Anda di halaman 1dari 13

KOMPONEN DARAH DAN FUNGSINYA Posted on Mei 9, 2011 by pascal karlos Hematologi Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan

n yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya. Asal katanya dari bahasa unani haima artinya darah. !erdiri dari dua komponen" 1. #orpuskuler adalah unsur padat darah yaitu sel$sel darah %ritrosit, &ekosit, !rombosit. 2. Plasma 'arah adalah cairan darah. (ungsi )mum 'arah" 1. !ransportasi *sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air+ 2. !ermoregulasi *pengatur suhu tubuh+ ,. -munologi *mengandung antibodi tubuh+ .. Homeostasis *mengatur keseimbangan /at, pH regulator+ %ritrosit *0el 'arah Merah+" 1 Merupakan bagian utama dari sel darah. 1 2umlah pada pria de3asa sekitar 4 juta sel5cc darah dan pada 3anita sekitar . juta sel5cc darah. 1 6erbentuk 6ikonka7, 3arna merah disebabkan oleh Hemoglobin *Hb+ 7ungsinya adalah untuk mengikat 8ksigen. 1 #adar Hb inilah yang dijadikan patokan dalam menentukan penyakit Anemia. 1 %ritrosit berusia sekitar 120 hari. 0el yang telah tua dihancurkan di &impa . Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen 6ilirubin *pigmen empedu+. &ekosit *0el 'arah Putih+ 1 2umlah sel pada orang de3asa berkisar antara 9000 : 9000 sel5cc darah. 1 (ungsi utama dari sel tersebut adalah untuk (agosit *pemakan+ bibit penyakit5 benda asing yang masuk ke dalam tubuh. 1 Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit5benda asing yang masuk tubuh. 1 2umlah sel pada orang de3asa berkisar antara 9000 : 9000 sel5cc darah. 1 (ungsi utama dari sel tersebut adalah untuk (agosit *pemakan+ bibit penyakit5 benda asing yang masuk ke dalam tubuh. 1 Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit5benda asing yang masuk tubuh. Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya in7eksi *misalnya radang paru$paru+. 1 &ekopeni 6erkurangnya jumlah lekosit sampai di ba3ah 9000 sel5cc darah. 1 &ekositosis 6ertambahnya jumlah lekosit melebihi normal *di atas 9000 sel5cc darah+. 1 (ungsi 7agosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing5kuman jauh di luar pembuluh darah. 1 #emampuan lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah *kapiler+ untuk mencapai daerah tertentu disebut 'iapedesis. ;erakan lekosit mirip dengan amoeba ;erak Amuboid.

2enis$jenis &ekosit 1 ;ranulosit &ekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir$butir kasar *granula+. 2enisnya adalah eosino7il, baso7il dan netro7il. 1 Agranulosit &ekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola. 2enisnya adalah lim7osit dan monosit. 1 %osino7il mengandung granola ber3ama merah *<arna %osin+ disebut juga Asido7il. 6er7ungsi pada reaksi alergi *terutama in7eksi cacing+. 1 6aso7il mengandung granula ber3arna biru *<arna 6asa+. 6er7ungsi pada reaksi alergi. 1 =etro7il *ada dua jenis sel yaitu =etro7il 6atang dan =etro7il 0egmen+. 'isebut juga sebagai sel$sel PM= *Poly Morpho =uclear+. 6er7ungsi sebagai 7agosit. 1 &im7osit *ada dua jenis sel yaitu sel ! dan sel 6+. #eduanya ber7ungsi untuk menyelenggarakan imunitas *kekebalan+ tubuh. sel !. > imunitas seluler sel 6. > imunitas humoral 1 Monosit merupakan lekosit dengan ukuran paling besar 1 'isebut pula sel darah pembeku. 1 2umlah sel pada orang de3asa sekitar 200.000 : 400.000 sel5cc. 1 'i dalam trombosit terdapat banyak sekali 7aktor pembeku *Hemostasis+ antara lain adalah (aktor ?--- *Anti Haemophilic (actor+ 1 2ika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung 7aktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemo7ili. Plasma 'arah 1 !erdiri dari air dan protein darah Albumin, ;lobulin dan (ibrinogen. 1 @airan yang tidak mengandung unsur 7ibrinogen disebut 0erum 'arah. 1 Protein dalam serum inilah yang bertindak sebagai Antibodi terhadap adanya benda asing *Antigen+. 1 Aat antibodi adalah senya3a ;ama ;lobulin. 1 !iap antibodi bersi7at spesi7ik terhadap antigen dan reaksinya bermacam$macam. $ Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen > Presipitin. $ Antibodi yang dapat menguraikan antigen > &isin. $ Antibodi yang dapat mena3arkan racun > Antitoksin. #omponen plasma yello3ish clear liBuid, composed o7 3ater, proteins and other solutes. 1 <ater > 90C 1 Proteins > *all synthesi/ed by the liDer+ 1 Albumin > 4.C, regulates osmotic pressure 1 ;lobulins > ,EC, alpha and beta globulins in transport, 1 gamma globulins in de7ense *antibodies+

