Anda di halaman 1dari 7

NurSing girL's caSsiopeia - Ra^^CHUNnuRsing is mY pRoFesi.. ganBatteNe!!

hwaiting~ TVXQ - SMTOWN - FT Island

Sabtu, 13 September 2008


Asuhan Keperwatan Pada Pasien Stomatitis
A. KONSEP DASAR PENYAKIT STOMATITIS
1. Pengertian
Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya
berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun
berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian
dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun tidak tergolong
berbahaya, namun sariawan sangat mengganggu.
2. Penyebab
Penyebab dari sariawan ini sampai saat ini belum diketahui. Namun para ahli
menduga banyak hal yang menjadi penyebab timbulnya sariawan, diantaranya : 1.
Kebersihan mulut yang buruk 2. Kekurangan vitamin c 3. Infeksi virus dan bakteri 4.
Difisiensi (kekurangan) vitamin B12 dan zat besi 5. Pemasangan gigi palsu 6. Luka pada
mulut karena makan dan minum yang terlalu panas.
3. Klasifikasi Stomatitis
a. Stomatitis Primer, meliputi :
- Aphtouch Stomatitis
Merupakan ulcer yang terjadi berulang. Bentuknya 2 5 mm, awal lesi kecil, dan
berwarna kemerahan. Akan sembuh 2 minggu tanpa luka parut.

- Herpes Simplek Stomatitis


Stomatitis yang disebabkan oleh virus. Bentuknya menyerupai vesikel.
- Vincents Stomatitis
Stomatitis yang terjadi pada jaringan normal ketika daya tahan tubuh menurun.
Etiologinya, bakteri normal yang ada pada mulut, yaitu B. Flora. Bentuk stomatitis ini
erythem, ulcer dan nekrosis pada ginggival.
- Traumatik Ulcer
Stomatitis yang ditemukan karena trauma. Bentuknya lesi lebih jelas, dan nyeri tidak
hebat.
b. Stomatitis Sekunder, merupakan stomatitis yang secara umum terjadi akibat infeksi oleh
virus atau bakteri ketika host (inang) resisten baik lokal maupun sistemik.
4. Etiologi Stomatitis
- Faktor Imunologik (daya tahan tubuh)
- Faktor genetik
- Faktor hormonal
- Penyakit sistemik
- Traumatik
- Stress
- Merokok
- Alergi

- Kekurangan nutrisi, sepert : defisiensi Vitamin B12, asam folat, asam karbonat, dll.
5. Anatomi area dimana terjadi gangguan
Sariawan atau stomatitis apthosa ini sering menyerang siapa saja. Tidak mengenal
umur maupun jenis kelamin. Biasanya daerah yang paling sering timbul sariawan ini
adalah di mukosa pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah serta di langit langit.

Gambar letak stomatitis


6. Gejala
a. masa prodromal atau penyakit 1 24 jam :
- Hipersensitive dan perasaan seprti terbakar
b. Stadium Pre Ulcerasi

- adanya udema / pembengkangkan setempat dengan terbentuknya makula pavula serta


terjadi peninggian 1- 3 hari
c. Stadium Ulcerasi
- pada stadium ini timbul rasa sakit terjadi nekrosis ditengah-tengahnya, batas sisinya merah
dan udema tonsilasi ini bertahan lama 1 16 hari
Masa penyembuhan ini untuk tiap-tiap individu berbeda yaitu 1 5 minggu
7. Gambaran Klinis dari Stomatitis
a. Lesi bersifat ulcerasi
b. Bentuk oval / bulat
c. Sifat tersebar
d. Batasnya jelas
e. Biasa singulas (sendiri-sendiri) dan multiple (kelompok)
f. Tepi merah
g. Lesi dangkal
h. Lesi sembuh tanpa meninggalkan jaringan parut
8. Pemeriksaan Penunjang
Dilakukan pengolesan lesi dengan toluidin biru 1% topikal dengan swab atau
kumur. Diagnosis psti dengan biopsi
9. Dampak gangguan pada kebutuhan dasar manusia
- Pola nutrisi : nafsu makan menjadi berkurang, pola makan menjadi tidak teratur

