Anda di halaman 1dari 9

ANTIBIOTIKA BETALAKTAM LAINNYA

Dewasa ini telah dikembangkan antibiotika betalaktam lain yang tidak tergolong
penisilin maupun sefalosporin.
Karbapenem
Karbapenem merupakan batalaktam yang struktur kimianya berbeda dengan penisilin
dan sefalosporin. Golongan obat ini mempunyai spectrum aktivitas yang lebih luas.
Imipenem
Obat ini dipasarkan dalam kombinasi dengan silastatin agar imipenem tidak
didegradasi oleh enzim dipeptidase di tubuli ginjal.
Imipenem suatu turunan tienamisin merupakan karbapenem pertama yang
digunakan dalam pengobatan. !ienamisin diproduksi oleh "treptomyces cattleya.
Imipenem mengandung cincin betalaktam dan cincin lima segi tanpa atom sulfur. Oleh
enzim dehidropeptidase yang terdapat pada brush border tubuli ginjal obat ini
dimetabolisme menjadi metabolit yang nefrotoksik. #anya sedikit yang terdeteksi dalam
bentuk asal di urin.
"ilastatin penghambat dehidropeptidase$% tidak beraktivitas antibakteri. &ila
diberikan bersama imipenem dalam perbandingan sama silastatin akan meningkatkan
kadar imipenem aktif dalam urin dan mencegah efek toksiknya terhadap ginjal.
Mekanisme kerja dan spectrum antibakteri. Imipenem mengikat '&'( dan
menghambat sintesis dinding sel kuman. In vitro oabt ini berspektrum sangat luas
termasuk kuman Gram$positif dan Gram$negatif baik yang aerobik maupun anaerobik)
Imepenem beraktivitas bakterisid. "elain itu obat ini resisten terhadap berbagai jenis
batalaktamase baik yang diperantarai plasmid maupun kromosom. Imipenem in vitro
sangat aktif terhadap kokus Gram$positif termasuk stafilokok streptokok pneumokok
dan *. faecalis serta kuman penghasil betalaktamase umumnya. !etapi obat ini tidak aktif
terhadap stafilokok resisten metisilin atau galur yang uji koagulasinya negatif. Imipenem
aktif terhadap sebagian besar *nterobacteriaceae potensinya sebanding dengan
aztreonam dan sefalosporin generasi ketiga. "elain itu spektrumnya meluas mencakup
kuman yang resisten penisilin aminoglikosida dan sefalosporin generasi ketiga.
Imipenem juga sangat aktif terhadap meningokok gonokokus dan #. influenzae termasuk
yang memproduksi betalaktamase. !erhadap +cinetobacter dan '. aeruginosa
aktivitasnya sebanding dengan seftazidim.
!erhadap kuman anaerob aktivitasnya sebanding dengan klindamisin dan metronidazole
tetapi terhadap ,lostridium difficile tidak aktif. !erhadap sebagian besar kuman yang
sensitif terhadapnya imipenem memperlihatkan efek pasca antibiotik.
Indikasi. Imipenem-silastatin digunakan untuk pengobatan infeksi berat oleh kuman
yang sensitif termasuk infeksi nosokomial yang resisten terhadap antibiotik lain
misalnya infeksi saluran napas bahwa intra abdominal obstetrik$ginekologi
osteomielitis dan endokarditis oleh ". aureus. .ntuk infeksi berat oleh '. aeruginosa
dianjurkan agar dikombinasikan dengan aminoglikosida karena berefek sinergistik.
Efek samping. *fek samping yang paling sering dari imipenem ialah mual muntah
kemerahan kulit dan reaksi local pada tempat infus. Kejang dilaporkan terjadi pada /01
dari %234 pasien yang mendapat obat tersebut. "ehubungan dengan hal tersebut obat ini
dikontraindikasikan pada pasien yang berisiko tinggi untuk menderita kejang. &ila
diberikan bersama siklosporin sebaiknya hati$hati karena keduanya dapat mengganggu
susunan saraf pusat.
