Anda di halaman 1dari 16

I.

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN dan TEKNOLOGI


INFORMASI

Pengertian Sistem Informasi Manajemen :

Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil


keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan
untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen. Sistem informasi
manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri
dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya.

Pengertian Teknologi Informasi :

Teknologi Informasi adalah teknologi apa saja yang dapat membantu manusia dalam
membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi.
contohnya seperti, PC, telepon, TV, peralatan rumah tangga dan piranti genggam modern
(ponsel).
II.
TUJUAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN dan TEKNOLOGI
INFORMASI

Tujuan Sistem Informasi Manajemen :

1. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa,


produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
2. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian,
pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Tujuan Teknologi Informasi :

1. Memecahkan masalah
2. Membuka kreativitas, efektivitas, efisiensi
3. Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan
Teknologi Informasi
4. Mengembangkan kompetensi
III.

PERKEMBAGAN SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI


Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) :

Sebelum pertengahan abad ke-20, pada masa itu masihdigunakan kartu punch, pemakaian
komputer terbatas pada aplikasi akuntansi yang kemudian dikenal sebagai sistem informasi
akuntansi. Pada tahun 1964, komputer generasi baru memperkenalkan prosesor baru yang
menggunakan silicon chip circuitrydengan kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Untuk
mempromosikan generasikomputer tersebut, para produsen memperkenalkan konsep sistem

informasi manajemen dengan tujuan utama yaitu aplikasi komputer adalah untuk
menghasilkan informasi bagi manajemen. Konsep SIM ini dengan sangat cepat diterima oleh
beberapa perusahaan dan institusi pemerintah dengan skala besar seperti Departemen
Keuangan.
Sementara konsep SIM terus berkembang, Morton, Gorry, dan Keendari Massachussets
Institute of Technology (MIT) mengenalkan konsepbaru yang diberi nama Sistem Pendukung
Keputusan (Decision Support Systems - DSS). DSS adalah sistem yang menghasilkan
informasi yang ditujukan pada masalah tertentu yang harus dipecahkan atau keputusan yang
harus dibuat oleh manajer.

Perkembangan Teknologi Informasi

Pada awalnya Teknologi Informasi yang dikembangkan manusia pada masa ini berfungsi
sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang mereka kenal, mereka menggambarkan
informasi yang mereka dapatkan pada dinding-dinding gua, tentang berburu dan binatang
buruannya.

Masa 3000 SM Untuk pertama kali tulisan digunakan oleh bangsa Sumeria dengan
simbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf. Simbol atau huruf-huruf ini
juga mempunyai bentuk bunyi yang berbeda (penyebutan), sehingga mampu menjadi
kata , kalimat dan bahasa.
Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M)

1. 2900 SM Pengunaan huruf hierogliph pada bangsa Mesir kuno.


2.

500 SM Serat papyrus digunakan sebagai kertas.

3. 105 M Bangsa Cina menemukan kertas.

ALIRAN DATA
INFO MANAJEMEN
Produksi

Dir.produksi

Pemasaran
SDM
Teknik

ELEKTRONIC DATA PROCESSING


S.I. Produksi

Dir.Pemasaran

Dir.SDM
Dir.Teknik

S.I. Pemasaran

S.I. SDM
S.I. Teknik

Keuangan

Dir. Keuangan

S.I. Keuangan

Akuntansi

Dir. Akuntansi

S.I. Akuntansi

DATA INPUT
OUTPUT

INFO RUTIN

JaringanKomputer

GajiPegawai

Lan / Internet

Rek. Listrik

Telepon

Rek. Air

Faximile

Rek. Telepon

Web

Rek. intenet
Pajak

P.T. Sampoerna tbk

DATA

Papir kertas

A Mild

Tembakau

Dji Sam Soe 234

Busa filter

PRODUKSI INDUSTRI

Sampoerna kretek

Bungkus rokok

Sampoerna hijau

Mesin produksi

U Mild

Bahan Produksi

Avolution

Pekerja / Operator ( skill )

A Flava

Sarana Dan Prasarana

MASA MODERN (1400-AN M S/D SEKARANG)

Mesin cetak yang menggunakan plat huruf terbuat dari besi yang dapat diganti-ganti
dalam bingkai yang terbuat dari kayu dikembangkan untuk yang pertama kalinya oleh Johann
Guntenberg. Lama-kelamaan perkembangan teknologi semakin berkembang seiring dengan
kemajuan zaman, sehingga Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN
dalam menanggulangi biaya operasionalnya memungut bayaran dari para anggotanya. Pada
tahun 1992 pembentukan komunitas internet, kemudian diperkenalkan istilah World Wide
Web (WWW) oleh CERN.Pada tahun 1993, NSF membentuk interNIC untuk menyediakan
jasa pelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (oleh
AT&T), jasa registrasi (oleh Network Solution Inc),dan jasa informasi (oleh General
Atomics/CERFnet).Pada tahun 1994 pertumbuhan internet melaju dengan sangat cepat dan

mulai merambah ke dalam segala segi kehidupan manusia dan menjadi bagian yang tidak
dapat dipisahkan dari manusia.Tahun 1995, perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi
provider dengan membeli jaringan di Backbone.Langkah ini memulai pengembangan
teknologi informasi khususnya internet dan penelitian-penelitian untuk mengembangkan
sistem dan alat yang lebih canggih.

