Anda di halaman 1dari 16

SNI 06- 2387-2006

Minyak daun cengkih

Badan Standardisasi Nasional

ICS 71.100.60

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Standar Nasional Indonesia

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

SNI 06-2387-2006

Daftar isi.....................................................................................................................................i
Prakata.................................................................................................................................. ii
1

Ruang lingkup ....................................................................................................................1

Acuan normatif ...................................................................................................................1

Istilah dan definisi...............................................................................................................1

Syarat mutu ........................................................................................................................1

Pengambilan contoh ...........................................................................................................2

Cara uji...............................................................................................................................6

Syarat lulus uji....................................................................................................................6

Pengemasan ......................................................................................................................7

Syarat penandaan..............................................................................................................7

Lampiran A (normatif) Daftar nomor acak ................................................................................8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Daftar isi

SNI 06-2387-2006

Standar Nasional Indonesia Minyak daun cengkeh ini merupakan revisi dari SNI 06-23871998, Minyak daun cengkeh. Perumusan standar ini telah disusun oleh Panitia Teknis
Makanan dan Minuman.
Tujuan penyusunan standar minyak ylang-ylang ini mengingat adanya perkembangan
teknologi, serta untuk menunjang ekspor dan oleh karena itu penyusunan standar ini
mengacu pada ISO 3063 : 1997, Oil of clove leaves {Sysygium aromaticum (L)).
Standar ini telah dibahas melalui rapat-rapat teknis, rapat pra konsensus dan terakhir
dibahas dalam Rapat Konsensus Nasional pada tanggal 6 Desember 2004 di Jakarta. Hadir
dalam rapat tersebut wakil-wakil dari produsen, konsumen, asosiasi, laboratorium penguji,
eksportir dan instansi terkait.

ii

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Prakata

SNI 06-2387-2006

Ruang Lingkup

Standar ini menetapkan syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji,
pengemasan dan syarat penandaan minyak daun cengkih.

Istilah dan definisi

2.1
minyak daun cengkih
minyak yang diperoleh dengan cara penyulingan daun tanaman cengkih Syzigium
aromaticum (L) Merr atau Eugenia caryophyllus (Sprengel)

Syarat mutu
Tabel 1 Persyaratan mutu
No
1
1.1
1.2

Keadaan
Warna
Bau

kuning coklat tua


khas minyak cengkih

Bobot Jenis 20oC / 20 oC

1,025 1,049

Indeks bias (nD20)

1,528 1,535

Kelarutan dalam etanol 70%

1 : 2 jernih

Eugenol Total

%, v/v

minimum 78

Beta caryophillene

4
4.1

Jenis Uji

Satuan

Persyaratan

maksimum 17

Pengambilan contoh
Pengambilan contoh mewakili setiap drum

a. Ambil contoh dari setiap drum dengan alat pipa logam tahan karat atau pipa tembus
pandang dengan panjang 125 cm dan diameter 2 cm. Ujung pipa dapat ditutup atau
dibuka dengan sumbat bertangkai panjang.
b. Masukkan alat pipa logam ke dalam drum, sehingga minyak dapat terambil dari lapisan
atas hingga lapisan bawah.
c. Ambil contoh empat kali pada empat sudut yang menyilang berhadapan kemudian
dicampur menjadi satu dan dikocok.
d. Ambil dari campuran tersebut 80 ml untuk dianalisis dan 80 ml lagi sebagai arsip contoh.
e. Masukkan contoh ke dalam botol bersih, kering sehingga tidak mempengaruhi contoh.
f. Botol ditutup kemudian disegel dan diberi etiket yang bertuliskan nomor drum/lot, tanggal
pengiriman contoh, identitas pengambil contoh, nama produsen atau eksportir.
g. Tutup kembali drum dan disegel setelah pengambilan contoh.

1 dari 7

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Minyak daun cengkih

SNI 06-2387-2006

Pengambilan contoh mewakili lot (maksimum 50 drum)

a. Ambil contoh dari tiap-tiap drum yang dipilih secara acak berdasarkan daftar nomor acak
terlampir dan berasal dari satu tangki pencampur, seperti tersebut pada 4.1.
b. Ambil contoh sebanyak 30 % dari jumlah drum, minimal 5 drum per lot. Kemudian
contoh dicampur menjadi satu dan dikocok sampai rata.
c. Ambil 80 ml untuk dianalisis dan 80 ml untuk arsip contoh.
d. Masukkan contoh ke dalam botol bersih, kering, berwarna coklat dan bertutup asah.
e. Botol ditutup kemudian disegel dan diberi etiket yang bertuliskan nomor drum/lot, tanggal
pengiriman contoh, identitas pengambil contoh, nama produsen atau eksportir.
f. Tutup kembali drum dan disegel setelah pengambilan contoh.

