Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Peranan plak gigi terhadap terjadinya kelainan periodontal sudah dikenal selama hampir 80 tahun. Kelainan periodontal yang lanjut biasanya ditandai dengan adanya radang jaringan lunak, kerusakan mcmbran periodontal, kerusakan tulang serta bergeraknya epithelial attachment ke arah apikal. Sebelum ditemukan bahan-bahan kimia khususnya antiseptik yang dapat menghambat pertumbuhan plak gigi, usaha untuk mengurangi/mencegah pertumbuhan plak dilakukan secara mekanis dengan memakai sikat gigi. Cara ini ternyata kurang e ekti , karena hanya berperan terhadap plak gigi yang supragingi!al. "i samping itu cara ini tidak mungkin dilakukan secara sempurna pada tiap indi!idu karena adanya beberapa aktor misalnya letak gigi yang berjejal. #ntuk mencegah ter- jadinya plak yang merupakan kumpulan mikroorganisme secara sempurna, maka para pakar di bidang periodontologi mengadakan penelitian-penelitian menggunakan antiseptik yang mempunyai si at antibakteri. Kebanyakan antiseptic dikemas dalam bentuk obat kumur, $alaupun ada beberapa yang dikemas dalam bentuk gel/pasta gigi. Pemakaian antiseptik sebagai obat kumur mempunyai peran ganda yaitu sebagai pencegahan langsung pertumbuhan plak gigi supragingi!a dan sebagai terapi langsung terhadap plak gigi subgingi!a. Sampai sekarang kontrol plak secara kimia dengan menggunakan antiseptik sebagai obat kumur berkembang dengan pesat baik dilingkungan dokter gigi maupun di kalangan masyarakat. Pada makalah ini akan dibahas peran beberapa macam antiseptik yang merupakan bahan dasar obat kumur dalam upaya mencegah atau mengurangi terjadinya kelainan periodontal termasuk radang gusi. Tujuan %dapun tujuan penulisan makalah ini adalah & '. Sebagai bentuk penyelesaian tugas mata kuliah periodonsia (( ). %gar mahasis$a *K+ dapat memahami tentang macam-macam antimikroba dan antiplak yang tersedia dalam berbagai bentuk sediaan

BAB II PEMBAHASAN
%ntiseptik merupakan suatu senya$a yang dapat menghambat pertumbuhan atau perkembangan mikroorganisme tanpa merusak secara keseluruhan. Sebagai antibakteri, pemakaian antiseptik sebagai obat kumur bertujuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri plak. Karena bakteri plak merupakan penyebab kelainan periodontal maka diharapkan pemakaian obat kumur akan dapat mengurangi terjadinya kelainan periodontal. Para dokter gigi yang bekerja di klinik ternyata mendukung pendapat beberapa peneliti bah$a kontrol plak secara kimia dengan menggunakan antiseptic sangat membantu kontrol plak secara mekanis. ,entuk bahan antiplak yang berkembang saat ini sangat ber!ariasi. #ntuk tujuan kontrol plak supraginngi!al, bahan antiplak yang digunakan bisa berbentuk cairan atau pasta. Sedangkan untuk tujuan control plak subgingi!al , bentuk bahan antiplak yang digunakan pada umumnya adalah berbentuk cairan atau jel. OBAT KUMUR Cara pemakaian bahan antiplak juga ber!ariasi tergantung bentuk bahannya. ,ahan antiplak yang berupa cairan dapat digunakan dengan cara & '. ,erkumur-kumur ,ahan yang digunakan dikemas dalam bentuk obat kumur. -bat kumur dapat dibedakan atas & a. -bat kumur biasa .erupakan obat kumur yang biasa digunakan setelah menyikat gigi pada kesempatan lain yang tidak bersamaan dengan $atu penyikatan gigi. b. -bat kumur prapenyikatan .erupakan obat kumur yang penggunaannya sesaat sebelum menyikat gigi /prebrushing rinse0. "asr pemikiran bagi penggunaan obat kumur prapenyikatan adalah untuk melonggarkan perlekatan plak sehingga lebih mudah tersingkirkan pada $aktu penyikatan gigi. .engenai man aat obat kumur prapenyikatan, tampak masih contro!ersial namun demikian ada kesan bah$a hasil penelitian mengenai e ekti!itas

