Anda di halaman 1dari 145

Model Pengintegrasian Nilai Pendidikan Karakter

Standar Kompetensi
1.

Melakukan percobaan
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.

Kompetensi Dasar
1.1 Merencanakan percobaan pengaruh faktor
luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.
1.2 Melaksanakan
percobaan pengaruh faktor
luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.
1.3 M e n g o m u n i k a s i k a n
hasil percobaan pengaruh faktor luar terhadap
pertumbuhan tumbuhan.

Nilai
Gemar
membaca

Indikator
Membaca berbagai artikel atau jurnal mengenai
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Pada bab ini akan dipelajari:


1. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
2. Percobaan Mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Pertumbuhan dan Perkembangan

Menjelaskan pertumbuhan dan


perkembangan tumbuhan

Menjelaskan pengertian pertumbuhan


dan perkembangan pada tumbuhan
Membedakan dua tipe perkecambahan
Membedakan pertumbuhan primer dan
sekunder
Menjelaskan faktor-faktor internal yang
memengaruhi
pertumbuhan
dan
perkembangan
Menjelaskan faktor-faktor eksternal yang
memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

Siswa dapat mendeskripsikan pertumbuhan


dan perkembangan tumbuhan

Menjelaskan tata cara percobaan mengenai


pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

Merumuskan masalah dan membuat


hipotesis
Membuat rancangan percobaan dari
suatu penelitian
Menyiapkan bahan dan perlakuan
Memberikan perlakuan pada objek penelitian
Mengukur hasil percobaan
Mengumpulkan serta menganalisis data
dalam tabel dan grafik
Menyusun laporan percobaan

Siswa dapat mendeskripsikan percobaan


mengenai pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan

Siswa mampu melakukan percobaan mengenai pertumbuhan dan


perkembangan pada tumbuhan

Biologi Kelas XII

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e
Ciri-ciri pertumbuhan: Bersifat kuantitatif, terjadi
pertambahan jumlah sel, dapat dinyatakan dengan
angka.
Ciri-ciri perkembangan: terjadi pematangan fungsi
organ, pada tingkat sel dan jaringan perkembangan
ditandai dengan sel-sel yang mulai terdiferensiasi
menjadi jaringan dan membentuk organ tertentu.
2.

Jawaban: e
Pertumbuhan dibagi menjadi lima fase berikut.
1) Fase lag: pertumbuhan lambat, sel-sel yang
membelah hanya sedikit.
2) Fase eksponensial: pertumbuhan mencapai
maksimum, sel aktif membelah dan
mengalami elongasi.
3) Fase pertumbuhan lambat: pertumbuhan
melambat.
4) Fase stasioner, pertumbuhan terhenti atau nol,
contoh ukuran daun sudah tidak mengalami
pertambahan panjang dan lebar.
5) Fase kematian: tumbuhan mengalami
penuaan, contoh pada organ daun yang
mengering, sel-selnya mati dan daun mulai
gugur.

3. Jawaban: d
Asam absisat berperan dalam merangsang
menutupnya stomata. Ketika kondisi kering, asam
absisat akan terakumulasi di daun dan merangsang
stomata menutup. Dengan demikian, tumbuhan
mampu mengurangi transpirasi dan kehilangan air
lebih banyak.
4.

Jawaban: a
Hormon yang merangsang pembelahan sel pada
jaringan luka sehingga tidak terjadi infeksi oleh
patogen adalah asam traumalin. Hormon yang
merangsang dormansi biji adalah asam absisat.
Hormon yang merangsang pematangan buah
adalah gas etilen. Hormon giberelin dapat
merangsang pertumbuhan primer batang dan
pertumbuhan daun. Pertumbuhan daun dan pucuk
dirangsang oleh hormon sitokinin.

5.

Jawaban: d
Apabila ujung tanaman dipangkas, auksin yang
terakumulasi di ujung juga ikut hilang. Namun,
keberadaan sitokinin akan merangsang
pembentukan tunas lateral sehingga akan tumbuh
tunas-tunas baru ke arah lateral yang akan
membentuk percabangan.

Pertumbuhan dan Perkembangan

6. Jawaban: b
Antokalin merupakan hormon yang merangsang
pembentukan bunga.
Rizokalin merupakan hormon yang merangsang
pembentukan akar.
Kaulokalin merupakan hormon yang merangsang
pembentukan batang.
Filokalin merupakan hormon yang merangsang
pembentukan daun.
7. Jawaban: e
Agar tanaman berbunga sebelum waktunya, serta
daun dan batang tumbuh dengan baik, dapat diberi
kombinasi hormon giberelin dan antokalin. Giberelin
mengakibatkan tanaman berbunga sebelum
waktunya, merangsang pertumbuhan tunas, serta
merangsang pertumbuhan daun dan batang.
Antokalin merangsang pembentukan bunga.
Adapun auksin dan giberelin merangsang
perkembangan embrio.
8. Jawaban: d
Auksin adalah hormon pertumbuhan yang
mengatur aktivitas berbagai fungsi tumbuhan di
antaranya adalah pertumbuhan akar, mencegah
pengguguran daun, dominansi akar, dan memacu
perkembangan buah pada partenokarpi.
Pembentukan bunga dipengaruhi oleh hormon
antokalin.
9. Jawaban: e
Hormon yang kerjanya saling berlawanan adalah
giberelin dan asam absisat. Giberelin merangsang
pertumbuhan tunas, daun, dan batang, sedangkan
asam absisat menghambat pembelahan sel dan
merangsang terjadinya dormansi. Adapun hormon
yang bekerja sinergis adalah auksin dan sitokinin
yang sama-sama memacu pertumbuhan dan
pembentukan organ pada kultur jaringan tanaman.
Auksin dan giberelin yang memengaruhi pembentukan jaringan pengangkut. Auksin dan etilen
merangsang terjadinya pembungaan. Giberelin dan
etilen mengatur perbandingan bunga jantan dan
betina.
10. Jawaban: a
No. Jenis Hormon
1)
2)
3)
4)
5)

Fungsi

Asam traumalin Merangsang pembelahan sel


pada jaringan luka
Sitokinin
Menghambat efek dominansi apikal
Gas etilen
Mempertebal pertumbuhan batang
Giberelin
Menghilangkan dormansi pada biji
Asam absisat
Mengakibatkan dormansi

11. Jawaban: a
Berikut hormon pada tumbuhan beserta fungsinya.
1) Auksin: hormon yang mengatur pembelahan
sel dan pertumbuhan batang, merangsang
pembentukan akar lateral, bunga, dan buah.
2) Sitokinin: merangsang pertumbuhan daun dan
pucuk.
3) Asam absisat: menghambat pembelahan sel
dan merangsang pengguguran daun pada
musim kemarau.
4) Asam traumalin: merangsang pembelahan sel
pada jaringan yang terluka.
5) Giberelin: merangsang pertumbuhan tunas,
daun, dan batang.
12. Jawaban: b
Hormon yang berperan merangsang pertumbuhan
batang adalah giberelin. Adapun asam absisat
berperan dalam proses penuaan dan gugurnya
daun. Etilen merangsang pemasakan buah.
Kaulokalin merangsang pembentukan batang.
Rizokalin merangsang pembentukan akar.
13. Jawaban: b
Pada perkecambahan hipogeal, epikotil (bagian
batang di atas kotiledon) mengalami pemanjangan,
bakal daun (plumula) menembus tanah, dan
kotiledon tetap berada di dalam tanah. Adapun
hipokotil mengalami pemanjangan dan kotiledon
terdorong ke permukaan tanah merupakan ciri
perkecambahan epigeal.
14. Jawaban: d
Makronutrien adalah zat yang dibutuhkan oleh
tumbuhan dalam jumlah besar yang diperlukan
dalam konsentrasi paling sedikit 1 gram per kilogram bobot kering tanaman. Makronutrien sama
pentingnya dengan mikronutrien. Adapun
mikronutrien diperlukan dalam jumlah sedikit oleh
tanaman. Mikronutrien berfungsi sebagai katalis
dan mencakup mangan, boron, dan zink.
Makronutrien dan mikronutrien diperoleh dari dalam
tanah.
15. Jawaban: c
Etiolasi merupakan peristiwa pertumbuhan
tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap. Ciriciri tumbuhan yang mengalami etiolasi sebagai
berikut.
1) Batang lebih kurus.
2) Batang tumbuh lebih panjang.
3) Batang dan daun berwarna kuning pucat.

B. Uraian
1. a. Pertumbuhan: peristiwa bertambahnya jumlah
dan ukuran, baik volume, massa, dan tinggi
pada makhluk hidup.
Perkembangan: proses menuju tingkat
kedewasaan pada makhluk hidup.
b. Contoh pertumbuhan pada tumbuhan sebagai
berikut.
1) Memanjangnya batang merupakan
peristiwa pertumbuhan karena terjadi
pertambahan jumlah sel dari pembelahan
sel meristem.
2) Bertambahnya jumlah daun merupakan
peristiwa pertumbuhan karena terjadi
pertambahan jumlah daun.
3) Bertambahnya tinggi batang karena
pembelahan sel-sel meristem apikal
(pucuk batang).
Contoh perkembangan pada tumbuhan
sebagai berikut.
1) Terbentuknya biji setelah berbunga
merupakan proses perkembangan,
karena terjadi pematangan organ bunga
yang berkembang menjadi biji.
2) Terbentuknya akar, batang, dan daun dari
perkecambahan biji karena adanya
proses organogenesis.
2. Tanaman karet disadap getahnya dengan cara
menyayat kulit batang karet. Kulit batang tersebut
dapat sembuh dan memperbaiki jaringannya
karena adanya pengaruh hormon luka (asam
traumalin). Asam traumalin merangsang
pembelahan sel pada bagian jaringan tumbuhan
yang terluka sehingga jaringan yang rusak akan
membentuk jaringan baru.
3. Tanaman yang diletakkan dalam kotak gelap akan
bergerak ke arah datangnya cahaya karena di dalam
tanaman tersebut terjadi ketidakseimbangan
hormon auksin. Kerja hormon auksin akan
terhambat jika terkena cahaya matahari. Jika salah
satu sisi saja pada batang yang terkena cahaya
matahari, persebaran auksin menjadi tidak rata.
Kandungan auksin pada sisi yang terkena cahaya
matahari lebih rendah daripada bagian yang tidak
terkena cahaya matahari. Akibatnya, batang
tumbuh membengkok menuju arah datangnya
cahaya karena bagian yang tidak terkena cahaya
dapat tumbuh lebih panjang. Fungsi auksin antara
lain merangsang aktivitas pembentangan dan
pembelahan sel, merangsang pemanjangan tunas
ujung tanaman, merangsang pembentukan akar
lateral dan serabut akar.

Biologi Kelas XII

4. Tanaman bunga potong dapat dibuat berbunga


sepanjang tahun. Caranya yaitu dengan
menyemprotkan hormon giberelin pada tanaman
tersebut. Hormon tersebut berfungsi memacu
pertumbuhan dan pembungaan sebelum waktunya.
Dengan perlakuan atau tindakan tersebut,
permintaan terhadap bunga potong dapat terpenuhi
sepanjang tahun.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: d
Sistematika penulisan laporan ilmiah sebagai
berikut.
1) Judul laporan
2) Kata pengantar
3) Daftar isi
4) Pendahuluan
5) Tinjauan pustaka
6) Metode penelitian
a) Alat dan bahan
b) Cara kerja
c) Waktu dan tempat penelitian
d) Cara pengambilan data
7) Hasil dan pembahasan
8) Kesimpulan
9) Daftar pustaka
10) Lampiran
Manfaat percobaan tidak dicantumkan dalam
metode penelitian pada penulisan laporan
percobaan.
2. Jawaban: d
Rumusan masalah berupa pertanyaan mengenai
ruang lingkup masalah yang akan diteliti. Rumusan
masalah yang tepat adalah apakah hormon
giberelin dapat mempercepat pembungaan
tanaman durian?
Pernyataan a dan e bukan merupakan rumusan
dalam masalah penelitian tersebut. Pernyataan c
merupakan hipotesis, pernyataan b merupakan
latar belakang penelitian.
3. Jawaban: e
Hipotesis merupakan jawaban sementara dari
percobaan dan akan dibuktikan kebenarannya
melalui percobaan. Hipotesis yang tepat adalah
pernyataan e.

Pertumbuhan dan Perkembangan

5. Perkecambahan berdasarkan letak kotiledonnya


dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
a. Perkecambahan epigeal
Hipokotil tumbuh memanjang sehingga kotiledon
dan plumulae terangkat ke atas permukaan
tanah. Perkecambahan epigeal contohnya
pada kacang hijau dan kacang panjang.
b. Perkecambahan hipogeal
Epikotil tumbuh memanjang sehingga plumulae
menembus kulit biji dan muncul ke atas permukaan tanah. Adapun kotiledonnya tetap berada
dalam tanah. Contoh perkecambahan hipogeal
adalah pada kacang kapri dan kacang tanah.

4.

Jawaban: e
Air yang masuk memacu embrio dalam biji untuk
melepas hormon giberelin. Hormon ini mendorong
pelepasan enzim yang berfungsi menghidrolisis
makanan cadangan membentuk energi. Hasil
metabolisme ini digunakan untuk proses awal
pertumbuhan embrio.

5.

Jawaban: d
Cahaya matahari memang diperlukan dalam pertumbuhan tanaman sebagai faktor yang berperan
penting dalam proses fotosintesis untuk menghasilkan energi bagi pertumbuhan tanaman. Namun,
keberadaan cahaya dapat menghambat kerja
hormon auksin sehingga tanaman yang diletakkan
di tempat terang akan tumbuh lebih pendek
daripada tanaman yang diletakkan di tempat gelap.

6.

Jawaban: e
Pertambahan panjang yang terjadi sebagai berikut.
Hari 1 ke 2: 4 2 = 2 cm
Hari 2 ke 3: 7 4 = 3 cm
Hari 3 ke 4: 13 7 = 6 cm
Hari 4 ke 5: 27 13 = 14 cm
Hari 5 ke 6: 42 27 = 15 cm
Hari 6 ke 7: 64 42 = 22 cm
Hari 7 ke 8 : 102 64 = 38 cm
Jadi pertumbuhan paling cepat terjadi pada hari 7 ke 8.

7.

Jawaban: b
Kandungan nutrisi beras yang tertinggi terdapat
pada bagian kulit ari. Saat mencuci beras,
biasanya air cucian pertama akan berwarna keruh.
Warna keruh bekas cucian itu menunjukkan bahwa
lapisan terluar dari beras ikut terkikis. Namun, pada
bagian kulit ari masih terdapat sisa-sisa nutrisi
yang sangat bermanfaat tersebut. Misalkan fosfor
(P), salah satu unsur utama yang dibutuhkan.
Fosfor berperan dalam memacu pertumbuhan akar
dan pembentukan sistem perakaran yang baik dari

8.

9.

benih dan tanaman muda. Nutrisi lainnya adalah


zat besi yang penting bagi pembentukan zat warna
hijau daun (klorofil), karbohidrat, lemak, dan
protein. Selain itu, kulit ari juga mengandung
vitamin, mineral, dan fitonutrien yang tinggi. Vitamin
sangat berperan dalam proses pembentukan
hormon dan berfungsi sebagai koenzim (komponen
nonprotein untuk mengaktifkan enzim).

12. Jawaban: c
Perkecambahan terjadi jika terpenuhi faktor-faktor
penting yaitu air, kelembapan, oksigen, pH, dan
suhu sesuai. Biji kacang hijau tersebut tidak berkecambah karena tidak mendapatkan cukup oksigen.
Penambahan minyak pada tabung akan menutup
permukaan air sehingga biji kacang hijau yang
terendam dalam air tidak mendapatkan cukup oksigen.

Jawaban: a
Kondisi gelap, remang-remang, dan terang
berpengaruh terhadap pertambahan tinggi
kecambah kacang hijau. Kecambah mengalami
pertambahan tinggi paling cepat pada kondisi gelap.
Sebaliknya, kecambah mengalami pertambahan
tinggi paling lambat pada kondisi terang. Hal ini
menunjukkan bahwa cahaya menghambat
pertumbuhan tanaman. Setiap tanaman memiliki
hormon pertumbuhan yang disebut auksin.
Keberadaan cahaya yang berlebih dapat
mengakibatkan auksin tidak aktif sehingga
pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

13. Jawaban: a
Variabel bebas pada percobaan tersebut adalah
dosis penyemprotan pupuk cair X. Adapun variabel
terikatnya yaitu pertumbuhan tanaman terung dan
tomat. Frekuensi dan waktu penyemprotan
tanaman merupakan variabel kontrol.

Jawaban: e
Tanaman pada pot II tumbuh lebih cepat serta
terbentuk bunga dan daunnya lebih banyak. Berarti
pot II tersebut diberi hormon giberelin dan antokalin.
Giberelin mengakibatkan tanaman berbunga
sebelum waktunya, merangsang pertumbuhan tunas, serta merangsang pertumbuhan daun dan
batang. Antokalin merangsang pembentukan
bunga. Adapun auksin dan giberelin merangsang
perkembangan dan perkecambahan embrio.

10. Jawaban: a
Jika tanaman diletakkan di tempat yang gelap, akan
mengalami pertumbuhan memanjang yang cepat.
Keadaan ini disebut etiolasi. Peristiwa etiolasi
terjadi karena hormon auksin yang diproduksi di
ujung batang tidak dihambat kerjanya oleh cahaya
matahari.
11. Jawaban: c
Pupuk urea memiliki kandungan nitrogen 47%
sehingga disebut juga pupuk nitrogen (N). Beberapa
manfaat nitrogen sebagai berikut.
1) Penyusun zat hijau daun.
2) Mempercepat pertumbuhan vegetatif.
3) Meningkatkan kadar protein hasil panen
tanaman.
4) Bagian penting yang menyusun asam amino,
asam nukleat, dan klorofil.
Sulfur merupakan unsur makronutrien yang
merupakan penyusun koenzim A, asam amino
sistein, dan metionin. Fosfor berperan dalam mengakumulasi pigmen antosianin. Hidrogen dan karbon
merupakan komponen molekul organik tumbuhan.

14. Jawaban: e
Untuk membuktikan hipotesis bahwa cahaya
matahari menghambat pertumbuhan kecambah,
maka variabel yang dibuat berbeda adalah keadaan
cahaya. Oleh karena itu, ada cawan yang
ditempatkan di tempat gelap dan ada cawan di
tempat yang terang. Sementara itu, variabel yang
dibuat sama adalah media (kapas basah).
15. Jawaban: a
Peningkatan pemberian kadar hormon giberelin
dapat meningkatkan jumlah bunga dan
memperpendek masa pembungaan. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar
giberelin, kualitas bunga semakin baik.
B.

Uraian

1. a.

b.

c.

2.

a.

b.

Percobaan tersebut bertujuan untuk


mengetahui pengaruh perendaman air
terhadap perkecambahan biji.
Rumusan masalah yang sesuai untuk
percobaan tersebut adalah Apakah air
berpengaruh terhadap perkecambahan biji?
Kesimpulan percobaan tersebut adalah
keberadaan air memengaruhi perkecambahan
suatu biji. Air mempercepat perkecambahan.
Berdasarkan teori, kombinasi auksin dan etilen
dapat memacu pembungaan. Jadi, judul yang
tepat adalah Pengaruh Hormon Auksin dan
Etilen terhadap Jumlah Bunga Tanaman Jeruk.
Variabel bebas adalah variabel yang sengaja
dibuat berbeda dan memengaruhi variabel
terikat. Variabel bebas pada percobaan
tersebut adalah konsentrasi etilen dan auksin.
Kombinasi auksin dan etilen dapat memacu
pembungaan. Jadi variabel terikat yang
mungkin adalah jumlah bunga.

Biologi Kelas XII

3.

a.

b.

4.

a.

b.

Kelompok perlakuan pada percobaan tersebut


adalah tanaman pada polybag B, C, D, dan E.
Adapun kontrol dalam percobaan tersebut
adalah tanaman pada polybag A.
Variabel bebas adalah variabel yang sengaja
dibuat berbeda dan memengaruhi variabel
terikat. Variabel bebas pada percobaan
tersebut adalah jenis pupuk yang digunakan.
Adapun variabel terikat adalah variabel yang
dipengaruhi variabel bebas. Variabel terikat
pada percobaan tersebut dapat berupa tinggi
batang, diameter batang, jumlah daun, dan
luas daun.

5.

a.

b.

Variabel yang dijadikan kontrol (variabel


kontrol) adalah variabel yang dibuat tetap/
sama pada semua pot sehingga tidak
memengaruhi variabel terikat. Adapun variabel
kontrolnya adalah kondisi media tanam, umur
tanaman, tinggi tanaman, kondisi suhu,
kelembapan, dan pencahayaan.
Tabel pengamatan sebagai berikut.

c.

Tujuan percobaan tersebut adalah untuk


mengetahui pengaruh perlakuan fisik dan
kimia terhadap perkecambahan biji Abrus
precatorius.
Hipotesis yang dapat disusun sebagai berikut.
1) Adanya perlakuan fisik berupa pengampelasan kulit biji Abrus precatorius
akan mempercepat perkecambahan.
2) Adanya perlakuan kimia berupa
perendaman biji Abrus precatorius dalam
larutan asam cuka akan mempercepat
perkecambahan.
3) Gabungan perlakuan fisik dan kimia akan
memberikan pengaruh terbaik terhadap
perkecambahan biji Abrus precatorius.
Asam cuka dapat melunakkan kulit biji yang
keras. Perendaman biji Abrus precatorius
dalam larutan asam cuka akan mempercepat
perkecambahan.

Pertambahan Tinggi Tanaman pada Hari Ke- (cm)


Kelompok

Perlakuan
1

Pot I

Tanpa urea

Pot II

Ditambah urea 10%

Pot III

Ditambah urea 20%

Pot IV

Ditambah urea 30%

Pot V

Ditambah urea 40%

A.

dst.

arah dalam dan ke arah luar. Pembelahan sel ke


arah dalam membentuk xilem dan ke arah luar
membentuk floem. Pembentukan xilem dan floem
mengakibatkan bertambahnya diameter batang
tanaman Dicotyledoneae.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b
Contoh perkembangan antara lain munculnya
benang sari dan putik, berkembangnya buah, dan
terbentuknya biji. Adapun pertambahan panjang
batang dan pembelahan jaringan meristem akar
merupakan contoh pertumbuhan.
2. Jawaban: d
Perkecambahan dimulai dengan imbibisi. Imbibisi
merupakan proses penyerapan air yang dilakukan
oleh biji. Proses ini mengakibatkan enzim dan
hormon bersifat aktif sehingga terjadi proses
metabolisme makanan cadangan untuk
menghasilkan energi. Sel-sel embrional akan
membelah sehingga kulit biji akan pecah dan
muncullah daun pertama yang akan tumbuh
menjadi tanaman baru
3. Jawaban: e
Pertumbuhan sekunder pada tanaman Dicotyledoneae terjadi karena aktivitas kambium vaskuler.
Kambium vaskuler mengalami pembelahan sel ke
6

Pertumbuhan dan Perkembangan

4. Jawaban: e
Sebelum tumbuh tunas dan daun, sumber
makanan utama kecambah berasal dari kotiledon.
Akar dan batang akan tumbuh setelah biji
berkecambah. Embrio merupakan calon tanaman
yang akan tumbuh. Pupuk akan memengaruhi
pertumbuhan tanaman setelah mengalami
perkecambahan.
5.

Jawaban: d
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi
oleh variabel bebas. Variabel bebas merupakan
variabel yang sengaja dibuat berbeda. Pada
percobaan tersebut, variabel bebas adalah
penggunaan berbagai merek pupuk. Variabel terikat
pada percobaan tersebut yaitu pertumbuhan
tanaman tomat.

6. Jawaban: b
Kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak
mendapatkan perlakuan. Kelompok kontrol pada
percobaan tersebut adalah tanaman pada pot 5.
7. Jawaban: d
Kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak
diberi perlakuan, yaitu pot 1. Adapun kelompok
perlakuan adalah pot 2 dan pot 3. Variabel bebas
adalah variabel yang sengaja dibuat berbeda dan
memengaruhi variabel terikat. Pada percobaan
tersebut, variabel bebas adalah pemberian pupuk
urea dan pupuk kandang. Berdasarkan percobaan
tersebut kesimpulannya adalah pupuk urea yang
lebih efektif dalam menambah tinggi tanaman.
Variabel kontrol merupakan faktor yang dibuat
sama/konstan. Variabel kontrol pada percobaan
tersebut adalah media tanam, umur dan tinggi
tanaman, penyinaran matahari, serta suhu.
8. Jawaban: e
Keterangan gambar:
1. Plumula, calon daun dan tunas
2. Radikula, calon akar
3. Epikotil
4. Hipokotil
5. Kotiledon, makanan cadangan bagi kecambah
9. Jawaban: a
Perkecambahan yang ditunjukkan dengan kotiledon
tetap berada di dalam tanah merupakan tipe
perkecambahan hipogeal yang umumnya dialami
oleh tumbuhan Monocotyledoneae, misalnya
jagung dan padi, sedangkan pada tumbuhan
Dicotyledoneae, misalnya pada kacang kapri. Biji
kacang dan biji kacang kedelai mempunyai tipe
perkecambahan epigeal.
10. Jawaban: a
Pertumbuhan primer tumbuhan terjadi karena aktivitas
sel-sel meristem pada ujung akar dan ujung batang.
Aktivitas sel-sel tersebut mengakibatkan pertambahan panjang akar dan batang. Pertumbuhan
primer terjadi pada semua tumbuhan. Adapun pertambahan diameter batang merupakan pertumbuhan
sekunder. Pertumbuhan ini terjadi karena aktivitas
sel-sel kambium. Pembentukan lingkaran tahun
pada batang tumbuhan Dicotyledoneae juga
merupakan pertumbuhan sekunder.
11. Jawaban: b
Air cucian beras mengandung beberapa unsur yang
dibutuhkan tumbuhan seperti fosfor, besi, dan vitamin B. Fitohormon pada air cucian beras yang
dapat merangsang pertumbuhan akar tanaman
adalah rizokalin.

12. Jawaban: a
Fungsi hormon auksin sebagai berikut.
1) Memacu pembentangan dan pembelahan sel.
2) Merangsang pembentukan buah dan bunga.
3) Merangsang pembentukan akar lateral dan
serabut akar.
4) Merangsang pemanjangan tunas ujung tanaman.
5) Merangsang aktivitas kambium.
6) Membantu pembentukan buah tanpa biji
(partenokarpi).
7) Mencegah rontoknya daun, bunga, dan buah.
8) Merangsang dominansi apikal, yaitu terhalangnya pertumbuhan tunas lateral oleh adanya
tunas ujung tanaman. Jika tunas ujung tersebut
dipotong, tunas-tunas lateral akan tumbuh.
Menghambat proses penuaan merupakan fungsi
hormon sitokinin. Memacu pengguguran daun
merupakan fungsi asam absisat.
13. Jawaban: e
Hormon yang mempunyai peranan penting dalam
mengatur menutupnya stomata selama musim
kering adalah asam absisat. Dengan adanya
hormon ini, tumbuhan dapat bertahan dari
kekeringan karena tidak banyak kehilangan air
yang menguap melalui celah stomata.
14. Jawaban: a
Tanaman yang mendapatkan pengaruh faktor luar
sama dapat menghasilkan produktivitas berbeda. Hal
ini karena adanya faktor gen. Tanaman dengan sifat
gen berbeda akan menghasilkan sifat yang berbeda
meskipun mendapatkan perlakuan luar sama.
15. Jawaban: d
1) Auksin dan etilen merangsang terjadinya
pembungaan.
2) Giberelin dan etilen mengatur perbandingan
bunga jantan dan betina.
3) Auksin dan giberelin memengaruhi pembentukan jaringan pengangkut.
4) Auksin dan sitokinin bekerjasama memacu
pertumbuhan dan pembentukan organ pada
kultur jaringan.
5) Giberelin merangsang pertumbuhan tunas,
daun dan batang, sedangkan asam absisat
menghambat pembelahan sel dan merangsang terjadinya dormansi .
16. Jawaban: e
Kemampuan tumbuhan untuk memperbaiki
kerusakan atau luka yang terjadi pada tubuhnya
dipengaruhi oleh asam traumalin. Etilen berfungsi
mempertebal pertumbuhan batang, memacu
proses pematangan buah, serta merangsang
pengguguran daun dan buah. Rizokalin merupakan

Biologi Kelas XII

hormon yang merangsang pembentukan akar.


Kaulokalin merupakan hormon yang merangsang
pembentukan batang. Asam absisat berfungsi
menunda pertumbuhan, memacu pengguguran
bunga dan buah, menghambat pembelahan dan
pembentangan sel, merangsang penutupan stomata selama tumbuhan kekurangan air, serta
memacu pengguguran daun selama musim kering.
17. Jawaban: a
Hormon auksin berfungsi merangsang kambium
untuk membentuk xilem dan floem. Asam absisat
berfungsi untuk merangsang pengguguran daun.
Hormon yang mampu merangsang tanaman
tumbuh sangat cepat adalah giberelin. Hormon
yang mampu merangsang proses pematangan
buah secara cepat adalah gas etilen. Hormon yang
mampu menunda pengguguran daun adalah
sitokinin.
18. Jawaban: c
Zat magnesium (Mg) dan zat besi (Fe) sangat
dibutuhkan dalam pembentukan klorofil. Apabila
tumbuhan kekurangan kedua unsur tersebut,
pembentukan klorofil akan terganggu. Akibatnya,
akan terjadi klorosis pada daun (daun berwarna
kekuningan).
19. Jawaban: b
Unsur makronutrien adalah karbon (C), hidrogen
(H), oksigen (O), nitrogen (N), sulfur (S), fosfor (P),
kalium (K), Kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).
Adapun boron dan besi merupakan unsur
mikronutrien.
20. Jawaban: c
Penambahan amonium hidroksida (NH4OH) sama
halnya menambahkan unsur nitrogen pada tanaman.
Unsur nitrogen umumnya diserap oleh tumbuhan
dalam bentuk amonia (NH3) atau nitrat (NO3). Unsur
nitrogen berperan dalam penyusunan protein, asam
nukleat, klorofil, hormon, dan enzim. Jika
penyusunan klorofil berlangsung sempurna, daun
akan terlihat lebih hijau dan tanaman tumbuh subur.
21. Jawaban: d
Pertumbuhan primer terjadi akibat aktivitas
meristem yang terdapat di ujung akar dan ujung
batang. Pertumbuhan primer terjadi pada tumbuhan
Monocotyledoneae, contoh pohon kelapa, rumput
teki, dan pohon palem. Pada tumbuhan Dicotyledoneae,
terjadi dua macam pertumbuhan yaitu pertumbuhan
primer dan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan
sekunder terjadi akibat aktivitas kambium. Contoh
tumbuhan Dicotyledoneae yaitu pohon mangga,
bayam, dan pohon nangka.

Pertumbuhan dan Perkembangan

22. Jawaban: b
Pengaruh hormon giberelin bagi tumbuhan sebagai
berikut.
1) Mengakibatkan tanaman berbunga sebelum
waktunya.
2) Merangsang pertumbuhan daun dan batang.
3) Merangsang pertumbuhan tunas.
4) Mengakibatkan tanaman tumbuh tinggi.
5) Memacu aktivitas kambium.
6) Memacu terbentuknya buah tanpa biji.
7) Memperbesar ukuran buah.
Adapun akar yang lebat terjadi karena pengaruh
hormon auksin. Hormon auksin merangsang
pembentukan akar lateral dan serabut akar.
23. Jawaban: d
Pada awal musim kemarau, tanaman akan mendapatkan penyinaran matahari lebih dari 12 jam.
Tanaman yang berbunga dengan lama penyinaran
lebih dari 12 jam disebut tanaman berhari panjang,
contohnya kentang, bayam, dan gandum. Adapun
tanaman berhari pendek akan berbunga jika
mendapat sinar matahari kurang dari 12 jam,
contohnya dahlia, krisan, dan ubi jalar.
24. Jawaban: d
Variabel terikat timbul karena adanya variabel
bebas. Variabel terikat pada percobaan tersebut
dapat berupa jumlah biji yang berkecambah. Variasi
lama perendaman biji dalam larutan giberelin dan
variasi konsentrasi giberelin merupakan variabel
bebas. Variasi suhu dan intensitas cahaya tidak
diteliti dalam percobaan tersebut.
25. Jawaban: c
Salah satu fungsi hormon giberelin adalah untuk
mempercepat pembungaan. Jadi, hipotesis yang
tepat untuk eksperimen tersebut adalah tanaman
di pot A akan berbunga lebih cepat daripada
tanaman di pot B. Selain itu, giberelin juga
berfungsi untuk merangsang pertumbuhan batang.
Jadi, hipotesis lainnya yaitu tanaman di pot A akan
tumbuh lebih tinggi daripada tanaman di B.
Percabangan pada tanaman dipengaruhi oleh
hormon sitokinin. Akar yang lebat dipengaruhi oleh
hormon auksin.
26. Jawaban: c
Pernyataan yang sesuai dengan data hasil
percobaan tersebut sebagai berikut.
1) Tanaman memiliki respons terhadap setiap
perlakuan suhu berupa terjadinya pertambahan panjang batang yang berbeda-beda.
2) Suhu 0C merupakan suhu minimum terhadap
pertumbuhan tanaman X. Suhu optimum
untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman
X, yaitu berkisar antara 25C35C.

27. Jawaban: d
Cahaya merupakan salah satu faktor eksternal
yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Cahaya
berperan penting dalam proses fotosintesis. Hasil
fotosintesis akan menghasilkan energi untuk
pertumbuhan tanaman. Cahaya yang berlebihan
dapat memperlambat atau menghambat
pertumbuhan meninggi (primer) pada tanaman. Hal
tersebut dapat terjadi karena cahaya menghambat
kerja auksin.
28. Jawaban: d
1) Kekurangan kalium mengakibatkan tanaman
menjadi lemah dan roboh, daun-daun tua
menggulung, terdapat bercak-bercak kuning
pada daun, dan tepi daun hangus.
2) Kekurangan fosfor mengakibatkan pertumbuhan terhambat, terdapat bercak
kemerahan pada daun, serta buah dan biji
yang dihasilkan sedikit.
3) Kekurangan boron mengakibatkan ujung
batang tanaman mengering dan rusak,
cabang-cabang lateral mati, serta daun
menebal, keriting, dan rapuh
4) Kekurangan Mg dan Fe mengakibatkan
tanaman mengalami klorosis, yaitu daun
menjadi berwarna kekuningan. Hal ini terjadi
karena pembentukan klorofil terganggu.
29. Jawaban: d
Rumusan masalah harus berupa pertanyaan
mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti.
Rumusan masalah percobaan tersebut adalah
apakah hormon giberelin dapat mempercepat
pembungaan wijaya kusuma?
Kalimat pertanyaan c bukan rumusan masalah
penelitian tersebut. Pernyataan a tidak berhubungan dengan penelitian. Pernyataan b
merupakan latar belakang dilakukannya penelitian
tersebut. Pernyataan e merupakan hipotesis.
30. Jawaban: e
Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara
dari percobaan tersebut. Hipotesis akan dibuktikan
kebenarannya dalam percobaan. Hipotesis
percobaan tersebut adalah penyemprotan hormon
giberelin akan mempercepat pembungaan wijaya
kusuma.
B. Uraian
1. Tumbuhnya batang ke atas dari tanaman yang
direbahkan dipengaruhi oleh hormon auksin.
Aktivitas auksin dipengaruhi oleh gaya gravitasi
bumi dan cahaya matahari. Tanaman yang semula
tumbuh tegak jika direbahkan, auksin akan
terakumulasi pada sisi bawah. Hal ini akan
mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan

pembelahan sel antara bagian atas dan bagian


bawah sehingga batang akan tumbuh membengkok
ke atas.
2. Pertumbuhan primer:
a. Pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas
jaringan meristem apikal.
b. Mengakibatkan akar dan batang tumbuh
memanjang.
Pertumbuhan sekunder:
a. Pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas
jaringan meristem sekunder.
b. Mengakibatkan diameter akar dan batang
bertambah besar.
3. Hormon yang dapat mengakibatkan terbentuknya
buah berukuran besar dan tanpa biji adalah hormon
giberelin. Berarti hormon yang disemprotkan petani
pada tanamannya tersebut adalah hormon giberelin.
Fungsi hormon giberelin bagi tanaman yaitu:
a. mengakibatkan tanaman berbunga sebelum
waktunya;
b. merangsang pertumbuhan daun dan batang;
c. merangsang pertumbuhan tunas;
d. memacu aktivitas kambium;
e. menghasilkan buah tanpa biji;
f. memperbesar ukuran buah;
g. merangsang perkecambahan.
4. Untuk merangsang pembungaan Bu Enggar dapat
mengombinasikan auksin dengan etilen atau
giberelin dengan antokalin. Kombinasi auksin
dengan etilen dapat merangsang terjadinya
pembungaan. Begitu pula kombinasi giberelin
dengan antokalin. Giberelin mengakibatkan
tanaman berbunga sebelum waktunya, merangsang pertumbuhan tunas, serta merangsang
pertumbuhan daun dan batang. Antokalin
merangsang pembentukan bunga.
5. Proses perkecambahan diawali dengan proses
imbibisi. Imbibisi adalah proses penyerapan air oleh
biji. Selanjutnya air akan mengaktifkan enzim
pengurai amilum dalam biji. Enzim tersebut
menguraikan makanan cadangan sehingga
menghasilkan energi yang akan digunakan dalam
proses perkecambahan.
6. Asam absisat menghambat pertumbuhan
tanaman dengan cara memperlambat metabolisme
tanaman. Asam absisat merangsang terjadinya
dormansi pada tumbuhan. Pada masa dormansi,
metabolisme tumbuhan menjadi lebih lambat.
7. Fungsi air bagi tumbuhan sebagai berikut.
a. Memberikan tekanan turgor pada dinding sel
sehingga sel tumbuhan dapat membelah dan
membesar.

Biologi Kelas XII

b.
c.
d.
8. a.

b.

c.

10

Merangsang terjadinya proses imbibisi yaitu


proses penyerapan air oleh biji.
Sebagai bahan baku fotosintesis sehingga
tumbuhan dapat menghasilkan makanan.
Mengedarkan hasil-hasil fotosintesis ke
seluruh bagian tumbuhan.
Tujuan percobaan : untuk mengetahui
pengaruh perbandingan pupuk NPK terhadap
pembentukan daun.
Rumusan masalah : perbandingan pupuk NPK
manakah yang paling baik merangsang
pembentukan daun tanaman Bougenvilea
spectabilis?
Kesimpulan percobaan : pupuk NPK dengan
perbandingan 2 : 2 : 1 memberikan pengaruh
paling baik terhadap pembentukan daun
Bougenvilea spectabilis.

Pertumbuhan dan Perkembangan

9. Dengan mengetahui perilaku lalat buah tersebut,


dapat diduga bahwa jika lahan penanaman cabai
diberi mulsa plastik, lalat buah tidak dapat
mengalami pupasi dalam tanah. Jadi, hipotesis
yang dapat disusun adalah serangan lalat buah
pada lahan yang ditutup mulsa plastik akan lebih
rendah dibandingkan pada lahan yang tidak ditutup
mulsa plastik. Dengan mengetahui bahwa mulsa
plastik dapat menghambat perkembangan lalat
buah dan menurunkan serangan lalat buah, ia dapat
menyarankan petani agar memakai mulsa plastik
pada penanaman cabai (Capsicum annum).
Variabel terikat dapat berupa jumlah buah busuk
yang diserang lalat buah, sedangkan variabel
bebasnya adalah pemberian mulsa plastik dan
tanpa mulsa plastik.
10. Klorosis diakibatkan oleh kekurangan unsur besi
(Fe) dan magnesium (Mg). Kedua unsur ini berperan
penting dalam pembentukan klorofil. Apabila
tanaman kekurangan unsur Fe dan Mg
pembentukan klorofil akan terganggu sehingga
kandungan klorofil dalam daun berkurang dan
mengakibatkan warna daun menguning.

Model Pengintegrasian Nilai Pendidikan Karakter


Standar Kompetensi
2.

Memahami pentingnya proses metabolisme pada organisme.

Kompetensi Dasar

Nilai

2.1 Mendeskripsikan fungsi


enzim dalam proses
metabolisme.
2.2 Mendeskripsikan proses
katabolisme dan anabolisme karbohidrat.
2.3 Menjelaskan keterkaitan antara proses metabolisme karbohidrat
dengan metabolisme
lemak dan protein.

Indikator

Disiplin

Melakukan langkah-langkah praktikum dengan baik


dan benar serta mematuhi peraturan penggunaan
laboratorium.

Mandiri

Mengerjakan tugas secara mandiri dengan


memaksimalkan kemampuan yang ada dalam diri.

Pada bab ini akan dipelajari:


1. Peran Enzim dalam Metabolisme
2. Katabolisme
3. Anabolisme
4. Keterkaitan Metabolisme Karbohidrat, Lemak, dan Protein

Metabolisme

Mendeskripsikan peran
enzim dalam metabolisme

Menyebutkan komponen
enzim
Menjelaskan sifat-sifat
enzim
Menjelaskan mekanisme kerja enzim
Menjelaskan faktorfaktor yang memengaruhi
kerja enzim

Siswa mampu
mendeskripsikan peran
enzim dalam metabolisme

Mendeskripsikan proses
anabolisme

Mendeskripsikan proses
katabolisme

Menjelaskan proses
respirasi aerob
Menjelaskan proses
respirasi anaerob

Siswa mampu
mendeskripsikan proses
katabolisme

Menjelaskan fotosintesis
Menjelaskan kemosintesis
Melakukan percobaan
untuk membuktikan
bahwa fotosintesis
menghasilkan oksigen

Siswa mampu
mendeskripsikan proses
anabolisme

Menjelaskan keterkaitan
metabolisme karbohidrat,
lemak, dan protein

Menjelaskan keterkaitan
antara metabolisme
karbohidrat, lemak, dan
protein
Menjelaskan gangguangangguan metabolisme
karbohidrat, lemak, dan
protein

Siswa mampu menjelaskan keterkaitan metabolisme karbohidrat, lemak,


dan protein

Siswa mampu menjelaskan proses


metabolisme di dalam tubuh

Biologi Kelas XII

11

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: a
Enzim memiliki ciri-ciri berikut.
1) Mempercepat reaksi kimia tetapi tidak berubah
bentuk setelah reaksi selesai sehingga tidak
mengubah kesetimbangan kimia.
2) Memiliki sisi katalitik dan sisi aktif.
3) Bekerja spesifik, yakni dengan sistem satu
substrat satu enzim.
4) Mempercepat reaksi kimia dengan jalan
menurunkan energi aktivasi.
2. Jawaban: e
1) Inhibitor: zat atau senyawa yang menghalangi
ikatan enzim dengan substrat.
2) Aktivator: zat atau senyawa yang mempercepat kerja enzim.
3) Enzim konjugasi: enzim kompleks, gabungan
antara apoenzim dan gugus prostetik.
4) Biokatalisator: mempercepat reaksi biologi
tanpa mengubah struktur kimianya.
5) Kofaktor: bagian enzim yang terdiri atas
senyawa anorganik, seperti ion, Zn2+, Cu2+,
Mn2+, Fe2+, K+, dan Na+.
3. Jawaban: b
Berdasarkan percobaan tersebut, ekstrak hati
mengandung enzim katalase yang berperan dalam
penguraian H2O2 menjadi H2O dan O2. Gas X yang
ditunjukkan dengan gelembung udara merupakan
gas O2. Hal ini dibuktikan dengan nyala api yang
membesar karena oksigen berfungsi pada proses
pembakaran. Reaksi kimia yang terjadi dalam
proses ini yaitu:
Enzim katalase
2H2O + O2
2H2O2

4. Jawaban: d
1) Amilase berperan menguraikan amilum
menjadi glukosa.
2) Katalase berperan menguraikan hidrogen
peroksida menjadi H2O dan O2.
3) Protease berperan menguraikan protein
menjadi asam amino.
4) Lipase berperan menguraikan lemak menjadi
asam lemak.
5) Peptidase berperan menguraikan peptida
menjadi pepton.
5. Jawaban: b
Berdasarkan grafik mekanisme kerja enzim, enzim
dapat meningkatkan kecepatan reaksi dengan
menurunkan energi aktivasi.

12

Metabolisme

6. Jawaban: e
Kerja enzim dipengaruhi oleh lingkungan. Pada suhu
rendah misalnya 0C atau di bawahnya seperti di
dalam freezer, enzim bersifat nonaktif, artinya enzim
tidak bekerja. Akibatnya daging yang disimpan di
dalam freezer tidak membusuk. Meskipun
demikian, enzim tidak rusak dan akan aktif lagi
setelah daging dikeluarkan dari dalam freezer. Kerja
enzim akan meningkat sampai suhu optimum.
7. Jawaban: d
Tabel tersebut menunjukkan bahwa kerja enzim
katalase dipengaruhi oleh suhu dan pH. Dari data
terlihat bahwa gelembung paling banyak dihasilkan
pada perlakuan pH netral dan suhu 35C. Nyala
api terbentuk pada perlakuan pH netral dan suhu
35C. Berarti kerja enzim katalase optimal pada
pH netral dan suhu 35C.
8. Jawaban: c
Komponen penyusun enzim terdiri atas komponen
protein dan komponen bukan protein. Komponen
nonprotein disebut gugus prostetik terdiri atas
komponen koenzim dan kofaktor, sedangkan
komponen protein disebut dengan apoenzim hanya
tersusun dari protein.
9. Jawaban: a
Hati mengandung enzim katalase. Enzim ini
berperan mengubah H2O2 menjadi H2O dan O2. Gas
O2 ditunjukkan oleh adanya gelembung udara.
Kesimpulan yang diperoleh dari data tersebut
sebagai berikut. Semakin rendah konsentrasi
substrat, kecepatan reaksi antara enzim katalase
dengan H2O2 semakin lambat. Sebaliknya semakin
tinggi konsentrasi substrat, kecepatan reaksi antara
enzim katalase dengan H2O2 semakin cepat. Hal
ini berarti kerja enzim katalase dipengaruhi oleh
konsentrasi substrat.
10. Jawaban: c
Berdasarkan grafik pada soal, enzim renin bekerja
optimal pada pH sekitar 2 (suasana asam). Adapun
enzim ptialin bekerja optimal pada pH 7,5.
Perubahan pH dapat mengakibatkan kerusakan
pada enzim sehingga enzim menjadi tidak aktif.
Dengan demikian, setiap enzim mempunyai pH
optimum yang spesifik.
11. Jawaban: c
1) Enzim katalase = hidrogen peroksida
H2O + O2
2) Enzim lipase
= lemak asam lemak
dan gliserol
3) Enzim amilase = amilum glukosa
4) Enzim peptidase = polipeptida asam amino
5) Enzim pepsin
= protein pepton

12. Jawaban: e
Jenis inhibitor yang berikatan dengan sisi alosterik
enzim dan tidak bisa dihilangkan dengan penambahan substrat merupakan ciri inhibitor nonkompetitif.
Inhibitor kompetitif memiliki struktur yang mirip substrat. Inhibitor ini berikatan dengan sisi aktif enzim
dan dapat dihilangkan dengan penambahan substrat.
13. Jawaban: d
Enzim katalase berfungsi mengubah H2O2 menjadi
H2O dan O2. Adanya O2 ditunjukkan oleh adanya
gelembung dan nyala api yang terang. Enzim
katalase bekerja maksimum pada pH netral dan
suhu optimum 40C ditandai dengan banyaknya
gelembung dan besarnya nyala api. Pada pH asam
atau basa, kerja enzim katalase menurun, atau
bahkan tidak dapat bekerja.
14. Jawaban: b
Perbedaan inhibitor kompetitif dan inhibitor
nonkompetitif sebagai berikut.
No.

Inhibitor Kompetitif

Inhibitor Nonkompetitif

1.

Berikatan dengan sisi


aktif enzim.
Tidak mengubah sisi
aktif enzim.
Struktur mirip dengan
substrat.
Dapat dihilangkan
dengan menambah
substrat.

Berikatan dengan sisi


alosterik enzim.
Mengubah sisi aktif
enzim.
Struktur berbeda dengan
substrat.
Tidak dapat dihilangkan
dengan menambah
substrat.

2.
3.
4.

15. Jawaban: c
Grafik tersebut menunjukkan pengaruh pH
terhadap kerja enzim. Berdasarkan grafik di atas,
enzim bekerja optimum pada pH netral. Pada pH
asam dan basa, aktivitas enzim menurun.
B. Uraian
1. Enzim merupakan biokatalisator pada proses
metabolisme makhluk hidup. Adapun sifat-sifat
enzim, antara lain enzim merupakan protein,
bekerja untuk mempercepat reaksi kimia tanpa ikut
bereaksi, dipengaruhi oleh suhu dan pH, bekerja
spesifik, bekerja bolak-balik (reversible), dan
diperlukan dalam jumlah sedikit. Enzim tersusun
dari protein. Enzim dibentuk dalam tubuh melalui
proses sintesis protein. Proses tersebut
berlangsung di dalam ribosom.
2. Mekanisme kerja enzim dapat dijelaskan melalui
teori Gembok dan Kunci (Lock and Key Theory)
dan teori Ketepatan Induksi (Induced Fit Theory).
a. Lock and key Theory: Teori ini menjelaskan
bahwa enzim diumpamakan sebagai gembok
karena memiliki sebuah bagian kecil yang
dapat berikatan dengan substrat. Bagian ini
disebut sisi aktif. Adapun substrat diumpamakan sebagai kunci karena dapat berikatan

b.

secara tepat dengan sisi aktif enzim. Hubungan


antara enzim dengan substrat membentuk
ikatan yang lemah.
Induced Fit Theory : Teori ini menjelaskan
bahwa sisi aktif enzim dapat berubah bentuk
sesuai dengan substratnya (fleksibel).

3. Enzim lengkap (holoenzim) terdiri atas komponen


protein (apoenzim) dan komponen nonprotein (gugus
prostetik). Komponen berupa protein (apoenzim)
bersifat mudah rusak oleh pemanasan. Komponen
nonprotein (gugus prostetik) adalah bagian yang
tidak mudah rusak oleh pemanasan. Bagian ini
dapat berupa senyawa organik maupun anorganik.
Komponen senyawa organik disebut koenzim.
Contoh koenzim A, NADH, dan vitamin. Komponen
senyawa anorganik disebut kofaktor. Misal ion-ion
logam Zn2+, Cu2+, Mn2+, K+, dan Na+.
4. Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh perubahan pH.
Setiap enzim mempunyai pH yang spesifik.
Perubahan pH mengakibatkan sisi aktif enzim
berubah. Hal ini dapat menghalangi terikatnya
substrat pada sisi aktif enzim. Selain itu, perubahan
pH juga dapat mengakibatkan terjadinya proses
denaturasi pada enzim sehingga aktivitas enzim
menurun.
5. Macam-macam enzim berdasarkan sifat kerjanya
sebagai berikut.
a. Oksidoreduktase dikenal sebagai dehidrogenase/oksidase, yaitu kelompok enzim yang
mengkatalisis oksidoreduksi antara 2 substrat
S dan S.
b. Transferase, yaitu kelompok enzim yang
mengkatalisis pemindahan suatu gugus antara
sepasang substrat S dan S, contoh asetilKoA + kolin KoA + asetilkolin.
c. Hidrolase, yaitu enzim yang mengkatalisis
hidrolisis ikatan-ikatan ester, eter, peptida,
glikosil, anhidrida asam, C-C, C-halida, atau
P-N, misal asilkolin + H2O kolin + asam.
d. Liase, yaitu enzim yang mengkatalisis pembuangan gugus dari substrat dengan
mekanisme selain hidrolisis dan meninggalkan ikatan rangkap, contoh aldehida-liase.
e. Isomerase, yaitu semua enzim yang mengkatalisis interkonversi isomer-isomer optik,
geometrik, atau posisi, contoh enzim yang
mengkatalisis interkonversi aldosa dan ketosa.
f. Ligase, yaitu enzim yang mengkatalisis penggabungan 2 senyawa diikuti oleh pemecahan
ikatan pirofosfat pada ATP atau senyawa yang
sejenis, contoh enzim yang mengkatalisis
pembentukan ikatan G-S. Misal suksinat: KoA
ligase (GDP) [suksinat tiokinase].

Biologi Kelas XII

13

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b
Katabolisme adalah proses penguraian senyawa
kompleks menjadi senyawa-senyawa sederhana
yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP.
Contohnya proses pemecahan karbohidrat menjadi
CO2 dan H2O. Reaksi ini menghasilkan energi
dalam bentuk ATP. Sementara itu, anabolisme
adalah proses penyusunan senyawa kompleks dari
senyawa-senyawa sederhana. Reaksi ini membutuhkan energi. Contohnya penyusunan asam
amino menjadi protein.
2. Jawaban: b
X adalah tahapan glikolisis, glikolisis terjadi di
sitosol. Y adalah tahap transpor elektron yang
terjadi di dalam mitokondria.
3. Jawaban: c
Hasil dari tiap tahap respirasi aerob sebagai berikut.
1) Glikolisis = 2 asam piruvat, 2 NADH, dan
2 ATP
2) Dekarboksilasi oksidatif = 2 Asetil Co-A2 dan
2 CO2
3) Siklus Krebs = 4CO2, 2 TP, 6 NADH, dan
2 FADH2
4) Sistem transpor elektron, H2O dan ATP
4. Jawaban: e
Glikolisis dalam proses respirasi merupakan proses
pemecahan/penguraian glukosa menjadi asam
piruvat. Sementara itu, proses fermentasi adalah
proses penguraian glukosa menjadi asam laktat.
Glikolisis dapat berlangsung secara anaerob pada
proses fermentasi. Glikolisis menghasilkan energi
dalam bentuk ATP dari ADP + Pi. Hasil dari
glikolisis asam piruvat, NADH, dan ATP.
5. Jawaban: e
Bagan tersebut merupakan proses fermentasi
asam laktat. Fermentasi asam laktat pada
organisme tingkat tinggi terjadi jika tidak tersedia
oksigen yang cukup. Glukosa akan diubah menjadi
asam piruvat melalui proses glikolisis. Asam
piruvat hasil glikolisis akan diubah menjadi
fosfoenol piruvat. Hasilnya berupa asam laktat dan
ATP. Jika tersedia cukup oksigen, akan terjadi
respirasi aerob. Pada respirasi aerob asam piruvat
diubah menjadi asetil Co-A selanjutnya memasuki
tahap siklus Krebs dan transpor elektron. Adapun
alkohol adalah hasil fermentasi alkohol. Fermentasi
alkohol terjadi pada organisme tingkat rendah,

14

Metabolisme

misal khamir. Hasil fermentasi alkohol yaitu alkohol,


CO2, dan ATP.
6. Jawaban: e
Keterangan pada gambar sebagai berikut.
X = matriks mitokondria, tempat terjadinya
dekarboksilasi oksidatif dan siklus Krebs.
Y = krista, tempat terjadinya sistem transpor
elektron.
7. Jawaban: e
Reduktase: berperan dalam reaksi reduksi.
Oksidase: berperan dalam reaksi oksidasi.
Dekarboksilase: berperan dalam pelepasan CO2.
Dehidrogenase: berperan dalam pelepasan
hidrogen. Hidrolase: berperan mengkatalisis
hidrolisis ikatan-ikatan kimia.
8. Jawaban: e
Percobaan tersebut menunjukkan terjadinya proses
fermentasi alkohol. Hasil dari fermentasi tersebut
yaitu alkohol, CO2, dan ATP.
9. Jawaban: e
Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul
glukosa menjadi asam piruvat dengan menghasilkan NADH dan ATP. Secara singkat, persamaan reaksinya sebagai berikut.
Glukosa + 2 ADP + 2P + 2NAD 2 asam
piruvat + 2 ATP + 2 NADH
10. Jawaban: a
Jalur metabolisme yang sama-sama dimiliki oleh
respirasi aerob dan anaerob adalah glikolisis.
Respirasi aerob dan anerob sama-sama mengubah
satu molekul glukosa menjadi 2 molekul asam
piruvat melalui jalur glikolisis. Perbedaan tahap
metabolismenya dapat dilihat pada skema proses
respirasi aerob dan anaerob berikut.
1) Skema respirasi aerob:
Glukosa 2 asam 2 asetil Co-A
glikolisis piruvat dekarboksilasi
siklus Krebs
oskidatif

4CO2
36ATP
2ATP

H2O
6NADH Sistem
2FADH2 transpor
elektron

2)

Skema respirasi anaerob:


2NAD 2NAD +

Glukosa 2 asam
glikolisis piruvat

2 fosfoenol 2asam
laktat
piruvat
2NAD 2NAD +

2 asetal- 2 etanol
dehid

11. Jawaban: e
Fermentasi adalah proses penguraian glukosa
menjadi senyawa lain tanpa bantuan oksigen.
Proses fermentasi dalam makhluk hidup dibedakan
menjadi 2, yakni fermentasi asam laktat dan
fermentasi alkohol. Dalam fermentasi asam laktat
glukosa diubah menjadi asam piruvat, selanjutnya
asam piruvat diubah menjadi fosfoenol piruvat dan
akhirnya menjadi asam laktat. Pada fermentasi
alkohol asam piruvat akan diubah menjadi
asetaldehid. Selanjutnya asetaldehid diubah
menjadi alkohol.
12. Jawaban: d
Ubi kayu mengandung pati yang merupakan
polisakarida dari glukosa. Dalam proses fermentasi
alkohol dari ubi kayu, mikrobia mempunyai
kemampuan untuk mengubah pati menjadi gula
(glukosa). Selanjutnya, glukosa ini masuk ke jalur
fermentasi alkohol menghasilkan alkohol.
Reaksinya sebagai berikut.
glikolisis

CO2

2NADH

2NAD +

B.

Uraian

1. Pada organisme eukariotik, oksidasi NADH dan


FADH2 terjadi di dalam membran mitokondria.
Namun, NADH hasil glikolisis dibentuk dalam sitosol.
Akibatnya, NADH tersebut harus dimasukkan ke
dalam mitokondria. Pemindahan 2 NADH hasil
glikolisis tersebut memerlukan 2 ATP. Dengan
demikian, jumlah total ATP yang dihasilkan
sebanyak 36 ATP. Adapun pada organisme
prokariotik tidak memiliki mitokondria sehingga
tidak terjadi penggunaan ATP untuk pemindahan
NADH ke dalam mitokondria. Jumlah total ATP yang
dihasilkan sebanyak 38 ATP.
2. Jika tidak tersedia oksigen dalam tubuh Animalia
akan terjadi proses fermentasi asam laktat. Proses
fermentasi dimulai dengan mengubah glukosa
menjadi asam piruvat selanjutnya menjadi asam
laktat. Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
glikolisis

Glukosa 2 asam piruvat

Glukosa 2 asam piruvat 2 asetaldehid 2 etanol

2NADH

2NAD+

2 fosfoenol piruvat 2 asam laktat

13. Jawaban: a
Dalam sistem transpor elektron senyawa yang
berfungsi sebagai penerima elektron terakhir adalah
O2 yang selanjutnya akan membentuk air (H2O).
ATP adalah senyawa berenergi tinggi yang dibutuhkan sel dalam proses metabolisme. ATP diperoleh
dengan menambahkan 1 gugus fosfat ke dalam
ADP (adenosine diphosphate).
14. Jawaban: b
Gambar tersebut merupakan skema fermentasi
alkohol. Dalam fermentasi alkohol, hasil glikolisis
yang berupa 2 asam piruvat akan difermentasi
menjadi 2 asetaldehid (X) dengan melepaskan
2 molekul CO2 dan menghasilkan 2 etanol (Y).
Proses ini menghasilkan 2 ATP.
15. Jawaban: b
Jumlah molekul ATP yang dihasilkan untuk setiap
1 molekul FADH2 = 2 ATP, sedangkan jumlah
molekul ATP yang dihasilkan untuk setiap 1 molekul
NADH = 3 ATP.

3. Pada tahap dekarboksilasi oksidatif terjadi


pembentukan asetil Co-A dari asam piruvat hasil
glikolisis yang digabung dengan Co-enzim A.
Proses ini menghasilkan asetil Co-A, NADH, dan
melepaskan CO2. Reaksi yang terjadi sebagai
berikut.
2NADH

2NAD+

2C3H4O3 + 2Co-A 2C2H3O-CoA + 2CO2


Asam
piruvat

Co-enzim A

Asetil Coenzim A

Karbon
dioksida

4. Setiap satu molekul FADH2 akan menghasilkan


2 molekul ATP, sedangkan setiap 1 molekul NADH2
akan menghasilkan 3 molekul ATP. Jumlah total
ATP yang akan dihasilkan pada tahap transpor
elektron adalah:
8 NADH2 = 8 3 = 24 ATP
2 FADH2 = 2 2 = 4 ATP
+
Jumlah total
28 ATP
5. Proses fermentasi alkohol pada tapai yang
dilakukan oleh khamir atau yeast sebagai berikut.
glikolisis

CO2

2NADH

2NAD +

Glukosa 2 asam piruvat 2 asetaldehid 2 etanol

Hasil akhir dari proses tersebut berupa etanol, CO2


dan ATP.

Biologi Kelas XII

15

A.
1.

Pilihan Ganda
Jawaban: e
Reaksi terang terjadi di dalam membran tilakoid
(nomor 4). Reaksi gelap terjadi di dalam stroma
(nomor 5). Sementara itu, nomor 1 adalah membran
luar, nomor 2 adalah membran dalam, nomor 3
adalah grana. Grana merupakan tumpukan tilakoid.

2.

PJawaban: d
Proses yang terjadi pada siklus Calvin sebagai
berikut.
1) Fiksasi CO2 oleh RuBP membentuk PGA.
2) Reduksi PGA menjadi DPGA kemudian
menjadi PGAL.
3) Pembentukan kembali RuBP dari PGAL.
Adapun penangkapan elektron oleh NADP+ terjadi
pada reaksi terang. Reaksi terang menghasilkan
ATP dan NADPH2. Selanjutnya, ATP dan NADPH2
tersebut digunakan dalam reaksi gelap.

3.

4.

5.

16

Jawaban: a
Produk dari reaksi terang adalah ATP, oksigen (O2),
dan NADPH 2. ATP dan NADPH2 selanjutnya
digunakan untuk pembentukan glukosa pada
reaksi gelap. Adapun oksigen dikeluarkan melalui
stomata. CO2 merupakan zat yang dibutuhkan
dalam siklus Calvin (reaksi gelap) yang menghasilkan glukosa.
Jawaban: a
Reaksi fotolisis yaitu pemecahan molekul air yang
membebaskan oksigen dan ion hidrogen. Ion
hidrogen yang dibebaskan selanjutnya akan diikat
oleh NADP+ dan membentuk NADPH2. Reaksi yang
terjadi adalah NADP+ + 2H+ NADPH2.
1) ADP (adenosin difosfat) merupakan molekul
yang terbentuk dari ATP yang membebaskan
satu P.
2) RuBP (ribulosa bifosfat): pengikat CO2 dalam
reaksi gelap pada tanaman C3.
3) PEP (fosfoenol piruvat): enzim pengikat CO2
pada tanaman C4.
Jawaban: b
Dalam reaksi gelap (siklus Calvin) terjadi fiksasi
CO2 oleh RuBP. Dengan bantuan enzim rubisco
membentuk PGA (fosfogliserat). PGA selanjutnya
mengalami reduksi sehingga dihasilkan PGAL dan
glukosa. Pada tahap regenerasi terjadi pembentukan kembali RuBP dari PGAL.

Metabolisme

6.

Jawaban: b
Reaksi terang berlangsung di membran tilakoid.
Peristiwa yang terjadi pada reaksi terang yaitu
penguraian H2O menjadi H+ dan O2 melalui reaksi
fotolisis dan pembentukan ATP dan NADPH.
Adapun terbentuknya RuBP dan fiksasi CO 2
olehRuBP terjadi pada reaksi gelap. Reaksi gelap
berlangsung di stroma.

7.

Jawaban: c
Urutan tahap siklus Calvin sebagai berikut.
1) Fiksasi CO2 oleh RuBP.
2) Pembentukan PGA.
3) Reduksi PGA.
4) Pembentukan PGAL.
5) Pembentukan RuBP.

8.

Jawaban: d
Konsentrasi klorofil termasuk faktor internal yang
dipengaruhi oleh faktor genetik. Faktor internal yang
lain yaitu jumlah daun, lebar daun, dan struktur
daun. Adapun faktor eksternal yang memengaruhi
fotosintesis antara lain cahaya, suhu, konsentrasi
CO2, ketersediaan air, dan ketersediaan unsur hara.

9.

Jawaban: c
Senyawa antara yang dihasilkan dari setiap
3 molekul CO2 yang masuk ke dalam siklus CalvinBenson adalah asam 3-fosfogliserat, 1,3 difosfogliserat atau gliseraldehid 3-fosfat, dan RuBP.
Adapun asam oksaloasetat dihasilkan pada fiksasi
karbon oleh tanaman C4 dan CAM sebelum masuk
ke siklus Calvin.

10. Jawaban: b
Bakteri nitrat
Bakteri belerang
Bakteri metan
Bakteri besi

: Nitrosomonas dan Nitrobacter


: Beggiatoa dan Cladotrix
: Methanomonas
: Ferrobacillus

11. Jawaban: c
Pada fiksasi karbon terjadi penambatan CO2 oleh
RuBP (ribulosa 1,5 difosfat) yang terdiri atas 5 atom
karbon menjadi fosfogliserat (PGA). Reaksi ini
dikatalisis oleh enzim ribulosa bifosfat karboksilase
(Rubisco). Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
Rubisco

CO2 + RuBP PGA

12. Jawaban: e
Pembentukan glukosa terjadi pada tahap
regenerasi siklus Calvin. Pada tahap ini molekul
PGAL disusun ulang menjadi molekul RuBP dan
glukosa. Reaksinya:
12 PGAL 10 PGAL RuBP
2 PGAL Glukosa

Adapun PGA adalah senyawa yang terbentuk dari


fiksasi CO2 oleh RuBP pada tahap fiksasi karbon.
13. Jawaban: b
Senyawa yang diperlukan dalam reaksi gelap
(siklus Calvin) yang tidak berasal dari reaksi terang
adalah CO2. CO2 diambil dari udara melalui stomata.
Adapun NADPH2 dan ATP berasal dari reaksi
terang. Reaksi terang menghasilkan O2, NADPH2,
dan ATP.
14. Jawaban: d
Nitrifikasi adalah proses oksidasi amoniak menjadi
nitrat melalui tahapan proses nitrifikasi dan nitratasi
dengan bantuan mikrobia. Proses yang terjadi
sebagai berikut.

