Anda di halaman 1dari 18

FIELD PROJECT JUDUL Analisa Pengaruh Perubahan Jarak Inlet Pipa Support Dari Truk Bulk Menuju Silo

Yang Melewati Belt Konveyor Pada PT. SEMEN GRESIK

Diusulkan oleh : Nama Muhammad Syahrir Qoimnuddin (6311030059)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMESINAN KAPAL JURUSAN TEKNIK PERMESINAN KAPAL POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA SURABAYA TAHUN 2014

FORMAT HALAMAN PENGESAHAN 1. Judul Field Project : Analisa Pengaruh Perubahan Jarak Inlet Pipa Support Dari Truk Bulk Menuju Silo Yang Melewati Belt Konveyor Pada PT. SEMEN GRESIK (persero) : Bidang Analisa : Teknik Permesinan Kapal : Muhammad Syahrir Qoimnuddin : 6311030059 : Teknik Permesinan Kapal : Teknik Permesinan Kapal : Politeknik Surabaya Perkapalan Negeri

2. Bidang Field Project 3. Bidang Keahlian 4. Pengusul a. Nama Lengkap b. NRP c. Program Studi d. Jurusan e. Politeknik

f. Alamat Rumah dan No Telepon / HP : Jln. Pelabuhan RT. II RW.II Ds. Sungonlegowo Kec. Bungah, Gresik / 085732585937 g. Alamat email (*) 5. Usulan Dosen Pembimbing a. Nama Lengkap dan Gelar b. NIP 6. Jangka Waktu Pelaksanaan Menyetujui, Ketua Jurusan : Sudiyono. ST., MT : 196910041997021001 : 3 bulan Surabaya, 28 Februari 2014 Pengusul : syahrirqoim@gmail.com

c. Alamat Rumah dan No Telepon / HP :

( Subagio Soim, ST, MT. ) NIP. 96002271988031001

( Muhammad Syahrir Qoimnuddin ) NRP. 6311030059

Koordinator Field Project

Dosen Pembimbing

( Budi Prasojo ST, MT. ) NIP. 196807011998021001

( Sudiyono ST, MT. ) NIP. 196910041997021001

A. JUDUL
Analisa Pengaruh Perubahan Jarak Inlet Pipa Support Dari Truk Bulk Menuju Silo Yang Melewati Belt Konveyor Pada PT. SEMEN GRESIK

B. ABSTRAK
Pada setiap produksi semen curah baik itu pendistribusian dengan sak ataupun dengan truk bulk pasti melewati belt konveyor. Belt konveyor pada PT. SEMEN GRESIK terletak pada dua region / daerah operasi yaitu pabrik Tuban 1-4 dan pelabuhan. Pada region pelabuhan distribusi semen curah disupport langsung dari pabrik tuban 1-4 dengan jarak yang sangat jauh sehingga membutuhkan belt konveyor yang panjang. Untuk meminimalkan kinerja konveyor supaya tidak terlalu berat, maka support semen curah diperbantukan dengan menggunakan truk bulk. Pada support semen curah dari truk bulk di PT. SEMEN GRESIK sering mengalami tumpah saat semen curah jatuh di permukaan konveyor yang disebabkan inlet pipa support dari truk bulk terlalu dekat dengan outlet pipa ke belt konveyor. Dari pengamatan yang dilakukan pada inlet pipa support dari truk bulk yang sering mengalami semen curah tumpah saat di permukaan konveyor. Maka dimungkinkan untuk melakukan modifikasi jarak inlet pipa support dari truk bulk untuk mengurangi tumpahnya semen curah saat jatuh di permukaan konveyor.

C. LATAR BELAKANG MASALAH


Semen merupakan salah satu bahan perekat yang jika dicampur dengan air mampu mengikat bahan-bahan padat seperti pasir dan batu menjadi suatu kesatuan kompak. Sifat pengikatan semen ditentukan oleh susunan kimia yang dikandungnya. Adapun bahan utama yang dikandung semen adalah kapur (CaO), silikat (SiO2), alumunia (Al2O3), ferro oksida (Fe2O3), magnesit (MgO), serta oksida lain dalam jumlah kecil (Lea and Desch, 1940).