obat kumur prapenyikatan adalah lebih disebabkan perbedaan akti!itas bahan deteren yang digunakan dalam melonggarkan perlekatan plak. ). "isemprotkan ,ahan yang digunakan dikemas dalam bentuk bahan semprot /spray0. ,ahan antiplak berupa semprotan ini dikembangkan dengan pertimbangan agar bahan antiplak lebih mudah mencapai semua daerah di rongga mulut, terutama bagi mereka yang karena keaddaan isiknya tidak dapat berkumur-kumur dengan baik. 1. "iirigasiakan ke daerah subgingi!al. #ntuk mengirigasikan bahan anti plak berupa cairan ke darerah subginngi!al dipergunakan alat irigasi mulai alat yang sederhana berupa alat suntik biasa yang jarumnya dibengkokkan dan ujunhnya ditumpulkan, sampai alat untuk irigasi khusus yang diproduksi pabrik. (rigasi subgingi!al tidak saja dilakukan oleh dokter gigi di klinik tetapi juga bias dilakukan pasien sehari-hari di rumah. "asar pemikiran bagi irigasi subgingi!al adalah bah$a car berkumur-kumur atau semprotan tidak e ekti mencapai subgingi!al. Pada kasusu-kasus periodontitis justru mikroorganisme subgingi!al yang harus disingkirkan dalam rangka mengontrol in lamasi yang terjadi masih terus dilakukan penelitian, namun ada kesan sementara bah$a irigasi subgingi!al ini akan sangat berman aat bagi pera$atan periodontal. BAHAN ANTI PLAK OBAT KUMUR ,ahan antiplak berupa obat kumur yang dapat diperoleh di pasaran pada saat ini dapat digolongkan atas beberapa golongan yaitu & '. ,isguanida ). Campuran enol minyak essensial 1. Campuran amoniak kuartenary 2. +olongan lain "ari berbagai golongan golongan obat kumur tersebut baru dua jenis obat kumur yang telah mendapat rekomendasi dari %merican "ental %ssociation yaitu campuran enol minyak eukaliptol dan golongan klorheksidin dari golongan bisguanida.

1. Golongan B !guan "a -bat kumur antiplak yang termasuk dalam golongan bisguanida /bisguanides0 yang dapt diperoleh dipasaran adalah obat kumur yang mengandung klorheksidin glukonat 0,) 3 /minosep0. ,anyak penelitian yang menunjukkan e ekti!itas klorheksidin menghambat pembentukkan plak dan mencegah terjadinya gingi!itis. ,ehubung karena adanya e ek smping dari pemakaian chlorheksidin, belakangan ini di beberapa 4egara telah dipasarkan obatkumur yang mengaandunh klorheksidin glukonat 0,') 3 /misanya paride5 dan periogard0. 6asil penelitian menunjukkan bah$a pengurangan konsentrasi tersebut mengurangi e ekti!itas obat kumurnya. #$lor$e% " ne Chlorhe5idine merupakan deri!at bis7uanid dan yang umumnya digunakan dalam bentuk glukonatnya. .empunyai antibakteri dengan spektrum luas, e ekti terhadap +ram positi dan +ram negati meskipun untuk jenis yang terakhir e ekti!itasnya sedikit lebih rendah. Chlorhe5idine sangat e ekti mengurangi radang gingi!a dan akumulasi p'ak, pendapat ini sesuai pendapat bah$a larutan chlorhe5idine sangat e ekti digunakan untuk plak kontrol pada pera$atan radang gingi!al /gingi!itis0. 8 ek anti plak chlorhe5idine tidak hanya bakteriostatik tetapi juga mempunyai daya lekat yang lama pada permukaan gigi sehingga memungkinkan e ek bakterisid. "engan demikian akumulasi plak dapatdicegah, sehingga mengurangi terjadinya giggi!itis. ,erbagai percobaan klinis menggunakan obat kumur mengandung chlorhe5idine telah banyak dilakukan dan ternyata chlorhe5idine berpengaruh terhadap gingi!itis dan periodontitis. Pengaruh ini pertama kali dilaporkan oleh 9oe dan Schiottpada golongan %arthus bah$a chlorhe5idine dapat menghambat pertumbuhan plak dan mencegah terjadinya radang gingi!a. Pembentukan plak dapat dicegah dengan kumur-kumur larutan chlorhe5idine 0,)3,dan tidak tampak tanda-tanda radang gingi!a setelah beberapa minggu $alaupun tanpa membersihkan mulut secara mekanis. "inyatakan pula bah$a pera$atan radang gingi!al dapat dilakukan dengan menggunakan obat kumur chlorhe5idine. Pernyataan ini menguatkan percobaan yang telah dilakukan di beberapa negara, bah$a chlorhe5idine dapat menghainbat pertumbuhan plak dan mencegah terjadinya radang gingi!al /gingi!itis0.