IV.
HUBUNGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN dan TEKNOLOGI
INFORMASI
Sistem informasi manajemen dengan teknologi informasi sangat berhubungan, karena
keduanya bergerak dibidang informasi (pengolahan) dan teknologi informasi merupakan
bagian dari sistem informasi. Karena sistem informasi dapat tersusun oleh beberapa teknologi
informasi. sehingga apabila teknologi informasi mengalami kerusakan maka mempengaruhi
Sistem informasi atau sistem informasi juga akan mengalami gangguan.

==========================================================
Penerapan Teknologi Informasi di PT. HM Sampoerna
PT. HM Sampoerna adalah salah satu dari perusahaan rokok terbesar di Indonesia
selain Gudang Garam dan Djarum. Dalam perkembangannya, operasional harian menjadi
sangat rumit. Salah satu departemen yang mengalaminya adalah departemen logistik yang
pekerjaan hariannya menyatukan data-data persediaan bahan baku, distribusi bahan baku,
data produksi. Data-data tersebut terkumpul pada akhir jam kerja, sehingga menyulitkan. Ini
dilakukan dengan manual, sehingga bisa dibayangkan sulitnya jika data-data tersebut terdiri
dari ribuan data dan memerlukan proses yang lama. Masalah tersebut mendorong PT. HM
Sampoerna untuk membangun Teknologi Informasi, yang dimulai pada tahun 1992.
PT. HM Sampoerna berharap sistem teknologi informasi ini dapat memberikan
manfaat bagi perusahaan tak hanya dalam jangka pendek, namun juga jangka panjang. PT.
HM Sampoerna memilih menggunakan ERP (enterprise resource planning) dari Oracle.
Setelah menggunakan ERP, PT. HM Sampoerna mendapatkan beberapa manfaat baik dalam
operasi harian maupun dalam keputusan investasi. Efisiensi dapat tercapai ketika sistem ERP
diterapkan. Manfaat lainnya antara lain:
1. Cepat merespon perubahan resep rokok.
Setelah ERP diterapkan, seluruh informasi data dapat dengan cepat dikoordinasikan
ke semua departemen.
2. Ketika seorang staff memerlukan komputer baru dan manajer sedang tidak ada di
kantor dan harus menunggu untuk meminta persetujuan, ini merupakan salah satu hal
yang tidak efisien. Setelah TI diterapkan, staf itu dapat langsung memberitahukan
lewat jaringan sehingga manajer langsung dapat memberi persetujuan.
Keberhasilan mengimplementasikan sistem TI tak lepas dari permasalahan. TI harus
direncanakan dengan hati-hati dan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk kesuksessan TI

dari perusahaan. Beberapa langkah dalam metode SDLC (system development life cycle)
untuk membeli paket software, antara lain:
1. Langkah pembelian dalam tahap definisi
Analisis kelayakan
Langkah ini menentukan apakah rencana sistem ini ekonomis dan
menguntungkan. PT. HM Sampoerna menilai apakah sistem yang dirancang
lebih menguntungkan membuat atau membeli dari vendor.
Mendefinisikan keperluan
Langkah ini sangat penting pada pendekatan SDLC. SDLC menyampaikan
spesifikasi secara detail apa yang harus dilakukan dari sistem pada waktu
tertentu input harus diterima, input harus dijual, proses harus dilakukan, dan
pelaksanaan harus meyakinkan. Mendefinisikan keperluan harus lengkap,
akurat,dan detail karena akan digunakan untuk mendesain program dan dapat
menentukan kualitas program. PT. HM Sampoerna memerlukan waktu
beberapa tahun dalam mengumpulkan dan mengukuhkan apa yang diperlukan
TI.
Menciptakan short list dari paket
Dalam membangun TI pada PT. HM Sampoerna, konsultan membantu
perusahaan dalam beberapa bagian project. Perusahaan juga menggunakan
internet, yellow pages, dan brosur.
Menerapkan kriteria untuk seleksi
Dalam tahap ini, baik tim bisnis dan tim TI harus dapat bekerja bersama untuk
menentukan kriteria yang relevan untuk paket dan vendor yang terbaik untuk
perusahaan.
Memilih paket
PT. HM Sampoerna memilih paker Oracle.
2. Tahap kontruksi
3. Tahap Implementasi
Keputusan perusahaan untuk menggunakan phasing strategy sangat tepat karena
karakteristik dari PT. HM Sampoerna sebagai perusahaan yang sangat besar dengan
sistem yang sangat luas dan kompleks. Karena strategi ini menggunakan waktu yang
lama.
Langkah dari tahap ini adalah:
Pemasangan