Pada tahapan proses produksi semen di PT. SEMEN GRESIK terdiri dari 5 tahapan dari mulai penambangan sampai bagian pengepakan (packer). Pada bagian pengepakan mencakup distribusi semen curah di pelabuhan. Pada proses distribusi ini semen curah di support langsung dari pabrik tuban 1-4 dan disupport dengan menggunakan truck bulk. Support semen curah menggunakan truck diperbantukan untuk meminimalkan kerja dari konveyor. Karena jika mengandalkan dari pabrik tuban 1-4 jaraknya terlalu jauh sehingga menambah beban pada konveyor. Oleh karena itu support

menuju silo diperbantukan oleh truck bulk, tapi pada support dengan truck bulk sering mengalami masalah di bagian inlet pipa dari truck menuju silo. Inlet pipa pada truk bulk merupakan percabangan dari pipa utama yang menuju konveyor. Untuk mengisi silo sampai level yang ditentukan membutuhkan 4 truk dengan volume masing-masing truk 30 ton per truk. Jadi pipa utama yang menuju silo memiliki 4 cabang dengan jarak masing-masing cabang 2 meter.

Masalahnya pada cabang inlet pipa dari truk bulk yang terdekat melewati pipa utama menuju konveyor meiliki jarak terlalu dekat yakni 0,5 1 meter. Sedangkan jarak ideal yang ditentukan yaitu 2 meter, sehingga semen curah yang menuju konveyor sering mengalami tumpah. Tumpahnya semen curah akan mengakibat tersumbatnya jalur pipa serta debu yang sangat pekat sehingga para operator dan teknisi sangat kesulitan pada saat melakukan inspeksi pada area tersebut.

Dari masalah diatas muncul ide untuk merubah jarak inlet dari truck bulk menuju konveyor. Karena jarak yang ideal menuju konveyor adalah 2 meter sedangkan yang dilapangan menggunakan jarak 0,5 - 1 meter. Pemilihan jarak 1 meter tersebut dikarenakan pada saat konstruksi pembangunan para kontraktor mengejar deadline project yang telah diberikan. Oleh karena itu muncul ide untuk merubah jarak 1 meter menjadi jarak idealnya yaitu 2 meter. Dengan demikian perubahan jarak yang dilakukan akan mengurangi kerugian semen curah yang akan disupport ke silo serta meminimalisir debu yang ditimbulkan pada saat semen curah didistribusikan melewati konveyor. Sehingga niat perusahaan menuju go green atau cinta terhadap lingkungan bisa berjalan lebih baik lagi.

D. PERUMUSAN MASALAH
1. Kinerja kompresor pada truk bulk sebelum dan sesudah dilakukan perubahan jarak pada inlet pipa support dari truk bulk. 2. 3. Kecepatan dan kapasitas belt konveyor untuk support semen curah menuju silo. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan jarak pada inlet pipa support dari truk bulk.

E. TUJUAN 1. Mengetahui kinerja kompressor pada truk bulk sebelum dan sesudah dilakukan perubahan jarak pada inlet pipa support dari truk bulk menuju belt konveyor. 2. Mengetahui kecepatan dan kapasitas belt konveyor untuk support semen curah menuju silo. 3. Mengetahui biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan jarak pada inlet pipa support dari truk bulk.

F. KEGUNAAN
1. Mahasiswa dapat menjalin networking dengan masyarakat industri baik skala nasional maupun internasional dan lebih cakap dalam bidang IPTEK. 2. PT. SEMEN GRESIK (persero) memberikan wadah bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi profesi di bidang teknologi produksi. 3. Institusi PPNS mampu mencetak lulusan yang berkualitas di bidangnya sesuai dengan permintaan, tidak hanya bidang maritim dan perkapalan melainkan dunia industri juga bisa.

G. TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengertian konveyor
Suatu alat atau proses untuk mengangkut material dari suatu tempat ke tempat lainnta disebut dengan konveyor. Definisi sederhana ini berlaku untuk semua peralatan konveyor. Konveyor dapat ditemukan dalam berbagai jenis keadaan di suatu industri. Konveyor digunakan untuk memindahkan material atau hasil produksi daalam jumlah yang besar dari suatu tempat ke tampat yang lain. Konveyor mungkin memiliki panjang beberapa kilometer atau mungkin hanyan beberapa sentimeter tergantung pada jenis aplikasi yang diinginkan. Pada umumnya, jenis-jenis konveyor yangdigunakan dalam industri adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Belt conveyor Specialist belt conveyor Chain conveyor / drag conveyor Screw conveyor atau auger conveyor Bucket elevator Vibratory conveyor Pneumatic conveyor adan air slide conveyor Roller conveyor

Pada sistem tranport semen curah di pelabuhan menggunakan konveyor tipe karet atau biasa disebut belt conveyor. 2. Pengertian belt konveyor. Belt conveyor adalah pita karet berkesinambungan yang berputar untuk mengangkut material, yang digerakan dengan alat penggerak. Untuk meningkatkan kekuatan belt agar tidak mengalami peregangan yang berlebihan maka belt perlu diperkuat dengan serat fiber atau serat baja sepanjang belt. Serat ini diberikan pada bagian tengah dan bagian atas belt dimana dibawahnya dilindungi dengan suatu ;lapisan dari bahan karet. Kelebihan belt conveyor 1. Sangat ekonomis dalam pengoperasian 2. Apabila dipasang dengan benar hanya memerlukan sedikit pemeliharaan 3. Dapat mengangkut material dalam jark yang sangat panjang dengan satu rangkaian belt 4. Dapat membuat zona pelepasan material yang dapat distel atau multi zona pelepasan material, misalnya sistem pelepasan shuttle, tripper atau plow Kelemahan belt coveyor 1. Sebagian besar pengangkutan material tambang, sudut miring maksimum terhadap tanah terbatas sampai 35 derajat 2. Untuk pengangkutan material tambang yang lengket, perlu digunakan scraper yang efektif untuk membersihkan belt secara efisien. 3. Kerangka belt dapat mudah rusak karena benda-benda yang mengandung besi atau bongkahan tajam yang besar 4. Apabila konveyor miring, maka diperlukan beberapa alat untuk mencegah agar material dan belt tidak terbalik ketika konveyor berhenti. Penggerak Konveyor (Conveyor Drive) Untuk menggerakkan perangkat konveyor, peralatan harus memiliki perangkat transmisi atau penggerak. Perangkat ini untuk menghubungkan motor penggerak dan mengubah kecepatannya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh konveyor. Komponen pada penggerak konveyor antara lain : 1. Coupling adalah suatu alat yang secara langsung menghubungkan dua poros dan penggerak, sehingga keduanya akan berputar dengan kecepatan yang sama dan tenaga dapat ditransmisikan. 2. Clutch adalah alat yang memungkinkan penggerak untuk diputuskan dari sumber tenaga tanpa menghentikan penggerak utama dan dihubungkan kembali ketika diperlukan, sama dengan clutch pada mobil atau truck.

3. Torque limiter menghubungkan dua poros atau penggerak dengan perbandingan satu-satu sampai tenaga melebihi batas yang ditentukan sebelumnya, kemudian plat akan bergeser untuk mencegah terjadinya bebanlebih pada penggerak (biasanya clutch dapat distel sehingga keausan plat dapat toleransi, dan batas tenaga atau torsi dapat ditentukan untuk unit tersebut atau peralatan drive). 4. Gear box merupaka suatu kotak tertutup yang berisi bebrapa roda-gigi yang bertautan, yang berfungsi sebagai sarana untuk tempat pelumasan dan memberikan penutup agar debu tidak dapat masuk. Sudah dijelaskan diawal bahwa di pelabuahan PT. SEMEN GRESIK untuk transport semen curah menggunakan konveyor tipe belt atau sabuk karet. Untuk komponen sabuk karet tersebut mencangkup : 1. Carcass untuk menstransmisikan daya dan tegangan 2. Cover untuk melindungi carcass dari kerusakan dan abrasi yang disebabkan oleh materi yang dibawanya serta untuk menjaga dari uap lembab/embun. 3. Carcass terdiri atas lapisan bahan keras dari karet, bahan tersebut bisa berupa katun, rayon, atau bermacam-macam bahan sintesis. Bahan-bahan sintesis menghasilkan sabuk dengan tingkat kekuatan regangan, fleksibilitas yang tinggi, dan kurang elastis. 4. Tromol depan (head drum) adalah tromol yang langsung berada pada bagian pembuangan. Pada sebagian besar alat konveyor, tromol tersbut berupa tromol bergerak. 5. Tromol belakang (tail drum) adalah tromol yang paling jauh dari bagian depan. Tromol ini seringkali berada paling dekat dengan bagian bawah. 6. Tromol bengkok (bend drum) berfungsi sebagai alat perubah arah belt untuk membiarkan grafitasi menarik atau snib bergerak (tromol yang bergerak tidak beradah di depan). 7. Snub drum dipasang tepat berada dibelakang tromol yang bergerak sehingga menaikkan bagian luar atau daerah sentuhan pada tromol penggerak, sehingga mengurangi kemungkinan belt tergelincir.

