Anda di halaman 1dari 15

BAB1

PENDAHULUAN
1.1 Latar blakang
Air merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup di dunia ini termasuk
manusia. Tanpa air, manusia akan mengalami kesulitan untuk melangsungkan
hidupnya, maka dari itu pengelolaanya harus diatur sedemikian rupa sehingga
agar dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Air adalah sumber daya
nasional yang menyangkut hajat hidup orang banyak, maka pengelolaanya
dipegang oleh pemerintah. Sumber air umunya berasal dari air permukaan
(danau, sungai, dan sebaganya), lebih dari 90% penduduk pedesaan dinegara
belum maju menggunakan air yang tidak aman dari penyakit, keadaan ini
beresiko berbagai penyakit seperti kolera, tifus perut, disentri basil, dan
sebgainya.(dainur, 1992).
Air bersih merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, sehingga
ketersediaan air bersih sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia. Pengaruh
dari ketersediaan air bersih tidak hanya pada kebutuhan rumah tangga, tetapi
berpengaruh pada sektor sosial, ekonomi, maupun fasilitas umum, seiring
dengan tingkat pertumbuhan penduduk. Peningkatan pertumbuhan penduduk,
berkaitan erat dengan terjadinya kepadatan penduduk yang mempengaruhi
aktifitas, perkembangan dalam segi ekonomi, sosial, dan pengembangan
fasilitas umum, sehingga tingkat kebutuhan air bersih akan meningkat pula.
Namun pada kenyataannya kualitas dan kuantitas sumber air berbanding
terbalik dengan peningkatan pertumbuhan penduduk, khususnya di daerah
pedesaan. Kondisi pelayanan tersedianya air bersih di daerah pedesaan masih
belum memenuhi tingkat kebutuhan air bersih, sehingga diperlukan upaya
manusia dalam pengembangan sistem pendistribusian air bersih.(fenny
nelwan, 2013).

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Mengetahui bagaimanakah efektivitas pelayanan di PDAM kabupaten
klaten
2. Mengetahui penyebab krisis air bersih di PDAM kabupaten klaten
3. Mengetahui standar air bersih di PDAM kabupaten klaten
1.3 TUJUAN
1.
2.
3.
4.
2
1.
2.
3.

Mengetahui proses pengolahan air baku di PDAM kabupaten klaten?


Mengetahui sumber air baku yang ada di PDAM kabupaten klaten?
Mengetahui pemeliharaan yang dilakukan di PDAM kabupaten klaten?
Mengetahui syarat standar air bersih dan air minum di PDAM klaten?

MANFAAT
Meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama untuk penyediaan airbersih.
Meningkatkan efisensi waktu dan effektifitas pemanfaatan air bersih.
Dapat menjadi sumber informasi dan referensi bagi pembaca mengenai
sumber air, debit air proses penglolahan air baku serta pemeliharaanya.
.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Air Bersih dan Air Minum


2

a. Air Bersih
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari hari dan akan
menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagi batasannya, air
bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi system penyediaan air
minum, dimana persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi
kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologis dan radiologis
sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping (ketentuan
umum Permenkes No.416/Menkes/PER/IX/1990)

b. Air Minum
Pengertian air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syaratsyarat kesehatan yang dapat diminum. Alasan kesehatan dan teknis yang
mendasari penetuan standar kualitas air minum adalah efek efek dari setiap
parameter jika melebihi dosis yang telah ditetapkan. Pengertian dari standar
kualitas air minum adalah batas operasional dari criteria kualitas air dengan
memasukkan perimbangan non teknis, misalnya kondisi social ekonomi,
target atau tingkat kualitas roduksi, tingkat kesehatan yang ada dan teknologi
yang tersedia. Berdasarkan Permenkes No.416/Menkes/Per/IX/1990, yang
membedakan antara kualitas air bersih dan air minum adalah standar kualitas
setiap parameter fisik, kimia, biologis, dan radiologis maksimum yang di
perbolehkan.
2.2 SUMBER-SUMBER AIR
a. Mata air
Mata air merupakan air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan
tanah. Mata air yang berasal dari dalam tanah hampir tidak terpengaruh oleh
musim dan kualitasnya sama dengan air tanah dalam. Berdasarkan keluarnya
(muncul kepermukaan tanah) mata air, dapat dibedakan menjadi: mata air
rembesan, yaitu mata air yang keluar dari lereng-lereng dan mata air umbul, yaitu
mata air keluar dari suatu daratan. Kualitas air dari mata air akan sangat tergantung
dari lapisan mineral tanah yang dilaluinya. Hal ini menunjukkan karakter-karakter
3