1 (ibrinogen > FC, coagulation 1 8ther solutes > %lectrolytes : =aG, #G, @aGG, MgGG =utrients : glucose, amino acids, 7atty acids, monoglycerides H ;ases : 82, =2, @82 Iegulatory substance : hormones, en/ymes ?itamins <astes

P&A0MA 'AIAH

Plasma darah *cairan darah+ Plasma darah yaitu cairan tidak ber3arna dalam darah yang ber7ungsi mengangkut air,mineral, ion dan sari$sari makanan ke seluruh jaringan tubuh. Plasma darah mengandung beberapa senya3a baik anorganik maupun organik yang meliputi antara lain " Proteindarah , sari makanan, garam mineral , getah sekskret sel seperti en/im , hormon , /at /atekskresiProtein darah *FC+ , meliputi " 1(ibrinogen" untuk pembekuan darah *0,,C+ 1 Albumin" menjaga tekanan osmotik darah *.C+ 1;lobulin" membentuk /at kebal 5 /at antibodi *2,FC+ 6erdasarkan kerjanya /at anti *antibody+ dibedakan " 1Prepsipitasi" kerjanya mengendapkan darah, 1Aglutinasi " Menggumpalkan 1=etralisasi " antigenik menutup tempat yang toksik * beracun+ 1&isin" menyerang dan memecah antigen 1antitoksin" menetralkan racun -stilah Penting lain dalam Plasma darah 10 erum " @ airan darah 5Plas ma yang tidak mengandung 7ibrinogen *komponen pembeku darah+ 1A n t i b o d y " P r o t e i n y a n g d a p a t m e n g e n a l i d a n m e n g i k a t a n t i g e n * protein asing+ tertentu 1Antigen " molekul P rotein asing yang tidak dikenal yang masuk ke p l a s m a d a r a h , a d a n y a a n t i g e n m a k a a k a n t e r b e n t u k a n t i b o d y * Antibody jumlahnya berbanding lurus dengan antigen yang ada+ maka orang yang sakit karena adanya kuman * antigen asing+ , danbisa sehat dipastikan di tubuhnya *plasma darahnya+ banyak antibodyspecial kuman tersebut sehingga ia sudah kebal terhadap kuman yangmenyebabkan penyakit tersebut

0ari$sari makanan, meliputi " 1;lukosa 1Asam amino 1;aram mineral, meliputi " 1. kation" =aG, # GG, @aGG, MgGG 2. anion" @l$, H@8,$, P8.$