2HNO2 + energi
2NH3 + 3O2
 



(nitrit)

(nitrat)

15. Jawaban: c
Pada tahap pertama siklus Calvin, CO2 berikatan
dengan ribulosa bifosfat (RuBP) membentuk dua
molekul 3-fosfogliserat (PGA) dengan bantuan
enzim RuBP karboksilase (Rubisco). Selanjutnya,
PGA direduksi menjadi PGAL. PGAL mengalami
reduksi menjadi glukosa. Pada tahap regenerasi
PGAL akan dibentuk kembali menjadi RuBP. RuBP
akan dimanfaatkan lagi untuk memfiksasi CO2.
B.

Uraian

1. Siklus Calvin disebut reaksi gelap karena reaksi


ini dapat berlangsung dalam kondisi gelap (tidak
memerlukan energi cahaya). Namun, reaksi ini
tidak selalu terjadi dalam kondisi gelap. Reaksi
gelap terjadi pada stroma kloroplas. Enzim-enzim
yang digunakan untuk fiksasi CO2 pada reaksi
gelap tidak memerlukan cahaya, tetapi membutuhkan ATP dan NADPH2 yang dihasilkan dari
reaksi terang.
2. a.

Proses kemosintesis pada bakteri nitrifikasi.


Contoh bakteri nitrit adalah Nitrosococcus dan
Nitrosomonas, sedangkan bakteri nitrat adalah
Nitrobacter dan Bactoderma. Reaksi kemosintesis pada bakteri nitrifikasi sebagai berikut!

1)





2NH3 + 3O2
2HNO2 + 2H2O + energi

2)


 
2HNO2 + O2
2HNO3 + energi

b.

Kegunaan bakteri nitrifikasi adalah menambat


nitrogen bebas dari udara sehingga dapat
diserap oleh akar tanaman dan menyuburkan
tanah. Bakteri ini umumnya bersimbiosis
dengan akar tanaman Leguminoseae (polongpolongan) membentuk bintil akar.

 

3. Perbedaan siklus Calvin pada tanaman tipe C4 dan


CAM sebagai berikut.
Pada tumbuhan C4 fiksasi karbon dilakukan di selsel mesofil dan membentuk asam malat.
Sementara itu, pembentukan pati dilakukan di
dalam seludang berkas pembuluh. Contoh tanaman
C4: jagung, tebu, dan sorghum.Tumbuhan CAM,
fiksasi karbon dilakukan pada malam hari
membentuk asam malat, sedangkan pembentukan
pati dilakukan pada siang hari. Contoh tanaman
CAM: kaktus.
4.

No.

Pembeda

1.
2.

Fotosintesis

Kemosintesis

Sumber energi

Cahaya

Zat kimia

Pelaku

Organisme

Organisme
tidak berklorofil

3.

Bahan dasar

CO2 dan H2O

C, H, O, N, S,
P (glukosa,
nitrat, sulfat,
fosfat)

4.

Hasil

Karbohidrat

Karbohidrat
dan senyawa
lain

5. Kaktus termasuk tipe tumbuhan CAM (Crassulasean


Acid Metabolism). Tumbuhan ini berbeda dengan
tumbuhan lain. Stomata tumbuhan CAM membuka
pada malam hari, tetapi menutup pada siang hari.
Mekanisme penambatan CO2 dilakukan pada
malam hari jika kondisi udara kurang menguntungkan untuk transpirasi. Karbon dioksida masuk ke
dalam daun melalui stomata dan diikat oleh PEP
karboksilase untuk membentuk asam oksaloasetat
dan malat. Malat lalu dipindahkan dari sitoplasma
ke vakuola tengah sel-sel mesofil dan terkumpul
dalam jumlah besar. Reaksi yang terjadi sebagai
berikut.
CO2 diketooksaloasetat malat
Pada siang hari stomata tumbuhan kaktus menutup
untuk mengurangi kehilangan air. Malat dan asam
organik lain yang terkumpul didekarboksilasi untuk
menyediakan sumber karbon. Karbon yang tersedia
akan diikat oleh sel melalui daur Calvin. Reaksi
yang terjadi sebagai berikut.
Malat Asam piruvat
CO2 + RuBP siklus Calvin glukosa


 

Biologi Kelas XII

17

A.

lemak dan langsung diubah menjadi asetil Co-A


melalui oksidasi Beta.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b
Hasil metabolisme protein yang berupa NH3 yang
bersifat racun akan diekskresikan dalam bentuk
urea melalui urine. Pembentukan urea terjadi di
dalam ginjal.
2. Jawaban: b
Peranan lemak bagi makhluk hidup antara lain
sebagai lapisan pelindung, sebagai energi
cadangan, komponen dalam proses pengangkutan
melalui membran, komponen membran sel yang
berperan dalam proses kekebalan jaringan, serta
pelarut vitamin A, D, E, dan K.
3. Jawaban: c
Proses deaminasi menghasilkan asam keto dan
zat sisa berupa amonia (NH3) yang merupakan zat
racun sehingga amonia akan diubah menjadi urea,
kemudian dikeluarkan bersama urine. CO 2
merupakan zat sisa pembakaran yang dikeluarkan
dari sistem respirasi. NO2 (nitrit) dan NO3 (nitrat)
merupakan senyawa organik dalam kemosintesis.
4. Jawaban: b
Katabolisme protein dimulai dengan pemecahan
protein yang dibantu oleh enzim protease dan peptidase menjadi asam amino. Selanjutnya asam
amino mengalami deaminasi yang menghasilkan
gugus NH3 dan asam keto. NH3 dibuang melalui
urine dan asam keto memasuki reaksi glikolisis
atau siklus Krebs.
5. Jawaban: e
Lemak dalam tubuh akan dipecah menjadi asam
lemak dan gliserol. Asam lemak akan masuk ke
jaringan lemak atau urat daging untuk disimpan
dalam bentuk trigliserida.
6. Jawaban: a
Pada katabolisme protein, protein dipecah menjadi
asam amino. Selanjutnya asam amino mengalami
reaksi deaminasi menjadi amonia dan asam keto.
Amonia merupakan zat racun sehingga harus diubah
menjadi urea dan dibuang dari tubuh melalui urine.
7. Jawaban: b
Karbohidrat dipecah menjadi molekul yang lebih
sederhana yaitu glukosa, melalui glikolisis diubah
menjadi asam piruvat. Molekul protein dipecah
menjadi asam amino kemudian diubah menjadi
asam piruvat melalui deaminasi. Asam piruvat
diubah menjadi asetil Co-A untuk masuk ke siklus
Krebs. Sedangkan lemak dipecah menjadi asam
18

Metabolisme

8. Jawaban: b
Kadar gula darah dikendalikan oleh hormon insulin.
Jika tubuh kekurangan insulin mengakibatkan kadar
gula dalam darah tinggi. Sebaliknya jika kadar gula
darah rendah maka cadangan energi glikogen dalam
hati akan diubah menjadi gula darah oleh glukagon.
Adrenalin merupakan hormon yang meningkatkan
denyut jantung dan frekuensi pernapasan. Tripsin
adalah enzim pencerna protein.
9. Jawaban: c
4 gram karbohidrat = 4 gram 4,1 kal = 16,4 kal
2 gram protein
= 2 gram 4,1 kal = 8,2 kal
1 gram lemak
= 1 gram 9 kal =
9 kal
+
total
33,5 kal

10. Jawaban: a
Contoh gula rendah kalori yaitu aspartam, sorbitol,
sakarin, sukralosa, neotam, tagatosa, dan xilitol.
Adapun sukrosa merupakan gula tebu yang tinggi
kalori.
B.
1.

Uraian
Lemak merupakan energi cadangan terbesar bagi
tubuh. Proses katabolisme lemak diawali dengan
pemecahan lemak menjadi asam lemak dan
gliserol. Asam lemak selanjutnya diubah menjadi
asetil Co-A. Asetil Co-A selanjutnya masuk ke
siklus Krebs. Adapun gliserol akan diubah menjadi
PGAL (fosfogliseraldehid). PGAL selanjutnya
memasuki tahap glikolisis. Energi berupa ATP akan
dibebaskan melalui proses fosforilasi oksidatif
dalam sistem transpor elektron.

2. Katabolisme lemak dimulai dengan pemecahan


lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Asam
lemak diubah menjadi asetil Co-A. Asetil Co-A
kemudian masuk ke siklus Krebs. Gliserol akan
diubah menjadi fosfogliseraldehide (PGAL). PGAL
selanjutnya memasuki reaksi glikolisis satu gram
lemak menghasilkan 9,1 kal.
3. Keterkaitan antara proses katabolisme dan
anabolisme pada makhluk hidup dapat dijelaskan
melalui keterkaitan antara proses fotosintesis dan
respirasi aerob pada tumbuhan hijau. Proses
fotosintesis mengubah CO2 dan H2O menjadi
karbohidrat dengan bantuan energi cahaya
matahari. Karbohidrat tersebut selanjutnya akan
mengalami proses respirasi dalam sel-sel
organisme. Proses respirasi ini akan menghasilkan

CO2 dan H2O. CO2 dan H2O akan digunakan


kembali sebagai bahan baku fotosintesis. Jadi,
proses tersebut saling berkaitan.
4. Dalam proses katabolisme, satu gram lemak
menghasilkan energi sebesar 9 kalori. Satu gram
karbohidrat menghasilkan 4,1 kalori, dan satu gram
protein menghasilkan 4,1 kalori sehingga total
energi yang dihasilkan dari bahan makanan
tersebut sebagai berikut.
10 gram karbohidrat
3 gram lemak
4 gram protein
total energi

A.

= 10 gram 4,1 kal


= 3 gram 9 kal
= 4 gram 4,1 kal

=
41 kal
=
27 kal
= 16,4 kal
+
84,4 kal

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b
Setiap enzim memiliki suhu optimum yang spesifik.
Misalnya enzim pada manusia bekerja optimal pada
suhu 37C. Enzim bersifat nonaktif pada suhu 0C,
artinya pada suhu 0C enzim tidak bekerja, tetapi
enzim tidak mengalami kerusakan. Pada suhu
yang melebihi batas optimum, enzim mengalami
denaturasi atau kerusakan.
2. Jawaban: d
Menurut teori Gembok dan Kunci, substrat dapat
bereaksi dengan enzim jika sesuai dengan sisi aktif
enzim. Ikatan antara substrat dengan enzim
membentuk ikatan yang lemah. Substrat 1 dan 4
mempunyai struktur yang sesuai dengan sisi aktif
enzim sehingga keduanya dapat berikatan. Adapun
substrat 2, 3, dan 5 mempunyai struktur yang tidak
sesuai dengan sisi aktif enzim. Akibatnya, substrat
tersebut tidak dapat berikatan dengan enzim.
3. Jawaban: a
Holoenzim merupakan enzim kompleks atau enzim
konjugasi yang merupakan gabungan dari apoenzim
dan gugus prostetik. Apoenzim adalah komponen
enzim yang berupa protein yang mudah rusak oleh
panas. Koenzim adalah komponen enzim yang
berupa senyawa organik seperti vitamin, NADH,
dan koenzim A. Kofaktor adalah komponen enzim
yang berupa senyawa logam/anorganik. Gugus
prostetik adalah komponen nonprotein enzim yang
terdiri atas koenzim dan kofaktor.

5. Ureum adalah hasil akhir metabolisme protein.


Berasal dari asam amino yang telah dipindah
amonianya di dalam hati dan mencapai ginjal, dan
diekskresikan rata-rata 30 gram sehari. Kadar
ureum darah yang normal adalah 20 mg 40 mg
setiap 100 cc darah. Namun, hal ini tergantung dari
jumlah normal protein yang dikonsumsi dan fungsi
hati dalam pembentukan ureum. Kreatinin adalah
produk sampingan dari hasil pemecahan fosfokreatin (kreatin) di otot yang dibuang melalui ginjal.
Nilai normal kreatinin pada laki-laki 2026 mg/kg
BB, sedangkan pada wanita adalah 1422 mg/kg
BB.

4. Jawaban: b
Inhibitor nonkompetitif adalah molekul penghambat
enzim yang bekerja dengan cara melekatkan diri
pada luar sisi aktif sehingga bentuk sisi aktif enzim
berubah dan tidak dapat berfungsi.
5. Jawaban: c
Percobaan tersebut bertujuan untuk mengetahui
pengaruh konsentrasi enzim dan suhu terhadap
aktivitas enzim katalase. Pernyataan yang sesuai
dengan hasil percobaan tersebut sebagai berikut.
1) Suhu optimum enzim katalase adalah 37C.
2) Peningkatan suhu sampai batas optimum
akan meningkatkan aktivitas enzim.
3) Peningkatan aktivitas enzim berbanding lurus
dengan konsentrasi enzim.
4) Konsentrasi enzim dan suhu memengaruhi
aktivitas enzim.
6. Jawaban: a
Saat ekstrak hati ditambah dengan HCl dan NaOH,
gelembung gas yang dihasilkan sedikit dan nyala
bara api redup. Hal ini menunjukkan bahwa enzim
tidak bekerja dengan baik. Penambahan HCl akan
mengakibatkan kondisi asam dan penambahan
NaOH mengakibatkan kondisi basa. Enzim
katalase bekerja optimal pada kondisi netral. Dalam
kondisi basa atau asam, kerja enzim katalase akan
terhambat. Adapun enzim akan menjadi inaktif
apabila didinginkan.
7. Jawaban: b
Glikolisis merupakan proses penguraian glukosa
menjadi asam piruvat. Proses tersebut menghasilkan asam piruvat, NADH, dan ATP. Selanjutnya,
asam piruvat dikonversi menjadi asetil Co-A melalui
reaksi dekarboksilasi oksidatif kemudian masuk
ke siklus Krebs. Glikolisis terjadi di sitosol.

Biologi Kelas XII

19

8. Jawaban: d
Respirasi aerob pada organisme eukariotik terjadi
melalui empat tahap yaitu glikolisis dekarboksilasi oksidatif siklus Krebs sistem transpor
elektron. Hasil glikolisis berupa asam piruvat
memasuki tahap dekarboksilasi oksidatif dalam
mitokondria. Hasilnya diubah menjadi asetil Co-A
yang selanjutnya memasuki siklus Krebs. NADH
dan FADH2 yang dihasilkan dari siklus Krebs akan
mengalami proses fosforilasi oksidatif dalam
sistem transpor elektron. Transpor elektron
merupakan tahap terakhir dari respirasi aerob.
9. Jawaban: a
Fermentasi asam laktat menggunakan bahan baku
berupa asam piruvat dari hasil glikolisis. Proses
ini menghasilkan asam laktat dan ATP. Persamaan
reaksinya:
2ATP

2NADH

2NAD+

Glukosa 2 asam piruvat 2 fosfoenol piruvat 2 asam laktat

Proses fermentasi asam laktat merupakan proses


katabolisme yang menghasilkan energi dalam
bentuk ATP sehingga disebut reaksi eksergonik.
10. Jawaban: e
Respirasi anaerob oleh ragi Saccharomyches
cerevisiae disebut juga fermentasi alkohol. Satu
molekul glukosa pada fermentasi alkohol
menghasilkan 2 molekul etanol dan 2 molekul ATP.
Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
glikolisis

Glukosa 2 asam piruvat


+

2NAD
2NADH
2CO 2
2 asetaldehid 2 etanol

Fermentasi asam laktat menghasilkan 2 asam


laktat dan 2 ATP.
11. Jawaban: d
Ketika sel-sel otot melakukan proses pemecahan
glukosa dalam keadaaan kekurangan oksigen yang
terjadi adalah proses fermentasi asam laktat.
Reaksinya sebagai berikut.
2 NADH

Glukosa 2 asam 2 fosfoenol 2 asam


piruvat
piruvat
laktat

Reaksi ini merupakan reaksi eksergonik yaitu


menghasilkan energi dalam bentuk panas.
12. Jawaban: a
Reaksi fermentasi alkohol sebagai berikut.
CO2

2NADH

2NAD+

Glukosa 2 asam 2 asetaldehid 2 etanol


piruvat
+
2 NAD

20

2NADH

Metabolisme

13. Jawaban: a
Siklus Krebs disebut juga siklus asam sitrat
karena senyawa pertama yang terbentuk adalah
asam sitrat. Katabolisme karbohidrat, lemak, dan
protein menghasilkan asam piruvat. Asam piruvat
diubah menjadi asetil Ko-A melalui proses
dekarboksilasi oksidatif. Selanjutnya asetil Ko-A
akan memasuki rangkaian reaksi dalam siklus
Krebs.
14. Jawaban: a
Proses metabolisme yang menghasilkan energi
dalam bentuk ATP atau disebut dengan reaksi
eksergonik adalah katabolisme. Katabolisme
adalah proses pemecahan senyawa kimia
kompleks menjadi senyawa sederhana. Contoh
proses katabolisme pada makhluk hidup yaitu
proses respirasi dan fermentasi. Adapun proses
metabolisme yang membutuhkan energi disebut
dengan anabolisme. Proses anabolisme pada
makhluk hidup terjadi pada proses fotosintesis dan
kemosintesis.
15. Jawaban: a
Oksigen yang dihasilkan pada peristiwa fotosintesis terbentuk dalam proses fotolisis.
Reaksinya sebagai berikut.
H2O H+ + O2
Oksigen dikeluarkan tumbuhan melalui stomata.
Sementara itu, pada reaksi gelap berlangsung fiksasi
CO2 yang berlangsung pada proses siklus Calvin.
16. Perbedaan fotosintesis dan respirasi sebagai
berikut.
No.

Fotosintesis

Respirasi

a.
b.

Membutuhkan ATP.
Menghasilkan oksigen.

c.
d.

Tergantung cahaya.
Terjadi di klorofil.

e.

Akseptor
NADP+

Menghasilkan ATP.
Dapat terjadi tanpa oksigen, disebut fermentasi.
Tidak tergantung cahaya.
Terjadi di mitokondria dan
sitoplasma.
Akseptor elektron: NAD+
dan FAD+

2 NAD+

glikolisis

2 ATP

Dua molekul ATP dihasilkan pada saat pemecahan


glukosa menjadi asam piruvat. Proses ini disebut
glikolisis.

elektron:

17. Jawaban: d
Pada bagian nomor 1 terjadi proses fiksasi, yaitu
penambatan CO2 oleh RuBP menjadi PGA. Proses
ini dikatalis oleh enzim rubisco. Selanjutnya, PGA
direduksi membentuk PGAL. Pada bagian nomor
2 terjadi proses sintesis, yaitu pembentukan
glukosa dari PGAL.

18. Jawaban: c
Fotosistem II mengambil elektron hasil fotolisis.
Dari fotosistem II, elektron diteruskan ke
fotosistem I. Dalam proses tersebut terbentuk ATP.
Pada saat yang bersamaan, fotosistem I akan
melepas elektron. Elektron tersebut diteruskan ke
sistem transpor elektron hingga akhirnya diikat
NADP+ untuk membentuk NADPH. Untuk kejelasan
lebih lanjut perhatikan jalur elektron siklik dan
nonsiklik berikut.

21. Jawaban: e
Glikolisis adalah proses penguraian glukosa
menjadi 2 asam piruvat dan 2 NADH. Asetil Co-A
merupakan hasil konversi asam piruvat dengan
koenzim A pada tahap dekarboksilasi oksidatif.
Asetil Co-A akan masuk ke siklus Krebs dan menghasilkan 2ATP, 4CO2, 6NADH2, dan 2FADH2.
22. Jawaban: d
Makanan yang kita makan merupakan sumber
energi kimia. Energi diserap oleh sistem pencernaan
dalam bentuk glukosa. Glukosa diedarkan ke
seluruh tubuh yang memerlukan. Selanjutnya,
glukosa diubah menjadi energi yang siap
digunakan yaitu ATP. ATP merupakan sumber
energi bagi reaksi metabolisme tubuh.
23. Jawaban: c
Kandungan zat dalam makanan dapat diuji dengan
beberapa reagen berikut.
Zat Makanan
Glukosa

19. Jawaban: c
Bakteri yang mampu mengoksidasi senyawa nitrit
menjadi nitrat adalah bakteri Nitrobacter. Bakteri
Nitrococus dan Nitrosomonas adalah bakteri yang
mengoksidasi senyawa amonia menjadi nitrit.
Reaksinya sebagai berikut
1)

Nitrosomonas/Nitrococcus

2NH3 + 3O2 2HNO2 + 2H2O + energi


amonia

2)

asam nitrat
Nitrobacter/Bactoderma

2HNO2 + O2 2HNO3 + energi


asam nitrat

asam nitrat

Bakteri belerang adalah bakteri yang mampu


mengoksidasi belerang, contoh Beggiatoa. Bakteri
besi adalah bakteri yang mampu mengoksidasi
besi, contoh Ferrobacillus.
20. Jawaban: b
Energi yang terkandung dalam glukosa berasal dari
proses transformasi energi cahaya matahari.
Proses transformasi ini terjadi di dalam kloroplas.
Dalam kloroplas, klorofil menangkap energi cahaya
kemudian mengubahnya menjadi energi kimia
melalui proses fotosintesis dan disimpan dalam
bentuk karbohidrat. Sitokrom berperan sebagai
penerima elektron dalam sistem transpor elektron.
Mitokondria berperan dalam transformasi energi
kimia dalam glukosa menjadi energi ikatan fosfat
(ATP) melalui respirasi sel. Bakteri belerang dan
bakteri nitrat merupakan bakteri yang berperan
dalam kemosintesis. Bakteri ini dapat melakukan
proses penyusunan bahan organik dari bahan
anorganik menggunakan energi kimia.

Protein
Karbohidrat/
amilum

Reagen
Benedict (Fehling
A + B)
Biuret
Lugol

Hasil Reaksi
Merah bata/
kuning
Ungu
Biru-tua/biru
kehitaman

Berdasarkan hasil percobaan tersebut, dapat


diperoleh kesimpulan berikut.
1) A mengandung karbohidrat/amilum.
2) B mengandung karbohidrat/amilum dan
protein.
3) C mengandung karbohidrat/amilum dan
glukosa.
4) D mengandung glukosa.
Karbohidrat dapat dibedakan menjadi dua macam:
1) Karbohidrat yang mengandung banyak gula/
glukosa, contoh gula (gula pasir, gula jawa, dan
gula batu). Jenis-jenis makanan tersebut
berbahaya bagi penderita diabetes karena
dapat meningkatkan kadar gula darah secara
tiba-tiba jika dikonsumsi terlalu banyak. Gula
ini akan masuk ke dalam aliran darah dengan
cepat.
2) Karbohidrat yang mengandung banyak zat
tepung/amilum, contoh pada roti dan kentang.
Kandungan gula pada makanan tersebut lebih
rendah sehingga aman dikonsumsi oleh
penderita diabetes. Penderita diabetes
dianjurkan mengonsumsi karbohidrat jenis ini
daripada karbohidrat yang mengandung
banyak gula.

Biologi Kelas XII

21

24. Jawaban: d
Anabolisme merupakan proses penyusunan
senyawa kimia kompleks dari senyawa organik
sederhana dengan membutuhkan energi yang
berasal dari energi cahaya atau energi kimia. Energi
tersebut digunakan untuk mengikat senyawasenyawa sederhana menjadi senyawa yang lebih
kompleks. Energi tersebut tidak hilang, tetapi
tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada
senyawa kompleks yang terbentuk.
25. Jawaban: e
Reaksi terang terjadi pada membran tilakoid. Pada
reaksi terang terjadi penangkapan energi cahaya
oleh klorofil yang digunakan untuk memecah air
melalui fotolisis. Reaksi ini menghasilkan ATP dan
NADPH2. Kedua senyawa tersebut nantinya akan
digunakan untuk pembentukan glukosa pada
reaksi gelap. Pada reaksi gelap terjadi fiksasi
karbon yang dilakukan oleh RuBP dan menghasilkan fosfogliserat (PGA). PGA selanjutnya direduksi
menjadi fosfogliseraldehid (PGAL) dan akhirnya
membentuk glukosa.
26. Jawaban: a
Fotosintesis adalah proses penyusunan bahan
anorganik yaitu CO2 dan H2O menjadi bahan
organik yaitu karbohidrat dengan menggunakan
energi cahaya yang menghasilkan produk
sampingan berupa oksigen (O2). Fotosintesis
terjadi dalam kloroplas. Fotosintesis membutuhkan
energi sehingga disebut reaksi endergonik. Reaksi
dalam fotosintesis menggunakan NADP+ sebagai
akseptor elektron.
27. Jawaban: b
Pada proses fotosintesis tumbuhan, saat transfer
elektron nonsiklik, elektron yang keluar dari klorofil
akan memfiksasi energi surya, untuk selanjutnya
diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan
NADPH2 yang berlangsung di membran tilakoid.
28. Jawaban: d
Pada katabolisme lemak, lemak dipecah menjadi
asam lemak dan gliserol. Asam lemak selanjutnya
diubah menjadi asetil Co-A masuk ke jalur siklus
Krebs. Gliserol diubah menjadi fosfogliseraldehid
dan masuk ke jalur glikolisis.
29. Jawaban: c
Katabolisme protein dimulai dengan pemecahan
protein menjadi asam amino yang selanjutnya
mengalami proses deaminasi/transaminasi. Zat
hasil deaminasi/transaminasi yang dapat masuk
siklus Krebs adalah asam alfa ketoglutarat, suksinil

22

Metabolisme

Co-A, asam fumarat, asam oksaloasetat, dan


asam sitrat. Adapun asam aspartat merupakan
produk dari daur urea. Asam aspartat terlibat dalam
glukoneogenesis.
30. Jawaban: b
Fotosistem tersusun dari beberapa pigmen/klorofil
yang berfungsi menangkap energi cahaya.
Fotosintesis merupakan reaksi penyusunan
glukosa. Adapun fotolisis air terjadi pada reaksi
terang dengan bantuan energi cahaya. Sementara
itu, fiksasi CO2 terjadi pada siklus Calvin.
B.

Uraian

1. Enzim memiliki sifat-sifat sebagai berikut.


a. Merupakan protein.
b. Mempercepat reaksi kimia tanpa ikut bereaksi.
c. Dipengaruhi oleh suhu dan pH.
d. Bekerja secara spesifik.
e. Bekerja bolak-balik (reversible).
f. Diperlukan dalam jumlah sedikit.
2. Setiap enzim mempunyai pH optimum yang
spesifik. Perubahan pH mengakibatkan sisi aktif
enzim berubah sehingga dapat menghalangi
terikatnya substrat pada sisi aktif enzim. Selain
itu, perubahan pH juga mengakibatkan proses
denaturasi pada enzim. Enzim amilase di mulut
hanya dapat bekerja pada pH netral. Suasana di
dalam mulut bersifat netral sehingga enzim ini
mampu bekerja dengan baik dalam mengubah
karbohidrat menjadi glukosa. Namun, setelah enzim
amilase bersama makanan menuju lambung,
aktivitasnya menurun karena pH di lambung
bersifat asam. Perubahan pH ini memengaruhi
efektivitas sisi aktif enzim dalam membentuk
kompleks enzim-substrat, serta menyebabkan
enzim amilase mengalami denaturasi dan tidak
mampu bekerja di dalam lambung.
3. Respirasi aerob adalah respirasi yang membutuhkan oksigen. Proses respirasi aerob mengubah
energi kimia yang terkandung dalam sari makanan
(glukosa) menjadi energi kimia yang tersimpan
dalam ATP. Respirasi anaerob adalah respirasi yang
tidak membutuhkan oksigen. Pada respirasi aerob,
tahapan yang ditempuh yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus Krebs, dan transpor elektron.
Hasil akhir respirasi aerob yaitu CO2, H2O, dan
38 ATP. Pada respirasi anaerob, tahapan yang
ditempuh yaitu glikolisis dan pembentukan alkohol
atau pembentukan asam laktat. Hasil akhir proses
respirasi anaerob yaitu alkohol atau asam laktat,
CO2, dan 2 ATP

4. Mitokondria disebut sebagai organel penghasil


energi karena dalam mitokondria terjadi proses
katabolisme. Katabolisme adalah proses
pemecahan molekul kompleks menjadi molekul
yang lebih sederhana. Proses tersebut menghasilkan energi. Proses katabolisme yang terjadi dalam
mitokondria yaitu dekarboksilasi oksidatif, siklus
Krebs, dan sistem transpor elektron.
5. Reaksi terang adalah reaksi yang membutuhkan
cahaya. Reaksi ini terjadi pada membran tilakoid.
Dalam reaksi terang energi cahaya digunakan untuk
memecah H2O melalui proses fotolisis menjadi H+
dan O2. Reaksi terang menghasilkan NADPH2, ATP,
dan O2. Adapun reaksi gelap terjadi pada stroma
dan berlangsung tanpa memerlukan cahaya.
Proses ini memerlukan NADPH2, ATP, serta CO2.
NADPH2 dan ATP diperoleh dari reaksi terang,
sedangkan CO2 diperoleh dari udara. Reaksi gelap
dimulai dari pengikatan CO2 oleh ribulosa bifosfat
(RuBP). Pada akhir siklus dibentuk fosfogliseraldehid (PGAL) yang kemudian diubah menjadi
glukosa.
6. Klorofil a paling banyak ditemukan di fotosistem II
karena berperan langsung dalam proses reaksi
terang. Klorofil a menyerap cahaya biru-violet dan
merah dengan absorpsi maksimum panjang
gelombangnya 674 nm. Adapun klorofil b paling
banyak ditemukan di fotosistem I karena tidak
secara langsung berperan dalam reaksi terang.
Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye serta
memantulkan cahaya kuning-hijau. Klorofil b
memiliki absorpsi maksimum pada panjang
gelombang 45560 nm.
7. Reaksi deaminasi atau transaminasi adalah proses
penguraian asam amino menjadi gugus amin (NH3)
dan asam keto. Amonia bersifat racun bagi tubuh
sehingga dikeluarkan dalam bentuk urea dalam
urine. Adapun asam keto yang dihasilkan akan
memasuki tahap siklus Krebs. Reaksi deaminsi
sebagai berikut.
asam amino + NAD+ asam keto + NH3
8. Energi cahaya matahari harus diubah menjadi
bentuk energi kimia agar dapat dimanfaatkan
sebagai sumber energi bagi makhluk hidup. Proses
transformasi energi cahaya matahari dibagi
menjadi tiga tahap berikut.

a.

b.

c.

Energi matahari ditangkap oleh klorofil pada


tumbuhan hijau. Energi cahaya diubah menjadi
energi kimia melalui proses fotosintesis.
Proses fotosintesis menghasilkan karbohidrat
dan molekul kompleks lainnya dari CO2 dan
H 2O. Hasil fotosintesis disimpan dalam
molekul karbohidrat dan bahan makanan lain.
Energi kimia dalam bentuk karbohidrat yang
masuk ke dalam tubuh makhluk hidup akan
diubah menjadi energi ikatan fosfat (ATP)
melalui respirasi sel. ATP merupakan sumber
energi yang siap digunakan dalam sel.
Transformasi energi berlangsung dalam
mitokondria.
Energi akan dibebaskan jika ATP digunakan
oleh sel untuk melakukan kegiatan, misal
kontraksi otot, meneruskan impuls saraf, dan
kerja kimiawi serta sintesis molekul-molekul
untuk pertumbuhan. Akhirnya energi mengalir
ke sekelilingnya dan hilang sebagai panas.

9. Proses pembentukan bahan organik dari bahan


anorganik menggunakan energi kimia disebut
dengan kemosintesis. Bakteri yang berperan dalam
kemosintesis disebut bakteri kemosintetik. Contoh
bakteri kemosintetik adalah bakteri nitrifikasi.
Bakteri nitrifikasi adalah bakteri yang mampu
menyusun senyawa nitrat dari amonia yang
berlangsung secara aerob di dalam tanah. Dalam
bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan
karena menghasilkan senyawa yang diperlukan
oleh tanaman yaitu nitrat. Adapun bakteri pengurai/
bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan
yang mati serta sisa-sisa organisme. Bakteri
tersebut menguraikan protein, karbohidrat, dan
senyawa organik lain menjadi senyawa anorganik
misal CO2, gas amonia, dan senyawa-senyawa lain
yang lebih sederhana. Bakteri ini berperan dalam
mineralisasi di alam untuk mengembalikan
senyawa organik menjadi senyawa anorganik.
10. Ion-ion Ag+, Hg2+, dan Pb2+ merupakan inhibitor
nonkompetitif. Inhibitor nonkompetitif akan terikat
pada sisi alosterik enzim sehingga mengubah sisi
aktif enzim. Hal ini mengakibatkan substrat tidak
dapat berikatan pada sisi aktif enzim. Inhibitor ini
tidak dapat dihilangkan walau ditambah substrat.

Biologi Kelas XII

23

A.

1. Jawaban: e
Perkembangan merupakan proses menjadi
dewasa. Perkembangan tumbuhan bersifat
kualitatif dan tidak terukur, misal perkecambahan
biji terbentuknya bunga, buah, dan perubahan
warna daun yang menandakan penuaan sel daun.
Adapun pertumbuhan bersifat kuantitatif dan dapat
terukur. Pertumbuhan meliputi pertambahan
panjang pada akar dan batang, penambahan
jumlah daun dan ranting, serta bertambah
besarnya lingkar batang.
2. Berikut gejala defisiensi beberapa unsur mineral.
1) Magnesium: klorosis, pembelahan sel
terganggu, dan tumbuhan mati.
2) Tembaga: klorosis, bintik-bintik pada daun yang
sudah mati, serta pertumbuhan terhambat.
3) Mangan: berkas pembuluh berwarna gelap,
tetapi warna daun memutih dan gugur.
4) Boron: ujung batang mengering dan rusak,
cabang-cabang lateral mati, daun menebal,
keriting, dan rapuh.
3. Jawaban: d
Tumbuhan memerlukan nutrisi agar dapat tumbuh
dan berkembang dengan baik. Nutrisi tumbuhan
yang diperoleh dari tanah berupa makronutrien
dan mikronutrien. Ion magnesium termasuk di
dalam makronutrien, yaitu unsur yang banyak
dibutuhkan oleh tumbuhan. Unsur-unsur makronutrien
lainnya yaitu karbon, hidrogen, oksigen, fosfor,
kalium, nitrogen, sulfur, dan kalsium. Unsur-unsur
mikronutrien, antara lain boron, mangan, dan
seng. Karbon dioksida diperoleh tanaman dari
udara dan dibutuhkan tanaman sebagai bahan
baku dalam proses fotosintesis. Glukosa, asam
amino, dan asam sulfat bukan merupakan nutrisi
yang terdapat dalam tanah.
4. Jawaban: e
Hipotesis merupakan dugaan sementara hasil
penelitian berdasarkan referensi yang diperoleh.
Berdasarkan referensi air kelapa mengandung
sitokinin. Sitokinin berperan dalam merangsang
pembentukan tunas lateral yang akan menjadi

24

cabang-cabang baru. Pernyataan a merupakan


rumusan masalah, pernyataan c merupakan
informasi yang dijadikan dasar, pernyataan d
merupakan informasi tambahan, pernyataan e
tidak berhubungan dengan eksperimen.

Pilihan Ganda

Ulangan Tengah Semester 1

5. Jawaban: c
Ciri-ciri yang ditunjukkan merupakan ciri-ciri
tanaman yang mengalami etiolasi. Etiolasi terjadi
apabila tanaman kekurangan cahaya sehingga
pertumbuhannya menjadi sangat cepat, tetapi
lemah. Tanaman yang mengalami keracunan
adalah akibat berada pada media tanam dengan
pH (derajat keasaman) yang tidak sesuai.
Defisiensi mineral akan mengakibatkan tanaman
terhambat pertumbuhannya. Defisiensi air akan
mengakibatkan fotosintesis dan reaksi enzimatis
lain pada tanaman akan terhambat. Sementara itu,
apabila tanaman kelebihan air maka tanaman akan
lebih cepat membusuk.
6. Jawaban: b
Pisang masak lebih cepat karena pengaruh gas
etilen dari pepaya yang merangsang pematangan
buah. Auksin berperan memacu pembentangan
dan pembelahan sel untuk pertumbuhan tanaman.
Giberelin berfungsi merangsang pertumbuhan
daun dan batang. Sitokinin merangsang perkecambahan biji. Adapun asam absisat mengakibatkan dormansi pada biji.
7. Jawaban: c
Berdasarkan grafik diketahui bahwa pemberian
giberelin 75 ppm mengakibatkan pertumbuhan
tinggi batang optimum. Namun, apabila kadar
giberelin berlebih justru akan menghambat
pertumbuhan tinggi tanaman. Pemberian giberelin
kurang dari 75 ppm juga dapat memperlambat
pertumbuhan tanaman.
8. Jawaban: c
Kecepatan tumbuh tanaman:
Minggu
Ke- 1

Minggu
Ke- 2

Minggu
Ke- 3

Minggu
Ke- 4

Minggu
Ke- 5

0,5

1,7 0,5 = 1,2

2,8 1,7 = 1,1

4,0 2,8 = 1,2

5,7 4,0 = 1,7

ii

0,4

1,6 0,4 = 1,2

2,1 1,6 = 0,5

3,5 2,1 = 1,4

5,3 3,5 = 1,8

iii

0,7

2,2 0,7 = 1,5

2,8 2,2 = 0,6

4,2 2,8 = 1,4

5,9 4,2 = 1,7

9. Jawaban: a
Hormon tumbuhan beserta fungsinya dijelaskan
dalam tabel berikut!
Hormon

Peran

a.

Auksin

Merangsang pembentukan akar


lateral dan serabut akar

b.

Giberelin

Menghambat pertumbuhan akar


adventif

c.

Asam absisat

Memacu dormansi biji

d.

Etilen

Mempercepat pematangan buah

e.

Sitokinin

Membantu perkecambahan biji

10. Jawaban: b
Tanaman asoka (Ixora coccinea L.) dapat tumbuh
rimbun dan pendek jika tidak terdapat efek
dominasi apikal. Efek dominasi apikal ini dapat
dihilangkan oleh enzim sitokinin. Penyemprotan
hormon sitokinin akan mematahkan dominasi
apikal dan merangsang pertumbuhan tunas lateral sehingga dihasilkan tanaman yang rimbun.
Sementara itu, pemberian hormon antokalin dapat
merangsang pembentukan bunga. Etilen berperan
dalam proses pematangan buah dan kerontokan
daun. Asam traumalin berperan dalam proses
regenerasi sel apabila tumbuhan mengalami
kerusakan jaringan. Giberelin memengaruhi
perkecambahan biji.
11. Jawaban: d
Tanaman padi berwarna kuning menunjukkan
bahwa tanaman tersebut kekurangan unsur makro
jenis nitrogen (N). Bagi tumbuhan, unsur N berguna
untuk merangsang pertumbuhan khususnya
batang, malai, anakan, dan buah. Apabila tanaman
kekurangan unsur N, dapat mengakibatkan
gangguan pada pertumbuhan buah/bulir,
mengakibatkan sistem perakaran kurang baik,
pertumbuhan pucuk terhambat, dan daun berwarna
gelap/kelabu. Jika tumbuhan kekurangan kalium
(K), mengakibatkan tepi daun menjadi kecokelatan
dan robek membentuk seperti gerigi serta menurunkan daya tahan terhadap serangan hama
penyakit. Jika tumbuhan kekurangan unsur Magnesium (Mg), mengakibatkan daun mengalami
klorosis, daun berwarna kuning dan terdapat bercak
cokelat serta kegagalan pertumbuhan dan
perkembangan kuncup bunga. Jika tumbuhan
kekurangan kalsium (Ca), mengakibatkan
gangguan pada aktivitas meristem apikal sehingga
pertumbuhannya terhambat.
12. Jawaban: e
Asam absisat memacu pengguguran daun pada
musim kemarau untuk mengurangi peguapan.
Auksin merangsang pembentukan bunga dan buah.
Giberelin merangsang pertumbuhan meninggi

tanaman. Sitokinin merangsang pertumbuhan


memanjang pada akar. Filokalin merangsang
pembentukan daun.
13. Jawaban: c
Pemberian amonium hidroksida (NH4OH) sama
halnya dengan menambahkan unsur nitrogen
pada tanaman. Unsur nitrogen umumnya diserap
oleh tumbuhan dalam bentuk amonia (NH3) atau
nitrat (NO3). Unsur nitrogen berperan dalam
pembentukan protein, asam nukleat, klorofil,
hormon, dan enzim. Jika pembentukan klorofil
berlangsung sempurna, daun akan terlihat lebih
hijau dan tanaman tumbuh subur.
14. Jawaban: c
Berdasarkan data pada tabel, diketahui bahwa
dengan penambahan mikoriza terjadi penambahan tinggi tanaman cokelat, sengon, dan kedelai.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
penambahan mikoriza dapat memacu pertumbuhan tanaman.
15. Jawaban: c
1) Kaulokalin
2)
3)
4)
5)

: merangsang pembentukan
batang
Asam absisat : memacu pengguguran daun
Giberelin
: mempercepat pertumbuhan
bunga
Etilen
: mempercepat pematangan
buah
Sitokinin
: merangsang pertumbuhan
tunas lateral

16. Jawaban: a
Kotiledon berfungsi sebagai makanan cadangan,
plumula sebagai calon daun, dan radikula sebagai
calon akar. Epikotil bagian tunas yang tumbuh di
atas tanah. Adapun hipokotil adalah bagian tunas
yang tumbuh di bawah tanah.
17. Jawaban: d
Salah satu pengaruh sitokinin yaitu menghambat
efek dominansi apikal oleh auksin. Oleh karena
itu, penyemprotan sitokinin pada tanaman dapat
menyebabkan tumbuhnya tunas-tunas lateral
(kuncup samping).
18. Jawaban: d
Asam absisat dalam konsentrasi tinggi akan
menghambat pembelahan dan pembentukan sel
sehingga menunda pertumbuhan (mengakibatkan
dormansi). Asam absisat bekerja secara berlawanan dengan auksin dan giberelin.
19. Jawaban: a
Berikut gejala defisiensi beberapa unsur mineral.
1) Magnesium: klorosis, pembelahan sel terganggu, dan tumbuhan mati.

Biologi Kelas XII

25

2)

3)
4)

Tembaga: klorosis, bintik-bintik pada daun


yang sudah mati, serta pertumbuhan terhambat.
Mangan: berkas pembuluh berwarna gelap,
tetapi warna daun memutih dan gugur.
Boron: ujung batang mengering dan rusak,
cabang-cabang lateral mati, daun menebal,
keriting, dan rapuh.

20. Jawaban: b
Fungsi hormon sitokinin yaitu membantu perkecambahan biji, merangsang penutupan stomata
pada kondisi kelebihan air, memacu sel-sel jaringan
tumbuhan untuk membelah, dan merangsang
pertumbuhan memanjang pada akar.
21. Jawaban: d
Enzim sebagai biokatalisator artinya bekerja
mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi dan tidak
menentukan arah reaksi. Enzim juga memiliki sifat
bekerja bolak-balik (reversibel), spesifik, dan
dibutuhkan dalam jumlah sedikit.
22. Jawaban: a
Faktor-faktor yang merusak kerja enzim sebagai
berikut.
1) pH yang ekstrem dapat mengakibatkan sisi
aktif enzim berubah sehingga enzim terdenaturasi.
2) Temperatur tinggi dapat membuat enzim
terdenaturasi. Hal ini karena enzim memiliki
suhu optimum yang spesifik.
Sementara itu, logam-logam berat seperti
Ag+, Hg+, dan Pb2+ tidak merusak enzim,
karena hanya menjadi inhibitor nonkompetitif.
Inhibitor kompetitif menghambat kerja enzim,
tetapi tidak merusak. Adanya inhibitor
kompetitif dapat mengurangi kecepatan
reaksi.
23. Jawaban: d
Inhibitor kompetitif memiliki struktur yang mirip
dengan substrat. Akibatnya, inhibitor dan substrat
saling berkompetisi untuk berikatan dengan sisi
aktif enzim. Inhibitor ini dapat dihilangkan dengan
menambahkan substrat. Kecepatan reaksi akan
lebih cepat apabila tidak ada inhibitor kompetitif.
24. Jawaban: e
Molekul yang berikatan dengan sisi aktif enzim
atau inhibitor kompetitif akan menghalangi enzim
berikatan dengan substrat. Kofaktor merupakan
molekul yang membantu enzim dalam mengkatalisis substrat. Konsetrasi substrat yang rendah
tidak menghambat kerja enzim. Adapun enzim
dapat bekerja optimal pada suhu 3540C. Jika
suhu terlalu tinggi enzim akan mengalami
kerusakan atau denaturasi. Enzim tertentu akan

26

Ulangan Tengah Semester 1

bekerja pada pH tertentu pula. Misalnya enzim


ptialin hanya dapat bekerja di mulut dengan pH
netral dan tidak dapat bekerja di lambung karena
pH lambung terlalu asam.
25. Jawaban: e
Salah satu sifat enzim yaitu akan bekerja secara
optimal pada suhu tertentu. Berdasarkan hasil
percobaan, enzim katalase bekerja optimal pada
suhu 37oC. Hal ini dibuktikan dengan munculnya
gelembung paling banyak dan nyala api paling besar.
26. Jawaban: a
Berdasarkan persamaan reaksi respirasi seluler
secara aerob:
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + ATP
Untuk menguraikan 1 molekul glukosa (C6H12O6)
diperlukan 6 molekul O2. FADH2 dan NADH adalah
hasil dari glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan
siklus Krebs. FADH2 dan NADH dibawa ke rantai
transpor elektron untuk dikonversi menjadi ATP.
27. Jawaban: c
Reaksi terang adalah salah satu tahap dalam
fotosintesis. Pada reaksi terang terjadi penangkapan energi cahaya yang menghasilkan ATP dan
NADPH.
28. Jawaban: c
Fiksasi CO2 merupakan tahap awal dari reaksi
gelap (siklus Calvin). Pada tahap ini ribulosa
bifosfat (RuBP) mengikat CO2 untuk membentuk
3-fosfogliserat (PGA). Reaksi ini terjadi di dalam
stroma kloroplas.
29. Jawaban: a
Fermentasi alkohol terjadi pada khamir (yeast).
Mikroorganisme ini memiliki enzim yang mengkarboksilasi piruvat menjadi asetaldehid (senyawa
dengan 2C) dengan melepaskan CO2. Selanjutnya
oleh NADH, asetaldehid direduksi menjadi etil
alkohol. Selama fermentasi dihasilkan 2 ATP yang
setara dengan energi 20 kkal.
30. Jawaban: c
Dalam sistem transpor elektron oksidasi satu
molekul NADH dapat menghasilkan 3 ATP. Adapun
oksidasi 1 molekul FADH2 menghasilkan 2 ATP.
Reaksi kimia yang terjadi sebagai berikut.
1)

NADH +

2)

FDH2 +


O
 2

O
 2

NAD+ + H2O + 3 ATP

FAD + H2O + 2 ATP

31. Jawaban: e
Dalam fermentasi, baik fermentasi asam laktat
atau alkohol, keduanya menghasilkan 2 ATP. Pada
organisme tingkat tinggi seperti hewan dan

tumbuhan, fermentasi terjadi apabila dalam proses


respirasi tidak tersedia oksigen. Fermentasi terjadi
dalam dua tahap, yaitu tahap glikolisis dan
pembentukan NAD+.
32. Jawaban: c
Pada sel-sel otot dapat terjadi fermentasi asam
laktat. Proses ini terjadi ketika tubuh melakukan
aktivitas secara berlebihan. Hasil dari proses
tersebut berupa asam laktat dan ATP. Timbunan
asam laktat berlebihan dapat mengakibatkan otot
terasa lelah dan pegal-pegal.
33. Jawaban: b
Elektron H+ yang berasal dari NADH atau FADH2
akan berikatan dengan O2 membentuk H2O. Pada
respirasi seluler, CO2 terbentuk melalui siklus
Krebs. Asam piruvat merupakan molekul hasil
pemecahan glukosa melalui proses glikolisis.
34. Jawaban: d
Reaksi dekarboksilasi oksidatif merupakan reaksi
pembentukan asetil Co-A disebut juga. Dalam
peristiwa ini asam piruvat bereaksi dengan
co-enzim A dan kofaktor NAD sehingga
menghasilkan NADH, asetil Co-A, dan karbon
dioksida. Adapun reaksinya sebagai berikut.
2NAD+

2NADH

2C3H3O3 + 2Co-A 2C2H3O-Co-A + 2CO2


Co-enzim A

Asam
piruvat

Asetil Co-A

2CO2

2 NADH

2NaDH+ 2NAD+

Glukosa 2 Asam piruvat 2 Asetaldehid 2 Etanol


2ADP

2ATP

36. Jawaban: d
Perubahan asam piruvat menjadi asetil Ko-A melalui
proses dekarboksilasi oksidatif. Asam piruvat
melepaskan gugus karboksilat dalam bentuk CO2.
Asam piruvat yang memberikan hidrogen dan
elektron kepada NAD + membentuk NADH.
Selanjutnya Ko-enzim A bergabung dengan sisa 2
atom karbon dari asam piruvat membentuk asetil
Ko-A.
2NAD+

2NADH

2C3H4O3 + C0-A 2C2H3OCo-A + 2CO2


Asam
piruvat

2NAD+

Co-enzim A

Asetil Co-A

37. Jawaban: d
Cahaya merupakan faktor penting dalam proses
pemecahan H2O menjadi O2 melalui reaksi terang.
Disebut reaksi terang karena membutuhkan energi
cahaya. Pada klorofil terdapat fotosistem I dan
fotosistem II yang berperan menangkap energi
cahaya.

2NADH

2C3H4O3 + Co-A 2C2H3OCo-A + 2 CO2


Asam
Co-enzim A
Asetil Co-A
piruvat

39. Jawaban: e
Kembalinya elektron ke kompleks sitokrom akan
mengakibatkan aliran elektron siklik pada
fotosistem I peristiwa ini tidak menghasilkan
NADPH, namun menghasilkan ATP. Dengan
demikian jumlah ATP yang dihasilkan akan lebih
banyak. Pembentukan glukosa terjadi melalui
siklus Calvin.
40. Jawaban: a
Respirasi aerob melalui jalur siklus Krebs memiliki
empat tahap, yaitu glikolisis, dekarboksilasi
oksidatif, siklus Krebs, dan sistem transpor
elektron. Setelah reaksi glikolisis, tahap selanjutnya adalah dekarboksilasi oksidatif di dalam
matriks mitokondria yang menghasilkan CO2 dan
NADH.
B.

35. Jawaban: b
2NAD+

38. Jawaban: e
Reaksi pembentukan asetil Co-A disebut juga
reaksi dekarboksilasi oksidatif. Dalam peristiwa ini
asam piruvat bereaksi dengan co-enzim A dan
kofaktor NAD sehingga menghasilkan NADH,
asetil Co-A, dan karbon dioksida. Adapun
reaksinya sebagai berikut.

Uraian

1. Auksin dan sitokinin pada proses kultur jaringan


memiliki peran sinergis yaitu sitokinin merangsang
pembelahan sel (sitokinesis). Sementara auksin
membantu pembentangan dan pembelahan sel.
Oleh karena itu, pada kultur jaringan kedua hormon
ini mempercepat pembuatan kultur-kultur baru.
2. Cahaya justru menghambat pertumbuhan tanaman.
Adanya cahaya dapat merusak auksin sehingga
auksin pada bagian yang tidak terkena cahaya
jumlahnya lebih banyak. Hal ini mengakibatkan
pemanjangan yang tidak seimbang. Pemanjangan
lebih cepat terjadi pada bagian yang tidak terkena
cahaya. Akibatnya, batang tumbuh membengkok
ke arah datangnya cahaya.
3. Kesimpulan yang mungkin dari percobaan tersebut
sebagai berikut.
a. Biji pada kacang hijau di tabung A tidak
berkecambah karena tidak terdapat air.
b. Biji kacang hijau di dalam tabung C tidak
berkecambah karena suhu tidak sesuai.
c. Biji kacang hijau pada tabung D tidak
berkecambah karena tidak tersedia oksigen.

Biologi Kelas XII

27

4. Tanaman C3 adalah tanaman yang secara umum


kita kenal dengan tanaman hijau. Penggolongan
menjadi tanaman C 3 karena pada proses
fotosintesisnya tanaman ini membentuk PGA
yang memiliki 3 atom Carbon (3C) pada reaksi
Calvin Benson.
5. Enzim bersifat termolabil artinya kerja enzim sangat
dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Pada suhu 0C
atau di bawahnya, enzim bersifat nonaktif. Akan
tetapi, pada suhu tersebut enzim juga tidak rusak.
Jika suhu dinaikkan sampai batas optimum,
aktivitas enzim semakin meningkat. Jika suhu
dinaikkan di atas suhu optimal, enzim akan
mengalami denaturasi (rusak). Artinya setiap enzim
memiliki suhu optimal spesifik.
6. Tahap-tahap siklus Calvin sebagai berikut.
a. Fiksasi
Pada tahap ini ribulosa bifosfat (RuBP)
mengikat CO2 untuk membentuk 3-fosfogliserat (PGA). Reaksi yang terjadi sebagai
berikut.
   
PGA
CO2 + RuBP

b.

Reduksi
Pada tahap ini PGA diubah menjadi DPGA
(1,3-difosfogliserat). Selanjutnya, DPGA
diubah menjadi PGAL atau G3P. Reaksinya
sebagai berikut.
12ATP 12ADP

12 PGA
c.

12 DPGA

12 PGAL

Regenerasi
Pada tahap ini terjadi pembentukan RuBP
kembali dari PGAL. Adapun sebagian PGAL
yang lain diubah menjadi glukosa. Reaksinya
sebagai berikut.
12 PGAL

28

12NADPH2 12NADP+

10 PGAL

RuBP

2 PGAL

glukosa

Ulangan Tengah Semester 1

7. Proses terjadinya fosforilasi siklik sebagai berikut.


Elektron yang dilepaskan oleh fotosistem I akan
ditangkap oleh akseptor elektron. Elektron tersebut
selanjutnya diteruskan menuju sistem transpor
elektron. Pada akhirnya elektron akan kembali ke
fotosistem I lagi. Jalur tersebut hanya menghasilkan ATP.
8. Dalam proses fotosintesis, H2O dan CO2 diubah
menjadi karbohidrat dengan bantuan energi cahaya.
Selanjutnya, karbohidrat tersebut akan mengalami
proses respirasi dalam sel-sel makhluk hidup.
Dalam proses tersebut akan dihasilkan energi CO2
dan H2O. CO2 dan H2O tersebut selanjutnya
digunakan sebagai bahan baku fotosintesis.
9. Dalam proses katabolisme, lemak menghasilkan
energi lebih besar daripada karbohidrat maupun
protein. Dari satu gram lemak akan dihasilkan energi
sebesar 9 kalori. Adapun dari satu gram karbohidrat
atau protein akan dihasilkan energi sebesar 4,1
kalori. Dalam proses respirasi aerob, dari satu
molekul glukosa akan dihasilkan 36 ATP. Dari satu
molekul asam lemak dengan atom 6C dihasilkan
44 ATP.
10. Sistem transpor elektron terjadi di membran dalam
mitokondria. Tahap ini berfungsi mengoksidasi
NADH atau NADPH2 dan FADH2 dari tahap-tahap
sebelumnya. Pembentukan ATP dalam sistem
transpor elektron terjadi melalui reaksi fosforilasi
oksidatif. Oksidasi 1 NADH dapat menghasilkan 3
ATP. Adapun oksidasi 1 FADH2 menghasilkan2
ATP sehingga hasil akhir proses tersebut adalah
38 ATP. Namun, pada organisme eukariotik ATP
yang dihasilkan menjadi 36 karena 2 ATP digunakan
untuk memasukkan NADH ke dalam mitokondria.

Model Pengintegrasian Nilai Pendidikan Karakter


Standar Kompetensi
3. Memahami penerapan
konsep dasar dan
prinsip-prinsip hereditas serta implikasinya
pada Salingtemas.

Kompetensi Dasar
3.1
3.2

Menjelaskan konsep gen,


DNA, dan kromosom.
Menjelaskan hubungan
gen (DNA) RNA
polipeptida dan proses
sintesis protein.

Nilai
Religius

Indikator
Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
diciptakan sebagai manusia yang memiliki bentuk
sempurna.

Pada bab ini akan dipelajari:


Hubungan antara Kromosom, Gen, dan DNA dengan Sintesis Protein

Substansi Genetik

Menjelaskan kromosom, gen, DNA, dan sintesis protein

Menjelaskan struktur kromosom


Menjelaskan sifat-sifat dan fungsi gen
Menjelaskan struktur DNA
Menjelaskan fungsi DNA
Menjelaskan struktur, sifat, dan fungsi RNA
Menjelaskan perbedaan struktur, fungsi dan materi
penyusun DNA dan RNA
Menjelaskan mekanisme repliksi DNA
Menjelaskan sintesis protein

Siswa mampu menjelaskan konsep dan hubungan antara


kromosom, gen, dan DNA dengan sintesis protein

Biologi Kelas XII

23

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b
Ciri-ciri DNA sebagai berikut.
1) Ditemukan dalam nukleus, yaitu dalam
kromosom, mitokondria, dan kloroplas.
2) Berupa rantai panjang dan ganda (double
helix).
3) Fungsinya berhubungan erat dengan
penurunan sifat dan sintesis protein.
4) Kadarnya tidak dipengaruhi oleh aktivitas
sintesis protein.
5) Basa nitrogen terdiri atas purin: adenin (A) dan
guanin (G), pirimidin: timin (T) dan sitosin (C).
6) Komponen gulanya deoksiribosa, yaitu ribosa
yang kehilangan satu atom oksigen pada atom
C nomor 2.
7) Mengandung gula fosfat.
Ciri-ciri RNA sebagai berikut.
1) Ditemukan dalam sitoplasma, terutama dalam
ribosom dan dalam nukleus.
2) Berupa rantai pendek dan tunggal.
3) Fungsinya berhubungan erat dengan sintesis
protein.
4) Kadarnya dipengaruhi oleh aktivitas sintesis
protein.
5) Basa nitrogen terdiri atas purin: adenin (A) dan
guanin (G), pirimidin: urasil (U) dan sitosin (C).
6) Komponen gulanya D-ribosa (pentosa).
7) Mengandung gula fosfat.
2. Jawaban: b
Keterangan gambar bentuk kromosom:
A = metasentris
C = akrosentris
B = submetasentris
D = telosentris
3.

Jawaban: a
Nomor 1 adalah kromatid yakni lengan kromosom.
Nomor 2 adalah sentromer, yakni bagian yang
menyempit atau daerah lekukan pada kromosom.
Nomor 3 adalah kromonema yakni benang-benang
spiral yang menyusun kromatid.

4.

Jawaban: c

replikasi semikonservatif
replikasi dispersif
replikasi konservatif

24

Substansi Genetik

5.

Jawaban: b
Basa nitrogen yang terdapat dalam DNA adalah purin
dan pirimidin. Purin tersusun dari guanin (G) dan adenin
(A), pirimidin tersusun atas Timin (T), dan sitosin (C).

6.

Jawaban: e
Gen terletak di dalam kromosom, tempat gen itu
berada disebut lokus. Di dalam kromosom, gen
yang sesuai berpasangan membentuk alel.
Kromosom berada di dalam nukleus. Adapun
protoplasma merupakan isi sel hidup yang dapat
dibedakan menjadi sitoplasma dan nukleoplasma.
Sitoplasma merupakan cairan yang berada di
dalam sel, tetapi berada di luar inti sel. Sementara
itu, nukleoplasma merupakan cairan yang berada
di dalam inti sel.

7.

Jawaban: d
Dalam satu nukleotida tersusun dari satu gula
deoksiribosa, satu asam fosfat, dan satu basa
nitrogen.
1

5
2
6
3

8.

Jawaban: e
DNA rantai sense
: GAC AAA CAT TAC
DNA rantai antisense
: CTG TTT GTA ATG
Hasil transkripsi (mRNA) : CUG UUU GUA AUG

9. Jawaban: e
Pasangan basa nitrogen dalam rantai DNA sebagai
berikut.
1) Adenin (A) selalu berpasangan dengan timin
(T).
2) Guanin (G) selalu berpasangan dengan sitosin
(S).
Dalam hitungan matematis jumlah A = T dan jumlah
G = S.
10. Jawaban: b
DNA rantai sense
: GGA AAT AGA CCG TGA
DNA rantai antisense: CCT TTA TCT GGC ACT
Kodon dRNA
: CCU UUA UCU GGC ACU

B.

Uraian

1. a.

b.

2.

DNA

Sifat-sifat gen sebagai berikut.


1) Mengandung informasi genetik.
2) Setiap gen mempunyai tugas dan fungsi
yang berbeda.
3) Dapat melakukan duplikasi.
4) Ditentukan oleh susunan kombinasi basa
nitrogen.
Gen dalam tubuh makhluk hidup memiliki
fungsi berikut.
1) Mengatur perkembangan dan proses
metabolisme individu.
2) Menyampaikan informasi genetik dari
satu generasi ke generasi berikutnya.
b.

a.

d.

c.

Ciri metasentris (gambar a) : sentromer terletak di


tengah kromosom.
Ciri submetasentris (gambar b) : sentromer terletak
di submedian kromosom.
Ciri akrosentris (gambar c) : sentromer terletak di
subterminal kromosom.
Ciri telosentris (gambar d) : sentromer terletak di
ujung kromosom.
3.

Ada dua tipe kromosom dalam sel tubuh, yaitu


autosom dan gonosom.
a. Autosom disebut juga kromosom tubuh.
Autosom tidak menentukan jenis kelamin dan
umumnya disingkat A.
b. Gonosom disebut juga kromosom seks.
Gonosom menentukan jenis kelamin dan
terdiri atas kromosom X dan Y. Kromosom XX
untuk individu berjenis kelamin perempuan
atau betina dan kromosom XY untuk individu
berjenis kelamin laki-laki atau jantan.

4.

DNA

RNA

1.

Ditemukan dalam nukleus,


yaitu dalam kromosom,
mitokondria, dan kloroplas.

1.

Ditemukan dalam sitoplasma, terutama dalam


ribosom dan dalam nukleus.

2.

Berupa rantai panjang dan


ganda (double helix).

2.

Berupa rantai pendek dan


tunggal.

3.

Fungsinya berhubungan
erat dengan penurunan sifat
dan sintesis protein.

3.

Fungsinya berhubungan
erat dengan sintesis
protein.

4.

Kadarnya tidak dipengaruhi


oleh aktivitas sintesis protein.

4.

Kadarnya dipengaruhi oleh


aktivitas sintesis protein.

5.

RNA

5.

Basa nitrogen terdiri atas


purin: adenin (A) dan guanin
(G), pirimidin: timin (T) dan
sitosin (C).

5.

Basa nitrogen terdiri atas


purin: adenin (A) dan guanin
(G), pirimidin: urasil (U) dan
sitosin (C).

6.

Komponen gulanya deoksiribosa, yaitu ribosa yang


kehilangan satu atom
oksigen pada atom C
nomor 2.

6.

Komponen
gulanya
D-ribosa (pentosa).

Proses sintesis protein dapat dibedakan menjadi


dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi.
a. Transkripsi
Langkah transkripsi berlangsung sebagai berikut.
1) Sebagian rantai DNA membuka,
kemudian disusul oleh pembentukan
rantai dRNA. Rantai DNA yang mencetak
dRNA disebut rantai sense/template.
Pasangan rantai sense yang tidak
mencetak dRNA disebut rantai antisense.
2) Pada rantai sense DNA didapati
pasangan tiga basa nitrogen (triplet). Triplet
ini akan mencetak triplet pada rantai
dRNA yang disebut kodon. Kodon inilah
yang disebut kode genetika yang
berfungsi mengkodekan jenis asam
amino tertentu yang diperlukan dalam
sintesis protein.
3) Setelah terbentuk, dRNA keluar dari inti
sel melalui pori-pori membran inti menuju
ke ribosom dalam sitoplasma.
b. Translasi
Setelah dRNA keluar dari dalam inti,
selanjutnya akan bergabung dengan ribosom
dalam sitoplasma. Langkah berikutnya adalah
penerjemahan kode genetik (kodon) yang
dilakukan oleh tRNA. Caranya, tRNA akan
mengikat asam amino tertentu sesuai yang
dikodekan oleh kodon, lalu membawa asam
amino tersebut dan bergabung dengan dRNA
yang telah ada di ribosom. Langkah tersebut
dilakukan secara bergantian oleh banyak
tRNA yang masing-masing mengikat satu
jenis asam amino.

Biologi Kelas XII

25

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b
Ekspresi gen berlangsung melalui proses sintesis
protein. Sintesis protein melibatkan DNA, RNA,
ribosom, asam amino, dan enzim. Sintesis protein
membutuhkan bahan dasar asam amino yang
berlangsung di dalam inti sel dan ribosom.
2. Jawaban: b
Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibagi
menjadi empat sebagai berikut.
1) Kromosom telosentrik, hanya memiliki satu
lengan, sentromernya terletak di ujung, dan
berbentuk seperti batang.
2) Kromosom metasentrik, mempunyai dua
lengan yang sama panjang, sentromer terletak
di tengah, dan memiliki bentuk seperti
huruf V.
3) Kromosom akrosentrik, mempunyai dua
lengan yang tidak sama panjang, sentromer
terletak di dekat ujung, dan memiliki bentuk
seperti huruf J.
4) Kromosom submetasentrik, memiliki dua
lengan yang hampir sama panjang, letak
sentromer hampir di tengah, memiliki bentuk
seperti huruf L.
3. Jawaban: c
Pasangan basa nitrogen sebagai berikut.
1) Timin dihubungkan dengan adenin oleh dua
ikatan hidrogen.
2) Guanin dihubungkan dengan sitosin oleh tiga
ikatan hidrogen.
4. Jawaban: c
Komponen dasar penyusun RNA sebagai berikut.
1) Gula D-ribosa (pentosa).
2) Gugus fosfat.
3) Basa nitrogen yang terdiri dari:
a) purin, yang terdiri dari guanin (G) dan
adenin (A);
b) pirimidin, yang terdiri dari Urasil (U) dan
sitosin (C).
5.