Tahap pemasangan pada SDLC memerlukan rencana pemasangan, data


cleanup, dan perubahan. Faktor kunci kesuksesan dari pemasangan paket
sistem adalah kualitas dari vendor selama tahap ini berlangsung.
Pelaksanaan
PT. HM Sampoerna mempunyai kemudahan untuk memperoleh dukungan dari
vendor ketika timbul masalah.
Pemeliharaan
PT. HM Sampoerna juga memikirkan faktor ini meskipun pemeliharaan
merupakan tugas dari vendor sebelum paket diganti. Untuk mempersiapkan
diri menghadapi hal yang terburuk, PT. HM Sampoerna menyusun rencana
kuat yang terpisah untuk devisi TI dengan memberikan kesempatan lebih
untuk para karyawan memperdalam pengetahuan tentang sistem dan keahlian
TI yang lain, sehingga ini akan mengurangi ketergantungan perusahaan
terhadap vendor.
Meskipun penerapan TI ini sudah direncanakan untuk jangka panjang, sebaiknya PT. HM
Sampoerna selalu melakukan perubahan-perubahan kecil untuk membantu meraih
keberhasilan dari pelaksanaan paket software baru ini. Setelah divisi TI terpisah dari
perusahaan, bagian terpenting dari perusahaan yang baru ini harus tetap memperhatikan
aktivitas pemeliharaan dari sistem TI PT. HM Sampoerna tanpa menutup kesempatan untuk
melayani perusahaan lain. Untuk pelayanan yang disediakan PT. HM Sampoerna, dapat
memberi harga apa yang disebut metode transfer prising sehingga perusahaan baru tersebut
dapat mengatur keuangannya sendiri.
================================================
==================================

Penerapan SDLC pada PT. HM Sampoerna Penerapan Teknologi


Informasi di PT. HM Sampoerna PT. HM Sampoerna adalah salah satu dari perusahaan rokok
terbesar di Indonesia selain Gudang Garam dan Djarum. Dalam perkembangannya,
operasional harian menjadi sangat rumit. Salah satu departemen yang mengalaminya adalah
departemen logistik yang pekerjaan hariannya menyatukan data-data persediaan bahan baku,
distribusi bahan baku, data produksi. Data-data tersebut terkumpul pada akhir jam kerja,
sehingga menyulitkan. Ini dilakukan dengan manual, sehingga bisa dibayangkan sulitnya jika
data-data tersebut terdiri dari ribuan data dan memerlukan proses yang lama. Masalah
tersebut mendorong PT. HM Sampoerna untuk membangun Teknologi Informasi, yang
dimulai pada tahun 1992. PT. HM Sampoerna berharap sistem teknologi informasi ini dapat
memberikan manfaat bagi perusahaan tak hanya dalam jangka pendek, namun juga jangka
panjang. PT. HM Sampoerna memilih menggunakan ERP (enterprise resource planning) dari
Oracle. Setelah menggunakan ERP, PT. HM Sampoerna mendapatkan beberapa manfaat baik
dalam operasi harian maupun dalam keputusan investasi. Efisiensi dapat tercapai ketika
sistem ERP diterapkan. Manfaat lainnya antara lain:
1. Cepat merespon perubahan resep rokok. Setelah ERP diterapkan, seluruh informasi
data dapat dengan cepat dikoordinasikan ke semu departemen.

