Anda di halaman 1dari 12

Step 7

1. Bagaimana anatomi dari jalan lahir?
JALAN LAHIR LUNAK
OVARIUM
TUBA UTERINA
UTERUS  tempat implantasi ajnin, memberi nutrisi jalin, jalan lahir lunak.
Kontraksi dari uterus mempengaruhi persalinan
Janin terlalu besar menyebabkan rupture uteri
VAGINA

JALAN LAHIR KERAS
Pelvis  dari 2 os coxae, os sacrum, os coccygis

Diameter Eksterna:
a. D. intertrocanterica 29 cm
b. D. intercristarum 26 cm
c. D. interspinosum 23 cm
d. Conjugate externa 18 cm
e. D. oblique 12,5 cm

Diameter Interna
PAP:
- Conjugata vera 11 cm
Digunakan conjugate smile dikurangi 1 – 1,5 cm
- D. transversa 13 cm
- D. oblique 12,75 cm
PTP:
- D. AP 11 cm
- D. transversa 10,5 cm
PBP:
- D. AP 11,5 cm
- D. transversa 10 cm

BIDANG HODGE
i. Melewati dari PAP
ii. Melewati tepi bawah simfisis pubis sejajar hodge 1
iii. Melewati kedua spina ischiadica sejajar hodge 1
iv. Melewati juncture sacrococcygea sejajar hodge 1

BENTUK PELVIS
Caldwell Moloy:
- Antropoid
- Gynecoid  normal pada wanita
- Platypelloid
- Android  pada laki-laki
Turner:
- Dolicopellic
- Mesatipellic
- Brachypellic
- Platypellic

2. Apa saja kriteria panggul sempit?
1. Saat dilakukan VT teraba promontorium. N: -
2. Saat VT dapat meraba 2/3 linea terminalis/inominata
3. Saat VT teraba kedua spina ischiadica
4. Saat VT teraba os. coccygis

3. Bagaimana fisiologi dari persalinan?
- Proses pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan aterm (37-42 mg)
- Dipengaruhi:
o Peregangan otot uterus karena pembesaran janin  kontraksi uterus
o Penurun hormone estrogen dan progesterone  prostaglandin meningkat  HIS
o Oksitosin meningkat  mempengaruhi kontraksi uterus
o Penekanan janin pada plexus Frankenhaucher  kontraksi uterus
PENGATURAN HORMON PERSALINAN!

4. Bagaimana pembagian KALA pada persalinan?
KALA 1:
Pembukaan 1 – 10 cm. biasanya HIS sudah teratus dan ibu kesakitan. Keluar darah dan lender.
o Pada nullipara 13 – 14 jam
o Pada multipara 7 – 8 jam

Terdiri dari:
- Fase laten  pembukaan 1 – 3, normalnya lebih lama. Berapa lama? (7 – 8 jam)
 N FASE LATEN:
- ibu MULAI merasakan kontraksi yang teratur sehingga terjadi pelunakan dan pendataran
serviks
- Kriterian minimum untuk fase laten ke fase aktif adalah 1.2 cm/jam untuk nulipara dan 1.5
cm/jam untuk multipara
 tdk N FASE LATEN BERKEPANJANGAN
- Fase terjadi lebih dari 20 jam pada nulipara dan 14 jam untuk multipara
 Faktor- faktor yang mempengaruhi:
• keadaan serviks yang buruk (misal: tebal, tidak mengalami pendataran, atau
tidak membuka)
• persalinan palsu
 Penanganan:
• istirahat lebih di sarankan, karena terjadi persalinan palsu sering tidak disadari
• stimulasi oksitosin.
• Amniotomi tidak di anjurkan karena adanya persalinan palsu

 Fase laten pada kala satu persalinan :
 Dimulai sejak awal berkontraksi yang menyebabkan penipisan dan
pembukaan serviks secara bertahap.
 Berlangsung hingga serviks membuka kurang dari 4 cm
 Pada umumnya, fase laten berlangsung hampir atau hingga 8 jam.

