Anda di halaman 1dari 2

Komplikasi Komplikasi biasanya terjadi pada sinusitis akut atau pada sinusitis kronik dengan eksaserbasi akut, berupa

: a. Kelainan orbita Disebabkan oleh sinus paranasal yang dekat dengan mata, paling sering sinusitis etmoid, sinusitis frontal dan sinusitis maksila. Penyebaran infeksi terjadi melalui tromboflebitis dan perkontinuitatum. Kelainan yang dapat timbul adalah udem palpebra, selulitis orbita, abses subperiostal, abses orbita dan selanjutnya dapat terjadi thrombosis sinus kavernosus. b. Kelainan intracranial Komplikasi paling berbahaya dari sinusitis khususnya sinusitis frontal dan sphenoid adalah penyebaran infeksi bakteri anaerob ke otak baik melalui melalui tulang ataupun pembuluh darah. Dapat berupa meningitis, abses ekstradural atau subdural, abses otak, dan thrombosis sinus kavernosus.1

Komplikasi pada sinusitis kronis berupa : a. Osteomyelitis dan abses subperiostal Paling sering timbul akibat sinusitis frontal, sering ditemukan pada anak-anak. Pada osteomyelitis sinus maksila, dapat timbul fistula oroantral atau fistula pada pipi. b. Kelainan paru, seperti bronkitis kronik dan bronkoektasis. Adanya kelainan sinus paranasal disertai dengan kelainan paru disebut sinobronkitis. Selain itu dapat juga menyebabkan kambuhnya asma bronchial yang sukar dihilangkan sebelum sinusitisnya disembuhkan.

9. Prognosis Prognosis sinusitis akut sangat baik, dengan sekitar 70% pasien dapat sembuh tanpa pengobatan. Antibiotik oral dapat mengurangi gejala sinusitis. Sinusitis kronik memiliki perjalanan penyakit yang bervariasi. Prognosisnya baik, bila penyebab sinusitis adalah anatomis dan ditatalaksana dengan tindakan pembedahan. Lebih dari 90% pasien mengalami kemajuan dengan intervensi bedah. Namun, pasien ini memiliki kemungkinan untuk relaps, sehingga dibutuhkan regimen untuk mencegah kekambuhan.

1. POLIP NASI 1. Defenisi Polip nasi adalah masa yang tumbuh dalam rongga hidung, sering kali multiple dan bilateral. Massa lunak, berwarna putih atau keabu-abuan agak transparan, bentuk bulat atau lonjong, permukaan licin, mengkilat, bertangkai, dan mudah digerakan.1 Sering kali berasal dari sinus dimana menonjol dari meatus ke rongga hidung. Berdasarkan hasil pengamatan, polip nasi terletak di dinding lateral cavum nasi terutama daerah meatus media. Paling banyak di sel-sel eithmoidalis. Dapat juga berasal dari mukosa di daerah antrum, yang keluar dari ostium sinus dan meluas ke belakang di daerah koana posterior (polip antrokoanal).2