Anda di halaman 1dari 13

Nama

: I Wayan Agus Wira Sentanu

NPM

: 10700338

Materi Kuliah : Karbohidrat ( Biokimia I )


Dosen

: dr. Loo Hian Dao

KARBOHIDRAT

Karbohidrat ( 'hidrat dari karbon', hidrat arang ) atau sakarida ( dari bahasa Yunani
, skcharon, berarti "gula" ) adalah segolongan besar senyawa organik yang paling
melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama
sebagai bahan bakar ( misalnya glukosa ) , cadangan makanan ( misalnya pati pada tumbuhan
dan glikogen pada hewan ) , dan materi pembangun ( misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin
pada hewan dan jamur ) .
Secara biokimia , karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau
senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis . Karbohidrat mengandung
gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil . Pada awalnya,
istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH 2O)n, yaitu
senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul air . Namun
demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang
mengandung nitrogen, fosforus, atau sulfur .
Macam macam karbohidrat bisa dibagi menjadi 4 yaitu :
Monosakarida : merupakan bentuk karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul
gula sederhana dan tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana .
Menurut jumlah atom karbonnya monosakarida dapat dibagi menjadi 5 yaitu : Triosa ,
Tetrosa , Ketosa , Heksosa , Heptosa atau Oktasa . Selain itu ada juga monosakarida yang
mengandung gugus aldehid atau keton yaitu : Aldosa atau Ketosa .

Disakarida : karbohidrat yang tersusun dari 2 molekul monosakarida, yang dihubungkan


oleh ikatan glikosida . Ikatan glikosida terbentuk antara atom C 1 suatu monosakarida
dengan atom O dari OH monosakarida lain . Hidrolisis 1 mol disakarida akan
menghasilkan 2 mol monosakarida , contoh : Maltosa dihidrolisis menjadi glukosa +
glukosa dan Sukrosa dihidrolisis menjadi glukosa + fruktosa . Berikut ini beberapa
disakarida yang banyak terdapat di alam . Disakarida yang banyak terdapat di alam
adalah maltose , laktosa dan sukrosa .
Oligosakarida : gabungan dari molekul monosakarida yang bila dihidrolisis bisa
menghasilkan 2 10 unit monosakarida , contoh : maltotriosa .
Polisakarida : merupakan polimer monosakarida , mengandung banyak satuan
monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida . Hidrolisis lengkap dari
polisakarida akan menghasilkan lebih dari 10 unit monosakarida . Contoh : pati &
dekstrin .

Pada pembelajaran Karbohidrat hal-hal yang dipelajari yaitu :


Proses Pencernaan Karbohidrat :
Proses pencernaan Karbohidrat ini berawal dari mulut yang dibantu oleh enzim-enzim
hingga proses distribusi ke seluruh tubuh dengan bantuan Glut I sampai dengan Glut V .
Glikolisis :
Glikolisis berasal dari kata Gliko ( glycose ) yang berarti glukosa dan lisis ( lysys ) yang
berarti degradasi dimana dalam Glikolisis merupakan jalur metabolisme yang mengubah
glukosa menjadi asam piruvat dimana energi bebas yang didapatkan dari jalur ini
nantinya akan digunakan untuk membentuk ATP dan NADH .
Proses Glikolisi dapat dibagi menjadi 4 tahap yaitu :
Transport glukosa ke dalam sel yang diikuti oleh sintesa glukosa 6-fosfat .

Perubahan glukosa 6 fosfat menjadi 2 molekuk triosa fosfat .