Farmakokinetik. Imipenem maupun silastatin tidak diabsorpsi melalui saluran cerna
sehingga harus diberikan secara suntikan. "etelah pemberian masing$masing % g
imipenem-silastatin secara infus 5/ menit kadar puncak rata$rata dapat mencapai 3( dan
63 7g-m8. *nam jam kemudian kadar menurun sampai % 7g-m8. Kadar puncak
imipenem dalam plasma 9%/ dan %( 7g-m8: dicapai dalam ( jam. Kadar puncak silastatin
(4 dan 55 7g-m8 yang dicapai % jam sesudah pemberian. Kira$kira (/1 imipenem dan
4/1 silastatis terikat protein plasma. Distribusi obat ini metasa ke berbagai jaringan dan
cairan tubuh. 'ada meningilis pemberian % g obat ini tiap 6 jam akan mencapai kadar
dalam cairan otak setinggi /3 dan %% 7g-m8. Kadar imipenem dalam empedu umumnya
rendah. Obat ini diekskresi melalui filtrasi glomerulus dan sekresi tubuli ginjal.
&ila diberikan bersama silastatin ; 2/1 dari dosis imipenem diekskresi di urin dalam
bentuk asal %/ jam sesudah pemberian sisanya dimetabolisme. "ilastatin diekskresi
dalam urin sekitar 231 dalam bentuk asal sisanya dimetabolisme. <etabolit utama
sebanyak ; %(1 dari dosis terdapat di urin sebagai =$asetil silastatin. *kskresi imipenem
maupun silastatil melalui tinja hanya sekitar %1.
>aktu paruh imipenem dan silastatin ; % jam pada orang dewasa. 'ada kelainan
fungsi ginjal waktu paruh imipenem dapat mencapai 53 sampai 4 jam dan silastatin
sampai %6 jam sehingga perlu penyesuaian dosis. 'ada hemodialisis waktu paruh
imipenem (3 jam dan silastatin 5? jam sehingga sesudah dialisis perlu dosis suplemen.
Meropenem
<eropenem sutau derivate dimetilkarbamoil pirolidinil dari tienamisin. &erbeda
dengan imipenem obat ini tidak dirusak oleh enzim dipeptidase ditubuli ginjal sehingga
tidak perlu dikombinasikan dengan silastatin. "ecara umum efek toksiknya sama dengan
imipenem hanya obat ini dilaporkan kurang menyebabkan kejang. "pektrum aktivitas in
vitro dan efek kliniknya sebanding dengan imipenem.
Monobaktam
<onobaktam merupakan suatu senyawa betalaktam monosiklik dengan inti dasar
berupa cincin tunggal asam$5 aminobaktamat.
"truktur ini berbeda dengan struktur kimia golongan antibiotika betalaktam terdahulu
misalnya penisilin sefalosporin karbapenem berinti dasar cincin ganda.
<onobaktam pada awalnya diisolasi dari kuman a.I. Gluconocabacter +cetobacter
,hromobacterium tetapi aktivitas antibakterinya sangat lemah. Kemudian dikembangkan
monobaktam sintetik yaitu aztreonam dengan menambahkan suatu oksim$aminotiazol
sebagai rantai samping ditambah gugus karboksil pada posisi 5 dan satu gugus alfa$metil
pada posisi 4. 'erubahan struktur tersebut sangat meningkatkan stabilitas aztreonam
terhadap berbagai betalaktamase dan aktivitas antibakterinya terhadap kuman Gram$
negatif aerobic termasuk 'seudomonas aeruginosa.
Mekanisme kerja. +ztreonam bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel kuman
seperti antibiotic betalaktam lain. +ntibiotik ini dengan mudah menembus dinding dan
membran sel kuman Gram$negatif aerobik dan kemudian mengikat erat penicillin$
binding$profein 5 9@'&' 5:. 'engaruh interaksi tersebut pada kuman ialah terjadi
perubahan bentuk filamen pembelahan sel terhambat dan mati. Kadar bunuh minimal
aztreonam terhadap kuman yang peka tidak banyak berbeda dengan K#<nya.
+ztreonam tidak aktif terhadap kuman Gram$positif dan kuman anaerob.
