Anda di halaman 1dari 20

Pengaruh Lama Tidur terhadap Indeks

Masa Tubuh pada Mahasiswa Fakultas


Kedokteran Universitas Muhammadiyah

Nama: Nublah Permata Lestari

NIM: 2012730145

Latar Belakang

Dalam beberapa dekade, terutama 10


tahun terakhir, prevalensi obesitas terus
meningkat
diseluruh
dunia.
Obesitas
dipengaruhi oleh Faktor genetik dan gaya
hidup. Contoh dari Gaya hidup seperti
kebiasaan mengkonsumsi fast food, makanan
berkolesterol, dan jarang olahraga. Namun
beberapa penilitian menemukan bahwa pola
tidur
juga
memiliki
kontribusi
pada
meningkatnya prevalensi obesitas terutama
tidur yang kurang. Hal ini didasarkan pada
temuan Gradisar et al. (2011) bahwa selain
terdapat peningkatan prevalensi obesiras di
seluruh dunia, ditemukan pula laporan-

Rumusan Masalah
Apakah lama tidur berpengaruh terhadap indeks
massa tubuh mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Jakarta ?

Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh lama tidur terhadap
indeks massa tubuh pada mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Kerangka Teori
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Definisi Indeks Massa Tubuh?


Definisi Tidur?
Hubungan pola tidur dengan Indeks
massa tubuh?
Skema
Hipotesis
Rancangan Penelitian

Definisi Indeks Massa Tubuh


Indeks Massa Tubuh atau Indeks Quetelet, yaitu
berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan
(m2).

Definisi Tidur
Suatu proses aktif yang memiliki variasi siklus
normal dalam kesadaran mengenai keadaan
sekitar (Sherwood, 2001)

Pengaruh Lama Tidur Terhadap Indeks


Massa Tubuh
Beberapa penelitian menunjukkan adanya
pengaruh yang signifikan antara tidur yang
kurang terhadap indeks massa tubuh yang
berlebih pada remaja. Tidur yang kurang diduga
akan
menyebabkan
gangguan
regulasi
hormonal terutama pengeluaran hormon leptin
dan ghrelin yang berdampak pada pengaturan
nafsu makan dan jumlah asupan makan.

Skema Kerangka Teori

Hipotesis
Ada pengaruh jumlah jam tidur terhadap indeks
massa tubuh mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Operasionalisasi Hipotesis
1. Variabel Bebas: Jumlah Jam Tidur
Definisi Operasional
Jumlah jam tidur adalah total waktu tidur
responden pada malam hari. Responden
diberi catatan untuk mencatat jam berapa
bangun dan tidur setiap harinya dalam 1
minggu lalu dijumlahkan kemudian dibagi
tujuh untuk diambil rata-rata jam tidur per
minggu.
Skala Pengukuran
Ratio

Operasionalisasi Hipotesis
2. Variabel Tergantung: Indeks Massa Tubuh
Definisi Operasional
Responden diukur berat badan dan tinggi
badan dengan menggunakan alat ukur
terlebih dahulu lalu dimasukkan ke dalam
rumus
Skala Pengukuran
Ratio

Operasionalisasi Hipotesis
3. Variabel Luar: Genetik
Definisi Operasional
Berdasarkan ada tidaknya riwayat keluarga
yang memiliki indeks massa tubuh berlebih.
Kuesioner dengan teknik wawancara.
Skala Pengukuran
Nominal

Operasionalisasi Hipotesis
4. Variabel Luar: Gaya Hidup
Definisi Operasional
Ada atau tidaknya kebiasaan mengkonsumsi
fast food, makanan berkolesterol tinggi dan
jarang olahraga. Kuesioner dengan teknik
wawancara.
Skala Pengukuran
Nominal

Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan adalah
penelitian analitik observasional dengan case
control.

Rancangan Penelitian
Subjek Penelitian
Tempat: di Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Jakarta
Waktu: Oktober November 2014
Populasi: mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Sampel: mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Jakarta 2012 dan
2013 .

Rancangan Penelitian
SKEMA
Jumlah
Jam
Tidur
(+)

retrospek
tif

Jumlah
Jam
Tidur (-)

Matchin
g:
Genetik
Gaya
Hidup

Jumlah
Jam
Tidur
(+)
Jumlah
Jam
Tidur
(-)

IMT
(+)

retrospek
tif

IMT
(-)

Popula
si

Samp
el

Rancangan Penelitian
Tabel Kerja
IMT (+)
Jumlah Jam Tidur (+)
Jumlah Jam Tidur (-)

IMT (-)

Rancangan Penelitian
Uji Statistik:
Rencana uji statistik dengan menggunakan TTest