Aat hasil produksi sel, meliputi " 1hormon 1en/im 1antibodi Aat hasil sisa metabolisme *%kskresi+ meliputi " 1)rea 1Asam ureat ;as$gas pelepasan, meliputi " 182 1@82 1=2 ' arah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk .4C bagian dari darah. 6agian 44C yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebutplasma darah. 1.#orpus kula darah terdiri dari" 0el darah merahataueritrosit *sekitar 99C+. 1 %ritrosit tidak mempunyainukleus sel ataupunorganela, d a n t i d a k d i a n g g a p sebagai sel dari segi biologi. %ritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. 0el darah merah juga berperan dalam penentuangolongan darah.8rang yang kekurangan eritrosit menderita penyakitanemia. 1 #eping$keping darahatau trombosit *0,9 $ 1,0C+ !rombosit bertanggung ja3abdalam proses pembekuan darah. 1 0el darah putih atau leukosit *0,2C+&eukosit bertanggung ja3ab terhadapsistem imuntubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda$benda yang dianggap asingdan berbahaya oleh tubuh, misal Dirus atau bakteri. &eukosit bersi7at amuboidatau tidak memiliki bentuk yang tetap. 8rang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia.

'iposkan oleh 6-8&8;- -!) M)'AH di02".. &abelP&A0MA 'AIAH

secara pembahasan %ritrosit mikroskopik, eritrosit atau sel darah merah nampak sebagai lempengan bikonka7 dengan rata$ rata diameternya E,1 Jm, ketebalan maksimum 2.F Jm dan ketebalan minimum di bagian tengah lempengan kira$kira 1.0 Jm. 0el darah merah tidak berinti dan tidak dapat berproduksi atau melakukan metabolisme ekstensi7. Air menempati F0C dari Dolume sel, dan hemoglobin * Hb + menempati 24C Dolume, sementara kandungan lain seperti protein dan lipid, termasuk kolesterol menempati sisa Dolume * 4C +. (ungsi eritrosit adalah mengangkut oksigen yang terikat pada hemoglobin. <alaupun 7ungsi Hb yang utama adalah memba3a oksigen dan karbokdioksida, Hb juga memerankan bagian penting dalam pengaturan keseimbangan asam$basa dalam tubuh. Molekul Hb adalah protein gabungan denhan 6m kira$kira 9..400. dibentuk oleh dua komponen yang bersama$sama membentuk satu subunit protein gabungan, yaitu satu pigmen yang berisi besi disebut heme terikat pada satu molekul peptida yang disebut globin. Molekul Hb dari eritrosit secara 7ungsi dibentuk dari bentuk subunit tersebut. 'ua subunit berisi satu molekul globin yang dipola sebagai satu rantai al7a dan dua subunit lainnya berisi molekul globin yang dipola sebagai suatu rantai beta. 0etiap molekul Hb 7ungsional berisi empat atom besi dalam bentuk 7ero , dan Hb dapat bergabung dengan empat molekul oksigen. 6ila oksigen bergabung dengan empat atom besi pertama, gabungan oksigen berikutnya dengan yiga ataom besi sisanya sangat dipertinggi. 'engan demikian, karena darah melalui paru$paru, hemoglobin eritrosit memuat oksigen, yang diangkut ke seluruh jaringan tubuh lain. 'alam jaringan tubuh, oksigen dilepas untuk digunakan oleh sel$sel tubuh. #emampuan Hb untuk bergabung dengan oksigen dan sebaliknya merupakan gambaran bah3a molekul ini sangat luar biasa dan memberikan peran berarti bagi homeostatis. #emampuan untuk mengikat dan melepas oksigen dipengaruhu oleh perubahan suhu, komposisi ion plasma, pH atau kadar @82. Pengatur kemampuan mengikat oksigen Hb paling penting adalah ph dan tekanan parsial @82. @ara$ cara pengubahan pH dan p@82 * tekanan parsial @82 + mempengaruhi persen kelarutan Hb. Ph dan p@82 berkaitan dengan kenyataan bah3a kadar @82 bertambah, konsentrasi HG juga bertambah. Perhatiakan reaksi berikutK