+ztreonam hanya aktif terhadap kuman Gram$negatif aerobik termasuk #aemophilus
influenzae dan meningokok serta gonokok yang menghasilkan betalaktamase. !erhadap
*nterobacteriaceae termasuk yang resisten terhadap penisilin sefalosporin generasi satu
dan aminoglikosida potensinya sebanding dengan sefalosporin generasi ketiga. !erhadap
berbagai strain 'seudomonas aeruginosa aztreonam sangat aktif tetapi seftazidim sedikit
lebih poten. Obat ini tidak aktif terhadap spesies +cinetobacter Aantomonas maltophilia
+chromobacter ByloBidans spesies +lcaligenes dan 8egionella pneumophila. +ztreonam
tahan terhadap betalaktamase umumnya kecuali betalaktamase tertentu seperti yang
dihasilkan Klebsiella oBytoca suatu kuman yang jarang ditemukan.
Farmakokinetik. +ztreonam harus diberikan secara I< atau IC karena tidak diabsorpsi
melalui saluran cerna.
Kadar puncak dalam serum darah pada pemberian % g I< dalam waktu 6/ menit
mencapai 46 7g-m8 dan pada pemberian bolus IC %(3 7g-m8. 'emberian % g aztreonam
secara infus selama 5/ menit mencapai kadar puncak dalam darah 0/ sampai %64 7g-m8.
"ekitar 361 aztreonam dalam darah terikat pada protein plasma. Obat ini didistribusi
luas ke dalam berbagai jaringan dan cairan tubuh yaitu sinovial pleural pericardial
peritoneal cairan lepuh sekresi bronkus tulang empedu hati paru$paru ginjal otot
endometrium dan usus. Kadar dalam urin tinggi. "elain itu kadar dalam prostat yang yang
tidak meradang dapat mencapai sekitar ? 7g-g jaringan dalam waktu % sampai 5 jam
sesudah pemberian I<. Kadar tersebut jauh lebih tinggi dari K#< *nterobacteriaceae
pada umumnya. 'ada meningitis kadar yang dapat dicapai di ,"" sekitar 3 sampai %/
kali lebih tinggi dari K#< *nterobacteriaceae.
'enetrasi ke dalam ,"" bila tidak ada meningitis hanya mencapai kadar sekitar D
kali bila dibandingkan dengan pada meningitis. *kskresi terutama melalui filtrasi
glomerulus dan sekresi tubulus ginjal dalam bentuk utuh yaitu sekitar 2/1 dosis yang
diberikan. 'robenesid memperlambat ekskresinya. "ekitar 21 obat dimetabolisme dan
metabolitnya kemudian diekskresi melalui urin. #anya %1 yang diekskresi melalui tinja
dalam bentuk utuh. 'ada orang dewasa waktu paruh aztreonam mencapai %2 jam 9%6
sampai (% jam: pada neonatus jauh lebih lama. 'ada pasien dengan gangguan fungsi
ginjal perlu penyesuaian dosis aztreonam karena waktu paruh eliminasi memanjang
bahkan pada gagal ginjal waktu paruh eliminasinya dapat mencapai 6 jam. 'ada pasien
yang mengalami hemodialisis perlu diberi dosis suplemen. 'ada sirosis hepatis
penggunaan jangka panjang perlu penyesuaian dosis karena dalam keadaan ini klirens
total menurun (/1 sampai (31.
Indikasi. +ztreonam tunggal maupun dalam kombinasi dengan antimikroba lain efektif
untuk mengatasi infeksi berat oleh kuman Gram$negatif aerobik. Indikasinya antara lain
untuk infeksi saluran kemih dengan komplikasi saluran napas bawah kulit dan struktur
kulit alat kelamin intra abdominal tulang dan bakteremia pada dewasa dan anak.
"pektrum antibakteri aztreonam mirip antibiotik aminoglikosida. "ehubungan dengan
itu aztreonam dapat menjadi alternatif aminoglikosida khusus untuk infeksi kuman
Gram$negatif. .ntuk pasien infeksi memerlukan antimikroba spektrum luas dan tidak
tahan terhadap aminoglikosida dan antimikroba betalaktam lain kombinasi aztreonam
dengan antibiotika yang aktif terhadap kuman Gram$positif misalnya vankomisin
merupakan pilihan yang baik.