Percobaan terhadap sekelompok anggota militer menggunakan obat kumur chlorhe5idine dua kali sehari untuk membantu melakukan kebersihan mulut selama 2 /empat0 bulan, hasilnya menunjukkan penurunan pertumbuhan plak. 4amun di regio yang terdapat poket dengan kedalaman 1 mm penurunan indeks keradangan kurang bermakna. "apat disimpulkan bah$a pengaruh chlorhe5idine terhadap plak subgingi!al berkurang dibandingkan dengan plak supra- gingi!al. #ntuk meningkatkan pengaruh chlorhe5idine terhadap radang jaringan periodonsium yang mengandung poket perlu dilakukan skeling. Cara pemberian, rekuensi pemakaian serta konsentrasi chlorhe5idine ternyata mempunyai pengaruh. %plikasi 0,)3 larutan chlorhe5idine dibandingkan dengan kumur-kumur memberikan hasil yang sama e ekti . Cara aplikasi ini tidak selalu dapat dilakukan di tiap indi!idu, tergantung dari keadaan klinis penderita. #ntuk hasil yang baik dari menyikat gigi ) kali sehari menggunakan '3 chlorhe5idine gel di daerah dengan pembentukan poket perlu dilakukan skeling. %plikasi pasta chlorhe5idine pada sekelompok anak-anak muda sekali sehari menghasilkan penurunan indeks baik plak maupun radang gingi!a, tetapi kurang baik bila dibandingkan dengan pemberian ) /dua0 kali sehari. Pemakaian chlorhe5idine pada anak-anak yang terbelakang /mentally retarded0 juga memberikan hasil yang kurang memuaskan $alaupun ada penurunan indeks plak dan radang gingi!a. Penelitian lain menyatakan bah$a ada pertumbuhan plak pada pemakaian chlorhe5idine dengan konsentrasi yang rendah, $alaupun tidak menunjukkan tanda-tanda akan terjadi radang gingi!a. Percobaan yang dilakukan terhadap mahasis$a *akultas Kedokteran +igi di 4or$egia selama ) tahun menunjukkan perbedaan yang kurang bermakna antara grup kontrol yang melakukan penyikatan gigi dengan baik dibandingkan kelompok percobaan yang mcnggunakan obat kumur chlorhe5idine 0,)3. 6asil ini menunjukkan bah$a kontrol plak secara khemis pada penderita dengan kebersihan mulut yang baik, tidak mempengaruhi kondisi gingi!a secara nyata. Mekan !&e Kerja #$lor$e% " ne Seperti telah disebutkan di atas chlorhe5idine mempunyai pengaruh yang luas terutama untuk bakteri +ram positi dan +ram negati , bakteri ragi juga jamur. Pada p6 isiologis