@82 G H28

H2@8,

HG G H@8,

#eterkaitan kerja pH dan p@82 pada kemampuan mengikat oksigen terhadap Hb dikenal dengan e7ek 6ohr.kalau kadar @82 dan H28 naik, maka kemampuan Hb untuk mengikat oksigen turun. 'engan denikian, kalau eritrosit dengan muatan oksigennya samapai jaringan peri7er, maka eritrosit akan menanggapi naiknya kadar @82 yang telah dihasiklkan oleh metabolisme sel dengan melepaskan oksigen yang diba3anya. #arena tekanan parsial oksigen di sekitar Hb turun, maka a7initas Hb terhadap oksigen juga turun. -ni berarti bila aliran darah melalui jaringan yang kadar oksigennya rendah., Hb melepas oksigennya dengan sangat mudah. 0ebaliknya, pada jaringan pada oksigennya tinggi, Hb cepat mengankut oksigen. 'i paru$paru, bila molekul Hb mengikat molekul oksigen , maka ia juga melepas HG . ion HG yang dilepas bergabung dengan ion bikarbonat dalam plasma membentuk asam bikarbonat, yang kemudian melepas @82 untuk dihembuskan. Pada jaringan peri7er, banyak @82 diproduksi dari metabolisme seluler. @82 membentuk asam bikarbonat * H2@8 ,+ yang berdisosiasi dalam larutan menjadi HG dan H@8,L . dengan demikian rendahnya p82 dan naiknya HG menyebabnya Hb melepas oksigen dan mengambil HG. kira$kira pertiga @82 dibuang dari jaringan dalam bnetuk bikarbonat terlarut. %ritrosit berisi en/im karbonat anhidrase, yang mengkatalis reaksi berikut" @82 G H28$H2@8,. Pada jaringan peri7er di mana @82 diproduksi, karbonat anhidrase mendorong reaksi kearah kanan. 'alam lingkungan paru$paru di mana @82 relati7 lebih rendah dibandingkan di lingkungan jaringan, en/im menggerakkan reaksi ke arah kiri. #arbondioksida juga langsung diangkut lamgsung pada molekul Hb dalam membentuk gugus karbamino. Asam amino dalam rantai M dan rantai N molekul Hb memiliki gugus asam amino lebih * =H2 +. Asam amino demikian seperti histide, arginine, dan lysine dapat bergabung dengan karbonsioksida. 6entuk eritrosit bikonka7, seperti lempeng, memberi rasio luas permukaan terhadap Dolemu sangat besar. &uas permukaan memungkinkan pertukaran gas cepat dari interior ke eksterior dan sebaliknya. Molekul$ molekul gas yang terletak di interor tak pernah jauh dari permukaan sel. #arenanya di7usi dapat berlangsung sempurna secara cepat melalui membran$membran. 6ikonka7nya eritrositt juga memungkinkan sel untuk menata ketidakteraturan osmotik yang dapat ditanggapinya dengan melakukan perubahan Dolume, menggunakan sedikit atau tekanan pada membran. #onsentrasi eritrosit selalu mendekati normal, setiap perubahan dari nilai normal digunakan sebagai indikator bagi beberapa gangguan . nilai normal konstan konsentrasi eritrosit menggambarkan kenyataan bah3a laju produksi dan dektruksi sel benar$benar seimbang. Pria sehat mempunyai kira$kira 4 juta eritrosit dalam setiap mm, darah.3anita sehat mempunyai kira$ kira ..4 juta eritrosit dalam setiap mm, darah. Pengaruh komulati7 pemakaian dan perusakan mencapai derajad kritis bagi setiap sel, pada titik ini eritrosit dirusak dan dibersihkan dari peredaran oleh sel 7agosit sistem retikuloendotelial. &ama hidup eritrosit mengikuti distribusi dengan rata$rata lama hidup kira$kira 12F hari. )ntuk menjaga jumlah nornal eritrosit, tubuh harus menghasilkan sel de3asa baru pada