khusus dari mata air tersebut. Kebanyakan air yang bersumber dari mata air
kualitasnya baik sehingga umumnya digunakan sebagai sumber air minum oleh
masyarakat sekitarnya. Sebagai sumber air minum masyarakat, maka harus
memenuhi beberapa aspek yang meliputi kuantitas, kualitas dan kontinuitas.
b. Air Angkasa
Air hujan dapat digunakan untuk sarana air bersih dan air minum, tetapi harus
melalui proses terlebih dahulu yaitu melalui proses penampungan kemudian
dijadikan air minum, tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium. Oleh karena
itu, agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium
didalamnya. Sarana yang digunakan untuk penyediaan air hujan lazim disebut
penampungan air hujan (PAH). ini terbuat dari bahan semen pasir atau dari logam
atau dari bahan kayu. Untuk menentukan kecukupan air hujan pada musim
kemarau perlu dihitung curah hujan rata-rata per bulan, berapa lama musim
kemaraunya, berapa luas atap penangkap airnya dan berapa jumlah orang yang
memerlukannya.

c. Air permukaan
Air permukaan adalah air yang berada di sungai, danau, waduk, rawa dan
badan air lain, yang tidak mengalami infiltrasi ke bawah tanah. Areal tanah yang
mengalirkan air ke suatu badan air disebut watersheads atau drainage basins. Air
yang mengalir dari daratan menuju suatu badan air disebut limpasan permukaan
(surface run off) dan air yang mengalir di sungai menuju laut disebut aliran air
sungai (river run off). Sekitar 60 % air yang masuk ke sungai berasal dari hujan,
pencairan es/salju (terutama untuk wilayah ugahari), dan sisanya berasal dari air
tanah.Wilayah di sekitar daerah aliran sungai yang menjadi tangkapan air disebut
catchment basin.

2.3 PERSYARATAN KUALITAS AIR BERSIH


Sumber air baik air untuk konsumsi umum, maupun konsumsi rumah
tangga yang di dapatkan dari sumbernya, harus diolah terlebih dahulu sebelum di
gunakan, sehingga memenuhi syarat-syarat kesehatan untuk air minum dan
keperluhan lainya semaksimal mungkin. Penglolahan air bertujuan memenuhi

syarat-syarat fisik, biologi dan kimiawi.


1. Termasuk syarat-syarat fisik antara lain:
Tidak berbau,
Tidak berasa,
Tidak berwarna.
2. Sedangkan syarat-syarat bakteriologik, antara lain:
Mengandung kuman penyakit dalam jumlah yang sangat minimal.
Sebagai indicator bakteriologik adalah basil ecoli. Apabila air
ditemukan basil ecoli dalam jumlah tertentu menunjukan air telah
tercemar kotoran manusia ataupun binatang.
3.

Sedangkan persyaratan kimiawi adalah


Tidak boleh mengandung bahan kimia yang membahayakan kesehatan,
misalnya bahan radio aktif, arsen, sianida timbaldan lain- lain, dalam
jumlah yang membahayakan kesehatan.
Mengandung bahan kimia seperti (flour,klor, dan lain-lain) dalam
jumlah cukup, sesuai dengan keehatan manusia. Karena dalam jumlah
berlebihan dapat membahayakan kesehatan manusia.