- Fase aktif  pembukaan 4 – 10, normalnya lebih cepat dari fase laten. Berapa lama? (6 – 7 jam)
 NFase Aktif
 Pembukaan serviks 3-4 cm atau lebih
 Kontraksi uterus
 Dalam 3- 4 jam terjadi pembukaan 8- 10 cm
 Tdk N a). Fase aktif gangguan Protraction
(berkepanjangan/ berlarut- larut)
kecepatan pembukaan dan penurunan yang lambat. Nulipara <1- 1,2 cm/jam dan Multipara
<1,5- 2 cm/jam
b). Fase aktif gannguan Arrest (macet, tak maju)
Tidak adanya penurunan janin dalam 1 jam CPD
 Faktor- faktor yang mempengaruhi:
• sedasi berlebihan
• Anastesia regional
• Malposisi janin(misal: oksiput posterior persisten)
Fase aktif pada kala satu persalinan :
 frekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap
(kontraksi dianggap adekuat/memadai jika terjadi tiga kali atau lebih
dalam waktu 10 menit, dan berlangsung selama 40 detik/lebih)
 dari pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10 cm,
akan terjadi dengan kecepatan rata-rata 1 cm per jam (nulipara atau
primigravida) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara)
 terjadi penurunan bagian terbawah janin.
 Ada 3 fase
a. fase akselerasi : 2 jam, cepat, pembukaan sampai 4 cm
b. fase dilatasi maksimal : 2 jam, pembukaan sampai 9 cm, cepat
c. fase deselerasi : 2 jam, 9 cm – sempurna, lambat
 Sedangkan kala dua persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm)
dan berakhir dengan lahirnya bayi.
 Persalinan yang normal apabila ketiga faktor penting telah membuktikan kerja sama yang
baik sehingga persalinan berlangsung spontan, aterm dan hidup. Keadaan demikian
menunjukkan bahwa ketiga faktor penting power, passage, dan passanger telah bekerja
sama dengan baik tanpa terdapat intervensi sehingga persalinan berjalan dengan mulus.
Dapat pula ditambahkan faktor lainnya, seperti faktor kejiwaan penderita dan penolong
tetapi kedua faktor tambahan tidak banyak berfungsi dalam menetukan jalannya persalinan.
 Dengan faktor power, passage dan passanger, kemungkinan besar terdapat kelainan yang
mempengaruhi jalannya persalinan, sehingga memerlukan intervensi persalinan untuk
mencapai well born baby dan well health mother. Persalinan yang memerlukan bantuan dari
luar karena terjadi penyimpangan dari power, passage, passanger disebut persalinan
distosia.


KALA 2:
Pengeluaran bayi. Nulipara 2 jam. Multipara 1 jam.
Tanda-tandanya:
- Pembukaan 10 lengkap
- Bag. Bawah janin sudah teraba
- Missal kepala sudah masuk PAP
- Ketuban sudah pecah
- Penderita ingin mengejan
- Perineum menonjol
- Vulva dan anus membuka
Syarat: HIS adekuat 3-4x/10 menit durasi 45-60 detik.
Pada KALA ini penolong harus sudah membimbing untuk mengejan.
Jika kantong amnion belum pecah maka lakukan amniotomi.

KALA 3:
Pengeluaran plasenta. Waktu +/- 15 – 30 menit.

KALA 4:
Keadaan pasca melahirkan, 2 jam setelah kala 3. Dilihat apakah ada pendarah postpartum, sepsis atau tidak.

5. Mengapa bisa terjadi partus tak maju? Bagaimana kriteria partus tak maju?
Persalinan lama disebut juga “distosia”, didefinisikan sebagi persalinan yang
abnormal / sulit. Sebab – sebanya antara lain :
 Kelainan tenaga (kelainan his) : his yang tidak normal dalam kekuatan ato sifatnya 
kerintangan pada jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan tidak dapat
diatasi  persalinan mengalami hambatan atau kemacetan
 Kelainan janin : persalinan dapat mengalami gangguan atau kemacetan karena
kelainan letak atau dalam bentuk janin
 Kelainan jalan lahir : kelainan dalam ukuran atau bentuk jalan lahir  bisa
menghalangi kemajuan persalinan atau menyebabkan kemacetan
ILMU KEBIDANAN,Sarwono Prawirohardjo

“Failure to Progress” ( partus tak maju )
Istilah ini menjadi terminologi populer untuk menyatakan adanya persalinan yang berlangsung
tidak efektif pada persalinan spontan atau dengan induksi oksitosin.
Terminologi ini biasa digunakan pada situasi dimana tidak terjadi kemajuan dilatasi servik dan atau
desensus janin atau terjadi kemajuan yang tidak normal.
Sudah menjadi pendapat umum sekarang ini bahwa diagnosa distosia pada persalinan dengan SC
merupakan hal yang bersifat overdiagnosis.
Tindakan SC dengan indikasi distosia sering menjadi hal yang bersifat kontroversial oleh karena
beberapa hal :
1. Penegakkan diagnosa distosia yang tak tepat
2. Efek pengunaan analgesia epidural tak diperhitungkan
3. Kecemasan medikolegal yang berlebihan
4. Kenyamanan klinis bagi dokter atau pasien ( dokter terburu-buru atau pasien
menghendaki hal yang “terbaik” bagi dirinya )
5. Stimulasi oksitosin tidak diberikan dengan metode yang tepat dan benar.
Rekomendasi dari American College of Obstetricians and Gynecologist (1995a) sebelum
diagnosa distosia ditegakkan, dilatasi servik harus sudah lebih dari4cm ( pasien sudah masuk
persalinan aktif ) .