Cara uji

5.1

Keadaan

5.1.1 Penentuan warna


5.1.1.1 Prinsip
Metode ini didasarkan pada pengamatan visual dengan menggunakan indra penglihatan
langsung, terhadap contoh minyak daun cengkih.
5.1.1.2 Peralatan
a. Tabung reaksi kapasitas 15 ml atau 20 ml.
b. Pipet gondok atau pipet berskala kapasitas 10 ml.
c. kertas atau karton berwarna putih ukuran 20 cm x 30 cm.
5.1.1.3 Cara kerja
a. Pipet 10 ml contoh minyak daun cengkih.
b. Masukkan ke dalam tabung reaksi, hindari adanya gelembung udara.
c. Sandarkan tabung reaksi berisi contoh minyak daun cengkih pada kertas atau karton
berwarna putih.
d. Amati warnanya dengan mata langsung, jarak pengamatan antara mata dan contoh
30 cm.
5.1.1.4 Penyajian hasil uji
Hasil uji yang disajikan harus sesuai dengan warna contoh minyak daun cengkih yang
diamati. Apabila contoh minyak daun cengkih yang diamati berwarna kuning muda, maka
warna contoh minyak daun cengkih dinyatakan kuning muda.
5.1.2 Bau
Metode ini didasarkan pada pengamatan visual dengan mengunakan indra penciuman
langsung terhadap contoh minyak daun cengkih.
5.2

Penentuan bobot jenis

5.2.1

Prinsip

Perbandingan antara berat minyak dengan berat air pada volume dan suhu yang sama.
2 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

4.2

SNI 06-2387-2006

Peralatan

a. Neraca analitik dengan ketelitian 0,001 g.


b. Penangas air yang dilengkapi dengan thermostat.
c. Piknometer berkapasitas 5 ml.
5.2.3

Cara kerja

a. Cuci dan bersihkan piknometer, kemudian basuh berturut-turut dengan etanol dan dietil
eter.
b. Keringkan bagian dalam piknometer tersebut dengan arus udara kering dan sisipkan
tutupnya.
c. Biarkan piknometer di dalam lemari timbangan selama 30 menit dan timbang (m).
d. Isi piknometer dengan air suling yang telah dididihkan pada dan dibiarkan pada suhu
20oC, sambil menghindari adanya gelembung-gelembung udara.
e. Celupkan piknometer ke dalam penangas air pada suhu 20oC 0,2oC selama 30 menit.
f. Sisipkan penutupnya dan keringkan piknometernya.
g. Biarkan piknometer di dalam lemari timbangan selama 30 menit, kemudian timbang
dengan isinya (ml).
h. Kosongkan piknometer tersebut, cuci dengan etanol dan dietil eter, kemudian keringkan
dengan arus udara kering.
i. Isilah piknometer dengan contoh minyak dan hindari adanya gelembung-gelembung
udara.
j. Celupkan kembali piknometer ke dalam penangas air pada suhu 20oC 0,2oC selama 30
menit. Sisipkan tutupnya dan keringkan piknometer tersebut.
k. Biarkan piknometer di dalam lemari timbangan selama 30 menit dan timbang (m2).
5.2.4

Penyajian hasil uji


20
Bobot jenis

m2 m

20

mm

dengan:
m adalah massa, piknometer kosong (g)
m1 adalah massa, piknometer berisi air pada 20oC (g)
m2 adalah massa, pikonometer berisi contoh pada 20oC (g)
5.3

Penentuan indeks bias

5.3.1

Prinsip

Metode ini didasarkan pada pengukuran langsung sudut bias minyak yang dipertahankan
pada kondisi suhu yang tetap.
5.3.2

Bahan kimia yang digunakan adalah aquades.

5.3.3

Peralatan

a. Refraktometer.
b. Penangas air.
c. Lampu natrium.

3 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

5.2.2

SNI 06-2387-2006

Cara kerja

a. Alirkan air melalui refraktometer agar alat ini berada pada suhu saat pembacaan akan
dilakukan.
b. Suhu harus dipertahankan dengan toleransi 0,2oC.
c. Sebelum minyak ditaruh di dalam alat, minyak tersebut harus berada pada suhu yang
sama dengan suhu dimana pengukuran akan dilakukan.
d. Pembacaan dilakukan bila suhu sudah stabil.
5.3.5

Penyajian hasil uji


t
Indeks bias n

=
D

t1
D

0,0004 (t1 t)

dengan:
t1
n
adalah pembacaan yang dilakukan pada suhu pengerjaan
D
t
n
adalah indeks bias pada suhu 20o
D
t1
adalah suhu yang dilakukan pada suhu pengerjaan
t
adalah suhu referensi (20oC)
0,0004 adalah faktor koreksi untuk indeks bias setiap derajat
5.4
5.4.1