kecepatan 2 juta setiap detik. Pada orang de3asa, produksi eritrosit mengambil tempat di jaringan mieloid yang terletak di sumsum tulang dari tulang kranial, rusuk, dada, korpus Dertebra, epi7isis proksimal humerus, dan 7emur. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoesis. %ritropoesis dimulai dari trans7ormasi hemositoblas menjadi rubriblas. 0elanjutnya sel intermediat lain terbentuk sampai tahap akhir pembentukan eritrosit tercapai. 0intesis Hb dan hilangnya inti menandai urut$urutan perkembangan eritropoesis. Iubriblas menglami beberapa tahap di7erensiasi dalam urut$urutan tersebut. Pertama$tama rubriblas berubah menjadi prorubrisit. #emudian prorubrisit berkembang menjadi rubrisit, sel pertama dalam urutan yang mulai mensintesis Hb. #emudian rubrisit berkembang menjadi metarubrisit. 'alam metarubrisit sintesi Hb ada tingkat meksimum dan inti hilang karena di buang. Pada tahap berikutnya, metarubrisit berkembang menjadi retikulosit yang seterusnya menjadi eritrosit, atau sel darah merah de3asa.

;oogle O 6iologi

mempunyai inti pembahasan &eukosit dan tidak mengandung Hb. 2umlah leukosit lebih sedikit daripada eritrosit, yaitu antara 4000$9000 sel per milimeterkubik darah. Ada lima jenis leukosit yang dipisahkan menjadi dua kelompok. #elompok pertama adalah kelompok leukosit yang sitoplasmanya bergranula, disebut leukosit bergranula *granulosit+. ;ranulosit ini merupakan perkembangan dari sel$sel sumsum merah tulang. 0el &eukosit bergranula juga disebut dengan leukosit polimor7onuklier karena bentuk inti selnya beraneka ragam. Ada tiga macam leukosit bergranula, yaitu" a.Neutrofil =eutro7il ber3arna netral atau ber3arna bila dicat atau campuran per3arnaan asam adan basa, intinya mempunyai tiga atau lima lobi. 0el ini paling banyak dijumpai. b.Ba ofil 0el baso7il menyerap e3arnaan basa dan menjadi biru. -nti kasarnya berbentuk huru7 0 !.Eo i"ofil 0el golongan ini hanya sedikit dijumpai. 0el ini menyerap pe3arna yang bersi7at asam *eosin+ dan kelihatan merah. -ntinya memiliki dua lobi oDal #elompok kedua adalah kelompok leukosit yang sitoplasmanya tidak bergranula, disebut leukosit agranula *agranulosit+. Agranulsoit berkembang biak dari jaringan lim7oid dan myeloid. -ntinya lebih kurang bulat. 'ua jenis leukosit agranulosit adalah " a.Limfosit