chlorhe5idine mengikat bakteri di permukaan rongga mulut: tergantung konsentrasinya, dapat bersi at bakteriostatik atau bakterisid. Si at bakteriostatik bila konsentrasi antara 21) ug/ m': konsentrasi yang lebih tinggi akan menyebabkan e ek bakterisid, karena terjadinya presipitasi protein sitoplasma. 8 ek bakterisid kurang penting dibandingkan dengan e ek bakteriostatik. 6ambatan pertumbuhan plak oleh chlorhe5idine dihubungkan dengan si at chlorhe5idine untuk membentuk ikatan dengan komponen-komponen pada permukaan gigi. (katan tersebut terjadi ';10 detik setelah kumur dan lebih dari '/1 bagian chlorhe5idine diserap dan melekat, namun jumlah pe-lekatan sebanding dengan konsentrasinya. Penelitian menun- jukkan bah$a pelekatan akan terjadi sampai )2 jam, yang berarti sebanding dengan e ek bakteriostatik terhadap bakteri. "asar yang kuat untuk mencegah terbentuknya plak adalah terjadinya ikatan antara chlorhe5idine dengan molekul-molekul permukaan gigi antara lain polisakarida, protein, glikoprotein dan sali!a, pelikel, mukosa serta permukaan dari hidro5iapatit. %kibat terjadinya ikatanikatan tersebut maka pembentukan plak yang merupakan penyebab utama dan radang gingi!a dihambat . Penelitian menunjukkan bah$a larutan 0,)3 chlorhe5idine sebagai obat kumur selama ' minggu menurunkan indeks plak sebanyak <)3 pada hari ke 1 dan 8;3 pada hari ke <, dan terjadipenurunan indeks radang gingi!a sebanyak 1)3 pada hari ke 1 dan <<3 pada hari ke < Ta'el (enurunan n"ek! (lak "an n"ek! ra"ang g ng )a "ar 'e'era(a ant !e(t k " 'an" ngkan "engan (la!e'o*a r Ant !e(t k +o'at ku&ur, 9isterin= Po!idone (odine /,etadine/>0 6e5etidine /,actidol =0 6idrogen Peroksidase ' bulan 1 bulan ? bulan @ bulan '0 hari 1 hari < hari La&a Pe&aka an Penurunan In"ek! (lak +"ala& 30 ';,; )0,@ )1,< '@,;A Kurang bermakna ); ;)A Penurunan In"ek! g ngg ) t !+ 30 ;,' @ )0,8 )1,@A Kurang bermakna )2 1<

/6)-)130 Chlorhe5idine +luconate 0,)3 /.inosep=0 Keterangan & A ,ermakna

'2 hari '2 hari 1 hari < hari

;0A <)A 8;A

;8A ))A 1) <<A

Secara ringkas mekanisme penghmbatan olak oleh klorheksidin adalah sebagai berikut & a0 .engikat kelompok asam anionic dari glikoprotein sali!a sehingga pembentukan pelikel akuid terhambat. 6al ini menghambat kolonisasi bakteri plak. b0 .engikat plasma polisakarida yang menyelubungi bakteri atau langsung berikatan dengan dinding sel bakteri. (katan dengan lapisan poliakarida yang menyelubungi bakteri akan menghambat adsorbsi bakteri ke permukaan gigi atau pelikel akuid. Sebaliknya ikatan klorheksidin lansung dengan sel bakteri menyebabkan perubahan strukter permukaannya yang pada akhirnya menyebabkan perubahan struktur permukaannya yang pada akhirnya menyebabkan pecahnya membrane sitoplasma bakteri c0 .engendapkan aktor- aktor aglutinasi asam dalam sali!a dan menggantikan kalsium yang berperan merekatkan bakteri membentuk massa plak. "engan mekanisme demikian, klorheksidin bukan saja bersi at bakteriostatis tetapi juga bersi at substanti!itas. "engan si at substanti!itas dimaksudkan kemampuan untuk menabsorbsi ke permukaan gigi atau mukosa, untuk kemudian dilepas dalam le!el terapeutik sehingga lebih e ekti dalam mengontrol pertumbuhan plak bakteri. .eskipun klorheksidin dinilai e ekti sebagai bahan antiplak, tetapi bahan ini mempunyai kelemahan berupa pembentukan stein pada permukaan gigi maupun mukosa serta gannguan pengecapan secara temporer. -leh sebab itu, penggunaannya hanya diindikasikan untuk jangka pendek /sampai ) minggu0.

