DN Satgas UPGB Jumlah/ Total

28 165 360 90 28 615

27 895 360 90 28 345

5 928 60 5 988

5 825 60 5 885

Sumber / Source : Bulog Subdivre di Provinsi Banten Regional Sub Divisions Office of Logistics Affairs Agency in Banten Province

Banten dalam Angka 2012

469

POPULATION EXPENDITURE AND CONSUMPTION

CHAPTER XIII

Tabel 13.3.3 Table

Realisasi Penyaluran Raskin (ton) di Provinsi Banten, 2009-2011 Realization of Distribution of Rice for Poor Community in Banten Province, 2009-2011

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

8 281,89 20 990,54 20 554,29 13 743,18

15 834,59 24 690,95 23 681,83 15 316,21

22 514,91 28 566,77 30 688,40 16 967,15

3 190,62 2 592,66 3 081,93 1 041,12

1 279,88 2 754,08 3 358,14 1 643,42

893,63 2 872,98 3 656,70 2 914,89


109 075,42

Provinsi Banten

73 476,23

88 559,10

Sumber / Source : Perum Bulog Subdivre. Banten Regional Sub Divisions Office of Logistics Affairs Agency Banten Province

470

Banten in Figures 2012

14
PERDAGANGAN LUAR NEGERI
Foreign Trade

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Penjelasan Teknis 1. Sistem pencatatan Statistik Ekspor dan Impor adalah "General Trade" dengan wilayah pencatatan meliputi seluruh wilayah kepabeanan Indonesia. Sebelum tahun 2008, sistem pencatatan Statistik Impor adalah "Special Trade" dengan wilayah pencatatan meliputi seluruh wilayah kepabeanan Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang diperlakukan sebagai luar negeri. 2. Pengesahan dokumen kepabeanan ekspor dan impor dilakukan oleh Bea dan Cukai berdasarkan Persetujuan Muat/Bongkar Barang. 3. Data ekspor berasal dari dokumen kepabeanan BC 3.0 atau yang disebut dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang diisi oleh eksportir. 4. Data impor berasal dari dokumen kepabeanan BC 2.0 atau yang disebut dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan dokumen kepabeanan BC 2.3 yang mencatat impor barang dari Luar Negeri ke Kawasan Berikat.

Technical Notes 1. The recording of export and import statistics is based on General Trade System covering all Indonesian customs areas. Before 2008, the recording of import statistics is based on Special Trade System, which covers all Indonesian customs areas except bounded zone, which are regarded as "abroad".

2. The legalization of customs export and import documents is conducted by the Customs and Excise Office.

3. The export data are compiled based on customs export documents BC 3.0 or known as Export Declarations (PEB), filled by exporters. 4. The import data are compiled based on customs import documents BC 2.0 or known as Import Declarations Form (PIB) and customs import documents BC 2.3 which records import goods from foreign country to Bounded Zones Area. 5. Goods send abroad for processing purposes are recorded as export while its product sent to Indonesia are recorded as import.

5. Barang-barang yang dikirim ke luar negeri untuk diolah dicatat sebagai ekspor, sedangkan hasil olahan yang dikembalikan ke Indonesia dicatat sebagai impor.

Banten dalam Angka 2012

473

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

6. Barang-barang luar negeri yang diolah di dalam negeri dicatat sebagai barang impor meskipun barang olahan tersebut akan kembali ke luar negeri. 7. Barang-barang yang tidak dicakup dalam pencatatan : a. Pakaian dan barang-barang perhiasan penumpang. b. Barang-barang bawaan penumpang dari luar negeri untuk dipakai sendiri, kecuali lemari es, pesawat televisi dan sebagainya. c. Barang-barang untuk keperluan perwakilan kedutaan suatu negara. d. Barang-barang ekspedisi dan ekshibisi atau pameran. e. Barang-barang untuk militer, yang diimpor langsung oleh angkatan bersenjata. f. Pembungkus/peti kemas untuk diisi kembali. g. Barang-barang contoh 8. Sistem pengolahan dokumen impor/ekspor Indonesia adalah sistem "Carry Over" yaitu dokumen ditunggu selama satu bulan, setelah bulan berjalan, sedangkan dokumen-dokumen yang terlambat akan diolah pada bulan berikutnya. Dengan demikian dokumen bulanbulan sebelumnya yang terlambat diterima dan masuk pada bulan berjalan, diperlakukan sebagai dokumen bulan pengolahan.

6. Foreign goods processed in Indonesia are still recorded as imports although the products will be sent to abroad.

7. The following goods are not included in the statistics : a. Clothings and passengers' jewelry. b. Luggage of passengers for own use, except refrigerators, television sets, etc. c. Goods imported for the use of foreign representive countries/embassies. d. Goods for expeditions, and shows or exhibitions. e. Military goods directly imported by the Armed Forces f. Packings/containers to be refilled. g. Bank notes and securities h. Sample goods

8. The carry-over system is used in processing Indonesian export and import documents. Documents are processed one month after the current month, while those received later will be processed for the succeeding month. This means previous documents received in the current month will be treated as processed documents.

474

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

9. Negara utama adalah negara yang mempunyai nilai ekspor/ impor terbesar. 10. Pelabuhan utama adalah pelabuhan yang mempunyai nilai ekspor/ impor terbesar.

9. Major country is country which recorded the biggest of export or import value. 10. Major port is port which recorded the biggest of export or import value.

Banten dalam Angka 2012

475

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Neraca Perdagangan Luar Negeri Provinsi Banten 14.1 (juta US$), 2009-2012 Table Foreign Trade Balance of Banten Province (million US$), 2009-2012

Tahun / Year (1) 2009 2010 2011 2012 Januari / January Februari / February Maret / March

Nilai Ekspor Export Value (FOB) (2) 5 806,38 8 365,21 10 144,12 2 499,42 850,27 804,33 844,82

Nilai Impor Import Value (CIF) (3) 5 516,44 7 675,59 10 535,84 2 602,43 648,95 1 151,33 802,15

Ekspor Neto Net Export (4) 289,94 689,62 - 391,72 -103,01 201,32 -347,00 42,67

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

476

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Tabel Volume Ekspor Provinsi Banten 14.2 Menurut Bulan (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Table Volume of Exports of Banten Province by Month (Net weight : thousand tons), 2009-2011

Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December

2009 (2) 331,70 287,07 319,68 277,35 297,00 280,99 287,58 270,95 425,00 318,82 354,70 310,24

2010 (3) 353,76 294,60 498,66 345,37 409,89 312,32 393,65 331,36 269,34 472,89 493,66 460,59

2011 (4) 392,11 327,12 403,87 449,84 347,61 367,19 360,83 415,01 369,97 327,04 267,55 375,61

Jumlah / Total

3 761,08

4 636,10

4 403,76

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

477

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Nilai Ekspor Provinsi Banten 14.3 Menurut Bulan (Nilai FOB : juta US$), 2009-2011 Table Value of Exports of Banten Province by Month (FOB value : million US$), 2009-2011

Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December

2009 (2) 414,49 410,75 425,55 452,62 497,44 498,38 491,51 484,33 520,20 524,10 521,72 565,28

2010 (3) 622,31 558,17 730,27 678,86 727,28 682,48 700,42 703,80 536,89 774,01 820,27 830,45

2011 (4) 769,09 719,93 836,36 948,18 877,65 889,57 972,44 889,93 784,49 805,23 760,99 890,25

Jumlah / Total

5 806,38

8 365,21

10 144,12

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

478

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Tabel Volume Ekspor Provinsi Banten 14.4 Menurut Pelabuhan/Bandara Muat Table (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Exports of Banten Province by Port (Net weight : thousand tons), 2009-2011

Pelabuhan / Bandara Muat Port (1) Banten : 1. Bandara Soekarno-Hatta / Soekarno - Hatta Airport 2. Pelabuhan Merak / Merak Port 3. Pelabuhan Cigading / Cigading Port 4. Pelabuhan Tanjung Leneng / Tanjung Leneng Port 5. Pelabuhan Tanjung Sekong / Tanjung Sekong Port Luar Banten / Non Banten : 1. Bandara Halim PK / Halim PK Air Port 2. Pelabuhan Tanjung Priok / Tanjung Priok Port 3. Pelabuhan Lainnya / Other Port

