Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAKSI

Tujuan percobaan yaitu menetapkan titik tuang (pour point) dari Pelumas Evalube
4T SAE 40 yang bersifat transparan, dengan menggunakan metode uji standar ASTM D 9706. Metode tersebut dapat digunakan untuk mengestimasi temperatur terendah bahan bakar
dapat mengalir pada kondisi tertentu.
Prosedur percobaan pour point yaitu terdiri dari tahap persiapan yaitu
menyiapkan sampel Pelumas Evalube 4T SAE 40 serta bahan-bahan lain yang akan
digunakan dalam percobaan yaitu es batu dan garam dapur, menyiapkan alat-alat yang
akan digunakan yaitu termometer skala -12 oC 100oC, cooling bath, tabung reaksi, beaker
glass, gelas ukur, dan bunsen. Mencuci alat-alat yang akan digunakan menggunakan
sabun dan membilas hingga bersih lalu mengeringkan dengan menggunakan tisu. Tahap
pengamatan yaitu mengisi cooling bath dengan es batu yang dicampurkan dengan
garam dapur sebagai media pendingin. Perlakuan awal Sampel yaitu menuangkan sampel
Pelumas Evalube 4T SAE 40 sebanyak 5 ml pada gelas ukur 100 ml, kemudian tambahkan
15 ml dex ke dalam gelas ukur. Lalu, memindahkan sampel campuran Pelumas Evalube 4T
SAE 40 dan dex dari gelas ukur pada tabung reaksi. Selanjutnya tabung reaksi yang berisi
sampel campuran Pelumas Evalube 4T SAE 40 dan dec diletakkan ke dalam gasket,
meletakkan termometer skala -12 oC - 100oC ke dalam tabung reaksi yang berisi sampel.
Gasket lalu dimasukkan kedalam cooling bath untuk kemudian dilakukan pengamatan pada
perubahan temperatur 3oC. Melakukan pencatatan dan mengulangi langkah 1 6 untuk
pengamatan ke II oleh operator yang sama.
Pengujian Pour Point dengan menggunakan sampel Pelumas Evalube 4T SAE 40
diperoleh kesimpulan sebagai berikut hasil uji rata-rata kecepatan pendinginan untuk
pengamatan reproducibility sampel Pelumas Evalube 4T SAE 40 sebesar 0.190220C/detik.
Hasil nilai pour point pada pengamatan reproducibility I, II, III, dan IV untuk semua
pengamatan sebesar -11oC/detik. Faktor-faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya
ditemukannya Pour Point dari suatu bahan bakar adalah pengaruh campuran es dan
garam dapur (NaCl),pengaruh gasket dan penutupnya, kandungan lilin (wax), dan pengaruh
lingkungan.