Anda di halaman 1dari 8

MENGGULUNG MOTOR

I-1

`BAB I
MOTOR LISTRIK
1.1 Pendahuluan
sebelum membahas motor listrik kita harus mengingat kembali beberapa
percobaan yang berhubungan dengan adanya induksi medan magnet yang erat
hubungannya dengan konversi energi yang terjadi pada motor listrik. Percobaanpercobaan tersebut diantaranya:
a. Hasil percobaan Oersted
Jarum kompas akan menyimpang apabila berada di dekat kawat yang berarus.
Jarum kompas akan menyimpang bila di sekitar terdapat medan magnet.
b. Percobaan Maxwell
Bila arah arus menjauhi kita (maju), maka medan magnet yang terbentuk di
sekitar kawat arahnya searah dengan putaran jarum jam.
Bila arah arus mendekati kita (menuju kita) maka medan magnet yang terbentuk
di sekitar kawat arahnya berlawanan dengan putaran jarum jam.
+

Gambar 1.1 : Prinsip percobaan Maxwel

1.2

Prinsip Kerja Motor


Dari hasil percoban yang dilakukan oleh Oersted dan Maxwel tersebut diatas,

kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa, Interaksi antara arus dengan medan
magnet maka akan menimbulkan gaya.
1

MENGGULUNG MOTOR
I-2

Arus
Gaya
U
Garis
gaya

Gambar 1.2 : Prinsip kerja motor listrik

1.3. Jenis Jenis Motor Listrik AC (Motor Induksi)


1.3.1 Motor-motor Satu Fasa
Motor listrik berkapasitas kecil atau lebih dikenal Fractional horse power motor,
banyak dikembangkan dari pada tipe yang lain dan motor ini bekerja pada arus bolakbalik satu fasa.
Beberapa tipe dari motor satu fasa / Fractional horse power motor antara lain:
1.3.1.1

Motor Fasa Belah (Split Phase Motor)

Biasanya motor ini mempunyai 3 kumparan yang mana satu kumparan terletak
pada rotor (belitan rotor sangkar) dan dua kumparan lagi terletak pada stator.
a. Belitan rotor sangkar
Rotor sangkar terdiri dari jumlah batang-batang tembaga yang dimasukkan
dalam alur rotor pada ujung-ujungnya dihubungkan oleh cincin tembaga sehingga
terdapat sirkuit tertutup.
b. Belitan stator
Kumparan stator terdiri dari kumparan utama (main winding) dan kumparan
start (starting winding) atau disebut juga kumparan bantu.

MENGGULUNG MOTOR
I-3

Sentrifugal switch
Belitan utama

Tahanan

Belitan
bantu

Gambar 1.3: Kontruksi motor fasa belah


Fungsi :

Motor fasa belah banyak digunakan dalam ukuran 1/30 s/d HP sesuai dengan
permintaan seperti kipas angin, mesin cuci, dsb. Adapun bagian terpenting dari
motor ini adalah rotor, stater, rumah stator dan saklar sentrifugal.

Fungsi dari pada saklar sentrifugal adalah untuk mencegah rotor dari arus
berlebihan dari jala-jala dan juga untuk melindungi kumparan start dari kerusakan
akibat panas, saklar sentrifugal bekerja setelah mencapai 75 s/d 80% dari
kecepatan penuhnya.

1.3.1.2

Motor Kapasitor

Konstruksi motor kapasitor sama dengan motor fasa belah hanya ada
penambahan satu unit yaitu kapasitor. Fungsi kapasitor untuk mempertinggi kopel start
dan mengurangi arus start dari motor.

MENGGULUNG MOTOR
I-4

Menurut hubungan kapasitornya motor ini dibedakan :


a. Motor kapasitor start (Capasitor start motor)
Kapasitor

Belitan utama

Sentrifugal Switch

Belitan bantu
Gambar 1.4: Kontruksi motor kapasitor start
b. Motor kapasitor tetap (Permanent capasitor motor)
Type motor ini mempunyai beberapa

type dan perbedaannya antara stu

dengan yang lainnya terletak pada jumlah kapasitor dan pengaturan cara kerja
kapasitornya. Kekurangan dari motor ini adalah kopelnya yang rendah. Motor dengan
type ini dapat diatur kecepatannya dengan menggunakan sebuah regulator atau
dengan sebuah tapped winding.
Untuk kopel yang tinggi biasanya dilengkapi dengan satu kapasitor tetap dan satu
kapasitor start atau dengan sebuah auto transformator yang dihubungkan untuk
menaikkan tegangan pada kapasitor selama periode start.

