Anda di halaman 1dari 26

DEMAM BERDARAH DENGUE

Pembimbing
Dr. Saadah, SpA

Oleh
Ika S Susanti
DEMAM BERDARAH DENGUE
Adalah suatu infeksi akut yang ditularkan melalui
nyamuk aides aegypti dan mungkin juga aedes
albopictus, dan kemungkinan dapat juga berkembang
menjadi Dengue Shock Syindrom (DSS)
VEKTOR
Virus dengue ditularkan melalui gigitan banyak spesies nyamuk
Aedes (Aedes aegypti dan Aedes albopictus )
Nyamuk ini terutama terdapat di daerah tropis dan subtropis.
Vektior utama virus adalah Aedes aegypti yang menggigit pada
pagi hingga sore hari .Nyamuk berkembang biak di tempat
penampungan air bersih yang tidak berhubungan dengan tanah.
Virus dengue juga ditemukan pada nyamuk Aedes albopictus
yang berkembang biak dia air yang terperangkap diantara
tumbuhan.Karena suhu rendah nyamuk tidak dapat hidup pada
ketinggian diatas 1000 meter.
Telur dapat bertahan selama berbulan-bulan tanpa adanya
air.Larva tumbuh di air yang disimpan untuk minum, mandi, atau
air hujan yang ditampung di dalam bak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan dan penyebaran:
1. Pertumbuhan penduduk yang tinggi,
2. Urbanisasi yang tidak terencana & tidak terkendali,
3. Tidak adanya control vektor nyamuk yang efektif di daerah endemis,
4. Peningkatan sarana transportasi.
E
P
I
D
E
M
I
O
L
O
G
I
PATOGENESIS
PENGENALAN PENYAKIT DEMAM
DENGUE (DD) DAN DEMAM
BERDARAH DENGUE (DBD)
SPEKTRUM KLINIS
DEMAM DENGUE DEMAM BERDARAH DENGUE
gejala demam tinggi
mendadak,
kadang-kadang bifasik (saddle
back fever),
nyeri kepala berat, nyeri
belakang bola mata, nyeri otot,
tulang, atau sendi,
mual, muntah, dan
timbulnya ruam

Demam tinggi mendadak, tanpa sebab jelas,
berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari.
Terdapat manifestasi perdarahan:
- uji tourniquet positif
- petekia, ekimosis, atau purpura
- Perdarahan mukosa, saluran cerna, dan
tempat bekas suntikan
- Hematemesis atau melena
Pembesaran hati
Syok nadi cepat, lemah,penurunan tekanan
nadi, hipotensi, kaki & tangan dingin, kulit
lembab, & pasien tampak gelisah.
Kriteria laboratoris:
Trombositopenia < 100.00/pl
Hemokonsentrasi, hematocrit meningkat

DERAJAT PENYAKIT DBD DIKLASIFIKAN DALAM 4
DERAJAT

Derajat I Demam disertai gejala tidak khas dan satu-satunya
manifestasi perdarahan adalah uji tourniquet.
Derajat II Seperti derajat I, disertai perdarahan spontan di kulit
dan atau perdarahan lain.
Derajat III Didapatkan kegagalan sirkulasi yaitu nadi cepat dan
lambat, tekanan nadi menurun (20 mmHg atau kurang) atau
hipotensi, sianosis di sekitar mulut, kulit dingin dan lembab, dan
anak tampak gelisah.
Derajat IV Syok berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba
dan tekanan darah tidak terukur.
[2]
Keempat derajat tersebut
ditunjukkan pada gambar 4

BERDASARKAN KRITERIA WHO 1997 DIAGNOSIS DBD
DITEGAKKAN BILA SEMUA HAL DIBAWAH INI DIPENUHI
Demam atau riwayat demam akut, antara 2 7 hari, biasanya
bifasik
Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan berikut:
Uji bendung positif
Petekie, ekimosis, atau purpura
Perdarahan mukosa (tersering epistaksis atau perdarahan gusi)
Hematemesis atau melena
Trombositopenia (jumlah trombosit <100.000/ul)
Terdapat minimal satu tanda-tanda plasma leakage (kebocoran
plasma) sebagai berikut:
Peningkatan hematokrit >20% dibandingkan standar sesuai dengan umur dan
jenis kelamin
Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan, dibandingkan
dengan nilai hematokrit sebelumnya
Tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura, asites atau hipoproteinemi.