Gambar 2.1 Komponen Belt Konveyor

Menghitung kecepatan konveyor :

Dimana : V = Kecepatan Konveyor ( n = Putaran Pulley ( rpm ) R = Jari-jari pulley (m ) Sumber : Bulk Material Handling by Conveyor Belt 5 edited by Allen Reicks, Michael T. Myers A belt conveyor can be charged with material at a rate dipending on the capacity of the conveyor at any desire point. The material is discharged at the terminal pulley, or at any intermediate pint by means of scraperss of trippers. Scrapers cannot function on a conveyor with troughed idlers. The capacity of a belt conveyor is dependent upon the cross-section of the material lying on the belt and upon the speed of the belt. In the case of a flat belt the cross section is usually assumed to be a segment of a circle defined by a chord r = 0.9 B0.05 and a central angle of 60 derajat (fig. 56). In the case of a troughed belt the cross section of the trough must be added to this. The belt speed depends on the nature of the material to be conveyed; the following are normal values: For coal v = 1.5 2.5 m/s m/s

For minerals v = 0.8 3

Menghitung kapasitas belt konveyor :

Dimana : Lf r v = kapasitas konveyor, = 1.9 x B 0,05 = kecepatan belt, m/s = efisiensi (normal 0.8)

Dimana : Q = kapasitas konveyor, t/h = masa jenis semen curah (ASTM = 3,15 gr/cm3)

3. Masalah keselamatan pada area belt konveyor. Untuk masalah keselamatan bagi operator atau tempat inspeksi jika terjadi masalah, karena belt merupakan benda bergerak yang bekerja pada roller dan tromol, kita wajib memastikan apakah mekanik dan operator sudah terlindungi dari kemungkinan terjepit ke dalam belt. Waktu yang tepat bagi anda untuk bekerja pada konveyor yang sedang bergerak adalah pada saat sedang menyusuri belt atau rantai. Apabila prosedur ini tengah anda lakukan, hati-hati, pastikan tubuh anda, pakaian anda atau perkakas yang sedang andai pakai tidak menyentuh bagian bergerak. Dan pada setiap apapun tempat konveyor harus diisolasi dan dikunci.

4. Pengertian kompresor Ada bermacam definisi tentang kompresor. Secara umum pengertian kompresor adalah alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan fluida mampu mampat, yaitu gas atau udara. tujuan meningkatkan tekanan dapat untuk mengalirkan atau kebutuhan proses dalam suatu system proses yang lebih besar (dapat system fisika maupun kimia contohnya pada pabrik-pabrik kimia untuk kebutuhan reaksi). Jenis jenis kompresor Kompresor dapat dibagi dalam dua jenis utama, yaitu kompresor positif, dimana gas dihisap masuk ke dalam silinder dan dikompresikan; dan jenis kompresor nonpositif, dimana gas yang dihisap masuk dipercepat alirannya oleh sebuah impeler yang kemudian mengubah ebergi kinetik untuk menaikkan tekanan. 1. Penggolongan berdasarkan metode kompresi : a. Kompresi positif Kompresor torak Kompresor bolak balik Kompresor putar Kompresor sekrup b. Kompresi sentrifugal Kompresor sentrifugal satu tingkat Kompresor sentrifugal tingkat ganda 2. Penggolongan menurut bentuk a. Vertikal b. Horisontal