2.4 SISTEM PENGALIRAN AIR BERSIH


a. Cara Pemompaan
Cara pompa ini dilakukan untuk meningkatkan tekanan yang
diperlukan untuk mendistribusikan air dari reservoir distribusi ke
konsumen. Sistem ini digunakan jika instalasi pengolahan dan daerah
pelayanan tidak dapat memberikan tekanan yang cukup.

b. Cara Gravitasi
Cara pengaliran gravitasi digunakan apabila elevasi sumber air
mempunyai perbedaan cukup besar dengan elevasi daerah pelayanan,
sehingga tekanan yang diperlukan dapat dipertahankan. Cara ini dianggap
cukup ekonomis, karena hanya memanfaatkan gravitasi atau ketinggian
lokasi.
c. Cara penggabungan
cara gabungan yaitu dengan cara reservoir yang digunakan untuk
mempertahankan tekanan yang diperlukan selama periode pemakaian
tinggi dan pada kondisi darurat. misalnya saat terjadi kebakaran, atau tidak
adanya energi. Selama periode pemakaian rendah, sisa air dipompakan
dan disimpan dalam reservoir distribusi. Karena reservoir distribusi
digunakan sebagai cadangan air selama periode pemakaian tinggi atau
pemakaian puncak, maka pompa dapat dioperasikan pada kapasitas debit
rata-rata.
2.5 PENGOLAHAN AIR BERSIH
Dalam pengolahan air bersih di perlukan unit-unit sebagai berikut :
a. Penyimpanan
Penyimpanan air baku dialirkan dari sumber seperti sungai, kali, dan
sebagainya ke dalam bak penampungan alami atau bak buatan yang sudah
dilindungi dari pencemaran. Air yang disimpan dalam tempat penampungan
tersebut akan menghalami proses purifikasi secara alami seperti berikut :
1) Proses fisik
kualitas air sudah dapat diperbaiki sampai sekitar 90%. Bendabenda yang terlarut dalam air akan mengendap dalam waktu 24
jam dan air akan bertambah jernih. Proses filtrasi yang selanjutnya
akan semakin mudah dilakukan.
2) Proses kimiawi
6

Dalam proseskimiawii, bakteri aerobik akan mengoksidasi bahanbahan organik yang terdapat di dalam air dengan bantuan oksigen
bebas.
3) Proses biologis
Organisme patogen

berangsur-angsur

akan

mati.

Keadaan

semacam ini dapat terlihat jika air disimpan selama 5-7 hari.
Dalam kondisi tersebut, jumlah bakteri dalam air akan berkurang
sampai 90%.

b. Aerasi
Aerasi digunakan untuk menyisihkan gas yang terlarut di air permukaan
atau untuk menambah oksigen ke air untuk mengubah substansi yang di
permukaan menjadi suatu oksida.
c. Koagulasi
proses pencampuran zat koagulan dengan air baku secara merata. Setelah
pencampuran ini, akan terjadi destabilisasi koloid yang ada pada air baku.
Dalam proses koagulasi ini, air sungai yang telah tersedot diberi zat koagulasi
kimia, misalnya alum (alumunium sulfat) dengan dosis bervariasi antara 5-40
mg/l bergantung pada turbiditas, warna, suhu dan pH air.
d. Flokulasi
Flok-flok kecil yang sudah terbentuk di koagulator diperbesar disini.
Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk flok yaitu kekeruhan pada air baku,
tipe dari suspended solids, pH, alkalinitas, bahan koagulan yang dipakai, dan
lamanya pengadukan.
e. Sedimentasi
Sedimentasi adalah pemisahan partikel secara gravitasi setelah endapan
terbentuk dari proses koagulasi flokulasi. Pada bak sedimentasi dilengkapi
tube settler yang bertujuan mempercepat proses pengendapan.
f. Filtrasi
7