Perubahan triosa fosfat menjadi piruvat .
Oksidasi piruvat menjadi asetil koA dalam mitokondria .
Perubahan Glukosa menjadi piruvat disebut dengan Jalur Embden Myerhof . Proses
Glikolisi dapat memakai O2 bila tersedia ataupun bekerja dalam keadaan tanpa O 2 .
Proses glikolisis yang memakai O2 disebut dengan proses Aerob , sedangkan proses
glikolisis yang tidak memakai O2 disebut dengan proses Anaerob . Proses glikolisis ini
terjadi di luar mitokondria dan memakai enzim-enzim yang terlarut dalam sitosol atau
menempel pada permukaan membran . Fosfat energi tinggi ( ATP ) yang nantinya
dibentuk dari proses glikolisis ini dihasilkan melalui proses fosforilasi oksidatif
mitokondria .
Glukoneogenesis :
Glukoneogenesis terdiri dari kata Gluko (Glukosa) + Neo (Baru) dan Genesis
(Pembentukan) sehingga Glukoneogenesis dapat dikatakan sebagai proses pembentukan
glukosa baru dari senyawa non karbohidrat atau merupakan proses dimana glukosa di
sintesis dari molekul yang lebih kecil seperti laktat atau piruvat sementara jalur katabolik
linear dari glikolisis berperan dalam memecah dan mengekstrak energy dari glukosa .
Proses glukoneogenesis berperan dalam menjaga agar level gula darah tetap dalam
keadaan terkendali .
Regulasi Glikoneogenesis :
Glikoneogenesi ini berlangsung selama puasa serta saat melakukan olahraga
dalam waktu yang lama dan saat melakukan diit tinggi protein atau saat dalam
keadaan stress .
Gliserol dibebaskan dari jaringan adipose apabila kadar insulin menurun dan
kadar glukagon atau hormon stress ( epinephrine & kortisol ) meningkat di dalam
darah .

Laktat dihasilkan oleh otot selama olahraga dan oleh eritrosit .


Asam amino akan dilepas dari otot apabila kadar insulin rendah dan kadar kortisol
naik .
Asam amino juga akan tersedia untuk glukoneogenesis apabila diberi diit tinggi
protein dan rendah karbohidrat .
Glukoneogenesis diatur dalam 3 tahap yaitu :
Piruvat diubah menjadi fosfoenolpiruvat .
Fruktosa 1,6 bifosfat diubah menjadi fruktosa 6 fosfat .
Glukosa 6 fosfat diubah menjadi glukosa .
Energi bagi Glukoneogenesis :
Pada glukoneogenesis terajadi penguraian 6 mol ikatan fosfat berenergi tinggi .
Perlu 2 mol piruvat untuk mensintesis 1 mol glukosa .
Proses karbolsilasi 2 mol piruvat oleh piruvat karboksilase memerlukan hidrolisis
2 mol ATP .
Perubahan

mol

oksaloasetat

menjadi

mol

fosfoenolpiruvat

oleh

fosfoenolpiruvat karboksilase memerlukan 2 mol GTP .


Fosforilasi 2 mol 3-fosfogliserat menjadi 2 mol 1,3-bifosfogliserat memerlukan 2
ATP .
Peruabahan 1,3-bifosfogliserat menjadi gliseraldehid 3-fosfat memerlukan
NADH.
Pada keadaan puasa energi untuk glukoneogenesis diperoleh dari oksidasi
asam lemak .
Metabolisme Glikogen :

Glikogen adalah molekul yang berfungsi sebagai penyimpanan jangka panjang energi
sekunder pada hewan dan sel jamur , dengan menyimpan energi primer ditahan dijaringan
adipose

. Glikogen dibuat

terutama oleh

hati

dan otot, tetapi

juga dapat

dibuat

dengan glikogenesis dalam otak dan perut .