c. Silinder banyak 3. Penggolongan menurut kecepatan putar a. Kecepatan rendah b. Kecepatan tinggi Berikut ini akan diberikan penjelasan secara garis besar mengenai beberapa kompresor yang banyak digunakan pada saat ini. Kompressor tersebut antara lain : 1. Kompresor torak kecepatan tinggi bersilinder banyak Kompresor putaran yang tinggi dipergunakan apabila diperlukan kapasitas yang lebih besar, namun pada kompresor torak yang konvensional kecepatan putar tersebut ada batasnya. Hal itu disebabkan karena terbatasnya kekuatan material dan terjadinya getaran yang disebabkan oleh bagian mesin yang bergerak bolak balik. Kecepatan kompresor berkisar antara 900 1800 rpm. Dan untuk menghasilkan tekanan yang lebih besar dipakai kompresor bersilinder banyak. Dengan daya kompresor berkisar antara 3,7 sampai 200 kW

Gambar 4.1 Kompresor silinder banyak

2. Kompresor hermetik
Pada kompresor hermetik listrik dibuat menjadi satu dengan kompresor. Jadi rotor motor listrik tersebut berada di dalam perpanjangan ruang engkol dari kompresor tersebut. dengan jalan demikian tidak diperlukan penyekat poros, sehingga dapat dicegah terjadinyan kebocoran gas. Disamping itu kontruksinya lebih kompak dan bunyi mesin lebih halus. Pada kompresor hermatik dipergunakan sambungan alas sehingga terjaga kerapatan udaranya. Selain itu bagian rumah kompresor terbuat dari besi tuang, bagian-bagian penutup dan penyambungnya masih dapat dibuka.
Gambar 4.2 Kompresor Hermatik

tapi

Kapasitas kompresor
Kapasitas kompresor biasanya dinyatakan dengan volume gas yang dihisap per satuan waktu ( ). Untuk kompresor torak, secara teori kapasitas kompresor dapat ( )

dinyatakan sebagai berikut : ( )

Dimana : D L z n = diameter silinder (m) = panjang langkah torak (m) = jumlah silinder = jumlah putaran poros per menit

Untuk kompresor putar (positif),

Gambar 4.3 Volume langkah torak

Dimana : D d t z n = diameter-dalam dari silinder rumah (m) = diameter-luar dari silinder rotor (torak berputar) (m) = tebal silinder (m) = jumlah silinder = jumlah putaran rotor per menit

Daya teoritik yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor Kerja yang dilakukan oleh kompresor dapat dihitung dengan menggunakan diagram mullier, Dari diagram mullier dapat diketahui entalpi gas pada seksi masuk dari keluar kompresor. Maka daya yang diberikan kompresor dapat dihitung dengan menggunakan persamaan tersebut di bawah ini : ( ) Dimana : N V
v

= daya yang diperlukan kompresor (kW) = volume gas yang dipindahkan kompresor (
= volume spesifik gas ( ) )

V/v = G = berat gas yang dikompresikan (kg/jam) i = entalpi gas (kcal/kg)

sedang subskrip d dan s berturut-turut menyatakan kondisi gas pada seksi keluar dan masuk kompresor.

Menghitung tekanan Dalam hal ini kompresor berfungsi sebagai pompa yakni mendorong semen curah menuju belt konveyor. Jadi perbandingan tekanan ketika perubahan jarak inlet pipa pada truk bulk yang menuju konveyor dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

dengan

, untuk

Maka perumusan menjadi

Dimana :
( ( ) ( ) )

H. METODE PENELITIAN I. Observasi Awal Observasi awal merupakan pengamatan yang dilakukan langsung dilokasi yang menjadi objek studi untuk mendapatkan objek permasalahan yang akan dibahas. Dari hasil observasi awal diperoleh bahwa pada jalur utama semen curah di pelabuan PT. SEMEN GRESIK sering mengalami tumpah karena jarak terdekat support dri truk tidak sesuai dengan jarak ideal.