Membentuk 24C dari seluruh jumlah sel darah putih. 0el ini dibentuk di dalam kelenjar lim7e dan juga dalam sumsum tulang. 0el ini non$granuler dan tidak memiliki kemampuan bergerak seperti amuba b.Monosit 0el ini berukuran lebih besar *kira$kira sebanyak 4C+. 0el ini mampu mengadakan gerakan amoboid dan mempunyai si7at 7agosit *pemakan+ (ungsi umum leukosit adalah mela3an peradangan dan in7eksi. 6eberapa leukosit secara akti7 melakukan 7agositosis, mencerna bakteri dan sisa bahan mati. 0emua leukosit motil dengan gerak amuboid, beberapa jenis melebihi yang lain. 0ebagian besar leukosit memiliki kemampuan berpindah melalui pori kecil diantara sel$sel yang membentuk dinding kapiler. ;erakan ini disebut diapedes, bera3al ketika suatu bagian sel mengalir dalam bentuk tonjolan serupa lengan yang kemudian melalui sebuah pori kecil. 0isa sitoplasma mengalir secara perlahan melalui pori kecil tadi ke sisi lain dinding kapiler. 'engan cara ini, seluruh sel bergerak melalui pori dari satu sisi ke sisi lain dinding kapiler. &eukosit dipandu ke tempat in7eksi oleh suatu proses yang disebut kemotaksis. 6erbagai /at yang dilepaskan oleh mikroorganisme yang menyerang atau oleh sel jaringan yang terbunuh, memandu leukosit kea rah sumber agen kemotaksis. 'i7usi /at$/at membentuk gradient konsentrasi, yang diikuti leukosit. #emotaksis dapat mempunyai pengaruh positi7 atau negatiDe. 6ila jaringan tubuh terluka atau terin7eks, peradangan atau respon peradangan merupakan pertahanan tubuh. #unci respon peradangan adalah pelepasan berbagai /at kimia dari jaringan tubuh terutama stau yang disebut histamin. Histamin menyebabkan pembuluh darah di daerah yang terluka melebar, dengan demikian aliran darah di tempat itu bertambah. Akibat aliran darah meningkat, jaringan menjadi lebih merah dan lebih panas. 0ebagai akibat cairan jaringan bertambah, jaringan menjadi bengkak, suatu keadaan yang disebut edema. @airan jaringan yang penuh dengan protein dan plasma, mulai menggumpal dan mencegah aliran normal cairan jaringan. 0enagai hasilnya, sebaran bakteri atau racunnya diperlambat dan ditahan pada daerah yang luka. @epatnya respon peradangan sebanding dengan meluasnya kerusakan jaringan. #arena itu, in7eksi sta7ilokokus yang menghasilkan kerusakan besar jaringan, biasanya ditahan oleh respon peradangan dengan cepat. -n7eksi streptokokus yang kurang merusak, mendatangkan respon peradangan sangat lamban. 0ebagai akibat, penghalangan mungkin kurang berhasil, dan in7eksi bakteri dapat berlanjut menyebar ke seluruh tubuh. 'engan pengrusakan jaringan dan pelepasan substansi kimia, daya tarik leukosit ke tempat luka bertambah. 'engan proses diapedesis neutro7il bergerak dari kapiler, dan dengan proses kemotaksis neutro7il dipandu ke tempat luka.#arena leukosit menelan bakteri, bebarapa nanah atau pembentukan

nanah bias terjadi. 0ebenarnya nanah terdiri dari bakteri mati dan hidup, leukosit, buangan sel, dan cairan tubuh. 6ila leukosit merusak bakteri inDader dengan baik, daerah yang dipengaruhi kembali normal,dan proses perbaikan berjalan. 6ila leukosit tak berhasil,kemudian nanah bertambah, dan ineksi belanjut untuk menyebar.

;oogle O 6iologi

#ual D$D S%ri& i Sia& Pa%ai Softle" De"'a" (a)&ila" A"i)a i atau keeping darah pembahasan !rombosit merupakan pembahasan !rombosit 7ragmen$7ragmen kecil sel rata$rata diameternya 2$. mikro meter. 6er7ungsi penting dalam membantu mekanisme pembekuan darah. #eping$keping darah ini dibentuk di dalam sumsum merah tulang mungkin dengan 7ragmentasi berbagai sel besar yang dikenal sebagai megakaryosit. 2angka hidupnya antara 4$9 hari. Megakaryosit berkembang dalam sumsum tulang dari sel batang hemasitoblas. Megakaryiosit adalah sel$sel besar dengan diameter mencapai E0 mikro meter, yang dapat pecah menjadi beberapa keeping. (ragmentasi ini akibat dari beberapa inDaginasi membrane sel yang memecah sel besar menjadi bagian$bagian kecil. 6ila bagian$bagian itu memisah, masing$masing adalah keeping darah baru. #eping darah hanya berumur pendek, kira$kira 10 hari, sebab keeping darah dipergunakan dalam pembekuan darah dan sangat mudah mengadakan aktiDitas metabolic. Pembekuan 'arah, 6ila suatu pembuluh darah rusak *luka+, darah bersentuhan dengan serabut$ serabut kolagen dalam dinding pembuluh darah. #eping darah melekat pada kolagen, semakin lama semakin banyak. #urang dari satu menit, keping darah menutup daerah yang rusak tadi. 0elanjutnya, terjadilah proses pembekuan darah. !rombin muncul dan mengubah 7ibrinogen menjadi 7ibrin. Molekul$molekul 7ibrin berpolimerisasi membentuk benang$kuat tak larut yang membantu dan memperkuat penumpukan keping darah. 'arah dalam saluran yang rusak *luka+ juga mengental, ini membantu pencegahan kehilangan darah. )rut$urutan peristi3a pembentukan penutupan luka oleh keeping darah adalah sebagai berikut " 1.Keping darah bertemu receptor site bermuatan negatip pada kolagen dinding pembuluh darah. ;likoprotein khusus pada pemukaan keeping darah mengenali reseptor site. Plasma normal berisi protein larut yang dikenal sebagai 7actor ?on <illebrand. Protein khusus ini diperlukan untuk