- Pola aktivitas : kemampuan untuk berkomunikasi menjadi sulit


- Pola Hygiene : kurang menjaga kebersihan mulut
- Terganggunya rasa nyaman : biasanya yang sering dijumpai adalah perih
10. Penatalaksanaan Medis
Harus disertai dengan terapi penyakit penyebabnya, selain diberikan emolien
topikal, seperti orabase, pada kasus yang ringan dengan 2 3 ulcersi minor. Pada kasus yang
lebih berat dapat diberikan kortikosteroid, seprti triamsinolon atau fluosinolon topikal,
sebanyak 3 atau 4 kali sehari setelah makan dan menjelang tidur. Pemberian tetraciclin dapat
diberikan untuk mengurangi rasa nyeri dan jumlah ulcerasi. Bila tidak ada responsif terhadap
kortikosteroid atau tetrasiklin, dapat diberikan dakson dan bila gagal juga maka di berikan
talidomid.
B. Konsep dasar Asuhan Kperawatan
PENGKAJIAN
1. Identitas
2. Riwayat kesehatan sekarang ; kapan terjadinya tiba-tiba atau sudah lama, lokasi, lamanya, dll.
Lalu kembangkan PQRST. Tanyakan penyakitnya apakah berulang atau primer.
3. Kaji keadaan nyeri ; lokasi, efek terhadap ADL
4. Kaji keadaan gejala sistemik ; fever, malaise, mual dan muntah.
5. Kaji kebiasaan oral Hygiene
6. Kaji kemampuan mengunyah, menelan untuk menentukan masalah selanjutnya
7. Pengkajian secara fisik

kaji keadaan lesi : membran mukosa dan celah bibir

kaji karakter lesi : lokasi, ilkus, bentuk

8. Psikososial ; sterss, gaya hidup (alkohol, perokok)

kaji fungsi dan penampilan dari rongga mulut terhadap body image dan sex

9. Pemeriksaan laboratorium

WBC menurun pada stomatitis sekunder

Pemeriksaan kultur virus ; cairan vesikel dari herpes simplek stomatitis

Pemeriksaan cultur bakteri ; eksudat untuk membentuk vincents stomatitis

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Potensial infeksi
2. Gangguan rasa nyaman : nyeri
3. Gangguan kebutuhan nutrisi
4. Gangguan rasa aman : cemas behubungan dengan kurang pengetahuan
5. tidak efektif pola nafas sehubungan dengan edema dan sekret
PERENCANAAN
1. Beri nutrisi dalam keadaan lunak ; porsi sedikit tapi sering
2. beri penjelasan tentang faktor penyebab
3. kolaborasi pemasangan NGT jika klien tidak dapat makan dan minum peroral
4. kolaborasi dengan ahli gizi dalam diet

5. kolaborasi pemberian AB, analgesic, kortikosteroid, dan obat kumur.


6. memberikan makanan yang tidak merangsang, seperti makanan yang mengandung zat kimia
7. menghindari makanan yang terlalu panas dan terlalu dingin
8. menganjurkan klien untuk memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayuran terutama vitamin
B, Vitamin C dan zat Besi
9. menghindari makanan dan obat-obatan atau zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada
rongga mulut
10. menghindari luka pada mulut saat menggosok gigi atau saat menggit makanan
11. menghindari pasta gigi yang merangsang
KRITERIA EVALUASI
1. status nutrisi terpenuhi
2. klien dan keluarga mengetahui faktor penyebab dan pencegahan
3. klien mengenal tanda dan gejala awal infeksi atau penyakit berulang
4. menghilangkan rasa sakit dan perih
5. mencegah terjadinya infeksi
6. memenuhi kebutuhan makanan dengan memberi makanan yang mudah dicerna