Partus tak maju terjadi pada KALA 1. Disebabkan karena:
- CPD (cephalopelvic disproportion):
o Panggul kecil – kepala besar
o Panggul normal – kepala besar
o Panggul kecil – kepala normal
- Presentasi abnormal: presentasi dahi, axillar, muka, bahu
- Janin abnormal  misal hidrosefalus, makrosomia (>4 kg), bahu janin lebar, kembar siam
- Abnormalitas reproduksi ibu  tumor pelvis, stenosis vagina congenital, perineum kaku, tumor vagina

KRITERIA PARTUS TAK MAJU
- Kelainan HIS
- Kelainan janin
- Kelainan panggul
- Kelainan durasi pada fase laten > 8 jam

KRITERIA PARTUS MACET
Gangguan fungsi otot uterus dapat disebabkan oleh regangan uterus berlebihan dan atau
partus macet [obstructed labor]. Dengan demikian maka persalinan yang tidak berlangsung
secara efektif adalah merupakan tanda akan adanya fetopelvic disproportion.
1. Tonus otot rahim diluar his tidak seberapa tinggi, lalu meningkatkan pada waktu his. Pada
kala pmbukaan servik ada 2 fase : fase laten dan fase aktif yang digambarkan pada
srvikogram menurut friedman.
2. Kotraksi rahim dimulai pada salah satu tanduk rahim, sebelah kanan atau kiri, lalu
menjalar keseluruh otot rahim.
3. Fundus uteri berkontraksi lebih dulu (fundal dominan) lebih lama dari bagian-bagian lain.
Bagian tengah berkontraksi agak lebih lambat, lebih singkat dan tidak sekuat kontraksi
fundus uteri bagian bawah (segmen bawah rahim)dan servik tetap pasif atau hanya
berkontraksi sangat lemah.
4. Sifat-sifat his :lamanya, kuatnya, keteraturannya, seringnya dan relaksasinya, serta
sakitnya.
Kriteria “active phase arrest” dan “protraction disorder” menurut American College
of Obstetricians and Gynecologist dapat dilihat pada tabel 2 berikut :

Sebelum menegakkan diagnosa “arrest” selama persalinan kala I maka kedua kriteria
berikut harus dipenuhi:
1. Dilatasi servik sudah lebih dari 4 cm.
2. His dengan kekuatan 200 Montevideo Unit selama 10 menit sudah berlangsung
selama 2 jam tanpa diikuti dengan perubahan pada servik.



6. Apa saja faktor yang mempengaruhi persalinan?
Kelainan POWER : kontraksi uterus dan kemampuan ibu meneran
Kelainan PASSANGER : keadaan janin
Kelainan PASSAGE : keadaan panggul


1. POWER
Lihat kontraksi uterus adekuat dan teratur, kontraksi dinding perut, kontaksi diafragma pelvis,
efektivitas mendorong dan kekuatan.
APA SAJA YANG MEMPENGARUHI KONTRAKSI UTERUS?

2. PASENGER
Letak janin, posisi janin, presentasi, dan letak plasenta!!!
MACAM-MACAM MALPRESENTASI JANIN!

3. PASSAGE
Ukuran dan tipe panggul. Kemampuan serviks membuka, kemampuan introitus vagina membuka.

4. PENOLONG
Managemen persalinan dilakukan dengan baik. Memimpin mengejan tepat waktunya.
PSIKIS

7. Mengapa dari riwayat persalinan didapatkan inpartu kala 1 fase laten selama 10 jam?
>8 jam artinya menunjukkan partus tak maju, kemungkinan karena beberapa factor:
Kontraksi uterus kurang adekuat, bayi yang besar, panggul ibu yang sempit, letak melintang si janin.

8. Apa maksud dan interpretasi status internus normal, status obs kontraksi 1x/ 10 menit selama 10
detik?
HIS menunjukkan tidak adekuat.