Efek samping. *fek samping aztreonam tidak banyak berbeda dengan antibiotik
betalaktam lain. 'enggunaan rutin untuk neonatus tidak dianjurkan sampai ada data yang
pasti bahwa kadar tinggi arginin yang terdapat pada sediaan sebanyak 2?/ mg-g
antibiotik tidak menyebabkan hipoglikemia.
oso!ogi. +ztreoman diberikan secara suntikan I< yang dalam bolus IC perlahan$lahan
atau infus intermiten dengan periode (/ sampai 6/ menit. 'erlu diperhatikan intruksi
pabrik membuat untuk masing$masing sediaan.
Dosis dewasa %$? g-hari dibagi untuk pemberian setiap 6 sampai %( jam. .ntuk
infeksi saluran kemih 3// mg atau % g setiap ? sampai %( jam.
'emberian IC dianjurkan untuk yang memerlukan dosis lebih dari % g misalnya
pasien septisemia bakterial abses intra$abdominal peritonitis atau infeksi sistemik berat
lainnya. .ntuk infeksi '. aeruginosa ( g tiap 6 atau ? jam terutama pada awal terapi.
'ada pasien usia lanjut dianjurkan untuk menggunakan klirens kreatinin sebagai
pedoman pengaturan dosis bila perlu. .ntuk bayi dan anak$anak ketentuan dosis belum
mantap tapi dianjurkan 0/ sampai %(/ mg-kg&&-hari dibagi dalam 5$4 dosis.
.ntuk pasien dewasa dengan gangguan fungsi ginjal anjuran pengaturan dosis
sebagai berikutE klirens kreatinin 5/ sampai %/-menit-%25 <
(
dosis awal % atau ( g
kemudian dosis pemeliharaan setengah dosis biasa dengan interval 6? atau %( jam) untuk
klirens kreatinin kurang dari %/ m8-menit-%25 <
(
dosis awal 3// mg % g atau ( g
kemudian dosis pemeliharaan seperempat dosis biasa dengan interval 6 ? atau %( jam.
.ntuk infeksi berat selain dosis pemeliharaan seperdelapan dari dosis awal diberikan
setiap sesudah dilakukan hemodialisis. "ediaan bubuk 3// mg % g dan ( g.
eng"ambat Beta!aktamase dengan Kombinasin#a
eng"ambat Beta!aktamase
'enghambat betalaktamase yang telah lama digunakan dalam pengobatan ialah asam
klavulanat sulbaktam dan tazobaktam. 'engahambat tersebut tidak memperlihatkan
aktivitas antibakteri sehingga tidak dapat digunakan sebagai obat tunggal untuk
menanggulangi penyakit infeksi. &ila dikombinasi dengan antibiotik betalaktam
penghambat ini akan mengikat enzim betalaktamase sehingga antibiotik pasangannya
bebas dari pengrusakan oleh enzim tersebut dan dapat menghambat sintesis dinding sel
bakteri yang dituju.
"ifat ikatan betalaktamase dengan penghambatnya ini umumnya menetap
penghambatnya seringkali bekerja sebagai suatu suicide inhibitor karena ikut hancur di
dalam betalaktamase yang diikatnya.
Asam K!a$u!anat% &u!baktam. Obat ini diisolasi dari jamur ". clavuligerus. "ulbaktam
suatu sulfon asam penisilinat merupakan derivat sintesis 6$aminopenisilinat. Kedua
inhibitor ini menghambat eksoenzim stafilokok yang diperantarai plasmid dan
betalaktamase Fichmond dan "ykes !ipe II III IC C dan CI) di antaranya termasuk
enzim !*<$I 9!ipe III: yang dihasilkan oleh #. influenzae =. gonorrhoeae *. coli
"almonella dan "higella. "elain itu juga betalaktamase yang diperantarai plasmid lain
yang dihasilkan oleh bakteri Gram$negatif tertentu dan enzim yang diperantarai
kromosom yang dihasilkan oleh Klebsiella 9!ipe IC: &. fragillis dan 8egionella.
&etalaktamase yang diperantarai kromosom Fichmond dan "ykes !ipe I yang dihasilkan
oleh *nterobacter "erratia <organella ,itrobakter 'seudomonas dan +cinetobacter
umumnya resisten terhadap asam klavulanat dan sulbaktam. ,ontoh sediaan kombinasi
tetap yang tersedia untuk pengobatan ialah a.I.E +moksisilin-kalium klavulanat
ampisiln-sulbaktam tikarsilin-alium klavulanat dan piperasilin-tazobaktam.