2009 (1) 1 678,79 5,71 964,32 320,40 386,18 2,18

2010 (2) 2 088,74 9,43 1 106,06 346,69 625,39 1,17

2011 (3) 1 953,70 11,73 964,73 503,93 467,82 5,49

2 082,29 0,00 2 082,18 0,10

2 547,36 0,00 2 546,61 0,75

2 450,06 0,00 2 449,85 0,20

Jumlah / Total

3 761,08

4 636,10

4 403,76

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

479

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Nilai Ekspor Provinsi Banten 14.5 Menurut Pelabuhan/Bandara Muat Table (Nilai FOB : juta US$), 2009-2011 Value of Exports of Banten Province by Port (FOB value: million US$), 2009-2011

Pelabuhan / Bandara Muat Port (1) Banten : 1. Bandara Soekarno-Hatta / Soekarno - Hatta Airport 2. Pelabuhan Merak / Merak Port 3. Pelabuhan Cigading / Cigading Port 4. Pelabuhan Tanjung Leneng / Tanjung Leneng Port 5. Pelabuhan Tanjung Sekong / Tanjung Sekong Port Luar Banten / Non Banten : 1. Bandara Halim PK / Halim PK Air Port 2. Pelabuhan Tanjung Priok / Tanjung Priok Port 3. Pelabuhan Lainnya / Other Port

2009 (1) 1 007,84 127,79 509,12 58,59 307,96 4,38

2010 (2) 1 632,62 206,76 765,61 138,48 517,89 3,88

2011 (3) 1 928,42 277,99 902,58 179,79 557,86 10,21

4 798,53 0,03 4 798,32 0,18

6 732,59 0,10 6 729,28 3,20

8 215,70 0,14 8 215,08 0,48

Jumlah / Total

5 806,38

8 365,21

10 144,12

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

480

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Tabel Volume Ekspor Provinsi Banten 14.6 Menurut Negara Tujuan (Berat bersih : ribu ton), Table 2009-2011 Volume of Exports of Banten Province by Country of Destination (Net weight : thousand tons), 2009-2011
Negara Tujuan Country of Destination (1) ASIA ASEAN Thailand Malaysia Singapura / Singapore Vietnam / Viet Nam Filipina / Philippines Myanmar Kamboja / Cambodia Timor Lorosae Brunei Darussalam Laos / Lao PDR Asia Lainnya / Rest of Asia RRC / China, Peoples Rep. of Jepang / Japan Korea Selatan / Korea, Republic of India Uni Emirat Arab / United Arab Emirates Taiwan / Taiwan, Province of China Hong Kong / Hong Kong SAR Arab Saudi / Saudi Arabia Bangladesh Srilanka Lainnya / Others AFRIKA / AFRICA Mesir / Egypt Afrika Selatan / South Africa Benin Kenya Aljazair / Algeria Lainnya / Rest of Africa 2009 (2) 2010 (3) 2011 (4)

256,27 466,85 412,23 131,90 68,16 25,59 3,87 0,40 1,43 0,25 628,74 208,66 223,55 141,29 42,25 84,66 39,93 44,66 32,51 47,44 76,01 35,50 40,84 1,21 4,03 12,95 58,08

305,71 497,68 339,64 154,35 157,91 30,19 4,57 0,92 1,93 0,23 534,97 236,59 362,81 258,22 87,71 93,87 34,07 48,97 61,88 57,65 96,32 67,68 33,09 0,96 166,64 14,96 90,20

335,03 453,41 250,50 117,86 90,10 27,88 5,04 1,45 1,46 0,10 686,53 244,04 265,09 173,76 113,14 69,70 29,11 47,24 31,59 30,37 115,05 49,46 62,44 78,45 41,42 12,54 66,93

Banten dalam Angka 2012

481

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Lanjutan Tabel / Continued Table 14.6

Negara Tujuan Country of Destination (1) AUSTRALIA & OCEANIA Australia Selandia Baru / New Zealand Oceania Lainnya / Rest of Oceania AMERIKA / AMERICA NAFTA Amerika Serikat / United States Meksiko / Mexico Kanada / Canada Amerika Lainnya / Rest of America Brazil Panama Chili / Chile Argentina Peru Lainnya / Others EROPA / EUROPE Uni Eropa / European Union Belgia / Belgium Jerman / Germany Federal Republic of Inggris / United Kingdom Belanda / Netherlands Italia / Italy Prancis / France Spanyol / Spain Uni Eropa Lainnya / Others

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

89,28 11,88 5,17

111,84 75,87 6,78

235,50 13,66 22,26

212,35 13,89 6,01 21,08 4,03 4,94 3,38 3,39 18,70

230,01 11,33 9,81 49,18 3,68 6,07 5,64 32,83 23,29

217,53 13,87 9,35 41,45 5,20 6,36 6,55 6,89 41,37

26,58 27,19 34,94 22,02 22,04 20,05 30,73 28,19

32,92 36,65 37,54 24,30 28,61 14,92 58,79 28,98

40,96 38,73 49,17 30,34 52,73 21,06 20,00 59,28

482

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Lanjutan Tabel / Continued Table 14.6

Negara Tujuan Country of Destination (1) Eropa Lainnya / Rest of Europe Turki / Turkey Federasi Rusia / Russian Federation Ukrainia / Ukraine Lainnya / Others Jumlah / Total

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

48,40 6,84 2,19 8,57 3 761,08

45,36 10,08 3,49 8,44 4 636,10

38,72 13,57 7,80 11,74 4 403,76

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

483

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Nilai Ekspor Provinsi Banten 14.7 Menurut Negara Tujuan (Nilai FOB : juta US$), Table 2009-2011 Value of Exports of Banten Province by Country of Destination (FOB value : million US$), 2009-2011
Negara Tujuan Country of Destination (1) ASIA ASEAN Thailand Malaysia Singapura / Singapore Vietnam / Viet Nam Filipina / Philippines Myanmar Kamboja / Cambodia Timor Lorosae Brunei Darussalam Laos / Lao PDR Asia Lainnya / Rest of Asia RRC / China, Peoples Rep. of Jepang / Japan Korea Selatan / Korea, Republic of India Uni Emirat Arab / United Arab Emirates Taiwan / Taiwan, Province of China Hong Kong / Hong Kong SAR Arab Saudi / Saudi Arabia Bangladesh Srilanka Lainnya / Others AFRIKA / AFRICA Mesir / Egypt Afrika Selatan / South Africa Benin Kenya Aljazair / Algeria Lainnya / Rest of Africa 2009 (2) 2010 (3) 2011 (4)

264,12 353,15 362,69 160,73 119,65 13,76 2,84 0,57 2,33 0,42 462,78 444,80 240,37 120,11 62,01 90,06 88,88 40,01 32,46 42,41 92,08 40,35 48,83 1,33 5,10 27,81 70,45

472,93 513,61 348,75 232,96 254,78 20,15 4,86 1,76 1,90 0,63 662,23 626,68 398,29 244,60 109,79 110,76 101,77 70,40 62,21 59,06 117,86 76,55 52,50 1,32 115,18 43,34 92,06

697,78 613,52 332,13 244,57 226,75 23,10 7,53 2,60 1,49 0,13 928,02 828,31 426,10 185,57 164,72 118,33 107,91 96,41 47,81 44,64 150,40 98,24 93,06 78,98 40,57 36,42 101,16

484

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Lanjutan Tabel / Continued Table 14.7

