Anda di halaman 1dari 31

Mekanisme Pertahanan Diri

dan Perkembangan
Kepribadian

Eriza Septia Pratiwi


10310135

PENDAHULUAN

Tiap makhluk dalam evolusinya akan


mengembangkan dirinya dengan berbagai cara dan
mekanisme dalamupaya menyesuaikan diri terhadap
kondisi kehidupan yang mungkin akan
mengancamnya.

melalui proses perkembangan, Seseorang


memerlukan berbagai teknik psikologis guna
mempertahankan dirinya.

Istilah mekanisme pertahanan umum


digunakan dalam usaha penyisihn dan
ditujukan terhadap dorongan naluri.

Struktur Kepribadian
Freud

Menurut teori psikoanalitik Sigmund Freud, kepribadian terdiri


dari tiga elemen.
Ketiga unsur kepribadian itu dikenal sebagai id, ego dan
superego yang bekerja sama untuk menciptakan perilaku
manusia yang kompleks
Status internal manusia selalu diselimuti dengan kecemasan
sebagai produk dari konflik antara strukstur atau unsur
kepribadian. Kemudia status internal tersebut bermanifestasi
kedalam prilaku kongkrit yang tercermin dalam suatu
mekanisme pertahanan diri atau mekanisme pertahanan ego.

ID

Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak


lahir.

termasuk dari perilaku naluriah dan primitif.

Menurut Freud, id adalah sumber segala energi psikis, sehingga


komponen utama kepribadian.

Didalam Id prinsip kesenangan/pleasure principle masih


sangat berkuasa.

Inti utama dari kecenderungan Id adalah menuntut agar apa yang


diinginkan diperoleh dengan segera.

Ego

Ego
adalah
komponen
kepribadian
yang
bertanggung jawab untuk menangani sinkronisasi
antara kebutuhan Id dengan realitas.
Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas, yang
berusaha untuk memuaskan keinginan id dengan
cara-cara yang realistis dan sosial yang sesuai.
Ego
bertugas
mempertahankan
kepribadian
manusia untuk menjamin penyesuaian dengan
alam sekitarnya

SUPER EGO

Superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua


standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari
kedua orang tua dan masyarakat mana yang dirasa benar dan
salah.

Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian.

Super ego diibaratkan sebagai polisi internal yang mendorong


kita untuk tidak melanggar nilai dan norma yang berlakudalam
realitas eksternal, dengan atau tanpa orang lain yang
mengawasi.

Karakteristik Sisitem Kepribadian Menurut


Freud
ID
Sistem asli (the
true
psychic),
bersifat
subjektif (tidak
mengenal dunia
objektif), yang
terdiri
dari
insting-insting
dan gudangnya
(reservoir)
energy
psikis
yang digunakan
ketiga
system
kepribadian.

EGO
Berkembang
untuk
memenuhi
kebutuhan
id
yang
terkait
dengan
dunia
nyata.
Memperoleh
energy dari id.
Mengetahui
dunia subjektif
dan
objektif
(dunia nyata).

SUPER EGO
Komponen
moral
kepribadian,
terdiri dari dua
subsistem : kata
hati
(yang
menghukum
tingkah
laku
yang salah) dan
ego ideal (yang
mengganjar
tingkh
laku
yang baik).

Penggunaan ego sebagai mekanisme pertahanan


Energi Id meningkat karena rangsangan
Menguasai Ego untuk memenuhi Id sesegera mungkin
MEKANISME PERTAHANAN DIRI ATAU MEKANISME PERTAHANAN EGO
Tidak sesuai konsep ideal/norma atau nilai yang berlaku
Super ego berusaha menentang dan menguasai ego adar tidak memenuhi hasrat Id
Timbul
kecemasan
Terjadi konflik, ego terjepit dan
terancam
Ego berusaha sekuat mungkin menjaga kestabilan Id dan Super Ego

Ego menggunakan energi untuk keperluan :


(1) meningkatkan perkembangan aspek-aspek
psikologi,
(2) mengekang menangkal
id agar tidak
bertindak impulsive atau irasional dan
(3) menciptakan integrasi di antara ketiga sistem
kepribadian
dengan
tujuan
terciptanya
keharmonisan dalam kepribadian, sehingga dapat
melakukan transaksi dengan dunia luar secara
efektif.