4 GEJALA UTAMA DBD
1. Demam
Awal demam tinggi yang mendadak, terus menerus, berlangsung
2-7 hari, naik turun tidak mempan dengan obat anti piretik (kadang
sampai 40 C dan bisa kejang demam)
Hari ke 3 dari demam mulai cenderung menurun dan pasien
tampak seakan sembuh, hati-hati karena fase tersebut dapat
sebagai awal kejadian syok.
Hari ke 3, 4, 5 adalah fase kritis yang harus dicermati.
Hari ke 6 dapat terjadi syok.
2. Tanda-tanda
perdarahan
uji tourniquet positif,
(> 10 petekie pada luas diameter 2,8
cm)
petekie, purpura, ekimosis
perdarahan konjungtiva,
epistaksis,
perdarhan gusi,
melena dan
hematemesis.
3. Hepatomegali
Hati biasanya membesar dengan variasi dari
just palpable sampai 2-4 cm di bawah arcus
costae kanan.
Sekalipun pembesaran hati tidak berhubungan
dengan berat ringannya penyakit namun
pembesaran hati lebih sering ditemukan pada
penderita dengan syok
4. Syok
Syok ditandai dengan:
denyut nadi cepat dan lemah,
tekanan nadi menurun (menjadi 20 mmHg atau kurang)
atau hipotensi,
kulit dingin dan lembab.
Pasien dapat dengan cepat masuk kedalam fase kritis yaitu
syok berat, pada saat itu tekanan dan nadi tidak dapat
diukur lagi
SINDROM SYOK DENGUE (SSD)

Syok biasa terjadi pada saat atau segera setelah suhu turun, antara
hari ke-3 sampai hari sakit ke-7.
Pasien letargi / gelisah syok ditandai kulit dingin-
lembab, sianosis sekitar mulut, nadi cepat-lemah, tekanan nadi <20
mmHg dan hipotensi.
Kebanyakan pasien masih tetap sadar sekalipun sudah mendekati
stadium akhir. Dengan diagnosis dini dan penggantian cairan
adekuat, syok biasanya teratasi dengan segera, namun bila
terlambat diketahui atau pengobatan tidak adekuat, syok dapat
menjadi syok berat dengan berbagai penyulitnya seperti asidosis
metabolik, perdarahan hebat saluran cerna, sehingga memperburuk
prognosis.
Masa penyembuhan dalam 2-3 hari, Sinus bradikardi atau
aritmia, dan timbul ruam pada kulit. Tanda prognostik baik apabila
pengeluaran urin cukup dan kembalinya nafsu makan
PENATALAKSANAAN
Pada dasarnya pengobatan DBD bersifat
suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan
plasma sebagai akibat peningkatan
permeabilitas kapiler dan sebagai akibat
perdarahan. Pasien DD dapat berobat jalan
sedangkan pasien DBD dirawat di ruang
perawatan biasa.

DEMAM DENGUE
Pasien DD dapat berobat jalan, tidak perlu dirawat. Pada fase
demam pasien dianjurkan:
Tirah baring, selama masih demam.
Obat antipiretik atau kompres hangat diberikan apabila
diperlukan.
Untuk menurunkan suhu menjadi < 39C, dianjurkan pemberian
parasetamol. Asetosal/salisilat tidak dianjurkan (indikasi kontra)
oleh karena dapat meyebabkan gastritis, perdarahan, atau
asidosis.
Dianjurkan pemberian cairan dan elektrolit per oral, jus buah,
sirop, susu, disamping air putih, dianjurkan paling sedikit
diberikan selama 2 hari.
Monitor suhu, jumlah trombosit danhematokrit sampai fase
konvalesen.

DEMAM BERDARAH DENGUE
Fase Demam
Bersifat simtomatik dan suportif yaitu pemberian cairan oral/iv untuk
mencegah dehidrasi. Parasetamol direkomendasikan






Pasien perlu diberikan minum 50 ml/kg BB dalam 4-6 jam pertama.
Setelah keadaan dehidrasi dapat diatasi anak diberikan cairan rumatan 80-
100 ml/kg BB dalam 24 jam berikutnya.
Penggantian Volume Plasma
Jumlah cairan yang diberikan tergantung dari derajat dehidrasi dan
kehilangan elektrolit.
Volume dan komposisi cairan yang diperlukan sesuai cairan untuk
dehidrasi pada diare ringan sampai sedang, yaitu cairan rumatan + defisit
6% (5 sampai 8%).
kebutuhan cairan
pada dehidrasi
sedang ( deficit
cairan 5-8%)

kebutuhan
cairan
rumatan.
diperhitungka
n 24 jam
Mengingat pada saat awal pasien datang, kita
belum selalu dapat menentukan diagnosis DD/DBD
dengan tepat, maka sebagai pedoman tatalaksana
awal dapat dibagi dalam 3 bagian, yaitu :


Tatalaksana kasus tersangka DBD, termasuk kasus DD, DBD
derajat I dan DBD derajat II tanpa peningkatan kadar hematokrit.
(Bagan 1 dan 2)
Tatalaksana kasus DBD, termasuk kasus DBD derajat II dengan
peningkatan kadar hematokrit. (Bagan 3)
Tatalaksana kasus sindrom syok dengue, termasuk DBD derajat
III dan IV. (Bagan 4)

Kriteria Memulangkan Pasien :
Pasien dapat dipulang apabila, memenuhi semua
keadaan dibawah ini :
1.Tampak perbaikan secara klinis
2.Tidak demam selaina 24 jam tanpa antipiretik
3.Tidak dijumpai distres pernafasan (disebabkan oleh
efusi pleura atau asidosis)
4. Hematokrit stabil
5. Jumlah trombosit cenderung naik > 50.000/pl
6. Tiga hari setelah syok teratasi
7. Nafsu makan membaik


TERIMA KASIH