Kombinasi Amoksisi!in'Ka!ium K!a$u!anat
+moksisilin tunggal in vitro aktif terhadap berbagai kuman aerobik dan anaerobik.
Gram$positif dan Gram$negatif bukan penghasil betalaktamase. Kombinasi
amoksisilin-kalium klavulanat tidak meningkatkan aktivitas in vitro terhadap kuman yang
sensitive tersebut tetapi memperluas spektrum aktivitasnya terhadap kuman penghasil
betalaktamase yang intrinsic termasuk strain yang sensitif. Kombinasi ini tidak aktif
terhadap ". aureus yang resisten terhadap metisilin.
Farmakokinetik. Kedua komponen obat kombinasi ini profil farmakokinetiknya mirip
dan tidak saling menghambat. +bsorpsi kalium klavulanat tidak dipengaruhi oleh
makanan susu atau antacid. Obat ini tidak tahan terhadap suasana asam. 'ada
sukarelawan sehat pemberian per oral %(3 mg kadar klavulanat 9KC: bersama
amoksisilin 3// mg kadar tertinggi rata$rata KC dalam darah akan mencapai 53$50
7g-m8 dalam satu sampai dua jam setelah pemberian. "ekitar 5/1 KC terikat pada
protein plasma sisanya didistribusi terutama ke dalam cairan ekstrasel. Kadar KC yang
cukup terdapat pada empedu cairan pleura dan peritoneal dan cairan telinga tengah.
Kadar plasma dalam cairan otak rendah bila tidak ada peradangan meningen. 'ada dosis
tinggi kadar dalam sputum cukup tinggi. Kadar KC di dalam cairan amnion dan tali pusat
mencapai sekitar 3/1 dari kadar dalam darah ibu.
*kskresi KC terutama melalui ginjal tetapi probenesid tidak mempengaruhi klirens
ginjal obat tersebut. "etelah 6 jam pemberian sekitar (31 sampai 4/1 obat ini terdapat
di dalam urin dalam bentuk asal. >aktu paruh eliminasinya sekitar % jam. >aktu paruh
ini memanjang bila ada gangguan fungsi ginjal. 'enyesuaian dosis KC dibuat bersama
dengan penyesuaian dosis amoksisilin.
Indikasi. Kombinasi amoksisilin-kalium klavulanat 9+-KC: diindikasikan sebagai obat
alternatif untuk berbagai infeksi oleh jenis bakteri Gram$negatif dan Gram$positif yang
termasuk cakupan spektrum aktivitas amoksisilin tetapi memproduksi betalaktamase
selain itu juga kuman anaerob. Obat ini diindikasikan untuk infeksi berikut.
Infeksi akut pada telinga$hidung$tenggorokan infeksi ringan sampai sedang saluran
napas bawah oleh #. influenzae <. catarrhalis yang memproduksi betalaktamase yang
tidak dapat diatasi oleh kotrimoksazol atau sefalosporin oral karena alergi resisten atau
sebab lain. &ila penyebab infeksi tidak memproduksi betalaktamase amoksisilin tunggal
merupakan obat pilihan utama.
Infeksi saluran kemih berulang pada anak dan dewasa oleh *. coli dan kuman
pathogen lain yang memproduksi betalaktamase yang tidak dapat diatasi oleh
kotrimoksazol kuinolon atau sefalosporin oral.
Infeksi jaringan lunak oleh berbagai kuman pathogen penghasil belaktamase yang
resisten terhadap isoksasolil penisilin atau sefalosporin oral generasi pertama.
+-KC merupakan pilihan utama untuk infeksi oleh *ikenella corrodens streptokokus
". aureus kuman anaerob oral pada luka gigitan oleh manusia) dan infeksi 'asteurella
multocida streptokokus ". aureus anaerob oral akibat luka gigitan hewan.
,hanchroid oleh #. ducrey yang penghasil betalaktamase yang tidak dapat diatasi
oleh eritromisin atau seftriakson.
Efek samping. +moksisilin-kalium klavulanat umumnya jarang menimbulkan efek
samping berat. *fek samping yang paling sering timbul ialah diare terutama pada dosis
KCG(3/ mg. Henis efek samping +-KC sama dengan amoksisilin tunggal. Dilaporkan
+-KC dapat mengganggu fungsi hati yaitu berupa peningkatan transaminase serum.