Mekanisme pertahanan ego


Mekanisme pertahanan ego merupakan proses
mental
yang
bertujuan
untuk
mengurangi
kecemasan dan dilakukan melalui dua karakteristik
khusus yaitu :
(1) tidak disadari dan
(2)menolak,
memalsukan
atau
mendistorsi
(mengubah) kenyataan.

Mekanisme pertahanan ini


sebagai reaksi-reaksi yang
upaya melindungi diri dari
yang menyakitkan seperti
bersalah

dapat juga diartikan


tidak disadari dalam
emosi atau perasaan
cemas dan perasaan

Mekanisme
pertahanan
digunakan
sebagai
pertahanan diri dalam menghadapi realitas
eksterna yang penuh tantangan. Jika realitas
eksterna menuntut terlalu banyak, melebihi
kapasitas
diri
untuk
mengatasinya,
maka
kepribadian
akan
mengaktifkan
defense
mechanism. Begitu pula sebaliknya, bila hasrat dan
dorongan dari dalam diri terlalu kuat, dan bila
dorongan itu akan mengancam keharmonisan
relasi individu dengan realitas eksternal, maka
defense
mechanism
akan
diaktifkan
untuk
meredamnya.

Beberapa Bentuk Mekanisme


Pertahanan

Represi
Secara tidak sadar mencegah keinginan atau pikiranpikiran yang menyakitkan masuk dalam kesadaran
Supresi
mekanisme pertahanan ego yang dilakukan secara
sadar upaya peredaman kembali suatu dorongan Id yang
berpotensi konflik
Proyeksi
menyalahkan orang lain atas kesalahan , atau
kekurangan impuls dirinya sendiri.

Beberapa Bentuk Mekanisme


Pertahanan

Pembentukan Reaksi (reaction formation)


upaya melakukan hal yang sebaliknya untuk melawan
suatu dorongan yang dapat menimbulkan konflik.
Pemindahan Objek (displacement)
dilakukan dengan cara mengganti objek kemarahan
Regresi
mundur secara mental dari 1 tahap perkembangan
Rasionalisasi
upaya mendistruksikan persepsinya akan suatu
realitas, memberikan alasan-alasan yang masuk akal.
Sublimasi
mengubah dorongan primitif menjadi dorongan yang
sesuai dengan norma dan budaya yang berlaku.

Beberapa Bentuk Mekanisme


Pertahanan

Identifikasi
ingin menyamai figur yang di idolakan.
Denial
menyangkal suatu peristiwa benar-benar terjadi
Undoing
upaya simbolik untuk membatalkan suatu impuls yang
telah terjadi
Fiksasi
berhenti pada tingkat perkembangan 1 aspek tertentu
Kompensasi
mengatasi kekurangan dengan cara mengupayakan
kelebihan

Perkembangan
kepribadian

Dalam teori Freud setiap manusia harus melewati


serangkaian tahap perkembangan dalam proses
menjadi dewasa.

Tahap-tahap
ini
sangat
penting
bagi
pembentukan sifat-sifat kepribadian yang bersifat
menetap.

Tahapan Perkembangan
1. Tahap Oral (0-1 tahun)

Sumber kenikmatan pokok yang berasal dari


mulut adalah makan. Dua macam aktivitas oral
ini, yaitu menelan makanan dan mengigit,
merupakan prototipe bagi banyak ciri karakter
yang berkembang di kemudian hari.

2. Tahap Anal (1-3 tahun)


Setelah makanan dicernakan, maka sisa
makanan menumpuk di ujung bawah dari usus
dan secara reflex akan dilepaskan keluar apabila
tekanan pada otot lingkar dubur mencapai taraf
tertentu.

Tahap anal ini berhubungan pula dengan soal


kebersihan, keteraturan atau kerapihan yang
ingin diterapkan oleh orang tua kepada anak

3. Tahap Phalik (3-5 tahun)


Selama tahap perkembangan kepribadian ini
yang menjadi pusat dinamika adalah perasaanperasaan seksual dan agresif berkaitan dengan
mulai berfungsinya organ-organ genetikal.

bila masa ini tidak berjalan dengan baik maka


dapat menimbulkan kekeliruan dalam mencari
tokoh indentifikasi. Tidak jarang pada anak ini
dapat timbul kecenderungan homoseksual.

4. Tahap Latensi (6-12 Tahun)


Masa ini adalah periode tertahannya dorongandorongan seks agresif.