Negara Tujuan Country of Destination (1) AUSTRALIA & OCEANIA Australia Selandia Baru / New Zealand Oceania Lainnya / Rest of Oceania AMERIKA / AMERICA NAFTA Amerika Serikat / United States Meksiko / Mexico Kanada / Canada Amerika Lainnya / Rest of America Brazil Panama Chili / Chile Argentina Peru Lainnya / Others EROPA / EUROPE Uni Eropa / European Union Belgia / Belgium Jerman / Germany Federal Republic of Inggris / United Kingdom Belanda / Netherlands Italia / Italy Prancis / France Spanyol / Spain Uni Eropa Lainnya / Others

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

108,41 17,95 9,98

147,72 43,79 19,71

193,49 24,41 50,05

1 035,11 54,48 34,93 61,01 20,83 25,63 14,23 8,95 33,96

1 366,59 71,71 62,86 143,36 33,69 38,96 27,81 29,20 49,79

1 620,77 106,58 79,61 180,66 58,68 53,73 39,99 27,14 83,95

210,51 198,21 187,17 119,40 106,79 99,31 61,52 67,94

264,78 250,53 239,31 150,56 145,81 103,94 108,26 90,95

340,81 303,33 287,88 206,04 179,36 131,68 110,22 136,59

Banten dalam Angka 2012

485

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Lanjutan Tabel / Continued Table 14.7

Negara Tujuan Country of Destination (1) Eropa Lainnya / Rest of Europe Turki / Turkey Federasi Rusia / Russian Federation Ukrainia / Ukraine Lainnya / Others Jumlah / Total

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

68,20 35,62 8,47 27,69 5 806,38

91,36 44,31 11,85 31,41 8 365,21

100,99 70,49 19,43 41,98 10 144,12

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

486

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Tabel Volume Ekspor Provinsi Banten 14.8 Menurut Golongan SITC (Berat bersih : ribu ton), Table 2009-2011 Volume of Exports of Banten Province by SITC Group (Net weight : thousand tons), 2009-2011

SITC (1) 0 1 2 3

Golongan Barang Commodity Group (2) Bahan makanan dan binatang hidup / Food and live animals Minuman dan tembakau / Beverages and tobacco Bahan-bahan makanan, tidak untuk dimakan / Raw materials, inedible Bahan bakar pelikan, penyemir dan bahan-bahan yang berkenaan dengan itu / Mineral fuels, lubricants, and related materials Lemak serta minyak hewan dan nabati / Animal and vegetable oils and fats Bahan-bahan kimia / Chemicals Barang-barang buatan pabrik dirinci menurut bahan / Manufactured goods classified by materials Mesin dan alat pengangkutan / Machinery and transport equipment Berbagai jenis barang buatan pabrik / Miscellaneous manufactured articles Barang-barang transaksi tidak dirinci / Commodities and transactions not further specified

2009 (3) 62,82 1,25 215,68 528,54

2010 (4) 80,86 1,43 200,94 1 035,64

2011 (5) 115,06 0,78 373,12 739,63

4 5 6

0,20 1 344,81 1 315,37

0,50 1 523,92 1 439,49

1,09 1 256,54 1 533,84

7 8 9

111,70 180,71 -

124,61 228,70 -

135,90 247,81 -

Jumlah / Total

3 761,08

4 636,10

4 403,76

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

487

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Nilai Ekspor Provinsi Banten 14.9 Menurut Golongan SITC (Nilai FOB : juta US$), Table 2009-2011 Value of Exports of Banten Province by SITC Group (FOB value: million US$), 2009-2011

SITC (1) 0 1 2 3

Golongan Barang Commodity Group (2) Bahan makanan dan binatang hidup / Food and live animals Minuman dan tembakau / Beverages and tobacco Bahan-bahan makanan, tidak untuk dimakan / Raw materials, inedible Bahan bakar pelikan, penyemir dan bahan-bahan yang berkenaan dengan itu / Mineral fuels, lubricants, and related materials Lemak serta minyak hewan dan nabati / Animal and vegetable oils and fats Bahan-bahan kimia / Chemicals Barang-barang buatan pabrik dirinci menurut bahan / Manufactured goods classified by materials Mesin dan alat pengangkutan / Machinery and transport equipment Berbagai jenis barang buatan pabrik / Miscellaneous manufactured articles Barang-barang transaksi tidak dirinci / Commodities and transactions not further specified

2009 (3) 156,57 1,00 101,78 327,41

2010 (4) 210,36 1,04 129,08 754,19

2011 (5) 366,00 0,59 201,19 696,36

4 5 6

0,12 1 141,84 1 610,17

0,51 1 576,86 2 360,83

1,23 1 718,85 3 047,99

7 8 9

537,71 1 929,79 -

706,90 2 625,43 -

829,39 3 282,52 -

Jumlah / Total

5 806,38

8 365,21

10 144,12

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

488

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Tabel Volume Ekspor Provinsi Banten 14.10 Menurut Sepuluh Golongan HS 2 Dijit Table (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Exports of Banten Province by Ten of 2 Digit HS Group (Net weight : thousand tons), 2009-2011
HS (1) 64 74 39 27 29 40 62 Golongan Barang Commodity Group (2) Alas kaki / Footwear, gaiters and the like, Parts of such articles Tembaga / Copper and articles thereof Plastik dan barang dari plastik / Plastics and articles thereof Bahan bakar mineral / Mineral fuels, mineral oils and product of their destilation Bahan kimia organik / Organic chemicals Karet dan barang dari karet / Rubber and artilles thereof Pakaian jadi bukan rajutan / Articles of apparel and clothing accessories, not knitted or not crocheteds Kertas atau karton / Paper and paperboard, articles of paper pulp Mesin atau peralatan listrik / Electrical machinery and equipments Barang-barang rajutan / Articles of apparel and clothing accessories, knitted or crocheteds 2009 (3) 71,85 70,98 434,83 528,54 623,48 18,82 16,54 2010 (4) 103,39 95,02 491,07 1 035,64 602,07 58,53 18,64 2011 (5) 123,55 90,90 446,74 740,23 580,16 130,02 18,88

48 85 61

575,28 43,22 16,60

671,21 46,05 20,23

527,32 45,60 19,36

Jumlah Sepuluh Golongan Barang / Total of Ten of 2 Digit HS Group Total Ekspor / Total Export

2 400,14 3 761,08

3 141,86 4 636,10

2 722,75 4 403,76

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

489

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Nilai Ekspor Provinsi Banten 14.11 Menurut Sepuluh Golongan HS 2 Dijit Table (Nilai FOB : juta US$), 2009-2011 Value of Exports of Banten Province by Ten of 2 Digit HS Group (FOB value : million US$), 2009-2011
HS (1) 64 74 39 27 29 40 62 Golongan Barang Commodity Group (2) Alas kaki / Footwear, gaiters and the like, Parts of such articles Tembaga / Copper and articles thereof Plastik dan barang dari plastik / Plastics and articles thereof Bahan bakar mineral / Mineral fuels, mineral oils and product of their destilation Bahan kimia organik / Organic chemicals Karet dan barang dari karet / Rubber and artilles thereof Pakaian jadi bukan rajutan / Articles of apparel and clothing accessories, not knitted or not crocheteds Kertas atau karton / Paper and paperboard, articles of paper pulp Mesin atau peralatan listrik / Electrical machinery and equipments Barang-barang rajutan / Articles of apparel and clothing accessories, knitted or crocheteds 2009 (3) 1 085,65 391,73 509,85 327,41 411,52 45,91 365,97 2010 (4) 1 621,44 717,30 701,98 754,19 578,94 202,37 410,03 2011 (5) 2 127,32 833,87 765,54 696,77 673,83 552,32 491,89

48 85 61

373,65 237,20 277,41

552,97 351,75 357,70

481,25 402,41 391,83

Jumlah Sepuluh Golongan Barang / Total of Ten of 2 Digit HS Group Total Ekspor / Total Export

4 026,30 5 806,38

6 248,67 8 365,21

7 417,04 10 144,12

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

490

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Tabel Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Jenis Produk 14.12 (Nilai FOB : juta US$), 2009-2011 Table Value of Exports of Banten Province by Type of Product (FOB value : million US$), 2009-2011