Kalainan ini dapat kembali normal bila obat dihentikan. +lergi terhadap penisilin
merupakan kontraindikasi pemberian +-KC.
oso!ogi. Dosis +-KC per oral untuk dewasa dan anak 9beratG4/ kg: ialah (3/ mg-%(3
mg tiap ? jam. .ntuk penyakit berat dosis +-KC 3// mg-%(3 mg tiap ? jam. .ntuk anak$
anak I4/ kg dosis amoksisilin (/ mg-kg-hari dosis KC disesuaikan dengan dosis
amoksisilin.
(inatrium Tikarsi!in'Ka!ium K!a$u!anat
!ikarsilin ialah suatu karboksipenisilin berspektrum antibakteri lebih luas dari
ampisilin termasuk '. aeruginosa dan kokus Gram$negatif. Obat ini aktif terhadap
bakteri Gram$positif kecuali enterokok dan stafilikok penghasil betalaktamase atau
resisten terhadap metisilin. !ambahan asam klavulanat tidak meningkatkan aktivitas
tikarsilin terhadap '. aeruginosa +. calcoacetious ". marcescens dan enterobacter.
"eperti kombinasi amoksisilin-klavulanat kombinasi tikarsilin-kalium klavulanat
memperluas spektrum tikarsilin. !etapi kombinasi ini kurang efektif terhadap stafilokok
yang resisten metisilin.
*fek samping kombinasi sama dengan tikarsilin dan amoksisilin-kalium klavulanat.
Farmakokinetik. "etelah pemberian infuse 95/ menit: 5 g tikarsilin-%// g kalium
klavulanat segera dicapai kadar puncak rata$rata dalam darah tikarsilin 55/ 7g-m8 dan
asam klavulanat ? 7g-m8. Kadar yang sama akan dicapai bila kedua obat tersebut
diberikan masing$masing dalam bentuk tunggal.
enggunaan. !ikarsilin-klavulanat diindikasikan untuk infeksi berat saluran napas
bawah saluran kemih tulang dan sendi kulit dan jaringan lunak dan septisemia oleh
bakteria Gram$negatif ". aureus penghasil betalaktamase dan kuman yang peka terhadap
tikarsilin. "elain itu digunakan juga untuk pengobatan infeksi campur intra$abdominal
dan ginekologik.
oso!ogi. !ikarsilin-kalium klavulanat diberikan secara infuse intermiten selama 5/
menit. .ntuk infeksi saluran kemih sistemik pada orang dewasa 96/ kg: dosis
tikarsilin-kalium klavulanat 5 g-%// mg tiap 6 jam per hari) untuk pasien kurang dari 6/
kg (// sampai 5// mg-kg-hari 9berdasarkan komponen tikarsilin: dibagi tiap 4 sampai 6
jam pemberian. Dosis anak di bawah %( tahun belum diketahui.
Natrium Ampisi!in'Natrium &u!baktam
In vitro ampisilin 9+': aktif terhadap berbagai kuman Gram$positif dan Gram$
negatif dan beberapa jenis kuman anaerob. Kombinasi dengan sulbaktam 9"&: tidak
mengubah aktivitas +' tetapi memperluas spektrumnya mencakup kuman penghasil
betalaktamase yang intrinsik termasuk galur peka terhadap +' dan kuman anaerob
termasuk &. fragilis.
Indikasi. +mpisilin-sulbaktam diindikasikan padainfeksi 9oleh kuman yang sensitif:
ginekologik intraabdominal dan kulit serta jaringan lain pada dewasa dan anak usia lebih
dari %( tahun. "elain itu juga diindikasikan untuk mengatasi infeksi campur aerobik dan
anaerobik.
Farmakokinetik. Kedua komponen tersebut tidak saling mempengaruhi secara
farmakokinetik. 'emberian +'-"& ( g-% g secara infus IC selama %3 menit menghasilkan
kadar puncak dalam serum %(/ 7g-m8 dan 6/ 7g-m8. "atu jam setelah pemberian I<
+'-"& % g-3// mg kadar puncak rata$rata dalam serum mencapai %? 7g-m8 dan %5
7g-m8.
