Anda di halaman 1dari 25

Ruslan La Ane, SKM.

, MPH

Rumah/
Lingkungan

Ilmu yg mpelajari hub


timbal balik makhluk
hidup dgn
lingkungannya
Ilmu

Manusia (penduduk)
Daya dukung alam (lingkungan)
Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
Organisasi

Tatanan kehidupan yg
menggambarkan hubungan atau
saling ketergantungan antar berbagai
benda hidup (biotik) dan benda yg
tidak hidup (abiotik) di permukaan
bumi (termasuk atmosfer)
Sifat: stabil dan unstable jika terjadi
kebakaran, pembangunan, badai,
alamiah dan non-alamiah alam
(nature) berupaya menstabilkan
tatanan tsb.
Ekosistem memilik batasan --- keaneka ragaman hayati, ditentukan

Komponen Liingkungan

Bahan kimia toksik dan non-toksik dan


bahan radiasi (kekuatan fisik-heat,
debu, kebisingan, dll) adalah bahan
non-living /Abiotik.
Bahan/zat seperti udara, air,

Lingkungan ABIOTIK

Mikroorganisme (virus, bakteri,


parasit) adalah kehidupan
kehidupan binatang spt nyamuk, sapi,
kelelawar, burung, termasuk manusia
Dalam tatanan kehidupan, bbrp
mikroorganisme hanya mungkin
melanggengkan keturunannya bila
dlm tubuh manusia, mengambil materi
genetik dari dalam tubuh manusia.
Misalnya; parasit malaria, bakteri
Hemophilus Influenza, virus Polio, virus
cacar dll.

LINGKUNGAN BIOTIK

LINGKUNGAN SOSIAL

PLUS MANUSIA SEBAGAI LINGKUP KAJIAN

Konsep ekologi kes: segala sesuatu


interak-si antara lingkungan alam dan
kondisi kesehatan masyarakat
Faktor alam: sinar matahari, kondisi
atmosfer, air & tanah pengaruhi
lingk. masyarakat
Lingkungan td: lingk buatan dan lingk
alami (dipengaruhi kondisi alam/iklim)

Jumlah penduduk semakin banyak,


sema- kin banyak kekayaan alam
digunakan untuk mencukupi
kebutuhannya
Pengolahan kekayaan alam tergantung
da ya dukung alam (lingkungan)
Pemanfaatan & pengolahan kekayaan
alam memerlukan IPTEK
Peranan IPTEK berkembang baik, bila
pen duduk punya sistem organisasi
baik

Disebabkan oleh 2 faktor:


Faktor internal (sulit dicegah): letusan
gn berapi, gempa bumi, kebakaran
hutan, banjir besar dan gelombang
tsunami; terja di singkat, akibatnya
cukup lama
Faktor eksternal (industri limbah,
bhn bakar fosil): pencemaran udara,
air, tanah (sampah), penambangan
mineral

UU RI No 23/1997, ekosistem: tatanan


un- sur lingk hidup mrp kesatuan utuh
menye-luruh & saling pengaruhi dlm
mbtk keseim- bangan, stabilitas &
produktivitas ling hdp
Komponen ekosistem: kehidupan
organisme, bumi/ tanah, air, atmosfer

Kemerosotan ekosistem: sekitar DAS


Cili- wung atau Kali Brantas ~
penurunan debit air, tercemar, kotor;
pemukiman illegal: buang sampah,
keruk pasir/kerikil, tebang pohon,
rumah liar di bantaran sungai
Sumber krisis ekosistem:
Penduduk
Industrialisasi
Produksi bhn pangan - Pencemaran
lingk

Lingkungan: segala sesuatu sekitar


manusia
1) Lingkungan Fisik: Tanah, Air dan
Udara
2) Lingkungan Biologi: Binatang,
Tumbuhan dan Mikroorganisme
3) Lingkungan Sosial: Sosial,
Ekonomi dll
= Semua kondisi/ kekuatan dari luar
yang pengaruhi kehidupan &

Sistem Penunjang Kehidupan ------------


Energi
Aktivitas Manusia
geofisika
Di rumah
Biologi
Tempat rekreasi
Sosial
Tempat kerja
Transportasi

Kandungan & Sampah


padat
gas
cair
energi

Bahaya Lingkungan

Fisik

Biologi

Psikologi

Tempat

Kimia

Sosial

Vibrasi
Radiasi
Abrasi
Kelembaban

Binatang
Serangga
Mikrobiologi
Tumbuhan

Ketegangan
Kecemasan
Tdk nyaman
Depresi

Gempa bumi
Banjir
Angin Taufan

Pencemaran
Bhn allergen
Bhn irritan

Tempat kumuh
Terisolasi

Penyakit timbul karena adanya


interaksi manusia dengan lingkungan

1.Agent:
-jumlahnya bila hidup,konsentrasinya bila tak hidup
-Infektiviti/patoganitas/virulensi bila hidup dan
toxisitas atau reaktivitas bila tidak hidup
2.Host :
-derajat kepekaan
-imunitas terhadap agent hidup, toleransi terhadap
agent mati
-status gizi,pengetahuan,pendidikan,perilaku
3. Environment:
kualitas dan kuantitas berbagai kompartemen
lingkungan yang berupa udara, tanah, air,
makanan, perilaku dan higiene perorangan,kualitas
dan kuantitas serangga vektor/penyebar penyakit.

Keadaan sehat
tercapai bila terjadi
keseimbangan
interaksi antara tiga
elemen Agent-HostEnvironment

Pada kasus ini dikatakan


bahwa A memberatkan
keseimbangan batang
pengungkit miring ke
arah A.
Dalam kasus ini,
pemberatan A terhadap
keseimbangan diartikan
sbg agent/penyebab
penyakit mendapat
kemudahan
menimbulkan penyakit
pd Host,
Misalnya; terjadinya
mutasi pd virus
influenza sering
bermutasi pd periode

Kasus ini terjadi apabila


H atau penjamu
memberatkan
keseimbangan
batang pengungkit
miring ke arah H.
Host mjd lebih peka
terhadap suatu
penyakit,
Cth; Apabila proporsi
jumlah balita
bertambah besar, maka
sebagianbesar populasi
menjadi lebih peka
terhadap penyakit anak.

Keadaan ini berbeda dg


Kondisi-1, dalam hal
penyebab ketidakseimbangan
disebabkan bergesernya
titik tumpu (E),
Kualitas Lingkungan
berubah sedemikian
rupa sehingga A mjd
lebih berat A lebih
mudah memasuki tubuh
H dan menimbulkan
penyakit.
Cth: pd saat tjd Banjir,
menyebabkan air kotor
yg mengandung kuman

Pd kondisi ini ketidakseimbangan tjd karena


pergeseran kualitas
lingkungan yang
menyebabkan Host menjadi
lebih peka terhadap Agent
(H mjd lebih berat),
Cth; terjadinya pencemaran
udara SO2 yg menyebabkan
saluran udara paru-paru
menyempit kekurangan
oksygen dan mjd lemah
kelainan paru-paru yg telah
ada mjd lebih parah
kelainan Jantung lbh parah
krn tjdi konstriksi pembuluh

Kondisi
-1

Kondisi
-2

H
Kondisi
-3

Kondisi
-4