-. #a&(uran .enol/ & n0ak e!en! al -bat kumur yang mengandung campuran enol-minyak essensial /9isterine0 mengandung bahan akti berupa timol dan eukaliptol. 8 ekti!itas campuran enol minyak eukaliptol adalah lebih rendah dibandingkan dengan klorheksidine namun, bahan ini tidak menimbulkan stein disamping terasa lebih segar dan nyaman di mulut karena kandungan mentol dan metal salisilatnya. .ekanisme kerja timol adalah menghancurkan dan mengendapkan dinding sel bakteri. Sebaliknya minyak eukaliptol bekerja dengan jalan menghambat perlekatan bakteri ke permukaan gigi. L !ter ne 9isterin dipasarkan dengan merek dagang 9isterin=, merupakan antiseptik yang e ekti sebagai anti plak. #ji coba klinis antara <?0 hari menunjukkan adanya hambatan pembentukan plak dan radang gingi!a bila digunakan untuk membantu kontrol plak secara mekan. 6asil penelitian ini didukung oleh penelitian 9amser dkk. selama ? bulan, yang menunjukkan bah$a listerin dapat mengurangi penimbunan plak dan menurunkan derajat keradangan gingi!a. +ordon dkk.melakukan penelitian untuk membuktikan pengaruh listerin terhadap pembentukan plak dan gingi!itis. Pada penelitian ini dilibatkan '22 mahasis$a kedokteran gigi dan sta *akultas Kedokteran +igi di "ickinson, umur antara '8-;2 tahun. -rang percobaan kumur-kumur dengan larutan listerin ) kali sehari sebanyak )0 ml tiap kali kumur selama 10detik. Selama ? bulan penggunaan obat kumur dia$asi oleh petugas kecuali hari libur dan 1 bulan terakhir. 8!aluasi dilakukan pada bulan ', 1,?,@. 6asilnya menunjukkan penurunan skor plak yang bermakna pada bulan ', 1 dan ? bila dibandingkan dengan kelompok kontrol /kumur dengan air0 sebesar '),'3, '8,13, '83 pada bulan ', 1 dan ?. Pada 1 bulan terakhir hanya 8; orang percobaan die!aluasi. 6asil e!aluasi menunjukkan adanya penurunan indeks plak yang bermakna yaitu sebanyak ';,;3, )0,@3, )1,<3 dan '@,;3 pada bulan ', 1, ? dan @. Berhadap radang gingi!a, didapat penurunan indeks radang sebanyak 0,@3, <,@3, '0,23 pada bulan ', 1 dan ?. ,ila dibandingkan dengan kelompok kontrol /kumur dengan air0 maka penurunan indeks radang ini tidak bermakna. Pada bulan ke @, 8; orang dan '22 orang percobaan die!aluasi perubahan indeks ginggi!itisnya: hasilnya didapat penurunan indeks radang gingi!a sebanyak ;,'3, @,03, )0,83 dan )1,@3 pada bulan ',1, ?, dan @.

,ila dibandingkan dengan kelompok kontrol /kumur dengan air0 hasil ini menunjukkan perbedaan yang bermakna. Penelitian 'ain melibatkan '1' orang percobaan yang pada akhir percobaan tinggal '01 orang. -rang percobaan dibagi dalam 1 kelompok yaitu kelompok ( kumur dengan listerin 2 kali sehari. kelompok (( kumur dengan listerin ) kali sehari dan kelompok ((( kumur dengan air/plasebo ) kali sehari. Penelitian dilakukan selama ) minggu dan menunjukkan hasil sebagai berikut& Pada kelompok kumur 2 kali sehari terjadi penurunan indeks plak sebanyak 28,)3, kelompok ) kali kumur sebanyak 18,83. ,ila dibandingkan dengan kelompok kontrol didapatkan perbedaan yang bermakna. 6asil e!aluasi radang gingi!a mendapatkan penurunan indeks radang gingi!a sebanyak ;@,?3 pada kelompok kumur 2 kali sehari dan ;?,23 pada kelompok kumur ) kali sehari. ,ila dibandingkan dengan kelompok kontrol maka didapatkan perbedaan yang bermakna: namun bila kelompok kumur 2 kali sehari dibandingkan dengan kelompok kumur ) kali sehari tidak didapatkan perbedaan yang bermakna. percobaan menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna dari indeks plak antara kedua kelompok, namun didapatkan penurunan jumlah bakteri dalam ludah sebanyak 1@,)3 bakteri aerob dan 1',13 bakteri anaerob. Penurunan terjadi ') jam setelah kumur-kumur. ,ila dibandingkan dengan chlorhe5idine penu-runan jumlah bakteri jauh berkurang. Penelitian menyimpulkan bah$a po!idon iodin tidak dianjurkan untuk membantu kebersihan mulut dan pera$atan gingi!itis karena tidak dapat menurunkan terjadinya penumpukan plak sehingga radang gusi akan terus berlansung. 1. Ba$an Ok! gena! Salah satu bahan oksigenasi yang paling banyak digunakan adalah larutan oksigen peroksida /perhidrol/6)-)0 13. Pada saat ini di (ndonesia belum ada dipasarkan obat kumur dari bahan oksigenasi yang dipatenkan. 6idrogen peroksida /6,0 merupakan antiseptik karena dapat melepaskan oksigen sebagai Cat akti . Sebagai obat kumur biasanya dipakai konsentrasi 13. Pemakaian hidrogen peroksida sebagai obat kumur dapat mencegah/menghambat pertumbuhan bakteri plak. 6ambatan ini dimungkinkan karena oksigen yang dilepaskan oleh hidrogen peroksida akan mengoksidasi protein kuman sehingga enCim kuman sebagai penyebab gingi!itis menjadi tidak akti . 6ampir