Regulasi Metabolisme Glikogen :
Glikogen hati berfungsi terutama sebagai penyokong glukosa darah pada keadaan
puasa atau saat kebutuhan meningkat seperti pada saat olahraga .
Regulasi di hati terutama oleh rasio (insulin) / (glucagon) dan kadar glukosa
dalam darah .
Glikoneogenesis di hati diaktifkan pleh epinephrine yang dilepaskan sebagai
respon terhadap olahraga , hipoglikemi dan situasi stress serta sebab lain seperti
terjadinya peningkatan kebutuhan glukosa .
Glikogen otot sebagai cadangan untuk membentuk ATP melalui glikolisis yang
terutama diatur oleh AMP dan Ca2+ selama kontraksi otot .
Epinephrin juga menyebabkan glikogenolisis otot rangka . Pada keadaan puasa ,
simpanan glikogen otot menurun .
Enzim utama yang mengendalikan metabolisme glikogen adalah glikogen
fosforilase dan glikogen sintatase .
CAMP dibentuk dari ATP oleh enzim adenilat siklase yang diaktifkan oleh
hormon epinephrine , norepinephrine dan glucagon .
CAMP diubah menjadi AMP oleh fosfodiesterase yang diaktifkan oleh insulin .
Pentosa Phosphat Pathway :
Jalur pentosa fosfat ( juga disebut jalur phosphogluconate dan shunt monofosfat heksosa )
adalah proses yang menghasilkan NADPH dan pentosa ( 5-karbon gula ) . Ada dua tahap
yang berbeda dalam jalur . Yang pertama adalah fase oksidatif , dimana NADPH yang

dihasilkan , dan yang kedua adalah sintesis non-oksidatif 5-karbon gula . Jalur ini adalah
sebuah alternatif untuk glikolisis . Meskipun tidak melibatkan oksidasi glukosa , peran
utamanya adalah anabolik daripada katabolik .
Hasil Pentosa Phosphate Pathway :
Menghasilkan NADPH yang digunakan untuk Lipogenesis & Steroidogenesis .
Sintesa Ribosa menghasilkan nukleotida & asam nukleat .
Tidak menghasilkan ATP .
Pentosa Phosphat Pathway berlokasi di sitoplasma .
Terdiri dari 2 fase yaitu :
Oxidative nonreversible :
Mengubah Glukosa 6-P menjadi Ribolosa 5-P denga melibatkan
Dehidrogenase dan Dekarboksialase yang menghasilkan NADPH
Nonoxidative reversible :
Mengibah Ribolosa 5-P menjadi Glukosa 6-P melibatkan 2 grup enzim
yaitu Transkelotase dan Transalodase yang nantinya akan menghasilkan
Ribosa .
Perbedaan Pentosa Phosphate Pathway ( HMP Shunt ) dengan Glikolisis :
HMP Shunt memakai NADP+ sebagai akseptor electron Sedangkan Glikolisis
memakai NAD+ .
HMP Shunt memerlukan CO2 sedangkan Glikolisis tidak .
HMP Shunt tidak menghasilkan ATP melainkan Ribosa Phosphate sedangkan
Glikolisis tidak menghasilkan Ribosa Phosphate dan menghasilkan ATP .
Interkonversi Gula

Fruktosa Loading :
Pemebebanan hepar dengan fruktosa seperti pada diit tinggi fruktosa atau
pemberian infuse fruktosa akan meningkatkan sintesa TG serta sekresi
VLDL . Hal ini menimbulkan Hipertrigliseridmia yang juga menyebabkan
terjadinya kenaikan kadar LDL Kolesterol yang dianggap potensial
untuk menimbulkan ateroskleresis .
Fruktosa loading juga menimbulkan sekuestrasi fosfat anorganik dalam
senyawa fruktosa 1-fosfat & mengurangi sintetase ATP . Hal ini
mengakibatkan inhibisi sintesa purin oleh ATP dihilangkan & sintesa asam
urat dipercepat sehingga timbul hiperurisemia yang menimbulkan
penyakit gout .
Galaktosemia :
Galaktosemia merupakan ketidakmampuan untuk memobilisasi galaktosa yang
dapat disebabkan oleh defek pada enzim galaktokinase , uridil transferase , 4
epimerase .
Kadar galaktosa yang tinggi dalam darah direduksi oleh aldosa reduktase
didalam mata menjadi poliol ( galaktiol ) sehingga terjadi akumulasi
galaktiol yang menimbulkan katarak .
Pada defek enzim uridil transferase akan terjadi akumulasi galaktosa 1
fosfat yang menyebabkan fosfat anorganik dalam hepar habis sehingga
pasien mengalami kegagalan hepar dan gangguan jiwa .
Epimerase ditemukan dalam jumlah yang kurang didalam eritrosit , tetapi
dalam jumlah yang memadai di hepar serta tempat lain , sehigga
menimbulkan keadaan yang asimptomatik .