2. Ketika seorang staff memerlukan komputer baru dan manajer sedang tidak ada di
kantor dan harus menunggu untuk meminta persetujuan, ini merupakan salah satu hal
yang tidak efisien. Setelah TI diterapkan, staf itu dapat langsung memberitahukan
lewat jaringan sehingga manajer langsung dapat memberi persetujuan. Keberhasilan
mengimplementasikan sistem TI tak lepas dari permasalahan. TI harus direncanakan
dengan hati-hati dan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk kesuksessan TI dari
perusahaan. Beberapa langkah dalam metode SDLC (system development life cycle)
untuk membeli paket software, antara lain:
1. Langkah pembelian dalam tahap definisi
* Analisis kelayakan Langkah ini menentukan apakah rencana sistem ini ekonomis dan
menguntungkan. PT. HM Sampoerna menilai apakah sistem yang dirancang lebih
menguntungkan membuat atau membeli dari vendor. Mendefinisikan keperluan Langkah ini
sangat penting pada pendekatan SDLC. SDLC menyampaikan spesifikasi secara detail apa
yang harus dilakukan dari sistem pada waktu tertentu input harus diterima, input harus dijual,
proses harus dilakukan, dan pelaksanaan harus meyakinkan. Mendefinisikan keperluan harus
lengkap, akurat,dan detail karena akan digunakan untuk mendesain program dan dapat
menentukan kualitas program. PT. HM Sampoerna memerlukan waktu beberapa tahun dalam
mengumpulkan dan mengukuhkan apa yang diperlukan TI. Menciptakan short list dari paket
Dalam membangun TI pada PT. HM Sampoerna, konsultan membantu perusahaan dalam
beberapa bagian project. Perusahaan juga menggunakan internet, yellow pages, dan brosur.
Menerapkan kriteria untuk seleksi Dalam tahap ini, baik tim bisnis dan tim TI harus dapat
bekerja bersama untuk menentukan kriteria yang relevan untuk paket dan vendor yang terbaik
untuk perusahaan.
Memilih paket PT. HM Sampoerna memilih paker Oracle.
2. Tahap kontruksi
3. Tahap Implementasi
Keputusan perusahaan untuk menggunakan phasing strategy sangat tepat karena karakteristik
dari PT. HM Sampoerna sebagai perusahaan yang sangat besar dengan sistem yang sangat
luas dan kompleks. Karena strategi ini menggunakan waktu yang lama. Langkah dari tahap
ini adalah:
Pemasangan Tahap pemasangan pada SDLC memerlukan rencana pemasangan, data
cleanup, dan perubahan. Faktor kunci kesuksesan dari pemasangan paket sistem adalah
kualitas dari vendor selama tahap ini berlangsung. Pelaksanaan PT. HM Sampoerna
mempunyai kemudahan untuk memperoleh dukungan dari vendor ketika timbul masalah.
Pemeliharaan PT. HM Sampoerna juga memikirkan faktor ini meskipun pemeliharaan
merupakan tugas dari vendor sebelum paket diganti. Untuk mempersiapkan diri menghadapi
hal yang terburuk, PT. HM Sampoerna menyusun rencana kuat yang terpisah untuk devisi TI
dengan memberikan kesempatan lebih untuk karyawan memperdalam pengetahuan tentang
sistem dan keahlian TI yang lain, sehingga ini akan mengurangi ketergantungan perusahaan
terhadap vendor. Meskipun penerapan TI ini sudah direncanakan untuk jangka panjang,
sebaiknya PT. HM Sampoerna selalu melakukan perubahan- perubahan kecil untuk
membantu meraih keberhasilan dari pelaksanaan paket software baru ini. Setelah divisi TI
terpisah dari perusahaan, bagian terpenting dari perusahaan yang baru ini harus tetap

memperhatikan aktivitas pemeliharaan dari sistem TI PT. HM Sampoerna tanpa menutup


kesempatan untuk melayani perusahaan lain. Untuk pelayanan yang disediakan PT. HM
Sampoerna, dapat memberi harga apa yang disebut metode transfer prising sehingga
perusahaan baru tersebut dapat mengatur keuangannya sendiri.
==================================================================

Sistem Informasi
ERP system pada PT Sampoerna
ERP(enterprise resource planning) merupakan suatu bentuk teknologi dari e-business, dimana
adanya kerangka kerja transaksi antara pemrosesan data yang masuk, dan hasilnya. misalkan
dalam perusahaan Rokok, transaksi bisa terjadi antara lain pemrosesan pesanan, penjualan,
manajemen dan pengendalian persediaan, perencanaan produk dan distribusinya, serta
keuangan.
ERP dianggap penting karena bisa mendapatkan efisiensi, kelincahan, dan responsivitas yang
dibutuhkan.
kita mengambil contoh salah satu perusahaan rokok terbesar di indonesia, yaitu PT. HM
Sampoerna. dalam penerapannya, ada salah satu departemen atau bidang yang sebelumnya
operasional hariannya sangat rumit, yaitu departemen logistik yang pekerjaan hariannya
menyatukan data-data persediaan bahan baku, distribusi bahan baku, data produksi.
pengumpulan data- data tersebut sebelumnya masih secara manual dan pada akhir jam kerja.
ini mendorong PT. HM Sampoerna untuk membangun Teknologi Informasi pada tahun 1992.
Pengembangan TI pada Sampoerna salah satunya juga melakukan peralihan dari LAN
menuju WAN pada 1995. setelh itu bisnis korporat menjadi fokus utamnya. Manajemen dari
Sampoerna memutuskan untuk menggunakan aplikasi ERP dari Oracle (yang masih dipakai
hingga sekarang). Oracle mencakup hampir semua proses bisnis penting, mulai dari akuntansi
dan keuangan, manufaktur, hingga pengadaan barang dan manajemen barang jadi.
TI terlihat pula pada sistem rantai pasokan(supply chain managemet). pada Sampoerna
sendiri puluhan ribu petani tembakau menggunakan sistem berbasis Bar Code, sehingga
tidak perlu ada pencatatan lagi padatempat penampungan, karena sudah bisa langsung
dipindai atau discan. sistem ini juga diterapakan dalam pembelian material dan proses yang
ada di gudang. tidak hanya itu, mesin blending hingga pengujian rokok, sudah menggunakan
sistem robotika. Dengan begitu, proses analisisnya tidak lagi menggunakan rasa, melainkan
memakai data, sehingga kualitas produknya bisa sama. Pengembangan jaringan infrastruktur
dengan menambah koneksi ke kantor yang belum memiliki koneksi. memonitoring indikator
kinerja bisa dilakukan dengan lebih baik karena proses konsolodasi dan integrasi yang
dilakukan secara terus menerus, misalnya efisiensi pada operasional back office di Panamas.
ditahun 2006 menjadi titik dimana Sampoerna sudah mempunyai HR System, yang bernama
PeopleSoft HR, ini berfungsi sebagai master data semua karyawan. Pusat dari pada . HR
system memiliki banyak modul yang bisa diterapkan seperti:
-Medical Claim,