Penyaring yang digunakan adalah rapid sand filter (filter saringan cepat).
Sand filter jenis ini berupa bak yang beriisi pasir kwarsa yang berfungsi untuk
menyaring flok halus dan kotoran lain yang lolos dari klarifier (clearator). Air
yang masuk ke filter ini telah dicampur terlebih dahulu dengan klorin dan
tawas.
Media penyaring biasanya lebih dari satu lapisan, yaitu pasir kwarsa dan
batu dengan mesh tertentu. Air mengalir ke bawah melalui media tersebut.Zatzat padat yang tidak larut akan melekat pada media, sedangkan air yang jernih
akan terkumpul di bagian dasar dan mengalir keluar melalui suatu pipa
menuju reservoir.
g. Desinfeksi
Proses ini disebut juga proses klorinasi yang merupakan pembubuhan zat
disenfektan (kaporit) dengan tujuan membunuh bakteri yang mungkin ada
baik di reservoir, jaringan pipa distribusi hingga sampai ke pelanggan.
h. Reservoir
Reservoir berfungsi sebagai tempat penampungan air bersih yang telah
disaring melalui filter, air ini sudah menjadi airyang bersih yang siap
digunakan dan harus dimasak terlebih dahulu untuk kemudian dapat dijadikan
air minum.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil kunjungan praktik lapangan pada tanggal 12 juni 2015 mengunjungi di tiga
tempat yaitu :
1. PDAM di kabupaten klaten
2. Elevated reservoir balance di kabupaten klaten
3. Sumber mata air (mata air geneng)
3.1 PDAM kabupaten klaten
PDAM klaten meiliki 4 cabang yaitu di kota kelaten, cabang barat
meliputi wilayah prambanan, karanongko,kemalang dan wedi. Cabang
utara meliputi wilayah karang anom, jatinom,delanggung, cabang timur
meliputi cabar, wedan, dan cawan.
PDAM klaten menggunakan pengolahan melalui sumber sumur air
dalam, untuk system produksinya melalui system pompa dan distribusinya
melalui gravitasi, dengan pengolahan aerasi, flokulasi dan sedimentasi,
filtrasinya menggunakan media pasir DM 65kemudian ke reservoir (bak
penampung). Pengolahan air yang ada di PDAM Klaten sebesar 20
liter/detik. menggunakan Ground Reservoiryang berfungsi sebagai
reservoir distribusi untuk sekitar 37.000 pelanggan bagi Kota Klaten.

Gambar. 3.2 tempat instalasi pengolahan air

10

Gambar 3.3 tabung gas klor


Tabung gas klor berfungsi untuk membunuh bakteri collifrom dan
mengatur dan mengukur gas clorin pada penyediaan air bersih.
3.3 Elevated reservoir balance di kabupaten klaten
Adalah bangunan penampungan air yang terletak di atas permukaan tanah
dengan ketinggian 47 meter dengan kapasitas penampung air 100 m 3.
Reservoir ini berfungsi sebagai penyeimbang pasokan air di PDAM
Klaten dengan system kerja gravitasi.sumber mata air melalui dua sumber
yaitu mata air Lanang dan mata air Geneng yang terletak di kecamatan
Kebonarum.
Gambar: 3.4 Elevated Reservoir

11

3.4

sumber

mata

air

mata

air

geneng
Sumber

Geneng merupakan sumur


dalam yang menggunakan
sistem pompa yang langsung
di ambil dari sumbernya
kemudian

untuk

pendistribusiannya
menggunakan sistem gravitasi.

12

Gambar 3.5 pompa sumber mata air geneng

BAB IV
PENUTUP

13

3.6 KESIMPULAN
1. Perusahaan air minum daerah harus selalu meningkatkan baku
mutu air dalam kesehatan
2. PDAM kelaten menggunakan pengolahan melalui sumber sumur
air dalam,dan mata air.
3. Proses pengolahan yg di mulai dari sumber air dalam kemudian di
proses degan proses aerasi, roughing filter, filtrasi, kemudian ke
reservoir.
4. PDAM kelaten menggunakn reservoir yaitu Elevated reservoir
balance yang menggunakan cara grafitasi
5. Dengan adanya Elevated
reservoir PDAM kelaten bisa
mengetahui tentang kebocoran pipa dengan ngeng catat data air
setiap hari
3.7 Saran
1. Perusahaan air minum daerah harus selalu meningkatkan baku
mutu air dalam kesehatan.
2. Penyediaan air bersih harus sesuai dengan syarat standar ketentuan
umum Permenkes No.416/Menkes/PER/IX/1990
3. PDAM kelaten harus lebih teliti dalam kebocoran pipa dan
kehilangan air

DAFTAR PUSTAKA

14

Candra, b, 2005, pengantar kesehatan lingkungan, EGC


Danur,1992, ilmu kesehatan masyarakat
Tambunan, r, 2015, jurnal ilmiahPeran pdam dalam pengelolaan bahan air baku air
minumSebagai perlindungan kualitas air minum Di kota Yogyakarta.
Artika, n, 2013, Privatisasi Lokal Dalam Penyediaan dan Pengelolaan Air
Bersih Di Wilayah Peri Urban.

suyono,dan budiman,2010, ilmu kesehatan masyarakat, dalam konteksi kesehatan


lingkungan, Jakarta:EGC

15