Anda di halaman 1dari 8

BISNIS INTERNASIONAL

TUGAS KELOMPOK


OLEH :

Made Wisnu Prawirasuta (1206305172)
Komang Trisna Yuliawan (1206305183)








FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2013



SOAL
1. Merumuskan strategi produk kuliner masuk pasar Thailand
2. Merumuskan kebijakan produk kuliner dan merek untuk pasar Thailand
3. Merumuskan kebijakan produk kemajuan perak atau garmen untuk pasar Thailand
4. Merumuskan kebijakan SDM untuk kegiatan operasional di pasar Thailand

PEMBAHASAN
1. Strategi Kopi Luwak sebagai Komoditi Asli Indonesia Masuk Pasar Thailand

LATAR BELAKANG
Saat ini masyarakat tidak hanya untuk kalangan atas saja kalangan bawah hingga
kalangan menengah keatas memiliki minat yang semakin meningkat dalam meminum kopi.
Ada faktor yang meningkatkan minat tersebut, karena minuman kopi merupakan minuman
yang dapat meningkatkan stamina bagi tubuh, memberikan sensasi santai bagi konsumen,
selain itu minuman kopi cocok digunakan saat berkumpul baik keluarga maupun kerbat
dekat. Dengan seiringnya berjalan waktu minuman kopi mengalami kemajuan dengan adanya
penemuan-penemuan baru variasi kopi yang memiliki nilai kualitas dan kuantitas yang
semakin baik. Kopi luwak merupakan penemuan terbaru produk olahan kopi. Kopi luwak ini
diolah dengan cara fermentasi yang dilakukan oleh binatang luwak. Kopi luwak adalah kopi
yang sudah mendunia. Di Thailand sendiri kopi luwak merupakan salah satu kopi yang
disukai masyarakatnya karena memiliki cita rasa yang khas.

DESKRIPSI BISNIS
Minuman kopi dengan kualitas dan kuantitas tinggi serta memiliki kandungan yang
banyak bagi kesehatan. Minuman kopi ini akan menjadi spesial dalam suatu restaurant. Jadi
akan dibuat semacam cafe khusus kopi Luwak di Thailand yaitu di daerah Chalong. Cafe
akan dibuat seperti suasana yang nyaman dan santai, yang cocok untuk bersantai maupun
digunakan untuk meeting untuk membahas suatu permasalahan. Bisnis ini memiliki
kelebihan yaitu selain dari minuman kopi luwak juga memiliki tempat yang strategis dipusat
kota, sehingga memungkinkan pelanggan mampir untuk sejenak melepaskan rasa lelah
karena seharian bekerja.
STRATEGI PEMASARAN
Untuk pemasarannya, akan melakukan diskon terhadap 50 pelanggan pertama yang
berkunjung. Dengan adanya diskon ini masyarakat dapat mengenal dan memberikan kesan
tersendiri, baik dari segi pelayanan maupun suasana. Selain itu juga akan melakukan
publikasi ke daerah sekitar kota. Hal ini sangat berguna karena promosi dapat meningkatkan
nilai ke polpuleran, dengan promosi ini masyarakat menjadi lebih penasaran tentang kualitas
dari kopi luwak kami sehingga mendorong masyarakat untuk berkunjung.

ANALISA PERSAINGAN
Mendirikan sebuah usaha kopi luwak berbentuk cafe akan sangat banyak memiliki
peluang untuk bersaing apalagi mendirikan sebuah cafe di kota Chalong. Dengan hal tersebut,
tetap harus mewaspadai terhadap hal yang tentunya dapat memperburuk bisnis yaitu harus
memiliki control untuk menjaga kestabilan persaingan dengan wirausaha lainnya. Pesaing
pesaing akan selalu memunculkan ide-ide kreatif untuk meningkatkan suatu usahanya.
Sehingga harus berfikir keras unutk memajukan serta mempertahankan kualitas dan
kuantitas.

RENCANA DESAIN DAN PENGEMBANGAN
Rencana ini akan dijalankan dalam waktu jangka panjang sesuai dengan hasil yang
telah dijalankan. Apabila hasil yang diperoleh memuaskan sehingga akan ada peluang yang
cukup besar untuk mengembangkan usaha ini. Rencana yang akan dilakukan untuk tahap
pengembangan usaha ini yaitu dengan memperluas tempat usaha, merekrut pegawai,
sehingga memperbanyak lapangan pekerjaan.