-Training,
-Customer Issue Tracking dan
-Manager Self Service.
HR System sendiri juga terintregasi pada sistem lokal sepert:
penggajian karyawan (payroll),
-Sampoerna Performance &Development System,
-Sampoerna Phonebook, dll.
ERP yang sukses diluar negeri dan mencoba masuk ke indonesia tidak bisa dikatakan akan
mengalami kesuksesan yang sama, karena banyak sekali masalah seperti sumber daya
manusia dan infrastruktur juga menjadi faktor penentu ERP akan berkembang terus sesuai
dengan tuntutan konsumen.
Setelah menerapakan ERP System, PT Sampoerna mengalami banyak kemudahan
mendapatkan informasi dan melakukan respon yang cepat dari perusahaan. persetujuan
ataupun keputusan dari seorang menejerpun bisa dengan mudah dan cepat tersebar.
adapun yang terkait dengan business Environtment salah satunya adalah banyak nya
perusahaan yang serupa dengan teknologi yang hampir sama, serta sulitnya untuk
menghubungkan sistem PT Sampoerna dengan Parent Company-nya karena perbedaan
fundamental dari sisi teknologi antara PeopleSoft dan SAP.
Referensi:
http://amrina48.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2012/09/25/
http://shintafriani.blogspot.com/2008/01/penerapan-teknologi-informasi-di-pt-hm.html
http://swa.co.id/technology/ketika-dua-sistem-besar-harus-digandengkan
http://wenythepooh.wordpress.com/2010/11/01/corporate-information-management-cim/
================================================
==================================

Teknologi PT.HM SAMPOERNA


PT HM Sampoerna adalah salah satu dari perusahaan rokok terbesar di Indonesia
selain Gudang Garam dan Djarum. Dalam perkembangannya, operasional harian menjadi
sangat rumit. Salah satu departemen yang mengalaminya adalah departemen logistik yang
pekerjaan hariannya menyatukan data-data persediaan bahan baku, distribusi bahan baku,
data produksi. Data-data tersebut terkumpul pada akhir jam kerja, sehingga menyulitkan. Ini
dilakukan dengan manual, sehingga bisa dibayangkan sulitnya jika data-data tersebut terdiri

dari ribuan data dan memerlukan proses yang lama. Masalah tersebut mendorong PT HM
Sampoerna untuk membangun Teknologi Informasi, yang dimulai pada tahun 1992.
PT HM Sampoerna berharap sistem teknologi informasi ini dapat
memberikan manfaat bagi perusahaan tak hanya dalam jangka pendek,
namun juga jangka panjang. PT HM Sampoerna memilih menggunakan
ERP (Enterprise Resource Planning) dari Oracle. Setelah menggunakan
ERP, PT HM Sampoerna mendapatkan beberapa manfaat baik dalam
operasi harian maupun dalam keputusan investasi. Efisiensi dapat
tercapai ketika sistem ERP diterapkan. Manfaat lainnya antara lain:
a) Cepat merespon

perubahan

resep rokok;

dimana

setelah

ERP

diterapkan, seluruh informasi data dapat dengan cepat dikoordinasikan ke


semua departemen.
b) Ketika seorang staff memerlukan komputer baru dan manajer sedang
tidak ada di kantor dan harus menunggu untuk meminta persetujuan, ini
merupakan salah satu hal yang tidak efisien. Setelah TI diterapkan, staf
itu dapat langsung memberitahukan lewat jaringan sehingga manajer
langsung dapat memberi persetujuan.
D. Analisis dan kesimpulan
sistem ERP dapat memberikan banyak keuntungan, baik langsung
maupun tidak langsung. ERP merupakan fungsi sistem aplikasi software
yang dapat membantu organisasi dalam mengendalikan bisnis yang lebih
baik karena dapat mengurangi tingkat stok dan inventori, meningkatkan
perputaran

stok,

mengurangi

cycle

time

order,

meningkatkan

produktivitas, komunikasi lebih baik serta berdampak pada peningkatan


benefit

(profit)

perusahaan.