Jenis Produk / Type of Product (1) Migas / Oil and Gas Pertanian / Agriculture Industri Pengolahan / Manufacturing Industry Pertambangan dan Lainnya / Mining and others

2009 (2) 224,85 11,76 5 567,00 2,76

2010 (3) 594,32 13,81 7 754,53 2,54

2011 (4) 529,09 40,16 9 559,20 15,66

Jumlah / Total

5 806,38

8 365,21

10 144,12

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

491

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Volume Impor Provinsi Banten 14.13 Menurut Bulan (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Table Volume of Imports of Banten Province by Month (Net weight : thousand tons), 2009-2011

Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December

2009 (2) 556,67 569,87 550,69 951,96 803,91 1 349,08 1 079,47 1 122,29 849,20 1 161,53 979,34 827,78

2010 (3) 899,84 1 200,06 965,31 1 118,60 1 009,01 1 188,52 1 294,01 1 101,11 831,12 903,04 1 589,66 1 594,12

2011 (4) 1 016,09 1 133,35 1 249,41 1 197,38 1 123,09 1 685,56 1 257,86 1 531,71 1 177,28 1 131,72 1 078,38 1 366,79

Jumlah / Total

10 801,79

13 694,39

14 948,63

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

492

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Tabel Nilai Impor Provinsi Banten 14.14 Menurut Bulan (Nilai CIF : juta US$), 2009-2011 Table Value of Imports of Banten Province by Month (CIF value : million US$), 2009-2011

Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December

2009 (2) 317,77 284,24 336,98 380,50 437,31 631,28 511,41 572,18 429,78 651,98 462,48 500,53

2010 (3) 510,30 608,84 629,49 614,89 583,36 648,87 627,90 574,79 477,98 562,10 846,92 990,16

2011 (4) 737,82 682,88 912,90 958,78 927,63 998,89 848,52 1 022,34 819,29 863,14 735,07 1 028,57

Jumlah / Total

5 516,44

7 675,59

10 535,84

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

493

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Volume Impor Provinsi Banten 14.15 Menurut Pelabuhan/Bandara Bongkar Table (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Imports of Banten Province by Major Port (Net weight : thousand tons), 2009-2011

Pelabuhan / Bandara Bongkar Port (1) 1. Bandara Soekarno-Hatta / Soekarno - Hatta Airport 2. Pelabuhan Merak / Merak Port 3. Pelabuhan Cigading / Cigading Port 4. Pelabuhan Tanjung Leneng / Tanjung Leneng Port 5. Pelabuhan Tanjung Sekong / Tanjung Sekong Port

2009 (1) 5 997,17 4 764,59 40,04 -

2010 (2) 6 721,64 6 926,18 46,58 -

2011 (3) 7 278,84 7 628,02 41,77 -

Jumlah / Total

10 801,79

13 694,39

14 948,63

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

494

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Tabel Nilai Impor Provinsi Banten 14.16 Menurut Pelabuhan/Bandara Bongkar Table (Nilai CIF : juta US$), 2009-2011 Value of Imports of Banten Province by Major Port (CIF Value: million US$), 2009-2011

Pelabuhan / Bandara Bongkar Port (1) 1. Bandara Soekarno-Hatta / Soekarno - Hatta Airport 2. Pelabuhan Merak / Merak Port 3. Pelabuhan Cigading / Cigading Port 4. Pelabuhan Tanjung Leneng / Tanjung Leneng Port 5. Pelabuhan Tanjung Sekong / Tanjung Sekong Port

2009 (1) 3 719,72 1 744,67 52,05 -

2010 (2) 5 096,11 2 507,61 71,88 -

2011 (3) 6 904,51 3 549,81 81,52 -

Jumlah / Total

5 516,44

7 675,59

10 535,84

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

495

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Volume Impor Provinsi Banten 14.17 Menurut Negara Asal (Berat bersih : ribu ton), Table 2009-2011 Volume of Imports of Banten Province by Country of Origin (Net Weight : thousand tons), 2009-2011
Negara Asal Country of Destination (1) ASIA ASEAN Singapura / Singapore Thailand Malaysia Vietnam / Viet Nam Filipina / Philippines Lainnya / Others Asia Lainnya / Rest of Asia Arab Saudi / Saudi Arabia India RRC / China, Peoples Rep. of Jepang / Japan Qatar Korea Selatan / Korea, Republic of Uni Emirat Arab / United Arab Emirates Taiwan / Taiwan, Province of China Lainnya / Others AFRIKA / AFRICA Afrika Selatan / South Africa Lainnya / Rest of Africa AUSTRALIA & OCEANIA Australia Lainnya / Others 2009 (2) 2010 (3) 2011 (4)

1 569,91 574,17 811,95 0,97 7,48 0,03 842,92 510,50 269,99 261,07 210,96 226,11 161,53 64,30 689,77 105,51 118,75 1 075,03 0,00

1 829,74 544,96 538,43 12,71 0,02 1,13 802,18 637,93 148,13 269,80 333,66 197,32 248,37 70,98 823,56 43,69 66,63 1 182,23 0,00

1 623,46 1 281,36 630,60 138,84 8,24 0,44 839,42 957,59 274,89 275,22 275,70 329,72 252,98 233,24 639,79 10,60 0,00 1 410,58 11,63

496

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Lanjutan Tabel / Continued Table 14.17

Negara Tujuan Country of Destination (1) AMERIKA / AMERICA NAFTA Amerika Serikat / United States Kanada / Canada Meksiko / Mexico Amerika Lainnya / Rest of America Brazil Argentina Chili / Chile Lainnya / Others EROPA / EUROPE Uni Eropa / European Union Inggris / United Kingdom Italia / Italy Jerman / Germany Federal Republic of Swedia / Sweden Austria Malta Uni Eropa Lainnya / Others Eropa Lainnya / Rest of Europe Union Federasi Rusia / Russian Federation Ukrainia / Ukraine Swiss / Switzerland Lainnya / Others Jumlah / Total

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

616,21 2,52 0,00 1 219,81 485,51 444,55 95,63

843,15 10,00 5,00 2 102,13 1 081,24 1 072,31 32,41

986,85 29,98 1,72 1 658,75 1 521,20 625,26 79,50

0,11 0,22 4,59 0,01 0,00 0,80 114,85 230,71 65,53 0,02 19,75 10 801,79

68,87 4,73 3,97 7,49 0,24 0,00 47,11 643,63 4,74 0,00 15,92 13 694,39

94,94 19,13 11,17 13,21 0,59 11,92 17,29 669,11 13,69 0,01 0,01 14 948,63

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

497

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Nilai Impor Provinsi Banten 14.18 Menurut Negara Asal (Nilai CIF : juta US$), Table 2009-2011 Value of Imports of Banten Province by Country of Origin (CIF Value : million US$), 2009-2011
Negara Asal Country of Destination (1) ASIA ASEAN Singapura / Singapore Thailand Malaysia Vietnam / Viet Nam Filipina / Philippines Lainnya / Others Asia Lainnya / Rest of Asia Arab Saudi / Saudi Arabia India RRC / China, Peoples Rep. of Jepang / Japan Qatar Korea Selatan / Korea, Republic of Uni Emirat Arab / United Arab Emirates Taiwan / Taiwan, Province of China Lainnya / Others AFRIKA / AFRICA Afrika Selatan / South Africa Lainnya / Rest of Africa AUSTRALIA & OCEANIA Australia Lainnya / Others 2009 (2) 2010 (3) 2011 (4)

1 086,84 223,59 475,10 1,00 4,64 0,05 542,66 224,05 601,54 207,99 132,18 156,41 103,20 57,93 341,11 54,06 34,16 111,74 0,01

1 614,98 268,25 461,87 8,24 0,03 0,17 682,43 416,66 350,09 293,97 300,40 132,59 185,00 78,45 580,05 11,34 47,98 131,96 0,00

1 885,27 843,81 615,14 63,45 5,78 0,59 923,17 633,96 427,11 369,04 314,05 297,20 266,33 252,66 684,13 9,36 0,01 328,27 8,30

498

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Lanjutan Tabel / Continued Table 14.18

