Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN KASUS

Seorang anak laki-laki, 10 tahun, dibawa ke RS Budi Asih karena bengkak


seluruh tubuh sejak 3 minggu sebelum masuk rumah sakit. Disertai dengan
sembab pada kelopak mata setiap habis bangun tidur pagi. Jumlah kencing
sedikit.
Pemeriksaan fisik
Nadi: 110x/menit, suhu: 36,4, respirasi: 30x/menit, tekanan darah: 120/80
mmHg, BB: 35 kg. Mata: edem palpebra (+/+), jantung dan paru normal,
abdomen: buncit (+), kedua tungkai: edema (+/+), region scrotalis: edem
scrotum (+/+)
Pemeriksaan penunjang
Darah Perifer :
Leukosit: 7000/l, eritrosit: 4,5juta/ l, hb: 13,2 g/ l, trombosit: 200.000
Urin lengkap :
Warna: kuning, kejernihan: keruh, glukosa (-), keton (-), bilirubin (-), Bj : 1025, ph:
6,5, Nitrit (-), protein (+3)
Fungsi ginjal :
Ureum: 42 mg/dl, kreatinin: 1,4 mg/dl
Fungsi hati:
Albumin: 1,2 g/dl, globulin: 2,7 g/dl
Lemak:
Kolesterol total: 653 mg/dl

PEMBAHASAN
Pasien berusia 10 tahun mengalami oedem anasarca dan jumlah urin yang
sedikit,
Pada hasil pemeriksaan darah normal, namun pada pemeriksaan urin
didapatkan warna urin yang keruh dan protein (+3) yang menandakan bahwa
pasien mengalami proteinuria masif. Pada hasil pemeriksaan fungsi ginjal terjadi
peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam serum yang menandakan adanya
kerusakan ginjal. Pada hasil pemeriksaan fungsi hati terjadi hipoalbuminemia.
Pada pemeriksaan kadar lemak terjadi hiperkolesteronemia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dapat diduga telah terjadi ekstravasasi


cairan ke ekstravaskuler, hal ini bisa disebabkan karena kekurangan albumin
sebagai pengatur tekanan osmotik darah, kekurangan albumin ini dapat
disebabkan oleh karena kerusakan organ ginjal, hepar, jantung, dan
kwashiorkhor.
Kadar ureum kreatinin serum yang meningkat, protein dalam urin, dan
jumlah urin yang sedikit dapat menandakan ekstravasasi cairan dalam tubuh
diakibatkan oleh karena kerusakan ginjal yang menyebabkan defisiensi albumin
dalam tubuh.