ERP

mempunyai

keuntungan

yakni

Pengurangan lead-time, pengiriman tepat waktu, pengurangan dalam


waktu siklus, kepuasan pelanggan yang lebih baik, kinerja pemasok yang
lebih baik, peningkatan fleksibilitas, pengurangan dalam biaya-biaya
kualitas, penggunaan sumber daya yang lebih baik, peningkatan akurasi
informasi dan kemampuan pembuatan keputusan.
Kesimpulan :

Era high competitive seperti saat ini membutuhkan keberadaan Teknologi


Informasi (TI). Keberadaan Teknologi Informasi memberikan peran dalam
peningkatan keunggulan kompetitif perusahaan.

Teknologi informasi membuat top management mampu mengambil


keputusan dengan cepat dan tepat karena data perusahaan dapat diakses
setiap waktu.

Teknologi informasi dibutuhkan dalam seluruh proses bisnis tanpa kecuali,


sehingga

sudah

menjadi

keharusan

untuk

mengimplementasikan

teknologi informasi di perusahaan.


================================================
================================== Tugas : Konsep Sistem

Informasi Lanjut
PENERAPAN METODE ERP DI PT. HM SAMPOERNA
Pendahuluan
Latar Belakang masalah
PT. HM Sampoerna dalam perkembangan operasional hariannya
mengalami banyak kerumitan Salah satu departemen yang mengalaminya
adalah departemen logistik yang pekerjaan hariannya menyatukan datadata persediaan bahan baku, distribusi bahan baku, data produksi. Datadata tersebut terkumpul pada akhir jam kerja, sehingga menyulitkan. Ini
dilakukan dengan manual, sehingga bisa dibayangkan sulitnya jika datadata tersebut terdiri dari ribuan data dan memerlukan proses yang lama.
Masalah tersebut mendorong PT. HM Sampoerna untuk membangun
Teknologi Informasi, yang dimulai pada tahun 1992.
Pembahasan
Pengertian ERP (enterprise resource planning )
Sistem ERP adalah sebuah terminologi yang diberikan kepada sistem
informasi yang mendukung transaksi atau operasi sehari-hari dalam
pengelolaan sumber daya perusahaan. Sumber daya tersebut meliputi
dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas.
Sistem ERP dibagi atas beberapa sub-Sistem yaitu Sistem Financial,
Sistem Distribusi, Sistem Manufaktur, dan Sistem Human Resource.
Contoh sistem ERP komersial antara lain: SAP, Baan, Oracle, IFS,
Peoplesoft dan JD.Edwards. Selain itu salah satu sistem ERP open source
yang populer sekarang ini adalah Compiere.

ERP (Enterprise Resource Planning) System adalah sistem informasi yang


diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan
mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan
dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan
bersangkutan. ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning
(MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material
Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP
secara modular biasanya mengangani proses manufaktur, logistik,
distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akunting
perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu
mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi,
manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.
ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan
bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem
ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan
pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Costumer Relationship
Management (CRM), e-Government dan lain-lain.
ERP Akan Lebih Mendukung Customer Service
Sesuai dengan konsep Customer is King, maka industri manufaktur tidak
cukup hanya untuk menghasilkan produk-produk dengan harga murah
yang bermutu tinggi. Suatu industri seharusnya juga memberikan nilai
tambah dalam bentuk Customer Service. Meskipun dua produk
mempunyai mutu dan harga yang sama, konsumen akan lebih memilih
untuk membeli produk dari perusahaan yang dapat memberikan customer
service yang lebih baik.
Untuk memenuhi tuntutan yang tercantum diatas, ERP tidak hanya harus
lebih bersifat Customer-oriented, tetapi seharusnya juga dapat melakukan
perencanaan produksi berdasarkan supply-chain (jalinan suplai) yang
melibatkan input dari konsumen sekaligus dari pemasok. Dalam hal ini,
baik pemasok internal perusahaan maupun pemasok dari luar. Beberapa
konsep yang telah diterapkan oleh beberapa vendor ERP antara lain Sales
Force Automation, Sales Order Configuration, Customer Care, Advance
Planning
&
Scheduling dan Help Desk.
ERP Akan Bisa Mendukung Industri yang Spesifik
Industri manufaktur tidak lagi menjadi satu-satunya industri yang
memerlukan ERP. Kita telah bisa lihat bahwa industri spesifik seperti
Telekomunikasi,
Multi-level
Marketing,
Perusahaan
Listrik
atau
Pertambangan dapat menggunakan ERP. Juga semakin sering terlihat