Negara Tujuan Country of Destination (1) AMERIKA / AMERICA NAFTA Amerika Serikat / United States Kanada / Canada Meksiko / Mexico Amerika Lainnya / Rest of America Brazil Argentina Chili / Chile Lainnya / Others EROPA / EUROPE Uni Eropa / European Union Inggris / United Kingdom Italia / Italy Jerman / Germany Federal Republic of Swedia / Sweden Austria Malta Uni Eropa Lainnya / Others Eropa Lainnya / Rest of Europe Union Federasi Rusia / Russian Federation Ukrainia / Ukraine Swiss / Switzerland Lainnya / Others Jumlah / Total

2009 (2)

2010 (3)

2011 (4)

323,57 1,94 0,02 359,37 218,01 59,74 35,49

417,53 2,95 7,37 673,62 358,11 168,63 38,63

562,52 11,13 4,44 640,55 636,83 151,78 50,41

0,51 0,92 6,50 0,03 0,00 0,40 41,22 85,17 16,05 0,24 9,00 5 516,44

26,78 5,60 8,63 9,45 3,41 0,00 41,22 337,37 3,78 0,00 8,04 7 675,59

47,47 26,36 19,78 16,32 7,52 7,43 15,47 399,51 10,64 0,02 0,02 10 535,84

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

499

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Volume Impor Provinsi Banten 14.19 Menurut Golongan SITC (Berat bersih : ribu ton), Table 2009-2011 Volume of Imports of Banten Province by SITC Group (Net weight : thousand tons), 2009-2011

SITC (1) 0 1 2 3

Golongan Barang Commodity Group (2) Bahan makanan dan binatang hidup / Food and live animals Minuman dan tembakau / Beverages and tobacco Bahan-bahan makanan, tidak untuk dimakan / Raw materials, inedible Bahan bakar pelikan, penyemir dan bahan-bahan yang berkenaan dengan itu / Mineral fuels, lubricants, and related materials Lemak serta minyak hewan dan nabati / Animal and vegetable oils and fats Bahan-bahan kimia / Chemicals Barang-barang buatan pabrik dirinci menurut bahan / Manufactured goods classified by materials Mesin dan alat pengangkutan / Machinery and transport equipment Berbagai jenis barang buatan pabrik / Miscellaneous manufactured articles Barang-barang transaksi tidak dirinci / Commodities and transactions not further specified

2009 (3) 1 534,42 3 072,97 2 460,44

2010 (4) 2 550,87 4 208,65 3 043,64

2011 (5) 4 234,87 3 691,86 2 906,39

4 5 6

2 798,82 815,23

2 727,36 1 060,40

0,00 2 976,75 970,00

7 8 9

110,84 9,07 0,00

98,82 4,65 0,00

163,97 4,78 0,00

Jumlah / Total

10 801,79

13 694,40

14 948,63

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

500

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Tabel Nilai Impor Provinsi Banten 14.20 Menurut Golongan SITC (Nilai CIF : juta US$), Table 2009-2011 Value of Imports of Banten Province by SITC Group (Value CIF : million US$), 2009-2011

SITC (1) 0 1 2 3

Golongan Barang Commodity Group (2) Bahan makanan dan binatang hidup / Food and live animals Minuman dan tembakau / Beverages and tobacco Bahan-bahan makanan, tidak untuk dimakan / Raw materials, inedible Bahan bakar pelikan, penyemir dan bahan-bahan yang berkenaan dengan itu / Mineral fuels, lubricants, and related materials Lemak serta minyak hewan dan nabati / Animal and vegetable oils and fats Bahan-bahan kimia / Chemicals Barang-barang buatan pabrik dirinci menurut bahan / Manufactured goods classified by materials Mesin dan alat pengangkutan / Machinery and transport equipment Berbagai jenis barang buatan pabrik / Miscellaneous manufactured articles Barang-barang transaksi tidak dirinci / Commodities and transactions not further specified

2009 (3) 637,54 456,07 1.393,80

2010 (4) 973,28 691,05 2.230,04

2011 (5) 2.092,40 805,48 2.846,92

4 5 6

2.058,27 439,32

2.757,14 661,72

0,01 3.629,50 741,80

7 8 9

504,99 26,44 0,00

347,57 14,79 0,00

405,50 14,23 0,01

Jumlah / Total

5.516,44

7.675,59

10.535,84

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

501

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Volume Impor Provinsi Banten 14.21 Menurut Sepuluh Golongan HS 2 Dijit Table (Berat bersih : ribu ton), 2009-2011 Volume of Imports of Banten Province by Ten of 2 Digit HS Group (Net weight : thousand tons), 2009-2011
HS (1) 29 27 17 72 10 23 26 12 89 84 Golongan Barang Commodity Group (2) Bahan kimia organik / Organic chemicals Bahan bakar mineral / Mineral fuels, mineral oils and product of their destilation Gula dan kembang gula / Sugar and sugar confectionary Besi dan baja / Iron and steel Gandum-ganduman / Cereals Ampas sisa industri makanan / Residues and waste from the food industries Bijih, kerak, dan abu logam / Ores, slag and ash Biji-bijian berminyak / Oil seeds and cleaginous fruits, grains, seed, and fruits Kapal laut dan bangunan terapung / Ships, boat, and floating structures Mesin-mesin dan Pesawat mekanik / Machinery and mechanical appliances 2009 (3) 2 441,14 2 460,44 652,63 834,66 110,02 771,13 1 272,97 437,87 7,62 81,06 2010 (4) 2 494,77 3 043,64 543,43 1 132,08 990,70 1 016,70 2 288,19 415,28 57,55 21,54 2011 (5) 2 568,37 2 906,39 1 522,15 947,84 1 702,46 1 010,19 1 599,34 518,44 117,21 32,55

Jumlah Sepuluh Golongan Barang / Total of Ten of 2 Digit HS Group Total Impor / Total Import

9 069,54 10 801,79

12 003,88 13 694,39

12 924,95 14 948,63

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

502

Banten in Figures 2012

BAB XIV

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Tabel Nilai Impor Provinsi Banten 14.221 Menurut Sepuluh Golongan HS 2 Dijit Table (Nilai CIF : juta US$), 2009-2011 Value of Imports of Banten Province by Ten of 2 Digit HS Group (CIF value : million US$), 2009-2011
HS (1) 29 27 17 72 10 23 26 12 89 84 Golongan Barang Commodity Group (2) Bahan kimia organik / Organic chemicals Bahan bakar mineral / Mineral fuels, mineral oils and product of their destilation Gula dan kembang gula / Sugar and sugar confectionary Besi dan baja / Iron and steel Gandum-ganduman / Cereals Ampas sisa industri makanan / Residues and waste from the food industries Bijih, kerak, dan abu logam / Ores, slag and ash Biji-bijian berminyak / Oil seeds and cleaginous fruits, grains, seed, and fruits Kapal laut dan bangunan terapung / Ships, boat, and floating structures Mesin-mesin dan Pesawat mekanik / Machinery and mechanical appliances 2009 (3) 1 944,10 1 393,80 263,76 358,57 24,84 347,31 176,01 199,40 23,74 382,38 2010 (4) 2 578,03 2 230,04 314,86 615,75 245,90 412,32 390,29 198,00 137,20 111,19 2011 (5) 3 349,33 2 846,92 1 052,61 637,64 586,44 453,17 381,85 295,80 198,96 147,47

Jumlah Sepuluh Golongan Barang / Total of Ten of 2 Digit HS Group Total Ekspor / Total Export

5 113,90 5.516,44

7 233,58 7.675,59

9 950,20 10.535,84

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

Banten dalam Angka 2012

503

FOREIGN TRADE

CHAPTER XIV

Tabel Nilai Impor Provinsi Banten 14.23 Menurut Golongan Penggunan Barang Table (Nilai CIF : juta US$), 2009-2011 Value of Imports of Banten Province by Broad Economic Category (CIF value : million US$), 2009-2011
Jenis Penggunaan / Type of Product (1) Barang konsumasi / Consumption goods Bahan baku dan barang penolong / Raw materials and auxiliary goods Barang modal / Capital goods 2009 (2) 157,03 5 075,07 2010 (3) 256,10 7 171,47 2011 (4) 393,36 9 837,05