9. Apa interpretasi dari Leopold bayi 1 intrauterine letak lintang dorsoinferior?
Letak Sungsang
 Letak sungsang adalah janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan
bokong dibawah bagian cavum uteri.
Macam –Macam Letak Sungsang :
 Letak bokong murni ( frank breech )
Letak bokong dengan kedua tungkai terangkat ke atas.
 Letak sungsang sempurna (complete breech)
Kedua kaki ada disamping bokong dan letak bokong kaki sempurna.
 Letak sungsang tidak sempurna ( incomplete breech )
Selain bokong sebagian yang terendah adalah kaki atau lutut
Etiologi Letak Sungsang :
 Fiksasi kepala pada PAP tidak baik atau tidak ada ; pada panggul sempit, hidrocefalus,
anencefalus, placenta previa, tumor.
 Janin mudah bergerak ; pada hidramnion, multipara, janin kecil (prematur).
 Gemelli
 Kelainan uterus ; mioma uteri
 Janin sudah lama mati
 Sebab yang tidak diketahui.
Diagnosis Letak Sungsang :
 Pemeriksaan luar, janin letak memanjang, kepala di daerah fundus uteri
 Pemeriksaan dalam, teraba bokong saja, atau bokong dengan satu atau dua kaki.
Syarat Partus Pervagina Pada Letak Sungsang :
 Janin tidak terlalu besar
 Tidak ada suspek CPD
 Tidak ada kelainan jalan lahir
 Jika berat janin 3500 g atau lebih, terutama pada primigravida atau multipara dengan
riwayat melahirkan kurang dari 3500 g, sectio cesarea lebih dianjurkan.

 Terdapat 1 janin dalam rahim
 Letak janin abnormal  karena teraba tahanan memanjang

10. Interpretasi dari DJJ 12-12-12?
NORMAL!

11. Adakah hubungan antara TBJ 4000 gram dengan status pasien?
Faktor pasenger terlalu besar sehingga mempengaruhi proses persalinan.
 Normal berat neonatus pada umumnya 4000gram dan jarang ada yang melebihi
5000gram. Berat badan neonatus lebih dari 4000gram dinamakan bayi besar.
Frekuensi berat badan lahir lebih dari 4000gram adalah 5,3%, dan berat badan
lahir yang melihi 4500gram adalah 0,4%. Biasanya untuk berat janin 4000-5000
gram pada panggul normal tidak terdapat kesulitan dalam proses melahirkan.
Factor keturunan memegang peranan penting sehingga dapat terjadi bayi besar.
Janin besar biasanya juga dapat dijumpai pada ibu yang mengalami diabetes
mellitus, postmaturitas, dan pada grande multipara. Selain itu, yang dapat
menyebabkan bayi besar adalah ibu hamil yang makan banyak, hal tersebut
masih diragukan.
 Untuk menentukan besarnya janin secara klinis bukanlah merupakan suatu hal
yang mudah. Kadang-kadang bayi besar baru dapat kita ketahui apabila selama
proses melahirkan tidak terdapat kemajuan sama sekali pada proses persalinan
normal dan biasanya disertai oleh keadaan his yang tidak kuat. Untuk kasus
seperti ini sangat dibutuhkan pemeriksaan yang teliti untuk mengetahui apakah
terjadi sefalopelvik disproporsi. Selain itu, penggunaan alat ultrasonic juga dapat
mengukur secara teliti apabila terdapat bayi dengan tubuh besar dan kepala
besar.

12. Apa interpretasi dari px VT: pembukaan 3 cm, eff 60%, bagian bawah teraba tahanan memanjang,
tak ada bagian menumbung?
a. Pembukaan 3 cm: serviks membuka selebar 3 cm
b. Eff 60%: penipisan serviks tidak sesuai dengan pembukaan. Seharusnya pada eff ini sudah
mencapai pembukaan 6 -7 cm
c. Tahanan memanjang: punggung
d. Tidak ada bagian menumbung: tidak ada bagian bulat (kepala)

13. Mengapa terjadi portio edem?
Jk letak kepala
CPD (Panggul sempit )  serviks terjepit antara kepala dan jalan lahir 
gangguan sirkulasi darah dan cairan  edema


14. Promontorium teraba, line inominata teraba < 1/3 lingkaran, spina ischiadica menonjol?






15. Apakah ada hubungan dengan BB ibu 55 kg, TB 145 cm dengan kondisi pasien?
TB badan ibu pendek merupakan factor resiko panggul sempit.

 BB : 55kg, TB:145 cm
 Panggul sempit jika TB ibu < 145 cm