Materi yang Menarik untuk Saya :


Materi yang paling menarik bagi saya adalah tentang proses pencernaan dari mulut
hingga di transfer ke seluruh tubuh dengan bantuan Glut 1 hingga Glut V . Saya tertarik pada
materi ini karena Dosen pemberi kuliah menjelaskan materi ini dengan baik dan tidak terburuburu serta dengan disertai contoh-contoh yang sangat bagus sehingga bisa dengan mudah saya
pahami . Berikut adalah proses pencernaan karbohidrat yang berawal dari mulut hingga di

transportasikan ke seluruh tubuh dengan bantuan Glut I hingga Glut V . Mulai dari mulut
karbohidrat dicerna oleh enzim ptyalin atau enzim amylase dimana ini merupakan percernaan
karbohidrat yang paling pertama terjadi pada tubuh manusia . Enzim ptyalin atau enzim
amylase berfungsi untuk memecah amylum atau zat tepung menjadi 4 macam karbohidrat yaitu :
monosakarida , disakarida , oligosakarida dan polisakarida . Selanjutnya pencernaan karbohidrat
berlanjut ke lambung dimana amylum yang telah dicerna oleh enzim ptyalin atau amylase
nantinya akan dicerna lagi oleh bantuan enzim dextrin yang bersifat asam karena pengaruh
HCL pada lambung .
Dari lambung karbohidrat akan diteruskan ke usus halus (duodenum , jejunum dan ileum)
yang memiliki suasana basa . Namun karena dextrin bersifat asam maka terlebih dahulu harus
dinetralkan dengan bantuan ( HCO3- ) atau ion bikarbonat yang dihasilkan dari pancreas . Selain
menghasilkan ion bikarbonat atau ( HCO3- ) , pancreas juga menghasilkan enzim pancreatic amilase . Percampuran -dextrin dengan ion bikarbonat (HCO3-) dan pancreatic -amilase akan
menghasilkan trisakarida dan oligosakarida, disakarida ( maltose dan isomaltosa ) . Pada usus
halus ini tidak hanya terjadi pencampuran -dextrin dengan ion bikarbonat (HCO 3-) dan
pancreatic -amilase , tetapi juga ada proses penyerapan atau absorbsi pada daerah Brush
Border . Tapi sebelum bisa di absorbsi oleh Brush Border , sebelumnya molekul-molekul
tersebut harus diubh menjadi molekul yang jauh lebih sederhana yaitu menjadi monosakarida .
Pada daerah Brush Border ini terdapat enzim-enzim disakaridase yang memiliki fungsi untuk
memecah molekul disakarida menjadi molekul monosakarida , seperti :
Maltosa dan Isomaltosa + enzim Maltose dan Isomaltose diubah menjadi Glukosa .
Sukrosa + enzim Sukrase diubah menjadi Glukosa dan fruktosa .
Laktosa + enzim lactase diubah menjadi Glukosa dan galaktosa .
Dari brush border ini, molekul-molekul monosakarida tadi akan ditransport ke dalam pembuluh
darah dengan bantuan 2 jenis transporter monosakarida yaitu :
Sodium glukosa kotransporter ( Na+ glucose cotransporter )
Glukosa transporter terfasilitasi .

Dari brush border, molekul-molekul monosakarida, seperti glukosa, galaktosa dan


fruktosa nantinya akan ditransfer masuk ke intestinal epithelium. Glukosa dan galaktosa akan
diangkut oleh sodium glukosa cotranporter ( Na+ glucose cotransporter ). Dalam hal ini berarti
glukosa dan galaktosa akan dapat masuk ke intestinal epithelium jika terdapat sodium atau Na+.
Tetapi selain dapat diangkut oleh Na+ glucose cotransporter , glukosa juga dapat masuk
ke intestinal epithelium dengan bantuan Glukosa Transporter Terfasilitasiseperti halnya dengan
fruktosa . Setelah berada di intestinal epithelium , molekul-molekul monosakarida tadi krmudian
akan ditransport ke sistem aliran darah kapiler dengan menggunakan satu jenis transporter yaitu
glukosa transporter terfasilitasi . Contoh dari glukosa transporter terfasilitasi adalah GLUT 1-5.
Glut 1 :
Memiliki afinitas yang sangat tinggi, artinya memiliki ikatan yang sangat kuat dengan
glukosa nantinya Glut 1 akan bertugas melewati beberapa sel barrier seperti :
Eritrosit manusia