Jawaban: c
Dalam setiap sel tubuh terdapat dua tipe kromosom
yaitu autosom (kromosom tubuh) dan gonosom
(kromosom seks). Kromosom seks berjumlah
sepasang atau dua buah. Jumlah kromosom kuda
32 pasang. Ini berarti dalam sel tubuh kuda tersebut
terdiri atas 31 pasang atau 62 buah autosom
(kromosom tubuh) dan sepasang atau dua buah
gonosom (kromosom seks).

26

Substansi Genetik

6.

Jawaban: c
DNA berfungsi mencetak RNA dan perencana
sintesis protein. Sementara itu, menerjemahkan
kode genetika merupakan fungsi dari RNA.
Mengatur pergerakan kromosom selama pembelahan sel merupakan fungsi kinetokor.

7.

Jawaban: e
Keterangan gambar:
1 dan 6 = gugus fosfat
2 dan 5 = deoksiribosa
3 dan 4 = basa N
Satu nukleotida terdiri atas basa N (4), gula
deoksiribosa (5), dan gugus fosfat (6).

8.

Jawaban: a
Nukleosida terdiri atas sebuah gula deoksiribosa
atau gula deoksiribosa (B) dan sebuah basa nitrogen (N). Nukleosida adalah nukleotida yang tanpa
fosfat. Sementara itu, nukleotida adalah nukleosida
(B - N) dan fosfat (P).

9.

Jawaban: b
Urutan sintesis protein sebagai berikut.
1) DNA di dalam nukleus membentuk RNA duta.
2) RNA duta meninggalkan nukleus menuju
sitoplasma dan melekat pada ribosom.
3) RNA transfer membawa asam amino dari
sitoplasma ke ribosom sesuai kodon pada
RNA duta.
4) Asam-asam amino dirangkai sesuai dengan
urutan kodon pada RNA duta.
5) Kodon stop akan bertindak sebagai terminator
dan terbentuklah molekul protein.

10. Jawaban: b
Kromosom adalah suatu struktur padat yang terdiri
atas protein dan asam nukleat. Pada kromosom,
asam nukleat utama adalah DNA dan sejumlah
kecil RNA.
11. Jawaban: b
DNA tersusun dari polimer polinukleotida yang
berulang-ulang, tersusun rangkap, serta membentuk
ikatan seperti rantai ganda dan berpilin ke kanan.
Setiap nukleotida terdiri atas komponen gula berupa
deoksiribosa, basa nitrogen, dan gugus fosfat.
12. Jawaban: b
DNA dapat bersifat heterokatalitik dan autokatalitik.
DNA bersifat autokatalitik karena dapat melakukan
replikasi menghasilkan DNA baru. DNA bersifat
heterokatalitik karena mampu membentuk RNA
melalui sintesis protein. DNA tersusun dari rantai
ganda yang berpilin sehingga struktur DNA tersebut
disebut double helix.

13. Jawaban: c
Kromosom berada di dalam inti sel. Eritrosit (sel
darah merah) tidak memiliki inti sel sehingga pada
eritrosit tidak terdapat kromosom. Sementara itu,
neuron, leukosit, sel otot lurik, dan sel otot polos
memiliki inti sel yang di dalamnya mengandung
kromosom.
14. Jawaban: e
RNA tersusun dari basa nitrogen purin dan
pirimidin. Basa nitrogen purin terdiri atas guanin
dan adenin. Basa nitrogen pirimidin terdiri atas
sitosin dan urasil. Adapun timin adalah basa nitrogen pirimidin yang dimiliki oleh DNA.
15. Jawaban: a
Tiga hipotesis tentang replikasi DNA sebagai
berikut.
1) Replikasi konservatif, bentuk double helix
DNA lama tetap, kemudian menghasilkan
double helix baru.
2) Replikasi semikonservatif, double helix DNA
memisahkan diri dan setiap pita tunggal
mencetak pita pasangannya.
3) Replikasi dispersif, double helix DNA terputusputus, kemudian segmen-segmen tersebut
akan membentuk segmen baru yang akan
bergabung dengan segmen lama untuk
membentuk DNA baru.
16. Jawaban: d
Tahap translasi pada sintesis protein dimulai dari
tRNA membawa asam amino yang sesuai kodon
yang dibawa dRNA. Selanjutnya, asam amino
saling berikatan membentuk polipeptida. Adapun
pilihan jawaban 3) dan 4) termasuk dalam proses
transkripsi.
17. Jawaban: b
Perbedaan DNA dan RNA sebagai berikut.
No.
1.

Karakter
Letak

2.

Bentuk

3.

Basa N

4.
5.

Kadar
Komponen
gula

DNA

RNA

Dalam nukleus,
kloroplas,
dan
mitokondria
Rantai panjang,
double helix
Adenin, guanin,
sitosin, dan timin
Tetap
Deoksiribosa

Dalam nukleus,
sitoplasma, dan
ribosom
Rantai pendek,
tunggal
Adenin, guanin,
sitosin, dan urasil
Tidak tetap
Ribosa

18. Jawaban: e
Setiap asam amino digabungkan dengan tRNA
yang sesuai oleh suatu enzim spesifik yang disebut
aminoasil-RNAt sintetase (aminoacyl-tRNA
synthetase ). Adapun RNA polimerase atau sering
disebut RNA transcriptase berperan dalam

pembentukan RNA. Endonuklease adalah enzim


yang berfungsi memotong molekul DNA. DNA
polimerase merupakan sebuah enzim yang
mengkatalisasi reaksi polimerisasi deoksiribonukleotida menjadi rantai DNA pada proses
pembentukan DNA.
19. Jawaban: e
DNA rantai sense : CAC CCT CGT GGT GTA
Kodon dRNA
: GUG GGA GCA CCA CAU
Urutan basa amino: valin glutamin alanin prolin serin
20. Jawaban: c
Ciri-ciri hasil transkripsi sebagai berkut.
1) Merupakan komplemen sense.
2) T pada DNA diganti U pada RNA.
3) Merupakan utas tunggal yang mudah terurai.
4) Merupakan triplet-triplet basa N yang disebut
kodon.
Adapun komplemen antisense adalah DNA yang
akan ditranslasi.
21. Jawaban: a
Satu nukleotida terdiri atas satu basa nitrogen (bisa
adenin, guanin, timin, atau sitosin), satu gula
deoksiribosa, dan satu fosfat.
C
A

Keterangan gambar:
A : basa nitrogen
B : gula deoksiribosa
C : fosfat

22. Jawaban: a
Keterangan gambar:
1. Basa nitrogen
2. Gula pentosa
3. Fosfat

4.
5.

Gula pentosa
Basa nitrogen

23. Jawaban: a
No.
a.
b.
c.

Jenis RNA

Fungsi RNA

tRNA

menerjemahkan kodon dari dRNA


menjadi asam amino
dRNA (mRNA) membawa kodon dari DNA ke ribosom
rRNA
mempermudah perekatan spesifik
antikodon tRNA dengan kodon dRNA

24. Jawaban: b
Kodon start memberikan sinyal untuk dimulainya
proses translasi. Ribosom akan melekat pada salah
satu ujung mRNA. Di dekat perlekatan tersebut
terdapat kodon start AUG yang membawa kode
untuk membentuk asam amino metionin.

Biologi Kelas XII

27

25. Jawaban: d
Proses translasi adalah proses pembacaan kode
genetik yang dibawa oleh mRNA dengan bantuan
tRNA (RNA transfer). Proses ini terjadi di dalam
ribosom, menghasilkan rangkaian asam amino
yang disusun menjadi polipeptida.
26. Jawaban: e
Rantai sense
: TAC CTA GTG CTT TAC
Antisense
: ATC GAT CAC GAA ATG
Kodon RNAd
: AUC GAU CAC GAA AUG
Asam amino
:E
B
D
A
C

sipit yang ditulis dengan huruf besar dominan


terhadap gen mata lebar yang ditulis dengan huruf
kecil. Jadi, orang yang berambut keriting dan
bermata lebar dapat dituliskan dengan KKss atau
Kkss. KKss atau Kkss adalah sifat genotipe.
Adapun sifat rambut keriting-mata lebar adalah sifat
fenotipe yakni sifat yang tampak dari luar.
2.

a.
b.

P adalah DNA dan Q adalah kromosom.


Tiga komponen penyusun DNA sebagai
berikut.
1) Gugusan gula (gula pentosa yang dikenal
sebagai deoksiribosa)
2) Asam fosfat (penghubung dua gugusan
gula).
3) Basa nitrogen (adenin dan guanin dari
golongan purin serta sitosin dan timin dari
golongan pirimidin).
Kromosom terletak di dalam inti sel tubuh
manusia.

27. Jawaban: e
No.

Enzim

Fungsi

1.

Ligase

menyambung rantai tunggal DNA


yang baru terbentuk

2.

Helikase

menghidrolisis rantai ganda polinukleotida


menjadi dua rantai tunggal mononukleotida

3.

Polimerase

merangkai rantai-rantai mononukleotida


membentuk DNA baru

c.
3.

Gambar DNA sebagai berikut:

28. Jawaban: a
Nyamuk Culex betina mempunyai kromosom
sebanyak 8 buah maka formula kromosomnya
adalah 3AA + XX. Pada nyamuk Culex jantan
formula kromosomnya 3AA + XY.

A
A

B.

Uraian

1. Gen ditulis dengan simbol huruf. Huruf kapital


menunjukkan sifat gen tersebut dominan
sedangkan huruf kecil menunjukkan sifat resesif.
Gen yang menentukan sifat rambut keriting ditulis
dengan huruf K yang menunjukkan sifat dominan
dan sifat rambut lurus ditulis dengan huruf k yang
menunjukkan sifat resesif. Demikian juga gen mata

28

Substansi Genetik

G
G

C
C
P

29. Jawaban: d
Kodon terminasi adalah kodon yang mengakhiri
sintesis protein. Kodon ini antara lain UAG dan UGA.
Adapun kodon AUG adalah kodon yang digunakan
untuk memulai terjadinya sintesis protein.
30. Jawaban: b
DNA dan RNA memiliki kesamaan pada jenis fosfat
dan jenis basa purin. Adapun perbedaan antara DNA
dan RNA terletak pada jenis gula, jenis basa pirimidin,
fungsi, dan jenis rantai penyusunnya. Jenis gula
pada DNA yaitu deoksiribosa, sedangkan pada RNA
yaitu gula pentosa. Jenis basa pirimidin pada DNA
yaitu timin dan sitosin, sedangkan jenis basa
pirimidin pada RNA yaitu urasil dan sitosin. DNA
berfungsi mewariskan sifat biologis kepada keturunannya, sedangkan RNA berfungsi menyintesis
protein dari asam amino. DNA tersusun dari rantai
ganda yang berpilin (double helix), sedangkan RNA
tersusun dari rantai tunggal.

T
T

C
C

G
G
P

TT

A
A

A = Adenin berpasangan dengan T = Timin


G = Guanin berpasangan dengan C= sitosin
4.

a.

b.
c.
5.

a.

b.

c.

Rantai sense DNA:


GGT TCG AAG ATC GCA ATG
Rantai antisense DNA:
CCA AGC TTC TAG CGT TAC
Urutan basa N dRNA:
CCA AGC UUC UAG CGU UAC
Asam amino yang terbentuk secara berurutan
adalah prolin, serin, fenilalanin, dan tirosin.
dRNA (RNA duta/mRNA) berfungsi untuk
membawa kode genetik (kodon) dari DNA ke
ribosom. dRNA berupa rantai tunggal yang
panjang. dRNA dibentuk dalam nukleus.
tRNA berfungsi menerjemahkan kodon dari
RNAd menjadi asam amino. tRNA terdapat
dalam sitoplasma.
rRNA (RNA ribosomal) berfungsi dalam
sintesis protein yaitu mempermudah perekatan
yang spesifik antara antikodon tRNA dengan
kodon dRNA selama sintesis protein. rRNA
terdapat dalam sitoplasma.

6.

7.

Proses inisiasi dimulai dari promoter, yakni daerah


DNA yang merupakan tempat melekatnya RNA
polimerase. Promoter mencakup titik awal (start
point) transkripsi yaitu nukleotida yang
menunjukkan dimulainya sintesis protein (kodon
start). Promoter berfungsi menentukan tempat
dimulainya transkripsi dan menentukan satu rantai
DNA yang akan digunakan sebagai cetakan.

Struktur DNA berupa tangga tali terpilin ganda yang


tersusun dari ibu tangga dan anak tangga. Bagian
ibu tangga tersusun dari deretan gugusan gula
pentosa dan asam fosfat, sedangkan bagian anak
tangga tersusun dari dua basa nitrogen yang
berpasangan antara purin dengan pirimidin, dengan
pasangan yang mungkin terjadi yaitu adenin dengan
timin, sedangkan guanin dengan sitosin. Antara
dua basa nitrogen yang berpasangan yaitu antara
adenin dengan timin, antara guanin dengan sitosin
dihubungkan oleh ikatan hidrogen.
8. Replikasi DNA merupakan proses pembuatan DNA
baru. Pembentukan DNA baru terjadi melalui
proses pengkopian DNA lama. Secara umum,
proses replikasi DNA antara organisme prokariotik

dan eukariotik tidak jauh berbeda. Replikasi pada


organisme prokariotik maupun eukariotik mengikuti
model teori semikonservatif. Perbedaannya terletak
pada jenis dan jumlah enzim yang terlibat,
kecepatan, dan kompleksitas replikasi DNA.
9. Apabila terjadi kesalahan dalam penerjemahan
kode genetik, protein yang dibentuk juga akan keliru
sehingga enzim yang dihasilkan tidak sesuai
dengan keperluan tubuh. Akibatnya, akan terjadi
gangguan metabolisme.
10. Ekspresi gen merupakan proses penerjemahan
informasi yang dikode dalam urutan DNA menjadi
urutan asam amino. Ekspresi gen terjadi melalui
proses sintesis protein. Proses tersebut berlangsung
melalui dua tahap yaitu transkripsi dan translasi. Pada
tahap transkripsi urutan rantai nukleotida template
(cetakan) dari DNA rantai ganda disalin untuk
menghasilkan rantai RNA. Selanjutnya, terjadi
sintesis polipeptida dengan urutan spesifik
berdasarkan rantai RNA yang dibuat pada tahap
transkripsi. Pada tahap translasi terjadi penerjemahan
urutan nukleotida pada rantai RNA duta menjadi
urutan asam amino untuk membentuk polipeptida.

Biologi Kelas XII

29

Model Pengintegrasian Nilai Pendidikan Karakter


Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Nilai

Indikator

3. Memahami penerapan
konsep dasar dan
prinsip hereditas serta
implikasinya
pada
Salingtemas.

3.3 Menjelaskan keterkaitan antara proses pembelahan mitosis dan


meiosis dengan pewarisan sifat.

Kerja keras

Mengembangkan sikap mau bekerja keras saat


melakukan pengamatan menggunakan mikroskop.

Pada bab ini akan dipelajari:


1. Pembelahan Amitosis, Mitosis, dan Meiosis
2. Gametogenesis

Pembelahan Sel

Mendeskripsikan pembelahan
amitosis, mitosis, dan meiosis

Membedakan amitosis, mitosis, dan meiosis


Menjelaskan tahap-tahap pembelahan mitosis melalui
pengamatan pembelahan pada ujung akar bawang
merah
Mendeskripsikan peran pembelahan mitosis bagi
makhluk hidup
Menjelaskan tahap-tahap pembelahan meiosis
Menjelaskan perbedaan pembelahan mitosis dan
meiosis

Siswa mampu mendeskripsikan jenis-jenis pembelahan sel.

Mendeskripsikan gametogenesis

Menjelaskan spermatogenesis dan oogenesis pada


hewan dan manusia
Menjelaskan mikrosporogenesis dan makrosporogenesis
pada tumbuhan
Membuat bagan spermatogenesis, oogenesis,
mikrosporogenesis, dan makrosporogenesis

Siswa mampu mendeskripsikan gametogenesis pada


hewan, manusia, dan tumbuhan

Siswa dapat menjelaskan keterkaitan antara proses


pembelahan mitosis dan meiosis dengan pewarisan sifat

30

Pembelahan Sel

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Pembelahan mitosis dan amitosis bertujuan untuk
memperbanyak sel, sedangkan pembelahan
meiosis berperan dalam menghasilkan gamet.
2. Jawaban: a
Interfase merupakan tahap persiapan untuk
mitosis. Interfase merupakan fase terpanjang
dalam siklus sel. Pada tahap ini sel tidak
menunjukkan adanya perubahan morfologi, tetapi
aktif melakukan metabolisme sehingga
membutuhkan banyak energi.
3. Jawaban: a
Siklus sel dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
interfase dan fase mitosis. Saat interfase terjadi
peningkatan aktivitas kimiawi dan replikasi DNA
selanjutnya terjadi fase mitosis yang meliputi
proses kariokinesis dan sitokinesis. Kariokinesis
adalah pembelahan inti sel menjadi dua dan
sitokinesis adalah pembelahan sitoplasma
menjadi dua bagian. Setelah fase-fase tersebut
dilalui, terbentuklah dua sel anakan.
4. Jawaban: b
Pada tahap profase, membran inti dan anak inti
menghilang satu kromosom menduplikasi diri
menjadi sepasang kromatid. Sementara itu, pada
tahap anafase benang-benang spindel memendek,
sentromer membelah, dan kromatid terpisah.
Terdapat tiga periode selama interfase yaitu
periode tumbuh pertama, periode sintesis, dan
periode tumbuh kedua.
5. Jawaban: c
DNA (materi genetik) sel direplikasi (duplikasi)
selama interfase sel pada fase sintesis (S). Pada
fase profase dan fase sitokinesis terjadi proses
pembelahan sel tanpa terjadi sintesis DNA. Pada
fase G1 interfase dan fase G2 interfase tidak terjadi
sintesis DNA maupun proses pembelahan sel.
6. Jawaban: c
Pada profase I tahap diploten, kromosom
homolog saling menjauhi sehingga terbentuk
perlekatan berbentuk X yang disebut kiasma.
Kiasma merupakan tempat terjadinya peristiwa
pindah silang. Adanya peristiwa pindah silang
dapat mengakibatkan terjadinya mutasi kromosom
pada sel anakan.

7. Jawaban: a
Dalam setiap sentromer ada dua kinetokor yang
mengakibatkan pasangan kromatid tertarik ke
arah yang berlawanan. Perlekatan kromosom
homolog terjadi pada pembelahan meiosis.
Sintesis protein berhenti saat memasuki profase
hingga telofase. Sel memiliki masa aktif
membelah yang berbeda-beda, sehingga tidak
seumur hidupnya membelah. Contoh mitosis yaitu
saat terjadi pertumbuhan organ, penggantian sel
rusak, sedangkan pembentukan spermatozoa
dan ovum melalui meiosis.
8. Jawaban: a
Adanya sel anakan yang haploid menjaga
identitas spesies dari generasi ke generasi.
Variasi genetik akan menjaga daya adaptasi
individu terhadap lingkungan hidupnya.
9. Jawaban: d
Sindrom Klinefelter merupakan kelainan genetik
pada laki-laki yang diakibatkan oleh kelebihan
kromosom X. Penderita sindrom Klinefelter
memiliki kromosom seks XXY. Kelebihan
kromosom X ini diakibatkan oleh peristiwa
nondisjuction pada saat pembelahan meiosis,
yaitu kegagalan sepasang kromosom seks untuk
memisah selama proses meiosis yaitu pada tahap
anafase.
10. Jawaban: c
Ciri-ciri pembelahan sel pada tahap profase
sebagai berikut.
1) Benang kromatin menebal dan memendek
menjadi kromosom.
2) Setiap benang kromosom menggandakan
diri membentuk kromatid.
3) Membran inti melebur.
4) Sentriol membentuk benang spindel.
Tahap telofase yang terjadi pada sel somatik
(pembelahan mitosis) akan menghasilkan sel
anakan yang bersifat dipolid (2n).
Pada tahap interfase terjadi aktivitas kimiawi
sebagai berikut.
1) Pembentukan organel sel (fase G1).
2) Adanya replikasi DNA (fase sintesis).
3) Terjadi replikasi sentriol dan peningkatan
energi cadangan (fase G2).
Kromatid berada di bidang ekuator merupakan
ciri tahap metafase.
Kromatid menuju kutub berlawanan merupakan
ciri tahap anafase.
Biologi Kelas XII

31

B. Uraian
1. Interfase merupakan tahap persiapan untuk
mitosis. Interfase merupakan fase terpanjang dari
siklus sel. Pada saat interfase, sel tidak
menunjukkan adanya perubahan morfologi, tetapi
sel tersebut aktif melakukan metabolisme.
Tahap-tahap dalam interfase sebagai berikut.
a. Fase gap-1 (G1)
Pada fase ini sel-sel belum mengadakan
replikasi DNA sehingga DNA masih berjumlah satu salinan dan bersifat diploid (2n).
b. Fase sintesis (S)
Pada fase ini DNA dalam inti mengalami
replikasi sehingga dihasilkan dua salinan dan
diploid.
c. Fase gap-2 (G2)
Pada fase ini replikasi DNA sudah selesai
dan sel siap mengadakan pembelahan.
2. Amitosis merupakan salah satu cara reproduksi
aseksual pada organisme uniseluler, misalnya
bakteri dan Protozoa. Pada pembelahan ini setiap
sel membelah menjadi dua (pembelahan biner).
Pembelahan inti diikuti dengan pembagian
sitoplasma. Setiap sel anakan mempunyai ukuran
dengan pembagian sitoplasma yang sama.
Selanjutnya, diikuti dengan pembagian DNA baru.
Pembelahan amitosis pada organisme uniseluler
bertujuan untuk berkembang biak sehingga dapat
melestarikan jenisnya.
3. Pembelahan mitosis sel hewan dan tumbuhan
sebenarnya serupa. Perbedaannya ada pada saat
sitokinesis serta berkaitan dengan struktur
tambahan yang mengatur pergerakan kromosom.
Pada sel hewan, sitokinesis dimulai dengan
penggentingan pada bagian tengah membran sel,
antara dua kutub. Membran sel yang menggenting

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Pada spermatogenesis, spermatogonium tumbuh
menjadi spermatosit primer melalui proses
pembelahan mitosis. Selanjutnya, spermatosit
primer membelah secara meiosis menjadi
spermatosit sekunder. Spermatosit sekunder akan
membelah secara meiosis menjadi spermatid.
Spermatid akan mengalami diferensiasi menjadi
sperma. Pada oogenesis, oogonium tumbuh
menjadi oosit primer melalui proses pembelahan
mitosis. Selanjutnya, oosit primer membelah secara
meiosis menjadi oosit sekunder. Salah satu oosit
32

Pembelahan Sel

akhirnya membelah sel menjadi dua sel anakan.


Penggentingan membran ke dalam merupakan
hasil dari tarikan mikrofilamen. Pada sel tanaman,
vesikel dari aparat Golgi bergabung bersama di
tengah sel sehingga terbentuk bidang pembelahan. Bidang pembelahan berkembang
menjadi dinding sel baru dan sel induk membelah
menjadi dua sel anakan. Pada sel hewan terdapat
sentriol, pada sel tumbuhan tidak.
4. Dua hal yang paling penting dalam hal ini adalah
munculnya variasi genetik dan produksi sel-sel
haploid (gamet). Variasi genetik sangat penting
karena memungkinkan keturunannya menjadi
berbeda dari orang tua, dengan mendapatkan
setengah dari kromosom induk betina dan
setengahnya lagi induk jantan. Variasi genetik
memungkinkan organisme multiseluler untuk lebih
mampu beradaptasi dengan lingkungan yang
berubah-ubah. Pembelahan meiosis menghasilkan
sel haploid dari sel diploid. Tanpa meiosis setiap
generasi baru akan memiliki dua kali lipat jumlah
kromosom dari orang tua mereka. Dengan adanya
pengurangan jumlah sel kromosom gamet menjadi
setengah kromosom sel induk maka pembelahan
meiosis dapat mempertahankan jumlah kromosom
selalu sama pada suatu individu.
5. Peristiwa yang terjadi selama tahap metafase
sebagai berikut.
a. Benang-benang spindel terlihat semakin
jelas.
b. Benang-benang spindel mengikat sentromer
dari setiap kromosom.
c. Kromosom berada di daerah ekuator sel.
d. Setiap kromosom masih terdiri atas dua
kromatid yang terkait pada sentromernya.
e. Pada setiap sentromer ada dua kinetokor
yang masing-masing dikaitkan dengan
benang spindel.

primer mengalami meiosis I membentuk badan


kutub primer.
2. Jawaban: c
1) Sel yang masih mengandung pasangan
kromosom homolog yaitu oogonium dan oosit
primer. Oogonium dan oosit primer belum
mengalami pembelahan reduksi sehingga
kromosom homolog masih berpasangan.
2) Oosit sekunder merupakan hasil meiosis I.
Sel ini berisi satu pasangan kromosom.
3) Ootid merupakan hasil meiosis II. Ootid
mengandung kromatid.
4) Ovum merupakan perkembangan dari
ootid.

Dari bagan tampak bahwa kromosom yang


mempunyai 4 lengan dengan sifat n adalah
spermatosit sekunder.

3. Jawaban: c
Pembelahan
meiosis I

Spermatogonium
(2n)

Diferensiasi

Pembelahan
meiosis II

9. Jawaban: d
Pembelahan meiosis terjadi pada proses gametogenesis yaitu proses pembentukan sel gamet.
Sementara itu, pada proses pembentukan dan
perkecambahan spora serta pembentukan daun
terjadi pembelahan mitosis. Adapun zigot
merupakan hasil pertemuan sel kelamin jantan
dan betina. Zigot mengalami pembelahan secara
mitosis.

Spermatosit
primer
(2n)
Spermatosit
sekunder
Spermatid
(n)
(n)

Sperma
(n)

4. Jawaban: d
Spermatogonium dan sel spermatosit primer belum
mengalami meiosis sehingga memiliki kromosom
2n, spermatid dan spermatozoid sudah mengalami
meiosis sehingga memiliki kromosom n. Jumlah
kromosom manusia adalah 46.
5. Jawaban: e
Satu sel mikrosporosit atau sel induk mikrospora
yang mengalami mikrosporogonesis akan
menghasilkan 4 sel serbuk sari. Jadi, 20 sel induk
mikrospora akan menghasilkan 20 4 = 80 serbuk
sari.
6. Jawaban: b
Reduksi kromosom terjadi pada saat spermatosit
primer yang bersifat diploid (ditunjuk oleh nomor
2) mengalami pembelahan meiosis I membentuk
dua spermatosit sekunder yang bersifat haploid
(ditunjuk oleh nomor 3).
7. Jawaban: b
m
eio
sis

II

I badan kutub
sis
eio primer (n)
tumbuh
m
oogonium oosit primer
ootid ovum (n)

(2n)
(2n)
oosit

sekunder
badan kutub
(n)
sekunder (n)

8. Jawaban: c
Pembelahan
meiosis I

Spermatogonium
(2n)

Spermatosit
primer
(2n)

Pembelahan
meiosis II

Diferensiasi

Spermatosit
sekunder
Spermatid
(n)
(n)

Sperma
(n)

10. Jawaban: d
Spermatosit primer bersifat diploid karena belum
mengalami meiosis. Badan polar, spermatid, dan
spermatozoa merupakan hasil pembelahan
meiosis yang bersifat haploid.
B. Uraian
1. Spermatogenesis pada laki-laki terjadi seumur
hidup. Sementara itu, oogonesis pada wanita terjadi
saat wanita tersebut mengalami menopause,
biasanya terjadi pada umur 4555 tahun.
2.
No.

Pembeda

1.

Jumlah sel anak yang


fungsional
Nama sel yang dibentuk
Tempat terjadinya

2.
3.

Spermatogenesis

Oogenesis

4
Sperma
Testis

1
Sel telur
Ovarium

3. Proses pembentukan gamet betina pada alat


kelamin betina tumbuhan disebut juga
megasporogenesis. Megasporogenesis terjadi di
dalam bakal buah atau ovarium dan menghasilkan
megaspora. Sel induk megaspora mengalami
pembelahan meiosis I dan meiosis II membentuk
empat sel megaspora haploid. Pada
Angiospermae, hanya satu sel megaspora yang
fungsional dan tiga lainnya mengalami
degenerasi. Selanjutnya, sel megaspora yang
fungsional tersebut mengalami tiga kali
kariokinesis menghasilkan delapan inti haploid.
Selanjutnya, dari delapan inti tersebut, tiga inti di
mikrofil membentuk dua sel sinergid dan satu sel
telur, dua inti di tengah membentuk sel kutub,
serta tiga inti di kalaza membentuk tiga sel
antipoda.
4. Tidak. Bagian serbuk sari yang membuahi ovum
adalah inti sperma. Serbuk sari tumbuhan ketika
memasuki buluh serbuk sari mengalami perkembangan lebih lanjut. Inti serbuk sari membelah
secara mitosis membentuk tiga inti haploid yaitu
1 inti vegetatif dan 2 inti generatif. Inti generatif
terdiri atas 2 inti sperma. Kedua inti sperma
Biologi Kelas XII

33

tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Satu inti


sperma membuahi ovum dan membentuk embrio.
Adapun inti sperma yang lain membuahi kandung
lembaga membentuk endosperma yang berperan
sebagai makanan cadangan.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Ciri-ciri tahap pembelahan profase sebagai
berikut.
1) Nukleus (membran inti dan anak inti) menghilang.
2) Benang-benang kromatin membentuk
kromosom.
3) Kromosom menduplikasi diri menjadi
sepasang kromatid.
4) Sentriol membelah dan bergerak ke arah
kutub. Di sekitar sentriol terbentuk benangbenang spindel.
Tahap pembelahan berupa benang spindel
memendek dan tiap-tiap kromatid yang berpasangan berpisah juga merupakan ciri tahap
anafase. Setiap kromatid menuju bidang ekuator
merupakan ciri-ciri tahap metafase.
2. Jawaban: d
Meiosis menghasilkan empat sel anakan yang
jumlah kromosomnya separuh dari jumlah
kromosom sel induk. Jadi, sel anakan bersifat
haploid. Sementara itu, mitosis menghasilkan dua
sel anakan yang identik dengan sel induk (diploid).
3. Jawaban: c
Peristiwa yang terjadi pada tahap diploten adalah
kromosom homolog saling menjauhi sehingga
terbentuk perlekatan berbentuk X yang disebut
kiasma. Kromosom homolog saling berdekatan
dan berpasangan terjadi pada tahap zigoten.
Membran nukleus menghilang terjadi pada tahap
diakinesis. Kromatin berubah menjadi kromosom
terjadi pada tahap leptoten. Terbentuknya benangbenang spindel terjadi pada tahap diakinesis.
4. Jawaban: c
Gambar tersebut menunjukkan pembelahan sel
secara mitosis pada tahap anafase dengan ciriciri sebagai berikut.
1) Benang-benang spindel memendek.
2) Kromatid menuju kutub berlawanan.
3) Mulai terjadi sitokinesis.
34

Pembelahan Sel

5.

Serbuk sari merupakan sel kelamin jantan


tumbuhan. Pembentukan sel kelamin jantan
tumbuhan disebut mikrosporogenesis. Mikrosporogenesis terjadi dalam kepala sari. Dalam
kepala sari terdapat mikrosporosit (sel induk
mikrospora). Mikrosporosit mengalami pembelahan meiosis I dilanjutkan meiosis II sehingga
menghasilkan empat mikrospora. Mikrospora
akan berkembang membentuk serbuk sari.

Pada metafase, kromosom berada di bidang


ekuator. Pada tahap telofase mulai terbentuk
membran inti.
5. Jawaban: d
Kiasma dapat diamati pada saat kromosom
homolog saling menjauhi. Peristiwa ini terjadi pada
tahap diploten. Pada tahap zigoten, kromosom
homolog saling berdekatan dan berpasangan.
Pada tahap leptoten, kromosom berubah menjadi
kromosom. Pada tahap pakiten, tiap kromosom
melakukan replikasi sehingga terbentuk tetrad/
bivalen.
6. Jawaban: c
Ciri-ciri sel pada tahap metafase I yaitu inti dan
nukleolus menghilang (2), terbentuk benangbenang spindel (4), dan kromosom homolog
bergerak ke bidang ekuator. Ciri-ciri telofase I
yaitu membran inti dan anak inti kembali terbentuk, sel anakan berpisah (5), dan terbentuk
2 sel anakan haploid (3). Terlihat benang-benang
halus pada nukleus (1) merupakan ciri sel pada
tahap profase. Kromosom homolog berpisah dan
bergerak ke kutub berlawanan tanpa pemisahan
sentromer (6) merupakan ciri sel pada tahap
anafase I.
7. Jawaban: c
Pada semua fase pembelahan sel, kromosom
selalu terlihat, sedangkan pada interfase (fase
istirahat) kromosom tidak terlihat. Kromosom
terbentuk dari penebalan dan pemendekan
kromatin yang terjadi pada awal pembelahan sel
(profase).
8. Jawaban: b
Pada gambar terlihat bahwa sedang terjadi proses
pembelahan sel yaitu membran inti menghilang,
diikuti dengan pembentukan kromosom dari
benang kromatin. Terlihat pula dua sentriol yang
bergerak ke arah kutub yang berlawanan.
Selanjutnya, setiap kromosom melakukan
replikasi menjadi dua kromatid dengan sentromer

yang masih menyatu. Pada tahapan terakhir


tampak kromosom homolog saling menjauhi
sehingga terbentuk perlekatan berbentuk X
(terjadi peristiwa pindah silang). Tahapan
pembelahan tersebut merupakan ciri-ciri tahap
profase I pada pembelahan meiosis. Di dalam
gambar tersebut tidak terlihat adanya peristiwa
mutasi yang mengakibatkan pertukaran genetik
atau mengganggu tahapan profase.
9. Jawaban: e
1) Pada akhir profase nukleus lenyap dan
terbentuk dua pasang sentriol yang bergerak
ke arah kutub berlawanan dan terdapat
spindel.
2) Metafase II: spindel menghubungkan
sentromer dengan kutub pembelahan,
kromatid di bidang ekuator.
10. Jawaban: c
Sitokinesis adalah peristiwa terbaginya
sitoplasma menjadi dua bagian. Peristiwa ini
dimulai pada akhir anafase dan selesai pada akhir
telofase. Pada tahap awal profase, benangbenang kromatin dalam inti sel membentuk
kromosom. Pada tahap awal metafase, benangbenang spindel mengikat sentromer dari setiap
kromosom. Pada tahap awal telofase, bentuk
kromatid di kutub menjadi kompak. Pada akhir
metafase, kromosom berada di daerah ekuator.
Pada akhir telofase terjadi pembagian sitoplasma
menjadi dua bagian. Peristiwa itu disebut
sitokinesis.
11. Jawaban: e
Kromatid telah sampai di kutub berlawanan terjadi
pada tahap telofase. Peristiwa lain yang terjadi
pada tahap telofase yaitu kromatid menipis dan
memanjang membentuk kromatin, kumpulan
kromatin membentuk anak inti, terbentuk
membran nukleus di luar anak inti, dan sitokinesis
selesai.
12. Jawaban: e
Pada fase G1, sel mengalami pertumbuhan di
mana terjadi sintesis organel-organel. Pada fase
S terjadi sintesis DNA replikasi. Pada G2 sintesis
DNA replikasi selesai.
13. Jawaban: a
Profase I pada meiosis I meliputi 5 tahapan
berikut.
1) Leptoten: kromatin memendek dan menebal
(terbentuk kromosom).
2) Zigoten: sentrosom membelah menjadi dua
dan bergerak ke kutub yang berlawanan.
Kromosom homolog berpasangan disebut
bivalen/tetrad.

3)

4)
5)

Pakiten: tiap kromosom membelah menjadi


dua kromatid (duplikasi kromosom) dan
sentromer masih menyatu dan belum
membelah.
Diploten: dua kromosom homolog yang
berpasangan memisahkan diri.
Diakinesis: dua sentriol sampai pada kutub
yang berlawanan, terbentuk spindel,
membran inti, dan nukleus menghilang.

14. Jawaban: d
Pada waktu meiosis I terjadi reduksi jumlah
kromosom dari 2n menjadi n (22 buah menjadi
11). Pada profase II terjadi duplikasi kromosom
sehingga pada saat metafase II jumlah kromosom
dua kali semula yaitu 22 buah.
15. Jawaban: b
Pada saat metafase kromosom berjajar di bidang
ekuator (bidang pembelahan) sehingga mudah
untuk diamati. Terbentuknya kromatid terjadi pada
fase profase. Kromatid berubah menjadi kromatin
terjadi pada fase telofase. Kromatin berubah
menjadi kromosom terjadi pada fase profase.
Kromosom bergerak ke kutub yang berlawanan
terjadi pada fase anafase.
16. Jawaban: b
Pembelahan mitosis berfungsi untuk pertumbuhan,
perbaikan sel rusak, dan pergantian sel yang mati.
Pembelahan mitosis meliputi kariokinesis dan
sitokinesis. Pembelahan amitosis terjadi pada sel
prokariotik. Pembelahan meiosis berfungsi untuk
pembentukan gamet.
17. Jawaban: d
Tunas tersusun dari sel-sel meristem yang aktif
membelah sehingga sangat tepat untuk dijadikan
bahan pengamatan pembelahan sel secara
mitosis. Biji, daun, bunga, dan batang tersusun
dari jaringan dewasa yang sudah tidak aktif
membelah.
18. Jawaban: c
Oogenesis adalah proses pembentukan sel
kelamin betina. Proses ini terjadi di dalam
ovarium. Oviduk merupakan tempat berlangsungnya pembuahan. Uterus (rahim) merupakan
tempat perkembangan janin. Serviks merupakan
leher rahim yaitu bagian bawah rahim yang
menyempit.
19. Jawaban: a
Sel induk telur (oogonium) mengalami pertumbuhan
menjadi oosit primer. Oosit primer bermeiosis membentuk oosit sekunder dan badan kutub primer.
Badan kutub primer mengalami pembelahan
membentuk dua badan kutub sekunder, tetapi ada
juga yang mengalami degenerasi sebelum

Biologi Kelas XII

35

membelah. Oosit sekunder mengalami meiosis lagi


membentuk badan kutub sekunder dan ootid. Badan
kutub sekunder mengalami degenerasi, sedangkan
ootid berkembang menjadi ovum.
20. Jawaban: a
Pada saat megasporogenesis, megasporosit
mengalami meiosis I membentuk sepasang sel
yang bersifat haploid. Selanjutnya, sel tersebut
membentuk empat sel megaspora haploid.
21. Jawaban: d
No.

Mitosis

Meiosis

1.

Kromosom sel anak


bersifat diploid (2n)
Berfungsi untuk pertumbuhan
Menghasilkan 2 sel
anakan
Sel anakan identik
dengan sel induk
Terjadi pada sel-sel
somatis

Kromosom sel anakan


bersifat haploid (n)
Untuk menghasilkan sel
kelamin
Menghasilkan 4 sel
anakan
Sel anakan secara
genetik tidak identik
Terjadi pada sel gamet

2.
3.
4.
5.

22. Jawaban: d
Pembelahan
meiosis II

Pembelahan
meiosis I

Spermatogonium
(2n)

Diferensiasi

Sperma
(n)

23. Jawaban: e
Ciri fase profase yaitu kromosomnya menebal,
membran intinya tidak tampak, dan memiliki dua
sentriol yang tampak menuju ke kutub yang
berbeda. Kromosom berjajar di bidang ekuator
pada fase metafase. Selanjutnya kromosom
homolog menuju kutub berlawanan pada fase
anafase. Pada fase telofase, kromosom menipis
menjadi benang kromatin dan inti sel muncul
kembali. Fase interfase disebut fase istirahat.
Pada saat sel diamati tampak adanya inti sel dan
membran inti sel.
24. Jawaban: c
Gambar tersebut menunjukkan pembelahan sel
secara mitosis pada tahap metafase. Pada tahap
ini terbentuk benang-benang spindel dan
kromosom berada di bidang ekuator. Selanjutnya,
kromatid bergerak menuju kutub-kutub yang
berlawanan. Perilaku kromosom ini terjadi pada
tahap anafase. Adapun kromosom berduplikasi
menjadi dua kromatid terjadi pada tahap profase.

36

Pembelahan Sel

25. Jawaban: c
Serbuk sari yang sudah masak akan berkecambah
dan siap membuahi sel telur. Serbuk sari tersebut
mengandung satu inti vegetatif dan dua inti
generatif. Dengan demikian, serbuk sari yang
telah masak mengandung tiga inti haploid.
26. Jawaban: b
Contoh pembelahan meiosis pada pembentukan
sel spermatozoa, ovum, dan serbuk sari. Pembentukan zigot terjadi karena adanya fertilisasi
atau pembuahan inti sel sperma dengan inti sel
telur. Embrio terbentuk karena sel penyusun zigot
mengalami pembelahan mitosis.
27. Jawaban: a
Kandung lembaga yang masak terdiri dari 1 sel
telur didampingi 2 sel sinergid di daerah mikrofil,
3 antipoda di kalaza, dan 2 inti kutub yang
menyatu di tengah membentuk sel kutub.
28. Jawaban: c
Jumlah kromosom kelamin adalah setengah
jumlah kromosom sel tubuh. Setengah dari 44
adalah 22.

Spermatosit
primer
(2n)
Spermatosit
sekunder
Spermatid
(n)
(n)

Sinapsis antarkromosom homolog terjadi pada


tahap profase I pada pembelahan meiosis.
Kromosom tidak tampak, tetapi butiran kromosom
tampak jelas merupakan ciri-ciri pembelahan
meiosis pada tahap profase I.

29. Jawaban: b
Mikrosporogenesis terjadi di dalam kepala sari.
Mikrosporogenesis diawali pembelahan meiosis.
Mikrosporosit menghasilkan mikrospora.
Mikrospora berkembang menjadi serbuk sari.
Megasporosit menghasilkan megaspora yang
membelah menjadi sel telur.
30. Jawaban: c
Megasporosit mengalami pembelahan meiosis I
dan meiosis II membentuk empat sel megaspora,
tiga di antaranya kemudian mengalami degenerasi.
Inti sel megaspora sisanya mengalami tiga kali
kariokinesis sehingga terbentuk delapan inti
haploid dalam megaspora. Selanjutnya, dari
delapan inti tersebut, tiga inti di mikrofil
membentuk dua sel sinergid dan satu sel telur,
dua inti di tengah membentuk sel kutub, dan tiga
inti di kalaza membentuk tiga sel antipoda.
B. Uraian
1.

Pembelahan reduksi yaitu pembelahan sel induk


diploid (2n) menghasilkan empat sel anakan yang
haploid (n). Setiap sel anakan mengandung
separuh kromosom sel induk, yaitu haploid.
Pembelahan ini terjadi pada proses pembentukan

sel gamet (sel kelamin) yang terjadi pada organ


reproduktif. Pada hewan dan manusia, sperma
yang haploid dihasilkan di dalam testis dan dan
sel telur haploid dihasilkan di dalam ovarium. Pada
tumbuhan berbunga, sel gamet dihasilkan di
dalam putik dan benang sari.
2. Materi genetik manusia berupa DNA yang terdiri
atas gen-gen. DNA ini melekat pada protein histon
dan membentuk benang-benang kromatin yang
dapat menyerap warna. Kromatin dijumpai pada
fase profase awal yang selanjutnya mengalami
kondensasi menjadi kromosom. Kromosom ini
memiliki set duplikasi sehingga terdiri atas dua
sisi yang melekat pada bagian sentromer. Tiap
sisi kromosom disebut kromatid karena berisi
materi genetik yang identik disebut kromatid
bersaudara. Kromatid dan kromosom tampak dari
profase akhir hingga telofase sel dan paling jelas
ketika metafase sel.
3. Pada sel hewan, sitokinesis terjadi karena adanya
tarikan mikrofilamen aktif dan meiosis. Tarikan
terhadap membran sel ke dalam ini membentuk alur
pembelahan sehingga sel terbelah dua. Pada sel
tumbuhan, sitokinesis terjadi akibat vesikel-vesikel
yang membawa materi dinding sel berkumpul di
tengah sel membentuk bidang ekuator. Penyatuan
vesikel ini menjadi dinding sel baru.
4. Interfase terdiri atas tiga subfase, yaitu gap-1,
sintesis, dan gap-2. Saat gap-1, sel melakukan
sintesis DNA, organel sel diperbanyak, dan nutrisi
pembentuk DNA disiapkan. Pada fase sintesis,
terjadi replikasi DNA untuk keperluan pembelahan.
Setelah itu, sel bersiap memasuki pembelahan sel
pada gap-2.
5. Pembelahan mitosis meliputi dua proses
pembelahan yang berurutan, yaitu kariokinesis
dan sitokinesis. Kariokinesis merupakan
pembelahan suatu inti menjadi dua, sedangkan
sitokinesis merupakan pembelahan suatu sel
menjadi dua sel anakan yang masing-masing
mengandung inti sel.

6. Pada dasarnya, pembelahan sel dibedakan


menjadi 2 macam, yaitu pembelahan sel secara
langsung dan secara tak langsung. Pembelahan
sel secara langsung jika proses pembelahan tidak
didahului dengan pembentukan gelendong
pembelahan dan penampakan kromosom. Adapun
pembelahan sel secara tak langsung jika proses
pembelahan didahului dengan pembentukan
gelendong pembelahan dan penampakan
kromosom. Pembelahan sel secara langsung
disebut amitosis, sedangkan pembelahan secara
tidak langsung meliputi pembelahan mitosis dan
pembelahan meiosis.
7. Kita dapat menemukan pembelahan mitosis pada
jaringan meristem yang terletak di ujung akar,
ujung batang, maupun tunas daun. Pembelahan
ini mendorong pertumbuhan primer dan sekunder
tanaman. Pembelahan meiosis dapat kita jumpai
pada sel kelamin jantan dalam kepala sari dan
sel kelamin betina pada bakal buah. Dengan
meiosis, kepala sari menghasilkan serbuk sari dan
bakal buah menghasilkan megaspora.
8. Tahapan pembelahan sel yang ditunjukkan pada
gambar adalah tahap anafase. Peristiwa-peristiwa
yang terjadi pada tahap anafase sebagai berikut.
a. Benang-benang spindel memendek.
b. Kromatid menuju kutub berlawanan.
c. Mulai terjadi sitokinesis.
9. Tiga dari empat megaspora hasil meiosis II
mengalami degenerasi akibat sitoplasma yang
terbatas. Oleh karena itu, satu megaspora ini
menjadi bakal kandung lembaga besar yang
intinya mengalami kariokinesis 3 kali tanpa
disertai sitokinesis.
10. Sentriol terbentuk pada tahap profase. Sentriol
berguna dalam pembelahan sel dengan mengatur
benang-benang spindel melakukan panarikan
kromatid.

Biologi Kelas XII

37

Model Pengintegrasian Nilai Pendidikan Karakter


Standar Kompetensi
3. Memahami penerapan
konsep dasar dan
prinsip-prinsip hereditas serta implikasinya
pada salingtemas.

Kompetensi Dasar
3.4

Menerapkan prinsip
hereditas
dalam
mekanisme pewarisan
sifat.

Nilai
Kerja sama

Indikator
Bekerja sama selama melaksanakan praktikum.

Pada bab ini akan dipelajari:


1. Hukum Mendel dan Penyimpangan Hukum Mendel
2. Hereditas pada Manusia

Pola Hereditas

Menerapkan prinsip hereditas dalam mekanisme


pewarisan sifat

Mendeskripsikan hukum Mendel dan


penyimpangan hukum Mendel

Menjelaskan hukum Mendel


Menerapkan prinsip pewarisan sifat menurut
hukum Mendel
Menyebutkan contoh-contoh penyimpangan
hukum Mendel
Menentukan perbandingan genotipe dan
fenotipe hasil persilangan pada peristiwa
atavisme

Siswa mampu mendeskripsikan hukum Mendel


dan penyimpangan hukum Mendel

Mendeskripsikan hereditas pada manusia

Menjelaskan sifat-sifat fisik yang diturunkan


dalam satu keluarga
Menjelaskan macam-macam kelainan atau
penyakit yang diturunkan melalui autosom
dan gonosom
Menjelaskan sistem pewarisan golongan
darah

Siswa mampu mendeskripsikan hereditas


pada manusia

Siswa mampu menerapkan prinsip hereditas dalam


mekanisme pewarisan sifat

38

Pola Hereditas

F2 =

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Hukum I Mendel menjelaskan bahwa pemisahan
alel secara bebas terjadi saat pembentukan
gamet. Setiap gamet hanya mengandung salah
satu alel yang dimiliki sel induk. Pada saat pembuahan sel telur oleh sperma, saat persilangan
dan pembentukan zigot terjadi pengelompokan
gen secara bebas. Pada pembelahan sel tubuh
tidak terjadi pemisahan gen dan pengelompokan
gen secara bebas.
2. Jawaban: e
P1
= % biji keriput- ><
batang tinggi
Genotipe =
bbRr
Gamet =
bR
br
F1
=

& biji bulatbatang tinggi


BbRR
BR
br

Gamet

BR

bR

bR

BbRR
(Bulat-tinggi)

bbRR
(Keriput-tinggi)

br

BbRr
(Bulat-tinggi)

bbRr
(Keriput-tinggi)

Jadi, persentase dihasilkan keturunan berbiji


bulat, batang tinggi adalah 50%.
3. Jawaban: e
P1 :
BBKK
><
bbkk
(bulat-kuning)
(keriput-hijau)
G :
BK
bk
F1 : BbKk (bulat-kuning)
F2 :
BbKk
><
BbKk
G :
BK, Bk, bK, bkBK, Bk, bK, bk
F2 :
Gamet

BK

Bk

bK

bk

BK
Bk
bK
bk

BBKK
BBKk
BbKK
BbKk

BBKk
BBkk
BbKk
Bbkk

BbKK
BbKk
bbKK
bbKk

BbKk
Bbkk
bbKk
bbkk

Keterangan:
B_K_ = bulat-kuning
B_kk = bulat-hijau
bb K_ = keriput-kuning
bbkk = keriput-hijau

Dari persilangan tersebut dihasilkan keturunan F2


sebanyak 3.200 dengan perbandingan fenotipe
9 : 3 : 3 : 1.

bulat-kuning :bulat-hijau :keriput-kuning : keriput-hijau


9
:
3
:
3
:
1
1.800
:
600
:
600
:
200

Jadi, jumlah biji bulat-warna kuning dan biji


keriput-warna hijau adalah 1.800 dan 200.
4. Jawaban: c
P1 : AAbb >< aaBB
(merah)
(putih)
G :
Ab
aB
F1 : AaBb
(merah)
P2 : AaBb >< AaBb
(ungu)
(ungu)
F2 : 9 A_B_ = ungu
3 A_bb = merah
3 aaB_ = putih
1 aabb = putih
Jadi, rasio fenotipe F2 = 9 ungu : 3 merah : 4
putih.
5. Jawaban: e
P : Cc
><
Cc
G: C
C
c
c
F : CC letal
Cc
Cc 75% hidup
cc
6. Jawaban: d
P1 : CCRR ><
CR
F1 : CcRr
P2 : CcRr ><
F2 :

ccrr
cr
CcRr

CR

Cr

cR

cr

CR

CCRR
hitam

CCRr
hitam

CcRR
hitam

CcRr
hitam

Cr

CCRr
hitam

CCrr
krem

CcRr
hitam

Ccrr
krem

cR

CcRR
hitam

CcRr
hitam

ccRR
albino

ccRr
albino

cr

CcRr
hitam

Ccrr
krem

ccRr
albino

ccrr
albino

&

Jadi, persentase keturunan yang berambut hitam




sebesar =  100% = 56,25%.

Biologi Kelas XII

39

7. Jawaban: d
1) Kriptomeri adalah peristiwa munculnya gen
dominan jika bersama-sama dengan gen
dominan yang lainnya. Perbandingan
fenotipenya 9 : 3 : 4.
2) Gen komplementer adalah gen yang saling
melengkapi dan menimbulkan suatu sifat
baru jika saling berinteraksi, tetapi tidak
memunculkan sifat jika berdiri sendiri.
Perbandingan fenotipenya 9 : 7.
3) Epistatis dominan adalah sepasang gen yang
menutupi ekspresi gen lain yang tidak sealel
dan bersifat dominan. Perbandingan
fenotipenya 12 : 3 : 1.
4) Epistatis dominan dan resesif adalah
penyimpangan yang terjadi karena ada dua
gen dominan yang keberadaannya menghambat pengaruh salah satu gen dominan
tersebut. Perbandingan fenotipenya 13 : 3.
5) Polimeri adalah interaksi gen yang bersifat
kumulatif. Perbandingan fenotipenya 15 : 1.
8. Jawaban: e
P1
=
Genotipe =
Gamet
=
F2
=
Gamet

% kacang
kulit hitam
Hhkk
Hk, hk

hK

hk

Hk

HhKk
hitam

Hhkk
hitam

hk

hhKk
kuning

hhkk
putih

><

& kacang
kulit kuning
hhKk
hK, hk

Jadi, perbandingan keturunan dengan fenotipe


hitam : kuning : putih adalah 2 : 1 : 1.
9. Jawaban: a
P : BBMM(bulat-manis) >< bbMm(lonjong-manis)
G : BM
bM, bm
F : BbMM (bulat-manis) dan BbMm (bulat-manis)
Dari persilangan tersebut tampak bahwa semua
keturunannya berfenotipe bulat-manis.
10. Jawaban: b
P = walnut (R_P_) >< pea (rrP_)
F1 = walnut (R_P_) : rose (R_pp)
3
:
1
Pada persilangan antara walnut (R_P_) dengan
pea (rrP_) didapatkan keturunan yang berpial rose
(R_pp), maka masing-masing induk pastilah
mengandung gen p, jika dituliskan:
P = walnut (R_Pp) >< pea (rrPp)
Persilangan tersebut menghasilkan keturunan
walnut dan rose dengan rasio 3 : 1, maka genotipe
induk yang walnut harus (RRPp) bukan (RrPp)
karena jika RrPp maka akan diperoleh keturunan
yang berfenotipe rose, pea, dan single.
40

Pola Hereditas

11. Jawaban: e
Peristiwa pindah silang merupakan pemisahan
atau pertukaran bagian kromatid dari sepasang
kromosom homolog sehingga terbentuk individu
yang merupakan perpaduan dari kedua induknya
(tipe rekombinan). Peristiwa pindah silang
disebabkan karena beberapa faktor berikut.
1) Temperatur, temperatur yang kurang atau
lebih dari temperatur kamar memperbesar
kemungkinan pindah silang.
2) Umur, semakin tua umur individu semakin
besar kemungkinan terjadi pindah silang.
3) Jarak antargen, semakin jauh jarak antargen
dengan gen lainnya, semakin besar
kemungkinan terjadi pindah silang.
4) Zat kimia, zat kimia tertentu memperbesar
kemungkinan terjadi pindah silang.
12. Jawaban: d
P1 : Bunga ungu (AA) >< Bunga putih (aa)
F1 : 100 % Aa (bunga ungu)
P2 : Aa (bunga ungu) >< Aa (bunga ungu)
F2 : 1 AA (bunga ungu)
2 Aa (bunga ungu)
1 aa (bunga putih)
Sifat dominansi penuh terlihat pada fenotipe dan
genotipe F2. Perbandingan genotipe F2 pada
peristiwa dominansi penuh = 1 : 2 : 1.
Perbandingan fenotipe F 2 pada peristiwa
dominansi penuh = 3 : 1.
13. Jawaban: c
Pindah silang merupakan pertukaran sebagian
gen-gen suatu kromatid dengan gen-gen dari
kromatid pasangan homolognya.
A

b
gamet
rekombinan

 

NPS =  



=  = 0,5.
14. Jawaban: a
Gen G = daun berklorofil
Gen g = daun tidak berklorofil
Gen B = batang tinggi
Gen b = batang pendek
P1 = GgBb >< Ggbb
G1 = GB
Gb
Gb
gb
gB
gb

F1 =
Gamet

GB

Gb

gB

gb

Gb

GGBb
(hijau-tinggi)

Ggbb
(hijau-pendek)

GgBb
(hijau-tinggi)

Ggbb
(hijau-pendek)

gb

GgBb
(hijau-tinggi)

Ggbb
(hijau-pendek

ggBb
(letal)

ggbb
(letal)

Perbandingan keturunan yang memiliki fenotipe


hijau tinggi : hijau pendek = 3 : 3 = 1 : 1.
15. Jawaban: c
P1 = betina XbXb >< jantan XBY
(kuning)
(hitam)
b
G1 =
X
Y
XB
F1 =
XBXb
XbY
betina kaliko
jantan kuning
Jadi, persentase anak kucing kaliko 50%.
B. Uraian
1. Epistatis dominan dan resesif adalah penyimpangan yang terjadi karena ada dua gen
dominan yang keberadaannya menghambat
pengaruh salah satu gen dominan tersebut. Contoh
epistatis dominan resesif terjadi pada persilangan
ayam yang memiliki warna bulu berbeda-beda,
misalnya leghorn bulu putih bergenotipe IICC
dengan ayam leghorn bulu putih bergenotipe iicc
di mana gen I epistatis terhadap gen C dan c serta
gen cc epistatis terhadap I dan i. Proses
persilangannya sebagai berikut.
P
: % IICC >< & iicc
(putih)
(putih)
Gamet : IC
ic
F1
:
IiCc
: IiCc
><
IiCc
F2
F2
:

IC

Ic

iC

ic

IC

IICC
putih

IICc
putih

IiCC
putih

IiCc
putih

Ic

IICc
putih

IIcc
putih

IiCc
putih

Iicc
putih

iC

IiCC
putih

IiCc
putih

iiCC
berwarna

iiCc
berwarna

IiCc
putih

Iicc
putih

iiCc
berwarna

iicc
putih

&

ic

Catatan:
C = gen yang menghasilkan warna
c = gen yang tidak menghasilkan warna (ayam
jadi putih)

I = gen yang menghalangi keluarnya warna


(disebut gen penghalang)
i = gen yang tidak menghalangi keluarnya
warna.
2. Cara mengetahui genotipe bunga kertas tersebut
yaitu dengan melakukan test cross (uji silang).
Test cross dilakukan dengan menyilangkan
individu bunga tersebut dengan induk resesif
homozigot. Jika hasil uji menunjukkan fenotipe
yang sama, berarti bunga tersebut bergenotipe
homozigot. Jika hasil uji menunjukkan beberapa
fenotipe keturunan, berarti bunga tersebut
bergenotipe heterozigot.
a. Jika P : bunga merah >< bunga putih (mm)
F : 100% merah (Mm) maka bunga
tersebut bergenotipe MM (homozigot)
b. Jika P : bunga merah >< bunga putih (mm)
F : 50% merah (Mm)
50% putih (mm)
maka bunga tersebut bergenotipe
Mm (heterozigot)
3. Kacang ercis dipilih oleh Mendel sebagai bahan
penelitian karena memiliki variasi sifat yang
mencolok, seperti dalam tabel berikut.
Variasi Sifat
Batang
Warna bunga
Letak bunga
Warna buah
Warna kulit biji
Permukaan biji
Warna biji

Sifat Dominan

Sifat Resesif

Tinggi
Ungu
Aksial
Kuning
Abu-abu
Bulat
Hijau

Rendah
Putih
Terminal
Hijau
Putih
Keriput
Kuning

Selain karena memiliki variasi sifat yang mencolok,


kacang ercis berumur pendek, mudah tumbuh, dan
mudah melakukan pernyerbukan sendiri.
4.
: & redep >< % redep
P1
Genotipe :
Cc
Cc
Gamet :
C
C
c
c
F1
:
%
C

CC
(letal)

Cc
(redep)

Cc
(redep)

cc
(normal)

&

a.

Perbandingan genotipe F1 adalah


CC : 2Cc : cc
Perbandingan fenotipe F1 adalah
letal : redep : normal = 1 : 2 : 1
Biologi Kelas XII

41

b.
c.

Perbandingan genotipe F 1 hidup adalah


Cc : cc = 2 : 1
Kemungkinan telur yang menetas sebagai

b.

Peristiwa pindah silang dipengaruhi oleh


beberapa faktor, seperti temperatur (temperatur
yang kurang atau lebih dari temperatur kamar
memperbesar kemungkinan pindah silang),
umur (semakin tua umur individu semakin
besar kemungkinan terjadi pindah silang), jarak
antargen (semakin jauh jarak antargen dengan
gen lainnya, semakin besar kemungkinan
terjadi pidah silang), dan zat kimia (zat kimia
tertentu memperbesar kemungkinan terjadi
pindah silang).

ayam normal adalah  20 = 5 ekor.


5. a.

NPS = jumlah tipe rekombinan/jumlah total


keturunan 100%
=
=

 + 





100%
100%

= 10%

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Wanita carrier yang bergenotipe x Hx h dapat
menghasilkan 2 macam ovum, yaitu ovum xH dan
ovum xh. Jika wanita ini menikah dengan laki-laki
normal (xHY), ada kemungkinan anak laki-lakinya
menderita hemofilia.
P : xHxh >< xHY
xH
G : xH
h
x
Y
H
H
P : x x & normal
xHxh & carrier
xHY % normal
xhY % hemofilia
2. Jawaban: d
Ayah
P
= IAIO (A)
Gamet = IA
IO

Ibu
IA IO (A)
IA
IO

F : IA IO (golongan darah A), IA IA (golongan


darah A), IO IO (golongan darah O)
3. Jawaban: a
Hemofilia merupakan kelainan yang ditentukan
oleh gen resesif terpaut kromosom X.
Diagram persilangan laki-laki hemofilia dengan
wanita normal:
P1 : XHXH >< XhY
F1 :
%

&
XH
XH

42

Xh

XHXh (carrier)

XHY (normal)

XHXh (carrier)

Pola Hereditas

XHY (normal)

Tidak ada kemungkinan lahirnya anak laki-laki


hemofilia.
4. Jawaban: c
FKU adalah kelainan genetik yang disebabkan
oleh gen resesif.
Firman
Nani
P
= Iph Iph (A)
IPH Iph (A)
ph
Gamet = I
IPH
Iph
PH
ph
ph
ph
F : I I (carrier), I I (FKU)
Jadi, kemungkinan anaknya yang menderita FKU
adalah 50%.
5. Jawaban: e
Penyakit atau kelainan yang diturunkan melalui
gonosom adalah penyakit yang disebabkan oleh
gen yang terpaut pada kromosom kelamin
(kromosom X atau Y), contoh buta warna,
hemofilia, dan anodontia. Adapun kelainan,
seperti albino, FKU, dan anonychia adalah
kelainan yang diturunkan melalui gen autosom
yakni gen yang terpaut pada kromosom tubuh
(AA).
6. Jawaban: d
P : TtAa ><
G : TA
Ta
tA
ta
F :

&

TtAa
TA
Ta
tA
ta

TA

Ta

tA

ta

TA

TTAA

TTAa

TtAA

TtAa

Ta

TTAa

TTaa

ttAa

Ttaa

tA

TtAA

TtAa

ttAA

ttAa

ta

TtAa

Ttaa

ttAa

ttaa

Perbandingan fenotipe keturunan:


T_A_ (tinggi-normal) = 9

T_aa (tinggi-albino) = 3
100% = 6,25%

ttA_ (pendek-normal)= 3
ttaa (pendek-albino) = 1
7. Jawaban: e
Polidaktili adalah kelainan yang ditentukan oleh
gen dominan.
P1 : % Pp >< & Pp
F1 :
%

&

PP (polidaktili)

Pp (polidaktili)

Pp (polidaktili)

pp (normal )

Kemungkinan lahir anak polidaktili adalah 75%.


Jadi, dari kedelapan orang anaknya, yang kemungkinan polidaktili adalah 75% 8 = 6 orang.
8. Jawaban: c
Sifat albino ditentukan oleh alel resesif autosomal. Diagram persilangan antara laki-laki carrier
albino dengan wanita carrier albino sebagai
berikut.
P1
= % carrier albino >< & carrier albino
Genotipe =
Aa
AA
Gamet =
A,a
A,A
F2
=
%
A
A
&
A

AA

Aa

Aa

aa

Jadi, keturunan yang dihasilkan 25% normal


homozigot, 50% normal carrier albino (normal
heterozigot, dan 25% albino.
9. Jawaban: d
Anak bergolongan darah O memiliki genotipe IOIO.
Satu gen I O berasal dari ibunya (ibunya
bergenotipe IAIO) dan satu gen IO berasal dari
ayahnya. Jadi, kemungkinan golongan darah
ayahnya adalah golongan A (bergenotipe IAIO)
golongan B (bergenotipe IBIO), dan golongan O
(bergenotipe IOIO).
Jadi, laki-laki itu bisa menolak tuduhan sebagai
ayah anak tersebut jika dia bergolongan darah
AB.
10. Jawaban: c
Polidaktili ditentukan oleh gen dominan P. Penderita
polidaktili heterozigot bergenotipe Pp.
Diagram perkawinan sepasang suami istri yang
mempunyai kelainan polidaktili heterozigot
sebagai berikut.

P
=
Gamet =

Pp
><
Pp
P
P

p
F
= PP = 1 penderita polidaktili homozigot
Pp = 2 penderita polidaktili heterozigot
pp = 1 berjari normal
Jadi, kemungkinan keturunannya bersifat


polidaktili heterozigot =  = 50%.


