Anda di halaman 1dari 4

MATERI II

PRAKTIKUM FITOFARMAKA
PARAMETER DAN METODE UJI EKSTRAK
I; TUJUAN:
A; Mengetahui jenis parameter yang dilakukan dalam uji ekstrak
B; Mengetahui metode dalam menguji ekstrak
II; TINJAUAN MATERI :
A; Parameter Spesisifk
1; Identitas
a; Deskripsi tata nama:
Nama ekstrak : Kaempferia galanga (generik, dagang, paten).
Nama latin tumbuhan
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Spermaiophyta

Sob Divisi

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyledonae

Ordo

: Zingiberales

Famili

: Zingiberaceae

Subfamili

: Zingiberoideae

Genus

: Kaempferia

Spesies

: Kaempferia galanga

Bagian yang digunakan : Rimpang Kencur (Kaempferia galanga)


Nama Indonesia tumbuhan :
Ceuku (Aceh), tekur (Gayo), kaciwer (Karo), cakue (Minangkabau)
Cokur (lampung), kencur (jawa), cikur (Sunda), kencor (Madura),
batako (Manado), watan (Minahsa), (Gorontalo), cakuru (Makasar),
ceku (Bugis) cekuh (Bali), cekur (Sasak), cekur, (Sumba), sokus (Roti)
Sukung (Timor) suha (Seram), assuli (Ambon), onegai (Buru), ukap
(Irian).
b; Senyawa Identitas, senyawa tertentu yang menjadi petunjuk spesifik dengan
metode tertentu.

Kandungan kimia : Etil sinamat, Etil p-metoksisinamat, pmetoksistiren, karen, borneol, dan parafin
Metode : Maserasi

2; Organoleptik

Penggunaan pancaindera mendeskripsikan bentuk, warna, bau dan rasa:

a; Bentuk

: ekstrak kental

b; Warna

: cokelat kekuningan

c; Bau

: aromatik

d; Rasa

: pahit, manis, kelat, dll.

3; Senyawa Terlarut dalam Pelarut Tertentu


Prinsip: Melarutkan ekstrak dengan pelarut (alkohol atau air) untuk ditentukan
jumlah solut yang identik dengan jumlah senyawa kandungan secara gravimetri.
Dalam hal tertentu dapat diukur senyawa terlarut dalam pelarut lain misalnya
heksana, diklorometan atau metanol.
Proscdur:

a; Kadar senyawa larut air


Maserasi sejumlah 5,0 gram ekstrak selama 24 jam dengan 100 ml air
kloroform LP menggunakan labu bersumbat sambil berkali-kali dikocok selama
6 jam pertama dan kemudian dibiarkan selama 18 jam.Saring, uapkan 20 ml
filtrat hingga kering dalam cawan dangkal berdasar rata yang telah ditara,
panaskan residu pada suhu 105Chingga bobot tetap. Hitung kadar dalam
persen, dihitung terhadap ekstrak awal. Percobaan dilakukan 3 kali.
Catatan :
Air-kloroform LP adalah air suling 997,5 ml dicampur dg 2,5 ml kloroform.

b; Kadar senyawa larut etanol


Maserasi sejumlah 5,0 gram ekstrak selama 24 jam dengan 100 ml
etanol (95%) menggunakan labu bersumbat sambil berkali-kali dikocok
selama 6 jam pertama dan kemudian dibiarkan selama 18 jam.Saring cepat
dengan menghindarkan penguapan etanol, uapkan 20 ml filtrat hingga
kering dalam cawan dangkal berdasar rata yang telah ditara, panaskan
residu pada suhu 105Chingga bobot tetap. Hitung kadar dalam persen,
dihitung terhadap ekstrak awal. Percobaan dilakukan 3 kali.

B. Parmeter Non-Spesifik
1;

Susut Pengeringan

Prinsip: Pengukuruan sisa zat setelah pengeringan pada temperatur 105C


selama 30 menit atau sampai berat konstan yang dianyatakan dalam porsen.
Prosedur: Tara botol timbang + tutup. Kemudian panasakan botol timbang +
tutup pada suhu 105C selama 30 menit. Timbang ekstrak 1 -2 g dalam botol
timbang dan ratakan. Dinginkan ekstrak dan botol timbang dalam eksikator hingga
suhu kamar. Dimasukkan dalam ruang pengering, dan keringkan pada suhu 105C
dengan tutup terbuka hingga bobot tetap.

3; Kadar Air
Prinsip: Pengukuran kandungan air yang berada didalam bahan, dilakukan
dengan cara titrasi, destilasi atau gravimetri.
Prosedur: Tabung penerima dan pendingin dibersihkan dengan asam pencuci,
dibilas dengan air, dikeringkan dalam lemari pengering. Sejumlah ekstrak herba
sambiloto dimasukkan ke dalam labu kering yang telah ditimbang seksama. Ke
dalam labu dimasukkan 200 ml Toluen P, alat dihubungkan. Toluen dituang ke dalam
tabung penerima melalui alat pendingin. Labu dipanaskan selama 15 menit. Setelah
toluen mulai mendidih, disuling dengan kecepatan penyulingan hingga 4 tetes tiap
detik. Setelah semua air tersuling, bagian dalam pendingin dicuci dengan toluen,
sambil dibersihkan dengan sikat tabung yang disambungkan pada sebuah kawat
tembaga dan telah dibasahi dengan toluen. penyulingan dilanjutkan selama 5 menit.
Tabung penerima dibiarkan hingga suhunya mencapai suhu kamar. Setelah air dan
toluene memisah sempurna, volume air dibaca. Dihitung kadar air dalam %.
Catatan :
Toluena P adalah toluena yg sudah dijenuhkan dengan air suling. Sebanyak 200
ml toluena ditambah 5 ml air suling, kemudian dikocok beberapa saat, lalu lapisan air
dipisahkan.

4; Kadar Abu
Prinsip: Bahan dipanaskan pada temperatur dimana senyawa organik dan
turunannya terdestruksi dan menguap. Sehingga tinggal unsur mineral dan anorganik.
Prosedur:
a. Penetapan kadar abu total
Lebih kurang 2 - 3 gram ekstrak yang telah digerus dan ditimbang seksama,
dimasukkan ke dalam kms yang telali dipijarkan dan ditara, kemudian diratakan.
Dipijar perlahan-lahan hingga arang habis, didinginkan dan ditimbang. Jika cara ini
arang tidak dapat dihilangkan, ditambahkan air panas, disaring melalui kertas saring
bebas abu. Sisa kertas saring dipijarkan dalam krus yang sama. Filtrat dimasukkan ke
dalam krus, diuapkan, dipijar hingga bobot tetap, kemudian ditimbang. Dihitung
kadar terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara.

b. Penetapan Kadar Abu tidak larut asam


Abu yang diperoleh pada penetapan kadar abu, dididihkan dengan 25 ml asam
sulfat encer selama 5 menit, bagian yang tidak larut dalam asam dikumpulkan,
disaring melalui krus kaca masir atau kertas saring bebas abu, dicuci dengan air
panas, dipijarkan hingga bobot tetap, ditimbang. Dihitung kadar abu yang tidak
larut asam terhadap bahan yang telah dikeringkan diudara.

III;

ALAT DAN BAHAN :

Alat

Labu

Cawan

Botol timbang

Eksikator

Piknometer

Krus

Kertas abu

Bahan

Air

Kloroform

Ekstrak kencur

Etanol

Asam sulfat encer