Anda di halaman 1dari 4

KESELAMATAN PASIEN

SPO

No. Kode

:.

Terbitan

No. Revisi

: R0

Tgl. Mulai Berlaku :


Halaman

UPT
Puskesmas
Wonogiri II

: 1- 3.

Ditetapkan Oleh
Ka. Pusk. Wonogiri II

dr. ANTIK ISTIQOMAH


NIP : 19650404 199803 2 003

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Keselamatan pasien adalah sistem dimana membuat asuhan pasien lebih


aman.
Sistem tersebut meliputi assesment resiko,identifikasi, dan pengelolaan hal
yang berhubungan dengan resiko pasien,pelaporan dan analisis
insident,kemampuan belajar dari insident dan tindak lamjutnya serta
implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko
Terciptanya budaya keselamatan pasien
Menurunnya kejadian KEJADIAN Tidak Diinginkan(KTD),Kejadian
Potensial Cidera (KPC),Kejadian Nyaris Cidera (KNC).
Pelaksanaan pemeriksaan harus mengikuti langkah - langkah yang tertuang
dalam instruksi kerja,

Referensi

DEPKES RI,2006

Alat & Bahan

6.

Langkah- Langkah
1.Bangun kesadaran akan keselamatan pasien.
a)Bagi PUSKESMAS
-Pastikan memiliki kebijakan yang menjabarkan apa yang
harus dilakukan staf segera setelah terjadi insiden
-Pastikan memiliki kebijakan yang menjabarkan peran dan
akuntabilitas individual apabila terjadi insiden
-Tumbuhkan budaya pelaporan dan belajar dari insiden yang
terjadi
-Lakukan assesment dengan menggunakan survei penilaian
keselamatan pasien
b)Bagi TIM
-Pastikan rekan sekerja anda merasa mampu mengenai
kepedulian mereka dan berani melakukan bilamana terjadi
insiden
-Demonstrasikan kepada Tim anda,ukuran yang dipakai
untuk memastikan semua laporan
2.Pimpin dan dukung staf anda
a)Bagi PUSKESMAS
-Pastikan ada pimpinan yang bertanggungjawab atas
keselamatan pasien

-Identifikasi di tiap bagian


-Prioritaskan keselamatan pasien dalam rapat
-Masukkan keselamatan pasien dalam semua program
latihan
b)Bagi TIM
-Nominasikan penggerak untuk memimpin gerakan
keselamatan pasien.
-Jelaskan kepada tim anda,relevansinya serta manfaat bagi
mereka
-Tumbuhkan sikap ksatria menghargai pelaporan insiden
3.Integrasikan aktivitas pengelolaan resiko
a)Bagi PUSKESMAS
-Telaah kembali struktur dan proses yang ada dalam
manajemen resiko klinis dan non klinis
-Kembangkan indikator kinerja bagi sistem pengelolaan
resiko
-Gunakan informasi yang benar dan jelas dari pelaporan
insiden
b)Bagi TIM
-Bentuk forum untuk mendiskusikan keselamatan pasien
-Pastikan ada penilaian resiko pada individu pasien
-Lakukan proses assesment resiko secara teratur
-Pastikan penilaian resiko tersebut disampaikan.
4.Kembangkan sistem pelaporan
a)Bagi PUSKESMAS
-Lengkapi rencana pelaporan insiden
b)Bagi TIM
-Berikan semangat kepada rekan sekerja secara aktif
melaporkan setiap insiden
5.Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien
a)Bagi PUSKESMAS
-Pastikan menjabarkan cara komunikasi terbuka tentang
insiden dengan para pasien dan keluarga
-Pastikan pasien dan keluarga mendapat informasi yang
benar dan jelas
-Berikan dukungan kepada staf agar terbuka pada pasien
b)

Bagan Alir

diikat

7. Hal-hal yang perlu


diperhatikan
8. Unit terkait
9. Dokumen terkait

10. Rekaman Historis


No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tgl.

11. Daftar Tilik


No

Kegiatan Penting Yang Tertulis Dalam Prosedur

Dilaksanakan
Ya

Apakah Petugas Melaksanakan :


1

Tidak

Tidak
be
rl
ak
u

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Jumlah seluruh jawaban

Tingkat Kepatuhan

CR =

Jumlah YA
X 100%
Jumlah YA+TIDAK

CR dikatakan BAIK jika hasilnya > 80%