Selama
masa
ini
anak
kemampuannya bersublimasi

mengembangkan

5. Tahap Genital (12 dewasa muda)


Kateksis-kateksis dari masa-masa pragenital
bersifat narsisistik.
Hal ini berarti bahwa individu mendapatkan
kepuasan dari stimulasi dan manipulasi tubuhnya
sendiri sedangkan orang-orang lain dikateksis
hanya karena membantu memberikan bentukbentuk tambahan kenikmatan tubuh bagi anak

Teori Psikososial
erikson
Erikson menerima dan mengikuti teori Freud

tentang struktur psikologis, kesadaran dan


ketidaksadaran, dorongan (drive), tahap-tahap
perkembangan psikoseksual, dan metodologi
psikoanalisis.

Namun, erikson menambahkan ke teori-teori


Freud tersebut 8 tahap perkembangan psikososial .

Trust vs Mistrust (kepercayaan


ketidakpercayaan) usia 1-2th

dasar

vs

Kepercayaan
yg
paling
awal
terbentuk selama tahap sensorik-oral dan
ditunjukan bayi lewat kapasitasnya untuk
tidur dengan tenang, menyantap makanan
dengan nyaman, dan membuang kotoran
dengan santai

Autonomy vs Shame, Doubt (otonomi vs


rasa malu dan keragu-raguan) usia 2-4th

Otonomi bagi usia ini bukan berarti bahwa

mereka dapat mengambil inisiatif sendiri


dan mampu melakukan semuanya sendiri,
namun
lebih
kepada
kemampuan
menunjukkan
keinginannya
sendiri,
menolak sesuatu yang tidak dikehendaki,
dan mencoba sesuatu yang diinginkan .

Inisiative vs Guilt (prakarsa vs rasa bersalah)


usia 3-5th
Selama tahap ini anak-anak yang berkembang
secara sehat akan belajar :

Berimajinasi untuk memperluas


termasuk dalam bermain
Bekerja sama dengan orang lain
Memimpin dan dipimpin

keterampilannya

Anak-anak yang kurang dapat berkembang secara


sehat akan mengalami :

Ketakutan
Kurang dapat bergabung dalam kelompok
Lebih tergantung pada orang dewasa
Terhambat perkembangan imajinasi dan
bermainnya

perilaku

Industry vs Inferiority (tekun vs rasa rendah diri)


usia 6-12th

Pada tahap ini anak-anak mempelajari


keterampilan yang lebih formal, seperti :

Berhubungan dengan teman sebaya berdasar pada


aturan-aturan terterntu
Berkembang dari pola bermain yang bebas menuju
permainan
yang
menggunakan
aturan
dan
memerlukan kerja sama kelompok dan
Menguasai materi pelajaran sosial, membaca dan
matematika .

Identity
and
Repudiation
vs
Identity
Diffusion (identitas vs kekaburan identitas) usia
13- 20th

Erikson percaya bahwa ketika individu berhasil


melalui masa remaja awal, kematangan diri
tercapai.
Pada
kondisi
ini,
individu
mencapai
keyakinandirinya.
Remaja mencoba mencari
model ( seseorang yang dapat dijadikan contoh )
dan secara bertahap mengembangkan nilai-nilai
ideal bagi kehidupannya .

Intimacy and Solidarity vs Isolation (keintiman


dan solidaritas vs isolasi) usia dewasa awal

Pada tahap dewasa awal, individu mulai


mengembangkan hubungan sosial yang mengarah
kepada
ikatan
perkawinan
atau
hubungan
persahabatan yang erat dan bertahan dalam
waktu yang panjang

Generativity vs Self-absorption (kebangkkitan vs


kemandegan)

Individu di tuntut mampu menempatkan peran


dirinya
secara
tepat,
baik
dalam
kerangka
perkawinan dan pengasuhan anak, maupun dalam
dunia kerja agar lebih kreatif dan produktif, dan juga
dalam peran di lingkungan sosial sebagai bagian dari
lingkungan kemasyarakatan .

Integrity vs Despair (integritas vs kekecewaan)

Apabila tujuh tahap sebelumnya dapat


dilalui dengan berhasil oleh individu maka
individu
akan
mencapai
penilaian
tertinggi : integritas.

Terima Kasih
Always Be Yourself And Never Be Anyone Else Even If
They Look Better Than You

-Ezza-