"ekitar 5?1 "& dalam serum terikat protein plasma obat ini didistribusi terutama ke
dalam cairan eksktrasel. "ulbaktam mencapai kadar tinggi di urin kadar cukup di
empedu mukosa saluran cerna saluran reproduksi wanita selain itu dapat melewati
plasenta dan terdapat di air susu ibu. *kskresi "& melalui filtrasi glomerulus dan sekresi
tubuli ginjal dapat diperlambat oleh probenesid. Kira$kira 231$?31 dosis terdapat di
urin dalam bentuk asal setelah ; ? jam. >aktu paruh eliminasi "& ; % jam pada dewasa
sehat. 'ada neonatus usia lanjut dan pasien kelainan fungsi ginjal waktu paruh "&
memanjang . 'ada gangguan fungsi ginjal perlu penyesuaian dosis.
oso!ogi. +mpisilin-sulbaktam dapat diberikan secara I< dalam IC %/ sampai %3 menit
atau infus IC 93/ m8 dalam %// m8 pelarut: %3 sampai 5/ menit. .ntuk dewasa IC I<$
dalam +'-"& % g-/3 g$( g-% g setiap 6 jam. Dosis total sulbaktam tidak lebih dari 4
g-hari. .ntuk anak kurang dari %( tahun belum ada dosis mapan. .ntuk pasien dengan
kelainan ginjal dosis disesuaikan dengan klirens kreatinin sebagai berikutE
Klirens
kreatinin
9m8-min:
>aktu paruh
ampisilin-sulbaktam
9jam:
Dosis
G5/
%3$(0
3$%4
%
3
0
%3$5 g tiap 6$? jam
%3$5 g tiap %( jam
%3$5 g tiap (4 jam
Efek samping. Dosis ini umumnya ditoleransi dengan baik. *fek samping yang timbul
sama dengan efek samping ampisilin tunggal.
iperasi!in'Ta)obaktam
'iperasilin adalah suatu penisilin berspektrum luas yang mencakup aerob Gram$
positif. *nterobateriaceae kuman Gram$negatif dan kuman anaerob. !azobaktam
melindungi piperasilin dari hidrolisis oleh berbagai betalaktamase. 'iperasilin dan
tazobaktam dibuat dalam kombinasi tetap dengan rasio berat ?E%. "ekitar 3/$6/1 obat
diekskresi melalui ginjal dan sisanya melalui empedu. Dosis harus dikurangi pada pasien
insufisiensi ginjal dengan klirens kreatinin kurang dari 4/ m8-menit.
Kuman$kuman yang peka terhadap obat ini antara lain ". pyogenes ". agalactiae *.
coli Klebsiella *. aerogenes #. influenzae <. ,atarrhalis J. enterocolitica &. fragilis
&acterioides sp dan ,. perfrianges.
Obat ini diindikasikan untuk infeksi intraabdominal infeksi pelvis pada wanita
infeksi kulit dan jaringan lunak community acKuired pneumonia dan pneumonia
nosokomial yang disebabkan oleh kuman$kuman yang peka.
Dosis lazim piperasilin-tazobaktam ialah ( g-/(3 g tiap ? jam. Dosis ini biasanya
ditingkatkan menjadi 4 g-/3 g tiap ? jam untuk infeksi yang lebih berat. Obat ini tersedia
dalam vial yang mengandung ( g-/(3 mg dan 4 g-/3 g. .ntuk kuman '. aeruginosa
kombinasi ini diberikan bersama aminoglikosida.
*fek samping yang dihubungkan dengan penggunaan obat ini ialah keluhan saluran
cerna 9mual diare: reaksi kulit dan hipokalemia ringan.
D+L!+F '."!+K+
%. +<+ Drug *valuations +nnual %003. p. %50($5.
(. ,hambers #L. &eta$lactam antibiotics M other inhibitors of cell wall synthesis. InE
Katzung &G ed. &asic M ,linical 'harmacology. 0
th
ed. "ingaporeE <cGraw$#ill)
(//4.p.254$3%.
5. 'etri >+. Hr. 'enicillins cephalosporins and other N$lactam antibiotics. InE #ardman
HG 8imbird 8* eds. Goodman M GilmanOs the 'harmacological &asis of
!herapeutics. %/
th
ed. =ew JorkE <cGraw$#ill) (//%.p.%%?0$(%3.