Anda di halaman 1dari 16

KONSEP DASAR

Oleh:
Hita Pandita

Program Studi: Teknik Geologi (S-1)


Sekolah Tinggi Teknologi Nasional
Yogyakarta

SEJARAH PERKEMBANGAN
MIKROPALEONTOLOGI
Strabo (58 SM 25 M), melihat kenampakan seperti beras pada
batugamping yang digunakan untuk membangun piramid. Fosil
tersebut kemudian dikenal sebagai Nummulites.
Identifikasi ini juga dilakukan oleh Herodotus (Abad ke 5 SM.).

SEJARAH PERKEMBANGAN
MIKROPALEONTOLOGI
Antonie van Leeuwenhoek
(1660) merupakan awal dari
pembelajaran sitematika mikropaleontologi dengan ditemukannya
mikroskop pertama kali

Abbe Giraud de Saulave (1777)


Law of Faunal Succession (Hukum Urut-urutan fauna)
Jenis-jenis fosil itu berada sesuai dengan umurnya. Fosil pada formasi
terbawah tidak serupa dengan formasi yang di atasnya.
.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

William Smith (1769 - 1834),


Law of Strata Identified by Fossils (Hukum Mengenali Lapisan Dengan
Fosil
Kemenerusan suatu lapisan batuan dapat dikenali dari kandungan fosilnya.

Law of Strata Identified by Fossils (Hukum Mengenali Lapisan Dengan


Fosil)
.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

SEJARAH PERKEMBANGAN
MIKROPALEONTOLOGI
Alcide d'Orbigny's (1802-1875)
Melakukan kajian detail foraminnifera dan orang pertama yang
menyusun klasifikasinya. Memasukan cephalopoda kedalam
taksonomi foraminifera.
He was also first to utilize foraminifera in biostratigraphic studies of
the Paratethyan Tertiary.

KONSEP-KONSEP DASAR
MIKROPALEONTOLOGI

Taksonomi
Konsep Spesies
Filogeni
Metode Identifikasi

TAKSONOMI
Taksonomi adalah pengelompokan organisme berdasarkan
kesamaan ciri fisik tertentu.
Dalam penyebutan organisme sering dipergunakan istilah
taksa apabila tingkatan taksonominya belum diketahui.
Unit terkecil dalam taksonomi adalah spesies, sedangkan
unit tertinggi adalah kingdom.
Diantara unit-unit baku dapat ditambahkan super jika terletak
di atas unit baku, contoh: super kingdom, merupakan unit
yang lebih tinggi dari kingdom.
Jika ditambahkan sub terletak di bawah unit baku, contoh:
sub filum, terdapat di bawah unit filum.

Protista

Kingdom
Filum

Filum

Filum

Protozoa

2 Filum

Klas

Klas

Klas

Rhizopoda

3 Klas

Ordo

Ordo

Ordo

Foraminifera

Famili

Famili

Famili

Globigerinidae

Genus

Genus

Genus

Globigerina

Spesies

Spesies

Spesies

Globigerina praebulloides

KONSEP SPESIES
Spesies,
merupakan
unit
terkecil
di
dalam
taksonomi.
Pengelompokan spesies dibatasi oleh kemampuan suatu organisme
untuk berkembang biak dengan organisme yang sama.
Di dalam mikropaleontologi pengelompokan spesies didasarkan atas
kesamaan ciri fisik secara keseluruhan.

Pada mikrofosil terkadang


sangat sulit, bergantung
pada kecanggihan
mikroskopnya.

Globorotalia multicamerata

Spesifikasi Nama
1.

Deskriptif, Pemberian nama di dasarkan pada ciri fisik, dapat berupa:


a. Bentuk tubuh: Orbulina bilobata, memperlihatkan bentuk tubuh
bulat dan terdiri dua buah.
b. Struktur: Globorotalia multicamerata, memperlihatkan struktur
tubuh
terputar dengan jumlah kamar yang banyak.

2.

Geografis: Pemberian nama yang didasarkan pada lokasi dimana fosil


tersebut pertama kali diketemukan. Contoh: Fussulina sumatrensis,
Fussulina yang diketemukan di sumatera.

3.

Personal: Mencantumkan nama penemunya. Contoh: Discoaster


martinii, Martini adalah penemu fosil tersebut.

Aturan Pemberian Nama Fosil


1.

The Principle of Binomial Nomenclature


Dalam penamaan terhadap spesies harus mengkombinasikan dua nama
(binomial). Nama di depan adalah genus sedangkan nama belakang
adalah spesiesnya. Contoh: Laevidentalium sexangulum, genus adalah
Laevidentalium sedangkan spesiesnya adalah sexangulum.

2.

The Principle of Priority


Nama yang pertama kali dikeluarkan merupakan nama yang
diprioritaskan untuk dipergunakan.

3.

Bahasa dan Penulisan


Bahasa yang dipergunakan dalam penamaan adalah bahasa Latin, dan
ditulis miring atau digaris bawahi.

4.

Nama Penemu
Nama penemu yang pertama kali harus dicantumkan. Contoh:
Globigerinoides saculiferus, Cushman.

5.

Spesies Baru
Penamaan pada spesies baru harus ditambahkan kata n. sp.
dibelakang nama fosil, dan hanya dipergunakan sekali pada saat
dipublikasikan pertama kali.

6.

Istilah Tambahan
Suatu fosil kadang sulit untuk diidentifikasikan/dibedakan dengan
fosil yang lainnya. Untuk itu dapat dipergunakan beberapa istilah
tambahan antara lain: aff. (affinitas), cf. (mirip dengan), sp/spp
(spesies/spesies jamak).

METODE IDENTIFIKASI

1.

Morfologi. Pendekatan morfologi berupa deskriptif kualitatif.


Meliputi bentuk tubuh, struktur yang biasanya berkembang, dan
sebagainya.

2.

Biometri, Pendekatan secara kuantitatif, yaitu berdasarkan


ukuran tubuh dari suatu organisme. Didalam Mikropaleontologi
jarang digunakan karena ukurannya yang sangat kecil.

3.

Komposisi kimiawi, Pendekatan dengan melihat sifat optis dan


fisik dari tubuh keras/cangkang. Misal: Calcareous nannofosil,
Silicieous Palynomorph.