Anda di halaman 1dari 10

1.

Eliminasi Gauss
Salah satu metode yang digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan linier
adalah metode eliminiasi gauss, metode ini diberi nama Eliminiasi gauss untuk
menghormati Carl Friedrich Gauss.

Metode gauss ini menghasilkan menghasilkan matriks dengan bentuk baris eselon
(row echelon form). Eliminiasi gauss digunakan untuk mencari akar sistem
persamaan linier.
f
1
(x
1
,x
2
,x
3
. x
n
)
f
2
(x
1
,x
2
,x
3
. x
n
)
f
3
(x
1
,x
2
,x
3
. x
n
)



f
n
(x
1
,x
2
,x
3
. x
n
)
Sifat Sifat :
Jika suatu bilangan pada baris suatu matriks yang tidak nol seluruhnya maka baris
tersebut diawali dengan 1 (1 disebut bilangan 1 utama)
Jika suatu baris bilangannya seluruhnya nol maka ditaruh pada baris paling bawah
Jika suatu baris seluruhnya tidak nol, maka diawali dengan bilangan 1 setelah nol
sedangkan yang lainnya pada kolom yang lebih kanan/rendah.

Contoh : ditinjau dari sistem persamaan
2x
i
7x
2
+ 4x
3
= 9
x
i
+ 9x
2
6x
3
= 1
-3x
1
+ 8x
2
+5x
3
=6
Persamaan diatas dalam bentuk matriks dapat ditulis sebagai berikut :
[B]{x} = {u}

(
(
(

6
1
9
3
2
1
5 8 3
6 9 1
4 7 2
x
x
x
Untuk menjelaskan eliminasi gauss, maka dibentuk suatu matriks sebagai berikut :
Kita kalikan Baris 1 dengan , tambahkan (-1 x baris 1 yang baru) dengan Baris 2,
dan tambahkan ( 3x Baris 1 yang baru) dengan Baris 3 sehingga menjadi ;
Operasi diatas sama dengan pembentukan/pengubahan sistem persamaan asli
menjadi
| |

(
(
(

=
6
1
9
3
2
1
5 8 3
6 9 1
4 7 2
| |
x
x
x
I u B
(
(
(

1 0 2 3
0 1 2 1
0 0 2 1
2 39
2 7
2 9
11 2 5 0
8 2 25 0
2 2 7 1
2
9
2
2
7
3 2 1
= + x x x
2
7
8
2
25
3 2
= x x
2
39
11
2
25
3 2
= + x x
Selanjutnya kalikan Baris 2 dengan 2/25 dan tambahkan (5/2 x baris 2 yang baru)
dengan Baris 3
Operasi diatas mengubah persamaan menjadi
Kalikan Baris 3 dengan 5/47. Tambahkan (16/25 x Baris 3 yang baru) dengan Baris 2,
Tambahkan (-2 x Baris 3 yang baru) dengan Baris 1
(
(
(

1 5 1 5 7
0 25 2 25 1
0 0 2 1
25 94
25 7
2 9
5 47 0 0
25 16 1 0
2 2 7 1
2
9
2
2
7
3 2 1
= + x x x
2
9
25
16
3 2
= x x
25
94
5
47
3
= x
(
(
(


47 5 47 1 47 7
235 16 235 22 235 13
47 10 47 2 4 2 19
2
1
2 1
1 0 0
0 1 0
0 2 7 1
Akhirnya tambahkan (7/2 x Baris 2) dengan Baris 1
Jadi HP dari {x
1,
x
2
,x
3
} adalah HP = {4, 1, 2} dan invers matriks [B] adalah
(
(
(

47 5 47 1 47 7
235 16 235 22 235 13
235 6 235 67 235 93
2
1
4
1 0 0
0 1 0
0 0 1
(
(
(

47 5 47 1 47 7
235 16 235 22 235 13
235 6 235 67 235 93
Jadi kalau diresume
| |
(
(
(

=
1 0 0
0 1 0
0 0 1
6
1
9
5 8 3
6 9 1
4 7 2
| | I u B
| |
1
| |
47 5 47 1 47 7
235 16 235 22 235 13
235 6 235 67 235 93
2
1
4
1 0 0
0 1 0
0 0 1

=
(
(
(

B x I
2. Metode Cramer
Metode Cramer didasarkan atas perhitungan determinan matriks. Suatu sistem
persamaan linier berbentuk b x A =
dengan A adalah matriks bujur sangkar dapat
dikerjakan dengan metode Cramer jika hasil perhitungan menunjukkan bahwa
det(A)0. Penyelesaian yang didapatkan dengan metode ini adalah penyelesaian
tunggal.
(
(
(
(
(
(

=
(
(
(
(
(
(

=
n n
b
b
b
b
x
x
x
x
.
. ,
.
.
2
1
2
1
Maka penyelesaian untuk x adalah
A
A
x
A
A
x
A
A
x
n
n = = = ,......, ,
2
2
1
1
a. Periksa apakah metode cramer dapat digunakan?
b. Jika Bisa, tentukan penyelesaian untuk x,y, z ?

Jawab :
Contoh :
Diketahui sistem persamaan linier berbentuk Ax = b
(
(
(

=
(
(
(

(
(
(


1
1
1
3 4 2
0 1 1
5 5 2
z
y
x
( ) ( ) ( ) 1 10 15 20 6
3 4 2
0 1 1
5 5 2
det = = = A
a. Karena det (A) = -1 maka metode Cramer dapat digunakan
Jadi Nilai x, y dan z adalah :
b.
( ) ( ) ( ) 3 5 15 20 3
3 4 1
0 1 1
5 5 1
1
= + + =

= A Det
( ) ( ) ( ) 4 10 3 5 6
3 1 2
0 1 1
5 1 2
2
= + + =

= A Det
( ) ( ) ( ) 3 2 8 5 4 10 2
1 4 2
1 1 1
1 5 2
3
= + + =

= A Det
3
1
3
4
1
4
3
1
3
3
2
1
=

= =
=

= =
=

= =
A
A
z
A
A
y
A
A
x