adalah industri jasa (Service) seperti perhotelan, rumah sakit, perbankan,


asuransi yang juga menggunakan ERP.
Tidak mengherankan jika suatu saat, sekolah, departemen kehakiman,
departemen pertahanan, bahkan suatu badan pemerintahaan seperti
kantor
gubernuran
juga
dapat
menggunakan
ERP. Dengan segala keterbatasan sumber daya dari ERP vendor, maka
feature yang dirancang untuk sebuah industri spesifik akan terbatas juga.
Ada ERP yang lebih cocok untuk industri A, ada yang untuk industri B,
namun tidak mungkin ada ERP yang cocok untuk semua industri. Akan
menjadi seberapa spesifikkah? ERP vendor akan selalu mencari titik
keseimbangan agar produknya tidak menjadi terlalu spesifik sampai tidak
diterima oleh industri secara luas . Industri sebaiknya berhati-hati dalam
memilih
ERP
yang cocok.
Manfaat diterapkannya ERP sebagai bagian dari Teknologi informasi
Manfaat Menggunakan ERP
Berikut ini adalah sebagian kecil manfaat dengan diaplikasikannya ERP
bagi perusahaan:
a. Integrasi data keuangan
Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management
bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan
lebih baik.
b. Standarisasi Proses Operasi
Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice
sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi
dan peningkatan kualitas produk.
c. Standarisasi Data dan Informasi
Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan,
terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak
business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda

Faktor pendukung ERP pada Perusahaan


a. Feature
Seperti yang terbahas di Bagian I, perangkat lunak yang tergolong
ERP itu secara umum dirancang supaya dapat memberikan solusi
untuk industri jenis apapun (horizontal solution). Namun, pada
kenyataannya, setiap industri itu punya ciri khas tersendiri. Hal ini

menyebabkan timbulnya fungsi-fungsi atau features di ERP yang


spesifik untuk industri tertentu (vertical solution).
Pada sisi lain, teori di dalam ERP itu sendiri juga mengalami proses
evolusi seiring dengan tumbuhnya tuntutan konsumen dan
perkembangan teknologi. Misalnya: tuntutan Inventory Reduction
menjadi
tuntutan
Zero
In-Process-Inventory,
dari
Batch
Manufacturing menjadi Just-In-Time Manufacturing, dari konsep
Routing menjadi konsep Synchronising.
Oleh karena itu, features yang anda butuhkan dalam operasi seharihari harusnya bisa ditunjang oleh ERP yang dipilih. Kadang kita
melihat features yang bagus yang berdasarkan teori baru, kita perlu
hati-hati menilai apakah feature baru itu bisa diterapkan pada
kondisi sekarang ini. Selalu ingat bahwa kita di Indonesia
mempunyai kultur tersendiri. Salah pengertian atau salah memilih
berdasarkan faktor features akan menimbulkan kekacauan dan
bahkan menghambat operasi perusahaan. Memang banyak
perusahaan yang menanam waktu untuk penilaian ini. Cocok atau
tidaknya biasanya juga bisa kita selidiki dari daftar konsumen yang
telah memakai ERP tersebut dan apakah industri konsumen itu
serupa dengan industri kita.
b. Teknologi
Salah satu analis industri ERP terkemuka pernah mengatakan jika
memilih ERP, anda harus melihat teknologi yang digunakan
dibaliknya. Sayangnya, banyak user yang memilih ERP belum tentu
memberikan perhatian cukup pada hal ini. Sebagai orang teknik,
saya bisa memahami betapa sulitnya jika sebuah aplikasi yang
berskala ERP harus didesain ulang dengan teknologi baru.
Seperti banyak hal lainnya, teknologi ada yang Sunrise dan ada
yang Sunset. Ingatkah anda dengan Fotran, PDP-11, Pascal, Cobol,
Wordstar yang hanya sepuluh tahun yang lalu muncul di setiap
kurikulum Computer Science di universitas kita, apakah ada aplikasi
baru yang dibangun dengan bahasa itu, hari ini?. Untuk mengetahui
mana yang Sunrise dan mana yang Sunset merupakan tantangan
bagi departemen MIS/EDP yang biasanya lebih ter-update dibanding
dengan departemen lainnya. Sayangnya, biasanya pemilihan ERP
itu didorong dari pihak user (pemakai) yang lebih terfokus kepada
feature, sehingga faktor teknologi biasanya diabaikan. Akitbatnya,
terjadilah masalah di kemudian hari seperti banyaknya perusahaan
di Indonesia yang terjebak dengan namanya sistem legacy.
c. Sumber Daya Manusia
Secanggih apapun teknologi kita hari ini, ERP tetap saja belum
sempurna seperti yang diharapkan manusia. Oleh karena itu,
seberapa sukses pun ERP yang kita pilih dari luar negeri, di negeri
kita ini belum tentu bisa jalan jika tidak didukung oleh lokal support