284,34

248,03

305,43

Jumlah / Total

5 806,38

8 365,21

10 144,12

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

504

Banten in Figures 2012

15
PENDAPATAN REGIONAL
Regional Income

BAB XV

PENDAPATAN REGIONAL

Penjelasan Teknis 1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tingkat regional (provinsi dan kabupaten/kota) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan output (nilai tambah) pada suatu waktu tertentu. Untuk menyusun PDB maupun PDRB digunakan 2 pendekatan yaitu sektoral dan penggunaan. Keduanya menyajikan komposisi data nilai tambah dirinci menurut sumber kegiatan ekonomi (sektoral) dan menurut komponen penggunaannya. PDRB dari sisi sektoral merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang mampu diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi atas berbagai aktivitas produksinya. Sedangkan dari sisi penggunaan menjelaskan tentang penggunaan dari nilai tambah tersebut. 2. Penyajian PDRB menurut sektor dirinci menurut total nilai tambah dari seluruh sektor ekonomi yang mencakup sektor Pertanian; Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Listrik, Gas dan Air Bersih; Konstruksi; Perdagangan, Hotel dan Restoran; Pengangkutan dan Komunikasi; Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan; dan Jasa-jasa.

Catatan Teknis 1. The basic measure of the output arising from economic activity is known as Gross Regional Domestic Product (GRDP) at the regional level (provinces/ regencies / municipalities). To compile these statistics, two approaches have been used, i.e. "production approach" and "expenditure approach". The first approach is to measure value added produced by various kinds of economic activities, while the second approach is to measure final uses of the country's output. In other words, GRDP is the sum of total value added produced by all economic sectors (activities) and the way of using it.

2.

GRDP by sector is classified by types of economic activities such as Agriculture; Mining and Quarrying; Manufacturing; Electricity, Gas and Water Supply; Construction; Trade, Hotels and Restaurants; Transport and Communication; Finance, Real Estate and Business Services; and other Services.

Banten dalam Angka 2012

507

REGIONAL INCOME

CHAPTER XV

3. PDRB menurut penggunaan dirinci menurut komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (termasuk lembaga nirlaba), pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto, perubahan inventori, ekspor dan impor. 4. Pengeluaran konsumsi rumah tangga mencakup berbagai pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga atas barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan individu ataupun kelompok secara langsung. Pengeluaran rumah tangga di sini mencakup pembelian untuk makanan dan bukan makanan (barang dan jasa) di dalam negeri maupun di luar negeri. Termasuk pula di sini pengeluaran lembaga nirlaba yang tujuan kegiatannya adalah untuk melayani keperluan rumah tangga. 5. Pengeluaran konsumsi pemerintah mencakup pengeluaran pemerintah untuk belanja pegawai, penyusutan maupun belanja barang (termasuk biaya perjalanan, pemeliharaan dan pengeluaran rutin lainnya), baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

3.

GRDP by type of expenditures is classified into: Private consumption expenditure (household and non-profit institution); Government consumption expenditure; Gross fixed capital formation; Changes in inventories; Exports and Imports. Household consumption expenditures consist of expenditures incurred by households, which are used for both individual or collective needs. Household consumptions are classified into food and non-food (goods and services) expenditures that may take place in domestic or abroad Expenditures here include expenditures of Nonprofit institutions serving households.

4.

5.

Government consumption expenditures consist of expenditures for the compensation of employees, capital consumption (depreciation) and intermediate consumption (including travel allowance, maintenance cost, and other routine expenditures) spent by either central or local government. Gross fixed capital formation consists of resident producers acquisitions, less disposals, of fixed assets during a given period plus certain addition to the value of non-produced assets done by the productive activity of producer or institutional units.

6. Pembentukan Modal Tetap Bruto mencakup pengadaan, pembuatan dan pembelian barang modal. Barang modal dimaksud adalah barang-barang yang digunakan untuk proses produksi, tahan lama atau yang mempunyai umur pemakaian lebih dari satu tahun

6.

508

Banten in Figures 2012

BAB XV

PENDAPATAN REGIONAL

seperti bangunan, mesin-mesin dan alat angkutan. Termasuk pula di sini perbaikan besar (berat) yang sifatnya memperpanjang umur atau mengubah bentuk atau kapasitas barang modal tersebut. Pengeluaran barang modal untuk keperluan militer tidak dicakup di sini tetapi digolongkan sebagai konsumsi pemerintah.

Fixed assets are tangible and intangible assets produced as outputs from processes of production that are used by themselves and repeatedly, or continuously in process of production for more than one year. The expenditure for military purposes are classified as government expenditure not as capital formation. 7. Exports of goods and services consist of transactions of goods and services from residents to non-residents. Imports of goods and services consist of transaction of goods and services from non-residents to residents. Exports and imports of goods occur when there are changes in ownership of goods between residents and nonresidents (with or without physical movements of goods across frontiers). 8. GRDP and its aggregations are presented in two forms: at current market prices and at constant base year market prices. In presenting current market prices, all aggregates are valued at current market prices, while base year constant market prices are shown by valuing all aggregates at fixed base year prices. Year of 2000 is used as the base year in this publication.

7. Ekspor barang dan jasa merupakan transaksi perdagangan barang dan jasa dari penduduk (residen) ke bukan penduduk (non-residen). Impor barang dan jasa adalah transaksi perdagangan dari bukan penduduk ke penduduk. Ekspor atau impor barang terjadi pada saat terjadi perubahan hak kepemilikan barang antara penduduk dengan bukan penduduk (dengan atau tanpa perpindahan fisik barang tersebut). 8. Produk Regional Domestik Bruto maupun agregat turunannya disajikan dalam 2 (dua) versi penilaian, yaitu atas dasar "harga berlaku" dan atas dasar "harga konstan". Disebut sebagai harga berlaku karena seluruh agregat dinilai dengan menggunakan harga pada tahun berjalan, sedangkan harga konstan penilaiannya didasarkan kepada harga satu tahun dasar tertentu. Dalam publikasi di sini digunakan harga tahun 2000 sebagai dasar penilaian.

Banten dalam Angka 2012

509

REGIONAL INCOME

CHAPTER XV

9. Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto diperoleh dari perhitungan PRDB atas dasar harga konstan. Diperoleh dengan cara mengurangi nilai PDRB pada tahun ke-n terhadap nilai pada tahun ke n-1 (tahun sebelumnya), dibagi dengan nilai pada tahun ke n-1, kemudian dikalikan dengan 100 persen. Laju pertumbuhan menunjukkan perkembangan agregat pendapatan dari satu waktu tertentu terhadap waktu sebelumnya. 10. PDRB per kapita diperoleh dari PDRB atas dasar harga berlaku dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

9.

Growth rate of Gross Regional Domestic Product (GRDP) is derived from GRDP at constant market prices. It is obtained by subtracting the value of GRDP year n with the value of GRDP year n-1, divided by the value of GRDP year n-1 then multiplied by 100 percent. The growth rate of GRDP explains the income growth during the given period.