11. Jawaban: b
1) Penderita gangguan mental FKU tidak dapat
melakukan metabolisme fenilalanin. Fenilalanin
akan tertimbun dalam darah kemudian dibuang
bersama urine. Asam fenil piruvat dalam
fenilalanin mengakibatkan kerusakan sistem
saraf. Oleh karena itu, penderita FKU tidak
boleh mengonsumsi makanan/minuman
yang mengandung fenilalanin.
2) Aspartam merupakan zat aditif buatan
sebagai pemanis.
3) Asam sitrat merupakan zat aditif untuk
memberi rasa asam dan segar pada
minuman kemasan.
4) Natrium benzoat digunakan sebagai
pengawet.
5) Karmoisin adalah zat pewarna makanan
buatan.
12. Jawaban: c
Orang bergolongan darah RH + mempunyai
anti gen Rh, sedangkan orang bergolongan
darah Rh tidak mempunyai antigen Rh dalam
eritrositnya. Jika ada antigen Rh masuk ke dalam
tubuh orang bergolongan darah Rh, dalam darah
orang tersebut akan terbentuk antibodi Rh. Hal
ini terjadi dalam kasus:
a. seorang bergolongan darah Rh menerima
transfusi darah Rh+;
b. seorang ibu Rh mengandung bayi Rh+.
13. Jawaban: b
Wanita normal yang ayahnya buta warna akan
memiliki genotipe X CB X cb . Wanita tersebut
menikah dengan pria normal dengan diagram
perkawinan sebagai berikut.
P1
: wanita XCBXcb >< laki-laki XCBY
Gamet :
XCB
XCB
cb
X
Y
CB
CB
F2
: wanita normal (X X ), laki-laki normal
(XCBY), wanita carrier (XCBXcb), laki-laki
buta warna (XcbY)
Jadi, kemungkinan akan lahir anak laki-laki buta

warna sebesar  100% = 25%.

Biologi Kelas XII

43

14. Jawaban: c
Sifat botak ditentukan oleh gen yang dipengaruhi
jenis kelamin. Genotipe BB bersifat botak.
Genotipe Bb pada laki-laki mengakibatkan sifat
botak, tetapi pada perempuan tidak mengakibatkan sifat botak. Diagram persilangan individu
bergenotipe heterozigot sebagai berikut.
% XBYb
><
& XBXb
P1 :
laki-laki
perempuan
botak
tidak botak
F1 :
%

XB

Yb

XB

X BX B
(perempuan botak)

XBYb
(laki-laki botak)

Xb

XBXb
(perempuan tidak botak)

XbYb
(laki-laki tidak botak)

&

Jadi, kemungkinan anak laki-laki mereka yang


mempunyai fenotipe tidak botak adalah 25%.
15. Jawaban: d
P : % PpTt >< & pptt
G : PT
pt
Pt
pT
pt
F1 = PpTt = polidaktili dan perasa PTC (25%)
Pptt = polidaktili dan tidak perasa PTC (25%)
ppTt = normal dan perasa PTC (25%)
pptt = normal dan tidak perasa PTC (25%)
B. Uraian
1. Sifat yang tampak (fenotipe) individu ditentukan
oleh genotipe. Sifat resesif sering tidak muncul
saat berada dengan gen dominan lainnya. Sifat
resesif tersebut dapat berupa sifat yang
merugikan jika muncul. Dalam keluarga, suatu
individu heterozigot jika menikah dengan
sesamanya dapat memunculkan sifat resesif yang
dibawanya. Jadi perkawinan kerabat dekat
memungkinkan munculnya sifat-sifat resesif yang
tersembunyi. Berkumpulnya sifat resesif ini
memungkinkan munculnya sifat-sifat fenotipe
yang merugikan.
2. Gen holandrik adalah gen penyebab kelainan yang
terpaut kromosom Y. Kelainan yang disebabkan gen
ini hanya diturunkan kepada anak laki-laki. Contoh
kelainan yang disebabkan oleh gen holandrik yaitu
hypertrychosis, hystrixgraviour, dan webbed toes.
Hypertrychosis adalah tumbuhnya rambut di lubang
telinga. Sifat ini dikendalikan oleh gen resesif terpaut
kromosom Y. Hystrixgraviour (penyakit bulu landak)
disebabkan oleh gen hg yang mengakibatkan
tumbuhnya rambut panjang dan kaku di seluruh
44

Pola Hereditas

tubuh. Sifat normal dikendalikan gen Hg. Webbed


toes merupakan kelainan tumbuhnya selaput pada
jari terutama kaki seperti kaki katak. Penyebabnya
adalah gen resesif wt, sedangkan sifat normal
dikendalikan gen dominan Wt.
3. Eritoblastosis fetalis adalah penyakit anemia parah
yang mengakibatkan kematian pada bayi yang
dilahirkan karena di dalam darahnya hanya ada
eritroblas (eritrosit yang belum matang). Penyakit
ini muncul karena perkawinan perempuan Rh
dengan laki-laki Rh+, kemudian mengandung janin
Rh+. Hal ini berdampak buruk pada janin. Darah
janin yang mengalir dalam tubuh ibunya melalui
plasenta mengandung antigen Rh. Keadaan
tersebut merangsang terbentuknya anti-Rh.
Selanjutnya, anti-Rh dalam darah ibu mengalir ke
tubuh janin dan mengakibatkan kerusakan sel
darah merah. Biasanya janin tersebut masih dapat
diselamatkan hingga lahir. Pada kehamilan kedua
dan berikutnya, bayi Rh + akan menderita
eritoblastosis fetalis, bayi tersebut meninggal
dalam kandungan karena eritrositnya banyak yang
rusak.
4.
P1
= XHY >< XHXh
Gamet = XH
XH
Y
Xh
H
h
F1
= X X
XHY
H
H
X X
XhY
Kemungkinan anak mereka:
Perempuan normal XHXH = 25%
Perempuan carier XHXh = 25%
Laki-laki hemofilia XhY
= 25%
Laki-laki normal XHY
= 25%
Jadi, persentase anak laki-laki yang menderita
hemofilia sebesar 25%.
5.
P
Gamet
F1
P2
Gamet

=
=
=
=
=

KKss >< kkSS


Ks
kS
KkSs
KkSs >< kkss
KS
ks
Ks
kS
ks
F2
= KkSs: berambut keriting bermata sipit
Kkss : berambut keriting bermata lebar
kkSs : berambut lurus bermata sipit
kkss : berambut lurus bermata lebar
Jadi, keturunan mereka yang berambut lurus dan

bermata sipit adalah  8 = 2 orang anak.

Keturunan bergenotipe gg bersifat letal sehingga


persentase keturunan yang hidup = 100% 25%
= 75%.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Dari soal tersebut diketahui bahwa:
P1 = AAbb (merah) >< aaBB (putih)
G =
Ab
aB
F1 = AaBb (ungu)
P2 = AbBb (ungu) >< Aabb (merah)
G = AB, Ab, aB, ab
Ab, ab

5. Jawaban: e
Tipe induk = tubuh kelabu-sayap panjang dan tipe
hitam-sayap pendek.
Tipe rekombinan = tubuh hitam-sayap panjang
dan tubuh kelabu-sayap pendek.
"   #  

Gamet

AB

Ab

aB

Ab

Ab

AABb
(ungu)

AAbb
(merah)

AaBb
(ungu)

AAbb
(merah)

ab

AaBb
(ungu)

Aabb
(merah)

aaBb
(putih)

Aabb
(merah)

F2 = ungu : putih : merah


3
1
4
2. Jawaban: a
Persilangan pohon mangga buah bulat-manis
(BBMM) dengan pohon mangga buah lonjongasam (bbmm) menghasilkan F1 dengan fenotipe
buah bulat-manis (BbMm) 100%. Persilangan
sesama F1 akan menghasilkan keturunan yang
mempunyai fenotipe sama dengan salah satu
induknya. Keturunan F2 memiliki perbandingan
fenotipe 9 : 3 : 3 : 1. Pada F2 muncul empat
macam sifat, yaitu buah bulat-manis (sama
dengan induk), buah lonjong-asam (sama dengan
induk), buah bulat-asam (perpaduan sifat dari
kedua induk), dan buah lonjong-manis
(perpaduan sifat dari kedua induk).
3. Jawaban: d
P
= Hhkk >< hhKk
Gamet = Hk, hk
hK, hk
F1
=
Gamet
Hk

hk

hK

HhKk
(hitam)

hhKk
(kuning)

hk

Hhkk
(hitam)

hhkk
(putih)

4. Jawaban: e
P
= Gg >< Gg
Gamet = G, g
G, g
F1
=
Gamet
Hk

hk

GG
(hijau)

Gg
(hijau)

Gg
(hijau)

gg
(letal)

NPS = "     



100%
=
=

 + 
100%
$

100% = 83%
$

6. Jawaban: c
P
= BbKk >< BbKk
Gamet =
BK
BK
Bk
Bk
bK
bK
bk
bk
F1 = Gamet
BK
Bk
BK
Bk
bK
bk

BBKK
BBKk
BbKK
BbKk

BBKk
BBkk
BbKk
Bbkk

bK

bk

BbKK
BbKk
bbKK
bbKk

BbKk
Bbkk
bbKk
bbkk

Jadi, persentase keturunan yang bergenotipe




BbKk =  100% = 25%.


7. Jawaban: d
P : HhKk (biji hitam) >< hhKk (biji kuning)
F1 :
Gamet

hK

hk

HK
Hk
hK
hk

HhKK (hitam)
HhKk (hitam)
hhKK (kuning)
hhKk (kuning)

HhKk (hitam)
Hhkk (hitam)
hhKk (kuning)
hhkk (putih)

Jadi, perbandingan fenotipe F1 adalah


hitam : kuning : putih = 4 : 3 : 1.
8. Jawaban: c
Persilangan antarpohon mangga berbuah besarasam dan mangga berbuah kecil-manis.
P : besar-asam >< kecil-manis
mmBB
MMbb
F1 :
MmBb
(besar-manis)

Biologi Kelas XII

45

F2 :

F1
MmBb

><

F1
MmBb

Rasio fenotipe F2:


3 manis 3 besar 9 besar-manis
1 kecil 3 kecil-manis
1 asam 3 besar 3 besar-asam
1 kecil 1 kecil-asam
Jadi, persentase F2 yang mempunyai fenotipe
$
ukuran kecil dan rasa manis 

ekor pendek adalah  48 = 9 ekor.


10. Jawaban: e
P1
: & kelinci kelabu >< % kelinci himalaya
Genotipe :
Cc
cch
F1
:
Gamet

ch

Cc
(kelabu)

Cch
(kelabu)

cc
(albino)

cch
(himalaya)

LB

IB

LIBB
(lebar-rambut hitam)

lb

LIBb
(lebar-rambut kelabu)

Jadi, persentase fenotipe keturunannya yang bertelinga lebar-rambut hitam adalah





100% = 50%.

13. Jawaban: c
P
= AaBbCcDd, gen C, dan gen D bertautan
Gamet = ABCD, AbCD, aBCD, abCD, ABcd,
Abcd, aBcd, abcd
Jadi, gamet yang terbentuk sebanyak 8 macam.
14. Jawaban: a
Pada peristiwa gen V terpaut gen A dan gen v
terpaut gen a maka induk bergenotipe VVAa akan
menghasilkan gamet VA dan va serta induk
bergenotipe vvaa akan menghasilkan gamet va.
Diagram persilangan kedua induk sebagai berikut.
P : % VvAa >< & vvaa
G :
VA
va
va
F : VvAa
vvaa
Jadi, perbandingan genotipe keturunannya =
VvAa: vvaa = 1 : 1.
15. Jawaban: e
Hemofilia disebabkan oleh gen terpaut X dan
bersifat resesif.

Perbandingan fenotipe F2
= kelabu : himalaya : albino
=
2
:
1
: 1

P1

11. Jawaban: d
P
= RrPp
>< rrPp
Gamet = RP, Rp, rP, rp
rP, rp
F1
=

RP

Rp

rP

rp

rP

RrPP
(walnut)

RrPp
(walnut)

rrPP
(pea)

rrPp
(pea)

rp

RrPp
(walnut)

Rrpp
(rose)

rrPp
(pea)

rrpp
(single)

ayah XhY

><

ibu XHXH

Xh
XH
Y
H
F1
= wanita X Xh atau pria XHY
P2
=
XHXh
><
XHY
(normal carrier)
(pria normal)
H
Gamet =
X
XH
h
X
Y
h
H
H
H
h
H
F2
= X Y, X X , X X , X Y
Kemungkinan fenotipe anak-anaknya = 75%
normal (bergenotipe XHXh, XHXH, dan XHY), 25%
hemofilia (bergenotipe XhY).
Gamet =

Gamet

Pola Hereditas

12. Jawaban: d
P
= LLBB >< llBb
Gamet = LB
lB, lb
F1
= Gamet

100% = 18,75%.

9. Jawaban: c
Diagram persilangan ikan hias warna merah-ekor
pendek (RRpp) dengan ikan warna hitam-ekor
panjang (rrPP) sebagai berikut.
P1 :
RRpp
><
rrPP
(merah-pendek) (hitam-panjang)
F1 : RrPp (merah-panjang)
RrPp
><
RrPp
P2 :
(merah-panjang) (merah-panjang)
F2 : 9 R_P_ (merah-panjang)
3 R_pp (merah-pendek)
3 rrP_ (hitam-panjang)
1 rrpp (hitam-pendek)
Jadi, kemungkinan keturunan ikan warna merah-

46

Jadi, perbandingan fenotipe keturunannya


= walnut : rose : pie : single
=3:1:3:1

16. Jawaban: a
Buta warna merupakan kelainan menurun yang
ditentukan oleh gen resesif dan terpaut kromosom
X. Anak laki-laki mewarisi gen X dari ibunya.
Kelahiran anak laki-laki buta warna menunjukkan
bahwa ibunya adalah carrier buta warna.
Perhatikan diagram berikut.
P : & XCBXcb >< % XCBY
normal
normal
G :
XCB
XCB
Xcb
Y
CB
CB
F1 : X X = & normal (25%)
XCBXcb = & normal carrier (25%)
XCBY = % normal (25%)
XcbY = & buta warna (25%)
17. Jawaban: b
P
=
DdPp
><
DdPp
Gamet = DP, Dp, dP, dp
DP, Dp, dP, dp
=
F1
Gamet

DP

Dp

dP

dp

G : BD, Bd, bD, dan bd


F1 : BbDd = abu-abu-sayap panjang
Bbdd = abu-abu-sayap pendek = 25
bbDd = hitam-sayap panjang = 15
bbdd = hitam-sayap pendek
Jumlah keturunan sebanyak 800 ekor
Jadi, persentase gen yang mengalami pindah
 + 

silang = &



= & 100% = 5%.

20. Jawaban: a
P : & AaTt >< % aaTt
G :
AT
aT
At
at
aT
at
F1 :

&

AT

At

aT

at

aT

AaTT
(normalperasa PTC)

AaTt
aaTT
aaTt
(normal(albino(albinoperasa PTC) perasa PTC) perasa PTC)

at

AaTt
(normalperasa PTC)

Aatt
aaTt
(normal-buta
(albinokecap)
perasa PTC)

aatt
(albinobuta kecap)

DP

DDPP
DDPp
DdPP
DdPp
(normal(normal(dexter(dexterbertanduk) bertanduk) bertanduk) bertanduk)

Dp

DDPp
(normalbertanduk)

dP

DdPP
DdPp
(dexter(dextebertanduk) bertanduk)

ddPP
(letal)

ddPp
(letal)

Perbandingan genotipe F1 = AaTT : AaTt : Aatt :


aaTT : aaTt : aatt = 1 : 2 : 1 : 1 : 2 : 1.
Perbandingan fenotipe F 1 = normal-perasa
PTC : normal-buta kecap : albino-perasa : albinobuta kecap = 3 : 1 : 3 : 1.
Persentase keturunan normal-perasa PTC

dp

DdPp
(dexterbertanduk)

ddPp
(letal)

ddpp
(letal)

= & 100% = 37,5%


Persentase keturunan normal-buta kecap

DDpp
DdPp
Ddpp
(normal(dexter(dextertidak
bertanduk)
tidak
bertanduk)
bertanduk)

Ddpp
(dextertidak
bertanduk)

Jadi, sapi normal-tidak bertanduk = 1, sapi normalbertanduk = 3, sapi dexter-tidak bertanduk = 2,


dexter-bertanduk = 6.
18. Jawaban: b
Berdasarkan peta silsilah tersebut, orang tua X
bergolongan darah O (I O I O ) dan A (I A I A ).
Kemungkinan fenotipe dan genotipe X sebagai
berikut.
P = (IOIO) >< (IAIO)
G=
IO
IA, IO
F = I A I O (bergolongan darah A) dan (bergolongan darah O)
19. Jawaban: c
P :
abu-abu
><
hitam
sayap panjang
sayap pendek
Bb, Dd
bb, dd

= & 100% = 12,5%


Persentase keturunan albino-perasa PTC
$

= & 100% = 37,5%


Persentase keturunan albino-buta kecap

= & 100% = 12,5%


21. Jawaban: c
Warna rambut kucing dipengaruhi oleh gen B
yang terpaut kromosom X. Kucing bergenotipe
XBXB menunjukkan kucing betina berambut hitam.
XBXb menunjukkan kucing betina yang memiliki
rambut tiga warna, XBY menunjukkan kucing
jantan berambut hitam, dan XbY menunjukkan
kucing jantan berambut kuning. Gagal berpisah
mengakibatkan bertambah atau berkurangnya
kromosom dalam sel. Pindah silang merupakan
pertukaran bagian kromatid dari sepasang
kromosom homolog. Gen letal adalah gen-gen

Biologi Kelas XII

47

yang dalam keadaan homozigot mengakibatkan


kematian individu. Gen linkage yaitu gen-gen
dalam satu kromosom yang tidak dapat
memisahkan diri saat pembelahan sel.
22. Jawaban: e
Misalnya gen terpaut kromosom X pada pria
tersebut adalah G, berarti gonosom pria tersebut
adalah XGY. Jika dianggap bahwa pria tersebut
menikah dengan wanita normal, diagram
pernikahannya sebagai berikut.
P = XGY >< XX
G = XG
X
Y
F = XGX (anak perempuan)
XY (anak laki-laki)
Jadi, sifat pada gen terpaut kromosom X pada
pria seluruhnya diwariskan kepada anak
perempuannya.
23. Jawaban: b
Buta warna dan hemofilia merupakan kelainan
yang terpaut pada kromosom seks. Sementara
itu, anonychia, albino, dan talasemia merupakan
keturunan genetik yang tidak bergantung pada
jenis kelamin. Gen-gen tersebut terletak pada
autosom.
24. Jawaban: c
Uji silang (test cross) bertujuan untuk mengetahui
suatu individu bersifat homozigot atau heterozigot.
Apabila hasil uji silang menunjukkan beberapa
fenotipe keturunan, berarti individu yang diuji
bersifat heterozigot. Sementara itu, individu yang
diuji bersifat homozigot jika hasil uji silang
menunjukkan fenotipe keturunan yang sama.
25. Jawaban: e
Diagram perkawinan:
P : & Bb >< % bb
G :
B
b
b
F : Bb
bb
Genotipe keturunan adalah Bb dan bb. Jadi,
kemungkinan fenotipe keturunan sebagai berikut.
a. Anak laki-laki, sebagian botak (Bb), sebagian
tidak botak (bb).
b. Anak perempuan, semuanya tidak botak (Bb
dan bb).
26. Jawaban: e
Golongan darah anak ada yang O, berarti kedua
orang tuanya bergenotipe heterozigot.

48

Pola Hereditas

Bukti:
P : IAIO >< IBIO
G : IA, IO
IB, IO
F1 : IAIB, IAIO, IBIO, IOIO
Fenotipe AB, A, B, O.
27. Jawaban: b
P1 : & XHXh >< % XhY
Xh
G :
XH
Xh
Y
H
h
F1 : X X = anak perempuan normal carrier
XhXh = anak perempuan hemofilia
XHY = anak laki-laki normal
XhY = anak laki-laki hemofilia
Perbandingan fenotipe F1
= anak perempuan normal carrier : anak
perempuan hemofilia : anak laki-laki normal :
anak laki-laki hemofilia
=1:1:1:1
Pernyataan yang benar sebagai berikut.
1) 25% anak perempuan menderita hemofilia
2) 25% anak laki-laki normal
3) 25% anak perempuan normal
4) 25% anak perempuan hemofilia
28. Jawaban: e
Anodontia ditentukan oleh gen a terpaut pada
kromosom X.
Diagram perkawinan sebagai berikut.
P1 : XAXA >< XaY
G : XA
Xa
Y
F1 : XAY
XAXa
P2 : XAXa >< XAY
G : XA
XA
Xa
Y
A
A
F2 : X X (25%) = perempuan normal
XAXa (25%) = perempuan normal carrier
XaY (25%) = laki-laki anodontia
XAY (25%) = laki-laki normal
Jadi, persentase cucu berjenis kelamin
perempuan dan tidak menderita anodontia
sebesar 50%.
29. Jawaban: a
Buta warna ditentukan oleh gen resesif yang
terpaut kromosom X. Berdasarkan diagram
perkawinan tersebut diketahui bahwa anak lakilaki mengalami kelainan buta warna dan

bergenotipe XcbY. Ayah normal memiliki genotipe


XCBY. Hal ini berarti gen pembawa sifat buta
warna diperoleh dari ibu. Dengan demikian, ibu
bersifat carrier buta warna dengan genotipe
XCBXcb.
30. Jawaban: c
Berdasarkan pada soal tersebut yang mengalami
kelainan genetik hanya seluruh anggota keluarga
yang berjenis kelamin laki-laki, sedangkan yang
berjenis kelamin wanita tidak mengalami kelainan.
Hal ini menunjukkan adanya gen yang terpaut
pada gonosom Y.

karena adanya nondisjunction selama induknya


jantan membentuk gamet.
Diagram perkawinan sebagai berikut.
P : & XbXb >< % XBY
G :
Xb
XBY
b
O
X
B
b
F1 : X X Y
XbO
jantan kaliko

3.
P1

CP

Cp

cP

cp

CP

CCPP
ungu

CCPp
ungu

CcPP
ungu

CcPp
ungu

Cp

CCPp
ungu

CCpp
putih

CcPp
ungu

Ccpp
putih

cP

CcPP
ungu

CcPp
ungu

ccPP
putih

ccPp
putih

cp

CcPp
ungu

Ccpp
putih

ccPp
putih

ccpp
putih

&

Jadi, perbandingan fenotipe F2 = ungu : putih =


9 : 7.
2. Pada kucing, gen penentu warna rambut terpaut
pada kromosom X. Akibatnya, kucing kaliko selalu
berkelamin betina. Namun, kadang-kadang ada
kucing kaliko yang berjenis kelamin jantan. Kucing
tersebut mempunyai kelebihan kromosom X

Gamet =

B. Uraian
1. Gen-gen komplementer adalah gen yang saling
berinteraksi dan saling melengkapi sehingga
memunculkan fenotipe tertentu. Apabila ada salah
satu gen tidak hadir, karakter fenotipe tersebut
tidak muncul atau tidak sempurna.
Contoh persilangan pada warna bunga Lathyrus
odoratus. Terdapat dua gen yang saling berinteraksi dalam memunculkan pigmen bunga.
P = CCpp ><
ccPP
putih
putih
B = Cp
cP
F1 =
CcPp
ungu
Perbandingan fenotipe: 100% ungu
Perbandingan genotipe: 100% CcPp
P =
CcPp
><
CcPp
ungu
ungu
B = CP, Cp, cP, cp
CP, Cp, cP, cp
F2 =

betina kuning

F1

P2

XMXM

><

XM
XMXm
XMY
XMXm

XmY
Xm
Y

><

XMY

XM
XM
Xm
Y
= XMXM : XMXm : XmY : XMY

Gamet =
F2

Jadi, perbandingan fenotipe keturunannya adalah


2 betina mata merah : 1 jantan mata putih :
1 jantan mata merah.
4.
a.

b.

P = Dd >< Dd
G = D
D
d
d
F1 = DD = 1
Dd = 2
dd = 1
Perbandingan genotipe F
= DD : Dd : dd
= 1 : 2 : 1
Perbandingan fenotipe F
= normal : dexter : letal
=1:2:1
Anak sapi dexter homozigot memiliki kaki
yang sangat pendek dan muka seperti anjing
bulldog. Anak sapi tersebut biasanya lahir
dalam keadaan mati atau hidup dalam waktu
singkat.

5. Empat faktor yang memengaruhi pindah silang


sebagai berikut.
P : IAIO >< IBIO
G :
IA
IB
IO
IO
F1 : IAIB = golongan darah AB
IOIO = golongan darah O
IAIO = golongan darah A
IBIO = golongan darah B

Biologi Kelas XII

49

Jadi, anak-anak mereka kemungkinan bergolongan darah A, B, AB, dan O.


6. Sifat hemofilia ditentukan oleh gen h resesif
homozigot terpaut kromosom X. Laki-laki dan
perempuan berpeluang sama menderita
hemofilia. Pada perkawinan perempuan carrier
hemofilia dengan laki-laki hemofilia, diperoleh
hasil sebagai berikut.

Xh

XH

XHXh
(perempuan carrier)

XH Y
(laki-laki normal)

Xh

XhXh
(perempuan hemofilia)

Xh Y
(laki-laki hemofilia)

&

Namun, perempuan hemofilia jarang ditemui


hidup sampai dewasa. Umumnya mereka
meninggal pada saat menstruasi pertama.
7. Bayi pertama selamat, tetapi bayi kedua dan
seterusnya tidak pernah selamat karena darah
janin akan masuk ke darah ibu lewat plasenta
yang mengakibatkan darah ibu membentuk antigen Rh+. Jika ibu mengandung bayi kedua, darah
janin akan dianggap sebagai benda asing yang
akan dihancurkan oleh antigen Rh+ sehingga
eritrosit bayi banyak yang rusak. Akibatnya, bayi
akan meninggal dunia.
8. Diketahui:
1) Anak laki-laki buta warna = XcbY
2) Anak perempuan buta warna = XcbXcb
Berdasarkan sifat genetik yang diturunkan kepada
anaknya maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
1) Ayah = buta warna (XcbY)
2) Ibu = carrier buta warna (XCBXcb) atau buta
warna (XcbXcb)
Diagram perkawinan sebagai berikut.
1) P : & XCBCcb >< % XcbY
G : XCB, Xcb
Xcb, Y
CB
cb
F1 : X X & carrier
XCBY % normal
XcbXcb & buta warna
XcbY % buta warna

50

Pola Hereditas

2)

P : & XcbCcb >< % XcbY


Xcb
G :
Xcb
Y
cb
F1 : X Y % buta warna
XcbXcb & buta warna

9. Pewarisan gigi cokelat berlangsung secara


bersilang karena semua anak perempuan akan
menerima sifat menurun dari ayah sehingga
giginya cokelat. Sementara itu, anak laki-laki
menerima sifat menurun dari ibunya. Gigi cokelat
mudah rusak karena kekurangan email. Kelainan
genetis ini ditentukan oleh gen B yang terpaut
kromosom X.
P :
& XbXb
><
% XBY
normal
gigi cokelat
G :
Xb
XB
Y
B
b
XbY
F :
X X
& gigi cokelat
% gigi normal
10. Diketahui:
Genotipe orang nomor 5 = XHXh (wanita carrier)
Genotipe orang nomor 7 = XHXH (wanita normal)
Genotipe orang nomor 8 = XhY (pria hemofilia)
Genotipe orang nomor 9 = XHY (pria normal)
Genotipe orang nomor 10 = XHXh (wanita carrier)
Berdasarkan genotipe-genotipe tersebut dapat
disusun diagram perkawinan berikut.
P1 : & XhY (1) >< % XHXH (2)
G1 :
Xh
XH
Y
F1 : XHXh (5)
XHY (3 dan 4)
P2 : % XHXh (5) >< & XHY (6)
G2 :
XH
XH
Xh
Y
F2 : XHXH = wanita normal (7)
XHXh = wanita carrier (10)
XHY = pria normal (9)
XhY = pria hemofilia (8)

Model Pengintegrasian Nilai Pendidikan Karakter


Standar Kompetensi
3. Memahami penerapan
konsep dasar dan
prinsip hereditas serta
implikasinya
pada
salingtemas.

Kompetensi Dasar
3.5

Menjelaskan peristiwa
mutasi dan implikasinya pada salingtemas.

Nilai

Indikator

Kerja sama

Bekerja sama untuk menyelesaikan tugas dalam tim


atau kelompok.

Pada bab ini akan dipelajari:


Mutasi dan Dampaknya bagi Manusia

Mutasi

Menjelaskan mutasi dan dampaknya bagi manusia

Menjelaskan macam-macam mutasi


Menjelaskan macam-macam mutasi gen
Mendeskripsikan pengaruh delesi dan substitusi
terhadap pembacaan gen
Menjelaskan macam-macam mutasi kromosom
Memprediksi jenis kelainan yag dapat ditimbulkan
dari proses Nondisjunction
Membedakan mutasi alami dan mutasi buatan
Menjelaskan dampak mutasi bagi makhluk hidup

Siswa mampu menjelaskan mutasi dan implikasinya.

Biologi Kelas XII

51

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: a
Mutasi merupakan peristiwa perubahan materi
genetik (DNA) pada organisme. Mutasi selain
mendatangkan dampak merugikan juga mendatangkan banyak keuntungan bagi yang bisa
memanfaatkan. Kelainan akibat mutasi ada yang
dapat diwariskan dan ada yang tidak diwariskan
pada keturunannya, bergantung pada jenis
kromosom yang termutasi. Mutasi terjadi pada
tingkat gen dan kromosom. Mutasi dapat terjadi
pada kromosom tubuh maupun kromosom
kelamin.
2. Jawaban: c
Jika formaldehid terakumulasi di dalam tubuh,
fraksi formaldehid akan berikatan secara stabil
dengan makromolekul seperti DNA menjadi
sebuah ikatan silang (cross linked). Ikatan protein
ini mengakibatkan kekacauan informasi genetik
yang dapat memunculkan mutasi genetik.
Insektisida mengandung DDT (dichloro-diphenyltrichloroethane) yang dapat memicu mutasi
genetik pada asam nukleat seperti DNA. Kedua
bahan yang dapat mengakibatkan mutasi tersebut
disebut mutagen.
3. Jawaban: e
Kanker kulit terjadi karena mutasi pada sel tubuh
akibat radiasi sinar UV. Jenis mutasi ini disebut
mutasi somatik. Mutasi somatik tidak bersifat
menurun. Mutasi yang dapat diwariskan secara
genetik adalah mutasi gametik.
4. Jawaban: c
Ciri-ciri mutasi titik yaitu terjadi perubahan
susunan basa nitrogen, dapat disebabkan oleh
peristiwa delesi basa nitrogen, dan mutasi yang
terjadi pada suatu lokus tidak memengaruhi lokus
lain pada kromosom tersebut. Sementara itu,
perubahan struktur dan jumlah kromosom serta
terjadi perubahan susunan kromosom merupakan ciri mutasi kromosom.
5. Jawaban: a
Mutasi diam terjadi apabila perubahan kodon tidak
memberikan perubahan pada sintesis protein.
Mutasi diam terjadi dalam penggantian basa
sitosin dengan basa adenin karena kodon GGC
dan GGA sama-sama mengkode glisin. Peristiwa
mutasi salah arti terjadi apabila terjadi perubahan
kodon akibat penggantian jenis basa N sehingga
menghasilkan pembentukan asam amino yang
52

Mutasi

berbeda. Kondisi ini mengakibatkan protein yang


dibentuk juga berubah. Adapun mutasi tanpa arti
(nonsense mutation) terjadi apabila terjadi
perubahan kodon asam amino menjadi kodon stop.
Mutasi pergeseran kerangka terjadi jika ada
pengurangan/penambahan basa N sehingga
mengakibatkan pergeseran pembacaan pesan
pada kode genetik.
6. Jawaban: d
Pada gambar termasuk mutasi gen karena peristiwa insersi (adisi). Kejadian ini mengakibatkan
pergeseran pembacaan pesan pada kode
genetik.
7. Jawaban: d
Pada gambar terlihat bahwa terjadi duplikasi alel
B sehingga susunannya berubah, semula ABCD
menjadi ABBCD. Delesi adalah patahnya fragmen
kromosom dan hilang. Jika fragmen patahan
tersebut bergabung dengan kromosom homolognya, terjadi duplikasi. Jika fragmen patahan menempel pada kromosom nonhomolog, terjadilah
translokasi. Terputusnya kromosom pada dua
patahan dan patahan bergabung kembali dengan
urutan terbalik disebut inversi. Adapun katenasi
terjadi karena ujung kromosom homolog saling
mendekat sehingga membentuk lingkaran.
8. Jawaban: c
Penggantian basa nitrogen pada kodon yang
mengkode lisin berubah menjadi kodon stop.
Peristiwa ini disebut mutasi tanpa arti. Akibatnya
translasi akan dihentikan pada kodon tersebut
sehingga rantai polipeptida menjadi lebih pendek
dibandingkan polipeptida normal.
9. Jawaban: a
Mutasi diam terjadi apabila terjadi penggantian
basa nitrogen pada kodon, tetapi tidak mengubah
jenis asam amino yang diterjemahkan oleh kodon
tersebut. Penggantian basa nitrogen yang tidak
mengubah hasil sintesis protein di atas, kodon
UAC hanya dapat diganti oleh kodon UAU yang
sama-sama mengkode tirosin. Kodon UCC mengkode serin, CAC mengkode histidin, UUC mengkode fenilalanin, dan ACC mengkode aspirin.
10. Jawaban: b
Hilangnya bagian dari sebuah kromosom
merupakan mutasi kromosom melalui mekanisme
delesi. Duplikasi merupakan rusaknya struktur
kromosom karena kromosom memiliki gen-gen
yang berulang. Inversi adalah kerusakan struktur
kromosom karena kromosom memiliki urutan gen

yang terbalik. Translokasi adalah kerusakan


struktur kromosom karena pindahnya potongan
sebuah kromosom ke potongan kromosom
nonhomolog. Adisi adalah peristiwa penambahan
basa pada rantai DNA.
11. Jawaban: d
Sindrom Edwards disebabkan oleh peristiwa
gagal berpisah autosom nomor 18 pada proses
pembentukan sel telur. Oleh karena itu, formula
kromosomnya 2n + 1. Kariotipe sindrom Edwards
45A + 18 + XX atau 45A + 18 + XY. Sindrom Down
terjadi akibat kelebihan kromosom pada
kromosom nomor 21 sehingga setiap sel tubuh
memiliki 47 kromosom. Sindrom Jacob terjadi
karena sel telur (X) dibuahi oleh sperma YY (akibat
gagal berpisah). Sindrom Turner terjadi karena
sel telur yang tidak mengandung kromosom X
dibuahi oleh sperma yang mengandung kromosom
X sehingga formula kromosomnya 2n 1.
Sindrom Klinefelter terjadi karena sel telur yang
membawa kromosom X dibuahi oleh sperma
yang mengandung kromosom XY atau sel telur
yang membawa kromosom XX dibuahi oleh
sperma yang membawa kromosom Y.
12. Jawaban: d
Rantai DNA menjadi lebih pendek, fungsi protein
yang disintesis menjadi berubah, pengkodean
asam amino akan berubah merupakan pengaruh
yang ditimbulkan akibat nonsense mutation.
Adapun struktur kromosom menjadi rusak dan
jumlah kromosom menjadi berkurang merupakan
akibat adanya mutasi kromosom.
13. Jawaban: e
Kolkisin merupakan mutagen kimiawi yang
mengakibatkan tanaman bersifat poliploid yang
menghasilkan buah tanpa biji sehingga tanaman
menjadi steril, tidak dapat diperbanyak secara
generatif. Kelebihan tanaman poliploid antara lain
pertumbuhannya cepat, morfologi tanaman lebih
baik dibanding tanaman biasa, buah besar, lebih
manis, kandungan gizi tidak turun bahkan dapat
meningkat serta menghasilkan buah tanpa biji.
14. Jawaban: a
Ciri penting dari mutasi buatan adalah bersifat
menguntungkan bagi manusia. Jika hasil mutasi
membahayakan, manusia tidak akan melakukannya. Adapun penyebab mutasi berupa sinar
kosmis, perubahan terjadi secara lambat, mutasi
merugikan mutan, dan sifat mutan yang resesif
dimiliki oleh mutasi alam yang terjadi tanpa
campur tangan manusia.

15. Jawaban: d
Sumber mutasi (mutagen) dapat berasal dari
alam (mutasi alami) dan manusia (buatan). Pilihan
a, b, c, dan e merupakan mutasi yang disebabkan
oleh usaha manusia/sengaja dilakukan. Sedangkan pilihan d adalah mutasi yang disebabkan oleh
mutagen alami yaitu matahari. Radiasi ultraviolet
sinar matahari merupakan peristiwa alami
sehingga disebut mutagen alami.
B.

Uraian

1. Jika terjadi penggantian pada basa nitrogen ke-12


dengan basa adenin urutan rantai basa nukleotida
sebagai berikut.
AUC AAA GCA CAA CUC UAG
Ile
Lis
Ala Glu
Leu
Stop
CAA dan CAG mengkode asam amino yang sama
yaitu glutamin. Peristiwa ini disebut dengan mutasi
diam (Silent Mutation).
2. Tidak. Kanker kulit adalah salah satu penyakit yang
bisa disebabkan oleh mutasi pada sel somatik yaitu
sel kulit. Suatu kelainan hanya dapat diwariskan
pada keturunannya apabila mutasi terjadi pada
sel gamet/kelamin. Jadi, kanker kulit kemungkinan
besar tidak akan diturunkan kepada anak-anaknya.
3. Sindrom Klinefelter terjadi karena sel telur yang
membawa kromosom X dibuahi oleh sperma yang
mengandung kromosom XY atau sel telur yang
membawa kromosom XX dibuahi oleh sperma
yang membawa kromosom Y, kariotipenya 47 XXY.
Sindrom Klinefelter memiliki ciri-ciri sebagai
berikut.
a. Tumbuh payudara.
b. Pertumbuhan rambut kurang.
c. Lengan dan kaki panjang.
d. Suara seperti wanita.
e. Testis kecil.
f. Bersifat steril.
g. Tuna mental.
4.
Pria normal
46A XY

23X

23Y

Wanita normal
46A XX

24XX

22
45 Y0

47 XXY

47 XXX

45 X0

Jadi kelainan yang mungkin akan diderita oleh


keturunan adalah:

Biologi Kelas XII

53

1)
2)
3)
4)

47 XXY
47 XXX
45 X0
45 Y0

Sindrom Klinefelter
Sindrom Triple-X (Metafemale)
Sindrom Turner
letal

5. Beberapa dampak positif mutasi sebagai berikut.


a. Dapat digunakan untuk mendapatkan produk
unggul suatu tanaman, misal semangka
tanpa biji dengan menambahkan kolkisin.
b. Dapat digunakan untuk mengembangkan
penelitian-penelitian tentang kanker.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Mutasi spontan atau mutasi alami adalah mutasi
yang terjadi secara tidak sengaja atau terjadi
dengan sendirinya di alam. Jadi bisa menyerang
bagian tubuh manapun tidak hanya pada sel
kelamin. Mutasi somatik adalah mutasi yang
terjadi pada sel-sel soma (tubuh). Mutasi
kromosom adalah mutasi yang terjadi pada
kromosom. Sedangkan mutasi gametik adalah
mutasi yang terjadi pada sel kelamin sehingga
akan diwariskan pada keturunannya.
2. Jawaban: c
Delesi pada mutasi kromosom adalah pengurangan bagian kromosom akibat patah dan hilang.
Dengan demikian, terjadi perubahan susunan gen
dan pengurangan jumlah gen dalam kromosom.
Sementara itu, berkurangnya basa N pada gen
dan susunan basa nitrogen berubah merupakan
ciri dari delesi yang terjadi pada mutasi gen.
3. Jawaban: b
Mutagen adalah suatu zat yang mengakibatkan
mutasi. Mutasi sendiri adalah peristiwa perubahan
materi genetik pada organisme. Individu yang
mengalami mutasi disebut mutan. Mutagen ada
dua jenis yaitu mutagen alami dan mutagen
induksi.
4. Jawaban: b
Anemia sel sabit merupakan salah satu penyakit
yang diakibatkan oleh mutasi gen melalui
mekanisme substitusi basa. Suatu triplet CTT
pada rantai DNA hemoglobin normal mengalami
mutasi gen yaitu penggantian basa T tengah pada
triplet CTT dengan basa A. Kesalahan pada triplet
DNA mengakibatkan kesalahan pula pada kodon
mRNA yang seharusnya GAA menjadi GUA yang
mengkode asam amino valin. Kesalahan inilah

54

Mutasi

c.

Dapat pula dimanfaatkan untuk mengadakan


penelitian mengenai penanganan suatu
penyakit.
Beberapa dampak negatif mutasi sebagai berikut.
a. Pada mutasi tingkat tinggi dapat mengakibatkan kematian.
b. Menimbulkan banyak sindrom dan penyakit.
c. Beberapa penyakit akibat mutasi dapat
diwariskan kepada keturunannya.

yang mengakibatkan hemoglobin pada sel darah


merah berbentuk sabit.
5. Jawaban: d
Mutasi pada sel gamet dapat diturunkan kepada
keturunannya. Kemungkinan besar sel gamet
ayah mengalami perubahan informasi genetik.
Radiasi pada sel soma dapat mengakibatkan
mutasi. Mutasi yang terjadi pada sel soma tidak
diwariskan kepada keturunannya. Radiasi sinar
UV hanya mengakibatkan mutasi somatik
sehingga sifat hasil mutasi tidak diwariskan.
6. Jawaban: d
a. Substitusi basa A dengan basa U pada kodon
ke-3 akan tetap mengkode asam amino
prolin. Dalam kasus ini telah terjadi silent
mutation.
b. Substitusi basa A akhir dengan basa G pada
kodon ke-5 akan tetap terbentuk kodon stop.
Dalam kasus ini telah terjadi silent mutation.
c. Substitusi basa C akhir dengan basa U pada
kodon ke-4 akan tetap mengkode asam
amino treonin. Dalam kasus ini telah terjadi
silent mutation.
d. Substitusi basa G tengah dengan basa U
pada kodon ke-2 akan mengkode asam
amino baru yaitu valin. Dalam kasus ini telah
terjadi missense mutation.
e. Substitusi basa A tengah dengan basa G
pada kodon ke-5 akan tetap terbentuk kodon
stop. Dalam kasus ini telah terjadi silent
mutation.
7. Jawaban: b
Frameshift Mutations adalah suatu peristiwa
pergeseran triplet pada saat translasi yang mengubah kerangka pesan genetik yang disampaikan
mRNA. Peristiwa ini disebabkan oleh delesi
maupun adisi basa nitrogen pada gen tunggal,
bukan melalui substitusi basa. Oleh karena

pergeseran yang berkelanjutan pada triplet-triplet


selanjutnya maka umumnya Frameshift Mutations
memberikan efek yang lebih berbahaya
dibandingkan mutasi gen melalui substitusi basa
nitrogen. Dampak Frameshift Mutations tidak
akan merusak sentromer atau bagian kromosom,
karena mutasi ini terjadi pada tingkat gen tunggal.
8. Jawaban: d
Hilangnya basa U pada triplet AUG mengakibatkan pergeseran pembacaan kode genetik.
Peristiwa ini disebut dengan mutasi pergeseran
kerangka.
9. Jawaban: b
Euploidi adalah individu yang jumlah kromosomnya mengalami kelipatan jumlah dari jumlah set
kromosom normal. Aneuploidi adalah individu
dengan pengurangan atau penambahan
kromosom hanya pada kromosom-kromosom
tunggal di dalam suatu set kromosom. Tetrasomi,
nullisomi, dan disomi merupakan macam-macam
dari aneuploidi.
10. Jawaban: d
Inversi merupakan perubahan struktur kromosom
yang disebabkan oleh patahnya kromosom yang
diikuti dengan penyisipan kembali patahan
tersebut dengan urutan terbalik. Pilihan jawaban
a adalah peristiwa mutasi gen melalui mekanisme
adisi. Pilihan jawaban b adalah peristiwa mutasi
kromosom dengan mekanisme delesi. Pilihan
jawaban c adalah peristiwa mutasi kromosom
dengan mekanisme duplikasi. Pilihan jawaban e
adalah peristiwa mutasi kromosom melalui
mekanisme translokasi.
11. Jawaban: e
Mutasi diam termasuk mutasi gen. Mutasi gen
merupakan mutasi yang terjadi pada susunan
basa nukleotida pada molekul gen. Terjadinya
perubahan susunan basa N dalam gen tidak
mengubah hasil sintesis protein karena asam
amino tetap sama disebut dengan mutasi diam.
Adapun perubahan susunan gen dalam
kromosom merupakan ciri mutasi kromosom.
Perubahan kodon yang mengakibatkan terbentuknya kodon stop merupakan mutasi tanpa
arti.
12. Jawaban: b
Jika basa N yang bertanda panah diganti dengan
basa sitosin, tidak akan mengubah protein yang
dihasilkan karena kodon UUU dan UUC samasama menghasilkan asam amino fenilalanin.
Mutasi demikian ini disebut mutasi diam.

13. Jawaban: d
Perubahan genetik pada gen yang mengakibatkan terbentuknya kodon stop disebut
dengan mutasi tanpa arti. Mutasi ini mengakibatkan translasi protein terhenti bukan pada
tempatnya. Kodon yang berfungsi sebagai kodon
stop terdiri atas 3 macam yaitu UGA, UAG, dan
UAA. Adapun kodon UGC mengkode sistein dan
AUG mengkode metionin.
14. Jawaban: d
Berdasarkan skema pada soal, terjadi adanya
subsititusi guanin dengan sitosin pada kodon
ke-2. Guanin merupakan basa dari purin,
sedangkan sitosin merupakan basa pirimidin.
Dengan demikian, terjadi substitusi purin dengan
pirimidin. Peristiwa semacam ini disebut dengan
transversi. Sementara itu, substitusi yang terjadi
pada basa dengan golongan yang sama seperti
purin dengan purin, pirimidin dengan pirimidin
disebut dengan transisi. Peristiwa insersi terjadi
pada tingkat gen di mana terjadi penambahan
basa N. Lain halnya dengan inversi yang terjadi
pada kromosom yaitu kromosom patah, kemudian
patahan kromosom kembali terpasang dengan
urutan terbalik. Translokasi terjadi jika bagian
kromosom patah kemudian patahannya menempel pada kromosom yang bukan homolognya.
15. Jawaban: b
Pada gambar terlihat ada perubahan urutan gen
pada kromosom setelah mengalami mutasi. Hal
ini terjadi sebagai akibat dari patahnya fragmen
kromosom. Bagian kromosom AB terpotong dan
kemudian menempel kembali dengan urutan
yang terbalik yaitu BA. Peristiwa ini disebut
dengan inversi. Apabila patahan AB terlepas dari
kromosom dan menempel pada kromosom
homolognya maka terjadi duplikasi. Jika fragmen
AB terpotong dari kromosom dan menghilang,
kromosom menjadi kekurangan gen pada
kromosomnya. Peristiwa ini disebut delesi. Apabila
potongan fragmen AB melekat pada kromosom
nonhomolog disebut translokasi. Katenasi terjadi
apabila ujung-ujung kromosom homolog yang
melekat menjadi satu dan berbentuk seperti
cincin.
16. Jawaban: d
Penderita sindrom Turner memiliki kromosom
45 XO, artinya telah terjadi kehilangan 1 kromosom
kelamin. Peristiwa ini termasuk mutasi kromosom.
Pada penderita sindrom Turner, kromosom yang
hilang adalah kromosom kelamin Y. Jadi, sindrom
Turner terjadi akibat mutasi kromosom tipe
aneuploidi monosomi pada kromosom kelamin.

Biologi Kelas XII

55

17. Jawaban: b
Penderita Triple-X mempunyai kariotipe 44A + XXX.
Sindrom ini terjadi karena fertilisasi sperma yang
memiliki kromosom seks X dengan sel telur yang
mengandung kromosom XX (akibat gagal
berpisah saat gametogenesis). Sindrom Triple-X
tidak disebabkan mutasi pada sel somatik.

23. Jawaban: d
Keadaan normal suatu individu adalah
2n (PP QQ RR), sehingga n = P Q R. Namun,
karena adanya mutasi terjadi pelipatgandaan set
kromosom menjadi PPPP QQQQ RRRR = 4xn.
Jumlah kromosom setelah mengalami mutasi
adalah 4n (tetraploid).

18. Jawaban: a
Mutasi pada dasarnya mengubah susunan gen
atau kromosom. Perubahan ini dapat mengakibatkan perubahan produk gen dan akhirnya
perubahan fenotipe. Perubahan tersebut dapat
menguntungkan dan dapat pula merugikan.
Mutasi yang menguntungkan antara lain
munculnya varietas baru yang lebih unggul, baik
hewan maupun tumbuhan. Sebagai contoh, padi
hasil radiasi lebih tahan terhadap hama dan
memiliki masa panen yang lebih cepat. Di
samping memberikan hal yang menguntungkan,
mutasi juga dapat merugikan di antaranya dapat
mengakibatkan punahnya plasma nuftah tertentu.

24. Jawaban: b
Perbedaan antara mutasi induksi dan mutasi
alami sebagai berikut.

19. Jawaban: c
Aloploipoidi adalah proses memperoleh
kromosom poliploid yang berasal dari spesies
yang berbeda, sedangkan apabila berasal dari
spesies yang sama disebut autopoliploidi.
Pengertian poliploidi sendiri adalah individu
dengan jumlah set kromosom lebih dari 3n.
20. Jawaban: e
Kromosom gamet hasil dari proses nondisjunction
saat meiosis II adalah n + 1, n 1, dan n.
Kromosom gamet hasil nondisjunction saat meiosis I adalah n+1 dan n 1.
21. Jawaban: e
Gambar pada soal terlihat bagian kromosom DEF
patah dan patahan kromosom menempel pada
kromosom non homolognya. Jika potongan
fragmen DEF menempel pada kromosom
homolognya maka disebut dengan duplikasi. Jika
potongan fragmen DEF menempel kembali pada
kromosom semula dengan urutan terbalik yaitu
FED disebut inversi. Jika ujung-ujung kromosom
homolog bergabung menjadi satu sehingga
berbentuk lingkaran, disebut dengan katenasi.
Jika fragmen DEF putus dan hilang disebut
dengan delesi.
22. Jawaban: c
Biji merupakan alat perkembangbiakan generatif
bagi tumbuhan. Tanaman yang menghasilkan
buah tanpa biji menyebabkan tanaman tersebut
kehilangan alat perkembangbiakan generatifnya,
yaitu biji.

56

Mutasi

No.

Mutasi Induksi

Mutasi Alam

1)

Mutagen berupa sinar X,


alfa, beta, dan gamma.

2)

Perubahan terjadi secara


cepat dan acak.

3)

Sengaja dibuat dengan


campur tangan manusia.

4)

Menguntungkan bagi
manusia.

Mutagen berupa sinar


kosmis,
radioaktif
alam, dan sinar UV.
Perubahan terjadi
secara lambat tetapi
pasti.
Terjadi secara alami
tanpa campur tangan
manusia.
Lebih banyak merugikan.

25. Jawaban: b
Sindrom Metafemale terjadi karena sel telur yang
mengandung kromosom XX (akibat gagal
berpisah) dibuahi oleh sperma X. Kariotipenya
44A + XXX diderita oleh wanita. Ciri-cirinya yaitu
payudara tidak berkembang, menstruasi tidak
teratur dan steril, mengalami gangguan mental,
serta pada umumnya tidak berusia panjang.
26. Jawaban: a
Pada budi daya semangka tanpa biji, pemberian
kolkisin pada tunas dan perendaman biji
semangka ke dalam kolkisin dapat mencegah
terbentuknya benang-benang spindel selama
mitosis. Tanpa benang spindel, kromatid-kromatid
tidak dapat dipisahkan. Hal itu dapat mengakibatkan melipatgandanya jumlah kromosom,
misal 3n (triploid).
27. Jawaban: d
Cys (sistein) dikodekan oleh kodon UGU dan
UGC. Jadi, akan terjadi substitusi basa yang
mengakibatkan silent mutation apabila kodon
mRNA tetap mengkode asam amino yang sama
yaitu Cys. UGA merupakan kodon stop, UGG
mengkode triptofan, UUU mengkode fenilalanin,
dan UUA mengkode leusin.
28. Jawaban: c
Gamet yang dihasilkan pada saat gagal berpisah
adalah n, n 1, dan n + 1. Fertilisasi yang terjadi
pada dua gamet n + 1 menjadikan keturunan
memiliki set kromosom trisomi ganda dengan
simbol (2n + 1 + 1). Fertilisasi dua gamet n 1
menghasilkan keturunan dengan set kromosom

(2n 1 1) atau monosomi ganda. Jika terjadi


fertilisasi antara gamet n + 1 dengan gamet n,
maka akan menghasilkan keturunan trisomi
(2n + 1). Jika terjadi fertilisasi antara gamet n 1
dengan gamet n, akan menghasilkan keturunan
monosomi (2n 1).
29. Jawaban: d
Auto berarti sendiri, poli = banyak, ploidi = jumlah
set kromosom. Maka autopoliploidi merupakan
pembentukan polipolidi dengan cara penggandaan genom sendiri akibat gangguan saat
berlangsung meiosis. Alloploidi merupakan
pembentukan poliploidi akibat persilangan dari
dua spesies yang berbeda. Perubahan set
kromosom disebut dengan aneuploidi.
30. Jawaban: b
Tanaman jagung albino merugikan bagi manusia
karena tanaman tidak memiliki klorofil sehingga
ketika makanan cadangan habis tanaman segera
mati. Sementara itu, jeruk poliploid memiliki buah
yang lebih unggul dibanding jeruk biasa. Mutan
Drosophilla jantan mandul tidak akan menghasilkan keturunan sehingga populasi hama bisa
dikendalikan. Sifat resistan tahan hama dimiliki
oleh tanaman kapas hasil mutasi. Varietas baru
yang merupakan persilangan dari dua tanaman
yang berbeda spesies adalah tanaman pisang
allopoliploid sehingga keanekaragaman genetik
semakin banyak.

2. Inversi parasentris adalah patahnya kromosom


di dua bagian yang terletak masih dalam satu
lengan dan diikuti dengan penyisipan kembali
gen-gen tersebut dalam urutan terbalik. Inversi
perisentris adalah patahnya kromosom di dua
bagian yang terletak pada lengan berlainan dan
sentromer terletak di antara dua patahan,
kemudian diikuti dengan penyisipan kembali gengen tersebut dengan urutan terbalik.
3. Terdapat 3 pengaruh akibat substitusi basa
nukleotida pada untai DNA yaitu sebagai berikut.
a. Mutasi Diam (Silent Mutation)
Mutasi diam terjadi apabila adanya penggantian basa nitrogen yang tidak memengaruhi pengkodean jenis asam amino.
Oleh karena itu, tidak terjadi perubahan pada
pembentukan protein.
b. Mutasi Salah Arti (Missense Mutation)
Mutasi salah arti terjadi apabila substitusi
basa menghasilkan kodon yang yang
mengkode asam amino berbeda sehingga
akan merusak hasil sintesis protein.
c. Mutasi Tanpa Arti (Nonsense Mutation)
Mutasi tanpa arti terjadi apabila terjadi
substitusi suatu kodon untuk menyintesis
suatu asam amino menjadi kodon stop. Hal
ini akan mengakibatkan proses translasi
terhenti lebih awal dan menghasilkan
rangkaian asam amino lebih pendek.
4.

24,XY

22

><

&46 XX
normal

normal

1. Perubahan kromosom yang mengakibatkan


mutasi ada dua macam sebagai berikut.
a. Mutasi karena perubahan jumlah set
kromosom (aneuploidi). Individu normal
memiliki dua genom, disebut diploid. Individu
dengan 1 genom disebut monoploid. Individu
dengan 3 genom disebut triploid. Individu
dengan 4 genom disebut tetraploid. Aneuploid
yang lebih dari dua genom disebut poliploid.
Individu poliploid terbentuk karena saat pembentukan gamet, pembelahan berhenti pada
tahap meiosis I. Tidak dilanjutkan meiosis II,
sehingga gamet yang dihasilkan bukan
haploid (n). Gamet tersebut dalam persilangan
akan membentuk individu triploid (3n).
b. Mutasi karena perubahan jumlah kromosom
(aneusomi). Sepasang kromosom homolog
gagal berpisah saat pembelahan meiosis I
atau pasangan kromatid gagal berpisah saat
pembelahan meiosis II. Persilangan gamet
tersebut akan menghasilkan individu dengan
jumlah kromosom tidak normal, yaitu n,
n 1, dan n + 1.

%46 XY

Uraian

B.

23X

23X

47 XXY

45 XO

(Sindrom Klinefelter)

(Sindrom Turner)

Apabila kromosom gamet jantan gagal berpisah


saat fertilisasi, kemungkinan keturunan akan
menderita sindrom Klinefelter atau sindrom Turner.
5. Kolkisin merupakan mutagen yang bekerja
dengan menghambat kerja mikrotubulus sehingga
menghambat pemisahan kromatid pada fase
anafase yang akan menghasilkan individu
poliploid. Hasil mutasi bersifat menguntungkan
karena biasanya individu poliploid memiliki sifat
superior seperti buah tanpa biji, ukuran buah lebih
besar, dan rasa buah lebih manis.
6. Apabila rantai kehilangan basa C pada kodon ke3 maka telah terjadi mutasi gen dengan mekanisme delesi basa. Setelah mengalami mutasi gen,

Biologi Kelas XII

57

urutan basa dan asam amino terjemahannya akan


menjadi:
AUG GAC UAA AGG AAU AG
Met Asp Stop
Rantai yang terbentuk menjadi semakin pendek
karena kodon stop muncul lebih awal. Kodonkodon setelah kodon stop menjadi tidak berguna
karena tidak diterjemahkan lagi.
7. Anemia sel sabit terjadi akibat adanya penggantian basa timin menjadi adenin pada rantai
DNA. Kodon pada mRNA akan mengalami
perubahan pula. Salah satu kodon pada mRNA
normal adalah GAA yang menghasilkan asam
glutamat. Mutasi mengakibatkan kodon tersebut
berubah menjadi GUA yang menghasilkan valin.
Perubahan inilah yang mengakibatkan sel darah
merah yang terbentuk berbentuk bulan sabit.
8. Kemungkinan terjadi mutasi gametik pada lakilaki tersebut akibat terkena radiasi yang kemudian
diwariskan kepada keturunannya sehingga anak
menjadi cacat.

58

Mutasi

9. Rekayasa genetika merupakan upaya mengubah


susunan gen dalam kromosom untuk menghasilkan organisme dengan sifat yang menguntungkan dengan mutagen fisik seperti radiasi
atau mutagen biologi seperti virus sehingga
rekayasa genetika merupakan bagian dari mutasi.
10. Jika sel telur yang tidak mengandung kromosom X
dibuahi sperma yang mengandung kromosom X,
akan mengakibatkan sindrom Turner sehingga
formula kromosom 2n 1.
Ciri-ciri sindrom Turner sebagai berikut.
a. Kariotipe 45 XO (44 autosom + 1 kromosom X)
akibat kehilangan satu kromosom X.
b. Tinggi badan cenderung pendek (120 cm).
c. Leher pendek, sisi leher tumbuh tambahan
daging seperti bersayap.
d. Payudara dan rambut kelamin tidak tumbuh.
e. Puting susu terletak berjauhan.
f. Tanda kelamin sekunder tidak tumbuh.
g. Mengalami keterbelakangan mental.
h. Individu bersifat steril.
i. Diderita oleh wanita.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: a
Pertumbuhan adalah penambahan yang bersifat
irreversible pada sel dari segi jumlah, massa, atau
ukuran. Pertumbuhan terjadi pada sel-sel tubuh.
Pembentukan organ dari tiga lapisan embrio
disebut organogenesis. Penggabungan antara sel
kelamin jantan dan betina disebut fertilisasi.
Penambahan kematangan sel yang bersifat
reversibel disebut perkembangan. Sementara itu,
mekanisme hewan untuk berlindung dari kondisi
yang tidak sesuai disebut hibernasi.
2. Jawaban: b
Fungsi hormon auksin yaitu merangsang
pemanjangan sel terutama pada titik tumbuh dan
merangsang partenokarpi, yaitu terbentuknya buah
tanpa didahului pembuahan. Sementara itu,
rizokalin berfungsi untuk pembentukan akar,
kaulokalin berfungsi untuk merangsang
pembentukan batang, antokalin merangsang
pembentukan bunga, dan sitokinin berperan dalam
merangsang pelebaran daun muda.
3. Jawaban: d
Faktor internal yang memengaruhi pertumbuhan
tanaman yaitu hormon dan gen. Sementara itu,
faktor eksternal yang memengaruhi pertumbuhan
tanaman antara lain air, intensitas cahaya, dan
temperatur. Air berfungsi sebagai pelarut universal
dalam proses pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan. Cahaya berfungsi sebagai sumber
energi dalam fotosintesis. Temperatur
memengaruhi proses fotosintesis, respirasi, dan
transpirasi pada tumbuhan.
4. Jawaban: a
Giberelin dapat menghentikan dormansi biji karena
hormon ini berperan dalam daminasi apikal,
pemanjangan sel, perkembangan buah, pembungaan, dan mobilisasi makanan dari dalam biji. Sitokinin
berperan dalam pembelahan sel, pemanjangan sel,
dominansi apikal, dan dormansi. Asam absisat
berperan dalam penuaan, dominansi apikal, memacu
sintesis etilen, dan menghambat pengaruh giberelin.

Etilen memacu pematangan buah. Sementara itu,


auksin merupakan hormon pertumbuhan tanaman
yang memacu pembelahan sel.
5. Jawaban: e
Saat biji direndam dalam air, air akan masuk ke
dalam biji melalui radikula. Akibatnya, biji akan
mengembang sehingga mudah pecah dan kulit biji
mengelupas. Dengan demikian, biji lebih mudah
berkecambah. Air juga dapat merangsang aktifnya
hormon giberelin yang akan memacu aleuron untuk
menyintesis amilum.
6. Jawaban: c
Pertumbuhan sekunder pada tumbuhan
Dicotyledoneae meliputi bertambahnya diameter
akar dan batang tumbuhan. Pada saat tumbuhan
mengalami pertumbuhan sekunder, tumbuhan
menghasilkan kayu yang tersusun dari sel-sel
lignin. Dinding sel lignin menghasilkan bahan kimia
yang mendukung kekuatan kayu.
7. Jawaban: c
Pada percobaan terlihat adanya gelembunggelembung yang dihasilkan setelah potonganpotongan hati dimasukkan dalam larutan H2O2. Hal
ini mengindikasikan bahwa H2O2 terhidrolisis
menjadi H2O dan O2. H2O2 dihidrolisis menjadi H2O
dan O2 oleh enzim katalase. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa dalam potongan hati
tersebut mengandung enzim katalase. Pada
percobaan (b) aktivitas enzim akan meningkat
karena adanya penambahan garam alkali 4%
sehingga lebih banyak menghasilkan gelembung
udara (O2). Penambahan garam alkali 25% ke
dalam reaksi yang melibatkan enzim akan
meningkatkan aktivitas enzim.
8. Jawaban: c
Aktivitas enzim katalase meningkat pada kisaran
suhu optimum (30C40C). Aktivitas enzim
katalase akan menurun jika suhunya di bawah atau
di atas suhu optimum. Hal ini menunjukkan bahwa
aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu dan jika
digambarkan dengan grafik akan menghasilkan
grafik seperti pilihan jawaban c.

Biologi Kelas XII

59

9. Jawaban: b
Reaksi penggabungan CO2 dengan fosfoenol
piruvat pada reaksi gelap terjadi di dalam sel-sel
mesofil daun tumbuhan C4. Reaksi yang terjadi
sebagai berikut.
CO2 + fosfoenolpiruvat (PFP) oksaloasetat malat
(senyawa 4C)

10.

2NADH

2NAD+

Glukosa 2 asam 2 fosfoenol 2 asam


piruvat
piruvat
laktat

Satu molekul glukosa akan menghasilkan


2 ATP. Produk akhirnya berupa asam laktat. Asam
piruvat akan diubah menjadi fosfoenol piruvat
sebelum menjadi produk akhir. Selama prosesnya
tidak membutuhkan O2 dan tidak dihasilkan produk
sampingan berupa CO2.
11. Jawaban: a
Tumbuhan mengambil CO2 dari udara melalui
stomata. CO2 diikat oleh suatu molekul kimia di
dalam stroma yang bernama ribulosa bifosfat
(RuBP). Karbon dioksida dan RuBP yang berikatan
akan membentuk fosfogliserat (PGA). Energi yang
berasal dari ATP dan NADH akan digunakan untuk
mengubah PGA menjadi fosfogliseraldehid (PGAL)
yang mengandung 3 gugus C. Dua molekul PGAL
akan menjadi bahan utama pembentukan glukosa
yang merupakan produk utama fotosintesis,
sedangkan sisanya akan menjadi RuBP kembali.
12. Jawaban: d
Persamaan reaksi kimia respirasi aerob
(membutuhkan oksigen) yaitu:
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + ATP
Jadi, pada reaksi aerob, jumlah oksigen yang
diperlukan untuk menguraikan satu molekul glukosa
menjadi 6 molekul CO2, 6 molekul H2O, dan ATP
yaitu sebanyak 6 molekul O2.
13. Jawaban: c
Pembuatan tapai singkong termasuk dalam reaksi
fermentasi alkohol. Reaksi yang terjadi pada
fermentasi alkohol sebagai berikut.
2CO2

2 NADH

2NAD+

Glukosa 2 asam 2 asetaldehid 2 etanol


piruvat

Reaksi fermentasi ini tidak melibatkan mitokondria


dan terjadi tanpa membutuhkan oksigen. Hasil
akhirnya adalah CO2, ATP, dan etanol.