;03 mikroorganisme anaerob terdapat pada ginggi!itis dan sangat sensiti terhadap oksigen. Penggunaan larutan hidrogen peroksida 13 sebagai obat kumur 1 kali sehari selama ) minggu dapat menurunkan pembentukan plak sebanyak ;03 dan menurunkan indeks radang gingi!a sebanyak ))3. Pemakaian hidrogen peroksida '3 selama ; hari juga dapat mengurangi terjadinya radang gingi!a dan menghambat pembentukan plak. Penggunaan larutan hidrogen peroksida 13 sebagai obat kumur selama 2 hari menunjukkan penurunan indeks plak sebanyak 123 dan mengurangi terjadinya radang gingi!a. "ari pernyataan di atas dapat disimpulkan bah$a hidrogen peroksida sangat membantu kontrol plak secara mekanis 2. Ba$an Ant (lak Golongan La n "ua contoh obat kumur golongan lain adalah & a. -bat kumur yang mengandung po!idon iodine diodida /,etadine, isodine, septadine, dan sejenisnya0 b. -bat kumur yang mengandung heksetidine /bactidol, he5adol, dan sejenisnya0. Po) "on Io" ne Po!idone (odine ' 3 sebagai obat kumur yang dipasarkan dengan merek dagang ,etadine= /untuk selanjutnya kami sebut betadine0 sebagai antiseptik mempunyai si at antibakteri. -bat kumur ini dapat dipakai untuk mengurangi bakteremia setelah pencabutan gigi atau setelah pera$atan bedah. 8 ek betadine terhadap bakteri rongga mulut sangat cepat dan pada konsentrasi yang tinggi dapat mematikan bakteri rongga mulut. ,ila dibandingkan dengan chlorhe5idine, betadine hanya sedikit mempunyai si at anti p'ak. %ddy dkk.mengadakan penelitian untuk membuktikan pengaruh po!idone iodine /,etadin0 terhadap pembentukan plak dan jumlah bakteri dalam ludah. Penelitian dilakukan terhadap '8 orang percobaan yang dibagi menjadi ) kelompok yaitu kelompok yang kumur dengan betadin dan kelompok lain kumur dengan plasebo/air. .asing-masing orang percobaan kumur-kumur dengan betadine/plasebo ) kali sehari sebanyak '0 ml tiap kali kumur selama ' menit. Percobaan dilakukan selama '0 hari dengan kontrol pada hari ),2,;,?,@. 6asil e!aluasi sampai akhir percobaan

menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna dari indeks plak antara kedua kelompok, namun didapatkan penurunan jumlah bakteri dalam ludah sebanyak 1@,)3 bakteri aerob dan 1',13 bakteri anaerob. Penurunan terjadi ') jam setelah kumur-kumur. ,ila dibandingkan dengan chlorhe5idine penurunan jumlah bakteri jauh berkurang. Penelitian menyimpulkan bah$a po!idon iodin tidak dianjurkan untuk membantu kebersihan mulut dan pera$atan gingi!itis karena tidak dapat menurunkan terjadinya penumpukan plak sehingga radang gusi akan terus berlangsung He%et " ne 6e5etidine sebagai obat kumur dipasarkan dengan merek dagang ,actidol= termasuk golongan antiseptik dan merupakan deri!at piridin. .empunyai si at antibakteri, berman aat untuk bakteri +ram positi dan +ram negati , dan dapat digunakan untuk mengurangi terjadinya keradangan. 6e5etidine merupakan antibakteri dengan spektrum luas dengan konsentrasi rendah berman aat untuk mikroorganisme rongga mu'ut. 6e5etidine dapat digunakan pada penderita dengan radang rongga mulut dan nasopharyn5. Pernyataan ini dibuktikan pada percobaan dengan larutan 0,' 3 he5etidine sebagai obat kumur pada orang-orang %nglo di %merika yang menderita radang rongga mulut: ternyata radang dapat sembuh dengan baik. 6al ini berarti he5etidine akan berman aat untuk penderita dengan kelainan periodontal yang disebabkan oleh mikroorganisme. Penelitian 'ain membuktikan bah$a he5etidine dapat mengikat protein mukosa mulut sehingga dapat menguntungkan he5etidine sebagai antibakteri. Pendapat ini diperkuat oleh ,ourgonet yang mengatakan bah$a he5etidine dapat memperpanjang e ek antibakteri karena adanya ikatan dengan protein mukosa. (katan protein tersebut akan menghambat metabolisme mikroorganisme yang berada pada permukaan mukosa dan plak. (katan dengan mukosa dan plak ini terjadi selama < jam setelah kumur. Penelitian menggunakan larutan 0,'3 he5etidine sebagai obat kumur pada orang-orang percobaan selama '2 hari dapat menurunkan radang gingi!a sampai 123 pada hari ke < dan 183 pada hari ke ';, tergantung dari keparahan keradangan maka rata-rata akan sembuh selama 2 minggu. 6e5etidine juga dapat menghambat pertumbuhan plak, tetapi kurang e ekti bila dibandingkan dengan chlorhe5idine. Penelitian dengan menggunakan

larutan 0,'3 he5etidine sebagai obat kumur yang dipakai ) kali sehari sebanyak '0 ml tiap kali kumur selama 10?0 detik, menyebabkan penurunan indeks plak sebanyak );3 pada hari ke 1 dan ;)3 pada hari ke <. PASTA GIGI Pasta gigi yang banyak digunakan untuk menjaga kesehatan gigi dan jaringa periodontal pada umunya mengandung bahan antiplak dan anti desensitisasi. Ba$an Ant (lak a. So" u& Klor "a "an So" u& B kar'onat ,ahan yang dapat digunakan sebagai antiplak yang terkandung dalam pasta gigi adalah sodium karbonat dan sodium klorida. Belah dilaporkan bah$a penyebab dan keradangan jaringan periodonsium adalah bakteri plak. Peran bakteri yang spesi- ik terhadap keradangan belum diketahui dengan jelas. %ktinomises !iscosis dan %neslundi telah ditemukan pada permulaan terjadinya kelainan periodontal pada manusia. ,akteri lain dalam plak subgingi!a yaitu ,akteroides melanogenikus, ,akteroides gingi!alis, *usobakterium 4ukleatum Kapnositopaga dan %ktinobasilus aktinomisetemkomitan /%.%.0. "engan mengetahui bakteri yang paling dominan pada radang gingi!a, maka pera$atan akan dapat dilakukan dengan baik dan e isien. Secara mikroskopis dibuktikan bah$a bakteri plak pada radang gingi!a didominasi oleh bakteri spirokheta 9arutan garam anorganik ternyata dapat menghambat petumbuhan dan pergerakan dan bakteri spirokheta. 6asil penelitian membuktikan bah$a sodium klorida dan sodium bikarbonat dengan konsentrasi 0,; . dapat menghambat pertumbuhan dan pergerakan bakteri sprirokheta secara total pada periode @? jam. Sodium klorida dan sodium bikarbonat dapat menghambat pertumbuhan bakteri melalui beberapa macam mekanisme. -leh karena itu mempunyai nilai sebagai bahan per atau terapi terhadap mikroorganisme pada poket yang dalam dan kelainan periodontal. Konsentrasi minimum larutan garam anorganik ini perlu ditentukan untuk beberapa bakteri subgingi!a. "ari apa yang dikemukakan di atas didapat teori-teori yang mendasari penelitian ini yaitu& Dadang gingi!a disebabkan oleh bakteri plak.