10. Per capita GRDP derived from GRDP at current market prices divided by mid-year population.

510

Banten in Figures 2012

BAB XV

PENDAPATAN REGIONAL

15.1. PDRB PROVINSI BANTEN GRDP OF BANTEN PROVINCE Tabel 15.1.1 Table Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (miliar rupiah), 2009-2011 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Industrial Origin (billion rupiahs), 2009-2011
Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan / Agriculture, Livestock, Forestry and Fishery a. Tanaman Bahan Makanan / Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan / Nona-Food Crops c. Peternakan dan Hasil-hasilnya/ Livestock and its Products d. Kehutanan / Forestry e. Perikanan / Fishery 2. Pertambangan dan Penggalian / Minning and Quarrying a. Minyak dan Gas Bumi / Crude-Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Bukan Migas / Non-Oil Gas Minning c. Penggalian / Quarrying 3. Industri Pengolahan / Manufacturing Industry a. Industri Migas / Oil and Gas Manufacturing Industry 1). Pengilangan Minyak Bumi / Petroleum Refinery 2). Gas Alam Cair / Liquefied Natural Gas (LNG) b. Industri Bukan Migas / Non-Oil and Gas Manufacturing Industry 1). Makanan, Minuman, dan Tembakau / Food, Beverages, and Tobacco Industries 2). Tekstil, Barang Kulit, dan Alas Kaki / Textile, Leather Products, and Footwear 3). Barang dari Kayu dan Hasil Hutan Lainnya / Wood Products and Other Wood Products 4). Kertas dan Barang Cetakan / Paper and Printing 5). Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet / Fertilizers, Chemical and Rubber Products 6). Semen dan Barang Galian bukan Logam / Cement and Non-metalic Quarrying Product 7). Logam Dasar, Besi dan Baja / Basic Metal, Iron and Steel Printing 8). Alat Angkutan, Mesin, dan Peralatannya / Transport Equipment, Machinnery, and Appartus 9). Barang Lainnya / Other Manufacturing Product 2009 (2) 12 162,9 7 421,9 961,7 2 579,6 63,4 1 136,3 168,1 33,7 134,5 75 128,2 75 128,2 5 028,8 20 183,6 1 195,1 2 530,2 22 253,9 2 048,1 7 758,5 13 261,0 869,0 2 0 1 0*) (3) 14 210,4 9 004,6 987,0 2 942,0 66,0 1 210,8 183,9 37,0 146,9 83 123,2 83 123,2 5 457,2 22 443,2 1 278,0 2 750,6 23 446,8 2 182,2 8 878,6 15 776,0 910,7 2 0 1 1 **) (4) 15 284,5 9 769,6 1 022,8 3 072,0 72,5 1 347,6 201,0 39,1 162,0 91 675,2 91 675,2 6 123,9 25 200,6 1 375,2 3 042,5 24 677,7 2 399,1 9 998,2 17 837,2 1 020,9

Banten dalam Angka 2012

511

REGIONAL INCOME

CHAPTER XV

Lanjutan Tabel / Continued Table 15.1.1

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 4. Listrik, Gas dan Air Bersih / Electricity, Gas and Water Supply a. Listrik / Electricity b. Gas Kota / Pipe-Gas c. Air Bersih / Water Supply 5. Konstruksi / Construction 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran / Trade, Hotel and Restorant a. Perdagangan Besar dan Eceran /Wholesale and Retail Trade b. Hotel / Hotel c. Restoran / Restorant 7. Pengangkutan dan Komunkasi / Transport and Communication a. Pengangkutan / Transport 1). Angkutan Rel /Railways Transport 2). Angkutan Jalan Raya / Road Transport 3). Angkutan Laut / Sea Transport 4). Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan / River, Lake, and Ferry Transport 5). Angkutan Udara / Air Transport 6). Jasa Penunjang Angkutan / Transport Supporting Services b. Komunikasi / Communication 8. Keuangan, Real Estate, dan Jasa Perusahaan / Financial, Real Estate, and Business Services a. Bank b. Lembaga Keuangan bukan Bank / Non-Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan / Finance Supporting Services d. Real Estate e. Jasa Perusahaan / Business Service

2009 (2) 5 288,9 3 622,4 1 573,5 93,0 5 125,1 27 690,7 22 954,6 137,6 4 598,4 12 983,4 10 914,5 53,7 6 230,2 667,8 189,6 2 297,7 1 475,5 2 068,9 5 865,4 2 044,0 284,9 3 094,4 442,2

2 0 1 0*) (3) 6 098,0 3 914,7 2 080,6 102,7 5 974,7 31 312,8 26 108,3 152,0 5 052,4 15 173,5 12 786,4 59,3 7 315,1 684,4 206,5 2 889,1 1 632,0 2 387,1 6 512,8 2 275,3 323,9 3 409,9 503,7

2 0 1 1 **) (4) 6 823,0 4 395,7 2 314,0 113,3 6 843,3 35 572,5 29 768,8 166,7 5 636,9 17 737,4 15 059,1 67,2 8 476,3 740,6 221,5 3 701,2 1 852,3 2 678,3 7 312,1 2 621,0 368,2 3 749,3 573,6

512

Banten in Figures 2012

BAB XV

PENDAPATAN REGIONAL

Lanjutan Tabel / Continued Table 15.1.1

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 9. Jasa-Jasa / Services a. Pemerintahan Umum / General Government b. Swasta / Private 1). Sosial Kemasyarakatan / Social and Community Services 2). Hiburan dan Rekreasi / Entertainment and Recreation Services 2). Perorangan dan Rumahtangga / Individual and Household Services Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Product
Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*) **)

2009 (2) 8 143,6 4 357,4 3 786,1 1 187,1 99,9 2 499,1

2 0 1 0*) (3) 9 101,1 4 756,5 4 344,7 1 327,3 104,2 2 913,2

2 0 1 1 **) (4) 10 770,0 5 640,7 5 129,3 1 614,6 117,2 3 397,5

152 556,2

171 690,4

192 218,9

Angka Perbaikan / Revised Figures Angka Sementara / Preliminary Figures

Banten dalam Angka 2012

513

REGIONAL INCOME

CHAPTER XV

Tabel 15.1.2 Table

Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (miliar rupiah), 2009-2011 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Industrial Origin (billion rupiahs), 2009-2011
Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 2009 (2) 6 161,1 3 484,4 530,4 1 430,7 36,4 679,1 89,9 16,3 73,6 43 432,3 43 432,3 3 800,3 11 783,8 515,4 1 211,7 17 572,2 649,7 3 057,1 4 376,4 465,7 2 0 1 0*) (3) 6 716,0 3 792,6 562,4 1 598,2 37,2 725,7 95,5 17,2 78,3 44 911,4 44 911,4 4 006,9 12 328,9 526,2 1 250,6 17 496,8 678,7 3 285,7 4 863,4 474,2 2 0 1 1 **) (4) 6 921,5 3 865,1 579,0 1 666,2 39,5 771,6 101,5 17,5 84,0 47 034,2 47 034,2 4 342,0 13 227,4 535,3 1 316,0 17 644,4 722,0 3 545,8 5 201,6 499,7

1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan / Agriculture, Livestock, Forestry and Fishery a. Tanaman Bahan Makanan / Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan / Nona-Food Crops c. Peternakan dan Hasil-hasilnya/ Livestock and its Products d. Kehutanan / Forestry e. Perikanan / Fishery 2. Pertambangan dan Penggalian / Minning and Quarrying a. Minyak dan Gas Bumi / Crude-Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Bukan Migas / Non-Oil Gas Minning c. Penggalian / Quarrying 3. Industri Pengolahan / Manufacturing Industry a. Industri Migas / Oil and Gas Manufacturing Industry 1). Pengilangan Minyak Bumi / Petroleum Refinery 2). Gas Alam Cair / Liquefied Natural Gas (LNG) b. Industri Bukan Migas / Non-Oil and Gas Manufacturing Industry 1). Makanan, Minuman, dan Tembakau / Food, Beverages, and Tobacco Industries 2). Tekstil, Barang Kulit, dan Alas Kaki / Textile, Leather Products, and Footwear 3). Barang dari Kayu dan Hasil Hutan Lainnya / Wood Products and Other Wood Products 4). Kertas dan Barang Cetakan / Paper and Printing 5). Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet / Fertilizers, Chemical and Rubber Products 6). Semen dan Barang Galian bukan Logam / Cement and Non-metalic Quarrying Product 7). Logam Dasar, Besi dan Baja / Basic Metal, Iron and Steel Printing 8). Alat Angkutan, Mesin, dan Peralatannya / Transport Equipment, Machinnery, and Appartus 9). Barang Lainnya / Other Manufacturing Product