60

Ulangan Akhir Semester 1

(senyawa 4C)

Jawaban: c
Fermentasi yang berlangsung di dalam sel otot
adalah fermentasi asam laktat. Reaksinya sebagai
berikut.
2 ATP

14. Jawaban: c

Satu nukleotida terdiri atas gugus fosfat (1), gula


pentosa (2), dan basa nitrogen (3). Berdasarkan
gambar tersebut, terdapat enam nukleotida.
15. Jawaban: d
Ciri-ciri DNA sebagai berikut.
1) Dapat menduplikasi diri saat membelah.
2) Mengandung informasi genetik.
3) Kadarnya tetap.
4) Membentuk rantai double helix yang panjang.
5) Pada setiap nukleotida terdiri atas gugusan
gula, asam fosfat, dan basa nitrogen (adenin
dan guanin dari golongan purin serta sitosin
dan timin dari golongan pirimidin).
Adapun urasil merupakan komponen pada basa
nitrogen golongan pirimidin RNA.
16. Jawaban: d
Sentromer adalah daerah konstriksi (pelekukan)
di sekitar pertengahan kromosom. Pada sentromer
terdapat kinetokor, yaitu bagian kromosom yang
merupakan tempat pelekatan benang-benang
spindel selama pembelahan inti dan merupakan
tempat melekatnya lengan kromosom. Sementara
itu, DNA merupakan materi genetik penyusun
kromosom. Kromatin merupakan benang-benang
halus yang terdiri atas DNA dan protein. Telomer
merupakan daerah pada kromosom yang berfungsi
menjaga stabilitas bagian ujung kromosom agar
DNA di daerah tersebut tidak terurai. Kromonema
merupakan filamen tipis yang terbentuk pada tahap
awal pemintalan kromatid. Struktur ini biasanya
terlihat selama tahap profase dan kadang-kadang
pada tahap interfase.
17. Jawaban: b
Keterangan gambar tersebut: 1 = fosfat,
2 = gula, dan 3 = basa nitrogen.
18. Jawaban: e
Rantai sense
Antisense
RNAd
RNAt
Asam amino

:
:
:
:
:

AGGGATCGTTGC
TCCCTAGCAACG
UCCCUAGCAACG
AGGGAUCGUUGC
EDBH

19. Jawaban: b
Urutan sintesis protein sebagai berikut.
1) DNA di dalam nukleus membentuk ARN duta.
2) ARN duta meninggalkan nukleus menuju
sitoplasma dan melekat pada ribosom.
3) ARN transfer membawa asam amino dari
sitoplasma ke ribosom sesuai kodon pada ARN
duta.
4) Asam-asam amino dirangkai sesuai dengan
urutan kodon pada ARN duta.
5) Kodon stop akan bertindak sebagai terminator
dan terbentuklah molekul protein.
20. Jawaban: c
Susunan basa N pada RNAd sama dengan
susunan pada DNA rantai antisense, hanya dengan
mengganti basa N timin dengan urasil.
ATG GAT CAC GAA ATG rantai antisense
AUG GAU CAC GAA AUG kodon pada RNAd
21. Jawaban: d
No.

Karakter

1.

Bentuk

2.

Letak

3.
4.

Komponen
gula
Basa N

5.

Kadar

DNA

RNA

Rantai panjang,
double helix
Dalam nukleus,
kloroplas,
dan
mitokondria
Deoksiribosa

Rantai pendek,
tunggal
Dalam nukleus,
sitoplasma, dan
ribosom
Ribosa

Adenin, guanin,
sitosin, timin
Tetap

Adenin, guanin,
sitosin, urasil
Tidak tetap

22. Jawaban: e
DNA tersusun dari gugus fosfat, gula deoksiribosa,
dan basa nitrogen (adenin, guanin, dan sitosin),
sedangkan urasil merupakan basa pirimidin pada
RNA.
23. Jawaban: d
Profase ditandai dengan menebalnya kromosom,
sedangkan metafase ditandai dengan berjajarnya
kromosom di bidang pembelahan. Kromosom
menipis menjadi kromatin merupakan ciri tahap
telofase. Kromosom menuju arah berlawanan
merupakan ciri tahap anafase.
24. Jawaban: a
Pembelahan mitosis terjadi pada sel-sel tubuh,
sedangkan pembelahan sel gamet terjadi pada
pembelahan meiosis.
25. Jawaban: e
Pada gambar pembelahan tersebut tampak bahwa
setiap kromosom haploid (berisi dua kromatid)
tertarik ke bidang ekuator. Peristiwa tersebut
menunjukkan tahap metafase II meiosis.

26. Jawaban: a
Profase adalah tahap pembelahan inti yang
ditandai dengan peristiwa berikut.
1) Benang-benang kromatin membentuk
kromosom.
2) Membran inti dan anak inti menghilang.
3) Kromosom menduplikasi diri menjadi
sepasang kromatid.
Sementara itu, telofase ditandai dengan tahapan
berikut.
1) Mulai terbentuk membran inti.
2) Kromatid menipis dan mulai terbentuk anak
inti.
3) Sitoplasma terbagi menjadi dua bagian
(sitokinesis).
27. Jawaban: b
Penebalan kromosom pada sel akar bawang merah
menunjukkan sel tersebut sedang mengalami
tahap profase. Interfase ditandai dengan tampak
jelasnya inti sel yang dibungkus membran inti.
Metafase ditandai dengan kromosom yang berjajar
di sepanjang bidang ekuator sel. Anafase ditandai
dengan kromatid yang terpisah menuju kutub yang
berlawanan. Adapun telofase ditandai dengan
terbentuknya membran inti dan anak inti.
28. Jawaban: c
Arti dari persilangan dihibrid adalah persilangan
dengan dua sifat beda. Hal ini berarti parental
bersifat heterozigot (gamet berbeda). Seandainya
induk dimisalkan bergenotipe BbKk (bulat-kuning)
maka persilangan dengan sesamanya dapat
dituliskan sebagai berikut.
P
:
BbKk
>< BbKk
Gamet : BK, Bk
BK, Bk
bK, bk
bK, bk
BK

Bk

bK

bk

BK

BBKK

BBKk

BbKK

Bbkk

Bk

BBKk

BBkk

BbKk

Bbkk

bK

BbKK

BbKk

bbKK

bbKk

bk

BbKk

Bbkk

bbKk

bbkk

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa


terdapat empat macam fenotipe yaitu bulat-kuning,
bulat-hijau, keriput-kuning, dan keriput-hijau.
Genotipe dari persilangan tersebut berjumlah
6 macam, yaitu BBKK, BbKK, BbKk, bbKK, bbKk,
dan bbkk. Pada persilangan tersebut tidak ada sifat
intermediet, artinya gen B dominan terhadap
gen b. Demikian pula gen K dominan terhadap

Biologi Kelas XII

61

gen k. Apabila terdapat sifat intermedet maka


perbandingan pada F 2 tidak akan menjadi
9 : 3 : 3 : 1.
29. Jawaban: d
Orang nomor 2 bergenotipe XC Y
Orang nomor 4 bergenotipe XC Xc
Orang nomor 5 bergenotipe Xc Y
Orang nomor 6 bergenotipe XC Xc
Orang nomor 7 bergenotipe XC Y
Orang nomor 8 bergenotipe XC Xc
Orang nomor 10 bergenotipe Xc Xc
Seorang laki-laki normal (2) menikah dengan wanita
carrier (1) dan melahirkan anak laki-laki buta warna,
anak perempuan carrier buta warna. Berdasarkan
data tersebut, maka kemungkinan genotipe wanita
pada no. 1 adalah XC Xc (carrier buta warna).
Perkawinan antara pria nomor 2 dan wanita
nomor 1 sebagai berikut.
P
= XC Y >< XC Xc
Gamet = XC
XC
Y
Xc
C
C
F1
= X X
(keturunan nomor 3)
XC Xc
(keturunan nomor 4)
XC Y
Xc Y
(keturunan nomor 5)
Berdasarkan persilangan tersebut, keturunan
nomor 3 bergenotipe XC XC (normal).
Perkawinan antara pria nomor 5 dan wanita
nomor 6 sebagai berikut.
P
= Xc Y >< XC Xc
Gamet = X c
XC
Y
Xc
F1
= XC Xc
(keturunan nomor 8)
Xc Xc
(keturunan nomor 10)
XC Y
(keturunan nomor 7)
Xc Y
(keturunan nomor 9)
30. Jawaban: e
P1
= % biji bulat
batang tinggi
Genotipe =
F2
=

><

BBRr

& biji bulat


batang pendek

Br

br

BR

BBRr
(Bulat, tinggi)

BbRr
(Bulat, tinggi)

BBrr
(Bulat, pendek)

Bbrr
(Bulat, pendek)

Jadi, jumlah keturunan berbiji bulat, batang pendek




adalah  1.250 = 675 biji.

62

Ulangan Akhir Semester 1

32. Jawaban: d
Penyimpangan yang terjadi pada persilangan
tersebut yaitu epistasis dominan dan resesif.
Epistasis dominan dan resesif terjadi apabila gen
dominan dari pasangan gen I epistasis terhadap
pasangan gen II yang bukan alelnya. Sementara
itu, gen resesif dari pasangan gen II juga epistasis
terhadap pasangan gen I.
P = IICC >< iicc
(putih)
(putih)
G =
IC
ic
F1 = IiCc
P2 = IiCc >< IiCc
(putih)
(putih)
F2 =
%

IC

Ic

iC

ic

IC

IICC

IICc

IiCC

IiCc

Ic

IICc

IIcc

IiCc

Iicc

iC

IiCC

IiCc

iiCC

iiCc

ic

IiCc

Iicc

iiCc

iicc

&

Bbrr

Gamet

Br

31. Jawaban: d
Pada kucing, warna rambut terpaut pada
kromosom X. Akibatnya, kucing Calico selalu
berkelamin betina dengan genotipe XBXb. Namun,
pada kasus tertentu kadang-kadang ditemukan
kucing Calico jantan dengan genotipe XBXbY.
Hal ini terjadi akibat peristiwa nondisjuntion.
Nondisjunction adalah peristiwa di mana
kromosom kelamin (gonosom) tidak mengadakan
pemisahan ke kutub yang berlawanan pada waktu
meiosis. Pautan seks adalah peristiwa terpautnya
sesuatu sifat pada kromosom seks. Pindah silang
adalah peristiwa bertukarnya bagian kromosom
satu dengan kromosom lainnya yang sehomolog,
ataupun dengan kromosom yang berbeda (bukan
homolognya). Gen letal atau gen kematian adalah
gen yang dalam keadaan homozigotik dapat
mengakibatkan kematian individu yang
memilikinya. Pautan gen adalah beberapa gen yang
terletak dalam kromosom yang sama, saat proses
pembentukan gamet saling berikatan.

Rasio fenotipe F2 antara ayam berwarna : ayam


putih = 3 : 13.
33. Jawaban: c
P

= RRpp

Gamet =

Rp

F1

= RrPp

P2

= RrPp

><

rrPP
rP

>< rrpp

Gamet =

RrPp (walnut)
Rrpp (rose)
rrPp (pea)
rrpp (single)
Perbandingan fenotipenya adalah
1 walnut : 1 rose : 1 pea : 1 single.
34. Jawaban: e
Pada lalat buah, jenis kelamin ditentukan oleh
perbandingan kromosom X terhadap kromosom
tubuh. Individu jantan memiliki perbandingan
'
*

= 0,5, sedangkan betina memiliki perbandingan

'
*

= 1. Kromosom Y menentukan fertilitas individu.


$

AAXXX :  individu betina super




AAXXY :  betina


AAXX :  betina

AAXY :  jantan fertil


AAXO :  jantan steril


35. Jawaban: c
HH = p2, Hh = 2pq, hh = q2
Frekuensi gen penderita penyakit hemofilia
(bergenotipe hh):
q2 =




q = @ = 0,02
p+q=1
p=1q
p = 1 0,02
p = 0,98
Jadi, gen pembawa penyakit hemofilia adalah
2pq = 2 (0,98 0,02) = 0,04
36. Jawaban: a
Pada skema dalam soal terdapat dua kromosom
yang mengalami pematahan. Selanjutnya, kedua
patahan kromosom bergabung lagi dengan
kromosom yang lain sehingga mengakibatkan
perubahan susunan alel. Kromosom pertama yang
awalnya mempunyai susunan alel ABCDEFG
menjadi ABCDENO dan kromosom kedua yang
awalnya mempunyai susunan HIJKLMNO menjadi
HIJKLMFG. Peristiwa ini disebut translokasi.
Inversi terjadi jika kromosom patah di dua tempat
kemudian diikuti dengan penyisipan kembali gengen pada kromosom yang sama dengan urutan

terbalik. Delesi terjadi jika ada pematahan


kromosom yang mengakibatkan hilangnya satu
bagian kromosom. Sementara itu, duplikasi terjadi
jika ada penambahan bahan kromosom sehingga
suatu bagian kromosom terdapat lebih dua kali
dalam satu sel diploid yang normal. Adapun untuk
peristiwa mutasi transisi dapat terjadi jika ada
pergantian suatu purin (adenin dan guanin) oleh
purin yang lain atau suatu pirimidin (timin dan
sitosin) oleh pirimidin yang lain.
37. Jawaban: a
Translokasi terjadi jika bagian dari suatu kromosom
menempel pada kromosom yang bukan
homolognya. Dari peristiwa translokasi ini akan
terbentuk kromosom baru. Mutasi ini
mengakibatkan perubahan banyak gen dalam
kromosom sehingga memicu terjadinya kelainan
pada individu. Salah satu kelainan akibat
translokasi adalah sindrom Down. Ukuran
kromosom nomor 21 dari penderita sindrom ini
hanya sepertiga kromosom aslinya. Sementara itu,
bagian kromosom yang lain menempel pada
kromosom yang bukan homolognya.
Delesi dapat terjadi jika ada suatu alel yang hilang
dari kromosomnya. Jika alel yang hilang tersebut
berpindah menuju kromosom homolognya, disebut
sebagai duplikasi. Peristiwa delesi atau duplikasi
dapat mengakibatkan sindrom Turner, yaitu hilangnya satu kromosom X sehingga hanya mempunyai
45 kromosom 22AAXO. Delesi juga terjadi pada
penderita sindrom Cry-du-Chat. Jumlah kromosom
penderita sindrom Cry-du-Chat 47, tetapi salah satu
lengan pendek pada autosom nomor 5 mengalami
delesi. Sindrom Klinefelter dan sindrom Jacob
terjadi akibat peristiwa duplikasi.
Inversi adalah peristiwa terputusnya kromosom di
dua tempat dan patahan tersebut dapat bergabung
kembali dengan urutan terbalik. Adapun transisi
adalah mutasi yang terjadi ketika suatu purin diganti
oleh purin yang lain atau suatu pirimidin oleh
pirimidin yang lain.
38. Jawaban: d
Delesi terjadi ketika ada pematahan kromosom
yang mengakibatkan hilangnya satu bagian
kromosom. Pada awalnya kromosom mempunyai
alel ABCDEFG. Kromosom tersebut mengalami
pematahan dan kehilangan satu bagian kromosomnya (gen B) sehingga terbentuk alel ACDEFG.
Duplikasi terjadi jika terdapat penambahan bahan
kromosom sehingga suatu bagian kromosom
terdapat lebih dari dua kali dalam satu sel diploid
yang normal. Pada awalnya kromosom
mempunyai alel ABCDEFG. Selanjutnya, gen B
hasil proses delesi bergabung dengan kromosom
Biologi Kelas XII

63

lain yang bukan homolognya yaitu ABCDEFG


sehingga terbentuk kromosom ABBCDEFG.
Sementara itu, katenasi terjadi karena ujung
kromosom homolog saling berdekatan sehingga
membentuk lingkaran. Duplikasi terjadi jika ada
penambahan bahan kromosom sehingga suatu
bagian kromoson terdapat lebih dua kali dalam sel
diploid yang normal. Crossing over (pindah silang)
terjadi apabila ada pertukaran sebagian gen-gen
suatu kromatid dengan gen-gen dari kromatid
pasangan homolognya.
39. Jawaban: c
Katenasi kromosom terjadi apabila ujung
kromosom homolog saling berdekatan sehingga
membentuk lingkaran. Transversi kromosom terjadi
apabila terdapat penggantian suatu pirimidin atau
penggantian suatu pirimidin oleh purin. Transisi
terjadi jika ada penggantian suatu purin (adenin
dan guanin) oleh purin yang lain atau suatu primidin
(timin dan sitosin) oleh pirimidin yang lain.
Translokasi terjadi apabila ada suatu bagian dari
satu kromosom pindah ke kromosom lain yang
bukan homolognya. Adapun inversi terjadi ketika
kromosom patah di dua tempat yang diikuti dengan
penyisipan kembali gen-gen pada kromosom yang
sama dengan urutan terbalik.
40. Jawaban: d
Inversi terjadi ketika kromosom patah di dua
tempat yang diikuti dengan penyisipan kembali
gen-gen pada kromosom yang sama dengan urutan
terbalik sehingga awal kromosom ABCDEF-GHI
menjadi ABGFED-CHI. Sementara itu, translokasi
terjadi jika suatu bagian dari satu kromosom pindah
ke kromosom lain yang bukan homolognya dan
duplikasi terjadi jika ada penambahan bahan
kromosom sehingga satu bagian kromosom
terdapat lebih dari dua kali dalam satu sel
diploid yang normal. Sedangkan delesi terjadi
ketika ada pematahan kromosom yang
mengakibatkan hilangnya satu bagian kromosom.
Katenasi terjadi karena ujung kromosom homolog
saling berdekatan sehingga membentuk lingkaran.
B.

Uraian

1. Dormansi biji dan pertumbuhan tanaman adalah


peristiwa melambatnya metabolisme pada suatu
tanaman yang mengakibatkan lambatnya
pertumbuhan. Dormansi dipengaruhi oleh hormon
asam absisat. Hormon ini menghambat
pertumbuhan tanaman dengan memperlambat
proses metabolisme. Dampak positif dormansi
tanaman adalah untuk melindungi tanaman dari
kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan,
misalnya musim dingin atau kemarau panjang.

64

Ulangan Akhir Semester 1

2. a.

b.

Jalur elektron siklik


Elektron yang dilepaskan oleh fotosistem I
akan ditangkap oleh akseptor elektron.
Selanjutnya, elektron tersebut diteruskan
menuju sistem transpor elektron. Pada akhirnya elektron akan kembali ke fotosistem I lagi.
Jalur tersebut hanya menghasilkan ATP.
Jalur elektron nonsiklik
Reaksi ini dimulai ketika fotosistem II
menyerap energi cahaya dan melepaskan
elektron. Fotosistem II selanjutnya mengambil
elektron dari hasil fotolisis dengan reaksi:

H2O 2H+ + 2e +  O2
Elektron yang dilepaskan dari fotosistem II
akan diteruskan menuju sistem transpor
elektron. Dalam proses tersebut terbentuk
ATP, pada akhirnya elektron tersebut akan
diterima oleh fotosistem I. Pada saat bersamaan, fotosistem I juga melepaskan
elektron yang diteruskan ke sistem transpor
elektron. Elektron tersebut akan ditangkap
oleh NADP+. Ion H+ hasil fotolisis diikat NADP+
membentuk NADPH2.
3. Pada sel otot manusia, asam laktat terbentuk dari
fermentasi asam laktat. Fermentasi asam laktat
terjadi jika kondisi kandungan oksigen sangat
sedikit. Hasil dari fermentasi asam laktat berupa
asam laktat yang akan terakumulasi dalam otot
sehingga membuat otot menjadi kejang. Peristiwa
ini disebut kram. Namun tumpukan asam laktat
akan berkurang sedikit demi sedikit dari darah
karena akan diangkut ke dalam hati yang kemudian
diubah kembali menjadi asam piruvat secara aerob.
Artinya kondisi otot dapat pulih kembali setelah
berhenti melakukan aktivitas.
4. Rantai sense : CGT GAT AGG TGC
Antisense
: GCA CTA TCC ACG
RNAd
: GCA CUA UCC ACG
RNAt
: CGU GAU AGG UGC
Asam amino : B D E H
5. Peristiwa yang terjadi pada kromosom pada tahap
profase sebagai berikut.
a. Leptonema (Leptoten)
Terlihat benang-benang halus di bagian inti
sel dan mulai terbentuk kromosom.
b.

Zigonema (Zigoten)
1) Pembentukan kembaran kromosom
(geminus).
2) Kromosom homolog yang berpasangan
disebut bivalen, sedangkan peristiwa
berpasangannya antarkromosom
homolog dinamakan sinapsis.

c.

Pakinema (Pakiten)
Geminus (kembaran kromosom) terbentuk
secara sempurna.

d.

Diplonema (Diploten)
1) Kromosom membelah membujur
sehingga setiap kelompok sinapsis
terbentuk empat kromatid dan letaknya
saling menjauh. Namun, pada titik-titik
tertentu masih ada hubungan disebut
kiasma. Adanya kiasma ini memungkinkan terjadinya pindah silang (crossing
over).
2) Pasangan kromosom homolog memisahkan diri.

e.

Diakinesis
1) Kromosom makin tebal.
2) Geminus menyebar di sepanjang inti.

6.
No.
1.
2.

3.
4.
5.
6.

Aspek Perbedaan

Mitosis

1.
2.

Tempat berlangsung Sel somatik


Tujuan
Pertumbuhan
serta penggantian sel rusak
atau mati
Kandungan genetik Sama dengan
pada sel-sel anak
sel induk
Jumlah sel anak
Empat sel
Jumlah pembelahan Satu kali
Jumlah kromosom Sama dengan
sel induk (diploid)

3.

Proses
Glikolisis 2 asam piruvat
Siklus Krebs
2 asam piruvat 2 asetil
2 asetil KoA 4CO2
Rantai transfer elektron
10NADH + 5O2 10NAD+ + 10H2O
2FADH2 + O2 2FAD + 2H2O

9. Persilangan antara dua genotipe kelinci kelabu


sebagai berikut.
P
: Cc >< Ccch
Gamet : C
C
c
cch
ch
F1
: CC, Cc , Cc, dan cchc
Perbandingan genotipe =
1 CC : 1 Ccch: 1 Cc : 1 cchc
Perbandingan fenotipe yang dihasilkan adalah
3 kelabu : 1 chincila.
10. a.

Mutasi yang Menguntungkan


Mutasi dapat memberikan dampak yang
menguntungkan apabila mutasi mampu
menghasilkan keturunan yang khas dan
semakin adaptif pada suatu individu atau
populasi. Mutasi dapat menghasilkan
organisme unggul, contoh tanaman poliploidi
yang dapat menghasilkan buah besar tanpa
biji, masa panen yang relatif singkat, serta
produktivitasnya tinggi. Contoh lain dari mutasi
yang menguntungkan adalah pemanfaatan
sinar X yang mampu menghambat perkembangan sel-sel kanker.

b.

Mutasi yang Merugikan


Mutasi yang merugikan merupakan mutasi
yang mengakibatkan suatu individu atau
populasi tidak adaptif bahkan letal. Mutasi
yang merugikan umumnya terjadi akibat
mutasi alam atau mutasi spontan. Pada
manusia, mutasi yang merugikan ini ada yang
diteruskan kepada keturunannya (diwariskan)
dan tidak diteruskan kepada keturunannya
(tidak diwariskan).
Mutasi yang diwariskan karena pada sel-sel
kelamin (gonosom) mengalami mutasi.
Contohnya orang yang mengalami sindrom
Turner dan sindrom Klinefelter. Mutasi yang
tidak diwariskan dapat terjadi karena pada selsel tubuh (autosom) mengalami mutasi.
Contoh dari mutasi yang tidak diwariskan yaitu
sindrom Down, sindrom Edwards, sindrom
Patau, dan kanker.

Meiosis
Sel kelamin
Pembentukan
gamet

Berbeda dengan
sel induk
Dua sel
Dua kali
Setengah dari sel
induk (haploid)

7.
No.

Darah janin akan mengalami kerusakan yang


disebut eritroblastosis fetalis. Gejala-gejala bayi
yang menderita eritroblastosis fetalis, yakni tubuh
sangat pucat dan kuning serta hati dan limfa
membengkak. Penyakit ini dapat mengakibatkan
kematian pada bayi.

Akseptor

ATP

2NADH

2ATP

2NADH
6NADH

2ATP

30ATP
34
4ATP

8. Pada pasangan suami istri yang memiliki faktor


rhesus berbeda, kelahiran anak pertama dapat
selamat, sedangkan pada kelahiran selanjutnya akan
terjadi kelainan (kematian). Hal ini karena dalam
plasenta ibu sudah terbentuk banyak zat antirhesus
positif yang dapat menggumpalkan antigen rhesus
dari janin kedua yang dikandungnya. Penggumpalan
ini disebabkan antibodi pada darah ibu jumlahnya
sangat banyak. Akibatnya, sebagian antibodi dapat
masuk ke tubuh fetus atau janin melalui plasenta.

Biologi Kelas XII

65

Model Pengintegrasian Nilai Pendidikan Karakter


Standar Kompetensi
4. Memahami teori evolusi
serta implikasinya pada
Salingtemas.

Kompetensi Dasar
4.1

4.2

4.3

Menjelaskan teori,
prinsip, dan mekanisme
evolusi biologi.
Mengkomunikasikan
hasil studi evolusi
biologi.
Mendeskripsikan
kecenderungan baru
tentang teori evolusi.

Nilai

Indikator

Rasa ingin
tahu

Mengembangkan rasa ingin tahu untuk memahami


sebuah teori yang dipelajari

Pada bab ini akan dipelajari:


1. Asal usul Kehidupan
2. Teori Evolusi dan Petunjuk Adanya Evolusi
3. Mekanisme Evolusi

Evolusi

Mendeskripsikan teori evolusi dan


petunjuk adanya evolusi

Menjelaskan asal usul kehidupan

Membedakan berbagai macam teori


asal usul kehidupan
Membuat rancangan percobaan
untuk membuktikan teori asal usul
menurut Francesco Redi dan
Lazzaro Spallanzani
Menjelaskan teori-teori tentang asal
usul kehidupan modern
Menjelaskan tahap-tahap evolusi
sel eukariotik

Siswa mampu menjelaskan asal-usul


kehidupan

Menjelaskan pokok-pokok teori


evolusi dari beberapa tokoh
evolusionis
Mendeskripsikan suatu permasalahan menurut teori Darwin
Mengenal berbagai petunjuk evolusi

Evolusi

Siswa mampu mendeskirpsikan teori


evolusi dan petunjuk adanya evolusi

Siswa mampu memahami teori evolusi


serta implikasinya

66

Menjelaskan mekanisme evolusi

Menjelaskan faktor-faktor yang


mengakibatkan terjadinya evolusi
Menjelaskan contoh penerapan
hukum Hardy-Wemberg
Mempresentasikan hasil diskusi
mengenai tanggapan masyarakat
tentang evolusi
Mengomunikasikan pendapat
mengenai hasil studi evolusi biologi

Siswa mampu menjelaskan


mekanisme evolusi

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: a
Aristoteles adalah pencetus teori abiogenesis.
Aristoteles melakukan percobaan pada tanah
yang direndam air akan muncul cacing. Francesco
Redi pengikut teori biogenesis, Stanley Miller
pengikut teori evolusi kimia, Lynn Margulis adalah
penemu teori asal usul sel eukariotik, dan Sydney
W. Fox adalah seorang penemu teori evolusi
biologi.
2. Jawaban: c
Needham, Antony van Leuwenhoek, J.B. van
Helmont, dan Aristoteles adalah pendukung teori
abiogenesis. Louis Pasteur adalah pendukung
teori biogenesis. Melalui percobaannya Louis
Pasteur membuktikan bahwa mikroorganisme
tidak tumbuh dari air sediaan steril yang ditempatkan di labu leher angsa.
3. Jawaban: e
Dari keempat gambar pada soal di atas terlihat
bahwa gambar nomor I, II, dan III adalah rangkaian
percobaan teori biogenesis dan hanya gambar
nomor IV yang merupakan rangkaian percobaan
teori abiogenesis modern. Rangkaian alat seperti
gambar IV digunakan oleh Miller dan Urey untuk
membuktikan terbentuknya asam amino dari
molekul-molekul anorganik, seperti CH4, NH3,
H2O, dan H2 yang diberi loncatan listrik.
4. Jawaban: e
Pasteur menggunakan labu berbentuk leher angsa
supaya udara tetap dapat masuk ke dalam labu.
Namun, bakteri tidak dapat masuk ke air kaldu
karena terhalang oleh uap air yang menempel
pada pipa leher.
5. Jawaban: c
Lazzaro Spallanzani dan Louis Pasteur menggunakan langkah sterilisasi dengan memanaskan air
kaldu di atas api untuk mematikan mikroorganisme
dalam kaldu. Sementara A. Oparin dan Harold Urey
adalah tokoh abiogenesis modern.
6. Jawaban: c
Francesco Redi adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Italia. Ia merupakan orang pertama
yang membantah teori generatio spontanea.
Francesco Redi membuktikan bahwa belatung
yang ada di daging berasal dari induk lalat yang
bertelur di daging tersebut.

7. Jawaban: b
Perbedaan Spallanzani dan Needham
Spallanzani

Needham

Merebus kaldu cukup lama


sehingga semua organisme
mati dan botol ditutup rapat

Merebus kaldu hanya


beberapa menit kemudian
botol ditutup rapat

8. Jawaban: d
Teori cosmozoic menyatakan bahwa asal mula
makhluk hidup di bumi berasal dari spora kehidupan yang berasal dari luar angkasa. Pilihan a
merupakan pernyataan dari teori evolusi kimia.
Pilihan b merupakan pernyataan dari teori
biogenesis. Pilihan c merupakan pernyataan dari
teori penciptaan. Pilihan jawaban e merupakan
pernyataan dari teori biogenesis.
9. Jawaban: b
Teori evolusi kimia diawali dengan bereaksinya gasgas anorganik H2O, H2, NH3, dan CH4 dengan
bantuan sinar kosmis dan halilintar membentuk
asam amino, purin, pirimidin, ATP, dan glukosa.
Selanjutnya, molekul sederhana ini akan bergabung
atau bercampur menjadi molekul kompleks yaitu
protein, DNA, RNA, dan karbohidrat (makromolekul).
10. Jawaban: b
Berdasarkan hasil percobaannya, Miller berhasil
membuktikan bahwa asam amino (prekusor protein)
terbentuk dari metana (CH 4), amonia (NH 3),
hidrogen (H2), dan air (H2O) yang merupakan
senyawa anorganik purba. Asam amino inilah yang
menjadi substansi dasar sel hidup.
11. Jawaban: d
Bagian nomor 4 merupakan tempat berlangsungnya reaksi antara CH4, NH3, H2, dan H2O. Nomor 1
merupakan labu berisi air yang mendidih, nomor 2
merupakan gambar aliran uap air, nomor 3
merupakan elektrode untuk mengalirkan listrik,
dan nomor 5 adalah kumpulan kondensor yang
berfungsi untuk mendinginkan gas sehingga
terbentuk tetesan-tetesan air.
12. Jawaban: a
Molekul anorganik pada atmosfer purba terdiri atas
metana (CH4), amonia (NH3), hidrogen (H2), dan
air (H2O). Molekul tersebut dapat bereaksi dengan
bantuan sinar kosmis atau halilintar menjadi
senyawa organik sederhana seperti urea,
formaldehid, dan asetat. Senyawa organik tersebut
akan berpolimerisasi menjadi asam amino,
glukosa, nukleotida, dan asam lemak.

Biologi Kelas XII

67

13. Jawaban: e
Proses sintesis senyawa organik dari gas-gas
anorganik dipicu oleh sinar kosmis, sinar UV,
halilintar, panas bumi, dan loncatan listrik, tetapi
dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen).
14. Jawaban: c
Protenoid merupakan hasil polimerisasi yang
mengandung berbagai asam amino dan berbagai
monomer yang diteteskan pada pasir, batu, atau
tanah. Mikrosfer adalah istilah untuk kumpulan
protenoid yang menyusun tetesan kecil,
sedangkan makromolekul adalah gabungan dari
asam amino-asam amino. Istilah protobion
merupakan molekul-molekul yang dihasilkan
secara abiotik sedangkan protosel adalah sel
primitif yang berasal dari protobion.
15. Jawaban: c
Lynn Margulis dari Universitas Boston telah
membuktikan bahwa organel-organel tertentu
pada sel eukoriotik terutama mitrokondria dan
kloroplas berasal dari sel prokariotik yang
berukuran kecil. Sel prokariotik akan menempati
sitoplasma sel inang sehingga terbentuk sel
eukariotik (teori endosimbiotik). Jadi, teori
endosimbiotik menyatakan bahwa sel tunggal
yang kompleks berevolusi dari dua atau lebih sel
yang lebih sederhana dan hidup simbiotik dengan
sel inangnya.
B.

Uraian

1. Beberapa ilmuwan penganut teori biogeneiss


melakukan eksperimen berikut.
a. Francesco Redi melakukan percobaan yang
bertujuan untuk membuktikan bahwa belatung
bukan berasal dari daging dengan melakukan
percobaan memasukkan daging segar ke
dalam tiga toples, stoples I ditutup kain rapat,
stoples II dengan ditutup dengan kain kasa,
dan stoples III dibiarkan terbuka. Hasil
percobaan menunjukkan bahwa pada daging
segar yang tidak ditutup terdapat belatung.
Daging pada stoples yang ditutup kain kasa
terdapat belatung. Daging pada stoples yang
ditutup rapat tidak terdapat belatung.
Berdasarkan percobaan tersebut dapat diambil
kesimpulan bahwa belatung berasal dari telur
lalat, bukan dari daging.
b. Lazzaro Spallanzani melakukan percobaan
untuk membantah teori yang dikemukakan
Needham dengan cara merebus air kaldu
dalam waktu yang lama kemudian menutup
botol hingga rapat ternyata tidak ditemukan

68

Evolusi

c.

mikroorganisme di dalamnya setelah


didiamkan beberapa hari. Hal ini karena
mikroorganisme mati akibat sterilisasi.
Sementara itu, Needham tidak merebus air
kaldu dalam waktu lama sehingga mikroorganisme masih hidup di dalam air kaldu.
Louis Pasteur melakukan percobaan untuk
menyempurnakan percobaan Spallanzani
dengan merebus air kaldu dan meletakkan
pada labu leher angsa. Meskipun udara tetap
masuk, tetapi mikroorganisme tertahan di
leher angsa akibat terdapat sisa-sisa uap air
yang menempel pada dinding leher pipa
angsa sehingga air kaldu tetap jernih. Hsal
ini membuktikan bahwa mikroorganisme
bukan berasal dari air kaldu melainkan udara
yang terkontaminasi mikroorganisme.

2. Teori abiogenesis modern dikenal juga dengan teori


evolusi kimia. Evolusi kimia merupakan jenis
evolusi yang menyangkut evolusi atom dan
molekul menjadi substansi yang lebih kompleks.
Pendukung teori evolusi kimia adalah Oparin, Miller,
dan Urey. Dalam teori ini, diungkapkan bahwa
pembentuk dasar kehidupan berasal dari gas-gas
atmosfer purba yaitu H2O, H2, NH3, dan CH4 yang
mengalami perubahan menjadi molekul organik
sederhana (asam amino) akibat adanya
pemanasan dan energi dari alam. Kemudian
molekul organik sederhana terakumulasi di
cekungan perairan (disebut primordial soup).
Senyawa organik sederhana tersebut akan
mengalami reaksi lanjutan sehingga membentuk
zat hidup paling sederhana yaitu protobion.
3. Teori yang menjelaskan tentang asal usul sel
eukariotik adalah teori endosimbiotik. Dalam teori
endosimbiotik dijelaskan bahwa organisme
prokariotik aerob kecil ditelan organisme prokariotik
heterotrof anaerob yang besar. Sel prokariotik yang
lebih kecil akan tinggal menetap di dalam
organisme prokariotik besar. Ketika inang
membelah diri, sel prokariotik kecil membelah dan
terbagi rata ke setiap sel anakan. Selama kurun
waktu yang lama, sel prokariotik kecil berevolusi
menjadi mitokondria. Organisme hasil penggabungan dua organisme ini disebut sebagai
eukariotik heterotrof. Selanjutnya, organisme
eukariotik heterotrof bergabung dengan
endosimbion Cyanobacteria yang merupakan
organisme autotrof. Hasil gabungan tersebut
membentuk organisme eukariotik autotrof.

4.
H2O, CH4, H2, NH3

Monomer organik

Polimer organik (protenoid)

Protobion

5. Teori cosmozoic atau kosmozoan menyatakan


bahwa asal mula makhluk hidup bumi berasal dari
spora kehidupan yang berasal dari luar angkasa.
Spora kehidupan tidak dapat bertahan di planet
ruang angkasa yang sangat dingin, kering, dan
adanya radiasi yang mematikan. Akhirnya spora
kehidupan itu pindah ke bumi. Teori ini disanggah
oleh para ilmuwan yang menyatakan bahwa spora
kehidupan tersebut saat mencapai bumi tidak dapat
bertahan hidup akibat pergesekan di angkasa atau
pergesekan dengan lapisan ozon bumi.

Protosel (sel purba)

Sel prokariotik purba

Sel eukariotik purba

A.

Pilihan Ganda

1.

Jawaban: b
Charles Robert Darwin menyatakan bahwa fosil
dari lapisan bumi yang lebih tua merupakan leluhur
dari bentuk kehidupan pada lapisan berikutnya.
Alfred Wallace berpendapat bahwa evolusi terjadi
karena seleksi alam. Lamarck menyatakan bahwa
hasil adaptasi berupa morfologi maupun fisiologi
diwariskan kepada keturunannya. Sementara itu,
George Cuvier berpendapat bahwa makhluk hidup
itu hadir sesaat, lenyap oleh malapetaka, dan
kemudian tercipta lagi makhluk hidup lain.

2. Jawaban: b
Keistimewaan yang dimiliki fosil kuda adalah di
setiap zaman geologi ditemukan fosil secara
lengkap dan utuh. Sementara itu, kelemahan fosil
lain adalah ditemukan tidak utuh dan tidak setiap
zaman ditemukan fosil sehingga tidak dapat
menyusun filogeni dengan akurat.
3. Evolusi terjadi melalui seleksi alam merupakan
pernyataan dari teori Darwin. Lamarck menyatakan bahwa perubahan pada makhluk hidup terjadi
karena proses adaptasi lingkungan yang bersifat
diwariskan. George Cuvier memiliki teori
katatropisme. Malthus memaparkan teori populasi
dan Charles Lyell mengemukakan teori geologi
bumi.
4. Jawaban: a
Beberapa hal pokok dalam teori evolusi Darwin
sebagai berikut.

1)

2)

3)

4)

Di muka bumi ini tidak ada individu yang


benar-benar sama. Hal ini terbukti dengan
adanya variasi dalam satu keturunan seayah
dan seibu, meskipun keduanya kembar
identik.
Setiap populasi berkecenderungan untuk
bertambah banyak. Hal ini karena setiap
makhluk hidup mempunyai kemampuan
berkembang biak.
Suatu individu harus berjuang mempertahankan hidup agar mampu berkembang biak
karena untuk berkembang biak dibutuhkan
makanan dan ruangan yang cukup.
Pertambahan populasi tidak berjalan terusmenerus karena terjadi seleksi alam sehingga
hanya individu yang mampu bertahan saja
yang akan berkembang biak dan dapat
melangsungkan kehidupannya.

5. Jawaban: b
Berbagai bentuk paruh dipengaruhi oleh jenis
makanannya. Berbagai bentuk kaki Aves
dipengaruhi oleh tempat hidupnya.
6. Jawaban: c
Teori evolusi yang disampaikan oleh J.B. de Lamarck
menunjukkan bahwa organ tubuh yang sering
digunakan akan berkembang dan menyesuaikan
diri secara morfologis maupun fisiologis.
Sementara itu, organ yang tidak dipergunakan akan
mereduksi. Perubahan adaptif pada organisme
dapat diturunkan pada keturunannya.

Biologi Kelas XII

69

7. Jawaban: e
Domestikasi dengan perkawinan silang bukan
merupakan petunjuk adanya evolusi. Petunjuk
adanya evolusi adalah dari penemuan fosil,
anatomi perbandingan homologi dan analogi,
embriologi perbandingan, variasi dalam spesies,
alat-alat tubuh yang tersisa, perbandingan fisiologi,
dan petunjuk secara biokimia.
8. Jawaban: c
Lingkungan memengaruhi perubahan gen pada
makhluk hidup merupakan teori Lamarck.
Pokok-pokok pemikiran Darwin sebagai berikut.
1) Tidak ada individu yang benar-benar sama,
meskipun keduanya kembar identik. Hal ini
terjadi karena adanya variasi dalam satu
keturunan.
2) Setiap populasi berkecenderungan untuk
bertambah banyak karena setiap makhluk
hidup mempunyai kemampuan untuk
berkembang biak.
3) Makhluk hidup memerlukan makanan dan
ruangan yang cukup untuk berkembang biak.
4) Seleksi alam mengakibatkan pertambahan
populasi tidak berjalan terus-menerus.
9. Jawaban: b
T. R. Malthus menyatakan pendapat tersebut dalam
bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of
Population. August Weismann menyatakan bahwa
variasi yang terdapat pada generasi berikutnya diatur
oleh faktor-faktor genetik, bukan faktor lingkungan.
G. Cuvier menyatakan bahwa makhluk hidup hadir
sesaat kemudian lenyap oleh malapetaka, kemudian
tercipta lagi makhluk hidup lain. Charles Lyell
menyatakan bahwa proses geologi mengikuti pola
yang seragam. J. B. de Lamarck menyatakan bahwa
makhluk hidup akan menyesuaikan diri baik secara
fisiologis maupun morfologis.
10. Jawaban: c
Berdasarkan fakta tersebut, fakta nomor 1 dan 4
bukanlah dasar teori evolusi yang merupakan
dasar teori evolusi ditunjukkan oleh nomor 2 dan
3. Selain itu, fakta yang lain yaitu embriologi
perbandingan, rekaman fosil, sisa-sisa alat dalam
tubuh, petunjuk secara biokimia, dan perbandingan fisiologi.
11. Jawaban: e
Prinsip teori evolusi yang dikemukakan Lamarck
yaitu evolusi berjalan melalui mekanisme adaptasi
terhadap lingkungan dan sifat yang diperoleh akan
diwariskan kepada keturunannya. Adapun teori
evolusi menurut Charles Darwin yaitu evolusi
berjalan melalui mekanisme seleksi alam,
adaptasi mengakibatkan evolusi dalam waktu

70

Evolusi

lama, dan variasi pada organisme merupakan


variasi sifat fenotipe organisme.
12. Jawaban: d
Bentuk dasar tubuh berbeda, tetapi memiliki fungsi
yang sama disebut analogi. Sebaliknya jika bentuk
dasar tubuh sama, tetapi fungsi berbeda disebut
homologi. P
13. Jawaban: b
Homologi merupakan makhluk hidup yang
mempunyai organ tubuh dengan bentuk dasar
sama, tetapi fungsi berbeda seperti sayap burung
dengan tungkai depan paus. Sedangkan pilihan
a, c, d, dan e memiliki struktur berbeda namun
fungsi sama, hal ini disebut dengan analogi.
14. Jawaban: e
Lamarck menyatakan bahwa makhluk hidup akan
menyesuaikan diri baik secara fisiologis maupun
morfologis sebagai bentuk adaptasi terhadap
berbagai macam unsur lingkungan. Organ tubuh
yang sering digunakan akan berkembang dan
yang tidak digunakan akan mereduksi. Daun
kaktus yang tereduksi menjadi berbentuk duri
merupakan suatu bentuk penyesuaian terhadap
lingkungan gurun.
15. Jawaban: c
Seorang ahli anatomi dari Jerman bernama R.
Weidersheim menyatakan ada 100 buah alat tubuh
yang tersisa pada manusia. Beberapa alat tubuh
yang tersisa di antaranya sebagai berikut.
1) Gigi taring runcing
2) Umbai cacing
3) Otot penggerak telinga
4) Tulang ekor
5) Selaput mata pada sudut mata sebelah dalam
6) Rambut pada dada
7) Buah dada pada laki-laki
B. Uraian
1. J.B. de Lamarck menyatakan bahwa makhluk
hidup akan menyesuaikan diri baik secara fisiologis
maupun morfologis. Organ tubuh makhluk hidup
yang sering digunakan akan berkembang.
Sementara itu, organ tubuh makhluk hidup yang
tidak digunakan akan mereduksi dan hilang. Sifat
baru yang dihasilkan akan diturunkan kepada
keturunannya. Pada awalnya, jerapah berleher
pendek. Jerapah selalu memakan tunas-tunas
daun yang tinggi sehingga lehernya bertambah
panjang. Akibatnya, keturunan jerapah berleher
lebih panjang.
2. Evolusi konvergensi terjadi karena adanya
modifikasi dari kutub gen. Pada evolusi
konvergensi tidak pernah dihasilkan organisme

baru, tetap hanya menghasilkan variasi sehingga


populasi terakhir menunjukkan perbedaan yang
jelas dengan nenek moyangnya.
3. Darwin menyatakan bahwa
fosil yang ditemukan pada
lapisan batuan muda berbeda dengan fosil yang
terdapat pada lapisan batuan yang lebih tua dan
menunjukkan suatu bentuk
perkembangan. Dari studi
yang dilakukan dapat dicatat
beberapa perubahan dari
nenek moyang kuda (Eohippus) yang hidup 58 juta
tahun yang lalu menuju ke
bentuk kuda modern
sekarang (Equus), sebagai
berikut.
a. Tubuh bertambah besar,
dari sebesar kucing
hingga sebesar kuda sekarang.
b. Leher makin panjang, kepala makin besar,
jarak antara ujung mulut hingga bagian mata
menjadi makin jauh.
c. Perubahan dari geraham depan dan belakang
dari bentuk yang sesuai untuk makan daun
menjadi bentuk yang sesuai untuk makan
rumput.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e
Seleksi alam menyatakan bahwa makhluk hidup
yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan
kondisi alam habitatnya akan mendominasi
dengan cara memiliki keturunan yang mampu
bertahan hidup. Sebaliknya makhluk hidup yang
tidak mampu beradapatsi akan punah. Misalnya,
kupu-kupu bersayap cerah tidak mampu beradaptasi setelah perkembangan industri sehingga
kupu-kupu bersayap cerah punah. Hal ini karena
kupu-kupu bersayap cerah lebih mudah dilihat
predatornya.
2. Jawaban: a
Variasi merupakan perbedaan antarindividu sejenis
baik warna, bentuk, maupun kemampuan beradaptasi. Variasi merupakan hasil dari perkawinan
makhluk hidup.

d.

e.

Bertambah panjangnya anggota tubuh hingga


dapat dipakai untuk berlari cepat, tetapi
bersamaan dengan itu kemampuan rotasi
tubuh menurun.
Adanya reduksi jari kaki dari lima menjadi
satu, yaitu jari ketiga yang selanjutnya
memanjang, kemudian disokong teracak.

4. Alat-alat tubuh yang tersisa pada hakikatnya sudah


tidak berguna lagi, tetapi masih terdapat dalam
tubuh dan berjumlah banyak. Alat-alat tubuh yang
tersisa merupakan hasil dari proses evolusi yang
lama. Contoh sisa alat-alat tubuh tersebut yaitu
umbai cacing, tulang ekor, gigi taring, payudara
pada laki-laki, otot penggerak telinga, rambut pada
dada, dan selaput mata di sudut mata sebelah dalam.
5. Evolusi adalah proses perubahan pada makhluk
hidup yang berlangsung sedikit demi sedikit dan
memerlukan waktu yang lama. Konsep evolusi
menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari
spesies yang sama yang hidup di masa lalu.
Adanya pengaruh kondisi yang berbeda-beda
mengakibatkan setiap spesies dapat mengalami
mutasi, migrasi gen rekombinasi genetik, seleksi
alam, atau isolasi reproduksi sehingga terbentuk
spesies-spesies baru.

3. Jawaban: d
Spesies baru dapat timbul karena adanya isolasi,
domestikasi, mutasi, dan seleksi. Adapun antogami
merupakan proses penyerbukan sendiri pada
tumbuhan yang tidak menimbulkan spesies baru.
4. Jawaban: e
Sifat baru yang menguntungkan jika dapat
beradaptasi dengan lingkungannya akan terus
hidup dan mewariskan mutasi yang dialaminya
kepada keturunannya. Mutasi merupakan salah
satu mekanisme evolusi yang sangat penting
dalam proses pembentukan spesies baru dengan
sifat-sifat yang lebih baik.
5. Jawaban: c
Isolasi mekanik adalah tidak terjadinya perkawinan
karena adanya perbedaan ukuran yang menyolok
pada morfologi atau bentuk alat kelamin.

Biologi Kelas XII

71

6. Jawaban: e
Seleksi alam adalah suatu proses di mana
individu-individu tertentu yang mampu beradaptasi
akan terus hidup dan mempunyai keturunan. Mutasi
gen dapat mengubah posisi nukleotida penyusun
DNA yang mengakibatkan banyak kematian, cacat,
dan abnormalitas. Terjadinya mutasi dipengaruhi
oleh faktor luar dan faktor dalam (rekombinasi gengen). Jadi, seleksi alam, mutasi, dan rekombinasi
gen dapat mengakibatkan variasi pada makhluk
hidup. Sementara itu, suhu, tanah, dan makanan
tidak mengakibatkan terjadinya variasi pada
makhluk hidup.
7. Jawaban: c
Albino merupakan gen resesif
Diketahui: Penduduk albino (aa)= 9%
Penduduk normal (AA dan Aa)= 91%

Frekuensi genotipe penderita albino = aa


Frekuensi genotipe carrier albino = Aa
Frekuensi genotipe normal = AA
Frekuensi A = p, a = q
Frekuensi genotipe aa = q2 = 9%
= 0,09

q = @ = 0,30
Jadi, Frekuensi gen albino (gen a) sebesar 0,30.
8. Jawaban: d
Hukum HardyWeinberg berlaku jika memenuhi
persyaratan antara lain ukuran populasi cukup
besar, populasi terisolasi, tidak terjadi mutasi atau
jika terjadi harus seimbang, perkawinan secara
acak artinya pemilihan alel tidak dilakukan secara
sengaja/ tidak diatur.
9. Jawaban: b
Gen PTC = T, gen non PTC = t
Individu PTC memiliki genotipe TT dan Tt
Individu non PTC memiliki genotipe tt
TT + Tt = 64% = 0,64
tt = 100% 64% = 36% = 0,36
gen non PTC = t = @$ = 0,6
gen PTC = T = 1 t = 1 0,6 = 0,4
Frekuensi individu PTC homozigot
= TT = (0,4)2 = 0,16
Frekuensi individu PTC heterozigot
= 2Tt = 2 0,4 0,6 = 0,48
Perbandingan frekuensi genotipe TT : Tt : tt
= 0,16 : 0,48 : 0,36
= 4 : 12 : 9

72

Evolusi

10. Jawaban: b


Orang albino = aa =  = 0,0004


a = @ = 0,02
A+a=1
A = 1 0,02 = 0,98
Jadi, frekuensi gen A = 0,98 dan a = 0,02
Orang pembawa sifat albino (Aa)
Aa = 2 Aa = 2 0,98 0,02 = 0,0392 = 3,92%
Berarti dalam populasi 10.000 orang terdapat
carrier albino sebanyak 10.000 0,0392 = 392
orang.
11. Jawaban: e
Hukum Hardy-Weinberg berlaku jika memenuhi
persyaratan berikut.
1) Jumlah populasi cukup besar.
2) Populasi terisolasi.
3) Tidak terjadi mutasi dan migrasi.
4) Tidak ada seleksi alam.
5) Terjadi perkawinan secara acak, setiap
individu memiliki kesempatan yang sama
untuk kawin dengan individu lain pasangan
jenisnya. Oleh karena itulah setiap individu
seharusnya memiliki keberlangsungan hidup
(viabilitas) dan kesuburan (fertilitas) yang
sama.
12. Jawaban: a
Pernyataan 1), 2), 3), dan 4) benar karena erat
hubungannya dengan faktor pemisah kehidupan
spesies.
13. Jawaban: c
Albino merupakan gen resesif
Diketahui: Jumlah penduduk = 10.000 orang
Penderita albino = 16%

Frekuensi genotipe penderita albino = aa


Frekuensi genotipe carrier albino = Aa
Frekuensi genotipe normal = AA
Frekuensi A = p a = q

Frekuensi genotipe aa = q2 = 16% = 0,16

q = @  = 0,4
p+q=1
p = 1 0,4 = 0,6
Persentase orang normal (AA) adalah
AA = p2 = (0,6)2 = 0,36 = 36%
Persentase orang normal carrier albino
Aa = 2(pq) = 2(0,6 0,4) = 0,48 = 48%
Jadi jumlah orang carrier albino adalah
48% 10.000 = 4.800 orang

14. Jawaban: c
Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang
hidup pada satu tempat setelah mengalami
penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah.
Contohnya bentuk paruh burung finch yang
ditemukan Darwin di kepulauan Galapagos. Dari
pengamatannya tampak burung-burung finch
tersebut memiliki bentuk paruh dan ukuran yang
berbeda, dan menunjukkan mempunyai hubungan
dengan burung finch yang ada di Amerika Selatan.
Burung itu berkembang biak dan keturunannya
yang mempunyai sifat sesuai dengan lingkungan
akan bertahan hidup, sedang yang tidak akan mati.
Oleh karena lingkungan yang berbeda, burungburung itu menyesuaikan diri dengan jenis makanan
yang ada di Galapagos. Akhirnya terbentuklah 14
spesies burung finch yang berbeda dalam bentuk
dan ukuran paruhnya.
15. Jawaban: c
Misal p = frekuensi untuk alel LM
q = frekuensi untuk alel LN
Menurut Hukum Hardy-Weinberg:
p2LMLN + 2pqLMLN + q2LNLN
q2 =




= 0,04

q = @ = 0,2
p+q=1
p = 1 0,2 = 0,8
Jadi, frekuensi alel LM = p = 0,8.
Frekuensi alel LN = q = 0,2.
Jadi, frekuensi alel LM dan LN berturut-turut adalah
0,8 dan 0,2.
B.

Uraian

1. Sebelum berkembangnya revolusi industri di Inggris,


kupu-kupu Biston betularia berwarna cerah lebih
banyak daripada yang berwarna gelap. Namun,
setelah berlangsungnya revolusi industri, ternyata
kupu yang berwarna gelap lebih banyak daripada
yang berwarna cerah. Hal ini dikarenakan sebelum
revolusi industri pohon di habitatnya masih bersih,
sehingga kupu berwarna cerah lebih adaptif, akibatnya sulit untuk dilihat predator. Ketika berlangsung
revolusi industri dan sesudahnya, pohon dan daun
habitat kupu-kupu tersebut tertutup oleh jelaga.
Akibatnya, kupu-kupu berwarna gelap lebih adaptif
sehingga sulit dilihat predator.

2. Faktor-faktor yang mengakibatkan adanya binatang


endemik sebagai berikut.
a. Adaptasi terhadap lingkungan
Hewan endemik seperti komodo memiliki
tingkat adaptasi yang tinggi terhadap isolasi
geografis yang menciptakan habitat khusus
bagi hewan tersebut. Reptil karnivora seperti
komodo beradaptasi secara morfologi,
fisiologi, dan perilaku terhadap lingkungannya
sehingga bisa bertahan hingga ratusan tahun
di pulau komodo.
b. Seleksi alam
Perubahan kondisi geografis dan ketersediaan pangan tetap membuat komodo mampu
bertahan dari seleksi alam yang terjadi.
c. Isolasi geografi
Perubahan lingkungan membuat komodo
terisolasi secara geografis dari habitat lainnya
di luar pulau komodo, sehingga hewan tersebut
tidak mampu untuk melakukan persebaran di
luar habitat aslinya dan melakukan pertukaran
gen.
3. Mutasi gen adalah perubahan informasi genetik
yang terjadi dalam organisme. Mutasi dapat
mengubah posisi nukleotida penyusun DNA. Mutasi
gen dapat mengakibatkan terjadinya evolusi. Mutasi
yang terjadi pada sel-sel kelamin makhluk hidup
akan diwariskan kepada keturunannya. Gen yang
bermutasi akan selalu ada dalam setiap sel
keturunan. Kadang-kadang mutasi tersebut
menimbulkan sifat baru yang menguntungkan.
Jika sifat baru tersebut dapat beradaptasi dengan
lingkungannya, individu tersebut akan terus hidup
dan mewariskan mutasi yang dialaminya pada
keturunannya. Jika mutasi seperti ini terjadi terusmenerus pada keturunannya, lama-kelamaan akan
muncul spesies baru dengan susunan gen yang
sama sekali berbeda dengan susunan gen nenek
moyangnya.
4. Spesiasi adalah proses pembentukan spesies
makhluk hidup. Spesiasi merupakan proses
pembentukan spesies baru yang berbeda dari
spesies sebelumnya melalui proses perkembangbiakan secara natural. Spesiasi dapat terjadi jika
memenuhi beberapa persyaratan, yaitu terjadinya
perubahan lingkungan, adanya relung (niche) yang
kosong, dan adanya keanekaragaman suatu
kelompok.

Biologi Kelas XII

73

5. a.

A.

Genotipe laki-laki buta warna XcbY


Frekuensi alel CB untuk normal p dan
frekuensi alel cb untuk buta warna adalah q.
Maka laki-laki buta warna = XcbY atau cb = q
q = 4%
q = 0,04
jika p + q = 1, maka p = 1 q
p = 1 0,04
p = 0,96

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e
Teori evolusi biologi menyatakan bahwa makhluk
hidup pertama merupakan hasil dari evolusi
molekul anorganik yang kemudian berkembang
menjadi struktur kehidupan terkecil (sel). Teori
evolusi biologi dimulai dari cekungan-cekungan
di pantai. Makromolekul seperti asam amino terkonsentrasi di cekungan tersebut. Asam amino
adalah penyusun protein yang merupakan
senyawa dalam protoplasma. Protoplasma adalah
bagian yang hidup dari sel. Sel merupakan bagian
terkecil dari suatu kehidupan.
2. Jawaban: e
Teori evolusi biokimia menyatakan bahwa asal mula
kehidupan terjadi bersamaan dengan evolusi
terbentuknya bumi. Menurut Oparin, pada awalnya
atmosfer purba terdiri atas metana (CH4), amonia
(NH3), uap air (H2O), dan gas hidrogen (H2). Oleh
karena adanya pemanasan dan energi alam, berupa
sinar kosmis dan halilintar, gas-gas tersebut
mengalami perubahan menjadi molekul organik
sederhana yang menyerupai substansi asam amino.
3. Jawaban: b
Menurut Aristoteles, kehidupan muncul dari benda
tidak hidup/makhluk hidup ada dengan sendirinya.
Teori ini disebut teori Abiogenesis. Adapun
menurut Alexander Oparin, kehidupan terjadi
bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi
beserta atmosfernya. Oparin menjelaskan bahwa
atmosfer bumi pada zaman purba terdiri atas CH4,
NH3, H2, dan H2O. Oleh adanya pemanasan dan
energi alam, gas-gas tersebut kemudian berubah
menjadi molekul organik sederhana, sejenis asam
amino. Teori ini disebut teori evolusi biokimia.

74

Evolusi

b.

c.

Wanita buta warna XcbXcb atau cbcb


cbcb = q2 = (0,04)2 = 0,0016
Jadi persentase wanita buta warna adalah
= 0,0016 100%
= 0,16%
Wanita carrier XCBXcb atau CBcb
CBcb = 2pq = 2 0,96 0,04
= 0,0768
Jadi, persentase wanita carrier adalah
= 0,0768 x 100%
= 7,68%

4. Jawaban: a
Teori evolusi kimia diawali dengan bereaksinya
gas-gas anorganik H 2O, CH 4 (metana), NH 3
(amonia), dan hidrogen dengan bantuan sinar
kosmis dan halilintar membentuk asam amino,
purin, pirimidin, ATP, dan glukosa.
5. Jawaban: b
Percobaan untuk menyanggah teori generatio
spontanea atau abiogenesis dilakukan oleh tokohtokoh seperti Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani,
dan Louis Pasteur. Percobaan yang dilakukan oleh
Francesco Redi adalah daging yang berada di
stoples terbuka akan muncul belatung. Artinya,
belatung tidak muncul dari daging melainkan
berasal dari telur lalat yang menetas di dalam
daging. Lazzaro Spallanzani dan Louis Pasteur
melakukan percobaan dengan kaldu yang telah
disterilisasi/dipanaskan. Kaldu yang mengalami
kontak dengan udara luar menjadi berwarna keruh
karena terkontaminasi mikroorganisme dari udara
luar. Adapun percobaan tanah yang direndam
dalam air akan memunculkan cacing, dilakukan
oleh pencetus teori Abiogenesis yaitu Aristoteles.
Percobaan lecutan listrik yang mengubah senyawa
anorganik menjadi senyawa organik dilakukan oleh
Harold Urey dan Stanley Miller sebagai pendukung
teori abiogenesis modern.
6. Jawaban: a
Harold Urey menyatakan teori biokimia. Teori
biokimia menyebutkan bahwa pada awal
terbentuknya kehidupan, di atmosfer terdapat CH4,
hidrogen, NH3, dan H2O. Adanya penyinaran ultra
violet dari matahari, panas dari gunung berapi,
muatan listrik yang kesemuanya merupakan sumber
energi, membantu pembentukan senyawa organik
dari senyawa anorganik. Pada zat organik terjadi
proses pemisahan, penyerapan, dan substitusi
molekul tertentu, kemudian terbentuk membran dan
akhirnya terbentuk makhluk hidup yang paling awal.

7. Jawaban: b
Proses evolusi biologi dapat terjadi apabila terdapat
perubahan struktur tubuh yang lebih adaptif dan
dipengaruhi oleh faktor lingkungan sehingga
menghasilkan spesies baru. Oleh karena itu,
keanekaragaman hayati justru meningkat.
8. Jawaban: c
Menurut teori evolusi biologi, makhluk hidup
pertama berasal dari hasil evolusi molekul
anorganik yang berkembang menjadi struktur sel.
Asal usul kehidupan berasal dari sintesis dan
akumulasi monomer organik pada kondisi abiotik
sehingga tidak lepas dari peranan lingkungan.
Molekul-molekul yang dihasilkan secara abiotik itu
disebut protobion yang kemudian menjadi sel
primitif yang disebut protosel. Sementara itu,
pernyataan bahwa kehidupan tercipta pada waktu
khusus secara lengkap merupakan teori
kreasionisme spesial.
9. Jawaban: c
1) Gambar I merupakan percobaan Francesco
Redi, dimana ia meletakkan sekerat daging
di botol tertutup rapat, di stoples bertutup kain
kasa, dan di dalam percobaannyayang tidak
tertutup. Dia mendapati bahwa belatung yang
ada di dalam percobaannyakedua dan ketiga
berasal dari lalat dan bukan dari sekerat
daging (benda mati).
2) Gambar II merupakan percobaan Spallanzani.
Setelah labu dipanaskan, labu ditutup
ternyata air kaldu tetap jernih. Sementara itu,
pada labu yang dibiarkan terbuka kaldu
menjadi keruh. Hal tersebut menunjukkan
adanya mikroorganisme yang berkembang
biak di kaldu. Mikroorganisme tersebut berasal
dari udara.
3) Gambar III merupakan percobaan Louis
Pasteur. Air kaldu dididihkan dan dimasukkan
ke dalam labu berleher angsa. Labu pertama
dalam posisi tegak. Labu kedua dimiringkan
hingga air sediaan keluar sedikit dari ujung
pipa. Setelah beberapa hari, labu pertama
tetap jernih dan labu kedua menjadi keruh.
4) Gambar IV merupakan percobaan MillerUrey, yang menyatakan makhluk hidup
berasal dari senyawa anorganik. Teori ini
mendukung teori abiogenesis yang dikemukakan oleh Aristoteles.
10. Jawaban: d
Teori kosmozoan/kosmozoik menyatakan bahwa
makhluk pertama yang ada di bumi berasal dari
planet lain di luar angkasa yang keadaannya tidak
memungkinkan makhluk tersebut hidup. Oleh
karena itu, makhluk hidup tersebut pindah ke bumi

karena bumi merupakan salah satu tempat


makhluk tersebut dapat hidup.
11. Jawaban: c
Setiap makhluk hidup tersusun dari gen-gen yang
berperan dalam pewarisan sifat. Gen-gen tersebut
tersusun dalam DNA. DNA disusun oleh
nukleotida yang terdiri atas basa nitrogen, gula
deoksiribosa, dan fosfat. Setiap spesies memiliki
ciri yang khas dari susunan biokimianya yang
terletak pada susunan DNA, RNA, atau protein.
Apabila susunan biokimianya semakin banyak
kesamaannya, semakin dekatlah hubungan
kekerabatannya.
12. Jawaban: a
Menurut Lamarck, bagian tubuh makhluk hidup
dapat berubah baik ciri, sifat, dan karakternya
karena pengaruh lingkungan hidupnya. Jika bagian
tubuh dari makhluk hidup selalu atau sering
digunakan, bagian tersebut makin lama dapat
berubah sehingga sesuai untuk digunakan pada
lingkungan tersebut. Sebaliknya bagian tubuh yang
tidak pernah atau jarang digunakan lagi makin lama
akan menghilang (rudimenter) sehingga suatu
spesies sifatnya labil karena dapat mengalami
perubahan karena pengaruh lingkungan.
Menurut Darwin, evolusi berlangsung karena
adanya proses seleksi alam (natural selection).
Seleksi alam adalah proses pemilihan yang
dilakukan oleh alam terhadap variasi makhluk hidup
di dalamnya. Hanya makhluk hidup yang memiliki
variasi sesuai dengan lingkungan yang bisa
bertahan hidup, sedang yang tidak sesuai akan
punah. Organisme yang bisa hidup inilah yang
selanjutnya akan mewariskan sifat-sifat yang
sesuai dengan lingkungan pada generasi berikutnya. Dengan demikian, perubahan sel tubuh
karena pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan kepada keturunannya (stabil).
13. Jawaban: d
Menurut Darwin, nenek moyang jerapah ada yang
berleher pendek dan ada yang berleher panjang.
Oleh karena terjadi bencana kekeringan,
lingkungan pun berubah dan berlangsunglah
proses seleksi alam. Jerapah berleher pendek
tidak dapat mencari makan dengan menjangkau
daun-daun di pohon sehingga tidak bisa bertahan
hidup. Sebaliknya jerapah berleher panjang tetap
dapat memperoleh makanan dari daun-daun di
pohon sehingga dapat bertahan hidup. Karena
mampu bertahan hidup maka jerapah tersebut
mampu berkembang biak dan mewariskan sifat
adaptif yaitu leher panjang pada generasi berikut.
Itulah sebabnya semua jerapah sekarang berleher
panjang.