Barrier darah placental

Barrier darah otak

Barrier darah - testis

Barrier darah - retina


Glut 2 :
Memiliki kapasitas yang besar tetapi afinitasnya rendah . Artinya GLUT 2 mampu
menampung glukosa dalam jumlah besar tetapi ikatannya terhadap glukosa tersebut
rendah . Pada dasarnya dapat membawa lebih banyak glukosa akan tetapi jika ada organ
lain yang memerlukan glukosa , maka glukosa tersebut akan ditransfer ke organ tersebut
sesuai kebutuhan organ yang memerlukan . Glut 2 mendistribusikan karbohidrat ke
jaringan :
Hati
Sel pancreas
Permukaan basolateral usus
Glut 3 :
Merupakan transporter yang berkerja khusus hanya pada sistem saraf pusat atau otak .
GLUT 3 ini memiliki sifat yang hampir sama dengan GLUT 1 karena Glut 3 berfungsi

untuk membawa Glukosa untuk melewati barrier otak karena otak hanya menggunakan
glukosa sebagai cadangan energinnya .
Glut 4 :
Merupakan transporter khusus yang kerjanya dipengaruhi oleh insulin . Artinya jika ada
insulin , barulah GLUT 4 akan bisa mengangkut glukosa . GLUT 4 memiliki daya ikat
tinggi serta jumlahnya meningkat pada permukaan sel .
Agar insulin dapat bekerja untuk Glut 4 , maka diperlukan adanya reseptor untuk insulin
tersebut , tetapi pada penderita diabetes mellitus reseptor insulin tidak dapat mengenali
ketersediaan insulin , maka transpoter GLUT 4 tidak akan bisa bekerja sehingga
menyebabkan penumpukan kadar gula dalam darah yang dapat menyebabkan terjadinya
hiperglikemia . Glut 4 mentransportasikan karbohidrat ke jaringan :
Otot jantung
Otot bergaris
Jaringan adipose
Glut 5 :
Merupakan transporter yang terdapat pada intestinal epithelium dan hanya berfungsi
untuk melakukan pengangkutan fruktosa . Glut 5 mendistribusikan fruktosa ke jaringan :
Usus halus

Otot rangka

Testis dan sperma

Jaringan adiposa

Kadar rendah di ginjal

Otak

Fungsi pembelajaran Karbohidrat untuk masyarakat :


Dengan mempelajari karbohidrat kita akan mampu untuk mengenali beberapa penyakit yang
berhubungan dengan proses pencernaan karbohidrat dalam tubuh beserta gejala dan cara
penanggulangannya . Beberapa penyakit yang berhubungan dengan karbohidrat antara lain :
Intoleransi Laktosa
Meruapakan keadaan dimana tidak terdapat cukup enzim lactase untuk mencerna laktosa
sehingga akan mengalami gangguan pencernaan seperti sakit perut dan diare . Pada
keadaan normal , tubuh dapat memecah laktosa menjadi gula sederhana dengan bantuan