RENCANA OPERASI DAN MANAJEMEN
Rencana operasi dan manajemen dari usaha kopi luwak di daerah Chalong pada
awalnya akan meminjam modal dibank untuk membuka usaha ini, setelah itu mencari relasi
untuk mengembangkan usaha ini. Relasi ini memungkinkan untuk dapat mengembangkan
usaha kami yang lebih maju dengan pemikiran yang inovatif dan kreatif. Sehingga usaha ini
dapat bersaing dengan pengusaha lain. Pegawai dalam usaha ini yaitu dari relasi sendiri.

2. Merumuskan Kebijakan Produk Kuliner dan Merek untuk Pasar Thailand
Kopi Indonesia belum terlalu signifikan terhadap pasar kopi yang terdapat di Thailand.
Dengan kata lain komoditas kopi Indonesia masih mempunyai potensi yang luas untuk
dipasarkan di negara Thailand, terutama produk olahan kopi Indonesia. Meskipun
Thailand mempunyai produk olahan produk sendiri, yakni Kopi Gajah. Namun demikian
Indonesia juga mempunyai cita rasa dan brand berbeda seperti kopi Luwak, kopi
Toraja, kopi Gayo, kopi Mandheling dan Sumatra Lintong. Keunikan aroma dan rasa kopi
luwak membuat kopi luwak mendapat julukan The Most Expensive Coffee in the World.
Konsumen Thailand lebih menyukai green bean kopi luwak karena alasan sebagai berikut:
1. Lebih tahan lama. Jika roasted bean hanya bertahan kesegaran nya dalam waktu 1-3
bulan, green bean kopi luwak mampu bertahan hingga 2-3 tahun, jika disimpan dengan
cara yang tepat.
2. Roasting profile dapat ditentukan sesuai selera pasar konsumen retail. Selera
konsumen dibedakan atas roasting profile very dark, City Roast, dan Full City Roast.
3. Keaslian kopi luwak dapat dilihat dari green bean nya. Green bean kopi luwak
memiliki ciri khas sendiri dibandingkan dengan biji kopi biasa, misalnya dari bentuknya
yang bersih, agak besar merata antara satu dengan lain nya, bagian kulit ari yang
menempel kebanyakan berwarna peach, dan baunya yang lebih harum seperti bau
pandan.
4. Harga beli yang relatif lebih murah dibandingkan harga beli dalam bentuk roasted bean
atau bubuk

Pemasaran dan Strategi Pemasaran
Dengan demikian produk kopi Indonesia memerlukan pemetaan terhadap pemasaran
yang terdapat di negara Thailand. Secara umum strategi dalam rangka ekspansi produk
lokal rumput Indonesia di negara Thailand antara lain dapat dilakukan identifikasi dalam
beberapa hal, antara lain :
- Identifikasi dan analisis Bisnis/Ekonomi dan Perusahaan;
- Identifikasi dan analisis Penetapan Harga;
- Identifikasi dan analisis Produk kopi;
- Identifikasi dan analisis sistem Distribusi;
- Identifikasi dan analisis promosi; dan
- Identifikasi dan analisis perilaku konsumen di negara Thailand.
Dalam perdangangan antar negara membutuhkan spesifikasi produk yang layak untuk
diperdagangkan antarnegara. Oleh karena itu, beberapa spesifikasi produk kopi yang
harus diperhatika dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar Thailand. Berdasarkan nilai
cacatnya, kopi dapat digolongkan menjadi 6 tingkat mutu. Berdasarkan ukurannya, biji
kopi arabika dikelompokkan menjadi besar, sedang, dan kecil. Tiap jenis mutu kopi
dapat diidentifikasi lebih lanjut dan disebutkan daerah asalnya.
Secara umum saluran distribusi kopi di Thailand melalui dua saluran yang melaui
Importir/agen dan Retail/trade. Saluran distribusi kopi yang melalui importir/agen
akan menyalurkannya ke processor untuk diolah dan kepada food processor. Sedangkan
yang melalui saluran retail/trade akan menyalurkannya langsung ke discounter dan
supermarket. Biasanya saluran yang memalui retail/trade ini adalah kopi setengah jadi
atau siap untuk dikonsumsi. Kopi yang melalui distribusi importir atau agen biasanya
dalam bentuk kopi mentah yang belum diolah.

