Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Menurut WHO obesitas merupakan faktor predisposisi dari sejumlah penyakit kronis dimana sebelumnya obesitas hanya dianggap sebagai masalah oleh negara-negara berpenghasilan tinggi, kelebihan berat badan dan obesitas sekarang secara dramatis meningkat di negara berpenghasilan rendah dan menengah, khususnya di perkotaan.(Karnik dan Kanekar, 2012) Obesitas pada anak merupakan suatu krisis kesehatan masyarakat secara internasional. Beberapa tahun terakhir prevalensi obesitas telah mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena terjadi suatu ketidakseimbangan antara asupan kalori dengan kalori yang digunakan. Obesitas telah meningkat lebih dari dua kali lipat pada anak-anak dan tiga kali lipat pada remaja dibandingkan dengan 30 tahun yang lalu. Persentase anak-anak berusia 6-11 tahun di Amerika Serikat yang mengalami obesitas meningkat dari 7% pada tahun 1980 menjadi hampir 18% pada tahun 2010. Demikian pula, persentase remaja berusia 12-19 tahun yang mengalami obesitas meningkat dari 5% menjadi 18% selama periode yang sama. Pada tahun 2010, lebih dari sepertiga dari anak-anak dan remaja yang kelebihan berat badan atau obese.(Lazarou dan Soteriades, 2009) Di Indonesia berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2010, ditemukan bahwa anak dalam rentang umur 6-12 tahun yang

mengalami obesitas sebanyak 9,2%, dimana prevalensi kegemukan pada anak laki-laki lebih tinggi dibandingkan anak perempuan yaitu berturut-turut 10,7% dan 7,7%.(Departemen Kesehatan Indonesia, 2010) Terjadinya peningkatan jumlah anak yang mengalami obesitas hal ini dikarenakan terjadinya pola dimana asupan energi melebihi energi yang digunakan sehingga terjadi peningkatan berat badan. Hal ini sering dihubungkan dengan tidak adanya gerakan aktif seperti saat screen time yaitu saat menghabiskan waktu di depan layar televisi, komputer, dan play station. Kegiatan screen time telah dianggap menjadi faktor utama yang mempengaruhi kesimbangan asupan dan penggunaan energi. Selain hal tersebut screen time juga dikaitkan dengan meningkatnya konsumsi makanan yang mengandung gula yang dapat meningkatkan asupan energi.(Jong et al, 2013) Selama bertahun-tahun telah banyak peneliti yang menunjukan korelasi positif antara waktu yang dihabiskan untuk screen time dan obesitas pada populasi yang berbeda usia.(Jackson et al, 2009) Ada beberapa kontribusi dari screen time sehingga dapat menyebabkan obesitas diantaranya adalah : (1) menurunnya aktifitas dan kegiatan fisik, (2) munculnya kebiasaan makan yang tidak sehat yang dilihat di media seperti televisi dan internet ,(3) meningkatnya perilaku mengemil ketika screening time serta (4) gangguan pola tidur. Hal iniakan mengakibatkan turunnya aktifitas fisik seiring dengan meningkatnya waktu untuk screen time dan berakibat hilangnya keseimbangan asupan dan pengunaan energy yang berefek pada peningkatan berat badan.(American Academy of Pediatrics,2011)

Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah ada hubungan antarascreen time dengan meningkatnya obesitas pada anak-anak usia 10-12 tahun di populasi yang diteliti, hal ini dilakukan agar dapat diupayakan pencegahan serta penangan dini terhadap obesitas pada anak yang terkait dengan "screen time: yang berakibat turunnya aktifitas fisik.

1.2. Rumusan Masalah Sehubungan dengan latar belakang diatas rumusan masalah yang akan dibahaskan adalah bagaimana hubungan screen time dengan obesitas pada anak usia 10-12 tahun. 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. TujuanUmum : Untuk mengetahui hubungan antara screen time dengan obesitas pada anak usia 10-12 tahun. 1.3.2. Tujuan Khusus : 1. Untuk mengetahui waktu yang dihabiskan anak untuk screen time dalam sehari pada populasi yang diteliti. 2. Untuk mengetahui tingkat obesitas pada populasi yang diteliti.

1.4. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Sebagai pertimbangan dalam upaya pencegahan dan penanganan obesitas, bahwa ada keterkaitan obesitas dengan waktu yang dihabiskan anak untuk "screen timev"

2.

Sebagai bahan untuk melakukan penyuluhan tentang pengaruh screen time terhadap obesitas pada anak.

3.

Sebagai masukan untuk tenaga kesehatan bahwa kemungkinan ada pengaruh dari screen time terhadap terjadinya obesitas pada anak.

4.

Sebagai informasi kepada pihak yang diteliti