enzim lactase . Berbeda dengan sebagian besar mamalia yang tidak lagi memproduksi
laktase sejak masa penyapihan , pada manusia, laktase terus diproduksi sepanjang
hidupnya . Enzim laktase yang berfungsi memecah gula susu (laktosa) terdapat di
mukosa usus halus. Enzim tersebut bekerja memecah laktosa menjadi monosakarida yang
siap untuk diserap oleh tubuh yaitu glukosa dan galaktosa .
Gejala Intoleransi Laktosa :
Sakit perut
Perut kembung
Diare
Penyebab terjadinya intoleransi laktosa :
Intoleransi laktosa sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik dimana
penderita memang memiliki enzim lactase dengan jumlah yang lebih sedikit
dibandingkan orang normal . Selain karena faktor genetic , Intoleransi laktosa
juga dapat disebabkan karena :
Gastroenteritis , dapat menyebabkan terjadinya penguraian enzim lactase
yang dapat berlangsung sampai beberapa minggu .
Infeksi parasit , dapat menyebabkan pengurangan jumlah laktase
sementara waktu .
Defisiensi besi, rendahnya asupan besi dapat mengganggu pencernaan dan
penyerapan laktosa .
Penanggulangan :
Menghindari atau membatasi produk makanan yang mengandung padatan
susu , padatan susu bebas lemak , whey dan gula susu .
Mengkonsumsi produk susu fermentasi seperti keju dan yogurt karena
pada umunya jenis makanan ini ditoleransi dengan lebih baik daripada
susu .
Meminum susu yang banyak mengandung lemak susu karena lemak dapat
memperlambat transportasi susu dalam saluran pencernaan sehingga dapat
menyediakan waktu yang cukup untuk enzim lactase dalam mencerna
susu.

Mengkonsumsi susu bebas laktosa .


Mengkonsumsi produk kedelai sebagai pengganti susu karena kedelai juga
banyak mengandung kalsium .
Memperhatikan makanan yang mungkin mengandung laktosa tersembunyi
seperti sereal olahan , pancake , roti , scramble eggs , margarine dan
biskuit atau kue yang mengandung susu atau padatan susu .

Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang
disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula ( glukosa ) darah akibat
kekurangan insulin atau karena insulin yang diproduksi tidak dapat direspon oleh sel
sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan kadar gula dalam darah . Untuk
mengetahui apakah seseorang terkena diabetes atau tidak dapat kita amati melalui kadar
gula dalam darah diamana kadar gula darah normal yaitu :
Pada saat puasa ( nuchter )

: 80 -< 110 mg/dl

Setelah makan

: 110 -< 160 gr/dl

Tipe Diabetes Mellitus :


Diabetes Mellitus Tipe I :
DM ini disebabkan akibat kekurangan insulin dalam darah yang terjadi
karena kerusakan dari sel beta pancreas . Penderita biasanya berumur
kurang dari 30 tahun atau anak-anak dan remaja . Gejala yang menonjol
adalah terjadinya Poliuria atau sering kencing (terutama malam hari) ,
Polifagia atau sering lapar dan Polidipsia atau sering haus . Sebagian besar
penderita DM type ini berat badannya normal atau kurus dimana penderita
penyakit ini 90% sel betanya rusak sehingga harus mendapatkan suntikan
insulin secara teratur .
Diabetes Mellitus Tipe II :
DM tipe ini disebabkan oleh insulin yang tidak dapat bekerja dengan
baik . Kadar insulin penderita DM tipe ini bisa normal , lebih rendah atau

bahkan meningkat , hanya saja fungsi insulin untuk metabolisme glukosa


tidak ada / kurang sehingga glukosa dalam darah tetap tinggi yang
menyebabkan terjadinya hiperglikemia . 75 % dari penderita DM type II
dengan obersitas atau sangat kegemukan dan biasanya diketahui DM
setelah usia 30 tahun dan DM jenis ini cenderung diturunkan secara
genetik .

Dengan mempelajari Proses Pencernaan Karbohidrat , banyak hal yang dapat kita
sumbangkan pada masyarakat nantinya yang secara khusus berorientasi pada permasalahan
kesehatan dan penangannya . Seperti pada pembelajaran Karbohidrat yang berhubungan dengan
penyakit Intoleransi Laktosa dan Diabetes Mellitus , dengan mempelajari Karbohidrat , nantinya
kita akan mampu untuk mengenali dan menangani pasien yang menderita penyakit di atas
sehingga nantinya kita akan bisa membantu masyarakat dengan secara langsung dengan
mempelajari Karbohidrat saat ini .