Biologi Kelas XII

75

14. Jawaban: b
Pokok pemikiran Darwin tentang evolusi didasari
oleh fakta-fakta berikut.
1) Tidak ada individu yang sama persis,
meskipun kembar.
2) Setiap populasi cenderung selalu meningkat.
Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh buku
Robert Malthus tentang perkembangan
populasi dan ketersediaan pangan.
3) Untuk mampu berkembang biak, makhluk
hidup perlu makanan dan ruang yang cukup.
Oleh karena itu, makhluk hidup senantiasa
bersaing untuk memperoleh ruang dan
makanan.
4) Lingkungan dapat mengakibatkan perubahan
struktur tubuh spesies. Hal ini dipengaruhi
oleh pemikiran evolusi geologis Charles Lyell.
15. Jawaban: d
Menurut Oparin, kondisi pada bumi primitif mendukung terjadinya reaksi kimia untuk menyintesis
senyawa organik yang berasal dari prekusor
anorganik yang terdapat pada atmosfer dan lautan
purbakala. Organisme yang memanfaatkan zat
organik untuk kelangsungan hidupnya disebut
organisme heterotrof. Organisme autotrof atau
fototrof belum terbentuk karena atmosfer purba
waktu itu belum mendukung proses fotosintesis.
16. Jawaban: d
Kemiripan proses respirasi dan kemiripan proses
sintesis protein merupakan contoh adaptasi
fisiologi. Sementara itu, kemiripan bentuk alat
gerak dan alat pencernaan pada Vertebrata
merupakan bentuk adaptasi morfologi.
17. Jawaban: c
Berbagai jenis makhluk hidup mempunyai organ tubuh
yang bentuk dasarnya sama, tetapi fungsinya
berbeda, hal ini disebut homologi. Homologi dijumpai
pada tungkai depan makhluk hidup. Contohnya: kaki
depan kuda dengan tangan manusia. Fungsi tungkai
depan manusia yaitu tangan untuk memegang,
sedangkan kuda untuk berjalan.
18. Jawaban: e
Petunjuk evolusi:
1) Fosil yang merupakan suatu makhluk hidup
yang telah mati dan mengalami proses secara
fisika dan kimia dalam waktu yang lama
sehingga mengalami proses pembatuan.
2) Perbandingan morfologi yang meliputi
struktur homologi yaitu suatu struktur yang
sama tapi memiliki fungsi yang berbeda, dan
struktur analogi yaitu suatu bagian tubuh pada
spesies yang berbeda tapi sama struktur dan
fungsinya.
3) Perbandingan biokimia.
4) Perbandingan embriologi.
76

Evolusi

19. Jawaban: e
Fosil merupakan salah satu petunjuk adanya
evolusi. Namun fosil memiliki kelemahan sebagai
petunjuk evolusi karena fosil yang ditemukan tidak
selalu menggambarkan urutan filogeni yang utuh.
Selain itu, fosil yang ditemukan tidak pernah utuh.
Fosil terkubur dalam berbagai lapisan batuan yang
dalam. Penemuan fosil dapat memberikan
informasi tentang kehidupan di masa lalu. Umur
fosil dapat diketahui berdasarkan taksiran umur
lapisan batuan tempat fosil ditemukan dan
berdasarkan waktu paruh radioaktif.
20. Jawaban: b
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses
pembentukan spesies makhluk hidup adalah
adanya isolasi geografi yaitu suatu batas atau
penghalang alam, isolasi reproduksi (intrinsik) yaitu
mekanisme yang menghalangi terjadinya perkawinan antara dua spesies karena setiap spesies
berjauhan (populasi alopatrik), dan domestifikasi
yaitu proses memindahkan spesies dari habitat
aslinya. Interhidridisasi merupakan perkawinan
antara makhluk hidup sejenis dan menghasilkan
keturunan yang fertil. Interhibridisasi tidak mengakibatkan terjadinya spesiasi.
21. Jawaban: c
Frekuensi individu albino = aa = q2 = 4% =0,04
Frekuensi gen albino = q = @ = 0,2
Frekuensi gen normal = A = p = 1 q
= 1 0,2 = 0,8
Frekuensi individu pembawa = Aa = 2pq
= 2 0,8 0,2
= 0,32 = 32%
22. Jawaban: d
Jumlah penduduk = 10.000
Frekuensi individu buta warna = q2 = 4% = 0,04
Frekuensi gen buta warna = q = 0,2
Frekuensi gen normal = p = 1 q = 1 0,2 = 0,8
Frekuensi individu normal pembawa
= 2pq = 2 0,8 0,2 = 0,32
Jumlah individu pembawa sifat buta warna
= 32/100 10.000 = 3.200 orang
23. Jawaban: c
Normal homozigot = AA = p2
Normal heterozigot = Aa =2pq
Resesif homozigot/albino = aa = q2
Jumlah penduduk = 100
Frekuensi individu albino = q2
= 9% = 0,09
Frekuensi gen albino = q
= @ = 0,3
Frekuensi gen normal = p
=1q
= 1 0,3 = 0,7

Frekuensi individu normal homozigot = p2


= (0,7)2
= 0,49
24. Jawaban: e
Jumlah penduduk 10.000 orang.
Jumlah individu albino 16 orang.
Frekuensi individu albino = q2


=  = 0,0016
= 0,16%
Frekuensi gen albino = q
= @  = 0,04
Frekuensi gen normal = p
= 1 q
= 1 0,04 = 0,96
Frekuensi individu normal homozigot= p2
= (0,96)2
= 0,9216
Jumlah individu normal homozigot
= 0,9216 10.000 = 9.216
Frekuensi individu normal heterozigot
= 2pq
= 2 0,96 0,04 = 0,0768
Jumlah individu normal heterozigot
= 0,0768 10.000 = 768
Jadi, jumlah individu normal homozigot dan
normal heterozigot = 9.216 + 768 = 9.984.
25. Jawaban: e
Diketahui:
Jumlah penduduk = 10.000
Orang penderita albino = q2 = 9 orang
Ditanyakan:
Frekuensi gen normal = p


q2 =  = 0,0009
q =

@ = 0,03
Jadi, frekuensi gen normal (p) adalah:
p = 1 0,03 = 0,97

26. Jawaban: e
Isolasi mekanik dibedakan oleh perbedaan struktur
antara dua individu yang dapat menghalangi proses
perkawinan. Misal perbedaan bentuk alat kelamin
dan perbedaan ukuran tubuh yang sangat mencolok.
Pernyataan nomor 1) menunjukkan terjadinya
isolasi iklim atau musim. Pernyataan nomor 2)
menunjukkan terjadinya isolasi gamet.
27. Jawaban: b
Ontogeni adalah perkembangan individu mulai
dari sel telur yang dibuahi hingga individu tersebut
mati. Sementara itu, filogeni adalah proses perkembangan organisme dari filum yang sederhana
sampai yang kompleks.

28. Jawaban: e
Macam-macam evolusi sebagai berikut.
1) Evolusi progresif, evolusi menuju kemungkinan
bertahan hidup.
2) Evolusi regresif, evolusi menuju kemungkinan
terjadinya kepunahan suatu spesies.
3) Evolusi divergen, dari satu spesies membentuk
spesies atau variasi individu lebih dari satu.
4) Evolusi konvergen, awalnya lebih dari satu
spesies akan tetapi karena mempunyai
habitat yang sama sehingga memiliki
kemiripan struktur tubuh.
29. Jawaban: e
Setelah industri berkembang, pohon-pohon menjadi
berwarna gelap karena terkena oleh jelaga dari
pabrik industri. Peristiwa ini mengakibatkan
ngengat Biston betularia berwarna cerah mudah
terlihat oleh pemangsanya saat hinggap di pohon.
Akibatnya, populasi ngengat Biston betularia
berwarna cerah semakin menurun. Sementara itu,
ngengat Biston betularia berwarna gelap bisa
tersamar dengan pohon yang dihinggapinya
sehingga terhindar dari pemangsanya. Akibatnya,
populasi ngengat berwarna gelap terus meningkat.
30. Jawaban: d
Burung puyuh memiliki bentuk dan warna tubuh
yang menyerupai tanah sebagai habitatnya. Oleh
karena itu, burung puyuh menjadi tersamar
sehingga tidak terlihat oleh pemangsanya.
Akibatnya, burung puyuh tetap dapat bertahan
hidup sehingga populasinya meningkat. Peristiwa
ini menunjukkan bahwa alam melakukan seleksi
terhadap makhluk hidup yang hidup di dalamnya.
Makhluk hidup yang mampu beradaptasi akan
tetap lestari, sedangkan makhluk hidup yang tidak
mampu beradaptasi akan terseleksi dan akhirnya
punah.
B.

Uraian

1. Teori biogenesis berisi tiga pernyataan berikut.


1) Omne vivum ex ovo yang berarti setiap
makhluk hidup berasal dari telur.
2) Omne ovum ex vivo yang berarti setiap telur
berasal dari makhluk hidup.
3) Omne vivum ex vivo yang berarti setiap
makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
2. Teori ini diawali dengan teori terbentuknya bumi
dan planet-planet lain. Teori tersebut di antaranya
teori kabut asal (nebula) dan teori dentuman besar
(big bang).Teori nebula menyatakan bahwa bermiliar tahun yang lalu bintang-bintang di angkasa
dalam keadaan tidak stabil sehingga meledak.
Debu dan gas hasil ledakannya kemudian
membentuk kabut asal (nebula). Kabut asal ini

Biologi Kelas XII

77

kemudian memadat lalu meledak dengan dentuman


besar (big bang). Hasil dari ledakan besar tersebut
berupa bintang dan planet baru termasuk bumi.
3. Fosil dapat digunakan sebagai petunjuk evolusi,
membantu merekonstruksi kehidupan masa lalu,
dan mempelajari sejarah evolusi manusia. Adanya
evolusi ditunjukkan oleh adanya perubahan struktur
fosil secara berangsur-angsur dari sedimen batuan
tua ke sedimen batuan muda.
4. Menurut teori evolusi kimia, bahan-bahan organik
berasal dari bahan-bahan anorganik yang
mengalami perubahan secara perlahan-bahan.
Tahap-tahap evolusi kimia sebagai berikut.
a. Terbentuk senyawa organik sederhana
berupa urea, formaldehid, dan asetat dari
senyawa anorganik (H2O + H2 + CH4 + NH3),
dengan adanya sinar kosmis di atmosfer
purba.
b. Terbentuk senyawa kimia yang lebih kompleks,
misal asam amino, glukosa, nukleotida, dan
asam lemak.
c. Terbentuk senyawa kompleks melalui reaksi
polimerisasi, misalnya berupa protein,
amilum, lemak, dan RNA.
d. Molekul-molekul sederhana dan polimer
bergabung membentuk agregat seluler.
Beberapa nukleotida mengalami polimerisasi
menjadi RNA. RNA bertindak sebagai
pembawa informasi genetik.
e. Reaksi-reaksi kimia pada agregat yang
terjebak dalam sekat hidrofob. Zat inilah yang
akan menjadi cikal bakal makhluk hidup.
5. Menurut teori evolusi biologi, sel eukariotik
merupakan sel yang lebih kompleks dibanding sel
prokariot. Dahulu diyakini bahwa sel eukariotik
berevolusi dari sel prokariot secara perlahan-lahan.
Organel sel prokariotik berkembang perlahan
menjadi lebih kompleks. Namun pada tahun 1970,
Lynn Margulis membuktikan bahwa organel tertentu
pada sel eukariotik, yaitu kloroplas dan mitokondria,
berasal dari sel prokariotik berukuran kecil. Sel
prokariotik menempati sitoplasma sel inang dan
membentuk endosimbion sehingga terbentuk sel
eukariot.
6. Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang
hidup pada satu tempat setelah mengalami
penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah.
Perubahan itu terjadi karena di tempat yang baru
makhluk hidup tersebut harus beradaptasi demi
kelestariannya.

78

Evolusi

Contohnya mengenai bentuk paruh burung finch


yang ditemukan Darwin di Kepulauan Galapagos.
Dari pengamatannya tampak burung-burung finch
tersebut memiliki bentuk paruh dan ukuran yang
berbeda, dan menunjukkan hubungan dengan
burung finch yang ada di Amerika Selatan.
Mungkin karena sesuatu hal burung itu bermigrasi
ke Galapagos. Mereka menemukan lingkungan
yang baru yang berbeda dengan lingkungan hidup
moyangnya. Burung itu kemudian berkembang
biak dan keturunannya yang mempunyai sifat
sesuai dengan lingkungan akan bertahan hidup,
sedang yang tidak akan mati. Oleh karena
lingkungan yang berbeda, burung-burung itu
menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang
ada di Galapagos. Akhirnya terbentuklah 14
spesies burung finch yang berbeda dalam bentuk
dan ukuran paruhnya.
7. Tanda-tanda mutan yang merugikan sebagai
berikut.
a. Gen mutan bersifat letal.
b. Viabilitas (daya hidup) dan vitalitas (daya
kemampuan hidup) rendah.
c. Mutan yang dihasilkan tidak adaptif.
8. 1)
2)

3)

4)

Di muka bumi ini tidak ada individu yang


benar-benar sama.
Setiap populasi berkecenderungan untuk
bertambah banyak karena setiap makhluk
hidup mempunyai kemampuan untuk
berkembang biak.
Suatu individu harus berjuang mempertahankan hidup agar mampu berkembang
biak karena untuk berkembang biak
dibutuhkan makanan dan ruangan yang
cukup.
Pertambahan populasi tidak berjalan terusmenerus karena terjadi seleksi alam sehingga
hanya individu yang mampu bertahan saja
yang akan berkembang biak dan dapat
melangsungkan kehidupannya.


9. kk = q2 = 
q2 = 0.0009
q = 0,0009
q = 0,03
p + q = 1 maka p = 1 q
p = 1 0,03
p = 0,97

a.

b.

Orang yang normal bergenotipe KK = p2


= (0,97)2
= 0,9409
Sehingga orang yang normal berjumlah
= 0,9409 10.000
= 9.409 orang
Orang yang bergenotipe Kk = 2 pq
= 2 0,97 0,03
Sehingga jumlah orang yang carrier adalah
= 0,0582 10.000
= 582 orang

10. Katak A memiliki warna yang kontras dengan


tempat hidupnya, sedangkan katak B mempunyai
warna yang menyerupai warna tempat hidupnya.
Oleh karena itu, katak A akan lebih mudah
tertangkap oleh predatornya. Jika tidak diimbangi
dengan kemampuan reproduksi yang tinggi dan
kemampuan bergerak yang cepat, katak A akan
mengalami seleksi alam dan punah. Warna katak
B menyerupai warna tempat hidupnya sehingga
tidak mudah terdeteksi oleh predatornya. Cara
adaptasi ini mengimbangi kemampuan geraknya
yang lebih lambat dibanding katak A. Oleh karena
itu, katak ini dapat bertahan terhadap proses
seleksi alam.

Biologi Kelas XII

79

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: c
Menurut teori Harold Urey, terbentuknya kehidupan diawali dengan tersedianya unsur-unsur C, H,
N, dan O dalam jumlah yang banyak di atmosfer
bumi. Zat-zat tersebut kemudian bereaksi
membentuk senyawa organik yang lebih besar dan
kompleks dengan bantuan energi yang berasal dari
aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmis
(bagian dari sinar matahari).
2. Jawaban: c
Gas hidrogen, uap air, metana, dan amonia merupakan zat-zat anorganik yang digunakan dalam
percobaan Miller-Urey. Dalam percobaan itu, zat
anorganik tersebut diletakkan dalam tabung steril
yang diberi loncatan listrik. Percobaan tersebut
menghasilkan produk berupa zat organik sederhana
yang dianggap sebagai pembentuk zat hidup.
3. Jawaban: a
Teori evolusi biologi menyatakan bahwa makhluk
hidup pertama merupakan hasil dari evolusi molekul
anorganik (evolusi kimia) yang kemudian
berkembang menjadi struktur kehidupan (sel). Jadi,
asal usul kehidupan berasal dari sintesis dan
akumulasi monomer organik pada kondisi abiotik.
4. Jawaban: b
Proses sterilisasi atau pemanasan di atas api
bertujuan untuk mematikan mikroorganisme dalam
sedian percobaan. Percobaan ini dilakukan oleh
Lazzaro Spallanzani dan Louis Pasteur untuk
membantah teori generatio spontanea (makhluk
hidup muncul secara tiba-tiba dari benda mati).
Sementara itu, Oparin dan Harold Urey merupakan tokoh abiogenesis modern.
5. Jawaban: e
Petunjuk adanya evolusi didapatkan dari fakta di
lapangan yaitu adanya homologi organ-organ tubuh
pada berbagai makhluk hidup, terdapatnya variasi
di antara individu dalam satu keturunan,
peninggalan fosil di berbagai lapisan batuan bumi
dari zaman ke zaman, dan ditemukannya alatalat pernapasan tubuh yang pada masa lampau

80

Ulangan Tengah Semester 2

digunakan. Terjadinya perubahan dari bentuk


sederhana dan tak sempurna ke bentuk yang
kompleks dan sempurna masih merupakan teori
yang belum terbukti kenyataannya.
6. Jawaban: b
1) Pasteur menggunakan larutan gula dan labu
berleher angsa.
2) Francesco Redi melakukan percobaan dengan
sekerat daging dalam stoples kaca.
3) Oparin tidak melakukan percobaan untuk
membuktikan hipotesisnya.
4) Spallanzani menggunakan sediaan air sari
kacang hijau.
5) Miller melakukan percobaan abiogenesis
menggunakan perangkat khusus yang dilakukan di laboratorium.
7. Jawaban: e
Keterangan gambar.
I. Percobaan Francesco Redi dengan sekerat
daging
II. Percobaan Spallanzani dengan memanaskan
air kaldu
III. Percobaan Louis Pasteur dengan labu leher
angsa
IV. Percobaan Stanley Miller
Percobaan Stanley Miller menggunakan bahan
anorganik seperti CH4, H2, H2O, dan NH3 untuk
membuktikan bahwa bahan-bahan tersebut apabila
diproses dengan alat yang mereka rancang akan
menghasilkan asam amino sebagai unit dasar
kehidupan. Adapun percobaan I, II, dan III
bertujuan untuk membuktikan teori biogenesis.
8. Jawaban: b
Percobaan Miller dikenal dengan eksperimen
Miller-Urey. Ekspereimen yang dilakukan Stanley
Miller bertujuan untuk membuktikan kebenaran
teori yang dikemukakan Urey. Percobaan ini
membuktikan bahwa bahan kimia biologis (asam
amino yang merupakan precursor protein)
terbentuk dari metana (CH 4, amonia (NH 3),
hidrogen (H 2), dan air (H 2O) melalui proses
nonbiologis di dalam tabung yang dianggap meniru

kondisi atmosfer purba, setelah diberi loncatan


listrik. Asam amino yang membentuk protein ini
merupakan bagian terpenting penyusun
protoplasma.
9. Jawaban: c
Ontogeni adalah perkembangan individu mulai dari
sel telur yang dibuahi hingga individu tersebut mati.
Filogeni adalah proses perkembangan organisme
dari filum yang paling sederhana hingga yang
paling kompleks/sempurna. Ontogeni merupakan
filogeni yang dipersingkat atau ontogeni merupakan
ulangan (rekapitulasi) dari filogeni (ORF).
10. Jawaban: b
Francesco Redi merupakan ilmuwan yang mendukung teori biogenesis, yaitu yang menyatakan
bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup
pula, bukan benda mati. Pilihan a, c, dan d merupakan bagian dari teori abiogenesis modern atau teori
evolusi biokimia. Sementara itu, pilihan e
merupakan kesimpulan dari teori abiogenesis klasik.
11. Jawaban: e
Hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa dalam
kondisi stabil, frekuensi genotip dan alel tetap
konstan dari generasi ke generasi pada organismeorganisme yang bereproduksi secara seksual.
Kekonstanan hanya berlaku jika memenuhi
beberapa persyaratan berikut.
1) Jumlah populasi besar.
2) Terjadi perkawinan secara acak/random.
3) Tidak terjadi mutasi.
4) Tidak ada seleksi.
5) Tidak ada migrasi.
12. Jawaban: e
Urutan evolusi kuda dari yang paling primitif hingga
paling modern adalah Hyracotherium, Mesohyppus,
Meryhippus, Pliohyppus, dan Equus.
13. Jawaban: a
Belalang hijau lebih banyak ditemukan di lapangan
rumput karena belalang yang berwarna menyolok
populasinya berkurang akibat dimakan predator.
Begitu pula ngengat Biston betularia warna hitam.
Populasi ngengat hitam lebih banyak karena ngengat
putih banyak yang dimangsa predator karena
warnanya yang kontras dengan pohon atau dinding
yang tertutup jelaga hitam pabrik. Sementara itu,
peristiwa 3) dan 4) merupakan contoh adaptasi
makhluk hidup dalam rangkaian proses evolusi.
14. Jawaban: b
Teori abiogenesis atau generatio spontanea
menerangkan bahwa makhluk hidup berasal dari
benda mati. Teori abiogenesis dipelopori oleh

Aristoteles dan didukung oleh Anthonie van


Leeuwenhoek. Teori yang menyatakan bahwa
kehidupan berasal dari perkembangan sel
prokariotik menjadi sel eukariotik adalah teori
evolusi biologi. Sementara itu, teori yang
menyatakan bahwa kehidupan berasal dari
penciptaan Tuhan adalah teori kreasionisme.
15. Jawaban: a
Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya
spesies baru adalah isolasi reproduksi, isolasi
ekologi, isolasi geografi, isolasi musim, isolasi
tingkah laku, isolasi mekanik. Sementara itu,
hibridisasi dan perkawinan menyebabkan
terbentuknya variasi.
16. Jawaban: d
Sebelum revolusi industri lingkungan masih bersih
sehingga ngengat bersayap terang tidak mudah
terlihat oleh pemangsa. Seiring dengan perkembangan industri, lingkungan menjadi kotor oleh
jelaga dari asap pabrik. Ngengat bersayap terang
menjadi lebih mudah terlihat oleh pemangsa.
Sebaliknya, ngengat bersayap gelap menjadi
kurang terlihat atau tersamarkan. Oleh karena itu,
pertumbuhan ngengat bersayap terang lebih
terhambat daripada ngengat bersayap gelap karena
dimakan oleh pemangsa.
17. Jawaban: e
Petunjuk evolusi:
1) Fosil yang merupakan suatu makhluk hidup
yang telah mati dan mengalami proses secara
fisika dan kimia dalam waktu yang lama
sehingga mengalami proses pembatuan.
2) Perbandingan morfologi yang meliputi struktur
homologi yaitu suatu struktur yang sama,
tetapi memiliki fungsi yang berbeda, dan
strujtur analogi yaitu suatu bagian tubuh pada
spesies yang berbeda tetapi sama struktur
dan fungsinya.
3) Perbandingan biokimia.
4) Perbandingan embriologi.
18. Jawaban: a
Pokok pikiran dlm evolusi menurtut Darwin adalah
seleksi alam. Dimana hanya indivisu yg memiliki
sifat yg sesuai dengan lingkungannya yg akan
memenangkan persaingan dan dpt terus hidup
serta bertambah banyak.
19. Jawaban: d
Teori generatio spontanea menerangkan bahwa
makhluk hidup berasal dari benda mati. Penyusunan teori ini berdasarkan fakta-fakta yang masih
sangat sederhana seperti katak yang berasal dari
lumpur atau belatung yang berasal dari daging
busuk. Teori ini dikuatkan oleh Aristoteles dan
Biologi Kelas XII

81

Anthony van Leuwenhoek dengan penelitiannya


masing-masing, hingga berkesimpulan bahwa
kehidupan berasal dari benda mati dan terjadi
secara tiba-tiba.
20. Jawaban: a
Teori evolusi biologi menyatakan bahwa evolusi zatzat kimia terjadi sebelum terdapat kehidupan di
bumi. Zat anorganik seperti air, metana, karbon
dioksida, dan amonia terkandung dalam atmosfer
bumi. Zat anorganik tersebut membentuk zat-zat
organik akibat adanya radiasi dari energi listrik yagn
berasal dari petir. Akibat suhu bumi yang terus
menurun, terjadi kondensasi dan hujan yang
mengikis zat anorganik dari bebatuan sehingga
terbawa ke lautan yang panas. Di lautan ini terbentuk
sup purba atau sup primordial yang terus
berkembang selama jutaan tahun. Di dalam sup
purba terdapat zat anorganik dan asam-asam
nukleat yang akan membentuk sel hidup pertama.
Koaservat merupakan tetesan koloid yang terbentuk
saat larutan protein, asam nukleat, dan polisakarida
dikocok. Mikrosfer adalah protobion yang terbentuk
dengan sendirinya menjadi tetes-tetes kecil saat
didinginkan. Adapun liposom merupakan protobion
yang terbentuk sendiri apabila komposisi organiknya
mengandung lipid tertentu.
21. Jawaban: d
Menurut August Weismann, evolusi terjadi karena
adanya seleksi alam terhadap faktor genetik suatu
organisme. Variasi yang diwariskan induk kepada
keturunannya diatur oleh faktor genetik, bukan
lingkungan.
22. Jawaban: d
Hubungan kekerabatan antara berbagai jenis
makhluk hidup dapat diketahui dengan uji presipitin.
Dalam uji tersebut, dihasilkan presipitin/endapan
akibat reaksi antara antigen dan antibodi dalam
tubuh makhluk hidup. Banyak sedikitnya endapan
digunakan untuk menentukan hubungan
kekerabatan antara dua organisme. Uji Biuret, uji
Millon, dan uji belerang merupakan reaksi kimia
untuk mengenali adanya protein. Uji Molisch
merupakan reaksi kimia untuk mengenali adanya
karbohidrat.
23. Jawaban: d
Menurut teori evolusi Darwin, evolusi terjadi karena
adanya seleksi alam. Bentuk makhluk hidup
senantiasa berubah. Makhluk hidup sekarang
berasal dari makhluk hidup sebelumnya yang
mengalami perubahan secara bertahap.
24. Jawaban: c
1) Isolasi habitat, terjadi karena adanya dua
populasi yang memiliki habitat berbeda.

82

Ulangan Tengah Semester 2

2)

3)

4)

5)

Isolasi iklim, terjadi akibat perbedaan iklim


sehingga menghalangi dua populasi melakukan perkawinan.
Isolasi mekanik, disebabkan oleh perbedaan
struktur antara dua individu yang dapat menghalangi proses perkawinan.
Isolasi gamet, terjadi karena sel gamet jantan
tidak mempunyai kemampuan hidup dalam
saluran kelamin betinanya.
Isolasi ekogeografi, terjadi akibat adanya
hambatan fisik yang menghalangi bertemunya dua populasi.

25. Jawaban: a
Berbagai jenis makhluk hidup mempunyai organ
tubuh yang bentuk dasarnya sama, tetapi memiliki
fungsi yang berbeda. Peristiwa ini disebut homologi.
Homologi dijumpai pada tungkai depan makhluk
hidup, contoh tangan manusia untuk memegang,
kaki depan anjing untuk berlari/berjalan, dan sayap
burung untuk terbang.
26. Jawaban: b
J.B. de Lamarck menyatakan bahwa makhluk
hidup akan menyesuaikan diri sebagai respons
terhadap lingkungan, baik secara fisiologis maupun
morfologis. Organ tubuh makhluk hidup yang sering
digunakan akan berkembang. Sementara itu, organ
tubuh yang jarang digunakan akan mereduksi atau
hilang. Peristiwa ini disebut use and disuse, yang
akan diturunkan pada keturunannya. Contoh
jerapah berleher pendek berubah panjang, karena
berusaha mencapai daun-daun pada batang pohon
yang tinggi.
27. Jawaban: d
Pokok pikiran dalam evolusi Darwin adalah adanya
seleksi alam. Individu yg memiliki sifat sesuai
dengan lingkungannya akan memenangkan
persaingan dan dapat terus hidup serta
berkembang biak. Pernyataan di atas yg sesuai
dengan teori Darwin adalah pernyataan nomor 2
dan 4 sedangkan pernyataan nomor 1 dan 3 sesuai
dengan teori Lamarck
28. Jawaban: d
Keanekaragaman bentuk paruh burung finch
diakibatkan oleh spesialisasi dalam menggunakan
paruh untuk bahan makanan yang berbeda.
Misalnya spesies Psittirostra palmeri yang
mempergunakan paruhnya untuk memecah buah
palem memiliki bentuk paruh berbeda dengan
Psittirostra ballieui yang memakan biji keras.
29. Jawaban: e
Perubahan frekuensi gen dapat dipengaruhi oleh
faktor-faktor mutasi, seleksi alam, migrasi, dan
rekombinasi. Sementara itu, isolasi mengakibatkan timbulnya spesiasi.

30. Jawaban: e
Spesies kuat akan mampu bertahan mengalahkan
spesies dengan sifat-sifat lemah. Spesies-spesies
tersebut terus bersaing untuk menjadi yang paling
unggul sehingga dapat bertahap hidup (hukum
Survival of the Fittest). Teori ini dikemukakan oleh
Charles Darwin. Erasmus Darwin adalah kakek
Charles Darwin yang menyatakan bahwa makhluk
mengalami seleksi oleh lingkungannya, meskipun
ia belum bisa menjelaskan bagaimana prosesnya.
George Cuvier mengemukakan teori
katastropisme, yaitu bahwa setiap periode sejarah
bumi selalu diakhiri dengan bencana alam yang
memusnahkan makhluk hidup. Setelah itu,
diciptakan makhluk hidup yang baru. Charles Lyell
mengemukakan teori uniformitarianisme.
Sementara itu, J.B. Lamarck mengemukakan teori
use and disuse.
31. Jawaban: c
Percobaan Louis Pasteur menggugurkan teori
abiogenesis karena percobaan labu leher angsa
yang dilakukannya dapat membuktikan bahwa
mikroorganisme yang ada di dalam air kaldu bukan
berasal dari air kaldu itu sendiri, melainkan berasal
dari mikroorganisme di udara. Isi teori Pasteur
tentang asal usul kehidupan adalah omne vivum
ex ovo, omne ovum ex vivo, dan omne vivum ex
vivo. Sementara itu, Aristoteles, Harold Urey,
Alexander Oparin, dan Anthonie van Leeuwenhoek
merupakan tokoh-tokoh abiogenesis lama dan
abiogenesis modern (neoabiogenesis).
32. Jawaban: b
Fungsi leher angsa pada percobaan Louis Pasteur
adalah menghalangi mikroorganisme masuk dan
membiarkan udara luar masuk. Hal itu membuktikan bahwa mikroorganisme tidak tumbuh dari air
kaldu, melainkan terbawa oleh udara dari luar.
33. Jawaban: a
Reaksi antara CH4, H2, NH3, dan H2O terjadi di
dalam elektroda dengan diberi lecutan listrik.
CH4, NH3, H2
Uap air

Elektroda
Air dingin
Kondensor
Senyawa organik

H2O
Sampel untuk
analisis kimia

Air yang didinginkan mengandung senyawa organik

34. Jawaban: b
Faktor-faktor yang mengakibatkan spesiasi sebagai
berikut.
1) Isolasi reproduksi, yaitu terhambatnya dua
spesies.
2) Mutasi, yaitu perubahan struktur gen atau
kromosom yang bersifat diturunkan.
3) Hibridisasi, yaitu mengawinkan dua spesies
yang berbeda jenis dan akan menghasilkan
spesies yang baru walaupun bersifat steril.
4) Domestikasi, yaitu menjinakkan hewan liar
atau membudidayakan tanaman liar ke tempat
yang kondisinya berbeda.
35. Jawaban: a
Hukum Hardy-Weinberg berlaku jika memenuhi
syarat-syarat berikut.
1) Perkawinan terjadi secara acak. Jadi, apabila
perkawinan antara genotipe yang satu dengan
yang lain telah diatur maka hukum HardyWeinberg tidak berlaku lagi.
2) Ukuran populasi cukup besar.
3) Populasi tersebut terisolasi, tidak ada migrasi.
4) Jumlah mutasi (A a) setimbang dengan
(a A).
5) Tidak terjadi seleksi alam.
36. Jawaban: b
Pada proses seleksi alam, makhluk hidup yang
dapat beradaptasi dengan lingkungannya akan
mampu bertahan dan lestari. Rusa yang berlari
cepat dapat menghindar dari pemangsanya (singa
gunung). Capung yang berwarna hijau tersamarkan keberadaannya di lapangan rumput sehingga
dapat menghindarkan diri dari pemangsanya.
Sementara itu, anak-anak di Chernobyl yang
terlahir cacat merupakan akibat dari mutasi gen.
Jerapah berleher pendek berubah menjadi jerapah
berleher panjang akibat pengaruh adaptasi
lingkungan yang diwariskan merupakan teori
Lamarck.
37. Jawaban: a
Hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa
frekuensi alel atau gen dalam populasi dapat tetap
stabil dan tetap berada dalam kesetimbangan dari
satu generasi ke generasi dengan syarat jumlah
populasi besar, perkawinan secara acak atau
random, tidak terjadi mutasi, tidak ada seleksi, dan
tidak ada migrasi. Jadi, jika dalam populasi terjadi
mutasi dan seleksi alam maka hukum HardyWeinberg tidak berlaku.
38. Jawaban: c
Isolasi temporal adalah isolasi yang disebabkan
oleh kematangan reproduksi yang berbeda
waktunya. Satu spesies dewasa melakukan

Biologi Kelas XII

83

reproduksi dan menghasilkan gamet setiap 13


tahun sekali. Artinya hanya satu kali dalam 221
tahun. Kedua spesies ini menghasilkan gamet
bersamaan, sehingga reproduksi sulit terjadi. Isolai
mekanik adalah isolasi karena halangan struktur
organ reproduksi atau molekular yang menghalangi
pembentukan zigot. Isolasi ekologi adalah isolasi
karena perbedaan cara hidup yang menghalangi
reproduksi. Isolasi perilaku adalah perbedaan
perilaku kawin (matting) membuat sulit terjadinya
reproduksi. Adapun isolasi postzigotik adalah
mekanisme yang menghalangi zigot yang telah
terbentuk untuk dapat dilahirkan atau melahirkan
keturunan yang streril sehingga keturunan tersebut
mati sebelum mampu bereproduksi.
39. Jawaban: d
Terdapat beberapa mekanisme isolasi reproduktif,
yakni isolasi prazigotik dan isolasi postzigotik.
Mekanisme isolasi prazigotik mencegah pembentukan zigot. Karena suatu hal, gamet jantan
tidak pernah dapat melakukan fertilisasi atau gagal
melakukan fertilisasi dengan gamet betina. Adapun
mekanisme isolasi postzigotik memengaruhi zigot
yang telah terbentuk. Zigot tersebut dapat
berkembang menjadi embrio, tetapi tidak dapat
bertahan hidup atau dilahirkan menjadi individu
steril. Isolasi inviabilitas atau inviabilitas hibrid
merupakan bentuk dari isolasi postzigotik. Isolasi
inviabilitas hibrid adalah kejadian kematian hibrid
sebelum memperoleh kemampuan reproduksi.
Isolasi ekologi adalah isolasi dalam bentuk
perbedaan cara hidup dan habitat sehingga
menghalangi reproduksi. Isolasi perilaku adalah
perbedaan perilaku kawin (mating) sehingga
terjadinya perkawinan yang sukses menjadi sulit.
Isolasi mekanisme adalah penghalang struktural
atau molekuler menghalangi pembentukan zigot.
Sementara itu, isolasi temporal merupakan isolasi
dalam bentuk perbedaan kematangan reproduksi.
40. awaban: b
Seleksi mengarah adalah seleksi terhadap suatu
variasi sifat pada populasi yang mengakibatkan
perubahan frekuensi sifat menuju sifat tertentu.
Seleksi mengarah mengakibatkan frekuensi alel
akan mengarah pada salah satu ciri. Perubahan
ini merupakan respons terhadap keadaan
lingkungan. Akibat dari seleksi tersebut, terjadi
perubahan frekuensi alel ke salah satu keadaan
homozigot. Seleksi disruptif terjadi pada individu
heterozigot. Seleksi ini akan memecah populasi
menjadi dua kelompok yang berbeda, tetapi miliki
alel homozigot. Seleksi geografis dan ekologis
bukan merupakan seleksi alami melainkan bentuk
isolasi alami.

84

Ulangan Tengah Semester 2

B.

Uraian

1. Teori biogenesis berpendapat bahwa makhluk hidup


berasal dari makhluk hidup pula. Teori ini didukung
oleh beberapa ilmuwan sebagai berikut.
a. Francesco Redi
Francesco Redi membuktikan bahwa beltung
yang ada di dalam daging berasal dari induk
lalat yang bertelur di daging tersebut.
b. Lazzaro Spallanzani
Lazzaro Spallanzani membuktikan bahwa
mikroorganisme tidak tumbuhd ri air sediaan
yang steril.
c. Louis Pasteur
Louis Pasteur membuktikan bahwa
mikroorganisme tidak tumbuh dari air sediaan
yang steril yang ditempatkan di labu leher
angsa.
2. Syarat berlakunya hukum Hardy-Weinberg sebagai
berikut.
a. Jumlah populasi besar.
b. Perkawinan acak atau random.
c. Tidak terjadi mutasi maju atau balik.
d. Tidak ada seleksi.
e. Tidak ada migrasi.
3. Tiga pernyataan teori biogenesis sebagai berikut.
a. Omne vivum ex ovo yang berarti setiap
makhluk hidup berasal dari telur.
b. Omne ovum ex vivo yang berarti setiap telur
berasal dari makhluk hidup.
c. Ome vivum ex vivo yang berarti setiap
makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
4. August Weismann menyatakan bahwa evolusi
terjadi karena adanya seleksi alam terhadap faktor
genetika suatu organisme. Variasi yang diwariskan
induk kepada keturunannya diatur oleh faktor
genetik, bukan faktor lingkungan. Berkebalikan
dengan teori itu, Lamarck menyatakan bahwa
faktor yang berpengaruh terhadap evolusi organ
berasal dari lingkungan dan bersifat diturunkan dari
generasi ke generasi.
5. Percobaan adalah molekul yang dihasilkan secara
abiotik dengan ciri-ciri seperti makhluk hidup, misal
dapat mempertahankan lingkungan kimia di
dalamnya dari pengaruh sekelilingnya dan
mengalami metabolisme, meski belum mampu
bereproduksi seperti makhluk hidup. Tiga tipe
protobion sebagai berikut.
a. Koaservat yaitu tetesan koloid yang terbentuk
saat larutan protein, asam nukleat, dan
polisakarida dikocok. Substansi dalam
koaservat dapat menyerap dan membebaskan produk hasil katalis enzim.

b.

c.

Mikrosfer merupakan protobion yang terbentuk


dengan sendirinya menjadi tetes-tetes kecil
saat didinginkan.
Liposom merupakan protobion yang terbentuk
dengan sendirinya menjadi tetes-tetes kecil
apabila komposisi organiknya mengandung
lipid tertentu.

secara berangsur-angsur dari permukaan bumi


yang muda menuju tua.
c.

Homologi dan Analogi Alat Tubuh


Berbagai jenis makhluk hidup mempunyai
organ tubuh yang bentuk dasarnya sama,
tetapi fungsinya berbeda (homologi). Homologi
dijumpai pada tungkai depan makhluk hdiup.
Sementara itu, analogi adalah perbedaan
bentuk dasar organ-organ tubuh, namun
fungsinya sama. Contoh sayap kelelawar dan
sayap burung keduanya berfungsi untuk
terbang.

d.

Embriologi Perbandingan
Hewan multiseluler berkembang biak secara
seksual dan selalu mengalami tahap-tahap
tertentu. Pada Vertebrata terdapat persamaan
perkembangan embrio. Adanya persamaan
tersebut menunjukkan adanya hubungan
kekerabatan di antara golongan Vertebrata.
Tahap-tahap tersebut akan menunjukkan
sejarah perkembangan organisme dari filum
paling sederhana hingga paling sempurna.

9. a.

Isolasi habitat terjadi karena terdapat dua


populasi yang memiliki habitat berbeda.
Apabila anggota kedua populasi tersebut
melakukan perkawinan, akan menghasilkan
keturunan steril, contoh persilangan antara
kuda dengan keledai. Persilangan itu dapat
menghasilkan keturunan, tetapi bersifat steril
bahkan mati sebelum dapat bereproduksi.
Isolasi musim, terjadi akibat perbedaan iklim
dan musim sehingga menghalangi dua
populasi melakukan perkawinan dan berkembang biak. Kondisi ini dapat diakibatkan
oleh perbedaan waktu masaknya gamet,
contoh tonggeret (Cicada). Satu spesies
tonggeret menjdai dewasa, melakukan
reproduksi, dan menghasilkan gamet setiap
13 tahun. Artinya hanya satu kali dalam 221
tahun kedua spesies ini menghasilkan gemet
bersamaan.
Isolasi gamet terjadi karena gamet jantan tidak
mempunyai kemampuan hidup dalam saluran
kelamin betinanya, misal jumlah sel sperma
yang diproduksi sedikit sehingga setelah
proses kepoluasi sel-sel sperma tersebut mati
sebelum bisa membuahi sel telur.

6. Jumlah penduduk = 10.000


Penderita albino = q2 = 9 orang
Frekuensi gen normal = p


q2 =  = 0,0009
q =

@ = 0,03
Jadi, frekuensi gen normal (p) adalah p = 1 0,03
= 0,97.
7. Normal homozigot = AA = p2
Normal heterozigot = Aa = 2pq
Resesif homozigot/albino = aa = q2
Frekuensi individu albino = q2 = 9% = 0,09
Frekuensi gen albino = q =

@ = 0,3

Frekuensi gen normal = p = 1 q = 1 0,3 = 0,7


Frekuensi individu normal homozigot
= p2
= (0,7)2
= 0,49
Frekuensi individu normal heterozigot
= 2pq
= 2(0,7)(0,3)
= 0,42
Perbandingan frekuensi genotipe AA : Aa : aa
= 0,49 : 0,42 : 0,09
= 49 : 42 : 9
8. Faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya
evolusi sebagai berikut.
a. Adanya Variasi Makhluk Hidup
Perbedaan antara dua individu selalu tampak
meskipun keduanya tergolong dalam satu
spesies. Variasi selalu muncul dari satu
generasi ke generasi berikutnya. Variasi
tersebut memungkinkan terbentuknya spesies
baru.
b. Adanya Fosil
Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang
pernah hidup pada masa lampau. Berdasarkan penemuan fosil dapat diketahui adanya
makhluk hidup di masa lampau beserta perkembangan anatomisnya. Terjadinya evolusi
ditunjukkan oleh adanya perubahan fosil

b.

c.

10. Menurut teori evolusi kimia, kehidupan di muka


bumi berasal dari bahan-bahan anorganik yang
membentuk bahan organik secara perlahan-lahan
melalui beberapa tahap seperti berikut.

Biologi Kelas XII

85

a.

b.
c.
d.

86

Terbentuknya senyawa kimia organik


sederhana dari zat-zat anorganik dengan
bantuan energi alam.
Terbentuknya senyawa kimia yang lebih
kompleks.
Terbentuk senyawa kompleks melalui
polimerasi senyawa monomer organik.
Molekul-molekul sederhana dan molekul
polimer bergabung membentuk agregat
selular. Selain itu, beberapa molekul menjadi
substrat reaksi yang dapat menghasilkan
energi bagi reaksi-reaksi sintesis.

Ulangan Tengah Semester 2

e.

f.
g.

Beberapa nukleotida mengalami polimerasi


menjadi RNA yang bertindak sebagai enzim
untuk sintesis.
RNA bertindak sebagai molekul pembawa
informasi genetik.
Reaksi-reaksi kimia agregat terjebak dalam
sekat hidrofobik yang akan menjadi cikal bakal
seluler.

Model Pengintegrasian Nilai Pendidikan Karakter


Standar Kompetensi
5. Memahami prinsipprinsip dasar bioteknologi serta implikasinya
pada
Salingtemas.

Kompetensi Dasar
5.1

5.2

Nilai

Menjelaskan arti, prinsip dasar, dan jenisjenis bioteknologi.


Menjelaskan
dan
menganalisis peran
bioteknologi serta
implikasi hasil-hasil
bioteknologi pada
Salingtemas.

Religius

Indikator
Bersikap bijaksana dalam menggunakan ilmu
bioteknologi agar bermanfaat bagi manusia dan
lingkungan.

Pada bab ini akan dipelajari:


1. Prinsip Dasar Bioteknologi
2. Penerapan Bioteknologi dan Dampaknya

Bioteknologi

Menjelaskan prinsip dasar dan jenis-jenis


bioteknologi

Mendefinisikan pengertian dan prinsip


dasar bioteknologi
Menjelaskan jenis-jenis bioteknologi
Menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan
isolasi sederhana DNA
Menjelaskan teknik bioteknologi yang
dipergunakan

Siswa dapat menjelaskan prinsip dasar dan


jenis-jenis bioteknologi

Menjelaskan peranan bioteknologi dan


dampaknya

Menyebutkan macam-macam peranan


bioteknologi dalam berbagai bidang
Menjelaskan mengenai perkembangan
bioteknologi modern di Indonesia
Menganalisis dampak positif dan negatif
bioteknologi

Siswa dapat menjelaskan peranan


bioteknologi dan dampaknya

Siswa mampu memahami prinsip dasar bioteknologi


beserta implikasinya

Biologi Kelas XII

87

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: a
Rekayasa genetika merupakan biteknologi tingkat
molekuler, karena mengubah susunan DNA. DNA
merupakan susunan kimia tingkat molekuler.
Kloning, hibridoma, bayi tabung, dan stem cell
merupakan bioteknologi tingkat sel.
2. Jawaban: a
Aplikasi bioteknologi umumnya melibatkan peran
mikroorganisme sebagai agen biologi. Namun, tidak
semua aplikasi bioteknologi melibatkan peran
mikroorganisme. Kultur jaringan, fusi protoplasma,
dan fertilisasi in vitro tidak melibatkan peran
mikroorganisme sebagai agen biologi. Kultur jaringan
merupakan teknik perbanyakan secara vegetatif
dengan menumbuhkan jaringan maupun sel
tumbuhan dalam suatu media buatan secara aseptik.
Fusi protoplasma merupakan proses penggabungan
dua sel dari jaringan yang sama atau dua sel dari
organisme yang berbeda dalam suatu medan listrik.
Fertilisasi in vitro adalah fertiliasasi yang dilakukan
di dalam laboratorium dengan media khusus.
Adapun teknik DNA rekombinan menggunakan
plasmid bakteri sebagai vektor.
3. Jawaban: b
Ciri dari bioteknologi modern yaitu melibatkan
peran plasmid sebagai vektor, ditujukan untuk
menghasilkan organisme transgenik, dan
manipulasi dilakukan pada susunan gen dalam
kromosom. Sementara itu, ciri dari bioteknologi
konvensional adalah teknik dan peralatannya
masih relatif sederhana dan hasil yang diperoleh
tidak dapat diramalkan.
4. Jawaban: d
Antibodi monoklonal merupakan hibrid dari sel
limfosit B yang dimanfaatkan untuk menghasilkan
antibodi dan sel kanker yang dimanfaatkan
kecepatan pembelahannya. Dengan kecepatan
pembelahan yang tinggi limfosit B dapat
menghasilkan antibodi dalam jumlah besar dan
dalam waktu singkat.
5. Jawaban: c
Untuk mendapatkan bibit bebas virus dalam jumlah
besar dan dalam waktu yang singkat dapat
didapatkan dengan teknik kultur jaringan.
Rekayasa genetika adalah mengubah susunan gen
sehingga keturunan yang dihasilkan tidak mirip
dengan induknya. Fusi protoplasma atau hibridoma
adalah penggabungan dua sel yang berbeda.
88

Bioteknologi

Kloning atau transplantasi atau pencangkokan


nukleus digunakan untuk menghasilkan individu
yang secara genetik identik dengan induknya.
6. Jawaban: c
Pada teknik kultur jaringan perkembangan tanaman
yang dilalui adalah eksplankalusplantlet. Eksplan
adalah bagian tumbuhan yang ditumbuhkan dalam
media kultur. Potongan bagian tumbuhan yang
ditanam tersebut kemudian akan membentuk kalus
yaitu massa sel yang belum terdiferensiasi. Kalus
kemudian akan berkembang menjadi tanaman
lengkap yang disebut plantlet.
7. Jawaban: a
1) Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan
tumbuhan secara vegetatif buatan yang
didasari oleh sifat totipotensi. Setiap sel
tumbuhan memiliki kemampuan untuk tumbuh
menjadi individu baru jika ditempatkan pada
lingkungan yang sesuai.
2) Teknologi plasmid atau teknik DNA
rekombinan adalah teknologi yang menggunakan plasmid bakteri sebagai vektor.
Teknologi ini mengubah susunan DNA
sehingga diperoleh susunan DNA baru yang
mampu mengekspresikan sifat-sifat yang
diinginkan. Teknik ini digunakan untuk
menghasilkan tanaman transgenik.
3) Teknologi hibridoma atau fusi protoplasma
adalah proses penggabungan dua sel dari
jaringan yang sama atau dua sel dari
organisme yang berbeda dalam suatu medan
listrik. Teknik ini dapat digunakan untuk
menghasilkan organisme transgenik.
4) Inseminasi buatan atau kawin suntik adalah
inseminasi dengan bantuan manusia. Metode
ini dilakukan dengan menyuntikkan sperma
ke tubuh betina. Sperma yang digunakan dapat
berupa sperma segar maupun sperma beku
yang disimpan di bank sperma. Inseminasi
buatan umumnya dikembangkan untuk
peternakan hewan. Dengan metode ini,
perkawinan hewan ternak betina dengan jantan
unggul dapat dilakukan dengan mudah karena
tidak perlu mempertemukan hewan jantan dan
betina secara langsung.
8. Jawaban: e
Enzim restriksi berfungsi memotong segmen DNA.
Plasmid merupakan vektor gen dalam rekayasa
genetika. DNA rekombinan merupakan DNA
gabungan hasil rekayasa genetika. Enzim

endonuklease ligase berfungsi menggabungkan


segmen DNA atau dapat disebut juga sebagai lem
biologi.

yang berbeda dalam suatu medan listrik. Hal ini


akan mengakibatkan kedua sel akan tertarik satu
sama lain dan akhirnya mengalami fusi (melebur).
Protoplasma diisolasi dengan cara dihilangkan
dinding selnya. Protoplasma yang diperoleh
kemudian diuji viabilitasnya (aktivitas hidupnya)
dengan cara melihat aktivitas organel. Fusi
protoplasma dilakukan dalam suatu medan listrik.
Setelah sel-sel tadi mengalami fusi, tahap
selanjutnya adalah menyeleksi protoplasma yang
dihasilkan. Setiap sel mempunyai spesifikasi
tertentu. Protoplasma yang terseleksi kemudian
dibiakkan. Fusi protoplasma pada sel hewan dan
manusia sangat berguna terutama untuk
menghasilkan hibridoma. Hibridoma merupakan
hasil fusi yang terjadi antara sel pembentuk antibodi
dan sel mieloma. Adapun pencangkokan gen atau
DNA yang telah diisolasi ke dalam plasmid bakteri
yang telah dipotong dengan enzim endonuklease
restriksi. Pengisolasian DNA dari suatu organisme
dengan memotongnya menjadi segmen-segmen
kecil menggunakan enzim endonuklease restriksi
merupakan tahapan proses dari teknik DNA
rekombinan.

9. Jawaban: b
Urutan proses rekayasa genetika sebagai berikut.
1) Isolasi DNA dan pemetaan DNA pankreas
serta plasmid bakteri.
2) Pemotongan segmen DNA pankreas.
3) Penggabungan DNA pankreas dengan plasmid
bakteri.
4) Memasukkan DNA rekombinan ke sel bakteri.
5) Mengulturkan bakteri pada media kultur.
10. Jawaban: d
Sifat totipotensi dimanfaatkan dalam teknik kultur
jaringan. Dalam kultur jaringan akan dihasilkan
tanaman lengkap yang sifatnya sangat mirip
dengan induknya karena merupakan hasil dari
reproduksi vegetatif. Tanaman dengan sifat baru
dan tanaman tahan hama merupakan produk dari
rekayasa genetika. Sel yang merupakan gabungan
dari dua sel yang berbeda merupakan produk dari
hibridoma.
11. Jawaban: a
RNA dicetak oleh DNA sehingga keberadaannya
dipengaruhi oleh DNA. Dengan demikian, DNA
merupakan faktor penting dalam proses sintesis
protein atau ekspresi gen. Dalam DNA tersimpan
gen-gen yang akan diekspresikan. Rantai tunggal
nukleotida adalah RNA.
12. Jawaban: c
Enzim yang diperlukan untuk memotong gen yang
diinginkan dan membuka plasmid bakteri adalah
enzim restriksi. Adapun ligase berfungsi sebagai
penyambung DNA hasil isolasi ke dalam vektor.
Polimerase berfungsi untuk membuka rantai double
heliks DNA dalam proses sintesis protein. Enzim
protease berfungsi memecah protein menjadi asam
amino. Enzim katalase berperan dalam
menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan
oksigen sehingga tidak membahayakan sel-sel
tubuh.
13. Jawaban: c
Pada proses fusi protoplasma, sel tumbuhan yang
telah dihilangkan dinding selnya diuji viabilitasnya
untuk mengetahui aktivitas hidupnya. Selanjutnya,
dilakukan elektrofusi. Protoplasma yang telah
bergabung menjadi satu diseleksi dan yang baik
akan dikulturkan menjadi tumbuhan dewasa.
14. Jawaban: e
Sel hibridoma merupakan hasil dari teknik fusi
protoplasma, yaitu penggabungan dua sel dari
jaringan yang sama atau dua sel dari organisme

15. Jawaban: a
Pembuatan vaksin dengan teknologi DNA
rekombinan dilakukan dengan mengisolasi gen
yang mengkode senyawa penyebab penyakit
(antigen) dari mikroba yang bersangkutan.
Selanjutnya, gen ini disisipkan pada plasmid
mikroba sejenis yang telah dilemahkan (tidak
berbahaya). Mikroba ini menjadi tidak berbahaya
karena telah dihilangkan bagian yang menimbulkan
penyakit, misal lapisan lendirnya. Mikroba yang
telah disisipi gen ini akan membentuk antigen
murni. Bila antigen ini disuntikkan pada manusia,
sistem kekebalan manusia akan membuat
senyawa khas yang disebut antibodi. Munculnya
antibodi ini akan mempertahankan tubuh dari
pengaruh senyawa asing (antigen) yang masuk
dalam tubuh. Adapun menyuntikkan mikroba
patogen yang sudah dilemahkan ke tubuh sehat
agar terbentuk antibodi adalah proses vaksinasi
konvensional.
B.

Uraian

1. Kelebihan bioteknologi modern yaitu hasilnya dapat


diramalkan, tidak terkendala oleh kondisi alam,
diperoleh dalam waktu yang singkat, dan perbaikan
sifat genetik dapat dilakukan secara terarah.
Kelemahan bioteknologi modern yaitu biaya
produksi mahal, memerlukan teknologi dan
peralatan yang canggih, serta pengaruh jangka
panjang belum diketahui.

Biologi Kelas XII

89

2. Tahapan proses bayi tabung sebagai berikut.


a. Mengambil sel ovum dan sel sperma.
b. Mempertemukan sel sperma dan sel ovum
dalam cawan petri yang kondisinya telah
disesuaikan dengan oviduk.
c. Setelah proses fertilisasi berhasil akan
terbentuk zigot dan kemudian membentuk
blastula.
d. Pada fase blastula inilah embrio siap untuk
ditanamkan ke rahim ibu.
e. Merawat janin dalam kandungan hingga lahir.
3. a.

b.
c.
d.
e.

A.

Isolasi DNA dan pemetaan DNA sehingga


diketahui DNA mana yang akan dipotong dan
digabungkan.
Pemotongan segmen DNA target
menggunakan enzim restriksi.
Penyisipan DNA target ke dalam plasmid
menggunakan enzim ligase.
Memasukkan DNA rekombinan tersebut ke
dalam sel bakteri.
Membiakkan sel bakteri.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: c
Saccharomyces cereviseae mampu menghasilkan
protein dari sel tunggal (PST), sebagai
pengembang roti dengan menghasilkan CO 2
melalui proses fermentasi glukosa, dan berperan
dalam proses pembuatan tapai melalui proses
fermentasi. Yoghurt memanfaatkan mikroorganisme berupa Lactobacillus bulgaricus. Tempe
memanfaatkan mikroorganisme berupa jamur
Rhizopus sp.
2. Jawaban: e
Insulin dapat dihasilkan oleh sel bakteri melalui
teknik DNA rekombinasi, yaitu melalui
penyambungan/penyisipan DNA sel pankreas
dengan plasmid sel bakteri, selanjutnya sel bakteri
tersebut dibiakkan dalam media untuk menghasilkan banyak bakteri yang mengandung insulin.
3. Jawaban: a
Teknik fusi protoplasma adalah menggabungkan
dua sel dari jaringan yang sama atau sel dari
organisme yang berbeda. Contoh penerapan teknik
fusi protoplasma untuk menghasilkan produk yang
bermanfaat bagi manusia adalah pengembangan

90

Bioteknologi

4. Plasmid adalah rantai DNA melingkar di luar


kromosom bakteri. Sifat-sifat plasmid sebagai
berikut.
a. Dapat mereplikasi diri.
b. Dapat berpindah ke sel bakteri lain.
c. Merupakan molekul DNA yang mengandung
gen tertentu.
d. Sifat plasmid pada keturunan bakteri sama
dengan plasmid induk.
Alasan plasmid digunakan sebagai vektor dalam
DNA rekombinan karena plasmid dapat berikatan
dengan gen, mampu memperbanyak diri, dan
mengekspresikan gen tersebut. Selain plasmid,
vektor dapat berupa DNA virus.
5. Hibridoma merupakan hasil fusi antara sel
pembentuk antibodi dengan sel mieloma. Sel
pembentuk antibodi adalah sel limfosit B,
sedangkan sel mieloma adalah sel kanker. Sel
hibridoma yang dihasilkan dapat membelah secara
tidak terbatas seperti sel kanker, tetapi juga
menghasilkan antibodi seperti sel limfosit B. Setiap
sel hibridoma menghasilkan antibodi yang sifatnya
khas sehingga hibridoma yang dihasilkan harus
diseleksi terlebih dahulu. Selanjutnya, tiap sel hibrid
dibiakkan untuk menghasilkan antibodi.

sel hibridoma yang diperoleh dengan menggabungkan sel-sel limfosit B dan sel mieloma yang telah
dihilangkan dinding selnya dalam suatu medan
listrik. Sel hibridoma bertujuan untuk memproduksi
antibodi monoklonal. Adapun susu yang
mengandung laktoferin, kain alami sintetis,
produksi insulin, dan produksi vaksin transgenik
dilakukan dengan teknik DNA rekombinan. Susu
yang mengandung laktoferin diproduksi dengan
menyisipkan gen laktoferin manusia pada sapi
perah. Kain alami sintetis diproduksi dengan
mengembangkan gen bakteri yang mengkode
enzim sintesis poliester untuk menghasilkan kain
alami dengan tekstur halus dan kuat. Produksi insulin dilakukan dengan menyisipkan gen pengode
insulin ke dalam plasmid bakteri. Produksi vaksin
transgenik dilakukan dengan menyisipkan gen
pengode antigen pada plasmid.
4. Jawaban: b
Plasmid digunakan untuk menghasilkan tanaman
transgenik karena plasmid mampu mereplikasi
dirinya sendiri. Plasmid merupakan untaian DNA
yang berbentuk sirkuler di luar kromosom sehingga
mengandung gen, dan mampu mengekspresikan
gen-gen yang dimiliki. Selain itu, plamid Ti mampu

bergabung dengan sel tumbuhan. Plasmid berbentuk sirkuler dan tidak menjadi DNA kromosom.
5. Jawaban: c
Padi disisipi gen nif/gen fiksasi nitrogen yang diambil
dari bakteri Rhizobium sehingga padi transgenik
mampu mengikat nitrogen sendiri. Gen delta
endotoksin dari Bacillus thuringiensis menghasilkan
racun yang dapat membunuh serangga. Gen HLF
digunakan untuk memproduksi laktoferin.
Thiobacillus ferrooxidans digunakan untuk membersihkan pencemaran logam. Azzola pinnata
merupakan tanaman paku yang bersimbiosis
dengan Anabaena untuk memperoleh nitrogen.
6. Jawaban: b
Buah tomat dapat membusuk karena adanya
pengaruh etilen. Melalui rekayasa genetika,
aktivitas gen penghasil etilen dihambat agar tidak
menghasilkan etilen sehingga buah tetap segar
dalam waktu lama.
7. Jawaban: b
1) Kalus merupakan massa sel yang belum
terdiferensiasi.
2) Eksplan merupakan jaringan tumbuhan yang
digunakan pada teknik kultur jaringan.
3) Plantet merupakan tanaman kecil hasil kultur
jaringan.
4) Plasmid merupakan rantai DNA melingkar di
luar kromosom bakteri.
8. Jawaban: d
Antibodi monoklonal hanya mampu menghasilkan
satu jenis antibodi sehingga hanya mampu
menyerang satu jenis antigen. Antibodi multiklonal
mampu menghasilkan lebih dari satu jenis antibodi
sehingga mampu menyerang banyak antigen.
Banyaknya antibodi yang dihasilkan inilah yang
mengakibatkan antibodi multiklonal tidak tepat
sasaran karena tidak menyerang pada satu
penyakit secara tepat.
9.

Jawaban: a
Pseudomonas putida mampu memutuskan ikatan
karbon pada rantai minyak bumi, sehingga
pencemaran tumpahan minyak di laut dapat
teratasi. Asam sulfat dihasilkan oleh Thiobacillus
ferrooxidans untuk mengikat logam.

10. Jawaban: b
Yoghurt dan keju merupakan produk pangan dari
olahan susu dengan bantuan bakteri. Keju dan
yoghurt dibuat dengan bantuan campuran bakteri
Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
thermophillus. Bakteri tersebut memfermentasi
laktosa menjadi asam laktat serta menciptakan
kondisi menguntungkan untuk pertumbuhan
Lactobacillus bulgaricus.

11. Jawaban: a
Gen somatotropin sapi yang disisipkan pada
Eschericia coli akan menghasilkan bovin
somatotropin yang apabila ditambahkan pada
makanan ternak dapat meningkatkan produksi
daging dan susu ternak.
12. Jawaban: a
Produk kesehatan hasil rekayasa genetika seperti
insulin mempunyak keseimbangan sendiri yang
tidak diduga sebelumnya. Keseimbangan tersebut
tidak sesuai dengan homeostatis dalam tubuh. Hal
ini dapat mengakibatkan timbulnya gejala-gejala
lain dari suatu penyakit, misalnya terjadi alergi.
13. Jawaban: b
Pembuatan tanaman transgenik merupakan
penerapan teknik DNA rekombinan, yaitu dengan
menyisipkan gen antihama tertentu ke dalam
kromosom tanaman tersebut. Kloning transfer inti
atau fusi protoplasma adalah teknik penggabungan
dua sel jaringan yang sama atau dua sel dari
organisme yang berbeda dalam suatu medan listrik.
Kultur jaringan adalah teknik perbanyakan secara
vegetartig dengan menumbuhkan jaringan maupun
sel tumbuhan dalam suatu media buatan secara
aseptik. Fertilisasi in vitro adalah pembuahan yang
dilakukan di luar tubuh induknya. Selanjutnya,
setelah terjadi pembuahan, embrio dimasukkan ke
dalam rahim induk. Adapun kloning atau
transplantasi nukleus digunakan untuk
menghasilkan individu yang secara identik sama
dengan induknya.
14. Jawaban: e
Dampak negatif yang mungkin timbul dari hilangnya plasma nutfah adalah berkurangnya keanekaragaman hayati. Hal ini karena penemuan organisme transgenik menimbulkan kecenderungan
masyarakat untuk membudidayakan organisme
yang bersifat unggul saja sehingga mengakibatkan
hilangnya plasma nutfah.
15. Jawaban: e
Tanaman transgenik adalah tanaman yang telah
diubah susunan gennya dalam kromosom
sehingga mempunyai sifat yang menguntungkan
sesuai dengan yang dikehendaki, misalnya
tanaman kapas transgenik antiserangga. Tanaman
ini dapat menimbulkan ancaman terhadap
lingkungan dengan menimbulkan kerusakan pada
ekosistem. Jika tanaman transgenik ditanam
bersama dengan tanaman sejenis nontransgenik
dikhawatirkan akan terjadi pencemaran gen.
Pencemaran ini terjadi apabila tanaman transgenik
menyerbuki tanaman nontransgenik, akibatnya
pada tanaman nontransgenik mengalami mutasi
yang mengakibatkan tanaman tersebut mati atau

Biologi Kelas XII

91

memiliki ciri seperti yang dimiliki oleh tanaman


transgenik. Hal ini mengakibatkan berkurangnya
keanekaragaman tanaman tersebut (hilangnya
plasma nutfah lokal).
B.

Uraian

1. Kapas antiserangga mampu menghasilkan protein


delta endotoksin. Protein ini akan bereaksi dengan
enzim yang diproduksi oleh lambung serangga.
Reaksi ini akan mengubah enzim tersebut menjadi
racun. Akibatnya, serangga yang memakan
tanaman tersebut akan mati karena keracunan.
Jika serangga-serangga yang ada di alam mati,
organisme-organisme pemakan serangga akan ikut
punah juga, misal burung pemakan serangga. Hal
ini akan menyebabkan rantai makanan yang ada
di alam terganggu dan keseimbanagan ekositem
tidak terjaga.
2. Aplikasi bioteknologi di bidang kesehatan antara
lain sebagai berikut.
a. Antibiotik, produksi antibiotik dilakukan
secara konvensional yaitu dengan
mengembangbiakkan organisme penghasil
antibiotik, misal Penicillium notatum dan
Penicillium chrysogenum. Selanjutnya, zat
yang dihasilkan oleh mikroba diekstrak.
Antibiotik berfungsi untuk membunuh bakteri.
b. Insulin, hormon insulin berguna pagi penderita
diabetes melitus untuk menurunkan kadar
gula. Hormon ini diproduksi dengan cara
menyisipkan gen pembentuk insulin dari
manusia ke plasmid bakteri.
c. Antibodi monoklonal, diperoleh dengan teknik
hibridoma/fusi protoplasma, sehingga
menghasilkan sel hibrid yang memiliki sifat
dari kedua sel yang digabungkan yaitu sel
kanker dan limfosit B. Antibodi monoklonal
menghasilkan satu macam antibodi, yang
berfungsi untuk membunuh sel kanker,
penetral racun, dan mendeteksi keberadaan
HCG.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: c
Bioteknologi modern lebih menggunakan kajian
ilmiah rekayasa genetika, biokimia, dan biomolekuler.
Kegiatan pada soal yang menggunakan prinsip
ilmiah adalah kloning domba Dolly (biomolekuler),
tomat Flavr Savr (rekayasa genetika), dan produksi
antibodi monoklonal (biomolekuler).