3. Kebijakan Produk Kemajuan Perak atau Garmen untuk Pasar Thailand
Produk merupakan suatu barang yang diciptakan oleh sebuah perusahaan yang
diharapkan dapat membuat para penikmat barang tersebut menjadi tertarik dan berminat
membelinya. Apabila produk yang kita tawarkan ke konsumen dapat memuaskan
keinginannya maka produk tersebut dapat dikatakan berhasil ataupun sukses. Begitu pula
halnya dengan priduk perak dan garmen yang akan kita pasarkan dipasar Thailand. Oleh
karena itu dalam membuat sebuah produk perak maupun garmen perusahaan harus cermat
dalam menentukan beberapa kebijakan-kebiakan diantaranya:
a. Kebijakan dalam membuat produk tersebut sesuai atau mencirikan asal dari produk
tersebut. Dengan demikian maka produk yang kita produksi dapat mudah dikenali
dari mana asalnya dan negara asal kita akan bangga dengan produk yang telah kita
produksi tersebut telah dikenal dimancanegara.
b. Kebijakan dalam membuat produk dengan keinginan konsumen atau seleran
konsumen. Dengan membuat produk sesuai dengan keinginan konsumen, maka
produk yang kita pasarkan akan lebih mudah terjual karena produk tersebut sudah
memenuhi selera dari para konsumen.
c. Kebijakan dalam penentuan harga, perusahaan harus memikirkan tingkat pendapatan
masyrakat Thailand agar produk yang kita pasarkan dapat terjangkau dan tidak
menyusahkan masyarakt Thailand untuk membelinya.
d. Kebijakan proses pengemasan produk yang menarik. Dengan mengemas produk
dengan sebaik dan seindah mungkin, otomatis para calon pembeli akan tertarik
untuk membeli produk yang akan kita pasarkan.

4. Kebijakan SDM untuk kegiatan operasional di pasar Thailand
Agar kinerja seorang pegawai lebih maksimal, maka sebuah perusahaan haru bisa
menerapkan beberapa kebijakan dibidang SDM. Adapun beberapa kebijakan yang akan
diambil oleh perusahaan diantaranya.
a. Kebijakan Untuk Tenaga Kerja Ekspatriat
Kebijakan ini meliputi gaji yang di mana antara tenaga kerja lokal dengan
tenaga kerja ekspatriat yang berasal dari Indonesia memiliki perbedaan gaji dan
nongaji. Kebijakan imbalan untuk tenaga kerja ekspatriat, diantaranya:
1. Kompensasi secara rutin akan disesuaikan dengan jangka waktu perusahaan
tersebut yang didirikan di Thailand sehingga manajer dapat mempertahankan
standar hidup seperti di negara asal.
2. Melakukan penyesuaian terutama bagi manajer yang dipindah dari negara
berbiaya rendah ke negara berbiaya tinggi atau dari negara berstandar hidup
tinggi ke negara berstandar hidup rendah. Dan biaya hidup di negara Thailand
lebih tinggi daripada biaya hidup di Indonesia, maka gaji manajer yang sedang
berlaku akan berakibat pada standar hidup yang lebih rendah, dan karenanya
bisnis ini harus memberikan tambahan untuk menyeimbangkan perbedaan ini.
3. Jika manajer ekspatriat memiliki keluarga, bisnis yang dilakukan di Thailand
juga perlu menyediakan bantuan di lokasi pekerjaan (job location assistance)
bagi pasangan dan membantu menutup biaya pendidikan bagi anak-anaknya.
Misalnya, anak-anak perlu masuk sekolah swasta dan perusahaan akan
membayar biaya pendidikannya.
4. Tunjangan kesehatan juga perlu penyesuaian.
5. Kemudian jika memungkinkan, perusahaan memberikan tunjangan perjalanan
ke Negara asal untuk alasan pribadi, misalnya mengunjungi keluarga atau
untuk liburan. Manajer dan keluarganya diperbolehkan mendapat satu atau dua
perjalanan ke negara asal selama tugas jangka pendeknya terselesaikan.
b. Untuk Tenaga Kerja Lokal, yaitu gaji atau upah menyesuaikan dengan UMR
(Upah Minimum Regional) Negara Thailand.















DAFTAR PUSTAKA
http://www.ekonomi-holic.com/2012/05/kebijakan-perdagangan-internasional.html
http://id.tourismthailand.org/home
http://frackasyster.blogspot.com/2013/10/daftar-tempat-wisata-di-thailand-yang.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi_luwak

Beri Nilai