yang kuat. Kita harus benar-benar teliti memilih vendor yang bisa
komit terhadap apa yang mereka tawarkan sebab menangani paket
ERP sangat lain dibandingkan dengan menangani penjualan PC atau
paket perangkat lunak desktop. Sayangnya, di Indonesia masih
belum ada badan independen yang dapat menilai prestasi ERP
vendor sekaligus mengaudit kualitas jasa yang mereka berikan
sehingga sering kita dengar istilah PBTTJ - Produknya Bagus Tapi
Tidak Jalan.
Selain dari vendor, perusahaan juga harus ada sumber daya
manusia yang terampil untuk melaksanakan proyek implementasi
ERP ini. (lihat Manajer Proyek Orang langka di dunia TI)
d. Infrastruktur
Infrastruktur dalam hal ini termasuk sistem pendukung untuk
penerapan suatu proyek ERP. Contohnya: apakah vendor
menyediakan HelpDesk; apakah vendor mempunyai tata cara
(standard operating procedure/methodology) dalam penerapan
sistem ERP; apakah vendor mengetahui langkah apa yang harus
diambil pada saat melakukan customization, apakah vendor bisa
menjelaskan langkah-langkah apa yang harus ditempuh sebelum
sistem go-live, umpamanya.
Tanda-tanda kegagalan ERP pada suatu Perusahaan
Kegagalan ERP biasanya ditandai oleh adanya hal-hal sebagai berikut:

Kurangnya komitmen top management


Kurangnya pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisa strategi
bisnis)
Cacatnya proses seleksi software (tidak lengkap atau terburu-buru
memutuskan)
Kurangnya sumber daya (manusia, infrastruktur dan modal)
Kurangnya buy in sehingga muncul resistensi untuk berubah dari
para karyawan
Kesalahan penghitungan waktu implementasi
Tidak cocoknya software dgn business process
Kurangnya training dan pembelajaran
Cacatnya project design & management
Kurangnya komunikasi
Saran penghematan yang menyesatkan

Penerapan suatu ERP sistem itu adalah suatu proses yang kontinu. Begitu
dimulai sudah tidak mungkin lagi dihentikan dan tidak ada titik
kesempurnaannya. Yang ada hanyalah proses penyempurnaan yang tak
terhenti. Maka penilaian ERP juga mesti dilakukan dengan sungguhsungguh. Banyak faktor yang perlu dipikirkan pada seleksi ERP. Pada

umumnya, ERP yang masuk ke Indonesia sudah teruji kesuksesannya.


Namum kesuksesan di negara lain belum tentu bisa menjadi suatu
jaminan bagi kita. Masalah sumber daya manusia dan infrastruktur juga
menjadi faktor penentu
ERP akan berkembang terus sesuai dengan tuntutan konsumen. Yang jelas
perkembangan ERP pada masa depan ini akan dititik-beratkan pada
beberapa hal, yaitu, lebih mendukung customer service, lebih mendukung
vertical industri spesifik (vertical industry), dan juga lebih mendukung
proses pengambilan keputusan (decision support). ERP masa depan juga
akan lebih fleksibel dalam penerapan, pemakaian dan cara pembiayaan.
PT. HM Sampoerna berharap sistem teknologi informasi ini dapat
memberikan manfaat bagi perusahaan tak hanya dalam jangka pendek,
namun juga jangka panjang. PT. HM Sampoerna memilih menggunakan
ERP (enterprise resource planning) dari Oracle. Setelah menggunakan
ERP, PT. HM Sampoerna mendapatkan beberapa manfaat baik dalam
operasi harian maupun dalam keputusan investasi. Efisiensi dapat
tercapai ketika sistem ERP diterapkan. Manfaat lainnya antara lain:
1. Cepat merespon perubahan resep rokok.
Setelah ERP diterapkan, seluruh informasi data dapat dengan cepat
dikoordinasikan ke semua departemen.
2. Ketika seorang staff memerlukan komputer baru dan manajer sedang
tidak ada di kantor dan harus menunggu untuk meminta persetujuan, ini
merupakan salah satu hal yang tidak efisien. Setelah TI diterapkan, staf
itu dapat langsung memberitahukan lewat jaringan sehingga manajer
langsung dapat memberi persetujuan.