92

Bioteknologi

3. Contoh produk bioteknologi konvensional.


Bahan
Mentah

Mikroorganisme

Produk

1.
2.
3.
4.

Kedelai
Kedelai
Kedelai
Ampas tahu

Rhizopus oryzae
Aspergillus oryzae
Aspergillus wentii
Neurospora crassa

5.

Ketan/singkong

Sacharomyces
cerevisiae

Tempe
Taoco
Kecap
Oncom
merah
Tapai

No.

Contoh produk bioteknologi modern.


a. Vaksin transgenik
b. Padi transgenik
c. Tembakau yang resistan terhadap virus
d. Bunga antilayu dan buah tahan busuk
e. Tanaman kapas antiserangga
f. Kain alami sintetis
g. Antibiotik
h. Insulin
i. Antibodi monoklonal
4. Penggunaan organisme transgenik secara seragam
akan mengakibatkan tergusurnya organisme lokal
sehingga dapat mengakibatkan hilangnya plasma
nutfah lokal (alami). Oleh karena itu, pembudidayaan organisme transgenik dapat mengakibatkan punahnya organisme lokal.
5. Vaksin digunakan untuk mencegah serangan
penyakit terhadap tubuh yang berasal dari
mikroorganisme. Vaksin dibedakan menjadi dua
yaitu vaksin konvensional dan vaksin rekombinan.
Vaksin konvensional dapat berupa virus/bakteri
yang dilemahkan maupun dimatikan, atau pengambilan racun yang diambil dari mikroorganisme
tersebut. Kelemahan vaksin konvensional adalah
jika virus atau bakteri yang dilemahkan aktif
kembali, akan mengakibatkan penyakit yang lebih
fatal. Sementara itu, vaksin rekombinan/vaksin
transgenik merupakan produk bioteknologi modern/
rekayasa genetika dengan teknik DNA rekombinan
untuk menyisipkan gen yang mengode antigen
pada plasmid. Vaksin rekombinan berupa protein
rekombinan yang bersifat imunogenik.

2. Jawaban: b
Pembuatan kecap dilakukan dengan metode
bioteknologi konvensional yang menggunakan
mikroorganisme berupa jamur Aspergillus sp.
Pembuatan roti menggunakan jamur
S a c c h a r o m y ces cerevisiae. Pembuatan tempe
menggunakan jamur Rhizopus sp. Pembuatan
yoghurt menggunakan bakteri asam laktat yaitu
Streptococcus thermophillus.

3. Jawaban: b
Bahan
I
II
III
IV
V

Susu
Kedelai
Kedelai
Singkong
Susu

Mikroorganisme
Streptococcus sp.
Rhizopus sp.
Aspergillus sp.
Saccharomyces sp.
Streptococcus sp.

Produk yang
Dihasilkan
Yoghurt
Tempe
Kecap
Tapai
Krim asam

4. Jawaban: c
Bioteknologi merupakan pemanfaatan organisme
dan proses biologi untuk menghasilkan produk
ataupun jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Perkembangan bioteknologi sangat ditentukan oleh
berbagai bidang ilmu sperti mikrobiologi, biologi
sel, biologi molekuler, biokimia, dan genetika. Pada
bioteknologi konvensional melibatkan proses
fermentasi dan pada bioteknologi modern
melibatkan proses rekayasa genetika yang
menghasilkan organisme transgenik. Prinsip dasar
rekayasa genetika dapat berupa kultur jaringan,
kloning, teknik bayi tabung, DNA rekombinan, dan
fusi protoplasma.
5. Jawaban: b
Contoh penerapan bioteknologi konvensional yaitu:
1) pembuatan alkohol dengan Saccharomyces sp.,
2) produk nata de coco dengan Acetobacter
xylinum, dan
3) produksi tempe dengan jamur Rhizopus
oryzae.
Adapun produk kentang dengan kadar pati
meningkat 20% dan produksi hormon somatotropin
dengan memanfaatkan E. coli merupakan contoh
hasil produksi yang menerapkan bioteknologi
modern.
6. Jawaban: b
Kedelai jika difermentasi menggunakan jamur
Aspergillus oryzae akan menghasilkan kecap.
Ketan atau singkong jika difermentasi menggunakan Saccharomyces akan menghasilkan tapai.
Susu jika difermentasi menggunakan Lactobacillus
bulgaricus akan menghasilkan keju. Rhizopus
dimanfaatkan dalam proses fermentasi kedelai
menjadi tempe.
7. Jawaban: d
Langkah-langkah dalam proses DNA rekombinan
sebagai berikut.
1) Mengidentifikasi dan mengisolasi DNA yang
dikehendaki.
2) Mengekstrak plasmid dari sel bakteri.
3) Menggabungkan potongan gen yang dikehendaki dengan plasmid.
4) Memasukkan plasmid yang telah disisipi gen
baru ke dalam sel bakteri.
5) Membiakkan bakteri dalam tabung reaksi.

8. Jawaban: e
Kloning atau transplantasi nukleus adalah proses
untuk menghasilkan individu yang secara genetik
identik dengan induknya. Proses kloning dilakukan
pada tingkat sel. Proses kloning dilakukan dengan
memasukkan inti sel donor ke dalam sel telur yang
telah dihilangkan inti selnya. Selanjutnya, sel telur
diberi kejutan listrik atau zat kimia untuk memacu
pembelahan sel.
9. Jawaban: c
DNA rekombinan adalah teknik mengubah susunan
DNA suatu organisme dengan cara menyisipkan
gen asing ke organisme sehingga diperoleh sifat
yang tidak dimiliki sebelumnya. Pada proses DNA
rekombinan segmen DNA yang dikehendaki
kemudian dimasukkan ke dalam suatu vektor
(pembawa). Vektor pada proses ini dapat berupa
plasmid atau DNA virus.
10. Jawaban: c
Eksplan adalah bagian tumbuhan yang
ditumbuhkan dalam media kulutur. Eksplan yang
sering yang digunakan merupakan bagian
tumbuhan yang memiliki sel-sel yang aktif
membelah yaitu sel meristem yang terdapat di
ujung akar atau batang.
11. Jawaban: e
Antibodi monoklonal dapat digunakan untuk
mendeteksi kandungan hormon korionik gonadotropin dalam urine wanita hamil. Dengan demikian,
antibodi monoklonal dapat digunakan untuk
mendeteksi adanya kehamilan. Antibiotik digunakan
untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme
penyebab penyakit. Protein sel tunggal dan
mikoprotein digunakan sebagai makanan sumber
protein. Bovin somatotropin digunakan untuk
meningkatkan produksi daging dan susu ternak.
12. Jawaban: b
Prinsip dari bioteknologi konvensional adalah penggunaan agen biologi (mikroorganisme) dengan
teknik sederhana tanpa melalui rekayasa genetika
untuk tujuan tertentu, misal pengolahan produk
makanan. Proses yang terjadi di dalam bioteknologi
konvensional umumnya adalah fermentasi.
Sementara itu, rekayasa genetika dan manipulasi
DNA merupakan ciri-ciri dari bioteknologi modern
13. Jawaban: b
Contoh produk bioteknologi modern dengan
proses rekayasa genetika terhadap mikroorganisme adalah produksi vaksin transgenik
dengan bakteri patogen dan produksi insulin
dengan bakteri Escherichia coli yang dilakukan
dengan teknik DNA rekombinan. Tujuan teknik DNA
rekombinan adalah untuk melakukan manipulasi
gen sehingga dihasilkan organisme yang memiliki
Biologi Kelas XII

93

sifat-sifat baru sesuai yang diharapkan. Organisme


yang dihasilkan disebut organisme transgenik.
Adapun produksi antibiotik dengan bakteri
Streptomyces griceus, produksi metanol dengan
bakteri Methanobacterium sp, dan produksi
yoghurt dengan bakteri Lactobacillus bulgaricus
merupakan produk bioteknologi konvensional tanpa
melakukan manipulasi pada susunan gen dalam
kromosom bakteri tersebut. Manipulasi dilakukan
pada kondisi lingkungan dan media tumbuh dengan
menggunakan peralatan sederhana.
14. Jawaban: a
Proses kloning dilakukan dengan cara
memasukkan inti sel donor yang berasal dari sel
somatis ke dalam sel telur yang telah dihilangkan
inti selnya. Fusi sel merupakan teknik penggabungan dua sel yang berasal dari jaringan
berbeda sehingga menghasilkan hibrid yang
memiliki sifat kedua sel tersebut. Hibridoma
merupakan hasil antara sel pembentuk antibodi sel
(limfosit B) dengan sel mieloma (sel kanker). Kultur
jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman
secara vegetatif buatan yang didasarkan pada sifat
totipotensi tumbuhan. Rekayasa genetika
merupakan teknik manipulasi pada susunan
kromosom makhluk hidup untuk menghasilkan
organisme transgenik.
15. Jawaban: c
Insulin diproduksi dengan menerapkan teknik DNA
rekombinan. Adapun tahap-tahapnya sebagai
berikut. Gen insulin dipotong dengan enzim
endonuklease restriksi yang berperan sebagai
gunting biologi. Segmen gen insulin kemudian
dimasukkan ke dalam suatu vektor yang berupa
plasmid bakteri. Transplantasi gen insulin dilakukan
dengan cara menyambung gen insulin ke dalam
DNA plasmid vektor dengan menggunakan enzim
ligase. DNA rekombinan kemudian dimasukkan ke
dalam sel bakteri atau virus. Sel bakteri atau virus
tersebut kemudian melakukan replikasi dengan
cara membelah diri sehingga diperoleh DNA
rekombinan dalam jumlah banyak.
16. Jawaban: a
Agrobacterium tumefaciens dapat dijadikan
sebagai vektor pada proses DNA rekombinan
karena mempunyai plasmid Ti (tumor inducing)
yang dapat bergabung dengan DNA tumbuhan.
17. Jawaban: e
Interferon adalah protein yang dibentuk secara
alami oleh sel-sel imun, misal sel darah putih dan
fibroblas. Secara komersial, interferon diproduksi
menggunakan teknologi DNA rekombinan atau
transplantasi gen.Kloning atau transfer inti

94

Bioteknologi

dilakukan dengan cara memasukkan inti sel


donor yang berasal dari sel somatis ke dalam sel
telur yang telah dihilangkan inti selnya. Fusi
protoplasma merupakan teknik penggabungan dua
sel yang berasal dari jaringan berbeda sehingga
menghasilkan hibrid yang memiliki sifat kedua sel
tersebut. Hibridoma merupakan hasil antara sel
pembentuk antibodi sel (limfosit B) dengan sel
mieloma (sel kanker).
18. Jawaban: a
Mikroorganisme yang berperan untuk mengatasi
masalah pencemaran lingkungan adalah
Pseudomonas putida dan Thiobacillus ferrooxidans.
Pseudomonas putida digunakan untuk mengatasi
masalah tumpahan minyak bumi di laut karena
bakteri tersebut memiliki gen yang mampu
menguraikan ikatan hidrokarbon pada minyak bumi.
Bakteri Thiobacillus ferrooxidans digunakan untuk
mengurangi pencemaran limbah bahan tambang
karena bakteri tersebut mampu mengoksidasi
belerang yang mengikat berbagai logam dengan
membentuk logam sulfida. Logam tersebut
kemudian dapat dilepaskan kembali ke lingkungan.
Adapun Bacillus thuringiensis dimanfaatkan
sebagai bioinsektisida. Gen delta endotoksin dari
bakteri ini disisipkan ke dalam tanaman kapas
sehingga menghasilkan tanaman kapas transgenik
yang tahan hama. Sementara itu, bakteri Escherichia coli merupakan bakteri yang banyak
digunakan sebagai vektor dalam teknik DNA
rekombinan.
19. Jawaban: b
Produksi PST dapat mengurangi pencemaran
limbah karena substrat yang digunakan sebagai
medium tumbuh mikroba penghasil PST ini dapat
berupa limbah.
20. Jawaban: a
Pada umumnya bioteknologi memberi manfaat bagi
kesejahteraan manusia. Namun, di sisi lain
bioteknologi juga dapat memberikan dampak
negatif bagi lingkungan, misalnya pada kebijakan
budi daya tanaman kapas transgenik di Sulawesi
yang mendapat tanggapan pro dan kontra dari
masyarakat. Masyarakat yang menerima kebijakan ini karena melihat keuntungan penerapan
teknologi kapas transgenik yang memiliki sifat
unggul yaitu tahan hama sehingga menghemat
penggunaan insektisida. Namun kebijakan tersebut
juga mendapat penolakan dari masyarakat yang
khawatir akan dampak negatif yang ditimbulkan
pada ekosistem. Penanaman kapas transgenik dikhawatirkan akan menggeser kapas lokal sehingga
akan mengurangi keanekaragaman kapas lokal.

21. Jawaban: b
Pemanfaatan bakteri Thiobacillus ferrooxidans
digunakan untuk mengurangi pencemaran limbah
bahan tambang. Hal ini disebabkan karena bakteri
tersebut mampu mengoksidasi belerang yang
mengikat berbagai logam dengan membentuk logam
sulfida yang dapat dilepaskan kembali ke lingkungan
dan dimanfaatkan oleh manusia. Bakteri ini digunakan
dalam pemurnian logam dari bijihnya. Penggunaan
bakteri dalam pemurnian logam dapat mengurangi
dampak pencemaran limbah bahan tambang. Bakteri
yang berperan menguraikan tumpahan minyak di laut
adalah Pseudomonas putida. Bakteri ini memiliki gen
yang mampu menguraikan ikatan hidrokarbon pada
minyak bumi. Adapun pengolahan limbah plastik
dengan jamur Cladosporium resinae. Pengolahan
limbah peternakan menjadi biogas dilakukan dengan
memanfaatkan bakteri methanogen yang mampu
menguraikan limbah ternak menjadi gas metan.
Pengolahan limbah pabrik minyak goreng sawit
menjadi biodiesel dilakukan dengan proses
metanolisis melalui serangkaian proses pencucian
dengan air panas secara bertingkat dan katalis
asam basa.
22. Jawaban: b
Pupuk superfosfat merupakan salah satu pupuk
organik yang dibuat melalui teknologi Bio-SP
menggunakan mikrobia pelarut fosfat. Teknologi
tersebut memberi dampak positif bagi lingkungan
yaitu mengurangi penggunaan asam organik
sehingga dapat mengurangi pencemaran
lingkungan dan menghemat biaya produksi.
23. Jawaban: c
Bakteri hasil rekayasa genetika memiliki susunan
gen dan kromosom yang telah berubah. Jika bakteri
transgenik ini lepas ke lingkungan dikhawatirkan
dapat menimbulkan penyakit infeksi baru yang
belum ada obatnya.
24. Jawaban: c
Baccillus thuringiensis memiliki gen delta endotoksin.
Gen ini dimasukkan ke dalam tanaman kapas
menggunakan teknik DNA rekombinan. Selanjutnya,
tanaman tersebut akan memproduksi protein delta
endotoksin. Protein ini akan bereaksi dengan enzim
yang diproduksi oleh hama serangga. Reaksi ini
mengubah enzim tersebut menjadi racun. Dengan
demikian, serangga yang memakan tanaman tersebut
akan mengalami keracunan dan mati.
25. Jawaban: e
Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan
tanaman secara vegetatif dengan menumbuhkan
jaringan maupun sel tumbuhan dalam suatu media buatan secara aseptik. Teknik ini didasarkan
pada sifat totipotensi tumbuhan. Teknik ini mem-

berikan implikasi positif bagi kehidupan manusia


berupa hasil bibit tanaman dengan jumlah banyak
dan waktu yang singkat. Selain itu, sifat individu
baru yang dihasilkan dari teknik kultur jaringan
memiliki sifat yang sama dengan induknya.
Adapun tanaman poliploid yang berukuran besar
dapat diperoleh dengan teknik radiasi. Sementara
itu, tanaman transgenik dengan kualitas unggul,
misal tanaman yang tahan penyakit dan hama serta
memiliki jaringan yang kokoh dapat diperoleh
dengan teknik DNA rekombinan.
26. Jawaban: b
Penyakit fibrosis sistik dapat diatasi dengan
memanfaatkan bioteknologi, yaitu dengan cara
memasukkan gen yang mengkode ATT dari
orang sehat ke dalam DNA virus. Selanjutnya,
virus tersebut diinfeksikan pada paru-paru pasien.
Virus akan mengirimkan gen normal ke dalam selsel pasien. Dengan demikian, sel-sel pasien dapat
membuat protein ATT sehingga pasien dapat
bernapas dengan lebih normal.
27. Jawaban: b
Organisme transgenik memiliki sifat-sifat unggul
sehingga para petani lebih senang mengembangbiakkan organisme transgenik. Hal ini dapat
mengakibatkan organisme asli yang merupakan
sumber plasma nutfah semakin tersisih dan
akhirnya bisa punah.
28. Jawaban: b
Tumbuhan memiliki sifat totipotensi yang tinggi
maksudnya setiap sel tumbuhan mempunyai
kemampuan untuk tumbuh menjadi individu baru
apabila ditempatkan pada lingkungan yang sesuai.
Sifat totipotensi tumbuhan dimanfaatkan dalam
teknik kultur jaringan. Kultur jaringan merupakan
teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif
buatan yang bertujuan untuk memperoleh bibit
tanaman yang sifatnya identik dengan induknya
dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat.
29. Jawaban: d
Teknik rekayasa genetika dilakukan dengan
melakukan manipulasi pada susunan gen atau
kromosom makhluk hidup sehingga dihasilkan
organisme transgenik. Prinsip dasar rekayasa
genetika antara lain DNA rekombinan dan fusi
protoplasma. Dalam DNA rekombinan diperlukan
adanya enzim endonuklease restriksi yang
berfungsi sebagai gunting biologi, enzim ligase
yang berfungsi sebagai lem biologi, dan plasmid.
Dalam fusi protoplasma diperlukan adanya sel yang
mampu berfusi. Sementara itu, teknik fermentasi
sangat mendukung perkembangan bioteknologi
konvensional. Dalam bioteknologi konvensional
tidak ada rekayasa genetika.

Biologi Kelas XII

95

30. Jawaban: c
a, b, d, dan e bisa menimbulkan dampak negatif
dari bioteknologi, misal organisme hasil kloning
belum tentu baik atau aman untuk dikembangkan.
Demikian juga dengan dibebaskannya pakar
melakukan rekombinan yang dapat memberikan
dampak negatif seperti hasil rekombinannya
menghasilkan sifat baru yang merugikan.
B.

Uraian

1. Penyakit keturunan dapat diobati dengan cara terapi


gen. Contoh panyakit keturunan yang dapat diobati
dengan terapi gen adalah fibrosis sistik, dan
Adenosine Deaminase Deficiency (ADD) yaitu
penyakit penderita tidak memiliki ketahanan tubuh.
Terapi gen dilakukan dengan cara menyisipkan gen
normal ke penderita melalui vektor virus. Virus
akan mentrasfer gen normal ke sel target, sehingga
penderita mampu mensintesis protein yang
diinginkan. Terapi gen tidak mengubah genom pada
seluruh sel tubuh hanya merubah genetik dari sel
target, misal sel targetnya adalah paru-paru atau
limpa.
2. Bovin Somatotropin adalah produk rekayasa
genetika, jadi langkah rekayasa genetika sebagai
berikut.
a. Memetakan DNA, mengisolasi DNA, dan plasmid.
b. Memotong gen pengkode somatotropin
menggunakan enzim retriksi dan juga
memotong bagian plasmid.
c. Menyisipkan gen pengkode somatotropin ke
plasmid, terbentuklah DNA rekombinan.
d. Memasukkan plasmid yang telah disisipi gen
pengkode somatotropin ke dalam sel bakteri
E.coli.
e. Mengkulturkan bakteri E.coli tersebut dan
menjadikannya sebagai produk suplemen
ternak.
3. Fertilisasi in vitro adalah fertilisasi dengan bantuan
manusia untuk mempertemukan ovum dan sel
sperma di luar tubuh hewan. Hasil fertilisasi
ditumbuhkembangkan dalam media khusus hingga
menjadi embrio. Embrio hasil pembuahan
selanjutnya diimplantasi ke dalam rahim hewan
betina. Embrio akan berkembang dalam rahim
sampai waktunya dilahirkan. Metode ini dapat
digunakan pada manusia dan dikenal dengan nama
bayi tabung. Adapun teknik inseminasi buatan atau
kawin suntik yaitu sperma dimasukkan dalamrahin
hewan betina untuk membantu terjadinya fertilisasi
di dalam tubuh hewan betina menggunakan alat

96

Bioteknologi

injeksi. Sperma yang digunakan dapat berupa


sperma segar maupun sperma beku yang disimpan
di bank sperma. Dengan teknik ini, perkawinan
hewan ternak unggul dapat dilakukan dengan
mudah karena tidak perlu mempertemukan hewan
jantan dan betina secara langsung.
4. Persamaannya adalah kedua-duanya sama akan
menigkatkan kekebalan tubuh dalam melawan
kuman penyakit.
Perbedaannya sebagai berikut.
Vaksin Transgenik

Antibodi Monoklonal

Menggunakan teknik reka- Fusi protoplasma/hibridoma


yasa genetika
Menggunakan virus non- Gabungan dari dua sel yang
patogen yang disisipi DNA berbeda sifat yaitu limfosit B
virus patogen
dan kanker
Memicu peningkatan kekebalan tubuh secara mandiri
sehingga tubuh dapat menghasilkan antibodi sendiri

Antibodi dihasilkan dari sel


hibrid yang diproduksi dan
dikulturkan di luar tubuh.
Selanjutnya, antibodi disuntikkan ke dalam tubuh
sehingga tubuh tidak memproduksi antibodi sendiri

5. Kelebihan teknik kultur jaringan sebagai berikut.


a. Tidak memerlukan lahan yang luas.
b. Dapat digunakan untuk mengembangbiakkan
bibit tanaman transgenik.
c. Dapat menghasilkan bibit tanaman bebas
virus dari tanaman yang sudah terinfeksi
virus.
d. Dapat menghasilkan bibit tanaman yang
memiliki sifat identik dengan induknya.
e. Dapat menghasilkan bibit tanaman dalam
jumlah banyak dan dalam waktu yang relatif
singkat.
6. Mikroorganisme penghasil PST memiliki beberapa
keunggulan sebagai berikut.
a. Mempunyai kemampuan berkembang biak
yang relatif cepat.
b. Mempunyai kandungan protein yang lebih
tinggi jika dibandingkan dengan sumber
protein lainnya (hewan/tumbuhan).
c. Dapat menggunakan substrat limbah sebagai
media tumbuh.
7. Protein sel tunggal yang berasal dari Saccharomyces cerevisiae tidak dapat digunakan sebagai
makanan sumber protein bagi manusia. PST dari
S. cerevisiae hanya digunakan sebagai suplemen
makanan ternak. Hal ini disebabkan karena
protein yang dihasilkan oleh mikrobia tersebut
mengandung asam nukleat tinggi dan tubuh
manusia tidak mempunyai enzim yang cukup untuk
memetabolismenya.

8. Perbedaan fertilisasi in vitro dan kloning adalah


fertilisasi in vitro merupakan fertilisasi dengan
bantuan manusia di mana ovum dan sel sperma
dipertemukan di luar tubuh hewan dan ditumbuhkan dalam media kultur yang disesuaikan seperti
kondisi rahim. Sementara itu, pada kloning embrio
berasal dari ovum yang telah dihilangkan inti
selnya, kemudian diinjeksikan inti sel tubuh. Ovum
yang berisi inti sel tubuh diberi kejutan listrik untuk
merangsang pembelahan sehingga terbentuk klon
embrio. Adapun persamaan kloning dan fertilisasi
in vitro terdapat pada implantasi embrio yang
dihasilkan ke dalam rahim sehingga berkembang
menjadi calon organisme yang diinginkan.
9. Dampak negatif bioteknologi sebagai berikut.
a. Produk bioteknologi yang berupa makanan
dapat menimbulkan alergi. Gen asing yang
disisipkan pada organisme yang menjadi
makanan manusia dapat menyebabkan alergi
pada individu tertentu.

b.

c.

Hilangnya plasma nutfah. Plasma nutfah atau


kenekaragaman makhluk hidup dapat musnah
akibat budi daya hewan atau tumbuhan yang
unggul saja.
Kerusakan ekosistem. Gangguan terhadap
kondisi normal lingkungan dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem. Misalnya kapas Bt
selain mengakibatkan matinya ulat yang
memakannya juga dapat mengakibatkan
kematian serangga lainnya.

10. Pemanfaatan mikrobiologi ternyata mampu


mengubah suatu senyawa menjadi sumber energi
alternatif, misalnya bakteri Methanobacterium
mampu memfermentasi feses hewan ternak
menghasilkan gas metana yang dijadikan sumber
energi alternatif. Selain itu, khamir Saccharomyces
cereviseae mampu memfermentasi gula tebu dan
menghasilkan etanol. Etanol murni disebut
bagasse.

Biologi Kelas XII

97

1. Jawaban: c
Populasi adalah tingkat organisasi kehidupan yang
terdiri atas kumpulan individu sejenis yang
menempati daerah tertentu, contoh populasi adalah
banyak cecak di sebuah lingkungan sekolah.
Organ adalah kumpulan jaringan yang menjalankan
fungsi tertentu dalam tubuh. Individu adalah
organisme tunggal. Komunitas adalah kumpulan
populasi dari berbagai spesies yang saling
berinteraksi dalam suatu habitat. Ekosistem adalah
hubungan timbal balik antarmakhluk hidup dengan
lingkungannya.
2. Jawaban: b
Bacillus polymyxa dan Streptomyces griseus
menghasilkan antibiotik polimiksin B dan streptomisin untuk menghambat pertumbuhan bakteri gram
negatif yang biasanya bersifat patogen.
Clostridium acetobutylicum menghasilkan zat kimia
aseton dan butanol. Methanobacterium menghasilkan
gas metana (biogas) dari pembusukan sampah.
Acetobacter xylinum berperan dalam pembuatan
nata de coco.
3. Jawaban: a
Berdasarkan ciri-ciri tersebut, jamur yang dimaksud
termasuk dalam divisi Zygomycotina. Jamur
Zygomycotina yang banyak ditemukan pada
kotoran ternak dan memiliki kolumela adalah Mucor mucedo. Sementara itu, Amanita phalloides
merupakan jamur Basidiomycotina yang
mempunyai ciri hifa bersekat, mempunyai badan
buah (basidiokarp), dan bereproduksi generatif
dengan basidiospora. Penicillium notatum dan Neurospora crassa merupakan jamur Ascomycotina
yang mempunyai ciri hifa bersekat dan berinti banyak
serta bereproduksi generatif dengan askospora. Rhizopus stolonifer merupakan jamur Zygomycotina
yang tumbuh pada roti basi.
4. Jawaban: c
Tanaman-tanaman tersebut mempunyai
persamaan bentuk tulang daun yaitu melengkung.
Sementara itu, sistem perakaran teratai, eceng
gondok, kencur, dan sirih merupakan akar serabut,
sedangkan waru merupakan akar tunggang.
Perkembangbiakan vegetatif alami teratai dan

98

Latihan Ujian Sekolah

kencur menggunakan akar tinggal, eceng gondok


menggunakan stolon. Waru dan sirih tidak memiliki
alat perkembangbiakan vegetatif alami. Batang
teratai dan eceng gondok berongga, batang sirih
termasuk batang herbaceous, waru memiliki batang
berkayu. Batang tanaman kencur mengalami
modifikasi menjadi akar tinggal/rhizoma. Teratai,
eceng gondok, kencur, dan sirih tidak berkambium,
sedangkan waru berkambium.
5. Jawaban: d
Usaha yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga
ketersediaaan udara bersih sebagai berikut.
1) Mengembangkan teknologi yang ramah
lingkungan.
2) Menyaring gas hasil sampingan produksi
pabrik industri sebelum dibuang.
3) Menjaga kebersihan lingkungan tempat
tinggal.
4) Tidak melakukan penebangan hutan secara
liar.
5) Melakukan penanaman pohon dan
memeliharanya dengan baik.
6) Menggunakan kendaraan yang ramah
lingkungan.
6. Jawaban: a
Ciri-ciri tumbuhan berbiji tertutup sebagai berikut.
1) Mengalami pembuahan ganda.
2) Bakal biji terbungkus daun buah.
3) Ada yang berkeping biji satu dan ada yang
berkeping biji dua.
4) Ada yang berakar serabut dan ada yang
berakar tunggang.
Sementara itu, tidak memiliki bunga merupakan
ciri Gymnospermae (berbiji terbuka).
7. Jawaban: a
Planula adalah larva bersilia hasil pertumbuhan
dari zigot. Planula akan mencari tempat yang
sesuai untuk menetap dan tumbuh menjadi polip
muda (skifistoma). Polip muda akan tumbuh
menjadi polip dewasa (strobila). Polip dewasa akan
tumbuh melakukan fase reproduksi vegetatif
dengan melepaskan efira (medusa muda) yang
akan tumbuh menjadi medusa dewasa yang fertil.

8. Jawaban: e
Proboscidea adalah ordo Vertebrata yang memiliki
belalai berotot kuat. Hewan yang termasuk
kelompok ini adalah gajah (Elephas sp.). Belalai
gajah memiliki banyak fungsi antara lain untuk
bernapas, mengambil makanan dan minum. Gajah
jantan memiliki gigi seri atas yang memanjang dan
disebut gading. Sebagai Mammalia, ordo
Proboscidea, khususnya yang betina, memiliki
glandula mammae (kelenjar susu).
9. Jawaban: d
Hubungan antara pohon angsana dengan tumbuhan
paku termasuk simbiosis komensalisme. Tumbuhan
paku hidup menempel pada pohon angsana. Namun,
tumbuhan paku tidak mengambil makanan dari
pohon angsana, melainkan melakukan fotosintesis
sendiri sehingga pohon angsana tidak dirugikan
dengan keberadaan tumbuhan paku tersebut.
10. Jawaban: c
Di darat, tumbuhan mengambil ion fosfat yang
terlarut dalam air tanah. Herbivora mendapatkan
fosfat dari tumbuhan yang dimakannya dan
karnivora mendapatkan fosfat dari herbivora yang
dimakannya. Seluruh hewan mengeluarkan fosfat
melalui urine dan feses. Selanjutnya, hewan-hewan
yang mati akan diuraikan oleh jamur dan bakteri.
Proses dekomposisi yang dilakukan oleh jamur dan
bakteri akan mengubah fosfat organik dari sisa
organisme menjadi fosfat anorganik. Fosfat
anorganik ini kemudian diambil oleh tumbuhan.
11. Jawaban: c
Hutan merupakan habitat berbagai jenis makhluk
hidup. Maskhluk hidup termasuk komponen biotik
dalam ekosistem. Jika hutan dijadikan areal
industri, berbagai jenis makhluk hidup akan
kehilangan habitatnya. Keadaan ini mengakibatkan beberapa jenis makhluk hidup tidak
dapat bertahan hidup dan lama-kelamaan
mengalami kepunahan. Dengan demikian,
keanekaragaman makhluk hidup semakin
berkurang. Sementara itu, hilangnya humus tanah,
berkurangnya sumber air, menurunnya kesuburan
tanah, dan berkurangnya sumber oksigen
merupakan permasalahan komponen abiotik.
12. Jawaban: e
Larutan urea bersifat hipertonik, sedangkan cairan
di dalam sel akar bersifat hipotonik. Apabila
konsentrasi larutan di luar sel lebih tinggi, cairan
dalam sel akan keluar sehingga terjadi eksosmosis.
Akibatnya, membran sel terlepas dari dinding sel
yang disebut plasmolisis. Plasmolisis adalah terlepasnya membran sel dari dinding sel. Lisis adalah
hancurnya sel karena rusaknya atau robeknya
membran plasma. Krenasi terjadi pada sel hewan.

13. Jawaban: c
Mitokondria merupakan organel bermembran
rangkap dan berperan sebagai tempat pembentukan
energi dalam sel. Mitokondria terdiri atas membran
luar, membran dalam yang berlekuk-lekuk disebut
krista, dan matriks mitokondria. Membran luar
berfungsi sebagai pembatas antara bagian dalam
mitokondria dan sitoplasma. Membran dalam
mitokondria yang berlekuk-lekuk (krista) berguna
untuk memperluas permukaan. Membran dalam
berfungsi untuk melangsungkan rantai respirasi yang
menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Matriks
mitokondria berfungsi untuk oksidasi asam lemak
dan katabolisme asetil koenzim.
14. Jawaban: d
Berdasarkan ciri-ciri yang ditunjukkan jaringan yang
dimaksud adalah jaringan otot rangka. Jaringan ini
berfungsi untuk menggerakan tulang pada hewan.
Adapun jaringan yang berfungsi untuk menerima
dan manghantarkan impuls adalah jaringan saraf.
Jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan
jaringan satu dengan lainnya adalah jaringan ikat.
Jaringan yang berfungsi untuk menyimpan
cadangan lemak adalah jaringan adiposa.
15. Jawaban: b
Otot yang ditunjuk oleh anak panah adalah otot bisep.
Kontraksi otot bisep akan mengakibatkan gerak
fleksi, yaitu gerak membengkokkan tangan.
Sebaliknya gerak meluruskan tangan akan terjadi jika
otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.
16. Jawaban: d
Ciri-ciri sel darah putih (leukosit) sebagai berikut.
1) Bentuk bervariasi.
2) Ukurannya lebih besar dari eritrosit.
3) Inti bulat dan cekung.
4) Dapat bergerak bebas secara amoeboid.
5) Dapat menembus dinding kapiler (diapedesis).
6) Tidak berwarna.
Sel darah yang tidak berinti adalah sel darah merah.
17. Jawaban: c
Makanan tidak dicerna baik secara mekanis
maupun kimiawi saat berada di kerongkongan (Q)
dan usus besar (T). Saat berada di kerongkongan
makanan didorong ke lambung dengan gerak
peristaltik. Sementara itu, di dalam usus besar
terjadi penyerapan dan penambahan air pada
feses. Bagian berlabel P adalah mulut. Di dalam
mulut terjadi pencernaan mekanis oleh gigi dan
pencernaan kimiawi oleh enzim ptialin yang
berfungsi mengubah amilum menjadi glukosa.
Bagian berlabel R adalah lambung. Di dalam
lambung terjadi pencernaan mekanis oleh otot
dinding lambung dan pencernaan kimiawi oleh
enzim pepsin dan renin. Bagian berlabel S adalah

Biologi Kelas XII

99

usus halus (intestinum tenue). Di dalam usus halus


makanan mengalami pencernaan secara kimiawi
oleh enzim yang dihasilkan dinding usus dan
kelenjar pankreas sehingga makanan semakin
halus dan cenderung encer.
18. Jawaban: a
Pada pernapasan perut terjadi proses sebagai
berikut.
1) Inspirasi
Otot diafragma berkontraksi posisi
diafragma mendatar volume rongga dada
membesar tekanan udara di dalam rongga
dada mengecil udara masuk.
2) Ekspirasi
Otot diafragma berelaksasi posisi
diafragma melengkung ke arah rongga dada
volume rongga dada mengecil tekanan
udara di dalam rongga dada meningkat
udara keluar.
19. Jawaban: a
Albuminuria adalah ditemukannya albumin dan
protein lain di dalam urine. Abuminuria disebabkan
terjadinya kerusakan pada glomerulus (nomor 1)
sehingga proses filtrasi terganggu. Oleh karena itu,
protein masih dapat lolos pada proses filtrasi.
Tubulus kontortus proksimal (nomor 2) dan
lengkung Henle (nomor 3) merupakan tempat
terjadinya reabsorpsi yang menghasilkan urine
sekunder.
Tubulus kontortus distal (nomor 4) merupakan
tempat terjadinya augmentasi yang menghasilkan
urine sebenarnya.
Pembuluh pengumpul (nomor 5) merupakan muara
akhir urine sebelum diteruskan ke kandung kemih
untuk disimpan sementara.
20. Jawaban: a
Dendrit (nomor 1) berfungsi menerima rangsang dan
membawanya ke badan sel. Akson (nomor 4)
berfungsi meneruskan rangsang dari badan sel ke
serabut-serabut otot. Nomor 2 adalah nukleolus
yang berperan mengatur seluruh kegiatan sel.
Nomor 3 adalah badan sel. Nomor 5 adalah nodus
Ranvier. Nodus Ranvier merupakan bagian akson
yang tidak terlindungi oleh selubung mielin. Nodus
Ranvier berfungsi mempercepat jalannya impuls.
21. Jawaban: e
Bagian berlabel Y adalah epididimis, berfungsi
sebagai tempat penyimpanan sementara dan
pematangan sperma. Sperma dibuat di tubulus
seminiferus yang terdapat di dalam testis. Di dalam
testis juga terdapat sel sertoli yang berfungsi
menghasilkan nutrisi untuk sperma dan sel Leydig
yang berfungsi menghasilkan hormon testosteron.

100

Latihan Ujian Sekolah

22. Jawaban: b
Jenis limfosit ada dua, yaitu limfosit T dan limfosit
B. Limfosit B bertanggung jawab terhadap
produksi antibodi, tetapi respons humoral terhadap
banyak antigen juga memerlukan bantuan limfosit
T. Sistem imun ini berfungsi untuk membentuk
pertahanan terhadap antigen, yaitu benda-benda
asing yang masuk ke dalam tubuh.
23. Jawaban: b
Kesimpulan yang dapat diambil dari data
percobaan tersebut yaitu intensitas cahaya
memengaruhi pertumbuhan kecambah kacang.
Semakin rendah intensitas cahaya, pertumbuhan
kecambah kacang semakin cepat.
24. Jawaban: b
Enzim sebagai biokatalisator artinya bekerja
mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi dan tidak
menentukan arah reaksi. Enzim juga memiliki sifat
bekerja bola-balik (reversibel), spesifik, dan
dibutuhkan dalam jumlah sedikit.
25. Jawaban: c
Proses yang terjadi pada tahap glikolisis adalah
pengubahan senyawa glukosa menjadi asam
piruvat. Dalam proses tersebut dihasilkan ATP
dan NADH. Sementara itu, proses bereaksinya
asam piruvat dengan NADH menjadi Asetil Ko-A
terjadi pada tahap dekarboksilasi oksidatif.
26. Jawaban: b
Produk yang dihasilkan pada setiap tahapan
respirasi aerob sebagai berikut.
Tahap

Bahan

Tempat
Reaksi

Hasil
Senyawa

Jumlah
Akseptor

Jumlah
ATP

Glikolisis

Glukosa

Sitosol

2 asam
piruvat

2NADH

Pembentukan
asetil
Co-A

Asam
piruvat

Matriks
mitokondria

2 asetil
Co-A dan
2CO2

2NADH

Daur
Krebs

Asetil
Co-A

Matriks
mitokondria

4CO2

6NADH2
dan
2FADH2

Sistem
transpor
elektron

NADH
dan
FADH2

Krista
mitokondria

H2O

32

27. Jawaban: b
Pada proses fotosintesis tumbuhan, saat transfer elektron nonsiklik, elektron yang keluar dari
klorofil akan memfiksasi energi surya, untuk
selanjutnya diubah menjadi energi kimia dalam
bentuk ATP dan NADPH2 yang berlangsung di
membran tilakoid.

28. Jawaban: b
Gambar tersebut merupakan skema fermentasi
alkohol. Dalam fermentasi alkohol, hasil glikolisis
yang berupa 2 asam piruvat akan difermentasi
menjadi 2 asetaldehid (X) dengan melepaskan
2 molekul CO2 dan menghasilkan 2 etanol (Y).
Proses ini menghasilkan 2ATP.
29. Jawaban: d
Dalam rantai DNA, sitosin (C) selalu dihubungkan
dengan guanin (G) oleh tiga ikatan hidrogen. Adenin
(A) selalu dihubungkan dengan timin (T) oleh dua
ikatan hidrogen.
30. Jawaban: d
Urutan proses sintesis protein adalah berikut.
1) DNA melakukan transkripsi membentuk
dRNA.
2) dRNA meninggalkan DNA menuju sitoplasma.
3) tRNA membawa asam amino yang sesuai
kodon.
4) Asam amino berderet saling berikatan.
5) Rangkaian asam amino membentuk
polipeptida.
31. Jawaban: a
Ciri-ciri tahap anafase II pada pembelahan meiosis sebagai berikut.
1) Spindel menarik kromatid menuju ke kutub
pembelahan yang berlawanan.
2) Kedua kromatid bergerak menuju kutub yang
berbeda.
Terbentuk dua sel anakan haploid terjadi pada
tahap telofase I. Kromatin berubah menjadi
kromosom terjadi pada tahap profase I. Kromosom
homolog bergerak ke bidang ekuator terjadi pada
tahap metafase I dan metafase II. Kromosom
homolog saling memisahkan diri terjadi pada tahap
anafase I.
32. Jawaban: a
P
=
HHKK
(hitam, kasar)

><

hhkk
(putih, halus)

Keterangan:
1

Hitam halus = 4 100 = 25%


Jadi, keturunan yang berambut hitam halus
sebanyak 25%.
33. Jawaban: d
Epistasis adalah gen yang pengaruhnya menutupi
pengaruh gen lain yang bukan alelanya.
Kemungkinan genotipe induk biji hitam:
H_K_ atau H_kk
Kemungkinan genotipe induk biji kuning:
hhK_
Berdasarkan prediksi genotipe induk dan hasil persilangan pertama (F1), yaitu 4 hitam : 3 kuning : 1
putih, kemungkinan besar kedua induk memiliki
alel heterozigot.
P =
HhKk
><
hhKk
(biji hitam)
(biji kuning)
G =
HK, Hk
hK,hk
hK, hk
F1 =
hK
hk
Hk
HK

HhKk
(hitam, kasar)
F1 F1 =
HhKk
><
hhkk
(hitam, kasar)
(putih, halus)
Gamet = HK
hk
Hk
hK
hk
=
F2
%
HK
Hk
hK
hk
&
hk

HhKk
hitam,
kasar

Hhkk
hitam,
halus

hhKk
putih,
kasar

hhkk
putih,
halus

HhKK
(hitam)

HhKk
(hitam)

hhKK
hhKk
(kuning) (kuning)

hk

HhKk
(hitam)

Hhkk
(hitam)

hhKk
(kuning)

hhkk
(putih)

Fenotipe = 4 hitam : 3 kuning : 1 putih


34. Jawaban: e
P = & XHXh
><
Gamet =
XH
Xh
H
F1 = X XH
XHXh normal
XHY
XhY = hemofilia
Perbandingan fenotipe F1
=
=

F1

hK

3
4

100% :

1
4

% XHY
XH
Y

100%

75% :
25%
(normal) : (hemofilia)

35. Jawaban: b
Delesi dapat terjadi jika ada suatu alel yang hilang
dari kromosomnya. Jika alel yang hilang tersebut
berpindah ke kromosom homolognya disebut
duplikasi. Jadi, peristiwa mutasi yang ditunjukkan
oleh huruf X adalah delesi karena kehilangan
kromosom beralel B dan yang ditunjukkan oleh
huruf Y adalah duplikasi karena terjadi penambahan
kromosom alel B. Sementara itu, inversi adalah
peristiwa terputusnya kromosom di dua tempat dan
patahan tersebut dapat bergabung kembali dengan
urutan terbalik. Translokasi terjadi jika bagian dari

Biologi Kelas XII

101

satu kromosom menempel pada kromosom yang


bukan homolognya. Katenasi terjadi karena ujung
kromosom homolog saling mendekat sehingga
membentuk lingkaran.

Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan


bioetanol tersebut harus bisa mengubah zat pati pada
jagung menjadi gula dan kemudian mengubah gula
menjadi etanol dan CO2.

36. Jawaban: b
Pada percobaan yang dilakukan Louis Pasteur, labu
berisi air kaldu dihubungkan dengan pipa berbentuk
leher angsa. Selanjutnya air kaldu dalam labu
tersebut dipanaskan. Setelah dibiarkan beberapa
hari, air kaldu tetap jernih karena mikroba tidak
dapat masuk ke dalam labu melalui pipa berbentuk
leher angsa. Namun demikian, udara dari luar tetap
dapat masuk melalui pipa tersebut. Jadi, air kaldu
tetap steril selama percobaan.

39. Jawaban: d
Teknik fusi protoplasma adalah penggabungan dua
sel dari jaringan yang sama atau dua sel dari
organisme yang berbeda dalam suatu medan listrik
yang pada akhirnya mengalami fusi (melebur). Fusi
protoplasma pada sel hewan dan manusia sangat
berguna terutama untuk menghasilkan hibridoma.
Hibridoma dihasilkan dari fusi antara sel
pembentuk antibodi (sel limfosit B) dan sel mieloma
(sel kanker). Hibridoma yang dihasilkan kemudian
diperbanyak (dikloning) sehingga menghasilkan
antibodi monoklonal. Pembuatan insulin, vaksin,
interferon, dan tanaman antiserangga menggunakan teknik DNA rekombinan.

37. Jawaban: b
Darwin berpendapat bahwa dahulu jerapah ada dua
macam, jerapah berleher pendek dan jerapah berleher
panjang. Oleh karena jerapah berleher pendek tidak
dapat menjangkau makanan di tempat yang tinggi
akhirnya jerapah tersebut mati. Dengan demikian,
hanya jerapah yang berleher panjanglah yang mampu
bertahan hidup sampai sekarang. Lamarck
berpendapat jerapah sekarang berasal dari jerapah
berleher pendek pada zaman dahulu. Jerapah berleher
pendek sering menjangkau makanan di tempat yang
tinggi sehingga leher jerapah menjadi panjang.
38. Jawaban: e
Bioetanol adalah sejenis alkohol. Reaksi yang
terjadi pada pembuatan alkohol melalui proses
fermentasi dengan reaksi kimia berikut.
1. Amilum + H2O glukosa
2. Glukosa/gula etanol + CO2 + Energi

102

Latihan Ujian Sekolah

40. Jawaban: d
Delta endotoksin membuat tanaman transgenik
lebih resistan terhadap hama dibanding tanaman
alami. Akibatnya, hama hanya menyerang tanaman
alami, sehingga jumlah tanaman alami yang dapat
bertahan hidup semakin sedikit. Selain itu,
serangga yang menguntungkan seperti kupu-kupu
juga ikut mati jika makan tumbuhan tersebut.
Dampak lain yang lebih luas adalah para petani
lebih senang menanam tanaman transgenik
tersebut karena secara ekonomi lebih
menguntungkan sehingga keanekaragaman
plasma nutfah semakin berkurang.

1. Jawaban: b
Penyakit malaria disebabkan parasit yang berupa
Plasmodium yang hidup dalam darah. Plasmodium
ini dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk
Anopheles sp. Nyamuk Anopheles sp. bertelur di
air. Telur ini akan menetas menjadi jentik-jentik
setelah satu atau dua hari. Oleh karena itu, cara
pembasmian nyamuk yang paling tepat adalah
dengan memutus siklus hidupnya. Pemutusan
siklus hidup nyamuk dapat dilakukan dengan cara
menguras bak mandi minimal seminggu dua kali
serta mengubur tempat-tempat yang dapat
digenangi oleh air. Dengan demikian, jentik-jentik
tersebut tidak dapat berkembang menjadi nyamuk
dewasa. Jadi, pencegahan penyakit malaria yang
paling tepat yaitu dengan mencari faktor penyebabnya dan memberantasnya dengan cara yang tepat.
Melepas predator nyamuk Anopheles bukanlah
usaha yang tepat karena nyamuk Anopheles dapat
berkembang biak dengan cepat sehingga memerlukan predator yang cukup banyak. Pilihan c, d, dan
e bukanlah usaha pencegahan, tetapi lebih
diutamakan cara penanganan penderita malaria.
2. Jawaban: a
Bakteri Rhizobium leguminosarum berperan dalam
siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen.
Bakteri ini bersimbiosis dengan akar tanaman
Leguminosae (kacang-kacangan). Bakteri Rhizobium
mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas
di udara dan mereduksinya menjadi senyawa
amonia. Tumbuhan dapat menyerap nitrogen dalam
bentuk amonia. Nitrogen diperlukan oleh tanaman
untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
3. Jawaban: c
Rhizopus stolonifer tumbuh pada roti basi. Hifanya
yang disebut juga stolon tumbuh di permukaan roti
dengan cepat. Rhizopus oryzae merupakan jamur
yang berperan dalam pembuatan tempe. Aspergillus
niger merupakan jamur yang digunakan untuk
membuat asam sitrat. Saccharomyces cerevisiae
berperan dalam pembuatan tapai. Volvariella
volvacea digunakan sebagai bahan makanan.

4. Jawaban: a
Cumi-cumi, kerang, dan bekicot merupakan
kelompok hewan bertubuh lunak. Memiliki kaki di
kepala dan memiliki kantong tinta merupakan ciriciri cumi-cumi. Tubuhnya ditutupi oleh cangkang
merupakan salah satu ciri kerang dan bekicot.
Selain itu, bekicot juga bergerak menggunakan
perutnya.
5. Jawaban: d
Terumbu karang merupakan sumber daya alam
kelautan yang bersifat dapat diperbarui. Meskipun
dapat diperbarui, tetapi jika pengambilan terumbu
karang dilakukan secara tidak terkendali akan
mengakibatkan populasinya semakin menurun.
Padahal ekosistem terumbu karang memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi. Terumbu
karang merupakan habitat beberapa macam biota
laut. Jika terumbu karang mengalami kerusakan,
banyak biota laut yang tidak mampu bertahan
hidup. Oleh karena itu, usaha yang diperlukan untuk
melestarikan terumbu karang di Kepulauan
Wakatobi antara lain menjadikan daerah Wakatobi
sebagai daerah tujuan wisata bahari dengan
fasilitas yang tidak merusak terumbu karang dan
sebagai daerah perlindungan bawah air. Sementara
itu, menjual karang dan ikan warna-warni dengan
harga yang mahal dapat mengakibatkan pengambilan terumbu karang semakin merajalela sehingga
akan mengakibatkan populasinya menurun.
Melestarikan terumbu karang dengan melarang
siapa pun menjamah dan mendekatinya bukanlah
tindakan bijaksana karena terumbu karang
merupakan pemandangan yang sangat indah
sehingga dapat dijadikan wisata bawah air. Jika
adanya larangan untuk menjamah maupun mendekati, terumbu karang tidak dapat dijadikan
sebagai wisata bawah air.

Biologi Kelas XII

103

6. Jawaban: d
Araucaria cunninghammi dan Pinus contorta
termasuk dalam subdivisio Gymnospermae kelas
Coniferinae. Gnetum gnemon termasuk dalam
subdivisio Gymnospermae kelas Gnetinae.
Tumbuhan lain yang termasuk dalam subdivisio
Gymnospermae adalah Cycas rumphii yang
termasuk dalam kelas Cycadinae. Ciri khas
subdivisio Gymnospermae adalah bijinya tidak
dilindungi oleh daun buah tetapi tersusun dalam
strobilus. Singkong, padi, kacang kapri, dan jagung
termasuk dalam subdivisio Angiospermae yang
memiliki ciri khas bijinya dilindungi oleh daun buah.
7. Jawaban: a
Cacing pita bertelur di dalam tubuh manusia.
Proglotid akhir yang mengandung telur masak akan
lepas dari rangkaian proglotid serta keluar dari usus
inang bersama feses. Apabila proglotid akhir
termakan oleh sapi, telurnya akan menetas dan
keluarlah larva yang disebut heksakan (onkosfer).
Larva heksakan akan menembus dinding usus sapi
menuju jaringan otot dan jaringan lainnya. Heksakan
berkembang menjadi sisteserkus di dalam jaringan
ini. Apabila manusia memakan daging sapi yang
mengandung sisteserkus, sisteserkus tersebut akan
berkembang menjadi cacing pita dewasa di dalam
usus. Selanjutnya, daur hidup cacing terulang lagi.
8. Jawaban: a
Ciri khas yang dimiliki oleh filum Chordata adalah
mempunyai chorda dorsalis atau notochord yang
memanjang sebagai sumbu tubuh. Filum Chordata
dibagi menjadi empat subfilum yaitu Hemichordata,
Urochordata, Cephalochordata, dan Vertebrata.
Gambar pada soal menunjukkan gambar badak,
duyung, dan rusa. Hewan-hewan tersebut termasuk
dalam subfilum Vertebrata. Vertebrata mempunyai
tulang belakang yang memanjang dari kepala
sampai ekor.
9. Jawaban: a
Di dalam ekosistem terjadi hubungan yang saling
memengaruhi antarkomponennya. Peningkatan
populasi suatu komponen ekosistem secara tidak
terkendali mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekosistem. Misalnya peningkatan populasi
eceng gondok di suatu perairan secara pesat akan
memengaruhi komponen abiotik dan biotik lainnya.
Eceng gondok yang mati akan diuraikan oleh
mikroorganisme. Mikroorganisme membutuhkan
oksigen untuk menguraikan eceng gondok tersebut.
Semakin banyak eceng gondok yang mati berarti
semakin banyak oksigen yang digunakan oleh
mikroorganisme untuk menguraikan eceng gondok.
Akibatnya, kandungan oksigen terlarut dalam
sungai tersebut menjadi berkurang (DO rendah).
Biota yang berada di sungai tersebut menjadi
kekurangan oksigen sehingga banyak yang tidak
dapat bertahan hidup.
104

Latihan Ujian Nasional

10. Jawaban: b
Unsur nitrogen sebagian besar terdapat di atmosfer
dalam bentuk gas nitrogen (N2). Nitrogen di atmosfer
akan diikat oleh bakteri, misalnya bakteri Rhizobium
yang hidup dalam akar tumbuh-tumbuhan kacangkacangan. Nitrogen ini merupakan komponen utama
asam amino yang nantinya digunakan untuk
menyusun protein dalam tubuh makhluk hidup.
Nitrogen berpindah dari satu makhluk hidup ke
makhluk hidup lainnya melalui rantai makanan.
Setelah makhluk hidup mati, protein yang ada di
dalam tubuhnya akan diuraikan oleh mikroorganisme
menjadi senyawa amonium dan amonia melalui
proses amonifikasi. Selanjutnya, senyawa amonium
dan amonia kemudian dirombak oleh bakteri nitrit
menjadi ion nitrit. Ion nitrit selanjutnya dirombak oleh
bakteri nitrat menjadi ion nitrat. Konversi amonia
menjadi nitrit selanjutnya diubah menjadi nitrat
disebut proses nitrifikasi. Nitrogen dalam bentuk ion
nitrat akan diserap oleh tumbuhan untuk memenuhi
kebutuhan nitrogennya dan juga akan digunakan
bakteri tanah untuk memperoleh nitrogen. Selanjutnya, oleh bakteri denitrifikasi, nitrat diubah menjadi
amonia kembali. Amonia diubah menjadi nitrogen
yang akan dilepas ke udara dan akan diikat oleh
bakteri Rhizobium yang hidup pada akar tumbuhan
kacang-kacangan. Jadi, nomor 1 dan 2 menunjukkan proses nitrifikasi, nomor 3 dan 4 menunjukkan
proses denitrifikasi, nomor 5 menunjukkan fiksasi
nitrogen, dan nomor 6 menunjukkan proses
amonifikasi.
11. Jawaban: b
Kegiatan industri dan kegiatan manusia dapat
menimbulkan peningkatan konsentrasi karbon
dioksida di atmosfer bumi. Peningkatan konsentrasi
karbon dioksida ini menimbulkan efek rumah kaca.
Efek rumah kaca merupakan gejala peningkatan
suhu di permukaan bumi. Hal ini terjadi karena
sebagian besar radiasi matahari yang sampai ke
bumi tidak dapat dipantulkan ke ruang angkasa.
Proses nitrifikasi terganggu dan hujan asam dapat
terjadi karena adanya peningkatan oksida sulfur
atau oksida nitrogen di udara. Terbentuknya lubang
ozon terjadi karena adanya peningkatan CFC.
Terjadinya asfiksi atau gangguan pengangkutan
oksigen dalam sel tubuh karena tubuh keracunan
gas sianida atau gas karbon monoksida.
12. Jawaban: a
Unsur C, H, O, N, dan S merupakan komponen
kimia dalam jumlah besar dalam protoplasma sel.
Persentase unsur tersebut dalam protoplasma
adalah C = 10,5%, H = 10,0%, O = 76%, N =
2,5%, dan S = 0,2%. Adapun unsur-unsur seperti
Zn, Cu, Ca, Fe, Mg, dan Mn merupakan komponen
kimia dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam
protoplasma.

13. Jawaban: c
Bagian sel tumbuhan yang diberi nomor 1 adalah
kloroplas. Kloroplas tidak terdapat dalam sel
hewan. Kloroplas berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya fotosintesis. Dari proses tersebut
dihasilkan karbohidrat.
14. Jawaban: d
Jaringan yang memiliki ciri-ciri tersebut adalah
jaringan parenkim. Jaringan parenkim merupakan
jaringan dasar yang menyusun sebagian besar
organ tubuh tumbuhan. Adapun jaringan epidermis,
xilem, kelenkim, dan sklerenkim sudah tidak dapat
membelah lagi.
15. Jawaban: a
Pada gambar tersebut ditunjukkan gerakan
menekuk lengan bawah atau gerak fleksi. Pada
gerak ini bekerja dua macam otot, yaitu otot bisep
dan otot trisep. Pada saat terjadi gerak fleksi
(membengkokkan lengan bawah), otot bisep
berkontraksi dan otot trisep berelaksasi.
16. Jawaban: a
Seseorang yang kadar Hb darahnya sangat rendah
atau eritrositnya rendah menunjukkan bahwa orang
tersebut menderita anemia. Kekurangan Hb dalam
tubuh mengakibatkan kebutuhan oksigen tidak
tercukupi sehingga mengakibatkan pusing dan
mudah lelah. Embolus adalah tersumbatnya
pembuluh darah karena benda-benda asing yang
tersangkut pada pembuluh darah. Leukemia adalah
peningkatan jumlah leukosit secara tidak terkendali. Arteriosklerosis adalah pengerasan
pembuluh nadi oleh endapan lemak. Trombosis
adalah tersumbatnya pembuluh darah oleh
komponen-komponen darah (trombus). Komponenkomponen darah, antara lain trombosit, fibrin,
eritrosit, dan leukosit.
17. Jawaban: c
Pada usus halus terjadi pencernaan makanan oleh
getah empedu, getah pankreas (enzim lipase,
tripsin, dan amilase), dan getah usus (enzim
sukrase, maltase, laktase, peptidase, enterokinase, erepsin, dan lipase). Enzim maltase berfungsi
mengubah maltosa menjadi glukosa. Adapun
proses penguraian kimiawi pada pilihan jawaban
b, d, dan e terjadi di dalam lambung dan proses
penguraian kimiawi pada pilihan jawaban c terjadi
di rongga mulut.
18. Jawaban: a
Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan
oksigen (O2) ke jaringan tubuh yang disebabkan
terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah,
ataupun jaringan tubuh. Gangguan ini mengakibatkan sel-sel dalam jaringan tubuh kekurangan
oksigen.

19. Jawaban: a
Bagian nefron yang diberi kode X adalah
glomerulus. Pada glomerulus terjadi proses filtrasi
dan dihasilkan urine primer. Selanjutnya, di tubulus
kontortus proksimal terjadi reabsorpsi dan
dihasilkan urine sekunder. Proses terakhir dalam
pembentukan urine adalah augmentasi. Proses
augmentasi terjadi di tubulus kontortus distal dan
menghasilkan urine sesungguhnya.
20. Jawaban: b
X adalah lensa yang berfungsi memfokuskan
jatuhnya bayangan.
Y adalah pupil yang berfungsi mengatur jumlah
cahaya yang masuk ke mata.
Bagian mata yang berfungsi meneruskan cahaya
ke lensa adalah kornea. Bagian mata yang
berfungsi memberi nutrisi pada sel mata adalah
koroidea. Bagian mata yang memberi bentuk bola
mata adalah vitreous humor.
21. Jawaban: c
FSH berfungsi mengatur pertumbuhan dan
perkembangan folikel telur dan merangsang folikel
untuk membentuk estrogen yang berfungsi merangsang pertumbuhan endometrium (penebalan
dinding rahim). Adapun pertumbuhan sekunder
pada wanita dipengaruhi hormon progesteron.
Perubahan badan merah (korpus rubrum) menjadi
badan kuning (korpus luteum) yang terjadi saat
ovulasi dan pengeluaran hormon progesteron oleh
badan kuning dipengaruhi oleh LH (luteinizing
hormone).
22. Jawaban: d
Respons imun sekunder terjadi jika patogen
menginfeksi tubuh untuk kedua kalinya. Sel-sel B
pengingat akan membelah secara cepat dan
menghasilkan sel-sel B aktif dalam jumlah yang
lebih besar. Semua sel tersebut mampu
menyekresi antibodi spesifik.
23. Jawaban: b
Berdasarkan grafik pada soal ditunjukkan bahwa
tinggi kecambah bertambah paling cepat pada
kondisi X. Pada kondisi Y, laju pertambahan tinggi
kecambah lebih lambat daripada kecambah yang
berada pada kondisi X. Kecambah pada kondisi Z
mengalami laju pertambahan tinggi paling lambat.
Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa X merupakan kondisi gelap dan Z merupakan kondisi terang.
Kecambah yang berada dalam kondisi gelap akan
mengalami pertumbuhan dengan cepat. Adapun
kecambah yang berada di tempat terang akan
mengalami pertumbuhan yang lambat karena
keberadaan cahaya yang berlebih dapat
menonaktifkan hormon pertumbuhan tanaman yaitu
hormon auksin sehingga hormon auksin tidak dapat
berfungsi dengan baik.
Biologi Kelas XII

105

24. Jawaban: b
Saat ekstrak hati ditambah dengan HCl dan NaOH,
gelembung gas yang dihasilkan sedikit dan nyala
bara api redup. Hal ini menunjukkan bahwa enzim
tidak bekerja dengan baik. Penambahan HCl akan
mengakibatkan kondisi asam dan penambahan
NaOH mengakibatkan kondisi basa. Enzim
katalase bekerja optimal pada kondisi netral. Dalam
kondisi basa atau asam, kerja enzim katalase akan
terhambat. Adapun enzim akan menjadi inaktif
apabila didinginkan.
25. Jawaban: e
Asam piruvat hasil proses glikolisis diubah menjadi
Asetil Ko-A melalui proses dekarboksilasi oksidatif.
Adapun melalui siklus Krebs dihasilkan ATP dan
zat sampingan berupa CO 2. Sistem transpor
elektron menghasilkan H2O.
26. Jawaban: e
Reaksi pembentukan asetil Ko-A disebut juga reaksi
dekarboksilasi oksidatif. Dalam peristiwa ini asam
piruvat bereaksi dengan Ko-enzim A dan kofaktor
NAD sehingga menghasilkan NADH, asetil Ko-A,
dan karbon diosida.
Adapun reaksinya sebagai berikut.
2NAD+

2NADH

2C3H4O3 + 2Co-A 2C2H3O-Co-A + 2CO2


asam
piruvat

Ko-enzim A

Asetil Ko-A

27. Jawaban: b
Fotosistem tersusun dari beberapa pigmen/klorofil
yang berfungsi menangkap energi cahaya.
Fotosintesis merupakan reaksi penyusunan
glukosa. Adapun fotolisis air terjadi pada reaksi
terang dengan bantuan energi cahaya. Sementara
itu, fiksasi CO2 terjadi pada siklus Calvin.
28. Jawaban: e
Respirasi anaerob yang terjadi di dalam otot adalah
fermentasi asam laktat. Pada fermentasi asam
laktat, glukosa akan diubah menjadi 2 asam
piruvat. Selanjutnya, asam piruvat diubah menjadi
2 fosfoenol piruvat. Fosfoenol piruvat kemudian
diubah menjadi 2 asam laktat. Selama proses ini
dihasilkan 2 ATP.
29. Jawaban: c
Sentromer adalah daerah konstriksi (pelekukan) di
sekitar pertengahan kromosom. Pada sentromer
terdapat kinetokor, yaitu bagian kromosom yang
merupakan tempat pelekatan benang-benang
spindel selama pembelahan inti dan merupakan
tempat melekatnya lengan kromosom. Sementara
itu, DNA merupakan materi genetik penyusun
kromosom. Kromatin merupakan benang-benang
halus yang terdiri atas DNA dan protein. Telomer
merupakan daerah pada kromosom yang berfungsi

106

Latihan Ujian Nasional

menjaga stabilitas bagian ujung kromosom agar


DNA di daerah tersebut tidak terurai. Kromonema
merupakan filamen tipis yang terbentuk pada tahap
awal pemintalan kromatid. Struktur ini biasanya
terlihat selama tahap profase dan kadang-kadang
pada tahap interfase.
30. Jawaban: b
Perhatikan diagram sintesis protein berikut.
Transkripsi

mRNA
Nukleus
Sitoplasma

Translasi

Protein

Ribosom

tRNA + asam
amino

Jadi transkripsi, translasi, dan tRNA berturut-turut


ditunjukkan oleh nomor 1, 3, dan 4.
31. Jawaban: d
Pada profase I terjadi beberapa tahapan sebagai
berikut.
a. Leptonema (Leptoten)
b. Zigonema (Zigoten)
c. Pakinema (Pakiten)
d. Diplonema (Diploten), ditandai dengan ciri-ciri
berikut.
1) Kromosom membelah membujur sehingga
setiap kelompok sinapsis terbentuk
empat kromatid dan letaknya saling
menjauh. Namun, pada titik-titik tertentu
kromatid masih berhubungan disebut
kiasma. Adanya kiasma ini memungkinkan terjadinya pindah silang (crossing
over).
2) Pasangan kromosom homolog memisahkan diri.
e. Diakinesis, ditandai dengan terbentuknya sel
rekombinan saat pindah silang (crossing over),
yaitu pada fase diploten ketika terbentuk
kiasma.
32. Jawaban: b
Misal gen mata cokelat yang bersifat dominan
dilambangkan oleh C dan gen mata biru resesif
dilambangkan dengan c. Berdasarkan data
perkawinan orang tua tersebut, dapat dibuat sebuah
peta silsilah sebagai berikut.
?