Penentuan kelarutan dalam etanol


Prinsip

Kelarutan minyak daun cengkih dalam etanol absolut atau etanol yang diencerkan yang
menimbulkan kekeruhan dan dinyatakan sebagai larut sebagian atau larut seluruhnya.
Berarti bahwa minyak tersebut membentuk larutan yang bening dan cerah dalam
perbandingan perbandingan seperti yang dinyatakan.
5.4.2

Bahan kimia

- Etanol 70 %
- Larutan pembanding untuk kekeruhan yang baru saja dibuat dengan menambahkan 0,5
mol larutan perak nitrat 0,1 N ke dalam 50 ml larutan natrium klorida 0,0002 N dan dikocok.
Tambahkan satu tetes asam nitrat encer (25 %) dan amati setelah 5 menit. Lindungi
terhadap sinar matahari langsung.
5.4.3

Peralatan

a. Labu ukur 50 ml;


b. Gelas ukur bertutup 10 ml atau 25 ml.
5.4.4

Cara kerja

a. Tempatkan 1ml contoh minyak dan diukur dengan teliti di dalam gelas ukur yang
berukuran 10 ml atau 25 ml.
b. Tambahkan etanol 70 %, setetes demi setetes, kocok setelah setiap penambahan
sampai diperoleh suatu larutan yang sebening minyak.
c. Bila larutan tersebut tidak bening, bandingkan kekeruhan yang terjadi dengan kekeruhan
larutan pembanding, melalui cairan yang sama tebalnya.

4 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

5.3.4

SNI 06-2387-2006

5.4.5

Penyajian hasil uji

Hasil uji dinyatakan sebagai berikut :


Kelarutan dalam etanol 70 % = 1 volumenya dalam Y volume, menjadi keruh dalam 2
volume.
Bila larutan tersebut lebih besar dari pada , sama atau lebih kecil dari pada
kekeruhan larutan pembanding.
5.5 Penentuan eugenol total
5.5.1 Prinsip
Senyawa fenol bereaksi dengan alkali membentuk fenolat. Beta caryophillene merupakan
senyawa non fenol yang tidak bereaksi dengan alkali dan dihitung dari selisih minyak
sebelum dan sesudah reaksi.
5.5.2 Bahan kimia
- Larutan Kalium hidroksida (KOH) 4% dalam air.
5.5.3 Peralatan
a. Labu cassia 100 ml.
b. Pipet volume 10 ml.
5.5.4 Cara kerja
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Pipet 10 ml contoh minyak daun cengkeh ke dalam labu cassia.


Tambahkan larutan KOH 4% hingga volume.
Kocok selama 30 menit.
Tambahkan lagi larutan KOH 4% hingga bagian skala labu cassia.
Labu cassia diketuk-ketuk sampai butiran minyak naik ke leher labu cassia.
Baca lapisan minyak pada leher labu cassia.
10 - V
Eugenol total = --------------- x 100%
10

dengan:
V adalah ml pembacaan
5.6 Penentuan beta caryophillene menggunakan kromatografi cairan gas
5.6.1 Prinsip
Beta caryophillene dan komponen lainnya dipisahkan dengan tehnik kromatografi gas.
5.6.2 Bahan baku pembanding
-

Beta caryophillene.

5 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

d. Setelah minyak tersebut larut tambahkan etanol berlabih karena beberapa minyak
tertentu mengendap pada penambahan etanol lebih lanjut.

SNI 06-2387-2006

a.
-

Instrumen kromatografi gas yang dilengkapi dengan :


Tabung gas berisi gas nitrogen HP dengan regulatornya
Tabung gas berisi gas hidrogen HP dengan regulatornya
Tabung gas berisi gas tekan dengan regulatornya
Kolom terbuat dari gelas atau logam yang inert untuk kolom kemasan panjang 2m4 m
diameter inchi
- Kolom silikon kapiler
b. Detektor ionisasi nyala (flame ionization detector FID).
c. Rekorder-integrator.
d. Alat suntik dengan volume 1 mikroliter.
5.6.4 Kondisi analisis
- Panjang kolom
- Isi kolom-fasa diam
- Padatan penyangga
- Fasa gerak
- Kecepatan alir
- Detektor
- Suhu detektor
- Kecepatan alir hirogen
- Kecepatan alir gas tekan
- Atenuasi
- Suhu injektor
- Sistem kolom
Suhu awal
Suhu akhir
Kenaikan suhu
Volume contoh
Kecepatan kertas

: 2 meter, diameter inchi


: carbowax 20 M 15 %
: chromosorb WHP 80 mesh 100 mesh
: nitrogen
: 30 ml/ menit
: flame ionization detector (FID)
: 250oC
: 30 ml/ menit
: 300 ml/ menit
: 128*)
: 200oC
:
: 80oC
: 200oC
: 5oC/ menit
: 0,1 mikroliter
: 0,5 cm/ menit