514

Banten in Figures 2012

BAB XV

PENDAPATAN REGIONAL

Lanjutan Tabel / Continued Table 15.1.2

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 4. Listrik, Gas dan Air Bersih / Electricity, Gas and Water Supply a. Listrik / Electricity b. Gas Kota / Pipe-Gas c. Air Bersih / Water Supply 5. Konstruksi / Construction 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran / Trade, Hotel and Restorant a. Perdagangan Besar dan Eceran /Wholesale and Retail Trade b. Hotel / Hotel c. Restoran / Restorant 7. Pengangkutan dan Komunkasi / Transport and Communication a. Pengangkutan / Transport 1). Angkutan Rel /Railways Transport 2). Angkutan Jalan Raya / Road Transport 3). Angkutan Laut / Sea Transport 4). Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan / River, Lake, and Ferry Transport 5). Angkutan Udara / Air Transport 6). Jasa Penunjang Angkutan / Transport Supporting Services b. Komunikasi / Communication 8. Keuangan, Real Estate, dan Jasa Perusahaan / Financial, Real Estate, and Business Services a. Bank b. Lembaga Keuangan bukan Bank / Non-Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan / Finance Supporting Services d. Real Estate e. Jasa Perusahaan / Business Service

2009 (2) 2 922,5 2 111,0 752,4 59,2 2 203,9 15 143,5 12 830,8 91,0 2 221,7 6 826,9 5 468,1 27,9 2 411,1 422,3 104,4 1 634,2 868,1 1 358,8 3 040,7 1 106,8 136,4 1 543,2 254,3

2 0 1 0*) (3) 3 294,8 2 242,1 988,8 63,8 2 382,1 16 488,1 14 009,1 97,4 2 381,6 7 602,9 6 040,2 29,6 2 680,0 413,4 111,2 1 903,2 902,7 1 562,8 3 234,8 1 171,8 147,8 1 641,8 273,3

2 0 1 1 **) (4) 3 442,2 2 395,7 978,7 67,7 2 590,5 18 055,7 15 362,2 105,3 2 588,3 8 510,8 6 758,0 31,5 3 020,6 423,7 116,7 2 206,0 959,6 1 752,7 3 465,7 1 266,1 160,2 1 744,4 295,0

Banten dalam Angka 2012

515

REGIONAL INCOME

CHAPTER XV

Lanjutan Tabel / Continued Table 15.1.2

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 9. Jasa-Jasa / Services a. Pemerintahan Umum / General Government b. Swasta / Private 1). Sosial Kemasyarakatan / Social and Community Services 2). Hiburan dan Rekreasi / Entertainment and Recreation Services 2). Perorangan dan Rumahtangga / Individual and Household Services Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Product
Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*) **)

2009 (2) 3 633,0 1 762,8 1 870,2 528,5 65,8 1 275,8

2 0 1 0*) (3) 3 800,4 1 809,1 1 991,2 552,5 68,7 1 370,0

2 0 1 1 **) (4) 4 100,4 1 904,3 2 196,1 620,7 73,8 1 501,6

83 453,7

88 525,9

94 222,4

Angka Perbaikan / Revised Figures Angka Sementara / Preliminary Figures

516

Banten in Figures 2012

BAB XV

PENDAPATAN REGIONAL

Tabel 15.1.3 Table

Distribusi Persentse Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha, 2009-2011 Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Industrial Origin, 2009-2011
Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 2009 (2) 7,97 4,87 0,63 1,69 0,04 0,74 0,11 0,02 0,09 49,25 49,25 3,30 13,23 0,78 1,66 14,59 1,34 5,09 8,69 0,57 2 0 1 0*) (3) 8,28 5,24 0,57 1,71 0,04 0,71 0,11 0,02 0,09 48,41 48,41 3,18 13,07 0,74 1,60 13,66 1,27 5,17 9,19 0,53 2 0 1 1 **) (4) 7,95 5,08 0,53 1,60 0,04 0,70 0,10 0,02 0,08 47,69 47,69 3,19 13,11 0,72 1,58 12,84 1,25 5,20 9,28 0,53

1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan / Agriculture, Livestock, Forestry and Fishery a. Tanaman Bahan Makanan / Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan / Nona-Food Crops c. Peternakan dan Hasil-hasilnya/ Livestock and its Products d. Kehutanan / Forestry e. Perikanan / Fishery 2. Pertambangan dan Penggalian / Minning and Quarrying a. Minyak dan Gas Bumi / Crude-Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Bukan Migas / Non-Oil Gas Minning c. Penggalian / Quarrying 3. Industri Pengolahan / Manufacturing Industry a. Industri Migas / Oil and Gas Manufacturing Industry 1). Pengilangan Minyak Bumi / Petroleum Refinery 2). Gas Alam Cair / Liquefied Natural Gas (LNG) b. Industri Bukan Migas / Non-Oil and Gas Manufacturing Industry 1). Makanan, Minuman, dan Tembakau / Food, Beverages, and Tobacco Industries 2). Tekstil, Barang Kulit, dan Alas Kaki / Textile, Leather Products, and Footwear 3). Barang dari Kayu dan Hasil Hutan Lainnya / Wood Products and Other Wood Products 4). Kertas dan Barang Cetakan / Paper and Printing 5). Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet / Fertilizers, Chemical and Rubber Products 6). Semen dan Barang Galian bukan Logam / Cement and Non-metalic Quarrying Product 7). Logam Dasar, Besi dan Baja / Basic Metal, Iron and Steel Printing 8). Alat Angkutan, Mesin, dan Peralatannya / Transport Equipment, Machinnery, and Appartus 9). Barang Lainnya / Other Manufacturing Product

Banten dalam Angka 2012

517

REGIONAL INCOME

CHAPTER XV

Lanjutan Tabel / Continued Table 15.1.3

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 4. Listrik, Gas dan Air Bersih / Electricity, Gas and Water Supply a. Listrik / Electricity b. Gas Kota / Pipe-Gas c. Air Bersih / Water Supply 5. Konstruksi / Construction 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran / Trade, Hotel and Restorant a. Perdagangan Besar dan Eceran /Wholesale and Retail Trade b. Hotel / Hotel c. Restoran / Restorant 7. Pengangkutan dan Komunkasi / Transport and Communication a. Pengangkutan / Transport 1). Angkutan Rel /Railways Transport 2). Angkutan Jalan Raya / Road Transport 3). Angkutan Laut / Sea Transport 4). Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan / River, Lake, and Ferry Transport 5). Angkutan Udara / Air Transport 6). Jasa Penunjang Angkutan / Transport Supporting Services b. Komunikasi / Communication 8. Keuangan, Real Estate, dan Jasa Perusahaan / Financial, Real Estate, and Business Services a. Bank b. Lembaga Keuangan bukan Bank / Non-Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan / Finance Supporting Services d. Real Estate e. Jasa Perusahaan / Business Service

2009 (2) 3,47 2,37 1,03 0,06 3,36 18,15 15,05 0,09 3,01 8,51 7,15 0,04 4,08 0,44 0,12 1,51 0,97 1,36 3,84 1,34 0,19 2,03 0,29

2 0 1 0*) (3) 3,55 2,28 1,21 0,06 3,48 18,24 15,21 0,09 2,94 8,84 7,45 0,03 4,26 0,40 0,12 1,68 0,95 1,39 3,79 1,33 0,19 1,99 0,29

2 0 1 1 **) (4) 3,55 2,29 1,20 0,06 3,56 18,51 15,49 0,09 2,93 9,23 7,83 0,03 4,41 0,39 0,12 1,93 0,96 1,39 3,80 1,36 0,19 1,95 0,30

518

Banten in Figures 2012

BAB XV

PENDAPATAN REGIONAL

Lanjutan Tabel / Continued Table 15.1.3

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 9. Jasa-Jasa / Services a. Pemerintahan Umum / General Government b. Swasta / Private 1). Sosial Kemasyarakatan / Social and Community Services 2). Hiburan dan Rekreasi / Entertainment and Recreation Services 2). Perorangan dan Rumahtangga / Individual and Household Services Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Product
Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note :
*) **)