Ayah
(mata cokelat)

Cc
Anak laki-laki
(mata cokelat)

cc

Ibu
(mata biru)

cc
Anak perempuan
(mata biru)

= laki-laki
= perempuan

Pasangan gen pada anak berasal dari satu gen


ayah dan satu gen ibu. Berdasarkan peta silsilah
tersebut, dapat diketahui bahwa genotipe anak lakilaki dari pasangan tersebut adalah Cc (gen C dari
ayah dan gen c dari ibu) dan genotipe anak
perempuan dari pasangan tersebut adalah cc (gen
c dari ayah dan gen c dari ibu). Hal ini berarti
fenotipe ayahnya adalah bermata cokelat dengan
genotipe heterozigot (Cc). Oleh karena ada anaknya
yang bermata cokelat, salah satu orang tuanya
juga harus bermata cokelat (yaitu ayahnya).
33. Jawaban: d
Untuk menjawab pertanyaan, langkah pertama
adalah menemukan genotipe F1.
P : RRPP ><
rrpp
G : RP
rp
F1 : RrPp gamet: RP, Rp, rP, dan rp
(4 gamet)
Selanjutnya individu X(F1) disilangkan dengan
individu Y dan menghasilkan F2. Pada F2 terdapat
8 variasi genotipe. Hal ini berarti individu Y memiliki
2 macam gamet. Pilihan yang menyatakan
genotipe yang memiliki 2 gamet adalah rrPp. Gamet
yang terbentuk adalah rP dan rp. Untuk membuktikannya, perhatikan tabel persilangan berikut!
rP

rp

RP

RrPP (walnut) RrPp (walnut)

Rp

RrPp (walnut)

Rrpp (gerigi)

rP

rrPP (biji)

rrPp (biji)

rp

rrPp (biji)

rrpp (bilah)

Rasio genotipe dan fenotipe


= walnut : biji : gerigi : bilah
3 : 3 : 1 : 1
Jadi, individu Y memiliki genotipe rrPp dan
berfenotipe biji.
34. Jawaban: a
Buta warna merupakan contoh pautan seks pada
manusia. Buta warna diakibatkan oleh gen resesif
terpaut kromosom X. Buta warna biasa dialami oleh
anak laki-laki karena pautan seks kromosom dari
ibunya. Pada contoh tersebut, anak laki-laki
mengalami buta warna. Hal itu menunjukkan bahwa
ibunya memiliki gen buta warna di dalam
kromosomnya meskipun secara fenotipe normal.
Secara genotipe, ibu dari keluarga tersebut memiliki
genotipe XCXc (membawa sifat buta warna). Oleh
karena semua anak perempuannya normal, dapat
dipastikan bahwa genotipe ayah adalah X CY
(normal). Data tersebut dapat dijabarkan dalam
diagram perkawinan sebagai berikut.

P : XCXc >< XCY


XC, Y
G : XC, Xc
F1 : XCXC, XCY, XCXc, dan XcY
Berdasarkan diagram perkawinan tersebut, fenotipe
yang mungkin dari anak-anak pasangan tersebut
yaitu semua anak perempuan berfenotipe normal
dan anak laki-laki dapat mengalami buta warna atau
tidak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ibunya berfenotipe normal carrier.
35. Jawaban: e
a. MSG atau Mono Sodium Glutamat adalah zat
aditif yang sering ditambahkan ke dalam
makanan. MSG secara alami terdapat di
dalam bahan-bahan makanan dalam bentuk
asam amino. Adapun MSG berbentuk butiran
kristal yang sering ditemui sehari-hari
merupakan produk olahan dan sudah tidak
dalam bentuk alaminya lagi. Konsumsi MSG
olahan dalam jumlah besar dapat terakumulasi
di dalam tubuh dan menimbulkan efek
samping.Efek samping MSG dalam tubuh
yang paling ringan adalah timbulnya alergi.
Sementara itu, efek jangka panjangnya adalah
memicu terjadinya mutasi yang berujung pada
terbentuknya sel kanker.
b. Glisikol adalah zat yang digunakan untuk
membuat zat kimia seperti eter, ester, amin,
dan bahan campuran tekstil. Zat ini tidak
boleh dicampurkan dalam makanan atau
dikonsumsi karena dapat bersifat mutagen jika
terakumulasi di dalam tubuh.
c. Natrium nitrit adalah zat kimia yang
ditambahkan pada daging olahan agar tetap
awet di dalam kaleng. Jika dikonsumsi secara
berlebihan, zat ini dapat memberi dampak
negatif yaitu dapat menghalangi masuknya
oksigen ke dalam sel-sel tubuh. Kandungan
nitrit juga dapat bereaksi dengan asam amino
dalam reaksi lambat membentuk nitrosamin
yang bersifat karsinogenik (memicu kanker).
Adapun garam, terigu, gula, bumbu dapur, dan
tokoferol (vitamin E) tidak membahayakan bagi
tubuh karena bersifat alami.
36. Jawaban: b
Percobaan yang dilakukan Lazarro Spallanzani
membuktikan bahwa air sediaan dalam labu yang
dibiarkan terbuka beberapa hari menjadi keruh
karena adanya mikroba dalam sediaan tersebut.
Mikroba tersebut berasal dari udara luar yang
masuk ke dalam tabung.
37. Jawaban: b
Pada percobaan tersebut diketahui bahwa muncul
fenotipe yang memiliki variasi berbeda dengan
spesies di alam liar. Hal ini dapat memengaruhi
Biologi Kelas XII

107

keberlangsungan evolusi karena terjadi perubahan


fenotipe akibat adanya perubahan lingkungan
(mutasi induksi). Akan tetapi, tidak semua mutasi
dapat diwariskan pada keturunannya. Mutasi yang
terjadi pada sel soma (sel tubuh) tidak akan
diwariskan. Sementara itu, mutasi yang terjadi
pada sel-sel kelamin akan diwariskan pada
keturunannya. Jika mutasi selalu terjadi pada sel
kelamin dari generasi ke generasi dapat
mengakibatkan susunan gen dalam kromosom
generasi pendahulu sangat berbeda dengan
generasi berikutnya. Peristiwa itu memungkinkan
timbulnya individu atau spesies baru yang memiliki
fenotipe sangat berbeda dengan generasi
pendahulunya.
38. Jawaban: b
Prinsip dasar pembuatan insulin dengan teknik DNA
rekombinan adalah dengan mencangkokkan gen
(transplantasi gen) yang mengkode insulin ke
dalam plasmid bakteri. Plasmid yang mengandung
gen insulin kemudian dimasukkan lagi ke dalam
sel bakteri. Selanjutnya, bakteri tersebut dibiarkan
membiakkan diri. Bakteri yang dibiakkan tersebut
dapat memproduksi insulin yang dibutuhkan.
Perhatikan bagan berikut!
Plasmid

DNA
Sel manusia

Gen insulin

Enzim
restriksi
memotong
DNA

Bakteri

Gen manusia dan plasmid disatukan dengan enzim ligase

DNA rekombinan
DNA rekombinan dimasukkan ke dalam sel inang

Kloning

Gen insulin
hasil kloning

108

Latihan Ujian Nasional

Insulin

39. Jawaban: b
Hubungan yang tepat antara bahan makanan yang
difermentasi dengan bantuan mikroorganisme
yang berperan, serta produk-produk hasil yang
tepat sebagai berikut.
Bahan
I.

Susu

II.
III.
IV.

Kedelai
Kedelai
Singkong

Mikroorganisme
Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus
Aspergillus wentii
Rhizopus sp.
Saccharomyces
cerevisiae

Produk yang
Dihasilkan
Yoghurt

Kecap
Tempe
Tapai

40. Jawaban: b
Alam mempunyai mekanisme adaptasi dan seleksi
alam agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.
Keanekaragaman makhluk hidup terjadi karena
adanya mekanisme adaptasi. Beberapa jenis
makhluk hidup akan punah apabila variasi struktur
tubunya tidak sesuai dengan lingkungan hidupnya.
Apabila organisme unggul hasil rekayasa
dikembangkan secara massal, organisme lokal
akan tersingkir. Hal ini mengakibatkan menurunnya
keanekaragaman plasma nutfah.

Biologi Kelas XII

343

: ....
: XII/1
: Biologi

Materi Pokok/
Pembelajaran

Pertumbuhan
dan Perkembangan Tumbuhan

Kompetensi
Dasar

1.1 Merencanakan
percobaan pengaruh faktor
luar terhadap
pertumbuhan
tumbuhan.
Ekonomi
kreatif
() Kreatif

Pendidikan
karakter
(*) G e m a r
Membaca

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

Mampu membedakan pertumbuhan


primer dan pertumbuhan sekunder.

Mampu menjelaskan faktor-faktor internal yang memengaruhi pertumbuhan tanaman.

3. Menjelaskan perbedaan antara pertumbuhan primer


dan pertumbuhan
sekunder pada tumbuhan.
4. M e n j e l a s k a n
pengaruh hormon
terhadap tanaman.

Mampu membedakan dua tipe perkecambahan.

Mampu menjelaskan pengertian


pertumbuhan dan
perkembangan
pada tumbuhan

Indikator Pencapaian
Kompetensi

2. Menjelaskan dua
tipe perkecambahan
pada tumbuhan.

1. Menjelaskan pengertian pertumbuhan


dan perkembangan
tumbuhan.

Kegiatan
Pembelajaran

Uraian

Uraian

Uraian

Tes tulis

Tes tulis

Uraian

Tes tulis

Tes tulis

Bentuk
Instrumen

Pada tanaman yang sengaja dirobohkan, lamakelamaan akan tumbuh


membengkok ke atas.
Hormon apakah yang
berpengaruh terhadap
peristiwa ini? Jelaskan!

Jelaskan perbedaan
antara pertumbuhan
primer dan pertumbuhan
sekunder pada tumbuhan!

Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan


dibagi menjadi dua tipe.
Jelaskan kedua tipe perkecambahan tersebut!

Jelaskan pengertian
pertumbuhan dan perkembangan! Berikan dua
contoh pertumbuhan dan
dua contoh perkembangan
pada tumbuhan!

Contoh Instrumen

Penilaian
Teknik

Standar Kompetensi : 1. Melakukan percobaan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.

Sekolah
Kelas/Semester
Mata Pelajaran

Silabus

4 45
menit

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 112
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 110
3. Seperangkat
alat percobaan
untuk mengamati pertumbuhan dan perkembangan
pada tumbuhan

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

344

Silabus

1.2 Melaksanakan
percobaan pengaruh faktor
luar terhadap
pertumbuhan
tumbuhan.

Kompetensi
Dasar

Percobaan
Mengenai
Pertumbuhan
dan Perkembangan Tumbuhan

Materi Pokok/
Pembelajaran

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

7. Membuat rancangan
percobaan mengenai
pengaruh faktor luar
terhadap pertumbuhan tanaman. (*)

8. Menyiapkan alat
dan bahan yang
akan digunakan
dalam suatu percobaan.
9. M e n d i s k u s i k a n
tentang jenis perlakuan dalam suatu
percobaan.

Buatlah rancangan percobaan dengan memilih


satu tema berikut!
1. Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan
dan perkembangan
tanaman
kacang
kedelai.
2. Pengaruh hormon
giberelin terhadap
pertumbuhan dan
perkembangan
tanaman cabai.

Mengapa perlu dibuat


hipotesis dari permasalahan yang diuji?

Mampu memberikan
perlakuan
pada objek penelitian.

Portofolio Dokumen Berikan perlakuan dalam


pekerjaan percobaan seperti yang
Anda rencanakan!

Mampu menyiap- Portofolio Dokumen Persiapkan alat dan


kan bahan dan
pekerjaan bahan percobaan untuk
perlakuan.
melakukan
rencana
penelitian yang telah Anda
buat!

Mampu membuat Portofolio Dokumen


rancangan perpekerjacobaan dari suatu
an
penelitian.

Mampu merumus- Tes lisan Kuis


kan masalah dan
membuat hipotesis.

Uji petik Lakukan pengamatan


kerja
pertumbuhan dan perprosedur kembangan biji kacang
kedelai yang ditumbuhkan di tempat gelap dan
di tempat terang. Ukurlah
panjang akar dan batang
tanaman kedelai.

Contoh Instrumen

Penilaian
Bentuk
Teknik
Instrumen

Mampu menjelas- Tes


kan faktor-faktor unjuk
eksternal yang kerja
memengaruhi
pertumbuhan dan
perkembangan
tumbuhan.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

6. Menjelaskan peranan hipotesis dalam


suatu penelitian.

5. Menjelaskan pengaruh cahaya terhadap


pertumbuhan dan
perkembangan
tumbuhan. ()

Kegiatan
Pembelajaran

6 45
menit

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 1215
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 1012
3. Seperangkat
alat percobaan
untuk mengamati pertumbuhan dan perkembangan
pada tumbuhan

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Biologi Kelas XII

345

Materi Pokok/
Pembelajaran

Percobaan
Mengenai
Pertumbuhan
dan Perkemb a n g a n
Tumbuhan

Kompetensi
Dasar

1.3 M e n g o m u n i kasikan hasil


percobaan
pengaruh
faktor
luar
terhadap
pertumbuhan
tumbuhan.

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

11. Membuat tabel pengamatan


dengan
mengumpulkan dan
menganalisis data
hasil percobaan
terlebih dahulu.

12. Menyusun laporan


percobaan berdasarkan hasil percobaan yang telah
dilakukan.

Mampu menyusun
laporan percobaan.

Mampu mengumpulkan serta


menganalisis data
dalam tabel dan
grafik.

Mampu mengukur
hasil percobaan.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

10. Melakukan pengamatan terhadap


berbagai parameter pertumbuhan
dan perkembangan
tanaman setelah
diberi perlakuan.

Kegiatan
Pembelajaran

Buatlah tabel pengamatan sesuai perumusan masalah yang telah


Anda tentukan!

Dari hasil percobaan


yang telah Anda lakukan,
buatlah laporan percobaannya! Setelah itu,
presentasikanlah laporan
percobaan tersebut di
depan kelas!

Portofolio Dokumen
pekerjaan

Catatlah hasil pengamatan


yang Anda lakukan!

Portofolio Dokumen
pekerjaan

Portofolio Dokumen
pekerjaan

Contoh Instrumen

Bentuk
Teknik
Instrumen

Penilaian

2 45
menit

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 1528
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 1220

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

346

Silabus

: ....
: XII/1
: Biologi

Materi Pokok/
Pembelajaran

Peran Enzim
dalam Metabolisme

Kompetensi
Dasar

2.1 Mendeskripsikan fungsi enzim


dalam proses
metabolisme.
Pendidikan
karakter
(*) Disiplin

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

2. Mempelajari sifatsifat enzim.

3. M e n d i s k u s i k a n
cara kerja enzim.

Mampu menjelaskan mekanisme


kerja enzim.

Mampu menjelaskan sifat-sifat


enzim.

Mampu menyebutkan komponen


enzim.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

1. Mempelajari komponen-komponen
penyusun enzim.

Kegiatan
Pembelajaran

Standar Kompetensi : 2. Memahami pentingnya proses metabolisme pada organisme.

Sekolah
Kelas/Semester
Mata Pelajaran

Silabus

Tes
lisan

Tes tulis

Tes tulis

Teknik

Pilihan
ganda

Uraian

Pilihan
ganda

Bentuk
Instrumen

3
Substrat

Menurut teori Gembok


dan Kunci, substrat yang
dapat bereaksi dengan
enzim ditunjukkan oleh
nomor . . . .
a. 4 dan 5
b. 3 dan 5
c. 2 dan 3
d. 1 dan 4
e. 1 dan 2

Enzim

Sisi
aktif

Perhatikan gambar berikut!

Enzim merupakan biokatalisator pada proses


metabolisme makhluk
hidup. Jelaskan sifat-sifat
enzim yang digunakan
dalam proses metabolisme!

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 2940
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 2129
3. Seperangkat
bahan dan alat
praktikum untuk
mengamati
faktor-faktor
yang memengaruhi kerja
enzim katalase

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Enzim kompleks yang 10 45


merupakan gabungan menit
dua komponen berupa
protein dan nonprotein
disebut . . . .
a. holoenzim
b. apoenzim
c. koenzim
d. kofaktor
e. gugus prostetik

Contoh Instrumen

Penilaian

Biologi Kelas XII

347

Materi Pokok/
Pembelajaran

Proses Katabolisme Karbohidrat

Kompetensi
Dasar

2.2. Mendeskripsikan proses katabolisme dan


anabolisme
karbohidrat.

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

6. Mempelajari reaksi
anaerob.

Mampu menjelaskan proses respirasi anaerob.

Mampu menjelaskan proses respirasi aerob.

Mampu menjelaskan faktor-faktor


yang memengaruhi
kerja enzim.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

5. Mempelajari reaksi
aerob.

4. Melakukan eksperimen untuk menentukan faktor-faktor


yang memengaruhi
kerja enzim katalase.
(*)

Kegiatan
Pembelajaran

Tes tulis

Tes tulis

Tes
unjuk
kerja

Masukkan 2 ml ekstrak
hati ayam + 2 ml H2O2 ke
dalam tiga tabung reaksi.
Tutup rapat tabung reaksi
A. Selanjutnya, pada
tabung tabung reaksi B
tambahkan 10 tetes HCl
pekat, dan pada tabung
reaksi C tambahkan 10
tetes KOH. Segera tutup
mulut tabung reaksi B dan
C dengan ibu jari. Siapkan
bara api. Buka perlahan
3 mulut tabung reaksi dan
letakkan bara api ke
dalam mulut tabung
reaksi. Amati pembentukan gelembung pada
tabung dan keadaan bara
api pada ketiga tabung
tersebut.

Proses respirasi sel pada


tahap glikolisis akan
mengubah 1 molekul
glukosa menjadi . . . .
a. 1 molekul etanol
b. 2 molekul asetil Co-A
c. 2 molekul asam piruvat
d. 1 molekul asam laktat
e. 1 molekul asetaldehide
Proses pembuatan tapai
merupakan salah satu
bentuk dari fermentasi
alkohol. Fermentasi ini
dilakukan oleh khamir
atau yeast (Saccharomyces sp.). Jelaskan
proses tersebut! Apakah
hasil akhir dari proses
tersebut?

Pilihan
ganda

Uraian

Contoh Instrumen

Uji petik
kerja
prosedur

Bentuk
Teknik
Instrumen

Penilaian

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 4047
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 2934

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

348

Silabus

Kompetensi
Dasar

P r o s e s
Anabolisme
Karbohidrat

Materi Pokok/
Pembelajaran

Ekonomi
kreatif
() Pantang
menyerah

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

8. Mempelajari proses
kemosintesis.

9. M e l a k u k a n
percobaan untuk
membuktikan
bahwa fotosintesis
menghasilkan
oksigen. ()

Mampu melakukan
percobaan untuk
membuktikan
bahwa
fotosintesis menghasilkan oksigen.

Mampu menjelaskan kemosintesis.

Mampu menjelaskan fotosintesis.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

7. Mempelajari proses
fotosintesis.

Kegiatan
Pembelajaran

Tes
unjuk
kerja

Tes tulis

Tes tulis
Reaksi terang dari fotosintesis menghasilkan
produk penting yang
digunakan dalam reaksi
pembentukan glukosa,
yaitu . . . .
a. ATP dan asam fosfogliserat
b. ATP dan fosfogliseral
dehid
c. NADPH 2 dan asam
fosfogliseral dehid
d. NADPH 2 dan asam
fosfogliserat
e. ATP dan NADPH2
Nitrifikasi adalah proses
kimiawi yang berlangsung
dalam tanah dengan
bantuan bakteri untuk . . . .
a. membentuk asam
amino
b. mereduksi amonia
menjadi nitrogen
c. mereduksi
nitrat
menjadi gas nitrogen
d. m e n g o k s i d a s i
amonia menjadi nitrat
e. memecahkan protein
menjadi amonium
Rangkailah alat dan bahan
percobaan sesuai petunjuk.
Tutup rangkaian percobaan I dengan plastik
bening. Tutup rangkaian
percobaan II dengan
plastik merah transparan.
Tutup rangkaian percobaan III dengan plastik
biru transparan. Letakkan
ketiga rangkaian percobaan di tempat yang
mendapat cahaya mata-

Pilihan
ganda

Uji petik
kerja
prosedur

Contoh Instrumen

Pilihan
ganda

Bentuk
Teknik
Instrumen

Penilaian

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 4756
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 3440
3. Seperangkat
bahan dan alat
praktikum untuk
membuktikan
bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Biologi Kelas XII

349

Materi Pokok/
Pembelajaran

Keterkaitan
Metabolisme
Karbohidrat,
Lemak, dan
Protein

Kompetensi
Dasar

2.3 Menjelaskan
keterkaitan
antara proses
meta bolisme
karbohidrat
dengan metabolisme lemak
dan protein.

Pendidikan
karakter
(*) Mandiri

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

11. Membuat artikel


mengenai gangguan metabolisme
karbohidrat, lemak,
dan protein serta
cara pencegahannya. (*)
Mampu menjelaskan gangguangangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan
protein.

Mampu menjelaskan keterkaitan


antara metabolisme karbohidrat,
lemak, dan protein.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

10. Mempelajari keterkaitan metabolisme


karbohidrat, lemak,
dan protein.

Kegiatan
Pembelajaran

Pilihan
ganda

Portofolio Dokumen
pekerjaan

Tes tulis

Bentuk
Teknik
Instrumen

Buatlah artikel mengenai


gangguan metabolisme
karbohidrat, lemak, dan
protein yang dapat terjadi
serta cara pencegahannya!

Zat hasil pemecahan


protein dan akan mengalami reaksi deaminasi
adalah . . . .
a. urea
b. asam amino
c. asam keto
d. amonia
e. urine

hari. Amati banyak


gelembung udara yang
dihasilkan!

Contoh Instrumen

Penilaian

5 45
menit

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 5668
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 4046

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

350

Silabus

: ....
: XII/1
: Biologi

Materi Pokok/
Pembelajaran

DNA, Gen,
Kromosom,
dan Keterkaitannya

Kompetensi
Dasar

3.1 M e n j e l a s k a n
konsep gen,
DNA, dan kromosom.

3. Menjelaskan struktur
DNA.

4. Menjelaskan fungsi
DNA.

Mampu menjelaskan fungsi DNA.

Mampu menjelaskan struktur DNA.

Mampu menjelaskan sifat-sifat dan


fungsi gen.

Mampu menjelaskan struktur kromosom.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

2. Menyebutkan sifatsifat dan fungsi gen


dalam tubuh makhluk
hidup.

1. M e n e n t u k a n
bagian-bagian
kromosom.

Pendidikan
karakter
(*) Religius
Ekonomi
kreatif
() K o m u n i katif

Kegiatan
Pembelajaran

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

Uraian

Uraian

Uraian

Tes tulis

Tes tulis

Pilihan
ganda

Tes tulis

Tes tulis

Bentuk
Teknik
Instrumen

Di bawah ini beberapa


fungsi substansi genetik.
1) Perencana sintesis
protein.

Jelaskan struktur double


helix DNA menurut
Watson-Crick!

a. Sebutkan sifat-sifat
gen!
b. Apa fungsi gen dalam
tubuh makhluk hidup?

Perhatikan
gambar di
3
samping!
2
Bagianbagian
1
kromosom
yang ditunjuk oleh nomor
1, 2, dan 3 berturut-turut
adalah . . . .
a. kromatid, sentromer,
dan kromonema
b. kromatid, sentromer,
dan kinetokor
c. kromomer, sentromer,
dan kromonema
d. kromonema, sentromer, dan kromatid
e. kromonema, kinetokor,
dan kromomer

Contoh Instrumen

Penilaian

10 45
menti

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 9197
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 5359

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Standar Kompetensi : 3. Memahami penerapan konsep dasar dan prinsip-prinsip hereditas serta implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi, dan
masyarakat (salingtemas).

Sekolah
Kelas/Semester
Mata Pelajaran

Silabus

Biologi Kelas XII

351

3.2 M e n j e l a s k a n
hubungan gen
(DNA) - RNA polipeptida dan
proses sintesis
protein.

Kompetensi
Dasar

Sintesis Protein

Materi Pokok/
Pembelajaran

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

Mampu mendeskripsikan sintesis


protein.

Mampu menjelaskan mekanisme


replikasi DNA.

7. Menentukan cara
replikasi DNA berdasarkan urutan
peristiwa yang diuraikan dalam soal.

Mampu menjelaskan perbedaan


struktur fungsi dan
materi penyusun
DNA dan RNA.

6. Membuat tabel perbandingan struktur,


fungsi, dan materi
penyusun DNA dan
RNA. ()

8. Memahami peristiwa yang terjadi


dalam setiap tahap
sintesis protein. (*)

Mampu menjelaskan struktur, sifat,


dan fungsi RNA.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

5. Menjelaskan tipetipe RNA.

Kegiatan
Pembelajaran

Uraian

Tes tulis

Tes tulis

Uraian

Pilihan
ganda

Portofolio Dokumen
pekerjaan

Tes tulis

Bentuk
Teknik
Instrumen

Jelaskan
tahapantahapan dalam proses
sintesis protein!

Setelah rantai DNA terbuka, tiap-tiap rantai


tunggal akan membentuk
pasangan nitrogennya.
Cara demikian merupakan
penjelasan teori replikasi
....
a. semikonservatif
b. semidispersif
c. konservatif
d. despersif
e. delesi

Buatlah tabel perbandingan struktur, fungsi, dan


materi penyusun DNA
dan RNA.

Jelaskan perbedaan
antara dRNA, tRNA, dan
rRNA!

2) Menterjemahkan kode
genetik.
3) Mengatur perkembangan dan metabolisme.
4) Mencetak RNA.
Fungsi DNA ditunjukkan
oleh nomor . . . .
a. 1) dan 2)
b. 1) dan 3)
c. 1) dan 4)
d. 2) dan 4)
e. 3) dan 4)

Contoh Instrumen

Penilaian

2 45
menit

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 97110
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 5966

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

352

Silabus

3.3 M e n j e l a s k a n
keterkaitan
antara proses
pembelahan
mitosis dan meiosis dengan
pewarisan
sifat.

Kompetensi
Dasar

Pembelahan
Mitosis dan
Meiosis serta
Pewarisan
Sifat

Materi Pokok/
Pembelajaran

10. Mengamati berlangsungnya pembelahan mitosis melalui pengamatan


mikroskopik. (*)

11. Mengetahui arti penting pembelahan


mitosis bagi makhluk
hidup.

12. Mengidentifikasi
tahap-tahap pembelahan meiosis
melalui pengamatan
gambar.
13. Mengidentifikasi
perbedaan pembelahan mitosis
dengan meiosis.

14. M e n j e l a s k a n
perbedaan spermatogenesis dan
oogenesis pada
manusia.
15. Menjelaskan proses
terbentuknya serbuk
sari pada tumbuhan.

Ekonomi
kreatif
() K o m u n i katif

Mampu menjelaskan mikrosporogenesis dan makrosporogenesis


pada tumbuhan.

Mampu menjelaskan spermatogenesis dan oogenesis


pada hewan dan
manusia.

Mampu menjelaskan perbedaan


pembelahan
antara mitosis
dan meiosis.

Mampu menjelaskan tahap-tahap


pembelahan meiosis.

Mampu mendeskripsikan peran


pembelahan mitosis bagi makhluk
hidup.

Menjelaskan tahaptahap mitosis melalui pengamatan


pembelahan pada
ujung akar bawang
merah.

Mampu membedakan pembelahan


amitosis, mitosis,
dan meiosis.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

9. Menjelaskan pembelahan amitosis


pada bakteri.

Kegiatan
Pembelajaran

Pendidikan
karakter
(*) Kerja
Keras

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan
Apa perbedaan pembelahan amitosis dengan pembelahan mitosis dan
meiosis I?

Contoh Instrumen

Kuis

Tes tulis

Tes tulis

Jelaskan perbedaan
antara spermatogenesis
dan oogenesis dalam
bentuk tabel!

Uji petik Bagaimana proses terkerja


bentuknya serbuk sari
prosedur pada tumbuhan?

Uraian

Portofolio Dokumen Diskusikan bersama teman


pekerjaan Anda mengenai perbedaan antara mitosis
dan meiosis. Tulislah
hasil diskusi Anda dalam
bentuk laporan tertulis
dan kumpulkan kepada
bapak atau ibu guru.

Jelaskan tahap-tahap
pembelahan meiosis!

Jelaskan pentingnya
pembelahan mitosis bagi
makhluk hidup!

Uji petik Lakukan pengamatan


pembelahan mitosis yang
kerja
prosedur terjadi pada ujung akar
bawang merah!

Pilihan
ganda

Tes lisan Kuis

Tes lisan

Tes
unjuk
kerja

Tes tulis

Bentuk
Teknik
Instrumen

Penilaian

8 45
menit

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 111134
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 6782
3. Seperangkat
alat dan bahan
untuk mengamati pembelahan mitosis
yang terjadi pada ujung akar
bawang merah

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Biologi Kelas XII

353

Materi Pokok/
Pembelajaran

Hukum Hereditas, Penerapan, serta


Implikasinya

Kompetensi
Dasar

3.4. M e n e r a p k a n
prinsip hereditas dalam mekanisme pewarisan sifat.
Ekonomi
kreatif
() R a s a
ingin tahu

Pendidikan
karakter
(*) Kerja
Sama

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

19. M e n y e b u t k a n
contoh-contoh
penyimpangan
hukum Mendel. ()

18. Menentukan perbandingan genotipe


dan fenotipe keturunan dari suatu
persilangan dihibrid.

17. Mendeskripsikan
hukum mendel.

16. Membuat bagan gametogenesis pada


hewan dan tumbuhan. ()

Kegiatan
Pembelajaran

Mampu menyebutkan contoh-contoh


penyimpangan
hukum Mendel.

Mampu menerapkan prinsip pewarisan sifat menurut


hukum Mendel.

Mampu menjelaskan hukum Mendel.

Mampu membuat
bagan spermatogenesis, oogenesis,
mikrosporogenesis,
dan makrosporogenesis.

Indikator Pencapaian
Kompetensi
Contoh Instrumen

Pilihan
ganda

Pilihan
ganda

Tes lisan Kuis

Tes tulis

Tes tulis

Sebutkan contoh-contoh
penyimpangan hukum
Mendel!

Tanaman ercis memiliki


sifat biji bulat (B), biji
keriput (b), batang tinggi
(R), dan batang pendek
(r). Jika tanaman ercis biji
keriput-batang tinggi
disilangkan
dengan
tanaman ercis biji bulat
batang tingi homozigot,
keturunan yang bersifat
biji bulat-batang tinggi
sebanyak . . . .
a. 6,25%
d. 42,5%
b. 12,5%
e. 50%
c. 37,5%

Dalam hukum I Mendel


dijelaskan bahwa pemisahan alel secara bebas
terjadi pada saat . . . .
a. pembentukan zigot
b. pembentukan gamet
c. terjadinya persilangan
d. pembentukan sel
tubuh
e. sel sperma membuahi
telur

Portofolio Dokumen Buatlah bagan spermapekerjaan togenesis, oogenesis,


mikrosporogenesis, dan
makrosporogenesis! Beri
keterangan tiap-tiap proses
tersebut! Presentasikan
hasilnya di depan kelas!

Bentuk
Teknik
Instrumen

Penilaian

8 45
menit

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 135176
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 83112
3. Seperangkat
alat untuk menentukan hasil
suatu persilangan akibat peristiwa atavisme

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

354

Silabus

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok/
Pembelajaran

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

21. Mendata dan membuat peta silsilah


sifat-sifat fisik yang
diturunkan dalam
satu keluarga.
22. Menentukan hasil
persilangan dari
dua induk yang
salah satu atau keduanya membawa
sifat buta warna.

23. Menentukan golongan darah orang tua


apabila sudah diketahui golongan
darah anak-anaknya.

Mampu mendeskripsikan sistem


pewarisan golongan darah.

Mampu menjelaskan macam-macam


kelainan/penyakit
yang diturunkan
melalui autosom
dan gonosom.

Mampu menjelaskan sifat-sifat fisik


yang diturunkan
dalam satu keluarga.

Mampu menentukan perbandingan


genotipe
dan
fenotipe
hasil
persilangan pada
peristiwa atavisme.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

20. M e n g g u n a k a n
baling-baling hereditas untuk menggambarkan peristiwa atavisme. (*)

Kegiatan
Pembelajaran

Tes tulis

Tes tulis

Tugas

Pilihan
ganda

Pilihan
ganda

Portofolio

Tes unjuk Uji petik


kerja
kerja
prosedur

Bentuk
Teknik
Instrumen

Putra-putri dari keluarga


Pak Andi mempunyai
golongan darah AB, B, A,
dan O. Golongan darah
Pak Andi dan istrinya
adalah . . . .
a. AB dan O
b. A (homozigot) dan B
(homozigot)
c. AB dan A (homozigot)

Perhatikan beberapa
penyakit atau kelainan
yang dijumpai pada
manusia berikut.
1) Albino
2) FKU
3) Anonyctia
4) Buta warna
5) Hemifilia
6) Anodontia
Penyakit atau kelainan
yang diturunkan melalui
gonosom ditunjukkan
oleh nomor . . . .
a. 1), 2), dan 3)
b. 1), 5), dan 6)
c. 2), 3), dan 4)
d. 3), 4), dan 5)
e. 4), 5), dan 6)

Buatlah tabel sifat-sifat


fisik seluruh anggota
keluarga beserta kakek
nenek kemudian buatlah
peta silsilahnya!

Tentukan perbandingan
genotipe dan fenotipe
zigot dari persilangan dua
induk pada peristiwa
atavisme!

Contoh Instrumen

Penilaian
Alokasi Alat dan Sumber
Belajar
Waktu

Biologi Kelas XII

355

3.5 M e n j e l a s k a n
peristiwa
mutasi
dan
implikasinya
pada Salingtemas.

Kompetensi
Dasar

Mutasi

Materi Pokok/
Pembelajaran

Ekonomi
kreatif
() Kreatif

Pendidikan
karakter
(*) K e r j a
Sama

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

Mampu menjelaskan macam-macam


mutasi gen.

Mampu mendeskripsikan pengaruh


delesi dan substitusi terhadap
pembacaan gen.
Mampu menjelaskan
macammacam mutasi
kromosom.

26. Melakukan simulasi untuk mengenal


proses dan akibat
dari frameshift mutations. (*)
27. Mengenali berbagai
hal yang mengakibatkan mutasi
kromosom.

Mampu menjelaskan macam-macam


mutasi.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

25. Mengenali mutasi


gen yang terjadi
akibat adisi, delesi,
dan substitusi.

24. Mengenali perbedaan antara mutasi


somatik dan mutasi
gametik.

Kegiatan
Pembelajaran

Pilihan
ganda

Jelaskan macam-macam
mutasi gen!

Mutasi yang terjadi pada


sel kelamin diwariskan
kepada keturunannya.
Peristiwa mutasi yang
demikian disebut . . . .
a. mutasi alami
b. mutasi spontan
c. mutasi gametik
d. mutasi somatik
e. mutasi kromosom

d. A (heterozigot) dan B
(heterozigot)
e. A (homozigot) dan B
(heterozigot)

Contoh Instrumen

Tes tulis

Pilihan
ganda

Hilangnya bagian dari


sebuah kromosom yang
dikarenakan patah sehingga mengakibatkan
rusaknya struktur kromosom termasuk mutasi
kromosom melalui mekanisme . . . .
a. adisi
b. delesi
c. inversi
d. duplikasi
e. translokasi

Portofolio Dokumen Tentukan pengaruh adapekerjaan nya peristiwa delesi dan


substitusi pada hasil
translasi protein!

Tes lisan Kuis

Tes tulis

Bentuk
Teknik
Instrumen

Penilaian

6 45
menit

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 177204
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 113131
3. Seperangkat
bahan dan alat
praktikum untuk
melakukan
simulasi nondisjunction

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

356

Silabus

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok/
Pembelajaran

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

29. Menjelaskan perbedaan antara mutasi


alami dan mutasi
buatan.
30. M e n y e b u t k a n
dampak mutasi baik
yang menguntungkan maupun merugikan bagi makhluk
hidup. ()
Mampu menjelaskan dampak mutasi
bagi makhluk hidup.

Mampu membedakan mutasi alami


dan mutasi buatan.

Mampu memprediksi
jenis kelainan yang
dapat ditimbulkan
dari proses nondisjunction.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

28. Mendemonstrasikan jenis yang terjadi pada keturunan


akibat nondisjunction
pada kromosom
kelamin ayah dan
kromosom kelamin
ibu.

Kegiatan
Pembelajaran

Tes tulis

Contoh Instrumen

Uraian

Mutasi memberikan dampak


positif dan negatif bagi
kehidupan manusia. Sebutkan masing-masing 3
contoh dampak positif
dan negatif mutasi yang
Anda ketahui!

Apa perbedaan mutasi


alami dan mutasi buatan?

Uji petik Prediksikan jenis kelainan


kerja
yang terjadi pada keturunan
prosedur akibat nondisjuction pada
kromosom kelamin ayah
dan kromosom kelamin
ibu.

Tes lisan Kuis

Tes
unjuk
kerja

Bentuk
Teknik
Instrumen

Penilaian
Alokasi Alat dan Sumber
Belajar
Waktu

Biologi Kelas XII

357

: ....
: XII/2
: Biologi

Materi Pokok/
Pembelajaran

Teori, Prinsip,
dan Mekanisme Evolusi
Biologi

Kompetensi
Dasar

4.1 M e n j e l a s k a n
teori, prinsip,
dan mekanisme
evolusi Biologi.
Pendidikan
karakter
(*) R a s a
ingin tahu
Ekonomi
Kreatif
() Realistis

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

2. Melakukan percobaan untuk membuktikan asal usul


kehidupan menurut
Francesco Redi,
dan
Lazzaro
Spallanzani.

3. Mempelajari konsep dasar dari percobaan tokoh pencetus teori asal usul
kehidupan modern
seperti Oparin,
Sydney Fox, Miller,
dan Urey.

Mampu mengidentifikasi percobaan-percobaan


yang dapat membuktikan asal-usul
kehidupan.

Mampu membuat
rancangan percobaan
untuk
membuktikan
teori asal usul
kehidupan.

Mampu membedakan berbagai macam


teori asal usul kehidupan.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

1. Mempelajari berbagai teori asal usul


kehidupan klasik
seperti Francesco
Redi,
Lazzaro
Sapallanzani, Louis
Pasteur, Antony
van Leuwenhoek,
dan John Nedham.

Kegiatan
Pembelajaran
Uraian

Bentuk
Instrumen

Tes tulis

Pilihan
ganda

Pernyataan-pernyataan
berikut merupakan isi
dari teori yang dinyatakan
oleh Harold-Urey, kecuali
...
a. Terbentuknya zat
hidup berupa virus
yang dapat berkembang menjadi makhluk
yang lebih kompleks.

Buatlah rancangan percobaan untuk membuktikan asal-usul kehidupan


berdasarkan
teori
Francesco Redi dan
Lazzaro Spallanzani.
Laksanakan
hasil
rancangan tersebut ke
dalam percobaan laboratorium dan presentasikan
hasilnya di depan kelas!

Hipotesis mengenai asal


usul kehidupan semula
berkisar tentang teori
abiogenesis dan biogenesis. Namun, dalam
perkembangannya teori
abiogenesis dianggap
tidak rasional setelah
beberapa ilmuwan melakukan eksperimen.
Jelaskan eksperimen
yang menyebabkan teori
abiogenesis dianggap
tidak benar!

Contoh Instrumen

Penilaian

Portofolio Dokumen
pekerjaan

Tes tulis

Teknik

Standar Kompetensi : 4. Memahami teori evolusi serta implikasinya pada salingtemas.

Sekolah
Kelas/Semester
Mata Pelajaran

Silabus

16 45
menit

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 221262
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 139168

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

358

Silabus

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok/
Pembelajaran

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

Mampu menjelaskan tahap-tahap


evolusi sel eukariotik.

Mampu menjelaskan pokok-pokok


teori evolusi dari
beberapa tokoh
evolusionis.

5. Mempelajari tentang teori evolusi.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

4. Mempelajari konsep
tentang asal usul sel
eukariotik menurut
teori endosimbiotik.
(*)

Kegiatan
Pembelajaran

Tes tulis

Pilihan
ganda

Uraian

Teknik

Tes tulis

Bentuk
Instrumen

Pernyataan berikut merupakan pokok-pokok


pemikiran yang mendasari hipotesis Darwin
tentang seleksi alam,
kecuali . . . .
a. tidak ada dua individu
yang identik
b. setiap ukuran populasi cenderung bertambah
c. lingkungan memengaruhi perubahan
gen pada makhluk
hidup
d. pertambahan populasi
tidak berjalan terusmenerus

Bagaimanakah teori yang


menyatakan tentang asal
usul sel eukariotik heterotrof dan autotrof? Jelaskan!

b. Senyawa organik
berasal dari senyawa
anorganik seperti
CH4, uap air, NH3 dan
hidrogen di atmosfer.
c. Senyawa organik
sederhana terbentuk
karena
adanya
energi aliran listrik
halilintar dan radiasi
sinar komis.
d. Dalam jangka waktu
yang lama, zat-zat
hidup berkembang
menjadi
sejenis
makhluk hidup.
e. Terbentuknya zat
hidup sederhana
yang strukturnya
menyerupai virus.

Contoh Instrumen

Penilaian
Alokasi Alat dan Sumber
Belajar
Waktu

Biologi Kelas XII

359

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok/
Pembelajaran

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

Mampu mendeskripsikan suatu


permasalahan
menurut
teori
Darwin.
Mampu mengenal
berbagai petunjuk
evolusi.

Mampu menjelaskan contoh penerapan hukum HardyWeinberg.

7. Menjelaskan buktibukti evolusi pada


makhluk hidup berdasarkan penemuan
bukti fosil dan perbandingan organ.

8. Menghitung frekuensi gen dalam


populasi menurut
hukum
HardyWeinberg.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

6. Mempelajari teori
evolusi menurut
Darwin dan mendiskusikannya.

Kegiatan
Pembelajaran

e. perkembangbiakan
memerlukan makanan
dan ruang yang cukup

Contoh Instrumen

Pilihan
ganda

Pilihan
ganda

Tes tulis

Tes tulis

Hukum Hardy-Weinberg
dapat digunakan untuk
menghitung frekuensi gen
dalam suatu populasi.
Dalam suatu populasi
terdapat kelompok perasa pahitnya kertas PTC
sebesar 64%, sedangkan
yang lainnya tidak perasa
PTC. Sifat tidak perasa
PTC dikendalikan oleh
alel t dan sifat perasa
PTC dikendalikan oleh
alel T. Frekuensi genotipe
TT : Tt : tt adalah . . . .
a. 4 : 9 : 12
b. 4 : 12 : 9
c. 9 : 8 : 12
d. 9 : 12 : 4
e. 12 : 9 : 4

Hal-hal berikut merupakan petunjuk adanya


evolusi, kecuali . . . .
a. anatomi perbandingan
yang bersifat homolog
b. anatomi perbandingan
yang bersifat analog
c. embriologi perbandingan berbagai hewan
d. data fosil pada berbagai lapisan batuan
e. domestikasi dengan
perkawinan silang

Portofolio Dokumen Diskusikan dengan temanpekerjaan teman Anda mengenai


fakta yang menjadi dasar
teori seleksi alam Darwin!

Teknik

Bentuk
Instrumen

Penilaian
Alokasi Alat dan Sumber
Belajar
Waktu

360

Silabus

10. M e n d i s k u s i k a n
alasan menerima
atau menolak teori
evolusi. ()

Kecenderungan
Baru tentang
Teori Evolusi

4.3 Mendeskripsikan kecenderungan baru


tentang teori
evolusi.

Kegiatan
Pembelajaran

9. Membuat angket
untuk mengetahui
tanggapan masyarakat tentang teori
evolusi dan mempresentasikannya
di kelas.

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

Proses Evolusi Biologi

Materi Pokok/
Pembelajaran

4.2 Mengomunikasikan hasil studi


evolusi Biologi.

Kompetensi
Dasar

Mampu mengomunikasikan pendapat mengenai


hasil studi evolusi
biologi.

Mampu mempresentasikan
hasil tanggapan
masyarakat
tentang
teori
evolusi.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Portofolio Dokumen
pekerjaan

Portofolio Dokumen
pekerjaan

Teknik

Bentuk
Instrumen

Teori evolusi yang telah 10 45


Anda pelajari masih menit
mengundang pro dan
kontra dari beberapa
ilmuwan. Bagaimana
pendapat Anda tentang
teori evolusi ini? Tuliskan
pendapat Anda baik yang
setuju atau tidak dalam
buku kerja. Diskusikan
dengan teman sekelas
Anda!

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 248
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 161

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 244
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 157
3. Seperangkat
berkas angket
tentang teori
evolusi

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Buatlah angket untuk 10 45


memperoleh tanggapan menit
dari teman Anda atau
masyarakat tentang teori
evolusi. Contoh angket
sebagai berikut.
Dari mana Anda mengenal teori evolusi?
a. Sekolah.
b. Buku-buku biologi.
c. Internet.

Contoh Instrumen

Penilaian

Biologi Kelas XII

361

: ....
: XII/2
: Biologi

Materi Pokok/
Pembelajaran

Prinsip Dasar
Bioteknologi

Kompetensi
Dasar

5.1 M e n j e l a s k a n
arti, prinsip dasar, dan jenisjenis bioteknologi.
Ekonomi
Kreatif
() Berorientasi pada
tindakan

Pendidikan
Karakter
(*) Religius

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

2. Menjelaskan perbedaan antara bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern


berdasarkan ciricirinya.

1. Menjelaskan pengertian dan prinsip


dasar bioteknologi.

Kegiatan
Pembelajaran

Mampu menjelaskan jenis-jenis


bioteknologi beserta
ciri-cirinya.

Mampu menjelaskan pengertian dan


prinsip
dasar
bioteknologi.

Indikator Pencapaian
Kompetensi
Bentuk
Instrumen

Tes tulis

Pilihan
ganda

Tes lisan Kuis

Teknik

Perhatikan ciri-ciri bioteknologi berikut!


1) Melibatkan peran
plasmid sebagai
vektor.
2) Hasil yang diperoleh
tidak dapat diramalkan.
3) Ditujukan untuk menghasilkan organisme
transgenik.
4) Manipulasi dilakukan
pada susunan gen
dalam kromosom.
5) Teknik dan peralatan
yang digunakan relatif sederhana.
Ciri-ciri bioteknologi modern
meliputi nomor . . . .
a. 1), 2), dan 3)
b. 1), 3), dan 4)
c. 1), 4), dan 5)
d. 2), 3), dan 4)
e. 2), 4), dan 5)

Jelaskan pengertian dan


prinsip dasar bioteknologi!

Contoh Instrumen

Penilaian

Standar Kompetensi : 5. Memahami prinsip-prinsip dasar bioteknologi serta implikasinya pada Salingtemas.

Sekolah
Kelas/Semester
Mata Pelajaran

Silabus

8 45
menit

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 287298
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 175183
3. Seperangkat
alat percobaan
isolasi DNA

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

362

Silabus

5.2 Menjelaskan dan


menganalisis
peran bioteknologi serta implikasi hasil-hasil
bioteknologi pada
Salingtemas.

Kompetensi
Dasar

Penerapan
Bioteknologi
dan Dampaknya

Materi Pokok/
Pembelajaran

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan

6. Mencari informasi
mengenai perkembangan bioteknologi
modern di Indonesia.

4. Mengisolasi DNA
dari berbagai jenis
buah-buahan.

5. Mencari informasi
mengenai peran
bioteknologi konvensional di bidang
pangan. ()

Teknik
Jelaskan proses fusi
protoplasma pada sel
hewan atau manusia
yang bermanfaat untuk
menghasilkan hibridoma
(sel hibrid)!

Contoh Instrumen

Uji petik Isolasilah DNA buah


kerja
melon, semangka, tomat,
prosedur nanas, stroberi, dan jeruk.
Blenderlah setiap jenis
buah dicampur dengan
larutan garam dapur dan
air hangat. Selanjutnya,
tambahkan isopropanol
untuk memisahkan ekstrak
buah yang mengandung
DNA dengan lapisan air
dan jus buah!

Uraian

Bentuk
Instrumen

Penilaian

Mampu menjelas- Portofolio Dokumen Carilah informasi mengekan perkembangan


pekerjaan nai perkembangan biobioteknologi modern
teknologi modern di
di Indonesia.
Indonesia!

Mampu menjelas- Portofolio Dokumen Kunjungilah salah satu


kan macam-macam
pekerjaan industri rumah tangga
peranan biotekyang menggunakan bionologi dalam berteknologi konvensinal,
bagai bidang kehimisal yoghurt, tempe,
dupan manusia.
atau kecap! Tulis jenis
mikrobia, bahan baku
yang digunakan, serta
proses pembuatannya!

Mampu menjelas- Tes


kan tahap-tahap unjuk
pelaksanaan isolasi kerja
sederhana DNA.

Mampu menjelas- Tes tulis


kan teknik bioteknologi yang dipergunakan.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

3. Memahami prinsip
dasar rekayasa
genetika.

Kegiatan
Pembelajaran

14 45
menit

1. Buku PG Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 298320
2. Buku PR Biologi
Kelas XII, Intan
Pariwara, halaman 183198

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Biologi Kelas XII

363

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok/
Pembelajaran

Nilai dan
Materi yang
Diintegrasikan
7. Menganalisis dampak negatif penggunaan produk pertanian bioteknologi
secara berlebihan
bagi keseimbangan
lingkungan. (*)

Kegiatan
Pembelajaran

Mampu menjelaskan
dampak negatif bioteknologi di berbagai bidang kehidupan manusia.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Portofolio Dokumen
pekerjaan

Teknik

Bentuk
Instrumen
Jelaskan dampak negatif
penggunaan produk
pertanian bioteknologi
secara berlebihan bagi
keseimbangan lingkungan!

Contoh Instrumen

Penilaian
Alokasi Alat dan Sumber
Belajar
Waktu

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Bab VI Mutasi
Sekolah
Kelas/Semester
Mata Pelajaran
Alokasi Waktu

:
:
:
:

..........
XII/1
Biologi
6 45 menit

Standar Kompetensi : 3.
Kompetensi Dasar

Siswa mampu memahami penerapan konsep dasar dan prinsip-prinsip hereditas


serta implikasinya pada Salingtemas.

: 3.1 Menjelaskan peristiwa mutasi dan implikasinya dalam Salingtemas.

Indikator Pencapaian Kompetensi

Menjelaskan macam-macam mutasi.

Menjelaskan macam-macam mutasi gen.

Mendeskripsikan pengaruh delesi dan substitusi terhadap pembacaan gen.

Menjelaskan macam-macam mutasi kromosom.

Memprediksi jenis kelainan yang dapat ditimbulkan dari proses nondisjunction.

Membedakan mutasi alami dan mutasi buatan.

Menjelaskan dampak mutasi bagi makhluk hidup.


Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
1. mengenali perbedaan antara mutasi somatik dan mutasi gametik;
2. mengenali mutasi gen yang terjadi karena adisi, delesi, dan substitusi;
3. melakukan simulasi untuk mengenal proses dan akibat dari Frameshift mutations;
4. mengenali berbagai hal yang mengakibatkan mutasi kromosom;
5. mendemonstrasikan jenis kelainan yang terjadi pada keturunan akibat nondisjunction pada kromosom kelamin
ayah dan kromosom kelamin ibu;
6. mengenali perbedaan antara mutasi alami dan mutasi buatan; serta
7. menyebutkan dampak mutasi baik yang menguntungkan maupun merugikan bagi makhluk hidup.
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan
1. Pendidikan karakter: Kerja Sama
2. Ekonomi kreatif: Kreatif
Materi Pembelajaran
1. Mutasi somatik dan gametik
2. Mutasi gen dan penyebabnya
3. Mutasi kromosom dan penyebabnya
4. Dampak mutasi
Metode Pembelajaran
1.

Model Pembelajaran
a. Cooperative Learning (CL)
b. Direct Instruction (DI)

2.

Metode
a. Diskusi
b. Eksperimen

364

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama
1.

2.

3.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


a.

Motivasi

Guru mengulas tentang jenis-jenis kelamin yang diakibatkan oleh mutasi.

Guru menanyakan kepada siswa tentang pengertian mutasi.

b.

Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui pengertian mutasi.

Kegiatan Inti (2 35 menit)


a.

Eksplorasi

Guru menjelaskan mengenai pengertian mutasi.

Guru menjelaskan macam mutasi berdasarkan tempat sel yang bermutasi.

Guru menjelaskan macam mutasi berdasarkan bagian yang bermutasi.

Guru menjelaskan mekanisme terjadinya mutasi gen.

Guru memberikan contoh terjadinya mutasi gen pada manusia.

b.

Elaborasi
Siswa diberi tes lisan untuk menguji pemahaman siswa tentang mekanisme mutasi gen.

c.

Konfirmasi
Guru membahas jawaban dari tes lisan yang diberikan.

Kegiatan Penutup (10 menit)

Guru menyimpulkan pelajaran pada pertemuan hari ini.

Guru meminta siswa agar di pertemuan berikutnya menyiapkan gunting, spidol, dan kertas tebal empat
warna.
Pertemuan Kedua

1.

2.

3.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


a.

Motivasi
Guru dapat memberikan referensi mengenai kode-kode genetik dan terjemahannya.

b.

Prasyarat Pengetahuan
Siswa memahami mekanisme terjadinya mutasi gen.

Kegiatan Inti (2 35 menit)


a.

Eksplorasi

Guru memberi tugas kepada siswa untuk menyelidiki pengaruh delesi dan substitusi pada hasil
translasi protein.

Guru menjelaskan tentang frameshift mutation. Dalam kegiatan ini guru menanamkan kepada
siswa pentingnya bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. (*)
(*) Pendidikan Karakter (Kerja sama).

b.

Elaborasi
Siswa melakukan tugas frameshift mutations.

c.

Konfirmasi
Guru membahas hasil tugas siswa.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru meminta siswa mengumpulkan laporan hasil tugas.

Biologi Kelas XII

365

Pertemuan Ketiga
1.

2.

3.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


a.

Motivasi
Guru menanyakan kepada siswa mengenai perbedaan mutasi gen dengan mutasi kromosom.

b.

Prasyarat Pengetahuan
Siswa memahami mutasi kromosom.

Kegiatan Inti (2 35 menit)


a.

Eksplorasi

Guru menjelaskan mengenai materi kromosom.

Guru menjelaskan mutasi karena perubahan jumlah kromosom.

Guru menjelaskan kelainan akibat mutasi kromosom.

Guru menjelaskan mutasi berdasarkan penyebabnya.

Guru menjelaskan dampak mutasi.

Guru dapat menyarankan kepada siswa untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan sisi positif dari
mutasi. ()
() Ekonomi Kreatif (Kreatif).

b.

Elaborasi
Siswa diminta memperkirakan kelainan yang terjadi akibat nondisjunction pada kromosom kelamin
ayah dan kromosom kelamin ibu.

c.

Konfirmasi
Guru membahas proses terjadinya kelainan yang terjadi akibat nondisjunction pada kromosom kelamin
ayah dan kromosom kelamin ibu.

Penutup (10 menit)


Siswa diberi tugas agar mengunjungi penderita kelainan karena mutasi yang ada di daerahnya.

Alat dan Sumber Belajar


1. Buku PG Biologi Kelas XII, Intan Pariwara, 2013
2. Buku PR Biologi Kelas XII, Intan Pariwara, 2013
Penilaian Hasil Belajar
1.

Teknik Penilaian
a. Tes tulis
b. Tes lisan
c. Tes unjuk kerja
d. Tes portofolio

2.

Bentuk Instrumen
a. Pilihan ganda
b. Uraian
c. Kuis
d. Uji petik kerja prosedur
e. Dokumen pekerjaan

366

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

3.

Contoh Instrumen
a.

Pilihan Ganda
Mutasi yang terjadi pada sel kelamin diwariskan kepada keturunannya. Peristiwa mutasi demikian disebut
....
a. mutasi alami
b. mutasi spontan
c. mutasi gametik
d. mutasi somatik
e. mutasi kromosom

b.

Uraian
Mutasi memberikan dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Sebutkan masing-masing 3
contoh dampak positif dan negatif mutasi yang Anda ketahui!

c.

Dokumen Pekerjaan
Tentukan pengaruh adanya peristiwa delesi dan substitusi pada hasil translasi protein!

d.

Uji Petik Kerja Prosedur


Prediksikan jenis kelainan yang terjadi pada keturunan akibat nondisjunction pada kromosom kelamin
ayah dan kromosom kelamin ibu!
Rubrik:
No.
1.
2.
3.
4.

Aspek

Skor Maksimum

Skor Perolehan Siswa

Kesesuaian kegiatan dengan prosedur


Perolehan data
Pengolahan data
Kesimpulan

10
15
25
5

No.

Total

50

Nilai =

skor perolehan siswa


skor maksimum

100

________, ________________

Mengetahui
Kepala SMA ______________

Guru Mata Pelajaran

.........................
_________________________

........................
________________________

NIP _____________________

NIP ____________________

Biologi Kelas XII

367

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Bab VIII Bioteknologi
Sekolah
Kelas/Semester
Mata Pelajaran
Alokasi Waktu

:
:
:
:

..........
XII/2
Biologi
8 45 menit

Standar Kompetensi : 5.
Kompetensi Dasar

Memahami prinsip-prinsip dasar bioteknologi serta implikasinya pada Salingtemas.

: 5.1 Menjelaskan arti, prinsip dasar, dan jenis-jenis bioteknologi.

Indikator Pencapaian Kompetensi

Menjelaskan pengertian dan prinsip dasar bioteknologi.

Menjelaskan jenis-jenis bioteknologi beserta ciri-cirinya.

Menjelaskan teknik bioteknologi yang dipergunakan.

Menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan isolasi sederhana DNA.

Menjelaskan macam-macam peranan bioteknologi dalam berbagai bidang kehidupan manusia.

Menjelaskan perkembangan bioteknologi modern di Indonesia.

Menjelaskan dampak negatif bioteknologi di berbagai bidang.


Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
1. menjelaskan pengertian dan prinsip dasar bioteknologi;
2. menjelaskan perbedaan antara bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern;
3. memahami prinsip dasar rekayasa genetika;
4. mengisolasi DNA dari berbagai jenis buah-buahan;
5. mencari informasi mengenai peran bioteknologi konvensional di bidang pangan;
6. mencari informasi mengenai perkembangan bioteknologi modern di Indonesia;
7. menganalisis dampak negatif penggunaan produk pertanian bioteknologi secara berlebihan bagi
keseimbangan lingkungan.
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan
1. Pendidikan karakter: Religius
2. Ekonomi kreatif: Berorientasi pada Tindakan
Materi Pembelajaran
Prinsip Dasar Bioteknologi
Metode Pembelajaran
1.

Model Pembelajaran
a. Cooperative Learning (CL)
b. Direct Instruction (DI)

2.

Metode
a. Tanya jawab
b. Diskusi
c. Praktikum

368

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama
1.

2.

3.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


a.

Motivasi
Menanyakan kepada siswa mengenai ciri-ciri bioteknologi.

b.

Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui ciri-ciri bioteknologi.

Kegiatan Inti (70 menit)


a.

Eksplorasi

Guru menjelaskan definisi bioteknologi.

Guru menjelaskan jenis-jenis bioteknologi.

Guru menjelaskan perbedaan bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern.

b.

Elaborasi

Siswa mendiskusikan kelebihan dan kelemahan bioteknologi konvensional.

Siswa mendiskusikan kelebihan dan kelemahan bioteknologi modern.

c.

Konfirmasi
Guru membahas hasil diskusi siswa.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru meminta siswa agar menyiapkan alat dan bahan untuk simulasi pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan Kedua

1.

2.

3.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


a.

Motivasi
Menanyakan kepada siswa mengenai prinsip kerja rekayasa genetika.

b.

Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui peran DNA (materi genetik) dalam rekayasa genetika.

Kegiatan Inti (70 menit)


a.

Eksplorasi

Guru menjelaskan tentang DNA dan prinsip rekayasa genetika.

Guru menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan teknik DNA rekombinan.

Guru mendemonstrasikan cara melakukan simulasi langkah-langkah isolasi DNA pada berbagai
jenis buah.

b.

Elaborasi
Siswa melakukan simulasi langkah-langkah isolasi DNA melalui percobaan.

c.

Konfirmasi
Guru menanyakan kesimpulan percobaan dalam melakukan simulasi langkah-langkah isolasi DNA
pada berbagai jenis buah.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru meminta siswa mengumpulkan hasil simulasi langkah-langkah isolasi DNA berbagai jenis buah.

Biologi Kelas XII

369

Pertemuan Ketiga
1.

2.

3.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


a.

Motivasi
Menanyakan kepada siswa mengenai produk-produk bioteknologi yang ada di pasaran.

b.

Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui manfaat bioteknologi konvensional dan modern di berbagai bidang.

Kegiatan Inti (70 menit)


a.

Eksplorasi

Guru meminta siswa mendata produk-produk bioteknologi konvensional yang dihasilkan oleh
industri-industri rumah tangga di sekitar rumahnya.

Guru menyarankan siswa agar membuat produk-produk yang menerapkan bioteknologi


konvensional. Guru memotivasi siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya untuk
menghasilkan produk-produk bermanfaat. ()
() Ekonomi kreatif.

Guru memberi tugas kepada siswa untuk mencari informasi mengenai perekmbangan bioteknologi
modern di Indonesia.

b.

Elaborasi
Siswa menyebutkan penerapan bioteknologi.

c.

Konfirmasi
Guru bersama siswa membuat kesimpulan mengenai manfaat bioteknologi bagi manusia.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru meminta siswa untuk mempelajari materi berikutnya yaitu dampak bioteknologi di berbagai bidang.
Pertemuan Keempat

1.

2.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


a.

Motivasi
Guru menanyakan kepada siswa mengenai dampak positif dan negatif bioteknologi.

b.

Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui dampak positif dan negatif bioteknologi.

Kegiatan Inti (70 menit)


a.

Eksplorasi

Guru memberi tugas kepada siswa untuk memprediksi dampak ditemukannya padi transgenik
bagi lingkungan.

Guru menjelaskan dampak negatif padi transgenik bagi lingkungan menggunakan rantai makanan.
Guru dapat memberi penjelasan kepada siswa bahwa penerapan bioteknologi dapat menimbulkan
dampak negatif. Oleh karena itu, guru dapat mengimbau siswa untuk menerapkan bioteknologi
dengan didasari keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. (*)
(*) Pendidikan Karakter: Religius

b.

Elaborasi

Siswa mengerjakan soal-soal latihan.

Siswa menanyakan hal-hal yang belum diketahui.

370

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

c.

3.

Konfirmasi

Guru bersama siswa membahas soal-soal latihan yang sudah dikerjakan siswa.

Guru menjawab atas pertanyaan yang diajukan siswa.

Kegiatan Penutup (10 menit)

Guru mengambil kesimpulan dari keseluruhan materi dalam satu subbab yang telah dipelajari.

Guru meminta siswa untuk mempelajari materi subbab berikutnya.

Sumber Belajar
1. Buku PG Biologi Kelas XII, Intan Pariwara, 2013
2. Buku PR Biologi Kelas XII, Intan Pariwara, 2013
Penilaian Hasil Belajar
1.

Teknik Penilaian
a. Tes tulis
b. Tes lisan
c. Tes unjuk kerja
d. Portofolio

2.

Bentuk Instrumen
a. Pilihan ganda
b. Uraian
c. Kuis
d. Uji petik kerja prosedur
e. Dokumen pekerjaan

3.

Contoh Instrumen
a.

Pilihan Ganda
Perhatikan ciri-ciri bioteknologi berikut!
1) Melibatkan peran plasmid sebagai vektor.
2) Hasil yang diperoleh tidak dapat diramalkan.
3) Ditujukan untuk menghasilkan organisme transgenik.
4) Manipulasi dilakukan pada susunan gen dlam kromosom.
5) Teknik dan peralatan yang digunakan relatif sederhana.
Ciri-ciri bioteknologi modern meliputi nomor . . . .
a. 1), 2), dan 3)
b. 1), 3), dan 4)
c. 1), 4), dan 5)
d. 2), 3), dan 4)
e. 2), 4), dan 5)

b.

Uraian
Jelaskan proses fusi protoplasma pada sel hewan atau manusia yang bermanfaat untuk menghasilkan
hibridoma (sel hibrid)!

c.

Dokumen Pekerjaan
Carilah informasi mengenai perkembangan bioteknologi modern di Indonesia!

Biologi Kelas XII

371

d.

Uji Petik Kerja Prosedur


Isolasilah DNA buah melon, semangka, tomat, nanas, stroberi, dan jeruk. Blenderlah setiap jenis buah
dicampur dengan larutan garam dapur dan air hangat. Selanjutnya, tambahkan isopropanol untuk
memisahkan ekstrak buah yang mengandung DNA dengan lapisan air jus buah.
Rubrik:
No.
1.
2.
3.
4.

Skor Maksimum

Skor Perolehan Siswa

Kesesuaian kegiatan dengan prosedur


Perolehan data
Pengolahan data
Kesimpulan

Aspek

10
15
25
5

No.

Total

50

Nilai =

skor perolehan siswa


skor maksimum

100

________, ________________

Mengetahui

372

Kepala SMA ______________

Guru Mata Pelajaran

.........................
_________________________

........................
________________________

NIP _____________________

NIP ____________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)