MENGGULUNG MOTOR
I-5

Kapasitor

Kapasitor
Belitan
utama

Belitan
utama

Belitan bantu

Belitan bantu

(a)

(b)
Kapasitor
Ototransformator

Belitan
utama

Belitan bantu
(c)
Gambar 1.5: Beberapa type motor kapasitor tetap

Tes kapasitas
Biasanya

untuk

mengetes

kapasitas

suatu

kapasitor

dengan

menggunakan

amperemeter dan voltmeter AC.


C = 3185 x Ampere . micro farad
Volt
5

MENGGULUNG MOTOR
I-6

Fuse
A
Sumber

C
V

AC

Gambar 1.6: rangkaian pengujian kapasitas kapasitor


Catatan :
Rumus diatas digunakan untuk frekuensi 50 Hz, bila kapasitasnya berkurang 20%
kapasitor harus diganti.
1.3.1.3

Motor Repulsi

Motor repulsi mempunyai sebuah belitan stator yang diatas untuk dihubungkan
ke sumber tegangan dan sebuah belitan rotor yang dihubungkan ke sebuah komutator,
secara prinsip motor ini mempunyai stator sama dengan motor fasa tunggal, tetapi
mempunyai rotor seperti rotor motor DC dengan sikat-sikat yang berlawanan dan
dihubungkan singkat dengan sebuah penghubung.
Sikat dihubung singkat

Armature

Gambar 1.7: Kontruksi motor repulsi


6

MENGGULUNG MOTOR
I-7

1.3.1.4

Motor Universal

Motor universal dapat bekerja baik untuk tegangan AC maupun DC dengan


catatan tegangannya hampir sama dengan frekuensi tidak lebih dari 60 Hz motor ini
biasanya dibuat dalam ukuran practional horse power. Motor universal dapat diatur
putarannya dengan memasang sebuah tahanan yang terpasang seri dengan motor.
(contoh pemakaian pada mesin jahit) tahanan dapat diatur untuk mengatur putaran /
kecepatan motor.

Gambar 1.8: belitan terhubung seri pada motor universal

Gambar 1.9:
Hubungan belitan terhubung jangkar motor universal terletak diantara dua kumparan
medan

MENGGULUNG MOTOR
I-8

1.3.1.5

Motor dengan Kutub Bayangan (Shaded Pole Motor)

Motor dengan kutub bayangan ini adalah motor induksi satu fasa yang
mempunyai kopel start rendah, oleh karenanya motor ini sering digunakan pda
peralatan seperti kipas angin, pengering rambut, blower dan biasanya motor ini tidak
dapat dibalik arah putarannya.
Motor dengan kutub bayangan ini mempunyai kutub-kutub utama dan setengah
dari setiap kutubnya dikelilingi oleh sebuah lilitan bantu yang dihubung singkat.

Gambar 1.10: kontruksi motor shaded pole


1.3.2 Motor Arus Putar
Motor listrik arus putar dalam pekerjaan sehari-hari banyak dijumpai misalnya :
pompa air, motor-motor penggerak mesin-mesin mekanis dan sebagainya.
Motor listrik arus putar masih dapat dibagi menjadi 2 macam.
1. Motor listrik arus putar rotor sangkar
2. Motor listrik arus putar rotor lilit
Dari kedua macam motor arus putar tersebut di atas yang banyak dipergunakan
adalah motor listrik arus putar rotor sangkar. Motor tersebut banyak dipergunakan di
bengkel-bengkel atau industri yang tidak mempunyai ketelitian khusus dan bentuk
fisiknya yang sederhana dibandingkan motor lainnya.