II.

Studi Lapangan Survey lokasi digunakan untuk menggali informasi melalui keadaan nyata lapangan. Bertujuan mengetahui problem apa saja yang terjadi di lingkungan sekitar yang meresahkan dan diperlukan penyelesaian untuk kenyamanan bersama. Penelitian dilakukan pada inlet pipa support dari truk bulk menuju konveyor pada pelabuhan PT. SEMEN GRESIK.

III.

Study Pustaka Studi pustaka digunakan untuk memperluas khasanah pemikiran kita dalam memberikan rekomendasi (saran) terbaik, termasuk

mempelajari metode atau penddekatan yang telah dirancang sebagai alternative solusi dari problem yang terjadi di tempat kerja.

IV.

Analisa Permasalahan Setelah diketahui pokok permasalahan yang paling mempengaruhi tertumpahnya semen curah pada konveyor untuk pengisian silo di pelabuahan, selanjutnya analisa dengan jelas permasalahan yang dipilih sebagai objek penelitian . Analisa masalah diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk merancang metode atau teknik pendekatan yang tepat

untuk alternative solusi.

V.

Pengumpulan data Setelah analisa masalah sudah dilakukan maka proses selanjutnya ialah pengumpulan data yang mendukung untuk dilakukannya perhitungan sesuai analisa yang telah ditentukan.

VI.

Perhitungan data Tahapan ini merupakan tahapan sebelum penentuan kesimpulan analisa dari masalah yang diambil. Perhitungan ini juga menginput data hasil pengumpulan data pada saat study lapangan dilakukan.

VII.

Kesimpulan dan Saran


Tahap ini adalah langkah akhir dari penelitian dimana diperoleh kesimpulan dari penelitian yang telah tercapai , serta saran-saran yang diperlukan.

Adapun metode penelitian dapat dibuat dalam bagan sebagai berikut : START

Studi Lapangan : Inspeksi Masalah Wawancara

Perumusan Masalah
Studi Literatur Buku Tugas Akhir Internet

Pengumpulan Data : Spesifikasi Kompresor

Detail Konveyor
Jalur pipa support pelabuhan

Menghitung kecepatan dan kapasitas pada belt konveyor

Menghitung kapasitas, daya, dan tekanan pada kompresor

Analisa dan Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

SELESAI

I. JADWAL KEGIATAN

Bulan ke No. Kegiatan 1 1. Pengajuan Proposal Field Projek 2 3

2.

Studi Literatur

3.

Observasi

4.

Pendataan

5.

Perhitungan dan Analisa

6.

Penyusunan Laporan

J. DAFTAR PUSTAKA

1. Khoryanton, Ampala. (2010). Maintenance of Belt Conveyor, Yogyakarta. 2. Duda, Walter H. (1998). Cement Data Book, Berlin. 3. Anis, Samsudin. (2008). Buku Ajar Pompa dan Kompresor, Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Surabaya, 28 Februari 2014 Pengusul

(Muhammad Syahrir Qoimnuddin) NRP. 6311030059

LEMBAR PENETAPAN JUDUL Berdasarkan desk evaluation oleh Team Evaluasi Field Project, maka : A. J U D U L : . . . .

B. PENGUSUL : a. Nama Lengkap b. NRP c. Program Studi d. Jurusan e. Politeknik f. Alamat Rumah dan No Telepon / HP g. Alamat email (*)

: Muhammad Syahrir Qoimnuddin : 6311030059 : Teknik Permesinan Kapal : Teknik Permesinan Kapal : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya : Jln. Pelabuhan Ds. Sungonlegowo Kec. Bungah, Gresik / 085732585937 : syahrirqoim@gmail.com

Dinyatakan : Diterima Ditolak Diterima dengan syarat Diubah menjadi : . .

Dengan Dosen Pembimbing

( NRP. .............................................

Surabaya,.......- ............................-........... Menyetujui, Ketua Jurusan Team Evaluasi Proposal Field Project Ketua

( NIP. .............................................

( NIP. .............................................