5.6.5 Penyajian hasil uji


% Beta Caryophillene = ____A____ x 100
B
dengan :
A adalah konsentrasi Beta caryophillene dalam contoh
B adalah konsentrasi Beta Caryophillene standar

Syarat lulus uji

Contoh dinyatakan lulus uji apabila memenuhi persyaratan butir 4

Pengemasan

Minyak daun cengkih dikemas dalam wadah tertutup rapat, tidak mempengaruhi dan
dipengaruhi isi, aman selama penyimpanan dan pengangkutan. Untuk kemasan drum berat
bersih maksimum 200 kg, dengan ruang kosong sebesar 5% - 10% dari isi drum.
6 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

5.6.3 Peralatan

SNI 06-2387-2006

Syarat penandaan

Pada setiap pengiriman, bagian luar drum diberi keterangan dengan cat yang tidak mudah
luntur:
- Produksi Indonesia.
- Nama barang.
- Nama perusahaan/ eksportir.
- Nomor drum.
- Nomor lot.
- Berat bersih.
- Berat kotor.
- Negara tujuan.
- Dan lain-lain keterangan yang diperlukan.

7 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Drum minyak daun cengkeh dibuat dari:


- pelat timah atau aluminium
- pelat besi berlapis timah putih, galvanis atau berenamel yang di dalamnya dilapisi
dengan lapisan yang tahan minyak daun cengkih.

SNI 06-2387-2006

Daftar nomor acak


Tabel A.1

Daftar nomor acak

Baris
(Line)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50

78994
40909
46582
29242
68104
17156
50711
35449
75622
01020
08327
76829
89708
89836
25903
71345
61454
80376
45144
12191
62936
31588
29787
45603
31606
10452
37016
66726
07380
71621
03466
12692
52192
56691
74952
18752
61691
49197
19436
39143
82244
59427
94095
11751
69902
21680
75350
29643
82749
36342

36244
58485
73570
89792
81339
02182
94789
52409
82729
55151
89989
41229
30641
55817
61370
03422
92263
09109
54373
88527
59120
96798
96048
00745
64782
33074
64633
93685
74438
57683
13263
32931
30491
72529
43042
43693
04914
63948
87291
61803
67549
56155
95770
69469
03995
25352
46992
22085
23443
42092

36273
70369
33004
88694
97090
82504
07171
75095
76916
36132
24260
19706
21267
56747
66081
01015
14647
30470
05505
58852
73957
43668
84726
84635
34027
76718
67301
25409
82120
58256
23917
97387
44998
44998
66063
58869
32867
43111
78947
71584
14606
76491
42878
07826
25521
27821
25556
25165
42581
52075

25475
93930
61795
60285
20601
19130
02103
77720
72657
51971
08613
30094
56501
75195
54076
58025
08473
40200
90074
51175
35969
10111
17512
43079
56734
99556
50949
37498
17890
47702
20417
32822
17833
73570
15677
53017
28325
60207
75859
13543
09756
23708
25991
44097
11758
92161
55906
69675
25514
83926

84953
34880
86477
07190
78940
93747
99057
39729
58992
32155
66798
69430
95182
06813
67442
19703
34124
46558
24783
11534
21698
01714
39450
52724
09365
10026
91298
00816
40963
74724
11315
57775
94663
86860
18573
22661
82319
70667
76501
09621
71494
97999
37584
07511
64968
23592
62339
20251
32827
42815

61793
73059
46736
07796
20233
80910
98775
03205
32756
60935
25339
92399
72442
80343
52964
77313
10740
61742
86299
87215
47287
77255
43618
14262
20009
00013
74903
99262
55757
89419
52305
92674
23062
682125
43520
39610
65589
39343
93946
63301
91307
40131
56966
88976
61902
43921
33968
39641
35325
71500

50243
06825
60640
27011
22803
78260
37997
09313
01154
64867
62860
93749
21445
47403
23323
04555
40039
11543
80900
04876
39394
56079
30629
05760
93559
78411
73631
14471
13492
03025
33072
76549
95725
40436
97521
63795
96046
60607
95714
69817
61222
52060
68623
30122
32121
10479
91717
65786
93268
69216

63423
80257
70345
85941
96070
25136
18325
43545
84090
35424
57375
22081
17276
47403
02718
83425
05620
92121
15155
85584
08778
24690
24356
89373
73384
95107
57897
10232
68294
63519
07723
37635
38463
31303
83248
02622
98498
15328
92518
52140
66592
90390
83454
67542
23165
37879
15756
30689
32911
01390

8 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Lampiran A
(normatif)

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

BADAN STANDARDISASI NASIONAL - BSN


Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 3-4
Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta 10270
Telp: 021- 574 7043; Faks: 021- 5747045; e-mail : bsn@bsn.or.id