lekatnya keeping darah pada kolagen dalam dinding pembuluh darah, terutama bila darah mengalir dengancepatdari pembuluh darah luka. 2.Bila keping darah melekat pada dinding pembuluh darah, asam lemak pada membrane keping darah yang disebut asam arakidonat, dilepas. Asam ini diubah secara cepat di dalam plasma, menjadi endo$peroksida. 0elanjutnya, beberapa asam arakidonat diubah menjadi thromboPane A2. 3.Thromboxane A2 yang menyebabkan lepasnya bahan$bahan granula yang disimpan dalam granula M dan padat, dari keping darah. #eseluruhan urut$urutan ini memakan 3aktu kira$kira satu menit. 4. engaruh pertama sekresi keping darah berupa A'P yang dilepas dari granula padat. !.A" menyebabkan keping darah berubah bentuknya menjadi lebih gemuk dan berkembang sepanjang poses. #eping darah juga menampakkan receptor site baru bagi 7ibrinogen pada permukaannya. #.Molekul fibrinogen kemudian mengikatkan diri pada keping darah dan mengikatkan keping darah satu pada keping darah satu pada keping darah yang lain, sehingga menyebabkan gumpalan keping darah. (ibrinogen adalah molekul dimer, setiap ujung dapat berikatan dengan keping darah yang lain. !rombin juga dapat merangsang keping darah. 0ecara normaltrombin digiatkan dalam plasma, sebagai kunci antara yang diperlukan untuk pembekuan darah, tetapi trombin juga dapat dibentuk pada permukaan keping darah. 'alam keping darah, granula M berisi actiDator protrombin, yang mendorong pengubahan protrombin menjadi trombin. 'alam keadaan normal, 7ibrinogen mempertahankan keadaan cair sepanjang tetap dalam pembuluh darah, 6ila keluar tubuh, 7ibrinogen cenderung mengental dan kemudian membentuk jeli lembut. Akhirnya jeli memisah dari komponen cair. #omponen cair kuning, yang disebut serum, adalah plasma dikurangi protein pembeku. 2eli, yang disebut klot, terdiri dari jaringan benang 7ibrin tak larut, tempat komponen seluler darah ditangkap. Pembekuan darah adalah bagian berguna dari respon hemostatik untuk mencegah kehilangan darah dalam jumlah besar. Pembekuan darah tergantung pada baiknya keseimbangan antara sejumlah 7actor yang saling berkaitan. !erganggunya keseimbangan dapat berakibat 7atal. Misalnya bila darah membeku dengan mudah, dapat berakibat trombosis$pembekuan darah dalam pembuluh darah yang tidak rusak. Atau bila darah memerlukan 3aktu terlalu lama untuk membeku, dapat berakibat hemorrhage kehilangan banyak darah.

(ungsi system pembekuan dalam hemostatik adalah untuk memperkuat penutupan luka pada pembuluh darah dengan pembentukan jaring benang$benang 7ibrin tak larut yang diperjalinkan pada tempat luka. Proses pelekatan dan agregasi keping darah, merupakan proses a3al, kemudian diikuti pembentukan jaringan 7ibrin. 'ua peristi3a ini dikendalikan sehingga berlangsung pada 3aktu yang tepat, dalam urutan dan lokasi yang benar.

;oogle O 6iologi