Pada radang gingi!a, bakteri yang paling dominan dalam plak baik yang supra gingi!al maupun subgingi!a adalah bakteri spirokheta. 9arutan garam anorganik dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pergerakan bakteri. 9arutan garam sodium kiorida dan sodium bikarbonat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pergerakan bakteri spirokheta.

'. Tr klo!an +Pe(!o"ent, Selain sodium klorida dan sodium bikarbonat bahan lain yang digunakan sebagai anti plak adalah triklosan. Pada saat ini beberapa pasta gigi komersil telah menggunakan bahan antiplak triklosan sebagai bahan akti nya. Briklosan /),2 trikloro-)- hidroksidi enil eter0 adalah suatu antimikroba anionic dengan spectrum luas /dengan minimal inhibitory concentration atau konsentrasi penghambat minimal terhadap banyak bakteri oral kurang '0E/g terhadap kebanyakan bakteri membentuk plak. %ntimikroba ini terabsorbsi ke permukaan oral tetapi tidak menimbulkan stein. 4amun, karena e ek antiplaknya relati!e lemah, berbagai usaha telah dicoba untuk meningkatkannya, yaitu dengan menggunakan kombinasi triklosan dengan berbagai bahan lain seperti & Kopolimer dari poli!inil metil eter asam maleat /dikenal denagan merk dagang +antreC0 Piro os at, yaitu suatu bahan yang dapat menghambat mineralisasi plak menjadi kalkulus. Sitrat seng, suatu antimikroba lainnya.

Pasta gigi komersil yang mengandung kombinasi di atas saat ini telah diproduksi, namun yang dipasarkan di (ndonesia baru berupa kombinasi triklosan dengan sitrat seng /pepsodent0. "alam beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bah$a kombinasi triklosan dengan sitrat sengadalah lebih e ekti mempunyai dalam menghambat pembentukan plak dan gingi!itis dibandingkan dengan kombinasi lainnya. Briklosan e ek penghambat yang sedang terutama terhadap anaerob negati!e, sedangkan sitrat seng tidak begitu e ekti . 4amun kombinasi antara triklosan dengan sitrat seng memberikan e ek antibakteri yang lebih kuat, diduga karena triklosan akan memperkuat e ek dari sitrat seng dengan jalan mengurangi absorbsi membuka sisi baru untuk mengikat kation. atau dengan

Ba$an De!en! t !a! %da berbagai pasta gigi yang digunakan untuk desensitisasi, berupa & '. Pasta gigi denagn kerja menyumbat tubulus dentin ,eberapa pasta gigi khusus telah dipasarkan untuk desensitisasi oleh pasien sendiri. ,ahan desensitisasi yang terkandung dalam pasta tersebut ada yang mengandung stronsium klorida /sensodyne0, natrium mono luoro os at /colgate0 dan ormaldehyde / thermodent0 ). Pasta gigi dengan kerja mengurangi eksitabilitas sara . Pasta gigi khusus denagan aksi mengurangi eksitabilitas syara yang mengandung kalium nitrat /denguel0 1.Pasta gigi dengan aksi ganda Karena seringnya desensitisasi dengan bahan yang mempunayai aksi tunggal /menyumbat tubulus dentin saja atau mengurangi eksitabilitas sara saja0 tidak berhasil mengurangi hipersensiti!itas, belakangan ini dipasarkan pula pasta desensitisasi dengan aksi ganda. Salah satu pasta dengan aksi ganda mengandung kalium nitrat dan natrium mono luoro os at /Sensodyne- 0. Pasata desensitisasi yang ada di pasarkan di kota-kota besar di (ndonesia saat ini adalah sensodyne dan sensodyne F*.